Anda di halaman 1dari 5

JAMALUDDIN AL-AFGHANI buku-buku terjemahan dan karangannya, telah mulai meluas di

kalangan masyarakat Mesir, di antaranya ide trios politico, dan


patriotisme- Telah matang waktunya untuk menibentuk suatu partai
Jamaluddin Al-Afghani adalah seorang pemimpin pembaha-ruan
politik, maka pada tahun 1879 atas usaha Al-Afghani terDentuklah
dalam Islam yang tempat tinggal dan aktivitasnya berpin-dah dari satu
partai Al-Hizb Al-Watani (Partai Nasional). Slogan "Mesir untuk
negara Islam ke negara Islam lain. Pengaruh terbesar ditinggalkannya orang Mesir" mulai kedengaran. Tujuan partai ini selanjutnya ialah
di Mesir dan oleh karena itu bukanlah tidak pada tempatnya kalau memperjuangkan pendidikan universal, kemerdekaan pers dan
uraian mengenai pemikiran dan aktivitasnya dimasukkan ke dalam pemasukan unsur-unsur Mesir ke dalam posisi-posisi dalam bidang
Bahagian tentang pembaharuan di Mesir. militer.
Jamaluddin lahir di Afghanistan pada tahun 1839 dan me-ninggal
dunia di Isiambul di tahun 1897, Ketika baru berusia duapuluh dua Atas sokongan partai ini Al-Afghani berusaha menggulingkan
Raja Mesir yang berkuasa di waktu itu, yakni Khedewi Ismail, untuk
tahun ia telah menjadi pembantu bagi Pangeran Dost Muhammad Khan diganti dengan Putra Mahkota Tawfiq, Yang tersebut akhir ini berjanji
di Afghanistan. Di tahun 1864 ia menjadi penasehat Sher Ali Khan. akan mengadakan pembaharuan-pembaharuan yang dituntut Al-Hizb
Beberapa tahun kemudian ia diang-kat oleh Muhammad A'zam Khan Al-Watani. Tetapi setelah menjadi Khedewi, Tawfiq, atas tekanan
menjadi Perdana Menteri. Dalam pada itu Inggeris telah mulai Inggeris mengusir Al-Afghani keluar dari Mesir di tahun 1879.
mencampuri soal politik dalam negeri Afghanistan dan dalam
pergolakan yang terjadi Al-Afghani memilih fihak yang melawan Masa delapan tahun menetap di Mesir itu menurut pihak Mesir
golongan yang disokong Inggeris. Fihak pertama kalah dan Al-Afghani sendiri mempunyai pengaruh yang tidak kecil bagi umat Islam di sana.
merasa lebih aman meninggalkan tanah tempat lahirnya dan pergi ke Menurut M.S. Madkur, Al-Afghanilah yang membangkitkan gerakan
India di tahun 1869. berfikir di Mesir sehingga negara ini dapat
Di India ia juga merasa tidak bebas betgerak karena negara ini capai kemajuan. "Mesir modern, demikian Madkur, adalah hasil
telah jatuh ke bawah kekuasaan Inggeris, dan oleh karena itu ia dari usaha-usaha Jamaluddin Al-Afghani." ii
pindah ke Mesir di tahun 1871. la menetap di Cairo dan pada pan Mesir Al-Afghani pergi ke Paris dan di sini ia dirikan
mulanya menjauhi persoalan-persoalan politik Mesir dan me- oerkumpulan Al-'Urwah Al-Wusqa. Anggotanya terdiri atas orang-orang
musatkan perhatian pada bidang ilmiah dan sastra Arab. Rumah Islam dari India, Mesir, Suria, Afrika Utara, dan lain-lain. pi antara
tempat ia tinggal menjadi tempat pertemuan murid-murid dan tujuan yang hendak dicapai ialah memperkuat rasa persaudaraan
pengikut-pengikutnya. Di sanalah ia memberikan kuliah dan meng Islam, membela Islam dan membawa umat Islam kepada kemajuan.
ngadakan diskusi. Menurut keterangan Muhammad Salam Madkuri . Majallah Al-'Urwah Al-Wusqa, yang diterbitkan perkumpulan ini cukup
kur ' ) , para peserta'terdiri atas orang-orang terkemuka dalam bidang terkenal, juga di Indonesia, tetapi tidak berumur panjang.
pengadilan, dosen-dosen, mahasiswa dari Al-Azhar serra perguruan- Penerbitannya terpaksa dihentikan karena dunia Barat melarang
perguruan tinggi lain, dan juga pegawai-pegawai pern,;, rintah. Di pemasukannya ke negara-negara Islam yang berada di bawah kekuasaan
antara murid-murid Al-Afghani itu ada yang kemudian menjadi mereka.
pemimpin kenamaan di Mesir seperti Muhammad Abduh dan Sa'ad Sewaktu di Eropa Al-Afghani mengadakan perundingan dengan Sir
Zaghlul, pemimpin kemerdekaan Mesir. Randolph Churchil dan Drummond Wolf tentang masalah Mesir dan
Tetapi ia tidak lama dapat meninggalkan lapangan politik, Di tentang penyelesaian pemberontakan Al-Mahdi di Sudan secara damai.
tahun 1876 turut campur tangan Inggeris dalam soal politik di Mesir Wolf meminta bantuannya untuk me-wujudkan hubungan persahabatan
makin meningkat. Untuk dapat bergaul dengan orang-orang politik antara Kerajaan Usmani, Persia dan Afghanistan. Persahabatan ketiga
di Mesir ia memasuki perkumpulan Freemason Mesir. Diantara negara itu perlu bagi Inggris dalam menentang politik Rusia di Timur
anggota perkumpulan ini terdapat Putra Mahkota Tawfiq. Tengah. Tetapi kedua usaha itu tidak membawa hasil.
Di ketika itu ide-ide baru yang disiarkan Al-Tahtawi mela-lui Di tahun 1889 Al-Afghani diundang datang ke Persia untuk
menolong mencari penyelesaian tentang persengketaan Rusia -Persia
yang timbul karena politik pro-Inggeris yang dianut pe-merintah gus pemimpin pembaharuan dan pemimpin politik.
Persia ketika itu. Al-Afghani tidak setuju dengan pem-berian Pemikiran pembaharuannya berdasar atas keyakinan bahwa ,
konsessi-konsessi kepada Inggeris dan akhirnya timbul pertikaian Islam adalah yang sesuai untuk semua bangsa, semua zaman dan semua
paham antara Al-Afghani dan Syah Nasir Al-Din. Al-Afghani melihat keadaan. Kalau kelihatan ada pertentangan antara ajaran-ajaran Islam
bahwa Syah perlu digulingkan, tetapi sebelum sempat menjatuhkannya dengan kondisi yang dibawa perobahan zaman dan parobahan kondisi ,
ia telah dipaksa keluar dari Persia. Di 2nun 1896 Syah dibunuh oleh penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi baru
seorang pengikut Al-Afghani. tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang tercantum dalam A-Quran
Atas undangan Sultan Abdul Hamid, Al-Afghani selanjutnya dan Hadis. Untuk interprestasi itu diperlukan ijtihad dan pintu
Pindah ke Istambul di tahun 1892. Pengaruhnya yang besar di- ijtihad baginya terbuka.
berbagai negara Islam diperlukan dalam rangka pelaksanaan po.litik Kemunduran umat Islam bukanlah karena Islam, sebagai-mana
Islam yang direncanakan Istambul. Bantuan dari negara-negara dianggap, tidak sesuai dengan perobahan zaman dan kondisi baru. Umat
Islam amat dibutuhkan Sultan Abdul Hamid untuk menen-tang Eropa Islam mundur, karena telah meninggalkan ajaran-aiaran Islam yang
yang di waktu itu telah kian raendesak kedudukan Kerajaan sebenarny_a_ dan _ mengikuti alafa7i:ajaran~yai^
Usmani di Timur Tengah. djtajigjiarJJuar_Jagi_asirjg_J)agLMa^ Ajaran-ajaran Islam yang
Tetapi kerja sama antara Al-Afghani, sebagai pemimpin yang sebenamya -hanyjLtinggal_ dalam ucapan dan_ di atas kertas. Se-
mempunyai pemikiran-peniikiran d em ok rat is ten tang pemeruv bahagian dari ajaran-ajaran asing itu dibawa orang-orang yang pura-pura
tahan, dengan Abdul Hamid, sebagai Sultan yang masih memperta- bersikap suci, sebahagian lain oleh orang-orang yang mempunyai
hankan kekuasaan otokrasi lama, tidak bisa tercapai. Karena keyakinan-keyakinan yang menyesatkan dan sebahagian lain lagi oleh
takut akan pengaruh Al-Afghani yang demikian besar, kebebas- hadis-hadis buatan. Fahamjcada dan kadar umpamanya, demikian Al-
annya dibatasi Sultan dan ia tak dapat keluar dari Istambul. la Afghani, telah dirusak dan dirobah menjadi fatalisme, yang membawa_
tetap tinggal di sana sampai ia wafat di tahun 1897, pada lahimya umat Islam kepada keadaan statis. Kada dan kadar sebenarnya
sebagai tamu yang mendapat penghormatan, tetapi pada hake- mengandung arti bahwa segaja sesuatu terjadi menurut -ketentuan sebab-
katnya sebagai tahanan Sultan. musabab. Kemauan manusia merupakan salah satu dari mata rantai sebab-
Melihat kepada kegiatan politik yang demikian besar di musabab itu. Di inasa yang nsialam keyakinan pada kada dan kadar
daerah yang demikian luas, pada tempatnyalah kalau dikatakan ^ serupa ini memupuk keberanian dan kesabaran dalam jiwa umat Islam
bahwa Al-Afghani lebih banyak bersifat pemimpin politik dari untuk menghadapi segala macam bahaya dan kesukaran. Karena per-
pada pemimpin dan pemikir pembaharuan dalam Islam. Tidaklah caya pada kada dan kadar inilah maka umat Islam di masa yang siflam
salah kalau Stoddard '' mengatakan bahwa ia sedikit sekali me- bersifat dinamis dan dapat menimbulkan peradaban yang tinggi. i).
mikirkan masalah-masalah agama dan sebaliknya memusatkan Suatu sebab lain lagi ialah salah pengertian tentang maksud
pemikiran dan aktivitas dalam bidang politik. Dan tidak pula hadis yang mengatakan bahwa umat Islam akan mengalami ke-
mengherankan kalau Goldziher 2) memandang Al-Afghani ter- munduran di akhir zaman. Salah pengertian ini membuat umat islam
utama sebagai tbkoh politik dan bukan sebagai pemimpin pem- tidak berusaha merobah nasib mereka. Sebab-sebab kemunduran
baharuan dalam soal-soal agama. yang bersifat politis ialah perpecahan yang terdagat di kalangan
Tetapi dalam pada itu tak boleh dilupakan bahwa kegiatan umat Islam, pemerintahan absolute,mempercayakan pimpinan umat
politik yang dijalankan Al-Afghani sebenamya didasarkan pada kepada orang-orang
ide-idenya ten tang pembaharuan dalam Islam. Kegiatan poKtik Uhat Al-Vrwah AJ-Wtaqa, tanggal 1-S-1S84 (4 Rajab 130V) hal. 161 dsn seterus-
itu timbul sebagai akibat yang semestinya dari pemikiran-pemi- nya.
kirannya tentang pembaharuan. la pada hakekatnya adalah sekali
55
52
53

yang tak dapat. .dipercayai, mengabajkan_masalah pertahanan Bagaimanapun ide-idenya banyak mempengaruhi pemikiran
militer menyerahkan administrasi negara kepada orang-orang Muhammad Abduh tentang pembaharuan dalam Islam. Dan
tidak kompeten dan intervensi asing. Abduh, sebagai gurunya juga, mempuryai pengaruh besar di du-
Lemahnya rasa persaudaraan Islam_Juga merupakan sebab bagi nia Islam.***
kemunduran umat Islam. Tai persaudaraan Islam telah terputus, ( Sumber : Harun Nasution. Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran
bukan di kalangan awam saja, tetapi juga di kalanganalim ulama. dan Gerakan. Jakarta: Bulan Bintang. 1975. h. 51-57)
Ulama Turki tidak kenaJ lagi pada ulama Hejaz, demikian pula
ulama India tidak mempunyai hubungan dengan ulama Af-
ghanistan. Tali persaudaraan antara Raja-raja Islam juga sudah
terputus.
Jalan untuk memperbaiki keadaan umat Islam, menuruf. AI-
Afghani, ialah melenyapkan pengertian-pengertian salah yang yang
dianut umat pada umumnya, dan kembai keepada ajaran-ajaran Islam
yang sebenarnya. Hati mesti disucikan, budi-pekerti luhur dihidupkan
kembali, dan demikian pula kesediaan berkorban untuk kepentingan
umat . Dengan berpedoman pada ajaran-ajaran dasar, umat Islam
akan dapat bergerak maju men-capai. kemajuan.
Corak pemerintahan otokrasi harus dirqbah_dengan corak
Pemerintahan demokrasi. Kepala negara harus mengadakan syura
dengan pemimpin-pemimpin masyarakat yang banyak mempunyai
pengalaman. Pengetahuan manusia secara individual terbatas se-
kali. Islam dalam pendapat Al-Afghani menghendaki pemerintahan
republic di dalamnya terdapat kebebasan mengeluarkan _ pendapat
dan kewajiban kepada negara tunduk kepada undang-undang dasar.
Di atas segala-galanya persatuan umat Islam mesti diwujud-
kan kembali. Dengan bersatu dan mengadakan kerja-sama yang
eratlah umat Islam akan dapat kembali memperoleh kemajuan.
Persatuan dan kerja-sama merupakan sendi yang amat penting
dalam Islam.
Semasa hidupnya Al-Afghani memang berusaha untuk me
wujudkan persatuan itu. Yang terkandung dalam ide-ide pan_islam
ialah persatuan seluruh umat Islam. Tetapi usahanya tidak ber-hasil.
-————————————

56
i
Lihat bukunya al-Hakim al-Tsair Jamal Al-Din al-Afghani. Cairo, 1962.hal.
ii
Ibid.