Anda di halaman 1dari 144

KHO PING HOO

Home
Kreasi Informasi
Blogger Template
Tempat Download
Google Search
Serial Bukek Siansu
Serial Bukek Siansu.1
Suling Emas
Serial Bukek Siansu.2
Cinta Bernoda Darah
Serial Bukek Siansu.
Mutiara Hitam
Serial Bukek Siansu.!
Istana Pulau Es
Serial Bukek Siansu."
Pendekar Bongkok
Serial Bukek Siansu.#
Pendekar Super Sakti
Serial Bukek Siansu.$
Sepasang Pedang Iblis
Serial Bukek Siansu.%
Kisah Sepasang a!a"ali
Serial Bukek Siansu.&
#odoh a!a"ali
Serial Bukek Siansu.1'
Suling Emas Naga Siluman
Serial Bukek Siansu.11
Kisah Para Pendekar Pulau Es
Serial Bukek Siansu.12
Suling Naga
Serial Bukek Siansu.1
Kisah Sibangau Putih
Serial Bukek Siansu.1"
Kisah Sibangau Merah
Serial Bukek Siansu.1#
Si $angan Sakti
Serial Bukek Siansu.1$
Pusaka Pulau Es
Serial Bukek Siansu.1$
M% Blog &ist
(enampilkan entri ter)aru dengan la)el Naga Siluman '. Tampilkan entri lawas
(enampilkan entri ter)aru dengan la)el Naga Siluman '. Tampilkan entri lawas
abu( )* September '))+
suling emas naga siluman
han*a hendak mengu+i, dan kiran*a kalian adalah orang-orang tak )erguna sama sekali.
Ha*o menggelinding pergi dan serahkan setan cilik itu kepadaku./ 0-ciu mem)entak
dengan sikap angkuh, )erdiri tegak dan )ertolak pinggang.
1Kami adalah laki-laki se+ati, tidak mungkin mem)iarkan seorang anak perempuan
terancam tanpa melindungin*a./ kata Sim Tek dengan sikap *ang gagah. 2em)uru *ang
sudah )iasa menghadapi )aha*a ini tidak takut mati, apalagi dia tahu )ahwa empat orang
wanita ini amat ke+am dan agakn*a akan mem)unuh anak perempuan itu, maka dia
se)agai seorang gagah tentu sa+a tidak mungkin tinggal diam.
13e)ih )aik mati daripada mem)iarkan dia kalian )unuh./ Hong Bu +uga mem)entak dan
dengan nekat anak ini sudah men*erang lagi dengan )usurn*a. Sim Tek +uga sudah
men*erang lagi dengan pedangn*a, menahan rasa n*eri di pundakn*a.
1Hemm, kalian )enar-)enar )osan hidup./ 0-ciu mem)entak dan kini dia men*am)ut
serangan itu dengan ter+angan ke depan. Dua kali tangann*a )ergerak, dengan tepat dia
menampar ke arah lengan tangan dua orang pen*erangn*a itu. Hong Bu dan Sim Tek
)erteriak kaget dan sen+ata )usur dan pedang mereka terlempar.
1(ampuslah./ 0-ciu mem)entak dan mener+ang tu)uh dua orang *ang sudah terhu*ung
itu.
1Hemm, sungguh ganas./ Bentakan halus ini disusul )erkele)atn*a )a*angan orang dan
ti)a-ti)a tu)uh 0-ciu terdorong ke )elakang. 4anita )a+u hi+au ini terke+ut dan
memandang orang *ang )aru datang dan *ang menangkis serangann*a *ang ditu+ukan
kepada dua orang pem)uru itu.
10h, kiran*a engkau lagi./ )entakn*a dengan marah )ukan main ketika mengenal
penangkis itu tern*ata adalah pemuda sastrawan *ang tampan, *ang pernah melindungi
anak perempuan )engal itu di depan restoran tempo hari.
1Sa*ang, aku terpaksa meninggalkan kalian karena tertarik +e+ak 5eti, kalau tidak, tak
mungkin engkau sampai mem)unuhi para piauwsu itu,/ Kam Hong menarik napas
pan+ang dan suaran*a *ang tenang itu terdengar )ercampur nada marah. 1Kalian ini
empat orang wanita sungguh ke+am seperti i)lis./
10pa6/ Siauw Goat men+erit. 1Kalian i)lis-i)lis )etina telah mem)unuh semua 2aman
piauwsu6/ 0nak perempuan ini men+adi marah sekali dan dengan nekat dia lalu meloncat
ke depan. 2edang pin+aman tadi telah terlempar dan kini dia men*erang 0-ciu dengan
kedua tangan kosong sa+a, dengan penuh kenekatan karena sakit hati dan marah men-
dengar )etapa semua piauwsu telah tewas oleh empat orang wanita ini.
(elihat dia diserang oleh Siauw Goat, tentu sa+a 0-ciu +uga marah. 1Huh, engkau setan
cilik men+adi gara-gara. (ampuslah./ )entakn*a dan dia memapaki serangan Siauw
Goat ini dengan tamparan *ang dilakukan dengan pengerahan tenaga sin-kang. Kalau
tamparan ini mengenai tu)uh Siauw Goat, tentu anak perempuan ini akan tewas seketika.
0kan tetapi ti)a-ti)a 0-ciu ter)elalak.
1Huhh....6/ Dia terke+ut karena ti)a-ti)a sa+a tangann*a *ang menampar itu terhenti di
tengah-tengah, tak dapat digerakkan lagi.
12lakk./ Tangan Siauw Goat *ang menamparn*a telah ti)a dan tamparan itu dengan
kerasn*a mengenai pipi kiri 0-ciu. (elihat tamparann*a )erhasil, Siauw Goat men+adi
girang. Kiran*a 1tidak se)erapa/ wanita i)lis ini, pikirn*a dan dia pun men*erang terus
dengan pukulan kepalan tangann*a ke arah perut orang. (elihat ini, 0-ciu *ang masih
terke+ut merasakan keanehan tadi, cepat menggerakkan kaki untuk mengelak dan
dilan+utkan dengan tendangan. 0kan tetapi kem)ali dia terpekik karena ti)a-ti)a sa+a
kakin*a tak dapat digerakkan, sedangkan pukulan Siauw Goat telah ti)a.
17gekk./ perutn*a kena dihantam dan )iarpun tidak mem)aha*akan, namun cukup
mem)uat perutn*a mulas karena ketika dia hendak mengerahkan tenaga sin-kang
men*am)ut pukulan, tern*ata seperti +uga kaki tangann*a, ti)a-ti)a sa+a dia tidak
mampu. Seolah-olah pusat penggerak tenaga di dalam tu)uhn*a telah dilumpuhkan
orang.
Siauw Goat makin )ersemangat, memukul, menendang, menampar sampai tu)uh 0-ciu
terhu*ung-hu*ung dihu+ani pukulan oleh dara cilik itu. Tiga orang perempuan lain *ang
melihat ini ter)elalak, akan tetapi mereka segera tahu mengapa ter+adi hal demikian
anehn*a ketika mereka melihat Kam Hong *ang )erdiri tegak itu menggerak-gerakkan
tangann*a ke arah 0-ciu. Kiran*a pemuda sastrawan itulah *ang mempergunakan ilmu
aneh, agakn*a dengan kekuatan sin-kang +arak +auh *ang amat dahs*at, mem)uat 0-ciu
tidak )erda*a dan men+adi )ulan-)ulan pen*erangan Siauw Goat.
1Desss../ Se)uah pukulan Siauw Goat tepat mengenai mulut 0-ciu, mero)ek )i)ir
sehingga )i)ir itu )erdarah, akan tetapi Siauw Goat +uga men*eringai kesakitan karena
punggung tangann*a )ertemu dengan gigi 0-ciu *ang men+adi go*ang, akan tetapi sedikit
melukai kulit ini akan tewas seketika. 0kan tetapi ti)a-ti)a 0-ciu ter)elalak.
18ukuplah, Siauw Goat./ kata Kam Hong sam)il melangkah ma+u dan menarik dengan
gadis cilik itu.
2ada saat itu, tiga orang wanita lainn*a sudah )erloncatan mendekat. 4anita )a+u kuning,
*ang tertua dan tercantik, dan *ang agakn*a men+adi pimpinan mereka, sudah menca)ut
pedangn*a, diikuti oleh dua orang temann*a dan +uga oleh 0-ciu *ang mukan*a men+adi
merah sekali, )ukan han*a merah karena marah akan tetapi +uga merah karena )ekas
pukulan-pukulan Siauw Goat tadi.
10-kiauw, engkau di se)elah kanann*a./ perintahn*a dan wanita )a+u merah sekali
meloncat sudah )erada di se)elah kanan Kam Hong.
10-)wee, engkau di se)elah kirin*a./ perintahn*a lagi dan wanita )a+u )iru meloncat ke
se)elah kiri Kam Hong.
10-ciu, engkau di )elakangn*a. Kita mem)entuk Barisan Segiempat, kalian tahu apa
*ang harus dimainkan./ )entak lagi 0-hui, wanita )a+u kuning *ang men+adi pimpinan
itu.
Kam Hong han*a )erdiri dengan tenang, tidak )ergerak, agak menunduk dan le)ih
menggunakan keta+aman pendengarann*a untuk mengikuti gerak-gerik mereka daripada
menggunakan matan*a. Suasana men+adi menegangkan sekali. Sim Tek dan Sim Hong
Bu memandang dengan mata ter)elalak penuh perhatian, +uga Siauw Goat amat tertarik.
0nak ini mulai dapat menduga )ahwa kalau tadi dia )erhasil memukuli wanita )a+u hi+au
seenakn*a dan semau hatin*a, hal itu tentu karena )antuan sastrawan itu. Dia adalah anak
*ang semen+ak kecil mempela+ari ilmu silat, maka dia dapat mengerti akan hal itu dan
kini dia memandang penuh harap kepada Kam Hong karena dia dapat menduga )ahwa
empat orang wanita itu memang lihai sekali. 0palagi kalau diingat )etapa semua piauwsu
telah tewas oleh mereka ini, hatin*a men+adi sakit )ukan main.
Ti)a-ti)a terdengar lengking dahs*at dan 0-ciu telah men*erang dengan tusukan
pedangn*a ke arah punggung Kam Hong, disusul lengkingan-lengkingan lain )erturut-
turut karena 0-hui, 0-kiauw, dan 0-)wee +uga sudah menggerakkan pedang mereka
melakukan serangan kilat.
He)atn*a, serangan mereka itu )er)eda-)eda sifat dan sasarann*a. 0-hui memutar
pedang men*erang dari depan seperti gelom)ang mengamuk, 0-kiauw men*erang
dengan loncatan ke atas seperti petir men*am)ar-n*am)ar, 0-)wee men*erang dari
)awah seperti serangan ular sakti, dan 0-ciu men*erang dengan gerakan lurus dan
)ertu)i-tu)i ke arah tu)uh )agian tengah.
Ti)a-ti)a dengan gerakan cepat sekali dengan tangan kirin*a walaupun seluruh tu)uh
masih nampak tenang sekali, Kam Hong telah mengeluarkan sesuatu dari )alik +u)ahn*a.
Ketika tangan kirin*a )ergerak, seperti )ermain sulap sa+a nampak sinar putih *ang le)ar
)erkele)at dan sinar ini digerakkan oleh tangan kirin*a ke )elakang, kiri, kanan dan de-
pan. Dan gerakan-gerakan itu tern*ata dapat menangkis semua serangan empat pedang
lawan. Ketika empat orang wanita itu merasa )etapa pedang mereka mem)alik oleh
tenaga *ang amat kuat, mereka melangkah mundur untuk mengatur posisi sam)il
memandang. Kiran*a sinar putih le)ar tadi adalah gerakan se)uah kipas putih *ang kini
dipegang oleh tangan kiri Kam Hong dan di)e)erkan lalu dipakai untuk mengipasi
lehern*a seolah-olah pemuda sastrawan ini merasa kegerahan. 2adahal, )erdiri tegak
dengan kipas terpentang lalu dikipas-kipaskan di leher itu merupakan pasangan
pem)ukaan dari ilmu silat kipas 3o-hai San-hoat 9Ilmu Kipas 2engacau 3autan:. Ilmu ini
merupakan satu di antara ilmuilmu warisan keluarga Suling ;mas, satu di antara ilmu-
ilmu *ang amat diandalkan dan *ang dahulu pernah mengangkat tinggi nama 2endekar
Sakti Suling ;mas. Ketika se+enak kipas itu )erhenti menge)ut, empat orang wanita *ang
kini )ergerak melangkah perlahan mengelilingin*a itu dapat mem)aca huruf-huruf indah
*ang tertuliS di permukaan kipas putih itu.
Han*a *ang kosong dapat menerima tanpa meluap han*a *ang lem)ut mampu menero)os
*ang kasar 5ang merasa cukup adalah *ang sesungguhn*a ka*a ra*a.
Huruf-huruf indah *ang mem)entuk kata-kata itu ditulis oleh Kam Hong dan kalimat-
kalimat itu adalah kalimat *ang sering dipergunakan oleh gurun*a, *aitu Sai-cu Kai-ong,
keturunan dari para tokoh Khong-sim Kai-pang -92erkumpulan 2engemis Hati Kosong:.
Isin*a mem)a*angkan sifat dari perkumpulan pengemis itu dan mengandung pela+aran
atau pesan )ahwa untuk dapat )ela+ar dan menerima pengertian-pengertian )aru hati dan
pikiran haruslah kosong. (ata dan telinga *ang memandang atau mendengar secara
kosong, *aitu tanpa adan*a pendapat *ang muncul dari pengetahuan-pengetahuan *ang
)ertumpuk dalam pikiran, dapat melakukan penelitian dan pen*elidikan, dapat waspada
dan mempela+ari sampai sedalam-dalamn*a segala persoalan *ang dihadapin*a. <rang
*ang merasa dirin*a penuh dengan pengetahuan dan kepintaran adalah seperti katak
dalam tempurung, seperti gentong kosong *ang han*a n*aring suaran*a sa+a. Demikian
pula, kekasaran dan ketakutan mudah )ertemu lawan, mudah patah dan menim)ulkan
kekerasan, se)alikn*a kelem)utan mampu menero)os segala sesuatu. Kalimat terakhir
menggam)arkan keadaan pengemis Khong-sim Kai-pang. Biarpun dinamakan pengemis,
orang *ang semiskin-miskinn*a di antara semua tingkat kehidupan, namun karena tidak
pernah mengeluh, tidak pernah mem)andingkan, tidak pernah merasa kurang maka tidak
menim)ulkan iri hati dan karena merasa cukup itulah maka dia tidak menginginkan apa-
apa lagi dan orang )eginilah *ang patut dise)ut ka*a ra*a. Se)alikn*a, )etapa pun ka*a-
ra*an*a seseorang, kalau dia itu masih selalu merasa tidak cukup, maka dia akan
)erusaha memper)esar keka*aann*a itu tanpa mempedulikan +alan kotor apa *ang
ditempuhn*a.
0-hui mengeluarkan )entakan n*aring secara ti)a-ti)a dan empat orang wanita *ang
tadin*a )er+alan mengelilingi Kam Hong itu ti)a-ti)a melakukan pen*erangan. Serangan
mereka cukup dahs*at dan teratur rapi, karena memang mereka mempergunakan Barisan
Segiempat *ang amat teratur. 2edang mereka gemerlapan dan men*am)ar-n*am)ar
seperti halilintar, mengeluarkan suara )erdesing dan angin serangan *ang mem)uat
ram)ut dan u+ung pita ram)ut Kam Hong dan u+ung kuncir Kam Hong )erki)ar itu
mem)uktikan )etapa kuatn*a sin-kang dari empat orang wanita itu.
7amun Kam Hong menghadapi mereka dengan tenang. Tu)uhn*a tidak )an*ak
)erloncatan, han*a )erputaran ke sana-sini dengan langkah-langkah kaki *ang amat
tegap, kipasn*a )ergerak cepat, kadang-kadang men+adi sinar *ang mem)entuk perisai
atau )enteng melindungi tu)uhn*a sehingga semua serangan pedang itu gagal tertangkis
dan mem)alik. Kadang-kadang kipas itu tertutup dan dipergunakan untuk mem)alas
serangan lawan, dengan totokan-totokan u+ung kipas ke arah +alan darah *ang penting,
kadang-kadang di)uka dan dalam keadaan ter)uka ini pun dapat dipergunakan untuk
menge)ut ke arah muka lawan sehingga )e)erapa kali empat orang wanita itu gelagapan
sukar )ernapas karena tiupan angin keras dari kipas itu ke arah muka mereka.
2ertempuran itu )erlangsung dengan amat serun*a dan gerakan empat orang wanita itu
makin lama makin cepat, mereka )ertukar-tukar tempat dan posisi sehingga seolah-olah
mereka itu )eter)angan mengelilingi Kam Hong *ang masih )ergerak dengan tenang.
(en*aksikan pertandingan *ang amat he)at ini, )erkali-kali Sim Tek menarik napas pan-
+ang saking kagumn*a.
12aman, sastrawan itu he)at sekali, *a6/
2amann*a mengangguk tanpa melepaskan pandang matan*a dari pertarungan itu. 1Bukan
main lihain*a, han*a dengan kipas.... dan empat orang wanita itu amat tangguhn*a..../
1(ana le)ih lihai antara dia dan 2endekar Siluman Kecil, 2aman6/
2amann*a menggeleng-geleng kepala. 1Tidak tahu.... tidak tahu....1 katan*a penuh
kagum karena kini gerakan kipas makin menghe)at dan mem)uat empat orang wanita itu
terdesak dan gerakan mereka terpaksa makin mele)ar.
1Siapa Siluman Kecil itu6 0pa sih kehe)atann*a6/ Ti)a-ti)a Siauw Goat *ang )erdiri
tidak +auh dari Hong Bu, )ertan*a sam)il mendekat, akan tetapi seperti *ang lain, dia
+uga masih terus menonton pertempuran itu.
Se+enak Hong Bu menoleh kepada Siauw Goat, alisn*a )erkerut seperti orang marah
mendengar )etapa Siluman Kecil, pendekar *ang di+un+ung tinggi dan dikagumin*a se+ak
kecil itu kini dipandang rendah orang. 2endekar Siluman Kecil adalah pendekar nomor
satu di kolong langit, kepandaiann*a tidak ada *ang mampu melawann*a./ demikian dia
)erkata dan kem)ali dia memandang ke arah pertempuran *ang men+adi semakin seru itu.
1Tidak mungkin./ Siauw Goat mem)antah. 12endekar nomor satu di kolong langit
adalah mendiang Kong-kongku, kemudian nomor dua adalah dia itu./ Dia menun+uk
kepada )a*angan Kam Hong, kemudian ti)a-ti)a dia mendapatkan suatu pikiran *ang
dianggapn*a amat )aik dan )erteriaklah gadis cilik itu, 1Heii, 2aman Kam, lekas
selesaikan pertandingan itu agar engkau dapat diadu dengan 2endekar Siluman Kecil./
Bukan han*a Kam Hong *ang terke+ut sekali mendengar kata-kata dan dise)utn*a nama
2endekar Siluman Kecil itu, )ahkan empat orang lawann*a *ang sudah terdesak +uga
amat terke+ut dan mereka itu )erloncatan mundur.
1Tahan./ seru 0-hui sam)il melintangkan pedangn*a di depan dada. Keringatn*a
)ercucuran mem)asahi seluruh tu)uhn*a, demikian pula dengan tiga orang temann*a.
Kam Hong )erhenti )ergerak dan pemuda sastrawan ini tidak kelihatan lelah sama sekali.
12ernah apakah engkau dengan 2endekar Siluman Kecil6/
Kam Hong tersen*um dan menggeleng kepala. 1Bukan apa-apa./
1Tapi setan cilik itu tadi hendak mengadumu dengan Siluman Kecil. 0pakah engkau
musuhn*a6/
1Hemm, perempuan ke+am, +angan kau )icara sem)arangan. 2endekar Siluman Kecil
adalah seorang pendekar kenamaan *ang )udiman, mana mungkin aku memusuhin*a6
Sudahlah, kalian lekas pergi dan +angan mengganggu siapa pun. Kalau tidak, mengingat
)ahwa engkau telah mem)unuh )an*ak orang dalam rom)ongan piauwsu itu, kalian
harus dihukum....1
12aman Kam, )unuh sa+a mereka i)lis-i)lis )etina itu./ Siauw Goat )erteriak lagi. ;mpat
orang wanita itu men+adi marah dan serentak mereka men*erang lagi.
1Katakan siapa engkau )aru kami mau sudah./ teriak 0-hui sam)il menggerakkan
pedang diikuti oleh tiga orang temann*a.
12ergilah...../ Ti)a-ti)a Kam Hong mem)entak dan nampak sinar kuning keemasan *ang
)erkeredepan men*ilaukan mata, disusul )un*i n*aring empat kali dan empat orang
wanita itu ter+engkang ke )elakang, pedang mereka terlepas dan ter+atuh ke atas sal+u.
(ereka ter)elalak memandang kepada pemuda sastrawan itu *ang kini )erdiri dengan
gagahn*a, tangan kiri masih memegang se)atang kipas *ang dikem)angkan, dan tangan
kanan tahu-tahu telah memegang se)atang suling ter)uat daripada emas *ang )erkilauan.
1Suling ;mas....6/ 0-hui merangkak )angun dan memandang kepada suling di tangan
sastrawan muda itu dengan mata ter)elalak. 7ama 2endekar Suling ;mas pada waktu itu
han*a se)agai dongeng pahlawan kuno )elaka, dan )iarpun pernah dihe)ohkan oleh
dunia kang-ouw )ahwa 2endekar Suling ;mas meninggalkan pusaka-pusaka, namun
karena tidak ada *ang )erhasil mencarin*a maka lam)at laun )erita itu len*ap ditelan
waktu. Dan kini muncul seorang sastrawan muda *ang )ersen+ata suling dan kipas secara
lihai sekali, mirip dengan tokoh pendekar kuno itu. ;mpat orang wanita itu kini sudah
)angkit, men*eringai kesakitan dan mengam)ll pedang masing-masing, tidak )erani
)an*ak lagak lagi dan 0-hui lalu men+ura ke arah Kam Hong.
1Kepandaian Tai-hiap sungguh he)at, kami mengaku kalah. Kami adalah utusan-utusan
dari Sam-thai-houw, kami dikenal se)agai Su Bi (o-li 9;mpat I)lis 8antik:. 0gar kami
dapat men*ampaikan pelaporan kami kepada Sam-thai-houw 9I)u Suri ke Tiga:, maka
harap Tai-hiap sudi mem)eritahukan nama dan....1
1Kalian sudah melihat suling emas, nah, cukup dan pergilah./ kata Kam Hong dan sekali
menggerakkan kedua tangann*a, suling emas dan kipas sudah len*ap di )alik )a+un*a.
1Suling ;mas....6/ Kem)ali 0-hui tergagap dan dia lalu mem)eri isarat, menga+ak teman-
temann*a pergi dari situ setelah men+ura ke arah Kam Hong.
1;nakn*a pergi )egitu sa+a./ Siauw Goat )erteriak dan dia sudah mengepal sal+u dan
dilontarkann*a )ola sal+u itu ke arah 0-hui. 0-hui menoleh, ke)etulan dia )ertemu
pandang mata dengan Kam Hong dan dia tidak )erani mengelak.
12lokk./ Bola sal+u mengenai mukan*a sehingga )erlepotan sal+u. Dia han*a mengusap
sal+u itu dan mem)alikkan tu)uh, pergi )ersama teman-temann*a dengan muka
menunduk.
12aman, kenapa engkau tidak mem)unuh mereka6/ Siauw Goat menegur Kam Hong.
0kan tetapi Kam Hong tidak men+awa), melainkan )alas )ertan*a, 10pa maksudmu
dengan men*e)ut-n*e)ut 2endekar Siluman Kecil tadi6/
10ku tidak mengenaln*a. Dia itulah *ang men*om)ong, mengatakan )ahwa di dunia ini
2endekar Siluman Kecil merupakan +agoan nomor satu. 2anas perutku mendengarn*a
maka aku menantang 2endekar Siluman Kecil untuk diadu denganmu./
Kam Hong memandang kepada Sim Hong Bu, pemuda cilik *ang )ermata ta+am dan
)ertu)uh kekar kuat itu. (elihat sinar mata *ang demikian ta+am penuh ke+u+uran dan
keter)ukaan, diam-diam Kam Hong merasa kagum dan suka. 1Saudara cilik, apakah
engkau mengenal 2endekar Siluman Kecil6/
Sim Hong Bu mengangguk )angga. 1Dia adalah )intang penolong kami semua di daerah
per)atasan Ho-nam./
Sim Tek *ang maklum )ahwa dia )erhadapan dengan seorang pendekar )esar, lalu
melangkah ma+u dan mem)eri hormat. 1Harap Tai-hiap sudi memaafkan kami. Sa*a
adalah Sim Tek dan ini keponakan sa*a Sim Hong Bu. Kalau dia memu+i-mu+i 2endekar
Siluman Kecil, )ukan maksudn*a untuk merendahkan Tai-hiap. Kalau tidak ada Tai-hiap
datang menolong, tentu kami dan 7ona cilik ini sudah mati di tangan mereka, oleh karena
itu, terimalah hormat dan terima kasih kami, Tai-hiap./
Kam Hong menggerakkan tangan seperti menangkis sesuatu, seolah-olah pern*ataan
terima kasih orang mem)uat dia merasa terpukul dan tidak enak sekali, 1Sudahlah. Siauw
Goat, mari kita memeriksa para piauwsu itu./
(endengar ini, Siauw Goat teringat akan nasi) para piauwsu, maka dia lalu mengangguk
dan cepat Kam Hong men*am)ar dan memondongn*a karena Siauw Goat sudah merasa
lelah sekali dan sukar untuk menggerakkan tu)uh saking lelah dan dingin dan +uga lapar-
n*a. Dengan )e)erapa lompatan sa+a len*aplah Kam Hong dari depan kedua orang
pem)uru itu *ang memandang dengan melongo penuh kagum.
12aman, dia itu lihai sekali. ;ntah siapa le)ih lihai antara dia dan 2endekar Siluman
Kecil./ kata pula Sim Hong Bu penuh kagum.
2amann*a menghela napas pan+ang. 1Hong Bu, lain kali harap +angan engkau lancang
men*e)utkan nama 2endekar Siluman Kecil. =ntung )ahwa pendekar sastrawan itu
agakn*a mengenal )aik 2endekar Siluman Kecil. Kalau kita )ertemu dengan seorang di
antara musuh-musuhn*a, tentu kita akan mendapatkan kesusahan./
0kan tetapi Hong Bu *ang selalu merasa kagum kepada orang-orang *ang )erilmu tinggi,
seperti tidak mendengar teguran pamann*a, dan dia )erkata dengan pandang mata
melamun, 1Sa*ang kita tidak mengetahui nama dan +ulukann*a./
1(elihat sen+ata suling *ang luar )iasa itu, sepatutn*a dia dikenal dengan +ulukan Suling
;mas. Buktin*a wanita-wanita lihai itu pun terke+ut melihat suling emas dari tangann*a,
sungguhpun kipasn*a itu +uga luar )iasa sekali. Sudahlah, mari kita pergi dari tempat )er-
)aha*a ini. Kita pergi untuk men*elidiki tentang 5eti, )ukan untuk mencari permusuhan
dengan siapa pun./
Keduan*a lalu pergi, melangkah le)ar-le)ar dan meninggalkan tapak kaki di atas tanah
*ang tertutup sal+u te)al. Sementara itu, Siauw Goat )erdiri memandang dengan wa+ah
pucat kepada ma*at-ma*at *ang )erserakan di tempat itu. (a*at-ma*at para piauwsu.
0kan tetapi dia dan Kam Hong tidak dapat menemukan ma*at 3auw Sek sehingga
mereka merasa heran sekali.
1Ke mana pergin*a 3auw-pek6/ Siauw Goat )ertan*a dengan suara khawatir.
10neh sekali.... tak mungkin dia dapat terhindar dari tangan maut i)lis-i)lis )etina itu.
0kan tetapi, +elas dia tidak terdapat di antara ma*at-ma*at ini. Biar kuku)ur mereka
ini....1 Kam Hong lalu menggali lu)ang dan mengu)ur semua ma*at itu dalam )e)erapa
)uah lu)ang *ang di)uatn*a di tempat itu. Setelah selesai, hari pun sudah men+elang
sen+a dan dia menga+ak Siauw Goat pergi dari situ.
1Ke mana kita hendak pergi, 2aman Kam6/
1Hemm, aku sendiri tidak tahu. 0ku pergi tanpa tu+uan tertentu dan engkau.... ke
manakah rom)ongan piauwsu itu hendak mem)awamu6/
1(enurut kata 3auw-pek, aku akan diantarkann*a ke puncak Ginung Kongmaa 3a..../
1Hemm, ada keperluan apa pergi ke gunung itu6/
Gadis cilik itu memandang ta+am, lalu menarik napas pan+ang. 13auw-pek tadin*a
memesan kepadaku agar tidak mem)icarakan hal ini kepada siapapun +uga, akan tetapi
aku perca*a kepadamu, 2aman. 0ku hendak dia+akn*a ke sana untuk mencari orang
tuaku, sesuai dengan pesanan mendiang Kong-kong kepada 3auw-piauwsu./
Diam-diam Kam Hong terke+ut. Sungguh mengherankan mendengar )ahwa orang tua
gadis cilik ini )erada di tempat seperti itu, di se)uah gunung *ang amat sun*i dan
)er)aha*a. Dan sikap mendiang Kakek Kun sungguh penuh rahasia.
1Siapakah nama orang tuamu, Siauw Goat6/
Kem)ali sepasang mata *ang )ening itu menatap ta+am, seperti orang *ang meragu, akan
tetapi akhirn*a dia men+awa) +uga. 1;ngkau sudah menceritakan nama dan rahasiamu
kepadaku, 2aman, )iarlah aku menceritakan rahasiaku +uga. 0kan tetapi *ang kuketahui
han*a sedikit. 0gakn*a 3auw-piauwsu le)ih tahu dari pada aku karena dialah *ang
menerima pesanan terakhir dari mendiang Kakekku. Semen+ak aku dapat ingat, aku
sudah hidup )ersama Kong-kong, aku tidak ingat lagi )agaimana rupan*a 0*ah Bun-
daku. Kong-kong dan aku hidup di se)uah dusun kecil di 2egunungan Kao-li-kung-san
se)agai petani. Kong-kong melatih ilmu )aca tulis dan silat kepadaku. 2ada suatu hari,
datang dua orang kakek aneh *ang kemudian )erkelahi dengan kong-kong. Kong-kong
)erhasil mengusir mereka, akan tetapi tern*ata Kong-kong menderita luka dalam *ang
he)at. Dengan tergesa-gesa Kong-kong pada hari itu +uga menga+akku pergi, katan*a
hendak mencari orang tuaku di Gunung Kongmaa 3a di daerah Himala*a 0ku tahu
)ahwa dia masih menderita luka he)at dan akhirn*a....1 Gadis cilik itu )erhenti, me-
nunduk dan mengerutkan alisn*a. Dua )utir air mata )erlinang turun, akan tetapi dia
tidak terisak atau menangis sama sekali.
Kam Hong +uga mengerti, maka dia tidak mau )ertan*a lagi tentang kakek itu. 1>angan
khawatir, Siauw Goat. Karena engkau sekarang se)atang kara, +uga aku melakukan
per+alanan sendirian sa+a, )iarlah aku *ang menggantikan 3auw-piauwsu mengantarmu
sampai di Kongmaa 3a mencari orang tuamu. 0kan tetapi siapakah nama orang tuamu6/
Gadis cilik itu menggeleng kepala. 1Kong-kong tidak mem)eritahukan kepadaku. Kalau
aku mendesakn*a, dia han*a )ilang )ahwa kalau aku sudah )ertemu dengan mereka aku
akan mengerti dan mendengar semua itu. 0ku han*a tahu )ahwa 0*ahku seorang she
Bu..../ Gadis cilik itu meme+amkan mata dan nampak )erduka karena )etapapun +uga
hatin*a merasa perih )ahwa dia tidak mengenal orang tuan*a, )aik nama lengkapn*a
maupun wa+ahn*a.
1Hemm, kalau )egitu engkau she Bu6/
15a, namaku se)enarn*a adalah Bu 8i Sian. 0ku dise)ut Goat oleh Kong-kong han*a
untuk menggunakan nama se)utan palsu sa+a, kata Kong-kong wa+ahku mengingatkan
dia akan )ulan purnama, maka aku dise)utn*a Goat 9Bulan:....1
10h, Kong-kongmu sungguh seorang *ang amat aneh, dan engkau.... memang wa+ahmu
seperti )ulan purnama.... akan tetapi Kakekmu men*e)ut dirin*a Kakek Kun, siapakah
naman*a *ang lengkap6/
17aman*a.... )iarlah kulanggar pantangann*a karena dia sudah meninggal adalah Bu
Thai Kun..../
10hhh. Kaumaksudkan Kiu-)we Sin-eng 9Garuda Sakti ;kor Sem)ilan: Bu Thai Kun6/
Kam Hong )ertan*a dengan kaget karena dia pernah mendengar nama )esar ini *ang
pernah menggemparkan dunia selatan.
1Hemm, kau mengenal Kakekku./
Siauw Goat atau le)ih tepat mulai sekarang kita se)ut nama aselin*a sa+a, 8i Sian,
)erseru girang dan )angga.
1Han*a mengenal nama +ulukann*a sa+a, pantas dia lihai./
10*ahku le)ih lihai. Begitu kata mendiang Kong-kong. Biarpun dia tidak mem-
)eritahukan kepadaku, akan tetapi melihat )etapa Kong-kong terluka oleh dua orang
kakek aneh itu lalu menga+akku mencari 0*ah I)u, tentu agakn*a Kong-kong hendak
minta orang tuaku turun tangan mengha+ar dua orang kakek aneh itu./
Kam Hong teringat )ahwa kakek itu pernah mengatakan kepadan*a )ahwa dia hendak
pergi mencari musuhn*a. Dia tidak dapat menduga siapa gerangan a*ah dari anak ini,
dan karena 8i Sian sendiri pun tidak tahu, maka dia )ertan*a apakah 8i Sian mengenal
nama dua orang kakek aneh *ang melukai kong-kongn*a.
17aman*a6 0ku tidak di)eritahu oleh Kong-kong, akan tetapi ketika Kong-kong
)ertengkar dengan mereka, kudengar Kong-kong men*e)ut mereka itu Sam-ok dan 7go-
ok./
Bukan main kagetn*a hati Kam Hong mendengar ini. Tentu sa+a dia tahu siapa itu Sam-
ok dan 7go-ok, dua orang di antara Im-kan 7go-ok 9Si 3ima >ahat Dari 0khirat:, lima
orang *ang terkenal se)agai datuk-datuk kaum sesat *ang amat tinggi ilmu
kepandaiann*a. Kini dia dapat menduga )ahwa tentu dua orang kakek +ahat itu senga+a
melukai kakek gadis cilik ini dan setelah dia merasa *akin )ahwa Kiu-)we Sin-eng telah
menderita luka parah, mereka senga+a meninggalkann*a agar kelak kakek itu pergi
memanggil putera dan mantun*a *ang agakn*a )ersem)un*i di 2egunungan Himala*a
itu. 0h, dia mulai dapat mengerti. Karena dia sendiri sudah melihat tingkat kepandaian
Kiu-)we Sin-eng dan agakn*a kalau di)andingkan dengan Sam-ok dan 7go-ok, apalagi
kalau harus dikero*ok dua, )etapa pun lihain*a, Bu Thai Kun masih )elum dapat
menandingi mereka. Kalau dua orang datuk sesat itu menghendaki, tentu mereka dapat
mem)unuhn*a, tidak perlu pergi seperti *ang dikatakan oleh 8i Sian tadi, *aitu terusir
oleh kakekn*a )iarpun kakekn*a menderita luka parah. (emang sudah pasti ada rahasia
terselu)ung di )alik semua ini *ang tidak diketahui oleh 8i Sian. 0kan tetapi, mendengar
)ahwa keluarga anak ini dimusuhi oleh Sam-ok dan 7go-ok sa+a sudah cukup )agi Kam
Hong untuk )erfihak kepadan*a dan melindungin*a.
1Baiklah, Siauw.... eh, 8i Sian. Setelah kita saling mengenal keadaan masing-masing,
marilah engkau kuantar mencari orang tuamu, aku +uga ingin mencari +e+ak isteriku,
kalau-kalau dapat kutemukan di daerah ini. Sekarang malam hampir ti)a, kita se)aikn*a
)eristirahat dan makan. ;ngkau nampak lelah dan lapar./
8i Sian menurut sa+a dan mereka lalu menemukan se)uah guha di mana mereka
melewatkan malam dan 8i Sian )ersama Kam Hong makan roti kering *ang mereka
kumpulkan dari )ekal para piauwsu *ang )an*ak terdapat di tempat perkelahian itu dan
*ang mereka )awa sekadarn*a untuk )ekal.
Sudah tiga hari tiga malam Kam Hong dan, 8i Sian melakukan per+alanan *ang amat
sukar, menempuh )ukit-)ukit sal+u dan +urang-+urang *ang amat curam. (alam itu
mereka telah ti)a di dekat Kongmaa 3a, di 3em)ah 0run *ang luas.
(ereka melewatkan malam di dataran tinggi dan malam demikian indahn*a sehingga
Kam Hong terpesona, meninggalkan guha di mana dia mem)uat api unggun, keluar dan
duduk di dataran tinggi sam)il meniup suling. Suara suling emas itu menem)us
kesun*ian malam, melengking naik turun namun sama sekali tidak mengganggu
keheningan. Bahkan se)alikn*a, suara suling )eralun naik turun itu )ahkan mem)uat
keheningan men+adi semakin s*ahdu, semakin terasa keheningan itu, semakin indah dan
penuh rahasia.
Setelah )erhenti men*uling, Kam Hong menoleh. Dia sudah mendengar langkah kaki
ringan dari 8i Sian. Gadis cilik ini sudah semakin akra) dengann*a. Selama dalam
per+alanan, Kam Hong merasakan )enar kehadiran gadis cilik itu dan mengertilah dia
mengapa Kakek Bu Thai Kun men*e)utn*a Bulan. (emang dara cilik seperti )ulan
purnama selain cantik +elita +uga mendatangkan kegem)iraan dalam hati siapa pun karena
dia lincah, gem)ira dan )erseri-seri.
12aman Kam, suara sulingmu indah sekali..../ 8i Sian )erkata sam)il duduk di dekat
Kam Hong, di atas rumput.
10h, han*a untuk iseng sa+a, 8i Sian./ kata Kam Hong sederhana, akan tetapi dia sendiri
merasa heran mengapa pu+ian *ang keluar dari mulut gadis cilik ini dapat mem)uat
hatin*a terasa )egitu enak dan n*aman.
1(ainkan lagi, 2aman....1 8i Sian meminta dan gadis itu dudukn*a mendekat, )ahkan
)ersandar ke )ahu Kam Hong. (emang sudah )iasa dia )ersikap kadang-kadang man+a
seperti itu, dan tidak +arang pula Kam Hong menggandengn*a kalau melewati tempat
sukar, )ahkan memondongn*a kalau harus )erloncatan lewat +urang-+urang *ang curam.
<leh karena itu, gadis cilik ini seperti menganggap Kam Hong pamann*a sendiri, dan dia
tidak ragu-ragu untuk merangkul atau memegang lengan pemuda itu.
1Baik, kumainkan lagu *ang paling kusukai, dengarlah )aik-)aik./ kata Kam Hong dan
pemuda itu lalu meniup lagi sulingn*a. 8i Sian lalu mere)ahkan kepalan*a di atas
pangkuan Kam Hong *ang duduk )ersila. Suasana kem)ali men+adi penuh pesona *ang
mu+i+at dalam keheningan *ang terisi suara suling *ang merdu itu. Setelah Kam Hong
akhirn*a menghentikan tiupan sulingn*a, seolah-olah suara suling itu masih )ergema dan
mengalun di udara.
12aman, engkau pantas )enar )er+uluk Suling ;mas, tidak han*a sulingmu merupakan
sen+ata ampuh, akan tetapi +uga dapat mengeluarkan )un*i *ang demikian indahn*a./
Kam Hong tidak men+awa), +antungn*a )erde)ar tidak karuan, seluruh tu)uhn*a seperti
kemasukan kilat *ang mem)uatn*a gemetar. Ter+adi perang he)at di dalam )atinn*a,
terdapat dorongan aneh *ang mem)uat dia ingin merangkul gadis cilik itu, ingin
memeluk dan mendekapn*a, akan tetapi kesadarann*a melawan dan menolak.
12aman.... kau.... kau kenapa....6/ 8i Sian )angkit duduk dan memandang wa+ah *ang
matan*a dipe+amkan itu. Di )awah sinar )ulan remang-remang wa+ah itu nampak putih
pucat.
Kam Hong sadar kem)ali, lalu memegang tangan 8i Sian dan menarikn*a )angkit
)erdiri. 1Tidak apa-apa, ha*o kita mengaso, kem)ali ke guha./
(alam itu Kam Hong gelisah dan tidak dapat meme+amkan mata. 0lisn*a )erkerut dan
)erkali-kali )i)irn*a )ergerak memanggil nama *ang selalu men+adi kenangann*a, 1Hwi-
moi.... Hwi-moi..../
2ada keesokan harin*a, mereka melan+utkan per+alanan. (ereka kini mulai mendaki
lereng Kongmaa 3a. Sal+u turun dengan cukup deras, mem)uat tanah penuh dengan sal+u
te)al sehingga langkah-langkah kaki mereka amat )erat dan meninggalkan tapak *ang
dalam. Ti)a-ti)a Kam Hong memegang tangan 8i Sian dan )erhenti. Gadis cilik itu me-
mandang dan )ergidik. Di depan mereka terdapat ma*at seorang laki-laki dalam keadaan
mengerikan. Kaki tangann*a terpisah, dan tu)uh itu seperti dica)ik-ca)ik. Darah
)erceceran di atas sal+u *ang putih.
1Bukankah itu kor)an 5eti lagi, 2aman....6/ 8i Sian )ertan*a dengan suara lirih dan agak
gemetar.
Ti)a-ti)a, seperti men+awa) pertan*aan itu, dari atas sana, dari puncak *ang )ersal+u itu
terdengar lengkingan *ang dahs*at sekali. 3engkingan itu seperti menggetarkan seluruh
lem)ah. Kam Hong menarik tangan 8i Sian untuk melan+utkan per+alanan. Gadis cilik itu
merasa semakin dingin karena kengerian. Kedua tangann*a *ang sudah memakai sarung
tangan te)al itu menutupkan kain )ulu te)al untuk melindungi mukan*a. >alan semakin
sukar dan ti)a-ti)a Kam Hong memondongn*a. 2endekar ini lalu )erloncatan ke depan,
mendaki gunung itu dengan cepat sekali.
Setelah melewati se)uah puncak kecil dan +alan agak menurun, kem)ali mereka )erhenti
dan kini 8i Sian memeluk pinggang Kam Hong, menggigil ketakutan. 0pa *ang mereka
lihat memang amat mengerikan. Dataran puncak *ang putih )ersih itu di)asahi oleh
genangan darah merah *ang )erceceran dari )elasan ma*at-ma*at *ang sudah tidak
karuan lagi macamn*a. Bukan han*a )agian tu)uh *ang putus-putus dan ro)ek-ro)ek,
+uga usus-usus )erham)uran keluar, seperti ha)is diko*ak-ko*ak.
Kam Hong melihat di antara hu+an sal+u itu sesosok )a*angan )erkele)atan di se)elah
depan. Dia lalu menggandeng tangan 8i Sian dan melangkah ma+u terus dengan hati-hati.
0ngin semakin kencang dan sal+u )eter)angan dan )erham)uran memukul muka mereka,
mem)uat mereka agak sukar )ernapas.
Ti)a-ti)a terdengar +eritan *ang men*a*at hati disertai geraman-geraman *ang
menggetarkan tanah *ang mereka in+ak. Di se)elah depan nampak )elasan orang )erlari-
lari turun dari puncak di depan. Belasan orang itu tentu orang-orang pandai, hal ini dapat
dilihat dari gerakan mereka *ang lincah dan ringan, akan tetapi ketika )erpapasan dengan
Kam Hong, +elas kelihatan mereka itu sedang dilanda ketakutan *ang amat he)at. (ereka
itu lari tunggang langgang dan agakn*a kepanikan mem)uat mereka sama sekali tidak
peduli atau mungkin +uga tidak melihat kepada Kam Hong dan 8i Sian. 0da di antara
mereka *ang luka-luka dan pakaian mereka itu merah oleh darah mereka.
Kam Hong )ersikap waspada. Dengan hati-hati dia menggandeng tangan 8i Sian, terus
melangkah ma+u di antara pohon-pohon *ang sudah tidak )erdaun lagi, *ang sudah
men+adi pohon putih karena tertutup sal+u. Ti)a-ti)a terdengar lengkingan dahs*at seperti
tadi dan ada angin men*am)ar, sal+u )erham)uran dan tahu-tahu di depan mereka telah
)erdiri seekor mahluk *ang amat menakutkan, 8i Sian men+erit dan gadis cilik *ang
)iasan*a tidak pernah mengenal takut itu sekali ini terhu*ung ke )elakang dan akhirn*a
dia menum)uk se)atang pohon, setengah lumpuh dia memeluk pohon itu sam)il
menengok dan memandang kepada mahluk itu dengan muka pucat ketakutan.
7amun Kam Hong menghadapi mahluk itu dengan sikap tenang dan penuh perhatian.
Dia melihat )ahwa mahluk itu tinggi )esar, tinggin*a tentu dua meter le)ih, kedua lengan
tangann*a *ang tertutup )ulu itu )esar-)esar dan nampak amat kuatn*a. Bulu-)ulu *ang
menutupi tu)uh itu pendek kasar, )erwarna merah coklat kehitaman, dengan totol-totol
putih di )agian dada. ?am)ut di kedua pundak paling te)al dan pan+ang. (ukan*a tidak
)eram)ut seperti muka mon*et atau muka )iruang atau +uga mirip muka manusia,
hidungn*a pesek, mulutn*a le)ar dengan gigi )esar-)esar. Kepalan*a seperti kerucut
agak meruncing ke atas. Kedua lengan *ang amat kuat dan )esar itu pan+ang sampai ke
lutut. Dan mahluk ini tidak )erekor. 0nehn*a, pada paha kanann*a nampak se)atang
pedang *ang menancap dan menem)us, pedang *ang )erkilauan.
(ahluk itu +uga memandang Kam Hong dengan sepasang matan*a *ang mencorong.
(ulutn*a )ergerak sedikit dan dari kerongkongann*a keluarlah suara geraman *ang
dahs*at. Kedua tangann*a )ergerak-gerak, +ari-+ari tangan *ang )esar dengan kuku
pan+ang kuat dan agak melengkung seperti kuku harimau itu +uga )ergerak-gerak seperti
hendak mencengkeram.
Kam Hong mengukur dengan pandang matan*a. Dia tahu )ahwa mahluk ini tentu
memiliki kekuatan *ang luar )iasa dahs*atn*a. Buktin*a )an*ak sudah orang *ang
di)unuhn*a dengan ganas, dica)ik-ca)ik, dan )ahkan orang-orang *ang melarikan diri
tadi dia lihat rata-rata memiliki gin-kang *ang cukup tinggi, namun mereka itu lari
ketakutan, tanda )ahwa mereka tidak kuat menanggulangi amukan mahluk ini. (ahluk
ini ganas sekali, le)ih )aik mendahuluin*a daripada harus mempertahankan diri diserang
oleh mahluk )uas ini. Dia tahu )ahwa serangan-serangan seorang ahli silat adalah teratur
dan karenan*a dapat dihadapin*a dengan )aik karena dia memiliki dasar ilmu silat tinggi,
akan tetapi serangan mahluk )uas seperti ini tentu ganas dan tidak teratur, mengandalkan
kekuatan *ang luar )iasa dan naluri *ang amat peka. 0ku harus mendahuluin*a, pikirn*a
dan ti)a-ti)a Kam Hong meloncat ke depan dengan cepatn*a. Ba+u )ulun*a *ang le)ar itu
)erki)ar dan dia sudah mengirim pukulan ke arah dada mahluk itu, dengan pengerahan
tenagan*a.
1Dukkk./ 2ukulan itu sedemikian kuatn*a sehingga tu)uh mahluk itu tergetar dan
terdorong ke )elakang, akan tetapi anehn*a, mahluk itu tidak ro)oh ter+engkang,
se)alikn*a Kam Hong merasa )etapa pukulann*a itu seperti )ertemu dengan gunung )a+a
*ang amat kuat.
(ahluk itu mengeluarkan gerengan dahs*at dan secepat kilat tangan kirin*a men*am)ar
ke arah muka Kam Hong. 2emuda ini se+enak tadi tertegun, akan tetapi tidak kehilangan
kecepatann*a *ntuk menarik tu)uh ke )elakang sehingga tamparan kuku-kuku ta+am itu
han*a mengenai angin )elaka. Diam-diam Kam Hong merasa terheran-heran. Kalau mah-
luk ini merupakan seekor )inatang )uas, tentu han*a memiliki tenaga otot kasar sa+a.
0kan tetapi )agaimana mungkin dapat menahan pukulann*a *ang dilakukan dengan
pengerahan sin-kang amat kuat *ang akan mem)o)olkan semua pertahanan tenaga kasar6
Han*a lawan *ang memiliki tenaga sin-kang kuat sa+a *ang akan mampu )ertahan.
0pakah mahluk ini memiliki tenaga sakti pula6
0kan tetapi lawann*a tidak mem)eri )an*ak kesempatan kepadan*a untuk )an*ak
memikirkan hal aneh itu karena kini dengan gerengan-gerengan )uas, agakn*a marah,
mahluk itu sudah mener+ang lagi. Dan kem)ali Kam Hong *ang )erloncatan ke sana-sini
untuk menghindarkan kuku-kuku ta+am itu terke+ut dan heran. (ahluk itu mampu
)ergerak dengan luar )iasa ringann*a. Ini han*a gerakan dari ilmu gin-kang *ang sudah
masak, pikirn*a. (ungkinkah mahluk *ang seperti )inatang ini selain memiliki sin-kang
*ang kuat +uga memiliki ilmu meringankan diri6 Bergidik rasa hati Kam Hong saking
ngerin*a. 0pakah dia )ertemu siluman6 0taukah semacam mahluk sakti seperti Kauw
8ee Thian atau Sun Go Kong itu ra+a kera di dalam dongeng See-*u6 >angan-+angan
mahluk ini, seperti Sun Go Kong, dapat menghilang pula, pikirn*a ngeri.
0kan tetapi, hampir sa+a dadan*a kena dicengkeram ketika Kam Hong dalam
lamunann*a men+adi agak kurang cepat mengelak. 1Brettt./ Sedikit )a+un*a ro)ek oleh
cengkeraman itu. 8epat Kam Hong menca)ut suling emasn*a. Dia tidak mau
mempergunakan kipasn*a. (ahluk itu terlalu kuat untuk dihadapi dengan kipasn*a, dan
dia khawatir selain tidak ada gunan*a +uga kipasn*a akan rusak. (aka kini dia mem)alas
dengan totokan-totokan *ang dilakukan dengan sulingn*a.
0kan tetapi mahluk itu pandai sekali mengelak. 7alurin*a sedemikian ta+amn*a sehingga
mengatasi semua kesigapan gerak seorang ahli silat mana pun. Setiap totokan suling itu
dapat dielakkan, dan kalau sekali dua kali suling itu mengenai sasaran, maka kenan*a itu
meleset karena gerakan mahluk itu terlalu cepat, dan agakn*a mahluk itu memiliki
keke)alan luar )iasa sehingga tusukan suling *ang dapat menghancurkan )atu karang itu
)agin*a seperti tu)uh *ang dipi+it tangan dengan +ari halus sa+a. Sedikit pun tidak terasa
agakn*a.
Kam Hong merasa penasaran. Dikerahkan seluruh tenagan*a, dan dia mengeluarkan
gerakan-gerakan *ang terhe)at dari ilmu-ilmu simpanann*a. Bahkan ilmu-ilmu *ang
diwarisin*a dari nenek mo*angn*a, keluarga Suling ;mas, dimainkann*a untuk
menundukkan mahluk ini. 0kan tetapi, mahluk itu )enar-)enar selain ke)al kulitn*a, +uga
memiliki tenaga dahs*at dan kecepatan *ang mem)ingungkan pendekar ini. Kaki mahluk
itu sudah tertancap pedang, namun gerakan-gerakann*a masih secepat itu.
Suling di tangan Kam Hong sampai mengeluarkan suara seperti ditiup sa+a ketika dia
mainkan dengan cepatn*a, dan mahluk itu agakn*a men+adi semakin marah, 1Singgg...../
Suling Kam Hong )ergerak meluncur ke arah mata mahluk itu. (ahluk *ang dinamakan
5eti itu menundukkan kepala sehingga meluncur di atas kepalan*a.
14uuuttt.... dessss./ Tangan kiri Kam Hong dengan miring dan amat kerasn*a
memenggal ke arah leher. 0kan tetapi tangan itu meleset dan mengenai pundak, dan
mahluk itu han*a )ergo*ang sedikit sa+a. Bahkan tangan kanann*a meraih ke depan dan
ketika Kam Hong menangkisn*a dengan suling, dia ter+engkang karena dorongan tenaga
*ang amat kuat. Kakin*a mengin+ak sal+u *ang longsor dan +atuhlah pemuda itu
ter+engkang di atas sal+u. Sam)il menggereng mahluk itu menu)ruk dengan seluruh )o)ot
tu)uhn*a *ang )erat, kedua tangan dan kedua kakin*a ditekuk mencengkeram, agakn*a
hendak langsung mencengkeram dan mero)ek-ro)ek tu)uh lawan itu. 0kan tetapi Kam
Hong sudah menggulingkan tu)uhn*a cepat sekali ke kiri dan sulingn*a )ergerak ke
depan, menusuk mata. (ahluk itu luput menu)ruk, akan tetapi masih dapat menggunakan
lengann*a *ang pan+ang men*ampok suling. Kam Hong meloncat dengan cepat sekali
se)elum mahluk itu sempat )angun dan sulingn*a dia*un sekuat tenaga.
1Takkkk../ Suling itu menghantam kepala akan tetapi.... tern*ata kepala itu pun
terlindung keke)alan dan suling itu mem)alik seperti mengenai kepala )a+a, terpental dan
Kam Hong merasakan telapak tangann*a panas.
0kan tetapi sen+ata suling emas itu adalah se)uah sen+ata pusaka *ang ampuh, maka
)iarpun di luarn*a tidak nampak )ahwa pukulan itu mendatangkan aki)at *ang he)at )agi
5eti, namun tern*ata mahluk itu terhu*ung +uga ke )elakang. Hal ini agakn*a mem)uat
5eti men+adi marah dan setelah dia dapat mengatur lagi keseim)angan tu)uhn*a, dia
memandang Kam Hong dengan mata merah, kemudian dari mulutn*a terdengar teriakan
*ang menggetarkan +antung, kemudian dia pun )ergerak ma+u le)ih cepat dan le)ih
dahs*at lagi, daripada tadi.
Kam Hong men+adi semakin repot. Bukan han*a kecepatan dan kekuatan mahluk itu
*ang mem)uatn*a kewalahan, akan tetapi +uga hu+an sal+u *ang mendatangkan rasa
dingin dan menghalangi pandangan matan*a dan +uga pernapasann*a. 0kan tetapi
se)alikn*a, mahluk itu nampakn*a sama sekali tidak terganggu oleh sal+u, )ahkan makin
deras sal+u turun, mem)uat dia agakn*a men+adi semakin lincah.
Ter+angan dahs*at dari 5eti itu kini )ukan merupakan cengkeraman seperti tadi akan
tetapi merupakan hantaman dengan kedua tangann*a *ang )esar dan lengan *ang pan+ang
itu menghantam seperti tongkat )esar, men*am)ar dari kanan kiri. Bukan seperti gerakan
silat akan tetapi karena didorong oleh tenaga *ang amat )esar maka )er)aha*a )ukan
main.
Kam Hong meloncat ke )elakang, akan tetapi 5eti menu)ruk le)ih cepat lagi dan tangan
kanann*a men*am)ar dari se)elah kiri Kam Hong, sedangkan tangan kiri mahluk itu
mencengkeram ke arah perut. Kam Hong tidak sempat mengelak lagi, maka dia lalu
menangkis dengan sulingn*a ke arah tangan kiri *ang mencengkeram, sedangkan
hantaman tangan kanan 5eti itu ditangkisn*a dengan lengan kirin*a *ang diangkat ke
atas.
1Dess. Dukkk./ 0ki)at dari adu tenaga ini, tu)uh 5eti terhu*ung kem)ali ke )elakang
akan tetapi tu)uh Kam Hong terpental dan terguling-guling. Ini sa+a sudah men+adi )ukti
)ahwa Kam Hong )enar-)enar kalah kuat dalam hal tenaga. 8elakan*a, pada saat itu,
kem)ali kaki Kam Hong mengin+ak tumpukan sal+u *ang lunak sehingga dia tergelincir
dan )ergulingan +atuh dari lereng sal+u. 5eti itu menggeram dan meloncat )egitu sa+a dari
atas untuk menge+ar Kam Hong *ang masih )ergulingan. (elihat ini, 8i Sian men+erit
penuh kengerian dan dia pun men+adi nekat, )erlari dan meloncat turun pula untuk
menge+ar Kam Hong dan kalau perlu mem)ela pemuda itu. 0kan tetapi, karena tempat
itu tinggi sekali, maka dia tidak dapat mengatur keseim)angan tu)uhn*a dan gadis cilik
ini pun +atuh dan terguling-guling di sepan+ang lereng sal+u, seperti Kam Hong.
5eti itu telah ti)a le)ih dulu dan cepat sekali dia menu)ruk dan tahu-tahu dia telah
menggunakan kedua tangann*a *ang kuat untuk memegang kedua lengan Kam Hong.
2endekar ini merasa )etapa pergelangan tangann*a seperti di+epit oleh )a+a-)a+a *ang
amat kuat, dan )etapa pun dia )erusaha untuk melepaskan diri, namun sia-sia )elaka.
Sulingn*a terlepas dan dia sudah hampir putus harapan. Dengan tenagan*a *ang dahs*at
tentu 5eti itu akan menca)ik-ca)ik tu)uhn*a pula. Kekalahan dan putus asa mem)uat
Kam Hong tidak melawan lagi, han*a dia mengerahkan tenaga untuk menahan +ika
mahluk itu hendak menarik putus kedua lengann*a.
Ti)a-ti)a pada saat *ang amat genting dan )er)aha*a )agi n*awa Kam Hong itu, angin
)ertiup kencang sekali dan terdengarlah suara )ergemuruh dari atas. Tanah )ersal+u *ang
)erada di )awah kaki Kam Hong itu tergetar dan )ergo*ang-go*ang. 5eti dan Kam Hong
menoleh dan melihat ke arah Suara gemuruh itu. Ti)a-ti)a 5eti mengeluarkan suara
melengking dahs*at dan dia melemparkan Kam Hong ke samping, kemudian dengan
sikap amat ketakutan dia meloncat ke kanan, terus )erloncatan dengan kecepatan seperti
ter)ang meninggalkan tempat itu.
Kam Hong terpelanting, akan tetapi dia tidak mempedulikan hal ini karena dia terus
memandang ke arah puncak gunung penuh sal+u itu. Suara makin )ergemuruh dan
dengan mata ter)elalak dia melihat )etapa se)agian dari puncak itu longsor dan kini sal+u
menimpa turun seperti air )ah, diikuti )atu-)atu es *ang amat )esar menggelundung ke
)awah, ke arah tempat itu.
18i Sian...../ teriakn*a dan dia melihat gadis cilik itu merangkak-rangkak karena 8i Sian
+uga )aru sa+a dapat mengatasi kepeningann*a karena )ergulingan dari atas tadi. Dengan
+antung )erde)ar tegang dan tu)uh agak gemetar karena cemas Kam Hong meloncat,
menghampiri 8i Sian, men*am)ar tu)uh gadis cilik itu, dipondongn*a dan dia pun cepat
meloncat ke kanan karena untuk lari sudah kekurangan waktu. Kedua kakin*a )erhasil
mencapai lereng )ukit, akan tetapi ketika kedua kakin*a mengin+ak sal+u, *ang
diin+akn*a runtuh ke )awah dan tern*ata )ukit itu pun ikut )ergerak longsor ter)awa dari
atas. Kam Hong tak dapat menguasai dirin*a. Dengan 8i Sian masih dipondongn*a dia
mela*ang turun )ersama sal+u dan potongan-potongan es, merasa tu)uhn*a terpukul dari
sana sini, dan dia masih menco)a untuk melindungi 8i Sian *ang men+erit-+erit ketakutan
itu dengan kedua lengan dan )adann*a. (ereka ter)anting dan Kam Hong tidak ingat
apa-apa lagi.
@@@
?untuhn*a se)agian dari tumpukan es dan sal+u di puncak gunung itu selain
mendatangkan suara gemuruh *ang hiruk-pikuk seolah-olah dunia hendak kiamat, +uga
menim)ulkan de)u sal+u *ang menge)ul sampai tinggi dan turun seperti em)un. Ban*ak
)atu-)atu dan pohon-pohon gundul *ang tertutup sal+u dilanda arus sal+u dan )atu-)atu es
ke )awah kemudian memasuki dan memenuhi +urang-+urang *ang curam di )awah kaki
gunung.
(ati hidup manusia merupakan hal *ang wa+ar. Dan seperti segala sesuatu di alam ma*a
pada ini, di dalam kewa+aran terkandung rahasia-rahasia kegai)an *ang amat luar )iasa
dan mentak+u)kan. Kegai)an *ang sama sekali tak terselami oleh pikiran. Segala sesuatu
*ang ter+adi di dalam alam ra*a ini, dari )erarakn*a awan, )erputaran dunia, tum)uhn*a
pohon-pohon, kehidupan segala mahluk, semua adalah )er+alan dengaan wa+ar dan
karenan*a mengandung keterti)an *ang amat indah. Di dalam segala kewa+aran *ang
penuh kegai)an itu termasuk +uga kehidupan dan kematian. 4a+ar, karenan*a gai).
(enurut +alan pikiran, orang *ang sudah terlanda )erton-ton sal+u dan es *ang runtuh ke
)awah, seperti *ang dialami oleh Kam Hong dan 8i Sian, tentu tidak mungkin dapat
terluput dari kematian. 7amun ken*ataann*a tidaklah demikian. Secara 1ke)etulan/
mereka itu )erada di lereng, )ukan di dasar kaki gunung, sehingga sal+u *ang longsor itu
han*a lewat sa+a di atas mereka. Dan 1ke)etulan/ pula Kam Hong dan 8i Sian le)ih dulu
teruruk oleh )ukit kecil *ang runtuh sehingga mereka seperti terlindung dan )iarpun
keduan*a pingsan karena dilalui oleh longsoran sal+u dan )alok)alok es se)esar itu,
namun mereka tidak sampai tewas. 3e)ih 1ke)etulan/ lagi )ahwa kepala mereka tidak
sampai terpendam sal+u, karena kalau hal ini ter+adi, dalam keadaan pingsan itu tentu
mereka takkan )ernapas dan akan tewas +uga.
3ama setelah sal+u *ang longsor itu sudah lewat dan keadaan men+adi sun*i kem)ali,
angin *ang tadi )ertiup kencang itu agakn*a sudah lewat dan tidak ada sedikit pun angin
)ergerak, Kam Hong siuman dari pingsann*a. Dia mendapatkan dirin*a re)ah miring,
dari pinggang ke )awah terpendam sal+u. 0da )ongkahan)ongkahan es se)esar ker)au
)unting di sekitar tempat itu, dan dia merasa heran mengapa dia masih dapat hidup,
padahal tertimpa satu sa+a di antara )atu-)atu es )esar itu, tentu tu)uhn*a akan remuk.
Kepalan*a masih pening dan ketika dia mem)uka matan*a, dia melihat sekelilingn*a
seperti )erputaran. 0kan tetapi dia dapat melihat 8i Sian menggeletak di dekatn*a,
telentang dan +uga dalam keadaan pingsan. (uka *ang manis itu kelihatan pucat,
matan*a terpe+am dan kulit di antara kedua alisn*a masih )erkerut tanda )ahwa dara itu
mengalami ketakutan he)at.
Kam Hong melihat pakaiann*a ko*ak-ko*ak dan tu)uhn*a luka-luka ringan, akan tetapi
*ang +elas, dia masih hidup. Hawan*a dingin sekali. (ereka )erdua ter)u+ur di antara
)atu-)atu es *ang )ening dan )erkilauan amat aneh dan indahn*a, memantulkan caha*a
matahari tertutup halimun. Kalau dia mem)a*angkan )etapa dia telah hampir diko*ak-
ko*ak 5eti, kemudian di+atuhi puncak *ang longsor seperti itu dan kini masih hidup, +uga
8i Sian masih hidup, sungguh hampir tak dapat dia memperca*ain*a. Se+enak seluruh
perasaann*a mem)u)ung ke atas atau ke mana sa+a di mana Tuhan )erada dan )atinn*a
mem)isikkan pu+i s*ukur *ang mendalam. Kemudian ia mem)uka matan*a dan menoleh
ke arah 8i Sian. Tim)ul kekhawatirann*a. >angan-+angan anak itu telah mati. 2ikiran ini
mendatangkan tenaga di tu)uhn*a *ang terasa lemah dan dia menarik kedua kakin*a dari
urukan sal+u. 0kan tetapi ketika dia )angkit, dia )erteriak kesakitan dan terduduk
kem)ali, tangann*a memegangi paha kirin*a. Dia memandang dan melihat celana kirin*a
ro)ek, penuh darah. Tern*ata kaki kirin*a, di dekat pergelangan, telah patah tulangn*a.
0gakn*a teriakan kesakitan dari Kam Hong tadi mem)antu 8i Sian memperoleh kem)ali
kesadarann*a. Gadis cilik ini mem)uka mata dan dia mengeluh kagum melihat )etapa
dunia di sekelilingn*a sedemikian indahn*a. Seperti dalam mimpi. Dia terpesona dan
terheran-heran, mengucek kedua matan*a dengan punggung tangann*a di mana sarung
tangann*a ro)ek. 2andang matan*a silau oleh kilatan )alok-)alok es di sekitar tempat itu.
Sudah matikah aku6 Inikah alam )aka6 Demikian hatin*a )er)isik karena dia teringat
akan dongeng tentang alam )aka. (emang melihat sekitarn*a dikelilingi )enda-)enda
*ang )erkilauan itu dia merasa seperti )erada di alam lain.
0kan tetapi suara keluhan mem)uat dia menengok dan )arulah dia sadar ketika dia
melihat Kam Hong duduk sam)il memegangi kaki kirin*a, wa+ahn*a men*eringai
kesakitan. Dia merangkak )angkit dan tern*ata gadis cilik ini tidak terluka apa-apa,
kecuali pakaiann*a *ang ro)ek di sana-sini dan kulit tu)uhn*a ada *ang lecet-lecet
sedikit. Dia terhu*ung menghampiri Kam Hong dan.... ti)a-ti)a dia men+erit, mukan*a
men+adi pucat sekali, matan*a ter)elalak le)ar.
Kam Hong terke+ut, sedetik lupa akan rasa n*eri di kakin*a. 1;h, ada apakah, 8i Sian6/
tan*an*a khawatir.
Gadis cilik itu tidak men+awa), mulutn*a )ergerak-gerak tanpa dapat mengeluarkan
suara, han*a telun+uk kanann*a *ang menuding, telun+uk *ang menggigil. Kam Hong
menoleh ke arah kirin*a dan )aru sekarang dia memandang ke kiri karena tadi 8i Sian
)erada di se)elah kanann*a sehingga semua perhatiann*a tertu+u ke se)elah kanann*a.
Ketika dia menoleh dan melihat apa *ang ditun+uk oleh gadis cilik itu, hampir sa+a dia
pun men+erit seperti 8i Sian. (atan*a ter)elalak dan mulutn*a ternganga. Tak +auh di
se)elah kirin*a, agak ke )elakangn*a di mana terdapat se)uah )atu es, se)ongkah )alok
es *ang )esarn*a seperti ga+ah. Tern*ata di se)elah dalam )ongkahan )atu es *ang amat
)ening ini terdapat sesosok tu)uh manusia *ang masih utuh, lengkap dengan pakaiann*a,
nampakn*a seperti sedang tidur sa+a di dalam )ongkahan es itu, ter)ungkus es )ening
*ang seolah-olah men+adi petin*a.
1>angan takut, dia.... dia.... han*a sepotong +enaAah....1 kata Kam Hong, namun )iar
mulutn*a menghi)ur seperti itu, suaran*a sendiri gemetar, setengah karena rasa n*eri di
kakin*a, setengah lagi karena memang dia sendiri merasa serem.
8i Sian menghampiri peti es itu. Dengan mata ter)elalak dia memperhatikan tu)uh
manusia dalam es itu. Sungguh mengerikan. 4a+ah laki-laki setengah tua itu seperti
masih hidup sa+a. (atan*a setengah ter)uka, )ola matan*a masih )erkilau karena dilapisi
es *ang )erkilauan. (ukan*a masih agak kemerahan. (uka *ang tampan dan gagah,
akan tetapi mulutn*a itu ditarik seperti orang *ang merasa )erduka. 2akaiann*a aneh, dan
8i Sian teringat akan gam)ar-gam)ar manusia +aman dahulu. 2akaian *ang amat kuno
sekali, mungkin sudah ri)uan tahun usian*a. 0kan tetapi pakaian itu, seperti +uga tu)uh
itu, masih utuh dan sama sekali tidak kelihatan lapuk atau rusak.
5ang menarik hati 8i Sian adalah ketika dia melihat kedua tangan ma*at itu *ang
dirangkap di depan dada dan kedua tangan itu dengan +ari-+ari tangan *ang kelihatann*a
memegang dengan hati-hati dan erat-erat, memegang se)uah )oneka kecil, *ang kurang
le)ih dua puluh senti pan+angn*a. Boneka itu telan+ang, dan di tu)uh )oneka *ang putih
itu nampak guratan-guratan dan huruf-huruf kecil *ang terukir secara aneh.
Karena tertarikn*a dan keadaan ma*at dalam es ini, 8i Sian seperti melupakan Kam
Hong. Baru setelah dia mendengar pemuda itu mengeluh, dia menengok dan melihat
Kam Hong mero)ek celana kirin*a dan mem)uka kaki *ang )erdarah itu, dia terke+ut dan
cepat menghampiri.
1;h, kakimu kenapa, 2aman6/ tan*an*a sam)il )erlutut dan memandang khawatir.
10gakn*a tulangn*a patah, 8i Sian. Biar ku)ersihkan darahn*a.... auhhh....1 2emuda itu
menggigit )i)ir menahan n*eri.
1Biar aku *ang mem)ersihkann*a, 2aman. ;ngkau canggung )enar dan kedua tanganmu
takkan mencapai kakimu *ang dilon+orkan./ 8i Sian lalu mem)ersihkan luka itu,
mempergunakan saputangann*a. Darahn*a sudah mem)eku, dan dengan hati ngeri dia
melihat )ahwa di atas pergelangan kaki kiri itu kulitn*a pecah dan melihat )entuk kaki
itu mudah diduga )ahwa memang tulangn*a patah. 10h, agakn*a memang patah
tulangn*a. Ha)is )agaimana )aikn*a, 2aman6/
Kam Hong mengeluarkan )untalan dari )alik +u)ahn*a *ang ro)ek-ro)ek, mem)uka
)untalan dan mengeluarkan se)uah )otol kecil terisi o)at )u)uk hi+au. 18i Sian, aku
sendiri tidak mungkin menarik kakiku, maka kau)antulah aku menarik kakiku agar
tulangn*a *ang patah itu dapat )ertemu kem)ali. 3alu kaupergunakan o)at pen*am)ung
tulang ini, campur dengan sal+u dan paramkan di sekitar kaki *ang patah, kemudian )alut
dengan kuat-kuat./
1Baik, 2aman./
8i Sian, atas petun+uk Kam Hong, lalu mencari enam )atang ka*u, sepanang lima )elas
senti, ka*u dari ranting *ang cukup kuat, kemudian dia mencampur isi )otol itu dengan
sal+u cair dan dia mem)uat )alut dari lapisan )a+u )ulun*a *ang te)al, kain pem)alut
*ang cukup pan+ang.
1Sekarang kau duduklah di depan kakiku, pegang kakiku dengan kedua tangan dan
kerahkan tenagamu untuk menarik sekuatn*a. >angan lepaskan se)elum aku )eri tanda,
dan kalau aku sudah mem)eri tanda, engkau lepaskan perlahan-lahan agar tulang itu
dapat )ertemu kem)ali dengan )agian atas. (engerti6/
8i Sian merasa ngeri, maklum )ahwa sastrawan itu sedang menderita n*eri *ang amat
he)at, maka dia mengangguk dengan *akin sam)il menelan ludah. 3alu dia duduk di
depan kaki kiri *ang patah tulangn*a itu, menggunakan kedua tumit kakin*a untulk
mencari tempat menahan tu)uhn*a, kemudian dia memegang kaki sastrawan itu di )awah
pergelangan kaki.
17ah, mulai tarik./ kata Kam Hong *ang sudah mengerahkan tenaga untuk menahan
kakin*a.
8i Sian menarik sekuatn*a, sedikit demi sedikit. Dia melakukan ini sam)il memandang
kaki itu, kemudian dia mengangkat muka memandang wa+ah Kam Hong. Hampir dia
melepaskan kaki itu ketika melihat )etapa wa+ah sastrawan itu +elas memperlihatkan
penderitaan he)at. Sastrawan itu menggigit )i)irn*a, kedua tangan memegangi paha kaki
kiri )ertahan, matan*a setengah terpe+am dan di dahin*a tim)ul keringat, padahal
hawan*a demikian dingin. 8i Sian mengerahkan tenaga menarik terus sampai terasa
olehn*a pergelangan kaki *ang ditarikn*a itu mengeluarkan )un*i krek-krek.
13e.... pas.... perlahan.... lahan....1 terdengar Kam Hong )erkata dengan terengah-engah.
8i Sian mengendurkan tenagan*a sedikit demi sedikit dan tulang *ang patah itu pun
dapat )ertemu kem)ali.
13ekas, )eri o)at itu.... dan pasang ka*u-ka*u itu di seputar kaki dan )alut./
8i Sian melakukan semua itu dengan cekatan, terdorong oleh rasa khawatirn*a dan rasa
kasihan kepada sastrawan ini. Semua o)at )u)uk hi+au *ang sudah dicampur dengan sal+u
cair itu diparamkan di seputar luka, kemudian dia memasang ka*u-ka*u itu di seputar
kaki dan mulai mem)alut. 0tas petun+uk Kam Hong, dia mem)alut dengan pengerahan
tenaga sehingga kaki itu ter+epit dan tidak akan )ero)ah lagi letak tulangn*a. Setelah se-
lesai, Kam Hong menarik napas lega dan mengusap keringat di dahi dengan u+ung
+u)ahn*a.
1Terima kasih.... 8i Sian.... kaki itu akan tersam)ung kem)ali tulangn*a dalam waktu
)e)erapa hari sa+a./
8i Sian memandang wa+ah itu. (ereka saling pandang dan 8i Sian melihat wa+ah itu
agak pucat, akan tetapi tersen*um. Baru sekarang dia melihat sastrawan *ang )iasan*a
muram itu tersen*um, sen*um *ang )e)as dan wa+ar, tidak seperti )iasan*a kalau
sastrawan itu tersen*um maka sen*umn*a itu sen*um masam.
12aman Kam, kalau mau )icara tentang terima kasih, akulah *ang harus )erterima kasih
kepadamu. ;ngkau telah menumpuk )udi, dan kalau tidak ada engkau, agakn*a sudah
)erkali-kali aku mati./
1(ana mungkin orang mati )erkali-kali6 Dia itu sekali mati sampai seri)u tahun tak
dapat )angun lagi untuk mati kem)ali./ Kam Hong menuding kepada ma*at dalam es itu.
8i Sian cepat menoleh. Baru dia teringat akan ma*at *ang aneh itu sekarang setelah Kam
Hong )icara tentang itu. Segera dia mendekatin*a lagi dan memeriksa dengan teliti dari
segala +urusan.
1Dia seperti masih hidup sa+a, 2aman./ teriakn*a penuh gairah dan kegem)iraan.
1Sungguh a+ai). Bagaimana mendadak di tempat seperti ini muncul ma*at *ang kuno ini
dalam )alok es6 Dan )oneka di tangann*a itu.... sungguh indah sekali...../
Kam Hong men+adi tertarik sekali melihat sikap 8i Sian. Dengan menggunakan kekuatan
kedua tangann*a )ertopang pada )atu menon+ol tertutup sal+u, dia )angkit )erdiri di atas
satu kaki. Ke)etulan dia )erdiri di tempat *ang agak tinggi dan se)elum dia menghampiri
8i Sian, tanpa disenga+an*a dia melihat ke sekeliling tempat itu. (atan*a ter)elalak dan
dia mengeluarkan seruan kaget *ang mem)uat 8i Sian melompat dan menghampirin*a,
karena gadis ini mengira tentu pendekar itu melihat hal *ang le)ih aneh lagi daripada
ma*at dalam )alok es itu.
10da apakah, 2aman6/ tan*an*a dengan cemas dan dia sudah memegang lengan Kam
Hong sam)il melihat pula ke sekeliling. Dan dia pun melihat apa *ang mem)uat
pendekar sakti itu terke+ut, dan dia sendiri ter)elalak.
14ah, tempat ini dikelilingi +urang...../ Dan gadis tanggung itu lalu melepaskan lengan
Kam Hong, )erlari-lari untuk memeriksa sekeliling tempat mereka itu.
1Hati-hati, 8i Sian, +angan sampai +atuh. 0was sal+u longsor./ Kam Hong
memperingatkan dan sam)il )erloncatan dengan se)elah kaki sa+a dia pun menge+ar
untuk melindungi dara itu.
(ereka memeriksa sekeliling tempat itu dan memang tempat itu kini merupakan tempat
*ang terpencil. 0ki)at longsor he)at itu, tempat ini men+adi terkurung oleh +urang-+urang
*ang amat curam dan agakn*a tidak mungkin dapat dituruni, apalagi dengan se)elah kaki
patah tulangn*a seperti Kam Hong. (ereka ter+e)ak dalam tempat *ang agakn*a tidak
ada +alan keluarn*a.
14ah, )agaimana kita dapat melan+utkan per+alanan, 2aman6/
1Tenanglah, 8i Sian. 0ndaikata tempat ini tidak terkurung, tetap sa+a kita tidak dapat
melan+utkan per+alanan se)elum tulang kakiku tersam)ung dan sem)uh kem)ali.
Se)aikn*a kita mencari tempat untuk tinggal selama )e)erapa hari ini di sekitar sini./
10ku mau melihat ma*at aneh itu dan )onekan*a./ kata 8i Sian *ang dalam waktu
singkat sudah dapat melupakan kem)ali kecemasan dan )erlari-larian dia kem)ali ke
tempat di mana mereka menemukan +enaAah itu. (au tidak mau Kam Hong tersen*um.
(elakukan per+alanan dengan seorang anak perempuan *ang tidak cengeng seperti 8i
Sian memang men*enangkan. 0nak itu ta)ah dan tidak mudah putus asa, )er)akat untuk
men+adi seorang pendekar wanita. (aka dia pun segera menge+arn*a, karena dia pun
tertarik sekali untuk men*elidiki keadaan ma*at *ang memakai pakaian kuno sekali itu.
Baru teringat dia akan suling emasn*a. Hatin*a gelisah sekali dan dia tidak +adi
menghampiri 8i Sian, melainkan mencari-cari sam)il )erloncatan. Tentu sulingn*a itu
terlepas ketika dia tertimpa sal+u dan es-es )alokan )esar *ang longsor dari atas. Ti)a-ti)a
dia melihat sinar men*ilaukan di tepi +urang. 8epat dia )erloncatan ke sana dan giranglah
hatin*a karena sinar itu tern*ata adalah u+ung sulingn*a *ang tersem)ul keluar dari tim-
)unan sal+u. 8epat diam)iln*a pusaka itu, diperiksan*a dan tern*ata tidak rusak sama
sekali. Dengan hati lapang dan girang diselipkann*a suling itu ditempat semula, *aitu di
)alik +u)ahn*a, di ikat pinggang dekat kipasn*a. Baru dia menghampiri 8i Sian *ang
agakn*a sedang terpesona oleh +enaAah dalam )ongkahan es )esar itu.
(emang +enaAah itu aneh sekali. 4a+ah +enaAah itu seperti wa+ah orang hidup sa+a,
pakaiann*a *ang masih rapi dan seperti )aru. >uga )oneka *ang dipegang oleh +enaAah itu
merupakan )oneka anak kecil *ang montok dan sehat, tersen*um le)ar seperti muka *ang
ramah dan suci dari arca >i-lai-hud. (elihat +enaAah seperti terlantar seperti itu, dan meli-
hat keadaan pakaiann*a, model pakaian itu, Kam Hong menaksir )ahwa +enaAah itu tentu
sudah terlantar dan ter)ungkus es selama sedikitn*a seri)u tahun, tim)ul rasa kasihan
dalam hati Kam Hong.
1Kita harus mengu)ur +enaAah itu dengan )aik, 8i Sian. Kasihan dia di)iar, kan terlantar
seperti itu./
0kan tetapi 8i Sian seolah-olah tidak mendengar ucapan Kam Hong itu. Begitu as*ikn*a
dia mengamati )oneka di tangan ma*at itu sehingga dia mendekatkan mukan*a sampai
hidungn*a *ang mancung kecil itu men*entuh )alok es *ang men+adi peti ma*at itu.
Ti)a-ti)a dia )erseru dan matan*a dile)ar-le)arkan untuk dapat memandang le)ih +elas
lagi, 12aman, lihat..... 0da tulisann*a pada dahi )oneka itu./
10h, )enarkah6/ Kam Hong )ertan*a dan dia pun mendekat, lalu memandang dengan
cermat ke arah )oneka. 0khirn*a dia )erkata, 1Benar, itu tentu huruf-huruf *ang ditulis,
akan tetapi terlampau kecil untuk dapat di)aca melalui es ini. ;s mem)uat huruf-huruf itu
ka)ur tak dapat di)aca dari luar./
1Kalau )egitu, apakah 2aman tidak dapat memecahkan )alok es ini6/
10h, untuk apa, 8i Sian6 Kita tidak )oleh mengganggu +enaAah manusia./
1=ntuk dapat mem)aca tulisan itu, 2aman. Siapa tahu tulisan itu merupakan pesan untuk
kita atau siapa sa+a *ang menemukan +enaAah ini./
Kam Hong tertarik. Bukan tidak mungkin apa *ang diucapkan gadis cilik itu. Kalau tidak
mengandung maksud tertentu, mengapa dahi )oneka di)eri tulisan huruf-huruf amat
keciln*a6 Dia memandang lagi wa+ah dan pakaian ma*at itu, kemudian dia seperti
memperoleh firasat )ahwa ma*at itu adalah +enaAah seorang *ang memiliki ilmu
kepandaian tinggi. (aka dia lalu )erkata kepada +enaAah itu, 13ocianpwe, harap maafkan
teecu *ang )erani lancang memecahkan )alok es. Teecu )er+an+i akan mengu)ur +enaAah
3ocianpwe )aik-)aik./
Setelah )erkata demikian, dengan hati-hati Kam Hong menaruh telapak tangann*a pada
)alok es itu, mula-mula di atas kedua kaki +enaAah. Dia mengerahkan sin-kangn*a
menekan. Terdengar suara 1krek, krek/ dan )alok itu pun pecah di )agian )awah. 8i Sian
hampir )ersorak.
1;ngkau he)at sekali, 2aman./
Siauw Hong atau Kam Hong han*a tersen*um, lalu memecah )alok es di )agian atas.
Terdengar suara agak keras dan )alok es itu kini ter)elah men+adi dua dan ma*at itu pun
nampak. Sungguh aneh, tidak ada )au )usuk keluar dari ma*at itu. Kalau ma*at itu tidak
sampai rusak selama ri)uan atau ratusan tahun, hal itu tidaklah aneh karena ma*at itu
ter)ungkus es dan selalu ter)enam dalam tempat *ang suhun*a teramat dinginn*a. 0kan
tetapi kalau kulit itu sama sekali tidak rusak dan tidak mengeluarkan )au )usuk, hal ini
adalah suatu keanehan dan tentu ada rahasia tertentu tersem)un*i di )alik ken*ataan ini,
pikir Kam Hong. Dia menduga )ahwa tentu sesudah mati ma*at ini di)eri semacam o)at
*ang luar )iasa, *ang mem)uat selain ma*at itu tidak rusak selaman*a, +uga tidak menge-
luarkan )au )usuk.
Setelah peti es itu ter)uka dan kini ma*at tidak lagi tertutup es, tulisan huruf-huruf kecil
di atas dahi )oneka itu dapat di)aca, sungguhpun untuk itu Kam Hong dan 8i Sian
terpaksa harus mendekatkan mata mereka kepada )oneka itu. Tulisan itu )erga*a kuno,
)aik coretann*a maupun susunan kalimatn*a, akan tetapi agakn*a 8i Sian terdidik )aik
sekali dalam hal sastra, karena tern*ata dia mampu +uga mem)aca dan mengerti artin*a,
mem)uat Kam Hong merasa kagum +uga.
10ku mohon agar )oneka ini di)akar agar pusaka keramat *ang mengandung pela+aran
dahs*at ini tidak ter+atuh ke dalam tangan orang +ahat./
10ihh, sungguh sa*ang sekali kalau )oneka ini di)akar./ 8i Sian )erseru dan
memandang kepada wa+ah +enaAah itu seolah-olah +enaAah itu seorang *ang masih hidup.
1Kenapa engkau meninggalkan pesan *ang demikian aneh dan gila6 Kalau memang ingin
melen*apkan )oneka indah ini, kenapa tidak dulu-dulu kau)akar sendiri6/
Biarpun ucapan 8i Sian itu keluar dari sifatn*a *ang keras, )engal dan tidak mau tunduk
kepada, siapapun +uga, akan tetapi Kam Hong seperti disadarkan akan sesuatu *ang
memang aneh sekali. (emang ucapan 8i Sian itu )enar )elaka. (engapa )ersusah pa*ah
menulis huruf-huruf kecil di dahi )oneka itu kalau memang hendak melen*apkan )oneka
itu6 Kenapa tidak langsung sa+a di)akar daripada menanti sampa
i ri)uan tahun agar ditemukan orang dan di)akar oleh orang itu6 Bukankah langsung sa+a
di)akar +auh le)ih mudah daripada mem)uat tulisaan huruf kecil-kecil itu6 Tentu ada
rahasian*a di )alik semua ini.
18i Sian, siapa pun adan*a 3ocianpwe ini, )eliau tidak minta kita menemukann*a.
Biarpun kita +uga tidak senga+a mencarin*a, akan tetapi kita toh )ertemu dengan )eliau.
(aka ini naman*a +odoh. Dan pesanan orang *ang sudah mati merupakan perintah
keramat *ang harus dipenuhi, apalagi 3ocianpwe ini sampai memohon dan
permintaann*a itu pun tidak sukar. (ari kita )akar )oneka ini seperti *ang dipesankan./
8i Sian mengerutkan alisn*a. 1Terlalu. Itu naman*a mempermainkan perasaan orang.
Kenapa )oneka *ang indah ini di)awa mati, di)iarkan terlihat orang6 (em)iarkan orang
merasa suka lalu men*uruh orang itu mem)akarn*a, sungguh merupakan per)uatan *ang
ke+am sekali. 4ah, +enaAah orang ini dahulu diwaktu hidupn*a tentu mem)uat )an*ak
dosa, 2aman. Sampai sudah ri)uan tahun men+adi ma*at pun masih melakukan per)uatan
ke+am. >angan di)akar sa+a, 2aman, aku ingin melihat dia )isa apa./
1Hemm, tidak )oleh )egitu, 8i Sian. 2esan 3ocianpwe ini tentu mengandung maksud
amat penting. Siapa tahu )oneka ini *ang dise)utn*a )enda keramat )enar-)enar
mengandung pela+aran *ang mu+i+at dan kalau sampai ter+atuh ke tangan orang +ahat,
)ukankah dunia ini akan men+adi semakin kacau6/
10kan tetapi aku tahu )enar )ahwa engkau )ukanlah orang +ahat, 2aman. (ungkin aku
masih la*ak dise)ut orang +ahat, akan tetapi engkau sama sekali )ukan orang +ahat.
;ngkau seorang pendekar *ang )udiman. Kalau memang )oneka ini mengandung
pela+aran tinggi, )ukankah akan )erguna sekali kalau dipela+ari olehmu6 (emang orang
ini mempermainkan dan memperolok orang sa+a. 2antas dia tersiksa, sampai sudah mati
pun tidak dapat sempurna./
1Hushh, sudahlah 8i Sian. ;ngkau tidak tahu. Seorang 3ocianpwe melakukan hal-hal
*ang aneh )ukan tidak mengandung maksud *ang tersem)un*i. Siapa tahu ilmu *ang
terkandung dalam )oneka itu mempun*ai pengaruh dan da*a *ang aneh sehingga siapa
pun *ang mempela+arin*a akan )ero)ah men+adi tersesat dan +ahat. Biarkan aku
mem)akarn*a./
1Sesukamulah./ kata 8i Sian agak marah. 1Kau )akarlah )oneka tak )erguna itu. 0ku
sendiri le)ih senang mem)akar sesuatu *ang le)ih )erguna )agi perutku *ang lapar ini./
Setelah )erkata demikian, gadis cilik ini meninggalkan Kam Hong karena dia melihat
)an*ak sekali )urung-)urung *ang )er)ulu putih dengan kepala hitam )eter)angan dan
ada *ang hinggap di tepi +urang dari tempat *ang kini seolah-olah men+adi semacam
pulau kecil itu. 2ulau *ang dikelilingi +urang curam, )ukan dikelilingi laut.
(atahari telah condong ke )arat ketika Kam Hong akhirn*a )erhasil mem)uat api. Tidak
mudah mem)uat api di tempat dingin itu. 0kan tetapi pendekar ini memang men*impan
)atu api, )ahan )akar dan dengan mengumpulkan ka*u-ka*u ranting *ang ter)awa
longsor dan mem)ersihkann*a, akhirn*a dengan susah pa*ah dapat +uga dia mem)uat api
dan mem)akar )oneka itu. Selagi dia mem)akar )oneka itu, 8i Sian datang mem)awa
dua ekor )urung *ang gemuk. Burung itu )entukn*a seperti )e)ek, )esarn*a mirip a*am
dan setelah di)u)uti semua )ulun*a, tiada )edan*a dengan )e)ek.
1Seorang seekor, 2aman. 2aman tentu lapar, )ukan6/ katan*a sam)il memandang ke arah
)oneka *ang di)akar itu dengan mulut cem)erut. 1Bukankah le)ih )erguna mem)akar
)e)ek-)e)ek ini6/
Kam Hong tersen*um. 1;ngkau pandai sekali, 8i Sian. Di tempat seperti ini engkau )isa
mencari makanan./
Kam Hong mem)akar )oneka dan 8i Sian mem)akar dua ekor )urung. Daging )urung
sudah matang, akan tetapi )oneka itu tidak +uga hancur. Han*a gosong sa+a. 2adahal
pakaian *ang dipakai )oneka itu sudah hancur sama sekali. Boneka kecil itu kini
telan+ang, akan tetapi tu)uhn*a masih utuh.
1Sungguh a+ai). Boneka apa ini, di)akar tidak rusak6/ 8i Sian men+adi tertarik dan
sam)il makan daging )urung mereka lalu menam)ah ka*u )akar memper)esar api untuk
terus mem)akar )oneka itu sampai hancur.
Sinar api menciptakan pemandangan *ang mentak+u)kan. Sinar api itu terpantul oleh
)ongkahan es *ang )esar-)esar itu, dan tim)ullah )eraneka warna gemilang seperti
pelangi di mana-mana. (ereka merasa aneh, seolah-olah mereka )erada di dalam dunia
lain, atau dalam dunia mimpi anak-anak *ang amat luar )iasa. Seperti )erada di dalam
ruangan penuh dengan cermin. Ba*angan mereka )erdua nampak di mana-mana, akan te-
tapi )a*angan-)a*angan itu men+adi aneh )entukn*a seperti ada ratusan )uah cermin
palsu mengelilingi mereka, ada *ang mem)uat mereka men+adi )er)entuk gemuk sekali,
ada *ang mem)uat mereka men+adi tinggi kurus dengan muka pletat-pletot lucu sekali.
Dua ekor )urung panggang sudah mereka makan ha)is, akan tetapi )oneka itu masih
tetap utuh.
1Hentikan sa+a, 2aman. ;ngkau sudah mem)akarn*a se+ak tadi. Kakek itu memang
agakn*a senga+a mempermainkan kita. 3e)ih )aik kita mengaso, se)entar lagi akan
gelap. Tadi aku melihat di se)elah sana terdapat se)uah guha *ang cukup )esar untuk kita
)erlindung dari angin dan )eritirahat./
Kam Hong mengerutkan alisn*a. 4alaupun nampakn*a )enar ucapan 8i Sian itu, akan
tetapi dia tidak perca*a )ahwa orang seperti locianpwe itu senga+a mempermainkan
orang dengan )onekan*a. 18i Sian, )iarlah engkau pergi istirahat dulu di sana. 0ku akan
melan+utkan mem)akar )oneka ini./
Dengan marah 8i Siang )angkit )erdiri, lalu dia menuding-nuding ke arah ma*at *ang
re)ah di atas tanah tertutup sal+u itu sam)il )erkata. 10was kau, kalau kau *ang men*iksa
2aman Kam ini kemudian tidak mem)eri sesuatu kepadan*a se)agai )alasan, engkau
tentu akan kukutuk ha)is-ha)isan./
18i Sian...../ Kam Hong mencela, akan tetapi gadis cilik itu sudah meloncat dan lari
meninggalkann*a.
Kam Hong merasa penasaran sekali dan mengha)iskan ka*u *ang disediakann*a tadi
untuk mem)akar )oneka itu. 0kan tetapi sampai api padam keha)isan )ahan )akar,
)oneka itu tetap utuh sa+a sedangkan cuaca mulai gelap sekarang.
1(aaf, 3ocianpwe. Bukan maksud teecu tidak mau mentaati perintah 3ocianpwe, akan
tetapi agakn*a )oneka ini memang tidak dapat ter)akar./ katan*a. Dia mengam)il
)oneka *ang sudah telan+ang karena pakaiann*a sudah hancur men+adi a)u itu, dan *ang
gosong kehitaman, meletakkann*a kem)ali ke dalam tangan +enaAah *ang masih re)ah
telentang, kemudian sam)il )erloncatan dengan satu kaki Kam Hong pergi men*usul 8i
Sian. Dia harus )ersama gadis cilik itu untuk melindungi dan men+agan*a.
Dia mendapatkan 8i Sian meringkuk di dalam guha, agakn*a kedinginan. (elihat
)a*angan *ang dipantulkan oleh sinar terakhir dari matahari *ang mulai )ersem)un*i di
)alik )ukit sal+u, )a*angan Kam Hong )erdiri di depan guha. 8i Sian segera
men*am)utn*a dengan pertan*aan. 1Sudah hancurkah dia6/
1Belum, sampai apin*a padam )oneka itu masih tetap utuh./
1Huh. 3alu kauapakan dia6/
1Kukem)alikan kepada 3ocianpwe itu./
1Sudah kukatakan, 2aman. >enaAah itu adalah ma*at seorang )adut dulun*a, atau seorang
*ang memang +ahat dan suka mempermainkan orang./
1Biar )esok akan ku)akar kem)ali +enaAah itu )ersama )onekan*a./
Tidak ada +awa)an, akan tetapi Kam Hong mendengar suara 8i Sian kedinginan. Dia lalu
memasuki guha dan duduk di dekat gadis *ang mere)ahkan diri miring itu. Dia melihat
8i Sian meringkuk )ulat menarik kaki tangann*a dan agak menggigil.
1Kau merasa kedinginan6/
1Tentu sa+a.... uhhh.... 2aman, )agaimana kalau kita tidak dapat keluar dari sini6 Kalau
)egini terus aku akan men+adi seperti )adut itu./ 8i Sian menggigil. 1Sa*ang aku tidak
dapat memikirkan sesuatu *ang )aik untuk meninggalkan permainan seperti dia untuk
mempermainkan orang./
1Hushh, +angan )icara seperti itu, 8i Sian. 7ah, duduklah )ersila, aku akan mem)uat
tu)uhmu hangat. Dan mulai sekarang engkau harus menurut petun+ukku, aku akan
menga+armu )agaimana untuk mengerahkan hawa murni di dalam tu)uh agar dapat
melawan dingin./
8i Sian men+adi girang sekali dan dengan taat dia lalu )angkit duduk dan )ersila. Kam
Hong +uga duduk )ersila, dengan hati-hati menggerakkan kakin*a *ang patah tulangn*a,
kemudian dia menempelkan telapak tangan kanann*a di atas punggung gadis cilik itu.
1Dengarkan )aik-)aik./ )isikn*a, 1engkau sudah dia+ari mendiang Kakekmu tentang
+alan darah, nah, kalau aku men*e)utkan +alan darah tertentu, engkau harus menco)a
untuk mem)uka +alan darah itu dengan mengerahkan tenaga dari hawa murni dalam
tu)uhmu. 0ku akan mendorongn*a dengan tenagaku..../
Tak lama kemudian 8i Sian merasa ada hawa *ang amat kuat dan hangat masuk melalui
punggungn*a. Dia men+adi girang sekali dan dengan tekun dia mempela+ari ilmu ini,
mendengarkan petun+uk-petun+uk dari Kam Hong dan akhirn*a dia dapat mem)uat
tu)uhn*a men+adi hangat, sama sekali tidak lagi menderita oleh serangan hawa dingin
dari luar tu)uhn*a.
2ada keesokan harin*a, pagi-pagi sekali 8i Sian sudah keluar dari guha. Kam Hong
masih duduk )ersamadhi setengah tidur. 2endekar itu tidak tahu )erapa lama 8i Sian
pergi, akan tetapi ketika dia sudah )angun, dia melihat 8i Sian sudah mem)uat api
unggun dan dara itu sedang mem)akar atau memanggang sesuatu *ang sedap )aun*a.
Kiran*a 8i Sian sudah pandai mem)uat api dengan )atu api dan )ahan )akarn*a, dan
ketika Kam Hong mendekat, tern*ata gadis cilik itu sedang memanggang daging, entah
daging apa.
1Heii, darimana engkau memperoleh daging itu6 Daging apakah itu6/
8i Sian tertawa dan mengangkat kulit *ang )er)ulu putih ke atas. 1;ntah )inatang apa,
macamn*a seperti kelinci, gemuk sekali, 2aman dan )aun*a sedap, *a6/
(elihat kulit )er)ulu putih itu, Kam Hong menahan ketawan*a dan tidak mau
mem)eritahu kepada 8i Sian )ahwa *ang sedang dipanggangn*a itu adalah daging tikus
sal+u. 0kan tetapi, dalam keadaan seperti itu, daging tikus pun )aik sa+a untuk pengisi
perut, daripada kelaparan.
12aman, aneh sekali. Ketika tadi aku lewat di dekat +enaAah itu dan melihat )oneka
hangus itu, tern*ata pada tu)uh )oneka itu pun ada huruf-hurufn*a./
1;h....6 0pa )un*in*a6/
1;ntah aku tidak mem)acan*a. 0ku tahu pasti huruf-huruf itu merupakan siasat )aru dari
)adut itu untuk mempermainkan kita. 0ku le)ih tertarik menge+ar kelinci ini daripada
mem)aca tulisan tiada gunan*a itu./
(alam tadi Kam Hong memang sudah amat tertarik untuk mencari tahu rahasia dari
+enaAah itu. Dia tidak perca*a akan kelakar 8i Sian )ahwa +enaAah itu dahulun*a adalah
seorang )adut *ang senga+a hendak meninggalkan lelucon untuk mempermainkan orang
lain. Tentu ada rahasia *ang tersem)un*i, terkandung dalam semua pesan *ang
ditinggalkan oleh +enaAah itu. 0pakah dia *ang keliru mengartikan pesan itu6 0h, tidak
mungkin. Kalimat-kalimat pada dahi )oneka itu tidak )isa diartikan lain. (ungkin orang
lain akan merasa sa*ang kepada )oneka itu. 8i Sian tidak rela )oneka itu di)akar, akan
tetapi anak perempuan itu han*a men*a*angkan keindahan )oneka itu sa+a, merasa
sa*ang )ahwa )enda mainan *ang demikian )agusn*a di)akar. 0kan tetapi orang lain,
terutama orang-orang kang-ouw, setelah melihat tulisan itu *ang men*e)utkan )ahwa
)oneka itu merupakan )enda keramat *ang mengandung pela+aran dahs*at, pasti akan
men*impann*a dan )erusaha untuk mencari rahasia pela+aran dahs*at itu. 0kan tetapi dia
tidak mau melakukan hal seperti itu. Dia adalah keturunan Suling ;mas, dan dia sendiri
sudah memiliki kepandaian peninggalan nenek mo*angn*a *ang tinggi dan he)at, perlu
apa dia menginginkan kepandaian lain6 >uga, dia tidak sudi melanggar pesan orang *ang
sudah mati.
Kini, mendengar )ahwa )oneka *ang di)akar sekian laman*a tetap utuh itu ada huruf-
hurufn*a, Kam Hong men+adi tertarik sekali. Tanpa )erkata apa pun dia lalu
meninggalkan 8i Sian *ang masih si)uk memanggang daging 1kelinci/ sam)il mengomel
karena di situ tidak terdapat )um)u masak, dan sam)il )erloncatan dengan se)elah kaki,
Kam Hong menu+u ke tempat +enaAah itu. Dia melihat +enaAah itu masih re)ah telentang
seperti malam tadi, )oneka itu masih terletak di atas dadan*a, di antara tangann*a seperti
*ang dia letakkan semalam, lalu dia mengamati )oneka *ang gosong itu.
Benar. 0da huruf-huruf pada tu)uh )oneka itu. 0gakn*a huruf-huruf itu tim)ul setelah
)oneka itu ter)akar. Sungguh aneh akan tetapi n*ata. Dia tahu )enar )ahwa ketika dia
mem)akar )oneka itu, tidak terdapat huruf apa pun pada tu)uh )oneka, kecuali pada
dahin*a itu. 8epat dia mengam)il )oneka gosong itu dan mem)ersihkan angus dari tu)uh
)oneka *ang masih utuh. Bukan main girang hatin*a ketika dia melihat )ahwa huruf-
huruf *ang tim)ul setelah )oneka di)akar itu merupakan kalimat *ang urut dan dapat
di)aca dengan mudah. Dia mem)ersihkan seluruh tu)uh )oneka, kemudian mulai
mem)aca dengan +antung )erde)ar tegang dan tertarik sekali. (akin lama, sepasang
matan*a makin ter)elalak, mukan*a pucat dan tangan *ang memegang )oneka itu
menggigil. 3alu dia menggo*ang-go*ang kepala dan menge+ap-nge+apkan kedua matan*a
seolah-olah tidak perca*a akan apa *ang di)acan*a, lalu di)acan*a lagi huruf-huruf *ang
tersusun rapi dari atas ke )awah di tu)uh )oneka itu.
1(au mem)akar )oneka pertanda +u+ur dan tidak tamak akan pusaka orang lain. Berarti
)er+odoh untuk mewarisi ilmu-ilmuku. Ba Sian sendiri pun tidak )erhasil mem)u+ukku
men*erahkan ilmu ini, kecuali han*a suling emas )uatanku. 0kan tetapi suling itu tanpa
ilmu se+ati, apa artin*a6 (uridku, rendamlah )oneka itu dalam air, dan pergunakan
airn*a untuk memandikan +enaAahku. Kemudian, pela+ari semua ilmu *ang ada padaku
dengan hati *ang )esih. Tunggui aku selama tiga hari tiga malam, )aru )oleh engkau
mengu)urku. (ulai saat ini engkaulah muridku dan ahli warisku./
S=3I7G ;(0S
Dapat di)a*angkan mengapa Kam Hong men+adi ter)elalak lalu )engong seperti orang
kehilangan ingatan saking )engong, heran dan kagetn*a. >enaAah *ang meninggalkan
pesan itu menamakan dirin*a sendiri Suling ;mas. 2adahal, )ukankah Suling ;mas itu
adalah 2endekar Suling ;mas )ernama Kam Bu Song *ang merupakan nenek
mo*angn*a6 0pakah.... apakah +enaAah ini +enaAah nenek mo*angn*a itu, +enaAah Suling
;mas Kam Bu Song6 0h, tidak )isa +adi. 7enek mo*angn*a itu meninggal dunia di
utara, )ukan di 2egunungan Himala*a. Dan pula, tulisan itu men*e)utkan )ahwa pe-
nulisn*a *ang )ernama Suling ;mas itu hidup di +aman 2endeta Ba Sian *ang amat sakti
itu hidup pada +aman sesudah Dinasti 8in atau pada kurang le)ih tahun empat ratus, +adi
sudah seri)u empat ratus tahun kurang le)ih. Sedangkan nenek mo*angn*a itu, 2endekar
Suling ;mas Kam Bu Song hidup dalam tahun sem)ilan ratus le)ih. >adi ada selislh lima
ratus tahunan antara penulis surat ini dan nenek mo*angn*a *ang )er+uluk Suling ;mas
itu. 2enulis atau +enaAah ini +auh le)ih tua.
0kan tetapi, +enaAah ini men*e)ut-n*e)ut tentang suling emas. Suling emas *ang
dikatakan )uatann*a itu di)erikan kepada 2endeta Ba Sian *ang mas*hur itu, pendeta
*ang amat sakti dan *ang terkenal men+ela+ah sampai +auh ke luar 8ina. 2endeta Ba Sian
ini terkenal di seluruh dunia karena dia telah mencatat semua per+alanann*a sehingga
catatann*a itu merupakan catatan se+arah *ang amat penting. 0da, hu)ungan apakah
antara +enaAah ini dengan nenek mo*angn*a, Kam Bu Song6 Dan ada hu)ungan apakah
antara suling emas )uatan +enaAah ini *ang di)erikan kepada 2endeta Ba Sian itu dengan
suling emas peninggalan nenek mo*angn*a *ang kini terselip di ikat pinggangn*a6
Sampai )agaimanapun +uga, Kam Hong tidak mungkin dapat men*elidiki pesoalan itu
tanpa )ahan-)ahan. Tidak ada hal *ang le)ih a+ai) daripada hal *ang telah ter+adi secara
1ke)etulan/. Dia tidak tahu )ahwa memang suling emas *ang )erada di pinggangn*a itu
adalah )uatan +enaAah inilah. Kurang le)ih seri)u empat ratus tahun *ang lalu. Dan
memang pencipta ilmu-ilmu suling emas *ang se+ati adalah kakek *ang kini mem)u+ur di
depann*a se)agai +enaAah ini. ;ntah sudah )erpindah tangan )erapa puluh kali ketika
suling emas itu ter+atuh ke dalam tangan pendekar Kam Bu Song. Seperti dapat di)aca
dalam ceritaS=3I7G ;(0S , pendekar Kam Bu Song memperoleh suling itu di 2ulau
2ek-coa-to, dari tangan sastrawan terkenal 8iu Bun dan +uga memperoleh kita) terisi
sa+ak-sa+ak *ang men+adi pelengkap suling emas itu dari tangan sastrawan )esar 8iu
Gwan 3iong adik sastrawan 8iu Bun itu. Dan kedua orang sastrawan )esar she 8iu ini
menerima kita) sa+ak dan suling emas itu dari seorang tokoh manusia sakti *ang
dianggap dewa, *aitu Bu Kek Siansu. (ungkin sa+a Bu Kek Siansu menerima suling
emas itu dari orang lain, ataukah dari 2endeta Ba Sian sendiri6 Tidak ada *ang
mengetahui karena memang apa pun )oleh sa+a dan mungkin sa+a ter+adi pada dua orang
tokoh *ang memiliki kesaktian tidak lumrah manusia itu, *aitu 2endeta Ba Sian dan Bu
Kek Siansu. Kakek pem)uat suling emas itu telah len*ap dari dunia selama seri)u empat
ratus tahun, dan kini secara ke)etulan *ang amat aneh sekali, kakek itu, dengan +asad
*ang masih utuh, telah )erhadapan dengan ahli waris suling emas )uatann*a itu, ahli
waris *ang terakhir dan *ang memegang suling emas itu.
Bagaikan orang *ang kehilangan ingatan Kam Hong masih memegangi )oneka itu dan
entah sudah )erapa kall dia mem)aca tulisan itu, ketika 8i Sian datang mem)awa
panggang daging, 1kelinci/n*a dengan wa+ah )erseri.
12aman, sarapan dulu. ;h, mengapa engkau melamun6 3elucon apa lagi *ang ditulis oleh
)adut kuno itu6/
Suara )ening merdu ini men*eret Kam Hong kem)ali ke alam ken*ataan. Dia menoleh,
tersen*um dan menaruh kem)ali )oneka gosong itu ke atas dada +enaAah, lalu
menghampiri 8i Sian sam)il )erkata. 10da perintah )aru dari 3ocianpwe ini. Baiklah kita
sarapan, dan akan kuceritakan kepadamu suatu keanehan *ang )enar-)enar a+ai) sekali,
8i Sian./
(ereka lalu makan panggang daging tikus sal+u itu *ang terasa sedap karena memang di
situ tidak ada apa-apa lagi untuk di+adikan per)andingan. Setelah makan dan minum air
cairan es, dan mencuci tangan, )arulah Kam Hong menceritakan tentang tulisan pada
)oneka gosong itu. 8i Sian mendengarkan dengan ragu-ragu karena dia sudah curiga sa+a
kalau-kalau pamann*a ini akan men+adi kor)an lelucon permainan *ang ditinggalkan
oleh +enaAah )adut itu. 0kan tetapi ketika dia mendengar tentang suling emas, mem)uat
dia mengerutkan alisn*a dan terheran-heran.
1Suling ;mas6 2aman Kam, )ukankah engkau +uga memiliki suling emas itu6/
Kam Hong mengangguk dan menca)ut sulingn*a. 7ampak sinar keemasan )erkilat dan
pendekar ini. mengangkat sulingn*a ke atas. 1Bukan han*a memiliki suling pusaka ini,
8i Sian, )ahkan kepadamu aku tidak perlu merahasiakan )ahwa aku adalah keturunan
terakhir dari 2endekar Sakti Suling ;mas/
10hhh...../
1Kenapa6/
10ku pernah mendengar dari mendiang Kong-kong, kiraku han*a nama dalam dongeng
sa+a....1
1Bukan dongeng, 8i Sian. 2endekar Suling ;mas )ernama Kam Bu Song dan men+adi
nenek mo*angku. (aka dapat kaumengerti )etapa anehn*a penemuan ini. 3ocianpwe ini,
seperti dapat kita )aca pada pesanann*a, memakai nama Suling ;mas dan )ahkan
mengaku dialah pem)uat suling emas. (em)uat aku )erpikir-pikir apakah hu)ungan
3ocianpwe ini dengan nenek mo*angku6 Dan apakah suling emas )uatann*a *ang
dimaksudkan ini adalah suling *ang kini men+adi milikku ini6/
8i Sian *ang merasa tertarik sekali ikut pula mem)aca huruf-huruf pada tu)uh )oneka
itu, *ang kem)ali di)aca oleh Kam Hong untuk ke sekian kalin*a. Setelah ikut mem)aca,
8i Sian )erkata dengan nada suara )ersungguh-sungguh, tidak lagi memandang rendah
kepada +enaAah itu.
12aman, mengapa tidak kautaati perintahn*a6 Tern*ata dia tidak main-main. (ungkin
suling emas *ang di)erikan olehn*a kepada 2endeta Ba Sian itulah *ang ter+atuh ke
tangan nenek mo*angmu dan kini men+adi milikmu. 0kan tetapi ilmu *ang dise)ut-
se)utn*a itu, sepatutn*a kaupela+ari. Sekarang engkau telah men+adi murid dari
3ocianpwe ini, 2aman. ;ngkau memang )er+odoh dengan dia. Buktin*a, engkaulah *ang
)erkeras hendak mem)akar )oneka itu. Kalau aku, aku tadin*a merasa sa*ang, dan kalau
menurut aku tentu )oneka itu tidak akan pernah ku)akar./
Kam Hong mengangguk. 1(emang )enar ucapanmu, 8i Sian. 0ku +uga hendak mentaati
perintahn*a./
Kam Hong lalu men+atuhkan diri )erlutut di depan +enaAah *ang re)ah telentang itu,
kemudian )erkata, 1Teecu Kam Hong, hendak melaksanakan perintah 3ocianpwe, harap
3ocianpwe mem)eri )erkah./
Setelah mem)eri hormat, dia lalu merendam )oneka gosong itu dalam air. Kemudian, air
rendaman itu dipergunakan untuk memandikan +enaAah. 8i Sian *ang merasa agak ngeri
dan +i+ik, men+auh. 0palagi karena dia mengerti )ahwa dia adalah 1orang luar/ dan tidak
)erhak ikut-ikut.
Setelah memandikan +enaAah itu dan mem)ereskan kem)ali pakaian +enaAah itu, Kam
Hong )erpendapat )ahwa tidak )aik mem)iarkan +enaAah itu di tempat ter)uka, maka dia
lalu memondong +enaAah itu dan di)awan*a masuk ke dalam guha le)ih kecil *ang
)erada di se)elah kanan guha tempat dia dan 8i Sian )ermalam. Guha ini +uga diliputi es
dan sal+u, +adi merupakan 1peti/ es *ang le)ih )esar lagi.
18i Sian, aku harus mentaati perintah 3ocianpwe ini *ang aku perca*a adalah pem)uat
suling emas ini, sehingga dengan demikian agakn*a )eliau ini malah merupakan pencipta
suling emas dan ilmu-ilmu *ang )ersangkutan dengan pusaka itu. (aka )eliau ini
terhitung nenek mo*ang perguruanku *ang pertama. (aka, harap kau tidak mengganggu
selama tiga hari tiga malam ini, karena aku hendak men+agan*a seperti *ang
diperintahkann*a itu./
8i Sian mengerutkan alisn*a, agak cem)erut karena dia merasa )etapa )eratn*a kalau dia
selama tiga hari tiga malam harus sendirian sa+a, akan tetapi dia pun sudah mem)aca
sendiri pesan itu maka dia mengangguk dan )erkata, 1Baiklah, 2aman. Itu urusan
keluargamu. 0ku akan menangkap )urung, kelinci dan menco)a-co)a untuk mencari
+alan keluar dari tempat ini./
10kan tetapi hati-hatilah, 8i Sian. Dan engkau )erteriaklah kalau ter+adi sesuatu. Biarpun
aku sedang men+aga +enaAah, kalau engkau terancam sesuatu tentu aku akan datang
menolongmu./
3en*aplah rasa tidak enak di dalam hati 8i Sian. Dia kini tidak cem)erut lagi, )ahkan
tersen*um manis sekali. Baru dari ucapan itu sa+a dia sudah maklum )ahwa se)etuln*a,
pada dasarn*a, Kam Hong masih le)ih sa*ang kepadan*a daripada kepada ma*at itu.
1Bagaimana dengan makan dan minummu selama tiga hari itu, 2aman6/
Kam Hong tersen*um. 1Kalau engkau memperoleh sesuatu, taruh sa+a )agianku di
dekatku tanpa )icara. Kalau aku lapar atau haus tentu akan kumakan dan kuminum./
1Baik, 2aman./ kata 8i Sian lalu dia pergi meninggalkan Kam Hong *ang duduk )ersila
seorang diri di dekat +enaAah. Setelah dia memandikan ma*at itu, dia tadin*a mengira
tentu akan tim)ul petun+uk )aru. 0kan tetapi tern*ata tidak ter+adi apa-apa sehingga dia
merasa heran. 2ikirann*a dikerahkan untuk menduga-duga, di mana kiran*a ma*at ini
men*impan ilmun*a *ang katan*a dalam pesan terakhir itu agar dipela+arin*a dengan
hati )ersih. 0pakah tersem)un*i di dalam tu)uhn*a6 0kan tetapi, ketika memandikan
tu)uh itu, dia tidak melihat sesuatu *ang dapat dipergunakan se)agai petun+uk. Kini,
untuk menggeledah )adan ma*at itu, dia merasa tidak )erani karena )etapapun +uga, dia
mempun*ai perasaan menghormat terhadap +enaAah orang *ang selain telah
mengangkatn*a se)agai murid, +uga didugan*a merupakan nenek mo*ang perguruan
Suling ;mas itu. Dia tahu )ahwa keadaan +enaAah ini memang penuh rahasia, dan
agakn*a pengasuhn*a sendiri, Sin-siauw Seng-+in, *ang merupakan keturunan pengasuh
keperca*aan nenek mo*angn*a dan )ahkan *ang men*impan dan mewarisi ilmu-ilmu
nenek mo*angn*a *ang kemudian diturunkan kepadan*a, agakn*a +uga tidak akan dapat
memecahkan rahasia +enaAah ini.
Sampai tiga hari tiga malam laman*a Kam Hong men+aga +enaAah itu, tepat seperti *ang
diperintahkan oleh tulisan +enaAah itu pada )oneka. Selama tiga hari tiga malam itu, dia
sama sekali tidak pernah makan panggang daging *ang setiap hari dihidangkan oleh 8i
Sian. Bukankah +enaAah itu memesan agar dia mempela+ari ilmu-ilmun*a dengan hati
*ang )ersih6 Dan untuk men+aga agar 8i Sian tidak kecewa atau men*esal, Kam Hong
mengu)ur panggang daging itu di )awah sal+u, seolah-olah dia telah mengha)iskan
semua hidangan gadis itu.
2ada hari ke empat, dia sudah merasa sangat *akin )ahwa +enaAah itu memang tidak
meninggalkan suatu petun+uk apa pun, maka dia mengam)il keputusan untuk
mengu)urn*a. 2agi hari ia )erlutut didekat tu)uh *ang re)ah telentang itu sam)il )erkata.
13ocianpwe, teecu telah memenuhi perintah 3ocianpwe, perkenankan hari ini teecu
mengu)ur +enaAah....1 Ti)a-ti)a dia menghentikan kata-katan*a karena dia melihat
sesuatu pada kuku-kuku +ari tangan *ang terletak di atas dada memegang )oneka gosong
itu. 2ada kuku-kuku itu nampak ada huruf-hurufn*a. 2adahal pada hari-hari se)elumn*a
huruf-huruf itu )elum ada. Hal ini dia ketahui )enar karena dia sudah memeriksa seluruh
)agian tu)uh *ang nampak, dan ketika dia memandikan +enaAah itu pun dia melihat
)ahwa pada kuku *ang pan+ang terpelihara itu tidak ada apa-apan*a. Bagaimana kini
dapat tim)ul huruf-huruf itu6 0kan tetapi pikirann*a *ang cerdas itu segera dapat
menangkap rahasian*a. Tentu huruf-huruf itu ditulis oleh tinta istimewa *ang )ara tim)ul
setelah tiga hari sesudah dicuci dengan air rendaman )oneka gosong itu. 8epat diteliti
dan di)acan*a huruf-huruf itu dari kuku i)u +ari sampai kuku kelingking.
1(uridku, salurkan tenaga 15ang/ ke )adanku agar aku tidak kedinginan./
Sungguh aneh, pikir Kam Hong. (ana mungkin +enaAah merasa kedinginan6 (emang
aneh-aneh sa+a pesan dari +enaAah ini, dan pantaslah kalau 8i Sian menganggapn*a
seorang )adut *ang suka mempermainkan orang, )iar sudah mati sekalipun. 0kan tetapi,
karena ada rasa hormat *ang mendalam terhadap +enaAah itu, Kam Hong tidak merasa
ragu-ragu lagi. Dia meletakkan kedua tangann*a ke atas dada +enaAah itu, kemudian dia
mengerahkan tenaga 15ang/ *aitu tenaga sin-kang *ang mendatangkan hawa panas dan
disalurkann*a ke dalam tu)uh itu melalui dada. Tu)uh +enaAah *ang tadin*a dingin itu
perlahan-lahan men+adi hangat, makin lama men+adi semakin panas.
2ada saat itu, 8i Sian datang mem)awa hidangan panggang daging )urung seperti
)iasan*a. Karena sekarang sudah hari ke empat, maka dia pun )erani memasuki guha
mendekati Kam Hong, terheran-heran melihat )etapa Kam Hong mengerahkan sin-kang
disalurkan kepada tu)uh +enaAah itu. 0pa *ang hendak dilakukan oleh pendekar ini6 Dia
merasa heran dan +uga ngeri. Bagaimana kalau ma*at itu ti)a-ti)a dapat )angkit dan
hidup kem)ali6 (eremang )ulu tengkukn*a memikirkan kemungkinan *ang tak masuk
akal ini. 0kan tetapi mengapa Kam Hong mengerahkan sin-kang sampai tu)uhn*a
gemetaran ke dalam tu)uh ma*at itu. Ti)a-ti)a dia melihat sesuatu *ang mem)uat
men+erit. 1Heiii. 0da huruf-huruf tim)ul di punggung tangann*a./
Kam Hong +uga melihat hal itu dan dia men+adi terke+ut. Tentu sa+a dia menghentikan
pengerahan sin-kangn*a dan sempat mem)aca sedikit tulisan pada punggung lengan
tangan itu *ang tern*ata )erisi catatan-catatan pela+aran ilmu *ang aneh. 0kan tetapi,
)aru sedikit dia mem)aca, huruf-huruf itu sudah memudar dan len*ap kem)ali. 2adahal
tadi amat +elas, *aitu ketika dia masih mengerahkan sin-kangn*a. (aka dico)an*a lagi.
Begitu dia mengerahkan tenaga 15ang/, huruf-huruf itu tim)ul kem)ali dengan +elasn*a.
(engertilah kini Kam Hong. Dia lalu mem)uka +u)ah +enaAah itu setelah mem)eri
hormat, dan )egitu dia mengerahkan tenaga sin-kang, maka pada dada, perut, dan lengan
+enaAah itu terdapat huruf-huruf *ang disusun rapi, dimulai dari dada dekat leher terus
menurun. 0kan tetapi, untuk mengerahkan sin-kang sam)il mempela+ari huruf-huruf itu
sungguh merupakan hal *ang tidak mungkin. (aka dia lalu mencari akal.
18i Sian, engkau harus mem)antuku. Tanpa )eker+a sama, tidak mungkin aku dapat
mempela+ari ilmu *ang diwariskan oleh 3ocianpwe ini. Dan memang sesungguhn*a
)eliau adalah nenek mo*ang perguruanku, pem)uat suling emas ini./
1Bagaimana engkau )isa tahu, 2aman6/
13ihat, sedikit tulisan *ang sampai ku)aca tadi men*e)utkan tentang pela+aran meniup
suling./
14ah, untuk apa pela+aran meniup suling, 2aman6/
10ku ingin mempela+arin*a. (aukah engkau mem)antuku, 8i Sian6/
1Tentu sa+a. 0kan tetapi )agaimana aku dapat mem)antumu6/
10ku akan mengerahkan sin-kang dan ketika huruf-huruf itu tim)ul, engkau mencatatn*a
dari permulaan dekat leher ke )awah./
1Hemm, dengan apa aku harus menulis6 Tidak ada alat tulis....1 0kan tetapi dia
menghentikan kata-katan*a karena dari )alik +u)ahn*a Kam Hong mengeluarkan alat
tulis )erikut tinta keringn*a.
1Kaukira aku )erpakaian sastrawan han*a untuk aksi sa+a6 0ku selalu mem)awa alat
tulis ke mana pun aku pergi. Dan engkau dapat menuliskann*a di sini./ Kam Hong
mero)ek se)agian dari )a+u dalamn*a dan men*erahkan )a+u dalam )erwarna kuning
muda itu kepada 8i Sian.
8i Sian menggosok )ak 9tinta kering: dan mempersiapkan alat tulisn*a. Kemudian
mulailah mereka )eker+a sama, Kam Hong men*alurkan sin-kangn*a ke dalam tu)uh
+enaAah itu dan 8i Sian mencatat semua huruf *ang tim)ul. Tern*ata huruf-huruf itu
memang aneh sekali. (akin kuat Kam Hong mengerahkan sin-kangn*a, makin +elas pula
huruf-huruf itu tim)ul, akan tetapi )egitu Kam Hong mengurangi tenagan*a, maka huruf-
huruf itu pun men*uram.
(ereka )eker+a sama dengan tekun. 0kan tetapi, sering kali mereka terpaksa harus
)erhenti, karena Kam Hong harus )eristirahat dulu untuk mengumpulkan tenaga *ang
terus-menerus dikerahkan itu. Sampai tiga hari laman*a )arulah ha)is semua tulisan *ang
terdapat pada dada, perut dan dengan itu ditulis 8i Sian. Tern*ata di )agian punggung
tidak terdapat tulisan, dan tulisan itu terus menurun sampai ke pusar dan )awah pusar.
0kan tetapi, ketika mereka sudah mengutip tulisan itu sampai ke pusar, Kam Hong
maupun 8i Sian tidak melan+utkan le)ih ke )awah lagi.
12aman, kalau engkau hendak mem)uka celana itu aku tidak mau melan+utkan dan )iar
kautulis sa+a sendiri./ katan*a.
10h, aku pun tidak mau melakukan hal itu, 8i Sian. 0ku menghormati Guruku, tidak
mungkin akan melakukan hal tidak sopan terhadap )eliau, )iar diupah pela+aran *ang
)agaimana he)at sekalipun./
(aka )erhentilah mereka. Kam Hong *ang kelelahan itu lalu )ersamadhi mengumpulkan
hawa murni untuk memulihkan tenaga sin-kangn*a *ang selama tiga hari ini terus-
menerus dikerahkann*a itu, sedangkan 8i Sian lalu men*usun tulisann*a itu agar teratur.
Kalau sa+a keduan*a tahu )ahwa sikap mereka *ang sopan terhadap +enaAah itu tern*ata
malah men*elamatkan mereka, atau setidakn*a men*elamatkan Kam Hong. Kiran*a,
locianpwe *ang luar )iasa saktin*a itu, memang se)elum mati telah memperhitungkan
segala-galan*a. Di dalam tempat-tempat terlarang itu memang ada di)uatn*a tulisan-
tulisan, akan tetapi tulisan-tulisan di tempat terlarang ini mengandung pela+aran-pela+aran
men*esatkan *ang han*a dapat men*eret orang *ang mempela+arin*a ke +urang kese-
satan. >adi locianpwe itu telah memperhitungkan dengan cermat sekali, mem)eri
gan+aran kepada penemu ma*atn*a *ang )erwatak )aik, se)alikn*a mem)eri hukuman
kepada penemu ma*atn*a *ang )erwatak )uruk. Han*a orang-orang kurang menghormat,
tidak sopan dan serakah akan ilmu sa+alah *ang akan mem)uka celana untuk menuliskan
huruf-huruf di )agian tu)uh *ang terlarang itu.
Setelah tenaga sin-kangn*a pulih kem)ali, mulailah Kam Hong mem)aca catatan-catatan
*ang di)uat oleh 8i Sian itu. (emang kurang tersusun )aik, akan tetapi akhirn*a Kam
Hong dapat men*usunn*a kem)ali dan dia men+adi girang sekali. Tern*ata catatan-
catatan itu mengandung dua macam pela+aran. 2ela+aran pertama adalah pela+aran
meniup suling. 0kan tetapi )ukan sem)arangan meniup suling, melainkan meniup suling
dengan mempergunakan khi-kang dan sin-kang *ang amat aneh dan tinggi. (enurut
catatan itu, kalau orang )erhasil mempela+ari cara meniup suling menurut pela+aran ini,
dia akan dapat meniup suling *ang semua lu)angn*a ditutup, dimulai satu demi satu,
sampai akhirn*a )ahkan dia akan mampu meniup suling tanpa suling. (emang aneh dan
gila. 0kan tetapi )ukan tidak mungkin. Kalau tingkat khi-kang dan sin-kang *ang
dimiliki sudah setinggi itu, dia akan mampu mengeluarkan hawa tiupan melalui teng-
gorokkann*a sendiri tanpa suling dan akan dapat mengeluarkan )un*i seindah suara
suling *ang )erlagu. Dan kalau sudah setinggi ini tingkatn*a, kiran*a di dunia ini akan
+arang sekali terdapat orang *ang akan mampu menandingi sin-kang dan khi-kangn*a,
dan pantaslah dise)ut 2endekar Suling ;mas *ang se+ati.
2ela+aran ke dua mengandung pela+aran gerakan ilmu pedang *ang han*a terdiri dari
delapan )elas +urus. Ilmu pedang ini tidak )egitu )aik kalau dimainkan dengan pedang,
melainkan )aru tepat kalau dimainkan dengan suling emas. Dan naman*a adalah Kim-
siauw Kiam-sut 9Ilmu 2edang Suling ;mas:.
Giranglah hati Kam Hong dan sam)il menanti sem)uhn*a tulang kakin*a *ang patah,
mulailah dia )erlatih meniup suling. Kadang-kadang 8i Sian mentertawakan pendekar
ini. Kalau meniup suling dengan cara )iasa, pendekar ini mampu meniup lagu-lagu indah
*ang mempesona. Bahkan 8i Sian sendiri men+adi kagum mendengarn*a. 0kan tetapi
kini dia )ela+ar meniup. seperti seorang anak kecil *ang )elum pandai meniup suling.
Suaran*a tidak karuan. Tentu sa+a demikian karena dia meniup dengan menurut pela+aran
dalam catatan itu, *aitu setiap lu)ang harus dapat dipergunakan untuk meniupkan suara
)ermacam-macam not. Dan untuk menguasai ini tidaklah mudah, karena dia harus dapat
mengatur tenaga khi-kang sedemikian rupa sehingga sesuai )enar dengan tenaga *ang
di)utuhkan untuk menciptakan not itu. (ulailah Kam Hong )ela+ar dengan amat
tekunn*a, 8i Sian sendiri *ang men+adi pencatat dari ilmu-ilmu itu sama sekali tidak
mengerti, karena dasar ilmu silatn*a masih terlampau rendah kalau harus mengerti ilmu-
ilmu *ang amat tinggi itu.
8i Sian, kadang-kadang di)antu oleh Kam Hong *ang sudah mulai dapat menggunakan
kakin*a *ang patah tulangn*a, akan tetapi terpincang-pincang, sering kali mencari-cari
+alan keluar, namun mereka terpaksa harus melihat ken*ataan )ahwa tempat itu )enar-
)enar dikurung oleh +urang-+urang *ang amat curam sekali sehingga seolah-olah tidak
mungkin lagi )agi mereka untuk keluar dari tempat itu. 8i Sian hampir menangis melihat
ken*ataan ini. 1Haruskah kita hidup terus di sini sampai mati men+adi orang-orang
terasing di tempat dingin ini6/ keluhn*a.
1Sa)arlah, 8i Sian. Tunggu sampai kakiku sem)uh sama sekali. 0ku akan mencari +alan
keluar dan aku akan menuruni +urang itu untuk memeriksa kemungkinan keluar dari
tempat ini. >angan khawatir. Sementara ini, untungn*a di sini engkau )isa mendapatkan
)urung dan.... eh, kelinci itu untuk makan, )ukan6/
10ih, )osan aku. Setiap hari makan daging )urung dan kelinci tanpa )um)u. 3ama-lama
kita )isa )eru)ah men+adi )inatang )uas./
Betapapun +uga, 8i Sian )ukanlah seorang anak perempuan cengeng *ang suka
mengeluh. Dia sudah men+adi lincah gem)ira kem)ali dan dia pun mem)uang waktu
luangn*a untuk )erlatih ilmu silat atas petun+uk dari Kam Hong sehingga dalam waktu
)e)erapa hari sa+a dia sudah memperoleh kema+uan pesat.
@@@
Kita tinggalkan dulu dua orang anak manusia *ang terpencil di tempat sun*i dan dingin
itu dan mari kita mengikuti per+alanan Sim Hong Bu dan pamann*a Sim Tek. Seperti
telah kita ketahui, dua orang paman dan keponakan *ang merupakan pem)uru-pem)uru
*ang gagah perkasa ini telah menolong 8i Sian akan tetapi se)alikn*a mereka malah
terancam )aha*a maut dan )aru selamat setelah Kam Hong turun tangan. (ereka )erdua
kagum )ukan main men*aksikan kelihaian pendekar *ang memegang kipas dan suling
emas itu, dan diam-diam Sim Hong Bu merasa kecewa dan )ahwa dia tidak dapat
)erkenalan le)ih +auh dengan gadis cilik *ang pem)erani dan dengan pendekar *ang
demikian perkasa.
Dua orang pem)uru ini melan+utkan per+alanan dan ketika mereka melihat adan*a )an*ak
ma*at )erserakan di mana-mana dalam keadaan terluka parah dan mengerikan, tim)ul
keraguan dalam hati Sim Hong Bu *ang )iasan*a ta)ah itu. 12aman, di mana-mana
terdapat )ekas amukan )inatang )uas seperti *ang )elum pernah kita lihat se)elumn*a.
Kalau )enar ini semua per)uatan 5eti seperti *ang dika)arkan orang selama ini, sungguh
amat )er)aha*a sekali kalau kita )ertemu dengan dia. 2erlukah per+alanan ini
dilan+utkan6/ tan*an*a sam)il mem)antu pamann*a mengu)ur setiap ma*at *ang mereka
temukan di +alan.
1Hong Bu, engkau tentu mengerti dan dapat merasakan desir darah dan tuntutan hati
seorang pem)uru. Setelah melihat seekor )inatang *ang )egini )uasn*a, *ang )ukan
han*a amat menarik akan tetapi +uga telah mem)unuh )an*ak manusia, )agaimana
mungkin kita dapat kem)ali se)elum )erusaha menangkap atau mem)unuhn*a./
10ku mengerti, 2aman, akan tetapi *ang kita )uru sekali ini adalah mahluk *ang luar
)iasa kuat dan ke+amn*a mele)ihi setan. (ana mungkin kita akan mampu
menangkapn*a apalagi mem)unuhn*a kalau sekian )an*akn*a orang kang-ouw sa+a +uga
tidak mampu, )ahkan men+adi kor)an dan mati kon*ol di )awah ke)uasann*a6/
1Kalau tidak mungkin menangkap atau mem)unuh, )aru melihatn*a sa+a pun sudah
merupakan suatu ke)anggaan )esar )agi seorang pem)uru se+ati. 2em)uru manakah di
dunia ini *ang sudah dapat melihat, )ertemu dan )erhadapan muka dengan 5eti6 Belum
ada, dan aku mengharapkan untuk men+adi pem)uru pertama *ang mengalamin*a./
Hong Bu tidak mem)antah lagi. Dia dapat merasakan hasrat itu di dalam hatin*a, hasrat
seorang pem)uru *ang seperti +uga setiap orang pem)uru atau penangkap ikan, selalu
rindu akan ke)anggaan )ercerita tentang keanehan )inatang *ang di)urun*a. (akin
ganas )inatang itu, makin )uas dan makin )er)aha*a, akan makin )anggalah untuk
menceritakan pengalamann*a. Dia pun terus mengikuti pamann*a tanpa mem)antah lagi,
)ertekad untuk menghadapi segala kemungkinan )ersama pamann*a tanpa mengenal
takut.
2aman dan keponakan ini tidak tahu )ahwa di )alik puncak *ang men+ulang di depan
mereka, *ang akan mereka lewati siang hari itu, ter+adi hal *ang le)ih he)at dan
mengerikan lagi. Di antara para orang kang-ouw *ang ramai-ramai mendatangi
Himala*a, tertarik akan )erita tentang pedang pusaka *ang dipere)utkan itu, terdapat
lima orang murid-murid Kun-lun-pai. (ereka )erlima ini tidak ada hu)ungann*a dengan
tiga orang tokoh Kun-lun *ang pernah diceritakan dalam awal cerita ini, *aitu Hok Keng
8u dan Hok 5a 8u *ang sudah tewas oleh 5eti, dan Hui-siang-kiam 8iok Kam *ang
terluka, )iarpun tiga orang tosu itu pun datang dari 2egunungan Kun-lun-san. Sama
sekali tidak ada hu)ungann*a, karena lima orang ini adalah murid dari partai persilatan
)esar Kun-lun-pai *ang )erpusat di pegunungan Kun-lun-san. (ereka adalah murid-
murid kelas atau tingkat dua, *ang )agi dunia kang-ouw sudah merupakan tingkat *ang
luma*an dan mereka telah memiliki ilmu silat *ang cukup kuat. (ereka terdiri dua orang
pemuda dan tiga orang gadis *ang kesemuan*a memiliki sikap *ang gagah perkasa. 5ang
pertama )ernama Tan 8oan, merupakan orang pertama dan tertua, usian*a dua puluh
lima tahun dan merupakan pemimpin rom)ongan mereka itu. <rang ke dua adalah
seorang pria pula, )ernama 3im Sun )erusia dua puluh tiga tahun. <rang ke tiga adalah
adikn*a *ang )ernama 3im Siang, seorang gadis )erusia dua puluh tahun. 5ang ke empat
dan ke lima +uga wanita, kakak )eradik )ernama Tio Gin Bwee )erusia delapan )elas
tahun dan Tio 0ng Bwee )erusia enam )elas tahun.
3ima orang murid Kun-lun-pai ini pun tertarik oleh )erita tentang pedang pusaka *ang
dilarikan pencuri dari istana dan ka)arn*a di)awa ke daerah Himala*a. Ke)etulan mereka
)erada di 2egunungan Kun-lun-san, maka mereka minta perkenan dari para pimpinan
Kun-lun-pai untuk pergi ke Himala*a, sekedar untuk meluaskan pandangan, menam)ah
pengetahuan dan kalau mungkin mendapatkan kem)ali pedang pusaka kera+aan itu untuk
)er)akti kepada negara. 2ara pimpinan Kun-lun-pai merasa khawatir, akan tetapi karena
lima orang muda itu mendesak, akhirn*a para tosu Kun-lun-pai mem)eri i+in dengan
pesan agar mereka tidak mela*ani orang-orang kang-ouw dan tidak menim)ulkan
perkelahian dan permusuhan, melainkan han*a sekedar menam)ah pengalaman )elaka.
Demikianlah, ketika lima orang murid Kun-lun-pai ini ti)a di daerah )ersal+u, ti)a-ti)a
mereka )ertemu dengan tiga orang tua aneh *ang memandang kepada tiga orang gadis
muda itu sam)il tertawa-tawa. 3ima orang murid Kun-lunpai itu tidak mengenal mereka
ini, tidak tahu )ahwa mereka itu adalah tiga orang tokoh kaum sesat *ang amat terkenal
dan lihai sekali. (ereka itu adalah )ekas para pem)antu dari tokoh sesat Hwai-kongcu
Tang Hun Ketua 3iong-sim-pang *ang kemudian )erga)ung dengan pem)erontak
2angeran 7epal dan kemudian tewas di tangan pendekar *ang terkenal Suma Kian Bu
atau le)ih terkenal lagi dengan +ulukan 2endekar Siluman Kecil 9)aca kisah ><D<H
S;20S07G ?0>0403I:. Tiga orang aneh ini adalah orang-orang *ang sudah )iasa
)erkecimpung dalam dunia ke+ahatan. 5ang pertama )erpakaian seperti seorang tosu,
usian*a kurang le)ih enam puluh lima tahun, )ertu)uh tinggi kurus )erwa+ah )engis.
<rang ke dua adalah Ban-kin-kwi Kwan Kok, usian*a se)a*a dengan tosu tadi, tu)uhn*a
tinggi )esar dan mukan*a hitam. Kalau Hak Im 8u terkenal dengan gin-kangn*a *ang
he)at, orang ke dua ini, sesuai dengan +ulukann*a, *aitu Ban-kin-kwi 9Setan Selaksa
Kati:, tenagan*a se)esar ga+ah dan dia adalah seorang *ang memiliki sin-kang kuat sekali
dan kedua kepalan tangann*a merupakan sen+ata ampuh. <rang ke tiga adalah Hai-liong-
ong 8iok Gu To, usian*a +uga se)a*a, kepalan*a gundul akan tetapi dia )ukanlah seorang
hwesio. Tu)uhn*a pendek gemuk, tidak sesuai dengan keahliann*a, *aitu ahli )ermain
dalam air dan memiliki tenaga dalam *ang kuat pula. <rang ke tiga ini suka tertawa-tawa,
dan tangann*a memegang se)atang da*ung *ang kini dipergunakan se)agai tongkat.
Sesungguhn*a, se)elum mereka )ertiga ini mengham)akan diri kepada ketua 3iong-sim-
pang, )iarpun mereka itu termasuk tokoh-tokoh kaum sesat, namun mereka )ertiga tidak
atau +arang sekali menggoda wanita. 0kan tetapi, semen+ak mereka men+adi pem)antu-
pem)antu Hwa-i-kongcu *ang selalu menghi)ur mereka dengan wanita-wanita cantik,
ketiga kakek ini )eru)ah men+adi orang-orang *ang haus akan pemuasan nafsu )erahi
mereka *ang )angkit karena ke)iasaan di 3iong-sim-pang itu. (aka, kini ketika mereka
melihat ada tiga orang gadis muda *ang manis-manis, )ertemu dengan mereka di tempat
sun*i, tentu sa+a mereka men+adi tertarik karena pikiran mereka sudah mem)a*angkan
pengalaman pengalaman lalu dengan wanita-wanita muda dan mem)a*angkan )etapa
akan senangn*a kalau mereka mendapatkan teman seorang satu di tempat *ang sun*i dan
)erhawa dingin itu.
Demikianlah tim)uln*a nafsu )erahi atau nafsu apapun +uga *ang menguasai hati dan
pikiran, menguasai )atin kita setiap saat dan *ang kemudian men+adi pendorong dari
setiap per)uatan kita dalam hidup ini. 2ikiranlah sum)ern*a. 2ikiran *ang )eker+a
mengenangkan segala kesenangan *ang pernah dialami. 2ikiran *ang merupakan gudang
dari pengalaman dan ingatan. Kalau mata kita tertarik dan suka melihat segala sesuatu
*ang indah setangkai )unga *ang indah warnan*a, awan )erarak di langit, tamas*a alam
ter)entang luas di depan kita, matahari sen+a *ang mentak+u)kan, wa+ah seorang wanita
*ang cantik manis, semua rasa suka memandang itu adalah wa+ar, karena mata kita sudah
di)entuk se+ak kecil untuk menilai apa *ang dinamakan indah dan apa *ang )uruk itu.
Kalau *ang ada han*a memandang sa+a, maka hal itu wa+ar dan tidak ter+adi konflik.
0kan tetapi sa*ang, setiap kali kita memandang, pikiran *ang penuh dengan ingatan ini
selalu campur tangan. 2ikiran *ang mendam)akan kesenangan ini lalu mem)a*angkan
kem)ali segala kesenangan *ang pernah dialami atau pernah didengarn*a, lalu
mem)a*angkan hal-hal *ang menim)ulkan nafsu. (ata melihat wanita cantik +elita dan
ter+adi da*a tarik, tim)ul semacam dorongan untuk memandang keindahan *ang terdapat
pada wa+ah itu. Kalau *ang ada han*a memandang sa+a, maka setelah wanita itu lewat
dan len*ap, ha)islah sa+a sampai di situ. 0kan tetapi, kalau pikiran memasukin*a, lalu
mem)a*angkan )etapa akan senangn*a kalau dapat )ercinta dengann*a dan se)again*a,
maka tim)ullah nafsu )erahi.
2ikiran adalah sum)er segala konflik. 2ikiran men+adi tempat )ertumpukn*a kenangan
akan hal-hal *ang telah lalu, *ang pernah kita alami dan selalu pikiran menge+ar
kesenangan atau le)ih tepat lagi, menge+ar pengulangan kesenangan *ang lalu dengan
menciptakan kesenangan *ang ingin dialami di masa mendatang, dan selalu karenan*a
menolak dan menghindarkan ketidaksenangan. Karena keinginan menge+ar kesenangan
inilah maka tim)ul per)uatan-per)uatan *ang men*eleweng dari pada ke)enaran,
per)uatan-per)uatan +ahat *ang merugikan orang lain dan diri sendiri. Setelah melihat
semua ini, dapatkah kita mem)e)askan diri dari pencampurtanganan pikiran6 Dapatkah
kita memandang atau mendengar sa+a penuh perhatian, tanpa adan*a pikiran *ang
mem)andingkan, mempertim)angkan lalu memutuskan )aik )urukn*a senang susahn*a6
Dapatkah pikiran )erhenti mengoceh dan menghidupkan kem)ali hal-hal *ang telah lalu6
Tentu sa+a )ukan )erarti )ahwa kita hidup tanpa pikiran. Hal itu sama sekali tidaklah
mungkin. 2ikiran adalah alat *ang amat di)utuhkan untuk hidup, atau untuk melengkapi
hidup ini. Tanpa pikiran, tanpa ingatan tentu sa+a kita tidak akan dapat pulang ke rumah,
takkan dapat melakukan peker+aan, takkan dapat menghitung, mem)aca dan se)again*a
lagi. 2ikiran amatlah penting )agi kita, *aitu dalam soal-soal teknis sa+a. Dalam soal-soal
keperluan lahiriah sa+a. 0kan tetapi )egitu pikiran penuh ingatan memasuki )atin,
mengusik hu)ungan antara kita dengan manusia lain, akan ter+adilah konflik. Dalam
komunikasi antara kita dengan manusia lain, dengan )enda, dengan )atin, tidak
di)utuhkan pikiran *ang menilai )erdasarkan ingatan masa lalu.
(elihat sikap tiga orang kakek *ang +elas mem)a*angkan )ahwa mereka itu adalah
tokoh-tokoh )erilmu, se)agai orang-orang muda *ang tahu aturan kang-ouw, lima orang
murid Kun-lun-pai itu lalu )erhenti melangkah, dan men+ura kepada tiga orang kakek itu
dengan sikap hormat. Tan 8oan se)agai *ang tertua dan pemimpin rom)ongan, lalu
melangkah ma+u.
1Sam-wi 3ocianpwe 9Tiga <rang Gagah:, selamat )er+umpa dan persilakan Sam-wi
lewat./ (ereka lalu )erdiri di tepi +alan untuk mem)iarkan mereka lewat le)ih dulu.
Tiga orang kakek itu saling pandang dan Hai-liong-ong 8iok Gu To *ang )iasan*a terus
men*eringai dan tertawa-tawa itu )erkata. 10ha, kalian adalah orang-orang muda *ang
tahu aturan dan men*enangkan sekali. Siapakah kalian6/
1Kami )erlima adalah murid-murid Kun-lun-pai....1
14ah-wah-wah, murid-murid Kun-lun-pai +uga )erkeliaran sampai ke sini6 0pakah
kalian +uga ingin pula mempere)utkan pedang keramat Koai-liong-po-kiam6/ Hak Im 8u
)erkata dengan nada suara menge+ek.
Diam-diam Tan 8oan terke+ut dan tidak senang melihat sikap mereka dan mendengar
ucapan-ucapan *ang nadan*a menge+ek itu. Sikap mereka tidak menghormat Kun-lun-pai
itu sa+a sudah dapat menim)ulkan dugaan )ahwa mereka ini adalah orang-orang dari
golongan hitam. Kaum )ersih, di mana +uga dia )erada, tentu akan menghormat Kun-lun-
pai *ang merupakan se)uah di antara partai-partai persilatan )esar. 0kan tetapi dia mena-
han kesa)aran dan men+ura sam)il )erkata, suaran*a tetap tenang dan halus.
1Kami mendengar tentang pokiam itu, akan tetapi kami han*a datang untuk melihat dan
mendengar, meluaskan pengalaman kami *ang dangkal. Harap Sam-wi 3ocianpwe tidak
mentertawakan kami *ang )odoh./
1Huh, orang-orang Kun-lun-pai selaman*a som)ong dan tinggi hati./ Ti)a-ti)a Ban-kin-
kwi Kwan <k mencela, suaran*a )erat dan memang dia pernah menaruh dendam karena
pernah dia dikalahkan oleh seorang tosu Kun-lun-pai )e)erapa tahun *ang lalu.
0kan tetapi Hai-liong-ong 8iok Gu To *ang masih tersen*um sam)il memandangi tiga
orang gadis itu, masih )icara dengan ramah. 1<rang-orang muda, ketahuilah )ahwa
tempat ini amat )er)aha*a. 0da 5eti mengamuk dan sudah )an*ak sekali orang kang-
ouw *ang tewas./
1<leh karena itu./ sam)ung Hak Im 8u, 1tidak )aik )agi nona-nona ini untuk melakukan
per+alanan sendiri. Kalian dua orang pemuda )oleh sa+a )er+alan sendiri, akan tetapi
)iarlah tiga orang nona ini melan+utkan per+alanan )ersama dengan kami. Kami akan
men+aga dan melindungi keselamatan kalian, 7ona-nona manis./
1Bagus. Seorang satu, itu )aru adil naman*a./ kata pula 8iok Gu Tosu sam)il tertawa
)ergelak. 1(arilah, 7ona-nona, kalian akan melakukan per+alanan *ang men*enangkan,
selain akan aman +uga tidak akan kedinginan lagi, ha-ha-ha./
3ima orang murid Kun-lun-pai itu terke+ut )ukan main. (uka mereka sudah )ero)ah
merah sekali dan sinar mata mereka )ern*ala karena marah. (ereka telah diperingatkan
oleh guru mereka agar tidak )ermusuhan dan agar +angan )erkelahi, akan tetapi kalau
)erhadapan dengan tiga orang kurang a+ar semacam tiga orang kakek ini, apakah mereka
+uga harus )ersaha)at6 Bagaimanapun +uga, mereka adalah orang-orang muda gem-
)lengan, maka Tan 8oan dapat men*a)arkan adik-adik seperguruann*a dengan pandang
matan*a, kemudian dia men+ura lagi dan )erkata kepada tiga orang kakek itu, nada
suaran*a masih halus namun penuh ketegasan.
1Kiran*a Sam-wi adalah orang-orang *ang merupakan tokoh )esar di dunia kang-ouw,
maka agakn*a senga+a Sam-wi hendak menggoda kami orang-orang muda dari Kun-lun-
pai. 0kan tetapi para pemimpin dan guru-guru kami telah )erpesan kepada kami agar
kami tidak )erlaku kurang a+ar dan tidak mencari permusuhan dengan siapapun +uga.
<leh karena itu, harap Sam-wi menaruh kasihan kepada kami dan mem)iarkan kami
pergi melan+utkan per+alanan kami./
1Heh, )ocah *ang )ermulut manis. Kalau engkau mau pergi )ersama temanmu pemuda
*ang satun*a lagi itu, lekaslah minggat dan menggelinding pergi. 0kan tetapi tinggalkan
tiga orang gadis manis itu untuk menemani kami./ )entak Ban-kin-kwi Kwan <k dengan
)entakan keras.
Tak mungkin kini mereka )erlima dapat menahan kemarahan mereka *ang memuncak
oleh ucapan *ang amat menghina ini. >elaslah kini )agi mereka )ahwa mereka
)erhadapan dengan tokoh-tokoh golongan hitam *ang +ahat sekali. 3im Sun *ang le)ih
muda dan le)ih )erdarah panas itu lalu ma+u mem)entak. 1Siapakah kalian )ertiga *ang
)ersikap seperti memusuhi Kun-lun-pai6/ )entakn*a dengan melotot.
Hak Im 8u tertawa men*am)ut pertan*aan ini. 1Ha-ha-ha, memang se)aikn*a kami
memperkenalkan diri, agar kalian )erdua tidak mati penasaran dan agar ketiga orang
gadis itu akan merasa le)ih senang karena telah kami pilih se)agai teman-teman
seper+alanan di tempat dingin ini. Dengarlah )aik-)aik, 2into adalah Hak Im 8u, dia itu
adalah Ban-kin-kwi Kwan Kok, sedangkan Si Gundul itu adalah Hai-liong-ong 8iok Gu
To. 7ah, sudah +elaskah6/
3ima orang muda Kun-lun-pai itu memang )elum )an*ak pengalaman di dunia kang-
ouw, apalagi dunia pen+ahat, maka tentu sa+a nama-nama itu asing, )agi mereka.
1Sekali lagi kami harap Sam-wi tidak menanam permusuhan dengan kami orang-orang
muda *ang tidak ingin )erkelahi dengan siapapun +uga dan mem)iarkan kami pergi./ Tan
8oan )erkata lagi, sungguhpun nada suaran*a tidak sehormat tadi, akan tetapi +uga tidak
kasar dan dia mem)eri tanda Kepada adik-adik seperguruann*a untuk meninggalkan
tempat itu.
1Haiiiit, tahan dulu./ )entak Hai-liong-ong 8iok Gu To *ang )iarpun tu)uhn*a pendek
gemuk akan tetapi dapat )ergerak gesit sekali karena tahu-tahu dia sudah )erkele)at dan
menghadang di depan mereka )erlima. 1Tulikah kalian6 5ang dua laki-laki )oleh
minggat, akan tetapi *ang tiga wanita harus tinggal./
1(anusia +ahat./ )entak Tio 0ng Bwee, murid perempuan Kun-lun-pai *ang )aru )erusia
enam )elas tahun itu dan dia sudah men*erang dengan pedangn*a *ang dica)ut
secepatn*a.
1Ha-ha-ha, engkau memilih aku sa*ang6 0ha, engkau tidak salah pilih./ Si 2endek
Gendut *ang )erkepala gundul ini tertawa dan dengan tenang sa+a dia mengelak dari
sam)aran pedang Tio 0ng Bwee. Sementara itu, empat orang murid Kun-lun-pai *ang
lain sudah menca)ut pedang dan mereka pun mener+ang ma+u.
Hak Im 8u dan Ban-kin-kwi Kwan <k men*am)ut mereka dengan tertawa menge+ek.
Dan memang sesungguhn*a tingkat kepandaian murid-murid kelas dua dari Kun-lun-pai
ini masih kalah +auh kalau di)andingkan dengan tingkat kepandaian tiga orang tokoh
sesat itu. Tanpa mengerahkan )an*ak tenaga, lewat )elasan +urus sa+a lima orang muda
itu sudah terdesak he)at dan akhirn*a Tan 8oan dan 3im Sun ro)oh oleh pedang Hak Im
8u dan sen+ata da*ung di tangan Hai-liong-ong 8iok Gu To, sedangkan tiga orang gadis
itu telah ro)oh tertotok.
Sam)il tertawa-tawa tiga orang kakek *ang ke+am seperti )inatang )uas itu telah memilih
masing-masing seorang gadis, mengangkat dan memondong mereka itu sam)il terkekeh
dan hendak mem)awa mereka pergi. 0kan tetapi pada saat itu )erkele)at )a*angan *ang
cepat sekali dan tahu-tahu di situ telah )erdiri dua orang lain. (elihat dua orang ini, tiga
orang kakek itu terke+ut )ukan main dan wa+ah mereka )ero)ah pucat.
5ang )aru muncul ini adalah dua orang kakek lain *ang amat luar )iasa. 5ang seorang
amat pendek, +auh le)ih pendek gendut di)andingkan dengan Hai-liong-ong 8iok Gu To,
karena Si 2endek *ang )erkepala gundul dan )erpakaian seperti hwesio ini tinggin*a
tidak le)ih dari satu seperempat meter. Dia )erdiri di situ sam)il tertawa ha-ha-ha-ha se-
perti orang gendeng akan tetapi sepasang matan*a mencorong men*eramkan. <rang ke
dua tidak kalah anehn*a. Se)agai ke)alikan dari Si Gendut 2endek, orang ke dua ini
)erpakaian tosu, kurus sekali dan tinggin*a sampai dua setengah meter, dua kali le)ih
tinggi daripada Si 2endek. Kalau Si Gendut 2endek itu )erwa+ah riang gem)ira, Si Tinggi
Kurus ini mukan*a sedih seperti orang menangis, sepasang matan*a sipit seperti ter-
pe+am. Tentu sa+a tiga orang kakek +ahat itu terke+ut seperti melihat setan, karena
memang dua orang di depan mereka itu seperti manusia-manusia setan *ang terkenal
se)agai manusia-manusia *ang paling +ahat di kolong langit. (ereka itu adalah orang ke
empat dan ke lima dari sekelompok orang-orang sakti +ahat *ang terkenal dengan +ulukan
Im-kan 7go-ok 93ima >ahat Dari 0khirat:. Si 2endek itu adalah Su-ok 9>ahat ke ;mpat:
Siauw-siang-cu, sedangkan Si >angkung itu adalah 7go-ok 9>ahat ke 3ima: Toat-)eng
Sian-su. 2ara pem)aca cerita><D<H S;20S07G ?0>0403I tentu sudah mengenal
mereka ini karena mereka adalah tokoh-tokoh utama *ang memimpin pem)erontakan
2angeran 7epal terhadap Kera+aan 8eng )e)erapa tahun *ang lampau. Dan karena tiga
orang kakek +ahat itu tadin*a men+adi pem)antu-pem)antu Hwai-kongcu *ang +uga
)ersekutu deangan pem)erontak tentu sa+a mereka )ertiga mengenal siapa adan*a dua
orang aneh ini.
Hak Im 8u dan dua orang kawann*a cepat melepaskan tu)uh tiga orang gadis Kun-lun-
pai itu dan men+ura dengan sikap hormat sekali kepada Su-ok dan 7go-ok. 1Sungguh
tidak mengira akan )ertemu dengan >i-wi 3ocianpwe di sini./ kata Hak Im 8u. <rang
seperti Hak Im 8u sampai men*e)ut 3ocianpwe terhadap mereka )erdua, sungguh
merupakan penghormatan *ang amat )esar.
1Selamat )er+umpa, apakah selama ini >i-wi 3ocianpwe )aik-)aik sa+a6/ Ban-kin-kwi
Kwan <k +uga men*apa dengan ramah.
1Kami menghaturkan hormat kepada >i-wi 3ocianpwe./ kata pula Hai-liong-ong 8iok Gu
To.
0kan tetapi Su-ok dan 7go-ok tidak men+awa). Su-ok han*a tetap ha-ha-he-he
men*eramkan, sedangkan 7go-ok *ang cem)erut itu memandang kepada tu)uh tiga
orang gadis muda *ang tak dapat )ergerak karena tertotok itu.
0khirn*a Su-ok menoleh kepada 7go-ok dan melihat )etapa mata *ang sipit itu ditu+ukan
ke arah tiga orang gadis Kun-lun-pai itu, Su-ok tertawa )ergelak. 1Ha-ha-ha, kalau
engkau menghendaki mereka, tiga ekor an+ing tua ini harus di)unuh dulu./
7go-ok mengangguk. 1=ntuk apa kalau tidak di)unuh./ katan*a.
Hak Im 8u dan dua orang kawann*a terke+ut )ukan main. 1>i-wi 3ocianpwe mengapa
)erkata demikian6 Kalau 3ocianpwe menghendaki mereka, )iarlah kami mengalah dan
menghaturkan mereka kepada 3ocianpwe dengan senang hati.
1Ha-ha, an+ing-an+ing tua pengecut. Sudah )erani naik ke sini mengapa takut mati6 Ha*o
ma+ulah, )agaimanapun +uga kami harus mem)unuh kalian./
Tiga orang tokoh sesat itu makin ketakutan sampai wa+ah mereka )ero)ah pucat.
13ocianpwe sungguh tidak adil./ Ban-kim-kwi Kwan <k )erkata. 1Kami )ertiga adalah
saha)at-saha)at *ang tidak pernah mengganggu 3ocianpwe, )ahkan dengan hormat kami
mempersem)ahkan tiga orang gadis ini kalau 3ocianpwe menghendaki. (engapa hendak
mem)unuh kami6/
1Siapa )ilang kita )ersaha)at6/ 7go-ok mendengus dan matan*a ter)uka sedikit,
sikapn*a sungguh mengerikan.
13ocianpwe, )ukankah kita pernah )ersama-sama mem)antu 2angeran 7epal6 Bukankah
kita adalah orang-orang sendiri dan karena itu )ersaha)at6/ Hak Im 8u )erkata.
1Ha-ha-ha./ Si 2endek Gendut Suok tertawa menge+ek. 1(emang ketika itu kalian
menguntungkan, maka )ersaha)at. Sekarang, kalian merupakan saingan kami dalam
mencari dan mempere)utkan Koai-liong-pokiam, maka kalian adalah saingan kami atau
musuh dan harus di)unuh. 3ain dulu lain sekarang. Dulu menguntungkan maka saha)at,
sekarang merugikah maka musuh./
Sungguh pendapat *ang sama sekali mau enak sendiri sa+a. 0kan tetapi, )enarkah sikap
Su-ok dan 7go-ok itu aneh dan +ahat6 3upakah kita )ahwa kita sendiri pun dengan
diselu)ungi oleh segala sopan santun dan ke)uda*aan, pada hakekatn*a mempun*ai
perhitungan dan pandangan *ang tidak +auh )edan*a dengan sikap dua orang manusia
i)lis itu6 Se)aikn*a kalau kita meneliti dan memandang diri sendiri, mengenal diri
sendiri. 8o)a kita renungkan dan pandang dengan se+u+urn*a, mengapa kita mempun*ai
saha)at-saha)at dan mengapa pula kita mempun*ai musuh-musuh6 Bukankah orang *ang
kita anggap saha)at itu adalah orang *ang kita pandang menguntungkan kita, )aik
keuntungan lahir maupun )atin6 Dan se)alikn*a )ukankah orang *ang kita anggap
musuh itu adalah orang *ang kita pandang merugikan lahir maupun )atin6 Dan orang
*ang sekarang kita anggap saha)at, kalau pada suatu hari dia itu merugikan kita lahir atau
)atin, apakah dia masih kita anggap saha)at, ataukah lalu kita anggap se)agai musuh6
Berapa )an*akn*a orang *ang kini kita anggap musuh itu dahulu pernah men+adi saha)at
kita6 0h, kehidupan kita penuh dengan penilaian *ang didasarkan untung rugi )agi kita
sendiri, oleh karena itulah maka kita memisah-misahkan orang-orang lain se)agai *ang
disuka dan *ang tidak disuka, se)agai saha)at atau musuh. Bukankah pada dasarn*a kita,
*ang masih mempun*ai saha)at dan musuh, tidak +auh )eda pandangan kita dengan Su-
ok dan 7go-ok6
Tiga orang kakek itu sendiri adalah tokoh-tokoh +ahat dan ke+am. Baru sa+a mereka sudah
memperlihatkan watak mereka *ang ke+am, dengan mem)unuh dua orang pemuda Kun-
lun-pai *ang tidak )erdosa dan hendak memaksa tiga orang gadis Kun-lun-pai untuk
mela*ani mereka. (aka, kini melihat sikap Su-ok dan 7go-ok, maklumlah mereka )ahwa
tidak ada +alan lain )agi mereka selain mem)ela diri mati-matian. Dan karena mereka
sudah tahu akan kelihaian Su-ok dan 7go-ok, maka mereka pun tidak mau mengalah dan
tidak segan melakukan kecurangan demi untuk men*elamatkan diri.
1Haiiittt...../ Ti)a-ti)a Hai-liong-ong 8iok Gu To *ang )erdiri di se)elah agak kiri dari
Su-ok, sudah menggerakkan da*ungn*a *ang ter)uat dari pada kuningan itu dan
menghantam ke arah kepala Su-ok *ang pendek gendut seperti dirin*a, akan tetapi tetap
sa+a dia masih le)ih tinggi sehingga Su-ok itu han*a sampai di )awah telingan*a sa+a
tinggin*a. Da*ung itu men*am)ar dengan dahs*at sekali. (elihat ini, Hak Im 8u sudah
mener+ang ma+u lagi dengan pedangn*a, sedangkan Ban-kin-kwi Kwan <k sudah
menggunakan kepalan tangann*a untuk mem)antu 8iok Gu To mengero*ok Su-ok *ang
mereka tahu le)ih lihai daripada 7go-ok Si >angkung itu.
Ter+adilah perkelahian *ang amat seru. Su-ok dengan enak sa+a men*elinap ke )awah dan
da*ung itu men*am)ar ke atas kepalan*a. Ketika melihat )erkele)atn*a )a*angan Ban-
kin-kwi *ang memukul sehingga men*am)ar angin pukulan dahs*at dari tokoh )ertenaga
ga+ah ini, Su-ok tertawa dan tu)uhn*a sudah )ergulingan ke atas tanah sehingga pukulan
itu pun luput. Dua orang lawann*a terus mengepung dan mengirim serangan )ertu)i-tu)i,
namun Su-ok selalu dapat mengelak dengan ilmu silatn*a *ang aneh, tu)uhn*a kadang-
kadang )erloncatan, kadang-kadang menggelundung ke sana-sini seperti trenggiling dan
kalau dia meloncat dari atas tanah, dia sudah mengirimkan pukulan *ang amat kuat
sehingga )e)erapa kali kedua orang lawan *ang sudah mengelak itu tetap sa+a terhu*ung,
ter)awa angin pukulan *ang amat dahs*at.
Sementara itu, 7go-ok +uga dengan enakn*a menghadapi pedang di tangan Hak Im 8u.
Tu)uhn*a *ang +angkung itu kalau mengelak han*a dengan lengkungan-lengkungan
pan+ang dan pedang itu selalu mengenai angin, kemudian kedua tangan itu dari atas
men*am)ar dengan lengan *ang pan+ang seperti dua ekor )urung men*am)ar-n*am)ar
dari atas mem)uat Hak Im 8u si)uk sekali untuk melindungi tu)uhn*a dari sam)aran dua
)uah tangan itu. 2edangn*a terpaksa diputarn*a secepat mungkin karena mem)entuk
sinar )ergulung-gulung merupakan )enteng *ang melindungi tu)uhn*a.
Tingkat ilmu silat dari tiga orang kakek itu sesungguhn*a sudah mencapai tingkat tinggi
dan nama mereka di dunia kang-ouw sudah terkenal sekali. (urid-murid Kun-lun-pai
kelas dua tadi pun sama sekali )ukan lawan mereka, dan di dunia kaum sesat mereka ini
sudah merupakan tokoh-tokoh *ang disegani. 0kan tetapi sekali ini mereka )ertemu
dengan datuk-datuk kaum sesat *ang +auh le)ih lihai daripada mereka. Baru ada satu sa+a
di antara Im-kan 7go-ok, ada Su-ok atau 7go-ok seorang sa+a, )elum tentu mereka
)ertiga akan mampu mengalahkann*a. 0palagi sekarang sekali muncul ada dua orang
tentu sa+a mereka men+adi kewalahan sekali.
5ang pertama kali mengalami desakan he)at adalah Hak Im 8u. Hal ini tidak
mengherankan karena )iarpun tingkat kepandaian 7go-ok masih kalah setingkat
di)andingkan dengan tingkat kepandaian Su-ok, akan tetapi Hak Im 8u menghadapi
tokoh ini seorang diri sa+a, dan watak 7go-ok )er)eda dengan Su-ok. Su-ok adalah orang
*ang suka )ergurau dan suka mempermainkan orang, maka kini menghadapi
pengero*okan dua orang lawan itu dia pun senga+a mempermainkan mereka, seperti dua
ekor tikus dipermainkan seekor kucing *ang sudah merasa *akin akan kekuatan dan
kemenangann*a. <leh karena itulah maka kalau 7go-ok sudah dapat mendesak
lawann*a. Su-ok masih )elum mendesak dan mem)iarkan dua orang lawann*a itu
melakukan serangan )ertu)i-tu)i *ang dapat dihindarkann*a dengan mudah sa+a.
7go-ok sudah mendesak he)at dan kedua tangann*a makin gencar melakukan serangan
ke arah kepala Hak Im 8u. Tosu ini sudah mandi keringat karena )erkali-kali tangan
*ang )erlengan pan+ang itu hampir sa+a )erhasil menotokn*a atau menghantam kepalan*a
dari arah *ang tidak terduga-duga se)elumn*a karena dia tidak mungkin dapat mengikuti
gerakan dari atas itu. Dengan kegelisahan *ang mem)uatn*a nekat, ti)a-ti)a dia menusuk
ke depan, memutar pedang itu dan tangan kirin*a ikut melancarkan pukulan *ang
mengandung sin-kang kuat ke arah dada lawan, pedangn*a )erputar hendak mero)ek
perut. Serangan ini dahs*at )ukan main sehingga )iarpun 7go-ok amat lihai, tokoh ini
terke+ut +uga. Dan ti)a-ti)a ter+adilah apa *ang dikhawatirkan se+ak tadi oleh Hak Im 8u.
Tu)uh tinggi kurus itu ti)a-ti)a )er+ungkir )alik dan selagi Hak Im 8u terke+ut dan tidak
tahu )agaimana harus menghadapi lawan ini, tahu-tahu u)un-u)un kepalan*a kena
dicium u+ung +ari kaki kanan 7go-ok.
10ughh...../ Hak Im 8u terhu*ung ke )elakang, pandang matan*a )erkunang-kunang dan
pada saat itu, 7go-ok sudah menu)ruk ke depan dengan tu)uh )er+ungkir )alik kem)ali
seperti semula, dua kali tangann*a menampar terdengar suara 1krek. krek./ dan patahlah
kedua pergelangan tangan Hak Im 8u. 2edangn*a terlempar +auh dan tahu-tahu +ari-+ari
tangan kiri *ang pan+ang dari 7go-ok telah mencekik lehern*a dari )elakang disam)ung
oleh +ari-+ari tangan kanann*a dari depan.
Hak Im 8u meronta-ronta, tidak mampu melakukan tendangan karena tu)uh lawan
)erada di )elakangn*a, sedang kedua lengann*a sudah tak dapat dipergunakan lagi. Dia
meronta-ronta dan tu)uhn*a )erkelo+otan, namun sia-sia )elaka. 8ekikan itu makin kuat
sa+a. Sungguh merupakan penglihatan *ang mendirikan )ulu roma apa *ang dilakukan
oleh 7go-ok secara ke+am )ukan main itu. 0khirn*a tu)uh itu )erhenti )erkelo+otan dan
7go-ok melemparkan tu)uh Hak Im 8u *ang telah mati dengan mata melotot dan lidah
keluar sampai meman+ang.
10ha, engkau ke)uru-)uru amat, 7go-te./ Su-ok *ang dikero*ok dua itu masih sempat
mentertawakan 7go-ok. 0kan tetapi 7go-ok sudah tidak mau mempedulikan lagi karena
manusia i)lis ini dengan langkah pan+ang sudah menghampiri Tio Gin Bwee, gadis Kun-
lun-pai *ang )erusia delapan )elas tahun itu.
Tiga orang gadis itu tidak pingsan, han*a tertotok sa+a dan tidak mampu menggerakkan
tu)uhn*a. Semen+ak tadi, mereka itu menangis melihat dua orang suheng mereka tewas,
kemudian mereka menonton pertempuran antara manusia-manusia i)lis itu dengan hati
merasa ngeri dan takut. (ereka adalah gadis-gadis *ang menerima gem)lengan lahir
)atin, akan tetapi )aru sekarang mereka merasa ngeri dan takut karena maklum )etapa
mereka itu sama sekali tidak )erda*a dan mereka ter+atuh ke dalam tangan manusia-
manusia *ang le)ih +ahat daripada i)lis sendiri.
Ketika Si >angkung itu menghampirin*a dan men*am)arn*a seperti seekor elang
men*am)ar anak a*am sa+a, mengangkatn*a tinggi-tinggi, Tio Gin Bwee men+adi
ketakutan dan merintih. Dua orang lainn*a memandang dengan mata ter)elalak dan
+antung )erde)ar. ?intihan Gin Bwee makin lama men+adi +eritan-+eritan men*a*at hati
ketika dia di)awa ke )alik tumpukkan sal+u oleh Si >angkung itu dan akhirn*a tidak
terdengar lagi +eritann*a. Tak lama kemudian 7go-ok sudah datang lagi dan kini
tangann*a *ang )erlengan pan+ang i
tu men*am)ar tu)uh 3im Siang, +uga seperti tadi di)awan*a gadis itu ke )alik tumpukan
sal+u. Terdengar oleh 0ng Bwee )agaimana sucin*a ini men+erit-+erit akan tetapi makin
lama +eritann*a menghilang terganti isak tangis *ang men*edihkan.
Sementara itu, Su-ok tertawa dan kini mulailah dia men*erang dua orang pengero*okn*a.
Tu)uhn*a merendah seperti )er+ongkok dan ketika tangann*a dihantamkan ke depan,
Hai-liong-ong 8iok Gu To )erteriak dan tu)uhn*a terlempar ke )elakang, ter)anting dan
tewas seketika, dari mulutn*a men*em)ur darah segar. Itulah pukulan Katak Buduk *ang
)er)au amis dan )eracun, akan tetapi +uga ampuhn*a menggila itu. (elihat ini, Ban-kin-
kwi Kwan <k tidak mempedulikan rasa malu lagi, dia sudah meloncat hendak melarikan
diri. 0kan tetapi tahu-tahu Si 2endek itu sudah )erada di depann*a dan sekali Su-ok
melancarkan pukulann*a seperti tadi, Ban-kin-kwi +uga ter+engkang dan tewas seketika
dengan muntah-muntah darah.
1Ho-ho-ha-ha-ha...../ Su-ok tertawa dan pada saat itu 7go-ok sudah menangkap 0ng
Bwee, gadis ke tiga. Gadis ini saking takut dan ngerin*a sudah )erhasil mem)e)askan
diri dari totokan, maka kini dia merontak-ronta dan melawan, menangis sam)il )erusaha
mencakar dengan kedua tangann*a. 0kan tetapi 7go-ok tidak peduli, lalu mem)awa
gadis itu ke tempat tadi, diikuti oleh Su-ok dan dengan )uas dia merenggut dan mero)ek-
ro)ek pakaian 0ng Bwee, kemudian memperkosa gadis itu di )awah penglihatan Su-ok
*ang tertawa-tawa gem)ira. 0ng-Bwee sempat mengeluarkan +erit *ang amat melengking
saking takut dan ngerin*a, akan tetapi selan+utn*a dia tidak )erda*a seperti dua orang
sucin*a *ang sudah re)ah sam)il menangis dan dalam keadaan setengah pingsan itu.
0gakn*a +eritan inilah *ang terdengar oleh Sim Hong Bu dan Sim Tek. Dua orang paman
dan keponakan *ang melakukan per+alanan mencari 5eti ini mendengar suara +erit aneh
di tempat sun*i itu. (ereka tadin*a mengira )ahwa +erit+erit *ang mereka dengar
terdahulu dan han*a terdengar lapat-lapat itu adalah +erit dari mahluk *ang mereka )uru,
*aitu 5eti. (aka mereka menu+u ke tempat itu, di )alik puncak, dengan hati-hati agar
mereka tidak sampai )ertemu )egitu sa+a dengan mahluk )er)aha*a itu. (ereka
)erindap-indap dan mendekati tempat itu sam)il )erlindung. 0kan tetapi +erit terakhir
*ang mereka dengar, *aitu +erit *ang keluar dari mulut 0ng Bwee, adalah +erit *ang +elas
dapat mereka kenal se)agai +erit *ang keluar dari seorang wanita *ang mungkin )erada
dalam keadaan ketakutan he)at. (aka kini keduan*a )erlari-lari menu+u ke arah
datangn*a suara. (ereka mendengar suara orang tertawa-tawa di )alik tumpukkan sal+u
dan +erit wanita tadi tidak terdengar lagi. (aka keduan*a lalu meloncat dan menu+u ke
)alik tumpukan sal+u.
0pa *ang mereka saksikan mem)uat kedua orang pem)uru ini )erdiri terpukau dengan
mata ter)elalak dan se+enak mereka seperti )ero)ah men+adi patung. Kemudian wa+ah
mereka men+adi merah sekali, terutama sekali Sim Hong Bu. (ereka melihat seorang
kakek tinggi kurus sedang memperkosa seorang gadis *ang )ergerak meronta lemah,
sedangkan seorang kakek lain )erpakaian hwesio dan )erkepala gundul sedang menonton
sam)il tertawa-tawa seolah-olah sedang menonton pertun+ukkan *ang amat lucu dan
men*enangkan.
1(anusia hina-dina. (anusia i)lis tak )er+antung./ Sim Hong Bu sudah memaki dan dia
meloncat ke depan sam)il menca)ut pedang dengan tangan kanan dan tangan kiri
memegang )usurn*a. 7iatn*a untuk mener+ang kakek *ang sedang memperkosa gadis
itu, akan tetapi ti)a-ti)a kakek gundul itu menggerakkan tangann*a menampar dan angin
dahs*at men*am)ar ke arah Sim Hong Bu dan mem)uat pemuda ini ter+engkang dan
)ergulingan.
1Ha-ha-ha-ha. 0da lagi *ang )osan hidup./ kata Su-ok ketika dia melihat Sim Tek *ang
+uga sudah tidak dapat )ertahan men*aksikan peristiwa *ang terkutuk itu, sudah
men*erang pula dengan pedang di tangan kanan dan )usur di tangan kiri. Dia maklum
)ahwa kakek gundul pendek itu lihai )ukan main, akan tetapi untuk mem)ela gadis *ang
diperkosa itu, dia tidak peduli apa pun dan )ersedia untuk mengor)ankan n*awan*a
kalau perlu. >uga Hong Bu sudah )angkit lagi dan mem)antu pamann*a men*erang.
0kan tetapi tetap sa+a mereka )erdua tidak mampu men*erang kakek +angkung *ang
sedang memperkosa gadis itu, karena kakek pendek gundul selalu menghadang mereka.
(aka terpaksa mereka kini mener+ang kakek gundul dan ter+adilah perkelahian *ang
tidak seim)ang. 0palagi dikero*ok oleh dua orang pem)uru paman dan keponakan ini.
Sedangkan pengero*okan dua orang )erilmu tinggi seperti Ban-kin-kwi Kwan Kok dan
Hai-liong-ong 8iok Gu To pun )erakhir dengan kematian dua orang lihai itu. Kini de-
ngan enakn*a Su-ok mempermainkan paman dan keponakan itu. Dia han*a )erdiri sa+a
sam)il )ertolak pinggang, sedikit pun tidak )ergerak, han*a kalau dua orang itu datang
men*erang, dia mendorong dengan tangan kanan atau kiri dan dua orang itu sudah
ter+engkang se)elum disehtuh oleh telapak tangann*a.
(elihat ini, Sim Tek marah sekali dan cepat dia memasang anak panah pada )usurn*a.
(emang dia seorang pem)uru *ang pandai dan terlatih, +uga )erpengalaman, maka
)egitu dia mainkan anak panah pada )usurn*a, dengan cepat sekali anak panah
men*am)ar )ertu)i-tu)i ke arah Su-ok. (elihat ini, Hong Bu +uga meniru per)uatan
pamann*a, akan tetapi dia tidak mem)idik ke arah Suok, melainkan menu+ukan anak-
anak panahn*a ke arah punggung dan pinggul 7go-ok *ang telan+ang.
Ter+adilah hal-hal *ang amat luar )iasa. Su-ok han*a menggerakkan kedua tangann*a dan
semua anak panah *ang dilepas oleh Sim Tek itu kem)ali ke arah pen*erangn*a dengan
kecepatan +auh le)ih la+u lagi daripada ketika anak-anak panah itu tadi meluncur dari
gendewa Sim Tek. 2em)uru ini terke+ut dan )erusaha mengelak, akan tetapi se)atang
anak panah *ang ditangkap oleh Su-ok dan dilontarkann*a, seperti kilat men*am)ar dan
menem)us dadan*a. ?o)ohlah pem)uru itu dengan dada tertem)us anak panah sampai
ke punggung dan tentu sa+a dia ro)oh dan tewas.
0nak-anak panah *ang dilepas oleh Hong Bu dengan tepat mengenai punggung dan
pinggul Si >angkung, akan tetapi anak panah itu seperti mengenai tu)uh dari )a+a sa+a,
semua terpental dan meleset, tidak ada se)atang pun *ang mampu melukai tu)uh 7go-
ok. Dan se)elum Hong Bu dapat memanah lagi, tahu-tahu tengkukn*a telah dipegang
oleh Su-ok dan dia tidak mampu )ergerak lagi, han*a meronta-ronta di udara dan me-
maki-maki.
1Kalian mem)unuh 2amanku. Kalian I)lis-i)lis terkutuk, kalian manusia-manusia
+ahanam. Ha*o, )unuh aku sekalian./ teriakn*a sam)il kakin*a menendangnendang.
1Su-ko, +angan )unuh )ocah itu. (ulutn*a kotor, dia cocok untuk men+adi )u+ang kita./
7go-ok )erkata dan dia sudah )angkit )erdiri. Kemudian, di depan mata Hong Bu *ang
ter)elalak penuh kengerian, 7go-ok menca)uti kuku i)u +ari tiga orang gadis *ang re)ah
diperkosan*a itu. Gadis-gadis itu men+erit satu kali dan ro)oh pingsan. Kemudian, setiap
ha)is menca)ut kedua kuku i)u +ari tangan, 7go-ok melemparkan tu)uh itu dan dia
senga+a mem)anting secara keras sehingga kepala gadis *ang di)antingn*a itu menimpa
)atu dan pecah, tewas seketika. Tiga orang gadis itu tewas dalam keadaan *ang amat
mengerikan dan men*edihkan.
1I)lis kau. Bukan maanusia kau. Terkutuk kau, men+adi intip neraka kelak, +ahanam
)usuk./ Sim Hong Bu memaki-maki dan hampir dia pingsan saking ngeri men*aksikan
keke+aman *ang )elum pernah disaksikan se)elumn*a, )ahkan )elum pernah dia
mendengar atau mimpi tentang keke+aman sehe)at itu.
1=hh, mulutmu )enar )usuk. Kau sungguh pandai memaki, )agus sekali./ Su-ok tidak
marah )ahkan memu+i-mu+i. Tentu sa+a Hong Bu tidak sudi dipu+i dan dia memaki-maki
makin he)at.
10n+ing kau, )a)i kau. Kalian )uas dan ke+i, mele)ihi )inatang, mele)ihi i)lis./
1Hemm, suruh dia diam, Su-ko. Biarpun dia pandai )ern*an*i, akan tetapi lama-lama
)osan +uga./ kata 7go-ok. 10tau )iar kuro)ek sa+a perutn*a dan kita lihat isi perut anak
*ang )egini )erani6/
1Ha-ha-ha, nanti dulu, 7go-te. Di tempat seperti ini kita )utuh pem)antu, dan anak ini
mempun*ai )akat *ang )aik sekali untuk men+adi seorang tokoh kita kelak. 3ihat,
ke)eraniann*a menon+ol, dan mulutn*a pun cukup )usuk. Kalau kelak tindakann*a
se)usuk mulutn*a, wah, dia )isa menandingi kita./
1>ahanam keparat, siapa sudi ikut kalian6 Ha*o )unuhlah aku, keparat. Kaukira aku
pengecut takut mati6 (au mero)ek perutku, ro)eklah, siksalah, kalian memang an+ing-
an+ing serigala *ang )uas. 3ihat sa+a, kalau ada 2endekar Siluman Kecil di sini, kepala
kalian tentu akan dihancurkan./
Saking marahn*a dan karena merasa tidak )erda*a melihat orang-orang ini )er)uat
ke+am, dia teringat kepada pendekar *ang dikagumin*a itu dan men*e)ut naman*a. 0kan
tetapi, dua orang tokoh sesat itu terke+ut )ukan main, wa+ah mereka )ero)ah dan mereka
memandang ke kanan kiri, seperti orang ketakutan.
1Di mana 2endekar Siluman Kecil6/ )entak 7go-ok *ang )iasan*a pendiam dan tenang
itu, kini kelihatan )eringas dan gentar.
Hong Bu adalah seorang anak *ang cerdik sekali. (elihat peru)ahan pada wa+ah kedua
orang manusia i)lis ini, tahulah dia )ahwa nama pendekar *ang di+un+ungn*a itu kiran*a
+uga sudah dikenal oleh mereka ini dan mereka kelihatan gentar terhadap pendekar itu,
maka dia lalu tertawa.
1Kalian masih )ertan*a lagi6 Kalian tentu tahu sendiri kalau sudah mengenal )eliau
)ahwa )eliau adalah malaekat *ang )isa menghancurkan i)lis-i)lis macam kalian dan
dapat muncul sewaktu-waktu./
1Kau ingin mampus./ 7go-ok menghantam ke arah kepala Hong Bu dan anak ini tanpa
)erkedip menanti datangn*a maut.
12lakk./ tangan 7go-ok itu ditangkis oleh Su-ok.
1;h, kau mengapa, Su-ko6/ 7go-ok mendengus marah.
1Bodoh, anak ini agakn*a mengenal dia dan kalau )enar dia muncul, kita dapat
mempergunakan dia se)agai sandera, tolol./
Hong Bu +uga segera mengerti persoalan ini dan dia tertawa )ergelak. 1Ha-ha-ha, kiran*a
kalian ini han*a garang kalau menghadapi orang lemah sa+a. Sekali mendengar nama
2endekar Siluman Kecil, kalian terkencing-kencing dan terkentut-kentut ketakutan dan
menggunakan akal licik dan curang untuk menggunakan aku se)agai sandera. Ha-ha-ha
lihat siapa di sana itu6/ Ti)a-ti)a dia menuding ke kanan. Dua orang itu terke+ut )ukan
main, cepat menoleh ke kanan akan tetapi di situ tidak ada siapa-siapa.
1<ho, siapa itu di sana6/ Kem)ali Hong Bu menuding ke kiri, dan secepat itu, pula kedua
orang itu menengok ke kiri, sikap mereka +elas mem)a*angkan ketakutan sehingga Hong
Bu mentertawakan mereka.
1Bocah ini mempermainkan kita./ 7go-ok mengomel.
1Sudah kukatakan dia )er)akat untuk men+adi tokoh golongan kita./ kata Su-ok. 1(ari
kita pergi./ Dia lalu melompat sam)il tetap mencengkeram tengkuk Hong Bu, diikuti
oleh 7go-ok.
1;h, kalian tidak tahu6 Didepan situ, lihat siapa *ang menanti kalian./ kata pula Hong Bu
*ang senga+a hendak mempermainkan mereka. Dia tidak )erda*a, tidak mampu melawan,
tidak mampu mem)alas, maka dia han*a dapat mem)alas mereka dengan menakut-nakuti
mereka sa+a.
1Bocah tolol, kamu kira dapat menakut-nakuti..../
Ti)a-ti)a ucapan 7go-ok ini terhenti dan dia )erdiri seperti patung, +uga Su-ok
mengeluarkan seruan kaget. Bahkan Hong Bu sendiri +uga terke+ut setengah mati ketika
pada saat itu terdengar suara geraman *ang luar )iasa dahs*atn*a, suara geraman *ang
mem)uat sal+u )erham)uran dan tanah *ang mereka in+ak )erguncang. Dan di depan
mereka telah )erdiri seekor mahluk *ang mengerikan dan menakutkan sekali. Tinggin*a
luar )iasa sekali, sama dengan tinggin*a 7go-ok *ang sudah terlalu luar )iasa itu, akan
tetapi kalau 7go-ok kecil kurus, mahluk itu se)alikn*a tinggi )esar, le)ih )esar daripada
Su-ok *ang gendut.
<tomatis Su-ok melepaskan Hong Bu karena dia harus )ersiap siaga menghadapi mahluk
ini *ang mereka sudah dapat mendugan*a karena selama )e)erapa pekan ini mereka
sudah mendengar tentang mahluk ini. 5eti. Sepasang mata mahluk itu kemerahan dan
liar, )eringas seperti sedang marah sekali. Se)atang pedang menancap di paha kanann*a
dan dia )erdiri agak mem)ungkuk, agakn*a siap untuk men*erang.
15eti...../ Sim Hong Bu merangkak ke samping, lalu terduduk dengan kedua kaki lemas
karena tegang dan ngerin*a. Dia )elum pernah merasa takut, walaupun di dalam
per)uruan semen+ak dia kecil, )an*ak sudah dia menghadapi )aha*a maut dan
menghadapi )inatang-)inatang )uas *ang kuat dan liar. 0kan tetapi )elum perah dia
)ertemu dengan mahluk seperti ini. Tidak seperti )inatang )uas lain, +uga +auh daripada
manusia liar, melainkan le)ih dekat dengan u+ud dari setan neraka sendiri. 0h, sa*ang
pamann*a telah tewas. Kalau ada pamann*a di situ, tentu pamann*a itu akan terpesona
dan hatin*a dipenuhi ke)anggaan. Ke)anggaan seorang pem)uru *ang men+adi pem)uru
pertama *ang )erhadapan dengan 5eti, mahluk *ang selama ini han*a terdapat dalam
dongeng )elaka.
Sementara itu, Su-ok dan 7go-ok sudah )ersiap siap. Se)agai ahli-ahli ilmu silat tinggi,
mereka tidak mau mendahului karena mereka sudah mendengar )etapa tangguhn*a dan
)er)aha*an*a mahluk ini. Ban*ak sudah tersiar )erita )etapa orang-orang kang-ouw *ang
pandai-pandai men+adi kor)an 5eti ini. Hal itu mereka tidak pedulikan, karena
sesungguhn*a )ukan han*a 5eti *ang mem)unuh mereka. Ban*ak pula *ang mati di
tangan Im-kan 7go-ok. (emang, mereka ini mem)unuhi )an*ak orang kang-ouw,
terutama dari pihak kaum )ersih, agar mengurangi saingan dalam mempere)utkan
pedang pusaka *ang terkenal itu. Dan kini, melihat se)atang pedang menancap di paha
5eti, tim)ullah niat mereka untuk mero)ohkan mahluk Ini. Dua pasang mata *ang ta+am
itu mengenal pedang *ang )aik, dan )ukan tidak )oleh +adi )ahwa pedang itulah *ang
sedang dipere)utkan orang-orang kang-ouw. 2edang itulah *ang )ernama Koai-liong-
pokiam. 0kan tetapi )agaimana pedang *ang dipere)utkan oleh semua orang kang-ouw
itu menancap di paha 5eti6 Su-ok dan 7go-ok tidak mempedulikan hal ini. 5ang penting
)agi mereka adalah mero)ohkan 5eti dan merampas pedang itu. Dan sekali 5eti terluka
oleh pedang itu, agakn*a tidak akan sukar )agi mereka untuk menundukkann*a. Selama
ini semua orang *ang )ertemu dengan 5eti tentu mati, maka tidak ada seorang pun *ang
pernah )ercerita tentang pedang *ang menancap di paha 5eti. Kalaupun ada *ang
melihatn*a, agakn*a +uga tidak akan mau mem)uka rahasia ini kepada orang lain.
17go-te, siap, kau di )elakangn*a. Hati-hati, dia nampak kuat, pergunakan semua
pukulan mematikan./ kata Su-ok.
0kan tetapi 7go-ok adalah seorang *ang som)ong dan terlalu mengagulkan
kepandaiann*a sendiri. Dia memandang rendah mahluk ini. Han*a )inatang )uas *ang
agak )esar, apan*a *ang )er)aha*a, pikirn*a.
1(ampuslah...../ )entakn*a dan ti)a-ti)a dia sudah mener+ang dari samping, lengann*a
*ang pan+ang itu terulur dan dengan pengerahan sin-kang *ang amat dahs*at tangan itu
menghantam ke arah kepala mahluk itu dari atas ke arah u)un-u)un *ang dianggap
tempat *ang lemah dan agakn*a 7go-ok ini hendak mero)ohkan mahluk itu dengan
sekali pukul sa+a maka dia mengerahkan seluruh tenagan*a. (elihat Si >angkung ini
sudah men*erang, Su-ok +uga mem)arengi dengan pukulan dah*sat, Katak Buduk *ang
dilakukan sam)il )er+ongkok, menghantam ke arah perut mahluk itu.
Serangan orang ke empat dan ke lima dari Im-kan 7go-ok itu dahs*at )ukan main dan
seorang ahli silat *ang +agoan sekalipun kiran*a tidak akan )egitu mudah untuk
menghindarkan diri dari serangan-serangan *ang he)at itu. (ahluk *ang dise)ut 5eti itu
mengeluarkan gerengan dahs*at sekali, seolah-olah tidak tahu )ahwa dirin*a diserang
oleh pukulan pukulan maut dan tanpa mempedulikan serangan lawan, kedua lengann*a
*ang )esar pan+ang )er)ulu itu sudah mencengkeram ke arah dua orang lawan *ang
men*erangn*a. >adi serangan-serangan lawan itu di)alasn*a dengan serangan pula dari
+ari-+ari tangan *ang )erkuku pan+ang dan runcing ta+am melengkung itu.
1Dess. Bukkk./ Hantaman 7go-ok pada kepala dan hantaman Su-ok pada perut itu tepat
mengenai sasaran, akan tetapi seperti menghantam )ola karet sa+a karena kedua pukulan
dahs*at itu mem)alik )egitu men*entuh tu)uh 5eti. Kiran*a 5eti itu memiliki keke)alan
*ang sungguh luar )iasa dan selaman*a )elum pernah dilihat oleh dua orang datuk kaum
sesat itu. Dan pada saat itu, kedua tangan 5eti sudah men*am)ar ke arah leher mereka
dengan cepat dan kuatn*a.
Dua orang datuk kaum sesat itu )erseru keras dan melempar tu)uh ke )elakang, akan
tetapi angin sam)aran tangan itu men*am)ar dan mem)uat mereka merasa leher mereka
perih seperti diserempet pedang ta+am. Kagetlah kedua orang datuk itu dan mereka tahu
)ahwa 5eti itu tern*ata )ukan lawan sem)arangan, melainkan mahluk *ang memiliki
keke)alan sukar diperca*a. (aka mereka )erhati-hati dan kini 7go-ok mengeluarkan
suara mendengus dan tu)uhn*a sudah )er+ungkir )alik, sedangkan Su-ok sudah
mengumpulkan kekuatann*a dan )ergulingan seperti seekor trenggiling.
5eti menggereng-gereng dan )erdiri agak mem)ungkuk, kedua tangan diangkat seperti
sikap seekor )iruang, dengan gerakan kepala dan lirikan matan*a *ang merah itu dia
mengikuti gerakan aneh dari dua orang pengero*okn*a itu. 5ang seorang )er+ungkir
)alik dan )erloncatan dengan kepala men+adi kaki sehingga terdengar suara dak-duk-dak-
duk sedangkan *ang seorang lagi )ergulingan seperti trenggiling atau seperti seorang
anak kecil *ang rewel. Ti)a-ti)a 7go-ok mendengus lagi dan tu)uhn*a men*am)ar ke
depan, mulailah dia men*erang dengan kedua kakin*a, dengan u+ung kaki dia menotok
ke arah +alan darah di leher dan se)elah kaki lagi menusuk ke mata 5eti itu. Sedangkan
dari arah lain Su-ok *ang tadin*a )ergulingan itu kini telah )er+ongkok serendahn*a
sehingga perut gendutn*a mengenai tanah, sikapn*a seperti seekor kodok tulen, dan dari
)awah itu dia mengeluarkan pukulan *ang ampuh dengan pengerahan seluruh tenaga
sehingga tercium )au amis )ukan main ketika terdengar suara mencicit diikuti angin
)erdesir dari kedua telapak tangann*a, menghantam ke arah 5eti.
0gakn*a 5eti itu pun tahu )ahwa dua orang lawann*a ini adalah orang pandai, dan
mungkin pengetahuann*a ini tim)ul ketika dia merasakan hantaman mereka *ang
pertama tadi, *ang )iarpun dapat diteriman*a dengan keke)alan *ang luar )iasa, namun
agakn*a +uga terasa olehn*a. 2ukulan kaki 7go-ok ke arah leher dan mata datang le)ih
dulu dari serangan Su-ok. 5eti itu ti)a-ti)a miringkan tu)uh atas sehingga totokan itu
luput dan dengan cepat dia men*am)ar dengan tangann*a. Gerakann*a itu cepat )ukan
main dan tahu-tahu se)elah kaki 7go-ok telah dapat dicengkeramn*a. 7go-ok terke+ut
)ukan main, mengerahkan tenaga dan meronta. 2ada saat itu, pukulan Su-ok telah ti)a
dan menghantam dada 5eti.
1Desss./ Sekali ini karena 5eti itu mem)agi tenagan*a untuk menangkap kaki 7go-ok
dan Su-ok memukul dengan pengerahan seluruh tenaga, maka 5eti menggereng,
pegangann*a terlepas dan dia terlempar ke )elakang, lalu +atuh ter)anting. 0kan tetapi
hal ini mem)uatn*a semakin marah dan agakn*a dia han*a nanar sedikit sa+a, lalu dia
meloncat dan menu)ruk ke arah Su-ok. Bukan main kagetn*a orang pendek gendut ini
ketika merasa )etapa tu)rukan ini mengandung tenaga sedikitn*a seri)u kati. Dia
melempar tu)uh ke )elakang dan )ergulingan sehingga terhindar dari tu)rukan itu.
Se)alikn*a, *ang kena ditu)ruk adalah se)uah )atu )esar ter)ungkus sal+u dan terdengar
suara keras ketika )atu itu pecah )erham)uran mencelat ke sana-sini. Su-ok )ergidik +uga
men*aksikan kedahs*atan 5eti itu. Kini dia dan terutama sekali 7go-ok tidak )erani
main-main lagi. (ereka )erdua lalu mener+ang dari depan )elakang, mengeluarkan
semua ilmu kepandaian mereka, mengandalkan kegesitan dan secara )ertu)i-tu)i akan
tetapi hati-hati mereka men*erang dengan pukulan-pukulan sakti.
5eti itu agakn*a +uga )erhati-hati kini. Dan mulailah dia menggerak-gerak kan kedua
tangann*a dan sungguh aneh sekali, gerakan-gerakann*a itu )iarpun kelihatan kaku dan
lucu, namun tern*ata mengandung dasar-dasar ilmu silat tinggi, +uga demikian pula
gerakan dan loncatan kedua kakin*a sam)il terpincang-pincang sehingga ter+adilah
pertempuran *ang amat he)at.
(elihat ini, Sim Hong Bu *ang se+ak tadi merasa kasihan kepada 5eti *ang kakin*a
sudah tertusuk pedang itu, memaki-maki dua orang datuk kaum sesat itu, 1Kalian )erdua
kakek tua )angka *ang +ahat. (anusia )erwatak i)lis. 5eti itu sudah terluka pedang, dan
kalian masih mendesakn*a. Sungguh tidak tahu malu sama sekali. Kalian le)ih )uas dan
liar daripada )inatang. Tak tahu malu. 2engecut, )eranin*a mengero*ok dua seekor
)inatang *ang sudah terluka pula. 8ih, tak tahu malu./
Dan untuk melampiaskan kedongkolan hatin*a, Sim Hong Bu mencari )atu-)atu se)esar
kepalan tangan dan mulailah dia men*am)iti dua orang kakek *ang mengero*ok 5eti itu.
Tentu sa+a sam)itan-sam)itan itu tidak ada artin*a )agi Suok dan 7go-ok, akan tetapi
mereka tidak dapat mela*ani Hong Bu dan tidak mempedulikan anak itu karena mereka
sendiri terdesak he)at oleh 5eti.
(emang he)at sekali mahluk itu. Setiap kali dua orang datuk itu )eradu lengan atau kaki
7go-ok )ertemu dengan lengan *ang )er)ulu itu, mereka )erdua merasa )etapa tu)uh
mereka tergetar he)at. Diam-diam mereka merasa heran dan +uga terke+ut, karena mereka
tahu )ahwa 5eti itu )ukan han*a mempergunakan tenaga kasar atau tenaga otot seperti
)inatang-)inatang )uas pada umumn*a, melainkan tenaga sin-kang *ang luar )iasa
kuatn*a. Sungguh sukar dapat dimengerti )agaimana mungkin mahluk *ang seperti
)inatang )uas ini dapat menghimpun sin-kang *ang sedemikian kuatn*a. Dua orang
datuk itu telah merasa lelah dan seluruh tu)uh sakitsakit, +uga pipi Su-ok telah )erdarah
terkena cakar, sedangkan telinga kiri 7go-ok pecah-pecah terkena sam)aran pukulann*a.
(ereka kewalahan sekali dan akhirn*a dengan marah Su-ok )erkata. 17go-te, mari
satukan tenaga dan serang dia./
7go-ok *ang +uga merasa penasaran sekali, lalu meloncat ke dekat Su-ok. (emang
mereka merasa penasaran. (asa mereka, dua orang di antara Im-kan 7go-ok *ang
menggetarkan dunia persilatan, kini harus mengaku kalah terhadap seekor )inatang,
padahal mereka ma+u )ersama6 Hal ini kalau sampai diketahui dunia kang-ouw,
)ukankah nama mereka akan runtuh dan terseret ke dalam lumpur6
Su-ok kini )er+ongkok mengerahkan tenaga Katak Buduk, sedangkan 7go-ok +uga
mengerahkan tenagan*a, kemudian dengan )er)areng mereka menghantamkan kedua
tangan mereka dengan tangan ter)uka ke arah 5eti *ang mener+ang ma+u. 0ngin *ang
dahs*at sekali men*am)ar ke depan, dan inilah pukulan +arak +auh *ang disertai
pengga)ungan tenaga sin-kang oleh kedua orang datuk kaum sesat itu. 0gakn*a 5eti itu
pun maklum akan hal ini, maka sam)il menggereng, gerengan *ang menggetarkan
+antung dua orang lawann*a dia pun mendorongkan kedua tangann*a ke arah mereka.
Ter+adilah adu tenaga *ang amat he)at di tengah udara *ang dingin itu dan aki)atn*a,
5eti itu terhu*ung ke )elakang akan tetapi dua orang datuk kaum sesat itu terlempar ke
)elakang seperti dua )uah la*ang-la*ang putus talin*a. 0khirn*a mereka ter)anting ke
atas sal+u dan keduan*a mengeluh pan+ang, lalu merangkak )angun, menoleh ke arah
5eti dengan muka pucat dan melihat 5eti masih )erdiri dengan tu)uh agak mem)ungkuk
mata merah penuh kemarahan itu, keduan*a lalu lari tunggang-langgang. 0du tenaga
*ang terakhir itu me*akinkan hati mereka )erdua )ahwa mereka sungguh kalah kuat dan
kalau dilan+utkan pertempuran itu, agakn*a mereka akhirn*a akan kalah.
5eti itu tidak menge+ar, dan setelah dua orang lawan *ang tangguh itu len*ap, dia +atuh
terduduk. 5eti itu mengeluarkan suara merintih-rintih dan kedua tangann*a memi+it-mi+it
pahan*a *ang tertusuk pedang. Sim Hong Bu *ang masih duduk di atas )atu itu
memandang dengan )engong. Dia melihat 5eti itu merintih dan dari kedua mata *ang
merah itu turun )e)erapa tetes air mata. 5eti itu menangis.
Tadi Hong Bu merasa kagum )ukan main men*aksikan sepak ter+ang 5eti. Sungguh di
luar dugaann*a )ahwa dua orang manusia i)lis *ang luar )iasa lihain*a itu )ukan han*a
tidak mampu menandingi 5eti, )ahkan mereka terdesak he)at dan kemudian mereka
)ahkan lari tunggang langgang. Ingin rasan*a dia )ersorak-sorai dan )ertepuk tangan me-
n*aksikan kesudahan dari, perkelahian *ang seru dan dahs*at itu karena memang di
dalam hatin*a dia men+agoi dan )erpihak kepada 5eti. 0kan tetapi kini melihat 5eti ini
merintih-rintih, )ahkan menangis, tim)ul rasa kasihan *ang mendalam di hatin*a. Dia
sendiri tidak perlu melarikan diri, karena merasa percuma sa+a. (ana mungkin melarikan
diri dari mahluk *ang amat dahs*at itu6 Sekali loncat sa+a 5eti itu akan dapat menang-
kapn*a, karena itulah maka tadi dia pasrah sa+a. 0kan tetapi 5eti itu tidak
mengganggun*a, menengok puh tidak, )ahkan kini merintih-rintih, memi+ati kakin*a
*ang tertusuk pedang dan menangis.
10h, 5eti itu sesungguhn*a tidak +ahat./ Kini Hong Bu teringat )ahwa tadi pun )ukan
5eti itu *ang le)ih dulu men*erang dua orang datuk sesat itu, melainkan mereka *ang
le)ih dulu men*erang, )arulah 5eti )ergerak melawan. (akin kasihanlah rasa hatin*a.
3uka itu he)at, dan kalau di)iarkan tentu akan mem)engkak dan mem)usuk. Se)agai
seorang pem)uru, tentu sa+a di dalam saku )a+u Hong Bu tersimpan o)at-o)at, terutama
sekali o)at luka, o)at untuk melawan racun dan gigitan )inatang )er)isa. Bagaimanapun
+uga, tadi dia telah ter+atuh ke dalam tangan dua orang kakek i)lis *ang telah mem)unuh
pamann*a itu, dan tipislah harapann*a untuk dapat selamat di tangan mereka itu. Kini dia
ter)e)as dan hal ini tak dapat disangkal lagi adalah karena pertolongan 5eti ini. (aka,
akan malulah dia kalau sekarang tidak mem)alas )udi selagi 5eti itu dalam keadaan *ang
demikian sengsara. (aka Hong Bu lalu )angkit )erdiri, perlahan-lahan dia melangkah
menghampiri 5eti *ang masih duduk di atas sal+u memi+it-mi+it kaki atau paha kanann*a
itu. 3uka *ang tertusuk pedang itu kini mengeluarkan darah *ang agak kehitaman. 10h,
dia keracunan, pikir Hong Bu. Harus cepat di)eri o)at./
Ketika Hong Bu sudah ti)a dekat di depan 5eti itu, ti)a-ti)a 5eti itu mengangkat
kepalan*a, sepasang mata merah itu memandang, mata *ang masih )asah oleh air mata
dan ti)a-ti)a 5eti itu menggereng dengan geram. Hong Bu terke+ut sekali, akan tetapi
anak ini sudah )ertekad untuk menolong mahluk itu, maka dia menuding ke arah paha
5eti sam)il )erkata. 15eti.... aku.... aku han*a ingin mem)antumu, mengo)ati luka di
pahamu itu./
5eti itu masih menggereng-gereng, tangan kanann*a diangkat tinggi-tinggi seolah-olah
hendak menghantam. 0kan tetapi Hong Bu *ang sudah nekat itu memandang dengan
sepasang matan*a *ang +ernih, terang dan ta+am, sedikit pun tidak merasa takut. Dia
sudah melampaui rasa takut kaeena maklum )ahwa melawan atau tidak, lari atau tidak,
kalau 5eti itu menghendaki, dia tentu akan mudah di)unuhn*a.
10ku mempun*ai o)at untuk luka, dan lukamu itu sudah keracunan. Biarlah aku
merawatmu dan mengo)atimu untuk mem)alas )udimu telah mem)e)askan aku dari dua
orang +ahat tadi./ Hong Bu menuding ke arah larin*a dua orang kakek i)lis tadi,
kemudian dia mengeluarkan )ungkusan o)at dari dalam saku +u)ahn*a se)elah dalam.
5eti itu masih menggereng-gereng, akan tetapi han*a perlahan sa+a dan kelihatann*a
tidak marah lagi, sungguhpun masih nampak curiga. Ketika Hong Bu mendekati dan )er-
lutut di depann*a, dia memandang dengan matan*a *ang merah )asah, kemudian dia
mengangguk-angguk.
Girang )ukan main hati Hong Bu, 5eti ini )ukan han*a pandai )erkelahi dan amat
tangguh mele)ihi ahli-ahli silat kelas tinggi, akan tetapi +uga dapat mengerti kata-katan*a
agakn*a. Buktin*a dia mengangguk-angguk.
Hong Bu men*entuh paha itu dan memeriksa. 3uka itu memang sudah agak
mem)engkak, akan tetapi )aikn*a ketika dipakai )erkelahi tadi, lukan*a pecah sehingga
darah hitam keluar. Tidak ada lain +alan, pedang itu harus dica)ut le)ih dulu, )aru
mungkin mengo)ati luka *ang menem)us paha itu. Dan 5eti itu perlu di)eri minum pel
pencuci darah dengan segera. 0kan tetapi, mana mungkin menca)ut pedang itu selagi
5eti dalam keadaan sadar6 2enca)utan pedang itu akan mendatangkan rasa n*eri *ang
luar )iasa dan kalau hal ini dilakukan, tentu 5eti akan marah dan mungkin salah sangka,
mengira dia men*akitin*a dan tentu akan mem)unuhn*a se)elum pedang terca)ut
semua. Ser)a sulit, pikirn*a. 0kan tetapi Hong Bu *ang se+ak kecil seolah-olah sudah
)ela+ar hidup sendiri dan menghadapi sendiri segala macam kesulitan dan )aha*a itu
telah memiliki kecerdikan luar )iasa. Di antara o)atn*a terdapat )u)ukan o)at )ius, *aitu
*ang kadang-kadang perlu dipergunakan oleh para pem)uru *ang ingin menangkap
)inatang )uas, hidup-hidup memenuhi pesanan langganan, untuk men+e)ak harimau-
harimau atau )iruang-)iruang atau se)angsa )inatang )uas dan kuat lainn*a, kemudian
mem)ius )inatang itu agar pingsan sehingga mudah diikat atau dimasukkan kerangkeng
dan ditangkap hidup-hidup.
15eti, engkau keracunan, harus makan o)at ini. (aukah6/ Hong Bu mengeluarkan
se)ungkus o)at )u)uk dan memperlihatkann*a kepada 5eti. <)at )u)uk itu adalah o)at
)ius *ang )iasan*a dicampur dengan daging atau makanan lain untuk di)erikan se)agai
umpan kepada )inatang )uas *ang akan ditangkap. Kem)ali 5eti itu mengangguk-
angguk.
Giranglah hati Hong Bu. Dengan se)uah cawan *ang selalu di)awan*a, dia mencampur
o)at )u)uk itu dengan sal+u. Biasan*a, seekor harimau cukup di)eri seperempat )ungkus
sa+a. 0kan tetapi dia tahu )ahwa 5eti ini amat kuat, +auh le)ih kuat daripada seekor
)inatang *ang )agaimana )esar pun, maka dia menaruh seluruh isi )ungkusan itu ke
dalam cawan dan mencampurn*a dengan sal+u. Tentu sa+a tidak )isa mencair seperti air
dan Hong Bu men+adi )ingung. 10h, di mana )isa mendapatkan air di tempat *ang se-
muan*a ser)a )eku ini6/
Gerakan mulut 5eti itu mengeluarkan suara ah-ah-uh-uh aneh, kemudian sekali sam)ar,
cawan itu sudah pindah tangan. Hong Bu terke+ut sekali. 15eti, engkau harus
meminumn*a./ katan*a. (ahluk itu memandang se)entar ke arah cawan, dalam
)e)erapa detik dia tidak )ergerak dan Hong Bu ter)elalak melihat )etapa cawan itu
mengepulkan uap dan sal+u di dalamn*a men+adi cair seolah-olah cawan itu ditaruh di
atas api. Kemudian sekali tenggak isi cawan itu pun len*aplah memasuki perut 5eti
melalui mulutn*a.
5eti mengem)alikan cawan kepada Hong Bu *ang men+adi girang )ukan main. Dia
masih terheran-heran )agaimana cawan itu dapat mengepulkan uap dari sal+u itu dapat
mencair. Keluargan*a *ang semua merupakan ahli-ahli silat )elum mencapai tingkat
setinggi itu sehingga melihat hal itu seperti sulapan sa+a.
15eti *ang )aik, engkau memang cerdik sekali. 7ah, perca*alah, Hong Bu akan
menolongmu, akan men*elamatkan n*awamu seperti engkau telah men*elamatkan
n*awaku tadi./
Hong Bu lalu mengelus-elus paha itu. 0gakn*a 5eti itu merasa keenakan dan dia diam
sa+a, kemudian dia menguap seperti orang diserang kantuk. Hong Bu kem)ali terheran-
heran. (ahluk ini memang mirip manusia, )isa menguap segala kalau mengantuk, dan
dia tahu )ahwa o)at )ius itu sudah mulai )eker+a. (aka sam)il mengelus-elus paha itu
dia )erkata halus, 15eti, kau tidurlah kalau telah dan mengantuk. Biar aku men+agamu di
sini. Tidurlah./ Dengan lem)ut dia mendorong dada 5eti itu disuruhn*a )er)aring. 5eti
itu agakn*a mengerti karena dia lalu mere)ahkan diri miring, )er)antal lengann*a *ang
)esar dan tak lama kemudian dia pun sudah tidur atau pingsan karena pengaruh o)at )ius.
Hong Bu lalu mengeluarkan perlengkapann*a dari dalam saku-saku +u)ahn*a. Dia
mem)uat api, hal *ang amat sukar akan tetapi akhirn*a dia )erhasil +uga dan menggodok
o)at-o)at luka dan o)at-o)at minum. Setelah itu, )arulah dia menco)a untuk menca)ut
pedang itu dari paha 5eti. 0gakn*a pedang itu terselip antara tulang dan otot, sukar
sekali dica)utn*a )iar dia sudah mengerahkan seluruh tenagan*a. Ti)a-ti)a 5eti
mengeluarkan suara dan terke+utlah Hong Bu, mengira mahluk itu sadar. 0kan tetapi
tern*ata tidak dan agakn*a rasa n*eri mem)uat 5eti mengigau dalam tidur atau
pingsann*a.
Hong Bu mengerahkan tenagan*a lagi. Dia mengin+akkan kaki kirin*a pada paha 5eti
itu, dan kedua tangann*a memegang gagang pedang lalu menarik. Dia menahan napas,
mengerahkan tenaga sampai mengeluarkan suara ah-ah-uh-uh, dan akhirn*a pedang itu
mulai dapat ditarik.
Begitu )ergerak, maka sekali dia mengerahkan tenaga, pedang itu tertarik keluar dan dia
pun +atuh ter+engkang. Bukan main girangn*a. 0kan tetapi matan*a silau melihat pedang
itu *ang )erkilauan. 2edang he)at, pikirn*a, dan dengan hati-hati dia meletakkan pedang
itu di dekat tu)uh 5eti. Darah mengalir keluar dari depan dan )elakang paha, darah *ang
agak menghitam. Hong Bu memi+it-mi+it paha itu. 0kan tetapi paha itu terlalu )esar dan
keras sehingga akhirn*a dia menggunakan kedua kakin*a, mengin+ak-in+ak paha itu dan
mengen+ot-en+otn*a agar darah dapat keluar dari dua lu)ang luka di depan dan )elakang
paha. =sahan*a ini )erhasil dan le)ih )an*ak darah hitam lagi keluar. 3alu darah pun
)erhenti dan )etapa pun dia mengusahakan, tidak ada lagi darah *ang keluar. Terpaksa
dia lalu menaruh o)at-o)at luka di kedua luka itu sampai penuh, dan di)alutn*a paha itu
kuat-kuat dengan ro)ekan kain ikat pinggangn*a. Setelah selesai, puaslah hatin*a. Kini
dia tinggal menanti 5eti itu sadar dan akan di)erin*a minum o)at pencuci pada darah
*ang telah digodokn*a itu.
Ti)a-ti)a dia mendengar suara di )elakangn*a. 8epat Hong Bu menoleh dan dilihatn*a
seorang tosu *ang usian*a setengah tua, )erwa+ah tampan dan gagah, tu)uhn*a tinggi
tegap, kedua tangann*a memegang sepasang pedang, sudah )erdiri di situ sam)il
memandang dengan penuh perhatian ke arah 5eti *ang sedang tidur atau pingsan. Tosu
ini )ukan lain adalah Hui-siang-kiam 8iok Kam, tosu dari Kun-lun-san itu, *ang pernah
)ertemu dengan 5eti )ersama dua orang temann*a, *aitu Hok Keng 8u dan Hok 5a 8u
*ang sudah tewas oleh 5eti. Han*a ke)etulan sa+a tosu ini lolos dari maut, dan dia
merasa sakit hati, terus mencari +e+ak 5eti dan akhirn*a ti)alah dia di tempat ini, melihat
5eti sedang tidur atau pingsan dan seorang anak laki-laki tanggung duduk di dekat tu)uh
5eti *ang re)ah miring.
Hampir dia tidak perca*a akan apa *ang dilihatn*a. Bagaimana ada seorang pemuda
tanggung *ang )erani duduk di dekat 5eti dan tidak apa-apa lagi6 0kan tetapi
perhatiann*a segera tertu+u kepada se)atang pedang di dekat tu)uh 5eti itu, pedang *ang
)erkilauan indah dan dikenaln*a se)agai pedang *ang dulu menancap di paha 5eti *ang
kini di)alut kain putih. Itulah pedang *ang dicari-cari oleh semua orang. Tak salah lagi.
>elas )ahwa itu adalah se)atang pedang keramat, pedang *ang ter)uat dari )ahan luar
)iasa, pedang pusaka. Kem)ali dia mengerling ke arah wa+ah 5eti *ang masih tidur,
hatin*a )erde)ar tegang.
1Dia.... dia kenapa....6/ 0khirn*a dia )ertan*a kepada Hong Bu karena dia masih ragu-
ragu untuk )ergerak. Siapa tahu kalau-kalau 5eti itu han*a tidur dan akan )angkit kalau
diganggu, dan dia maklum )ahwa dia tidak akan mampu menandingi 5eti itu.
Hong Bu tentu sa+a tidak tahu )ahwa tosu *ang datang ini mengandung sakit hati *ang
)esar terhadap 5eti dan )ermaksud mem)unuhn*a, maka dia lalu men+awa). 1Dia sedang
tidur, pengaruh o)at )ius. Sekarang pedang itu telah kuca)ut dan lukan*a telah kuo)ati./
(endengar ini, )ukan main girangn*a hati Hui-siang-kiam 8iok Kam. 1Bagus. Kalau
)egitu ti)alah saatn*a aku mem)alas dendam. (inggirlah, orang muda, )iar ku)unuh
mahluk i)lis ke+am ini./
Dapat di)a*angkan )etapa kaget rasa hati Hong Bu mendengar kata-kata itu dan melihat
sikap tosu itu *ang sudah melangkah ma+u dan mengangkat pedangn*a. 1;h, Totiang....
eh, +angan. 0pa *ang hendak kaulakukan itu./ teriakn*a sam)il )angkit )erdiri dan
menghadang di depan tosu itu.
12into hendak mem)unuhn*a./
1>angan, Totiang. >angan.... di)unuh...../ Hong Bu )erkata dengan kaget dan matan*a
ter)elalak, kedua tangann*a diangkat dan digo*ang-go*angkan.
1;ngkau anak kecil tahu apa. Dua orang saha)atku telah di)unuhn*a secara ke+am, +uga
)an*ak sekali orang kang-ouw telah di)unuhn*a. Dia mahluk +ahat sekali, kalau tidak
di)unuh tentu akan mendatangkan )an*ak malapetaka./
Hong Bu men+adi )ingung sekali. Dia memang tahu )ahwa 5eti )an*ak mem)unuh
orang, akan tetapi melihat )etapa 5eti itu )aik kepadan*a, dan melihat pertempuran
antara 5eti dengan dua orang kakek i)lis itu, dia dapat menduga )ahwa 5eti tentu
mem)unuh siapa *ang hendak mengganggun*a. >adi 5eti ini seperti hampir semua
)inatang )uas *ang dikenaln*a, han*a men+adi )uas dan ganas kalau diganggu *ang
merupakan naluri untuk mem)ela diri dan melindungi keselamatann*a. 0kan tetapi kini
5eti masih pulas, tentu takkan mampu melawan dan akan mati kalau dia tidak
mem)elan*a. 8epat disam)arn*a pedang *ang tadi menusuk paha 5eti dan dipegangn*a
erat-erat.
(elihat )ocah itu mengam)il pedang, Hui-siang-kiam 8iok Kam )erseru, 1(inggir dan
serahkan pedang pusaka itu kepada pinto./
(endengar ini, Hong Bu memandang ke arah pedang di tangann*a. 2edang ini ringan
dan aneh, dan kalau semua orang memusuhi 5eti, apakah )ukan untuk mempere)utkan
pedang ini6 Dia pun mendengar desas-desus tentang se)atang pedang keramat *ang
ka)arn*a dicuri orang dari kota ra+a dan di)awa ke Himala*a dan kini orang-orang kang-
ouw memenuhi daerah ini han*a untuk mencari pedang keramat itu. Inikah gerangan
pedang *ang dipere)utkan itu6
1Totiang, sesungguhn*a.... Totiang hendak mem)unuh 5eti ataukah hendak merampok
pedang ini....6/
4a+ah Hui-siang-kiam 8iok Kam )ero)ah merah. (emang tak dapat disangkal pula,
*ang mendorong dia mem)a*angi dan mencari 5eti adalah pedang *ang menancap di
paha 5eti itu, dan tentu sa+a +uga karena dia ingin mem)alas kematian dua orang
saha)atn*a.
12into.... pinto.... wah, engkau anak kecil )an*ak cerewet. (inggirlah )iar ku)unuh dia./
1Tidak. ;ngkau tidak )oleh mem)unuhn*a./ Hong Bu )erkata dengan tegas dan )erdiri
melindungi tu)uh 5eti *ang masih re)ah miring.
1Hemm, )ocah setan, engkau hendak melindungi )inatang )uas seperti itu6/ Hui-siang-
kiam 8iok Kam mengeluarkan suara melengking n*aring dan tu)uhn*a sudah mela*ang
ke atas, gerakann*a ringan dan cepat sekali dan dia )ermaksud untuk melampaui Hong
Bu dan men*erang ke arah 5eti *ang masih re)ah.
Hong Bu terke+ut )ukan main men*aksikan gerakan *ang cepat itu dan tahu-tahu tosu itu
sudah melewati atas kepalan*a. Dia mem)alik dan melihat )etapa tosu itu sudah
menusukkan kedua pedangn*a ke arah leher dan dada 5eti dengan kecepatan kilat.
1>angan...../ Hong Bu memekik dengan sekuatn*a dan tu)uhn*a menu)ruk ke depan,
pedang di tangann*a digerakkan untuk menangkis dua sinar pedang *ang men*erang 5eti
itu. Terdengar suara n*aring ketika sepasang pedang itu patah-patah )ertemu dengan
pedang di tangan Hong Bu, disusul +eritan tosu *ang ro)oh mandi darah )ergulingan
sampai )e)erapa meter +auhn*a, lalu diam tak )ergerak lagi. Hong Bu ter)elalak
memandang ke arah ma*at tosu itu, kemudian kepada tangann*a sendiri *ang memegang
pedang. Dia cepat, menghampiri tosu itu dan dapat di)a*angkan )etapa kagetn*a ketika
dia melihat tosu itu telah tewas dengan dada luka )ercucuran darah.
Terdengar suara gerengan dan ketika dia menoleh, dia melihat 5eti itu sudah )angkit
duduk, lalu 5eti itu sekali lompat sudah ti)a di dekat ma*at tosu itu dan melihat tosu itu
sudah tewas, 5eti lalu mengeluarkan suara aneh seperti orang tertawa, dan sekali
menggerakkan tangan dia telah merampas pedang dari tangan Hong Bu kemudian dia
memondong Hong Bu, diangkatn*a tinggi-tinggi dan dia menari-nari kegirangan sam)il
terpincang-pincang. Kiran*a 5eti itu tadi telah sadar dan melihat )etapa Hong Bu
mem)elan*a dan mero)ohkan tosu *ang men*erangn*a, maka dia girang )ukan main,
apalagi melihat )ahwa pedang sudah dica)ut dari pahan*a dan pahan*a sudah dio)ati dan
di)alut.
5eti itu lalu meloncat +auh sekali. Hampir Hong Bu )erteriak karena merasa ngeri ketika
5eti itu kini )erlompatan dan )erlari dengan kecepatan *ang luar )iasa, melalui tempat-
tempat tinggi, melalui +urang-+urang *ang curam dan memasuki 1dunia es/ *ang amat
aneh )agi Hong Bu. Tempat *ang dilalui oleh 5eti ini amatlah sukar dan tidak mungkin
dilalui manusia dengan kecepatan seperti itu, maka kadang-kadang Hong Bu
meme+amkan mata karena merasa ngeri kalau 5eti itu setengah )erloncatan melalui
te)ing-te)ing *ang curam sekali.
5eti *ang masih memondong tu)uh Hong Bu sam)il mem)awa pedang itu terus mendaki
puncak Gunung Kongmaa 3a dan di antara )ongkahan-)ongkahan es *ang )esar dan
)atu-)atu gunung raksasa 5eti itu )ergerak cepat. Dia tentu sudah hafal akan tempat ini
karena dia )ergerak di antara )atu-)atu dan )ukit-)ukit sal+u dan es itu dengan cepat
tanpa ragu-ragu, kemudian dia men*elinap antara dua )uah )atu *ang )erhimpitan
dengan miringkan tu)uhn*a. 0kan tetapi )aru masuk lima langkah, 5eti itu )erhadapan
dengan )atu )ulat *ang amat )esar dan tidak nampak ada +alan sama sekali. Hong Bu
mengira )ahwa tentu 5eti itu tersesat +alan, akan tetapi ti)a-ti)a 5eti itu menggunakan
tangan kanann*a untuk mendorong )atu itu, sedangkan tangan kirin*a masih memondong
tu)uh Hong Bu. Batu se)esar )ukit kecil itu )ergerak dan menggelinding )e)erapa kaki
ke kiri, dan nampaklah se)uah lu)ang *ang )esarn*a han*a satu meter persegi. 5eti itu
menurunkan Hong Bu, menuding ke arah lu)ang dengan is*arat seolah-olah men*uruh
Hong Bu masuk. 2ada waktu itu, Hong Bu merasa sendirian sa+a di dunia ini, sudah tidak
ada siapa-siapa lagi setelah pamann*a tewas. (aka kini dia pasrah sa+a kepada 5eti dan
dia pun merangkak masuk. 5eti itu pun masuk, akan tetapi le)ih dulu dia mengerahkan
tenaga dan menggunakan kedua tangann*a untuk menarik )atu itu menggelinding
kem)ali menutupi lu)ang. (ereka lalu merangkak melalui lu)ang terowongan itu sampai
)e)erapa puluh meter dalamn*a dan ti)a-ti)a sa+a nampak caha*a terang dan lu)ang kecil
itu )eru)ah men+adi lorong *ang )esar dan )erlantai )atu. Kiran*a di situ terdapat
terowongan rahasia *ang )esar dan 5eti itu menggandeng tangan Hong Bu, dia+akn*a
masuk terus. (ereka )er+alan ma+u, )erlika-liku melalui terowongan *ang kadang-
kadang gelap sekali akan tetapi adakalan*a terang karena )agian atasn*a terdapat lu)ang-
lu)ang atau celah-celah )atu dari mana sinar matahari dapat masuk.
Ketika 5eti itu akhirn*a )erhenti, mereka ti)a di ruangan dalam puncak atau di )awah
)atu-)atu, ruangan *ang amat luas. Hong Bu merasa seperti hidup di alam mimpi. Bukan
main indahn*a pemandangan dari ruangan itu. Terdapat lu)ang-lu)ang )esar seperti
+endela dan dari sini dia dapat melihat puncak-puncak *ang diliputi sal+u, lain )agian
memperlihatkan dunia es *ang )entukn*a )ermacam-macam dan )erkilauan memantul-
kan sinar matahari, dan ada lagi )agian *ang penuh tum)uh-tum)uhan, hal *ang amat
aneh sekali di puncak itu. Dan di sudut ruangan itu, agak tertutup dan se)agai
penghalang, dia menemukan dua orang manusia *ang sedang duduk )ersila.
0kan tetapi tern*ata mereka itu duduk di dalam es atau sal+u *ang turun dari atas
sehingga tempat itu tidak pernah lepas dari kurungan es. Dua ma*at orang *ang masih
seperti hidup sa+a, masih lengkap pakaiann*a dan melihat pakaian mereka itu, +elas
)ahwa mereka adalah sepasang orang muda *ang tampan dan cantik, +uga keduan*a
menun+ukkan sifat gagah.
15eti, siapakah mereka ini....6/ Tak terasa lagi Hong Bu )ertan*a kepada 5eti seolah-
olah 5eti itu adalah seorang manusia lain *ang dapat )icara. 0kan tetapi tern*ata
anehn*a, 5eti menghampiri tempat itu dengan langkah lemas, kemudian melihat ma*at
wanita *ang cantik, *ang usian*a kurang le)ih tiga puluh tahun, ti)a-ti)a dia
men+atuhkan diri di depan kurungan es di mana wanita itu )ersila, dan dia pun
menundukkan mukan*a dan mengeluh pan+ang pendek, dan dari kedua matan*a
)ercucuran air mata pula. Tentu sa+a Sim Hong Bu men+adi terke+ut, terheran dan +uga
kasihan. Dia menghampiri 5eti itu, mera)a pundakn*a dan )erkata lirih.
15eti, perlu apa menangisi orang *ang sudah mati6 5ang mati takkan hidup kem)ali, dan
kita *ang hidup toh akhirn*a akan mati +uga seperti mereka ini./
5eti itu mengeluarkan suara ah-uh, akan tetapi agakn*a dia pun )erhenti )erduka, lalu dia
menga+ak Hong Bu dengan menggandeng tangann*a meninggalkan arca aneh itu,
menghampiri sudut di mana terdapat se)uah peti hitam. Di)ukan*a peti itu dan
dikeluarkann*a se)uah kita) catatan dan diserahkann*a kepada Hong Bu. Setelah )egitu,
5eti itu lalu mere)ahkan dirin*a di sudut lain *ang kering dan tak lama kemudian sudah
terdengar dengkurn*a.
Kasihan, pikir Hong Bu. Gerak-gerik dan sikap 5eti itu sama sekali )ukan seperti
)inatang, melainkan seperti seorang manusia *ang dirundung malang dan menderita
kepedihan hati *ang he)at. (aka dia lalu mem)awa kita) itu ke dekat 1+endela/ *ang
terang dan mulailah dia mem)alik lem)aran pertama dari kita) itu. Kita) itu ter)uat dari
kertas *ang sudah tua sekali, sudah menguning dan tulisann*a +uga sudah ka)ur, akan
tetapi masih dapat di)aca karena ditulis dengan huruf-huruf *ang kuat dan +elas. Hong Bu
mulai mem)aca catatan itu dengan as*ik, dan tahulah dia )ahwa catatan itu adalah
catatan *ang di)uat oleh ma*at pria *ang seperti pendekar itu, agakn*a menceritakan atau
mencatat semua peristiwa *ang mereka alami di tempat ini.
@@@
Kami adalah suami isteri *ang malang, demikian catatan itu memulai. 2ercuma sa+a aku
dise)ut Sin-ciang ;ng-hiong 92endekar Tangan Dewa: kalau tern*ata aku tidak mampu
melindungi diri sendiri dan isteriku. 0ku, Kam 3ok, han*alah seorang laki-laki lemah
*ang terpaksa melarikan diri )ersama isteriku karena dike+ar-ke+ar musuh )esarku *ang
tak dapat kulawan. Kasihan 3oan Si, isteriku *ang tidak dapat menikmati kehidupan
suami isteri dalam rumah tangga *ang tenteram karena semen+ak menikah harus
mengikuti aku melarikan diri.
Kami lari ke Himala*a, namun raksasa itu terus mengikuti +e+ak kami. 0gakn*a dia tidak
mau menerima ken*ataan )ahwa dia kalah mempere)utkan 3oan Si *ang le)ih dulu suka
men+adi isteriku daripada men+adi isteri raksasa *ang tergila-gila kepadan*a itu.
<uw*ang Kwan, engkau se)agai seorang pendekar gagah, )ekas saha)at )aikku, kenapa
tidak mau melihat ken*ataan dan masih terus merasa penasaran6 0h, andaikata aku dapat
mengalahkanmu pun, sukar )agiku untuk )ertega hati mem)unuhmu, engkau saha)atku
*ang amat )aik dan *ang kutahu )enar-)enar amat mencinta 3oan Si. 0kan tetapi apa
da*a, saha)atku +uga musuhku, 3oan Si tidak mem)alas cintamu, cintan*a melainkan
untukku seorang.
Kami )erhasil menemukan lorong rahasia *ang tersem)un*i ini, dan merasa aman tinggal
di sini sampai setahun le)ih. Betapa senang kami melewatkan )ulan-)ulan madu di
tempat ini, )erdua sa+a, mencurahkan segala cinta kasih antara kami tanpa ada *ang
mengganggu.
Sa*ang, karena ancaman <uw*ang Kwan, maka ketegangan mengisi lu)uk hati isteriku
sehingga hu)ungan kami tidak dapat menghasilkan keturunan.
0kan tetapi, kehidupan kami *ang tenteram itu han*a )erlangsung satu tahun sa+a, karena
pada suatu hari, ti)a-ti)a muncullah <uw*ang Kwan, )ekas saha)atku *ang kini telah
men+adi musuh )esar kami itu, atau le)ih tepat musuh )esarku, karena dia tidak
memusuhi 3oan Si, )ahkan se)alikn*a dia amat mencintan*a.
Tidak ada +alan lain )agi kami kecuali )ertanding mempere)utkan 3oan Si. 2ertandingan
mati-matian di tempat ini, hal itu sudah pasti akan ter+adi. 0ku terpaksa menghentikan
catatan ini karena kami )erdua sudah )er+an+i untuk )ertanding sekarang +uga, )egitu
matahari ter)it dan sinarn*a menerangi ruangan ini. Semalam ini, mungkin malam ter-
akhir, kuha)iskan untuk mencurahkan seluruh cintaku kepada 3oan Si, isteriku. Siapa
tahu, malam ini merupakan malam terakhir.
Sampai di sini, catatan itu ditulis dengan ga*a tulisan lain, ga*a tulisan *ang halus,
tulisan seorang wanita. (ereka )ertanding mati-matian dan amat mengerikan, demikian
tulisan wanita ini memulai. Betapa risau dan gelisah hatiku. 0ku tidak dapat mem)antu,
karena selain tingkat kepandaianku +auh le)ih rendah, +uga suamiku tidak menghendaki
demikian. (ereka )ertanding se)agai dua orang pendekar *ang gagah perkasa, *ang
tidak menemukan +alan lain kecuali saling )ertanding mati-matian untuk mempere)utkan
aku. 0h, )etapa hancur rasa hatiku. 0ku han*a mencinta Kam 3ok, suamiku, mana
mungkin aku harus mencinta orang lain6 (ereka itu setingkat, akan tetapi semalam
suamiku telah mengaku )ahwa sesungguhn*a, dia masih kalah kuat oleh lawann*a itu.
0ku han*a dapat memandang dengan gelisah dan )erdoa dalam hati semoga suamiku
*ang akan menang.
Ber+am-+am mereka )ertanding dan akhirn*a, apa *ang kutakuti ter+adilah. Suamiku
ro)oh dengan muntah darah dan tewas setelah mengucapkan dua )uah kata memanggil
namaku. 0ku menangis dan aku dihi)ur oleh <uw*ang Kwan *ang men*atakan cintan*a,
*ang )ersumpah )ahwa dia akan mencintaku mele)ihi cinta suamiku. 0kan tetapi, aku
)enci melihat raksasa itu. 0ku )enci kepadan*a. 0ku lalu men*erangn*a kalangka)ut,
akan tetapi dengan mudah dia menghindar, dan pergi dari tempat itu. Sesuai dengan
pesan suamiku, aku mem)ereskan pakaian +enaAah suamiku, lalu mengatur dia agar
duduk di sudut ruangan di mana turun sal+u dan es melalui celah-celah sehingga tu)uhn*a
akan ter)ungkus sal+u dan es, dan tidak akan rusak sehingga aku dapat memandangn*a
setiap hari, seolah-olah dia masih hidup.
Setiap hari <uw*ang Kwan datang, mem)u+ukku, mengancamku. 0kan tetapi aku
)ertekad untuk tidak mela*anin*a. 0ku mengatakan kepadan*a )ahwa le)ih )aik aku
mati daripada harus men+adi isterin*a, )ahwa aku sama sekali tidak cinta padan*a, )ahwa
se)alikn*a aku )enci kepadan*a. 0kan tetapi orang itu sungguh keterlaluan, dia tidak
mau melakukan kekerasan, se)alikn*a mem)u+uk-)u+uk, memohon-mohon sehingga
kadang-kadang tim)ul +uga rasa kasihan dalam hatiku. 0kan tetapi, aku )erkeras tidak
mau men+adi isterin*a, )ahkan tidak mau mela*ani hasratn*a. Sampai setahun le)ih dia
terus-menerus mem)u+ukku, men*ediakan segala keperluanku, )ahkan dia memelihara
+enaAah suamiku sehingga nampak ter)ungkus es dan )aik, tidak pernah rusak, dia
men*atakan men*esal sam)il menangis kalau dia melihat suamiku. 0kan tetapi, aku tetap
tidak mau mela*anin*a, )ahkan aku mulai senang menggodan*a, melihat dia tersiksa
oleh cintan*a *ang tidak ku)alas. Dia +elas amat menderita dan itulah hukumann*a.
Kadang-kadang dia menangis sendiri di sudut, lalu )icara sendiri. 0ku khawatir dia
men+adi gila karena rindun*a dan cintan*a tak ter)alas dan tak terpuaskan. 0ku makin
menggodan*a, aku senga+a )erganti pakaian di depann*a agar dia makin tergila-gila
melihat tu)uhku setengah telan+ang, akan tetapi kalau dia sudah )erapi-api aku lalu
menghina dan menge+ekn*a, men*atakan )enciku. 0ku ingin dia memperkosaku, karena
kalau hal itu ter+adi, dia tentu akan terpukul he)at )atinn*a, tentu akan merasa men*esal
sekali demi cintan*a kepadaku *ang kutahu memang )enar-)enar amat mendalam itu.
Godaanku mem)uat dia semakin gila.
2ada suatu hari, ketika aku )erada di luar, aku )ertemu dengan mahluk aneh. 0gakn*a
itulah *ang )ernama 5eti. 0ku terke+ut dan ketakutan, +atuh pingsan di depan 5eti, akan
tetapi <uw*ang Kwan men*elamatkan aku, mem)awa lari masuk ke dalam guha dan
menutup guha dengan )atu )esar. 5eti itu )erkeliaran di luar guha sampai tiga hari
mengeluarkan suaran*a *ang aneh. 0ku ketakutan )ukan main.
Dan mulai hari itu, hampir setiap hari aku melihat 5eti dan makin +arang melihat
<uw*ang Kwan. 0ku tidak tahu apa *ang ter+adi. 0ku men+adi nekat dan ingin
men*erahkan diriku kepada 5eti. 0ku ingin mengecewakan hati <uw*ang Kwan karena
hatiku sakit mengingat suamiku di)unuh, akan tetapi aku se)etuln*a mulai +atuh cinta
kepadan*a, mungkin karena ke)utuhanku kepada pria. 7amun, )enciku mele)ihi cintaku
sehingga aku le)ih suka men*erahkan diri kepada 5eti, mahluk )uas men*eramkan itu
daripada kepada <uw*ang Kwan. 0kan tetapi, pengalamanku ketika aku men*erahkan
diri kepada 5eti malam itu mem)uat aku semakin tergila-gila. 0ku +atuh cinta kepada
5eti, demikian pikirku. 0kan tetapi, ketika pada keesokan harin*a aku ter)angun dalam
pelukan 5eti, tern*ata 5eti itu adalah <uw*ang Kwan *ang men*amar. 0ku malu, aku
)enci, aku men*esal, apalagi karena aku tahu )ahwa seluruh tu)uhku +atuh cinta kepada
<uw*ang Kwan pem)unuh suamiku. 0ku harus mati. 0ku le)ih )aik mati. 0ku semalam
telah mengkhianati suamiku, di depan mata suamiku sendiri aku telah )ermain cinta,
)er+ina semalam suntuk dengan <uw*ang Kwan, musuh dan pem)unuh suamiku. 0ku
harus mati...../
Tulisan itu )erakhir, akan tetapi pada lem)ar )erikutn*a terdapat tulisan kasar seperti
cakar a*am, tulisan *ang )esar-)esar hurufn*a dan ditulis oleh tangan *ang kakuC 10ku
men*e)a)kan kematiann*a. 0ku )erdosa. 0ku )inatang, )ukan manusia. 0ku 5eti *ang
)uas./
Demkianlah isi )uku catatan *ang di)aca oleh Hong Bu dengan as*ikn*a. Dia termenung.
He)at sekali pengalaman suami isteri pendekar itu. Dia lalu menghampiri lagi ma*at-
ma*at *ang seperti arca itu. 2endekar itu memang tampan, dan setelah dia meneliti, dia
melihat memang pada )a+un*a terdapat lu)ang )ekas tusukan pedang, tepat di uluhatin*a.
Kemudian dia meneliti +enaAah wanita itu. Terdapat pula lu)ang )ekas tusukan sen+ata
ta+am di lam)ung kirin*a. 0gakn*a wanita itu telah )unuh diri. Dan agakn*a tulisan
kasar terakhir itu adalah tulisan <uw*ang Kwan *ang menaruh ma*at 3oan Si di dekat
suamin*a, kemudian tentu sa+a <uw*ang Kwan meninggalkan tempat itu.
0kan tetapi.... ti)a-ti)a Hong Bu teringat dan )ulu tengkukn*a meremang, 5eti itu.
(engapa menangis di depan ma*at 3oan Si6 Dan di dalam catatan 3oan Si, 5eti *ang
diserahi dirin*a adalah *ang pen*amaran <uw*ang Kwan. Dan <uw*ang Kwan mulai
men+adi gila. Dan 5eti itu, gerak-gerikn*a le)ih mirip manusia, malah )isa merintih, me-
nangis, dan seolah-olah mengerti dan dapat menangkap kata-katan*a. >angan-+angan 5eti
*ang sekarang ini pun adalah pen*amaran <uw*ang Kwan. Bukankah dalam catatan-
catatan itu dise)utkan )ahwa <uw*ang Kwan )ertu)uh raksasa6 >adi, tentu tinggi )esar,
pantas kalau men*amar se)agai 5eti.
Hong Bu )erindap mendekati 5eti *ang masih tidur. Tidurn*a n*en*ak dan mendengkur.
Dengkurn*a seperti dengkur manusia. Berde)ar +antung Hong Bu. Benarkah mahluk ini
*ang dinamakan orang 5eti, ataukah ini adalah <uw*ang Kwan *ang men*amar6
Bagaimana dia akan dapat mem)uka rahasia ini6 Betapapun +uga, +elas )ahwa mahluk ini
emmperlihatkan sifat-sifat *ang liar dan ganas, maka dia harus )erhati-hati dan +angan
sampai mem)uatn*a marah, karena hal itu amatlah )er)aha*a. (ahluk )uas, atau
manusia *ang sudah men+adi gila dan merasa dirin*a men+adi )inatang, sama sa+a
)er)aha*an*a, maka dia harus )ersikap halus dan hati-hati.
(alam itu Hong Bu tidur dalam ruangan itu *ang tidaklah )egitu dingin seperti kalau
)erada di luar, 5eti tidak nampak, se+ak tadi telah pergi. Hong Bu tidak )erani
sem)arangan mencarin*a karena memang dia tidak tahu harus pergi ke mana, dan tak
lama kemudian nampak )a*angan )erkele)at dan 5eti telah )erada di dekatn*a dan
men*erahkan sege)ung daun-daun *ang kekuning-kuningan. Dia meneriman*a dalam
keremangan caha*a malam *ang )er)ulan tipis itu, sinar )ulan *ang memasuki ruangan
melalui +endela, akan tetapi tidak tahu mengapa 5eti mem)erikan daun-daun itu
kepadan*a. =ntuk tilam tidur6 0kan tetapi daun-daun )asah itu malah tidak enak kalau
untuk tidur, le)ih enak tidur di atas tanah dalam ruangan itu *ang cukup hangat. 0kan
tetapi, 5eti itu mengam)il setangkai daun lalu memakann*a dan mem)eri is*arat dengan
tangan agar Hong Bu makan daun itu pula.
8elaka, pikirn*a, kalau 5eti ini termasuk )inatang pemakan rumput dan daun, apa
dikiran*a dia pun harus hidup se)agai ker)au atau kuda6 0kan tetapi, agar tidak
mem)ikin marah )inatang itu, dia pun mengam)il sehelai dan dimasukkan ke mulutn*a,
lalu dikun*ahn*a. ;h6 ?asan*a enak. Hong Bu men+adi girang sekali. Daun itu rasan*a
enak, seperti daun sawit. (aka dia pun lalu makan daun-daun itu. 3uma*an untuk
mengisi perut kosong. Dan malam itu dia tidur n*en*ak, dengan perut ken*ang walaupun
han*a diisi daun-daun itu.
2ada keesokan harin*a, 5eti itu mem)eri is*arat kepada Hong Bu untuk ikut )ersaman*a
keluar dari ruangan itu.
Hong Bu menurut sa+a. 5eti itu keluar melalui +endela dan ketika Hong Bu men+enguk
keluar, hampir dia )erteriak saking ngerin*a. Tern*ata di luar 1+endela/ itu merupakan
te)ing *ang luar )iasa curamn*a, tak )erdasar lagi karena tertutup oleh ka)ut ke)al.
Demikian pula semua +endela di ruangan itu dikelilingi te)ing *ang curam. 0kan tetapi
5eti menga+akn*a keluar dari situ. (ana mungkin6 5eti agakn*a mengerti dan dengan
tangan kirin*a dia mengempit Hong Bu sedangkan pedang *ang kemarin menancap di
pahan*a itu diangsurkan kepada Hong Bu. Hong Bu mengerti )ahwa dia disuruh
memegang pedang itu, maka dia pun memegang pedang itu dengan hati-hati dan mulailah
5eti itu meman+at te)ing. Bukan main. Berkuranglah kecurigaan Hong Bu. Kalau 5eti
ini manusia *ang men*amar, agakn*a tidak mungkin ada manusia )erani atau dapat
meman+at te)ing seperti ini.
Hong Bu )e)erapa kali meme+amkan matan*a kalau 5eti itu melompat-lompat dan
akhirn*a mereka ti)a di se)uah taman *ang luar )iasa. Di sekeliling itu terdapat es *ang
)erkilauan, )ermacam-macam )etukn*a. 0da es *ang )erwarna )iru, ada *ang
kemerahan, seperti )atu-)atu akik *ang )esar-)esar. 0kan tetapi kalau Hong Bu
mem)antingn*a, maka di dalamn*a tidak ada apa-apa dan warna itu pun menghilang.
Kiran*a itu han*alah warna sinar matahari *ang tertangkap )agian-)agian tertentu sa+a
oleh )entuk-)entuk *ang aneh itu. Dan di situ tum)uh )er)agai tanam-tanaman. Sungguh
luar )iasa ada tanaman dapat hidup di tempat sedingin ini. 5eti lalu )erloncatan pergi
mem)awa pedang itu. Hong Bu *ang ditinggal sendiri diam sa+a, menanti dengan tenang
karena dia maklum )ahwa tentu 5eti itu hendak melakukan sesuatu dan dia disuruh
menanti di situ. Benar sa+a tak lama kemudian 5eti kem)ali dan tangan kirin*a
menggenggam dua ekor ular. =lar sal+u *ang )erwarna kemerahan. (erah darah. Selain
itu, 5eti masih mem)awa pula sepotong cula, semacam cula )adak *ang cukup )esar.
Tanpa mengeluarkan kata-kata, 5eti itu mengulurkan tangan mem)erikan ular itu kepada
Hong Bu. Tentu sa+a Hong Bu melangkah mundur dan menarik tangann*a, tidak mau
menerima. =ntuk apa dia di)eri ular6 Kalau seperti ketika mem)eri daun semalam dia
disuruh makan ular, maka 5eti atau apa pun adan*a mahluk itu sudah )enar-)enar
men+adi gila. Biarpun dua ekor ular itu telah mati, agakn*a dipencet oleh +ari-+ari tangan
*ang kuat itu, akan tetapi Hong Bu masih merasa ngeri. Bukan dia tidak pernah makan
ular. Seringkali malah, akan tetapi daging ular kem)ang *ang )esar, diam)il dagingn*a
dipanggang atau dimasak. Bukan ular kecil merah *ang agakn*a mengandung )isa amat
+ahatn*a ini.
5eti lalu memisahkan dua ular itu *ang saling )elit, kemudian mem)awa seekor ke dekat
mukan*a, mem)uka mulut dan.... 1kress./ kepala ular itu digigitn*a, putus sampai ke
leher dan dikun*ahn*a, matan*a )erkedip-kedip, kelihatan enak sekali.
1Huh-huhh./ katan*a lagi sam)il men*erahkan *ang seekor kepada Hong Bu. 8elaka,
pikir Hong Bu. Benar-)enar sudah gila. 0kan tetapi melihat sinar mata *ang keras dan
seperti memaksa itu, dia takut untuk menolak. Dia harus dapat mengam)il hati 5eti
dengan halus, dan kalau perlu )iarlah dia ikut-ikutan men+adi gila sedikit. Dia menerima
ular itu, dan seperti *ang dilakukan oleh 5eti tadi, dia mem)awa, kepala ular itu ke
mulutn*a, mem)uka mulut dan menutup matan*a, lalu 1krekk./ kepala ular itu digigitn*a
kuat-kuat sampai putus se)atas leher, kemudian sam)il meme+amkan mata rapat-rapat dia
lalu mengun*ah kepada ular itu *ang han*a se)esar i)u +ari kakin*a. Terasa masam akan
tetapi ada manisn*a dan dia terus memakann*a sampai ha)is, menelann*a sampai kepala-
n*a )ergerak naik turun karena dipaksan*a seperti orang minum o)at pahit.
5eti itu kelihatan gem)ira sekali ketika Hong Bu mem)uka matan*a. Ditangkapn*a
pinggang Hong Bu dan dilemparkann*a tu)uh anak itu ke atas, ketika mela*ang turun,
diteriman*a tu)uh itu lalu dilontarkann*a ke atas, makin lama makin tinggi. Hong Bu
*ang diperlakukan seperti )ola itu tadin*a gem)ira, akan tetapi karena makin lama dia
dilontarkan semakin tinggi, dia merasa ngeri +uga dan dia )erteriak-teriak. 1Heii. 5eti,
turunkan aku...../
5eti itu men*am)ut tu)uhn*a dan menurunkann*a ke atas tanah, sepasang matan*a kini
)erseri dan )ersinar-sinar, len*ap keliarann*a. Kemudian 5eti itu melan+utkan makan
ular merah, dan mem)eri is*arat kepada Hong Bu untuk makan ularn*a pula. Biarpun
muak, Hong Bu meme+amkan matan*a dan terus makan ular itu mentah-mentah )egitu
sa+a sampai akhirn*a ha)is +uga seluruh ular itu dari kepala sampai ekorn*a ke dalam
perutn*a.
Dia mau muntah, akan tetapi ditahann*a dan ti)a-ti)a dia merasa kepalan*a pening. Dia
terhu*ung-hu*ung dan seluruh tu)uhn*a terasa panas, perutn*a mulas dan )ergerak-gerak
seolah-olah ular *ang dimakann*a tadi hidup lagi dan meronta-ronta di dalam perutn*a.
18elaka, 5eti. =lar itu )eracun...../ Hong Bu sudah terlalu )an*ak pengalaman dalam
peker+aann*a )er)uru sehingga dia dapat menduga apa *ang ter+adi dengan dirin*a. Dia
sudah mencari-cari didalam saku )a+un*a untuk cepat menelan o)at penawar racun, akan
tetapi 5eti menggereng dan merampas )ungkusan o)at itu, lalu mem)uangn*a +auh-+auh
o)at.
10hhh./ Hong Bu )erseru. <)at-o)atn*a di)uang ke dalam +urang. 2adahal, dia masih
mem)utuhkan untuk mem)eri o)at pencuci darah untuk 5eti, karena mahluk itu )elum
minum o)at pencuci darah, tidak sempat ketika kemarin di serang orang setelah dia )ela,
kemudian sadar dan terus sa+a pergi tanpa minum o)at pencuci darah. Dan kini semua
o)atn*a telah di)uang, )ukan han*a o)at pencuci darah untuk 5eti namun+uga o)at
penawar racun untuk men*elamatkan n*awan*a.
18elaka, agakn*a engkau hendak mem)iarkan aku mati./ serun*a penuh sesal.
Dengan suara ah-ah-uh-uh, 5eti lalu menarik tangan Hong Bu, disuruhn*a menirukan
dia. Dan 5eti itu lalu duduk )ersila dengan kedudukan kaku )er)entuk teratai, *aitu
duduk )ersila dengan kedua kaki di atas paha kanan kiri. 0neh seekor )inatang dapat
duduk )ersila seperti itu. 0kan tetapi Hong Bu lalu mencontohn*a. Tentu sa+a dia pun
tidak asing dengan cara )ersila seperti itu.
Kemudian, 5eti itu menun+uk ke arah pusarn*a. Dan memang di situlah Hong Bu
merasakan hawa panas *ang luar )iasa. 3alu 5eti menarik napas pan+ang, menahan napas
itu, dan men*uruh Hong Bu menirun*a. Demikianlah, 5eti lalu mem)eri contoh cara
)ernapas kepada Hong Bu, cara men*alurkan hawa panas itu ke seluruh tu)uhn*a dan
dengar, +ari tangan kirin*a *ang )esar 5eti menotok )e)erapa +alan darah di tu)uh Hong
Bu dan ter)ukalah +alan darah itu sehingga hawa panas dari pusar itu dapat menem)us
naik. 3alu dengan gerakan tangan dia mem)eri contoh pengerahan napas untuk mem)uat
hawa itu )erputar-putar.
Hong Bu merasa terheran-heran, akan tetapi secara mem)uta dia menurut petun+uk 5eti
dan sungguh luar )iasa sekali. 2erutn*a tidak sakit lagi, peningn*a len*ap dan kini
)ahkan tu)uhn*a terasa hangat. 5eti itu lalu mem)uka +u)ah te)aln*a dan dia tetap
merasa hangat, padahal hawan*a di situ amat dinginn*a. Setelah duduk )erlatih napas
selama satu +am le)ih, Hong Bu merasa )etapa tu)uhn*a enak sekali.
5eti kini melompat )angun dan Hong Bu tersen*um kepadan*a. Diam-diam dia makin
curiga dan terheran-heran, 5eti ini sama sekali tidak pantas kalau men+adi )inatang )uas,
le)ih patut men+adi seorang manusia sakti *ang sedang )ingung dan )ero)ah ingatann*a.
(akin te)al dugaann*a )ahwa 5eti ini tentulah <uw*ang Kwan *ang men*amar.
Kini 5eti mengam)il cula )adak sal+u itu, menggunakan kuku +arin*a untuk
mengerukn*a, dan mem)erikan kepada Hong Bu isi dari cula itu *ang agak empuk,
seperti tulang muda, dan men*uruh dia makan cula itu. Hong Bu tidak ragu-ragu lagi
kini, disuruh apa pun dia akan menurut dan )iarpun agak keras, seperti makan tulang
muda, dia pun makan cula itu sampai ha)is dan tern*ata )aun*a amis-amis harum. Dia
tidak tahu )ahwa dia sedang di)eri makan racun ular, daun sal+u dan cula )adak sal+u
*ang dapat menguatkan )adann*a. (akanan seperti ini dapat mem)uat tu)uh tidak han*a
kuat, akan tetapi +uga ke)al seperti tu)uh 5eti itu.
Sampai tiga hari laman*a, setiap hari 5eti menga+ak Hong Bu ke tempat ini dan Hong Bu
kini ikut pula menangkap ular merah untuk dimakann*a mentah-mentah sa+a, dan +uga
mencari daun-daun sal+u dan cula )adak sal+u. 2ada hari ke empat, 5eti menga+ak Hong
Bu keluar dari terowongan itu dan menutupkan lagi )atu )undar itu menutupi lu)ang
rahasia itu, kemudian dia menga+ak Hong Bu untuk )er+alan menu+u ke se)uah puncak
)ukit tak +auh dari situ. Ti)a-ti)a sa+a )ermunculan )e)erapa orang *ang agakn*a
memang se+ak lama telah menanti dan )ersem)un*i di situ dan agakn*a memang
mengamat-amati +e+ak 5eti.
(elihat )etapa di antara mereka itu terdapat kakek +angkung dan kakek pendek, *aitu Su-
ok dan 7go-ok, Hong Bu terke+ut sekali. 0kan tetapi 5eti lalu men*am)ar pinggangn*a,
memangguln*a dan mem)awan*a lari dari tempat itu, dengan cepat sekali dia
)erlompatan, dengan kaki masih terpincang-pincang. Dan para tokoh kang-ouw *ang
memang mengamati gerak-gerik 5eti dan terutama sekali pedang di tangan 5eti itu, +uga
mempergunakan gin-kang mereka, )ergerak dengan ringan dan cepat, mengikuti +e+akn*a
*ag nampak +elas di atas sal+u. Ter+adilah ke+ar-ke+aran dan sampai dua hari dua malam
5eti terus )er+alan tanpa )erhenti, han*a makan )ekal daun *ang di)awa Hong Bu ketika
mereka keluar dari terowongan. 0kan tetapi, setiap kali 5eti )erhenti mengaso, nampak
sudah orang-orang kang-ouw *ang tern*ata )erilmu tinggi itu )erdatangan dan
mem)a*angi dari +auh.
2ada hari ke tiga, ketika dia ti)a di puncak *ang tinggi dari 2egunungan Kongmaa 3a, di
)agian *ang penuh rahasia )ahkan dia sendiri +arang datang ke tempat )er)aha*a itu. 5eti
*ang meli
hat )elasan orang kang-ouw itu tetap sa+a masih mem)a*angin*a, men+adi marah )ukan
main. Dia menggereng dan meloncat ke )alik se)uah )ukit sal+u *ang )ertumpuk di tepi
puncak *ang datar itu, akan tetapi dia tidak lari melainkan )ersem)un*i, mendekam di
situ sam)il tetap memeluk Hong Bu dan memegang pedang. Benar sa+a, semua orang
kang-ouw kini menge+ar ke tempat itu. Hong Bu +uga ikut )ersem)un*i mengintai itu me-
lihat )an*ak orang *ang aneh-eneh )entuk maupun pakaiann*a. Bahkan ada pula empat
orang laki-laki gundul *ang tinggi )esar seperti raksasa memikul se)uah tandu *ang
tertutup sehingga tidak dapat dilihat apa atau siapa isin*a. Sungguh lucu sekali kalau
dipikir. (enge+ar atau mem)a*angi +e+ak 5eti mengapa mesti naik tandu *ang dipikul
empat orang6 Seperti orang pesiar sa+a. Sungguh gila. 0kan tetapi )egitulah
ken*ataann*a dan Hong Bu memandang terus. 0da )e)erapa orang kakek *ang aneh
*ang )erdekatan dengan Su-ok dan 7go-ok, dan ada pula seorang nenek *ang amat
mengerikan, karena nenek ini, atau wanita itu, karena sukar dikatakan tua atau muda,
memakai topeng tengkorak manusia tulen. 0da pula seorang kakek tinggi )esar *ang
persis gorila )entukn*a, )aik )etuk tu)uhn*a maupun )entuk mukan*a, seperti gorila
memakai pakaian. Dan ada pula raksasa )erkepala )otak *ang memakai mantel merah.
Dia tidak tahu )ahwa mereka itu adalah Twa-ok Su 3o Ti Si Kakek Gorila, kemudian >i-
ok Kui-)in 7io-nio *ang memakai topeng tengkorak, kemudian Sam-ok Bah Hwa
Seng+in *ang )erkepala )otak. (ereka itulah, )ersama Su-ok dan 7go-ok merupakan
gerom)olan lengkap dari Im-kan 7go-ok, datuk-datuk kaum sesat. 0kan tetapi di
samping kelima orang ini dan empat orang penggotong +oli *ang melihat gerakann*a +uga
merupakan orang-orang pandai, masih terdapat lagi )e)erapa orang sehingga +umlah
mereka hampir dua puluh orang. Semua orang itu nampak )erilmu tinggi dan )erkumpul
di puncak datar itu, siap untuk menge+ar 5eti.
0kan tetapi, ti)a-ti)a 5eti mengeluarkan gerengan keras dan melompat keluar dari
tempat persem)un*iann*a, memondong Hong Bu dengan tangan kiri dan memegang
pedang )erkilauan itu dengan tangan kanan, memutar-mutar pedang ke atas kepala dan
menggereng-gereng memperlihatkan kemarahann*a karena dia terus di)a*angi oleh
orang-orang kang-ouw itu. 0kan tetapi, orang-orang kang-ouw itu )ersikap tenang dan
siap untuk mem)ela diri. (ereka itu semua menanti kesempatan )aik. Tentu sa+a orang-
orang seperti Im-kan 7go-ok *ang datang dengan lengkap itu tidak takut terhadap 5eti
dan merasa )ahwa kalau mereka )erlima ma+u, mereka akan mampu merampas pedang
keramat *ang amat diinginkan itu, akan tetapi mereka adalah orang-orang cerdik. (ereka
dapat )erpikir secara +auh. Kalau mereka merampas pedang itu, )erarti mereka akan
menghadapi pengero*okan orang-orang kang-ouw lainn*a dan hal itu merupakan )aha*a
*ang +auh le)ih )esar lagi. (ereka melihat )etapa setiap orang kang-ouw *ang
melakukan penge+aran ini terdiri dari orang-orang *ang amat tinggi kepandaiann*a. <leh
karena itulah maka )elasan orang kang-ouw itu han*a mem)a*angi 5eti sa+a, )elum mau
turun tangan merampas pedang.
Kini tahu-tahu 5eti itu sendiri *ang agakn*a hendak men*erang mereka maka mereka
siap siaga untuk menghadapi amukan 5eti. Betapapun +uga, setelah mendengar )etapa
)an*akn*a orang-orang kang-ouw *ang tangguh-tangguh )inasa di tangan 5eti ini, maka
ketika 5eti melangkah ma+u menga*un-a*un pedang *ang )erkilauan itu, semua orang
men+adi agak gentar +uga dan melangkah mundur. 0kan tetapi, empat orang gundul tinggi
)esar seperti raksasa itu agakn*a tidak mengenal takut karena mereka tidak melangkah
mundur, han*a )erdiri memanggul tandu diam sa+a sam)il memandang kepada 5eti
dengan muka seperti topeng, sedikit pun tidak mem)a*angkan perasaan apa pun.
5eti sudah marah sekali karena orang-orang *ang mengepungn*a itu tidak mau pergi.
Dia lalu melemparkan tu)uh Hong Bu )egitu sa+a ke samping dan pemuda ini terguling-
guling lalu )angkit duduk dan merangkak ke )elakang se)uah )atu )esar untuk
)erlindung, 5eti menggereng-gereng, kemudian dengan gerakan ti)a-ti)a dan cepat
sekali, tangan kirin*a men*am)ar ke depan, ke arah rom)ongan orang terdekat, *aitu ke
arah empat orang pemikul tandu itu sendiri.
Biarpun dia han*a menampar dengan tangan kiri, namun tamparan itu he)at )ukan main
aki)atn*a. ;mpat orang *ang tinggi )esar dan nampakn*a kuat kokoh seperti menara )esi
itu, kini seperti pohon-pohon cemara dilanda angin kencang. (ereka terpelanting ke
kanan kiri dan tandu itu pun terlepas dari pundak mereka dan +atuh ke atas tanah dalam
keadaan )erdiri. 0kan tetapi tangan kiri 5eti meluncur terus dan mengenai dengan tepat
dan keras lagi tandu itu.
1Brakkk...../ Tandu itu hancur )erantakan kena pukulan itu dan )ersama dengan
hancurn*a tandu, nampak pecahan-pecahan tandu )erham)uran dan di antara pecahan-
pecahan itu nampak )erkele)at )a*angan *ang sedemikian cepatn*a sehingga tidak dapat
diikuti oleh pandang mata para tokoh kang-ouw *ang memandang peristiwa itu, saking
cepatn*a gerakan )a*angan *ang meloncat keluar dari tandu itu se)elum tandu itu hancur
le)ur.
15eti keparat./ terdengar )entakan n*aring merdu dan tern*ata di situ telah )erdiri
seorang *ang wa+ahn*a amat.... )urukn*a. Tu)uh wanita itu tinggi ramping dan montok,
dengan lekuk lengkung tu)uh seorang wanita *ang sudah matang dan *ang memiliki da*a
tarik *ang menggairahkan. 7amun apa)ila orang melihat wa+ahn*a tanggung semua
gairah akan ter)ang len*ap dari hati orang itu, karena wa+ah wanita ini )enar-)enar luar
)iasa )urukn*a, )ukan han*a )uruk )ahkan men+i+ikkan dan menakutkan. Kulit muka ini
agak kehitaman, )elang-)elang dan )erlu)ang-lu)ang semacam )openg *ang )erat, dan
selain itu +uga pletat-pletot seolah-olah ter)uat dari malam *ang terkena panas. Sungguh
ganas sekali alam mem)eri wa+ah cacat sedemikian )urukn*a pada seorang wanita *ang
melihat )entuk tu)uhn*a adalah seorang wanita muda *ang sedang-sedangn*a )er-
kem)ang.
Semua orang memandang dengan terheran-heran. Bahkan Im-kang 7go-ok sendiri tidak
mengenal nona )uruk muka itu, padahal melihat gerakann*a tadi +elas )ahwa tingkat gin-
kang *ang dimiliki wanita itu tidak kalah oleh tingkat gin-kang dari 7go-ok sendiri.
Gerakann*a seperti dapat menghilang sa+a, sedemikian cepatn*a gerakan tadi sampai
tidak nampak oleh mata mereka.
Biarpun sinar matan*a mem)a*angkan kemarahan karena tandun*a dihancurkan 5eti,
akan tetapi wanita itu dengan tenang )erdiri tegak, kemudian dia men*ingsingkan kedua
lengan )a+un*a. (ula-mula nampak kulit lengann*a *ang halus mulus, montok dan putih
)ersih, akan tetapi segera semua orang menahan napas, )ahkan ada *ang menahan seruan
karena merasa ngeri. Tern*ata )ahwa kedua lengan itu penuh dengan ulat-ulat )er)ulu.
=lat-ulat *ang gemuk dan )er)ulu le)at, ada *ang )erwarna putih, merah, hi+au, hitam,
)iru, kuning dan se)again*a. Baru melihatn*a sa+a sudah menim)ulkan perasaan gatal-
gatal di tu)uh, apalagi kalau sampai terkena )ulu-)ulu le)at *ang kesemuan*a pasti
mengandung racun *ang amat he)at itu.
1Binatang liar, )erani engkau merusak tanduku6 Ha*o tukar dengan pedangmu itu./
)entak wanita itu. dengan suara *ang melengking n*aring.
1Si =lat Seri)u..../ Terdengar >i-ok Kui-)in 7io-nio )erseru kaget.
4anita )ermuka )uruk itu menoleh kepada wanita )ermuka tengkorak. 1Heh-heh, >i-ok
Kui-)in 7io-nio kiran*a6 Huh, kalau tidak )ersama-sama dengan 7go-ok selengkapn*a,
mana )erani keluar6/
Die+ek demikian itu, >i-ok mendengus marah. 1Bocah som)ong. Siapa takut ulat-
ulatmu6/
0kan tetapi Si =lat Seri)u tidak mempedulikan >i-ok lagi karena ti)a-ti)a, selagi dia
)icara kepada >i-ok dan mukan*a agak menengok ke arah wanita )ertopeng tengkorak
itu, ti)a-ti)a sa+a tangann*a )ergerak men*am)ar dan dia sudah men*erang 5eti.
Sungguh suatu gerakan *ang selain cepat, +uga tidak terduga-duga sama sekali dan
mem)a*angkan kelicikan dan kecurangan he)at dari orang-orang golongan sesat.
0kan tetapi 5eti itu pun memiliki ketangkasan *ang luar )iasa sekali. Biarpun dia
diserang secara ti)a-ti)a, tangan kiri wanita itu men*am)ar ke arah pusarn*a dan tangan
kanan wanita itu langsung men*am)ar ke atas untuk merampas pedang, akan tetapi dia
malah mem)iarkan sa+a pukulan ke arah pusarn*a itu, sedangkan pedangn*a cepat
digerakkan ke )awah men*am)ut lengan kanan Si =lat Seri)u.
1Dukk..../ 0ihhh...../ Si =lat Seri)u itu untungn*a dapat )ergerak dengan kecepatan kilat
sehingga lengann*a tertolong sungguhpun u+ung lengan )a+un*a ter)a)at putus han*a
oleh sinar pedang itu sehingga dia memekik kaget. Kekagetan putusn*a u+ung lengan ini
ditam)ah dengan terpentaln*a tangann*a *ang menghantam pusar, seolah-olah )ertemu
dengan perut dari )a+a atau )ola karet *ang amat kuat. 0kan tetapi, ulat-ulat dari
lengann*a itu )eter)angan dengan warna-warnan*a *ang cerah sehingga seperti kem)ang
api )erpi+ar dari percikan ke mana-mana, terutama sekali ke arah tu)uh 5eti. 0kan tetapi,
tu)uh 5eti penuh )ulu maka ulat-ulat itu tidak mempengaruhi dirin*a. Tidak ada )ulu
ulat *ang dapat mem)uat gatal kulit *ang dilindungi )ulu. 5eti itu menggo*angkan
tu)uhn*a dan sungguh aneh. =lat-ulat itu semua )eter)angan ke satu +urusan, *aitu ke
arah empat orang raksasa gundul para pemikul tandu tadi. Dan ter+adilah pemandangan
*ang mengerikan. ;mpat orang itu segera )ergulingan, menggunakan kuku +ari tangan
menggaruki seluruh tu)uhn*a sampai pakaian mereka ro)ek-ro)ek semua dan dalam
waktu singkat mereka itu sudah )ertelan+ang )ulat menggaruki semua )agian tu)uh
mereka *ang )intul-)intul dan )engkak-)engkak. He)atn*a, )agian *ang digaruk dan
mengeluarkan darah segera dilekati oleh ulat-ulat *ang tern*ata suka minum darah seperti
lintah-lintah. Dan dalam waktu singkat sa+a empat orang raksasa gundul tukang pikul
tandu Si =lat Seri)u itu telah tewas semua, )adan mereka *ang telan+ang )ulat itu penuh
dengan ulat-ulat *ang kini men+adi semakin menggem)ung gemuk keken*angan darah.
Semua orang mengkirik karena serem, akan tetapi seorang kakek )er+enggot pan+ang,
seorang di antara para tokoh kang-ouw *ang datang ke tempat itu, men+adi tidak senang.
Dia lalu menggosok kedua telapak tangann*a, lalu memukulkan kedua telapak tangan itu
ke arah ma*at-ma*at tadi. Hawa panas men*am)ar-n*am)ar dan keempat ma*at itu
men+adi kehitaman seperti hangus, dan semua )uku )erwarna-warni dari ulat-ulat itu
rontok ter)akar semua, akan tetapi he)atn*a, ulat-ulat itu tidak men+adi mati. Kini semua
ulat itu men+adi ulatulat gundul *ang makin menggelikan lagi, +uga men+i+ikkan karena
nampak gerakan-gerakan perut mereka *ang naik turun.
Si =lat Seri)u men+adi semakin marah, kini kemarahann*a ditumpahkan kepada kakek
)er+enggot pan+ang itu. 1Keparat, )erani engkau merusak ulat-ulatku./ Dan ti)a-ti)a sa+a
tu)uhn*a menggeliat ro)oh ke atas tanah, kemudian seperti gerakan seekor ulat,
tu)uhn*a menggeliat-geliat dan ti)a-ti)a melenting ke atas, ke arah kakek )er+enggot
pan+ang itu dan kedua tangann*a sudah mengirim serangan.
Bukan main cepatn*a gerakan ini, sukar diikuti pandang mata. Kakek itu sudah kaget
setengah mati, tidak mengira )ahwa dia akan diserang secepat itu. 0kan tetapi, ti)a-ti)a
dari arah )elakang muncul seorang laki-laki *ang )erpakaian seperti pengemis, mukan*a
ditum)uhi kumis dan +enggot le)at tak terpelihara, sikapn*a acuh tak acuh dan mulutn*a
*ang tersem)un*i di )alik kumis itu terkekeh aneh. 1>angan ganggu orang tua./ dia
mendengus dan ti)a-ti)a +ari telun+uk kanann*a menuding dan men*am)ar ke depan,
memapaki serangan Si =lat Seri)u itu.
1Dukk. 0ihhhh...../ =ntuk kedua kalin*a Si =lat Seri)u men+erit dan tu)uhn*a terdorong
ke )elakang, tu)uhn*a tergetar he)at. Dia )erdiri dan memandang kepada +em)el *ang
tern*ata masih muda itu dengan sinar mata penuh kemarahan, akan tetapi +uga dengan
muka agak pucat karena dia terke+ut )ukan main.
1Kau.... kau.... Si >ari (aut....6/
Im-kan 7go-ok +uga terke+ut mendengar dise)utn*a nama ini dan mereka semua
memandang ke arah +em)el muda itu. (ereka sudah mengenal Si >ari (aut 4an Tek
Hoat, calon mantu ?a+a Bhutan. Benarkah +em)el muda itu mantu ?a+a Bhutan6 Sungguh
mengherankan hati Im-kang 7go-ok, dan ti)a-ti)a Sam-ok Ban Hwa Seng+in tertawa
)ergelak sampai perutn*a *ang tersem)un*i di )alik mantel itu )ergerak-gerak.
1Ha-ha-ha-ha. Kiran*a Si >ari (aut tidak +adi men+adi mantu ?a+a Bhutan, melainkan
men+adi +em)el terlantar./ katan*a sam)il memandang kepada +em)el muda *ang )ukan
lain adalah 4an Tek Hoat atau +uga dahulu dise)ut 0ng Tek Hoat Si >ari (aut itu. 0kan
tetapi, orang muda *ang men+adi seperti +em)el itu han*a ha-ha-he-he sa+a, terkekeh dan
kemudian malah mengguguk dan terisak menangis.
1<ohhh, dia telah men+adi gila...../ kata Twa-ok Su 3o Ti dan semua orang memandang
karena merasa aneh. Kakek ini seperti gorila, pantasn*a sikap dan kata-katan*a tentu
kasar, akan tetapi se)alikn*a malah, suaran*a dan ucapann*a itu seperti orang *ang
mempun*ai )elas kasihan )esar sekali.
(elihat munculn*a demikian )an*akn*a orang lihai, Si =lat Seri)u tidak mau mencari
pen*akit dan dia sudah mener+ang lagi, mener+ang 5eti *ang se+ak tadi )erdiri
ke)ingungan. (ereka )erdua segera )ertarung lagi, akan tetapi tetap sa+a Si =lat Seri)u
terdesak he)at dan terpaksa harus mempergunakan gin-kangn*a *ang memang istimewa
kalau dia tidak mau tu)uhn*a disa*at-sa*at oleh pedang di tangan 5eti *ang digerak-
gerakkan secara aneh dan seperti ngawur namun amat )er)aha*a itu.
1Twa-ko, )iar kuco)a sampai di mana Si >ari (aut *ang telah men+adi gila ini./ ti)a-ti)a
terdengar 7go-ok )erseru.
1Baiklah, 7go-te./ kata Twa-ok dengan halus.
7go-ok *ang +angkung itu lalu )erseru keras dan tu)uh*a sudah menu)ruk Si >ari (aut
4an Tek Hoat. 0kan tetapi tern*ata pengemis muda ini +uga memiliki gerakan *ang amat
gesitn*a. Dengan mudah dia meloncat ke kiri sam)il terkekeh. 0kan tetapi ti)a-ti)a
kakek )er+enggot pan+ang *ang tadi ditolongn*a dari serangan Si =lat Seri)u itu telah
meloncat ke depan. 1Siancai, mengapa Im-kan 7go-ok *ang tersohor se)agai +agoan-
+agoan ca)ang atas itu hendak mengganggu seorang muda *ang tern*ata sedang
terganggu +iwan*a6 Tidak mungkin aku, Sai-cu Kai-ong, mendiamkan sa+a keke+aman
ini./
Im-kan 7go-ok terke+ut )ukan main. Kiran*a kakek )er+enggot pan+ang *ang )erpakaian
sederhana, )ukan pakaian pengemis itu, adalah Sai-cu Kai-ong *ang amat terkenal
se)agai keturunan dari ketua Khong-sim Kai-pang *ang amat terkenal dan *ang akhirn*a
telah mengundurkan diri dan ka)arn*a telah )ertapa di 2egunungan Tai-hang-san itu.
0kan tetapi, 7go-ok adalah orang *ang terlalu mengandalkan kepandaian sendiri. Diapun
sudah mendengar nama orang *ang terkenal di golongan )ersih ini, akan tetapi dia tidak
men+adi gentar, apalagi karena di situ ada Im-kan 7go-ok lengkap, takut apa6 Dia
mendengus marah. 1Kaukah ?a+a 2engemis6 Biar ku)ikin kau men+adi pengemis mati6/
Dan dia sudah )er+ungkir-)alik dan men*erang Sai-cu Kai-ong dengan he)atn*a.
2ara pem)aca cerita><D<H S;20S07G ?0>0403I tentu tidak lupa kepada tokoh ini.
Sai-cu Kai-ong adalah seorang tokoh )esar, keturunan dan ahli waris ketuaketua Khong-
sim Kai-pang *ang amat terkenal, memiliki ilmu kepandaian tinggi. Dia )ernama 5u
Kong Tek dan tinggal di puncak Bukit 7ela*an, di tepi sungai se)elah selatan kota
2aoteng, di 2egunungan Tai-hang-san. Seperti telah diceritakan dalam cerita><D<H
S;20S07G ?0>0403I , kakek ini pernah mendidik Kam Hong ketika pendekar itu
masih kecil, )ahkan dasar-dasar ilmu silat *ang dimiliki Kam Hong adalah hasil didikan
kakek ini.
Kini, menghadapi cara )erkelahi dari 7go-ok *ang aneh, dengan +ungkir )alik itu, Sai-cu
Kai-ong tidak men+adi gentar dan dia segera mainkan Ilmu silat Khong-sim Sin-ciang
9Tangan Sakti Hati Kosong:. Dengan tenang dia menghadapi setiap serangan kaki atau
tangan, dan dia mem)alikkan keadaan, *aitu menghadapi kedua kaki lawan dengan kedua
tangann*a, sedangkan kedua tangan lawan dihadapi dengan kedua kakin*a. 0rtin*a, dia
menangkis tendangan-tendangan kaki dengan tangan, se)alikn*a menangkis pukulan-
pukulan tangan dengan kaki. Ter+adilah perkelahian *ang amat aneh dan seru sehingga
keadaan di situ men+adi semakin ri)ut.
Setelah kini ada *ang )erani turun tangan men*erang 5eti, maka mulailah )e)erapa
orang kang-ouw menco)a-co)a untuk merampas pedang di tangan 5eti itu. (ereka
seolah-olah mem)antu Si =lat Seri)u, padahal tentu sa+a maksud mereka tidak demikian,
melainkan mereka men*erang 5eti untuk dapat merampas pedang itu. 0kan tetapi
sungguh aki)atn*a he)at sekali. Be)erapa orang di antara mereka terkena sam)ar sinar
pedang keramat itu dan ro)oh tewas, ada pula *ang diru)ung ulat-ulat dari lengan Si =lat
Seri)u sehingga +atuh )e)erapa orang lagi men+adi kor)an. 0kan tetapi ada pula *ang
masih terus mengurung 5eti sehingga Hong Bu *ang melihat keadaan itu men+adi
khawatir sekali akan keselamatan 5eti.
Ti)a-ti)a 4an Tek Hoat tertawa-tawa dan dia pun lalu masuk ke dalam medan
pertempuran. (emang dia sedang )ingung karena kedukaann*a mencari-cari kekasihn*a
tanpa hasil. (aka dia pun )erkelahi seperti orang )ingung, kadang-kadang mem)antu
Sai-cu Kai-ong, kadang-kadang dia mem)antu 5eti, dan adakalan*a +uga dia men*erang
5eti. 0kan tetapi anehn*a )elum pernah dia men*erang Sai-cu Kai-ong. (aka ter+adilah
perkelahian *ang simpang-siur akan tetapi karena dilakukan oleh orang-orang *ang
)erilmu tinggi, maka men+adi pertempuran *ang amat seru dan angin pukulan *ang
men*am)ar-n*am)ar amat dahs*atn*a.
Selagi pertempuran *ang kacau itu )erlangsung dengan serun*a, ti)a-ti)a terdengar suara
n*an*ian merdu *ang diiringi oleh )un*i musik *ang amat indah. Sungguh merupakan
hal *ang teramat aneh di tempat seperti itu, di tengah-tengah orang *ang sedang )erkelahi
mati-matian, ti)a-ti)a terdengar suara n*an*ian merdu diiringi suara musik *ang
demikian indahn*a. Tentu sa+a suara aneh ini mem)uat semua orang terheran-heran dan
otomatis *ang sedang )erkelahi itu dengan sendirin*a )erhenti dan semua orang
)erloncatan mundur, mem)uat 5eti dan 4an Tek Hoat men+adi )ingung. 5eti )erdiri
)engong seperti tidak tahu harus )er)uat apa, dan Tek Hoat terkekeh aneh, akan tetapi
keduan*a lalu diam dan +uga seperti terpesona oleh suara n*an*ian dan musik itu. Suara
itu adalah suara wanita, amat merdu, akan tetapi +uga mengandung tenaga *ang mu+i+at
dan seolah-olah dapat meredakan panasn*a hati mereka semua. Semua mata memandang
ke arah datangn*a suara dan dari )awah puncak datar itu muncullah seorang pemuda
*ang diiringkan oleh )elasan orang da*ang *ang )erpakaian indah dan )erwa+ah cantik-
cantik. 2emuda itu sendiri adalah seorang pemuda tanggung, kurang le)ih lima )elas
tahun usian*a, )erwa+ah tampan sekali dan kulit mukan*a halus, sepasang matan*a *ang
le)ar itu mengandung sinar +ernih dan ta+am. Di )elakangn*a ada seorang da*ang *ang
mem)awa se)uah )endera *ang )erwarna merah dan ada sulaman )enang emas *ang
)er)un*i KI( SI0=4 S07 K<K 93em)ah Gunung Suling ;mas:.
Setelah ti)a di atas pucak datar *ang men+adi tempat pertempuran itu, Si 2emuda
Tanggung memandang kepada mereka semua, lalu memandang kepada ma*at-ma*at di
atas tanah, kemudian dia )erkata kepada seorang da*ang *ang )erpakaian kuning, 1Kui
Hwa, len*apkan ma*at-ma*at itu untuk mem)ersihkan tempat kita./
4anita )erpakaian atau )er)a+u kuning itu mengangguk, kemudian mengeluarkan se)uah
)otol *ang )entukn*a seperti tu)uh ular, mem)uka tutup )otol dan )egitu dia
memercikkan sedikit cairan )erwarna putih seperti perak ke atas tu)uh ma*at-ma*at itu,
maka nampaklah asap mengepul te)al dan dalam waktu )e)erapa menit sa+a ma*at-ma*at
itu len*ap men+adi cairan kuning dan akhirn*a cairan itu pun len*ap masuk ke dalam
tanah di antara sal+u. Semua orang men+adi )engong, apalagi mereka *ang tahu akan
o)at-o)atan seperti Sai-cu Kai-ong, karena dia tahu )ahwa o)at *ang dapat mencairkan
ma*at secepat itu han*a terdapat dalam dongeng sa+a dan dia sendiri )elum pernah
men*aksikann*a dengan mata kepala sendiri. Kini tinggal )au *ang tidak enak sa+a
tercium di tempat itu, sedangkan ma*at-ma*at itu len*ap sama sekali, )erikut ulat-ulat
gunduln*a.
13an-hwa, len*apkan )au )usuk agar )ero)ah wangi./ kem)ali pemuda itu )erkata,
suaran*a halus dan tenang seolah-olah di situ tidak ada orang lain kecuali dia dan para
da*angn*a.
Seorang da*ang )er)a+u hi+au *ang +uga muda dan cantik mengangguk, lalu mengam)il
se)uah )otol merah, menghampiri )ekas tempat ma*at dicairkan tadi, dan ketika dia
mem)uka tutup )otol itu dan memercikkan sedikit isin*a ke atas tempat-tempat itu,
terciumlah )au *ang sedap harum dan len*ap sama sekali )au tidak enak tadi, mem)uat
semua orang merasa seolah-olah mereka )erada di taman *ang penuh dengan )unga.
Kini pemuda itu memandang kepada semua orang *ang )erada di situ, dan ketika
pandang matan*a )ertemu dengan 5eti, dia mem)elalakkan sepasang matan*a *ang le)ar
dan indah itu, 10ih, kiran*a inikah *ang selama ini didesas-desuskan se)agai 5eti6 Dan
dia pula *ang telah menemukan pedang kami6 Betapa anehn*a./
2ada saat itu, Hong Bu *ang se+ak tadi khawatir akan keselamatan 5eti *ang dikero*ok,
kini merasa lega dengan munculn*a pemuda *ang tampan halus itu. 0kan tetapi dia
terke+ut men*aksikan kelihaian pemuda itu men*ingkirkan ma*at-ma*at dan )au-)au
ma*at dicairkan, dan dia +uga mendengar ucapan terakhir tadi. (aka meloncatlah dia
keluar dari )alik )atu )esar, mendekati 5eti dan memegang lengan 5eti seperti hendak
melindungi.
1(emang 5eti *ang menemukan pedang ini, akan tetapi sama sekali tidak pernah
merampas pedang seperti *ang akan dilakukan oleh semua orang *ang tak tahu malu ini./
Dia menentang pandang mata semua *ang hadir dengan penuh ke)eranian. 1(elainkan
ada orang *ang menusukkan pedang ini di pahan*a. 3ihat, pahan*a masih +uga )elum
sem)uh. Dan sekarang, kem)ali dia dike+ar-ke+ar hendak di)unuh dan dirampas
pedangn*a. Sungguh manusia merupakan mahluk paling ke+am dan licik di dunia ini./
2emuda tampan itu seperti tercengang mendengar ini dan sampai lama matan*a menatap
wa+ah Hong Bu seperti orang tidak perca*a akan apa *ang didengarn*a. 1Siapa kau6/
akhirn*a pemuda itu )ertan*a, suaran*a mengandung keheranan dan mungkin
kekaguman.
10ku Sim Hong Bu, dan aku adalah satu-satun*a manusia *ang men+adi saha)at 5eti./
+awa) Hong Bu dengan )angga dan )erani. 5eti agakn*a senang mendengar ini, tangan
kirin*a mengelus-elus ram)ut kepada Hong Bu dan tangan kanan masih memegang
pedang dengan kaku.
18ukup semua ini./ Ti)a-ti)a Sam-ok Ban Hwa Seng-+in )erkata dengan suaran*a *ang
n*aring. 1Siapakah engkau, orang muda6 Dan mengapa engkau mengatakan )ahwa
pedang itu adalah pedang kalian61
2emuda itu menoleh dan menghadapi Ban Hwa Seng-+in. 10ha, kiran*a Sam-ok Ban
Hwa Seng-+in *ang )icara. Bukankah engkau pernah men+adi Koksu dari 7epal6 Dan
semua saudaramu +uga hadir. Hemm, +uga Si =lat Seri)u, Si Golok Setan, dan )ukankah
0nda Sai-cu Kai-ong6/ katan*a mengangguk kepada kakek )er+enggot itu. 1Hem, dan
inikah Si >ari (aut6 Betapa )edan*a dengan *ang pernah kami dengar. 5ang di sana itu,
)ukankah kalian )ertiga adalah 3iok-te Sam-mo 9Tiga I)lis Bumi:6 Kulihat hadir pula
2at-pi Kim-wan 93utung ;mas Tangan Delapan:, dan itu Tok-gan Sin-liong 97aga Sakti
(ata Satu:, mengapa matamu *ang se)elah kaututupi dengan kain6 Hemm, masih
)an*ak tokoh-tokoh *ang terkenal. 2antas sa+a tempat ini men+adi ramai./
Semua orang terke+ut )ukan main dan mereka memandang kepada pemuda itu dengan
mata ter)elalak. Tidak ada seorang pun di antara mereka *ang mengenal pemuda ini,
akan tetapi pemuda ini mengenal mereka satu demi satu, padahal mereka itu datang dari
seluruh pelosok dunia, ada *ang dari selatan, dari timur, dari utara dan dari )arat. Tentu
sa+a hal ini mem)uat mereka men+adi ingin sekali tahu, kecuali tentu sa+a Si >ari (aut
dan 5eti *ang tetap tidak peduli sikapn*a.
1Siapakah engkau6/ tan*a pula Ban-hwa Seng-+in, kini suaran*a men+adi halus, dan hati-
hati.
10nda sekalian *ang telah datang ke sini hendakn*a +angan mem)uat ri)ut di tempat
kami ini. Ini termasuk wila*ah 3em)ah Gunung Suling ;mas, tempat keluarga kami
semen+ak turun tenurun ri)uan tahun laman*a. >ika kalian hendak )erkun+ung ke tempat
kami, lakukanlah hal itu dengan sopan seperti la*akn*a tamu-tamu terkenal. 0*ah dan
paman-pamanku tentu akan men*am)ut kalian dengan gem)ira. Silakan. >uga engkau,
Sim Hong Bu. Saha)atmu, 5eti itu, )oleh ikut, +angan khawatir, kami tidak )iasa
mem)eda-)edakan tamu, )aik dia itu an+ing, )iruang, atau manusia./ Bi)ir itu tersen*um
dan Sim Hong Bu +uga tersen*um karena ucapan itu setidakn*a men*atakan )ahwa
dalam pandangan pemuda tampan itu, dera+at 5eti tidaklah kalah oleh manusia mana
pun.
Sungguh aneh memang. Kini pemuda itu diikuti oleh para da*angn*a *ang )elasan orang
)an*akn*a itu mem)alikkan tu)uh dan )er+alan perlahan pergi dari situ tanpa menoleh
sedikitpun +uga kepada para tamu itu seolah-olah mereka semua *akin )ahwa para tamu
*ang sudah dipersilakan itu tentu akan mengikuti mereka. Dan memang ken*ataann*a
pun )egitu. 2ara tokoh kang-ouw itu kini melangkah dan perlahan-lahan mengikuti
rom)ongan aneh itu menuruni puncak datar itu. <rang-orang *ang tadin*a saling
)erkelahi itu kini seperti serom)ongan tamu terhormat, )er+alan )ersama-sama tanpa
mengucapkan sepatah kata pun. Di dalam hati masing-masing memang ingin sekali tahu
siapa 1tuan rumah/ *ang memiliki tempat seaneh ini. (ereka tidak )erani lancang
melan+utkan perkelahian *ang )elum menentu itu, apalagi kalau sampai fihak tuan rumah
turun tangan. Tentu mem)uat mereka *ang sudah saling )erlawan sendiri itu men+adi
makin )era)e. (aka, mereka semua ingin melihat )agaimana perkem)angann*a agar
mereka dapat mengam)il tindakan *ang menguntungkan fihak masing-masing. Tentu sa+a
kecuali Si >ari (aut *ang han*a ikut-ikutan sa+a dengan rom)ongan itu, dan 5eti *ang
ditarik lengann*a oleh Hong Bu.
2emuda tampan itu )ersama rom)ongann*a )er+alan terus )erliku-liku, melalui lereng-
lereng *ang ter+al, men*elinap di antara )ukit-)ukit es *ang amat )an*ak terdapat di situ,
ada puluhan )uah )an*akn*a dan macamn*a sama sehingga orang luar akan sukar sekali
untuk mengenal +alan *ang dilalui rom)ongan ini.
0khirn*a mereka )erhenti di tepi te)ing *ang curam sekali. Tidak ada +alan turun atau
naik dan semua tamu itu sudah melongo keheranan mengapa rom)ongan pemuda itu
mem)awa mereka ke tempat seperti itu. 0kan, tetapi ti)a-ti)a pemuda itu menggerakkan
tangann*a dan dia sudah memegang se)atang suling. Suling dari emas. Tentu sa+a,
melihat ini, Sai-cu Kai-ong ter)elalak dan hampir sa+a dia mengeluarkan seruan kaget.
Bukankah *ang memiliki suling emas itu han*a )ekas muridn*a dan calon cucu
mantun*a, Kam Hong keturunan langsung dari keluarga Suling ;mas6 Dan kini pemuda
tampan itu men*uling. Suara sulingn*a merdu )ukan main, )ernada tinggi sampai
melengking dan seperti hendak memecahkan anak telinga. Ti)a-ti)a pula dia )erhenti
meniup suling dan dari )awah te)ing itu 1ter)anglah/ sehelai tam)ang *ang merentang
antara tepi te)ing itu sampai ke puncak di depan sana. Kiran*a tadin*a tam)ang itu
memang sudah ada, han*a tergantung ke )awah sehingga tidak nampak, dan kini, atas
isarat )un*i suling, agakn*a para pen+aga di se)elah sana, *aitu di puncak depan *ang
nampak tertutup se)agian oleh awan atau ka)ut, menarik u+ung tam)ang di sana sehingga
kini tam)ang *ang diikatkan u+ungn*a *ang se)elah sini pada )atu )esar dan ditanamkan
di te)ing sini, merentang kuat-kuat dan nampak +elas.
1(aaf, 8u-wi *ang terhormat. Tidak ada +alan lain menu+u ke lem)ah kami kecuali
melalui +em)atan ini. Siapa *ang ingin mengun+ungi tempat tinggal kami, kami
persilakan mengikuti kami./ Setelah )erkata demikian, pemuda itu dengan tenangn*a lalu
melangkahkan kaki ke atas tam)ang itu, diiringkan oleh )elasan orang da*ang itu dan
mereka semua lalu )er+alan di atas tam)ang itu, merupakan )arisan *ang aneh. He)atn*a,
selagi men*e)erang +urang te)ing *ang amat curam itu melalui tam)ang, mereka *ang
memegang alat musik itu masih memainkan lagu merdu, seolah-olah mereka )ukan
sedang )er+alan di atas tam)ang maut, melainkan sedang )er+alan-+alan di ke)un )unga
sa+a.
2ara orang kang-ouw ,*ang )erada di situ adalah orang-orang pandai. Ber+alan di atas
tam)ang seperti itu sa+a tentu )ukan merupakan hal aneh )agi mereka. 0kan tetapi
mereka maklum dan )ergidik kalau memikirkan )ahwa orang luar tidak mungkin dapat
melalui tam)ang ini karena pasti ter+aga siang malam dan sekali ada orang luar )erani
lancang mempergunakan tam)ang ini tanpa i+in, fihak sana tinggal melepaskan u+ung
tam)ang di sana dan orang luar *ang lancang hendak memasuki daerah itu, )etapa pun
saktin*a dia, tentu akan menghadapi kematian *ang mengerikan di dasar +urang *ang luar
)iasa curamn*a sehingga tidak nampak dari atas itu. (ereka lalu melangkah ke atas
tam)ang dan satu demi satu mereka pun )er+alan di atas tam)ang.
Hong Bu +uga tidak takut untuk )er+alan di atas tam)ang, akan tetapi hatin*a merasa
ngeri +uga ketika melihat ke )awah dan tidak nampak apa-apa, han*a nampak ka)ut sa+a,
seolah-olah orang )er+alan di atas tam)ang *ang direntang di udara *ang amat tinggi.
0kan tetapi 5eti agakn*a tidak sa)ar lagi, dan dia sudah men*am)ar pinggang Hong Bu
lalu dipangguln*a dan dia )er+alan di atas tam)ang itu dengan mudah dan enakn*a.
Tam)ang itu agak tera*un-a*un karena tu)uh 5eti *ang le)ih )erat daripada *ang lain.
0khirn*a semua tamu ti)alah sudah di tepi sana, *aitu di te)ing dari se)uah lem)ah *ang
sungguh lain daripada di se)erang sini. Sungguh aneh sekali karena lem)ah ini )iarpun
+uga tidak terhindar dari hawa dingin dan sal+u, namun sal+u tidak )egitu te)al dan di sini
tum)uh macam-macam tum)uhan *ang aneh-aneh, )ahkan ada )urung-)urung dan ada
)inatang-)inatang )erkeliaran di lem)ah itu. 2uncakn*a +uga tertutup sal+u, akan tetapi
diselang-seling warna hl+au daun-daun. Dan lem)ah itu sungguh tak mungkin dapat
didatangi orang luar kecuali melalui tam)ang tadi karena selain terkurung +urang-+urang
*ang curam, +uga melalui daerah-daerah *ang mudah sekali ter+adi sal+u dan tanah
longsor sehingga merupakan daerah maut.
Semua tamu, kecuali SI >ari (aut *ang tidak mengacuhkan apa pun, dan 5eti,
memandang ke sekeliling penuh tak+u). 0nehn*a, 5eti kelihatan )iasa sa+a, )ahkan
tenang-tenang sekarang, dan kadang-kadang ada nampak oleh Hong Bu )etapa 5eti
menarik napas pan+ang )e)erapa kali. Dan agakn*a daerah ini )ukan merupakan daerah
asing )agi 5eti, seoah-olah dia )erada di rumah atau daerah sendiri. Dan hal ini mungkin
sa+a, pikir Hong Bu. 5eti memiliki kepandaian men+ela+ahi daerah sal+u itu +auh le)ih
he)at daripada kepandaian manusia mana pun, tentu )ukan tidak mungkin kalau 5eti
pernah mendatangi tempat ini melalui +alan lain )etapa pun tidak mungkin hal itu
dilakukan agakn*a oleh manusia.
18u-wi, silakan./ kata pemuda itu dan para tamu melihat )etapa dari tempat pen+agaan di
tepi te)ing se)elah sini, nampak )e)erapa orang laki-laki *ang )ertu)uh tinggi tegap
memutar alat penggulung tam)ang dari )a+a. Benar dugaan mereka, tempat itu selalu
ter+aga dan )ahkan +em)atan tam)ang itu selalu di+aga orang sehingga tidaklah mungkin
orang luar datang melalui tam)ang itu tanpa sei+in pemilik lem)ah *ang dinamakan
3em)ah Gunung Suling ;mas ini. (ereka lalu mengikuti rom)ongan da*ang dan
pemuda itu menu+u ke tengah lem)ah di mana nampak )angunan-)angunan mengelilingi
se)uah )angunan )esar *ang megah dan mewah. Sungguh mengagumkan dan +uga
menge+utkan sekali )agaimana di tempat seperti itu, *ang terasing dari keramaian dunia
ada orang dapat mem)angun )angunan *ang seperti istana itu. Dan mereka makin kagum
ketika ti)a di dekat )angunan-)angunan seperti perkampungan itu karena di situ memang
indah, terdapat taman-taman )unga *ang aneh-aneh, *ang penuh dengan )atu-)atu ukir-
ukiran, arca-arca *ang di)uat secara indah sekali.
Ketika melewati se)uah taman, ti)a-ti)a 5eti mengulur tangann*a memetik setangkai
)unga merah dan langsung sa+a memakann*a, )ahkan mem)erikan setangkai kepada
Hong Bu *ang tanpa ragu-ragu +uga memakann*a. Dan memang seperti *ang diduga,
5eti tidak menipun*a, )unga merah itu )er)au sedap dan rasan*a enak, agak masam-
masam seperti )uah apel. (elihat ini, pemuda itu menengok dan )erkata dengan wa+ah
)erseri, 10ihh, kiran*a 5eti mengenal Bunga Hati (erah kami./ serun*a gem)ira dan
+uga kagum.
1Dia adalah pen+ela+ah nomor satu di Himala*a, tentu sa+a mengenal segalan*a./ +awa)
Hong Bu mem)anggakan saha)atn*a. 2emuda tampan itu han*a tersen*um, lalu dengan
tangann*a mempersilakan semua orang untuk melan+utkan per+alanan menu+u ke ruangan
depan rumah ter)esar di perkampungan aneh itu.
Ketika mereka ti)a di depan rumah )esar dan indah seperti istana itu, nampak papan
nama *ang )esar dan indah tulisann*a dipasang orang di depan pintu ger)ang. Istana
Suling ;mas, demikian )un*i tulisan dan kem)ali Sai-cu Kai-ong tertegun.
2ara pem)aca tentu +uga sama herann*a seperti Sai-cu Kai-ong, karena )ukankah
keluarga 2endekar Suling ;mas adalah keluarga *ang sudah ha)is dan kini tinggal diri
Kam Hong seorang se)agai keturunan terakhir6 Bagaimana di Himala*a, di tempat
terasing ini terdapat perkampungan *ang dise)ut 3em)ah Gunung Suling ;mas, dan
pemuda *ang men*am)ut mereka itu pun tadi meniup suling emas dan kini istana ini
dise)ut Istana Suling ;mas6 0pa hu)ungann*a ini dengan nenek mo*ang dari cucu
mantun*a itu6 0kan tetapi se)elum menerangkan soal *ang aneh ini, le)ih dulu se-
)aikn*a kita ketahui )agaimana Sai-cu Kai-ong, tokoh kang-ouw *ang sudah lama
menutup diri di Tai-hang-san itu, kini ti)a-ti)a muncul pula )ersama orang-orang kang-
ouw di Himala*a6 0pakah dia +uga ingin mempere)utkan pedang keramat *ang
dika)arkan len*ap dari istana itu6/
Sesungguhn*a tidaklah demikian. Seorang kang-ouw *ang gagah perkasa seperti Sai-cu
Kai-ong tidak sudi lagi mempere)utkan sesuatu seperti se)agian )esar tokoh-tokoh kaum
sesat. Dia memang datang ke 2egunungan Himala*a sehu)ungan dengan )erita
mem)an+irn*a orang-orang kang-ouw di pegunungan *ang tinggi itu, akan tetapi )ukan
untuk mencari pedang. 0ndaikata dia dapat memperoleh pedang itu, tentu han*a untuk
dikem)alikan ke istana kaisar. Tidak, dia tidak ingin )ere)ut pedang, akan tetapi dia
mengharapkan untuk dapat )ertemu dengan cucu perempuann*a *ang telah menghilang
)ertahun-tahun laman*a. 8ucu perempuan itu adalah 5u Hwi, atau *ang pernah dikenal
se)agai Kang Swi Hwa atau 0ng Siocia, seorang *ang cantik dan lincah, penuh
ke)eranian dan kecerdikan, pandai sekali men*amar men+adi apa pun, dan memiliki ilmu
mencopet *ang luar )iasa. Semua ilmu ini dipela+arin*a dari gurun*a, *aitu Hek-sim
Touw-ong Si ?a+a (aling *ang terkenal itu. 8ucu perempuan *ang men+adi tunangan
Kam Hong itu melarikan diri, agakn*a menolak di+odohkan dengan Kam Hong dan
sampai kini tidak pernah ada )eritan*a. (aka, hal ini amat men*usahkan hati kakek ini
dan )erangkatlah dia ke 2egunungan Himala*a untuk mencari cucun*a itu *ang
diharapkann*a akan datang +uga ke daerah itu untuk )eramai-ramai mempere)utkan
pedang keramat. (aka, sudah tentu sa+a kakek ini terheran-heran )ukan main ketika
disam)ut oleh pemuda *ang )ersuling itu dan di)awa ke dalam perkampungan luar )iasa
*ang dinamakan 3em)ah Gunung Suling ;mas, karena keluarga Suling ;mas adalah
saha)at dari keluargan*a sendiri. Semen+ak ratusan tahun *ang lalu, keluargan*a, *aitu
keluarga 5u dari Khong-sim Kai-pang adalah saha)at-saha)at dari keluarga 2endekar
Suling ;mas dan karena mengingat pertalian persaha)atan antara nenek mo*angn*a
itulah maka diam)il keputusan untuk men+odohkan 5u Hwi, keturunan terakhir dari
keluarga 5u, dengan Kam Hong, keturunan terakhir dari keluarga Kam atau keluarga
Suling ;mas. Dan kini ti)a-ti)a muncul keluarga Suling ;mas lain di tengah-tengah
2egunungan Himala*a.
Tentu sa+a Sai-cu Kai-ong tidak tahu akan hal ini. 0kan tetapi di lain pihak, keluarga
*ang tinggal di 3em)ah Gunung Suling ;mas ini adalah keluarga *ang )enar-)enar
he)at, sedemiklan he)atn*a sehingga keluarga ini sudah mengenal semua orang *ang
mendatangi daerah mereka dan pemuda *ang men*am)ut tadi pun sudah mengenal
nama-nama mereka. Biarpun keluarga ini tidak pernah )erkecimpung di dunia kang-ouw,
akan tetapi mereka mempun*ai )an*ak sekali pen*elidik, apalagi dalam menghadapi
pere)utan pedang keramat itu, maka mereka sudah men*elidiki semua tokoh *ang ikut
naik ke 2egunungan Himala*a sehingga gam)aran-gam)aran tentang mereka telah
dikenal oleh semua penghuni 3em)ah itu dan pemuda itu pun dengan mudah dapat
mengenaln*a satu demi satu.
Keluarga Suling ;mas *ang )erada di lem)ah ini )ukan lain adalah keturunan langsung
dari kakek kuno *ang ditemukan ma*atn*a oleh Kam Hong di )agian lain dari lem)ah
itu. (emang aneh sekali. Keluarga ini sendiri tidak tahu )ahwa masih ada ma*at nenek
mo*ang mereka *ang masih utuh dan mem)awa-)awa rahasia ter)esar dari ilmu
keturunan mereka dan sama sekali tidak mengira )ahwa ma*at nenek mo*ang mereka itu
akan ditemukan oleh Kam Hong dan )ahkan pemuda ini *ang akhirn*a mewarisi semua
ilmu nenek mo*ang mereka. (ereka ini adalah keturunan dari kakek pem)uat suling
emas *ang lihai itu, turun temurun tinggal di tempat itu. Karena mereka merupakan
keluarga *ang pandai, dan )erhu)ungan dekat dengan keluarga ?a+a 7epal, maka mereka
tidak kekurangan sesuatu. Semen+ak nenek mo*ang mereka, mereka itu merupakan
saha)at keluarga ?a+a 7epal dan seringkali mem)eri nasihat dan petun+uk, dan
se)alikn*a ?a+a 7epal +uga selalu mencukupi keperluan mereka, )ahkan mendirikan
istana itu untuk mereka setelah pada puluhan tahun *ang lalu keluarga mereka )er+asa
mengusir musuh-musuh *ang datang dari )arat Kera+aan 7epal.
>adi memang ada per)edaan )esar antara keluarga Suling ;mas *ang )erada di Himala*a
ini dengan keluarga Suling ;mas, *aitu keluarga Kam *ang men+adi keturunan 2endekar
Suling ;mas Kam Bu Song. Keluarga Suling ;mas di Himala*a ini adalah keturunan dari
pem)uat suling emas itu, sedangkan keluarga Kam adalah orang *ang akhirn*a
mendapatkan Suling itu dan dipergunakan se)agai sen+ata dan akhirn*a terkenal dengan
+ulukan 2endekar Suling ;mas. >adi terdapat per)edaan *ang )esar sekali, dan tidak ada
hu)ungann*a sama sekali, kecuali hu)ungan melalui suling emas *ang kini dipegang
Kam Hong itu, hu)ungan antara pem)uat suling dan pemakai suling. Sungguhpun
terdapat suatu keistimewaan *ang sama, *aitu ahli mempergunakan suling se)agai
sen+ata.
Keluarga Suling ;mas di lem)ah ini adalah keluarga 8u, *aitu nama keturunan dari
kakek pem)uat suling emas, *ang sesungguhn*a masih seorang pangeran dari Kera+aan
8in *ang suka merantau dan akhirn*a menetap di Himala*a, *aitu di lem)ah itu. (enurut
dongeng keluarga 8u, kakek ini setelah )erkeluarga dengan puteri 7epal, menetap di situ
dan hidup sampai )eranak cucu. 0kan tetapi pada suatu hari dia menghilang, katan*a
untuk pergi )ertapa dan tidak ada lagi *ang mendengar tentang dirin*a. 0nak cucun*a
hidup terus di lem)ah itu, ada pula *ang pergi merantau, akan tetapi lem)ah itu tetap
dipelihara, )ahkan sekarang, keturunan terakhir *ang tinggal di situ terdapat tiga orang
laki-kaki. 5ang pertama )ernama 8u Han Bu, pria sederhana )erusia empat puluh tahun,
a*ah dari pemuda tampan *ang men*am)ut para tamu tadi. 5ang ke dua )ernama 8u
Seng Bu, pria )erusia tiga puluh lima dan *ang ke tiga )ernama 8u Kang Bu, pria )erusia
tiga puluh tahun. Kedua orang ini )elum menikah. Tiga orang inilah merupakan
keturunan terakhir dari keluarga Suling ;mas she 8u itu.
8u Han Bu )aru mempun*ai seorang anak sa+a, *aitu 1pemuda/ *ang men*am)ut para
tamu tadi. 0kan tetapi anak itu se)etuln*a )ukan seorang laki-laki, melainkan seorang
anak perempuan. Karena ingin sekali mempun*ai anak laki-laki, maka untuk menutupi
kekecewaann*a, 8u Han Bu dan isterin*a memperlakukan anak mereka seperti anak laki-
laki, )ahkan se+ak kecil anak itu memakai kain laki-laki, sungguhpun dia sadar sepenuh-
n*a )ahwa dia seorang perempuan. Se)agai seorang anak *ang )er)akti 8u 2ek In,
demikian nama anak itu, dia ingin men*enangkan hati orang tuan*a dan selalu
)erpakaian pria sehingga dia men+adi seorang pemuda cilik sekarang. Se)agai keturunan
dari kakek sakti pem)uat suling emas itu, sudah tentu sa+a keluarga 8u ini mewarisi ilmu-
ilmu *ang mu+i+at dan tinggi sekali.
Sudah )elasan tahun semen+ak a*ah mereka meninggal, keluarga *ang terdiri dari tiga
orang pria perkasa ini tidak lagi )erhu)ungan dengan 7epal. (ereka melihat )etapa
7epal mulai melakukan pen*elewengan, mulai mencampuri urusan kaisar di Tiongkok,
maka mereka tidak mau mencampuri. 0palagi ketika mereka mendengar )ahwa ?a+a
7epal *ang )aru mempun*ai seorang Koksu *ang ka)arn*a merupakan orang ke tiga dari
Im-kan 7go-ok, keluarga 8u ini makin mengundurkan diri dan tidak pernah )erhu)ung-
an. <leh karena itu, maka mereka tidak mengenal Sam-ok Ban-hwa Seng-+in,
sungguhpun mereka mendengar naman*a, dan mungkin +uga Koksu 7epal itu mendengar
tentang nama mereka.
Dan memang demikianlah ken*ataann*a. Ketika pemuda tampan *ang sesungguhn*a
adalah 8u 2ek In itu )ersama rom)ongan da*angn*a men*am)ut dan men*e)ut nama
3em)ah Gunung Suling ;mas, )erde)ar rasa +antung Sam-ok. Dia sudah mendengar
tentang keluarga di Himala*a ini, *ang menurut )erita di 7epal merupakan keluarga *ang
turun temurun )ersaha)at dengan keluarga ?a+a 7epal, akan tetapi *ang semen+ak ra+a
*ang sekarang, *aitu ra+a *ang mengangkat dirin*a se)agai koksu, tidak pernah lagi
terdengar )eritan*a dan agakn*a putus hu)ungan antara keluarga 8u itu dengan keluarga
Kera+aan 7epal. Sam-ok tidak peduli akan hal itu ketika dia masih men+adi koksu,
apalagi mendengar )ahwa tempat tinggal keluarga itu merupakan rahasia )esar dan tidak
ada seorang pun tahu presis di mana letak tempat tinggal mereka. 5ang diketahui umum
han*alah )ahwa tempat itu )erada di 2egunungan Himala*a. Dan kini, tanpa disangka-
sangkan*a, dia telah ikut rom)ongan orang kang-ouw memasuki daerah itu, tempat
tinggal keluarga 8u *ang men+adi saha)at keluarga ra+a se+ak ratusan tahun *ang lalu.
Dengan demikian, maka ada dua orang dalam rom)ongan itu *ang )erde)ar-de)ar
hatin*a, *aitu Sai-cu Kai-ong dan Sam-ok Ban-hwa Seng-+in.
Ketika para tamu *ang mengikuti 8u 2ek In dan rom)ongan da*ang itu sudah ti)a di
ruangan depan *ang luas dan terhias gam)ar-gam)ar dan tulisan-tulisan indah, 8u 2ek In
mempersilakan mereka menanti di situ dan para da*ang lalu masuk ke dalam melalui
pintu )esar di depan dan di tengah ruangan itu. Tak lama kemudian, para tamu *ang
masih )erdiri karena )elum dipersilakan duduk itu melihat pintu itu ter)uka dari dalam
dan keluarlah tiga orang laki-laki. Semua orang memandang dengan penuh perhatian.
0kan tetapi tidak ada sesuatu *ang mengesankan pada diri tiga orang pria itu. (ereka itu
)erpakaian )iasa sa+a, dengan sikap *ang sederhana pula, akan tetapi wa+ah dan pandang
mata mereka serius dan penuh wi)awa, sedangkan sinar mata mereka *ang mencorong
itu menge+utkan, orang karena hal itu menun+ukkan )ahwa mereka itu memiliki kekuatan
dalam *ang he)at.
10*ah, inilah mereka *ang mem)ikin ri)ut di puncak datar. Semua, kecuali *ang tewas
dalam keri)utan antara mereka, telah kuundang datang se)agai tamu sesuai dengan
perintah 0*ah./ kata 8u 2ek In sam)il men*elipkan sulingn*a di ikat pinggangn*a.
Tentu sa+a Sai-cu Kai-ong dan Ban-hwa Seng-+in, le)ih-le)ih dari para tamu lainn*a,
memandang dengan penuh perhatian dan dengan hati tertarik sekali.
Tiga pasang mata dari pihak tuan rumah itu dengan ta+amn*a memandang para tamun*a
seorang demi seorang, dan paling lama mereka memperhatikan Sam-ok Ban-hwa Seng-
+in *ang men+adi tidak enak hati, kemudian mereka +uga memandang 5eti sampai lama,
terutama ke arah pedang *ang )erada di tangan 5eti.
1Tidak salah lagi, itulah Koai-liong-pokiam keluarga kami./ Ti)a-ti)a orang termuda di
antara mereka, 8u Kang Bu )erseru. <rang ke tiga ini )ertu)uh tinggi )esar, )ermata
le)ar dan selain sikapn*a gagah, +uga dia kasar dan +u+ur. Dan inilah 5eti seperti *ang
diceritakan Twa-so 9Kakak Ipar 2erempuan Tertua:./
Ti)a-ti)a terdengar suara merdu, 1Tidak salah, dialah )inatang itu./ Semua orang
menengok karena terke+ut. (ereka adalah orang-orang kang-ouw *ang )erilmu tinggi,
akan tetapi tidak ada *ang mendengar datangn*a seorang wanita di tempat itu, tahu-tahu
wanita itu telah muncul sa+a di situ, entah se+ak kapan. 4anita itu usian*a kurang le)ih
tiga puluh tahun, cantik sekali, dengan pinggang ramping dan gerak gerikn*a luwes dan
lemah gemulai seperti gerakan seorang penari pandai atau gerakan tu)uh seekor ular sa+a,
dan pakaiann*a +uga mentereng dan mewah, ram)utn*a *ang hitam gemuk digelung ke
atas seperti gelung ram)ut puteri-puteri istana.
1Dialah )inatang itu, dan itulah pedang kami. Kalian, harus merampasn*a dari tangan
5eti keparat itu./ )entak lagi wanita ini.
0kan tetapi ti)a-ti)a 8u 2ek In )erkata, 12ek-)o, 0*ah, 5eti itu adalah milik pemuda itu.
Se)aikn*a pedang itu diminta kepadan*a./
(endengar ini, 8u Han Bu memandang kepada Hong Bu dengan penuh perhatian,
seolah-olah tidak perca*a kepada omongan puterin*a. (ana mungkin 5eti, mahluk *ang
selama ini men+adi dongeng dan ditakuti semua orang, *ang amat sakti sehingga Twa-
son*a sendiri kewalahan menghadapin*a, men+adi milik )ocah ini6
1Siapakah namamu, orang muda6/ tan*an*a hati-hati. (emang, tokoh ini selalu )ersikap
hati-hati, tidak seperti Kang Bu.
Sim Hong Bu maklum )ahwa dia )erhadapan dengan keluarga *ang )erilmu tinggi, dan
+uga mereka adalah tuan rumah, maka se)agai tamu *ang tahu diri dan mengenal
kesopanan, dia lalu melangkah ma+u, mem)eri hormat dan men+awa), 17ama sa*a Sim
Hong Bu, 3ocianpwe./
Sikap dan ucapan Hong Bu ini men*enangkan hati Han Bu *ang mengangguk-angguk.
Bocah ini sungguh mengagumkan dan +arang pada +aman itu menemukan )ocah *ang
)egini matang, )egini ta)ah dan )erani )erdiri di atas kakin*a sendiri seperti orang *ang
sudah dewasa )enar. >uga, sekali pandang sa+a dia dapat mengukur )ahwa )ocah ini
memiliki )akat *ang )aik sekali, sinar matan*a )egitu ta+am, gerak-gerikn*a )egitu
tenang.
1Benarkah )ahwa 5eti ini adalah milikmu, peliharaanmu6/
Hong Bu melirik ke arah pemuda tampan itu, lalu men+awa) lantang. 1Harap +angan ada
*ang menghina 5eti. Dia ini sama sekali )ukan )inatang peliharaan, )ukan )inatang liar
*ang +ahat, harap semua mengetahui )etul hal ini./
1Huh, omongan apa itu. Kami sudah merasakan ke)uasann*a./ Ti)a-ti)a 7go-ok
mendengus marah, tangann*a mera)a daun telingan*a *ang pecah-pecah ketika dia
)erkelahi melawan 5eti itu.
1Benar./ Su-ok )erteriak, 15eti itu mahluk )uas seperti i)lis./
Sepasang alis tuan rumah ini )erkerut dan sinar matan*a seperti kilat men*am)ar ke arah
dua orang itu. 1Tuan-tuan )erada di tempat sopan, harap Tuan-tuan men+aga kesopanan
dan )icara menanti giliran./ kata 8u Han Bu, suaran*a )erwi)awa. Su-ok dan 7go-ok
)erdiam diri dan wa+ah mereka agak merah.
1Bagaimana +awa)anmu, Sim Hong Bu6 Ban*ak orang kang-ouw menga)arkan )ahwa
5eti ini +ahat, ke+am dan telah mem)unuh dan melukai )an*ak orang./ kata pula 8u Han
Bu. (ereka semua masih )erdiri dan semua orang kini memandang kepada Hong Bu.
15ang mengatakan )ahwa 5eti +ahat dan ke+am, suka men*erang atau mem)unuh orang
adalah )ohong, 3ocianpwe./ kata Hong Bu. 15eti ini )ukan )inatang )uas, )ukan
peliharaan sa*a, melainkan saha)at sa*a *ang paling )aik. (anusialah *ang +ahat, *ang
mengganggun*a, men*erangn*a sehingga dia mem)ela diri dan untuk mem)ela diri,
tentu sa+a dia harus mengalahkan lawann*a, kalau perlu mungkin mem)unuhn*a.
2ahan*a dilukai orang ditusuk pedang, tentu sa+a dia men+adi marah. Semua orang
agakn*a hendak mem)unuhn*a untuk merampas pedang *ang ditusukkan di pahan*a.
Siapa *ang tidak akan men+adi marah dan mem)ela diri6/
1Toa-so./ ti)a-ti)a 8u Han Bu menoleh kepada wanita cantik tadi, 10pakah dia tidak
men*erangmu dan apakah Toaso *ang mendahului men*erangn*a6/
4anita cantik itu )er+e)i, )i)irn*a *ang penuh dan merah itu )ermain se)entar, kemudian
dia )erkata, 1(emang aku *ang men*erangn*a le)ih dulu, akan tetapi siapa *ang tidak
men+adi kaget melihat dia ti)a-ti)a muncul dan kelihatan )egitu )uas6 0ku
men*erangn*a dan dia melawan, tern*ata dia lihai sekali dan )iarpun aku )erhasil
menusuk pahan*a, pedang itu tertinggal di pahan*a, dia men+adi )uas dan aku terpaksa
melarikan diri. 3alu dia menghilang....1
8u Han Bu mengangguk-angguk, lalu menghadapi semua orang kang-ouw *ang )erdiri
di hadapann*a. 10pakah 8u-wi senga+a )erdatangan ke Himala*a untuk mencari pedang
Koai-liong-pokiam itu6/ Dia menuding ke arah pedang *ang masih dipegang oleh 5eti.
1Hemm, terus terang sa+a, siapakah *ang tidak ingin mendapatkan pedang itu6/ +awa)
Toa-ok dengan suara halus.
1Ketahuilah, 8u-wi. 2edang pusaka itu adalah milik keluarga kami se+ak turun menurun.
7enek mo*ang kami *ang mem)uatn*a dan menciptakann*a. 2ada suatu hari pedang itu
hilang dan setelah kami mendengar pedang itu )erada di istana kaisar, Toa-soku ini pergi
ke sana dan mengam)iln*a kem)ali. 0kan tetapi malang )agin*a, di tengah +alan )ertemu
dengan 5eti dan pedang itu tertinggal di paha 5eti. 2edang itu adalah hak kami dan
hendakn*a 8u-wi tidak mempere)utkan lagi. =ntuk itu kami dapat men+elaskann*a, dan
untuk +erih pa*ah 8u-wi kami )ersedia mengganti sekedar ongkos per+alanan *ang telah
dikeluarkan./
10h, mana ada aturan seperti itu6/ Ti)a-ti)a terdengar suara melengking n*aring, suara
Si =lat Seri)u. 4a+ahn*a *ang )uruk men+adi semakin )uruk karena marahn*a. Dialah
*ang merasa paling dirugikan dalam pere)utan pedang itu, karena selain empat orang
pemikul tandu *ang men+adi pem)antu-pem)antun*a itu tewas oleh ulat-ulatn*a sendiri,
+uga se)agian ulatn*a telah mati dan len*ap pula. 1Bagaimana )isa enak sa+a mengakui
pedang tanpa )ukti-)ukti *ang +elas6 Kalau han*a pen+elasan sa+a, setiap orang pun
mampu mengisap +empol./
4anita cantik kakak ipar keluarga 8u itu melangkah ma+u dan suaran*a lantang ketika
dia )erseru, 12erempuan )uruk. 0pakah Si =lat Seri)u sudah mempun*ai n*awa rangkap
)erani )erkata seperti itu di sini6/ Dia sudah melangkah ma+u, akan tetapi 8u Han Bu
lalu melerai dan )erkata dengan suara )erwi)awa.
1Harap Toa-so suka memaafkan )icaran*a. Ingat, siapa dia dan sudah patutlah kalau
orang seperti dia )icara demikian./ 0gakn*a Sang Toa-so itu cukup segan terhadap adik
iparn*a ini maka dia mundur lagi dengan mulut cem)erut. 8u Han Bu lalu )erkata
kepada Sim Hong Bu, suaran*a ramah dan halus.
1<rang muda, apakah engkau perca*a kepada kami keluarga dari 3em)ah Gunung Suling
;mas6 Kalau. perca*a, serahkan pedang itu kepadaku untuk dipergunakan se)agai )ukti
)ahwa memang kami *ang )erhak atas pedang itu./
Sim Hong Bu cepat )erkata. 1Tentu sa+a, 3ocianpwe. Sa*a kira, 5eti pun tidak akan
serakah mengukuhi pedang )ukan milikn*a, apalagi sa*a. Han*a kami mohon agar
pedang )enar-)enar dikem)alikan kepada *ang )erhak./ Setelah )erkata demikian, dia
menoleh kepada 5eti dan )erkata halus. 1Saha)atku 5eti, tolong pin+amkan se)entar
pedang itu./
0neh sekali, se+ak tadi 5eti diam sa+a seperti termenung, dan mendengar ucapan Hong
Bu itu dia segera menurunkan tangann*a *ang memegang pedang dan men*erahkan
pedang itu kepada Sim Hong Bu. Hong Bu mengam)il pedang itu dan men*erahkann*a
dengan sikap hormat kepada 8u Han Bu.
Tuan rumah ini mengangkat pedang tinggi-tinggi di atas kepalan*a. 12edang Koai-liong-
pokiam ini adalah pedang pusaka )uatan nenek mo*ang kami, oleh karena itu kami tahu
segala hal-ihwaln*a, riwa*atn*a dan rahasia-rahasian*a. 0da rahasia pada pedang ini.
8u-wi sekalian )oleh menco)a dan mencarin*a. Kalau tidak ada *ang tahu, )arulah kami
akan menun+ukkan rahasian*a se)agai )ukti )ahwa pedang itu adalah milik dan pusaka
keluarga kami./
Kemudian tanpa ragu-ragu lagi, 8u Han Bu men*erahkan pedang pusaka itu kepada
orang *ang )erdiri paling dekat dengann*a, *aitu Si =lat Seri)u tadi. 4anita )ermuka
)uruk itu menerima pedang itu. Semua mata memandang dan tidak ada seorang pun *ang
mempun*ai pikiran untuk melarikan pedang itu, )ahkan Im-kan 7go-ok pun tidak )erani.
Karena siapa *ang melarikan pedang itu tentu akan )erhadapan dengan mereka semua,
ditam)ah lagi pihak tuan rumah. Dan +alan keluar dari tempat itu han*a melalui tam)ang.
Tidak mungkin melarikan diri dengan pedang itu. (aka kini Si =lat Seri)u meneliti
pedang itu, digerak-gerakkan, ditekan sana-sini, akan tetapi karena dia memang tidak
tahu rahasian*a, dia tidak menemukan sesuatu *ang aneh pada pedang itu, kecuali )ahwa
pedang itu )enar-)enar amat he)at, se)atang pedang *ang ter)uat daripada logam *ang
aneh sekali, agak kemerahan dan ada sinar-sinar kehi+auan, amat ringann*a namun
mem)a*angkan kekerasan *ang tak terlawan oleh apa pun.
1Se)atang pedang *ang luar )iasa./ katan*a kemudian dan dia pun mengem)alikann*a
kepada tuan rumah. 10kan tetapi aku tidak melihat apa-apa *ang aneh padan*a./
17ah, +elas )ahwa Si =lat Seri)u tidak dapat menun+ukkan rahasian*a, maka sekarang
giliran orang )erikutn*a./ Dan dia lalu men*erahkan pedang itu kepada tokoh lain.
2edang itu terus )erpindah tangan setelah setiap orang meneliti dengan penuh
kecermatan, namun )iar Im-kan 7go-ok sendiri *ang terkenal se)agai orang-orang licik
dan cerdik, tidak dapat menemukan rahasia itu. <rang terakhir adalah Sam-ok Ban-hwa
Seng-+in *ang memegang pedang itu, meneriman*a dari 8u Han Bu sam)il )erkata.
1Telah lama sekali kami mengenal nama penghuni 3em)ah Gunung Suling ;mas se)agai
orang-orang terhormat dan gagah perkasa, maka kini kami perca*a )ahwa dalam urusan
pedang, ini penghuni 3em)ah Gunung Suling ;mas tidak akan )erlaku curang./
8u Han Bu tersen*um tenang, 1Sam-ok Ban-hwa Seng-+in, kami pun mendengar akan
namamu se)agai )ekas Koksu 7epal *ang pandai. 8o)alah pergunakan kepandaianmu
untuk mengetahui rahasia pedang *ang men+adi milik nenek mo*ang kami ini. Bahkan
Kaisar 8eng sendiri *ang men*impan pedang ini se+ak dua keturunan, tidak tahu akan
rahasian*a. Han*a kami, pemilik sah dari pedang ini *ang akan dapat menun+ukkan
rahasian*a./
Sam-ok memeriksa dengan teliti sekali, dari u+ung pedang sampai ke gagangn*a. 0kan
tetapi dia pun tidak dapat menemukan rahasia pedang itu. 0khirn*a dia mengem)alikan
kepada tuan rumah sam)il )erkata, 1Kami tidak melihat ada rahasia apa pun pada pedang
ini./
8u Han Bu menarik napas pari+ang, lalu )erkata. 17ah, 8u-wi sekalian melihat sendiri
)ahwa tidak ada seorang pun *ang tahu akan rahasia pedang ini. Sekarang hendak kami
perlihatkan./
Tuan rumah memegang )atang pedang itu dan mengacungkan pedang ke atas, ke arah
udara. 18u-wi, lihatlah )aik-)aik./ Ti)a-ti)a pedang itu mengeluarkan )un*i dan
tergetar, lalu nampaklah sinar )erkilat keluar dari gagang pedang, melalui dua )agian
meruncing *ang mengapit pedang dan tak lama kemudian, +atuhlah dua ekor )urung *ang
tadi )eter)angan di atas, menggelepar-gelepar sekarat. Semua orang terke+ut dan kagum.
Kiran*a pedang itu mengandung rahasia, dapat mengeluarkan sen+ata rahasia seperti itu.
1Bagus sekali./ Hong Bu )erteriak memu+i. 13ocianpwe, )agaimana hal itu dapat ter
+adi6/
Tuan rumah tersen*um, men+awa) pertan*aan itu akan tetapi ditu+ukan kepada semua
tamun*a, 18u-wi lihat, tanpa mengenal rahasia pedang ini mana mungkin melakukan hal
tadi6 7enek mo*ang kami mem)uat pedang ini dengan men*impan rahasia itu. Gagang
pedang men*impan +arum-+arum halus *ang digerakkan oleh alat rahasia di dalam ga-
gang, dan untuk menggerakkan alat rahasia itu kita harus mengerahkan tenaga sin-kang
*ang mengandung hawa panas sampai suhu tertentu, )arulah alat itu )ergerak dan +arum-
+arum itu dapat keluar dengan kecepatan *ang mematikan./
Semua orang merasa kagum sekali. 0kan tetapi dengan terheran-heran mereka melihat
)etapa tuan rumah itu men*erahkan pedang itu kem)ali kepada Sim Hong Bu sam)il
)erkata, 17ah, terimalah kem)ali pedang *ang kami pin+am tadi. 2edang ini telah ter+atuh
ke tangan 5eti dan hal ini terus terang sa+a ter+adi karena kelengahan pihak kami sendiri./
Dia tidak terang-terangan men*alahkan Toa-son*a sungguhpun semua tamu maklum
wanita itulah *ang lengah sehingga pedang menancap di paha 5eti. 1<leh karena itu,
kalau 5eti tidak ingin mengem)alikan, kami tidak men*alahkan dia dan kelak kami akan
mempergunakan kepandaian untuk merampasn*a kem)ali dari tangann*a./
Sim Hong Bu +uga terke+ut sekali melihat pedang dikem)alikan kepadan*a. 0kan tetapi
dia mengerti dan makin kagumlah hatin*a terhadap tuan rumah *ang tern*ata selain
gagah perkasa, +uga +u+ur dan )udiman. (aka dia lalu menerima pedang itu,
men*erahkan kepada 5eti sam)il )erkata, 15eti, kalau engkau menganggap aku
saha)atmu, aku minta keikhlasanmu agar engkau mengem)alikan pedang ini kepada
*ang )erhak, *aitu kepada 3ocianpwe ma+ikan dari 3em)ah Suling ;mas ini. 0kan tetapi
kalau engkau tidak rela, aku pun tidak )erani memaksa, han*a aku akan kecewa./
5eti itu mengeluarkan suara aneh, nampak ragu-ragu, se)entar memandang kepada
pedang itu, kepada wa+ah Hong Bu, kemudian menoleh ke arah wanita cantik *ang telah
melukai pahan*a, dan akhirn*a pedang *ang telah diteriman*a itu dikem)alikann*a
kepada Hong Bu dan dia menunduk, sikapn*a tak acuh.
15eti, engkau merelakan pedang ini dikem)alikan kepada pemilikn*a *ang sah6/ tan*a
Hong Bu dengan suara girang sekali. 5eti itu tidak men+awa), han*a mengangguk dan
tetap diam sa+a.
Girang dan legalah hati Hong Bu. 1Bagus, engkau saha)atku *ang se+ati, 5eti, +auh le)ih
)udiman daripada manusia-manusia *ang +ahat di dunia ini./ (aka Hong Bu tidak ragu-
ragu lagi men*erahkan pedang itu dengan kedua tangann*a kepada 8u Han Bu sam)il
)erkata, 1Inilah pedang itu, 3ocianpwe. 5eti mengem)alikann*a kepada 3ocianpwe
se)agai pemilik *ang sah. Seorang gagah tidak akan menginginkan )arang orang lain,
dan 5eti, )iarpun )ukan termasuk manusia, namun )er+iwa tidak kalah gagahn*a dengan
para pendekar./
8u Han Bu memandang dengan kagum kepada Hong Bu, lalu menarik napas pan+ang,
10mat sukar menemukan mahluk seperti 5eti, dan le)ih sukar lagi menemukan seorang
anak seperti engkau, Sim Hong Bu./ Kemudian dia menerima pedang itu dan
men*erahkann*a kepada 8u Kang Bu untuk disimpan. 8u Kang Bu menerima pedang itu
dengan sikap hormat, lalu mem)awan*a masuk ke dalam.
Dengan wa+ah cerah kini 8u Han Bu mempersilakan semua tamun*a duduk. 1Silakan
8u-wi sekalian duduk untuk menerima hidangan penghormatan kami dan untuk
mendengarkan kisah tentang pedang itu sekadarn*a dari kami./
Semua orang diam-diam merasa kecewa sekali karena pedang itu telah kem)ali kepada
ma+ikan 3em)ah Suling ;mas ini dan akan sukarlah )agi mereka untuk mengharapkan
memperoleh pedang keramat itu. 0kan tetapi terdapat hi)uran )ahwa mereka )erhasil
memasuki daerah terlarang dan rahasia ini. Hal ini sudah merupakan pengalaman *ang
luar )iasa )agi mereka. (aka mereka pun tanpa malu-malu lagi lalu mengam)il tempat
duduk dan )erkelompok memilih teman masing-masing. Sim Hong Bu mengam)il
tempat duduk di sudut )ersama 5eti *ang tidak mau duduk di atas kursi, melainkan
mendeprok di atas lantai. Se+ak tadi, 5eti nampak seperti orang *ang lemas dan kesal,
le)ih )an*ak menunduk seperti orang termenung.
Hidangan pun dikeluarkan oleh para da*ang *ang muda dan cantik dan )er)au harum itu.
Dan semua orang semakin kagum karena arak *ang dihidangkan adalah arak *ang amat
)aik dan masakan-masakan mengepulkan uap itu pun )ukan masakan sem)arangan dan
ter)uat dari )ahan dan )um)u *ang mahal-mahal. Tentu sa+a di tempat itu terdapat ruang-
an es *ang dingin dan *ang dapat dipakai men*impan daging atau apa sa+a sehingga
)er)ulan-)ulan dalam keadaan masih segar.
Setelah semua tamu dipersilakan makan minum, semua orang merasa puas kecuali 5eti
*ang tidak mau makan apa-apa sehingga Hong Bu pun merasa tidak )egitu leAat makan
sendirian sa+a, dan da*ang-da*ang sudah men*ingkirkan mangkok piring meninggalkan
cawan dan guci arak )erikut penganan, tuan rumah lalu )ercerita tentang pedang keramat
itu. Semua orang mendengarkan dengan as*ik karena memang cerita itu agak aneh.
Kakek )u*ut dari tiga orang saudara 8u itu, *ang )ernama 8u Hak, mewarisi kepandaian
nenek mo*angn*a dalam hal kesenian memasak dan mem)entuk logam, pendekn*a
kepandaian seorang pandai )esi *ang luar )iasa. 0kan tetapi, kalau di antara nenek
mo*angn*a itu ahli dalam hal pem)uatan )enda dari logam emas, ada *ang ahli perak,
dan ada pula *ang ahli ukir-ukir )atu atau ka*u, 8u Hak ini adalah seorang ahli pem)uat
pedang *ang amat )aik.
2ada suatu hari, pagi-pagi sekali 8u Hak *ang sudah )erusia lan+ut itu )angun dalam
keadaan lemah dan agakn*a pen*akit +antungn*a kumat. Dia mengeluh pan+ang pendek
dan tidak )angkit dari tempat tidurn*a. 0nak cucun*a datang men+agan*a, akan tetapi
kakek itu tetap gelisah dan akhirn*a )erkata )ahwa malam tadi dia )ermimpi melihat
seekor naga ter)ang mela*ang turun kemudian menghilang ke )elakang rumahn*a,
masuk ke )awah se)uah )atu se)esar rumah *ang )erada di )elakang rumah mereka.
18ari di )awah )atu itu.... carilah.... tentu ada apa-apa di situ/ pintan*a )erkali-kali.
Karena melihat kakek itu keadaann*a pa*ah, maka anak cucun*a lalu )eramai-ramai
mencari. Dengan kekuatan *ang disatukan, keluarga *ang memang lihai dan )erilmu
tinggi ini mendorong )atu sehingga menggelinding )e)erapa meter dari tempat semula,
lalu digalilah tanah di )awah )atu itu. Dan mereka menemukan se)ongkah )atu *ang
)erwarna hi+au kemerahan. (ereka mem)awa )atu itu kepada kakek 8u Hak dan kakek
*ang sedang sakit itu seketika )angkit dari tidurn*a, memegang )atu itu dan )erseru
girang, 1He)at..... Ini adalah logam mulia. Ini adalah logam pusaka keramat. 0h, pantas
sa+a )ersemangat naga./
Kakek itu seperti sem)uh seketika dan dia pun men*i)ukkan dirin*a di dalam dapur
perapian tempat dia mem)uat pedang itu. Bongkahan )atu *ang tern*ata merupakan
logam mulia itu di)akar dan digem)lengn*a men+adi se)atang pedang *ang di)eri nama
Koai-liong-pokiam. Di)eri nama 2edang 7aga Siluman karena tern*ata 1naga/ itu
tern*ata tidak mendatangkan )erkah. Semen+ak mem)uat pedang itu, Kakek 8u Hak
menderita sakit. 0kan tetapi dia memaksa diri men*elesaikan pedang itu, dan kemudian
pedang itu selesai dan sempurna, dia pun meninggal dunia setelah meninggalkan pesan
tentang rahasia *ang terkandung dalam gagang pedang.
17ah, demikianlah riwa*at pedang kami itu./ 8u Han Bu melan+utkan. 10kan tetapi,
han*a )e)erapa )ulan setelah pedang itu +adi, pedang itu pun len*ap dari sini. Kami tahu
siapa *ang mengam)iln*a, akan etapi itu merupakan rahasia keluarga kami dan tidak
dapat kami ceritakan kepada siapapun +uga. Karena itu kami tak pernah ri)ut-ri)ut dan
menganggap )ahwa pedang itu sudah len*ap )egitu sa+a. Samai kemudian setelah kami
)ertiga saudara men+adi dewasa, kami mendengar )ahwa pedang itu tahu-tahu sudah
)erada di gudang pusaka istana Kaisar. Setelah mengetahui akan pedang kami itu, Toa-so
kami lalu turun tangan, datang ke kota ra+a dan mengam)il kem)ali pedang pusaka kami
itu. 0kan tetapi, dia )ertemu dengan 5eti dan selan+utn*a 8u-wi telah mengetahui.
Demikianlah riwa*at pedang itu, *ang )erada di tangan kaisar selama puluhan tahun
tanpa kami ketahui dan sekarang pedang pusaka itu telah kem)ali ke dalam lingkungan
keluarga kami. (aka harap 8u-wi maklumi dan tidak men+adi penasaran. Tentu sa+a
untuk +erih pa*ah 8u-wi, kami tidak akan tinggal diam dan kami hendak mem)ekali 8u-
wi dengan hadiah sekadarn*a./
17anti dulu...../ Ti)a-ti)a Si =lat Seri)u, wanita muda )ermuka mengerikan itu )erkata
dan dia sudah )angkit dari kursin*a. (ukan*a *ang )openg dan pletat-pletot itu kelihatan
merah, tanda )ahwa arak tua telah mulai mempengaruhin*a. Semua orang memandang
kepadan*a dan pihak tuan rumah +uga memandangn*a dengan penuh perhatian.
1Kami )erterima kasih kepada keluarga 8u *ang telah menerima kami se)agai tamu.
0kan tetapi kami, terutama aku sendiri, )ukanlah se)angsa pengemis *ang datang untuk
minta-minta sedekah./ Dia melirik ke arah Sai-cu Kai-ong *ang tadi telah merugikann*a.
Kemudian, melihat )etapa kakek ini tidak mempedulikann*a, dia melan+utkan. 10kan
tetapi kami adalah orang-orang gagah *ang terus terang sa+a tertarik untuk mempe-
re)utkan pedang pusaka *ang dicuri dari istana kaisar. Kini tern*ata pedang itu adalah
milik keluarga 8u di sini. Biarpun kami melihat )uktin*a, namun tentu sa+a se)agai
orang-orang *ang )iasa memandang kepada kegagahan, kami merasa ragu-ragu apakah
pedang pusaka itu patut dimiliki oleh keluarga 8u. <leh karena itu, ingin sekali aku
melihat apakah sudah sela*akn*a dan sepantasn*a keluarga 8u men+adi ma+ikan pedang
itu./ Setelah )erkata demikian, tanpa nampak dia )ergerak, tahu-tahu tu)uhn*a sudah
mela*ang ke tengah ruangan itu. (emang Si =lat Seri)u ini adalah seorang ahli gin-kang
*ang luar )iasa. Tu)uhn*a dapat )ergerak sedemikian ringann*a seolah-olah dia pandai
ter)ang sa+a.
Bagi para tokoh *ang hadir, ucapan itu sudah cukup +elas. 4anita )ermuka aneh
mengerikan ini +elas menantang pihak tuan rumah itu untuk mengadu ilmu. (emang ada
semacam 1pen*akit/ *ang hinggap di dalam )atin hampir semua tokoh kang-ouw, *aitu
mereka ini haus sekali akan ilmu silat dan adu kepandaian. (ereka )elum merasa puas
kalau )elum mengu+i ilmu orang lain *ang terkenal pandai, )ahkan untuk kesenangan
mengadu ilmu ini mereka tidak akan men*esal andaikata harus kehilangan n*awa dalam
pi-)u 9adu kepandaian silat: itu.
Se)elum 8u Han Bu men+awa), terdengar suara tertawa merdu dan Tang 8un 8iu,
wanita *ang cantik dan )erpakaian mewah )erlagak genit itu, *ang dise)ut toanio oleh
pihak tuan rumah, telah )angkit dari dudukn*a.
1Hi-hi-hik, Si =lat Seri)u )oleh )erlagak di luar tempat ini, akan tetapi di s
ini tidak akan laku lagakmu. 0kulah *ang mencuri pedang dan kalau ada *ang tidak
terima dan meragukan kemampuan kami, )oleh mengu+i kepandaiann*a dengan aku.
Toa-cek 92aman Ter)esar:, )iarkan aku menandingi Si =lat Seri)u./ kata-kata terakhir
ini ditu+ukan kepada 8u Han Bu. 4anita ini adalah isteri dari kakak angkat 8u Han Bu,
maka dia memanggil Han Bu dengan se)utan toa-cek, kemudian kepada Seng Bu dia
men*e)ut +i-cek 9paman ke dua: dan kepada Kang Bu men*e)ut sam-cek 9paman ke
tiga:, *aitu se)utan la+im dari seorang kakak ipar untuk men*e)ut adik-adik suamin*a,
*ang men*e)utn*a untuk anakn*a, sungguhpun Tang 8un 8iu ini tidak mempun*ai anak
dalam pernikahann*a dengan mendiang suamin*a, *aitu 8u San Bu, anak angkat dari
a*ah keluarga 8u itu.
Si =lat Seri)u sudah menghadapi Tang 8un 8iu dan memandang ta+am sekali.
Dia tahu )ahwa orang *ang mampu mencuri pedang dari dalam gedung pusaka istana
tanpa diketahui orang, tentu memiliki ilmu kepandaian *ang he)at. 0kan tetapi anehn*a,
dia )elum pernah mendengar nama wanita ini atau )ertemu padan*a, padahal hampir
semua nama orang-orang kang-ouw *ang terkenal telah dikenaln*a.
1<rang menamakan aku Si =lat Seri)u, dan aku tidak pernah melakukan pi-)u 9adu ilmu
silat: dengan orang *ang tidak kukenal naman*a./ kata Si =lat Seri)u dengan sikapn*a
*ang keren.
Tang 8un 8iu tertawa dan semua orang harus mengakui )ahwa di samping gesit, wanita
ini memang cantik dan mempun*ai da*a tarik atau da*a pikat *ang amat kuat. 0palagi
kalau tertawa nampak deretan gigin*a *ang seperti mutiara, )iarpun usian*a sudah tiga
puluh tahun akan tetapi dia nampak masih seorang gadis rema+a sa+a.
1Hi-hi-hik, =lat Seri)u. Sungguh +ulukan *ang men+i+ikkan. 0ku Tang 8un 8iu memang
tidak suka memamerkan nama di dunia kang-ouw, akan tetapi orangorang men*e)utku
dahulu 8ui-)eng Sian-li. 7ah, kalau engkau ada kepandaian, ma+ulah./
Diam-diam Si =lat Seri)u terke+ut. Tern*ata dia pernah mendengar nama 8ui-)eng Sian-
li 9Dewi 2enge+ar 0rwah:. 0kan tetapi sudah lama sekali, sedikitn*a sepuluh tahun *ang
lalu, di per)atasan Sin-kiang muncul nama ini *ang amat menggemparkan, lalu nama itu
len*ap )ersama orangn*a. Kiran*a orangn*a telah )erada di 3em)ah Suling ;mas.
18ui-)eng Sian-li Tang 8un 8iu. Bagus, tern*ata aku melakukan pi-)u dengan orang
*ang telah )ernama )esar dan memiliki kepandaian *ang pantas untuk )ertanding
melawanku. 7ah, mari kita menco)a ilmu silat masing-masing. 0was serangan./ Baru
sa+a ucapan itu )erhenti, orangn*a sudah mencelat ke depan dan mengirim serangan
dengan kecepatan *ang menge+utkan sekali.
0kan tetapi, han*a terdengar Tang 8un 8iu tertawa merdu dan tu)uh wanita cantik ini
pun sudah mencelat dan len*ap, tahu-tahu dia sudah )erada di tempat tinggi dan kini
tu)uhn*a mela*ang turun dan melakukan serangan )alasan dengan tendangan dahs*at.
1Bagus...../ Si =lat Seri)u memu+i dan selain terke+ut +uga gem)ira sekali karena tern*ata
lawann*a ini pun merupakan seorang ahli gin-kang *ang he)at. Dia cepat mengelak dan
kini kedua orang wanita *ang wa+ahn*a sungguh amat )erlawanan itu, *ang seorang amat
)uruk dan *ang seorang lagi amat cantik, mulai serang-men*erang dengan gerakan-
gerakan *ang cepat sekali. Bukan han*a cepat, akan tetapi +uga dari setiap serangan
mereka itu men*am)ar hawa pukulan *ang kadang-kadang mengeluarkan suara )ercuitan
saking kuatn*a.
Ber)eda dengan tadi ketika )erkelahi untuk mempere)utkan pedang pusaka, Si =lat
Seri)u tidak menggunakan ulat-ulatn*a. Dia tahu )ahwa dia )erada di tempat musuh, di
tempat )er)aha*a dan )ahwa pertandingan ini han*a merupakan adu ilmu silat )elaka,
untuk mengu+i siapa *ang le)ih pandai. (aka dia han*a mengandalkan ilmu silatn*a
*ang aneh dan gin-kangn*a *ang tinggi. Ilmu silat dari wanita )ermuka )uruk ini
memang luar )iasa sekali. Tu)uhn*a mele+it-le+it ke atas dengan tu)uh melengkung-
lengkung, seperti loncatan semacam ulat. Dan gerakann*a amat gersitn*a sehingga )e)e-
rapa kali Tang 8un 8iu sendiri sampai terke+ut.
0kan tetapi, tern*ata )ahwa tingkat kepandaian silat Dewi 2enge+ar 0rwah ini masih
le)ih unggul, dan dasar ilmu silatn*a le)ih aseli dan le)ih tinggi. Bahkan dalam gerakan
*ang mengandalkan gin-kang *ang lihai, tern*ata 8ui-)eng Sian-li Tang 8un 8iu +uga
le)ih tinggi dan matang. Si =lat Seri)u han*a menang aneh sa+a, namun intin*a kalah
kuat.
Itulah se)a)n*a maka setelah lewat lima puluh +urus, Si =lat Seri)u mulai terdesak he)at
dan tidak mampu )alas men*erang lagi karena dia si)uk harus menghindarkan diri dari
serangan *ang amat cepat, )ertu)i-tu)i dan teratur )aik, kuat dan indah. Dan akhirn*a,
8ui-)eng Sian-li mengeluarkan lengking pan+ang *ang menggetarkan +antung, tu)uhn*a
mencelat ke atas menukik turun dan seperti garuda men*am)ar ular dia men*erang dari
atas. Si =lat Seri)u )erusaha menghindar, namun dia kalah cepat dan pundakn*a kena
didorong oleh 8ui-)eng Sian-li. Tidak dapat dihindarkan lagi, Si =lat Seri)u terpelanting
ro)oh )ergulingan. 3awann*a meloncat dan hendak men*usulkan tamparan )erikutn*a,
akan tetapi terdengar )entakan 8u Han Bu, /8ukup, Toa-so./
0neh sekali, )iarpun dia amat dihormat dan dise)ut kakak ipar, wanita itu agakn*a taat
kepada adik mendiang suamin*a ini, karena dia pun menahan serangann*a dan )erdiri
dan memandang kepada Si =lat Seri)u dengan sen*um menge+ek. Si =lat Seri)u maklum
)ahwa kalau tadi pihak tuan rumah tidak menahan dan dia diserang lagi, tentu dia akan
celaka, maka dia melangkah mundur dan duduk kem)ali di atas kursin*a tanpa
mengeluarkan sepatah kata. 4a+ahn*a *ang )uruk itu nampak semakin )uruk.
1Siapa lagi di antara para tamu *ang masih meragukan kepandaian kami6 Boleh ma+u./
Karena kemenangann*a, 8ui-)eng Sian-li menantang.
2ara tamu itu terdiri dari orang-orang pandai, Sai-cu Kai-ong 5o Kong Tek melihat )enar
)etapa lihain*a wanita itu, memiliki tingkat kepandaian *ang amat tinggi sehingga dia
sendiri pun tidak )erani sem)rono untuk ma+u dalam pi-)u dan mencari pen*akit seperti
Si =lat Seri)u tadi. 0kan tetapi di antara mereka terdapat Im-kang 7go-ok, lima orang
datuk kaum sesat *ang merasa )ahwa merekalah *ang merupakan orangorang paling
pandai di dunia persilatan.
3ima orang kakek sakti ini sudah saling pandang. Tentu sa+a diam-diam mereka pun
merasa tidak puas )ahwa per+alanan susah pa*ah mereka untuk mere)ut pedang pusaka
itu )erakhir seperti ini, han*a men+adi tamu di 3em)ah Suling ;mas dan melihat pedang
pusaka *ang diinginkan itu kem)ali kepada pemilikn*a. Tentu sa+a diam-diam mereka
mencari akal untuk dapat merampas pedang itu, )ahkan )egitu mereka tahu )ahwa
tempat itu adalah 3em)ah Suling ;mas *ang tentu men*impan )an*ak macam pusaka,
diam-diam mereka merasa girang dan tim)ul keinginan mereka untuk dapat merampas
pusaka-pusaka *ang )erada di tempat tersem)un*i itu. 0kan tetapi mereka pun )ukan
orang-orang )odoh *ang sem)rono. (ereka maklum )ahwa mereka )erada di tempat
)er)aha*a, tempat *ang han*a mempun*ai hu)ungan dengan dunia melalui +em)atan
ter)ang itu, dan )ahwa pihak tuan rumah terdiri dari orang-orang *ang lihai, maka
semen+ak mereka datang, mereka )elum melihat cara *ang )aik untuk dapat memetik
keuntungan dari kun+ungan ini. Ketika melihat Si =lat Seri)u )eraksi, diam-diam mereka
men+adi girang. (ungkin inilah kesempatan itu, ialah dengan cara )erpi)u. Dalam pi-)u
itu, kalau mereka )erlima dapat mengalahkan pihak tuan rumah, )ukankah mereka
memperoleh kekuasaan6 Dan mengu+i kepandaian pihak tuan rumah melalui pi-)u adalah
cara *ang halus dan tidak kentara.
Betapapun +uga, kegirangan mereka itu dike+utkan dan disapu pergi ketika mereka
men*aksikan sepak ter+ang wanita cantik *ang )er+uluk 8ui-)eng Sian-li itu. 4anita itu
sa+a sudah demikian lihain*a. Dari gerakan 8ui-)eng Sian-li, ketika mela*ani Si =lat
Seri)u, Im-kan 7go-ok maklum )ahwa tingkat kepandaian wanita itu sa+a sudah mengim-
)angi tingkat Su-ok atau 7go-ok. Ini )erarti )ahwa *ang agakn*a dapat dipastikan untuk
dapat menghadapi 8ui-)eng Sian-li han*a Sam-ok, >i-ok atau Toa-ok sendiri. Dan di
pihak tuan rumah masih ada tiga orang saudara 8u itu *ang mereka )elum dapat
mengukur sampai di mana kelihaian mereka.
Sam-ok Ban-Hwa Seng-+in adalah seorang *ang cerdik, paling cerdik di antara kelima
Im-kan 7go-ok. Karena kecerdikann*a itulah maka dia pernah diangkat men+adi Kok-su
dari 7egara 7epal. Dan di antara lima orang Im-kan 7go-ok itu, dialah *ang dianggap
se)agai pengatur siasat, )ahkan Toa-ok sendiri mengakui kecerdikan adik ke tiga ini.
(aka kini empat pasang mata itu pun memandang kepada Sam-ok seolah-olah mereka
men*erahkan tindakan selan+utn*a kepada Si >ahat 7omor tiga ini untuk mengaturn*a.
Sam-ok lalu )angkit dan sam)il tersen*um dia men+ura dan memu+i. 1He)at.... he)at
sekali. Sudah lama kami mendengar ke)esaran nama ma+ikan 3em)ah Suling ;mas dan
tern*ata nama )esar itu )ukan kosong )elaka. Si =lat Seri)u sungguh tak tahu diri
sehingga mem)entur )atu karang. Karena kami Im-kang 7go-ok amat kagum sekali. Dan
kami perca*a )ahwa tidak ada seorang pun di antara para tamu *ang akan )erani
menganggap pihak tuan rumah kurang patut memiliki pedang pusaka itu./
8ui-)eng Sian-li *ang masih )erdiri itu tersen*um. Dia paling tidak suka mendengar
orang )icara )ertele-tele dan )erputar-putar, maka dia lalu tertawa dan )erkata dengan
suara menge+ek. 1Kalau Im-kan 7go-ok hendak mengu+i kepandaian kami pun )oleh
sa+a. 2erlu apa )an*ak )icara nmemu+i-mu+i kosong6 Kami tidak )utuh pu+ian./
Ti)a-ti)a terdengar suara tertawa merdu dan n*aring, disusul suara melengking tinggi.
18ui-)eng Sian-li )icara )esar. 0pa dikiran*a Im-kan 7go-ok terdiri dari )ocah-)ocah
penakut6 Biar aku menco)an*a, Sam-te./ Dan >i-ok Kui Bin 7io-nio sudah )erada di
depan 8ui-)eng Sian-li.
Sungguh mereka merupakan dua orang wanita *ang amat )erlawanan. 5ang seorang
)ertu)uh ramping dan )erwa+ah cantik, *ang ke dua +uga )ertu)uh ramping seperti tu)uh
wanita muda, akan tetapi karena mukan*a ditutup topeng tengkorak, maka amat
men*eramkan, )ahkan le)ih menakutkan daripada wa+ah Si =lat Seri)u *ang )uruk itu.
Dari )alik topeng tengkorak itu mengintai sepasang mata *ang mengeluarkan sinar
mencorong dan liar seperti mata setan, dan ram)ut di kepala itu telah putih semua.
(elihat >i-ok telah ma+u, Sam-ok tersen*um dan mengundurkan diri. Dia sendiri merasa
)ahwa dia akan dapat menundukkan wanita cantik itu, akan tetapi karena >i-ok +uga
wanita dan le)ih tepat untuk mengu+i lawann*a *ang +uga perempuan, maka dia
mengalah dan mengundurkan diri tanpa )erkata apa pun.
Suara >i-ok *ang melengking n*aring itu mem)a*angkan adan*a khi-kang dan sin-kang
*ang amat kuat, maka 8u Han Bu mem)eri isarat dengan pandang matan*a kepada 8u
Kang Bu. 2ria tinggi )esar dan gagah perkasa *ang )erusia kurang le)ih tiga puluh tahun,
lalu )angkit )erdiri dan segera ia menghampiri 8ui-)eng Sian-li *ang agakn*a sudah
)ersiap untuk menandingi >i-ok.
1Harap Toa-so *ang sudah capek mela*ani lawan suka mengaso, )iar aku *ang
menghadapi >i-ok./
(elihat munculn*a adik iparn*a ini, 8ui-)eng Sian-li mengangguk dan dia kem)ali ke
tempat dudukn*a, lalu men*am)ar cawan arakn*a, mengisin*a dengan arak dari guci dan
meminumn*a. Sementara itu, pemuda *ang tinggi )esar dan gagah perkasa itu kini sudah
menghadapi >i-ok. Suaran*a lantang dan kasar ketika dia )erkata dengan sikap gagah.
10ku Ban-kin-sian 8u Kang Bu sudah lama mendengar nama >i-ok Kui-)in 7io-nio *ang
tersohor ke+am, +ahat dan lihai. (aka sekarang memperoleh kesempatan untuk
)ertanding, sungguh aku merasa girang./
Semua orang terke+ut. Betapa )esar )edan*a sikap 8u Han Bu dan adikn*a *ang )ernama
8u Kang Bu ini. <rang ini memiliki watak *ang sama dengan )entuk tu)uhn*a *ang
tinggi )esar dan gagah. 4atakn*a kasar, +u+ur dan tidak men*impan rahasia dalam
hatin*a. (aka )egitu )ertemu, dia dengan +u+ur dan dengan suara *ang tidak
mengandung e+ekan melainkan sewa+arn*a telah mengatakan >i-ok ke+am dan +ahat. Dan
+ulukann*a adalah Ban-kin-sian 9Dewa Bertenaga Selaksa Kati: *ang +uga merupakan
+ulukan *ang terang-terangan, tanda )ahwa dia memiliki tenaga *ang )esar.
Seperti semua tokoh di 3em)ah Suling ;mas itu, nama 8u Kang Bu +uga tidak terkenal
sama sekali, )ahkan kalah terkenal di)andingkan dengan 8ui-)eng Sian-li *ang men+adi
toa-son*a itu. <leh karena itu, >i-ok )elum pernah mendengarn*a dan tentu sa+a orang
nomor dua dari Im-kan 7go-ok ini memandang rendah.
0kan tetapi watak Im-kan 7go-ok memang aneh. (ereka sudah menggunakan +ulukan
7go-ok 93ima >ahat: dan ini )ukan nama kosong )elaka. Ke+ahatan )agi mereka ini
)ukan merupakan suatu hal )uruk *ang patut mem)uat mereka malu, se)alikn*a malah,
mereka itu seperti mengagungkan ke+ahatan dan malah merasa )angga kalau dise)ut +ahat
dan ke+am. <leh karena itu, ketika 8u Kang Bu secara +u+ur men*e)utn*a ke+am dan
+ahat, >i-ok tersen*um di )alik kedokn*a dan sepasang mata di )alik kedok itu )erseri-
seri.
1Ha-ha-hi-hik, )agus sekali. 0ku girang sekali mendengar )ahwa namaku sampai dikenal
di tempat *ang tersem)un*i ini. Ban-kin-sian 8u Kang Bu, engkau hendak mewakili
pihak tuan rumah mengu+i kepandaianku6 Bagaimana kalau sampai engkau terluka parah
atau mati6 Ketahuilah, >i-ok sekali turun tangan tentu ada *ang mati./
8u Kang Bu tertawa dan wa+ahn*a nampak tampan kalau dia tertawa. 1Ha-ha-ha,
)icaramu lucu, >i-ok. 2i)u, kalah, menang, luka dan mati adalah hal-hal *ang merupakan
rangkaian tak terpisahkan. Sudah )erani pi-)u tentu )erani kalah, luka atau mati. 0kan
tetapi ingat, hal itu )erlaku untuk kedua pihak. Bukan han*a aku *ang mungkin luka atau
mati, akan tetapi engkau +uga./
1Hi-hik, )agus. Kalau )egitu )ersiaplah engkau untuk mati, orang she 8u./ Baru sa+a dia
)erkata demikian, tahutahu >i-ok sudah menu)ruk ma+u, kedua tangann*a mem)entuk
cakar-cakar setan dan gerakann*a cepat )ukan main, tahu-tahu tangan kiri
mencengkeram ke arah kedua mata lawan sedangkan tangan kanan mencengkeram ke
arah kemaluan. Bukan main )aha*an*a serangan ini, semacam serangan *ang amat
curang dan kotor, *ang tidak akan dilakukan oleh ahli silat tinggi.
1Duk. Desss./
Serangar, maut itu sama sekali tidak dielakkan oleh 8u Kang Bu, melainkan ditangkis
dengan kekerasan. Kedua lengann*a *ang kuat itu menangkis dengan pengerahan tenaga
dan adu lengan itu mem)uat >i-ok meringis di )alik kedokn*a karena kedua lengann*a
*ang kecil itu seolah-olah )ertemu dengan dua )atang )a+a )esar *ang amat kuat.
>i-ok )ukan seorang ahli silat sem)arangan. Tangkisan *ang amat kuat itu )iarpun
mem)uat kulitn*a terasa n*eri, akan tetapi tidak sampai melukai lengann*a dan dia *akin
akan kekuatan lawan *ang )er+uluk Dewa Bertenaga Selaksa Kati itu, maka dia pun
mengandalkan kecepatan gerakann*a dan mulailah dia menghu+ani lawan dengan
serangan-serangann*a. Setiap serangan merupakan serangan maut *ang mengerikan, dan
sekali sa+a tangan >i-ok mengenai sasaran, akan celakalah lawann*a. 2ihak tuan rumah
memandang dengan alis )erkerut, maklum )etapa ke+in*a serangan-serangan *ang
dilakukan oleh >i-ok itu. Sama sekali tidak pantas dinamakan pi-)u atau mengadu ilmu
silat untuk mengukur kepandaian masing-masing, le)ih patut dinamakan serangan-
serangan *ang mengarah n*awa lawan.
0kan tetapi, )etapa terke+ut hati >i-ok ketika dia melihat )ahwa semua serangann*a itu,
)etapa cepat dan kuatn*a karena dia mengerahkan segenap tenagan*a, tidak ada satu pun
*ang mampu mem)o)olkan pertahanan orang muda itu. 8u Kang Bu )ergerak dengan
tenang sekali, mantap dan tu)uhn*a seolah-olah dilindungi oleh )enteng )a+a *ang tercip-
ta dari gerakan tu)uhn*a, setiap serangan dapat ditangkisn*a dengan amat mudah dan
sekali-kali dia mem)alas dengan tamparan atau dorongan tangan *ang mengandung
kekuatan dahs*at.
>i-ok )ukan seorang )odoh. Setelah melakukan pen*erangan hampir lima puluh +urus
laman*a, dia sudah tahu )ahwa tingkat kepandaian lawan itu tern*ata luar )iasa tinggin*a
dan sukarlah )agin*a untuk mencapai kemenangan. (aka dia pun lalu mengeluarkan
suara melengking n*aring dan dia sudah mempergunakan ilmun*a *ang ter)aru, ilmu
dahs*at sekali *ang merupakan andalann*a, *aitu Kiam-ci 9>ari 2edang:. >ari telun+ukn*a
)ergerak dan hawa *ang seperti kilat cepatn*a, amat dingin dan ta+amn*a seperti pedang
pusaka, men*am)ar ke arah dada 8u Kang Bu. Hawa pukulan +ari mu+i+at ini
mengeluarkan suara )ercuitan amat mengerikan.
8u Kang Bu maklum akan he)atn*a pukulan itu, dia mengenal ilmu mu+i+at. 8epat dia
menangkis dengan dorongan telapak tangann*a dari samping dan memutar lengan.
1Brett...../ Tetap sa+a lengan )a+un*a dekat pangkal lengan tero)ek oleh hawa pukulan
dari Kiam-ci. Karena dia tidak men*angka, maka kulit pangkal lengann*a ikut tero)ek
dan mengeluarkan sedikit darah, seperti )ekas dicakar kucing.
1Hi-hi-hik./ >i-ok tertawa menge+ek di )alik kedokn*a, akan tetapi suaran*a tertawa itu
segera terhenti karena 8u Kang Bu kini sudah men*erangn*a dengan he)at, kedua lengan
*ang )esar kuat itu )ergerak-gerak )ergantian ke depan, kedua kakin*a +uga menggeser
ma+u. Dari kedua telapak tangan itu men*am)ar hawa pukulan dahs*at sekali ke arah
lawan. >i-ok tidak )erani menghadapi dengan kekerasan, maklum akan kekuatan lawan,
maka dia si)uk menghindarkan diri dan mengelak ke sana-sini, terus didesak oleh lawan.
>i-ok men+adi marah sekali. Dia harus menang, demikian pikirn*a. Di depan )egitu
)an*ak orang kang-ouw, akan rusaklah nama )esarn*a kalau sampai dia kalah oleh
seorang lawan *ang sama sekali tidak memiliki nama )esar di dunia persilatan, walaupun
sungguh harus diakui )ahwa tingkat kepandaian lawann*a ini )enar-)enar amat tinggi.
Dia mengeluarkan )entakan *ang menggetarkan seluruh tempat itu dan ti)a-ti)a, dalam
keadaan terdesak itu dia mengirim serangan )alasan, kedua +ari telun+ukn*a mencuat ke
depan seperti sepasang pedang dan ada hawa pukulan *ang amat dingin men*am)ar
dahs*at ke arah lawan.
Diam-diam 8u Kang Bu terke+ut. Serangan ini adalah serangan mengadu n*awa, karena
wanita )erkedok tengkorak itu men*erangn*a dengan sepenuh tenaga tanpa
mempedulikan pen+agaan diri lagi, pendekn*a ingin mem)unuh lawan dengan taruhan
n*awa sendiri. Tentu sa+a dia tidak sudi untuk mengor)ankan n*awa dan mati )ersama
lawan *ang amat ke+i dan +ahat ini. Dia pun mengeluarkan seruan pan+ang dan kedua
tangann*a di)uka men*am)ut ter+angan ganas itu.
1Bresss...../
Dua tenaga sakti )ertemu amat he)atn*a dan aki)atn*a, tu)uh >i-ok terpelanting dan
ter)anting ke )elakang sampai )ergulingan. Tu)uh 8u Kang Bu tetap )erdiri, akan tetapi
kedua lengann*a )erdarah karena kulitn*a tergores seperti tergores pedang. Dia
menderita luka tergores kulitn*a dan mengeluarkan darah sedangkan >i-ok ter)anting
keras, maka dalam adu tenaga ini pihak tuan rumah *ang menang, sungguhpun mengenai
ilmu pukulan, sungguh >i-ok memiliki Kiam-ci *ang amat ganas dan dahs*at.
>i-ok sudah meloncat )angun kem)ali, dan se)elum dia sempat men*erang lagi, ti)a-ti)a
terdengar gerengan keras, nampak )a*angan )esar )erkele)at dan tahu-tahu 5eti, mahluk
raksasa itu telah )erdiri di depann*a dengan sikap )eringas dan mengancam. 5eti
mengem)angkan kedua lengann*a *ang pan+ang dan )esar, menggereng dan memukul-
mukul dada dengan tangan kiri seolah-olah menantang lawan, dan kemudian tangan
kanann*a menun+uk-nun+uk keluar sam)il menggereng. >elas sekali gerakann*a ini, *aitu
dia menantang >i-ok kalau mau )erkelahi, dan mengusir semua orang agar pergi
meninggalkan tempat itu.
18uuuuttt...../ Kiam-ci dari tangan kiri >i-ok, *aitu telun+uk kirin*a telah mengirim
serangan ke arah 5eti. (ahluk itu menggereng sa+a, seolah-olah kurang cepat mengelak
dan hawa pukulan dari telun+uk kiri itu mengenai dadan*a, disusul telun+uk itu menotok
dadan*a.
1Dukkk./ >i-ok )erteriak dan meloncat ke )elakang. Hampir patah telun+ukn*a ketika
mengenai dada 5eti. Kiran*a 5eti memiliki keke)alan *ang amat luar )iasa sehingga
ilmu pukulan itu tidak mempan. Dan pada saat itu 5eti menggerakkan lengann*a. Hampir
sa+a kepala wanita )erkedok itu kena dicengkeram kalau sa+a dia tidak cepat mem)uang
tu)uh ke )elakang dan )er+ungkir )alik )e)erapa kali.
(elihat mahluk itu men*erang >i-ok, Toa-ok sudah )ergerak ke depan, kedua tangann*a
mem)uat gerakan memutar dan ada angin dahs*at men*am)ar ke arah 5eti. Tu)uh 5eti
*ang tinggi )esar itu ter)awa oleh angin dahs*at ini sampai terhu*ung, akan tetapi ketika
Toa-ok menampar dengan tangan kiri, 5eti +uga menggerakkan tangann*a dan tak dapat
dicegah lagi dua dengan itu saling )eradu.
1Desss...../ Dan aki)atn*a, mereka )erdua terpental ke )elakang. Bukan main kagetn*a
hati Toa-ok. Dia tadi telah mengerahkan tenaga sin-kangn*a *ang paling kuat, namun
5eti itu dapat menangkisn*a dan tern*ata tenaga mereka seim)ang. Dan dia tahu )enar
)ahwa 5eti itu +uga memiliki tenaga sin-kang, )ukan han*a tenaga otot seperti la*akn*a
)inatang )uas. Benar-)enar dia tidak mengerti dan terheran-heran.
Seperti +uga tadi, 5eti memukul-mukul dada sendiri dengan tangan kiri sedangkan tangan
kanann*a menun+uk keluar seperti orang mengusir. 7go-ok )erlima kini sudah
mengepung 5eti dengan sikap mengancam. (elihat ini, 8u Han Bu )angkit )erdiri dan
)erkata, suaran*a )erwi)awa dan tegas, 1Harap Im-kan 7go-ok suka mundur dan tidak
mem)ikin ri)ut di tempat kami./
3ima orang datuk kaum sesat itu melirik ke arah 8u Han Bu. >i-ok mengeluarkan suara
ketawa menge+ek, Su-ok dan 7go-ok +uga tersen*um men*eringai. Tentu sa+a di dalam
hati mereka tidak sudi mentaati permintaan orang *ang dianggap masih muda itu. 0kan
tetapi )er)eda dengan saudara-saudaran*a, Toa-ok dan Sam-ok *ang cerdik melihat )e-
tapa selain 8u Han Bu, +uga 8u Seng Bu *ang )ermuka pucat dan 8u Kang Bu sudah
)angkit )erdiri, +uga Tang 8un 8iu wanita lihai itu. 5eti itu lihai sekali, dan keluarga 8ui
itu pun tak )oleh dipandang ringan, maka kalau mereka nekat, tentu mereka )erlima akan
mengalami rugi. Toa-ok lalu tersen*um ramah dan men+ura ke arah 8u Han Bu sam)il
)erkata, 1(aaf.... maaf.... kami han*a main-main sa+a melihat 5eti menantang./
8u Han Bu memandang kepada Sim Hong Bu dan )erkata, 1Bu+uk dia agar +angan
mem)ikin ri)ut./
Hong Bu lalu menghampiri 5eti, dipegangn*a tangan 5eti itu sam)il )erkata. 1(ari kita
duduk kem)ali dan tidak perlu mem)ikin ri)ut di tempat ini..../
5eti masih menggereng-gereng, akan tetapi dia menurut sa+a dituntun oleh Hong Bu ke
pinggir.
12ek In, kau )agi-)agi pek-giok 9)atu kumala putih: itu kepada para tamu, masing-
masing se)utir./ ti)a-ti)a 8u Han Bu )erkata kepada pemuda tanggung tampan *ang
se+ak tadi han*a menonton dengan anteng itu.
1Baik, 0*ah./ +awa) 8u 2ek In. 2emuda tampan ini mengeluarkan se)uah kantung
kuning, mem)uka tali mulut kantung dan merogoh dengan tangan kanan.
18u-wi, harap suka menerima pem)erian hadiah dari Kim-siauw-san-kok./ katan*a
n*aring dan tangan kanann*a sudah mengeluarkan se)utir )atu )erwarna putih )ening
se)esar gundu dan dia melemparkan gundu itu ke arah Si =lat Seri)u. Bukan sem)arang
lemparan karena gundu itu )ero)ah men+adi sinar putih men*am)ar ke arah mata kanan
Si =lat Seri)u. 7amun wanita )erwa+ah )uruk ini dengan mudah men*am)ut dan
menerima )atu itu, memeriksan*a penuh perhatian.
8u 2ek In sudah melempar-lemparkan )atu-)atu putih itu, satu demi satu ke arah para
tamu, setiap lemparan dilakukan dengan ga*a *ang indah namun )atu itu meluncur
dengan cepatn*a ke arah sasaran. Karena mereka *ang men+adi tamu adalah orang-orang
kang-ouw *ang rata-rata )erilmu tinggi, tentu sa+a mereka semua dapat menerima
lontaran )atu itu dengan mudah, akan tetapi diam-diam mereka pun terke+ut karena
mereka dapat merasakan )etapa tenaga lontaran pemuda tanggung itu sudah mengandung
tenaga sin-kang *ang cukup kuat.
Han*a Hong Bu *ang tidak di)eri )atu itu, demikian pula 5eti. Kepada Hong Bu,
pemuda tanggung *ang tampan itu )erkata halus. 1Karena engkau dan 5eti telah
mengem)alikan pedang pusaka kami, maka 0*ahku sendiri *ang akan mem)eri hadiah
kepada kalian./
Hong Bu tidak men+adi kecewa. Dan tidak mengharapkan dan mem)utuhkan hadiah.
Dikem)alikann*a pedang pusaka kepada keluarga 8u itu adalah hal *ang wa+ar dan
)ahkan sudah sepatutn*a, maka dia tidak mengharapkan upah apa pun.
1Harap 8u-wi tidak memandang rendah )atu kecil itu./ terdengar 8u Han Bu )erkata
kepada para tamu *ang masih meneliti )atu se)esar gundu di tangan mereka. 1Itu adalah
pek-giok tulen. *ang terdapat dalam tempat rahasia di 2egunungan Himala*a, dan
se)agai orang-orang kang-ouw, tentu 8u-wi tahu akan khasiat pek-giok *ang tulen.
0pa)ila terkena racun apa pun, dia akan )eru)ah men+adi hi+au. Dengan pek-giok di
tangan, 8u-wi takkan sampai ter+e)ak oleh makanan )eracun./
Semua orang tahu akan kegunaan pek-giok itu, maka mereka lalu men*impan )atu kecil
itu ke dalam saku )a+u masing-masing.
1Dan sekarang kami persilakan 8u-wi untuk meninggalkan tempat kami. >ite dan Sam-te,
kalian antar mereka keluar lem)ah. Sim Hong Bu, engkau dan 5eti tinggal dulu di sini,
kami akan )icara dengan kalian./ Se)etuln*a penahanan tuan rumah terhadap Hong Bu
ini ada maksudn*a. (elihat )etapa pemuda tanggung itu tidak memiliki ilmu kepandaian
tinggi, dan para orang kang-ouw itu selain lihai +uga di antara mereka )an*ak terdapat
orang-orang +ahat seperti Im-kang 7go-ok, maka melepas pemuda itu )ersama mereka
sungguh merupakan hal *ang amat )er)aha*a )agi pemuda itu. itu. 0palagi kalau
pemuda itu mem)awa hadiah pusaka *ang )erharga, tentu akan dirampas oleh mereka.
Biarpun ada 5eti *ang agakn*a melindungi pemuda itu, namun 5eti )erada dalam
keadaan terluka dan hal ini diketahui )enar oleh fihak tuan rumah *ang )ermata ta+am itu.
<leh karena itulah maka 8u Han Bu senga+a menahan Hong Bu agar keluarn*a dari
tempat itu tidak )er)areng dengan rom)ongan itu.
8u Seng Bu dan 8u Kang Bu lalu mengantar rom)ongan itu *ang )er+umlah delapan
)elas orang, diikuti pula oleh Tang 8un 8iu dari )elakang. Seperti ketika mereka
memasuki lem)ah, kini mereka pun harus menggunakan satu-satun*a +alan keluar, *aitu
melalui +em)atan tam)ang *ang )er)aha*a di atas +urang *ang amat le)ar dan dalam itu.
Setelah mereka semua men*e)erang sampai ke se)erang sana, ti)a-ti)a tali *ang men+adi
+em)atan itu dikendurkan dan tali itu turun ke )awah sampai len*ap di )alik ka)ut *ang
memenuhi +urang di )awah itu.
Ketika 8u Seng Bu, 8u Kang Bu dan Tan 8un 8iu kem)ali ke rumah *ang dise)ut Istana
3em)ah Suling ;mas itu, ter+adi keri)utan di situ. Kiran*a, setelah rom)ongan orang-
orang kang-ouw itu pergi, ti)a-ti)a 5eti mengeluh dan ro)oh terpelanting. Sim Hong Bu
terke+ut sekali dan cepat dia )erlutut di dekat tu)uh 5eti. Tern*ata 5eti itu telah ro)oh
pingsan dan dari mulutn*a keluar darah menetes-netes.
15eti..... 5eti..... 0h, 3ocianpwe, tolonglah...../ Hong Bu )erteriak dan 8u Han Bu cepat
menghampiri dan memeriksa keadaan 5eti dengan mera)a dada, memeriksa urat nadi dan
lain-lain. Dan tuan rumah ini terke+ut )ukan main. Kiran*a 5eti ini telah parah sekali ke-
adaann*a, )ukan han*a terluka di se)elah dalam tu)uhn*a, akan tetapi +uga +alan
darahn*a kacau-)alau dan ada tanda-tanda )ahwa darahn*a keracunan he)at.
1(ari kita mem)awan*a ke dalam untuk dirawat./ katan*a singkat dan dengan )antuan
Hong Bu, mereka menggotong tu)uh 5eti itu ke se)elah dalam dan mere)ahkann*a ke
atas se)uah pem)aringan dalam se)uah kamar kosong.
8u Han Bu lalu meninggalkan kamar itu untuk mencari o)at-o)at *ang kiran*a dapat
menolong 5eti. Ketika itulah dua orang adikn*a dan twakon*a kem)ali D dari mengantar
para tamu dan mereka pun terke+ut mendengar )ahwa 5eti telah pingsan dengan ti)a-ti)a
dan keadaann*a pa*ah sekali.
10gakn*a luka oleh Koai-liong-pokiam *ang lama itu telah mem)uat dia keracunan dan
kini darahn*a telah keracunan, +uga perlawanann*a terhadap )an*ak orang kang-ouw
mendatangkan luka parah dalam tu)uhn*a. Dan le)ih-le)ih lagi ketika dia tadi )eradu
tenaga dengan Twa-ok, agakn*a hal itu mem)uat lukan*a semakin parah. Keadaann*a
mengkhawatirkan sekali, )etapapun +uga, kita harus )erda*a untuk menolongn*a./ kata
8u Han Bu kepada adik-adikn*a dan twason*a. (ereka )erempat lalu pergi ke kamar itu
dan 8u Han Bu sudah mem)awa o)at-o)at *ang diperlukan.
0kan tetapi ketika mereka ti)a di depan kamar, mereka terke+ut mendengar suara Hong
Bu *ang memanggil-manggil sam)il meratap sedih. 1<uw*ang-locianpwe..... <uw*ang-
3ocianpwe, kau.... sadarlah.
8u 2ek In *ang diam-diam datang pula di )elakang a*ahn*a dan paman-pamann*a,
mendengar suara Hong Bu itu segera )erkata heran. 10h, )ocah itu pun telah men+adi
gila./
0kan tetapi a*ahn*a dan dua orang pamann*a tidak mempedulikann*a dan segera
meloncat masuk kamar. (ereka melihat Hong Bu )erlutut dan mengguncang-guncang
tu)uh 5eti sam)il menangis. Kiran*a Hong Bu *ang melihat keadaan 5eti *ang terus
mengeluarkan darah dari mulut itu men+adi sedemikian khawatir dan kasihan sehingga
dia memanggil-manggil dengan nama itu karena dia *akin )ahwa 5eti adalah
pen*amaran <uw*ang Kwan seperti *ang riwa*atn*a dia )aca dalam guha es. 0palagi
ketika tadi dia mendengar )isikan 5eti dalam keadaan tidak sadar, 13oan Si.... 3oan
Si....1 maka dia tidak ragu-ragu lagi.
(elihat masukn*a keluarga 8u, Hong Bu sadar dan terke+ut )ahwa dia telah mem)uka
rahasia itu, maka untuk menutupin*a dia )erkata, 13ocianpwe, harap 3ocianpwe sudi
menolong 5eti....1
0kan tetapi 8u Kang Bu *ang kasar itu telah menangkap )ahun*a dan menarikn*a
)angun. Kau tadi men*e)ut-n*e)ut <uw*ang-locianpwe. Siapa dia6/ 2ertan*aan itu
amat keras dan agak mem)entak.
0kan tetapi Hong Bu adalah seorang anak *ang luar )iasa ta)ah dan tidak pernah
mengenal takut. (akin diperlakukan dengan kasar, dia akan semakin melawan. (aka
dengan mata melotot dia menatap orang *ang mencengkeram )ahun*a itu tanpa
men+awa). (elihat ini, 8u Kang Bu *ang paling menghargai ke)eranian, diam-diam
merasa kagum sekali. Dan 8u Han Bu segera )erkata halus, 1Sim Hong Bu, engkau tadi
men*e)ut-n*e)ut <uw*ang-locianpwe, ada hu)ungan apakah nama itu dengan 5eti ini6/
Ditan*a secara halus, Hong Bu *ang sudah dilepaskan )ahun*a itu men+adi cair
kemarahann*a, dan dengan muka menunduk dan halus dia )erkata. 1(aaf, 3ocianpwe.
Sa*a tidak )erani )icara tentang itu....1
1Sim Hong Bu, engkau men*e)ut nama <uw*ang-locianpwe, apakah engkau hendak
maksudkan )ahwa 5eti ini adalah seorang *ang )ernama <uw*ang Kwan....6/
Diam-diam Hong Bu terke+ut dan men*esal sekali )ahwa dalam kekhawatirann*a akan
keselamatan 5eti itu tadi dia telah lupa diri dan men*e)ut-n*e)ut nama itu, <uw*ang
Kwan telah )ersusah pa*ah men*em)un*ikan diri dan men*amar se)agai 5eti, tentu ada
se)a)n*a, maka kalau dia sekarang mem)uka rahasia sungguh dia merasa )ersalah )esar
terhadap 5eti *ang sudah men+adi penolong +iwan*a )erkali-kali itu.
1Tidak.... tidak tahu.... sa*a tidak )erani )icara..../ ratapn*a.
10h, tidak mungkin./ kata 8u Kang Bu keras.
1Dia ini.... <uw*ang Kwan....6 (ana mungkin...../ kata pula 8u Seng Bu.
Ti)a-ti)a 5eti *ang tadi tidak )ergerak-gerak itu mengeluarkan suara gerengan, Hong Bu
meloncat )angun dan menu)ruk dengan girang. 0kan tetapi ti)a-ti)a dia terke+ut
mendengaar 5eti itu )icara, suaran*a kaku dan aneh, seperti suara orang *ang sudah
hampir lupa akan )ahasan*a. 1Dia.... anak ini.... )enar.... aku adalah.... <uw*ang....
Kwan....1
(endengar ini, tiga orang pria itu terke+ut dan cepat men+atuhkan diri )erlutut di dekat
pem)aringan sam)il men*e)ut, 1Twa-supek...../ (elihat ini, Tang 8un 8iu +uga ikut
men+atuhkan diri dan +uga 8u 2ek In lalu )erlutut sam)il memandang dengan mata
ter)elalak.
Tentu sa+a Sim Hong Bu men+adi terke+ut, heran dan +uga girang. Kiran*a <uw*ang
Kwan )enar adalah 5eti ini dan tern*ata meisih keluarga orang-orang gagah ini. (alah
mereka men*e)ut Twa-pek, )erarti )ahwa <uw*ang Kwan *ang men*amar se)agai 5eti
adalah kakak dari a*ah tiga orang she 8u itu.
1<uw*ang Twa-pek.... kenapa Twapek men+adi )egini....6/ 8u Han Bu )ertan*a dengan
suara halus penuh penghormatan.
1Krettt...../ Ti)a-ti)a 5eti itu menggunakan keedua tangann*a mero)ek )i)irn*a *ang
te)al dan tero)eklah muka 5eti men+adi dua, dan nampak kini wa+ah seorang laki-laki
*ang tua, sedikitn*a ada tu+uh puluh tahun usian*a, ram)ut, alis dan +enggotn*a sudah
putih semua, dan sepasang matan*a kelihatan penuh duka. Kiran*a 5eti itu han*a
merupakan kedok sa+a, kedok *ang amat )agus dan agakn*a sudah menempel pada muka
pria itu karena ketika diro)ek, ada se)agian leher dan pipi kakek itu *ang lecet-lecet dan
)erdarah. Kedua mata tua itu )erlinang air mata dan dari u+ung mulutn*a masih menetes-
netes darah segar.
Dengan suara *ang amat kaku karena puluhan tahun tidak pernah )icara, kakek itu lalu
)erkata lirih dan didengarkan oleh semua orang dengan penuh perhatian. 0ku.... aku
seperti )aru sadar dari mimpi )uruk.... dalam saat terakhir ini )aru aku sadar )ahwa aku
telah )ero)ah men+adi mahluk ganas....1
1Harap Twa-pek +angan )erkata demikian. Twa-pek terlampau lelah dan terluka, )iarlah
kami merawat Twa-pek sampai sem)uh. Sementara ini se)aikn*a Twa-pek mengaso....1
kata 8u Han Bu dengan lem)ut.
0kan tetapi kakek itu mengangkat tangan kanann*a *ang )esar dan masih merupakan
tangan 5eti. 1Tidak ada gunan*a.... aku akan mati.... akan tetapi aku harus le)ih dahulu
menceritakan semuan*a kepada kalian keponakan-keponakanku.... dan meninggalkan
pesan untuk.... )ocah ini....1 Tangan *ang )esar itu mengelus kepala Sim Hong Bu *ang
masih )erlutut di dekatn*a dengan penuh kasih sa*ang.
Kakek *ang men*amar se)agai 5eti selama puluhan tahun itu lalu )ercerita. Dia )ernama
<uw*ang Kwan, dan di dalam keluarga 8u, se)enarn*a dia adalah keturunan luar. I)un*a
she 8u *ang menikah dengan seorang luar she <uw*ang. 0kan tetapi karena dia
memiliki )akat *ang amat )aik dalam ilmu silat, maka oleh keluarga 8u dia di)eri hak
untuk mewarisi ilmu-ilmu keluarga itu *ang amat tinggi. Bahkan kakekn*a, *aitu 8u Hak
pem)uat pedang pusaka Koai-liong-pokiam itu amat sa*ang kepada cucu luar *ang
)er)akat ini.
0kan tetapi ketika <uw*ang Kwan telah men+adi seorang pemuda gagah perkasa,
ter+adilah malapetaka itu. Di 3em)ah Gunung Suling ;mas datang sepasang suami isteri
*ang masih pengantin )aru, *aitu pendekar silat dan sastrawan *ang )ernama Kam 3ok
dan )er+uluk Sin-ciang ;ng-hiong )ersama isterin*a *ang )ernama 3oan Si, seorang
wanita *ang amat cantik. Hati <uw*ang Kwan *ang masih muda dan )elum
)erpengalaman itu seketika +atuh dan tergila-gila kepada isteri orang itu. Karena dia
)ersikap menggoda terhadap 3oan Si, maka ter+adilah kesalah-pahaman dan ter+adilah
perkelahian antara Sin-ciang ;ng-hiong Kam 3ok dan <uw*ang Kwan. Dalam
pertandingan ini, <uw*ang Kwan harus mengakui kelihaian lawann*a dan dia tahu
)ahwa kalau dilan+utkan perkelahian itu, dia tidak akan menang. Sesuai dengan
+ulukann*a, *aitu Sin-ciang ;ng-hiong 92endekar Bertangan Sakti:, Kam 3ok memiliki
ilmu silat *ang he)at dan kekuatan tangann*a menge+utkan. 0kan tetapi, keluarga 8u lalu
melerai dan melihat )ahwa keluarga fihak mereka *ang )ersalah, keluarga 8u lalu
menegur <uw*ang Kwan minta maaf kepada suami isteri *ang men+adi tamu itu.
Kam 3ok dan isterin*a lalu )erpamit dan meninggalkan 3em)ah Suling ;mas. 0kan
tetapi, <uw*ang Kwan *ang sudah tergila-gila itu lalu mencuri pedang pusaka Koai-
liong-pokiam peninggalan kakekn*a 8u Hak, lalu minggat dari 3em)ah Suling ;mas.
10ku.... aku )erdosa kepada keluarga 3em)ah Suling ;mas..../ demikian kakek *ang
men*amar se)agai 5eti itu )erkata, menghentikan ceritan*a se)entar. Semua orang
mendengarkan dengan hati amat tertarik, dan Sim Hong Bu kini mengerti mengapa
keluarga 8u merahasiakan kehilangan pedang pusaka keluarga itu kepada para tokoh
kang-ouw. Kiran*a pedang itu hilang dari keluarga 3em)ah Suling ;mas karena dicuri
dan dilarikan oleh seorang anggauta keluarga mereka sendiri.
<uw*ang Kwan melan+utkan ceritan*a dengan suara lirih dan terputus-putus. Be)erapa
kali para anggauta keluarga 8u itu hendak menghentikan ceritan*a, melihat keadaan
kakek itu *ang pa*ah, akan tetapi <uw*ang Kwan memaksa, )ahkan mengatakan )ahwa
ceritan*a itu merupakan pesan terakhir.
Dengan pedang pusaka keluargan*a sendiri di tangan, <uw*ang Kwan menge+ar Sin-
ciang ;ng-hiong Kam 3ok dan dengan terang-terangan dia minta agar 3oan Si di)erikan
kepadan*a. Tentu sa+a Kam 3ok men+adi marah. (ana mungkin isteri diminta orang
)egitu sa+a6 Dan tentu sa+a pertemuan itu disusul dengan perkelahian *ang le)ih seru dan
dahs*at lagi. 0kan tetapi kini <uw*ang Kwan memegang Koai-liong-pokiam, se)atang
pedang pusaka *ang amat ampuh. Dan dengan pedang di tangan ini, <uw*ang Kwan
mem)uat lawann*a terdesak dan akhirn*a Sin-ciang ;ng-hiong tidak kuat melawan terus,
dan melarikan diri )ersama isterin*a.
(aka ter+adilah ke+ar-ke+aran. Setiap kali terke+ar, Kam 3ok melawan han*a untuk
mengakui keunggulan <uw*ang Kwan, atau, le)ih tepat kehe)atan Koai-liong-pokiam
karena sesungguhn*a pedang pusaka itulah *ang mem)uat <uw*ang Kwan dapat
mem)uat lawann*a repot.
Tanpa adan*a pedang itu <uw*ang Kwan takkan mampu menandingi Kam 3ok. Dan
akhirn*a, Kam 3ok dan isterin*a )erputar-putar di daerah 2egunungan Himala*a dan
)ersem)un*i di dalam guha )atu dan es. 0kan tetapi, <uw*ang Kwan *ang sudah tergila-
gila kepada 3oan Si, *ang sudah )ersumpah tidak akan )erhenti menge+ar se)elum dia
dapat memiliki wanita *ang mem)uat dia +atuh hati itu, terus mencari dan )ertemulah
kedua orang musuh )esar ini di dalam guha. Ter+adilah perkelahian mati-matian *ang
amat seru, akan tetapi akhirn*a, pedang Koai-liong-pokiam )ersarang di dada Kam 3ok
dan pendekar itu pun tewaslah.
0kan tetapi, ken*ataan tidaklah sama indahn*a dengan apa *ang dicita-citakan dan
diharapkan. Biarpun <uw*ang Kwan )erhasil mem)unuh Kam 3ok, namun dia tidak
)erhasil menundukkan hati 3oan Si. 4anita ini tidak mau diperisteri olehn*a. 3oan Si
han*a mencinta seuamin*a seorang, dan tentu sa+a terhadap <uw*ang Kwan, dia tidak
han*a )ersikap tidak peduli dan tidak mau mem)alas cintan*a, )ahkan tim)ul rasa
)encin*a karena pendekar gagah perkasa ini telah mem)unuh suamin*a. Segala )u+uk
ra*u <w*ang Kwan tidak menarik hatin*a dan tidak ada hasiln*a. =ntuk menggunakan
kekerasan, <uw*ang Kwan tidak mau. Dia )ukan seorang pria *ang )egitu rendahn*a
untuk memperkosa wanita, dan pula, wanita itu amat dicintan*a sehingga dia tidak tega
untuk menghinan*a. Dia menghendaki agar 3oan Si men*erahkan diri kepadan*a dengan
sukarela. Dan tern*ata hal itu sama sekali tidak mungkin sehingga aki)atn*a dia sendiri
*ang merana dan mulailah dia men*erahkan per)uatann*a terhadap Kam 3ok *ang sama
sekali tidak )ersalah kepadan*a itu.
Betapapun +uga, gairah cintan*a terhadap 3oan Si makin menghe)at dan inilah *ang
mem)uat dia makin merana. 0pi )erahi )erko)ar-ko)ar di dalam dirin*a dan dia seperti
orang ter)akar dari se)elah dalam. Ketika pada suatu hari dia melihat )etapa takutn*a
3oan Si melihat seekor )iruang )esar di luar guha, <uw*ang Kwan lalu mendapat akal.
Diam-diam ia mem)unuh )iruang sal+u itu, mengulitin*a dan dia lalu memakai kulit
)iruang sal+u itu se)agai kedok, dengan sedikit mero)ah muka atau kulit muka )iruang
itu. (aka terciptalah 5eti, manusia sal+u mengerikan. Dengan pen*amaran ini, dia
hendak menakut-nakuti 3oan Si dengan harapan agar dalam keadaan takut itu 3oan Si
mau menoleh kepadan*a, minta tolong kepadan*a, dan men*erahkan diri dengan suka
rela kepadan*a.
7amun, apa *ang ter+adi sungguh di luar dugaann*a. (emang tadin*a 3oan Si ketakutan
setengah mati. (unculn*a )iruang setengah mon*et setengah manusia itu amat
menge+utkan hatin*a dan hampir mem)uat dia pingsan. 0kan tetapi, pada saat dia
ketakutan dan hampir memanggil musuh )esarn*a, <uw*ang Kwan, untuk menolong dan
melindungin*a, dia teringat akan ke)enciann*a terhadap <uw*ang Kwan dan
mengurungkan niatn*a itu. 3e)ih )aik dia di)unuh mahluk ini daripada minta tolong
kepada <uw*ang Kwan.
Dan ter+adilah hal *ang sama sekali tidak diduga-duga oleh <uw*ang Kwan. 3oan Si
)ukan men+adi takut kepada 5eti dan )ukan minta tolong kepadan*a, )ahkan 3oan Si
men*erahkan dirin*a kepada 5eti . 4anita cantik +elita itu, *ang mem)uatn*a tergila-
gila, menolakn*a mati-matian dan kini men*erahkan diri kepada 5eti *ang )egitu
mengerikan, men+i+ikkan dan menakutkan. 0kan tetapi, karena *ang men+adi 5eti itu
adalah <uw*ang Kwan, maka melihat pen*erahan diri wanita *ang mem)uatn*a tergila-
gila itu, dia lupa diri dan ter+adilah cinta semalam suntuk di depan ma*at Kam 3ok *ang
di)iarkan mem)eku dalam tumpukan sal+u dan es di dalam guha itu. Biarpun dia masih
men*amar se)agai 5eti, namun <uw*ang Kwan mencurahkan seluruh cinta kasihn*a
malam itu kepada 3oan Si, tak pernah mengenal puas. Di lain fihak, 3oan Si +uga merasa
)etapa dia +atuh cinta kepada mahluk )uas itu. (aka ter+adilah hal *ang luar )iasa itu,
saling mem)eri dan saling mengam)il, dengan sepenuh hati, dengan mesra dan +uga
dengan )uas dan liar. 0khirn*a, <uw*ang Kwan tidur kelelahan sam)il memeluk tu)uh
wanita *ang dicintan*a.
Dan pada keesokan harin*a, pagi-pagi sekali 3oan Si ter)angun le)ih dulu dan mendapat
ken*ataan )ahwa semalam suntuk tadi dia telah men*erahkan diri, dengan sukarela,
)ahkan dengan panas, kepada <uw*ang Kwan. 0da rasa )ahagia dalam hatin*a, karena
memang dia mulai tertarik dan +atuh cinta kepada pria ini, akan tetapi perasaan malu
terhadap +enaAah suamin*a *ang semalam suntuk telah 1menonton/ per)uatann*a *ang
)er+ina itu, +auh le)ih )esar daripada rasa senangn*a. Dia malu, dan dia merasa telah
mengkhianati suamin*a *ang tercinta. Dan dia melihat pedang pusaka Koai-liong-pokiam
menggeletak di dekat tu)uh <uw*ang Kwan. (aka disam)arn*a pedang itu dan di lain
saat pedang itu telah menem)us +antungn*a.
Bercerita sampai di sini, kedua mata tua <uw*ang Kwan menitikkan air mata. 10ku
manusia )erdosa.... aku telah men+adi 5eti, mahluk )uas...../ demikian keluhn*a. Semua
pendengarn*a memandangn*a dengan muka pucat, kecuali Hong Bu *ang memang sudah
tahu akan cerita itu, sudah di)acan*a catatan dari suami isteri *ang mati di dalam guha
itu. Kemudian <uw*ang Kwan melan+utkan ceritan*a.
1(elihat wanita *ang kucinta sepenuh n*awaku itu ro)oh tak )ern*awa di sampingku,
)ergelimang darah *ang keluar dari dadan*a karena tusukan pedang Koai-liong-pokiam,
aku men+adi seperti gila. Dan memang aku telah gila.... aku telah gila...../ Kem)ali
<uw*ang Kwan menghentikan ceritan*a dan menangislah kakek itu.
Kemudian, dengan suara *ang semakin pa*ah, dengan napas satu-satu *ang men*esak
dada, <uw*ang Kwan melan+utkan ceritan*a. Dia pun mendudukkan wanita *ang tercinta
itu di samping Kam 3ok, mem)iarkan tu)uh 3oan Si mem)eku ter)ungkus es seperti
keadaan ma*at Kam 3ok. Kedukaann*a mem)uat dia seperti linglung, apalagi ketika
ditemukann*a )uku catatan Kam 3ok *ang kemudian disam)ung dengan catatan 3oan Si
*ang men*atakan )etapa wanita itu mulai meragu, mulai +atuh cinta kepadan*a, akan
tetapi munculn*a 5eti itu menggagalkan segalan*a. Kiran*a se)elum mem)unuh diri,
3oan Si masih sempat melan+utkan tulisann*a dalam )uku catatan itu. (akin hancur rasa
hati <uw*ang Kwan dan dia tidak lagi mau menanggalkan pen*amarann*a se)agai 5eti.
Dia merasa dirin*a )ukan manusia, le)ih patut men+adi mahluk )uas 5eti.
12edang pusaka itu *ang telah mem)unuh Kam 3ok dan 3oan Si, mem)uat aku )enci
melihatn*a dan ku)uang +auh+auh ke dalam +urang *ang curam./ demikian katan*a. 1Dan
aku tidak ingat apa-apa lagi, tidak ingat )ahwa aku adalah manusia. 0ku merasa )ahwa
aku adalah 5eti, mahluk )uas./ Dia )erhenti dan meme+amkan mata, seolah-olah merasa
ngeri setelah dia kini teringat akan semua itu.
1Kemudian, pada suatu hari, aku melihat seorang wanita *ang mem)awa pedang itu. 0ku
mengenal pedang itu dan tim)ul kemarahanku. 0palagi ketika wanita itu men*erangku.
0gakn*a, selama aku lupa segalan*a itu, han*a Ilmu silat *ang tak pernah kulupakan,
)ahkan aku memperdalam ilmu silat selama puluhan tahun itu.....
1(aafkan sa*a, <uw*ang Twa-pek..../ terdengar 8ui-)eng Sian-li Tang, 8un 8iu )erkata
ketika mendengar penuturan itu.
15a, engkaulah wanita itu. 0ku mulai teringat segalan*a ketika Sim Hong Bu ini
mem)awaku ke lem)ah ini. Ketika aku melarikan diri, kalian )elum ada di dunia ini,
akan tetapi mendengar semuan*a, aku teringat kem)ali dan aku mulai mengerti. Tu)uhku
telah kulatih sehingga ke)al terhadap segala macam sen+ata, namun agakn*a tidak cukup
ke)al menghadapi Koai-liong-pokiam.... ah, pedang *ang kupakai mem)unuh Kam 3ok
dan telah menem)us +antung 3oan Si kekasihku itu, kini tern*ata mengantar pula
n*awaku ke alam )aka men*usul mereka. 0ku tidak penasaran..../
Sampai di sini <uw*ang Kwan mengeluh pan+ang dan ro)oh pingsan. Tentu sa+a tiga
orang kakak )eradik 8u itu men+adi si)uk dan )erusaha menolong. Kini semua orang
mengerti atau dapat menduga apa *ang ter+adi. 0gakn*a pedang pusaka itu setelah
di)uang oleh <uw*ang Kwan ke dalam +urang, kemudian ditemukan oleh seseorang dan
akhirn*a pedang pusaka itu, entah )agaimana, mungkin melalui +ual )eli *ang mahal,
ter+atuh ke tangan Kaisar dan men+adi pengisi kamar pusaka istana. Ketika hal ini
diketahui oleh keluarga di 3em)ah Suling ;mas, Tang 8un 8iu lalu menerima tugas
untuk mengam)iln*a kem)ali. 2encurian atau le)ih tepat pengam)ilan kem)ali pedang
ini menggegerkan dunia kang-ouw.
Seperti diketahui, Tang 8un 8iu *ang mem)awa pulang pedang itu, di tengah per+alanan
)ertemu dengan 5eti dan karena kaget dan takut, dia men*erang mahluk itu. Ter+adi
perkelahian dan tern*ata mahluk itu terlalu tangguh )agi Tang 8un 8iu sehingga ketika
pedang pusaka itu )erhasil menusuk paha 5eti, wanita ini melarikan diri. Dan ter+adilah
peristiwa-peristiwa *ang menggegerkan itu di daerah 2egunungan Himala*a.
2ada malam hari itu, <uw*ang Kwan siuman dari pingsann*a. Tiga orang kakak )eradik
8u itu *ang merupakan ahli-ahli pula dalam urusan kesehatan, maklum )ahwa keadaan
Twa-pek mereka tidak mungkin dapat tertolong lagi. Seluruh darah telah keracunan dan
luka di dalam tu)uh Twa-pek itu pun amat he)at. Dengan napas terengah-engah
<uw*ang
Kwan *ang tu)uhn*a panas sekali itu mem)eri is*arat kepada Hong Bu untuk mendekat.
2emuda tanggung ini ma+u )erlutut dan <uw*ang Kwan mem)elai kepalan*a. Kemudian
kakek itu memandang kepada kakak )eradik 8u *ang )erkumpul dalam kamar itu,lalu
)erkata lemah sekali.
1Dia ini sudah kupilih men+adi muridku.... +adi terhitung saudara kalian sendiri.... aku ada
mencatatkan ilmu pedang *ang kuciptakan di )alik kulit 5eti ini.... )aru kalian )oleh
)uka setelah aku mati.... dan kupesan agar kalian menuntun Sim Hong Bu ini untuk
mempela+arin*a dan sampai dapat menguasain*a.... dan karena ilmu ini kuciptakan untuk
pedang Koai-liong-pokiam.... maka kuminta.... kelak kalau dia sudah menguasai ilmu-
n*a.... kalian serahkan pedang itu kepadan*a..../ (ulut itu masih )ergerak-gerak, akan
tetapi tidak ada suaran*a lagi dan kepalan*a lalu terkulai, maka tamatlah riwa*at
<uw*ang Kwan *ang hidup merana karena asmara gagal itu.
Sim Hong Bu seorang *ang menangisi kematian kakek itu. Dia merasa suka, sa*ang dan
kasihan kepada 15eti/ ini, dan kematiann*a amat men*edihkan. Tiga orang kakak
)eradik 8u lalu mengurus +enaAah twa-pek mereka, dengan hati-hati mem)uka kulit
)iruang *ang sudah melekat pada kulit twa-pek mereka itu sehingga di sana-sini kulit
Twa-pek itu ikut tero)ek dan lecet-lecet. Dan tern*ata )ahwa di se)elah dalam kulit ini
terdapat coretan-coretan ilmu *ang dimaksudkan itu. Dengan hati-hati 8u Han Bu lalu
men*impan kulit itu dan dengan penuh khidmat +enaAah <uw*ang Kwan itu lalu
di)ersihkan, kemudian dilakukan pem)akaran +enaAah itu dalam keadaan )erka)ung.
1(ulai sekarang, Sim Hong Bu, engkau sudah murid kami. Ingat, murid 3em)ah Suling
;mas harus )ersumpah untuk melaksanakan semua peraturan *ang ada pada keluarga
kami. 2ertama, engkau tidak )oleh meninggalkan tempat ini tanpa i+in dari kami. Ke dua,
engkau tidak )oleh menga+arkan ilmu-ilmu dari kami kepada orang lain tanpa persetu+uan
dari keluarga kami. Ke tiga, engkau harus men+un+ung tinggi nama 3em)ah Gunung
Suling ;mas dan tidak men*eret nama )aikn*a dengan per)uatan-per)uatan +ahat. (asih
ada peraturan-peraturan tam)ahan *ang kelak akan di)eritahukan kepadamu, dan kalau
engkau melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan kami, maka engkau akan
dianggap musuh oleh 3em)ah Suling ;mas./
Sim Hong Bu men+atuhkan diri )erlutut di depan tiga orang laki-laki gagah perkasa itu,
disaksikan Tang 8un 8iu dan 8u 2ek In *ang tersen*um-sen*um melihat ini semua.
1Bagimu aku adalah Twa-suhu, 8u Seng Bu adalah >i-suhu, dan 8u Kang Bu adalah
Sam-suhu. 0kan tetapi karena aku telah dan sedang menga+arkan ilmu-ilmu kepada
anakku sendiri, maka >i-suhu dan Sam-suhumu *ang akan mem)im)ingmu./
Sim Hong Bu *ang sudah *atim piatu itu merasa girang dan cepat mem)eri hormat dan
men*atakan sumpahn*a. Demikianlah, mulai saat itu Sim Hong Bu diterima se)agai
1anggauta keluarga/ 3em)ah Suling ;mas, suatu hal *ang amat )eruntung )agin*a, dan
hal itu han*a mungkin ter+adi karena pertemuann*a dengan 5eti.
Sudah terlalu lama kita meninggalkan Kam Hong )ersama Bu 8i Sian *ang terasing dari
dunia sekitarn*a karena terdampar ke 1pulau/ *ang merupakan gunung diselimuti es
*ang terkurung +urang-+urang *ang amat curam sehingga tidak memungkinkan mereka
keluar dari 1pulau/ itu.
Biarpun dia terkurung di tempat itu, namun Kam Hong tidak merasa kesal. 2ertama,
kakin*a *ang patah tulangn*a itu memerlukan waktu untuk sem)uh sehingga andaikata
tidak terkurung dan terasing pun, dia toh tidak dapat pergi ke mana pun dan perlu
)erisirahat dan menghimpun kekuatan untuk mempercepat pertum)uhan tulangn*a *ang
patah. Selain itu, semen+ak dia menemukan ilmu dari catatan di tu)uh +enaAah kakek
kuno itu, Kam Hong dengan amat tekunn*a melatih diri. Setiap hari dia )erlatih meniup
suling. (emang sungguh luar )iasa kalau dipikir )etapa se+ak keciln*a Kam Hong sudah
pandai sekali meniup suling. 0kan tetapi dia meniup suling untuk )erlagu merdu dan
sekali ini dia )ela+ar meniup suling dengan cara *ang lain sama sekali. Kini dia )ela+ar
meniup suling se)agai cara untuk )erlatih agar dia )isa mencapai tingkat *ang amat
tinggi dalam ilmu sin-kang dan khi-kang. Dia )erlatih menurut petun+uk dalam catatan
*ang di)uat oleh 8i Sian itu, dan karena catatan itu merupakan huruf-huruf kuno *ang
ditiru oleh 8i Sian *ang kadang-kadang han*a mencontoh sa+a tanpa tahu artin*a, maka
se)elum melatih diri dia harus le)ih dulu meneliti apa *ang men+adi isi dan maksud dari
catatan-catatan itu. Dan setelah dia melatih diri, )arulah dia tahu )ahwa ilmu itu )ukanlah
ilmu sem)arangan dan amat sukar untuk dapat meniup suling seperti *ang dimaksudkan
oleh nenek mo*ang Suling ;mas *ang aseli itu.
Ketika ter+adi pertempuran antara 5eti dan para orang kang-ouw di puncak *ang )erada
di se)erang sana, dari +auh Kam Hong dapat melihat peristiwa itu. Tentu sa+a hatin*a
ingin sekali untuk menghampiri dan menonton pertempuran dahs*at itu, akan tetapi
kakin*a dan tempat di mana dia )erada tidak memungkinkan hal itu, maka dia han*a
dapat melihat dari +auh dan tidak tahu siapa *ang )ertempur itu dan apa *ang ter+adi
kemudian karena tak lama setelah pertempuran itu, orang-orang *ang nampak di atas
puncak di se)erang itu pun menghilang. Tentu sa+a dia tidak melihat )etapa orang-orang
kang-ouw itu disam)ut oleh penghuni 3em)ah Suling ;mas.
Dengan tekun sekali sehingga lupa akan keadaan dirin*a *ang )erada di tempat terasing
itu, Kam Hong terus )ela+ar men*uling. Hal ini tentu sa+a +auh )edan*a dengan keadaan
Bu 8i Sian. Dara cilik ini setiap hari murung sa+a karena merasa kesal. Bagaimana dia
tidak men+adi kesal6 Berada di tempat terasing itu, setiap hari han*a makan panggang
daging )urung dan han*a kadang-kadang sa+a dia dapat menangkap )inatang kelinci *ang
sesungguhn*a adalah tikus sal+u. Siapa tidak akan men+adi )osan6 0kan tetapi
kekesalann*a itu segera )eru)ah ketika dia mulai menerima petun+uk dari Kam Hong
*ang mulai menga+arn*a dengan ilmu-ilmu silat atau dasar-dasar ilmu silat tinggi dan
tern*ata 8i Sian merupakan seorang murid *ang cerdas dan +uga )er)akat. Demikianlah,
dua orang itu melewatkan waktu dan mengusir kekesalan dengan )erlatih ilmu. Han*a
suara suling *ang itu-itu sa+a, tanpa melagu, han*a tuat-tuit kadang-kadang pan+ang
kadang-kadang pendek itu kadang-kadang menim)ulkan ke)osanan pada 8i Sian dan
kalau sudah )egitu dia lalu murung dan tidak mau )erlatih, kadang-kadang marah. Baru
setelah Kam Hong menghi)urn*a dengan kata-kata manis kemarahann*a )erkurang
kemudian len*ap lagi.
12aman Kam Hong, aku pernah mendengar engkau meniup suling itu dengan lagu *ang
amat merdu dan indah men*enangkan, mengapa sekarang setelah engkau mempela+ari
catatan-catatan dari kakek pelawak itu engkau kini )ela+ar men*uling se)uruk itu6 Han*a
tuat-tuit menulikan telinga sa+a./ 2ernah 8i Sian menegur Kam Hong *ang sedang
meniup suling emasn*a.
Kam Hong tersen*um. 10h, engkau tidak tahu, 8i Sian, Kelihatann*a sa+a aku )ela+ar
meniup suling, akan tetapi sesungguhn*a ini merupakan pela+aran latihan sin-kang dan
khi-kang *ang paling tinggi tingkatn*a./
10ihhh...../ 0nak perempuan itu memandang dengan mata ter)elalak dan diam-diam
Kam Hong harus mengakui )ahwa selama hidupn*a )elum pernah melihat mata seindah
itu. 1Kalau )egitu, kaua+arilah aku meniup suling seperti itu, 2aman. Ingat, aku pun
mem)antumu mencatat pela+aran itu, aku )erhak mempela+arin*a./
Kam Hong tersen*um dan mengangguk. 1>angan khawatir 8i Sian. (emang kita )erdua
*ang menemukan +enaAah dan pela+aran itu. 0kan tetapi ketahuilah, pela+aran meniup
suling ini sama sekali tidaklah mudah, melainkan merupakan latihan sin-kang dan khi-
kang tingkat tinggi. ;ngkau tidak akan mungkin dapat melatihn*a se)elum engkau
memiliki tenaga sin-kang *ang kuat. (aka, )iarlah kua+arkan engkau latihan sin-kang
melalui siulian dan kelak, kalau engkau sudah kuat, aku mau mem)erimu pela+aran dari
catatan ini./
Dan 8i Sian mulai melatih dengan menghimpun tenaga sin-kang seperti *ang dia+arkan
oleh Kam Hong. Dengan latihan-latihan ini setiap hari maka sang waktu lewat tanpa
terlalu menim)ulkan ke+emuan )iarpun mereka setiap hari harus makan daging )urung
dan tikus.
Tiga )ulan lewat dengan cepatn*a dan setelah tiga )ulan, Kam Hong *ang sudah
memiliki tenaga sin-kang *ang amat kuat itu, *ang sukar dicari )andingn*a, tern*ata )aru
mampu )erlatih meniup suling dengan satu lu)ang sa+a. Baru tingkat permulaan dari
latihan menurut catatan itu. Betapapun +uga, giranglah hati Kam Hong karena )iarpun
)aru mencapai tingkat permulaan, tern*ata kini sin-kangn*a sudah )ertam)ah kuat, +auh
le)ih ma+u di)andingkan dengan se)elum dia )erlatih meniup suling.
2ada suatu pagi, selagi dia as*ik )erlatih meniup suling, dia mendengar +erit pan+ang
*ang mendirikan )ulu roman*a, karena dia mengenal suara itu adalah suara 8i Sian.
Suara +erit mengerikan seolah-olah dara itu )erada dalam ancaman )aha*a )esar dan
dalam keadaan ketakutan. Dengan hati penuh kekhawatiran, sekali menggerakkan tu)uh,
Kam Hong telah meloncat +auh dari tempat dudukn*a, ke arah suara itu dan )erlarilah dia
secepatn*a. Kini kakin*a telah sem)uh dan tulang *ang patah telah tersam)ung kem)ali.
Biarpun telah sem)uh selama )e)erapa hari, namun )iasan*a dia masih amat )erhati-hati
kalau )er+alan. 0kan tetapi pada saat itu, )egitu mendengar +erit suara 8i Sian, dia lupa
akan kakin*a dan )erlari secepatn*a dan tern*ata )ahwa kakin*a *ang patah tulangn*a
itu kini telah )enar-)enar sem)uh sama sekali.
0kan tetapi, ke mana pun Kam Hong lari dan mencari, dia tidak melihat dara itu. 2adahal
tadi +eritn*a terdengar +elas di tepi se)elah )arat dari )ukit atau pulau terpencil terkurung
+urang itu. Berlarilah Kam Hong ke sana ke mari, mengelilingi sepan+ang tepi +urang.
Dan mulailah dia merasa gelisah sekali.
18i Sian..../ Dia memanggil dan terke+utlah dia karena di dalam suaran*a itu terkandung
tenaga khi-kang *ang amat he)at sehingga suaran*a menggetarkan seluruh permukaan
)ukit es itu. Tak disangkan*a )ahwa latihan selama tiga )ulan meniup suling itu telah
mendatangkan tenaga *ang demikian kuatn*a, padahal dia )aru sa+a dapat menutup
se)uah lu)ang dari suling itu *ang )erlu)ang enam )uah. 0kan tetapi ken*ataan *ang
menggirangkan ini tak terasa oleh hatin*a *ang penuh dengan kekhawatiran tentang 8i
Sian.
18i Sian, di mana engkau....6/ Dia )erlari-lari lagi, kini sam)il )erteriak-teriak
memanggil nama dara itu. 7amun hasiln*a sia-sia )elaka. 8i Sian len*ap dari tempat itu,
seolah-olah ditelan )umi.
(engingat hal ini, tersirap darah Kam Hong dan wa+ahn*a )eru)ah pucat. Ditelan )umi
ataukah ditelan +urang *ang mengerikan itu6 >antungn*a seperti ditusuk rasan*a. 0pakah
8i Sian tergelincir dan +atuh ke dalam +urang *ang sedemikian curamn*a sehingga tidak
nampak dasarn*a dari atas itu6 Kalau )egitu haln*a, tidak mungkin gadis cilik itu
tertolong n*awan*a.
18i Sian...../ Dia mengeluh dan meme+amkan mata, hendak mengusir )a*angan *ang
demikian mengerikan, )a*angan 8i Sian ter+ungkal ke dalam +urang dan mengalami
kematian men*edihkan +auh di )awah sana. Dan dia pun )ertekad untuk men*elidiki dan
mencarin*a. Kakin*a sudah sem)uh )enar, dia hendak menco)a untuk mencari +alan,
kalau perlu menuruni +urang *ang suram sekali itu.
Ke manakah pergin*a 8i Sian6
Kekhawatiran dalam hati Kam Hong memang )enar, dan malapetaka menimpa dara itu
seperti *ang di)a*angkann*a. Ketika Kam Hong sedang )erlatih meniup suling, seperti
)iasa 8i Sian mencari )urung untuk ditangkap dan di+adikan sarapan pagi mereka. Ketika
dia melihat seekor )urung putih seperti dara di antara kelompok )urung *ang )iasa,
tim)ul keinginann*a untuk menangkap )urung itu. Tentu rasa dagingn*a lain, pikirn*a.
0kan tetapi )urung putih itu gesit sekali. Be)erapa kali disam)itn*a )urung itu dapat
mengelak dan )erpindah-pindah tempat. 8i Sian terus menge+arn*a dan akhirn*a, ketika
)urung itu mela*ang turun di tepi +urang, dia men*am)itn*a dengan )atu dan )erhasil. 8i
Sian )ersorak girang dan )erlari-lari menghampiri, akan tetapi alangkah kecewa hatin*a
melihat )urung itu tergelincir dari atas te)ing. Dia men+enguk dan melihat )angkai
)urung itu kurang le)ih dua meter dari te)ing, tertahan oleh )atu )esar di dinding te)ing.
Burung itu telah mati, angin gunung mem)uat )ulu dada )urung itu )ergerak-gerak
tersingkap memperlihatkan kulit dada *ang putih dan mulus, montok dan )erdaging
menim)ulkan selera 8i Sian. Han*a dua meter dan di situ ada )atu )esar menahan,
pikirn*a. Batu itu tentu akan cukup kuat menahanku, pikirn*a dan dengan nekad karena
dia terangsang oleh daging )urung itu. 8i Sian lalu mera*ap turun dari tepi te)ing *ang
amat curam itu. Dia merosot dan )erhasil mengin+ak )atu )esar itu, lalu mengam)il
)urung *ang gemuk itu dengan girang. Burung itu masih hangat dan enak sekali terasa di
telapak tangan. 0kan tetapi, ti)a-ti)a )atu )esar *ang menahan tu)uhn*a itu )ergerak. 8i
Sian terke+ut )ukan main dan se)elum dia dapat meman+at naik, )atu itu telah runtuh dan
mem)awa tu)uhn*a )ersama-sama mela*ang ke )awah. 8i Sian mengeluarkan suara +erit
melengking *ang terdengar oleh Kam Hong tadi, akan tetapi se)entar sa+a tu)uhn*a
sudah ditelan oleh udara *ang tertutup ka)ut te)al, terus mela*ang ke )awah men*usul
)atu di )awahn*a. Batu itu menimpa dinding te)ing dan terlempar +auh ke kiri, akan
tetapi tu)uh 8i Sian untung sekali tidak melanggar te)ing dan terus meluncur ke )awah.
Dara itu pingsan.
Ketika 8i Sian siuman dan mem)uka matan*a dia segera teringat akan peristiwa tadi. Dia
masih meme+amkan mata dan menggerakkan kedua tangan mera)ara)a tu)uhn*a *ang
ter)ungkus mantel te)al. 0h, masih utuh. Kiran*a semua itu tadi han*a mimpi, pikirn*a
dengan girang dan +uga geli. Dia telah )ermimpi +atuh ke dalam +urang.
8i Sian mem)uka kedua matan*a dan seketika dia terloncat )angun saking heran dan
kagetn*a. Dia tidak lagi )erada di dalam guha di mana )iasa dia tidur. Dia )erada di
tempat lain. Tempat *ang seperti istana es. Ban*ak terdapat )atu-)atu runcing tergantung
dari atas dan +uga )atu-)atu runcing ter)ungkus es, putih )erkilauan seperti +amur-+amur
aneh tum)uh dari tanah *ang tertutup sal+u. Dia )erada di se)uah guha *ang lain, di
mulut guha *ang aneh sekali.
8i Sian )angkit )erdiri dan ketika dia memutar tu)uh ke arah guha, hampir dia )erteriak
saking kagetn*a. Di mulut guha itu, *ang tadi seperti kosong, kini sudah nampak seorang
kakek duduk di atas )atu )ulat. Kakek *ang tu)uhn*a telan+ang, han*a )ercawat sa+a.
Hawa )egitu dinginn*a namun kakek itu telan+ang dari kepalan*a *ang gundul kelimis
sampai ke kakin*a *ang mekar seperti kaki )e)ek. Dan dari kepala gundul *ang )esar itu
nampak uap mengepul. 3e)ih mengerikan lagi, seluruh tu)uh kakek itu, dari leher sampai
ke pinggang, lengan dan kaki, di)elit-)elit oleh seekor ular *ang amat pan+ang dan )esar,
perutn*a se)esar paha kakek itu. 8i Sian makin mengkirik kegelian melihat ular *ang
pan+ang )esar itu, dan dia merasa gentar dan ngeri melihat kakek *ang kurus tinggi
dengan hidung )esar mancung melengkung itu. Seorang kakek )angsa asing melihat
)entuk mukan*a *ang kurus dengan alis *ang amat le)at, mata le)ar ta+am sekali, hidung
seperti paruh )urung kakatua, telinga le)ar *ang dihias anting-anting, dan kumis +enggot
*ang tak terpelihara, kulit mukan*a *ang kehitaman mengkilap.
(elihat dara rema+a itu ketakutan, ti)a-ti)a kakek itu )erkata, suaran*a lem)ut akan
tetapi dengan logat *ang ageh dan asing. 1>angan takut, anak )aik, ular inilah *ang
men*elamatkan engkau ketika +atuh dari sana tadi./
1>atuh....6 Dari atas....6/ 8i Sian )erkata dengan mata ter)elalak memandang ke atas, ke
arah te)ing tinggi *ang puncakn*a tidak nampak dari )awah, tertutup awan atau ka)ut.
15a, engkau +atuh dari atas sana./
>adi, kalau )egitu )ukan mimpi. Dia )enar-)enar telah +atuh dari atas. Dia lalu
memandang ke kanan kiri, mencari-cari. Ketika dia melihat )angkai )urung putih
menggeletak tak +auh dari situ, dia meloncat dan diam)iln*a )angkai )urung itu. Benar.
Inilah )angkai )urung *ang men+adi )iang keladi sampai dia ter+atuh ke dalam +urang. 8i
Sian mem)uang )urung itu, lalu dia melangkah ma+u mendekati kakek aneh itu, kini
tidak takut lagi.
10ku hendak menangkap )urung itu dan tergelincir +atuh ke dalam +urang. >adi ular
itukah *ang men*elamatkan aku6 Bagaimana mungkin6/. Dia )erkata, tak perca*a )ahwa
seekor ular, )etapapun pan+ang dan )esarn*a, mampu men*elamatkann*a *ang dari
tempat sedemikian tinggin*a.
10nak )aik, engkau tidak tahu lihain*a ular sal+u kem)ang ini. Dia )ergantung pada )atu
di dinding te)ing dengan mem)elitkan ekorn*a, kemudian dengan seluruh tu)uhn*a dia
menerima tu)uhmu dan mem)elitmu dan dengan demikian engkau terhindar dari )encana
maut. 3ihat, kulit-kulit pada ekorn*a masih rusak dan luka-luka karena tertarik oleh
tenaga luncurann*a ketika dia menahanmu./
8i Sian mendekat dan )enar sa+a. Kulit pada sekitar ekor ke atas itu lecet-lecet dan
)erdarah, akan tetapi telah di)eri o)at oleh kakek itu dan mengering. =lar itu ketika
melihat 8i Sian mendekat lalu men+ilat-+ilat lidahn*a seperti seekor an+ing *ang +inak.
3en*aplah rasa takut dan +i+ik dari 8i Sian ketika mendengar )etapa ular itu telah meno-
longn*a dan melihat )etapa ular itu +inak sekali.
10h, kalau )egitu aku )erhutang )udi kepada ular ini dan kepadamu, Kek./ katan*a dan
wa+ahn*a )erseri.
Kakek itu menggeleng kepala. 1Tidak ada hutang-piutang )udi. Semua ter+adi secara
ke)etulan. Semua ada *ang menggerakkan dan kita han*alah pelaku-pelaku )elaka.
Kalau tidak )egitu mengapa ke)etulan sekali ular ini melingkar di tempat engkau akan
+atuh lewat, dan ke)etulan sekali dapat menangkapmu dengan tepat, dan ke)etulan sekali
ular itu adalah ular saha)atku sehingga ke)etulan pula engkau dapat )ertemu dengan aku
dan menggugahku dari samadhiku6 Bukankah semua ke)etulan ini sudah diatur6 Han*a
kita *ang )ermata ini selaman*a seperti orang )uta sa+a./
8i Sian tidak )egitu mengerti akan kata-kata itu *ang selain terlalu tinggi untukn*a +uga
dikeluarkan dengan logat *ang kaku dan asing. Dia lalu men+atuhkan diri )erlutut di
depan kakek *ang duduk )ersila di atas )atu itu sam)il )erkata, 10ku menghaturkan
terima kasih kepada ularmu itu dan kepadamu, Kakek *ang )aik./
Kakek itu tersen*um dan nampak mulutn*a *ang ompong tidak ada gigin*a sepotong
pun. 1Siapakah engkau, 7ona dan apa se)a)n*a engkau sampai ter+atuh dari atas sana./
17amaku Bu 8i Sian, Kek, dan sudah kukatakan tadi, aku tergelincir dari atas sana ketika
hendak menangkap )urung putih keparat itu./
1Ho-ho, engkau sudah mewarisi keke+aman manusia Bu 8i Sian. ;ngkau mem)unuh
)urung itu, untuk kaumakan dagingn*a, kemudian setelah mem)unuhn*a engkau hendak
mengam)il )angkain*a lalu ter+atuh, dan engkau memaki-maki )urung *ang sudah
kau)unuh itu./
0kan tetapi 8i Sian tidak mempedulikan celaan ini dan dia )erkata. 1Di atas sana masih
ada 2amanku, Kek. Bagaimana aku dapat naik ke sana, kem)ali kepada 2amanku6/
10h, *ang suka meniup suling itu6/
1Hei, )agaimana engkau )isa tahu, Kek6/
10ku dapat mendengar getaran suara sulingn*a dalam samadhiku. Dia )erkepandaian
he)at./
1Benar dia, Kek. Dia adalah 2aman Kam, dan aku ingin kem)ali ke sana./
Kakek itu menggeleng kepala. 1Tidak mungkin naik ke sana. Sama sukarn*a seperti naik
ke langit sa+a. Sal+u dan es longsor telah mem)uat )ukit itu terasing, terkurung +urang.
Dan 2amanmu itu, )etapa pun lihain*a dia, kalau dia tidak memiliki sa*ap untuk ter)ang,
selaman*a dia pun tidak akan dapat turun./
10h.... kalau )egitu tolonglah dia, Kakek *ang )aik. Tolonglah dia agar dapat turun ke
sini./
1(enolong dia6 8i Sian, engkau mengkha*al *ang )ukan
-)ukan. Dia *ang )egitu lihai sa+a tidak mampu turun, )agaimana pula aku dapat
menolongn*a6/
10kan tetapi, engkau tentu seorang 3ocianpwe )erilmu tinggi./
10hhh, sama sekali )ukan. 0ku han*a seorang tua )angka saha)at para ular *ang telah
kalah )ertaruh melawan seorang wanita. Hemm.... sampai sekarang aku telah terhukum
selama tiga tahun di guha ini.... gara-gara ke)odohanku *ang kalah )ertaruh melawan
seorang wanita./
10pa6 0da wanita *ang dapat mengalahkanmu, Kek6 Tentu dia itu he)at sekali ilmu
silatn*a./
1Bukan kalah dalam ilmu silat..../
1Ha)is, kalah dalam hal apakah6/
1Kalah dalam mene)ak teka-teki./
1;h6/ 8i Sian ter)elalak dan merasa geli. Seperti anak-anak kecil sa+a, main te)ak teka-
teki. Dia tertarik sekali. 1Kek, ceritakanlah padaku, teka-teki apa *ang mem)uatmu
kalah. Barangkali sa+a aku dapat mem)antumu./ (emang 8i Sian adalah seorang anak
*ang suka akan teka-teki dan dahulu ketika dia tinggal )ersama Kong-kongn*a, setiap
kali )erkumpul dengan anak dusun se)a*a, dia lalu )ermain teka-teki dan dialah *ang
selalu menang karena kecerdasann*a mene)ak segala macam teka-teki *ang sulit-sulit.
4a+ah kakek *ang hitam itu ti)a-ti)a men+adi )erseri. 10h, siapa tahu engkau *ang akan
dapat mem)antuku. 7ah, dengarlah, 8i Sian. 0kan kuceritakan kisahku secara singkat
agar engkau tahu akan dudukn*a perkara./
Kakek itu adalah seorang sani*asi atau seorang pertapa )er)angsa 7epal *ang )ernama
7ilagangga. Semen+ak muda kesukaann*a han*alah merantau di sekitar daerah
2egunungan Himala*a, )ahkan dia pernah merantau sampai +auh ke timur, ke Tiongkok
dan akhirn*a setelah tua dia kem)ali ke 2egunungan Himala*a. Selama dalam
perantauann*a itu, dia telah memperoleh )an*ak ilmu dan terutama sekali dia men+adi
ahli dalam ilmu pawang ular sehingga dia memperoleh +ulukan See-thian 8oa-ong 9?a+a
=lar dari Barat: di dunia kang-ouw. Tentu sa+a dia pun memiliki ilmu silat *ang tinggi.
0kan tetapi, seperti +uga mereka *ang telah 1men+atuhkan/ diri dari dunia ramai, ada
semacam pen*akit menghinggapi diri kakek ini, *aitu dia suka sekali untuk mengadu
ilmu dan di samping itu, dia gemar pula untuk )erde)at tentang ilmu ke)atinan dan suka
pula )ermain teka-teki.
Demikianlah memang keadaan manusia pada umumn*a. Di dalam )atin se)agian )esar
dari kita manusia terdapat gairah atau hasrat ingin menon+olkan diri, ingin memiliki
sesuatu *ang dapat di)anggakan dan agar dapat mem)uat kita dipandang oleh manusia
lain, )aik sesuatu itu merupakan harta keka*aan, kedudukan tinggi, kepintaran luar )iasa,
kekuatan *ang dahs*at, kemampuan-kemampuan lain lagi, pendekn*a *ang dapat
mem)uat kita menon+ol dan men+adi le)ih tinggi daripada orang-orang lain. Ke)anggaan
diri ini telah men+adi 1ke)uda*aan/ kita manusia, semen+ak kecil ditanamkan pada )atin
kita oleh orang tua, oleh nenek mo*ang, oleh kita)-kita) dan oleh guru-guru dalam
pendidikan kita. Betapa sampai kinipun kita selalu mengan+urkan anak-anak kita agar
tidak kalah oleh orang lain. 0gar men+adi paling menon+ol, paling pintar, paling ra+in dan
segala macam 1paling/ lagi. Bukankah pendidikan semacam ini *ang menanam sifat
tidak mau kalah, sifat ingin menon+ol dalam )atin anak-anak kita6
Kemudian, setelah kita men+adi dewasa, setelah sifat ingin menang dan ingin menon+ol,
ingin dipu+i ini mem)awa kita )ertemu dan )ertum)uk dengan segala konflik, kita sadar
)ahwa sifat inilah *ang menim)ulkan pertentangan antara manusia, sifat inilah *ang
mendatangkan permusuhan dan )entrokan. Kemudian, se)agian dari kita lalu melarikan
diri. Seperti haln*a 7ilagangga itu, dia melarikan diri dari ken*ataan itu, lalu men*epi,
men+auhkan diri dari tempat ramai. 7amun, apakah gunan*a pelarian ini6 Sifat itu )erada
di dalam )atin, kita )awa ke manapun +uga kita pergi. Sifat ingin menon+ol itu tidak
terpisah dari kita, maka tidaklah mungkin kita melarikan diri darin*a, *ang )erarti kita
melarikan diri dari kita sendiri. Sungguh tidak mungkin ini. (aka, tidaklah meng-
herankan kalau sifat ingin menang ini muncul dalam )entuk lain, seperti haln*a
7ilagangga itu sifat ingin menang itu muncul dalam adu ilmu silat, ilmu )atin, teka-teki
dan se)again*a lagi.
Kita sudah )iasa melarikan diri dari ken*ataan pahit. Kita pemarah, lalu kita lari ke dalam
kesa)aran. Kita )erduka, lalu lari ke dalam hi)uran. Dan selan+utn*a lagi. Kita lupa
)ahwa *ang marah, *ang duka, adalah kita dan kemarahan atau kedukaan itu tidak pernah
terpisah dari kita, )erada di dalam )atin kita, oleh karena itu, kalau kita lari ke dalam
kesa)aran dan hi)uran, maka kita han*a akan terlupa atau ter)ius se)entar sa+a.
Kemarahan dan kedukaan itu (0SIH 0D0 di dalam )atin kita, seperti api dalam sekam,
dan sewaktu-waktu dapat meletus dan )erko)ar lagi.
12ada suatu hari, ketika aku merantau di daerah Himala*a, aku memasuki daerah 3em)ah
Gunung Suling ;mas tanpa kusenga+a. 0kan tetapi pihak penghuni itu melarangku
memasuki lem)ah. Karena aku menganggap )ahwa seluruh Himala*a adalah daerah
)e)as, maka ter+adilah per)antahan dan dilan+utkan dengan pertandingan silat. 4anita
itu, seorang wanita muda dan cantik *ang men+adi anggauta keluarga penghuni lem)ah
itu, tern*ata lihai sekali dan sampai kami )erdua keha)isan tenaga, kami tern*ata
seim)ang. (aka aku mengusulkan untuk )ertanding dalam teka-teki dan tern*ata aku
kalah./ demikian kata kakek itu melan+utkan ceritan*a.
1Bagaimanakah teka-tekin*a, Kek6/ 8i Sian *ang mendengarkan dengan penuh perhatian
itu )ertan*a, hatin*a tertarik sekali.
Kakek itu melan+utkan ceritan*a. 3awann*a itu menerima tantangann*a untuk masing-
masing mengeluarkan se)uah teka-teki. Dan mereka )erdua )er+an+i, +an+i orang-orang
*ang men+un+ung tinggi kegagahan dan menganggap +an+i le)ih )erharga daripada n*awa,
)ahwa siapa *ang tidak dapat men+awa) teka-teki harus )ertapa dalam guha itu dan
sampai lima tahun tidak )oleh meninggalkan guha se)elum dapat men+awa) teka-teki itu.
10ku menga+ukan teka-teki, akan tetapi sungguh he)at dia, teka-tekiku dapat di+awa)n*a
dengan mudah. Dan dia +uga mengeluarkan teka-tekin*a, dan.... sungguh sial aku, sampai
sekarang sudah tiga tahun aku )ertapa di dalam guha ini, tetap sa+a aku )elum dapat
menemukan +awa)ann*a. Kalau tidak ada *ang menolongku, agakn*a aku terpaksa harus
)ertahan sampai dua tahun lagi di tempat ini./
Tentu sa+a 8i Sian merasa geli dan panasaran. (ana ada aturan seperti itu6 (engapa
orang memegang +an+i sampai mati-matian )egitu6 0ndaikata kakek itu meninggalkan
guha, tentu lawann*a itu pun tidak akan tahu.
10pa sih teka-tekin*a *ang )egitu he)at6 8o)a kau)eritahukan, Kek, siapa tahu aku
akan-dapat mene)akn*a untukmu./
1Begini teka-tekin*a, dan mustahil engkau *ang masih kanak-kanak ini akan dapat
mene)akn*a./
1Teruskanlah./ 8i Sian men+adi tidak sa)ar.
10pakah per)edaan pokok antara cinta seorang pria dan cinta seorang wanita6/ Kakek itu
)erhenti se)entar setelah mengucapkan pertan*aan *ang agakn*a sudah )egitu hafal
olehn*a itu, *ang agakn*a sudah ri)uan kali diulangin*a tanpa dia dapat mem)eri
+awa)an. 17ah, itulah pertan*aan atau teka-tekin*a. 0ku tidak mampu men+awa).
Bagiku, cinta *a cinta, mana ada per)edaan antara laki-laki dan perempuan6 0kan tetapi
dia mem)antah, mengatakan )ahwa ada )edan*a. Kami )erde)at, dia )ilang )ahwa dia
adalah wanita maka dia tahu akan per)edaan itu. Dan aku.... wah, aku *ang sialan ini, aku
tidak tahu, apalagi )edan*a, )ahkan aku tidak pernah mencinta seorang wanita, aku tidak
tahu )agaimana rasan*a cinta itu.... wah, aku kalah./
8i Sian mengerutkan alisn*a. Dia pun pusing memikirkan teka-teki itu. Dia +uga tidak
tahu apa-apa tentang cinta. Dalam urusan cinta, dia sama 1)uta hurufn*a/ dengan kakek
tua renta itu.
1Bagaimana, 8i Sian6 Dapatkah engkau mem)antuku d)n mem)erikan +awa)ann*a6/
(emang tentu sa+a 8i Sian, se)agai seorang dara *ang )aru rema+a, )aru menan+ak
dewasa, )elum pernah +atuh cinta kepada seorang pria. 0kan tetapi dia adalah seorang
anak *ang amat cerdik. Dia lalu mem)a*angkan tentang Kam Hong, satu-satun*a pria
*ang pernah mendatangkan rasa kagum dalam hatin*a dan dia lalu mem)a*angkan diri-
n*a sendiri, )agaimana seandain*a dia +atuh cinta kepada pendekar sakti itu. Setelah
mengerutkan kedua alisn*a agak lama, sam)il meme+amkan kedua matan*a sehingga
kakek itu memandang penuh harapan, ti)a-ti)a dia mem)uka mata memandang kakek itu,
sepasang mata *ang indah itu )ersinar-sinar.
18oa-ong, engkau se)agai seorang pria, co)a kau)eritahukan )agaimana perasaanmu, apa
*ang kauinginkan andaikata engkau +atuh cinta kepada seorang wanita./ 8i Sian
men*e)ut 8oa-ong 9?a+a =lar: kepada orang asing itu, mengingat )ahwa +ulukann*a
adalah ?a+a =lar dari Barat. Dan kakek itu agakn*a malah senang dise)ut demikian.
Han*a karena pertan*aan itu +usteru merupakan pertan*aan *ang dianggapn*a amat sulit,
dia mengerutkan alisn*a.
14ahhh.... engkau tan*a *ang )ukan-)ukan. (ana aku tahu6/
18oa-ong, engkau harus ingat )ahwa teka-teki *ang dia+ukan oleh lawanmu itu )aru
dapat di+awa) kalau aku tahu )agaimana perasaan seorang pria *ang mencinta seorang
wanita. Tanpa mengetahui perasaan pria, )agaimana mungkin aku dapat tahu akan
per)edaan antara cinta seorang pria dan seorang wanita6 Dan tanpa di)eri tahu oleh
seorang pria, )agaimana aku dapat tahu )agaimana cinta seorang pria itu6 Ha*o pikirlah,
8oa-ong. 0ku pun )elum pernah +atuh cinta, akan tetapi setidakn*a kita sama-sama dapat
mem)a*angkan )agaimana perasaan kita dan apa keinginan kita kalau kita masing-
masing +atuh cinta kepada seseorang./
14ah-wah.... ini tugas *ang paling )erat *ang pernah kuhadapi..../ kakek itu mengomel,
akan tetapi dia pun segera mengerutkan alis dan meme+amkan mata, seperti *ang
dilakukan oleh 8i Sian tadi untuk mem)a*angkan tentang )agaimana seandain*a dia
+atuh cinta. >uga 8i Sian sudah meme+amkan mata mem)a*angkan keadaann*a sendiri.
Demikianlah, dua orang ini, seorang kakek tua renta dan seorang dara men+elang dewasa,
duduk )ersila dan meme+amkan mata, mengerutkan alis, mem)a*angkan tentang mereka
+atuh cinta.
8inta adalah suatu hal *ang amat lem)ut, amat halus, amat rumit, dan amat )an*ak lika-
likun*a sehingga men+adi )ahan percakapan, )ahan tulisan dari )ahan perde)atan para
sastrawan, para cerdik pandai, dari +aman dahulu sampai sekarang, tanpa ada *ang
mampu melukiskann*a atau memperincin*a dengan tepat. 0palagi )agi dua orang ini,
*ang selama hidupn*a )elum pernah +atuh cinta, kini keduan*a mem)a*angkan )agai-
mana seandain*a mereka itu +atuh cinta. 2adahal cinta antara pria dan wanita adalah
sedemikian ruwetn*a dan )an*ak sekali kaitan-kaitan dan lika-likun*a. Betapapun +uga,
8i Sian *ang cerdik itu dengan naluri kewanitaann*a seperti dapat mera)a apa *ang
dimaksudkan dengan teka-teki *ang dia+ukan oleh seorang wanita pula itu. (aka dia
langsung menu+u kepada sasaran pokok, *aitu tentang perasaan seorang pria dan seorang
wanita *ang +atuh cinta, apa *ang paling dikehendakin*a dari orang *ang dicinta.
0da satu +am laman*a kakek itu duduk diam seperti itu. Dan )iarpun hawa udara amat
dinginn*a, namun kakek *ang tu)uhn*a tidak terlindung pakaian ini mulai )erkeringat.
Keringatn*a )esar-)esar menempel di seluruh tu)uhn*a, dan uap *ang mengepul di atas
kepalan*a semakin te)al. Ti)a-ti)a dia menarik napas pan+ang, mem)uka matan*a dan
mata itu )erseri-seri memandang kepada 8i Sian *ang sudah se+ak tadi mem)uka
matan*a. Kakek itu mengguncang tu)uhn*a seperti seekor an+ing kalau mengusir air
*ang mem)asahi tu)uhn*a. Terdengar suara )erketrikan ketika keringat *ang telah
mem)eku itu )er+atuhan rontok dari tu)uhn*a, merupakan )utiran-)utiran es kecil.
14ah, memenuhi permintaanmu mem)a*angkan tentang cinta itu mendatangkan
)a*angan *ang amat mengerikan dan menakutkan./ katan*a.
Diam-diam 8i Sian merasa geli +uga. Bagaimana mungkin )a*angan mencinta orang )isa
)egitu mengerikan dan menakutkan6
15ang penting, apakah engkau kini sudah mampu menceritakan atau menggam)arkan
)agaimana perasaan seorang pria *ang +atuh cinta kepada seorang wanita6/
10ku sudah mem)a*angkan.... aku sudah mem)a*angkan dan.... hiihhh....1 Kakek itu
menggigil, )ukan karena kedinginan, melainkan karena geli dan takut. 15ang ter)a*ang
adalah cerewetn*a, man+an*a, dan )etapa dia merongrong hidupku sehingga hidupku
tidak lagi mengenal ketenteraman dan ketenangan, )etapa dia ingin menguasai seluruh
diriku dan hidupku. Ihhhh...../
Kem)ali 8i Sian tertawa dalam hatin*a, akan tetapi mulutn*a han*a tersen*um sa+a.
Betapa anehn*a kakek ini. 1Bukan itu maksudku, Kek. 0kan tetapi )agaimana
perasaanmu dan apa *ang paling kauinginkan andaikata engkau +atuh cinta kepada
seorang wanita6/
Kakek itu mengingat-ingat. 1Keinginanku han*a ingin men*enangkan dia,
mem)ahagiakan dia, meman+akan dia./ 0khirn*a dia )erkata, dengan alis )erkerut,
seolah-olah dia harus men+awa) sesuatu persoalan *ang amat rumit.
17ah, itulah./ 8i Sian )ersorak dan wa+ahn*a )erseri-seri. 1Ketemu sekarang. Biarpun
han*a hasil )a*angan kita )erdua, akan tetapi agakn*a tidak salah lagi, 8oa-ong./
1Sudah kautemui +awa)an teka-teki itu./
8i Sian mengangguk. 10gakn*a tidak akan keliru lagi./
1Bagaimana itu6/ 4a+ah hitam itu pun )erseri, penuh harap. 18o)a +awa), apakah
per)edaan antara cinta seorang pria dan cinta seorang wanita6/
1Seperti keteranganmu tadi, 8oa-ong. 8inta seorang pria adalah ingin selalu
men*enangkan dan meman+akan, sedangkan cinta seorang wanita adalah se)alikn*a,
*aitu menurut hasil kha*alan dan )a*anganku tadi, cinta seorang wanita +usteru men+adi
ke)alikann*a. Dalam cintan*a, wanita ingin selalu disenangkan, diman+akan oleh pria
*ang dicintan*a./
Kakek itu melompat )angun dan )aru nampak oleh 8i Sian )etapa +angkungn*a kakek
itu. >angkung kurus sehingga potongan tu)uhn*a tidak menarik sama sekali. See-thian
8oa-ong 7ilagangga kini )ertepuk tangan dan mengeluarkan suara melengking seperti
suara suling. Dan ti)a-ti)a 8i Sian ter)elalak dan merasa +i+ik dan ketakutan ketika
mendengar suara mendesis dan )erdatanganlah ular-ular dari empat pen+uru mengurung
tempat itu. Heran dia )agaimana di tempat )ersal+u )isa terdapat )egitu )an*ak ular.
18oa-ong, aku takut...../ katan*a dan dia )ersem)un*i di )elakang tu)uh kakek itu. Dia
)ukan takut, melainkan +i+ik.
1Kenapa takut6 ;ngkau akan ku+adikan puteri ular, mengapa takut6/
1>adi puteri ular6 0ku.... aku tidak mau./
1;h, )ocah )odoh. Kalau engkau men+adi puteri ular, siapa lagi )erani mengganggumu6
Saha)atmu ular-ular itu )erada di mana-mana dan +ika engkau terancam )aha*a, engkau
dapat sewaktu-waktu memanggil mereka. ;ngkau telah )er+asa kepadaku, maka aku
ingin menurunkan ilmuku kepadamu. 0pakah kau tidak mau6/
8i Sian menelan ludah. hatin*a tertarik +uga. 1Kalau... kalau )egitu, aku mau, kukira
tadi.... aku hendak kau+adikan ular..../
1Ha-ha-ha, )agus. 7ah, co)a kau dekati mereka dan kau pegang-pegang mereka. Ke
sinikan dulu kedua telapak tanganmu./
8i Sian menghampiri ke depan kakek itu dan mengulurkan kedua tangann*a,
ditelentangkan. Ti)a-ti)a tangan kanan kakek itu )ergerak cepat ke depan.
12lak. 2lak./
10duhhh...../ 8i Sian )erteriak ketika kedua telapak tangann*a terasa panas sekali
ditampar oleh tangan kakek itu dan dia memandang ter)elalak marah.
1Ha-ha-ha, sekarang semua ular akan tunduk kalau tersentuh tanganmu, 8i Sian./ kata
kakek itu, 8i Sian menelan kem)ali kemarahann*a )egitu tahu )ahwa tamparan itu
merupakan semacam pemindahan ilmu untuk menalukkan ular. Dia lalu menghampiri
ular-ular itu *ang nampak diam tak )ergerak di atas tanah, han*a lidah mereka *ang
)ergerak keluar masuk di mulut masing-masing. Biarpun hatin*a merasa +i+ik dan takut-
takut, akan tetapi 8i Sian segera mera)a kepala ular-ular itu dan sungguh aneh, ular-ular
itu nampak takut dan +inak sekali. Giranglah dia dan di lain saat dia sudah mengangkat
seekor ular kemerahan *ang se)esar +ari kakin*a, mem)elain*a dan mempermainkann*a.
=lar itu sama sekali tidak )erani )erkutik.
1Ha-ha-ha, tahukah engkau )etapa satu gigitan ular itu akan dapat mem)unuh seorang
manusia seketika +uga6/
1Ihhh./ (endengar ini, 8i Sian melemparkan ular merah itu.
10nak )odoh, kepadamu dia tidak akan )erani )er)uat apa-apa./ See-thian 8oa-ong lalu
mengeluarkan suara melengking tiga kali dan.... ular-ular itu lalu mem)alikkan tu)uh dan
mera*ap pergi dengan cepat dari tempat itu, seperti sekumpulan an+ing *ang ketakutan
diusir pergi oleh ma+ikan mereka.
1Ha-ha, tern*ata aku *ang )odoh sekali, 8i Sian. Tentu sa+a +awa)anmu tadi tepat, ha-ha,
)egitu mudahn*a. (engapa aku tidak ingat akan hukum alam6 4anita adalah Im dan
pria adalah 5ang. 4anita adalah Bumi dan pria adalah (atahari. Sinar matahari
menem)us apa pun +uga untuk mencari )umi, untuk men*inari )umi, untuk mem)uat
)umi hidup dan su)ur, untuk mem)erikan semangat dan kekuatan kepada )umi. Se-
)alikn*a, )umi menanti-nanti untuk disinari, untuk di)elai, untuk disu)urkan, untuk
menerima. Ha-ha-ha, )enar sekali. 2ria ingin mencinta, ingin men*enangkan, ingin
memiliki. Sedangkan wanita ingin dicinta, ingin diman+akan, ingin dimiliki dan untuk itu
dia men*erahkan +iwa ragan*a, kepada pria untuk dimiliki dan dicinta dan dipu+a. Ha-ha-
ha, )etapa )odohn*a tidak mampu men+awa) teka-teki *ang amat sederhana itu./
(elihat sikap kakek itu *ang kegirangan, 8i Sian memperingatkan. 1>angan anggap
sederhana dan mudah, 8oa-ong. Tanpa )antuan seorang wanita, tak mungkin engkau
dapat men+awa) teka-teki itu./
1Ha-ha, )enar sekali. Karena itulah maka aku akan menurunkan ilmu-ilmuku kepadamu./
10ku ingin kem)ali kepada 2aman Kam Hong./
10h, tidak mungkin, 8i Sian. Tidak mungkin )agimu untuk naik ke )ukit itu dan tidak
mungkin pula )agi 2amanmu untuk turun dari sana. 3ongsoran )ukit itu telah mero)ah
keadaan dan kita han*a )isa mengharapkan ter+adi longsoran lain sehingga tempat di
mana 2amanmu terkurung itu akan dapat dihu)ungkan dengan tempat lain. Sementara
ini, marilah kau ikut denganku untuk men+umpai musuhku itu.
Hati 8i Sian men+adi tertarik. 14anita *ang mem)erimu teka-teki itu6/
15a, dan kuharap engkau suka mem)antuku, 8i Sian. Dia pandai )icara dan pandai
)erde)at, dan engkau pun agakn*a tidak kalah pandai. (aka )antuanmu kuharapkan.
(ari kautemani aku menghadapin*a, dan kelak aku akan mem)antumu mencari
2amanmu itu./
8i Sian )erpikir se+enak. <mongan kakek ini tidak )ohong. (emang dia tahu )ahwa
tidak terdapat +alan *ang )oleh mem)awan*a kem)ali kepada Kam Hong. Dia
memerlukan )antuan Kam Hong untuk mencari orang tuan*a, setelah kini dia terpisah
dari Kam Hong dan agakn*a tidak mungkin dapat )erkumpul kem)ali, apa salahn*a
kalau kini 8oa-ong ini *ang mem)antun*a mencari orang tuan*a6 0kan tetapi, dia )elum
mengenal )etul kakek asing ini, oleh karena itu dia pun tidak perlu menceritakan tentang
orang tuan*a dan mendiang kakekn*a. Sementara ini, daripada sendirian sa+a di daerah
liar dan )er)aha*a dari 2egunungan Himala*a ini, le)ih )aik dia )erteman dengan
seorang pandai seperti See-thian 8oa-ong. 0palagi akan dia+ari ilmu-ilmu *ang tinggi,
tentu sa+a dia merasa girang.
1Baiklah, 8oa-ong. 0ku akan mem)antumu./
Kakek itu men+adi girang sekali, wa+ahn*a *ang )erkulit hitam itu )erseri dan dia lalu
menggandeng tangan 8i Sian sam)il )erkata, 1Kalau )egitu, ha*o kita )erangkat
sekarang. Ingin sekali aku melihat wa+ah 8ui-)eng Sian-li kalau mendengar aku mene)ak
teka-tekin*a./
18ui-)eng Sian-li6 Itulah +ulukan lawanmu6/ tan*a 8i Sian, diam-diam dia )ergidik ngeri
karena +ulukan itu sungguh men*eramkan. Dewi 2enge+ar 0rwah. Tentu sa+a orangn*a
mengerikan +uga.
15a, dan dia lihai sekali. Se)etuln*a dia adalah warga dari penghuni 3em)ah Gunung
Suling ;mas, akan tetapi semen+ak suamin*a meninggal, dia kini tinggal di 3ereng Batu
(erah tak +auh dari lem)ah itu han*a di se)elah )awahn*a. Seperti +uga 3em)ah Gunung
Suling ;mas, 3ereng Batu (erah itu pun sukar didatangi manusia dari luar kecuali
mereka *ang sudah tahu +alann*a./
1Dan engkau tahu +alann*a, 8oa-ong6/
1Tentu sa+a./
(aka )erangkatlah mereka meninggalkan tempat itu. (enurut keterangan See-thian 8oa-
ong, tempat tinggal lawann*a itu, *aitu 3ereng Batu (erah, se)etuln*a tidak +auh dari
situ, masih merupakan satu daerah gunung, akan tetapi karena ter+adi longsor, terpaksa
mereka harus mengam)il +alan memutar *ang amat +auh.
Kini See-thian 8oa-ong tidak )ertelan+ang lagi. Kalau tadin*a dia han*a )ercawat ketika
untuk pertama kali 8i Sian melihatn*a, kini kakek itu telah mengam)il pakaiann*a *ang
disimpan di dalam guha. Sesungguhn*a )ukan pakaian, han*a kain kuning pan+ang *ang
dili)atli)atkann*a di tu)uhn*a, se)elah pundakn*a dan dari pinggang ke )awah sampai
ke lutut, seperti pakaian para pendeta pada umumn*a. =lar pan+ang )esar *ang telah
menolong 8i Sian itu ditinggalkan.
1Tanggalkan sa+a +u)ahmu itu. 0ku akan menga+arkan ilmu untuk mem)uat tu)uhmu
hangat dan tahan menghadapi hawa *ang )agaimana dingin pun./ kata See-thian 8oa-ong
kepada 8i Sian. (antel )ulu itu memang sudah kotor, maka mendengar )ahwa dia akan
dia+ari ilmu *ang aneh itu, 8i Sian merasa girang. Dia perca*a penuh karena dia sudah
melihat sendiri )etapa kakek itu hampir telan+ang di dalam hawa udara *ang sedemikian
dinginn*a.
Demikianlah, mereka melakukan per+alanan dan di waktu mereka )eristirahat, See-thian
8oa-ong mem)eri petun+uk kepada 8i Sian untuk mengerahkan hawa murni dan
mem)uat tu)uhn*a terasa hangat )iarpun )erada dalam hawa udara *ang amat dingin.
Tentu sa+a ilmu ini tidak mudah karena sesungguhn*a mem)utuhkan tenaga sin-kang
*ang amat kuat, akan tetapi kakek itu mem)antu 8i Sian dan menempelkan telapak
tangann*a *ang pan+ang dan le)ar ini ke punggung 8i Sian, maka dara rema+a ini pun
dapat dengan cepat menguasai hawa murni *ang mengalir di tu)uhn*a.
2ada suatu pagi, ketika mereka sedang mendaki lereng, ti)a-ti)a mereka melihat
serom)ongan orang turun dari puncak. See-thian 8oa-ong cepat menarik tangan 8i Sian
dan dia+akn*a dara itu )ersem)un*i di )alik )atu )esar. 0kan tetapi 8i Sian dapat
mengenal wanita *ang )er+alan di depan )ersama dua orang anak laki-laki itu. 4anita itu
)ukan lain adalah 0-ciu, wanlta )a+u hi+au dari rom)ongan empat wanita )ertandu *ang
pernah dia pukuli dengan )antuan Kam Hong. Dia tidak mungkin salah mengenaln*a
)iarpun dari +auh, karena di )elakang wanita itu terdapat orang-orang *ang memikul tiga
)uah tandu. Tentu tiga )uah tandu itu )erisi tiga orang wanita lainn*a, pikir 8i Sian.
0kan tetapi *ang amat menarik perhatiann*a adalah keadaan dua orang anak laki-laki itu.
(ereka itu se)a*a dengan dia, dan lucun*a, dua orang anak laki-laki itu serupa )enar,
)aik pakaiann*a, wa+ahn*a maupun gerak-gerikn*a. (udah sa+a diduga )ahwa mereka
tentulah dua orang anak kem)ar. 0kan tetapi, 8i Sian tidak merasa lucu karena dia
melihat )etapa dua orang anak laki-laki itu )er+alan dengan kedua lengan di )elakang
tu)uh, tanda )ahwa mereka itu tidak )e)as, ter)elenggu kedua lengan mereka. (ereka itu
tentu ditawan oleh wanita-wanita +ahat itu. Teringatlah 8i Sian akan pertan*aan wanita-
wanita itu di depan warung dahulu. (ereka )ertan*a-tan*a tentang dua orang pemuda
rema+a kem)ar. Tentu itulah mereka *ang ditan*akan dan kini agakn*a mereka telah
tertangkap dan men+adi tawanan. Karena hatin*a merasa amat tidak suka kepada empat
orang wanita itu *ang dianggapn*a +ahat, maka )iarpun dia tidak mengenal dua orang
pemuda tanggung itu, hati 8i Sian condong )erpihak kepada dua orang pemuda *ang
men+adi tawanan itu dan dia mengam)il keputusan untuk menolong mereka dari tangan
wanita-wanita itu. 0kan tetapi dia pun maklum )ahwa empat orang wanita itu lihai )ukan
main. Dia pernah dapat mempermainkan mereka han*a karena pertolongan Kam Hong
dan kini pendekar sakti itu tidak )erada di situ. 5ang ada han*a See-thian 8oa-ong. (aka
dia lalu men*entuh lengan kakek itu dan )erkata dengan suara )er)isik.
18oa-ong, sekarang engkau harus mem)antuku, )aru aku nanti mem)antu menghadapi
lawanmu./
1(em)antu apa, 8i Sian6 Tanpa kauminta sekalipun tentu perlu aku mem)antumu.
Bukankah kita sudah men+adi saha)at-saha)at )aik *ang saling mem)antu6/
Girang hati 8i Sian mendengar ini. 18oa-ong, wanita itu dan tiga orang temann*a *ang
)erada di dalam tandu adalah wanita-wanita +ahat sekali, akan tetapi mereka +uga lihai.
Dan aku pernah )entrok dengan mereka, maka sekarang aku hendak mem)e)askan dua
orang pemuda *ang mereka tawan itu. ;ngkau mau mem)antuku, )ukan6/
1Siapakah dua orang pemuda kem)ar itu6 0pa kau mengenal mereka6/
1Tidak, melihat pun )aru sekarang./
See-thian 8oa-ong menghela napas. 10h, 8i Sian, mengapa engkau mencari pen*akit6
Bukankah engkau merupakan seorang anak *ang sudah lama )erkecimpung di dunia,
kang-ouw6 (engapa harus mencampuri urusan orang lain6/
18oa-ong, mana kita dapat terlepas dari urusan orang lain6 ;ngkau men*elamatkan aku,
dan kini aku ikut denganmu untuk menghadapi lawanmu. Bukankah itu )erarti )ahwa
engkau dan aku telah mencampuri urusan orang lain6 Ha*o, engkau mau mem)antuku
atau kau ingin melihat aku mati di tangan mereka6/
1Baiklah.... )aiklah.... akan tetapi aku tidak mau kalau engkau men*uruhku mem)unuh
orang./
1Siapa mau )unuh siapa6 0ku han*a ingin menolong dua orang pemuda *ang tertawan
itu, kata 8i Sian. Sementara itu, rom)ongan *ang menuruni puncak telah ti)a dekat
dengan mereka. (emang )enar dugaan 8i Sian. 4anita *ang )er+alan di depan itu adalah
0-ciu, wanita )a+u hi+au *ang cantik dan )erwa+ah )engis. 4anita itu mem)awa se)atang
pedang *ang tergantung di )elakang pundakn*a, )er+alan dengan langkah gagah
mendahului di depan dua orang pemuda rema+a *ang )erwa+ah tampan dan *ang
melangkah tenang )erdampingan dengan kedua lengan ter)elenggu di )elakang tu)uh,
lalu diikuti oleh tiga )uah tandu *ang masing-masing dipakai oleh empat orang.
Siapakah adan*a dua orang anak laki-laki kem)ar itu6 =sia mereka kurang le)ih dua
)elas tahun, pakaian mereka sederhana dan wa+ah mereka tampan, sikap mereka tenang
sekali. 4a+ah dua orang ini serupa )enar, sukar mem)edakan satu dari *ang lain, wa+ah
*ang mem)a*angkan kegagahan dan ram)ut kepala mereka *ang hitam gemuk itu
dikuncir ke )elakang punggung. (elihat sikap mereka, )iarpun mereka itu masih rema+a
dan mereka men+adi tawanan, di)elenggu kedua tangan mereka, namun mereka nampak
)egitu tenang. Hal ini sa+a sudah +elas menun+ukkan adan*a kegagahan dalam diri
mereka.
Dan memang demikianlah. Dua orang anak laki-laki kem)ar ini memang )ukan
sem)arang anak. (ereka adalah putera-putera dari pendekar sakti Gak Bun Beng dan
pendekar wanita *ang pernah menggemparkan dunia kang-ouw dan terkenal se)agai
puteri istana, +uga seorang panglima wanita *ang disamakan dengan nama Hwan 3ee
Hwa di +aman cerita Sie >in Kwie 8eng Tang. 4anita *ang men+adi i)u mereka ini )ukan
lain adalah 2uteri (ilana, keponakan dari kaisar. Gak Bun Beng dan 2uteri (ilana,
suami isteri *ang keduan*a memiliki nama )esar di dunia kang-ouw itu, telah lama
mengundurkan diri dan hidup aman tenteram di puncak Telaga 4arna, di 2egunungan
Beng-san, di mana mereka hidup saling mencinta dan rukun )ersama dua orang putera
kem)ar mereka *ang )ernama Gak >it Kong dan Gak Goat Kong. Di dalam )agian-
)agian terdahulu dari rangkaian cerita ini, *aitu dalam kisah-kisahS;20S07G 2;D07G
IB3IS, S;20S07G ?0>0403I, dan><D<H S;20S07G ?0>0403I, pasangan
pendekar sakti ini muncul dengan ilmu-ilmu mereka *ang menggemparkan.
Bagaimanakah tahu-tahu dua orang saudara kem)ar itu, Gak >it Kong dan Gak Goat
Kong, *ang tinggal di puncak 2egunungan Beng-san dapat )erada di 2egunungan
Himala*a dan men+adi tawanan Su-)i (o-li6
Su-)i (o-li adalah empat orang wanita cantik *ang lihai sekali karena mereka itu adalah
murid-murid gem)lengan dari Im-kan 7go-ok. (ereka )erempat oleh guru-guru mereka
senga+a diper)antukan kepada Sam-thaihouw *ang diam-diam mengadakan hu)ungan
dengan kelima 7go-ok. Ketika mendengar dari para mata-mata *ang dise)arn*a )ahwa
dua orang putera dari 2uteri (ilana itu meninggalkan rumah orang tua mereka untuk ikut
)eramai-ramai )erkun+ung ke Himala*a, Sam-thaihouw cepat memerintahkan Su-)i (o-
li untuk melakukan penge+aran dan )erusaha menawan dua orang kakak )eradik kem)ar
itu, untuk melampiaskan ke)enciann*a terhadap 2uteri (ilana. (engapa I)u Suri ke
Tiga ini mem)enci 2uteri (ilana dan karena tidak )erda*a terhadap puteri itu kini
hendak melampiaskan dendamn*a kepada kedua orang putera dari 2uteri (ilana6
Sam-thaihouw adalah satu-satun*a selir *ang masih hidup dari mendiang Kaisar Kiang
Hsi. Se)agai selir mendiang a*ahn*a, maka tentu sa+a kaisar *ang sekarang, *aitu Kaisar
5ung 8eng, tetap menghormati i)u tiri itu, satu-satun*a di antara para selir a*ahn*a *ang
masih hidup, dan mem)erin*a kedudukah se)agai Sam-thaihouw atau I)u Suri ke Tiga
dan menempati se)uah istana *ang cukup mewah.
KetikaSam-thaihouwini masihmuda, pernah ter+alin cinta asmaraantara selir ini dengan
mendiang 2angeran 3iong Khi <ng, *aitu pangeran *angmem)erontakitu 9)acaKIS0H
S;20S07G ?0>0403I:.(ereka mengadakan per+inaandi luar tahun*amendiang
Kaisar KiangHsi.(akaketikapem)erontakandarikekasihn*a itu gagal dan 2angeran
3iongKhi <ng )ersama saudaran*a, 2angeran3iong Bin <ng, tewas, diam-diam Sam-
thaihouw merasa )erduka sekali. (aka,ditimpakanlah semua rasa )enci dan sakithatin*a
kepada keturunan 2uteri 7irahaiatau keturunan dari 2endekar Super Sakti. Terutama
sekali kepada 2uteri (ilana*ang )er+asa pula mem)erantas pem)e-
rontakankekasihn*aitu.Kini,setelahselir kaisar ini men+adi tua, satu-satun*anafsu *ang
)erko)ar di dalam dadan*ahan*alah mem)alasdendamdan mem-
)asmiketurunan2endekarSuperSaktiatauketurunan(ilana,kalautidakmungkinmenghancur
kankehidupanputeriitusendiri.Inilahse)a)n*a mengapaSam-thaihouwmengadakan
kontakdenganIm-kan7go-okmelaluiorang-orangkeperca*aann*a,daninipulalah*angmen-
+adise)a)mengapaSu-)i(o-li men+adipem)antu-
pem)antun*adankiniempatorangwanitacantik*anglihaiitu)ersusahpa*ahpergikeHimala*a
untukmenge+ardua orangputerakem)ardari2uteri
(ilanaketikamerekamendengar)ahwaduaoranganakkem)arituikut)eramai-
ramaikeHimala*amencari pedang pusaka *ang hilang dari istana.
Sungguh tak terduga oleh Su-)i (o-li )etapa di daerah Himala*a itu mereka)erempat
harus kehilangan muka ketika mereka )entrok dengan Kam Hong *angtern*ata adalah
keturunan 2endekar Suling ;mas *ang amat lihai. 0kan tetapi,rasa penasaran dan kecewa
ini tero)atlahketika mereka akhirn*a dapat menemukan di mana adan*a dua orang
pemudatanggung *ang kem)ar itu. (ereka menemukan Gak >it Kong dan Gak Goat
Kong*ang sedang )erkeliaran di dalam se)uahhutan dalam keadaan )ingung dan
sesat+alan. (emang dua orang anak ini denganke)eranian luar )iasa telah
meninggalkanrumah orang tua mereka tanpa pamituntuk 1mencari pengalaman/ di
daerahHimala*a *ang luas itu.
Su-)i (o-li tidak perlu mempergunakan kekerasan. Ketika melihat merekadikurung oleh
empat orang wanita lihai*ang mengaku utusan Sam-thaihouw *angminta kepada mereka
)erdua agar ikutuntuk menghadap ke kota ra+a, dua oranganak muda itu men*erah tanpa
perlawan an. (ereka )erdua )ukan merasa takut. Sama sekali tidak. Se+ak kecil mereka
telah digem)lengoleh a*ah )unda mereka sehingga mereka tidak pernah mengenal takut,
dan )iarpun keduan*a )aru )erusia sekitar tiga )elas tahun, namunmereka telah memiliki
dasar-dasar ilmusilat tinggi *ang he)at. 0kan tetapi,mereka takut kepada a*ah )unda
mereka *ang selalumenekankan agar mereka)erduatidakmencaripermusuhandidunia
kang-ouwdan agartidakmenim)ulkankeri)utan.Kini,mendengar)ahwaSu-)i(o-li
adalahutusanSam-thaihouw*ang1memanggil/mereka,makakeduaorang anak
kem)arinimen*erahdan )ahkantidakmem)antahketika 0-ciumem)elenggukeduatangan
merekake)elakangdenganalasanagar1+angan lari/.
Gak >itKongdanGakGoatKong)ukanlahanak-anak*ang )odoh,merekamen*erah
)ukanhan*auntukmenghindarkan )entrokandankeri)utan,akantetapi+uga
merekaperca*apenuh)ahwakalaumerekadi)awakekotara+a,apalagike istana,merekaakan
selamatdan tidakakanada*ang)eranimengganggun*a.
BukankahKaisarmasihterhitungpamanmerekasendiri,masihkeluargadengani)umereka6
Dansiapakah*angtidakmengenal2uteri(ilana,i)umereka6
Siapa*angakan)eranimengganggu mereka, puteradari2uteri (ilana*angterkenal6
(erekatidaktahutentangSam-thaihouw.
Ketikarom)onganiniti)aditempat8iSiandanSee-thian8oa-ong)ersem)un*i,ti)a-ti)a
8iSianmeloncatkeluardari )alik)atu
)esar,mengem)angkankedualengann*adandengansuara*anglantangdiamem)entak.
1Su-)i(o-li.Kalianmasih)eranimelakukan ke+ahatandanmenawandua orang )ocahitu6
Ha*okalian)e)askanmereka./
0-ciutentusa+asegeramengenaldara rema+aitudanwa+ahn*ati)a-ti)a)ero)ah
pucat.8epatdiamenolehkearahduaorangpemudatanggungit=.0kantetapidua
orangpemudakem)arituhan*asalinglirikdan)ersikap)iasasa+a, sikap*ang
menun+ukkan)ahwa merekatidakmengenal daracilik*angmenghadangitu. 0-ciu+ugame-
nolehkekanankiri,merasangeri karenamengira)ahwatentu
daraitumuncul)ersamadenganSuling ;mas,sastrawanmuda *ang
mem)uatdiadantigaorangsucin*atak)erda*a.
(elihat0-ciuhan*a)engong danmemandangkekanankiri,8iSianmem)en-
taklagidenganmarah.1Heii,apakah engkausudahmen+adituli6Ha*okau)e-
)askanduaorang)ocahitu.0pa engkauinginkugamparlagimukamusampai)engkak-
)engkak6/
=capan itu mengingatkan kepada 0-ciu akan penghinaan *ang diteriman*adari dara
rema+a ini. Sepasang matawanita cantik itu )erkilat seperti mengeluarkan api dan dengan
menahan rasamarah karena dia masih takut pada KamHong,dia)erkata, suaran*a
n*aring,1Bocah setan. Ha*o suruh 2endekar Suling ;mas keluar )icara dengan kami,
+angan engkau mengacau di sini. 0ku perca*a )ahwa 2endekar Suling ;mas tidakakan
selancangmumencampuri urusan kami *ang tiada sangkut-pautn*adengan dia./
8i Sian +uga seorang *ang amat cerdik. (elihat sikap 0-ciu itu, dia puntahu )ahwa
wanita itu masih merasagentar kepada Kam Hong, maka dia tersen*um. Biarpun Kam
Hong tidak )ersaman*a, namun dia tidak merasa takutkepada wanita itu, mengingat
)ahwa See-thian8oa-ong)eradadi)elakang)atu)esar, siap untuk melindungin*a.
1Hemm, 2aman Kam tidak datang)ersamaku, akan tetapi hal itu )ukan)erarti )ahwa
engkau )oleh mem)angkang terhadap perintahku. Ha*o kau)e)askan dua orang )ocah
itu./
(endengar ucapan ini, tentu sa+a 0-ciu men+adi girang )ukan main, 1Bagus.Sekarang
)ersiaplah engkau untuk mampus, )ocah setan./ teriakn*a dan
diasudahmenca)utpedangn*a.4alaupuntanpa pedang +uga dengan mudah diaakan
mampu mem)unuh 8i Sian, namunsaking marahn*a, dia menghunus pedangn*a dan siap
mener+ang dara rema+a itu.
0kan tetapi pada saat itu ti)a-ti)aterdengar )un*i lengking n*aring *angtinggi sekali,
sedemikian tinggi suara itusehingga amat halus menggetarkan +antung. 0-ciu menahan
gerakann*a. Hatin*amemangmasih gentarterhadap KamHong dan kalau memang
pendekar itu)erada di situ, sampai )agaimana pun diatidak akan )erani men*entuh 8i
Sian.(aka, mendengar lengking *ang tidakwa+ar ini, wa+ahn*a )ero)ah dan +antungn*a
)erde)ar. Siapa tahu kalau-kalau)ocah setan itu menipu dan mem)ohong,pikirn*a dan
dia menoleh ke kanan kiri.
Ti)a-ti)a terdengar suara mendesis-desis dan )ermunculanlah ular-ular darisegala +urusan
datang ke tempat itu.
1=lar.....=lar.... ./2ara pemikul tandu)erteriak-teriakketakutan karenaamat)an*aklah
)inatang-)inatangitu)ermunculan dari segala tempat. =lar-ular )esar kecil dan
)ermacam-macamwarnan*a.
Dan ular-ular itu seperti digerakkanatau dikendalikan oleh suara melengking tinggi itu
langsung men*erang kepada 0-ciu dan para anggauta rom)ongan itu. 0-ciu
mengeluarkan seruan kaget dan meloncat ke )elakang. 8i Sian +uga tertawa dan sekali
meloncat dia telah menghampiri dua orang anak laki-laki *ang tertawan itu.
1Kalian +angan )ergerak keluar darisini./ katan*a dan dengan telun+uk tangankanann*a
dia menggurat tanah di sekeliling dua orang pemuda tanggung itu.
Sungguha+ai),ratusanekorular*ang)erkeliarandisitu,tidakseekorpun*ang)eranimelanggar
garis)ulat*angmengelilingi Si Kem)ar itu.
Keadaan rom)ongan itu men+adi kacau)alau. Karena takutn*a dan +i+ikn*a, para pemikul
tandu itu melepaskan tandu-tandumerekadan)erlompatanlahtiga orang wanita dari dalam
tiga )uah tandu*ang dilepaskan itu. Su-)i (o-li tentusa+a merasa +i+ik dan mereka
)erlompatan ke sana-sini menghindarkan diri dariser)uan ular-ular itu *ang makin
)an*ak)erdatangan ke tempat itu. 0kan tetapi,dua )elas orang pemikul tandu itu
kuranggesit gerakan mereka dan dalam waktusingkat mereka itu sudah tergigit ulardan
mereka )erteriak-teriak ketakutan.
Su-)i (o-li tidak tahu siapa *angmemanggil ular secara luar )iasa ini,akan tetapi mereka
maklum )ahwa di )elakang dara cilik *ang )engal itu terdapatseorang
sakti*angmem)antu.Tidak nampak2endekarSuling;masmem)antu, akan tetapi kini
muncul seorang aneh lain *ang dapat memanggildatang ular-ular sedemikian )an*akn*a.
0palagi melihat )etapa dara cilik itumampu men*elamatkan dua orang tawanan mereka
dengan menggurat tanah dengan telun+uk dan ular-ular itu
samasekalitidak)eranimenghampiridua orang pemuda itu, maklumlah Su-)i (oli )ahwa
orang sakti pemanggil ular itutentu ada hu)ungan )aik dengan dara cilik itu *ang tern*ata
+uga menguasaiilmu menaklukkan ular. Karena mereka )erempat masih +erih dan )elum
hilangrasa takutn*a terhadap Kam Hong maka kini melihat dua )elas orang pemikultandu
itu ro)oh semua, mereka men+adisemakin +erih dan dengan cepat, mempergunakan gin-
kang, mereka lalu )er loncatan meninggalkan tempat itu.
Setelah mereka pergi, )arulah See-thian 8oa-ong muncul. Kakek ini memang tidak mau
menanam )i)it permusuhan, maka dia tadi han*a menggerakkan ular-ularn*a tanpa
muncul sendiri.Kinidia sudah mengusir ular-ularn*a*ang meru)uh tu)uh dua )elas
orangpemikul tandu, dan )e)erapa kali tangann*a mengusap tu)uh orang-orang itu
*angtadikelihatansepertisudahmatiataupingsan.Sungguhaneh,)egitukenadi-
usapolehtangankakek?a+a=larinidua)elasorang itudapat)ergerakkem)alilalu)angkit.
12ergilahkaliandengantenang./kataSee-thian8oa-
ongdandua)elasorangitulalumenganggukhormat,lalupergidenganterhu*ung-
hu*ungmeninggalkantempat*angmengerikanitu.
Sementaraitu,8iSiansudahmeng-
hampiriGak>itKongdanGakGoatKong)erdua*angmasih)erdirididalam
lingkaran.8iSiantersen*umramahdan)erkata.1Kaliansudahter)e)asdari)aha*a,
)iarlahku)ukakan)elenggukeduatangankalian./
1>angansentuhaku./ ti)a-
ti)aGak>itKong)erseru,alisn*a)erkerutdansinarmatan*amemancarkan kemarahan.
1;ngkausilumanular./)entakGakGoatKong.
8iSianterke+utdanmelangkahmundur, matan*amemandangter)elalakdanmukan*a)ero)ah
merah.Dua orang)ocah kem)ar*ang telahdiselamatkann*a
itusekarangmalahmenghinan*a.0kantetapi,diamakin men+aditerke+utmelihatdua
oranganak laki-lakiituti)a-ti)amenggerakkantanganmereka dan....)elenggu-)elenggu
ituputussemua,kemudianpadasaat )erikutn*a,tu)uh keduaoranganakkem)aritu )ergerak
dan mereka sudah meloncat +auh dan tinggimelewati semua ular dan mereka lalu)erlari
sangat cepatn*a menu+u ke arah pergin*a Su-)i (o-li dan dua )elas orangpemikul tandu
tadi.
Tentu sa+a 8i Sian men+adi )engong.Dia terke+ut, heran dan +uga
penasaransekali.Kiran*aduapemudatanggungtadi )ukan sem)arangan, melainkan
memiliki kepandaian *ang cukup he)at, )ahkan +auh le)ih lihai daripada dia
sendiri.Ketikamematahkan)elenggu,
ketikameloncat,+elasnampak)etapatinggiilmukepandaianmereka.0kantetapimengapa
mereka tidak mem)erontak danmelawan ketika di+adikan tawanan6 Dan mengapa mereka
itu marah-marah kepadan*a *ang telah )erusaha menolong mereka6
Ti)a-ti)aterdengarsuara ketawa gelidi )elakangn*a. 8i Sian menengok danmelihat )ahwa
*ang tertawa adalah See-thian 8oa-ong.
1Kenapa kau tertawa6/ 8i Sian )ertan*a dengan suara seperti mem)entak karena hatin*a
terasa semakin mengkal.
1Ha-ha-ha, 8i Sian. Bukankah tadisudah kukatakan )ahwa kita tidak perlumencampuri
urusan orang lain6 Kaulihat,karena engkau mencampuri urusan mereka, maka engkau
han*a merasa kecewasa+a. Dua orang pemuda kem)ar itu )ukan orang sem)arangan, dan
tentu adase)a)n*a mengapa mereka mau sa+a ditawan oleh wanita-wanita itu. Dan
empatorang wanita itu pun lihai-lihai sekali./
10kan tetapi.... )ocah-)ocah tak kenal)udi dan kurang a+ar itu malah memakiaku siluman
ular./ 8i Sian )erseru dengan hati panas dan dia mengepal tin+u,kini kemarahann*a
)ukan lagi ditu+ukan kepada Su-)i (o-li, melainkan kepadadua orang pemuda tanggung
kem)ar itu.
(emang demikianlah. Kemarahan *ang mendatangkan ke)encian itu merupakanapi
dalam )atin *ang tidak dapat dilen*apkan dengan +alan menutup-nutupin*adengan
kesa)aran atau dengan menco)a untuk melupakan melalui hi)uran-hi)uran.Kalau kita
marah kepada seseorang, kepada isteri atau suami umpaman*a, lalu kita sa)ar-sa)arkan
dengan alasan-alasan*ang kita )uat sendiri, memang dapatkita men+adi sa)ar dan tenang.
0kantetapi, api kemarahan itu sendiri )elumpadam, masih )ern*ala di dalam )atin,han*a
tidak )erko)ar-ko)ar, tidak me ledak karena ditutup oleh kesa)aran *angkita ciptakan
melalui pertim)angan-pertim)angan dan akal )udi. Seperti apidalam sekam. Kalau
mendapatkan ketika, maka api kemarahan *ang masih )ern*alaitu akan )erko)ar lagi,
akan meledaklagi dalam kemarahan *ang mengam)ilsasaran lain, mungkin kita lalu
akanmarah-marah kepada anak kita, kepadapem)antu kita, kepada teman dan se)again*a.
(aka kita akan terperosok kedalam lingkaran setan *ang tiada )erkeputusan, marah lagi
)ersa)ar lagi, marahlagi, )ersa)ar lagi dan seterusn*a, melakukanperangterhadap
kemarahan *angpada hakekatn*a adalah diri kita sendiri.Ter+adilah konflik di dalam )atin
*angterus-menerus antara keadaan kita *angmarah dan keinginan kita untuk tidakmarah.
0kan ter+adi hal *ang sama sekali)er)edaapa)iladiwaktu kemarahantim)ul kita han*a
mengamatin*a sa+a. (engamati tanpa penilaian )uruk atau)aik, tanpa men*alahkan atau
mem)enarkan. Ini )erarti tanpa adan*a aku atausesuatu *ang mengamati, karena
)egituada si aku *ang mengamati, sudah pastitim)ul penilaian dari si aku. >adi *angada
han*alah pengamatan sa+a, mengamatidanmen*elidiki kemarahanitu,mengikuti segala
gerak-gerikn*a penuhperhatian. 5ang ada han*a 2;?H0TI07sa+a,tanpa ada *ang
memperhatikan.2engamatan tanpa si aku *ang mengamati inilah *ang akan melen*apkan
ataumemadamkan api kemarahan itu, tanpaada unsur kesenga+aan atau da*a upa*a untuk
memadamkan.
Dari manakah tim)uln*a ke)encian6
Kalau kita semua mem)uka mata memandang, akan nampak +elas )ahwa )encitim)ul
karena si aku merasa dirugikan,)aik dirugikan secara lahiriah, misaln*adirugikan uang,
kedudukan nama dan sehagain*a, maupun dirugikan secara )atiniah, seperti dihina,
di)ikin malu danse)again*a.Karenamerasadirugikan,maka tim)ullah kemarahan *ang
melahirkanke)encian.Ke)encianini sepertiracun menggerogoti )atin kita, menuntut
adan*a pem)alasan, ingin mencelakakanorang *ang kita )enci, menim)ulkan perasaan
sadis *ang dapat dipuaskan olehpenderitaan dia *ang kita )enci sehingga tidak+arang
mendatangkan per)uatan-per)uatan ke+am *ang kita lakukan terhadap orang *ang kita
)enci demi untuk memuaskan dendam.
Ke)encian ini dipupuk oleh pikiran*ang)eker+adan*angsi)ukterus,mengoceh, menilai,
mendorong, menarik,mengendalikan. Kadang-kadangpikiranmem)enarkan ke)encian
dengan )er)agaidalih, kadang-kadang pula men*alahkan.Ter+adilah konflik )atin ini
mem)oroskanenersi)atin.2em)orosan enersi )atin inimemupukdanmem)erikelangsungan
kepadake)encianitu,karenapikiran)eker+a terusmengingat-ingat dan meng hidupkan
segala hal *ang ter+adi, *angmerugikan kita danmendatangkan ke)en cian itu. 2adahal
ke)encian itu adalahakusendiri,ke)encianadalahpikiranitulah. 2ikiran menciptakan aku
dan karena aku dirugikan, tim)ullah )enci. >adi)enci dan aku tidaklah terpisah.
Kalaupikirantidak)eker+auntuk menilai, kalau *ang ada han*a pengamatanterhadap
ke)encian itu, )erarti pikiranmen+adi hening,pengamatantanpapenilaian terhadap
ke)encian, maka ke)encianakankehilanganda*agerak,akan kehilangan pupuk, kehilangan
kelangsungan *ang dihidupkan oleh pikiran*ang menilai-nilai. Dan kalau sudah )egitu,
maka kemarahan, ke)encian akanlen*apdengan sendirin*a,sepertiapi*ang keha)isan
)ahan )akar. 2ikiran *angmengingat-ingat dan menilai-nilai itulahmerupakan )ahak
)akar.
Baik ke)encian itu merupakan ke)encian perorangan, ke)encian demi suku,demi )angsa,
dan se)again*a, pada hake katn*a adalah sama, karena di situ tentuterkandung si aku
*ang merasa dirugikan.Si aku dapat )erkem)ang men+adi sukuku,)angsaku, agamaku,
keluargaku, dan selan+utn*a.
Kem)aliSee-thian8oa-ong tertawamendengargadisitumarah-marah.1(engapa marah6
;ngkau muncul di antara ratusan ekor ular, tentu dua orangmuda kem)ar itu mengira
)ahwa engkau adalah siluman ular./
10h, kalau )egitu, 8oa-ong, aku tidaksudi )ela+ar ilmu ular./ kata 8i Sian dandia pun
lalu men+atuhkan diri duduk diatas tanah sam)il menggosok kedua matan*a. Hatin*a
sakit sekali dimaki orangse)agai siluman ular tadi.
See-thian 8oa-ong tersen*um le)ar.10ih, 8i Sian, mengapa engkau mempedulikan amat
segala pendapat orang lain6Dise)ut ?a+a =lar seperti aku, atau Siluman =lar, atau
se)utan apa pun, apakahartin*a6Ituhan*a se)utan *angdiucapkan oleh )i)ir sa+a, han*a
kata-kata kosong.5ang pentingadalahper-
)uatankitadalamhidup.0paartin*adise)utdewakalau tindakann*ale)ih+ahatdaripadasetan6
Se)alikn*a,apa salahn*adimaki orang se)agaii)liskalau hidupn*amelalui+alan)enar6/
Seoranganakperempuan*ang)iasadiman+aseperti8iSian,manadapatmenangkap
ucapansepertiitu6
12ula,kalautidakadasaha)at-saha)atulartadi*angmem)antu,apakaukiraempatorangwanita
itumaumelarikandirimeninggalkanengkau6/
8iSiansadarkem)alidandiadapatmelihat)etapapentingn*akepandaianmenguasaiular-
ularitu*angsewaktu-waktudapatdipakaimem)eladiridanmelindungi
keselamatann*adarigangguanorang-orang+ahat.(akadia )erhentimenangis. 1Su-)i(o-
liitu+ahatsekali.(erekapernahmengakukepada2amanKam)ahwa merekaadalahutusandari
Sam-thaihouw.;ntahsiapa Sam-thaihouwitu./
See-thian8oa-ong+ugatidakmengertidan merekalalumelan+utkanper+alananmereka.8iSian
tidak dapatmengingatlagi+alan*angamatsukardan)erkeliling itu.(elaluicelah-
celah+urang*angamatcuram,menurunite)ingdanmendaki)ukit-
)ukit.Kalau)ukanorang*angsudah)enar-)enarhafalakan+alandisitu,
tidakakanmungkindapatmengun+ungitempatini.0gakn*a See-thian8oa-
ongsudahhafalakan+alandisitudan)e)erapahari kemudian, setelah mengelilingi
se)uahgunung )esar, )arulahmereka ti)a di per)atasan tempat *anghendak dikun+ungi
kakek itu.
17ah, inilah per)atasan *ang )eradadi se)elah )awah 3em)ah Suling ;mas.Di atas sana
itulah lem)ah gunung itu,dan kalau tidak tahu +alan rahasia menu+u ke sana, +angan harap
dapat mengun+ungin*a.Kecualimen*e)erangi+urang*ang harus menggunakan +em)atan
tam)ang*ang han*a dapatdipasang ataskehendak tuan rumah. 4anita *ang men+adi
lawanku itu tinggal di )awah sini.Hati-hati, +angansem)rono, kita sudahmemasuki daerah
kekuasaann*a./
1Daerahkekuasaan*angkause)ut8ui-)engSian-li6/tan*a 8i Sian E )er)isik dan kakek itu
mengangguk.
(ereka ma+u terus di sepan+ang dinding gunung *ang amat tinggi. Ketikamereka
menikung, ti)a-ti)a mereka mendengarsuara orang )erkelahi. Dari +auhsudah nampak
)ahwa *ang )erkelahi ituadalah seorang gadis cantik +elita melawan seorang pemuda
tanggung *ang )erpakaian pem)uru, memegang )usur dengan tangan kiri dan di
punggungn*atergantung tempat anak panah. Biarpunpemuda tanggung itu kelihatan kuat
danmempergunakan sen+ata )usur di tangankiri untuk melawan, namun tern*ata
diaterdesakhe)at oleh pukulan-pukulan wanita cantik itu *ang menggunakan
keduatangann*a *ang di)uka dan dimiringkan,mem)acok-)acok seperti dua )atang pe-
dang atau golok. Dan See-thian 8oa-ong terke+ut )ukan main melihat )etapasam)aran
tangan wanita cantik itu mengeluarkan suara )ercuitan, tanda )ahwasin-kangn*a telah
kuat sekali.
Sementara itu, setelah ti)a dekat dan dapat melihat mereka dengan +elas,
8iSiansegeramengenalpemuda pem)uruituse)agai pem)urumuda*angpernah
menolongn*aketikadiahendakdi)unuholehSu-)i(o-lidahulu.
(aka,tanpadiminta,diasudahmeloncatkedepandanmem)entaksam)ilmen*erangwanitacan
tikitu.Barusa+adiamarah-marahkepadaSu-)i(o-lidanwanitaitupuncantik,
usian*atentusudahduapuluhlimatahun, )iarpun+auhle)ihcantikdi)andingkanSu-)i(o-
li,akantetapiadapersamaann*a,*aituseorangwanitadewasa.*ang cantik.
12erempuan+ahat,+angankauganggusaha)atku./ Sam)il )erteriak demikian 8iSian sudah
mener+ang ma+u dan memukulwanita itu kalang-ka)ut. Tentu sa+a wanita itu men+adi
terke+ut, akan tetapi diatersen*um menge+ek melihat )ahwa serangan 8i Sian itu )iasa
dan tidak )er)aha*a. Dengan mudahn*a wanita cantikitu mengelak dan se)elum 8i Sian
men*erang lagi, pemuda tanggung itu sudah)erserukepadan*a sam)ilmelompat keluar
dari kalangan pertandingan.
1;h, 7ona, harap +angan salah sangka.
Kami han*a saling mengu+i kepandaian,)ukan )erkelahi./
(endengar ini, tentu sa+a 8i Sian+uga tidak melan+utkan serangann*a dandia memandang
dengan heran. Siapakahdua orang itu dan mengapa mereka )erada di tempat sun*i itu dan
mengaduilmu silat6
8i Sian tidak keliru mengenal orang.(emang pemuda tanggung itu adalah SimHong Bu,
pemuda pem)uru *ang kinitelahmen+adimuridkeluarga8u di3em)ah Suling ;mas itu.
Dan )aru sekarang dia )ertemu dengan wanita cantik*ang mengadu ilmu silat dengan dia,
dan)elum dikenaln*a )enar sungguhpun tadiwanita itu telah memperkenalkan
diri.Setelah tinggal di 3em)ah Suling ;mas,mulailah Hong Bu )erlatih ilmu silat,*aitu
dasar-dasar ilmu silat tinggi keluarga itu di )awah pimpinan 8u SengBu dan 8u Kang Bu
*ang merupakan >isuhu dan Sam-suhu )agin*a, *aitu guruke dua dan guru ke tiga. 0kan
tetapipemuda tanggung ini tidak pernah melupakankesenanganmem)uru
)inatang*angtelahmen+adi peker+aann*asemen+akdiakecil,makadi
waktuterluangdiaselalumem)awa)usurdananakpa-
nahuntukmem)uru)inatangdisekitarlem)ah, dan hasil )uruann*a lalu diserahkan peker+a
di dapur untuk dimasak danuntuk hidangan sekeluarga 8u. 2ada pagihari itu, ketika dia
)er)uru dan ti)a diper)atasan lem)ah*ang han*a dapatditempuh melalui +alan rahasia
*ang han*a dikenal oleh orang-orang 3em)ahSuling ;mas, dan *ang telah di)eritahukan
kepadan*a pula, ti)a-ti)a dia melihatwanita cantik itu.
Keduan*a terke+ut. Hong Bu segeramen+adicurigakarenamenurutparagurun*a, tidak )oleh
ada orang luar memasukidaerah3em)ahSuling;mas. 2ula, daerah itu merupakan daerah
rahasia *ang tidak dikenal orang luar, )agaimana tahu-tahu ada wanita cantik muncul di
situ6/
1Siapaengkau6/tegurn*a.1Berani)enar engkau memasuki daerah 3em)ah Suling ;mas
tanpa i+in./
4anita cantik itu +uga kelihatan terke+ut dan heran, apalagi melihat sikappemuda
tanggungitu seperti seorangpem)uru, maka dia menduga )ahwa pemuda itu tentulah
seorang pem)uru *angsalah +alan. 5ang mem)uat dia terheran-heran adalah teguran
pemuda itu, seolah-olah pemuda itu )erhak mengatur oranglain *ang )erada di tempat
itu. 4anita itu tersen*um menge+ek. 1;h, )ocah lancang. ;ngkaulah *ang lancang )erani
memasuki daerah terlarang ini. Siapa engkau6/
(elihat sikap ini dan mendengar pertan*aan itu, Hong Bu men+adi ragu-ragu. Dia )elum
lama men+adi penghunilem)ah itu dan )elum mengenal )etulsemua anggauta keluarga
ma+ikan lem)ah. Siapa tahu kalau-kalau wanita cantik ini +uga merupakan seorang
anggautakeluarga, atau seorang murid, atau seorang pela*an. (aka dia pun )ersikaphalus
dan cepat-cepat memperkenalkandiri. 10ku adalah murid dari ma+ikanlem)ah ini./
4anita itu tersen*um le)ar dan nampak cantik sekali, akan tetapi
sikapn*amemandangrendah.10ih,kiran*aengkaukah*ang datang)ersama5etiitu6
Su)otelah)erceritatentangdirimu.Bukankahengkau*ang)ernamaSimHong Buitu6/
1Benar..../HongBumen+adisemakin ragu karena dia*akin)ahwa wanitaini tentu keluarga
ataumurid darilem)ahitu.1Dan....siapakahengkau,8ici6/
10ku6;ngkauharusmen*e)utSuci9KakakSeperguruan:kepadaku.8ui-)eng Sian-
liTang8un8iuadalahSu)oku./
HongButerke+utmendengarini,dan+ugamerasaheran.Twasodariparagurun*aitu,*angdiahar
usmen*e)utSupek-)o,adalahseorang wanita*angmasih kelihatanmudadancantik. (urid-
n*a ini +uga seorang wanita dewasa *angcantik, dan kalau Supek-)o ituusian*akurang
le)ih tiga puluh tahun muridn*aini tentu sudah ada dua puluh lima tahun. 2antasn*a
mereka itu adalah kakak)eradik,)ukan guru danmurid.0kantetapi dia segera mem)eri
hormat.
10h, harap Suci maafkan, karena aku)elum mengenal semua keluarga,makaaku tidak
tahu )ahwa Suci adalah muriddari Supek-)o./
4anita itu tertawa. 1Tidak apa, Sute.0ku pun )elum lama men+adi murid Su)o. ;ngkau
sungguh )eruntung )isa men+adi murid 3em)ah Suling ;mas, )ahkanmenurut
Su)o,engkauakanmewarisipedang Koai-liong-pokiam.;ntah )agaimana sih lihaimu maka
engkau dipilih6Sute,kitaadalahorangsendiri.0kuadalah Sucimudan namaku
adalah5uHwi. >angan engkau sungkan, mari kita)erlatih se)entar karena aku ingin
sekalimengukursampaidimanakepandaiansilatmu./
10h, aku )elum )ela+ar apa-apa, Suci....1 Hong Bu )erkata.
0kan tetapi wanita itu mendesak dengan kata-kata *ang tegas. 1Sute, murid3em)ah
Suling ;mas tidak )oleh )ersikaplemah. 0palagi aku han*a ingin mengu+i mu, apa
salahn*a6 Ha*o, kausam)ut ini./Dan wanita itu lalu men*erangn*a. HongBu terke+ut
sekali karena gerakan wanitaitu sungguh amat lihai. (aka dia
cepatmengelakdanterpaksadiamela*anisucin*aitu.7amun,)iarpun diameng-
gunakan)usurn*ase)agaisen+ata,tetapsa+a dia terdesak he)at.
Tentu sa+a, karena wanita itu adalah5uHwi,*ang pernahmenggemparkandunia persilatan
dengan +ulukan 0ng-siocia. 2ara pem)aca kisah><D<H S;20S07G ?0>0403Itentu
masih mengenal wanitalihai ini. 5u Hwi adalah cucu dari Sai-cuKai-ong 5u Kong Tek
*ang semen+akkecildiculikdandiam)ilmuridolehHek-sin Touw-ong, ra+a maling *ang
luar)iasa lihain*a itu.
Seperti telah diceritakan dalam kisahSepasang >odoh?a+awali, dara cantik lincah 5u Hwi
*ang )er+uluk 0ng-siocia dansuka mengenakan pakaian merah muda ini, melarikan diri
dari depan kakekn*a ketika dia di)eritahu dan diperkenalkan kepada tunangann*a se+ak
kecil *ang )ukanlain adalah Kam Hong. Dia merasa malu,dan +uga cinta kasihn*a
terhadap 2endekar Siluman Kecil mem)uat dia merasakecewa, sungguhpun harus
diakuin*a )ahwa Kam Hong tidak kalah tampan
dangagahdi)andingkandengan2endekarSiluman Kecil. Dara *ang keras hati inimelarikan
diri dan tidak pernah kem)alilagi. Seperti telah diceritakan di )agiandepan dari cerita ini,
per)uatann*a itumem)uatKam Hong, calonsuamin*a*ang telah di+odohkan dengan dia
se+akmereka )erdua masih kecil, merana danpendekar ini rnencari-carin*a selama
limatahun tanpa hasil.
DanmemangdugaandanharapanKamHongitutidakkosong)elaka.?amai-ramai orang kang-
ouw *ang me nu+u ke Himala*a memang menarik +uga hati 5u Hwi. 5u Hwi adalah
seorangdara murid Si ?a+a (aling, dan dalamhal permalingan memang dia lihai
)ukanmain, maka mendengar )ahwa ada orangmencuri pedang pusaka dari istana
danmem)awan*a lari ke Himala*a, hatin*aamat tertarik dan dia pun ikut pula melakukan
penge+aran dan pencarian. Ingindia melihat siapa malingn*a *ang demi-
kian)eranidanlihai,dan ingin diamengu+i sampai di mana kepandaian maling itu. >uga, dia
tertarik untuk mempere)utkan pedang pusaka *ang menggegerkanduniakang-
ouwdan*angtelahmenarikhatisemuaorangkang-ouw untuk ikut-ikutan mempere)utkann*a
itu.
0khirn*a,dalamperantauann*akeHimala*a di mana dia tidak pernah )er+umpa dengan
orang-orang *ang mencarin*a, *aitu tunangann*a, Kam Hong, dankakekn*a, Sai-cu Kai-
ong, dia malah ti)adi per)atasan 3em)ah Suling ;mas itu tanpa disenga+a dia memasuki
daerahtempat tinggal 8ui-)eng Sian-li Tang8un 8iu di kaki gunung, di )awah lem)ah
itu.
Di tempat inilah )ertemulah 5u Hwidengan 8ui-)eng Sian-li Tang 8un 8iu. Ketika
mendengar )ahwa dara cilik ituadalah muridHek-sin Touw-ong *anghendak mencari
pencuri pedang pusaka,8ui-)eng Sian-li tertarik dan mengu+i kepandaiann*a. 5u Hwi
teke+ut )ukanmain, dan +uga kagum karena tern*atakepandaian pencuri ini +auh le)ih
tinggi daripada tingkat kepandaiann*a sendiri,)ahkan masih le)ih tinggi daripada
ilmukepandaian gurun*a, Si ?a+a (aling. (akatunduklah hati dara *ang keras ini dandia
pun mengangkat guru kepada 8ui)engSian-li*ang+ugamerasasukakepada 5u Hwi.
Demikianlah sedikit riwa*at dari 5uHwi *ang kini )ertemu suten*a, karenakeduan*a
adalah para murid-murid daripara tokoh 3em)ah Suling ;mas dandalam kesempatan itu,
5u Hwi senga+amengu+i kepandaian suten*a *ang dilihatoleh 8i Sian sehingga gadis cilik
initurun tangan hendak mem)antu Hong Bu.
Kini 5u Hwi *ang )erdiri di sampingHong Bu memandang kepada 8i Sian dankepada
See-thian 8oa-ong dengan alis )erkerut. 1Sute, engkau kenal mereka6/tan*an*a tanpa
menoleh kepada Hong Bu.
10ku tidak mengenal kakek itu, Suci,dan 7ona ini pernah ku+umpai di pegunungan
sal+u./
3ega rasa hati 5u Hwi. Kiran*a duaorang *ang datang ini )ukan keluargaatau saha)at
suten*a. (aka setelah memandang penuh perhatian, dia dapat menduga )ahwa kakek
gundul )otak *angdatang )ersama gadis cilik itu tentulahseorang *ang memiliki ilmu
kepandaiantinggi.(akadiapunmenghadapikakek itu dan )erkata dengan suara tegas.
1Kalian )erdua telah memasuki daerahkami *ang terlarang. Kalau hal itu kalianlakukan
tanpa senga+a, harap kalian segera pergi lagi secepatn*a meninggalkantempat ini. Kalau
disenga+a,harap katakan apa keperluan kalian datang ke sinidan siapa adan*a kalian
)erdua./
See-thian 8oa-ong tersen*um ramah.1(emang kami senga+a mendatangi tempat ini. 0ku
adalah See-thian 8oa-ong,hendak )er+umpa dengan 8ui-)eng Sian-li Tang 8un 8iu./
Terke+utlah 5u Hwi mendengar inidan dia men+adi semakin curiga. 1Sute,harap kau
pulang dulu, tidak )aik kalau sampai Su)o melihatmu di sini./
Hong Bu mengangguk. 1Baiklah, akupergi dulu, Suci./ Dan dia pun lalu menoleh kepada
8i Sian. Se+enak mereka)erpandangan. Kedua orang muda rema+aini semen+ak )ertemu
memang merasasaling suka, )ahkan )egitu )er+umpa mereka telah )eker+a sama
menghadapi Su-)i (o-li, maka rasan*a sekarang tidakenak dalam hati Hong Bu )ahwa
mereka)ertemu lagi dalam waktu sesingkat itu,tanpa ada kesempatan untuk )icara pan-
+ang le)ar.
17ona, kuharap keadaanmu akan )aikselalu./ akhirn*a Hong Bu )erkata.
1Terima kasih, kuharap engkau pun)egitu pula./ +awa) 8i Sian.
1Sute, pergilah....1desak5uHwi,mengingat akan pentingn*a urusan *angdihadapin*a.
Kakek ini +elas )ukan orangHan, melainkan seorang 7epal atau India, maka kini datang
mencari su)on*a, tentuada urusan *ang amat gawat. 0palagimelihat keadaan kakek itu
*ang menun+ukkan tanda-tanda seorang *ang )erilmutinggi.
Hong Bu mengangguk dan mem)alikkan tu)uhn*a, akan tetapi teringat )ahwadia )elum
)erkenalan dengan gadis cilikitu. (aka dia mem)alik lagi dan )erkatacepat, 17amaku
Sim Hong Bu./
8i Sian tersen*um. 1Dan namaku Bu8i Sian./
Kini Hong Bu mem)alikkan tu)uhn*a.1Sampai +umpa./ katan*a dan dia
pun)erlaricepatmeninggalkantempatitu,menghilangdi)alik )atu-)atu )esar.Dia harus
melalui +alan rahasia untuk kem)alike daerah 3em)ah Suling ;mas di atassana, +alan
rahasia terowongan *ang ha n*a diketahui oleh para penghuni 3em)ahSuling ;mas sa+a.
Sementara itu, 5u Hwilalu )erkata kepada See-thian 8oa-ong.
1Gurumu tidak )egitu mudah ditemui, dan dia tidak suka diganggu./
10ih, 7ona, agakn*a 7ona )elum )erada di sini tiga tahun *ang lalu makatidak
mengenalku. 0ku dan Gurumu sudah )er+an+i untuk sewaktu-waktu )ertemu di sini,
maka harap kau)eritahukankepada 8ui-)eng Sian-li )ahwa aku See-thian 8oa-ong datang
untuk memenuhi+an+i dan untuk mene)ak teka-tekin*a./
Tentu sa+a 5u Hwi *ang )elum pernah mendengar dari su)on*a tentang halitu merasa
heran sekali. 1(ene)ak teka-teki....6/
Selagi dia meragu, ti)a-ti)a terdengarsuara )isikan halus ter)awa angin memasuki
telinga, 15u Hwi, antarkan tamu-tamu itu ke dalam taman, aku menantidi sini./
1Baik, Su)o./ kata 5u Hwi dan diapun terke+ut sendiri karena maklum )ahwa suara
gurun*a itu dikirim melaluiilmu mengirim suara dari +auh dan *angmendengar )isikan itu
adalah dia seorang. 7amun suara itu sedemikian +elasn*a sehingga seolah-olah gurun*a
itu)erada di sampingn*a dan )icara kepadan*a.Demikian he)at kekuatankhi-kang dari
su)on*a itu. Karena merasamalu )icara seperti kepada diri sendiriatau kepada
)a*angan*ang tidak nampak, 5u Hwi cepat )erkata kepada kakekitu, 1Su)o minta
kepada kalian untukmenghadap kepadan*a di taman. Silakan./Dan 5u Hwi lalu
mem)alikkan tu)uhn*atanpa menanti +awa)an, lalu melangkahpergi.
1He)atmemangIlmu8oan-im-+ip-)it dari 8ui-)eng Sian-li./ kata kakek itudan kem)ali
5u Hwi terke+ut dan menduga-duga apakah kakek itu +uga
dapatmendengar)isikanSu)on*a60gakn*atidak mungkin karena sepan+ang penge-
tahuann*a, ilmu itu kalau dipergunakanhan*adapatdidengar olehorang*ang
ditu+un*a.Diamenolehdanmelihatkakekitu)ersama gadistanggungmengikutin*a.
5angdimaksudkantamanoleh8ui-)engSian-lidanmuridn*aituadalahse)uah
tempatter)uka*angmemang indah sekali. Di situ penuh dengan pohonakan tetapi karena
ketika itu musimdingin sedang he)at-he)atn*a, maka semua pohon kehilangan daunn*a
*ang tinggal han*a )atang dan ca)ang )erikutrantingn*a*angkinipenuh dengansal+u dan
es *ang menggantikan tempat daun dan )unga. Dan di sana-sini nampak )atu-)atu
terselaputes *ang aneh-aneh )entukn*a. Semua itu )erkilauandanmemantulkan
caha*a*ang)eraneka warna sehingga memang )enar-)enar merupakan taman *ang luar
)iasaaneh dan indahn*a. Di tengah taman ituterdapat se)uah kupel, *aitu )angunantak
)erdinding, di mana terdapat se)uahme+a )atu )erikut )angku-)angkun*a
*angmengelilingi me+a itu, +uga ter)uat dari)atu-)atu dan +umlahn*a ada delapan)uah,
cocok dengan me+a *ang )entukn*asegi delapan itu. Dan diatasse)uahdiantara )angku-
)angku itu nampak dudukseorang wanita cantik *ang )ukan lainadalah 8ui-)eng Sian-li
Tang 8un 8iu.
1Su)o, teecu sudah mengantar tamu-tamu datang,/ kata 5u Hwi *ang lalu)erdiri di
)elakang su)on*a.
4anita cantik itu memutar tu)uh danmemandang kepada See-thian 8oa-ong,lalu
memandang kepada 8i Sian. 4a+ah*ang cantik itu nampak suram seolah-olah di)a*angi
kedukaan atau kepahitanhidup. 0kan tetapi dia tersen*um ketika)ertemu pandang dengan
See-thian 8oa-ong.
1Duduklah, See-thian 8oa-ong./ katan*a lem)ut.
1Terima kasih, 8ui-)eng Sian-li./ +awa) kakek itu *ang segera duduk menghadapi
n*on*a rumah, terhalangme+a. 8iSian *ang tidak dipersilakan duduk tidakmau duduk dan
han*a )erdiri di )elakangkakek itu, seperti *ang dilakukan oleh5u Hwi. Gadis cilik ini
memperhatikan n*on*a itu dengan kagum. Tak disangkan*a)ahwadi tempat sun*i
sepertiini, tempat *ang terpencil dari keramaian dunia, dia dapat )ertemu dengan
duaorang wanita cantik seperti guru dan murid ini. Dan sama sekali dia
tidakpernahmengira)ahwa*angmen+adimusuh kakek itu, *ang naman*a
)egitumen*eramkan, tern*ata adalah seorangwanita *ang cantik +elita. 2adahal tadin*a
dia mem)a*angkan )ahwa nama itutentu dimiliki seorang wanita *ang
amatmen*eramkan.
1;ngkau sungguh merupakan seorangkakek *ang keras hati, 8oa-ong. Takkusangka
)ahwa kekalahanmu dahulu itu)enar -)enar kaute)us dengan mengasingkan diri sampai
sekarang dalam guha itu.Tiga tahun laman*a. Bukan main./
1Hemm, Sian-li. Seandain*a ketika ituengkau *ang kalah, apakah engkau +ugatidak akan
men+alani hukuman seperti*ang kita pertaruhkan )ersama6/
4anitaitu tersen*umpahit. 10kuragu-ragu apakah aku akan setekun engkau memegang
+an+i *ang kita )uat dalam keadaan marah itu, 8oa-ong. Sudahlah, )uktin*a engkau kalah
dan engkau)aru tiga tahun )ertapa di dalam guha itu. (asih kurang dua tahun lagi.
Kenapaengkau sudah keluar dan mencariku6/
1Karena sekarang aku sudah mendapat+awa)an teka-tekimu./
10h, )enarkah6 Hemm.... tidak mungkin./
18o)adengarlah,8ui-)engSian-li.0kan tetapi apakah +an+i pertaruhan itumasih )erlaku6/
1Tentu sa+a./
1>adi, kalau +awa)anku keliru, akuharus melan+utkan )ertapa di dalam guhaitu dua tahun
lagi, dan kalau)enarengkau tidak )oleh keluar dari tempat ini selama dua tahun./
15a,)egitulah,karena*anglimatahun itu telah lewat tiga tahun./
Kakek itu tertawa. 1Ha-ha, men*enangkan sekali. Sekali tersesat di daerah 3em)ah
Suling ;mas, aku mengalami hal-hal *ang amat menarik. 7ah, dengarlah.Teka-tekimu
dahulu itu merupakan pertan*aan )egini C0pakah per)edaan pokokantara cinta seorang
pria dan cinta seorang wanita6 Bukankah )egitu pertan*aanmu6/
1Tepat sekali. 7ah, kalau memangengkau tahu +awa)ann*a, +awa)lah./ 8ui-)eng Sian-li
Tang 8un 8iu menantang.
18ui-)eng Sian-li, per)edaann*a adalah )egini. 2ria adalah 5ang dan wanitaadalah Im.
2ria adalah kasar dan kuat,wanita adalah lem)ut dan lemah. 8inta seorang pria )ersifat
ingin mencinta,ingin men*enangkan, ingin meman+akan,ingin memiliki. Se)alikn*a cinta
wanita)ersifat ingin dicinta, ingin diman+akan,ingin disenangkan, ingin dimiliki. 5ang
lem)ut mengalahkan *ang keras, *anglemah menundukkan *ang kuat. Bukankah)egitu
+awa)ann*a6/
4a+ah *ang cantik itu ti)a-ti)a men+adi merah, lalu men+adi pucat, kemudianti)a-
ti)asa+adiamenutupimukan*adengan kedua tangan dan menangis. (elihat gurun*a
menangis demikian sedihn*a, 5uHwi terke+ut dan marah. 8epatdia melompat dan
men*erang kakek itusam)il mem)entak. 1Kakek i)lis, )eraniengkau mem)ikin susah
Guruku6/
Serangan 5u Hwi tentu sa+a he)at)ukan main. Biarpun )aru )e)erapa )ulandia men+adi
murid 8ui-)eng Sian-li dan)aru menerima sedikit petun+uk, akantetapi oleh karena
se)elumn*a memangkepandaiann*a sudah tinggi, maka )egitudia menggerakkan Ilmu
Kiam-toSin-ciang,terdengar suara )ercuitan danangin *ang amat ta+am men*am)ar
kearah kakek tinggi kurus hitam itu.
See-thian 8oa-ong maklum akan kelihaian dara itu, maka dia pun sudahmencelat mundur
dari )angkun*a dan)egitu 5u Hwi melancarkan pukulan maut)ertu)i-tu)idankedua
lengann*a ituseperti )eru)ah men+adi pedang ta+am*angmen*am)ar-
n*am)ar,kakekinihan*a mengelak dan kadang-kadang sa+amenangkis dengan lengann*a
*ang hitampan+ang.
1Hemm, )eginikah sikap orang *angkalah taruhan6/ See-thian 8oa-ong mendengus
danti)a-ti)a terdengar suaramelengking keluar dari dada melalui kerongkongann*a dan
tak lama kemudianterdengar suara mendesis-desis dan datangla
hratusanekorularketempatitudari segenap +urusan.
5u Hwi merasa terke+ut sekali akantetapi tentu sa+a dia tidak takut. Se)elum dia turun
tangan mem)unuh ular-ular itu, terdengar gurun*a mem)entak.15u Hwi, +angan lancang
kau. (undurlah./
5u Hwi tidak )erani mem)angkangdan dia menghentikan gerakann*a, lalumeloncat ke
)elakang gurun*a. 8un 8iusudah menghapus air matan*a dengansaputangan sutera,
kemudian )erkata kepadakakek itu. 18oa-ong, maafkanlah muridku.Simpankem)aliular-
ularmu*ang men+i+ikkan itu./
See-thian 8oa-ong tertawa dan ratusan ekor ular itu ti)a-ti)a mem)alik danmera*ap pergi
dari situ. Se)entar sa+a tempat itu men+adi )ersih dan hening,tidak terdengar suara
mendesis sepertitadi dan )au amis dari ular-ular )eracuntelah len*ap pula.
1Ha-ha, aku sudah terlalu tua untukmenggunakan kekerasan, maka terpaksaminta
)antuan ular-ular *ang men+adi saha)atku itu untuk menakut-nakuti./ katakakek itu.
1Hemm, siapa takut kepada ular-ularmu, 8oa-ong6 Dan kalau engkau melawan dengan
ilmu silatmu, mana mungkin muridku mampu )ertahan terhadapmu6Sudahlah,
engkaudatang )ukan untukmengadu ilmu silat, melainkan untuk mene)akteka-tekidan
tern*ata engkaumenang.>awa)anmu)enar, 8oa-ong.0kan tetapi, engkau seorang pria
*angselalu tidak pernah )erhu)ungan denganwanita, )agaimana engkau mampu men+a-
wa) dengan )egitu tepat6/ tan*a 8ui-)eng Sian-li sam)il mengusap kedua matan*a *ang
agak merah.
1Ha-ha, sungguhmati aku tadin*asama sekali tidak mampu men+awa) dan+angankan
harus )ertapa dua tahun lagi,)iar dua puluh tahun lagi aku pasti takkan mampu men+awa)
kalau tidak )ertemu dengan muridku ini. (uridku ini, Bu8i Sian, *ang telah
mem)antuku men+awa) teka-tekimu./
Tang 8un 8iu memandang ta+am kepada gadis cilik itu *ang +uga
menatapn*adenganpandangmata tidakkalah ta+amn*a. 1Hemm, 8oa-
ong,muridmuituse)enarn*a
masihterlalukeciluntukdapatmen*elamiperasaanwanita+atuhcinta.0kantetapidiamemiliki
kecerdasan he)at./
10ku )ukan murid See-thian 8oa-ong./ti)a-ti)a 8i Sian )erseru n*aring. Tang8un 8iu
memandang dengan heran sekali.Dia melihat 8i Sian )erdiri tegak dengansepasang mata
)erapi dan ti)a-ti)a diaseperti melihat seorang lain dalam dirigadis cilik itu.
1Kau.... kau she Bu6 0h, tidak salah lagi, engkau tentu anakn*a./ 8ui-)engSian-li
)erkata lirih dan sepasang mata*a ter)elalak. 1;ngkau.... engkau tentuputeri Bu-taihiap./
Ti)a-ti)a dia meloncat ke depan, mukan*a pucat sekali.1;ngkau.... serupa )enar dengan
I)umudan karena itu engkau harus mampus./
14uuuuttt...../He)at)ukanmain tamparan *ang dilakukan oleh 8ui-)engSian-li Tang
8un 8iu ke arah kepala 8iSian itu. 0ngin pukulan *ang dahs*atmen*am)ar dan agakn*a
n*awa gadiscilik itu takkan dapat tertolong lagi dariancaman maut.
1S*uuuut.... dessss./ Kedua orang saktiitu terhu*ung ke )elakang danSee-thian8oa-ong
tersen*um pahit sam)il )erkata.18ui-)eng Sian-li, apakah kita harus mulai mengadu
kepandaian lagi seperti tigatahun *ang lalu6 0pakah engkau hendakmenodai
nama3em)ahSuling;masdenganmem)unuhseoranganak-anak*ang tidak )erdosa apa pun
kepadamu6/
=capan itu mem)uat 8ui-)eng Sian-li tersadar dan dia punmenarik napaspan+ang, lengan
tangann*a masih tergetarhe)at oleh tangkisan kakek itu tadi,10hhh.... aku telah lupa
diri..... 0h, akumen*esal, 8oa-ong, dan se)agai hukumanku, aku akan menceritakan
kepadamusegala peristiwa *ang menimpa dirikudan mengapa aku )ersedih
mendengar+awa)an teka-tekimu dan mengapa akuhendak mem)unuh 7ona cilik ini./
Tanpamempedulikan)ahwa*ang mendengar ceritan*a )ukan han*a kakekitu seorang,
melainkan +uga 5u Hwi dan8i Sian, 8ui-)eng Sian-li Tang 8un
8iulalumenceritakanriwa*atn*a*angseharusn*amerupakanrahasia )agi seorangwanita,
akan tetapi kini dia ceritakankepada orang lain tanpa malu-malu,seolah-
olahhendakmem)ukarahasiake)usukann*a sendiri. (emang aneh-anehwatak dari orang-
orang dunia persilatan *ang telah mencapai tingkat tinggi itu.
Tang 8un 8iu adalah seorang wanita cantik *ang se+ak kecil telah memilikiilmu
kepandaian silat *ang tinggi karenadia )erguru kepada para pertapa di sepan+ang
per)atasan Ti)et. Bahkan akhirn*a di dalam usia tu+uh )elas tahun danmerupakan
seorang gadis *ang cantik danlihai )ec+umpa dengan 8u San Bu, seorang pendekar dan
tokoh )esar darikeluarga8upenghuni 3em)ah Suling;mas. 8u San Bu seketika +atuh
cintakepada dara *ang cantik manis ini dan akhirn*a mereka menikah. Kalau 8u San Bu
tergila-gila karena kecantikan 8un 8iu, se)alikn*a Tang 8un 8iu tertariksekali kepada
8u San Bu karena kelihaian pendekar ini *ang merupakan saudaratertua dari keluarga
8u. 2adahal, usia mereka )erselisih lima )elas tahun. Kalau Tang 8un 8iu merupakan
seorangdara rema+a )erusia tu+uh )elas tahun,adalah suamin*a itu telah )erusia tiga puluh
dua tahun. Setelah men+adi isteri8u San Bu, Tang 8un 8iu *ang amatsuka mempela+ari
ilmu silat itu memper olehkema+uanhe)at.Suamin*a *ang. amat mencinta itu
menga+arkan ilmun*a kepadaisterin*asehinggadalamwaktu )e)erapa tahun sa+a ilmu
kepandaian Tang 8un 8iu sudah sedemikianhe)atn*a sehingga tidak )erselisih +auhsekali
dari para kakak )eradik 8uitusehingga dia diterima se)agai seorangtokoh 3em)ah Suling
;mas pula.
0kan tetapi, mungkin karena per)edaan usia *ang terlalu )an*ak, atau karenamemang
watak mereka pun )er)eda, 8uSan Bu adalah seorang pendekar *angle)ih )a*ak
menahan nafsu-nafsun*a danle)ih )an*ak )ersamadhi, se)alikn*a Tang8un 8iu adalah
seorang wanita *ang)erdarahpanas,makadalamperni kahan itu Tang 8un 8iu merasa
kecewadan )an*ak menderita tekanan )atin.
Suamiituterlalu1dingin/ )agin*a se-
hinggaseringkalidiamerasatersiksaolehgairahnafsun*asendiri*angtidakterpuaskankarenas
uamin*a han*a amat+arang mau menggaulin*a. Dan karenaketidakserasian ini agakn*a
maka )iarpunsudahmenikah )ertahun-tahun mereka)erdua tidak mendapatkan keturunan.
(akin dewasa usia Tang8un 8iu,makin tersiksalah dia karena suamin*amen+adi semakin
tua dan semakin dingindalam hu)ungan +asmani. Ketika dia )erusia sekitar dua puluh
tu+uh tahun dan)agaikan )unga sedang mekar-mekarn*adan sedang panas-panasn*a
ge+olak )erahin*a,suamin*a*ang )aru)erusiaempat puluh dua tahun itu sudah +arangmau
mendekatin*a.
Keadaan seperti ini agakn*a tidakakan menim)ulkan apa-apa dan lam)atlaun Tang 8un
8iu tentu akan ter)iasadan dapat men*esuaikan diri dengan keadaan kalau sa+a tidak
muncul sepasangsuami isteri pendekar *ang datang )ertamu di 3em)ah Suling ;mas.
(ereka iniadalah sepasang pendekar *ang )erusiasekitar tiga puluhan tahun. 2endekar
itudikenal se)agai Bu-taihiap, dan isterin*aseorang wanita *ang cantik dan +ugamemiliki
ilmu kepandaian tinggi. Bu-taihiap sudah mengenal 8u San Bu, kakaktertua di antara
saudara-saudara 8u itu*angmemang merupakan satu-satun*aorang *ang sering kali
keluar dari 3em)ah Suling ;mas dan )an*ak merantau.
(ereka, suami isteri itu, diterimase)agai seorang saha)at, )ahkan merekaditahan untuk
tinggal di lem)ah itu selama mereka )elum menemukan tempat*ang )aik untuk )ertapa.
(emang suamiisteri itu datang ke 2egunungan Himala*a untuk )ertapa dan mempela+ari
ilmu*ang )aru sa+a mereka dapatkan. Danpada waktu itulah ter+adi godaan *angamat
he)atmenggerogotihati Tang8un 8iu *ang selalu kehausan cinta asmara itu. 4a+ah Bu-
taihiap *ang tampan,tu)uhn*a *ang gagah, amat menarik hatin*a dan mulailah terdapat
sinar-sinarcinta asmara )erkilatan dari pandangmata dan dari sen*umn*a terhadap sa-
ha)at suamin*a itu. Dan Bu-taihiap )iar pundiamerupakanseorang
pendekarsakti*angselain
)erilmutinggi+uga)er)atinkuat,tetapsa+amasihseorangmanusia)iasa,seorangmanusialaki-
laki*angmasihmudadanakhirn*adiapuntidak kuat menghadapi godaan sinar-sinarcinta
asmara *ang diko)arkan oleh Tang8un 8iu *ang kehausan kasih sa*ang dan
mendam)akan )elaian pria itu. 0pa *ang tak dapat dihindarkan lagi pun
ter+adilah.Ter+adilah hu)ungan *ang )iasan*a dinamakan per+inaan antara Tang 8un
8iudan Bu-taihiap.
Setelah menderita tekanan )atin selama )ertahun-tahun di samping suamin*a*ang kurang
memenuhi ke)utuhan +asmani dan perasaann*a, dan kini )ertemudengan seorang pria
muda *ang )erdarahpanas dan tidak kalah )esar gelora )erahin*a di)andingkan dengan
dirin*a sendiri, tentu sa+a Tang 8un 8iu )agaikanseorang *ang telah lama kehausan )er-
temu dengan sum)er air *ang segar. Takpuas-puasn*a dia meneguk air men*egarkan itu,
tak peduli lagi )ahwa *ang diminumn*a adalah air terlarang, 3upa dia)ahwa dia men+adi
isteri pria lain dan)ahwa pria *ang dipelukn*a penuh ko)aran api cinta asmara *ang
menggeloradan panas itu adalah suami dari seorangwanita lain.
Dan tidak aneh pula kalau pada suatu hari mereka tertangkap )asah. Semuaorang di
tempat itu, termasuk suamiTang 8un 8iu dan isteri Bu-taihiap, ada lah orang-orang lihai
*ang )erkepandaian tinggi, maka tentu tidak mudahdikela
)uhidanakhirn*aper)uatanmereka )erdua itu ketahuan.7amun, se)agaiseorang pendekar
)esar *ang tidak lagidima)ok)erahidan mudahdikuasai amarah, 8u San Bu tidak
menim)ulkankeri)utan. Bu-taihiap merasa malu sen-
diri.Kalauseandain*asuamiwanitaitumarah -marahdanmen*erangn*a, dia tidak akan
merasa demikian terpukuldan malu seperti sekarang ini. Sikap 8u San Bu *ang diam
seperti orang tidakmarah itu le)ih men*akitkan hati )agiBu-taihiap, karena mem)uat dia
kelihatan semakin rendah sa+a. (aka dia pun )erpamit dan pergi meninggalkan
3em)ahSuling;mas)ersamaisterin*a dansemen+akitutidakpernahnampaklagi
atauterdengar)eritan*a.
Berceritasampaidisini,Tang8un8iumeme+amkankeduamatan*adandiam sampai
)e)erapalama.Ketikadiamem)ukalagimatan*a,keduamata*ang+ernih ta+am itu agak
)asah. Dia menariknapaspan+ang.Dadan*a*angmasihmem)usung penuh itu naik turun.
1Sampai sekarang pun aku tak pernahdapatmelupakandia.0kumencintamendiang
suamiku, hatiku mencinta suamiku*angamat )aik kepadaku,akantetapi tu)uhku rindu
kepada Bu-taihiap./
Diam-diam muridn*a sendiri, 5u Hwi,men+adi merah mukan*a mendengarcerita su)on*a
dan )aca selengkapn*a FF
Diposkan oleh G=3H=S7IH#% di ?a)u, Septem)er ', 2''%
3a)elC 7aga Siluman 2