Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TIPS MEMBANGUN USAHA KULINER



Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah Kapita Selekta
Dosen Pembimbing : Widianto SE,MM





DISUSUN OLEH:

GAMSON M SILALAHI
113527015



AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
JL.IMAM BONJOL NO.41 ,KARAWACI TANGERANG BANTEN
TA 2013/2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Saat ini persaingan di dunia kerja semakin berat dan pengangguran semakin
bertambah banyak. Memaksakan pemerintah agar segera mengatasi pengangguran
dengan memperluas lapangan pekerjaan adalah hal yang mustahil. Pengangguran tidak
hanya berasal dari masyarakat yang tidak mempunyai keahlian dalam bidang tertentu
tetapi juga dari para karyawan-karyawan yang dipensiunkan secara dini oleh perusahaan,
baik perusahaan besar maupun kecil. Dengan demikian bisa dibayangkan berapa banyak
masyarakat Indonesia yang tidak mempunyai pekerjaan. Dalam hal ini harus ada
kesadaran dari seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mengatasi pengangguran
karena pemerintah hanya membantu dengan program-program pemerintahan seperti
UKM (Usaha Kecil Menengah), sementara itu yang harus menjalankannya adalah
masyarakat itu sendiri. Pemerintah berharap agar masyarakat tidak terpaku hanya sebagai
pencari kerja. Di era pasar terbuka saat ini masyarakat harus merubah pola pikirnya dari
pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan (entrepreneur).

1.2. Rumusan Masalah
Penulis merumuskan masalah Penulisan Makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana menjadi seorang entrepreneur yang baik dalam menjalankan usaha?
2. Apa yang harus dimiliki entrepreneur dalam menjalankan usaha?
3. Bagaimana konsep pemasaran dalam usaha rumah makan?

1.3 Maksud dan Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan dan batasan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai
adalah:
1. Mengetahui cara menjadi seorang entrepreneur yang baik dalam menjalankan
usaha.
2. Mengetahui hal-hal apa saja yang harus dimiliki entrepreneur dalam menjalankan
usaha.
3. Mengetahui konsep pemasaran yang dipakai dalam usaha rumah makan.


1.4 Manfaat Penulisan
Untuk itulah saya menyusun makalah ini untuk membahas tentang bagaimana
menjadi seseorang yang siap untuk menghadapi evolusi zaman yang perkembangannya
sangat cepat yaitu dengan menjadi seorang entrepreneur. Dan yang akan saya bahas
dalam makalah ini adalah mengenai usaha kuliner dan cara bagaimana mengembangkan
usaha kuliner dengan posisi kita sebagai entrepreneur bukan wirausaha maupun
wiraswasta..
Saya berharap penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa atau masyarakat
yang ingin menjadi seorang entrepreneur dan membuka lapangan kerja baru. Semoga
makalah ini memberikan bekal, motivasi, dan semangat untuk membangun sebuah
bisnis.
























BAB II
PEMBAHASAN

Dalam membangun sebuah usaha maka sebagai calon entrepreneur yang sukses
harus mengetahui apa arti dari entrepreneur? Apa yang harus saya lakukan untuk
menjadi seorang entrepreneur yang sukses dalam membangun usaha? Bagaimana cara
memilih usaha yang tepat untuk dijalankan? dan bagaimana cara mengembangkan usaha
itu?

2.1 Definisi Enterpreneur
Istilah entrepreneur selalu diartikan sebagai wirausaha, wiraswasta, dan
pengusaha yang tentunya didalam istilah-istilah tersebut selalu berkaitan erat dengan
kata bisnis. Sebagai seorang awam yang tidak terlalu mengenal dengan benar apa
maksud dari entrepreneur selalu membenarkan istilah-istilah diatas. Tetapi sebenarnya
wirausaha dan wiraswasta berbeda dengan entrepreneur. Wirausaha berarti wira berani
dan usaha (bahasa melayu) yang bila diartikan berarti seseorang yang berani usaha
tanpa memperhatikan berhasil atau tidaknya usaha tersebut. Sedangkan wiraswasta bisa
diartikan sebagai orang yang hanya bekerja disektor pemerintahan saja, sehingga bila
orang tersebut berani mengambil resiko dan keluar dari sektor pemerintahan, maka orang
itu disebut wirausaha. Bila kita melihat arti entrepreneur secara sejarah, maka kita bisa
menyimpulkan bahwa wirausaha dan wiraswasta itu adalah bagian dari makna
entrepreneurship. Entrepreneur itu sendiri memiliki kedudukan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan wirausaha dan wiraswasta. Jadi entrepreneur tidak bisa disamakan
dengan wirausaha maupun wiraswasta. Seorang entrepreneur tidak perlu disibukan
dengan masalah bisnis yang menyangkut masalah internal dari bisnis itu sendiri. Bila
menjadi entrepreneur kita bisa menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga,
menghadiri pesta pernikahan teman, dan lain-lain.
Ada beberapa macam bisnis, diantaranya yaitu bisnis yang mengeluarkan modal
besar, modal kecil, dan bisnis yang dalam pengembaliannya modalnya cepat maupun
jangka panjang. Hal ini perlu diperhatikan bagi seseorang yang akan menekuni bisnis
tertentu sehingga dalam prakteknya tidak akan gagal ditengah jalan. Pilihlah dengan
tepat salah satu dari beberapa macam bisnis tersebut, karena seorang entrepreneur
memang diharuskan bisa menentukan pilihan yang tepat walau itu sulit. Seorang

entrepreneur harus bisa melihat suatu peluang dari perspektif yang berbeda dari orang
lain atau yang tidak terpikirkan oleh orang lain. entrepreneur yang berhasil adalah
entrepreneur yang mampu bertahan dengan segala keterbatasannya, memanfaatkan, dan
meningkatkannya untuk memasarkan (tidak hanya menjual) peluang tersebut dengan
baik serta terus menciptakan reputasi yang membuat bisnis itu berkembang.

2.2 Tahapan untuk menjadi Entrepreneur
Ada beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang
entrepreneur, antara lain:
1. Memutuskan
2. Memulai
3. Membangun
4. Memasarkan
5. Mewujudkan
Karena yang dibahas dalam makalah ini mengenai usaha kuliner, maka tahapan-tahapan
tersebut berhubungan dengan bagaimana proses membangun usaha kuliner (rumah
makan).
Dengan kata lain poin pertama dari tahapan tersebut telah terlaksanakan karena
telah diputuskan bahwa usaha yang akan dijalankan adalah usaha rumah makan.
Berikutnya adalah memulai usaha itu sendiri. Banyak orang merasa kesulitan dalam
memulai usaha, alasan pertama yang keluar dari mulut mereka adalah mengenai modal.
Semua orang pasti berpikir bahwa mereka tidak mempunyai modal, karena yang mereka
maksud dengan modal adalah hanya sebatas uang. Sebenarnya uang hanya 10% dari
semua modal yang dibutuhkan dalam memulai usaha. Uang memang diperlukan dalam
memulai bisnis, tetapi uang itu hanya menentukan besar atau kecilnya usaha yang akan
dijalankan. Mendapatkan modal berupa uang pada saat ini terbilang cukup mudah,
karena pemerintahpun telah mengadakan program peminjaman uang untuk memulai
usaha kecil atau menengah. Jadi uang bukanlah masalah lagi bagi orang yang akan
memulai bisnis. Selain uang masih ada lagi beberapa modal yang diperlukan dalam
memulai sebuah usaha. Berikut adalah modal yang bukan berupa uang tetapi wajib
dimiliki oleh semua orang yang akan memulai usaha.




1. Pengalaman
Pengalaman adalah modal yang paling penting dari semua modal yang diperlukan
dalam memulai usaha. Ini bisa digunakan sebagai titik sentral didalam menentukan
jenis usaha yang akan dijalani.
2. Pengetahuan
Dengan semakin banyaknya pengalaman maka pengetahuan juga akan
menyeimbanginya. Dengan pengetahuan diharapkan kita bisa menguasai pasar
dengan baik.
3. Skill
Bila mempunyai skill tertentu (dalam hal ini memasak) tentunya akan jauh lebih
baik lagi. Usaha yang dilandaskan oleh skill akan cepat pertumbuhannya
dibandingkan dengan usaha yang tidak dlandasi dengan skill.
4. Keberanian
Maksud dari keberanian disini adalah berani mengatasi rasa takut menanggung
resiko yang akan datang.
5. Kreativitas dan Inovasi
Buat masakan-masakan yang beda dari rumah makan lainnya. Gunakan kreativitas
untuk membuat resep-resep baru yang dapat menjadi ciri khas dari rumah makan
yang kita jalankan.
6. Gairah dan semangat
Dukungan semangat dari rekan-rekan juga merupakan modal yang tidak kalah
bernilainya dari sekadar modal uang.

2.3 Tips Membangun Usaha Kuliner
Modal telah kita miliki, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah
membangun usaha yang baru kita mulai. Dalam membangun usaha kuliner sebaiknya
perhatikanlah beberapa tips berikut ini.
1. Pilih lokasi yang strategis
Pilih lokasi yang sestrategis mungkin agar banyak orang mudah mengunjungi
rumah makan kita. Biasanya tempat yang strategis yaitu di dekat kantor, kampus, pinggir
jalan raya, dan tempat-tempat yang selalu dilalui oleh orang-orang yang beraktivitas di
luar rumah. Tempatnya tidak perlu terlalu besar dulu, sesuaikan dengan modal dan
toleransi Anda menghadapi risiko usaha. Desain rumah makan kita dan buat tempat yang
senyaman mungkin, bila kita mempunyai konsep dalam hal mentata ruangan itu lebih

bagus. Misalnya tempat dari rumah makan kita bertema tradisional, maka atur ruangan
sedemikian mungkin untuk menyesuaikan dengan tema yang kita pakai. Ini juga akan
menambah nilai plus dari para pelanggan yang mengunjungi rumah makan kita
2. Harus mementingkan rasa
Rasa adalah segalanya, karena itu penting sekali ada tukang masakan yang betul-
betul ahli dibidangnya. Juallah masakan yang terbaik dan bermutu tinggi. Jangan coba-
coba membuka rumah makan jika tidak ada juru masak yang hebat masakannya.
Sebaiknya kita lakukan beberapa kali percobaan tentang enak tidaknya masakan yang
akan dijual dengan melibatkan beberapa orang sebagai "konsumen". Setelah mereka
semua menyatakan enak, kita baru boleh membukanya.
3. Mengurus surat izin
Mengurus surat izin tidak sesulit yang dibayangkan. Surat izin wajib dimiliki bagi
siapa saja yang akan membuka usaha. Tentunya kita tidak ingin usaha kita digrebeg oleh
pihak berwajib karena tidak memiliki surat izin bukan? Bisa surat izin usaha dari RT/RW
atau keamanan setempat. Namun secara prinsip, yang saya maksudkan adalah berbadan
hukum yaitu dengan akte notaris. Hal ini sangat diperlukan bila usaha kita di pinggir
jalan raya dan melibatkan beberapa pekerja. Tidak perlu mendirikan PT atau CV,
misalnya cukup dalam status UD (Usaha Dagang) milik perseorangan.
4. Pemilihan nama
Sebaiknya bukan hanya mudah dikenal, tetapi juga akrab dan sesuai. Nama juga
jangan terlalu panjang dan harus mudah diingat. Harap diperhatikan juga untuk tidak
menganggap remeh persamaan nama dengan rumah makan lain. Sebab bisa
menimbulkan persengketaan. Perhatikannlah merek-merek yang sudah ada, lalu bikin
yang berbeda.

2.4 Cara Memasarkan Usaha Kuliner
Setelah semua itu sudah tertata rapi dalam suatu konsep yang matang, langkah
terakhir yang kita lakukan adalah memasarkan usaha rumah makan kita. Banyak cara
yang dapat dilakukan dalam memasarkan suatu usaha kepada konsumen, misalnya
melaui iklan, brosur, dan spanduk atau dengan memasang Papan Nama dengan ukuran
yang besar agar mudah dibaca. Papan nama harus berbentuk empat persegi panjang
dengan bagian panjang sisi bawah dan atas. Pilihlah huruf yang mudah dibaca dengan
warna dominan jika mata menatap dapat langsung menangkap informasi.
Sebelum Rumah makan dibuka, pasanglah spanduk dibagian depan dengan

memberitahukan bahwa rumah makan segera dibuka. Pemasangan spanduk dapat
ditambah dilokasi perkantoran yang menjadi sasaran rumah makan kita. Kalau
memungkinkan dapat pula dipasang melintang jalan didepan rumah makan tersebut.
Promosi untuk pembukaan dapat dilakukan menyebarkan brosur keperkantoran yang
menjadi target pasar. Pada hari pembukaan dapat diawali syukuran dengan mengundang,
kerabat dekat, teman teman, anak yatim piatu atau orang jompo yang tinggal didaerah
tersebut dengan tokoh masyarakat didaerah tersebut. Lakukan sedikit upacara sehingga
calon pelanggan dapat melihat keramaian dan memotivasi mereka untuk mencoba rumah
makan anda. Dengan potongan harga dan kedatangan para keeabat diharapkan banyak
tamu yang datang yang pafa akhirnya akan mengundang lebih banyak tamu yang datang.
Dengan demikian semua tahapan kini telah dilakukan, maka kita tinggal memetik
hasil dari usaha yang sudah kita bangun.




















BAB III
KESIMPULAN

Sama halnya dengan jenis bisnis lainnya, bisnis kuliner juga butuh proses yang
panjang untuk eksis dan menjadi pilihan pelanggan. Bisnis kuliner bergantung pada rasa
dan kepercayaan, oleh sebab itu tak ada ukuran seberapa besar kita harus memulai bisnis
ini.
Untuk membuka usaha diperlukan kemauan yang keras, perjuangan tak kenal
lelah, kesediaan menghadapi segala kemungkinan, selalu berproses pikir positif, telaten
dan ulet dalam melakukan pekerjaan, informasi dan konfirmasi harus selalu
mendapatkan, kreatif, ulet, telaten, sabar dan pantang menyerah.
















DAFTAR PUSTAKA
Ir. Hendro, dan Chandra W. W.. M.Com (IS). 2006. Be a Smart and Good
Enterpreneur, Jakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara.
http://www.perencanakeuangan.com/files/BisnisRMMakan.html
http://bisnisukm.com/tips-membuka-rumah-makan.html




















Pandawa FM, (Tanjungpinang)-- Memulai usaha makanan bisa dibilang gampang-
gampang susah, kalau dipikir sekilas terlihat gampang tapi ketika anda hendak
menjalaninya, terasa sedikit sulit, dengan berbagai macam hambatan yang bisa
mempengaruhi dan menurunkan semangat, pikirian, dan mental anda. Saya ingin
membagikan 10 tips memulai usaha makanan dengan urutan langkah-langkah yang pada
umumnya orang perlukan agar tidak kebingungan.

1. Kontrol Pikiran Anda
Jangan terlalu bersemangat, menggebu-gebu dan berasumsi terlalu panjang dan jauh, ini
adalah penyakit yang sering dialami oleh orang yang akan mulai berusaha, mereka
berasumsi terlalu banyak, sehingga tidak fokus, dan ketika memulai melangkah dan
mengalami hambatan, hasilnya kecewa.
2. Rasakan dan Bagikan
Anda harus melakukan survey dahulu sebelum memulai usaha makanan anda, tidak perlu
survey yang mahal seperti perusahaan besar, hal termudah dan cukup efektif adalah
rasakan dulu produk anda, apakah sudah cukup enak, kalau sudah, coba bagikan sample,
ke teman, saudara, dan tanya pendapat mereka, ingat, pendapat mereka bukan yang
utama, tapi bisa sebagai masukkan saja.
3. Tentukan Target Market
Penentuan ini berhubungan dengan harga, lokasi anda jual, media promosi, dan
bagaimana produk anda. anda perlu menentukan siapa sasaran konsumen anda, berapa
uang mereka yang bisa mereka keluarkan untuk membeli produk anda, kenapa mereka
mau membeli, bagaimana kemasan yang menarik untuk konsumen sesuai target market
anda, dan media promosi yang sesuai, serta kemudahan bagi konsumen tersebut untuk
mendapat produk anda.
4. Perencanaan Pelaksanaan
Anda tentu membutuhkan rencana langkah demi langkah, mana hal yang perlu
dikerjakan lebih dahulu dalam mengeksekusi apa yang sudah di susun untuk usaha
makanan yang akan anda mulai, buatlah sesederhana mungkin dengan gambar dan poin-
poin sehingga anda selalu ingat dan tidak ribet.
5. Mulailah dan Disiplin
Mulailah melaksanakan sesuai dengan rencana anda, cobalah untuk disiplin dan
konsisten dengan apa yang anda tulis, ada begitu banyak hal diluar yang bisa memecah
dan mengganggu sehingga anda bisa keluar dari rencana-rencana yang sudah anda tulis.
6. Nikmati Prosesnya

Proses dialami semua hal yang sedang memulai usaha, tidak ada seorang yang bisa
berhasil secara mendadak, anda harus sadar akan hal ini, dan dengan sabar melalui
proses, dan belajar disiplin. Pisau tidak menjadi runcing hanya diasah sekali.
7. Jaga Semangat Anda
Sering orang kecewa dan hilang semangat ketika menemui hambatan, mereka akan
kehilangan fokus dari rencananya, kedisiplinan juga hilang, mental menurun, dan
akhirnya rencana tidak terlaksana, hambatan adalah ujian, ini adalah hal biasa dan semua
orang mengalaminya. Alasan hanya timbul bagi mereka yang gagal, tetapi solusi dan
bagaimana sukses adalah bagaimana seorang pengusaha sukses sejati berpikir, dan pola
pikir ini harus anda tanamkan pada diri anda.
8. Coba dan Ukur
Jangan takut untuk mencoba strategi baru, media promosi yang baru, jangan hanya
terpaku pada asumsi anda, karena dengan mencoba, dan mengukur, anda akan semakin
tahu tentang psikologi dari konsumen anda.
9. Konsisten
Terus Konsisten dengan apa yang sudah anda lakukan, jaga hal ini, karena 90% usaha
gagal ketika mereka sudah dipuncak dan kehilangan kekonsistenannya
10. Fokus
Bagian yang paling penting adalah fokus pada usaha makanan anda, dengan begitu hasil
yang didapat akan lebih maksimal, ketika fokus sudah membuahkan hasil dan usaha
makanan anda sudah bisa menjadi mesin uang, maka perluasan usaha bisa dilakukan
untuk menciptakan sumber uang yang baru.