Anda di halaman 1dari 73

0!

||N0||0|AAN 8AkAN0 V| ||K


0A|kAH
MCuuL
|enggunaan, |engamanan, dan
|eme||haraan 8V0
enulls :
um|n| dan 0ktav|a |ster |angar|buan
Wldyalswara Muda
usdlklat kekayaan negara dan erlmbangan keuangan
enllal :
Arvan Car|o 0[ohans[ah
Wldyalswara Muda
usdlklat kekayaan negara dan erlmbangan keuangan
kLMLn1L8lAn kLuAnCAn 8Lu8Llk lnuCnLSlA
8AuAn LnululkAn uAn LLA1lPAn kLuAnCAn
uSulkLA1 kLkA?AAn nLCA8A uAn L8lM8AnCAn
kLuAnCAn
2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena hanya
atas berkat rakhmat-Nyalah kita semua masih diberikan kesempatan untuk
menghasilkan karya-karya nyata yang bermanfaat bagi orang banyak. Begitu
pula dengan modul diklat ini yang tanpa restu-Nya tidak akan terselesaikan
dengan baik.
Modul "Penggunaan, Pengamanan, dan PemeIiharaan Barang MiIik
Daerah" ini disusun oleh Saudara Sumini dan Oktavia Ester Pangaribuan
dengan penilai Saudara Arvan Carlo Djohansjah berdasarkan Surat Keputusan
Kepala Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan Nomor:
KEP.01/PP.6/2010 tanggal 4 Januari 2010 tentang Pembentukan Tim
Penyusunan Modul DTSS Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Pelatihan
Percepatan Akuntabilitas dan Keuangan Daerah.
Kami menyetujui modul ini digunakan sebagai bahan ajar bagi para peserta
Diklat Pengelolaan Barang Milik Daerah. Modul ini disusun dengan maksud guna
membantu pencapaian tujuan pembelajaran dalam diklat tersebut.
Akhirnya, semoga Modul Penggunaan, Pengamanan, dan PemeIiharaan
Barang MiIik Daerah ini dapat bermanfaat bagi peserta diklat khususnya dan
masyarakat luas pada umumnya.
Jakarta, November 2010
Kepala Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Kekayaan Negara
dan Perimbangan Keuangan
Syamsu Syakbani
NP 195902241980031001

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................... ii
DAFTAR S ............................... iii
DAFTAR TABEL ........................... v
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ................... vi
PETA KONSEP MODUL ....................... vii
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ..................... 1
1.2. Deskripsi Singkat .................... 3
1.3. Prasyarat Kompetensi .................. 3
1.4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar .......... 4
1.5. Relevansi Modul ...................... 5
2. KEGATAN BELAJAR 1; Dasar Hukum, Pengertian, dan PermasaIahan
Penggunaan, Pengamanan, dan PemeIiharaan Barang MiIik Daerah
2.1. ndikator Hasil Belajar .................... 6
2.2. Dasar Hukum Penggunaan, Pengamanan, dan Pemeliharaan
Barang Milik Daerah .................... 6
2.3. Pengertian Penggunaan, Pengamanan, dan Pemeliharaan
Barang Milik Daerah ................................. 11
2.4. Permasalahan dalam Penggunaan, Pengamanan, dan
Pemeliharaan Barang Milik Daerah ............. 13
2.5. Latihan .......................... 15
2.6. Rangkuman ....................... 16
2.7. Tes Formatif ....................... 16
2.8. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .............. 20
3. KEGATAN BELAJAR 2; Penggunaan Barang MiIik Daerah
3.1. ndikator Hasil Belajar .................. 21
3.2. Penggunaan Barang Milik Daerah .............. 21
3.3. Penetapan Status Penguasaan dan Penggunaan Barang
Milik Daerah ........................ 22
3.4. Pemanfaatan Barang Milik Daerah .............. 35

3.5. Penyerahan Tanah dan/atau bangunan idle kepada Pengelola .. 36


3.6. Latihan .......................... 36
3.7. Rangkuman ........................ 36
3.8. Tes Formatif ........................ 37
3.9. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............... 40
4. KEGATAN BELAJAR 3; Pengamanan dan PemeIiharaan Barang MiIik
Daerah
4.1. ndikator Hasil Belajar ................... 42
4.2. Ruang Lingkup Pengamanan Barang Milik Daerah....... 42
4.3. Pengamanan Administrasi Barang Milik Daerah ........ 43
4.4. Pengamanan Fisik Barang Milik Daerah ............. 44
4.5. Pengamanan Melalui Tindakan Hukum Terhadap Barang Milik
Daerah ............................ 48
4.6. Aparat Pelaksana Pengamanan Barang Milik Daerah ..... 49
4.7. Tujuan Pemeliharaan Barang Milk Daerah ........... 50
4.8. Sasaran Pemeliharaan Barang Milik Daerah ................ 51
4.9. Rencana Pemeliharaan Barang Milik Daerah ......... 51
4.10. Pelaksanaan Pemeliharaan Barang Milik Daerah ....... 52
4.11. Penerimaan Pekerjaan Pemeliharaan/Perawatan ....... 53
4.12. Latihan ........................... 54
4.13. Rangkuman ....................... 55
4.14. Tes Formatif ....................... 56
4.15. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............... 59
TES SUMATF ............................ 60
KUNC JAWABAN .......................... 65
DAFTAR PUSTAKA .......................... 66

DAFTAR TABEL
Gambar 1 Contoh Format Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan
Status Penggunaan BMD ................. 28
Gambar 2 Lampiran Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota Tentang Penetapan
Status Penggunaan Barang Milik Daerah Pada Dinas/Badan/Kantor 33
Gambar 3 Kartu Pemeliharaan Barang ................ 53

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


A. Petunjuk Cara BeIajar
Agar peserta diklat dapat mengikuti mata pelajaran ini dengan baik dan
mencapai hasil belajar yang maksimal, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Pelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai acuan
penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan Barang Milik Daerah;
2. Lakukan diskusi dalam kelompok belajar untuk memperoleh pemahaman
terhadap isi materi dalam peraturan perundang-undangan maupun dalam
modul ini;
3. Pelajari rangkuman dan selesaikan latihan-latihan yang dimuat pada tiap
Kegiatan Belajar dalam modul ini;
4. Kerjakan tes formatif untuk tiap-tiap kegiatan belajar, kemudian lakukan
umpan balik dengan mencocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban
yang telah disediakan dalam modul ini.
B. PerIengkapan/referensi yang Disiapkan
Agar mencapai hasil yang maksimal, perlengkapan yang perlu disiapkan
oleh peserta dan pengajar dalam mempelajari modul ini adalah:
1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN/D;
4. Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Barang Milik Daerah;
5. Peraturan daerah tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah;
6. Peraturan daerah tentang Penggunaan Barang Milik Daerah.
7. Peraturan daerah tentang Pengamanan Barang Milik Daerah
8. Peraturan daerah tentang Pemeliharaan Barang Milik Daerah
9. Kasus-kasus mengenai penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan Barang
Milik Daerah.

PETA KONSEP
MODUL PENGGUNAAN, PENGAMANAN DAN
PEMELIHARAAN BARANG MILIK DAERAH
Peserta mampu memahami dan dapat melaksanakan penggunaan, pengamanan
dan pemeliharaan Barang Milik Daerah sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
Dasar hukum pengggunaan,
pengamanan dan pemeliharaan
BMD
Pengertian
Pengamanan
Pengalihan Status
Penggunaan
Pejabat Pengguna
Barang
Pengertian
penggunaan
Pengertian
pemeliharaan
penghapusan
Penetapan Status
Penggunaan
Ruang Lingkup
Pengamanan
enghapusan
Secara
Fisik
Tujuan
Pemeliharaan
Sasaran
Pemeliharaan
Rencana
Pemeliharaan
Pelaksanaan
Pemeliharaan
Secara
Adminstrasi
Tindakan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar BeIakang
Sistem Manajemen Aset Pemerintah Daerah sejak diberlakukannya
undang-undang otonomi daerah mengalami banyak perubahan. Pemerintah
daerah dituntut agar mengarah kepada model manajeman aset yang efektif
dalam pengadaan dan pengelolaan, efisien dalam pemanfaatan dan
pemeliharaan serta transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa
langkah dalam manajemen aset pemerintah daerah meliputi; inventarisasi aset,
legal audit, penilaian aset, pemanfaatan aset serta pengawasan dan
pengendalian dengan sistem informasi manajemen aset (SMA).
Keberadaan dan pengelolaan aset milik pemerintah daerah saat ini masih
dalam kondisi yang memprihatinkan (Kompas, Jawa Barat, 18 September 2008).
Banyak pejabat dan aparat daerah yang kurang peduli dan belum mengelola
aset itu secara efektif, efisien dan profitable. Akibatnya, tidak sedikit aset daerah
yang pindah tangan secara tidak wajar atau dikelola oleh pihak lain dengan sewa
yang sangat kecil. Kurangnya profesionalisasi manajemen aset daerah
menimbulkan persoalan serius di belakang hari.
Keberadaan aset daerah pada saat ini melahirkan paradoks dalam hal
usaha peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengelolaan aset daerah
ibaratnya seperti penderita myopia atau rabun dekat. Akibatnya, potensi besar
yang sudah ada di depan mata tidak tergarap secara optimal. Mereka justru
mencari sumber PAD ke mana-mana yang belum pasti hasilnya. Mestinya aset
daerah yang luar biasa besarnya itu dikelola lebih baik sehingga menghasilkan
keuntungan optimal. Alangkah baiknya jika Kepala Daerah mulai dari Bupati,
Walikota, hingga Gubernur begitu dirinya dilantik langsung mengetahui dan
memahami secara persis kondisi aset daerah lalu melaporkannya kepada rakyat
secara berkala.
Kepala Daerah yang menjadi penanggung jawab utama aset daerah harus
membangun Sistem nformasi Aset Daerah yang sesuai dengan regulasi. Sistem
informasi itu sebaiknya sesuai dengan perkembangan konvergensi teknologi
informasi dan komunikasi (TK) terkini yang berbasis internet. Sudah cukup

banyak perangkat aplikasi untuk mengelola aset daerah yang harganya


terjangkau dan hasil pengembang dalam negeri yang berbasis teknologi open
sources software (OSS). Tidak bisa ditunda-tunda lagi bahwa aset daerah perlu
segera diinventarisasi agar dapat dicegah adanya tindakan korupsi. Bahkan,
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyatakan cukup banyak modus
sertifikat ganda yang telah menggerogoti aset negara dan menyebabkan
ketidakjelasan status tanah yang berpengaruh terhadap pembangunan dan
investasi. Pokok pangkal dari kasus di atas karena banyak instansi pemerintah
hingga pemerintah desa sangat teledor dan belum tergerak untuk mendaftarkan
dan mengelola asetnya secara benar. Kalaupun ada, itupun hanya bersifat
insidentil atau proyek sesaat dan belum sistematis dalam kerangka manajemen
aset. Perlu diingat penyertifikatan tanah merupakan langkah yang tepat untuk
menata aset negara dan sesungguhnya pendaftaran tanah di seluruh NKR
adalah kewajiban Pemerintah. Namun, karena keteledoran, hingga saat ini
diperkirakan 75 persen bidang tanah aset pemerintah belum bersertifikat. kwal
rendahnya prosentase sertifikasi untuk tanah aset daerah juga terjadi di
beberapa kabupaten/kota. Seperti, Aset tanah milik Pemprov Jawa Barat dan
Kota Bandung yang belum bersertifikat mencapai jumlah puluhan ribu tempat.
Bahkan banyak kantor dinas yang hingga saat ini belum juga memiliki sertifikat
tanah yang bisa menimbulkan berbagai modus penyerobotan dan
penyalahgunaan.
Perlu disadari bahwa mengelola aset daerah jangan seperti menangani
harta warisan nenek moyang yang bisa dilakukan seenaknya sendiri. Aset
daerah merupakan titipan generasi mendatang yang membutuhkan
profesionalisasi dan political will yang kokoh. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa
manajemen aset termasuk aset pemerintah pusat dan daerah merupakan bidang
profesi atau keahlian tersendiri. Sayangnya, pada saat ini belum berkembang
dengan baik di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi.
Kondisi inilah yang perlu menjadi perhatian kita bersama untuk meningkatkan
kompetensi dari sumber daya manusia yang akan mengurus dan mengelola aset
pemerintah. Untuk itulah, modul ini disusun untuk mendukung pelaksanaan
pendidikan dan pelatihan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan
sumber daya manusia yang kompeten dan handal dalam mengelola kekayaan
daerah, khususnya adalah Barang Milik Daerah.

1.2. Deskripsi Singkat


Modul ini berjudul Penggunaan, Pengamanan dan PemeIiharaan
Barang MiIik Daerah, merupakan bagian dari materi yang akan disampaikan
pada DikIat Teknis Subtantif SpesiaIisasi (DTSS) PengeIoIaan Barang MiIik
Daerah. DTSS Pengelolaan Barang Milik Daerah merupakan diklat yang
ditujukan untuk pengelola barang milik daerah (pejabat dan/atau pelaksana) agar
pengelolaan barang milik daerah dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Modul Penggunaan, Pengamanan
dan Pemeliharaan Barang Milik Daerah ini akan membahas konsep dan tata cara
penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan terhadap barang milik daerah yang
akan dituangkan dalam pokok bahasan dan selanjutnya dijabarkan dalam
subpokok bahasan disertai dengan latihan dan tes formatif.
1.3. Prasyarat Kompetensi
Modul ini ditujukan untuk Anda yang ingin memiliki kompetensi di bidang
pengurusan dan pertanggungjawaban pengelolaan barang milik daerah, secara
khusus mengenai tatacara penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan Barang
Milik Daerah yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
sebagai unit pengguna/kuasa pengguna barang pada pemerintah daerah. Untuk
dapat memahami secara baik isi dari modul ini, ada beberapa prasyarat
kompetensi yang sudah Anda miliki, yaitu bahwa Anda telah:
1. mengetahui dan memahami ketentuan-ketentuan/pokok-pokok pengelolaan
Barang Milik Daerah;
2. mengetahui dan memahami perencanaan kebutuhan dan penganggaran
Barang Milik Daerah;
3. mengetahui dan memahami pengadaan barang milik daerah;
4. mengetahui dan memahami penerimaan, penyaluran dan pendistribusian
Barang Milik Daerah;
5. mengetahui dan memahami penatausahaan Barang Milik Daerah;

1.4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


Modul Penggunaan, Pengamanan dan Pemeliharaan Barang Milik Daerah
ini disusun dan disampaikan kepada peserta diklat dengan tujuan agar para
peserta dapat memiliki standar kompetensi yaitu memahami dan mampu
melaksankan kegiatan penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan Barang
Milik Daerah sehingga dapat mengampu tugas penyelenggaraan pengelolaan
Barang Milik Daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kompetensi dasar dari modul ini adalah bahwa setelah mempelajari modul ini,
peserta:
1. dapat memahami dan mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-
undangan sebagai dasar hukum peggunaan, pengamanan dan pemeliharaan
Barang Milik Daerah.
2. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengertian penggunaan Barang
Milik Daerah
3. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengertian pengamanan Barang
Milik Daerah.
4. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengertian pemeliharaan Barang
Milik Daerah.
5. dapat memahami dan mampu menjelaskan permasalahan dalam
pelaksanaan penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan Barang Milik
Daerah.
6. mampu menjelaskan tentang Pengguna Barang Milik Daerah.
7. dapat memahami dan mampu menjelaskan penetapan status penguasaan
dan penggunaan Barang Milik Daerah.
8. dapat memahami dan mampu menjelaskan tata cara penetapan
penggunaan Barang Milik Daerah.
9. dapat memahami dan mampu menjelaskan tata cara pengalihan status
penggunaan Barang Milik Daerah.
10. dapat memahami dan mampu menjelaskan ruang lingkup pengamanan
Barang Milik Daerah.
11. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengamanan adminstratif Barang
Milik Daerah.
12. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengamanan fisik Barang Milik
Daerah.

13. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengamanan hukum Barang Milik
Daerah
14. dapat memahami dan mampu menjelaskan tujuan pemeliharaan Barang Milik
Daerah.
15. dapat memahami dan mampu menjelaskan sasaran pemeliharaan Barang
Milik Daerah.
16. dapat memahami dan mampu menjelaskan rencana pemeliharaan Barang
Milik Daerah.
17. dapat memahami dan mampu menjelaskan pelaksanaan pemeliharaan
Barang Milik Daerah.
1.5. ReIevansi ModuI
Maksud dari modul Penggunaan, Pengamanan dan Pemeliharaan Barang
Milik Daerah ini adalah untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan
pedoman kepada Anda para peserta, bahwa untuk mengurus dan menertibkan
pencatatan barang/aset daerah dalam pemakaian, Kepala Daerah harus
menunjuk/menetapkan pengurus barang/aset masing-masing unit kerja yang
memiliki skill dan pemahaman mengenai tatacara penggunaan, pengamanan
dan pemeliharaan barang milik daerah sehingga bertanggungjawab sesuai
dengan tugas dan fungsinya odul Penggunaan, Pengamanan dan
Pemeliharaan Barang Milik Daerah ini adalah untuk memberikan pengetahuan,
pemahaman dan pedoman kepada Anda para peserta, bahwa untuk melakukan
penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan untuk tercapainya tujuan tertib
hukum, tertib fisik dan tertib administrasi atas pelaksanaan pengelolaan barang
milik daerah.
Adapun tujuan dari modul ini adalah agar peserta memiliki acuan yang
jelas dalam mempelajari ketentuan penggunaan, pengamanan dan
pemeliharaan Barang Milik Daerah melalui kegiatan belajar yang dipandu oleh
modul ini. Anda juga dapat menggunakan modul ini untuk mengukur hasil
belajar melalui latihan soal yang dimuat dalam modul yang disertai dengan kunci
jawaban serta umpan balik agar Anda dapat menilai diri Anda sendiri dalam
penguasaan terhadap tatacara penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan
Barang Milik Daerah.
6
BAB II
KEGIATAN BELAJAR 1
DASAR HUKUM, PENGERTIAN, DAN PERMASALAHAN
PENGGUNAAN, PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN
BARANG MILIK DAERAH
2.1. Indikator HasiI BeIajar
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini, peserta diharapkan:
1. dapat memahami dan mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-
undangan sebagai dasar hukum peggunaan, pengamanan dan pemeliharaan
Barang Milik Daerah.
2. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengertian penggunaan Barang
Milik Daerah
3. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengertian pengamanan Barang
Milik Daerah.
4. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengertian pemeliharaan Barang
Milik Daerah.
5. dapat memahami dan mampu menjelaskan permasalahan dalam
pelaksanaan penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan Barang Milik
Daerah
2.2. Dasar Hukum Penggunaan, Pengamanan dan PemeIiharaan Barang
MiIik Daerah
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selaku auditor eksternal pemerintah,
sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara, wajib melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan yang
disajikan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah termasuk
laporan barang milik negara/daerah. Adapun tujuan pemeriksaan terhadap
pelaporan barang milik daerah adalah untuk menguji dan menilai:
a. nformasi mengenai jumlah aset, khususnya tanah, bangunan gedung dan
alat-alat angkutan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan;
7
b. Entitas yang diperiksa telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap
peraturan pengelolan aset daerah;
c. Sistem Pengendalian ntern entitas laporan aset daerah maupun terhadap
pengamanan atas aset daerah telah dirancang dan dilaksanakan secara
memadai untuk mencapai tujuan pengendalian.
Untuk dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan dan
penggunaan Barang Milik Daerah, dibutuhkan sumber daya manusia yang
memiliki kompetensi yang dapat diandalkan dan mampu mengemban tugas dan
tanggung jawab dengan baik. Kemampuan untuk dapat menjalankan tugas
pengelolaan yang tepat sangat berkaitan dengan kemampuan personil tersebut
dalam memahami ketentuan perundang-undangan yang menjadi dasar dalam
pengelolaan tersebut. Bagaimana Barang Milik Daerah yang lebih banyak
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ini dapat berdaya
guna secara optimal terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, perlu
diawali dengan pemahaman atas dasar hukum penggunaan Barang Milik
Daerah.
2.2.1. Dasar Hukum Penggunaan Barang MiIik Daerah
Ketentuan penggunaan Barang Milik daerah yang diatur dalam
Permendagri 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik
Daerah Bab V Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23 dan Pasal 24 sebagai berikut:
PasaI 21
Barang milik daerah ditetapkan status penggunaannya untuk penyelenggaraan
tugas pokok dan fungsi SKPD dan dapat dioperasikan oleh pihak lain dalam
rangka mendukung pelayanan umum sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD
yang bersangkutan.
PasaI 22
(1) Status penggunaan barang milik daerah ditetapkan dengan Keputusan
Kepala Daerah.
(2) Penetapan status penggunaan barang milik daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), diatur dengan tata cara sebagai berikut:
8
a. pengguna melaporkan barang milik daerah yang diterima kepada
pengelola disertai dengan usul penggunaannya; dan
b. pengelola meneliti usul penggunaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf a, untuk ditetapkan status penggunaannya.
PasaI 23
(1) Penetapan status penggunaan tanah dan/atau bangunan dilakukan dengan
ketentuan bahwa tanah dan/atau bangunan digunakan untuk kepentingan
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna dan/atau kuasa
pengguna.
(2) Pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib menyerahkan tanah dan/atau
bangunan termasuk barang inventaris lainnya yang tidak digunakan untuk
kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna dan/atau
kuasa pengguna kepada Kepala Daerah melalui pengelola.
PasaI 24
(1) Pengguna yang tidak menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak
digunakan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD
bersangkutan kepada Kepala Daerah, dikenakan sanksi berupa pembekuan
dana pemeliharaan tanah dan/atau bangunan dimaksud.
(2) Tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan sesuai tugas pokok dan
fungsi SKPD, dicabut penetapan status penggunaannya dan dapat dialihkan
kepada SKPD lainnya.
2.2.2. Dasar Hukum Pengamanan dan PemeIiharaan Barang MiIik Daerah
Untuk dapat memberikan keyakinan bahwa pemerintah daerah selaku
entitas yang diperiksa telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap
peraturan pengelolaan aset daerah, termasuk di dalamnya adalah barang milik
daerah, maka dalam pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah harus diawali
dengan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan yang menjadi
dasar hukum pengelolaan. Bagaimana pengamanan dan pemeliharaan terhadap
barang milik daerah dapat dilaksanakan dengan tepat dan benar tentu saja kita
harus mengetahui dasar hukumnya sebagai berikut:
9
1. Peraturan Pemerintah nomor 6 Tahun 2006 tentang PengeIoIaan Barang
MiIik Negara/Daerah:
1) Pasal 32 ayat (1) menyatakan bahwa Pengelola Barang, Pengguna
Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib melakukan pengamanan
barang milik negara/daerah yang berada dalam penguasaannya, ayat (2)
menyatakan bahwa pengamanan barang milik negara/daerah meliputi
pengamanan administrasi, pengamanan fisik, dan pengamanan hukum.
2) Pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa Barang Milik Negara/Daerah
berupa tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik
ndonesia/pemerintah daerah yang bersangkutan, ayat (2) menyatakan
bahwa Barang Milik Negara/Daerah berupa bangunan harus dilengkapi
dengan bukti kepemilikan atas nama Pemerintah Republik
ndonesia/pemerintah daerah yang bersangkutan dan ayat (4)
menyatakan bahwa Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan
harus dilengkapi dengan bukti kepemilikan atas nama pemerintah daerah
yang bersangkutan.
3) Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa pengguna barang dan/atau kuasa
pengguna barang bertanggung jawab atas pemeliharaan barang milik
negara/daerah yang ada di bawah penguasaannya dan ayat (2)
menyatakan bahwa biaya pemeliharaan barang milik negara/daerah
dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah.
2. Peraturan Menteri DaIam Negeri No. 17 Tahun 2007 tentang Pedoman
Teknis PeIaksanaan PengeIoIaan Barang MiIik Daerah, daIam Bab IX
PasaI 45, PasaI 46, PasaI 47, PasaI 48, dan PasaI 49 sebagai berikut:
PasaI 45
(1) Pengelola, pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib melakukan
pengamanan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya.
(2) Pengamanan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
meliputi:
a. pengamanan administrasi meliputi kegiatan pembukuan, inventarisasi,
pelaporan dan penyimpanan dokumen kepemilikan;
10
b. pengamanan fisik untuk mencegah terjadinya penurunan fungsi barang,
penurunan jumlah barang dan hilangnya barang;
c. pengamanan fisik untuk tanah dan bangunan dilakukan dengan cara
pemagaran dan pemasangan tanda batas, selain tanah dan bangunan
dilakukan dengan cara penyimpanan dan pemeliharaan; dan
d. pengamanan hukum antara lain meliputi kegiatan melengkapi bukti status
kepemilikan.
PasaI 46
(1) Barang milik daerah berupa tanah harus disertifikatkan atas nama
Pemerintah daerah.
(2) Barang milik daerah berupa bangunan harus dilengkapi dengan bukti
kepemilikan atas nama Pemerintah Daerah. .
(3) Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan harus dilengkapi
dengan bukti kepemilikan atas nama pemerintah daerah.
PasaI 47
Barang milik daerah dapat diasuransikan sesuai kemampuan keuangan
daerah dan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
PasaI 48
(1) Pembantu Pengelola, pengguna dan/atau kuasa pengguna bertanggung
jawab atas pemeliharaan barang milik daerah yang ada di bawah
penguasaannya.
(2) Pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada
Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD).
(3 Biaya pemeliharaan barang milik daerah dibebankan pada Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah.
PasaI 49
(1) Pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib membuat Daftar Hasil
Pemeliharaan Barang dan melaporkan kepada Pengelola secara berkala.
11
(2) Pembantu pengelola meneliti laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan menyusun Daftar Hasil Pemeliharaan Barang yang dilakukan dalam 1
(satu) tahun anggaran.
(3) Laporan hasil pemeliharaan sebagaimana dimaksud ayat (2) dijadikan
sebagai bahan evaluasi.
3. Lampiran Peraturan Menteri DaIam Negeri No. 17 Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis PeIaksanaan PengeIoIaan Barang MiIik Daerah:
1) Poin .4.c. menyatakan bahwa tugas dan tanggungjawab Kepala SKPD
adalah melakukan pencatatan dan inventarisasi Barang Milik Daerah
yang berada dalam penguasaannya dan point 4.e. menyatakan bahwa
mengamankan dan memelihara Barang Milik Daerah yang berada dalam
penguasaannya.
2) Poin V.3.b. (penatausahaan) menyatakan bahwa Barang Milik/Kekayaan
Negara yang dipergunakan pemerintah daerah, Pengguna mencatat
dalam Buku nventaris tersendiri dan dilaporkan pada pengelola dan point
3.c. menyatakan bahwa Barang Milik Daerah adalah barang yang
berasal/dibeli dengan dana yang bersumber dari APBD atau sumbangan
berupa pemberian, hadiah, donasi, warkat, hibah, swadaya, kewajiban
pihak ketiga dan sumbangan pihak lain.
3) Poin X.b.2. (sasaran pemeliharaan) menyatakan bahwa barang yang
dipelihara dan dirawat adalah barang inventaris yang tercatat dalam buku
inventaris.
2.3. Pengertian Penggunaan, Pengamanan dan PemeIiharaan
2.3.1. Pengertian Penggunaan
Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK terhadap manajemen aset
daerah, persoalan yang sering muncul dalam penggunaan BMD adalah berupa
penggunaan BMD yang tidak sesuai tupoksi dan terjadinya inefisiensi. Persoalan
ini dapat disebabkan karena barang berlebih dan karena kecenderungan
melanggar atau kekurangpahaman terhadap penggunaan suatu aset. Apa
sebenarnya yang dimaksud dengan penggunaan? Menurut Permendagri Nomor
17 Tahun 2007 yang dimaksud dengan penggunaan adalah kegiatan yang
dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan
12
menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan. Penggunaan
merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan
fungsi SKPD yang bersangkutan. stilah penggunaan BMD dalam pengelolaan
BMD berbeda dengan istilah pemanfaatan BMD. Pemanfaatan BMD adalah
pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan
tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk
sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun guna serah dan bangun
serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Jadi barang milik daerah
yang sedang tidak digunakan dapat dioptimalkan dengan cara pemanfaatan
sehingga dapat menghasilkan pendapatan daerah atau dapat membantu SKPD
lain melalui pinjam pakai.
2.3.2. Pengertian Pengamanan
Pengamanan adalah kegiatan berupa tindakan pengendalian dalam
pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik, administratif dan tindakan
upaya hukum. Yang dimaksud pengendalian dalam bentuk fisik adalah
merupakan tindakan yang harus dilakukan oleh pengurus barang milik daerah
agar secara fisik barang tersebut terjaga atau dalam keadaan aman sehingga
jumlah, kondisi, dan keberadaan barang tersebut sesuai dengan yang tercatat
dalam data administrasi. Pengamanan sebagaimana tersebut di atas, dititik
beratkan pada penertiban/pengamanan secara fisik dan administratif, sehingga
barang milik daerah tersebut dapat dipergunakan/dimanfaatkan secara optimal
serta terhindar dari penyerobotan, pengambil alihan atau klaim dari pihak lain.
2.3.3. Pengertian PemeIiharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua
barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara
berdaya guna dan berhasil guna. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang
inventaris yang sedang dalam unit pemakaian, tanpa merubah, menambah atau
mengurangi bentuk maupun kontruksi asal, sehingga dapat dicapai
pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit
pemakaian maupun dari segi keindahan.
13
2.4. PermasaIahan daIam Penggunaan, Pengamanan dan PemeIiharaan
Barang milik atau kekayaan negara/daerah yang dikelola baik oleh
pemerintah pusat maupun daerah, mempunyai peran strategis. Entah barang
tersebut bergerak atau barang tidak bergerak mempunyai nilai yang amat tinggi.
Sayang, masih ada permasalahan dalam pengelolaannya, antara lain, masih
banyak instansi yang belum dapat menyajikan data secara pasti, berapa
sesungguhnya nilai aset tersebut. Pencatatan yang ada pada instansi pemakai
barang masih banyak yang sudah ketinggalan zaman karena nilai yang tercatat
pada umumnya didasarkan atas nilai perolehan yang tentu tidak mencerminkan
nilai sesungguhnya. Belum lagi permasalahan-permasalahan lain di bidang
pengelolaan aset daerah seperti tidak jelasnya status hukum aset, pemanfaatan
aset oleh pihak lain yang tidak mengikuti prosedur, tukar-menukar aset daerah
yang cenderung merugikan daerah, pencatatan aset yang tidak tertib dan konflik
kepentingan dalam pemanfaatan aset daerah. Permasalahan mengenai
pengelolaan aset daerah ini harus segera ditertibkan. Hal ini sejalan dengan
kehendak UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara yang pada hakikatnya
bertujuan mewujudkan tertib administrasi pengelolaan Keuangan Negara yang
mencakup baik uang dan barang. Dalam perjalanan sejarahnya, tertib
pengelolaan uang jauh lebih maju bila dibandingkan dengan tertib pengelolaan
barang milik negara.
Berdasarkan temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan
terhadap manajemen aset di beberapa daerah menunjukkan bahwa terdapat
permasalahan terkait dengan pengelolaan Barang Milik Daerah terutama yang
berkaitan dengan kegiatan penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan. Berikut
ini penulis sajikan temuan hasil pemeriksaan di beberapa daerah untuk
memperlihatkan kepada Anda beberapa masalah yang terjadi. Temuan
kelemahan sistem pengendalian intern dan ketidakpatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan pada pemeriksaan LKPD yang dilakukan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan yang signifikan antara lain:
1. Kepemilikan aset tanah dan bangunan masih banyak yang tidak didukung
dengan bukti hak atas tanah dan bangunan yang sah (sertifikat) sehingga
hak atas aset tersebut tidak jelas dan rawan terhadap penyalahgunaan.
14
2. Terdapat hasil pengadaan barang milik daerah yang belum dicatat dalam
Laporan Hasil Pengadaan Barang dan ada juga yang belum dicatat dalam
Buku nventaris SKPD.
3. Aset berupa tanah dan bangunan dan selain tanah dan bangunan yang
bukan milik Pemerintah Daerah dicatat dalam Daftar Aset Tetap dan di sisi
lain ada Barang Milik Daerah yang justru belum dimasukkan dalam Daftar
nventaris.
4. Administrasi terhadap bukti kepemilikan Aset Daerah masih banyak yang
tidak tertib.
5. Terdapat beberapa Barang Milik Daerah yang belum diserahkan status
penggunaannya oleh Kepala Daerah sebagai Pemegang Kekuasaan
Pengelolaan Barang Milik Daerah.
6. Barang Milik Daerah hasil tukar menukar belum dicatat dalam Laporan
Mutasi Barang dan Buku nventaris Barang sedangkan aset pengganti untuk
proses tukar menukar belum dihapuskan dari Daftar Barang Milik Daerah
Pemerintah Daerah.
7. Pinjam Pakai Tanah dan Bangunan kepada Pihak Ketiga masih banyak yang
tidak sesuai ketentuan dan tidak mempunyai dasar perjanjian yang jelas.
8. Aset Tetap yang diperoleh dari dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan
belum jelas statusnya.
9. Penyertaan modal pemerintah daerah pada BUMD ada yang belum
didukung dengan bukti kepemilikan/penyertaan modal sehingga kekuatan
hukum atas penyertaan modal tersebut masih lemah.
10. Pengamanan Aset Tanah Milik Pemerintah Daerah belum dilakukan secara
maksimal.
11. Terdapat beberapa jenis aset dengan kondisi rusak berat yang tidak efisien
untuk diperbaiki belum diusulkan untuk dihapuskan.
12. Pemanfaatan tanah dan bangunan milik Pemerintah Daerah belum didukung
dengan bukti perjanjian serta hasil/pendapatan sewa tidak/belum disetor ke
Kas Daerah.
13. Luas Tanah dalam Laporan Penilaian Aset ada yang tidak sama dengan luas
tanah sebenarnya.
15
14. Pengelolaan penghunian Rumah Dinas tidak tidak dilakukan secara tertib dan
cenderung dibiarkan dan tidak terurus sehingga potensi terjadinya
penyalahgunaan fungsi dan penyerobotan oleh pihak lain.
15. Tanah Milik Pemda yang berstatus Bangun Guna Serah belum memiliki Bukti
Kepemilikan yang Sah dan bangunan di atas tanah tersebut dikuasai oleh
pihak lain.
Perlu penulis tegaskan di sini, bahwa temuan tersebut disajikan dalam
modul ini semata-mata untuk menjadi perhatian peserta bahwa pemahaman
terhadap masalah penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan BMD sangat
diperlukan sehingga perlu kita lihat apa saja permasalahan yang masih terjadi.
Karena dalam pelaksanaannya masih banyak daerah yang belum melaksanakan
ketentuan mengenai penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan sesuai
dengan peraturan yang ada. Permasalahan-permasalahan yang terjadi tersebut
di atas sangat mungkin terjadi pula di daerah Anda. Mengapa demikian? Bisa
jadi jawabannya adalah karena kurangnya pemahaman dan perhatian akan
pentingnya pengelolaan BMD sebagai bagian dari aset/kekayaan daerah
sehingga dalam pengelolaan BMD justru terjadi pelanggaran terhadap peraturan
perundang-undangan.
2.5. Latihan
Setelah Anda membaca uraian materi dalam Kegiatan Belajar 1,
kerjakanlah latihan berikut ini. Anda dapat juga mendiskusikannya dengan
peserta lain.
1. Apa yang dimaksud dengan (a) penggunaan dan (b) pengamanan dan
pemeliharaan?
2. Sebutkan tujuan pemeriksaan BPK terhadap pelaporan barang milik daerah!
3. Siapa saja yang wajib melakukan pengamanan dan pemeliharaan barang
milik daerah?
4. Mengapa pengguna barang harus memperhatikan masalah penggunaan?
5. Sebutkan apa saja penyebab terjadinya permasalahan dalam penggunaan,
pengamanan dan pemeliharaan barang milik daerah!
16
2.6. Rangkuman
Pengguna Barang dalam kaitannya dengan Barang Milik Daerah dibatasi
oleh ketentuan mengenai penggunaan, di mana Barang Milik Daerah digunakan
semata-mata untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari unit kerja atau
SKPD yang bersagkutan. Penggunaan mengatur bagaimana pengguna barang
memperoleh hak, wewenang dan tanggung jawab terhadap Barang Milik daerah
dalam penyelenggaraan kepemerintahan sesuai dengan tupoksinya dengan
mengikuti prosedur yang telah diatur dalam peraturan.
Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan
barang milik daerah dalam bentuk fisik, administratif dan tindakan upaya hukum.
Sedangkan pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar
semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan
secara berdaya guna dan berhasil guna. Pengelola, pengguna dan/atau kuasa
pengguna wajib melakukan pengamanan barang milik daerah yang berada
dalam penguasaannya. Sedangkan untuk pemeliharaan wajib dilakukan oleh
pembantu pengelola, pengguna dan/atau kuasa pengguna terhadap barang
yang berada di bawah penguasaannya.
Berkaitan dengan penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan ini masih
terdapat permasalahan di beberapa daerah yaitu bahwa masih banyak daerah
yang belum sepenuhnya melaksanakan kegiatan penggunaan, pengamanan dan
pemeliharaan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini nampak dari
laporan temuan hasil pemeriksaan manajemen aset daerah yang dilakukan oleh
Badan Pemeriksa Keuangan. Dengan adanya permasalahan ini tentu saja harus
menjadi perhatian bagi Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan upaya
dalam melaksanakan pengelolaan atas Barang Milik daerah khususnya adalah
kegiatan penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan.
2.7. Tes Formatif
Pilih satu jawaban yang paling tepat!
1. Sistem Pengendalian ntern dirancang berkaitan dengan kegiatan
pengelolaan barang milik daerah, yaitu:
a. penilaian
b. pengamanan
c. pemeliharaan
17
d. penggunaan
2. Barang yang dipelihara dan dirawat adalah:
a. semua barang yang dibeli
b. semua barang yang diterima
c. semua barang yang tercatat dalam buku inventaris
d. semua barang yang digunakan
3. Berikut ini adalah pernyataan yang berhubungan dengan pemeliharaan,
kecuali:
a. Dilakukan terhadap barang dalam unit pemakaian
b. Berdasarkan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD
c. Menambah atau mengurangi bentuk dan konstruksi asal
d. Untuk lebih meningkatkan pendayagunaan
4. Pasal 21 Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 menyatakan bahwa Barang
milik daerah ditetapkan status penggunaannya untuk penyelenggaraan tugas
pokok dan fungsi SKPD dan dapat dioperasikan oleh pihak lain dalam rangka
mendukung pelayanan umum sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD yang
bersangkutan. .....dapat dioperasikan oleh pihak lain dalam rangka
mendukung pelayanan umum sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD adalah
merupakan bagian siklus pengelolaan BMD berupa:
a. penggunaan
b. pengamanan
c. pemeliharaan
d. pemanfaatan
5. Untuk tetap mengoptimalkan fungsi BMD dilakukan tindakan:
a. pengamanan
b. pemeliharaan
c. penilaian
d. jawaban a dan b benar
18
6. Sedangkan untuk menghindari pengurangan secara fungsi dan fisik BMD
dilakukan dengan:
a. pengamanan
b. pemeliharaan
c. penilaian
d. jawaban a dan b benar
7. Pengurusan sertifikat atas nama Pemerintah Daerah merupakan bagian dari
tindakan pengamanan:
a. adminstratif
b. fisik
c. hukum
d. semua jawaban benar
8. Belum adanya dukungan berupa bukti kepemilikan seperti sertifikat atas
tanah dan bangunan yang dimiliki pemerintah daerah merupakan
permasalahan:
a. penggunaan
b. pengamanan
c. pemeliharaan
d. semua jawaban benar
9. Salah satu kegiatan pengelolaan BMD yang juga merupakan bagian dari
kegiatan pengamanan adalah:
a. Perencanaan kebutuhan dan penganggaran
b. Pengadaan
c. Penatausahaan
d. Pemanfaatan
10. Administrasi terhadap bukti kepemilikan Aset Daerah masih banyak yang
tidak tertib. Masalah ini berkaitan dengan:
a. penggunaan
b. pengamanan
c. pemeliharaan
19
d. jawaban a dan b benar
11. Terdapat beberapa Barang Milik Daerah yang belum diserahkan status
penggunaannya oleh Kepala Daerah sebagai Pemegang Kekuasaan
Pengelolaan Barang Milik Daerah. Hal ini merupakan permasalahan dalam:
a. penggunaan
b. pengamanan
c. pemeliharaan
d. tidak ada jawaban yang benar
12. Terdapat beberapa jenis aset dengan kondisi rusak berat yang tidak efisien
untuk diperbaiki belum diusulkan untuk dihapuskan. Hal ini merupakan
permasalahan dalam:
a. penggunaan
b. pengamanan
c. pemeliharaan
d. semua jawaban benar
13. Berikut ini adalah persamaan antara penggunaan BMD dan pemanfaatan
BMD oleh Pemda X:
a. Keduanya digunakan untuk melaksanakan tupoksi Pemda X
b. Keduanya menghasilkan pendapatan untuk Pemda X
c. Keduanya menunjukkan status penggunaan ada pada Pemda X
d. Semua jawaban benar
14. Permasalahan yaitu terdapat hasil pengadaan barang milik daerah yang
belum dicatat dalam Laporan Hasil Pengadaan Barang dan ada juga yang
belum dicatat dalam Buku nventaris SKPD, berkaitan dengan:
a. penggunaan
b. pengamanan
c. pemeliharaan
d. semua jawaban benar
20
15. Pengelolaan penghunian Rumah Dinas tidak tidak dilakukan secara tertib dan
cenderung dibiarkan dan tidak terurus sehingga potensi terjadinya
penyalahgunaan fungsi dan penyerobotan. ni merupakan permasalahan:
a. penggunaan
b. pengamanan
c. pemeliharaan
d. semua jawaban benar
2.8. Umpan BaIik dan Tindak Lanjut
Periksalah jawaban Saudara dengan kunci jawaban test formatif yang ada
di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Saudara yang sesuai
dengan kunci jawaban, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mngetahui
tingkat penguasaan Saudara terhadap materi.
Rumus = Jumlah jawaban yang sesuai kunci X 100%
Jumlah semua soal
Penjelasan tingkat penguasaan:
90% - 100% = sangat baik
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
70% - 69% = kurang
Kalau Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Saudara dapat
meneruskan dengan materi selanjutnya. Tetapi kalau nilai Saudara kurang dari
80% maka Saudara harus mengulangi materi ini terutama yang Saudara belum
kuasai.
21
BAB III
KEGIATAN BELAJAR 2
PENGGUNAAN BARANG MILIK DAERAH
3.1. Indikator HasiI BeIajar
Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 ini, peserta diharapkan:
1. mampu menjelaskan tentang Pengguna Barang Milik Daerah.
2. dapat memahami dan mampu menjelaskan penetapan status penguasaan
dan penggunaan Barang Milik Daerah.
3. dapat memahami dan mampu menjelaskan tata cara penetapan
penggunaan Barang Milik Daerah.
4. dapat memahami dan mampu menjelaskan tata cara pengalihan status
penggunaan Barang Milik Daerah.
3.2. Pengguna Barang MiIik Daerah
Pengguna Barang MiIik Daerah adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD), yang berwenang dan bertanggung jawab untuk:
a. mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi satuan kerja
perangkat daerah yang dipimpinnya;
b. mengajukan permohonan penetapan status untuk penguasaan dan
penggunaan barang milik daerah yang diperoleh dari beban APBD dan
perolehan lainnya yang sah;
c. melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada
dalam penguasaannya;
d. menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk
kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi satuan kerja
perangkat daerah yang dipimpinnya;
e. mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam
penguasaannya;
I. mengajukan usul pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah
dan/atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD dan barang
milik daerah selain tanah dan bangunan;
22
g. menyerahkan tanah dan bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk
kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi satuan kerja
perangkat daerah yang dipimpinnya kepada gubernur/bupati/walikota melalui
pengelola barang;
h. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik
daerah yang ada dalam penguasaannya;
menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Pengguna Semesteran
(LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) yang berada dalam
penguasaannya kepada pengelola barang.
3.3. Penetapan Status Penguasaan dan Penggunaan Barang MiIik Daerah
Penetapan status penggunaan barang milik daerah merupakan suatu hal
yang baru dalam hal pengelolaan barang milik daerah. Kepmendagri No.
152/2004 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah dan regulasi
sebelumnya tidak mengatur tentang penetapan status penggunaan. Penetapan
status penggunaan merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang
ditetapkan oleh Kepala Daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang
sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan. Gubernur/bupati/walikota
melakukan pengelolaan barang milik daerah untuk:
1. digunakan oleh instansi/SKPD lain yang memerlukan dalam rangka
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya melalui pengaIihan status
penggunaan;
2. dimanfaatkan, dalam bentuk sewa, kerja sama pemanfaatan, pinjam pakai,
bangun guna serah dan bangun serah guna; atau
3. dipindahtangankan, dalam bentuk penjualan, tukar menukar, hibah,
penyertaan modal pemerintah pusat/daerah.
Pengalihan status penggunaan merupakan wujud dari fungsi pelayanan
oleh pemerintah daerah. Pengalihan status penggunaan untuk digunakan dalam
rangka memenuhi kebutuhan organisasi/SKPD sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya. Adapun Penetapan Status Penggunaan merupakan suatu kegiatan
yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan
menatausahakan barang milik daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
SKPD yang bersangkutan. Pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib
menyerahkan tanah dan/atau bangunan termasuk barang inventaris lainnya yang
23
tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi
pengguna dan/atau kuasa pengguna kepada Kepala Daerah melalui pengelola.
Dan selanjutnya digunakan oleh SKPD lain yang memerlukan dalam rangka
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya melalui pengalihan status
penggunaan.
Barang Milik Daerah ditetapkan statusnya untuk:
1) dipakai untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya.
2) dioperasikan oleh pihak lain untuk menunjang penyelenggaraan tugas pokok
dan fungsi SKPD yang menyerahkan Barang Milik Daerah tersebut. Contoh:
Dinas Perhubungan membangun bandara kemudian diserahkan
operasionalnya kepada PT. Angkasa Pura.
Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing
SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. jumlah personil/pegawai pada SKPD;
b. standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau
bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD;
c. beban tugas dan tanggungjawab SKPD; dan
d. jumlah, jenis dan luas, dirinci dengan lengkap termasuk nilainya.
Status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD
ditetapkan dalam rangka tertib pengelolaan barang milik daerah dan kepastian
hak, wewenang dan tanggungjawab kepala SKPD. Tujuan pengaturan
penggunaan BMN dengan penetapan status adalah:
1) Untuk tertib & pengamanan administrasi, pengamanan hukum dan fisik.
Dengan penetapan status, maka bukti-bukti kepemilikan menjadi syarat suatu
Barang Milik Daerah dapat ditetapkan statusnya akan diurus dan dikelola
sesuai ketentuan. Dengan demikian, keamanan Barang Milik Daerah secara
administrasi dan hukum akan dapat lebih baik terjamin.
2) Untuk secepatnya menyesuaikan Daftar Barang Milik Daerah dan
penyediaan dana operasional & pemeliharaan.
Adapun implikasi dari penetapan status penggunaan adalah bahwa dengan
penetapan status tersebut akan berakibat:
1) biaya operasional dan pemeliharaan Barang Milik Daerah yang digunakan
dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi disediakan dalam
APBD.
24
2) biaya pemeliharaan dan operasional Barang Milik Daerah yang
dioperasionalkan oleh pihak lain ditanggung oleh operator.
3.3.1. Tata cara penetapan status penggunaan.
Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah dengan tegas menyebutkan penetapan status barang milik
daerah dan Daftar Barang Pengguna, sedangkan Permendagri No. 17 Tahun
2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah tidak dengan
tegas menyebutkan format penetapan status penggunaan, meskipun pada
batang tubuh menyebutkan dengan jelas status penggunaan.
Adapun tata cara penetapan status penggunaan Barang Milik Daerah
dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. pengguna melaporkan barang milik daerah yang berada pada SKPD yang
bersangkutan kepada pengelola disertai usul penetapan status
penggunaan;
b. pengelola melalui pembantu pengelola, meneliti laporan barang milik daerah
yang berada pada SKPD yang disampaikan oleh pengguna;
c. setelah dilakukan penelitian atas kebenaran usulan SKPD, pengelola
mengajukan usul kepada Kepala Daerah untuk ditetapkan status
penggunaannya.
d. penetapan status penggunaan barang milik daerah untuk melaksanakan
tugas dan fungsi SKPD dan/atau dioperasikan oleh pihak lain dalam rangka
menjalankan pelayanan umum sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD yang
bersangkutan;
e. penetapan status penggunaan ditetapkan oleh Kepala Daerah melalui
Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan Status Penggunaan Barang
Milik Daerah. Contoh format Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan
Status Penggunaan Barang Milik Daerah dapat dilihat pada Tabel 1.
Sedangkan contoh daftar barang yang ditetapkan status penggunaannya
sebagai lampiran Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan Status BMD
dapat dilihat pada Tabel 2.
f. atas penetapan status penggunaan, masing-masing Kepala SKPD melalui
penyimpan/pengurus barang wajib melakukan penatausahaan barang
daerah yang ada pada pengguna masing-masing.
25
Proses penetapan status penggunaan barang milik daerah merupakan
rangkaian dari kegiatan pengadaan, penerimaan, penyaluran dan penetapan
status penggunaan yang bersumber dari APBD. Adapun Langkah-langkah
Pengadaan, Penerimaan, Penyaluran dan Penetapan Status Penggunaan BMD
adalah sebagai berikut:
(1) KepaIa Daerah: menetapkan Surat Keputusan Panitia Pengadaan
Barang dan Jasa dan Surat Keputusan Panitia Pemeriksa Pengadaan
Barang dan Jasa.
(2) Pengguna Barang: menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada
Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.
(3) Panitia Pengadaan Barang dan Jasa : berdasarkan SPK mengadakan
lelang dan selanjutnya menetapkan pemenang lelang. Dan melaporkan
hasil lelang kepada Kepala Daeah melalui Kepala SKPD.
(4) Pemenang IeIang: selanjutnya disebut pihak ketiga melaksanakan
pekerjaan dan menghasilkan barang. Spesifikasi barang tersebut harus
sesuai dengan SPK yang diterbitkan oleh Pengguna Barang. Pihak
ketiga membuat Berita Acara Penyerahan Barang ke penyimpan barang
setelah dilakukan pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa Pengadaan
Barang dan Jasa.
(5) Panitia Pemeriksa Pengadaan Barang dan Jasa: melakukan
pemeriksaan dan verifikasi, apakah barang dari pihak ketiga sesuai
dengan SPK yang diterbitkan oleh Pengguna Barang. Jika sesuai
menerbitkan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pengadaan Barang dan
Jasa yang diserahkan kepada Penyimpan Barang.Jika ternyata bahwa
barang yang diperiksa tersebut tidak sesuai dengan persyaratan
sebagaimana tertera dalam surat Perjanjian dan/atau dokumen
penyerahan lainnya, maka Berita Acara Pemeriksaan Barang segera
diberitahukan kepada Panitia/Pejabat Pengadaan yang melaksanakan
pengadaan.Berdasarkan Berita Acara pemeriksaan barang tersebut,
Panitia/Pejabat Pengadaan harus segera mengambil tindakan
penyelesaian, jika pelaksanaan penyelesaian barang dimaksud
memerlukan waktu yang lama, maka barang tersebut dapat diserahkan
kepada penyimpan barang/pengurus barang untuk disimpan sebagai
26
barang titipan.
Dalam hal ini harus dibuat Berita Acara sementara yang memuat semua
data/keterangan yang diperlukan sehubungan dengan kekurangan-
kekurangan barang dimaksud.
(5) Panitia Pemeriksa Pengadaan Barang dan Jasa: melakukan
pemeriksaan dan verifikasi, apakah barang dari pihak ketiga sesuai
dengan SPK yang diterbitkan oleh Pengguna Barang. Jika sesuai
menerbitkan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pengadaan Barang dan
Jasa yang diserahkan kepada Penyimpan Barang.Jika ternyata bahwa
barang yang diperiksa tersebut tidak sesuai dengan persyaratan
sebagaimana tertera dalam surat Perjanjian dan/atau dokumen
penyerahan lainnya, maka Berita Acara Pemeriksaan Barang segera
diberitahukan kepada Panitia/Pejabat Pengadaan yang melaksanakan
pengadaan.Berdasarkan Berita Acara pemeriksaan barang tersebut,
Panitia/Pejabat Pengadaan harus segera mengambil tindakan
penyelesaian, jika pelaksanaan penyelesaian barang dimaksud
memerlukan waktu yang lama, maka barang tersebut dapat diserahkan
kepada penyimpan barang/pengurus barang untuk disimpan sebagai
barang titipan. Dalam hal ini harus dibuat Berita Acara sementara yang
memuat semua data/keterangan yang diperlukan sehubungan dengan
kekurangan-kekurangan barang dimaksud.
(6) Penyimpan Barang: menerima barang dari pihak ketiga disertai dengan
Berita Acara Penyerahan Barang dan Berita Acara Hasil Pemeriksaan
Pengadaan Barang dan Jasa dari Panitia Pemeriksa Pengadaan Barang
dan Jasa. Pertama, periksa (cek) duIu dokumen penerimaan barang
apakah telah ditanda tangani oleh Tim/Panitia Pemeriksa Barang.
Pengurus/Penyimpan Barang akan berbahaya sekali kalau seandainya
Team/Panitia Pemeriksa Barang Pengadaan belum menandatangai
Berita Acara Tanda Pemeriksaan Barang tersebut tapi telah diterima
oleh Pengurus/Penyimpan Barang. Kedua, periksa (cek) dan hitung
jumIah unit barang untuk setiap macam barang apakah sudah sesuai
dengan dokumennya. Kalau belum cukup maka Pengurus/Penyimpan
Barang melaporkan pada Panitia Pelaksana Pengadaan serta atasannya
27
dan mencatat keterangan kekurangan tersebut pada dokumen yang
bersangkutan, dan penerima barang membuat Tanda Penerimaan
Sementara Barang yang dengan tegas menyatakan sebab-sebab dari
Penerimaan Sementara tersebut dan selanjutnya harus disetujui dan
ditandatangani oleh yang menyerahkan barang tersebut. Ketiga,
periksa (cek) setiap unit barang berdasarkan spesifikasinya apakah
sudah cocok dan lengkap bahagian-bahagiannya serta alat-alat
tambahan/kelengkapannya. Jika barang tersebut ada yang kurang
bahagian-bahagiannya atau kelengkapannya maka
Pengurus/Penyimpan Barang melaporkan pada atasannya dan mencatat
keterangan kekurangan tersebut pada dokumen yang bersangkutan dan
penerima barang membuat Tanda Penerimaan Sementara yang dengan
tegas menyatakan sebab-sebab dari Penerimaan Sementara tersebut
dan selanjutnya harus disetujui dan ditandatangani oleh yang
menyerahkan barang tersebut, tetapi kalau semuanya telah lengkap dan
sesuai maka penerimaan itu dibuatkan Berita Acara Penerimaan
Barang. Keempat, Semua dokumen tertulis terhadap barang-barang
tersebut harus disimpan dengan rapi sebagai arsip penting dari satuan
unit kerja yang bersangkutan.
(7) Pengguna Barang: menerbitkan Surat Perintah Penyaluran Barang
(SPPB), selanjutnya diserahkan kepada Penyimpan Barang dan
tembusannya kepada Pengurus Barang.
(8) Penyimpan Barang: menyalurkan barang ke unit pemakai berdasarkan
SPPB.
(9) Pengurus Barang: menyiapkan dokumen usulan penetapan status
penggunaan barang yang selanjutnya diserahkan kepada Pengguna
Barang. Pengurus Barang menyiapkan usulan Buku nventaris atau
usulan Daftar Barang Pengguna dan menyerahkan kepada Pengguna
Barang.
(10) Pengguna Barang: Menandatangani usulan Buku nventaris atau
usulan Daftar Barang Pengguna dan Mengajukan permohonan
penetapan status untuk penguasaan dan penggunaan BMD.
(11) Pembantu PengeIoIa: melakukan penelitian dan verifikasi terhadap
28
pengajuan usulan penetapan status penggunaan yang diajukan oleh
Pengguna. Selanjutnya diajukan kepada Pengelola.
(12) PengeIoIa: Meneliti pengajuan usulan penetapan status penggunaan
dari pembantu pengelola dan mengajukan usulan penetapan status
kepada Kepala Daerah.
(13) KepaIa Daerah: Menetapkan status penggunaan barang milik daerah
yang diusulkan oleh Pengelola dan selanjutnya menyerahkannya kepada
Pengelola.
(14) PengeIoIa : Menerima penetapan status penggunaan dan menyerahkan
kepada Pembantu Pengelola
(15) Pembantu PengeIoIa : Menerima penetapan status penggunaan dari
Pengelola dan menyerahkan kepada Pengurus Barang.
(16) Pengurus Barang : melakukan penatausahaan terhadap barang yang
sudah ditetapkan statusnya tersebut.
TabeI 1
Contoh Format Keputusan KepaIa Daerah tentang Penetapan Status
Penggunaan BMD
KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPAT/WALKOTA....
NOMOR......
TENTANG
PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN BARANG MLK DAERAH
PROVNS/KABUPATEN/KOTA..PADA...SKPD...
GUBERNUR/BUPAT/WALKOTA......
Menimbang : a. bahwa tanah dan/atau bangunan dan barang
inventaris lainnya milik Pemerintah Daerah
Provinsi/Kabupaten/Kota....yang berada pada
SKPD......harus digunakan sesuai dengan
tugas pokok dan fungsi SKPD yang bersangkutan;
b. bahwa status penggunaan barang milik daerah
tersebut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6
Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah harus ditetapkan dengan
Keputusan Kepala Daerah....
Mengingat : 1. Undang-undang No. 5 Tahun 1960 tentang
29
Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran
Negara Tahun 1960 Nomor 164, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 2043);
2. Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Tahun
2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4437);
3. Undangundang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor
126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4286) ;
5. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun
2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4355) ;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006
tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/daerah;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor ..... Tahun
..... tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang
Daerah.
M E M U T U S K A N :
Menetapkan :
PERTAMA : Tanah dan/atau bangunan serta barang inventaris
lainnya milik Pemerintah Daerah
Provinsi/Kabupaten/Kota ....... yang dipergunakan pada
Dinas/Badan/Kantor..............sebagimana tersebut
pada Lampiran keputusan ini;
KEDUA : Penggunaan tanah dan/atau bangunan serta barang
inventaris lainnya sebagaimana dimaksud pada
DKTUM PERTAMA harus dipergunakan dalam rangka
menunjang tugas pokok dan fungsi
Dinas/Badan/Kantor............;
KETGA : Apabila tanah dan/atau bangunan serta barang
inventaris lainnya tidak digunakan sesuai tugas pokok
dan fungsi Dinas/Badan/Kantor ........... wajib
diserahkan kepada Kepala Daerah melalui pengelola;
KEEMPAT : Tanah dan/atau bangunan serta barang inventaris
lainnya sebagaimana DKTUM PERTAMA dijadikan
lampiran dalam Berita Acara Serah Terima Jabatan
30
dari pejabat yang lama kepada pejabat yang baru;
KELMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan :
Pada tanggal :
GUBERNUR/BUPAT/WALKOTA
(.....................................................)
Tembusan :
1. Yth. Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota .............;
2. Yth. Bawasda Provinsi/Kabupaten/Kota ............;
3. Arsip.
3.3.2. Tata cara PengaIihan Status Penggunaan
Tahapan langkah Penetapan Status Penggunaan BMD yang bersumber
dari SKPD lain atau yang disebut dengan pengalihan status penggunaan adalah
sebagai berikut:
(1) Unit Pemakai :
Melaporkan kepada Pengguna Barang melalui Pengurus Barang, bahwa
barang yang dalam penguasaan Unit Pemakai sudah tidak dapat
mendukung tupoksi SKPD yang bersangkutan dan akan dilakukan
penghapusan dari SKPD yang bersangkutan.
(2) Pengurus Barang :
Menyiapkan dokumen usulan penghapusan BMD yang berada di SKPD
yang bersangkutan, dan diserahkan kepada Pengguna Barang.
(3) Pengguna Barang :
Menandatangani dokumen usulan penghapusan BMD yang berada di
penguasaan SKPD yang bersangkutan dan diserahkan kepada
Pembantu Pengelola.
(4) Pembantu PengeIoIa:
Pembantu Pengelola melakukan penelitian dan verifikasi terhadap
usulan dokumen penghapusan dari SKPD. Dan selanjutnya diserahkan
31
kepada Pengelola.
(5) PengeIoIa :
Memberikan persetujuan dan selanjutnya menetapkan status
penggunaan barang tersebut kepada SKPD lain yang membutuhkan
guna mendukung tupoksi SKPD lain tersebut.
(6) Pembantu PengeIoIa :
Melakukan penatausahaan pada Buku nduk nventaris (B) khususnya
penghapusan status penggunaan dari SKPD lama ke SKPD lain yang
membutuhkan (baru). Selanjutnya menetapkan status penggunaan ke
SKPD lain yang membutuhkan. Dan memberikan persetujuan ke SKPD
lama. Selanjutnya Pengurus Barang pada SKPD lama melakukan
penghapusan pada B/DBP SKPD yang bersangkutan.
(7) Pengguna Barang (baru) :
Menerima penetapan status penggunaan dari Pembantu Pengelola guna
menunjang tuposi SKPD yang bersangkutan dan menerbitkan Surat
Perintah Penyaluran Barang (SPPB) kepada Pengurus Barang,
selanjutnya diserahkan kepada Pengurus Barang.
(8) Pengurus Barang :
Melakukan penatausahaan (khususnya B/DBP) terhadap dokumen yang
diterima dari Pengguna Barang dan barang yang diterima dari Pembantu
Pengelola. Dan Selanjutnya berdasarkan SPPB, barang tersebut
disalurkan kepada Unit Pemakai.
3.3.3. Status Penggunaan atas Tanah
Tanah merupakan suatu faktor sangat penting dalam kehidupan suatu
masyarakat, terlebih-lebih di lingkungan masyarakat ndonesia yang sebagian
besar penduduknya menggantungkan kehidupan dari tanah. Dalam rangka
pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 tanah juga merupakan
salah satu modal utama, baik sebagai wadah pelaksanaan pembangunan
maupun sebagai faktor produksi untuk menghasilkan komoditas-komoditas
perdagangan yang sangat diperlukan guna meningkatkan pendapatan nasional.
Setiap instansi atau lembaga pemerintahan, dalam menjalankan tugas yang
32
diembannya sudah tentu memerlukan bidang tanah, baik untuk pembangunan
gedung kantor atau kegiatan operasionalnya. Di zaman Pemerintahan Hindia
Belanda dahulu sudah ada ketentuan yang berlaku walaupun belum menyentuh
tertib penguasannnya. Pada waktu itu berlaku ketentuan yang terdapat dalam
Staatsblad 1911 no 110 juncto Staatsblad 1940 no 430. Di dalam lembaran
Negara ini disinggung mengenai harta benda, bangunan dan lapangan militer.
Mengenai bidang tanah disebut atau dirangkum ke dalam kata is lands-
onroerende goederen atau "harta benda tetap/harta benda tidak bergerak milik
Negara sedangkan tertib administrasi penguasaan oleh instansi itu
dipergunakan oleh istilah in beheer atau "dalam penguasaan. Sebagai bukti
bahwa bidang tanah itu ada dalam penguasaan suatu instansi tertentu, ialah
bahwa instansi tersebut memiliki anggaran belanja dari pemerintahan untuk
membiayai pemeliharaannya.
Saat ini ketentuan yang mengatur tanah yang dimiliki Pemerintah Daerah
mengikuti Permendagri No. 17 Tahun 2007, sebab tanah merupakan bagian dari
barang milik daerah. Di mana Permendagri tersebut pada konsideran tetap
merujuk kepada Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna
Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah.
3.3.3.1. Pemberian Hak atas Tanah
Adapun asal-usul tanah terdiri dari:
1. tanah negara (tanah yang langsung dikuasai negara);
2. tanah hak masyarakat (tanah masyarakat hukum adat); dan
3. tanah hak (tanah kepunyaan perorangan atau Badan Hukum), berbentuk hak
milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai atau hak pengelolaan.
Setiap penguasaan tanah oleh pemerintah daerah untuk keperluan apapun perlu
ada landasan haknya yang sah, yaitu hak atas tanah yang diberikan oleh Pejabat
yang berwenang. Yang dimaksud dengan Pejabat yang berwenang dalam
pemberian hak atas tanah ialah nstansi Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Pengadaan tanah di Pemerintah Daerah dilaksanakan/dikoordinasikan oleh
Pengelola.
Penguasaan tanah oleh Pemerintah Daerah dapat ditempuh melalui
prosedur:
33
Tabel 2
LAMPIRAN KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA.....
NOMOR....
TANGGAL.......
TENTANG PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN BARANG MILIK DAERAH PADA DINAS/BADAN/KANTOR......
No.U
rt
Nama
Barang/Jenis
Barang
Merk/Model No. Seri
Pabrik
Ukuran Bahan Tahun
Pembuatan/
Pembelian
No. Kode
Barang
Jumlah
Barang/Register
Harga
Perolehan
Keadaan Barang Ket.
Baik Kurang
Baik
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA........
(...........................................)
34
1. pemberian tanah negara (tanah yang langsung dikuasai oleh negara) oleh
pemerintah melalui keputusan pemberian hak;
2. pembebasan tanah hak (tanah yang sudah ada haknya, kepunyaan
perorangan atau Badan Hukum) dilakukan secara musyawarah dengan
pembayaran ganti rugi kepada pemiliknya; dan
3. penerimaan atau sumbangan (hibah) tanpa disertai pembayaran ganti rugi
kepada pihak yang melepaskan tanahnya
Hak atas tanah yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah yaitu :
1. hak pakai, apabila tanahnya dipergunakan sendiri untuk keperluan yang
langsung berhubungan dengan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan;
dan
2. hak pengeIoIaan, apabila tanahnya dipergunakan untuk keperluan lain yang
tidak langsung berhubungan dengan tugas, seperti pengkaplingan untuk
pegawai/anggota DPRD, pola kerjasama dengan Pihak Ketiga atau
penggunaannya akan ditentukan kemudian oleh Kepala Daerah.
Semua tanah yang pada saat ini statusnya masih dikuasai Pemerintah Daerah
harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Daerah untuk menghindari hal-hal
yang tidak diinginkan di kemudian hari, dan masing-masing Pemerintah Daerah
menyediakan dana untuk kepengurusan sertifikat dimaksud.
3.3.3.2. Bukti KepemiIikan Tanah
Bukti kepemilikan tanah adalah berupa sertifikat hak atas tanah.
Perolehan hak dan penyelesaian sertifikat hak atas tanah dilakukan dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut:
1) Dengan selesainya proses pembebasan tanah, berubahlah status tanahnya
menjadi tanah negara (tanah yang dikuasai oleh Negara secara langsung)
dan untuk dapat dikuasai sebagai Hak Pakai atau Hak Pengelolaan oleh
Pemerintah Daerah, harus dipenuhi ketentuan permohonan hak dan
penyelesaian sertifikat hak atas tanahnya;
2) Permohonan untuk mendapatkan Hak Pakai atau Hak Pengelolaan diajukan
oleh Pemerintah Daerah kepada Pejabat yang berwenang sesuai ketentuan
Peraturan perundang-undangan yang berlaku;
3) Setelah sertifikat Hak Atas Tanah tersebut diterima oleh pemerintah
daerah, selesailah proses pengadaan tanahnya; Pengurusan lebih lanjut,
35
sepanjang mengenai inventarisasinya terutama didasarkan kepada
penyimpanan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pengadaan
tanah tersebut antara lain:
a) berita acara pembebasan tanah;
b) berkas (pertinggal) permohonan hak pakai/hak pengelolaan;
c) salinan surat keputusan pemberian hak pakai/hak pengelolaan;
d) sertifikat atas tanahnya.
4) Perolehan hak berupa sumbangan/hibah.
a) penerimaan sumbangan atau hibah atas tanah dari Pihak Ketiga
dituangkan dalam Berita Acara Hibah dengan mencantumkan luas
tanah, nilai dan status kepemilikan;
b) setelah ditandatangani Berita Acara Hibah, Pemerintah Daerah segera
menyelesaikan status/dokumen kepemilikan;
c) penerimaan sumbangan atau hibah berupa tanah dan/atau bangunan
dan selain tanah dan/atau bangunan baik dari Pemerintah Pusat,
Pemerintah Daerah, masyarakat atau badan hukum lainnya,
dituangkan dalam Berita Acara dan segera diselesaikan
status/dokumen kepemilikan;
3.4. Pemanfaatan Barang MiIik Daerah
Barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dan selain tanah
dan/atau bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna kepada pengelola
dapat didayagunakan secara optimal sehingga tidak membebani Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah, khususnya biaya pemeliharaan dan
kemungkinan adanya penyerobotan dari pihak lain yang tidak bertanggung
jawab. Pemanfaatan barang milik daerah yang optimal akan membuka lapangan
kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menambah/meningkatkan
pendapatan daerah.
Pemanfaatan BMD oleh pengguna barang merupakan pendayagunaan
barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi
SKPD dalam bentuk pinjam pakai, sewa, kerjasama pemanfaatan, bangun guna
serah, bangun serah guna dengan tidak merubah status kepemilikan.
Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan
dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah,
36
selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat
persetujuan pengelola. Pemanfaatan BMD akan dibahas tersendiri dalam ModuI
Pemanfaatan Barang MiIik Daerah.
3.5. Penyerahan tanah dan/atau bangunan idIe kepada PengeIoIa.
Apabila di SKPD terdapat barang inventaris berupa tanah dan bangunan
yang tidak dipergunakan untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD maka
pengguna barang wajib menyerahkan tanah dan bangunan yang tidak
dipergunakan tersebut kepada Kepala Daerah melalui pengelola. Kepala Daerah
dapat menetapkan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang
harus diserahkan oleh pengguna karena sudah tidak dipergunakan untuk
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD yang bersangkutan. Dalam hal
ini, apabila pengguna barang tidak menyerahkan tanah dan/atau bangunan
tersebut maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan dana pemeliharaan
tanah dan/atau bangunan tersebut.
3.6. Latihan
Setelah Anda membaca uraian materi dalam Kegiatan Belajar 2,
kerjakanlah latihan berikut ini. Anda dapat juga mendiskusikannya dengan
peserta lain.
1) Apakah Barang Milik Daerah yang belum ditetapkan status penggunaannya
tidak boleh digunakan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi
SKPD?
1) Apa tujuan penetapan status penggunaan?
2) Apa yang harus diselesaikan oleh Pengguna Barang setelah BMD diterima
dari penyedia barang?
4) Bagaimana jika pengguna barang A membutuhkan BMD berupa tanah dan
mengetahui bahwa pengguna barang B menguasai/memiliki tanah yang
berlebih?
5) Apa sanksi terhadap Pengguna Barang yang tidak menyerahkan tanah
dan/bangunan yang idle?
37
3.7. Rangkuman
Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa
pengguna dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang
bersangkutan. Wewenang penggunaan diwujudkan dengan penetapan status
penggunaan. Penetapan status penggunaan merupakan penegasan pemakaian
barang milik daerah yang ditetapkan oleh Kepala Daerah kepada
pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan fungsi SKPD yang
bersangkutan. Pengguna Barang menyampaikan laporan BMD disertai dengan
usul penetapan status penggunaan kepada Pengelola Barang. Pengelola Barang
melalui Pembantu Pengelola Barang melakukan penelitian atas kebenaran
laporan BMN. Berdasarkan hasil penelitian terhadap laporan BMD tersebut,
Pengelola Barang mengajukan usul penetapan status penggunaan kepada
Kepala Daerah. Selanjutnya Kepala Daerah menetapkan status penggunaan
BMD melalui Keputusan Kepala Daerah.
Barang Milik Daerah yang telah ditetapkan status penggunaannya terhadap
Pengguna Barang menjadi tanggung jawab Pengguna Barang dalam hal
penatausahaannya, pengamanan dan pemeliharaannya. Untuk mengoptimalkan
pendayagunaa BMD, Pengguna Barang dapat melakukan pemanfaatan terhadap
BMD yang sedang tidak digunakan untuk penyelenggaraan tupoksi.
Pemanfaatan ini bisa dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan,
bangun serah guna/bangun guna serah.
3.8. Tes Formatif
Pilih satu jawaban yang paling tepat!
1. Dalam pengelolaan BMD, pejabat yang berfungsi sebagai pengguna barang
adalah:
a. Kepala Daerah
b. Sekretaris Daerah
c. Kepala Biro Perlengkapan
d. Kepala SKPD
2. Status penggunaan BMD ditetapkan oleh:
a. Pengelola Barang
38
b. Pengguna Barang
c. Kepala Daerah
d. Kepala SKPD
3. Berikut ini wewenang yang berkaitan dengan penetapan status penggunaan,
kecuali:
a. melakukan penatausahaan terhadap BMD
b. dapat melakukan pemanfaatan terhadap BMD
c. dapat mengajukan usul alih status BMD
d. dapat melakukan pemindahtanganan terhadap semua jenis BMD.
4. Penetapan status penggunaan BMD pada masing-masing SKPD dengan
memperhatikan hal-hal berikut ini, kecuali:
a. standar biaya pengadaan BMD
b. standar kebutuhan BMD
c. jumlah pegawai SKPD
d. beban tugas dan tanggung jawab SKPD
5. Penetapan status penggunaan BMD berdampak pada hal-hal berikut ini,
kecuali:
a. dapat mengajukan biaya operasional dan pemeliharaan baik untuk BMD
yang digunakan maupun yang diopersionalkan oleh pihak lain
b. adanya kepastian wewenang dan tanggung jawab terhadap BMD
c. keamanan BMD secara administrasi lebih terjamin
d. keamanan BMD secara hukum akan lebih terjamin
6. Dalam proses pengajuan usul penetapan status penggunaan BMD,
Pengguna Barang membuat laporan BMD yang berisi informasi-informasi
berikut ini, kecuali:
a. Nama/jenis barang
b. Merk/model
c. Keadaan barang
d. Lokasi Barang
39
7. Selanjutnya laporan BMD dalam rangka pengajuan usul penetapan status
penggunaan diteliti oleh:
a. Penyimpan Barang
b. Pengurus Barang
c. Pembantu Pengelola Barang
d. Pengelola Barang
8. Asal usul dari tanah yang digunakan oleh Pemda terdiri dari:
a. tanah negara
b. tanah hukum adat
c. tanah hak perorangan/badan hukum
d. semua jawaban benar
9. Adapun hak yang melekat atas tanah yang digunakan oleh Pemda adalah:
a. hak milik
b. hak pakai
c. hak pengelolaan
d. jawaban b dan c benar
10. BMD yang ada di bawah penguasaan Pengguna Barang yang tidak
digunakan untuk tupoksi yang harus diserahkan pada Pengelola Barang
adalah:
a. semua Barang nventaris
b. Barang nventaris yang bernilai di atas Rp5 Milyar
c. Barang nventaris yang akan dipindahtangankan
d. Tanah dan bangunan
11. Sanksi yang diberikan apabila BMD pada nomor 10 di atas tidak diserahkan
adalah:
a. pembekuan dana pemeliharaan atas BMD tersebut
b. pengurangan dana pemeliharaan atas BMD tersebut
c. pengurangan anggaran pengadaan BMD
d. tidak boleh mengajukan anggaran pemeliharaan untuk tahun berikutnya
40
12. Pemanfaatan BMD berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan
untuk tupoksi dilaksanakan oleh:
a. Pengelola Barang
b. Pengguna Barang
c. Pengurus Barang
d. Penyimpan Barang
13. Sedangkan untuk pemanfaatan BMD selain tanah dan/atau bangunan dapat
dilaksanakan oleh:
a. Pengelola Barang
b. Pengguna Barang
c. Pengurus Barang
d. Penyimpan Barang
14. Bukti kepemilikan atas tanah dan/atau bangunan disimpan oleh:
a. Pengelola Barang
b. Pengguna Barang
c. Pengurus Barang
d. Penyimpan Barang
15. Sedangkan bukti kepemilikan atas Barang nventaris selain tanah dan/atau
bangunan dapat disimpan oleh:
a. Pengelola Barang
b. Pengguna Barang
c. Pengurus Barang
d. Penyimpan Barang
3.9. Umpan BaIik dan Tindak Lanjut
Periksalah jawaban Saudara dengan kunci jawaban test formatif yang ada
di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Saudara yang sesuai
dengan kunci jawaban, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mngetahui
tingkat penguasaan Saudara terhadap materi.
Rumus = Jumlah jawaban yang sesuai kunci X 100%
Jumlah semua soal
41
Penjelasan tingkat penguasaan:
90% - 100% = sangat baik
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
70% - 69% = kurang
Kalau Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Saudara dapat
meneruskan dengan materi selanjutnya. Tetapi kalau nilai Saudara kurang dari
80% maka Saudara harus mengulangi materi ini terutama yang Saudara belum
kuasai.
42
BAB IV
KEGIATAN BELAJAR 3
PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN BARANG MILIK DAERAH
4.1. Indikator HasiI BeIajar
Setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ini, peserta diharapkan:
1. dapat memahami dan mampu menjelaskan ruang lingkup pengamanan
Barang Milik Daerah.
2. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengamanan adminstratif Barang
Milik Daerah.
3. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengamanan fisik Barang Milik
Daerah.
4. dapat memahami dan mampu menjelaskan pengamanan hukum Barang Milik
Daerah
5. dapat memahami dan mampu menjelaskan tujuan pemeliharaan Barang Milik
Daerah.
6. dapat memahami dan mampu menjelaskan sasaran pemeliharaan Barang
Milik Daerah.
7. dapat memahami dan mampu menjelaskan rencana pemeliharaan Barang
Milik Daerah.
8. dapat memahami dan mampu menjelaskan pelaksanaan pemeliharaan
Barang Milik Daerah.
4.2. Ruang Lingkup Pengamanan Barang MiIik Daerah
Pengamanan barang milik daerah, meliputi:
a. pengamanan administrasi meliputi kegiatan pembukuan, inventarisasi,
pelaporan dan penyimpanan dokumen kepemilikan.
b. pengamanan fisik untuk mencegah terjadinya penurunan fungsi barang,
penurunan jumlah barang dan hilangnya barang;
c. pengamanan fisik untuk tanah dan bangunan dilakukan dengan cara
pemagaran dan pemasangan tanda batas, selain tanah dan bangunan
dilakukan dengan cara penyimpanan dan pemeliharaan; dan
43
d. pengamanan hukum antara lain meliputi kegiatan melengkapi bukti status
kepemilikan. Barang milik daerah berupa tanah harus disertifikatkan atas
nama Pemerintah daerah. Barang milik daerah berupa bangunan harus
dilengkapi dengan bukti kepemilikan atas nama Pemerintah Daerah. Barang
milik daerah selain tanah dan/atau bangunan harus dilengkapi dengan bukti
kepemilikan atas nama pemerintah daerah.
4.3. Pengamanan Administrasi Barang MiIik Daerah
4.3.1. Terhadap Barang Inventaris.
Pengamanan administrasi terhadap barang bergerak dilakukan dengan
cara :
a. pencatatan/inventarisasi.
b. kelengkapan bukti kepemilikan antara lain BPKB, faktur pembelian dll.
c. pemasangan label kode lokasi dan kode barang berupa stiker.
Pengamanan administrasi terhadap barang tidak bergerak dilakukan
dengan cara :
a. pencatatan/inventarisasi.
b. penyelesaian bukti kepemilikan seperti: MB, Berita Acara serah terima,
Surat Perjanjian, Akte Jual Beli dan dokumen pendukung lainnya.
Pengamanan administrasi termasuk di dalamnya adalah menyimpan
dokumen bukti kepemilikan. Untuk dokumen bukti kepemilikan terhadap barang
milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan, asli dokumen kepemilikannya
disimpan oleh pengelola barang sedangkan pengguna barang menyimpan
fotocopy/salinannya. Untuk barang milik daerah berupa barang bergerak, seperti
kendaraan bermotor, asli bukti kepemilikan disimpan oleh pengguna barang.
4.3.2. Terhadap Barang persediaan.
Pengamanan administratif terhadap barang persediaan dilakukan dengan
cara pencatatan dan penyimpanan secara tertib. Untuk pengamanan
administrasi ini, Anda dapat mempelajarinya secara lengkap dalam modul
Penatausahaan Barang Milik Daerah, karena tujuan dari penatausahaan ini
adalah dalam rangka pengamanan barang milik daerah secara administrasi.
44
Penatausahaan barang milik negara/daerah meliputi pembukuan, inventarisasi,
dan pelaporan. barang milik negara/daerah yang berada di bawah penguasaan
pengguna barang/kuasa pengguna barang harus dibukukan melalui proses
pencatatan dalam Daftar Barang Kuasa Pengguna oleh kuasa pengguna
barang, Daftar Barang Pengguna oleh pengguna barang dan Daftar Barang Milik
Negara/Daerah oleh pengelola barang. Proses inventarisasi, baik berupa
pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan barang milik
negara/daerah merupakan bagian dari penatausahaan. Hasil dari proses
pembukuan dan inventarisasi diperlukan dalam melaksanakan proses pelaporan
barang milik negara/daerah yang dilakukan oleh kuasa pengguna barang,
pengguna barang, dan pengelola barang.
Hasil penatausahaan barang milik negara/daerah digunakan dalam rangka
penyusunan neraca pemerintah pusat/daerah setiap tahun; perencanaan
kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan barang milik negara/daerah setiap
tahun untuk digunakan sebagai bahan penyusunan rencana anggaran;
pengamanan administratif terhadap barang milik negara/daerah.
4.4. Pengamanan Fisik Barang MiIik Daerah
4.4.1. Terhadap Barang Inventaris
4.4.1.1. Terhadap Barang-Barang Bergerak
Pengamanan terhadap barang-barang bergerak dilakukan dengan cara:
a. pemanfaatan sesuai tujuan.
b. penggudangan/penyimpanan baik tertutup maupun terbuka.
c. pemasangan tanda kepemilikan.
Pengamanan/penyimpanan barang milik daerah selain tanah dan/atau
bangunan atau dalam golongan barang bergerak sebelum diserahkan pada
pemakainya merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh pengguna
barang. Semua barang-barang hasil kegiatan pengadaan sebelum sampai
kepada si pemakai barang tentu saja harus disimpan dulu pada suatu tempat
untuk tujuan pengamanan baik itu sifatnya sementara waktu atau dalam waktu
yang agak lama. Penyimpanan ini tentu saja menuntut tanggung jawab yang
berat dalam menjaga keselamatannya baik dari segi kerusakan fisik (pecah,
rusak dan sebagainya) maupun dari segi kehilangan unit barang tersebut atau
45
bagian-bagiannya dari unit barang tersebut (onderdil/suku cadang atau
perlengkapannya).
Untuk menjaga keselamatan barang tersebut tentu memerlukan petugas
dan fasilitas yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan itu. Maka
diperlukan Bendaharawan barang beserta beberapa orang stafnya, tergantung
besar kecilnya bobot kerja yang akan diembannya. Maka sudah umum dijumpai
pada setiap satuan kerja/instansi tertentu, selalu ada petugas yang ditunjuk
sebagai Bendaharawan barang, Petugas gudang beserta adanya fasilitas
pergudangan. Pengurus gudang atau Kepala Gudang bertanggung jawab
sepenuhnya atas keselamatan dan keutuhan barang dalam gudangnya,
sehingga pengurusan barang harus pula dilaksanakan kegiatan administratif
menyangkut hal-hal sebagai berikut:
1. Melaksanakan pembukuan terhadap keluar masuk barang dari dan keluar
gudang.
2. Melaksanakan penyimpanan barang secara tertib dan teratur.
3. Melaksanakan perawatan barang selama dalam penyimpanan serta
pemeliharaan kebersihan ruangan tempat penyimpanan barang.
4. Merencanakan tempat penyimpanan barang untuk keperluan barang baru
atau yang akan diterima dan barang yang tidak dipakai lagi/yang belum
dihapuskan.
5. Mengadakan pencatatan atau stock opname pada tiap-tiap akhir tahun.
4.4.1.2. Terhadap Barang Tidak Bergerak
Pengamanan fisik terhadap barang tidak bergerak berupa tanah dan/atau
bangunan dilakukan untuk menjaga barang inventaris tersebut dari kerusakan
fisik dengan cara melakukan tindakan-tindakan, seperti pemagaran,
pemasangan tanda batas, papan kepemilikan, dan dilakukan penjagaan di lokasi
tanah dan/atau bangunan serta dengan melakukan perlindungan asuransi bagi
gedung kantor.
4.4.2. Terhadap Barang Persediaan
Pengamanan terhadap barang persediaan dilakukan oleh penyimpan
dan/atau pengurus barang dengan cara penempatan pada tempat penyimpanan
46
yang baik sesuai dengan sifat barang tersebut agar barang milik daerah terhindar
dari kerusakan fisik.
4.4.3. Gudang untuk Tempat Pengamanan Fisik Barang
Gudang merupakan tempat yang digunakan untuk pengamanan fisik
terhadap barang-barang bergerak. Gudang sebagaimana dimaksud pada uraian
di atas sebetulnya mempunyai beberapa fungsi yaitu:
4.4.3.1. Gudang Sebagai Tempat Penerimaan Barang:
Gudang digunakan sebagai tempat penerimaan barang sehingga barang-
barang yang masuk dapat dikontrol baik secara kuantitas maupun kualitasnya.
Berikut ini uraian penggunaan gudang sebagai penerimaan barang.
1. Gudang sebagai tempat penerimaan barang dari hasil kegiatan pengadaan,
baik yang bersumber dari APBN/APBD ataupun dari pengadaan dengan
biaya luar negeri (loan) atau dari sumber biaya lainnya. Dalam hal ini
maksudnya barang baru yang diterima dibukukan pada Buku Pengadaan/
pembelian
2. Gudang sebagai penerimaan dari gudang lainnya. Dalam hal ini sebagai
penyimpan perantara sampai dengan dikeluarkannya/dikirimnya atau
didistribusikannya barang-barang tersebut, dibukukan dalam Buku Barang
Persediaan.
3. Gudang sebagai penerimaan barang-barang bantuan, hibah, sitaan dan lain
sebagainya, dibukukan dalam persediaan.
4.4.3.2. Gudang Sebagai Tempat Penyimpanan Barang
Gudang sebagai penyimpanan barang adalah merupakan suatu kegiatan
serta usaha untuk melaksanakan pengurusan, pengaturan barang di dalam
ruangan khusus (gudang/penyimpanan). Tugas penyimpanan barang adalah
untuk:
1. Menerima, menyimpan, mengatur, merawat dan menjaga keutuhan barang
agar dapat digunakan sesuai dengan rencana secara tertib, teratur, rapi dan
aman.
2. Menyelenggarakan administrasi penyimpanan atas semua barang yang ada
dalam simpanannya.
47
3. Melakukan stok opname secara periodik atau insidental terhadap barang
yang ada dalam penyimpanan/gudang.
4. Membuat laporan tentang keadaan penyimpanan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Gudang sebagai penyimpanan barang maksudnya adalah supaya barang
yang disimpan dalam gudang dengan tujuan guna menghindari kerusakan dan
gangguan lingkungan dengan kata lain barang itu terjamin dan aman. Barang itu
disimpan dengan penataan tertentu sehingga mudah dikenali, dicari, diambil,
disajikan dan diawasi, jadi bukan ditaruh sembarangan/asal-asalan saja, dan
minimal harus mempunyai:
1. Kartu Barang; yang merupakan dokumen pencatatan tentang jumlah barang
barang persediaan dan perubahannya yang digantungkan pada tempat
penyimpanan barang.
2. Kartu Persediaan: yang merupakan dokumen pencatatan barang-barang
persediaan dalam gudang sebagai sumber data yang dapat digunakan
dalam:
a. Pertanggungjawaban barang-barang persediaan.
b. Pengendalian persediaan.
c. nformasi sisa persediaan barang.
3. Mempunyai perencanaan tatacara penyimpanan/penempatan barang
berdasarkan: jenis/sifat, kondisi, daya tahan/sensitifitasnya, dan sebagainya.
4.4.3.3. Gudang Sebagai Tempat Pengamanan Barang:
Gudang juga berfungsi sebagai pengamanan fisik barang adalah
maksudnya dengan menyimpan barang dalam gudang tujuannya adalah
menjaga keselamatan dan keamanan akan barang dari segala macam
kemungkinan seperti kehilangan, kerusakan fisik dan lain sebagainya. Untuk itu
penyimpanan barang dalam gudang harus memenuhi syarat-syarat tertentu
sehingga dapat mencegah barang dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor-
faktor sebagai berikut;
a. Biologis: hama atau hewan perusak seperti tikus dan sebagainya.
b. Cuaca, suhu dan sinar.
c. Air dan kelembaban.
d. Fisik: benturan, geseran, tekanan/himpitan dalam penumpukan barang.
48
e. Lain-lain yang dapat menurunkan kwalitas atau yang dapat menurunkan
fungsi/kualitas dari penggunaan barang.
Oleh sebab itu penempatan barang dalam penggudangan haruslah teratur
sedemikian rupa agar tujuan utama penyimpanan tercapai yaitu:
a. Cepat, tepat dan efisien dalam melayani permintaan, penerimaan dan
penanganan.
b. Aman dan awet.
c. Memudahkan mengetahui persediaan.
d. Memungkinkan mendahulukan pengeluaran barang yang diterima lebih
dahulu.
Untuk tujuan tersebut di atas maka dianjurkan cara-cara penyimpanan
barang dengan penyusunan penempatan berdasarkan:
a. Macam/sifat/jenis barang.
b. Ukuran besar kecilnya barang.
c. Frekuensi pemakaian/pengambilan barang.
d. Jumlahnya barang.
e. Daya tahan atau sensitivitas barang.
f. Kondisi barang
4.5. Pengamanan MeIaIui Tindakan Hukum Terhadap Barang MiIik
Daerah
Pengamanan melalui upaya hukum terhadap barang inventaris yang
bermasalah dengan pihak lain, dilakukan dengan cara:
a. negosiasi (musyawarah) untuk mencari penyelesaian.
b. Upaya pengadilan Perdata maupun Pidana.
c. Penerapan hukum.
Dalam rangka memberikan perlindungan hukum terhadap tanah aset
instansi pemerintah dan kepastian hukum dalam "kepemilikannya perlu didasari
oleh dasar-dasar penguasaan hak yang sah agar dengan mudah dapat
membuktikan dirinya sebagai pemegang hak atas tanah yang bersangkutan.
Perlindungan dan kepastian hukum kepada pemegang hak atas tanah dapat
diberikan melalui pendaftaran tanah. Dengan ini, kepada pemegang hak atas
tanah diberikan sertifikat sebagai tanda bukti haknya. nilah yang menjadi tujuan
utama pendaftaran tanah yang penyelenggaraannya diperintahkan oleh Pasal 19
49
UUPA. Dengan demikian memperoleh Sertifikat bukan sekedar fasilitas
melainkan merupakan "hak" pemegang hak atas tanah yang dijamin oleh
Undang-Undang.
4.6. Aparat PeIaksana Pengamanan
Pengamanan pada prinsipnya dilaksanakan oleh aparat pelaksana
Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.
a. Pengamanan administratif.
Pengamanan administratif dilaksanakan sebagai berikut:
1. Pencatatan oleh Pengguna dan dilaporkan kepada pengelola melalui
Pembantu Pengelola;
2. Pemasangan label dilakukan oleh Pengguna dengan koordinasi Pembantu
Pengelola;
3. Pembantu Pengelola dan/atau SKPD menyelesaikan bukti kepemilikan
barang milik daerah.
b. Pengamanan fisik.
Pengamanan fisik Barang Milik Daerah dilaksanakan sebagai berikut:
1. Pengamanan fisik secara umum tehadap barang inventaris dan barang
persediaan dilakukan oleh pengguna.
2. penyimpanan bukti kepemilikan dilakukan oleh pengelola.
3. pemagaran dan pemasangan papan tanda kepemilikan dilakukan oleh
pengguna terhadap tanah dan/atau bangunan yang dipergunakan untuk
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi dan oleh Pembantu Pengelola
terhadap tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan oleh pengguna
kepada Kepala Daerah.
c. Tindakan Hukum.
Tindakan hukum dalam pelaksanaan pengamanan Barang Milik Daerah
adalah dilakukan sebagai berikut:
50
1. musyawarah untuk mencapai penyelesaian atas barang milik daerah yang
bermasalah dengan pihak lain pada tahap awal dilakukan oleh pengguna dan
pada tahap selanjutnya oleh Pembantu Pengelola .
2. Upaya pengadilan Perdata maupun Pidana dengan dikoordinasikan oleh Biro
Hukum/Bagian Hukum.
3. Penerapan hukum melalui tindakan represif/pengambil alihan, penyegelan
atau penyitaan secara paksa dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja
(Satpol PP) bersama-sama Biro Hukum/Pembantu Pengelola dan SKPD
Terkait.
4.7. Tujuan PemeIiharaan Barang MiIik Daerah
Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua
barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara
berdaya guna dan berhasil guna. Dalam nomenklatur Permendagri No.13/2006
tidak ada nama dan nomor rekening belanja pemeliharaan, karena
"pemeliharaan dianggap sebagai suatu aktivitas sehingga menjadi nama
program atau kegiatan. Dalam Permendagri No.59/2007, istilah belanja
pemeliharaan kemudian dimunculkan lagi.
Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam
unit pemakaian, tanpa merubah, menambah atau mengurangi bentuk maupun
kontruksi asal, sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi
persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan.
Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa :
a) Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari-hari oleh
Unit pemakai/pengurus barang tanpa membebani anggaran;
b) Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan
secara berkala oleh tenaga terdidik/terlatih yang mengakibatkan
pembebanan anggaran; dan
c) Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan
secara sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat
diduga sebelumnya, tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang
mengakibatkan pembebanan anggaran.
51
Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang
milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor:
a) Biologis;
b) Cuaca, suhu dan sinar;
c) Air dan kelembaban;
d) Fisik yang meliputi proses penuaan, pengotoran debu, sifat barang yang
bersangkutan dan sifat barang lain, benturan, getaran dan tekanan; dan
e) Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat
lainnya yang mengurangi kegunaan barang.
4.8. Sasaran pemeIiharaan
Barang yang dipelihara dan dirawat adalah barang inventaris yang tercatat
dalam buku inventaris yang ada pada Pemerintah Daerah, yang terdiri dari
Golongan Tanah, Golongan Peralatan dan Mesin, Golongan Gedung dan
Bangunan, Golongan Jalan, rigasi dan Jaringan dan Golongan Aset Tetap
Lainnya.
4.9. Rencana pemeIiharaan barang
Rencana pemeliharaan barang yaitu penegasan urutan tindakan atau
gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris, yang
dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang, jenis pekerjaan,
banyaknya atau volume pekerjaan, perkiraan biaya, waktu pelaksanaan dan
pelaksanaannya. Setiap unit diwajibkan untuk menyusun rencana pemeliharaan
barang dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Harus memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang, jenis pekerjaan,
banyaknya atau volume pekerjaan, perkiraan biaya, waktu dan
pelaksanaannya;
2) Menjadi bahan dalam menyusun rencana APBD, khususnya Rencana
Tahunan Pemeliharaan Barang; dan
3) Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada Pengelola
melalui Pembantu Pengelola untuk dipergunakan sebagai pedoman selama
tahun anggaran yang bersangkutan.
Rencana Tahunan pemeliharaan barang bagi SKPD ditandatangani oleh
Kepala SKPD dan diajukan pada waktu dan menurut prosedur yang ditetapkan,
52
dengan demikian maka Rencana Tahunan Pemeliharaan barang merupakan
landasan bagi pelaksanaan pemeliharaan barang. Setiap perubahan yang akan
diadakan pada Rencana Pemeliharaan Barang harus dengan sepengetahuan
Kepala SKPD yang bersangkutan, sebelum diajukan kepada Pengelola melalui
Pembantu Pengelola.
4.10. PeIaksanaan pemeIiharaan
Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah dilaksanakan oleh
pembantu pengelola, pengguna dan kuasa pengguna sesuai dengan daftar
kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah (DKPBMD) yang ada di masing-
masing SKPD. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah ditetapkan
dengan Surat Perintah Kerja/Surat Perjanjian/Kontrak yang ditandatangani oleh
Kepala SKPD. Dalam rangka tertib pemeliharaan setiap jenis barang milik
daerah, harus dibuat kartu pemeliharaan/perawatan yang memuat:
1) Nama barang inventaris;
2) Spesifikasinya;
3) Tanggal perawatan;
4) Jenis pekerjaan atau pemeliharaan;
5) Barang-barang atau bahan-bahan yang dipergunakan;
6) Biaya pemeliharaan/perawatan;
7) Yang melaksanakan pemeliharaan/perawatan;
8) Lain-lain yang dipandang perlu
Pencatatan dalam kartu pemeliharaan/perawatan barang dilakukan oleh
pengurus barang. Contoh format kartu pemeliharaan/perawatan dapat dilihat
pada Tabel 3.
Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan mengkoordinasikan dan
bertanggungjawab atas pemeliharaan barang Daerah. Pelaksanaan
pemeliharaan Barang Daerah dilakukan oleh Bagian Umum dan
Perlengkapan/Kepala Unit Kerja dengan berpedoman pada Daftar Kebutuhan
Pemeliharaan Barang Daerah (DKPBD). Kepala unit kerja, dalam hal ini Kepala
Bagian Umum dan Perlengkapan, bertanggungjawab untuk membuat daftar hasil
pemeliharaan barang dalam lingkungan wewenang dan wajib
melaporkan/menyampaikan daftar hasil pemeliharaan barang tersebut kepada
Bupati/Walikota setiap semester. Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan
53
Tabel 3
SKPD
KAB/KOTA
PROVINSI
Kode Lokasi :........
KARTU PEMELIHARAAN BARANG
TAHUN ANGGARAN ....
No. Spesifikasi Barang Nama Barang
yang dipelihara
Jenis
Pemeliharaan
Yang
memelihara
Tanggal
Pemeliharaan
Biaya
Pemeliharaan
Bukti
Pemeliharaan
Keterangan
No. Kode
Barang
No. Register
1 2 3 4 5 6 7 8 9 13
Mengetahui
Kepala SKPD Pengurus Barang
(.........................) (............................)
54
meneliti laporan dan menyusun daftar hasil pemeliharaan barang yang
dilakukan dalam 1 (satu) Tahun Anggaran sebagai lampiran perhitungan
anggaran tahun yang bersangkutan.
4.11. Penerimaan pekerjaan pemeIiharaan/perawatan barang
Adapun dalam pelaksanaan penerimaan pekerjaan
pemeliharaan/perawatan barang dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Pekerjaan pemeliharaan barang yang akan diterima harus dilakukan
pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa Barang;
2. Hasil pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan
yang ditandatangani oleh Panitia Pemeriksa Barang;
3. Pelaksanaan pekerjaan/pemeliharaan barang dilaporkan kepada Pengelola
melalui pembantu pengelola;
4. Pembantu pengelola menghimpun seluruh pelaksanaan pemeliharaan
barang dan dilaporkan kepada Kepala Daerah;
4.12. Latihan
Setelah Anda membaca uraian materi dalam Kegiatan Belajar 3,
kerjakanlah latihan berikut ini. Anda dapat juga mendiskusikannya dengan
peserta lain.
1. Sebutkan contoh-contoh tindakan yang merupakan kegiatan pengamanan
administratif, pengamanan fisik dan tindakan hukum!
2. Apa sajakah tugas pengurus barang/gudang?
3. Sebutkan fungsi-fungsi gudang!
4. Sebutkan tujuan utama penyimpanan!
5. Dalam hal pengamanan, siapa saja yang harus melakukan pengamanan dan
apa bentuk pengamanan harus yang dilakukan?
6. Apakah tujuan dari pemeliharaan?
7. Sebutkan jenis-jenis pemeliharaan dan jelaskan!
8. Apakah yang dimaksud dengan rencana pemeliharaan?
9. Apa saja yang harus dimuat dalam rencana pemeliharaan?
10. Apakah setiap pengguna barang harus membuat rencana pemeliharaan?
Jelaskan!
55
4.13. Rangkuman
Pengamanan Barang Milik Daerah meliputi pengamanan administratif,
pengamanan fisik dan pengamanan melalui tindakan hukum. Semua barang-
barang hasil kegiatan pengadaan sebelum sampai kepada sipemakai barang
tentu saja disimpan dulu pada suatu tempat guna pengamanannya baik itu
sifatnya sementara waktu atau dalam waktu yang agak lama. Sudah umum
dijumpai pada setiap satuan kerja/instansi tertentu, selalu ada petugas yang
ditunjuk sebagai Bendaharawan barang, Petugas gudang beserta adanya
fasilitas pergudangan. Yang mengurus gudang atau Kepala Gudang
bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan dan keutuhan barang dalam
gudangnya. Gudang sebetulnya mempunyai beberapa fungsi yaitu: (1) Sebagai
tempat untuk pembukuan terhadap keluar masuk barang dari dan keluar gudang,
(2) Sebagai tempat penyimpanan barang secara tertib dan teratur, (3) Sebagai
tempat perawatan barang selama dalam penyimpanan serta pemeliharaan
kebersihan ruangan tempat penyimpanan barang, (4) Sebagai tempat
penyimpanan barang untuk keperluan barang baru atau yang akan diterima dan
barang yang tidak dipakai lagi/yang belum dihapuskan dan (5) Sebagai tempat
pencatatan atau stock opname pada tiap-tiap akhir tahun. Pengamanan Barang
Milik daerah dilakukan oleh aparat pelaksana pengamanan pada tingkat
pengguna barang dan tingkat pengelola barang sesuai dengan tugas dan
kewenangannya masing-masing.
Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua
barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan
secara berdaya guna dan berhasil guna. Pemeliharaan dilakukan terhadap
barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian, tanpa merubah,
menambah atau mengurangi bentuk maupun kontruksi asal, sehingga dapat
dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit
pemakaian maupun dari segi keindahan. Pemeliharaan dapat berupa
pemeliharaan ringan, pemeliharaan sedang dan pemeliharaan berat. Setiap
tahun SKPD harus menyusun rencana pemeliharaan Barang Milik Daerah dalam
rangka penyusunan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah
(BKPBMD).
56
4.14. Tes Formatif
1. Pengamanan BMD merupakan tindakan pengendalian dalam pengurusan
BMD dalam bentuk:
a. Fisik
b. Administrasi
c. Tindakan hukum
d. Semua jawaban benar
2. Pengedalian fisik terhadap barang ditujukan untuk mencapai keadaan
sebagai berikut, kecuali:
a. aman secara jumlah
b. aman secara hak kepemilikan
c. aman secara kondisi
d. aman secara fungsi
3. Kegiatan pembukuan, inventarisasi dan penyimpanan dokumen kepemilikan
merupakan pengamanan secara:
a. Fisik
b. Administrasi
c. Hukum
d. Legalitas
4. Pemasangan label kode lokasi dan kode barang dengan stiker merupakan
tindakan pengamanan:
a. Fisik
b. Administrasi
c. Hukum
d. Legalitas
5. Kepemilikan atas BMD berupa tanah dan/atau bangunan dan selain tanah
dan/atau bangunan harus didukung oleh dokumen bukti kepemilikan.
Pengurusan dokumen bukti kepemilikan merupakan pengamanan:
a. Fisik
b. Administrasi
57
c. Hukum
d. Legalitas
6. Sedangkan penyimpanan terhadap bukti kepemilikan merupakan tindakan
pengamanan:
a. Fisik
b. Administrasi
c. Hukum
d. Legalitas
7. Berikut ini adalah definisi pemeliharaan, kecuali:
a. dilakukan terhadap barang dalam unit pemakaian
b. tanpa merubah bentuk
c. dapat menambah dan mengurangi
d. agar pendayagunaan barang dapat dicapai
8. Penggantian kran air yang dilakukan oleh pengurus barang merupakan:
a. pemeliharaan ringan
b. pemeliharaan sedang
c. pemeliharaan berat
d. bukan pemeliharaan
9. Membersihkan virus komputer yang dilakukan oleh pegawai merupakan:
a. pemeliharaan ringan
b. pemeliharaan sedang
c. pemeliharaan berat
d. bukan pemeliharaan
10. Kegiatan komputer dengan menggunakan jasa rekanan
merupakan:
a. pemeliharaan ringan
b. pemeliharaan sedang
c. pemeliharaan berat
d. bukan pemeliharaan
58
11. Perbaikan mobil dengan cara turun mesin yang dilaksanakan oleh bengkel
merupakan:
a. pemeliharaan ringan
b. pemeliharaan sedang
c. pemeliharaan berat
d. bukan pemeliharaan
12. Pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang dari hal-hal berikut ini,
kecuali:
a. pengaruh cuaca
b. proses penuaan
c. pengambilalihan oleh orang yang tidak berhak
d. pengotoran debu
13. Yang menjadi sasaran pemeliharaan dari SKPD adalah:
a. BMD yang status penggunaannya ada pada SKPD
b. BMD yang dibeli oleh SKPD
c. BMD yang tercatat dalam Buku nventaris
d. Semua barang (BMD dan BMN) yang tercatat dalam Buku nventaris
14. Penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang dilaksanakan
dalam pemeliharaan disebut:
a. Rencana pemeliharaan
b. Sasaran pemeliharaan
c. Tujuan pemeliharaan
d. Pelaksanaan pmeliharaan
15. Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang digunakan sebagai bahan
penyusunan:
a. Renstra
b. Renja
c. RKT
d. RAPBD
59
4.15. Umpan BaIik dan Tindak Lanjut
Periksalah jawaban Saudara dengan kunci jawaban test formatif yang ada
di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Saudara yang sesuai
dengan kunci jawaban, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mngetahui
tingkat penguasaan Saudara terhadap materi.
Rumus = Jumlah jawaban yang sesuai kunci X 100%
Jumlah semua soal
Penjelasan tingkat penguasaan:
90% - 100% = sangat baik
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
70% - 69% = kurang
Kalau Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Saudara dapat
meneruskan dengan materi selanjutnya. Tetapi kalau nilai Saudara kurang dari
80% maka Saudara harus mengulangi materi ini terutama yang Saudara belum
kuasai.

Tes Sumatif
A. PILIHAN GANDA
Pilih salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Untuk tetap mengoptimalkan fungsi BMD dilakukan tindakan:
a. pemanfaatan
b. pemeliharaan
c. penilaian
penggunaan
2. Untuk pengamanan terhadap tanah dan/atau bangunan milik pemerintah
daerah harus diurus sertifikat atas nama:
a. Pemerintah pusat
b. Pemerintah Daerah
c. Kepala Daerah
Kepala SKPD
3. Menjamin bahwa BMD digunakan/dimanfaatkan sesuai tujuan merupakan
pengamanan secara:
a. fisik
b. adminstrasi
c. hukum
tidak ada jawaban yang benar
4. Penetapan status penggunaan BMD pada masing-masing SKPD dengan
memperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Biaya standar
b. standar kebutuhan BMD
c. rencana kebutuhan
d. rencana anggaran
4. Berikut ini wewenang yang berkaitan dengan penetapan status penggunaan:
a. melakukan penatausahaan terhadap BMD

b. tidak dapat melakukan pemanfaatan terhadap BMD


c. tidak dapat mengajukan usul alih status BMD
d. dapat melakukan pemindahtanganan terhadap semua jenis BMD.
5. Pejabat yang melakukan pengamanan dan pemeliharaan adalah sebagai
berikut, kecuali:
a. pengelola
b. pembantu pengelola
c. pengguna
pengurus dan penyimpan
6. Pejabat/petugas yang terkait langsung dengan kegiatan pengamanan BMD
adalah:
a. pengelola
b. pembantu pengelola
c. pengguna
penyimpan
7. Gudang, berkaitan dengan pengelolaan BMD, memiliki beberapa fungsi
berikut ini, kecuali :
a. Tempat penerimaan barang
b. Tempat pengamanan barang
c. Tempat penatausahaan barang
Tempat penyimpanan barang
8. Berikut ini adalah tujuan utama penyimpanan barang dalam gudang sehingga
penempatan barang dalam penggudangan haruslah teratur sedemikian rupa,
kecuali:
a. Cepat, tepat dan efisien dalam melayani permintaan, penerimaan dan
penanganan
b. Aman dan awet
c. Cepat dapat dihabiskan
Memudahkan untuk mengetahui jumlah persediaan

9. Cara-cara penyimpanan barang yang baik adalah penyusunan penempatan


hendaknya berdasarkan hal-hal berikut ini, kecuali:
a. Macam/sifat/jenis barang
b. Harga barang
c. Daya tahan atau sensitivitas barang
Ukuran besar/kecilnya barang
10. Melakukan pendaftaran tanah untuk mendapatkan sertifikat merupakan
upaya:
a. Pengamanan fisik
b. Pengamanan adminstrasi
c. Pengamanan secara hukum
Dalam rangka pemeliharaan
11. Tanah dan/atau bangunan yang dipergunakan oleh pengguna, bukti
kepemilikannya disimpan oleh:
a. pengelola
b. pembantu pengelola
c. pengguna
pengurus dan penyimpan
12. Sedangkan untuk tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan kepada
pengelola, kegiatan pemagaran dan pemasangan papan tanda kepemilikan
dilakukan oleh:
a. pengelola
b. pembantu pengelola
c. pengguna
pengurus dan penyimpan
13. Upaya pengadilan perdata dan pidana merupakan tindakan pengamanan
secara:
a. fisik

b. administrasi
c. hukum
legal
14. Upaya tindakan hukum seperti tersebut di atas dilakukan dengan
berkoordinasi dengan:
a. Kepala Daerah
b. Sekretaris Daerah
c. Biro/Bagian Hukum
Biro/Bagian Perlengkapan
15. Kartu pemeliharaan dibuat oleh:
a. pengelola
b. pembantu pengelola
c. pengguna
jawaban a dan b benar
B. BENAR SALAH
Jawablah B bila pernyataan di bawah ini benar dan S jika pernyataan di bawah
ini salah.
1. B - S Sebelum ditetapkan status penggunaannya, BMD boleh
digunakan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi.
2. B - S Penetapan status penggunaan dimaksudkan agar tercapai tertib
administrasi dan tertib pengelolaan.
3. B - S Tidak semua BMD harus ditetapkan statusnya oleh Pengelola
Barang.
4. B - S Setelah barang diterima, Pengguna Barang harus mengurus
dokumen kepemilikan.
5. B - S Sanksi menelantarkan BMD berupa tanah/bangunan hanya
terbatas pada dicabutnya status penetapan penggunaan.
6. B - S Melengkapi dokumen bukti kepemilikan merupakan tindakan
pengamanan administratif.

7. B - S Menjamin pemanfaatan Barang Milik daerah sesuai dengan


tujuannya merupakan tindakan pengamanan hukum.
8. B - S Penyimpanan barang di gudang merupakan tindakan
pengamanan adminstratif dan pengamanan fisik.
9. B - S Melakukan perawatan terhadap Barang Milik Daerah selama
dalam penyimpanan merupakan bagian dari pengamanan yaitu
mencegah barang dari kerusakan.
10. B - S Aparat pelaksana pengamanan atas Barang Milik Daerah dibentuk
dengan keputusan Kepala Daerah.
11. B - S Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang
dalam unit pemakaian, dapat merubah, menambah atau
mengurangi bentuk maupun kontruksi asal.
12. B - S Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari
hari oleh Unit pemakai/pengurus barang dengan membebani
anggaran;
13. B - S Setiap SKPD tidak wajib menyusun rencana pemeliharaan barang
apabila sudah menyusun RKA-SKPD.
14. B - S Dalam penerimaan pekerjaan pemeliharaan/perawatan barang
harus dilakukan pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa Barang
Daerah.
15. B - S Kepala unit kerja bertanggungjawab untuk membuat daftar hasil
pemeliharaan barang dalam lingkungan wewenang dan wajib
melaporkan/menyampaikan daftar hasil pemeliharaan barang
tersebut kepada Bupati/Walikota.

KUNCI JAWABAN
A. TES FORMATF-KEGATAN BELAJAR 1
1. b 6. d 11. a
2. c 7. c 12. a
3. c 8. b 13. c
4. a 9. c 14. a
5. c 10. b 15. b
B. TES FORMATF-KEGATAN BELAJAR 2
1. d 6. d 11. a
2. c 7. c 12. a
3. d 8. d 13. b
4. a 9. d 14. a
5. a 10. d 15. b
C. TES FORMATF-KEGATAN BELAJAR 3
1. d 6. b 11. c
2. b 7. c 12. c
3. b 8. a 13. d
4. b 9. a 14. a
5. c 10. b 15. d
D. TES SUMATF
. Pilihan Ganda
1. b 6. d 11. a
2. b 7. c 12. b
3. a 8. c 13. c
4. b 9. b 14. c
5. a 10. c 15. c
. Benar Salah
1. B 6. B 11. S
2. B 7. S 12 B
3. B 8. B 13. S
4. S 9. B 14. B
5. S 10. B 15. B

DAFTAR PUSTAKA
Pemerintah Republik ndonesia, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara.
Pemerintah Republik ndonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara.
Pemerintah Republik ndonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006
tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.
Pemerintah Republik ndonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005
tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Pemerintah Republik ndonesia, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17
Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Pemerintah Republik ndonesia, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96 Tahun
2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan,
Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara.
Departemen Dalam Negeri dan Lembaga Administrasi Negara, Modul 4:
Verifikasi, Penerimaan, Penyimpanan, Pendistribusian dan Pengamanan
Barang/Aset, http://www.daneprairie.com.
Penetapan Status Barang Milik Daerah, posting by Riris in
http://www.asetdaerah.wordpress.com

Anda mungkin juga menyukai