Anda di halaman 1dari 31

Gasifikasi - Pyrolysis - Pembakaran

Gasifikasi adalah suatu proses perubahan bahan bakar padat secara termo kimia
menjadi gas, dimana udara yang diperlukan lebih rendah dari udara yang digunakan
untuk proses pembakaran.

Selama proses gasifikasi reaksi kimia utama yang terjadi adalah endotermis (diperlukan
panas dari luar selama proses berlangsung). Media yang paling umum digunakan pada
proses gasifikasi ialah udara dan uap. Produk yang dihasilkan dapat dikategorikan
menjadi tiga bagian utama, yaitu padatan, cairan (termasuk gas yang dapat
dikondensasikan) dan gas permanen. Media yang paling umum digunakan dalam
proses gasifikasi adalah udara dan uap. Gas yang dihasilkan dari gasifikasi dengan
menggunakan udara mempunyai nilai kalor yang lebih rendah tetapi disisi lain proses
operasi menjadi lebih sederhana.

Beberapa keunggulan dari teknologi gasifikasi yaitu :
1. Mampu menghasilkan produk gas yang konsisten yang dapat digunakan sebagai
pembangkit listrik.
2. Mampu memproses beragam input bahan bakar termasuk batu bara, minyak
berat, biomassa, berbagai macam sampah kota dan lain sebagainya.
3. Mampu mengubah sampah yang bernilai rendah menjadi produk yang bernilai
lebih tinggi.
4. Mampu mengurangi jumlah sampah padat.
5. Gas yang dihasilkan tidak mengandung furan dan dioxin yang berbahaya.


Selama proses gasifikasi terdapat beberapa tahapan proses yaitu:
1. Tahapan pemanasan dimana temperatur padatan naik sampai sebelum terjadi
proses pengeringan.
2. Tahap pengeringan dimana terjadi pelepasan uap air dari padatan.
3. Tahap pemanasan lanjut dimana temperatur padatan naik kembali sampai
sebelum terjadi proses devolatilisasi.
4. Tahap devolatilisasi dimana volatil dalam padatan keluar sampai tersisisa arang.
Tergantung dari bahan bakar yang digunakan volatil dapat terdiri dari gas-gas H2O,
H2N2, O2, CO, CO2, CH4, H2S, NH3, C2H6 dan hidrokarbon tidak jenuh.
5. Tahap gasifikasi
6. Tahap pembakaran arang (terjadi jika masih terdapat udara yang tersisa)

Perbandingan Teknologi Gasifikasi dan Pembakaran

Perbedaan Gasifikasi Pembakaran
Tujuan
Meningkatkan nilai tambah dan kegunaan
dari sampah atau material dengan nilai
Membangkitkan panas atau
mendestruksi sampah
rendah
Jenis Proses
Konversi kimia dan termal menggunakan
sedikit oksigen atau tanpa oksigen
Pembakaran sempurna
menggunakan udara berlebih
(oksigen)
Komposisi gas kotor
sebelum dibersihkan
H
2
, CO, H
2
S, NH
3
dan partikulat
CO
2
, H
2
O, SO
2
, NO
x
dan
partikulat
Komposisi gas bersih H
2
dan CO CO
2
dan H
2
O
Produk padatan Arang atau kerak (slag) Abu
Temperatur(
o
C) 700-1500 800-1000
Tekanan Lebih dari 1 atm 1 atm


Gasifikasi berbeda dengan pirolisis dan pembakaran.

Ketiganya dibedakan berdasarkan kebutuhan udara yang diperlukan selama proses.
1. Jika jumlah udara/bahan bakar (AFR , air fuel ratio) sama dengan 0, maka proses
disebut pirolisis.
2. Jika AFR yangdiperlukan selama proses kurang dari 1.5, maka proses disebut
gasifikasi.
3. Jika AFR yang perlukan selama proses lebih dari 1.5, maka proses disebut
pembakaran
Cgas yang memiliki nilai kalor yang berguna. Pengertian ini tidak memasukkan istilah
pembakaran (combustion) sebagai bagian daripadanya, karena gas buang (flue
gas)yang dihasilkan dari pembakaran tidak memiliki nilai kalor yang signifikan untuk
dimanfaatkan [Higman, van der Burgt, 2003].

Karena proses ini merupakan konversi material yang mengandung karbon, maka
semua hidrokarbon seperti
1. batubara,
2. minyak,
3. vacuum residue,
4. petroleum coke atau petcoke,
5. Orimulsion, bahkan
6. gas alam
dapat digasifikasi untuk menghasilkan gas sintetik (syngas).

Pada dasarnya, terdapat 3 cara untuk memproduksi gas sintetik dari batubara, yaitu
1. pirolisis,
2. hidrogenasi, dan
3. oksidasi sebagian (partial oxidation).

Meskipun produksi gas sintetik pada awalnya memanfaatkan teknologi pirolisis, tapisaat
ini pirolisis lebih banyak diaplikasikan untuk memproduksi bio-oil dari bahan baku
biomassa.

Metode yang dipakai adalah flash pyrolysis, dimana biomassa dipanaskan secara cepat
tanpa oksigen pada suhu tinggi antara 450~600 C dengan waktu tinggal gas (residence
time) yang pendek yaitu kurang dari 1 detik. [Bramer,Brem, 2006].

hidrogasifikasi (hydro-gasification) bertujuan memproduksi gas metana (Synthetic
Natural Gas) langsung dari batubara. Karena operasional hidrogasifikasi

Teknologi gasifikasi adalah merupakan suatu bentuk peningkatan pendayagunaan
energi yang terkandung di dalam bahan biomassa melalui suatu konversi dari bahan
padat menjadi gas dengan menggunakan proses degradasi termal material-material
organik pada temperatur tinggi di dalam pembakaran yang tidak sempurna.

Proses ini berlangsung di dalam suatu alat yang disebut gasifier. Ke dalam alat ini
dimasukkan bahan bakar biomassa untuk dibakar di dalam reaktor (ruang bakar)
secara tidak sempurna. Dengan kata lain, proses gasifikasi merupakan proses
pembakaran parsial bahan baku padat, melibatkan reaksi antara oksigen dengan bahan
bakar padat.

Uap air dan karbon dioksida hasil pembakaran direduksi menjadi gas yang mudah
terbakar, yaitu karbon monoksida (CO), hidrogen (H2) dan methan (CH4). Gas-gas ini
dapat dipakai sebagai pengganti BBM guna berbagai keperluan seperti menggerakkan
mesin tenaga penggerak (diesel atau bensin), yang selanjutnya dapat dimanfaatkan
untuk pembangkitan listrik, menggerakkan pompa, mesin giling maupun alat alat
mekanik lainya.

Selain itu gas ini juga dapat dibakar langsung untuk tanur pembakaran, mesin
pengering, oven dan sebagainya yang biasanya memerlukan pembakaran yang bersih.

Dari prinsip kerjanya gasifikasi dibedakan menjadi 3 jenis:

1) Updraft gasifier
Pembakaran berlangsung di bagian bawah dari tumpukan bahan bakar dalam silinder,
gas hasil pembakaran akan mengalir ke atas melewati tumpukan bahan bakar
sekaligus mengeringkannya. Bahan bakar dimasukkan ke dalam ruang bakar dari
lubang pemasukan atas.
Updraft gasifier

2) Crossdraft gasifier
Udara disemprotkan ke dalam ruang bakar dari lubang arah samping yang saling
berhadapan dengan lubang pengambilan gas sehingga pembakaran dapat
terkonsentrasi pada satu bagian saja dan berlangsung secara lebih banyak dalam suatu
satuan waktu tertentu.

3) Downdraft gasifier
Gas hasil pembakaran dilewatkan pada bagian oksidasi dari pembakaran dengan cara
ditarik mengalir ke bawah sehingga gas yang dihasilkan akan lebih bersih karena tar
dan minyak akan terbakar sewaktu melewati bagian tadi.
Downdraft gasifier

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari pendayagunaan dari gas yang dihasilkan oleh
pembakaran biomassa ini, beberapa persyaratan yang perlu diketahui dan dipenuhi
adalah terutama dalam hal bahan bakar umpan beserta penggerak yang akan
dipergunakan, sebagai berikut :

A. Bahan Bakar Umpan

Untuk dapat menghasilkan gas maka pada mesin ini harus diberikan umpan yang dapat
berasal dari biomassa, baik sekam padi, kayu ataupun limbah pertanian. Kualitas gas
yang dihasilkan oleh mesin ini sangat tergantung pada bahan umpan yang diberikan
kepadannya. Oleh karena itu perlu diadakan patokan patokan tentang bahan bakar
umpan yang cocok bagi unit tersebut.
Di bawah ini akan diberikan beberapa klasifikasi bahan bakar umpan yang perlu
diperhatikan untuk pemilihan agar dapat diperoleh bahan yang potensial untuk dijadikan
umpan. Klasifikasi ini didasarkan pada sifat sifat bahan bakar yang mempunyai
pengaruh besar terhadap gasifikasi, yaitu :

1) Kandungan energi bahan bakar.
Adalah nilai panas yang terkandung oleh bahan bakar biomassa, biasanya dinyatakan
dengan kalor yang dikandung oleh selulose dari biomassa karena selulose ini adalah
merupakan bahan yang paling dominan (50 %) yang terkandung oleh biomassa.

2) Kelembaban bahan bakar.
Kelembaban bahan bakar sanggat dipengaruhui kualitas dari gas yang dihasilkan,
selain itu untuk penguapan kandungan air dari bahan bakar ini dibutuhan banyak sekali
energi dan juga penyalaan serta pembakaran akan menjadi semakin sulit.

3) Bentuk dan ukuran bahan bakar
Kemungkinan kemacetan aliran bahan akan semakin besar dengan bahan bakar yang
mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda, yang selanjutnya akan mempengaruhui
tekanan gas didalam reaktor serta aliran gas keluar. Dengan bentuk dan ukuran bahan
bakar yang seragam, kemacetan seperti ini jarang terjadi.

4) Keseragaman bahan bakar.
Mempunyai hubungan yang erat dengan kandungan energi dari bahan bakar. Dengan
bahan bakar umpan yang seragam maka kualitas gas yang dihasilkan akan lebih stabil.

5) Berat bahan bakar dalam per meter kubik.
Kapasitas muat dari hopper adalah terbatas, sehingga perlu disesuaikan dengan
kebutuhan bahan bakar dari gasifikasi untuk rentang waktu tertentu. Lebih jauh hal ini
akan mempengaruhui lamanya bahan bakar tinggal di dalam ruang bakar, sehingga
dengan sendirinya kualitas gas tergantung padanya.

6) Kandungan unsur-unsur volatile (yang mudah teruapkan) dari bahan bakar.
Unsur-unsur volatile adalah tar, minyak, air serta gas ikutan lainya, yang ternyata lebih
banyak menggangu serta menimbulkan masalah apabila dipergunakan didalam mesin
penggerak, oleh sebab itu bahan bakar dengan kandungan volatile yang rendah jauh
lebih disukai dalam pengoperasian gasifikasi.

7) Kandungan abu.
Kandungan abu yang tinggi akan mengurangi jumlah energi yang dihasilkan dari bahan
bakar.

Dengan memperhatikan patokan di atas, maka dapat diperoleh hasil gas yang
memuaskan. Dan yang lebih penting lagi dengan menggunakan gas yang mempunyai
kualitas yang baik pada mesin, terutama mesin penggerak, maka akan dicapai nilai
tambah yang lebih besar.


Gasifikasi biomas sebagai pembakaran biomas tidak selesai yang menghasilkan gas
bakar yang terdiri dari karbon monoxida (CO), Hidrogen (H2)and sedikit metana (CH4).

Proses gasifikasi pada dasarnya merupakan proses pirolisa pada suhu sekitar 150
900C, diikuti oleh proses oksidasi gas hasil pirolisa pada suhu 900 1400C, serta
proses reduksi pada suhu 600 900C (Abdullah, et al 1998).

Baik proses pirolisa maupun reduksi yang berlangsung dalam reaktor gasifikasi terjadi
dengan menggunakan panas yang diperoleh dari proses oksidasi. Gasifikasi
berlangsung dalam keadaan kekurangan oksigen.

Dengan kata lain, gasifikasi biomas boleh dipahami sebagai reaksi oksidasi parsial
biomas menghasilkan campuran gas yang masih dapat dioksidasi lebih lanjut (bersifat
bahan bakar).

Pada proses gasifikasi terjadi banyak reaksi yang terjadi secara bertingkat. Jika
disederhanakan, secara netto reaksi gasifikasi dengan oksidator udara atau oksigen
dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut

C6H12O5 + O2 --> CxHz + CnHmOk + CO + H2 + kalor.. (2.1)1 (Simpson, 2001)

Hasil yang diperoleh dari gasifikasi biomas merupakan campuran beberapa macam
gas.
Komponen utama bahan bakar dalam gas biomas adalah H2 dan CO. Kandungan CO
dalam gas biomas 15 30%, sedang H2 antara 10 20% (Turare, 1997).

Komponen CnHmOk pada persamaan di atas berupa fraksi uap campuran dari
berbagai macam senyawa organik yang disebut dengan nama umum tar.


Pemanfaatan Teknologi Gasifikasi Biomas
Gas biomas dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Sebagai bahan bakar, gas
biomas mempunyai pemanfaatan yang cukup luas, antara lain untuk
1. memasak,
2. menggerakkan turbin gas,
3. menggerakkan motor bakar dalam,
4. sebagai bahan bakar pada ketel uap,
5. serta untuk penerangan.

Pada jaman perang dunia kedua, diperkirakan sekitar satu juta kendaraan bermotor
yang menggunakan bahan bakar gas biomas (Anonim, 1986). Pada saat ini,
pemanfaatan utama gas biomas adalah untuk menjalankan motor stasioner pembangkit
listrik.

Jika gasnya dibakar untuk menghasilkan panas, misalnya pada pembakaran di kompor,
sistem gasifikasi memiliki kelebihan dibanding pembakaran biomas secara langsung.
Karena berbentuk gas, pembakaran gas biomas jauh lebih mudah dikontrol dibanding
pembakaran biomas secara langsung, sehingga hal tersebut menguntungkan dari segi
konservasi energi serta penekanan polusi udara.

Keuntungan gasifikasi antara lain: lebih bersih, karena pembakaran lebih sempurna
sehingga emisi polutan lebih rendah. Selain itu lebih mudah pengaturan laju
pembakarannya. Sedangkan kekurangan sistem gasifikasi dibanding pembakaran
langsung yaitu peralatan lebih rumit dan lebih mahal serta memerlukan ketrampilan
yang lebih tinggi.

Semula, penggunaan gas biomas untuk memasak, baik di tingkat rumah tangga
maupun industri kecil tidak banyak dikembangkan, karena di negara maju dan di
perkotaan, masyarakat lebih memilih kompor gas LPG yang cara penggunaannya lebih
mudah. Sedangkan untuk pedesaan, masyarakat lebih memilih cara pembakaran
biomas secara langsung, karena peralatan yang dibutuhkan pada teknologi gasifikasi
masih dianggap terlalu rumit dibanding dengan teknologi tungku pembakaran biasa.

Baru pada beberapa tahun terakhir ini, orang mulai tertarik untuk mengembangkan
penggunaan gas biomas untuk keperluan memasak. Hal tersebut terpicu oleh adanya
krisis energi serta makin mahalnya harga bahan bakar fosil. Di samping itu juga
terbantu oleh adanya kampanye cara hidup yang lebih sehat dan lebih ramah
lingkungan. Penggunaan teknologi gasifikasi biomas dalam hal ini dianggap sebagai
teknologi yang lebih ramah bagi pengguna dan lingkungannya.

Negara yang cukup maju dalam hal pemanfaatan teknologi gasifikasi biomas adalah
India dan China. Terdapat cukup banyak laporan tentang penerapan teknologi gasifikasi
biomas di kedua negara tersebut. Palit dan Mande (2007) melaporkan bahwa TERI
(The Energy and Resources Institute), sebuah lembaga yang mengembangkan
teknologi gasifikasi biomas di India, sampai tahun 2007 telah berhasil memasang lebih
dari 350 sistem gasifikasi biomas di berbagai wilayah di India dengan total kapasitas
lebih dari 13 MW termal.

Beberapa pemanfaatan teknologi gasifikasi disebutkan dalam laporan tersebut antara
lain untuk
memasak,
pengolahan kapulaga, dan
pengolahan biji aren.

Sedangkan Mande dan Kishore (2007) menyebutkan penggunaan teknologi gasifikasi
biomas untuk
pembuatan benang sutera,
pengolahan kapulaga,
pembuatan garam,
pengeringan bata,
memasak untuk upacara keagamaan,
pemanasan air hotel,
memasak untuk sekolahan,
pembakaran mayat, dan
untuk pengolahan karet alam.

Sementara itu IISc (Indian Institute of Science) telah membuat sistem gasifikasi biomas
untuk berbagai keperluan antara lain
pelistrikan pedesaan,
pengeringan,
pengolahan logam, dan
pembangkit tenaga di beberapa industri di India (Dassapa et al, 2003).

Penerapan teknologi gasifikasi biomas untuk pembangkit tenaga listrik di China antara
lain dilaporkan oleh Wu et al (2009) dengan bahan bakar sekam. Sementara itu, Chen
(2011) melaporkan bahwa di China, salah satu di antara penerapan teknologi gasifikasi
biomas yang jumlahnya cukup banyak ialah untuk catu gas bakar yang disalurkan ke
perumahan. Jumlah stasiun produksi gas dimaksud, sampai tahun 2007 adalah tercatat
sebanyak 600 buah, sedangkan jumlah pembangkit tenaga listrik sesuai data tahun
2008 adalah sebanyak 40 buah. Salah satu skema sebuah stasiun produksi gas bakar
untuk komunitas ditunjukkan pada gambar 6 yang diambil dari makalah Chen (2011).

Pada penerapan teknologi gasifikasi biomas untuk pembangkit listrik melalui teknologi
turbin gas maupun dengan motor bakar dalam, gas dari reaktor harus dibersihkan
dahulu agar dapat digunakan dengan baik tanpa merusak atau mengurangi kinerja
peralatan.

Pada penggunaan gas biomas untuk pemanas, misalnya pada pembakaran di kompor
atau pembakaran gas biomas untuk pemanas ketel uap, gas dari reaktor tidak
memerlukan pembersihan terlebih dahulu, dengan demikian akan menyederhanakan
rancangan serta mengurangi biaya.

Penerapan termal gas biomas adalah suatu alternatif yang cukup menarik dibanding
teknologi pembakaran langsung, karena tingkat efisiensinya lebih bagus dan polusi
yang dihasilkan lebih rendah meskipun biaya investasi yang diperlukan umumnya lebih
tinggi.

Berkembangnya teknologi kompor gas biomas pada beberapa tahun terakhir ini cukup
menunjukkan keunggulan teknologi gasifikasi dibanding metode pembakaran langsung.
Penerapan teknologi gasifikasi biomas untuk pemanas dapat dikelompokkan menurut
ukurannya menjadi skala besar dan skala kecil.

Pada skala besar penerapan utamanya ialah pembakaran gas untuk ketel uap untuk
catu energi mekanik melalui turbin uap yang kemudian dapat digunakan untuk
pembangkit listrik maupun untuk pemakaian tenaga mekanik secara langsung dalam
proses industri.

Pemanfaatan gas biomas untuk pemanas pada skala kecil antara lain adalah untuk
bahan bakar kompor masak dan untuk beberapa macam industri pengolahan yang
menggunakan panas. Penerapan gas biomas untuk pemanas antara lain
dikembangkan oleh IRRI pada tahun 1986 (Belonio, 2005) dengan menggunakan
bahan bakar sekam.

Gasifikasi Type K 140

Gasifikasi Type K 140

Gasifikasi Type B-250

Gasifikasi Type B-250


Pyrolysis
Type K1 8


BAGIAN BAGIAN MESIN :
1. Reactor
2. Silo Biomass
3. Safety Explosion Door
4. Biomass Furnace
5. Pintu Pengurasan material
6. Gas Filter
7. Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8. Oil Tank
9. Cerobong Asap
10. Motor Penggerak dan Blower

Biomass Furnace
Diameter Furnace = 1.1 m
Tinggi Furnace = 6 m
Bahan Bakar = Biomass (seperti Sekam Padi, Serbuk Kayu, Janggle Jagung, dll)
Motor & Blower = Screw dan Blower Biomass, Blower Udara, Blower Arang, Motor +
Gearbox Stirring

Reactor Full Stainless Steel
Diameter Reactor = 0,7 m
Tinggi Reaktor = 1,3 m
Gas Filter ( 2 Unit) Full Stainless Steel
Stainless Pipes

Konsumsi Listrik maksimum = 6 HP = 9 KW

Fitur Mesin Pengolahan Plastik Menjadi BBM :
PENGISIAN MATERIAL SECARA MANUAL
PENGURASAN MATERIAL SECARA MANUAL
PENGATURAN SUHU OTOMATIS
PENGATURAN HASIL BAHAN BAKAR OTOMATIS SESUAI DENGAN J ENIS
BAHAN BAKAR YANG DIINGINKAN
PENGISIAN BAHAN BAKAR BIOMASS KE TUNGKU SECARA OTOMATIS
PEMBUANGAN ARANG BIOMASS OTOMATIS
REACTOR DILENGKAPI SAFETY EXPLOSION DOOR YANG MENCEGAH
DARI BAHAYA LEDAKAN GAS
GAS BAKAR SISA PENGOLHAN DIKEMBALIKAN KE BIOMASS FURNACE
UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR BIOMASS
Reaktor didesign khusus untuk bisa 20% lebih cepat dari proses Pyrolysis
yang sudah ada.
Bahan Material Plastik atau Ban bekas harus dicacah dulu sebelum
dimasukkan ke reactor

Bentuk Pemanasan di dalam reaktor, sehingga mempercepat proses 20 %


Kapasitas Produksi Maksimum:
8.34 kg Plastik per jam = 7 L per jam
200 kg Plastik per Hari = 160 L per Hari
6,006 kg Plastik per bulan = 4,805 L per bulan
72,072 kg Plastik per Tahun = 57,658 L per Tahun

Bahan Bakar Biomass Biaya Bahan Bakar
60 kg/ jam Rp. 12,000 / jam
1,440 kg/ Hari Rp. 288,000 / Hari
43,200 kg/ bulan Rp. 8,640,000 / bulan
518,400 kg/ Tahun Rp. 103,680,000 / Tahun

J umlah Tenaga kerja Biaya Tenaga Kerja
2 orang / Shift Rp.100,000 / Shift
6 orang / Hari Rp.300,000 / Hari
Rp.9.000,000 / bulan
Rp.108,000,000 / Tahun

Biaya konsumsi Listrik
Rp.100,000 / Hari
Rp.3,000,000 / bulan
Rp.36,000,000 / Tahun

Bila harga bahan baku Rp.500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.4,171 per jam
Rp.100,100 per Hari
Rp.3,003,000 per Bulan
Rp.36,036,000 Per Tahun
Bila harga bahan baku Rp.1000,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.8,342 per jam
Rp.200,200 per Hari
Rp.6,006,000 per Bulan
Rp.72,072,000 per Tahun
Bila harga bahan baku Rp.1500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.12,513 per jam
Rp.300,300 per Hari
Rp.9,009,000 per Bulan
Rp.108,108,000 per Tahun

Harga Jual Solar - Bensin Minyak Tanah
(Rp 4,000 /L) (Rp 4,500 /L) (Rp 8,000 /L)
Rp.26,693 Rp.30,030 Rp.53,387 Per
jam
Rp.640,640 Rp.720,720 Rp.1,281,280 per
Hari
Rp.19,219,200 Rp.21,621,600 Rp.38,438,400 per
bulan
Rp.230,630,400 Rp.259,459,200 Rp.461,260,800 per
Tahun

Pengaman Usaha :
1. Standart pengolahan Plastik menjadi Minyak adalah 1 kg plastik = 1 L
BBM, Sedangkan kami mengamankan dengan 1 kg plastik = 0,8 L BBM.
2. Standart Pengolahan Plastik membutuhkan suhu 315 C selama 115
menit, sedangkan kami mengamankan dengan penggunaan suhu pemanasan
sebesar 400 C dengan tujuan mempercepat proses. Dan kami membuat lama
proses menjadi 3 jam dengan tujuan memperhitungkan faktor pengisian,
pengurasan dan perawatan.
3. Kami menghitungkan beberapa harga beli bahan baku yang akan
diproses, Mulai Rp. 500,-/kg hingga Rp. 1500,-/kg.
4. Kami melihat peluang ke depan yang lebih baik, dimana sesungguhnya
tujuan teknologi ini adalah menyambut dan mengantisipasi kenaikan harga BBM
Indonesia, dan proses pencukupan sulai BBM untuk Industri. Karena pangsa
pasar BBM masih sangat tinggi dan merupakan Komoditi pokok yang dibutuhkan
seluruh golongan masyarakat.

Harga Mesin Type =Rp. - (1 Aug 2012) (sedang direvisi Harganya)
Harga Bisa berubah sewaktu waktu
Harga belum termasuk Ongkos Kirim dan Installasi
Harga belum termasuk Plate Form dan Tangga
Garansi + Sparepart = 1 tahun
==================================================================
======
==================================================================
======

Type K2 -14


BAGIAN BAGIAN MESIN :
1. Reactor
2. Silo Biomass
3. Safety Explosion Door
4. Biomass Furnace
5. Pintu Pengurasan material
6. Gas Filter
7. Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8. Oil Tank
9. Cerobong Asap
10. Motor Penggerak dan Blower

Biomass Furnace
Diameter Furnace = 1.3 m
Tinggi Furnace = 6 m
Bahan Bakar = Biomass (seperti Sekam Padi, Serbuk Kayu, Janggle Jagung, dll)
Motor & Blower = Screw dan Blower Biomass, Blower Udara, Blower Arang, Motor +
Gearbox Stirring

Reactor Full Stainless Steel
Diameter Reactor = 0,9 m
Tinggi Reaktor = 1,5 m
Gas Filter ( 2 Unit) Full Stainless Steel
Stainless Pipes
Konsumsi Listrik maksimum = 6 HP = 9 KW

Fitur Mesin Pengolahan Plastik Menjadi BBM :
PENGISIAN MATERIAL SECARA MANUAL
PENGURASAN MATERIAL SECARA MANUAL
PENGATURAN SUHU OTOMATIS
PENGATURAN HASIL BAHAN BAKAR OTOMATIS SESUAI DENGAN J ENIS
BAHAN BAKAR YANG DIINGINKAN
PENGISIAN BAHAN BAKAR BIOMASS KE TUNGKU SECARA OTOMATIS
PEMBUANGAN ARANG BIOMASS OTOMATIS
REACTOR DILENGKAPI SAFETY EXPLOSION DOOR YANG MENCEGAH
DARI BAHAYA LEDAKAN GAS
GAS BAKAR SISA PENGOLHAN DIKEMBALIKAN KE BIOMASS FURNACE
UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR BIOMASS
Bahan Material Plastik atau Ban bekas harus dicacah dulu sebelum
dimasukkan ke reactor
Reactor didesign khusus untuk bisa 20% lebih cepat dari proses Pyrolysis
yang sudah ada.

Kapasitas Produksi Maksimum Plastik yang diolah :
13.79 kg per jam 11 L per jam
331 kg per Hari 265 L per Hari
9,928 kg per bulan 7,943 L per bulan
119,139 kg per Tahun 95,312 L per Tahun

Bahan Bakar Biomass Biaya Bahan Bakar
60 kg/ jam Rp. 12,000 / jam
1,440 kg/ Hari Rp. 288,000 / Hari
43,200 kg/ bulan Rp. 8,640,000 / bulan
518,400 kg/ Tahun Rp. 103,680,000 / Tahun

J umlah Tenaga kerja Biaya Tenaga Kerja
2 orang / Shift Rp.100,000 / Shift
6 orang / Hari Rp.300,000 / Hari
Rp.9.000,000 / bulan
Rp.108,000,000 / Tahun

Biaya konsumsi Listrik
Rp.100,000 / Hari
Rp.3,000,000 / bulan
Rp.36,000,000 / Tahun

Bila harga bahan baku Rp.500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.6,895 per jam
Rp.165,471 per Hari
Rp.4,964,143 per Bulan
Rp.59,569,714 per tahun

Bila harga bahan baku Rp.1000,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.13,789 per jam
Rp.330,943 per Hari
Rp.9,928,286 per Bulan
Rp.119,139,429 per Tahun
Bila harga bahan baku Rp.1500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.20,684 per jam
Rp.496,414 per Hari
Rp.14,892,429 per Bulan
Rp.178,709,143 per Tahun

Harga Jual BBM Solar - Bensin Minyak Tanah
(Rp 4,000 /L) (Rp 4,500 /L) (Rp 8,000 /L)
Rp.44,126 Rp.49,641 Rp.88,251 Per
jam
Rp.1,059,017 Rp.1,191,394 Rp.2,118,034 per
Hari
Rp.31,770,514 Rp.35,741,829 Rp.63,541,029 per
bulan
Rp.381,246,171 Rp.428,901,943 Rp.762,492,343 per
Tahun

Pengaman Usaha :
1. Standart pengolahan Plastik menjadi Minyak adalah 1 kg plastik = 1 L
BBM, Sedangkan kami mengamankan dengan 1 kg plastik = 0,8 L BBM.
2. Standart Pengolahan Plastik membutuhkan suhu 315 C selama 115
menit, sedangkan kami mengamankan dengan penggunaan suhu pemanasan
sebesar 400 C dengan tujuan mempercepat proses. Dan kami membuat lama
proses menjadi 3 jam dengan tujuan memperhitungkan faktor pengisian,
pengurasan dan perawatan.
3. Kami menghitungkan beberapa harga beli bahan baku yang akan
diproses, Mulai Rp. 500,-/kg hingga Rp. 1500,-/kg.
4. Kami melihat peluang ke depan yang lebih baik, dimana sesungguhnya
tujuan teknologi ini adalah menyambut dan mengantisipasi kenaikan harga BBM
Indonesia, dan proses pencukupan sulai BBM untuk Industri. Karena pangsa
pasar BBM masih sangat tinggi dan merupakan Komoditi pokok yang dibutuhkan
seluruh golongan masyarakat.

Harga Mesin Type =Rp. ,- (1 Aug 2012) (sedang direvisi Harganya)
Harga Bisa berubah sewaktu waktu
Harga belum termasuk Ongkos Kirim dan Installasi
Harga belum termasuk Plate Form dan Tangga
Garansi + Sparepart = 1 tahun
==================================================================
=====
==================================================================
=====


Type K3 - 68


BAGIAN BAGIAN MESIN :
1. Reactor
2. Silo Biomass
3. Safety Explosion Door
4. Biomass Furnace
5. Pintu Pengurasan material
6. Gas Filter
7. Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8. Oil Tank
9. Cerobong Asap
10. Motor Penggerak dan Blower

Biomass Furnace
Diameter Furnace = 2 m
Tinggi Furnace = 8 m
Bahan Bakar = Biomass (seperti Sekam Padi, Serbuk Kayu, Janggle Jagung, dll)
Motor & Blower = Screw dan Blower Biomass, Blower Udara, Blower Arang, Motor +
Gearbox Stirring

Reactor Full Stainless Steel
Diameter Reactor = 1,2 m
Tinggi Reaktor = 1,7m
Gas Filter ( 2 Unit) Full Stainless Steel
Stainless Pipes

Konsumsi Listrik maksimum = 6 HP = 9KW

Fitur Mesin Pengolahan Plastik Menjadi BBM :
PENGISIAN MATERIAL SECARA MANUAL
PENGURASAN MATERIAL SECARA MANUAL
PENGATURAN SUHU OTOMATIS
PENGATURAN HASIL BAHAN BAKAR OTOMATIS SESUAI DENGAN J ENIS
BAHAN BAKAR YANG DIINGINKAN
PENGISIAN BAHAN BAKAR BIOMASS KE TUNGKU SECARA OTOMATIS
PEMBUANGAN ARANG BIOMASS OTOMATIS
REACTOR DILENGKAPI SAFETY EXPLOSION DOOR YANG MENCEGAH DARI
BAHAYA LEDAKAN GAS
GAS BAKAR SISA PENGOLHAN DIKEMBALIKAN KE BIOMASS FURNACE
UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR BIOMASS
Bahan Material Plastik atau Ban bekas harus dicacah dulu sebelum dimasukkan
ke reactor
Reactor didesign khusus untuk bisa 20% lebih cepat dari proses Pyrolysis yang
sudah ada.

Bagan Proses Konversi menjadi Minyak
Bentuk Pemanasan didalam reaktor

Kapasitas Produksi Maksimum Plastik yang diolah :
68.12 kg per jam 54 L per jam
1,635 kg per Hari 1,308 L per Hari
49,047 kg per bulan 39,238 L per bulan
588,569 kg per Tahun 470,855 L per Tahun

Bahan Bakar Biomass Biaya Bahan Bakar
60 kg/ jam Rp. 12,000 / jam
1,440 kg/ Hari Rp. 288,000 / Hari
43,200 kg/ bulan Rp. 8,640,000 / bulan
518,400 kg/ Tahun Rp. 103,680,000 / Tahun

J umlah Tenaga kerja Biaya Tenaga Kerja
2 orang / Shift Rp.100,000 / Shift
6 orang / Hari Rp.300,000 / Hari
Rp.9.000,000 / bulan
Rp.108,000,000 / Tahun

Biaya konsumsi Listrik
Rp.100,000 / Hari
Rp.3,000,000 / bulan
Rp.36,000,000 / Tahun

Bila harga bahan baku Rp.500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp 34,061 per jam
Rp 817,457 per Hari
Rp 24,523,714 per Bulan
Rp 294,284,571 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1000,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.68,121 per jam
Rp.1,634,914 per hari
Rp.49,047,429 per Bulan
Rp.588,569,143 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.102,182 per Jam
Rp.2,452,371 per Hari
Rp.73,571,143 per Bulan
Rp.882,853,714 per Tahun

Harga Jual BBM Solar - Bensin Minyak Tanah
(Rp 4,000 /L) (Rp 4,500 /L) (Rp 8,000 /L)
Rp.217,989 Rp.245,237 Rp.435,977 Per
Jam
Rp.5,231,726 Rp.5,885,691 Rp.10,463,451 per
Hari
Rp.156,951,771 Rp.176,570,743 Rp.313,903,543 per
bulan
Rp.1,883,421,257 Rp.2,118,848,914 Rp.3,766,842,514 per
Tahun

Pengaman Usaha :
1. Standart pengolahan Plastik menjadi Minyak adalah 1 kg plastik = 1 L BBM, Sedangkan
kami mengamankan dengan 1 kg plastik = 0,8 L BBM.
2. Standart Pengolahan Plastik membutuhkan suhu 315 C selama 115 menit, sedangkan
kami mengamankan dengan penggunaan suhu pemanasan sebesar 400 C dengan
tujuan mempercepat proses. Dan kami membuat lama proses menjadi 3 jam dengan
tujuan memperhitungkan faktor pengisian, pengurasan dan perawatan.
3. Kami menghitungkan beberapa harga beli bahan baku yang akan diproses, Mulai Rp.
500,-/kg hingga Rp. 1500,-/kg.
4. Kami melihat peluang ke depan yang lebih baik, dimana sesungguhnya tujuan
teknologi ini adalah menyambut dan mengantisipasi kenaikan harga BBM Indonesia,
dan proses pencukupan sulai BBM untuk Industri. Karena pangsa pasar BBM masih
sangat tinggi dan merupakan Komoditi pokok yang dibutuhkan seluruh golongan
masyarakat..

Harga Mesin Type =Rp. ,- (1 Aug 2012) (sedang direvisi Harganya)
Harga Bisa berubah sewaktu waktu
Harga belum termasuk Ongkos Kirim dan Installasi
Harga belum termasuk Plate Form dan Tangga
Garansi + Sparepart = 1 tahun
==================================================================
=====
==================================================================
=====

Type S1 - 71


BAGIAN BAGIAN MESIN :
1. Reactor + Jacket + Rockwool + Aluminum Sheet
2. Silo Biomass
3. Safety Explosion Door
4. Biomass Furnace
5. Pintu Pengurasan material
6. Gas Filter
7. Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8. Oil Tank
9. Cerobong Asap
10. Motor Penggerak dan Blower
11. Hopper Input Material + Air Lock + Stainless Screw + Motor + Gear Box + Blower
12. Stainless Screw Vertical + Motor + Gearbox
13. Ducting + Damper System + Motor = Gearbox + Rockwool + Aluminum Sheet
14. Cyclone arang + Blower Exhaust + Cerobong asap

Biomass Furnace
Diameter Furnace = 1,7 m
Tinggi Furnace = 6 m
Bahan Bakar = Biomass (seperti Sekam Padi, Serbuk Kayu, Janggle Jagung, dll)
Motor & Blower = Screw dan Blower Biomass, Blower Udara, Blower Arang, Motor +
Gearbox Stirring

Reactor Full Stainless Steel
Diameter Reactor = 1,3 m
Tinggi Reaktor = 3 m
Gas Filter ( 2 Unit) Full Stainless Steel
Stainless Pipes

Konsumsi Listrik maksimum = 15HP = 22,5 KW

Fitur Mesin Pengolahan Plastik Menjadi BBM :
PENGISIAN MATERIAL SECARA OTOMATIS
PENGATURAN SUHU OTOMATIS
PENGATURAN HASIL BAHAN BAKAR OTOMATIS SESUAI DENGAN J ENIS
BAHAN BAKAR YANG DIINGINKAN
DUCTING PEMBAGIAN PANAS DIATUR MERATA SECARA OTOMATIS
TUNGKU AKAN BERHENTI SECARA OTOMATIS BILA KERJ A REACTOR SUDAH
SELESAI BEROPERASI
PENGISIAN BAHAN BAKAR BIOMASS KE TUNGKU SECARA OTOMATIS
PEMBUANGAN ARANG BIOMASS OTOMATIS
REACTOR DILENGKAPI SAFETY EXPLOSION DOOR YANG MENCEGAH DARI
BAHAYA LEDAKAN GAS
GAS BAKAR SISA PENGOLHAN DIKEMBALIKAN KE BIOMASS FURNACE
UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR BIOMASS
Bahan Material Plastik atau Ban bekas harus dicacah dulu sebelum dimasukkan
ke reactor
Reactor didesign khusus untuk bisa 20% lebih cepat dari proses Pyrolysis yang
sudah ada.

Bagan Proses Konversi menjadi Minyak
Bentuk Pemanasan didalam reaktor

Kapasitas Produksi Maksimum Plastik yang diolah :
71.60 kg per jam 57 L per jam
1,718 kg per Hari 1,375 L per Hari
51,551 kg per bulan 41,241 L per bulan
618,609 kg per Tahun 494,887 L per Tahun


Bahan Bakar Biomass Biaya Bahan Bakar
60 kg/ jam Rp. 12,000 / jam
1,440 kg/ Hari Rp. 288,000 / Hari
43,200 kg/ bulan Rp. 8,640,000 / bulan
518,400 kg/ Tahun Rp. 103,680,000 / Tahun

J umlah Tenaga kerja Biaya Tenaga Kerja
3 orang / Shift Rp150,000 / Shift
9 orang / Hari Rp450,000 / Hari
Rp13,500,000 / bulan
Rp162,000,000 / Tahun
Biaya konsumsi Listrik
Rp.150,000 / Hari
Rp.4,500,000 / bulan
Rp.54,000,000 / Tahun

Bila harga bahan baku Rp.500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.35,799 per Jam
Rp.859,179 per Hari
Rp.25,775,357 per Bulan
Rp.309,304,286 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1000,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.71,598 per Jam
Rp.1,718,357 per Hari
Rp.51,550,714 per Bulan
Rp.618,608,571 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.107,397 per Jam
Rp.2,577,536 per Hari
Rp.77,326,071 per Bulan
Rp.927,912,857 per Tahun

Harga Jual BBM Solar - Bensin Minyak Tanah
(Rp 4,000 /L) (Rp 4,500 /L) (Rp 8,000 /L)
Rp.229,114 Rp.257,754 Rp.458,229 Per
Jam
Rp.5,498,743 Rp.6,186,086 Rp.10,997,486 per
Hari
Rp.164,962,286 Rp.185,582,571 Rp.329,924,571 per
bulan
Rp.1,979,547,429 Rp.2,226,990,857 Rp.3,959,094,857 per
Tahun

Pengaman Usaha :
1. Standart pengolahan Plastik menjadi Minyak adalah 1 kg plastik = 1 L BBM, Sedangkan
kami mengamankan dengan 1 kg plastik = 0,8 L BBM.
2. Standart Pengolahan Plastik membutuhkan suhu 315 C selama 115 menit, sedangkan
kami mengamankan dengan penggunaan suhu pemanasan sebesar 400 C dengan
tujuan mempercepat proses. Dan kami membuat lama proses menjadi 3 jam dengan
tujuan memperhitungkan faktor pengisian, pengurasan dan perawatan.
3. Kami menghitungkan beberapa harga beli bahan baku yang akan diproses, Mulai Rp.
500,-/kg hingga Rp. 1500,-/kg.
4. Kami melihat peluang ke depan yang lebih baik, dimana sesungguhnya tujuan
teknologi ini adalah menyambut dan mengantisipasi kenaikan harga BBM Indonesia,
dan proses pencukupan sulai BBM untuk Industri. Karena pangsa pasar BBM masih
sangat tinggi dan merupakan Komoditi pokok yang dibutuhkan seluruh golongan
masyarakat..

Harga Mesin =Rp. ,- (1 Aug 2012) (sedang direvisi Harganya)
Harga Bisa berubah sewaktu waktu
Harga belum termasuk Ongkos Kirim dan Installasi
Harga belum termasuk Plate Form dan Tangga
Garansi + Sparepart = 1 tahun
==================================================================
======
==================================================================
======
Type S2 - 142


BAGIAN BAGIAN MESIN :
1. Reactor + Jacket + Rockwool + Aluminum Sheet
2. Silo Biomass
3. Safety Explosion Door
4. Biomass Furnace
5. Pintu Pengurasan material
6. Gas Filter
7. Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8. Oil Tank
9. Cerobong Asap
10. Motor Penggerak dan Blower
11. Hopper Input Material + Air Lock + Stainless Screw + Motor + Gear Box + Blower
12. Stainless Screw Vertical + Motor + Gearbox
13. Ducting + Damper System + Motor = Gearbox + Rockwool + Aluminum Sheet
14. Cyclone arang + Blower Exhaust + Cerobong asap

Biomass Furnace
Diameter Furnace = 1,7 m
Tinggi Furnace = 6 m
Bahan Bakar = Biomass (seperti Sekam Padi, Serbuk Kayu, Janggle Jagung, dll)
Motor & Blower = Screw dan Blower Biomass, Blower Udara, Blower Arang, Motor +
Gearbox Stirring

Reactor Full Stainless Steel
Diameter Masing Masing Reactor = 1,3 m
Tinggi Reaktor masing masing Reactor = 3 m
Gas Filter ( 2 Unit) Full Stainless Steel
Stainless Pipes

Konsumsi Listrik maksimum = 24HP = 36 KW

Fitur Mesin Pengolahan Plastik Menjadi BBM :
PENGISIAN MATERIAL SECARA OTOMATIS
PENGATURAN SUHU OTOMATIS
PENGATURAN HASIL BAHAN BAKAR OTOMATIS SESUAI DENGAN J ENIS
BAHAN BAKAR YANG DIINGINKAN
DUCTING PEMBAGIAN PANAS DIATUR MERATA SECARA OTOMATIS
TUNGKU AKAN BERHENTI SECARA OTOMATIS BILA KERJ A REACTOR SUDAH
SELESAI BEROPERASI
PENGISIAN BAHAN BAKAR BIOMASS KE TUNGKU SECARA OTOMATIS
PEMBUANGAN ARANG BIOMASS OTOMATIS
REACTOR DILENGKAPI SAFETY EXPLOSION DOOR YANG MENCEGAH DARI
BAHAYA LEDAKAN GAS
GAS BAKAR SISA PENGOLHAN DIKEMBALIKAN KE BIOMASS FURNACE
UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR BIOMASS
Bahan Material Plastik atau Ban bekas harus dicacah dulu sebelum dimasukkan
ke reactor
Reactor didesign khusus untuk bisa 20% lebih cepat dari proses Pyrolysis yang
sudah ada.

Bagan Proses Konversi menjadi Minyak
Bentuk Pemanasan didalam reaktor

Kapasitas Produksi Maksimum Plastik yang diolah :
143 kg per jam 115 L per jam
3,437 kg per Hari 2,749 L per Hari
103,101 kg per bulan 82,481 L per bulan
1,237,217 kg per Tahun 989,774 L per Tahun

Bahan Bakar Biomass Biaya Bahan Bakar
120 kg/ jam Rp. 24,000 / jam
2.880 kg/ Hari Rp. 576,000 / Hari
86.400 kg/ bulan Rp. 17,280,000 / bulan
1.036.800 kg/ Tahun Rp. 207,360,000 / Tahun

J umlah Tenaga kerja Biaya Tenaga Kerja
3 orang / Shift Rp.150,000 / Shift
9 orang / Hari Rp.450,000 / Hari
270 orang / bulan Rp.13,500,000 / bulan
3240 orang / Tahun Rp.162,000,000 / Tahun

Biaya konsumsi Listrik
Rp200,000 / Hari
Rp6,000,000 / bulan
Rp72,000,000 / Tahun

Bila harga bahan baku Rp.500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.71,598 per Jam
Rp.1,718,357 per Hari
Rp.51,550,714 per Bulan
Rp.618,608,571 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1000,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.143,196 per Jam
Rp.3,436,714 per Hari
Rp.103,101,429 per Bulan
Rp.1,237,217,143 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.214,795 per Jam
Rp.5,155,071 per Hari
Rp.154,652,143 per Bulan
Rp.1,855,825,714 per Tahun

Harga Jual BBM Solar - Bensin Minyak Tanah
(Rp 4,000 /L) (Rp 4,500 /L) (Rp 8,000 /L)
Rp.458,229 Rp.515,507 Rp.916,457 Per Jam
Rp.10,997,486 Rp.12,372,171 Rp.21,994,971 per Hari
Rp.329,924,571 Rp.371,165,143 Rp.659,849,143 per
bulan
Rp.3,959,094,857 Rp.4,453,981,714 Rp.7,918,189,714 per
Tahun
Pengaman Usaha :
1. Standart pengolahan Plastik menjadi Minyak adalah 1 kg plastik = 1 L BBM, Sedangkan
kami mengamankan dengan 1 kg plastik = 0,8 L BBM.
2. Standart Pengolahan Plastik membutuhkan suhu 315 C selama 115 menit, sedangkan
kami mengamankan dengan penggunaan suhu pemanasan sebesar 400 C dengan
tujuan mempercepat proses. Dan kami membuat lama proses menjadi 3 jam dengan
tujuan memperhitungkan faktor pengisian, pengurasan dan perawatan.
3. Kami menghitungkan beberapa harga beli bahan baku yang akan diproses, Mulai Rp.
500,-/kg hingga Rp. 1500,-/kg.
4. Kami melihat peluang ke depan yang lebih baik, dimana sesungguhnya tujuan
teknologi ini adalah menyambut dan mengantisipasi kenaikan harga BBM Indonesia,
dan proses pencukupan sulai BBM untuk Industri. Karena pangsa pasar BBM masih
sangat tinggi dan merupakan Komoditi pokok yang dibutuhkan seluruh golongan
masyarakat..

Harga Mesin =Rp. ,- (1 Aug 2012) (sedang direvisi Harganya)
Harga Bisa berubah sewaktu waktu
Harga belum termasuk Ongkos Kirim dan Installasi
Harga belum termasuk Plate Form dan Tangga
Garansi + Sparepart = 1 tahun
==================================================================
===
==================================================================
===
Type B1 - 100


BAGIAN BAGIAN MESIN :
1. Reactor + Jacket + Rockwool + Aluminum Sheet
2. Silo Biomass
3. Safety Explosion Door
4. Biomass Furnace
5. Pintu Pengurasan material
6. Gas Filter
7. Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8. Oil Tank
9. Cerobong Asap
10. Motor Penggerak dan Blower
11. Hopper Input Material + Air Lock + Stainless Screw + Motor + Gear Box + Blower
12. Stainless Screw Vertical + Motor + Gearbox
13. Ducting + Damper System + Motor = Gearbox + Rockwool + Aluminum Sheet
14. Cyclone arang + Blower Exhaust + Cerobong asap

Biomass Furnace
Diameter Furnace = 1,4 m
Tinggi Furnace = 6 m
Bahan Bakar = Biomass (seperti Sekam Padi, Serbuk Kayu, Janggle Jagung, dll)
Motor & Blower = Screw dan Blower Biomass, Blower Udara, Blower Arang, Motor +
Gearbox Stirring

Reactor Full Stainless Steel
Diameter Masing Masing Reactor = 1,3 m
Tinggi Reaktor masing masing Reactor = 4,5 m
Gas Filter ( 2 Unit) Full Stainless Steel
Stainless Pipes

Konsumsi Listrik maksimum = 16HP = 24 KW

Fitur Mesin Pengolahan Plastik Menjadi BBM :
PENGISIAN MATERIAL SECARA OTOMATIS
PENGATURAN SUHU OTOMATIS
PENGATURAN HASIL BAHAN BAKAR OTOMATIS SESUAI DENGAN J ENIS
BAHAN BAKAR YANG DIINGINKAN
DUCTING PEMBAGIAN PANAS DIATUR MERATA SECARA OTOMATIS
TUNGKU AKAN BERHENTI SECARA OTOMATIS BILA KERJ A REACTOR SUDAH
SELESAI BEROPERASI
PENGISIAN BAHAN BAKAR BIOMASS KE TUNGKU SECARA OTOMATIS
PEMBUANGAN ARANG BIOMASS OTOMATIS
REACTOR DILENGKAPI SAFETY EXPLOSION DOOR YANG MENCEGAH DARI
BAHAYA LEDAKAN GAS
GAS BAKAR SISA PENGOLHAN DIKEMBALIKAN KE BIOMASS FURNACE
UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR BIOMASS
Bahan Material Plastik atau Ban bekas harus dicacah dulu sebelum dimasukkan
ke reactor
Reactor didesign khusus untuk bisa 20% lebih cepat dari proses Pyrolysis yang
sudah ada.

Bagan Proses Konversi menjadi Minyak
Bentuk Pemanasan didalam reaktor

Kapasitas Produksi Maksimum Plastik yang diolah :
99.59 kg per jam 80 L per jam
2,390 kg per Hari 1,912 L per Hari
71,704 kg per bulan 57,363 L per bulan
860,451 kg per Tahun 688,361 L per Tahun

Bahan Bakar Biomass Biaya Bahan Bakar
120 kg/ jam Rp. 24,000 / jam
2.880 kg/ Hari Rp. 576,000 / Hari
86.400 kg/ bulan Rp. 17,280,000 / bulan
1.036.800 kg/ Tahun Rp. 207,360,000 / Tahun

J umlah Tenaga kerja Biaya Tenaga Kerja
3 orang / Shift Rp.150,000 / Shift
9 orang / Hari Rp.450,000 / Hari
Rp.13,500,000 / bulan
Rp.162,000,000 / Tahun

Biaya konsumsi Listrik
Rp200,000 / Hari
Rp6,000,000 / bulan
Rp72,000,000 / Tahun

Bila harga bahan baku Rp.500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.49,795 per Jam
Rp.1,195,071 per Hari
Rp.35,852,143 per Bulan
Rp.430,225,714 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1000,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.99,589 per Jam
Rp.2,390,143 per Hari
Rp.71,704,286 per Bulan
Rp.860,451,429 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.149,384 per Jam
Rp.3,585,214 per Hari
Rp.107,556,429 Per Bulan
Rp.1,290,677,143 per Tahun

Harga Jual BBM Solar - Bensin Minyak Tanah
(Rp 4,000 /L) (Rp 4,500 /L) (Rp 8,000 /L)
Rp.318,686 Rp.358,521 Rp.637,371 per jam
Rp.7,648,457 Rp.8,604,514 Rp.15,296,914 per Hari
Rp.229,453,714 Rp.258,135,429 Rp.458,907,429 per
bulan
Rp.2,753,444,571 Rp.3,097,625,143 Rp.5,506,889,143 per
Tahun

Pengaman Usaha :
1. Standart pengolahan Plastik menjadi Minyak adalah 1 kg plastik = 1 L BBM, Sedangkan
kami mengamankan dengan 1 kg plastik = 0,8 L BBM.
2. Standart Pengolahan Plastik membutuhkan suhu 315 C selama 115 menit, sedangkan
kami mengamankan dengan penggunaan suhu pemanasan sebesar 400 C dengan
tujuan mempercepat proses. Dan kami membuat lama proses menjadi 3 jam dengan
tujuan memperhitungkan faktor pengisian, pengurasan dan perawatan.
3. Kami menghitungkan beberapa harga beli bahan baku yang akan diproses, Mulai Rp.
500,-/kg hingga Rp. 1500,-/kg.
4. Kami melihat peluang ke depan yang lebih baik, dimana sesungguhnya tujuan
teknologi ini adalah menyambut dan mengantisipasi kenaikan harga BBM Indonesia,
dan proses pencukupan sulai BBM untuk Industri. Karena pangsa pasar BBM masih
sangat tinggi dan merupakan Komoditi pokok yang dibutuhkan seluruh golongan
masyarakat..

Harga Mesin =Rp. ,- (1 Aug 2012) (sedang direvisi Harganya)
Harga Bisa berubah sewaktu waktu
Harga belum termasuk Ongkos Kirim dan Installasi
Harga belum termasuk Plate Form dan Tangga
Garansi + Sparepart = 1 tahun
==================================================================
======
==================================================================
======
Type B2 - 200


BAGIAN BAGIAN MESIN :
1. Reactor + Jacket + Rockwool + Aluminum Sheet
2. Silo Biomass
3. Safety Explosion Door
4. Biomass Furnace
5. Pintu Pengurasan material
6. Gas Filter
7. Cooling Tower Basin + Automatic Water Pump
8. Oil Tank
9. Cerobong Asap
10. Motor Penggerak dan Blower
11. Hopper Input Material + Air Lock + Stainless Screw + Motor + Gear Box + Blower
12. Stainless Screw Vertical + Motor + Gearbox
13. Ducting + Damper System + Motor = Gearbox + Rockwool + Aluminum Sheet
14. Cyclone arang + Blower Exhaust + Cerobong asap

Biomass Furnace
Diameter Furnace = 2.3 m
Tinggi Furnace = 8 m
Bahan Bakar = Biomass (seperti Sekam Padi, Serbuk Kayu, Janggle Jagung, dll)
Motor & Blower = Screw dan Blower Biomass, Blower Udara, Blower Arang, Motor +
Gearbox Stirring

Reactor Full Stainless Steel
Diameter Masing Masing Reactor = 1,3 m
Tinggi Reaktor masing masing Reactor = 4,5 m
Gas Filter ( 2 Unit) Full Stainless Steel
Stainless Pipes

Konsumsi Listrik maksimum = 24HP = 36 KW

Fitur Mesin Pengolahan Plastik Menjadi BBM :
PENGISIAN MATERIAL SECARA OTOMATIS
PENGATURAN SUHU OTOMATIS
PENGATURAN HASIL BAHAN BAKAR OTOMATIS SESUAI DENGAN J ENIS
BAHAN BAKAR YANG DIINGINKAN
DUCTING PEMBAGIAN PANAS DIATUR MERATA SECARA OTOMATIS
TUNGKU AKAN BERHENTI SECARA OTOMATIS BILA KERJ A REACTOR SUDAH
SELESAI BEROPERASI
PENGISIAN BAHAN BAKAR BIOMASS KE TUNGKU SECARA OTOMATIS
PEMBUANGAN ARANG BIOMASS OTOMATIS
REACTOR DILENGKAPI SAFETY EXPLOSION DOOR YANG MENCEGAH DARI
BAHAYA LEDAKAN GAS
GAS BAKAR SISA PENGOLHAN DIKEMBALIKAN KE BIOMASS FURNACE
UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR BIOMASS
Bahan Material Plastik atau Ban bekas harus dicacah dulu sebelum dimasukkan
ke reactor
Reactor didesign khusus untuk bisa 20% lebih cepat dari proses Pyrolysis yang
sudah ada.

Bagan Proses Konversi menjadi Minyak
Bentuk Pemanasan didalam reaktor

Kapasitas Produksi Maksimum Plastik yang diolah:
199 kg per jam 159 L per jam
4,780 kg per Hari 3,824 L per Hari
143,409 kg per bulan 114,727 L per bulan
1,720,903 kg per
Tahun
1,376,722 L per
Tahun

Bahan Bakar Biomass Biaya Bahan Bakar
180 kg/ jam Rp. 24,000 / jam
4320 kg/ Hari Rp. 576,000 / Hari
14300 kg/ bulan Rp. 17,280,000 / bulan
1.036.800 kg/ Tahun Rp. 207,360,000 / Tahun

J umlah Tenaga kerja Biaya Tenaga Kerja
3 orang / Shift Rp.150,000 / Shift
9 orang / Hari Rp.450,000 / Hari
Rp.13,500,000 / bulan
Rp.162,000,000 / Tahun

Biaya konsumsi Listrik
Rp200,000 / Hari
Rp6,000,000 / bulan
Rp72,000,000 / Tahun

Bila harga bahan baku Rp.500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.99,589 per jam
Rp.2,390,143 per Hari
Rp.71,704,286 per Bulan
Rp.860,451,429 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1000,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.199,179 per jam
Rp.4,780,286 per Hari
Rp.143,408,571 per Bulan
Rp.1,720,902,857 per Tahun

Bila harga bahan baku Rp.1500,-/kg maka biaya bahan baku =
Rp.298,768 per jam
Rp.7,170,429 per Hari
Rp.215,112,857 per Bulan
Rp2,581,354,286 per Tahun





Harga Jual BBM Solar - Bensin Minyak Tanah
(Rp 4,000 /L) (Rp 4,500 /L) (Rp 8,000 /L)
Rp.637,371 Rp.717,043 Rp.1,274,743 per jam
Rp.15,296,914 Rp.17,209,029 Rp.30,593,829 per Hari
Rp.458,907,429 Rp.516,270,857 Rp.917,814,857 per
bulan
Rp.5,506,889,143 Rp.6,195,250,286 Rp.11,013,778,286 per
Tahun

Pengaman Usaha :
1. Standart pengolahan Plastik menjadi Minyak adalah 1 kg plastik = 1 L BBM, Sedangkan
kami mengamankan dengan 1 kg plastik = 0,8 L BBM.
2. Standart Pengolahan Plastik membutuhkan suhu 315 C selama 115 menit, sedangkan
kami mengamankan dengan penggunaan suhu pemanasan sebesar 400 C dengan
tujuan mempercepat proses. Dan kami membuat lama proses menjadi 3 jam dengan
tujuan memperhitungkan faktor pengisian, pengurasan dan perawatan.
3. Kami menghitungkan beberapa harga beli bahan baku yang akan diproses, Mulai Rp.
500,-/kg hingga Rp. 1500,-/kg.
4. Kami melihat peluang ke depan yang lebih baik, dimana sesungguhnya tujuan
teknologi ini adalah menyambut dan mengantisipasi kenaikan harga BBM Indonesia,
dan proses pencukupan sulai BBM untuk Industri. Karena pangsa pasar BBM masih
sangat tinggi dan merupakan Komoditi pokok yang dibutuhkan seluruh golongan
masyarakat..

Harga Mesin =Rp. (sedang direvisi Harganya) ,- (1 Aug 2012)
Harga Bisa berubah sewaktu waktu
Harga belum termasuk Ongkos Kirim dan Installasi
Harga belum termasuk Plate Form dan Tangga
Garansi + Sparepart = 1 tahun


Diposkan oleh Danan Eko Cahyono di Wednesday, July 04, 2012
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Energi yang Selalu Terbaharukan, Sampah Plastik Menjadi BBM, Teknologi
Tepat guna
Komentar