Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
Fraktur mandibula adalah putusnya kontinuitas tulang mandibula. Hilangnya
kontinuitas pada mandibula, dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dengan benar.
Mandibula adalah tulang rahang bawah pada manusia dan berfungsi sebagai tempat
menempelnya gigi geligi. Faktor etiologi utama terjadinya fraktur mandibula bervariasi
berdasarkan lokasinya, namun kecelakaan kendaraan bermotor menjadi penyebab paling
umum
Fraktur mandibula merupakan fraktur kedua tersering pada kerangka wajah, hal ini
disebabkan kondisi mandibula yang terpisah dari kranium. Diagnosis fraktur mandibula dapat
ditunjukkan dengan adanya rasa sakit, pembengkakan, nyeri tekan, dan maloklusi. Patahnya
gigi, tidak ratanya gigi, tidak simetrisnya lengkung rahang, gigi yang goyang dan krepitasi
menunujukkan kemungkinan adanya fraktur mandibula.
leh karena itu, penulis merasa pentingnya bagi dokter gigi untuk mengetahui
anatomi, etiologi, klasifikasi, insidensi, tanda klinis dari fraktur mandibula. !ehingga
nantinya didapatkan penatalaksanaan fraktur mandibula yang baik.
BAB II
"
MANDIBULA
#. #natomi dan Fungsi Mandibula
"
Mandibula adalah tulang rahang bawah pada manusia yang merupakan tulang
paling kuat pada daerah muka dan berfungsi sebagai tempat melekatnya gigi geligi.
Mandibula berhubungan dengan basis kranii dengan adanya temporomandibular joint
dan disangga oleh otot $ otot mengunyah.

Mandibula terdiri dari korpus dan ramus.
%orpus mandibula bertemu dengan ramus masing$masing sisi pada angulus
mandibula. Pada ujung dari masing$masing ramus didapatkan dua buah penonjolan
disebut prosesus kondiloideus dan prosesus koronoideus. Prosessus kondiloideus
terdiri dari kaput dan kolum. Pada permukaan luar digaris tengah corpus mandibula
terdapat simfisis mandibula.
!ecara keseluruhan tulang mandibula ini berbentuk tapal kuda melebar di
belakang, memipih dan meninggi pada bagian ramus kanan dan kiri sehingga
membentuk pilar, ramus membentuk sudut "&'
'
terhadap korpus pada orang dewasa.
Pada yang lebih muda sudutnya lebih besar dan ramusnya nampak lebih divergen.
(ambar "
&
#natomi mandibula
&
). Fraktur Mandibula
", *
Fraktur didefinisikan sebagai terjadinya diskontinuitas tulang. Mandibula
merupakan tulang yang kuat, tetapi pada beberapa tempat dijumpai adanya bagian yang
lemah. Daerah korpus mandibula terutama terdiri dari tulang kortikal yang padat
dengan sedikit substansi spongiosa sebagai tempat lewatnya pembuluh darah dan
pembuluh limfe. Daerah yang tipis pada mandibula adalah angulus dan sub condylus
sehingga bagian ini termasuk bagian yang lemah dari mandibula. !elain itu titik lemah
juga didapatkan pada foramen mentale, angulus mandibula tempat gigi molar +++
terutama yang erupsinya sedikit, kondilus mandibula terutama bila trauma dari depan
langsung mengenai dagu maka gayanya akan diteruskan kearah belakang.
(aris fraktur dimulai pada regio alveolar kaninus dan insisivus berjalan obli,ue
ke arahmidline. Pada fraktur mendibula, fragmen yang fraktur mengalami displaced
akibat tarikan otot$otot mastikasi, oleh karena itu maka reduksi dan fiksasi pada fraktur
mendibula harus menggunakan splinting untuk melawan tarikan dari otot$otot
mastikasi. )eberapa faktor yang mempengaruhi displacement fraktur mandibula yaitu
arah dan kekuatan trauma, arah dan sudut garis fraktur, ada atau tidaknya gigi pada
fragmen, arah lepasnya otot dan luasnya kerusakan jaringan lunak.
Pada daerah ramus mandibula jarang terjadi fraktur, karena daerah ini
terfiksasi oleh musculus masseter pada bagian lateral, dan medial oleh musculus
pterigoideus medialis. Demikian juga pada prosesus koronoideus yang terfiksasi oleh
musculus masseter.
%. -tiologi Fraktur Mandibula
", *
*
!etiap benturan atau pukulan keras pada muka dapat mengakibatkan terjadinya
suatu fraktur pada mandibula. Fraktur dapat terjadi akibat trauma atau karena proses
patologis. Fraktur akibat trauma dapat terjadi akibat perkelahian, kecelakaan lalu lintas,
kecelakaan kerja, luka tembak, jatuh ataupun trauma saat pencabutan gigi. Fraktur
patologis dapat terjadi karena kekuatan tulang berkurang akibat adanya kista, tumor
jinak atau ganas rahang, atrofi tulang secara menyeluruh atau osteoporosis nekrosis
atau metabolic bone disease. #kibat adanya proses patologis tersebut, fraktur dapat
terjadi secara spontan seperti waktu bicara, makan atau mengunyah.
Daya tahan mandibula terhadap kekuatan impak adalah lebih besar
dibandingkan dengan tulang wajah lainnya. Meskipun demikian fraktur mandibula
lebih sering terjadi dibandingkan dengan bagian tulang wajah lainnya. Pada umumnya
fraktur mandibula disebabkan oleh karena trauma langsung.
Menurut survey di District of %olumbia Hospital, dari ./' kasus fraktur, 012
kasus terjadi akibat kekerasan fisik 3perkelahian4, &52 akibat kecelakaan lalu$lintas,
"&2 akibat kecelakaan kerja, &2 akibat kecelakaan saat olahraga dan /2 karena sebab
patologis.
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
Kekerasan Fisik Kecelakaan lalu
lint as
Kecelakaan
kerj a
kecelakaan saat
olah raga
Pat ologis
69%
27%
12%
2%
4%

/
(rafik "
-tiologi 6erjadinya Fraktur
%ara pencegahan fraktur yang disebabkan oleh 7
$ 8ekerasan fisik 3perkelahian4, sebisa mungkin menghindari konflik dengan orang
lain.
$ 8ecelakaan lalu lintas, menggunakan seat belt saat mengemudi mobil atau helm
saat mengendarai sepeda motor.
$ 8ecelakaan kerja, menggunakan helm dan peralatan standar keselamatan yang
sudah ditentukan.

$ Patologis, mulai menjalani pola hidup yang sehat
D. +nsidensi Fraktur Mandibula
"
+nsidensi fraktur mandibula sesuai dengan lokasi anatomisnya9 prosesus
condiloideus 3&1."24, angulus mandibula 3&/24, simfisis mandibula 3&&24, korpus
mandibula 3"024, alveolus 3*."24, ramus 3".524, processus coronoideus 3".*24.
(ambar &
"
.
+nsidensi Fraktur Mandibula )erdasarkan :egio
Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa laki$laki
adalah penderita terbanyak fraktur mandibula yaitu sekitar 5&2 sedangkan
perempuan hanya &;2. Hal ini disebabkan karena laki$laki jauh lebih banyak
menjalani aktivitas luar seperti berkendara atau berolah raga dibandingkan dengan
wanita. Fraktur mandibula juga lebih sering terjadi pada laki$laki dewasa yaitu /;2
kisaran usia &"$*' tahun. 8elompok usia anak$anak khususnya pasien dibawah .
tahun jarang terjadi fraktur mandibula.
-. 8lasifikasi Fraktur Mandibula
/
!ecara umum fraktur mandibula dapat di klasifikasikan berdasarkan terminologi,
yaitu 7
". 6ipe fraktur
a. Fraktur simple atau fraktur tertutup, yaitu fraktur dengan jaringan lunak yang
terkena tidak terbuka
b. Fraktur kompoun atau fraktur terbuka, yaitu keadaan fraktur yang
berhubungan dengan lingkungan luar yaitu jaringan lunak seperti kulit,
mukosa atau ligament periodontal yang terpapar udara
0
c. Fraktur comminuted, yaitu fraktur yang terjadi pada satu daerah tulang yang
diakibatkan oleh trauma yang hebat sehingga mengakibatkan tulang hancur
berkeping$keping disertai kehilangan jaringan yang parah
d. Fraktur greenstick, yaitu fraktur yang tidak sempurna dimana satu sisi tulang
mengalami fraktur sedangkan sisi lainnya masih terikat. <mumnya raktur
greenstick terjadi pada anak$anak
e. Fraktur patologis yaitu fraktur yang diakibatkan oleh penyakit pada mandibula
seperti tumor, kista atau penyakit sistemik. Proses patologis menyebabkan
tulang menjadi lemah sehingga trauma yang kecil dapat mengakibatkan
fraktur
(ambar *
/
6ipe Fraktur Mandibula
&. =okasi fraktur
", /
)erdasarkan pada letak anatomi dapat terjadi pada daerah sebagai berikut 7
a. Dentoalveolar
b. 8ondilus
5
c. 8oronoideus
d. :amus
e. #ngulus
f. 8orpus
g. !imfisis
h. Parasimfisis
(ambar /
/
;
Fraktur Mandibula )erdasarkan =okasi
*. Pola fraktur
a. Fraktur unilateral adalah fraktur yang biasanya tunggal pada satu sisi
mandibula saja
b. Fraktur bilateral adalah fraktur yang sering terjadi akibat kombinasi trauma
langsung dan tidak langsung, terjadi pada kedua sisi mandibula
c. Fraktur multipel adalah variasi pada garis fraktur dimana bisa terdapat dua
atau lebih garis fraktur pada satu sisi mandibula. =ebih dari .'2 dari fraktur
mandibula adalah fraktur multiple
(ambar .
/
Pola Fraktur Mandibula
F. 6anda 8linis Fraktur Mandibula
". :asa nyeri yang hebat dapat dirasakan saaat pasien mencoba menggerakkan
rahang untuk berbicara, mengunyah atau menelan
&. Perdarahan dari rongga mulut
.
*. Maloklusi
1
/. 6rismus atau ketidakmampuan membuka mulut lebih dari *. mm, batas terendah
nilai normal adalah /' mm
.. Pergerakan abnormal
a. 8etidakmampuan membuka rahang membuat dugaan pergesekan pada
prosesus koronoid dalam arkus >ygomatikus.
b. 8etidakmampuan menutup rahang menandakan fraktur pada prosessus
alveolar, angulus, ramus dari simfisis
0. 8repitasi tulang atau bunyi berciut yang terdengar jika tepian$tepian fraktur
bergesekan saat berlangsungnya gerakan mengunyah, bicara atau menelan
5. Mati rasa pada bibir dan pipi
;. edem daerah fraktur dan wajah tidak simetris
(. Pemeriksaan Penunjang
:adiografi 7
". Panoramic
&. Postero #nterior
"'
BAB III
PENATALAKSANAAN FRAKTUR MANDIBULA
Prinsip penanganan fraktur mandibula pada langkah awal bersifat kedaruratan yaitu
.
7
". #irway
#pabila pasien merespon dengan suara yang normal, maka jalan nafas pasien
baik. Hambatan jalan nafas bisa menjadi sebagian atau komplit. 6anda$tanda dari
hambatan sebagian mencakup suara yang berubah, nafas yang tidak teratur dan
meningkatnya usaha utnuk bernafas. 6ahap airway dilakukan dengan cara
mendongakkan kepala dan dagu pasien untuk membuka jalan nafas.
""
&. )reathing
?ika nafas tidak cukup, ventilasi harus dibantu dengan memberikan napas
penyelamatan dengan atau tanpa alat$alat.
*. %irculation
Hitung nadi berapa kali per menitnya. ?uga lihat capillary refill time, apakah
baik atau tidak.
/. Disability
)ila pasien hanya memberikan respon saat nyeri atau tidak responsif sama
sekali, patensi jalan napas harus dipastikan dengan menempatkan pasien dalam
posisi pemulihan dan mengamankan jalan napas. +ntubasi mungkin diperlukan.
Hitung refleks cahaya pupil dan glukosa darah. 6ingkat penurunan kesadaran
karena glukosa darah yang rendah dapat diperbaiki.
.. -@posure
-ksposur pasien dan mengontrol lingkungan sekitar segera. =epas pakaian
yang sekiranya mengganggu jalannya pemeriksaan. #gar tidak terjadi hipotermia
iatrogenik yang biasa terjadi di ruang dengan #%, berikan pasien selimut atau
penghangat.
=akukan anamnesa dengan metode /A"H, yaitu
""
7
". Ahat B #pa keluhan yang dirasakan.
&. Ahen B 8apan keluhan dan kejadian mulai dirasakan oleh pasien.
*. Ahere B Dimana tempat kejadian.
/. Ahy B Mengapa bisa terjadi trauma.
.. How B )agaimana kejadian tersebut terjadi.
"&
(=#!!(=A %M# !%#=- !%:-
"&
)-!6 -C- :-!PD!-
E / F Membuka mata secara spontan
E * F Mata terbuka berdasarkan perintah
E & F mata terbuka karena rasa sakit
E " F mata tidak terbuka
% F 6idak dapat di nilai
)-!6 G-:)#= :-!PD!-
E . F rientasi
E / F )ingung
E * F )icara tidak nyambung
E & F 6idak dapat menangkap suara dengan baik
E " F 6idak ada respon verbal
6 F intubasi
)-!6 M6: :-!PD!-
E0 F Mematuhi perintah
E. F sakit setempat
E/ F menghindar dari rasa sakit
E* F Fleksi terhadap nyeri
"*
E& F ekstensi untuk nyeri
E " F tidak ada respon motorik
+lmu oklusi merupakan dasar yang penting bagi seorang !pesialis )edah Mulut
dan Maksilofasial dalam penatalaksanan kasus patah rahang atau fraktur
maksilofasial.
Dengan prinsip ini diharapkan penyembuhan atau penyambungan fragmen
fraktur dapat kembali ke hubungan awal yang normal dan telah beradaptasi dengan
jaringan lunak termasuk otot dan pembuluh saraf disekitar rahang dan wajah.
:eduksi adalah tindakan untuk mengembalikan posisi dari bagian tulang yang
fraktur ke posisi semula. Fiksasi adalah suatu tindakan untuk mempertahankan tulang
yang telah direduksi. +mobilisasi adalah suatu tindakan untuk menjaga tulang yang
telah difiksasi tidak bergerak sama sekali. Pada perawatan yang tidak memerlukan
tindakan bedah, imobilisasi dilakukan bersama$sama dengan tindakan fiksasi. #lat
fiksasi berfungsi sebagai alat imobilisasi. 6indakan reduksi ada dua teknik yaitu close
reduction dan open reduction.
#. %lose :eduction
:eduksti tertutup digunakan tanpa adanya pembedahan. (unakan cara paling
sederhana yang paling mungkin untuk mengurangi komplikasi dan menangani fraktur
mandibula karena reduksi secara terbuka 3open reduction4 meningkatkan resiko
morbiditas. :eduksi secara tertutup digunakan pada kondisi kondisi sebagai berikut 7
"*
". ?ika gigi$gigi pada kedua rahang cukup atau masih lengkap, sehingga oklusi dapat
dibangun kembali dan gigi$gigi dapat dipakai sebagai pegangan untuk alat fiksasi
&. Pasien yang edentulous parsial 3sebagian tidak bergigi4 yang mana terjadi fraktur
korpus mandibula dengan displacement minimal
"/
*. Fraktur dengan celah fragmen yang tidak begitu lebar 3kurang dari &mm4 dan
oklusi baik
/. Fraktur yang masih dalam batas golden periode 3H"' hari4
.. =okasi fraktur mandibula tidak berada di tempat tarikan otot yang kuat.
klusi yang tepat harus didapatkan sebelum penempatan arch bar. +MF 3+nter
Ma@illary Fi@ation4 dilakukan untuk imobilisasi segmen fraktur mandibula dengan
mengikat gigi geligi pada oklusinya dari luar ke tempatnya semula untuk mendapatkan
stabilitas.
(ambar ;
1

+MF dengan wire fixation, dengan posterior wire loop pada kedua sisi, dan anterior
wire loop akan memberikan stabiliasi.
%ara lain yaitu dengan / points fi@ation.
Digunakan screw pada ma@ila dan mandibula secara bilateral, kemudian wire
ditempatkan untuk fiksasi di kedua sisi. 6eknik ini memiliki keuntungan dilakukan
dengan cepat, tetapi bagaimanapun juga tehnik ini tidak memberikan stabilisasi bagi
rahang dan meningkatkan resiko trauma gigi. )entuk fiksasi tambahan ini penting saat
stabilitas pada gigi geligi tidak dapat tercapai, seperti pada rahang yang tidak bergigi
pada orang lanjut usia atau pada anak pada masa pergantian gigi.
".
(ambar 1
1
/ points fi@ation
#lternatif lain bila pasien menggunakan gigi tiruan, maka gigi tiruan dapat
digunakan sebagai splint, dan penggunaan circumandibular wire, dapat menstabilisasi
fraktur. (igi tiruan pada rahang atas dan bawah dapat diikat bersama untuk
mendapatkan +MF.
(ambar "'
1
(igi tiruan rahang bawah yang dapat digunakan
sebagai splint untuk stabilisasi fraktur
). pen :eduction
Caitu cara perawatan fraktur mandibula dengan tindakan pembedahan.
+ndikasi untuk reduksi secara terbuka 7
"*
". ?ika tidak cukup terdapat gigi$gigi untuk reeduksi tertutup
"0
&. Pada fraktur ramus ascendens mandibula atau pada processus condiloideus dengan
displacement yang besar
*. Pada non union, mal union, dan fibrous union fracture
/. )ila terdapat otot$otot yang interposisi diantara fragmen$fragmen tulang
Pada open reduction diperlukan insisi intra oral atau ekstra oral. +nsisi intra oral
biasanya dilakukan pada fraktur yang non displaced atau slightly displaced. !edangkan
insisi ekstra oral dilakukan pada comminuted fraktur atau dislokasi yang parah.
#nastesi umum dilakukan pada insisi ekstra oral dan lokal bila dilakukan insisi intra
oral. Plate dan screw untuk fiksasi rigid secara open reduction dan menghindari
terjadinya fragmen yang bergerak dengan mengikat semua segmen yang ada di area
fraktur. Diperlukan pemilihan plate yang tepat dari segi panjang dan ketebalannya serta
apa tipe dan ukuran yang akan digunakan. ?ika kualitas tulang buruk, seperti fraktur
yang kecil$kecil, kerusakan, atropi maka load bearing fi@ation digunakan untuk
stabilisasi.
(ambar ""
1
Plate and screw
"5
(ambar "&
"'
internal fi@ation dengan insisi ekstra oral
(ambar
"'
penempatan plate and screw dengan insisi intra oral.
%. 6indak =anjut Postoperasi
)erikan analgetik pada periode postoperasi. !erta berikan antibiotic spectrum
luas pada pasien fraktur terbuka dan re evaluasi kebutuhan nutrisi. Pantau interma@illa
fi@ation 3+MF4 selama /$0 minggu. !etelah wire dibuka, evaluasi dengan foto
panoramic untuk memastikan fraktur telah union.
D. 8omplikasi
8omplikasi setelah dilakukannya perbaikan pada fraktur mandibula umumnya
jarang terjadi. 8omplikasi yang paling umum terjadi pada fraktur mandibula adalah
infeksi atau osteomyelitis, yang nantinya dapat menyebabkan berbagai kemungkinan
komplikasi lainnya. 6ulang mandibula merupakan daerah yang paling sering
mengalami gangguan penyembuhan fraktur baik itu malunion ataupun non$union, hal
";
ini akan memberi keluhan berupa rasa sakit dan tidak nyaman yang berkepanjangan
pada sendi rahang oleh karena perubahan posisi dan ketidakstabilan antara sendi
rahang kiri dan kanan. Hal ini tidak hanya berdampak pada sendi tetapi otot$otot
pengunyahan dan otot sekitar wajah juga dapat memberikan respon nyeri 3myofascial
pain4. 6erlebih jika pasien mengkompensasikan atau memaksakan mengunyah dalam
hubungan oklusi yang tidak normal. 8ondisi inilah yang banyak dikeluhkan oleh
pasien patah rahang yang tidak dilakukan perbaikan atau penangnanan secara adekuat.
#da beberapa faktor risiko yang secara spesifik berhubungan dengan fraktur
mandibula dan berpotensi untuk menimbulkan terjadinya malunion ataupun non$
union. Faktor risiko yang paling besar adalah infeksi, kemudian aposisi yang kurang
baik, kurangnya imobilisasi segmen fraktur, adanya benda asing, tarikan otot yang
tidak menguntungkan pada segmen fraktur.
Malunion yang berat pada mandibula akan mengakibatkan asimetri wajah dan
dapat juga disertai gangguan fungsi. 8elainan$kelainan ini dapat diperbaiki dengan
melakukan perencanaan osteotomi secara tepat untuk merekonstruksi bentuk
lengkung mandibula.
"1
BAB IV
RINGKASAN
Mandibula adalah tulang rahang bawah pada manusia yang merupakan tulang paling
kuat pada daerah muka dan berfungsi sebagai tempat melekatnya gigi geligi.
Fraktur didefinisikan sebagai terjadinya diskontinuitas tulang. Fraktur dapat terjadi
akibat trauma atau karena proses patologis. Fraktur akibat trauma dapat terjadi akibat
perkelahian, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, dan lain$lain. Fraktur patologis dapat
terjadi karena kekuatan tulang berkurang akibat adanya kista, tumor jinak atau ganas rahang,
atrofi tulang secara menyeluruh atau osteoporosis nekrosis atau metabolic bone disease.
#kibat adanya proses patologis tersebut, fraktur dapat terjadi secara spontan seperti waktu
bicara, makan atau mengunyah.
)erdasarkan tipenya fraktur terbagi menjadi fraktur dimple, fraktur kompoun, fraktur
comminuted, raktur green stick dan fraktur patologis. )erdasarkan lokasinya terbagi menjadi
dentoalveolar, kondilus, koronoideus, ramus, angulus, korpus, simfisis dan parasimfisis.
Prinsip penanganan fraktur mandibula pada langkah awal bersifat kedaruratan seperti
jalan nafas 3airway4, pernafasan 3breathing4, sirkulasi darah termasuk penanganan syok
3circulation4, penanganan luka jaringan lunak dan imobilisasi sementara serta evaluasi
terhadap kemungkinan cedera otak. 6ahap kedua adalah penanganan fraktur secara definitif
yaitu reduksiIreposisi fragmen fraktur 3secara tertutup 3close reduction4 dan secara terbuka
3open reduction44, fiksasi fragmen fraktur dan imobilisasi, sehingga fragmen tulang yang
&'
telah dikembalikan tidak bergerak sampai fase penyambungan dan penyembuhan tulang
selesai.
DAFTAR PUSTAKA
". Penatalaksanaan Fraktur Mandibula. #lvin. &'"". #vailable at 7
http7IIalfin>one.files.wordpress.comI&'""I'"Ipenatalaksanaan$fraktur$mandibula.pdf
&. Mandible. #vailable at 7 http7IImedical$
dictionary.thefreedictionary.comI<pperEmandible
*. 8onsep Perawatan Fraktur Mandibula. -nni #friani. &'';. #vailable at 7
http7IIalfin>one.files.wordpress.comI&'""I'"Ipenatalaksanaan$fraktur$mandibula.pdf
/. Fraktur Mandibula. #ngga 6ama. &'"". #vailable at 7
http7IIdentistlove.blogspot.comI&'""I'.Ifraktur$mandibula.html
.. +nitial #ssessment and 6reatment with the #irway, )reathing, %irculation, Disability,
-@posure 3#)%D-4 #pproach. 6roels 6him et al. &'"&. #vailable at 7
http7IIwww.ncbi.nlm.nih.govIpmcIarticlesIPM%*&5**5/I
0. Five As. #vailable at 7 http7IIen.wikipedia.orgIwikiIFiveJAs
5. Fractures Mandible. #vailable at 7 http7IIwww.ghorayeb.comIF@Mandible.html4
;. Mandible Fractures, (eneral Priciples and cclusion. !au 6hir. &'"'. #vailable at 7
http7IIoralma@illo$facialsurgery.blogspot.comI&'"'I'.Imandible$fractures$general$
principles.html
1. Pearls of Mandibular 6rauma 6reatment. 8oshy ?.% et al. #vailable at 7
http7IIwww.ncbi.nlm.nih.govIpmcIarticlesIPM%**&/&"0I
"'. !imple Fractures in Mandibular #ngle and :amus. #vailable at 7
https7IIwww&.aofoundation.orgIwpsIportalIK
&"
utIpIc'I'/J!);8;@==M1M!!>Py;@)>1%P'os*hng5)#:ydD:wD*LwMD#';>6>
dvv@)j+wDJ+J&%b-dF#DiMJLMKIB
segmentFMandibleMboneF%MFMclassificationF1"$#ngle2&'and2&'ramus2&%
2&'simpleMteaser6itleFMshowPageFdiagnosisMcontent<rlFsrgI1"I'"$
DiagnosisIaoJsrgJdiagJangleJsi.jsp
"". Five As. #vailable at 7 http7IIen.wikipedia.orgIwikiIFiveJAs
"&. (lasgow %oma !cale. #vailabe at 7 www.mdcalc.com
"*. )arbuta, :ahmat. Perawatan Fraktur )erganda Mandibula dengan :eduksi. &''1. #vailable
at 7
http7IIpustaka.unpad.ac.idIwpcontentIuploadsI&''1I'.IperawatanJfrakturJbergandaJmandibul
aJdenganJreduksi.pdf
&&