Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
Gangguan somatisasi sudah dikenal sejak zaman mesir kuno. Nama awalnya
untuk gangguan somatisasi adalah hysteria, suatu keadaan yang secara tidak tepat
diperkirakan hanya mengenai wanita saja. Hysteria berasal dari bahasa Yunani
Hysteria yang diartikan sebagai rahim. Gangguan omatisasi mengacu pada perkembangan gejala
somatik yang tidak ditemukan atau disebabkan oleh penyakit medis. omatisasi adalah istilah yang
awalnya terkait dengan teori psikodinamik, dimana penyebab penyakit dikarenakan kon!lik psikologis atau
suatu kondisi kejiwaan yang diubah menjadi penyakit !isik.
"ada abad ke # $%, &homas syndenham menemukan bahwa !aktor psikologis yang
dinamakannya penderitaan yang mendahului 'antecendent sorrow( adalah terlibat dalam
patogenese gejala somatisasi. )itahun $*+, "aul -ri.uet, seorang dokter "erancis
mengamati banyaknya gejala dan sistem organ yang terlibat dalam perjalanan penyakit
yang biasanya kronis. "ada tahun $,/0, tekel mengusulkan istilah somatization untuk
menggambarkan mani!estasi klinis !isik dari kon!lik neurotik , sebuah konsep yang mirip
dengan 1reud tentang 2on3ersion Hysteria.
BAB II
GANGGUAN SOMATISASI
A. DEFINISI GANGGUAN SOMATISASI
Gangguan somatisasi adalah salah satu gangguan somato!orm spesi!ik yang
ditandai oleh banyaknya keluhan !isik4gejala somatik yang mengenai banyak sistem
organ yang tidak dapat dijelaskan secara adekuat berdasarkan pemeriksaan !isik dan
laboratorium.
Gangguan ini dibedakan dari gangguan somato!orm lainnya karena banyaknya
keluhan dan melibatkan sistem organ yang multipel ' sebagai contohnya 5 gastrointestinal
dan neurologis(. Gangguan ini adalah kronis ' dengan gejala ditemukan selama beberapa
tahun dan dimulai sebelum usia 06 tahun( dan disertai dengan penderitaan psikologis
yang bermakna, gangguan !ungsi sosial dan pekerjaan, dan perilaku mencari bantuan
medis yang berlebihan.
B. EPIDEMILOGI GANGGUAN SOMATISASI
"re3alensi seumur hidup gangguan pada populasi umum diperkirakan adalah 6,$
# 6,7 8 walaupun beberapa kelompok penelitian percaya bahwa angka sesungguhnya
mungkin mendekati 6,+ 8. 9anita dengan gangguan somatisasi melebihi jumlah laki #
laki sebesar +:76 kali, walupun perkiraan tertinggi mungkin karena kecenderungan awal
yang tidak mendiagnosis ganguan somatisasi pada laki:laki. Namum demikian, dengan
rasio wanita berbanding laki:laki adalah + berbanding $, pre3alensi seumur hidup
gangguan somatisasi pada wanita dipopulasi umum adalh $ atau 7 persen ; gangguan ini
bukan gangguan yang jarang ditemukan.
Gangguan somatisasi dide!inisikan dimulai sebelum usia 06 tahun, tetapi
seringkali mulai usia belasan tahun.
C. ETIOLOGI GANGGUAN SOMATISASI
"enyebab pasti gangguan somatisasi sampai saat ini belum diketahui. Namun,
-eberapa !aktor yang dapat menyebabkan gangguan somatisasi antara lain 5
a( 1aktor psikososial.
<umusan psikososial tentang penyebab gangguan melibatkan interpretasi gejala
komunikasi social yang tujuannya untuk menghindari kewajiban 'sebagai contoh 5
mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai(, mengekspresikan emosi 'sebagai contohnya 5
kemarahan pada pasangan(, atau untuk mensimbolisasikan suatu perasaan atau
keyakinan 'sebagai contohnya 5 nyeri pada usus seseorang (
=spek pembelajaran 'learning beha3ior( menekankan bahwa pengajaran dari orang tua,
contohnya orang tua atau budaya yang mengajarkan pada anak untuk menggunakan
somatisasi. 1aktor social, kultur, dan etnik juga ikut terlibat dalam pengembangan gejala:
gejala somatisasi.
b( 1aktor -iologi.
)ata genetika menyatakan adanya transimisi genetik dengan gangguan somatik. )ata
menyatakan bahwa gangguan somatisasi cenderung terjadi pada $6:768 saudara wanita
turunan pertama, sedangkan pada saudara laki:lakinya cenderung menjadi penyalagunaan
zat dan ganguan kepribadian antisosial. "ada kembar monozigot terjadi 7,8 dan dizigot
$68.
D. PENEGAKAN DIAGNOSIS GANGGUAN SOMATISASI
1. Gejala Klinis Gangguan Soa!isasi
Gangguan somatisasi ditandai oleh banyak keluhan !isik yang mengenai banyak
sistem organ. elama perjalanan penyakit, penderita gangguan somatisasi
mengeluhkan sekurang:kurangnya empat gejala nyeri yaitu dua gejala
gastrointestinal, satu gejala seksual dan satu gejala neurologis yang tidak dapat
dijelaskan melalui pemeriksaan !isik dan laboratorium. "asien biasanya
menggambarkan keluhannya dalam cara yang dramatik, emosional dan berlebihan
dengan bahasa yang gemblang dan bermacam:macam.

Gejala yang paling sering timbul biasanya berupa mual, muntah, kesulitan menelan,
nyeri lengan dan tungkai, na!as pendek yang tidak berhubungan dengan akti!itas,
amnesia, komplikasi kehamilan dan menstruasi.
>ondisi psikiatri yang paling menonjol pada gangguan somatisasi adalah kecemasan
dan depresi. Ganggauan somatisasi seringkali disertai oleh gangguan mental lainya
termasuk gangguan depresi berat, gangguan kepribadian '2ontohnya5 paranoid,
obsesi!, anti sosial dan histrionik(, gangguan penyalagunaan zat, kecemasan umum
dan !obia. =ncaman bunuh diri sering ditemukan
.
tetapi bunuh diri yang
sesungguhnya hanya dijumpai pada pasien gangguan somatisasi yang disertai dengan
penyalagunaan zat.
". K#i!e#ia Diagnosis enu#u! DSM$I% Gangguan Soa!isasi
=. <iwayat banyak keluhan !isik yang dimulai sebelum usia 06 tahun yang terjadi
selama periode beberapa tahun dan menyebabkan terapi yang dicari atau
gangguan bermakna dalam !ungsi sosial, pekerjaan atau !ungsi penting lain.
-. &iap kriteria berikut ini harus ditemukan dengan gejala indi3idual yang terjadi
pada sembarang waktu selama perjalanan gangguan5
$. ?mpat gejala nyeri5 riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya /
tempat atau !ungsi yang berlainan 'misalnya kepala, perut, punggung, sendi,
anggota gerak, dada, rektum 'ujung usus besar(, selama menstruasi, selama
hubungan seksual atau selama miksi 'kencing(
7. )ua gejala gastrointestinal5 riwayat sekurangnya 7 gejala gastrointestinal
selain dari nyeri 'misalnya mual, kembung, muntah selain dari selama
kehamilan, diare atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan(
0. atu gejala seksual5 riwayat sekurangnya $ gejala seksual atau reprodukti!
selain nyeri 'misalnya indi!erensi 'tidak condong( seksual, dis!ungsi erekti!
atau ejakulasi, menstruasi yang tidak teratur, perdarahan menstruasi yang
berlebihan, muntah sepanjang kehamilan(
/. atu gejala pseudoneurologis5 riwayat sekurangnya $ gejala atau de!isit yang
mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri
'misalnya gejala kon3ersi seperti gangguan kordinasi atau keseimbangan,
paralisis 'kelumpuhan( setempat, sulit menelan atau benjolan di tenggorokan,
a!onia 'kehilangan suara karena gangguan pita suara(, retensi urin
'tertahannya urin(, halusinasi, hilangnya sensasi sentuh atau nyeri, pandangan
ganda, kebutaan, ketulian, kejang, gejala disosiati! seperti amnesia atau
hilangnya kesadaran selain pingsan(
2. alah satu dari poin $ atau 75
$. etelah penelitian yang diperlukan, tiap gejala dalam kriteria - tidak dapat
dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau
e!ek langsung dari suatu zat 'misalnya e!ek cidera, medikasi, obat atau alkohol(
7. @ika terdapat kondisi medis umum, keluhan !isik atau gangguan sosial atau
pekerjaan yang ditimbulkan adalah melebihi apa yang diperkirakan dari
riwayat penyakit, pemeriksaan !isik atau temuan laboratorium
). Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat:buat 'seperti pada gangguan
buatan atau pura:pura(
&. K#i!e#ia Diagnosis enu#u! PPDG' III
)iagnosis pasti gangguan somatisasi berdasarkan "")G@ AAA5
$. =da banyak dan berbagai gejala !isik yang tidak dapat dijelaskan adanya kelainan
!isik yang sudah berlangsung sekitar 7 tahun.
7. elalu tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa
tidak ada kelainan !isik yang dapat menjelaskan keluhan:keluhannya.
0. &erdapat disabilitas dalam !ungsinya di masyarakat dan keluarga, yang berkaitan
dengan si!at keluhan:keluhannya dan dampaak daari perilakunya.
E. DIAGNOSIS BANDING GANGGUAN SOMATISASI
Gangguan somatisasi biasanya didiagnosa banding dengan 5
a( Gangguan somato!orm lainya yaitu5
Gangguan kon3ersi 5 )itandai dengan suatu perubahan besar dalam !ungsi
!isik atau hilangnya !ungsi !isik, meski tidak ada temuan medis yang dapat
ditemukan sebagai penyebab simtom atau kemunduran !isik tersebut.
Hipokondriasis 5 !okus atau ketakutan bahwa simtom !isik yang dialami
seseorang merupakan akibat dari suatu penyakit serius yang mendasarinya,
seperti kanker atau masalah jantung
Gangguan nyeri 5 adanya nyeri pada satu atau lebih tempat yang tidak
sepenuhnya disebabkan oleh kondisi medis atau neurologis non psikiatrik.
Gangguan dismor!ik tubuh 5 "enderita terpaku pada kerusakan !isik yang
dibayangkan atau dibesar:besarkan dalam hal penampilan mereka.
b( Gangguan depresi berat
c( Gangguan kecemasan umum.
d( Gangguan medis non psikoatri seperti multipe sklerosi, miastenia gra3is, lupus
eritematosus sistemik, =A), por!iria intermitten akut, hiperparatiroidsme dan
in!eksi sistemik kronis. Bnset gejala somatik multipel pada seseorang pasien yang
berusia lebih dari /6 tahun harus dianggap disebabkan oleh kondisi non psikistrik
sampai pemeriksaan media yang lengkap telah dilakukan.
F. PENATALAKSANAAN GANGGUAN SOMATISASI
"ada gangguan somatisasi, tujuan pengobatannya antara lain5
$. Cencegah adopsi dari rasa sakit, in3alidasi 'tidak membenarkan pemikiran 4
meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata.
7. Ceminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes:tes diagnosis,
treatment, dan obat:obatan yang tidak perlu.
0. Celakukan kontrol !armakologis terhadap sindrom komorbid 'memperparah kondisi(.
trategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 5
$. "engobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama
7. -uat jadwal regular dengan inter3al waktu kedatangan yang memadai
0. Cem!okuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial
trategi penatalaksanaan 5
&erapi perilaku kogniti! '2-&, cogniti3e beha3ior therapy( akan berman!aat jika
diadaptasi untuk keluhan somatisasi utama. "asien mungkin perlu dibantu untuk
mengenali dan mengatasi stresor sosial yang dialami.
&erapi kogniti!:beha3ioral, untuk mengurangi pemikiran atau si!at pesimis pada
pasien. &eknik beha3ioral, terapis bekerja secara lebih langsung dengan si penderita
gangguan somato!orm, membantu orang tersebut belajar dalam menangani stress atau
kecemasan dengan cara yang lebih adapti!. &erapi kogniti!, terapis menantang keyakinan
klien yang terdistorsi mengenai penampilan !isiknya dengan cara menyemangati mereka
untuk menge3aluasi keyakinan mereka dengan bukti yang jelas.
&erapi ini dapat ber!okus pada menghilangkan sumber:sumber rein!orcement
sekunder 'keuntungan sekunder(, memperbaiki perkembangan keterampilan untuk
menangani stress, dan memperbaiki keyakinan yang berlebihan atau terdistorsi mengenai
kesehatan atau penampilan seseorang. &erapi ini berusaha untuk membantu indi3idu
melakukan perubahan:perubahan, tidak hanya pada perilaku nyata tetapi juga dalam
pemikiran, keyakinan dan sikap yang mendasarinya.
-erikut adalah penanganan pada gangguan somatisasi 5
$. 1armakoterapi
&idak ada percobaan klinis terapi obat yang adekuat untuk somatisasi primer. Bbat:
obat yang yang e!ekti! dalam situasi:situasi sebagai berikut 5
a( Gejala:gejala spesi!ik yang sulit disembuhkan seperti nyeri kepala, mialgia, dan
bentuk:bentuk penyakit kronik lainnya dapat hilang dengan antidepresan trisiklik.
)emikian pula pasien:pasien cemas dengan terapi aprazolam, benzodiazepin, atau
beta:bloker. 9alaupun pasien:pasien tersebut tidak memnuhi kriteria gangguan
panik atau kecemasan.
b( Bbat:obat simtomatik murni 'misal5 analgetik, antasida(
7. >onsultasi psikiatrik
"asien dengan gangguan somatisasi paling baik diobati jika mereka memiliki
seorang dokter tunggal sebagai perawat kesehatan umumnya. >linisi primer harus
memeriksa pasien selama kunjungan terjadwal yang teratur, biasanya dengan inter3al
satu bulan.
@ika gangguan somatisasi telah didiagnosis, dokter yang mengobati pasien harus
mendengarkan keluhan somatik sebagai ekspresi emosional, bukannya sebagai
keluhan medis. &etapi, pasien dengan gangguan somatisasi dapat juga memiliki
penyakit !isik, karena itu dokter harus mempertimbangkan gejala mana yang perlu
diperiksa dan sampai sejauh mana.
trategi luas yang baik bagi dokter perawatan primer adalah meningkatkan
kesadaran pasien tentang kemungkinan bahwa !aktor psikologis terlibat dalam gejala
penyakit. "sikoterapi dilakukan baik indi3idual dan kelompok. )alam lingkungan
psikoterapetik, pasien dibantu untuk mengatasi gejalanya, untuk mengekspresikan
emosi yang mendasari dan untuk mengembangkan strategi alternati! untuk
mengekspresikan perasaan mereka.
G. PE('ALANAN PEN)AKIT DAN P(OGNOSIS GANGGUAN SOMATISASI
"erjalanan penyakit gangguan somatisasi bersi!at kronik sering menyebabkan
ketidak mampuan. )iagnosis biasanya ditegakkan sebelum usia 06 tahun, namun gejala
awal sudah dimulai sejak remaja. Casalah menstruasi biasanya keluhan paling dini yang
muncul pada wanita. >eluhan seksual seringkali berkaitan dengan perselidihan dalam
perkawinan. "eriode keluhan ringan berlangsung ,:$7 bulan, sedangkan gejala berat dan
pengembangan dari keluhan:keluhan baru berlangsung D:, bulan. ebelum setahun
biasanya pasien sudah mencari pertolongan medis. =danya peningkatan tekanan
kehidupan mengakibatkan eksaserbasi gejala:gejala somatik.
)=1&=< "E&=>=
?l3ira, yl3ia ?. dkk. Buku Ajar Psikiatri. 76$6. -adan "enerbit 1akultas >edokteran EA.
@akarta.
Caslim, <usdi. -uku aku )iagnosis Gangguan @iwa <ujukan <ingkas dari "")G@ #AAA.766$.
"& Nuh @aya. @akarta
Caslim, <usdi. "anduan "raktis "enggunaan >linis Bbat "sikotropik. 766%. "& Nuh @aya.
@akarta