Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PENDAHULUAN

PRE EKLAMSI BERAT(PEB)


1) Definisi
Pre eklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan
nifas yang terdiri dari hipertensi, edema dan protein uria tetapi tidak menjukkan tanda-tanda
kelainan vaskuler atau hipertensi sebelumnya, sedangkan gejalanya biasanya muncul setelah
kehamilan berumur 28 minggu atau lebih. (anda, 2!"2#
Preeklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah 2! minggu kehamilan disertai
dengan proteinuria (Prawirohardjo, 2!!8#.
Pre eklamsi adalah timbulanya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat
kehamilan setelah usia 2! minggu atau segera setelah persalinan ($ansjoer dkk, 2!!%#.
2) Anatomi Fisioo!i
Perubahan &isiologi 'anita (amil
)egala perubahan fisik dialami wanita selama hamil berhubungan dengan beberapa
sistem yang disebabkan oleh efek khusus dari hormon. Perubahan ini terjadi dalam rangka
persiapan perkembangan janin, menyiapkan tubuh ibu untuk bersalin, perkembangan
payudara untuk pembentukan*produksi air susu selama masa nifas. ()almah dkk, 2!!%,
hal.+,#
a. -terus
-terus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah pengaruh estrogen dan
progesteron yang kadarnya meningkat. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh
hipertrofi otot polos uterus.Pada bulan-bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah
advokat, agak gepeng.Pada kehamilan + bulan uterus berbentuk bulat dan pada akhir
kehamilan kembali seperti semula, lonjong seperti telur. ('iknjosastro, (, 2!!%, hal. 8.#
Perkiraan umur kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri /
"# Pada kehamilan + minggu fundus uteri blum teraba
2# Pada kehamilan 8 minggu, uterus membesar seperti telur bebek fundus uteri berada di
belakang simfisis.
0# Pada kehamilan "2 minggu kira-kira sebesar telur angsa, fundus uteri "-2 jari di atas simfisis
pubis.
+# Pada kehamilan "% minggu fundus uteri kira-kira pertengahan simfisis dengan pusat.
1# 2ehamilan 2! minggu, fundus uteri 2-0 jari di bawah pusat.
%# 2ehamilan 2+ minggu, fundus uteri kira-kira setinggi pusat.
,# 2ehamilan 28 minggu, fundus uteri 2-0 jari di atas pusat.
8# 2ehamilan 02 minggu, fundus uteri pertengahan umbilicus dan prosessus 3ypoideus.
.# 2ehamilan 0%-08 minggu, fundus uteri kira-kira " jari di bawah prosessus 3ypoideus.
"!# 2ehamilan +! minggu, fundus uteri turun kembali kira-kira 0 jari di bawah prosessus
3ypoideus. ('iknjosastro, (, 2!!%. (al. .!-." dan $andriwati, 4. 5. 2!!8. (al. .!#.
b. 6agina
6agina dan vulva juga mengalami perubahan akibat hormon estrogen sehingga tampak
lebih merah, agak kebiru-biruan (livide#.7anda ini disebut tanda 8hadwick. ('iknjosastro, (.
2!!%. (al. .1#
c. 9varium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai
terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan "% minggu.amun akan mengecil setelah
plasenta terbentuk, korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron.
:ambat laun fungsi ini akan diambil alih oleh plasenta. ('iknjosastro, (. 2!!%. (al ..1#
d. Payudara
Payudara akan mengalami perubahan, yaitu mebesar dan tegang akibat hormon
somatomammotropin, estrogen, dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu.
5reola mammapun tampak lebih hitam karena hiperpigmentasi. ('iknjosastro, (. 2!!%. (al.
.1#
e. )istem )irkulasi
)irkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta,
uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula.6olume
darah ibu dalam kehamilan bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang
disebut hidremia. 6olume darah akan bertambah kira-kira 21;, dengan puncak kehamilan 02
minggu, diikuti dengan cardiac output yang meninggi kira-kira 0!;. ('iknjosastro, (. 2!!%.
(al. .%#.
f. )istem <espirasi
'anita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh rasa sesak
nafas.(al ini ditemukan pada kehamilan 02 minggu ke atas karena usus tertekan oleh uterus
yang membesar ke arah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak.
('iknjosastro, (. 2!!%. (al. .%#
g. 7raktus =igestivus
Pada bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea# karena hormon estrogen
yang meningkat.7onus otot traktus digestivus juga menurun.Pada bulan-bulan pertama
kehamilan tidak jarang dijumpai gejala muntah pada pagi hari yang dikenal sebagai moorning
sickness dan bila terlampau sering dan banyak dikeluarkan disebut hiperemesis gravidarum.
('iknjosastro, (. 2!!%. (al. .,#
h. 7raktus -rinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang
membesar sehingga ibu lebih sering kencing dan ini akan hilang dengan makin tuanya
kehamilan, namun akan timbul lagi pada akhir kehamilan karena bagian terendah janin mulai
turun memasuki Pintu 5tas Panggul. ('iknjosastro, (. 2!!%. (al. .,#
i. 2ulit
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh
hormon Melanophore Stimulating (ormone ($)(# yang dikeluarkan oleh lobus anterior
hipofisis. 2adang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, dan hidung, dikenal
sebagai kloasma gravidarum. amun Pada kulit perut dijumpai perubahan kulit menjadi
kebiru-biruan yang disebut striae livide. ('iknjosastro, (. 2!!%. (al. .,#
j. $etabolisme dalam 2ehamilan
Pada wanita hamil >asal $etabolik <ate (>$<# meningkat hingga "1-2! ;.2elenjar
gondok juga tampak lebih jelas, hal ini ditemukan pada kehamilan trimester akhir.Protein
yang diperlukan sebanyak " gr*kg >> perhari untuk perkembangan badan, alat kandungan,
mammae, dan untuk janin, serta disimpan pula untuk laktasi nanti.?anin membutuhkan 0!-+!
gr kalsium untuk pembentukan tulang terutama pada trimester ketiga.=engan demikian
makanan ibu hamil harus mengandung kalsium, paling tidak ",1-2,1 gr perharinya sehingga
dapat diperkirakan !,2-!,, gr kalsium yang tertahan untuk keperluan janin sehingga janin
tidak akan mengganggu kalsium ibu. 'anita hamil juga memerlukan tambahan @at besi
sebanyak 8!! mg untuk pembentukan haemoglobin dalam darah sebagai persiapan agar tidak
terjadi perdarahan pada waktu persalinan. ('iknjosastro, (. 2!!%. (al. .8#
k. 2enaikan >erat >adan
Peningkatan berat badan ibu selama kehamilan menandakan adaptasi ibu terhadap
pertumbuhan janin. Perkiraan peningkatan berat badan adalah + kg dalam kehamilan 2!
minggu, dan 8,1 kg dalam 2! minggu kedua (!,+ kg*minggu dalam trimester akhir# jadi
totalnya "2,1 kg. ()almah, (ajjah.2!!%. (al.%!-%"#
") Etioo!i
Penyebab preeklamsi sampai sekarang belum di ketahui secara pasti,tapi pada penderita
yang meninggal karena preeklamsia terdapat perubahan yang khas pada berbagai alat.7api
kelainan yang menyertai penyakit ini adalah spasmus arteriole, retensi a dan air dan
coogulasi intravaskulaer.
'alaupun vasospasmus mungkin bukan merupakan sebab primer penyakit ini, akan
tetapi vasospasmus ini yang menimbulkan berbagai gejala yang menyertai preeklamsi.
)ebab pre eklamasi belum diketahui,
a. 6asospasmus menyebabkan /
(ypertensi
Pada otak (sakit kepala, kejang#
Pada placenta (solution placentae, kematian janin#
Pada ginjal (oliguri, insuffisiensi#
Pada hati (icterus#
Pada retina (amourose#
b. 5da beberapa teori yang dapat menjelaskan tentang penyebab preeklamsia yaitu /
>ertambahnya frekuensi pada primigravida, kehamilan ganda, hidramnion, dan
molahidatidosa
>ertambahnya frekuensi seiring makin tuanya kehamilan
=apat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam uterus
7imbulnya hipertensi, edema, protein uria, kejang dan koma.
c. &actor Perdisposisi Preeklamsi
$olahidatidosa
=iabetes melitus
2ehamilan ganda
(idrocepalus
9besitas
-mur yang lebih dari 01 tahun
#) Kasifi$asi
Preeklamsi di bagi menjadi 2 golongan yaitu /
a. Preeklamsi <ingan /
"# 7ekanan darah "+!*.! mm(g atau lebih yang di ukur pada posisi berbaring terlentang, atau
kenaikan diastolic "1 mm(g atau lebih, kenaikan sistolik 0! mm(g*lebih. 8ara pengukuran
sekurang-kurangnya pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak periksa " jam, dan sebaiknya %
jam.
2# Adema umum (kaki, jari tangan dan muka atau >> meningkat#
0# Proteinuri kuwantitatif !,0 gr atau lebih per liter, sedangkan kuwalitatif "B C 2B pada urine
kateter atau midstream.
b. Preeklamsi >erat
"# 7= "%!*""! mm(g atau lebih
2# Proteinuria 1gr atau lebih perliter
0# 9liguria (jumlah urine D1!!cc*2+ jam#
+# 5danya gangguan serebri, gangguan visus, dan rasa nyeri pada efigastrium
1# 7erdapat edema paru dan sianosis
%) Manifestasi Kinis
a. penambahan berat badan yang berlebihan, terjadi kenaikan " kg seminggu beberapa kali.
b. Adema terjadi peningkatan berat badan, pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.
c. (ipertensi (di ukur setelah pasien beristirahat selama 0! menit#
"# 7= E "+!*.! mm(g atau
2# 7ekanan sistolik meningkat E 0! mm(g
0# =iastolikE"1 mm(g
+# tekanan diastolic pada trimester ke FF yang E81 mm(g patut di curigai sebagai preeklamsi
d. Proteinuria
"# 7erdapat protein sebanyak !,0 g*l dalam urin 2+ jam atau pemeriksaan kuwalitatif B" * B2.
2# 2adar protein E " g*l dalam urine yang di keluarkan dengan kateter atau urine porsi tengah,
di ambil 2 kali dalam waktu % jam.
&) Patofisioo!i
Pada pre eklampsia terdapat penurunan plasma dalam sirkulasi dan terjadi
peningkatan hematokrit. Perubahan ini menyebabkan penurunan perfusi ke organ , termasuk
ke utero plasental fatal unit. 6asospasme merupakan dasar dari timbulnya proses pre
eklampsia. 2onstriksi vaskuler menyebabkan resistensi aliran darah dan timbulnya hipertensi
arterial.6asospasme dapat diakibatkan karena adanya peningkatan sensitifitas dari sirculating
pressors. Pre eklampsia yang berat dapat mengakibatkan kerusakan organ tubuh yang lain.
4angguan perfusi plasenta dapat sebagai pemicu timbulnya gangguan pertumbuhan plasenta
sehinga dapat berakibat terjadinya Fntra -terin 4rowth <etardation.
') Po(on Masaa(
Pre Aklamsi
G
5daptasi fisiologis normal pada kehamilan
G
Akspansiplasma
G
Hekspansi massa sel darah
G
5nemia fisiologis pada
kehamilan

Peningkatan volume plasma darah
G
6asodilatasi
G
Galbumin serum Gresistensi vasculer
Gtekanan
osmotik keloid
G
(emokonsentrasi
G
Hhematoksit maternal
G
Perfusi organ maternalG
termasuk perfusi ke unit
janin uretroplasma
G
6asospasme siklik lanjut
menurunkan perfusi organ
dengan menghancurkan sel-
sel darah merah
G
2apasitas 9
2
maternalG
sistemik *sistemik vasculer
resisten ()6<#
G
Hcurah jantung
G
(ipertensi arterial
G
2etidak efektifan perfusi
jaringan perifer
Adema
G
Fntoleransi aktivitas
Haliran plasma ginjal
G
:aju filtrasi glomerulusH
G
(epatoseluler 4&<
endoteliosis glumerulus
G
)<55 protein realease
2ontraksi
jalan lahir
F-&=
F-4<
G
yeri akut
G
=uka cita
G
Penanganan pre eklamsi

>erat
<i
ng
an

0%
mi
I

0
G
2o
ns
erv
ng
gu
G
2o
nse
rva
tif
%

m
i
n
g
g
u
G
ati
f
$
e
m
b
a
i
k
G
7
u
n
g
g
u

5
t
e
r
m
G
5
k
h
i
r
i
k
e
h
a
m
i
l
a
n
4
a
g
a
l

(
"
2
-
2
+

j
a
m
#
G
5
k
h
i
r
i

k
e
h
a
m
i
l
a
n
5
k
t
i
f
G
5
k
h
i
r
i

k
e
h
a
m
i
l
a
n
$
e
m
b
a
i
k
G
7
u
n
g
g
u

a
t
e
r
m
G
P
a
r
t
u
s

b
i
a
s
a
$
e
m
b
u
r
u
k
G
5
k
k
h
i
r
i

p
a
d
a

I

0
,

m
i
n
g
g
u
)) Peme*i$saan Pen+n,an!
a. :aboratorium / protein uri dengan kateter atau midstream ( biasanya meningkat hingga !,0
gr*lt atau B" hingga B2 pada skala kualitatif #, kadar hematokrit menurun, >? urine
meningkat, serum kreatini meningkat, uric acid biasanya E , mg*"!! ml
b. -)4 / untuk mengetahui keadaan janin
c. )7 / untuk mengetahui kesejahteraan janin
-) Kom.i$asi
7ergantung derajat pre-eklampsianya, yang termasuk komplikasi antara lain atonia
uteri (uterus couvelaire#, sindrom (A::P ((aemolysis Alevated :iver An@ymes, :ow
Platelet 8own#, ablasi retina, 2F= (2oagulasi Fntra 6askular =iseminata#, gagal ginjal,
perdarahan otal, oedem paru, gagal jantung, syok dan kematian.
2omplikasi pada janin berhubungan dengan akut kronisnya insufisiensi
uteroplasental, misalnya pertumbuhan janin terhambat dan prematuritas.
1/) Penataa$sanaan
a. Prinsip Penatalaksanaan Pre-Aklampsia
"# $elindungi ibu dari efek peningkatan tekanan darah
2# $encegah progresifitas penyakit menjadi eklampsia
0# $engatasi atau menurunkan risiko janin (solusio plasenta, pertumbuhan janin terhambat,
hipoksia sampai kematian janin#
+# $elahirkan janin dengan cara yang paling aman dan cepat sesegera mungkin setelah matur,
atau imatur jika diketahui bahwa risiko janin atau ibu akan lebih berat jika persalinan ditunda
lebih lama.
b. Penatalaksanaan Pre-Aklampsia <ingan
"# =apat dikatakan tidak mempunyai risiko bagi ibu maupun janin
2# 7idak perlu segera diberikan obat antihipertensi atau obat lainnya, tidak perlu dirawat
kecuali tekanan darah meningkat terus (batas aman "+!-"1!*.!-"!! mmhg#.
0# Fstirahat yang cukup (berbaring * tiduran minimal + jam pada siang hari dan minimal 8 jam
pada malam hari#
+# Pemberian luminal "-2 3 0! mg*hari bila tidak bisa tidur
1# Pemberian asam asetilsalisilat (aspirin# " 3 8! mg*hari.
%# >ila tekanan darah tidak turun, dianjurkan dirawat dan diberi obat antihipertensi / metildopa
0 3 "21 mg*hari (ma3."1!! mg*hari#, atau nifedipin 0-8 3 1-"! mg*hari, atau nifedipin retard
2-0 3 2! mg*hari, atau pindolol "-0 3 1 mg*hari (ma3.0! mg*hari#.
,# =iet rendah garam dan diuretik tidak perlu
8# ?ika maturitas janin masih lama, lanjutkan kehamilan, periksa tiap " minggu
.# Fndikasi rawat / jika ada perburukan, tekanan darah tidak turun setelah 2 minggu rawat jalan,
peningkatan berat badan melebihi " kg*minggu 2 kali berturut-turut, atau pasien
menunjukkan tanda-tanda pre-eklampsia berat. >erikan juga obat antihipertensi.
"!# ?ika dalam perawatan tidak ada perbaikan, tatalaksana sebagai pre-eklampsia berat. ?ika
perbaikan, lanjutkan rawat jalan
""# Pengakhiran kehamilan / ditunggu sampai usia +! minggu, kecuali ditemukan pertumbuhan
janin terhambat, gawat janin, solusio plasenta, eklampsia, atau indikasi terminasi lainnya.
$inimal usia 08 minggu, janin sudah dinyatakan matur.
"2# Persalinan pada pre-eklampsia ringan dapat dilakukan spontan, atau dengan bantuan
ekstraksi untuk mempercepat kala ii.
c. Penatalaksanaan Pre-Aklampsia >erat
=apat ditangani secara aktif atau konservatif. 5ktif berarti / kehamilan diakhiri *
diterminasi bersama dengan pengobatan medisinal. 2onservatif berarti / kehamilan
dipertahankan bersama dengan pengobatan medisinal. Prinsip / 7etap pemantauan janin
dengan klinis, -)4, kardiotokografi.
"# Penanganan aktif.
Penderita harus segera dirawat, sebaiknya dirawat di ruang khusus di daerah kamar
bersalin.7idak harus ruangan gelap.Penderita ditangani aktif bila ada satu atau lebih kriteria
ini.
5da tanda-tanda impending eklampsia
5da hellp syndrome
5da kegagalan penanganan konservatif
5da tanda-tanda gawat janin atau iugr
-sia kehamilan 01 minggu atau lebih
Pengobatan medisinal / diberikan obat anti kejang $g)9+ dalam infus de3trose 1;
sebanyak 1!! cc tiap % jam. 8ara pemberian $g)9+ / dosis awal 2 gram intravena diberikan
dalam "! menit, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan sebanyak 2 gram per jam drip infus
(8! ml*jam atau "1-2! tetes*menit#. )yarat pemberian $g)9+ / J frekuensi napas lebih dari
"% kali permenit J tidak ada tanda-tanda gawat napas J diuresis lebih dari "!! ml dalam +
jam sebelumnya J refleks patella positif. $g)9+ dihentikan bila / J ada tanda-tanda
intoksikasi J atau setelah 2+ jam pasca persalinan J atau bila baru % jam pasca persalinan
sudah terdapat perbaikan yang nyata. )iapkan antidotum $g)9+ yaitu 8a-glukonas "!; ("
gram dalam "! cc a8l !..;, diberikan intravena dalam 0 menit#.9bat anti hipertensi
diberikan bila tekanan darah sistolik lebih dari "%! mm(g atau tekanan darah diastolik lebih
dari ""! mm(g.9bat yang dipakai umumnya nifedipin dengan dosis 0-+ kali "! mg oral. >ila
dalam 2 jam belum turun dapat diberi tambahan "! mg lagi. 7erminasi kehamilan / bila
penderita belum in partu, dilakukan induksi persalinan dengan amniotomi, oksitosin drip,
kateter &olley, atau prostaglandin A2. )ectio cesarea dilakukan bila syarat induksi tidak
terpenuhi atau ada kontraindikasi partus pervaginam.Pada persalinan pervaginam kala 2, bila
perlu dibantu ekstraksi vakum atau cunam.
2# Penanganan konservatif
Pada kehamilan kurang dari 01 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending
eclampsia dengan keadaan janin baik, dilakukan penanganan konservatif.$edisinal / sama
dengan pada penanganan aktif. $g)9+ dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda pre-
eklampsia ringan, selambatnya dalam waktu 2+ jam. >ila sesudah 2+ jam tidak ada perbaikan
maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera dilakukan
terminasi. jangan lupa / oksigen dengan nasal kanul, +-% l * menit, obstetrik / pemantauan
ketat keadaan ibu dan janin. bila ada indikasi, langsung terminasi.
$enjelaskan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan. Fstirahat
tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur, namun pekerjaan sehari-hari perlu dikurangi,
dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring.=iet tinggi protein, dan rendah lemak,
karbohidat, garam dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan.
$engenal secara dini preeklampsia dan segera merawat penderita tanpa memberikan
diuretika dan obat anthipertensi, memang merupakan kemajuan yang penting dari
pemeriksaan antenatal yang baik. ('iknjosastro (,2!!%#.
11) Konse. Dasa* Ke.e*a0atan
11 Pen!$a,ian
"# =ata >iografi
-mur biasanya sering terjadi pada primi gravida ,D 2! tahun atau E 01 tahun, ?enis kelamin,
2# <iwayat 2esehatan
keluhan -tama / biasanya klirn dengan preeklamsia mengeluh demam, sakit kepala,
<iwayat kesehatan sekarang / terjadi peningkatan tensi, oedema, pusing, nyeri epigastrium,
mual muntah, penglihatan kabur
<iwayat kesehatan sebelumnya / penyakit ginjal, anemia, vaskuler esensial, hipertensi
kronik, =$
<iwayat kehamilan / riwayat kehamilan ganda, mola hidatidosa, hidramnion serta riwayat
kehamilan dengan pre eklamsia atau eklamsia sebelumnya
Pola nutrisi / jenis makanan yang dikonsumsi baik makanan pokok maupun selingan
Psiko sosial spiritual / Amosi yang tidak stabil dapat menyebabkan kecemasan, oleh
karenanya perlu kesiapan moril untuk menghadapi resikonya
0# <iwayat 2ehamilan
<iwayat kehamilan ganda, mola hidatidosa, hidramnion serta riwayat kehamilan
dengan eklamsia sebelumnya.
+# <iwayat 2>
Perlu ditanyakan pada ibu apakah pernah * tidak megikuti 2> jika ibu pernah ikut 2>
maka yang ditanyakan adalah jenis kontrasepsi, efek samping. 5lasan pemberhentian
kontrasepsi (bila tidak memakai lagi# serta lamanya menggunakan kontrasepsi.
1# Pola aktivitas sehari-hari
a. 5ktivitas
4ejala /
>iasanya pada pre eklamsi terjadi kelemahan, penambahan berat badan atau penurunan >>,
reflek fisiologis B*B, reflek patologis -*-.
7anda /
Pembengkakan kaki, jari tangan, dan muka
b. )irkulasi
4ejala /
>iasanya terjadi penurunan oksegen.
c. 5bdomen
4ejala /
Fnspeksi /
>iasanya Perut membuncit sesuai usia kehamilan aterm, apakah adanya sikatrik bekas operasi
atau tidak ( - #
Palpasi /
:eopold F /
>iasanya teraba fundus uteri 0 jari di bawah proc. Kyphoideus teraba massa besar, lunak,
noduler
:eopold FF /
7eraba tahanan terbesar di sebelah kiri, bagian J bagian kecil janin di sebelah kanan.
:eopold FFF /
>iasanya teraba masa keras, terfiksir
:eopold F6 /
>iasanya pada bagian terbawah janin telah masuk pintu atas panggul
5uskultasi /
>iasanya terdengar >?5 "+2 3*"L regular
d. Aliminasi
4ejala /
>iasanya proteinuria B I 1 g*2+ jam atau I 0 pada tes celup, oliguria
e. $akanan * cairan
4ejala /
>iasanya terjadi peningkatan berat badan dan penurunan , muntah-muntah
7anda /
>iasanya nyeri epigastrium,
f. Fntegritas ego
4ejala /
Perasaan takut.
7anda /
8emas.
g. eurosensori
4ejala /
>iasanya terjadi hipertensi
7anda /
>iasanya terjadi kejang atau koma
h. yeri * kenyamanan
4ejala /
>iasanya nyeri epigastrium, nyeri kepala, sakit kepala, ikterus, gangguan penglihatan.
7anda /
>iasanya klien gelisah,
i. Pernafasan
4ejala /
>iasanya terjadi suara nafas antara vesikuler, <honki, 'he@ing, sonor
7anda /
>iasanya ada irama teratur atau tidak, apakah ada bising atau tidak.
j. 2eamanan
4ejala /
5pakah adanya gangguan pengihatan, perdarahan spontan.
k. )eksualitas
4ejala /
)tatus 9bstetrikus
%# Pemeriksaan &isik
a. 2eadaan -mum / baik, cukup, lemah
b. 2esadaran / 8omposmentis (e M +, v M 1, m M %#
c. Pemeriksaan &isik (Persistem#
)istem pernafasan
Pemeriksaan pernapasan, biasanya pernapasan mungkin kurang, kurang dari "+3*menit,
klien biasanya mengalami sesak sehabis melakukan aktifitas, krekes mungkin ada, adanya
edema paru hiper refleksia klonus pada kaki.
)istem cardiovaskuler
Fnspeksi /
5pakah 5danya sianosis, kulit pucat, konjungtiva anemis.
Palpasi /
o 7ekanan darah /
>iasanya pada preeklamsia terjadi peningkatan 7=, melebihi tingkat dasar setetah 2!
minggu kehamilan,
o adi /
>iasanyanadi meningkat atau menurun
o :eher /
5pakah ada bendungan atau tidak pada Pemeriksaan 6ena ?ugularis, jika ada
bendungan menandakan bahwa jantung ibu mengalami gangguan. Adema periorbital yang
tidak hilang dalam kurun waktu 2+ jam )uhu dingin
5uskultasi /
-ntuk mendengarkan detak jantung janin untuk mengetahui adanya fotal distress, bunyi
jantung janin yang tidak teratur gerakan janin melemah.
)ystem reproduksi
a. =ada
Payudara / =ikaji apakah ada massa abnormal, nyeri tekan pada payudara.
b. 4enetalia
Fnspeksi / adakah pengeluaran pervaginam berupa lendir bercampur darah, adakah pembesaran kelenjar
bartholini * tidak.
c. 5bdomen
Palpasi / untuk mengetahui tinggi fundus uteri, letak janin, lokasi edema, periksa bagian uterus biasanya
terdapat kontraksi uterus
)istem integument perkemihan
a. Periksa vitting udem biasanya terdapat edema pada ekstermitas akibat gangguan filtrasi
glomelurus yang meretensi garam dan natrium, (&ungsi ginjal menurun#.
b. 9liguria
c. Proteinuria
)istem persarafan
>iasanya hiperrefleksi, klonus pada kaki
)istem Pencernaan
Palpasi / 5bdomen adanya nyeri tekan daerah epigastrium (kuadran FF kiri atas#, anoreksia, mual dan
muntah.
Pengelompokan =ata
a. =ata )ubyektif
>iasanya ibu mengeluh Panas
>iasanya ibu mengeluh sakit kepala
>iasanya ibu mengeluh nyeri kepala
>iasanya ibu mengeluh nyeri perut akibat fotal distress pada janin
>iasanya ibu mengeluh tegang pada perutnya
>iasanya mengeluh nyeri
)kala nyeri (2-+#
2lien biasanya mengatakan kurang nafsu makan
2lien biasanya sering mual muntah
2lien biasanya sering bertanya
2lien biasanya sering mengungkapkan kecemasan
b. =ata 9byektif
>iasanya teraba panas
>iasanya tampak wajah ibu meringis kesakitan
>iasanya ibu tampak kejang
>iasanya ibu tampak lemah
>iasanya penglihatan ibu kabur
>iasanya klien tampak cemas
>iasanya klien tampak gelisah
>iasanya klien tampak kurus,
biasanya klien tampak lemah, konjungtiva anemis.
7onus otot perut tampa tegang
>iasanya ibu tampak meringis kesakitan
>iasanya tamapa cemas
>iasanya =?? bayi cepat E"%!
>isanya ibu tampak meringis kesakitan
biasanya ibu tampak cemas
>ianyasa skala nyeri + M nyeri berat (skala nyeri "-1#
aktivitas janin menurun
=?? meningkat E"%!
21 Dia!nosa Ke.e*a0atan
=iagnosa 2eperawatan yang bisa didapat dari pengkajian diatas yaitu/
". yeri 5kut berhubungan dengan agen cedera fisik
2. 2etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
2etidakmampuan dalam memasukkan*mencerna makanan karena faktor biologi,
0. 2elebihan 6olume 8airan berhubungan dengan 4angguan mekanisme regulasi.
+. 5nsietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
1. 2etidakefektifan Pemeliharaan 2esehatan berhubungan dengan (ambatan 2ognitif.
"1 Inte*2ensi Ke.e*a0atan
a. yeri 5kut berhubungan dengan agen cedera fisik
T+,+an
)etelah dilakukan perawatan tidak terjadi nyeri atau ibu dapat mengantisipasi nyerinya
K*ite*ia Hasi
Fbu mengerti penyebab nyerinya
Fbu mampu beradaptasi terhadap nyerinya
Fntervensi <asional
". 2aji tingkat intensitas nyeri pasien
2. ?elaskan penyebab nyerinya
0. 5jarkan ibu mengantisipasi nyeri
dengan nafas dalam bila (F) timbul
+. >antu ibu dengan mengusap*massage
pada bagian yang nyeri
". 5mbang nyeri setiap orang berbeda
,dengan demikian akan dapat
menentukan tindakan perawatan yang
sesuai dengan respon pasien terhadap
nyerinya.
2. Fbu dapat memahami penyebab
nyerinya sehingga bisa kooperatif
0. =engan nafas dalam otot-otot dapat
berelaksasi , terjadi vasodilatasi
pembuluh darah, e3pansi paru optimal
sehingga kebutuhan !2 pada jaringan
terpenuhi
+. -ntuk mengalihkan perhatian pasien
b. 2etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
2etidakmampuan dalam memasukkan*mencerna makanan karena faktor biologi.
T+,+an
)etelah dilakukan perawatan nafsu makan meningkat atu normal
K*ite*ia (asi
>> meningkat atau normal
tidal ada tanda-tanda mal nutrisi
kekuatan menggenggan
Inte*2ensi Rasiona
". 2aji adanya alergi makanan
2. 5njurkan pasien untuk meningkatkan
intake &e
0. >erikan substansi gula
+. >erikan makanan yang terpilih (sudah
dikonsultasikan dengan ahli gi@i#
1. 5jarkan pasien bagaimana membuat
catatan makanan harian
". -ntuk mengetahui apakah pasien ada
alergi makanan
2. intake fe dapat meningkatkan kekuatan
tulang
0. substansi gula dapat meningkatkan
energi pasien
+. -ntuk memenuhi status gi@i pasien
1. 8atatan harian makanan dapat
mengetahui asupan nutrisi pasien
c. 2etidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan 4ngguan mekanisme regulasi.
T+,+an 3
)etelah dilakukan tindakan keperawatan selama 0K2+ jam diharapkan volume cairan
seimbang.
K*ite*ia Hasi 3
7idak terdapat tanda-tanda edema.
(asil laboratorium hematokrit dalam batas normal.
$enggunakan pemahaman tentang kebutuhan akan pemantauan peningkatan tekanan
darah, protein dan urine.
Inte*2ensi Rasiona
". Pantau masukan dan pengeluaran
cairan setiap hari.
2. 7imbang berat badan secara rutin.
0. Pantau tanda-tanda vital, catat waktu
pengisian kapiler.
+. 2aji ulang masukan diit dari protein
dan kalori, berikan informasi sesuai
dengan kebutuhan.
". Pembatasan dalam pemberian cairan
dapat mengurangi odema.
2. $engetahui peningkatan berat badan
yang berlebih
0. $enjaga peningkatan vital sign
berlebih.
+. 2esesuaian dalam pemberian informasi
dapat mengurangi tingkat kecemasan.
1. $enghindari edema anasarka. 2rena
1. Perhatikan tanda-tanda edema
berlebihan atau berlanjut.
%. 2aji distensi vena jugularis.
,. 2olaborasi dengan ahli gi@i dalam
pengaturan diet rendah garam.
8. 2olaborasi dalam pemberian
antidiuretik
cairan yang tidakmampu keluar.
%. Pembesaran vena jugularis merupakan
tanda dari pembengkakan dri jantung.
,. =iet rendah garam akan memngurangi
asupan a dalam tubuh.
8. Pemberian diuretik akan mengurangi
cairan yang tertimbun di tubuh melalui
urine.
d. 5nsietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
T+,+an 3
)etelah dilakukan tindakan perawatan kecemasan ibu berkurang atau hilang
K*ite*ia Hasi 3
Fbu tampak tenang
Fbu kooperatif terhadap tindakan perawatan
Fbu dapat menerima kondisi yang dialami sekarang
Inte*2ensi Rasiona
". tingkat kecemasan ibu
2. ?elaskan mekanisme proses
persalinan
0. gali dan tingkatkan mekanisme
koping ibu yang efektif
+. >eri support system pada ibu
". 7ingkat kecemasan ringan dan sedang bisa
ditoleransi dengan pemberian pengertian
sedangkan yang berat diperlukan tindakan
medikamentosa
2. Pengetahuan terhadap proses persalinan
diharapkan dapat mengurangi emosional ibu
yang maladaptive.
0. 2ecemasan akan dapat teratasi jika
mekanisme koping yang dimiliki ibu efektif
+. ibu dapat mempunyai motivasi untuk
menghadapi keadaan yang sekarang secara
lapang dada asehingga dapat membawa
ketenangan hati
e. 2etidakefektifan Pemeliharaan 2esehatan berhubungan dengan (ambatan 2ognitif.
T+,+an 3
)etelah dilakukan tindakan keperawatan selama 230! menit diharapkan pengetahuan
bertambah.
K*ite*ia (asi 3
$engungkapkan pemahaman tentang proses penyakit.
2lien tidak cemas.
Inte*2ensi Rasiona
". >erikan informasi tentang tanda dan gejala
yang mengindentifikasi kondisi yang
memburuk.
2. >erikan informasi tentang jaminan protein
adekuat dalam diit klien dengan
kemungkinan atau pre-eklamsia ringan.
0. Pertahankan agar klien dapat informasi
tentang kondisi kesehatan, hasil tes, dan
kesejahteraan janin.
". Pemberian informasi dapat
mencegah komplikasi
2. 2liaen dapat mempertahankan
konsumsi protein yang adekuat
0. Fnformasi yang diperoleh akan
mempertahankan status kesehatan
pasien.
DAFTAR PUSTAKA
8hapman, 6icky. (2!!%#. Asuhan Kebidanan Persalinan & Kelahiran.Jakarta :EGC
(impunan 2edokteran &eto $aternal P94F. (2!!%#. Pedoman Pengelolaan ipertensi dalam
Kehamilan di !ndonesia" edisi #$%. 2elompok 2erja Penyusun
$anuaba, Fda >agus 4ede. (2!"!#. !lmu Pen&akit Kandungan dan K'.?akarta /A48
$anjoer, 5rif, dkk. (2!!.#. Kapita Selekta Edisi Ketiga Jilid Ketiga.?akarta / $edia 5esculapius
otoatmodjo, ). (2!"!#. Metodologi Penelitian Kesehatan. Ad rev, ?akarta/ <ineka 8ipta
Prawirohardjo, ). (2!!8#. 'uku Panduan Praktis Pela&anan Kesehatan Maternal dan (eonatal.
?akarta / N>P
Prawirohardjo, ). (2!!8#.!lmu Kebidanan. ?akarta / N>P
<obert ?. $.(2!!,#. Carl A ubel )*&dati+e Stress in Preeclampsia. 5?94, ".!/ "", J 8
)ofoewan ).(2!!,#. Preeklampsia , Eklampsia di 'eberapa -umah Sakit di !ndonesia" patogen.
.asar , .asar Metodologi Penelitian Kedokteran danKesehatan esis" dan kemungkinan
pencegahann&a. $94F, 2,O "+" J "1".
)yaifudin.(2!!%#. Anatomi /isiologi.A48. ?akarta.
Nusmardi.(2!"!#. Perbandingan Kadar Asam /olat Serum MaternalPreeklampsia 'erat dengan
Kehamilan (ormal. 7esis >agian 9bgyn &2 -)- / <)-P (aji 5dam $alik

=iposkan oleh yoga srondeng


/ $omenta*3
Pos$an Komenta*
Posting :ebih >aru Posting :ama >eranda