Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sorbitol pertama kali ditemukan oleh ahli kimia dari Perancis yaitu Joseph
Boosingault pada tahun 1872 dari biji tanaman bunga ros. Proses hidrogenasi gula
menjadi sorbitol mulai berkembang pada tahun 1930. Pada tahun 1975 produsen
utama sorbitol adalah Roguette Freres dari Perancis. Secara alami sorbitol juga
dapat dihasilkan dari berbagai jenis buah.
Sorbitol dinyatakan GRAS (Generally Recognized As Safe) atau secara
umum dikenal sebagai produk yang aman oleh U.S. Food and Drug Administration
dan disetujui penggunaannya oleh Uni Eropa serta banyak negara di seluruh dunia.
Mencakup Australia, Austria, Kanada dan Jepang (Suara merdeka, 2008).
Produksi sorbitol lokal selain untuk pemasaran dalam negeri juga sebagian
besar untuk diekspor. Ekspor sorbitol sejak tahun 1989 hingga tahun 1992
cenderung mengalami penurunan, hal ini diakibatkan semakin meningkatnya
permintaan dalam negeri. Sorbitol yang dikenal sebagai glusitol, adalah suatu gula
alkohol yang dimetabolisme lambat di dalam tubuh.Sorbitol dikenal juga hexitol
dengan rumus kimia C6H14O6.

Gambar 1.1 Struktur Kima Sorbitol
(perry, 1999)
Sorbitol diperoleh dari reduksi glukosa, mengubah gugus aldehid menjadi
gugus hidroksil, sehingga dinamakan gula alkohol. Glukosa dinamakan juga
dekstrosa atau gula pasir yang terdapat dalam : sayur, buah, sirup, sari pohon dan
bersamaan dengan fruktosa dalam madu. Glukosa merupakan hasil akhir pencernaan
pati, sukrosa, maltosa dan laktosa pada hewan dan manusia.
Sorbitol umumnya digunakan sebagai bahan baku industri barang konsumsi
dan makanan seperti pasta gigi, permen, kosmetik, farmasi, vitamin C, dan termasuk
industri tekstil dan kulit (Othmer, 1960).Berikut adalah kegunaan Sorbitol dalam
industri :
1) Bidang Makanan
Ditambahkan pada makanan sebagai pemanis dan untuk memberikan
ketahanan mutu dasar yang dimiliki makanan tersebut selama dalam proses
penyimpanan. Bagi penderita diabetes, sorbitol dapat dipakai sebagai bahan
pemanis pengganti glukosa, fruktosa, maltosa, dan sukrosa. Untuk produk makanan
dan minuman diet, sorbitol memberikan rasa manis yang sejuk di mulut.
2) Bidang Farmasi
Sorbitol merupakan bahan baku vitamin C dimana dibuat dengan proses
fermentasi dengan bakteri Bacillus suboxidant. Dalam hal lain, sorbitol dapat
digunakan sebagai pengabsorpsi beberapa mineral seperti Cs, Sr, F dan vitamin
B12. Pada konsentrasi tinggi sorbitol dapat sebagai stabilisator dari vitamin dan
antibiotik.
3) Bidang Kosmetik dan Pasta Gigi
Penggunaan sorbitol sangat luas di bidang kosmetika, diantaranya digunakan
sebagai pelembab berbentuk cream untuk mencegah penguapan air dan dapat
memperlicin kulit.Untuk pasta gigi, sorbitol dapat dipergunakan sebagai penyegar
atau obat pencuci mulut yang dapat mencegah kerusakan gigi dan memperlambat
terbentuknya karies gigi.


4) Industri Kimia
Sorbitol banyak dibutuhkan sebagai bahan baku surfaktan seperti
polyoxyethylene sorbitan fatty acid esters dan sorbitan fatty acid esters. Pada
industri polyurethane, sorbitol bersama dengan senyawa polyhidric alcohollain
seperti glycerol merupakan salah satu komposisi utama alkyl resin dan
rigidpolyurethanefoams. Pada industri textil, kulit, semir sepatu dan kertas, sorbitol
digunakan sebagai softener dan stabilisator warna.Sedangkan pada industri rokok
sorbitol digunakan sebagai stabilisator kelembaban, penambah aroma dan
menambah rasa sejuk.

Di Indonesia, pertama kali pabrik sorbitol didirikan pada tahun 1983 yaitu PT
Sorini yang berlokasidi Desa Ngerong, Gempol Pandaan (Pasuruan) Jawa Timur,
awalproduksi dilaksanakan pada bulan Januari 1987 dengan kapasitassebesar 5.000
ton/th, kemudian mengalami perluasan danpeningkatan investasi pada tahun 1988,
dengan kapasitasproduksi sorbitol jenis powder sebesar 1000 ton/th dan sorbitoljenis
liquid sebesar 19600 ton/th. Tahun 1991 kapasitas produksisorbitol jenis powder
sebesar 3500 ton/th dan sorbitol jenis liquidsebesar 26400 ton/th. PT Sorbitol Inti
Murni Corporation Tbk(Sorini) ,telah menguasai 35 % pangsa pasar sorbitol di
Cinasetelah mengakuisisi 100 % perusahaan sorbitol, hingga saat iniPT Sorini telah
menjadi produsen sorbitol terbesar di kawasanIndonesia. PT Khalista Chemical
Industries Ltd, Cina. Sebelumproses akuisisi, produsen bahan kimia ini hanya
menguasai 15persen pasar Cina. Sorbitol merupakan bahan kimia yangdigunakan
untuk pasta gigi, vitamin C, beberapa produk makananserta obat-obatan.Sorini
merupakan pemasok sorbitol terbesarkedua di Cina.Perusahaan asal Perancis, Rockett
masihmenguasai pasar sorbitol sebanyak 65 persen.Sorini sendirimerupakan anak
perusahaan dari AKR Corporindo (AKRA).Saat ini Sorini memiliki dua anak
perusahaan yang beroperasi, yaituSorini Towa Berlian, dan Saritanam Inti Pratama.
PT Sorini TowaBerlian Corporindo merupakan perusahaan patungan yangdidirikan
tahun 1994 bersama dengan Towa Chemical IndustryLtd dan Mitsubishi corporation,
saat ini memiliki kapasitasproduksi 65000 tpa. Saritanam pratama didirikan tahun
1993yang memproduksi tepung tapioka sebagai merupakan bahanbaku produk utama
perusahaan. Lokasi pabrik berada diPonorogo dengan kapasitas 50000 tpa, dan di
Lampung sebesar35000 tpa (Sorini Agro Asia Corporindo, 2008).
Produsen sorbitol kedua adalah PT. Sama Satria Pasifik(PT SSP) berlokasi di
Sidoarjo, Jawa Timur. Pada awalnyaperusahaan ini mengajukan permohonan untuk
mendirikan pabrik tepung tapioka pada tahun 1989 namun karena industri tepung
tapioka merupakan industri yang berpotensi menyebabkan pencemaran tinggi, maka
pada tahun 1990 perusahaan ini mengajukan perubahan jenis produksinya menjadi
sorbitol dengan kapasitas 6700 ton/th. Trial produksi telah dilakukan sejak 1991.
tetapi produksi komersial dilakukan sejak tahun 1992. Sebagian hasil produksinya
telah diekspor ke Cina dan Filipina.
Produsen sorbitol ketiga adalah PT Budi Kimia Raya. Pabrik yang berlokasi di
Lampung ini telah melakukan produksi komersial sejak pertengahan tahun 1993
dengan kapasitas produksi sorbitol 6000 ton/th.
Tabel 1.1 Produsen Sorbitol Di Indonesia dan Kapasitasnya
Nama Perusahaan Lokasi Kapasitas Produksi
(Ton/Tahun)
PT Sorbitol Inti Murni Pasuruan 87000
PT Sama Satria Pasifik Sidoarjo 6700
PT Budi Kimia Raya Lampung 6000
Total kapasitas 99700
(Sumber : COPYRIGHT 2002 P.T. Data Consult, Inc)
Pasar ekspor sebenarnya menjadi prioritas utama bagi produsen sorbitol
Indonesia, karena selain importir luar negeri selalu membayar tunai, mereka juga
cenderung melakukan kontrak penjualan jangka panjang.Oleh sebab itu kompetisi di
pasar internasional dapat mendorong produsen sorbitol Indonesia selalu mengikuti
perkembangan produk dan teknologi di luar negeri.
Hingga saat ini sudah cukup banyak produsen sorbitol didunia. Produsen yang
paling besar antara lain Roquette Freres,Lille, Perancis; Nikken Fine Chemicals Co.,
Ltd., Japan, danTowakasei Kogyo Co.,Ltd., Japan dengan masing-masingberkapasitas
30000 metric ton/th. Di Amerika sendiripertumbuhan rata-rata produksi sorbitol
mencapai 6,3% di tahun1965 1974. Harga dari sorbitol liquid 70% di tahun 1955
1976berkisar antara $ 0,33 0,84 /kg.
Tabel 1.2 Produsen Sorbitol di Amerika dan KapasitasnyaTahun 1975
Nama Perusahaan

Kapasitas Produksi
(Metric ton / th )
ICI United States, New Castle, Del 56700
Hoffmann-LaRoche, Belvidere, N. J. 22700
Pfizer, Groton, Conn 18100
Lonza, Mapleton, Ill 15400
Merck, Danville, Pa 10000
Total kapasitas 122900
(Othmer, 1960)
Pabrik sorbitolakan dibuat dari bahan baku sirup glukosa dengan proses
hidrogenasi katalitik dan didirikan dengan alasan memberi peluang bagus dan
membantu pabrik sorbitol lain. Bahan baku sirup glukosa digunakan karena hal ini
didasari oleh beberapa kelebihan sirup glukosa dibandingkan sukrosa diantaranya
sirup glukosa tidak mengkristal seperti halnya sukrosa jika dilakukan pemasakan
pada suhu tinggi, inti kristal tidak terbentuk sampai larutan sirup glukosa mencapai
kejenuhan 75%. Sirup glukosa dibuat dari hidrolisis pati dan memiliki rasa manis dan
tidak berwarna ini terdiri dari glukosa, dekstrin, maltosa dan air. Penggunaan sirup
glukosa ini belum banyak berkembang di dunia Industri.
Kapasitas produksi sorbitol dengan bahan baku sirup ini diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan sorbitol yang semakin melonjak dan mengimbangi produksi
sorbitol di pabrik lain yang semakin berkurang. Oleh karena itu untuk memenuhi
kebutuhan dan pasar global sorbitol, maka pabrik sorbitol dengan bahan baku sirup
glukosa ini berusaha memenuhi kebutuhan sorbitol dalam negeri dan kebutuhan
sorbitol didunia dengan kapasitas pabrik sebesar 16000 ton/tahun.
1.2 Penetapan Kapasitas Produksi
Dalam pendirian suatu pabrik hal yang harus diperhatikan adalah analisa pasar
yang meliputi perkembangan informasi pasar sorbitol dan penentuan kapasitas dari
pabrik yang akan didirikan.
a. Perkembangan Sorbitol
Pasar ekspor sebenarnya menjadi prioritas utama bagi produsen sorbitol
Indonesia, karena selain importir luar negeri selalu membayar tunai, mereka juga
cenderung melakukan kontrak penjualan jangka panjang.Oleh sebab itu kompetisi di
pasar internasional dapat mendorong produsen sorbitol Indonesia selalu mengikuti
perkembangan produk dan teknologi di luar negeri. Sesuai dengan kontrak ekspornya,
produsen sorbitol Indonesia memperoleh pembebasan dari bea impor bahan baku dan
bahan pendukung yang dibutuhkan dalam memproduksi sorbitol untuk tujuan ekspor.
Berdasarkan data ekspor statistik di Indonesia tahun 2009-2013, perkembangan
produksi sorbitol di Indonesia disajikan dalam Tabel 1.3
Tabel 1.3 Perkembangan Ekspor Sorbitol Tahun 2009-2013
Tahun Volume (kg/tahun)
2009 100188484
2010 84181728
2011 89065496
2012 82899200
2013 72574985
(Sumber : Badan Pusat Statistik, 2014)
Dari tabel 1.3 dapat dilihat jumlah ekspor pada tahun 2009 hingga 2013
cenderung menurun, hal ini dapat diakibatkan karena adanya peningkatan kebutuhan
dalam negeri yang cukup besar akibat perkembangan industri pemakai dan belum
seluruhnya dapat tepenuhi. Hal ini menyebabkan walaupun ekspor terus ditingkatkan,
namun hingga sekarang Indonesia masih terus melakukan impor.
Berdasarkan data statistik BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia pada tahun
2009-2013 diketahui kebutuhan impor sorbitol di Indonesia.
Tabel 1.4 Perkembangan Impor SorbitolTahun 2009-2013
Tahun Volume (kg/tahun)
2009 900597
2010 1750065
2011 3277815
2012 2054980
2013 3466476
(Sumber : BPS Indonesia, 2014)
b. Penentuan Kapasitas Pabrik
Untuk mendirikan pabrik sorbitol, ada beberapa yang harus diperhatikan dalam
penentuan kapasitas produksi, diantaranya :
Ketersediaan bahan baku
Kebutuhan pasar Indonesia terhadap konsumsi sorbitol, dan
Kebutuhan impor yang meningkat setiap tahunnya di Indonesia
Tabel 1.5 Kebutuhan Impor Sorbitol
Tahun
Impor Impor
Berat (kg/Tahun) Berat (Ton/Tahun)
2009 900597 900,597
2010 1750065 1750,065
2011 3277815 3277,815
2012 2054980 2054,980
2013 3466476
3466,476
(Sumber : BPS Indonesia, 2014)
Dari data impor pada tabel 1.5, dapat ditentukan kapasitas produksi pabrik
sorbitol pada tahun 2019 dengan menggunakan 2 metode, yaitu metode grafik dan
metode Least Square.
Metode Grafik
Metode grafik digunakan untuk memprediksi kebutuhan sorbitol pada tahun
tahun yang akan datang, dengan memplotkan tahun pada sumbu X dan kebutuhan
pada sumbu Y, akan didapat sebuah persamaan linier seperti grafik dibawah ini :

Gambar 1.2 Grafik Penentuan Kapasitas Sorbitol
Persamaan linier yang didapat dari grafik diatas adalah y = 543,67x -
1.091.024,95. Dengan persamaan ini dapat diprediksikan kebutuhan sorbitol pada
tahun 2019, dapat didilihat pada tabel berikut :
Tabel 1.6Perkiraan Kebutuhan Sorbitol Berdasarkan Metode Grafik
Tahun Berat (Kg/Tahun) Berat (Ton/Tahun)
2014 3926430 3926,43
2015 4470100 4470,1
2016 5013770 5013,77
2017 5557440 5557,44
2018 6101110 6101,11
2019 6644780 6644,78
y = 543.67x - 1,091,024.95
R = 0.64
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
J
u
m
l
a
h

(
T
o
n
)

Tahun
Dari tabel 1.6 dapat disimpulkan, berdasarkan perhitungan kapasitas dengan
menggunakan metode grafik, dapat dilihat bahwa kebutuhan sorbitol pada tahun 2019
di targetkan sebesar 6644,78 ton/tahun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sorbitol
pada tahun tersebut akan didirikan pabrik sorbitol dengan kapasitas 16000 ton/tahun,
dimana 40%diperuntukan memenuhi kebutuhan dalam negeri dan 60% akan
diekspor.
Metode Least Square
Selain menggunakan metode grafik, metode Least Square digunakan untuk
perbandingan hasil dari metode sebelumnya, dengan persamaan linear yaitu
Y = AX + B.
Tabel 1.7 Perhitungan Kebutuhan Sorbitol Secara Least Square
No. Tahun (x) Jumlah (kg)(y) (x.y) (x
2
)
(y
2
)
1 2009 900597 1809299373 4036081 8,11075E+11
2 2010 1750065 3517630650 4040100 3,06273E+12
3 2011 3277815 6591685965 4044121 1,07441E+13
4 2012 2054980 4134619760 4048144 4,22294E+12
5 2013 3466476 6978016188 4052169 1,20165E+13
Jumlah 10055 11449933 23031251936 20220615 3,08573E+13

A =


A = 543,67
B =


B = -1091024,95
Maka didapat persamaan sebagai berikut :
Y = AX + B
Y = 543,67X + (-1091024,95)
Berdasarkan persamaan diatas, dapat diperkirakan kebutuhan sorbitol untuk
tahun 2019, sebagai berikut :
Tabel 1.8 Perkiraan Kebutuhan Sorbitol Berdasarkan Metode Least Square
Tahun Berat (kg/Tahun) Berat (Ton/Tahun)
2014 3926430 3926,43
2015 4470100 4470,1
2016 5013770 5013,77
2017 5557440 5557,44
2018 6101110 6101,11
2019 6644780 6644,78

Dari tabel 1.8 dapat disimpulkan, berdasarkan perhitungan kapasitas dengan
menggunakan metode grafik, dapat dilihat bahwa kebutuhan sorbitol pada tahun 2019
di targetkan sebesar 6644,78 ton/tahun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sorbitol
pada tahun tersebut akan didirikan pabrik sorbitol dengan kapasitas 16000 ton/tahun,
dimana 40%diperuntukan memenuhi kebutuhan dalam negeri dan 60% akan
diekspor.
1.3 Bahan Bahu dan Produk
a. Perencanaan Bahan Baku
Bahan Baku Utama
Sirup glukosa adalah produk yang dibuat dengan cara hidrolisis parsial
dari pati, sirup glukosa yang mempunyai rasa manis dan tidak berwarna ini
terdiri dari glukosa, dekstrin, maltose dan air.
Tabel 1.9 Komposisi Sirup glukosa
Komposisi Spesifikasi
Glukosa 50 %
Maltosa 2 %
Air 47,9 %
Dekstrin 0,03 %
1. Glukosa
Glukosa adalah salah satu monosakarida sederhana yang mempunyai
rumus molekul C
6
H
12
O
6
. Kata glukosa diambil dari bahasa Yunani
yaitu glukus () yang berarti manis, karena memang nyata bahwa
glukosa mempunyai rasa manis. Nama lain dari glukosa antara lain
dekstrosa, D-glukosa, atau gula buah karena glukosa banyak terdapat
pada buah-buahan. Glukosa merupakan suatu aldoheksosa yang
mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan.
- Sifat kimia
Rumus Molekul : C
6
H
12
O
6

Berat Molekul : 180 g/ mol
Densitas : 1,54 g/ cm
3

Titik Lebur : 140 150 C
Titik Didih : 146 C
- Sifat fisik
Larut dalam air
Larut dalam etanol dan methanol
Berasa manis dan berfungsi sebagai sumber energi
2. Maltosa
- Sifat fisik
Rumus molekul : C
12
H
22
O
11

Densitas : 1,54 g/ cm
3

Titik lebur : 102 103 C
Titik didih : 2173 K atau 899,85 C
- Sifat fisik
Larut dalam air
Tidak larut dalam eter dan alkohol
(perry, 1999)
3. Dekstrin
- Sifat kimia :
Rumus molekul : C12H20O10
Berat molekul : bervariasi
Titik cair : 178 C
(perry, 1999)

Bahan Baku Pendukung
1. Hidrogen
- Sumber : PT. Samator Gas Industri
- Kenampakan : Gas
Sifat fisika dan sifat kimia hidrogen adalah sebagai berikut (keyes, 1975)
- Sifat Fisik :
Larut dalam air, alkohol dan eter
Tidak korosif
Mudah terbakar dan menimbulkan ledakan
- Sifat Kimia
Densitas : 0.0899 gr/lt
Specific gravity : 0.0694
Specific volume : 193 cuft/lb (21.1
o
C)
Titik didih : -252
o
C
Auto ignation temperature : 580
o
C
2. Katalis Raney Nikel
Katalis adalah substansi yang berfungsi untuk meningkatkan laju
reaksi kimia, pada temperatur tertentu, namuntidak menimbulkan reaksi
kimia terhadap katalis tersebut.Katalis membuat reaksi menjadi lebih cepat
karena perubahan yang mereka lakukan pada reaktan, yaitu dengan
caramenurunkan energi aktivasi (energi terkecil yang dibutuhkanuntuk
membuat suatu reaksi terjadi). Ada dua jenis katalis yangdikenal, yaitu
katalis heterogen dan katalis homogen. Katalisheterogen berada dalam fasa
yang berbeda dengan reaktannya,sedangkan katalis homogen berada dalam
fasa yang samadengan reaktannya. Katalis homogen secara umum
bereaksidengan satu atau lebih reaktan untuk membentuk senyawa
kimiaintermediate yang akan bereaksi untuk membentuk reaksi
yangdiinginkan. Raney Nikel adalah sejenis katalis padat yang terdiri
daributiran halus alloy nikel-alumunium yang digunakan dalamberbagai
proses industri. Ia dikembangkan pada tahun 1926 olehinsinyur Amerika
Murray Raney sebagai katalis alternatif untukhidrogenasi minyak nabati
pada berbagai proses
industri.Barubaruini,iadigunakansebagaikatalisheterogen pada
berbagaimacam sintesis organik, umumnya untuk reaksi hidrogenasi.


Gambar 1.3 Katalis Raney Nikel

Nikel Raney dihasilkan ketika alloy nikel-aluminium diberikan
natrium hidroksida pekat. Perlakuan yang disebut "aktivasi" ini melarutkan
keluar kebanyakan aluminium dalam alloy tersebut. Struktur berpori-pori
yang ditinggalkanmempunyai luas permukaan yang besar, menyebabkan
tingginya aktivitas katalitik katalis ini. Katalis ini pada umumnya
mengandung 85% nikel berdasarkan massa, berkorespondensi dengan dua
atom nikel untuk setiap atom aluminium. Aluminiummembantu menjaga
stuktur pori katalis ini secara keseluruhan. Secara makroskopis, nikel Raney
terlihat sebagai bubuk halusyang berwarna kelabu. Secara mikroskopis, setiap
partikel pada bubuk ini terlihat seperti jaring tiga dimensi, dengan ukuran dan
bentuk pori-pori yang tidak tentu yang dibentuk selama proses pelindian.
Nikel Raney secara struktural dan termal stabil, serta mempunyai luas
permukaan BET yang besar. Sifat-sifat ini merupakan akibat langsung dari
proses aktivasi, yang jugamengakibatkan aktivitas katalitik katalis yang relatif
tinggi (Welsh, 2005).
Menurut Othmer (1989) kandungan dari nikel Riney adalahsebagai berikut :
- Komposisi kimia
Ni, wt % : 96
Al,wt % : 4 (seperti Al
2
O
3
)
Densitas pada fase solid : 8.1 g cm
-3

Densitas partikel : 3.32 g cm
-3

Porosity : 0.59 cm
Pure Vol : 0.178 cm3g
-1


b. Perencanaan produk
Produk Utama
Produk utama dari pabrik ini adalah sorbitol, sorbitol merupakan
kelompok dari heksitol secara alami, dan sorbitoladalah senyawa monosakarida
polyhidric alcohol, ditemukan pada tahun 1868 di pegunungan berry dalam
konsentrasi 5-12%. Nama kimia lain dari sorbitol adalah hexitol atau glusitol
dengan rumus kimia C
6
H
14
O
6
. Struktur molekulnya mirip dengan struktur
molekul glukosa hanya yang berbeda gugus aldehid pada glukosa diganti
menjadi gugus alkohol.Dan pada umumnya sorbitol berada dalam tumbuhan.
Nama sorbitol diturunkan dari nama ilmuwan dari pegunungan ash, Sorbus
Aucuparia L. buah Rosaceae yang kata akan kandungan sorbitol, antara lain
:plums 1,7-1,4 % berat, pear 1,2-2,8% berat dan apel 0,2-1% berat. Didalam
buah dan daun-daun, sorbitol dibentuk sebagai bahan kimia intermediet di
dalam sintesa pati,selulosa, sorbuse atau vitamin C. Didalam hewan, sorbitol
dapat diketahui sebagai intermediet dalam absorpsi glukosa.
Zat ini berupa bubuk kristal berwarna putih yang higroskopis, tidak
berbau dan berasa manis, sorbitol larut dalam air, gliserol, propylene glycol,
serta sedikit larut dalam metanol, etanol, asam asetat, phenol dan acetamida.
Namun tidak larut hampir dalam semua pelarut organik.Sorbitoldapat dibuat
dari glukosa dengan proses hidrogenasi katalitik bertekanan tinggi.
Sorbitolumumnya digunakan sebagai bahan baku industri barang konsumsi dan
makanan seperti pasta gigi, permen, kosmetik, farmasi, vitamin C, dan termasuk
industri textil dan kulit.
Sifat- sifat Sorbitol meliputi:
- Sifat kimia
rumus kimia : C
6
H
14
O
6

Specific gravity : 1.472 (-5 C)
Titik lebur : 93 C (Metasable form) 97,5 C
(Stable form)
Titik didih : 296C
Kelarutan dalam air : 235 gr/100 gr H
2
O
Panas Pelarutan dalam air : 20.2 KJ/mol
Panas pembakaran : -3025.5 KJ/mol
- Sifat-sifat fisik
Berbentuk kristal pada suhu kamar
Berwarna putih tidak berbau dan berasa manis
Larut dalam air,glycerol dan propylene glycol
Sedikit larut dalam metanol, etanol, asam asetat dan phenol
Tidak larut dalam sebagian besar pelarut organic

Sesuai dengan kontak ekspornya produsen sorbitol Indonesia memperoleh
pembebasan dari bea impor bahan baku dan bahan pendukung yang dibutuhkan
dalam memproduksi sorbitol untuk tuujuan ekspor.
Walaupun ekspor terus ditingkatkan, namun hingga sekarang Indonesia
masih terus melakukan impor.Impor sorbitol itu masih terus berjalan
dikarnakan beberapa hal, yaitu selain terjadi peningkatan konsumsi dalam negri
akibat perkembangan industry pemakaian juga karena masih dibutuhkan
sorbitol dengan spesifikasi tertentu belum diproduksi di Indonesia (CIC-
indochemical Edisi 288).
Sorbitol impor saat ini merupakan ancaman serius bagikedudukan sorbitol
local dipasar domestic. Oleh karna itu pemerintah member proteksi bagi
penduduk dalam negri, dengan bea masuk tambahan sebesar 5%.
Produk samping
1. Maltitol
Maltitol adalah hasil dari proses hidrogenasi maltosa. Banyak digunakan
dalam pembuatan makanan dan minuman bebas gula, karena memiliki
daya serap tinggi. Maltitol digunakan untuk membuat makanan dan
minuman untuk penderita diabetes, sedang menjalani diet, dan untuk
membuat makanan yang tidak merusak gigi.
- Sifat kimia
Rumus molekul : C
12
H
24
O
11

Berat molekul : 344.3124
Kepadatan : 1.69g/cm
3

Titik lebur : 149-152
Titik didih : 788.5C at 760 mmHg
Titik nyala : 430.7C
( www.chemnet.com)
1.4 Pemilihan Lokasi Pabrik
Untuk lokasi pabrik, secara geografis sangat menentukan kemajuan serta
kelangsungan dari industri tersebut, baik pada masa produksi maupun pada masa
yang akan datang, karena hal ini berpengaruh terhadap faktor produksi dan distribusi
dari pabrik yang didirikan. Pemilihan yang tepat mengenai lokasi pabrik harus
didasarkan pada perhitungan biaya dan distribusi yang minimal serta pertimbangan
sosiologi yaitu pertimbangan dalam mempelajari sikap dan sifat masyarakat disekitar
lokasi pabrik. Pabrik direncanakan berlokasi di Pulau Sumatra yaitu kawasan
industri yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.


Gambar 1.5 Gambar Denah Lokasi Pendirian Pabrik

Faktor utama pemilihan lokasi pabrik dalam proses pendirian pabrik sorbitol ini
adalah sebagai berikut :
1. Bahan baku
Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan sorbitol dipabrik ini adalah sirup
glukosa (dextrose). Sirup glukosa ini didapatdariPT. Associated British Budi,
karawang, jawa barat. Sedangkan untuk gas hidrogen didapat dari PT. Samator
Gas Industri, karawang, jawa barat.
2. Dekat dengan zona pemasaran
Sasaran pemasaran sorbitol ini ditujukan pada perusahaan-perusahaan besar
yang ada di sekitar Karawang dan Jakarta yang membutuhkan sorbitol sebagai
pemberi rasa manis, stabilitor kelembapan, penambah aroma, menambah rasa
sejuk, dan lain-lain pada produknya. Beberapa perusahaan besar tersebut seperti
PT.Unilever Indonesia, PT. Indofood Sukses Makmur, dan lain sebagainya.
Selain pemasaran didalam negeri, sorbitol ini akan di ekspor ke China sebagai
negara yang merupakan konsumen sorbitol nomor satu di dunia.
3. Transportasi
Letak pabrik yang strategis, memberikan kemudahan untuk transportasi darat
dari sumber bahan baku dan pasar. Selain dari segi penyediaan bahan baku itu
sendiri, dengan keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, dan rencana
pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang sendiri dapat mempermudah
pengiriman produk ke daerah dan negara tujuan pemasaran.
4. Penyediaan Listrik
Lokasi pabrik berada di kawasan industri Karawang, untuk kebutuhan listrik
dapat dicukupi dari PLN Karawang dan generator-generator (genset) yang
telah disediakan di pabrik.
5. Penyediaan air
Kawasan tersebut merupakan kawasan industri, sehingga kemudian pemenuhan
air proses lebih terjamin. Kebutuhan air berasal dari sumur dan PDAM
Karawang.
6. Tenaga kerja
Kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi dari daerah sekitar lokasi pabrik
maupun diluar lokasi pabrik yang jumlah dan keterampilannya sesuai dengan
kriteria perusahaan.

7. Keadaan lingkungan masyarakat
Keadaan masyarakat disekitar lokasi pabrik akan sangat mempengaruhi
pendirian suatu pabrik. Berdasarkan pengamatan disektor lokasi pabrik, sudah
terdapat fasilitas-fasilitas yang memungkinkan karyawan hidup layak, antara
lain sarana pendidikan, sarana ibadah, maupun sarana lainnya. Dan keadaan
sosial kemasyarakatan sudah terbiasa dengan lingkungan indutri.
1.5. Pemilihan Proses
Sorbitol dapat dibuat dengan berbagai cara dari berbagai jenis bahan baku,
dengan kondisi operasi serta konversi yang berbeda. Pembuatan sorbitol dari bahan
bakusirup glukosa melalui satu tahap proses utama yaitu:
1. Proses pengubahan glukosa menjadi sorbitol, ada 2 macam, yaitu:
a. Proses reduksi elektrolitik
b. Proses hidrogenasi katalitik
a) Proses Reduksi Elektrolitik
Industri sorbitol pertama kali dibangun pada tahun 1937 dan menggunakan
proses elektrolitik. Larutan D-glukosa atau disebut juga dekstrosa, yang juga
mengandung sodium sulfat dielektrolisis.Hidrogen yang berada pada katoda amalgam
mereduksi dekstrosa menjadi sorbitol. Pemurnian dan recovery larutan sorbitol
dilakukan dengan metode yang sama dengan yang saat ini digunakan.
Pada bagian elektrolisis ini dilengkapi dengan sumber arus yang tidak
berfluktuasi elektroda yang dipakai adalah amalgam sebagai katoda dan timbal
sebagai anoda sedangkan larutan yang dipakai NaOH dan Na
2
SO
4
. Pada prinsipnya
dekstrosa akan direduksi dengan H
2
sebagai hasil proses elektrolisis. Dari proses
tersebutakan menghasilkan sorbitol dan manitol. Manitol terbentuk karena sebagian
dekstrosa pada kondisi basa akan berubah menjadi fruktosa dan mannose sehingga
saat direduksi akan menjadi manitol.
Untuk proses reduksi elektrolitik faktor-faktor yang mempengaruhi hasil dan
kualitas yaitu densitas arus, konsentrasi, temperature, komposisi elektroda serta
elektrolitik dan promotornya.
b) Proses Hidrogenasi Katalitik
Proses pembuatan sorbitol dengan hidrogenasi katalitik dilakukan dengan
merekasikan larutan glukosa (dekstrosa) dan gas hidrogen bertekanan tinggi
dengan menambahkan katalis nikel dalam reaktor (Reaktor Hidrogenasi),
sehingga kontak yang terjadi semakin baik.
1.5.1. Seleksi Proses
Seleksi Proses Pembuatan Sorbitol
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan proses adalah proses
pembuatan produk yang meliputi bahan baku, konversi reaksi, kuantitas produk,
sedangkan dari kondisi operasi adalah mengenai temperatur dan tekanan
operasi. Dari kriteria-kriteria dan uraian proses pembuatan sorbitol tersebut
dapat dilihat keuntungan dan kerugian dari masing-masing proses seperti
terlihat dalam tabel berikut:
Tabel 1.10 Perbandingan Proses Pembuatan Sorbitol
Parameter
Proses
Reduksi Elektrolitik Hidrogenasi Katalitik
Bahan Baku Glukosa Glukosa
Laju Reaksi
Lambat, waktu yang
dibutuhkan lama untuk
mencapai produk yang
diinginkan
Cepat, waktu yang
dibutuhkan lebih cepat
untuk mencapai produk
yang diinginkan
Yield - 95-99%

Dari data pada tabel 1.10 terlihat bahwa pada proses hidrogenasi katalitik
lebih menguntungkan dibanding proses reduksi elektrolitik. Dalam aplikasi di
pabrik sendiri lebih banyak menggunakan proses hidrogenasi katalitik
dibandingkan reduksi elektrolitik karena diihat dari segi ekonomi, biaya yang
dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan dengan proses reduksi elektrolitik dan
semua pabrik sorbitol diseluruh Indonesia menggunakan proses hidrogenasi
katalitik. Hal ini menunjukkan bahwa proses reduksi elektrolitik kurang efisien
untuk dipakai sebagai proses dalam pembuatan sorbitol. Sehingga dalam
pemilihan proses lebih menguntungkan proses hidrogenasi katalitik
dibandingkan dengan proses reduksi elektrolitik baik dari segi teknis maupun
ekonomis.
1.6. Deskripsi Proses
Proses hidrogenasi katalitik terdiri dari beberapa tahap:
1. Tahap pencampuran bahan baku
2. Tahap reaksi hidrogenasi
3. Tahap pemurnian dan pemekatan
Proses reaksi dilakukan secara kontinyu, tekanan 68 atm dan temperatur
145
o
C, didalam reaktor dilengkapi dengan pengaduk, sparger gas H
2
, serta
jacketyang bisa dilalui steam pemanas sekaligus air pendingin.
1) Tahap Pencampuran Bahan Baku
Pada tahap ini, bahan baku berupa sirup glukosa disimpan dalam tangki
penampung. Konsentrasi dari sirup glukosa telah memenuhi standar yaitu 46-
50% dan pH 7. Sirup glukosa dialirkan dari tangki bahan baku menuju heater
dengan menggunakan pompa yaitu bertujuan untuk memanaskan terlebih
dahulu temperatur bahan baku tadi dari 30
o
C menjadi 100
o
C dengan media
pemanas berupa steam. Kemudian sirup glukosa panas tadi dialirkan dengan
tekanan yang lebih tinggi yaitu 68 atm menuju reaktor hidrogenasi. Pada saat
yang sama hidrogen dari tangki penyimpanan juga dialirkan dengan
menggunakan kompresor melewati heater diharapkan temperaturnya 100
o
C,
sehingga kedua reaktan tersebut bertemu pada titik pencampur pada temperatur
yang sama 100
o
C dan tekanan yang sama 68 atm. Dan selanjutnya kombinasi
kedua reaktan tadi mengalir menuju reaktor hidrogenasi.
2) Tahap Reaksi Hidrogenasi
Dimana pada tahap ini terjadi reaksi antara sirup glukosa dengan gas H
2

menghasilkan sorbitol. Hidrogen dan sirup glukosa yang telah dipanaskan dan
dinaikkan tekanannya masuk ke dalam reaktor dan akan melewati partikel-
partikel halus dari katalis yang tersusun fix bed di dalam reaktor. Reaksi ini
dinamakan hidrogenasi katalitik karena menggunakan katalis Raney nickel
untuk mempercepat reaksi yang memiliki kadar 95,5% alloy
Mekanisme reaksi adalah:
C
6
H
12
O
6
+ H
2

C
6
H
14
O
6

Dari reaksi tersebut akan diperoleh produk berupa sorbitol, dan terdapat
kandungan air, maltosa, dekstrin dan sisa hidrogen. Setelah reaksi, produk tadi
keluar melalui outlet reaktor dan akan diturunkan tekanannya dengan
menggunakan reducer hingga tekanan mencapai 10 atm. Setelah itu campuran
produk tadi akan mengalami proses pendinginan melalui cooler hingga
temperatur outlet 90
o
C. Setelah itu larutan campuran produk tadi akan masuk ke
tahap pemurnian.
3) Tahap Pemurnian dan Pemekatan
Pada tahap ini akan dilakukan pemurnian sorbitol dan pemurnian dari gas
hidrogen sisa untuk di daur ulang kembali. Setelah melewati cooler campuran
produk tadi akan masuk menuju Separator-Flash Drum untuk memisahkan
campuran gas hidrogen dari liquid campuran produk sorbitol. Hidrogen yang
telah terpisah akan masuk ke unit pressure swing adsorption (PSA) untuk
dimurnikan kembali, dimana impuritis gas hidrogen tadi akan tertahan di
adsorber, sehingga diperoleh hidrogen yang lebih murni. Setelah dimurnikan,
hidrogen tadi akan dialirkan dengan menggunakan blower menuju kompressor
untuk dipergunakan kembali sebagai reaktan. Sedangkan campuran sorbitol
yang keluar dari bottomseparator diturunkan terlebih dahulu tekanannya hingga
1 atm lalu dialirkan dengan pompa menuju evaporator. Proses evaporator ini
bertujuan untuk memekatkan larutan sorbitol. Larutan sorbitol yang masuk ke
evaporator akan diuapkan kadar airnya pada kondisi operasi tekanan 1 atm dan
temperatur 110
o
C. Pada tahap ini akan mengahasilkan sorbitol 70%.
Selanjutnya larutan sorbitol dialirkan oleh pompa menuju tangki penyimpanan
produk.
Proses ini menghasilkan overall yield 95 99%. Secara keseluruhan proses
pembuatannya dapat dilihat pada gambar 1.6 :
Reaktor
Separator Flash
Drum
Pressure
Swing
Adsorption
Evaporator
Glukosa (Dekstrosa)
Hidrogen
Hidrogen
Sorbitol
Uap Air


Gambar 1.6 Proses Pembuatan Sorbitol Dengan Hidrogenasi Katalitik