Anda di halaman 1dari 5

Terapi

Sasaran terapi pada pasien asma dengan menggunakan kortikosteroid inhalasi yaitu peradangan saluran
nafas dan gejala asma. Terapi asma disini bertujuan untuk menghambat atau mengurangi peradangan
saluran pernafasan serta mencegah dan atau mengontrol gejala asma, sehingga gejala asma berkurang/
hilang dan pasien tetap dapat bernafas dengan baik.
Strategi terapi asma dapat dibagi menjadi dua yaitu terapi non farmakologi (tanpa menggunakan obat)
dan terapi farmakologi (dengan obat).
Terapi Non Farmakologi
Untuk terapi non farmakologi, dapat dilakukan dengan olah raga secara teratur, misalnya saja renang.
Sebagian orang berpendapat bahwa dengan berenang, gejala sesak nafas akan semakin jarang terjadi.
al ini mungkin karena dengan berenang, pasien dituntut untuk menarik nafas panjang!panjang, yang
berfungsi untuk latihan pernafasan, sehingga otot!otot pernafasan menjadi lebih kuat. Selain itu, lama
kelamaan pasien akan terbiasa dengan udara dingin sehingga mengurangi timbulnya gejala asma.
"amun hendaknya olah raga ini dilakukan secara bertahap dan dengan melihat kondisi pasien.
Selain itu dapat diberikan penjelasan kepada pasien agar menghindari atau menjauhkan diri dari faktor!
faktor yang diketahui dapat menyebabkan timbulnya asma, serta penanganan yang harus dilakukan jika
serangan asma terjadi.
Terapi Farmakologi
Sedangkan untuk terapi farmakologi, dapat dibagi menjadi dua jenis pengobatan yaitu#
$uick!relief medicines, yaitu pengobatan yang digunakan untuk merelaksasi otot!otot di
saluran pernafasan, memudahkan pasien untuk bernafas, memberikan kelegaan bernafas, dan
digunakan saat terjadi serangan asma (asthma attack). %ontohnya yaitu bronkodilator.
&ong!term medicines, yaitu pengobatan yang digunakan untuk mengobati inflamasi pada
saluran pernafasan, mengurangi udem dan mukus berlebih, memberikan kontrol untuk jangka
waktu lama, dan digunakan untuk membantu mencegah timbulnya serangan asma (asthma
attack). %ontohnya yaitu kortikosteroid bentuk inalasi.
'emberian obat pada asma dapat melalui berbagai macam cara, yaitu parenteral (melalui
infus), per oral (tablet diminum), atau per inhalasi. 'emberian per inhalasi adalah pemberian
obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui hirupan. 'ada asma, penggunaan obat
secara inhalasi dapat mengurangi efek samping yang sering terjadi pada pemberian parenteral
atau per oral, karena dosis yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya.
Terapi Inhalasi
'emberian per inhalasi adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui hirupan.
'ada asma, penggunaan obat secara inhalasi dapat mengurangi efek samping yang sering terjadi pada
pemberian parenteral atau per oral, karena dosis yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya.
%ara memberikan obat melalui hirupan tersebut dikenal sebagai terapi inhalasi. Secara garis besar ada (
macam alat/jenis terapi inhalasi, yaitu nebulizer, )*+ (metered dose inhaler), dan *'+ (dry powder
inhaler). ,enis *'+ yang paling sering digunakan adalah turbuhaler. Terapi inhalasi memiliki keuntungan
dibandingkan dengan cara oral (diminum) atau disuntik, yaitu langsung ke organ sasaran, awitan kerja
lebih singkat, dosis obat lebih kecil, dan efek samping juga lebih kecil.
Untuk mendapatkan manfaat obat yang optimal , obat yang diberikan per inhalasi harus dapat mencapai
tempat kerjanya di dalam saluran napas. -bat yang digunakan biasanya dalam bentuk aerosol, yaitu
suspensi partikel dalam gas.
'emakaian alat perenggang (spacer) mengurangi deposisi (penumpukan) obat dalam mulut (orofaring),
sehingga mengurangi jumlah obat yang tertelan, dan mengurangi efek sistemik. *eposisi
(penyimpanan) dalam paru pun lebih baik, sehingga didapatkan efek terapetik (pengobatan) yang baik.
-bat hirupan dalam bentuk bubuk kering (*'+ . *ry 'owder +nhaler) seperti Spinhaler, *iskhaler,
/otahaler, Turbuhaler, 0asyhaler, Twisthaler memerlukan inspirasi (upaya menarik/menghirup napas)
yang kuat. Umumnya bentuk ini dianjurkan untuk anak usia sekolah.
Jenis Terapi Inhalasi
'emberian aerosol yang idel adalah dengan alat yang sederhana, mudah dibawa, tidak mahal, secara
selektif mencapai saluran napas bawah, hanya sedikit yang tertinggal di saluran napas atas, serta dapat
digunakan oleh anak, orang cacat, dan orang tua. "amun keadaan ideal tersebut tidak dapat
sepenuhnya tercapai.
Berikut beberapa alat terapi inhalasi:
)etered *ose +nhaler ()*+)
)*+ tanpa Spacer
Spacer (alat penyambung) akan menambah jarak antara alat dengan mulut, sehingga
kecepatan aerosol pada saat dihisap menjadi berkurang. al ini mengurangi pengendapan di
orofaring (saluran napas atas). Spacer ini berupa tabung (dapat ber1olume 23 ml) dengan
panjang sekitar 43!53 cm, atau bentuk lain berupa kerucut dengan 1olume 633!4333 ml.
'enggunaan spacer ini sangat menguntungkan pada anak.
Dry Powder Inhaler (DPI)
'enggunaan obat dry powder (serbuk kering) pada *'+ memerlukan hirupan yang cukup kuat. 'ada
anak yang kecil, hal ini sulit dilakukan. 'ada anak yang lebih besar, penggunaan obat serbuk ini dapat
lebih mudah, karena kurang memerlukan koordinasi dibandingkan )*+. *eposisi (penyimpanan) obat
pada paru lebih tinggi dibandingkan )*+ dan lebih konstan. Sehingga dianjurkan diberikan pada anak di
atas 7 tahun.
Nebulier
8lat nebuli9er dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus!menerus,
dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan, atau gelombang ultrasonik. 8erosol yang
terbentuk dihirup penderita melalui mouth piece atau sungkup.
:ronkodilator yang diberikan dengan nebuli9er memberikan efek bronkodilatasi (pelebaran bronkus)
yang bermakna tanpa menimbulkan efek samping. asil pengobatan dengan nebuli9er lebih banyak
bergantung pada jenis nebuli9er yang digunakan. 8da nebuli9er yang menghasilkan partikel aerosol
terus!menerus, ada juga yang dapat diatur sehingga aerosol hanya timbul pada saat penderita
melakukan inhalasi, sehingga obat tidak banyak terbuang

!ortikosteroid Inhalasi
;ortikosteroid terdapat dalam beberapa bentuk sediaan antara lain oral, parenteral, dan inhalasi.
*itemukannya kortikosteroid yang larut lemak (lipid!soluble) seperti beclomethasone, budesonide,
flunisolide, fluticasone, and triamcinolone, memungkinkan untuk mengantarkan kortikosteroid ini ke
saluran pernafasan dengan absorbsi sistemik yang minim. 'emberian kortikosteroid secara inhalasi
memiliki keuntungan yaitu diberikan dalam dosis kecil secara langsung ke saluran pernafasan (efek
lokal), sehingga tidak menimbulkan efek samping sistemik yang serius. :iasanya, jika penggunaan
secara inhalasi tidak mencukupi barulah kortikosteroid diberikan secara oral, atau diberikan bersama
dengan obat lain (kombinasi, misalnya dengan bronkodilator). ;ortikosteroid inhalasi tidak dapat
menyembuhkan asma. 'ada kebanyakan pasien, asma akan kembali kambuh beberapa minggu setelah
berhenti menggunakan kortikosteroid inhalasi, walaupun pasien telah menggunakan kortikosteroid
inhalasi dengan dosis tinggi selama 5 tahun atau lebih. ;ortikosteroid inhalasi tunggal juga tidak efektif
untuk pertolongan pertama pada serangan akut yang parah.
"ontoh kortikosteroid inhalasi yang tersedia di Indonesia antara lain:
<luticasone <li=otide (flutikason propionate73 >g , 457 >g /dosis) +nhalasi aerosol *ewasa
dan anak ? 4@ tahun# 433!573 >g, 5 kali sehari8nak A!4@ tahunB 73!433 >g, 5 kali sehari
:eclomethasone dipropionate :ecloment (beclomethasone dipropionate 533>g/ dosis)
+nhalasi aerosol +nhalasi aerosol# 533>g , 5 kali seharianak# 73!433 >g 5 kali sehari
:udesonide 'ulmicort (budesonide 433 >g, 533 >g, A33 >g / dosis)
+nhalasi aerosolSerbuk inhalasi +nhalasi aerosol# 533 >g, 5 kali sehariSerbuk inhalasi# 533!4@33
>g / hari dalam dosis terbagianak# 533!233 >g/ hari dalam dosis terbagi
*osis untuk masing!masing indi1idu pasien dapat berbeda, sehingga harus dikonsultasikan
lebih lanjut dengan dokter, dan jangan menghentikan penggunaan kortikosteroid secara
langsung, harus secara bertahap dengan pengurangan dosis
Farmokinetik
;ortikosteroid bekerja dengan memblok en9im fosfolipase!85, sehingga menghambat pembentukan
mediator peradangan seperti prostaglandin dan leukotrien. Selain itu berfungsi mengurangi sekresi
mukus dan menghambat proses peradangan. ;ortikosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan
nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas,
meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi frekuensi keparahan asma jika digunakan secara
teratur.;ortikosteroid inhalasi secara teratur digunakan untuk mengontrol dan mencegah gejala asma.
;ontraindikasi bagi pasien yang hipersensitifitas terhadap kortikosteroid. 0fek samping kortikosteroid
berkisar dari rendah, parah, sampai mematikan. al ini tergantung dari rute, dosis, dan frekuensi
pemberiannya. 0fek samping pada pemberian kortikosteroid oral lebih besar daripada pemberian
inhalasi. 'ada pemberian secara oral dapat menimbulkan katarak, osteoporosis, menghambat
pertumbuhan, berefek pada susunan saraf pusat dan gangguan mental, serta meningkatkan resiko
terkena infeksi. ;ortikosteroid inhalasi secara umum lebih aman, karena efek samping yang timbul
seringkali bersifat lokal seperti candidiasis (infeksi karena jamur candida) di sekitar mulut, dysphonia
(kesulitan berbicara), sakit tenggorokan, iritasi tenggorokan, dan batuk. 0fek samping ini dapat
dihindari dengan berkumur setelah menggunakan sediaan inhalasi. 0fek samping sistemik dapat terjadi
pada penggunaan kortikosteroid inhalasi dosis tinggi yaitu pertumbuhan yang terhambat pada anak!
anak, osteoporosis, dan karatak.
'ada anak!anak, penggunaan kortikosteroid inhalasi dosis tinggi menunjukkan pertumbuhan anak yang
sedikit lambat, namun asma sendiri juga dapat menunda pubertas, dan tidak ada bukti bahwa
kortikosteriod inhalasi dapat mempengaruhi tinggi badan orang dewasa. indari penggunaan
kortikosteroid pada ibu hamil, karena bersifat teratogenik.
"ara Penggunaan Inhaler
Sebelum menarik nafas, buanglah nafas seluruhnya, sebanyak mungkin
8mbillah inhaler, kemudian kocok
'eganglah inhaler, sedemikian hingga mulut inhaler terletak dibagian bawah
Tempatkanlah inhaler dengan jarak kurang lebih dua jari di depan mulut (jangan
meletakkan mulut kita terlalu dekat dengan bagian mulut inhaler)
:ukalah mulut dan tariklah nafas perlahan!lahan dan dalam, bersamaan dengan menekan
inhaler (waktu saat menarik nafas dan menekan inhaler adalah waktu yang penting bagi obat
untuk bekerja secara efektif)
Segera setelah obat masuk, tahan nafas selama 43 detik (jika tidak membawa jam,
sebaiknya hitung dalam hati dari satu hingga sepuluh)
Setelah itu, jika masih dibutuhkan dapat mengulangi menghirup lagi seperti cara diatas,
sesuai aturan pakai yang diresepkan oleh dokter
Setelah selesai, bilas atau kumur dengan air putih untuk mencegah efek samping yang
mungkin terjadi.'engobatan asma harus dilakukan secara tepat dan benar untuk mengurangi
gejala yang timbul. 'engobatan asma memerlukan kerja sama antara pasien, keluarga, dan
dokternya. -leh karena itu pasien asma dan keluarganya harus diberi informasi lengkap tentang
obat yang dikonsumsinyaB kegunaan, dosis, aturan pakai, cara pakai dan efek samping yang
mungkin timbul. 'asien hendaknya juga menghindari faktor yang menjadi penyebab timbulnya
asma. Selain itu, pasien harus diingatkan untuk selalu membawa obat asma kemanapun dia
pergi, menyimpan obat!obatnya dengan baik, serta mengecek tanggal kadaluarsa obat tersebut.
al ini perlu diperhatikan agar semakin hari kualitas hidup pasien semakin meningkat.