Anda di halaman 1dari 30

PRAKTIKUM DASAR SISTEM KOMUNIKASI

PERCOBAAN I
MODULASI AMPLITUDO




Oleh:
KELOMPOK 4

I Made Artawan
(1319451017)


Nama Asisten :
Muhammad ImanNur Hakim (1004405010)
Ni Made Erma PratiwiAstiti (1004405067)



LABORATORIUM DASAR SISTEM KOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2014
BAB I
PERCOBAAN 1
MODULASI AMPLITUDO

1.1. Tujuan
1. Memahami proses modulasi amplitudo.
2. Mengetahui bentuk sinyal termodulasi amplitudo.
3. Memahami perubahan sinyal termodulasi amplitudo terhadap perubahan
sinyal input.

1.2. Peralatan
1. Modul AM 2961
2. Power Supply
3. Oscilloscope
4. Kabel penghubung



BAB II
DASAR TEORI

Ketika arus listrik mengalir dalarn suatu penghantar, akan terbentuk
dua buah medan yaitu medan listrik dan medan magnet. Kedua medan disebut
medan elektromagnetik yang saling tegak lurus dan merambat pada arah
yang sama dengan kecepatan cahaya.
Jika suatu kawat penghantar diletakkan dalam medan elektromagnetik,
medan akan menimbulkan suatu arus yang mengalir dalam penghantar, yang
berubah-ubah seperti halnya arus yang menimbulkan medan tersebut.
Dengan carn ini, perubahan arus listrik pada suatu tempat akan menyebabkan
perubahan yang sama pada tempat lain dalam waktu yang harnpir bersamaan.
Suatu sinyal sederhana berbentuk sinus bisa didefinisikan dengan 3 buah
parameter, yaitu amplitudo, frekuensi, dan phase. Dalam komunikasi nirkabel,
daya, frekuensi, dan phase sinyal diubah-ubah sesuai dengan sinyal
informasi yang hendak dikirim. Frekuensi dari satu gelombang sinyal
didefinisikan sebagai jumlah siklus gelombang perdetik, dan dinotasikan
dengan huruf f. Frekuensi berkaitan dengan suatu parameter yang disebut
periode, yang dinotasikan dengan huruf T.

........................................... (2.1)
Sebagai contoh, jika frekuensi sinyal adalah 1000 Hz (1000 siklus
perdetik), periodenya adalah 1/1000 = 0,001 detik = 1 milidetik.
Suatu sinyal fisik (suara, listrik, dan elektromagnetik) mempunyai suatu
parameter lain yang disebut cepat rambat sinyal dalam ruang bebas. Kecepatan
suatu sinyal berkaitan dengan suatu parameter yaitu frekuensi.
Untuk ilustrasi, bayangan sebuah antenna yang akan mentransmisikan
gelombang sinyal. Gelombang mempunyai nilai maksimum (puncak) dan
minimum (lembah) yang terus berulang. Ketika gelombang telah mencapai nilai
maksimum, dia akan menurun sampai diperoleh nilai minimum dan demikian juga
sebaliknya. Naik-turunnya gelombang, terbentuk ketika sinyal menjauh dari
antena. Jadi, ketika suatu puncak baru terbentuk dekat antena, ada puncak
sebelumnya yang berjarak tertentu dari puncak baru tersebut, dan juga puncak-
puncak lainnya pada jarak yang lebih jauh. Jarak antar puncak tetap
dipertahankan, dan mereka makin jauh dari antena ketika puncak dan lembah baru
terbentuk. Jarak antar puncak ini (atau antar lembah) disebut panjang gelombang
dan dinotasikan dengan simbol .
Panjang gelombang tergantung dari frekuensi dan cepat rambat
gelombang. Jika cepat rambat gelombang adalah c dan frekuensi f, maka
hubungan dengan panjang gelombang adalah:
....................................... (2.2)
Sebagai contoh, telinga manusia bisa mendengar suara dalam rentang
frekuensi 20 Hz sampai dengan 20 kHz. Kecepatan suara adalah 330 m/detik,
sehingga panjang gelombang adalah :


Kecepatan gelombang elektromagnetik dalam ruang bebas adalah
300.000 km/detik, sehingga panjang gelombang sinyal 1 kHz adalah :


Dengan kata lain, jarak antar puncak adalah 300 km
Untuk bisa menerima gelombang elektromagnetik, diperlukan suatu
antenna dengan dimensi 1/2 atau 1/4 panjang gelombang. Suatu gelombang
dengan panjang 300 km akan memerlukan antenna yang berukuran ratusan km.
Jelas sekali kondisi seperti ini sangat tidak praktis

2.1. Definisi Modulasi
Modulasi merupakan suatu proses dari perubahan (varying) atau
pencampuran dua buah sinyal menjadi satu sinyal yaitu sinyal informasi yang
berfrekuensi rendah dengan sinyal pengirim informasi yang memiliki frekuensi
yang tinggi.
Dengan memanfaatkan katakteristik dari masing- masing sinyal, maka
modulasi dapat dimanfaatkan untuk mentransmisikan sinyal informasi ke daerah
yang luas dan jauh. Sebagai contoh Sinyal informasi (suara, gambar, data) dapat
dikirimkan ke tempat lain dengan menumpangkan sinyal tersebut pada sinyal
pembawa (carrier), penumpangan sinyal menggunakan alat yang disebut
modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal
(kebalikan dari dari proses modulasi) disebut demodulator.
Tujuan dari proses modulasi adalah dimaksudkan agar sinyal informasi
tidak rusak akibat terkena noise dan data yang diterima dapat sempurna dan benar.

2.2. Modulasi Amplitudo
Jika informasi yang akan dikirim adalah suara manusia, ataupun
musik yang mempunyai komponen frekuensi maximum 20 kHz, perlu dilakukan
suatu proses sehingga transmisi yang praktis bisa dilakukan. Proses yang
dimaksud adalah yang disebut modulasi yang bertujuan untuk: menggeser
frekuensi suara tadi ke suatu frekuensi lain yang lebih tinggi. Frekuensi tinggi ini
disebut dengan frekuensi carrier atau pembawa.
Seperti dijelaskan sebelumnya terdapat 3 parameter yang menentukan
informasi yang dibawa oleh gelombang, yaitu amplitudo, frekuensi dan
phase. Jika amplitudo dari suatu gelombang frekuensi tinggi divariasikan sesuai
dengan amplitudo gelombang sinyal informasi frekuensi rendah, maka akan
diperoleh suatu gelombang frekuensi tinggi yang mengandung informasi
pada amplitudonya. Metode seperti ini disebut dengan modulasi amlitudo.
Gambar 2.1 menunjukkan proses modulasi amplitudo. Gambar (a) adalah
sinyal informasi atau sinyal pesan frekuensi rendah; (b) adalah sinyal carrier;
dan (c) adalah sinyal termodulasi. Terlihat dari gambar bahwa proses modulasi
menyebabkan seolah-olah sinyal informasi menumpang pada carrier. Dengan
proses ini, sinyal informasi frekuensi rendah bisa ditransmisikan pada frekuensi
yang jauh lebih tinggi seperti yang diperlukan.

Gambar 2.1 Proses modulasi AM

Sinyal termodulasi amplitudo bisa ditulis dalam bentuk :

() [

.................. (2.3)
dimana m menyatakan indeks modulasi,

adalah frekuensi sinyal


informasi (frekuensi rendah) dan

adalah frekuensi sinyal carrier


(frekuensi tinggi). Bentuk sinyal AM untuk beberapa nilai m dapat dilihat pada
gambar dibawah.

Gambar 2.2 Bentuk Gelombang untuk beberapa nilai m

Amplitudo maksimum dari sinyal termodulasi AM adalah A [1 + m]; dan
amplitudo minimum A [1 - m].Indeks modulasi m bisa dinyatakan dalam persen
(%) dan bisa dicari dengan membandingkan antara amplitudo maksimum dengan
minimum.

Gambar 2.3 Menghitung nilai indeks modulasi

....................................................................................... (2.4)



BAB III
CARA KERJA

3.1. Langkah Percobaan
1. Hubungkan modul AM 2961 dengan power supply.
2. Hubungkan probe oscilloscope dengan output modulator.
3. Hubungkan probe oscilloscope dengan sinyal carrier. Akan terlihat sinyal
carrier dengan frekuensi sekitar 500 kHz pada output modulator. Simpan
gambar yang dihasilkan.
4. Ubah switch SW4 ke posisi on, sinyal informasi 1000 Hz menjadi input
modulator AM. Pastikan anda mendapatkan skema berikut :

Gambar 3.1 Letak switch 1000 Hz, oscilloscope, variabel gain amp pada rangkaian
Modulasi Amplitudo

5. Ubah potensiometer (variable gain amp) dan perhatikan perubahan
bentuk sinyal. Untuk melihat perubahannya simpan dua gambar pada posisi
minimum dan maksimum.
6. Lepaskan probe oscilloscope dari output modulator, dan hubungkan probe
oscilloscope ke output sinyal generator.
7. Set frekuensi sinyal generator sebesar 2000 Hz dengan mengubah posisi
switch ke on (SW5) dan switch off di SW4. Simpan untuk gelombang,
karena ini merupakan sinyal informasi
oscilloscope
Switch
1000 Hz


Variable gain amp

Gambar 3.2 Letak switch 2000 Hz dan oscilloscope pada rangkaian Modulasi Amplitudo

8. Atur amplitude generator sehingga diperoleh indek modulasi 50%.
Terlebih dahulu hitung nilai perbandingan A dan B untuk m = 50%
berdasarkan rumus indek modulasi di teori penunjang. Lalu atur amplitude
untuk mendapatkan perbandingan yang didapat.
9. Simpan bentuk gelombang yang terjadi.
10. Set frekuensi sinyal informasi pada frekuensi 1000 Hz dan 2000 Hz dengan
mengubah kedua switch pada posisi on.
11. Simpan sinyal yang dihasilkan.



Switch
2000 Hz


oscilloscope
BAB IV
DATA HASIL PERCOBAAN

4.1. Sinyal Carrier
Gambar sinyal frekuensi sekitar 500 kHz pada sinyal carrier output
modulator :

Gambar 4.1 Sinyal carrier
Parameter sinyal :
Frekuensi = 531 kHz
Pk-Pk = 8.24 V
Amplitudo =


=

=



=

() () (
= () ()

= ()
= ()
4.2. Sinyal Informasi 1000 Hz
Gambar sinyal frekuensi sekitar 1.104 kHz pada sinyal informasi input
modulator :

Gambar 4.2 Sinyal Informasi

Parameter sinyal :
Frekuensi = 1.104 kHz
Pk-Pk = 608 mV = 0.608 V
Amplitudo =


=

=



=

() = () ()
= () ()
= ()
= ()



4.3. Sinyal Output Vvar Minimum
Gambar bentuk sinyal frekuensi pada potensiometer posisi minimum:

Gambar 4.3 Sinyal Output Vvar Minimum

Parameter sinyal :
Frekuensi = 939.8 kHz
Pk-Pk = 500 mV = 0.5 V
Amplitudo =


=

=



=

() = () ()
= () ()
= ()
= ()




4.4. Sinyal Output Vvar Maksimum
Gambar bentuk sinyal frekuensi pada potensiometer posisi maksimum:

Gambar 4.4 Sinyal Output Vvar Maksimum

Parameter sinyal :
Frekuensi = 528.5 kHz
Pk-Pk = 4.04 V
Amplitudo =


=

=



=

() = () ()
= () ()
= ()
= ()





4.5. Sinyal Informasi 2000 Hz
Gambar sinyal frekuensi sekitar 2075 Hz

Gambar 4.5 Sinyal Informasi 2000 Hz

Parameter sinyal :
Frekuensi = 2.07502 kHz
Pk-Pk = 1.32 V
Amplitudo =


=

=



=

() = () ()
= () ()
= ()
= ()




4.6. Sinyal Termodulasi AM 50%
Gambar bentuk gelombang setelah amplitudo generator diatur sehingga
memperoleh indeks modulasi sebesar 50 % :

Gambar 4.6 Sinyal Termodulasi AM 50%

Parameter sinyal :
Frekuensi = 538.2 kHz
Pk-Pk = 5.04 V
Amplitudo =


=

=



=


BAB V
ANALISIS HASIL PERCOBAAN

5.1. Sinyal Carrier
Gambar sinyal frekuensi sekitar 529,9 kHz pada sinyal carrier output
modulator :

Gambar 5.1 Sinyal carrier

Parameter sinyal :
Frekuensi = 529.9 kHz
Pk-Pk = 8.24 V
Amplitudo =


=

=



=

Sinyal carrier yang dihasilkan adalah suatu sinyal pembawa informasi.
Dimana sinyal informasi itu ditumpangkan pada sinyal pembawa (carrier signal),
dengan rumus:
() () () ............................................................... (5.1)
() () (
= () ()
= ()
tccc = ()

5.2. Sinyal Informasi 1000 Hz
Gambar sinyal frekuensi sekitar 1.104 kHz pada sinyal informasi input
modulator :

Gambar 5.2 Sinyal Informasi
Parameter sinyal :
Frekuensi = 1.104 kHz
Pk-Pk = 608 mV = 0.608 V
Amplitudo =


=
=



=

() = () ()
= () ()
= ()
= ()
5.3. Sinyal Output Vvar Minimum
Gambar bentuk sinyal frekuensi pada potensiometer posisi minimum:

Gambar 5.3 Sinyal Output Vvar Minimum

Parameter sinyal :
Frekuensi = 939.8 kHz
Pk-Pk = 500 mV = 0.5 V
Amplitudo =


=

=



=

() = () ()
= () ()
= ()
= ()




5.4. Sinyal Output Vvar Maksimum
Gambar bentuk sinyal frekuensi pada potensiometer posisi maksimum:

Gambar 5.4 Sinyal Output Vvar Maksimum

Parameter sinyal :
Frekuensi = 528.5 kHz
Pk-Pk = 4.04 V
Amplitudo =


=

=



=

() = () ()
= () ()
= ()
= ()

Dengan memperhatikan Gambar 5.3 dan Gambar 5.4, kita dapat
menganalisa bahwa perubahan Vvar dengan mengubah potensiometer ke arah
maksimal dan minimal dapat mempengaruhi perubahan parameter sinyal tersebut.
Tepatnya hubungan antara perubahan Vvar dengan amplitudo dari sinyal tersebut
adalah berbanding lurus, semakin besar Vvar-nya (potensimeter ke arah
maksimum), maka semakin besar amplitudo yang dihasilkan, demikian pula
semakin diperkecil Vvar-nya (potensiometer ke arah minimum), maka semakin
kecil amplitudo tersebut. Sedangkan frekuensi yang dihasilkan berbanding
terbalik dengan Vvar-nya, semakin besar Vvar-nya, maka semakin kecil frekuensi
yang dihasilkan, sebaliknya semakin diperkecil Vvar-nya maka semakin besar
frekuensinya.

5.5. Analisis Sinyal Informasi 2000 Hz
Gambar sinyal frekuensi sekitar 2075 Hz

Gambar 5.5 Sinyal Informasi 2000 Hz

Parameter sinyal :
Frekuensi = 2.07502 kHz
Pk-Pk = 1.32 V
Amplitudo =


=

=



=
() = () ()
= () ()
= ()
= ()

5.6. Sinyal Termodulasi AM 50%
Gambar bentuk gelombang setelah amplitudo generator diatur sehingga
memperoleh indeks modulasi sebesar 50 % :

Gambar 5.6 Sinyal Termodulasi AM 50%

Parameter sinyal :
Frekuensi = 538.2 kHz
Pk-Pk = 5.04 V
Amplitudo =


=
=



=

Indeks Modulasi (m) dapat dihitung dengan membandingkan antara
amplitudo maksimum dengan minimum dan dinyatakan dalam persen (%)
=


Untuk memperoleh , maka :
=


( ) = ( )
=
=
=
Amplitudo maksimum dari sinyal termodulasi AM adalah A [1 + m ]; dan
amplitudo minimum A [1 - m ]. Indeks modulasi (m) dinyatakan dalam persen
(%) dan bisa dicari dengan membandingkan antara amplitudo maksimum dan
minimum dimana selisih antara amplitudo maksimum dan amplitudo minimum
per jumlah amplitudo maksimum dan amplitudo minimum.


Sehingga indeks modulasi mempengaruhi jarak antara amplitudo
maksimum dan minimun, dimana jika indeks modulasinya sebesar 100% maka
akan membuat amplitudo A
min
-nya sebesar 0 V. Sedangkan semakin kecil
persentase indeks modulasinya, menyebaabkan A
min
hampir sama dengan
A
max
.Bentuk sinyal AM untuk beberapa nilai m dapat dilihat pada gambar di
bawah.

Gambar 5.7 Bentuk sinyal AM untuk beberapa nilai m

dimana over-modulation adalah kondisi yang berlaku di telekomunikasi
ketika tingkat sesaat modulasi sinyalmelebihi nilai yang diperlukan untuk
memproduksi 100% modulasipembawa. Sedangkan under-modulation adalah
kebalikan dari over-modulation, dimana under-modulation adalah tingkat sesaat
modulasi sinyal kurang dari nilai yang diperlukan untuk memproduksi 100%
modulasi pembawa.
0 m 1 ........................................... (2.5)
Dari persamaan diatas dapat kita simpulkan bahwa efesiensi sinyal terbaik
ada pada indeks modulasi yang berada diantara 0 dan 1.




Pertanyaan dan Tugas :
1. Gambar bentuk gelombang sinyal informasi, carrier dan sinyal termodulasi
untuk masing-masing indeks modulasi. Di bawah tiap gambar, tulis
parameter sinyal pemodulasi, carrier dan sinyal termodulasi.
2. Jelaskan hubungan antara parameter gelombang carrier dan gelombang
sinyal termodulasi.
3. Buat gambar sinyal termodulasi untuk indeks modulasi 10%, 30%, 80% dan
100%.

Jawaban
1. A. Sinyal Carrier

Gambar 5.8 Sinyal carrier dari output modulator

Parameter sinyal :
Frekuensi = 529.9 kHz
Pk-Pk = 8.24 V
Amplitudo =


=

=



=
B. Sinyal Informasi

Gambar 5.9 Frekuensi sinyal

Parameter sinyal :
Frekuensi = 1.104 kHz
Pk-Pk = 608 mV = 0.608 V
Amplitudo =


=
=



=

C. Sinyal Termodulasi

Gambar 5.10 Sinyal modulasi AM

Parameter sinyal :
Frekuensi = 538.2 kHz
Pk-Pk = 5.04 V
Amplitudo =


=

=



=

2. Hubungan antara gelombang carrier dan gelombang termodulasi yaitu :
Gelombang carrier merupakan gelombang pembawa sinyal informasi
sedangkan gelombang sinyal termodulasi merupakan gabungan antara
gelombang informasi dan gelombang carrier. Tanpa adanya gelombang carrier,
maka sinyal termodulasi tidak akan terbentuk, karena sinyal termodulasi terjadi
karena adanya sinyal carrier dan juga sinyal informasi.

3. Gambar sinyal termodulasi untuk indeks modulasi 10%, 30%, 80% dan
100% :
Untuk indeks modulasi = 10%
=


( ) = ( )
=
=
9 =



Gambar 5.11 gambar sinyal termodulasi untuk indeks modulasi 10%

Untuk indeks modulasi = 30%
=


( ) = ( )
=
=
7 =



Gambar 5.12 gambar sinyal termodulasi untuk indeks modulasi 30%


Untuk indeks modulasi = 80%
=


( ) = ( )
=
18 =
2 =



Gambar 5.13 gambar sinyal termodulasi untuk indeks modulasi 80%

Untuk memperoleh m=100%
=


=
=
0 =



Gambar 5.14 gambar sinyal termodulasi untuk indeks modulasi 100%


BAB VI
KESIMPULAN

6.1. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Modulasi merupakan proses perubahan suatu gelombang periodik
sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi,
sedangkan modulasi amplitudo adalah proses menumpangkan sinyal
informasai ke dalam sinyal carrier dimana bentuk dari gelombang AM
sesuai dengan amplitudo sinyal informasi.
2. Modulasi Amplitudo adalah jenis modulasi dengan mengubah amplitude
sinyal carrier sedangkan frekuensi dan fasenya tetap. Ada 3 parameter
yang menentukan informasi yang dibawa oleh gelombang, yaitu
amplitudo, frekuensi dan phase. Informasi yang dikirim bisa berupa data
analog maupun digital sehingga terdapat dua jenis modulasi, yaitu :
modulasi analog dan modulasi digital.
3. Besar kecilnya Vvar mempengaruhi bentuk sinyal. jika Vvar diubah ke
maksimum, amplitudonya juga membesar dan begitu sebaliknya. Bentuk
gelombang yang dihasilkan pada sinyal AM dipengaruhi oleh indeks
modulasi. Indeks modulasi mempengaruhi jarak antara amplitudo
maksimum dan minimum. Jika indeks modulasi maksimum
mengakibatkan amplitudonya minimum, sedangkan jika indeks
modulasinya minimum mengakibatkan amplitudonya maksimum.
4. Indeks modulasi mempengaruhi bentuk gelombang yang dihasilkan pada
sinyal AM, dimana jika indeks modulasinya sebesar 100% maka akan
membuat amplitudo A
min
nya sebesar 0 V. Sedangkan semakin kecil
persentase indeks modulasinya menyebabkan A
min
hampir sama dengan
A
max
.
5. Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital, sehingga
terdapat dua jenis modulasi, yaitu : modulasi analog dan modulasi digital.