Anda di halaman 1dari 13

24

XI. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usaha budidaya ikan semakin giat dilaksanakan baik secara intensif
maupun ekstensif. Pengembangan usaha budidaya tersebut tidak hanya dilakukan
di peraian tawar, tetapi juga di perairan payau maupun laut. Salah satu faktor yang
menentukan keberhasilan budidaya ikan adalah ketersediaan pakan. Dalam
penyediaan pakan harus memperhatikan beberapa faktor yaitu jumlah dan kualitas
pakan, kemudahan dalam penyediaannya, serta lama waktu pengambilan pakan
yang berkaitan dengan penyediaan makanan yang dengan jenis dan umur kultivan
(urisman dan Sukendi, !""#$.
%enis pakan yang dapat diberikan pada ikan berupa pakan alami maupun
pakan buatan. &etersediaan pakan alami merupakan faktor penting dalam
budidaya ikan, terutama pada usaha pembenihan dan budidaya ikan hias. Selain
itu pakan alami sebagai sumber pakan ikan dapat dilihat dari nilai nutrisinya yang
tinggi berkaitan dengan kalori yang dikandungannya. Pakan alami merupakan
pakan hidup bagi larva ikan mencakup fitoplankton, 'ooplankton dan benthos
(urisman dan Sukendi, !""#$.
Usaha pengembangan budidaya tidak dapat terlepas dari tahap
pembenihan jenis(jenis organisme unggulan. &etersediaan benih yang memadai
baik dari segi jumlah, mutu dan kesinambungannya harus dapat terjamin agar
usaha pengembangan budidaya ikan dapat berjalan dengan baik. Sampai saat ini
usaha pembenihan masih merupakan faktor pembatas dalam pengembangan
budidaya di )ndonesia untuk organisme(organisme tertentu. *leh karena itu, usaha
pembenihan sangat diperlukan (urisman dan Sukendi, !""#$.
Salah satu pakan alami yang potensial untuk dikembangkan adalah
Daphnia sp. Daphnia sp merupakan udang renik air tawar dari golongan
Branchiopoda. Daphnia sp merupakan sumber pakan bagi ikan kecil, udang dan
hewan kecil lainnya. Daphnia sp dapat dijadikan sebagai pakan ikan karena
kandungan gi'i yang tinggi yaitu +#,,-. air, #!,/0. protein, -. lemak, !,0-.
25
serat, dan #. abu (1undayana, !""/$. Selain itu, ukurannya yang bervariasi
antara 2"""30""" 4 sesuai dengan bukaan mulut benih ikan (5humadi et al.,
2++"$. Daphnia sp juga mudah dibudidayakan sehingga dapat tersedia dalam
jumlah mencukupi hampir setiap saat karena tidak membutuhkan media khusus
untuk membudidayakannya ()snansetyo dan &urniastuti, 2++06 1udjiman, 2+-0
dalam Pamungkas dan &hasani, !""/$.
B. Tujuan
7ujuan praktikum ini adalah agar setiap mahasiswa dapat mengetahui
tentang teknik kultur Daphnia sp dalam skala laboratorium, sehingga setiap
mahasiswa lebih mengerti tentang cara mengkultur Daphnia sp dengan baik.
XII. TINJAUAN PUSTAKA
26
A. Sistematika dan !r"!l!gi
1enurut 1uller (2,-0$ dalam 8ikipedia (!""-$ sistematika Daphnia sp
adalah sebagai berikut9
kingdom 9 :nimalia
filum 9 :rthropoda
subfilum 9 5rustacea
kelas 9 ;ranchiopoda
ordo 9 5ladocera
famili 9 Daphniidae
genus 9 Daphnia
spesies 9 Daphnia sp
5iri khas Daphnia sp adalah bentuk tubuh pipih ke samping. Dinding
tubuh bagian punggung membentuk suatu lipatan sehingga menutupi bagian tubuh
beserta anggota3anggota tubuh pada kedua sisinya. ;entuk tubuh ini menyerupai
sebuah cangkang kerang3kerangan. 5angkang di bagian belakang membentuk
sebuah kantong yang berguna sebagai tempat penampungan dan perkembangan
telur (1udjiman, !""#$.
Daphnia sp berukuran kecil, dengan panjang antara !30 mm. ;agian(
bagian tubuhnya bersegmen dan sangat berdekatan sehingga hampir tak terlihat.
7ubuhnya mempunyai karapas, mempunyai 0(/ pasang kaki semu, mata
majemuk, dua buah antena, dan sepasang abdominal setae (1okoginta, !""<$
Pada bagian ventral kepala terdapat paruh. &epala mempunyai lima
pasang apendiks, yang pertama disebut antena pertama yang berfungsi sebagai
alat penciuman, yang kedua disebut antena kedua yang mempunyai fungsi utama
sebagai alat gerak. 7iga pasang yang terakhir adalah bagian(bagian dari mulut.
7ubuh ditutupi oleh cangkang dari kutikula yang mengandung kitin yang
transparan, di bagian dorsal bersatu, tetapi dibagian ventral terbuka dan terdapat
lima pasang kaki toraks. =uang antara cangkang dan tubuh bagian dorsal
27
merupakan tempat pengeraman telur. Pada ujung post abdomen terdapat dua kuku
yang berduri kecil(kecil (1okoginta, !""<$.
B. Ha#itat
Daphnia sp adalah hewan yang hidup di perairan tawar. Daphnia sp
bersifat planktonik dan terdapat beberapa yang bersifat bentik. Daphnia sp yang
bersifat planktonik mengikuti arus air atau ada juga beberapa jenis Daphnia sp
yang hidup sebagai penghuni sel3sel tumbuhan air di danau, rawa, dan kolam.
>ingkungan perairan yang mendukung untuk tumbuhnya Daphnia sp bersuhu
antara !!3<2
"
5 dan p? antara /,/3,,# (1udjiman, !""#$. @amun, 1okoginta
(!""<$ menyatakan bahwa Daphnia sp hidup pada kisaran p? cukup besar, tetapi
nilai p? yang optimal untuk kehidupannya sukar ditentukan. >ingkungan perairan
yang netral dan relatif basa yaitu pada p? ,,23-," baik untuk pertumbuhannya.
Daphnia bersifat fototaksis fositif yang berarti menyukai cahaya. Sifat
daphnia yang seperti ini biasa dimanfaatkan oleh penangkap daphnia untuk
menangkap daphnia. Di perairan luas ditemukan hal yang berbeda yaitu daphnia
yang berukuran kecil (<"" 3 /"" mili mikron$ banyak ditemukan pada siang hari,
sedangkan daphnia yang berukuran A /"" milimikron lebih banyak ditemukan
pada malam hari dan siang hari berada di dasar. &elompok daphnia tersebut
melakukan perpindahan vertikal untuk menghindari ikan yang memnfaatkan
cahaya untuk memangsa Daphnia sp (1okoginta, !""<$.
$. Ke#iasaan akan
1akanan Daphnia sp terdiri dari tumbuh3tumbuhan renik dan detritus.
Daphnia sp memakan berbagai macam bakteri, ragi, alga bersel tunggal, dan
detritus. Daphnia sp mengambil makanannya dengan cara menyaring makanan
atau filter feeding. Berakan yang kompleks dari kaki(kaki toraks menghasilkan
arus air yang konstan. Berakan kaki(kaki tersebut berperan penting dalam proses
pengambilan makanan. Pasangan kaki ketiga dan ke empat dipakai untuk
menyaring makanan, sedang kaki pertama dan kedua digunakan untuk
28
menimbulkan arus air sehingga partikel(partikel tersuspensi bergerak ke arah
mulut. Partikel3partikel makanan yang tertahan kemudian tersaring oleh setae,
selanjutnya digerakan ke bagian mulut dan ditelan oleh Daphnia sp. Daphnia sp
muda berukuran panjang kurang dari 2 mm yang dapat menyaring partikel
berukuran kecil yaitu !"3<" mikron, sedangkan yang dewasa ukuran panjang !(<
mm dapat menangkap partikel sebesar /"32#" mikron (1okoginta, !""<$.
D. %e&r!duksi
Pada habitat aslinya Daphnia sp berkembangbiak secara partenogenesis.
Perbandingan jenis kelamin pada Daphnia sp menunjukkan keragaman dan
tergantung pada kondisi lingkungannya. Pada lingkungan yang baik, hanya
terbentuk individu betina tanpa individu jantan. Pada kondisi ini, telur dierami di
dalam kantong pengeraman hingga menetas dan anak Daphnia sp dikeluarkan
pada waktu pergantian kulit. Di dalam kondisi yang buruk, disamping individu
betina dihasilkan individu jantan yang dapat mendominasi populasi dengan
perbandingan 29!,. Dengan munculnya individu jantan, populasi yang
bereproduksi secara seksual akan membentuk epipphium disebut juga kista yang
akan menetas jika kondisi perairan baik kembali. 7erbentuknya telur(telur yang
menghasilkan individu jantan dirangsang oleh melimpahnya individu betina,
berkurangnya makanan yang tersedia dan menurunnya suhu air dari !0(<"
o
5
menjadi 2#(2,
o
5.
&ondisi(kondisi tersebut dapat mengubah metabolisme Daphnia sp
dengan mempengaruhi mekanisme kromosomnya sehingga dapat menghasilkan
Daphnia sp jantan. Daphnia sp dewasa berukuran !,0 mm dan dapat
menghasilkan anak pertama sebesar ",- mm yang dihasilkan secara
partenogenesis. Daphnia sp mulai menghasilkan anak pertama kali pada umur #(/
hari. Pada lingkungan yang bersuhu antara !!3<2
o
5 dengan p? antara /,/3,,#
Daphnia sp sudah menjadi dewasa dalam waktu empat hari dengan umur yang
dapat dicapai hanya 2! hari (1okoginta, !""<$
Setiap satu atau dua hari sekali Daphnia sp akan beranak sekitar !+ ekor.
%adi selama hidupnya hanya dapat beranak tujuh kali dengan jumlah yang
29
dihasilkan !"" ekor. Selama hidupnya Daphnia sp mengalami empat periode
yaitu telur, anak, remaja dan dewasa. Pertambahan ukuran terjadi sesaat setelah
telur menetas di dalam ruang pengeraman. Setelah instar pertama, anak Daphnia
sp yang bentuknya mirip Daphnia sp dewasa dilepas dari ruang pengeraman.
%umlah instar pada stadium anak ini hanya dua sampai lima kali, tetapi tingkat
pertumbuhan tertinggi terjadi pada stadium ini.
Periode remaja adalah instar tunggal antara instar anak terakhir dan instar
dewasa pertama. Pada periode ini sekelompok telur pertama mencapai
perkembangan penuh di dalam ovarium. Segera setelah Daphnia sp ganti kulit
pada akhir instar remaja memasuki instar dewasa pertama, sekelompok telur
pertama dilepaskan ke ruang pengeraman. Selama instar dewasa pertama,
kelompok telur kedua berkembang di ovarium dan seterusnya. @amun adakalanya
terdapat periode steril pada Daphnia sp tua (1okoginta, !""<$.
Pertambahan panjang dan bobot Daphnia sp selama pertumbuhan cukup
pesat, terutama setelah ganti kulit. Selama instar anak terjadi pertumbuhan hampir
dua kali lipat dibandingkan sebelum ganti kulit. Sedangkan pertambahan volume
terjadi dalam beberapa detik atau menit sebelum eksoskeleton baru mengeras dan
kehilangan elastisitasnya. Pada akhir setiap instar Daphnia sp dewasa terdapat
peristiwa berurutan yang berlangsung cepat, biasanya terjadi dalam beberapa
menit sampai beberapa jam, yaitu lepasnya atau keluarnya anak dari ruang
pengeraman, ganti kulit (molting$, pertambahan ukuran, lepasnya sekelompok
telur baru ke ruang pengeraman (1okoginta, !""<$.
E. Kultur Daphnia s&
&ultur massal Daphnia sp biasanya dilakukan di kolam atau bak fiber.
Ukuran kolam dan bak fiber bervariasi. Selain itu bisa dilakukan di kolam
permanen yang cukup luas, tetapi lebih efektif di dalam bak fiber berkapasitas 2
ton atau kolam permanen ukuran 0 m
<
. Dalam bak yang ukurannya kecil ini akan
mempermudah dalam pengontrolan (urisman dan Sukendi, !""#$.
Puncak pertumbuhan dan perkembanganbiakan tercapai pada hari ke , dan
ke(-. Dengan demikian untuk mendapatkan hasil produksi massal secara
30
maksimal harus dilakukan pemanenan pada hari ke -. :lat untuk memanen
Daphnia sp adalah skop net yang ukurannya 2,0(! mm atau seser yang dibuat dari
kain kasa (strimin$. Pemanenan dapat dilakukan secara total atau sebagain, tetapi
agar produksi dapat kontinyu sebaiknya dipanen sebagian (panen selektif$.
1emproduksi Daphnia sp tidak perlu harus memulai dari persiapan, seperti
membersihkan bak, mengisi air dan lain(lain. 7etapi cukup pemantauan
perkembangan dan selalu memberikan pupuk susulan dan melakukan panen setiap
,(- hari sekali (urisman dan Sukendi, !""#$.
XIII. ET'D'L'(I P%AKTIKU
A. )aktu dan Tem&at
31
Praktikum ;udidaya Pakan :lami &ultur Daphnia sp dilaksanakan pada
hari =abu, ,(2/ @ovember !"22 pukul 2#.<" 8); dan bertempat di >aboratorium
1ikrobiologi Program Studi ;udidaya Perairan Cakultas Pertanian Universitas
Sriwijaya )ndralaya.
B. Alat dan Ba*an
2. :lat
:lat(alat yang digunakan dalam praktikum ini dapat dilihat pada tabel +.
7abel +. :lat yang digunakan dalam praktikum kultur Daphnia sp
!. ;ahan
;ahan(bahan yang digunakan dalam praktikum ini dapat dilihat pada tabel 2".
7abel 2". ;ahan yang digunakan dalam tabel praktikum kultur Daphnia sp.
@o. @ama ;ahan %umlah Cungsi
2.
!.
<.
#.
Daphnia sp
:ir
Pupuk &andang
Dedak
!" ekor
0"" m>
!" g
0 g
?ewan uji
1edia hidup
Pakan untuk Daphnia sp
Pakan untuk Daphnia sp
$. $ara Kerja
5ara kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut 9
a. mula(mula ambil !" g pupuk kandang kering dan campuran kedalam 2 > air
ditambah dedak halus 0 g.
@o. :lat Spesifikasi %umlah Cungsi
2.
!.
<.
#.
0.
/.
,.
-.
+.
7oples
>ampu
:erator
Selang aerasi
Plastik
7ali rafia
Pipet tetes
7erminal listrik
7imbangan
analitik
! >iter
0 watt
2
Diameter ",0 cm
D kg
Secukupnya
Eolume 2 ml
# lubang
&etelitian ","""2 g
2
2
2
2
2
2
2
2
2
8adah kultur
Sumber cahaya
Penyuplai oksigen
Penyaluran udara
8adah pupuk
1engikat wadah pupuk
1enghitung kepadatan
(
1enimbang pupuk
32
b. campuran tersebut kita aerasi selama # hari, setelah # hari tersebut kita
masukkan Daphnia sp.
c. selanjutnya pemupukan ulang yaitu pada hari ke # setelah Daphnia sp kita
masukkan sebanyak F atau D dosis awal.
d. penyamplingan dilakukan setiap hari dan diukur kualitas airnya (p? dan
suhu$.
e. ukur berapa pertambahan individu daphnia, catat setiap kali penyamplingan.
XI+. HASIL DAN PEBAHASAN
A. Hasil
:dapun hasil praktikum sebagai berikut9
33
7abel 22. &ualitas :ir
&elompok
Parameter&ualitas:ir
Suhu p?
:wal :khir :wal :khir
) 2-
o
5 !+
o
5 / /
)) 2-
o
5 !+
o
5 / /
7abel 2!. %umlah kepadatan sel Daphnia sp
&elompok
%umlah &epadatan 7anggal
2# Desember !"22 20 Desember !"22 2/ Desember !"22
) 2<0 <"0 <-<
)) !"< 00- ,""
B. Pem#a*asan
Praktikum budidaya pakan alami kultur Daphnia sp. Penebaran awal
Daphnia sp dilakukan dengan penebaran awal 2" ekorG0"" ml. Pemeliharaan
dilakukan selama , hari. Dengan suhu awal 2-
o
5 dan p? /. ?asil yang didapat
dari kedua kelompok sangat berbeda. &elompok ) jumlah kepadatan yang didapat
pada hari pertama 2<0, kedua <"0 dan ketiga <-<. Sangat berbeda dengan
kelompok ))) yang mendapatkan Daphnia sp ! kali lipat dari yang didapatkan
kelompok ).
;eberapa faktor yang menyebabkan tidak optimalnya kultur Daphnia sp
adalah perubahan suhu dan p?. Suhu yang kurang optimal terjadi karena suhu
meningkat menjadi !+
o
5 hal ini dikarenakan :5 di dalam >aboratorium
dimatikan selain itu karena gangguan listrik sehingga membuat suhu menjadi
meningkat. Pada suhu dibawah !!
o
5 pertumbuhan dari Daphnia sp terganggu,
sehingga ketika suhu menurun maka akan menghambat fisiologi seperti
terhambatnya proses reproduksi dari Daphnia sp itu sendiri. Selain itu
dikarenakan ketelitian pada saat menghitung jumlah kepadatan Daphnia sp.
Pupuk merupakan sisa(sisa bahan organik dari kotoran hewan seperti
kambing, sapi, ayam bahkan babi. Semakin sedikit pupuk yang diberikan maka
34
semakin sedikit pula kandungan organik yang ada dalam media tersebut. Sehingga
perkembangan Daphnia sp sedikit juga. Daphnia sp sangat menyukai bahan
organik dengan banyaknya bahan organik dalam wadah budidaya maka daphnia
akan cepat berkembang. Cungsi dari pupuk dan dedak yang diberi sebagai sumber
nutsi untuk Daphnia sp.
1enurut urisman dan Sukendi (!""#$ pada lingkungan yang bersuhu
sekitar !!(<<
o
5 dan p? /,/(,,# sangat efektif untuk mengkultur Daphnia sp.
Daphnia akan menjadi dewasa dalam waktu # hari. Setiap 2(! hari sekali beranak
sebanyak !+ ekor dengan siklus hidup hanya 2! hari. Dalam keadaan yang luar
biasa, embrio di dalam kantong telur induknya dapat berkembang begitu cepat,
sehingga Daphnia sp telah dapat menghasilkan telur secara partenogenetik,
walaupun belum dilahirkan dari dalam tubuh induknya. Partenogenetik adalah
melakukan penetasan telur tanpa dibuahi oleh jantan. Sehingga telur yang
dihasilkan biasanya sangat kecil dan mengandung kuning telur yang sedikit.
Dalam keadaan seperti ini, seekor induk daphnia dapat menghasilkan keturunan
sebanyak 2<.""".""".""" ekor dalam waktu hanya /" hari (1ujiman, 2+-0$.
X+. KESIPULAN DAN SA%AN
A. Kesim&ulan
35
:dapun kesimpulan dalam praktikum ini adalah
2. pada saat kultur Daphnia sp ketersedian pupuk harus mencukupi karena
Daphnia sp memakan bahan organik yang terdapat dalam pupuk tersebut.
!. suhu yang optimum untuk kultur Daphnia sp antara !!(!<
o
5 dengan p? /,/(
,,#.
<. jumlah kepadatan yang didapat kelompok 2 adalah 2<0, <"0 dan <-<
sedangkan kelompok < adalah !"<, 00- dan ,"".
#. Daphnia sp dapat tumbuh menjadi dewasa pada umur # hari dengan siklus
hidup hanya 2! hari.
0. faktor yang perlu diperhatikan pada saat mengkultur Daphnia sp adalah suhu,
p? dan komposisi pemberian pupuk dan dedak.
B. Saran
Pada praktikum kultur Daphnia sp sebaiknya semua praktikan menguasai
tentang kultur Daphnia sp sehingga pada saat pelaksanaan tidak terjadi kesalahan.
Dan proses kultur berjalan dengan lancar dan tepat pada waktu yang diinginkan.
LAP'%AN TETAP
P%AKTIKU BUDIDA,A PAKAN ALAI
Budida-a Daphnia s&
36
'le*.
Kel!m&!k II
D/i Anggraini
01023001044
P%'(%A STUDI BUDIDA,A PE%AI%AN
5AKULTAS PE%TANIAN
UNI+E%SITAS S%I)IJA,A
IND%ALA,A
4033