Anda di halaman 1dari 15

1

Tugas Teknologi Semen


Nama : Nina Febriantina
NPM : 1015041009

Cooler System
Di pabrik semen cooler merupakan bagian dari sistem kiln yang terletak di bagian
ujung discharge rotary kiln. Cooler memiliki beberapa fungsi antara lain :
Mendinginkan clinker yang keluar kiln dari temperatur 1200
o
C menjadi <
200
o
C keluar cooler system, dengan cara mengalirkan udara dari cooling fan
secara proporsional.
Pendinginan clinker secara quenching atau secepat mungkin untuk
mendapatkan kualitas clinker yang terbaik (clinker mudah pecah).
Heat recuperation dengan memanfaatkan udara panas hasil pendinginan clinker
yang keluar dari kiln dan diperoleh dua jenis udara yaitu udara secondary untuk
pembakaran main burner dan udara tertiary untuk pembakaran di calciner.

Ada beberapa type Cooler dan Grate Cooler, antara lain :
1. Rotary Cooler
Bentuk designnya sederhana seperti rotary kiln namun pendek yang dipasang
dioutlet kiln dan didalamnya dipasang lifter-lifter.
Kemiringan rotary cooler sama dengan kemiringan kiln + 3%.
Power consumption kecil namun pendinginan clinker lambat dan panas
recuperation yang diharapkan kurang optimal.
Clinker temperature keluar dari cooler masih cukup tinggi >150
o
C


2

2. Planetory Cooler
Bentuknya seperti rotary cooler namun jumlahnya banyak dan kecil-kecil
mengelilingi shell outlet kiln yang ikut berputar bersama kiln menggunakan main
drive kiln. Pemakaian power untuk cooler tidak ada karena bebannya jadi satu
dengan kiln drive. bagian dalamnya dipasang lifter-lifter untuk mengangkat
clinker. pendinginan clinker kurang optimal dan temperature clinker yang keluar
dari cooler masih >150
o
c. jenis ini sudah banyak yang dimodifikasi menjadi grate
cooler.

Sumber : http://maulhidayat.wordpress.com/2013/01/15/cooler-system/
3. Grate Cooler
Grate Cooler lebih banyak dikembangkan oleh pembuat pabrik semen, karena
terbukti sangat efektif :
Untuk pendinginan clinker dan menghasilkan udara secondary dan tertiary
yang cukup tinggi. Sehingga bisa membantu proses udara pembakaran
didalam kiln maupun di precalciner system.
Temperatur udara secondary yang dihasilkan 950 1100
o
C dan temperatur
clinker yang keluar cooler < 100
o
C.
Pemakaian power untuk cooling fan jenis grate cooler ini antara 3 - 6 kwh/ton
clinker.
Grate Cooler terdiri dari baris / row grate plate tetap dan baris / row plate
bergerak dengan panjang stroke 11 15 cm. Penggeraknya menggunakan motor
drive atau hydraulic drive, kecepatan max. 24 stroke/menit.
Dimensi grate cooler tergantung dari kapasitas produksi clinker, misalkan
kapasitas : 4600 panjang : 36m, lebar : 3,6m.
Kapasitas :8000 panjang : 36m, lebar : 4,8m.
3

Grate Cooler dilengkapi dengan clinker crusher untuk menghancurkan clinker
ukuran besar menjadi ukuran < 30mm. Clinker crusher dipasang antara Grate 2
dan Grate 3, tetapi ada yang dipasang di outlet Grate 3.
Perbedaannya clinker crusher yang dipasang dioutlet Grate 3 temperatur
clinkernya lebih tinggi dibanding yang dipasang ditengah antara Grate 2 & 3.

Ada beberapa type grate plate yang digunakan pada Grate Cooler, diantaranya :
1. Tipe Air Through Grate.
Grate Cooler tipe air through dan prinsip kerja



2. Type CFG ( Controlled Flow Grate ).
Grate Cooler type CFG dan prinsip kerja


4



Perbedaan operasi type AT dan CFG :
Type AT: Pemakaian cooling air flow relatif lebih besar, karena cooling air sealing
chamber menjadi satu dengan cooling fan grate. Rata-rata pemakaian cooling air
flow total Grate 1, 2 dan 3 : > 2,5 Nm3/kg clinker.
Type CFG: Cooling air sealing chamber terpisah sehingga pemakaian cooling air
grate lebih kecil dan lebih fokus pada pendinginan clinker diatas grate plate. Rata-
rata pemakaian cooling air flow total grate 1, 2 dan 3 : < 2,3 Nm3/kg clinker.

Pengoperasian kedua tipe grate diatas sama yaitu menjaga kestabilan ketebalan
clinker diatas grate ( terutama grate 1 ), dengan mengatur pemakaian udara cooling
dan speed grate.
Parameter dan Variabel Kontrol


Tinggi clinker bed dan speed grate
Tinggi clinker bed harus dikontrol sehingga mendapatkan tinggi bed yang
optimum dan relatif konstan. Tinggi clinker bed ditunjukkan melalui parameter
pressure chamber grate.
5

Untuk menentukan tinggi clinker bed yaitu variabel untuk mengontrol tinggi
clinker bed adalah kecepatan / speed grate, semakin cepat grate speed makin
tipis clinker bed.

Pressure Chamber Grate Cooler, parameter ini menunjukkan beban klinker terhadap
grate.
Bila tekanan pada chamber I naik, menunjukkan bahwa material bed di lokasi
tersebut bertambah.
Harus diperkirakan apakah terdapat coating jatuh atau klinker yang
berlebihan. Pressure yang tinggi mengakibatkan beban cooling fan menjadi
tinggi dan selanjutnya perpindahan panas kurang efektif, serta temperatur
udara secundary yang diharapkan akan menurun.
Hal ini akan mengakibatkan proses di dalam kiln berlangsung kurang baik
termasuk proses pembakaran bahan bakar di burner dan kualitas kilnker yang
dihasilkan.

Pengoperasian Grate Cooler yang Ideal :
Quenching Cooling : pendinginan clinker secepat mungkin.
Quenching adalah proses pendinginan klinker secara mendadak setelah reaksi
klinkerisasi selesai. Quenching dilakukan di dalam grate cooler dengan media
pendinginnya berupa udara luar yang dihembuskan ke dalam grate cooler
dengan menggunakan fan.
Klinker panas keluaran dari kiln akan jatuh pada grate plate di bagian depan
(mulden plate) membentuk suatu tumpukan (bed), selanjutnya udara bebas
dihembuskan oleh sejumlah fan melalui bagian bawah grate plate menembus
lubang-lubang pada grate plate sehingga terjadilah pendinginan klinker.
Gerakan grate plate maju mundur menyebabkan klinker terdorong ke bagian
belakang menuju outlet. Klinker yang halus akan lolos melalui lubang grate
6

plate dan ditampung oleh hopper, selanjutnya dikeluarkan oleh drage chain.
Sedangkan ukuran besar akan dipecah oleh crusher pada keluarannya.
Tujuan quenching sendiri antara lain adalah :
-
Mencegah terjadinya reaksi inversi 3CaO. SiO
3
3CaO. SiO
3
2CaO. SiO
3
+ 2 CaO
- Mencegah terjadinya pembentukan struktur kristal -2CaO
- SiO
3
yang bersifat hidraulis menjadi kristal -2 CaO.SiO
2
yang bersifat
kurang hidraulis.
Sumber : PT. Semen Baturaja
Heat Recuperation : menghasilkan panas recupery yang cukup tinggi,
sehingga bisa membantu proses pembakaran didalam kiln maupun di calciner.
Low waste air : temperature waste air keluar cooler rendah.
Clinker keluar grate cooler temperature rendah < 100
o
C.
Rendah power consumption dengan pengaturan cooling fan sesuai dengan
kapasitas produksi clinker.

Grate cooler yaitu clinker cooler dengan efek pendinginan yang terjadi karena
adanya udara yang dihembuskan oleh beberapa fan/blower ke permukaan
lapisan klinker di atas grate plate. Pada awal perkembangannya pemakaian
grate cooler dimaksudkan untuk mendapatkan laju pendinginan yang cepat
dengan tujuan mengurangi pengaruh kristal periclase sehingga diperoleh
kualitas klinker yang baik. Tetapi pada kenyataannya diperoleh juga
perpindahan panas yang sangat baik sehingga cooler jenis ini bisa menerima
klinker dengan temperatur 1360
o
C 1400
o
C. Dengan penggunaan udara
berlebih, klinker yang keluar bisa mencapai temperatur sampai dengan 65
o
C
diatas temperatur udara sekitar sehingga bisa langsung digiling. Perpindahan
panas terjadi pada kondisi cross current dan counter current antara klinker
dengan udara pendingin. Peralatan Grate Cooler tidak bisa dipisahkan letaknya
dari kiln karena terpasang langsung menyambung pada outlet kiln. Grate cooler
7

langsung menampung/menerima klinker yang keluar dari kiln seperti yang
terlihat pada Gambar (2.1).

Gambar 2.1 Grate Cooler (Smith, 1990)
Prinsip Kerja Grate Cooler
Prinsip kerja dari grate cooler adalah sebagai berikut :
1. Klinker yang keluar dari kiln jatuh di atas grate plate bagian depan
(mulden plate) membentuk suatu tumpukan (bed) dengan ketebalan
tertentu.
2. Udara pendinginan klinker ditiup dengan sejumlah fan dari bawah
plate menembus kisi-kisi grate plate dan bed klinker di atas grate
plate. Sehingga terjadi kontak antara udara pendingin dengan klinker
panas, dengan adanya kontak tersebut maka terjadi pepindahan panas
(efek pendinginan klinker). Sisa udara pendinginan masuk ke dalam
kiln sebagai udara bakar (udara sekunder) dan udara pendingin masuk
ke dalam calsiner (udara tersier) dan selebihnya dihisap oleh fan
sebagai udara buang setelah terlebih dahulu melalui alat penangkap
debu (EP).
3. Grate plate dipasang dengan susunan baris selang-seling antara baris
yang statis dan baris yang bergerak maju mundur, dengan adanya
gerakan tersebut klinker bergerak terdorong ke belakang dan
seterusnya menuju ke clinker crusher selanjutnya ke chan conveyer.
8

4. Grate plate digerakkan dengan hydraulic drive. Klinker yang
berukuran halus akan turun ke bawah menembus kisi-kisi grate plate
dan ditampung di dalam hopper yang dilengkapi dengan flap damper
dan sensor level. Flap damper akan membuka secara automatis
apabila hopper penuh dan klinker jatuh diterima drag chain menuju
chain conveyer.
5. Untuk menjaga ketebalan material di atas grate cooler (grate plate)
konstan di pasang satu buah fan pendingin khusus jika tekanan fan
naik secara automatis grate plate akan bergerak lebih cepat demikian
pula sebaliknya.
6. Untuk material yang berukuran besar masuk pada breaker/crusher
untuk dipecah dan hasilnya akan keluar bercampur dengan material
dari grate plate cooler menuju alat transport.
(http://irmanrostaman.wordpress.com/2012/03/27/proses-pembuatan-
semen-cement-manufacturing-process/)
Fungsi Grate Cooler
Great cooler mempunyai beberapa Fungsi diantaranya adalah :
1. Proses Quenching
Yaitu proses pendinginan klinker yang mendadak, efek pendinginan
yang timbul karena adanya hembusan dari beberapa cooling air fan
yang langsung kontak dengan klinker outlet kiln.
Efek pendinginan yang terjadi akan mengakibatkan klinker turun
temperaturnya secara drastis yaitu dari 1350
o
C menjadi 90
o
C.
Sasaran yang dikehendaki dari quenching adalah untuk memperoleh
klinker yang berbentuk granular/bulat dan rapuh, sehingga
memudahkan pada proses penggilingan selanjutnya. Disamping itu
berpengaruh terhadap mutu semen yang dihasilkan.
2. Menaikan temperatur udara bakar
9

9
3
4
5
8
1
2
7
6
Udara bakar ini berasal dari udara sisa pendinginan klinker. Sebagian
udara yang masih mempunyai temperatur tinggi akan ditarik IDF
masuk ke kiln dan kalsiner dan sebagian lagi yang temperaturnya
rendah akan dikeluarkan melewati saluran udara buang menuju ESP
(EP grate cooler). Sasaran yang dikehendaki dengan naiknya
temperatur udara bakar yaitu untuk efisiensi pemakaian bahan bakar
pada proses pembakaran di kiln dan kalsiner.
3. Alat transport
Untuk mengeluarkan material dari kiln menuju alat transportnya untuk
kemudian di simpan pada silo klinker.
Peralatan-peralatan Area Grate Cooler
Peralatan yang berada di area grate cooler terdiri dari peralatan utama ataupun
peralatan pendukung, sehingga diharapkan dapat berfungsi sebagaimana yang
diharapkan.
Pada dunia industri ada yang menerapkan Grate Cooler dengan dua Grate
Plate namun ada juga yang menerapkan tiga buah Grate Plate. Berikut
merupakan contoh dari gambar Grate Cooler dengan dua buah Grate Plate
seperti yang tampak pada Gambar (2.2).




Gambar 2.2. Kontruksi Grate Cooler dengan dua buah Grate Plate
(Smith, 1990)
Keterangan :
10

1. Grate 1 6. Hydraulic Cylinder
2. Grate 2 7. Drag Cain
3. Breaker 8. Fan Airation
4. Hydraulic Drive 9. Casing Cooler
5. Hopper
Grate 1 dan Grate 2
1. Spesifikasi Grate 1
- Fungsi :
Menampung curahan material dari kiln dan dilakukan
pendinginan mendadak menggunakan udara pendingin dari
fan.
- Type : Mulden Plate
- Zone : Recuperation zone
Zone perubahan fisik klinker dari klinker cair menjadi
klinker padat.
- Jumlah Plate : 14 baris
Dimana : 1 sampai 3 Fix Plate
4 sampai 14 Fix dan movable




Gambar 2.3. Susunan Grate Plate pada Grate 1
2. Spesifikasi Grate 2
- Fungsi :
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
1 2 4 5 6 3 8 10 7 11 12 9 13 14
11

Mendingikan klinker dari grate 1.
- Jumlah Plate : 13 baris, berselang-seling antara fix dan
movable plate
Nomor ganjil dari 15 sampai 27 adalah fix grate dan
nomor genap dari 15 sampai 27 adalah movable plate.




Gambar 2.4. Susunan Grate Plate pada Grate 2
Breaker
Berfungsi untuk memecahkan material yang berukuran besar dan
kemudian akan keluar bercampur dengan material dari grate cooler.
Hydraulic Unit
Fungsi Hydraulic Unit :
Hydraulic Drive digunakan sebagai pengerak dari grate plate yang
bergerak maju-mundur dan secara tidak langsung mengerakkan
movable plate. Digerakkan melalui fluida yang dipompakan oleh axial
piston pump.
Prinsip kerja Hydraulic drive :
Setiap grate dari cooler di lengkapi dengan dua hydraulic cylinder.
Hydraulic clinder ini digerakan melalui fluida yang dipompakan oleh
axial piston pump. Kecepatan gerak hydraulic merupakan kecepatan
gerak movable plate yang semuanya diatur High respon proportional
valve pada reversing unit. Pada awal langkah dan akhir langkah
cylinder di padang proximity switch yang gunanya untuk membatasi
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
15 16 18 19 20 17 22 24 21 25 26 23 27
12

langkah cylinder, bila switch atas dibuka maka proportional valve
pada reversing unit menukar ke posisi switch yang berlawanan,
sehingga tekanan cylinder bergerak balik begitu juga sebaliknya untuk
switch bawah. Jika switch bawah dibuka maka proportional valve akan
menukar ke posisi switch yang berlawanan sehingga tekanan cylinder
akan naik dan hydraulic cylinder bergerak balik begitu seterusnya.
Pada dasarnya motor menggerakan axial piston pump yang
memompakan fluida ke hydraulic cylinder dan menggerakanya.
hydraulic cylinder ini berhubungan dengan drive shaft dan drive shaft
berhubungan dengan moving frame. Hal in menyebabkan movable
plate yang terpasang pada moving frame melalui grate support akan
ikut bergerak.
Cooling fan
Fungsi cooling fan adalah :
1. Untuk mendinginkan klinker baik itu di chamber I dan di chamber
II
2. Masing-masing fan dilengkapi dengan damper yang dapat
digerakan secara automatis.
Hopper dan Drag Chain
Material-material (klinker) yang halus dan lolos dari kisi-kisi plate di
tampung oleh hopper di dalam hopper terdapat sensor level yang
fungsinya menginformasikan level di dalam hopper apabila level
material sudah maksimum, maka under chute grate di bawah hopper
akan membuka secara automatis dan akan menutup kembali secara
automatis. Material (klinker) yang keluar dari under gate ditampung
oleh drag chain dan di bawa menuju alat transport berikutnya.
ESP (Electrostatic Precipitator)
13

Fungsi ESP pada grate cooler adalah untuk menangkap dan
mengumpulkan debu yang terdapat dalam udara buang dari grate
cooler yang di hisap ESP fan. Debu yang dikumpulkan ESP
dikembalikan kembali ke sistem melalui alat transport yang terdapat di
bawah hopper ESP, alat transport tersebut berupa drag chain, rotary
valve dan screw.
Prinsip Kerja Electrostatic Precipitator :
Plate colcting electrode dan discharge electrode di beri tegangan
tinggi DC sehingga timbul muatan medan listrik yang tinggi antara
plate CE dan DE, medan listrik tersebut menarik debu-debu sehingga
menempel pada plate CE dan DE. Sehingga antara debu dan gas
terpisah karena gas ditarik ESP fan. Kemudian debu-debu yang
menempel di plat CE dan DE di getarkan hammer system sehingga
jatuh ke hopper kemudian dibawa drag chain dan screw kembali ke
sistem.
ESP FAN (Filter fan For Cooler)
Fungsi alat ini adalah untuk menghisap debu sebagian udara sisa dari
pendinginan di grate cooler. Fungsi lainnya adalah untuk menciptakan
suasana negative pressure di kiln hood.
Water Injection
Peralatan ini berupa nozzle yang dihubungkan dengan pompa air.
Nozzle tersebut dipasang pada dinding grate cooler dengan posisi
outlet nozzle mengarah ke bagian dalam grate cooler.
Fungsi Water Injection adalah untuk mendinginkan udara buang yang
dihisap oleh ESP fan, jika temperaturnya tinggi (>300
o
C).
Prinsip kerja Water Injection :
Jika temperatur udara buang dari grate cooler yang di hisap oleh ESP
fan mempunyai temperatur > 300
o
C maka secara otomatis nozzle
14

tersebut akan menyemprotkan air sehingga diharapkan dapat
menurunkan temperatur udara buang. Jika temperatur buang dapat
diturunkan maka akan mencegah rusaknya blade ESP fan dari plate
pada ESP dari temperatur yang tinggi.
Mekanisme Perpindahan Panas di Grate Cooler
Perpindahan panas dapat didefinisikan sebagai transmisi energi dari suatu
tempat ke tempat lain, sebagai dampak dari perbedaan temperatur pada
sistem yang di aliri panas tersebut. Mekanisme perpindahan panas dapat
berlangsung dari suatu material yang temperaturnya lebih tinggi ke material
yang temperaturnya lebih rendah hingga mencapai suatu kondisi
keseimbangan. Mekanisme perpindahan panas yang terjadi di dalam grate
cooler ada 3, yaitu :
1. Perpindahan panas secara konduksi (rambatan)
Konduksi adalah perpindahan panas dari satu bagian ke bagian lain
tanpa ada partikel yang ikut berpindah. Laju perpindahan panas secara
konduksi dipengaruhi oleh luas penampang perpindahan panas,
konduktivitas thermal dan perbedaan temperatur (Geankoplis,1993).
Perpindahan panas secara konduksi yang terjadi di dalam grate cooler
adalah perpindahan panas antara sesama permukaan klinker.
2. Perpindahan panas secara konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas dari satu bagian ke bagian lain
yang disertai dengan partikelnya ikut berpindah. Didalam proses
pendinginan di Grate Cooler perpindahan panas secara konveksi
terjadi antara gas dengan partikel klinkernya.
Perpindahan panas konveksi antara gas dengan partikel klinker yang
terjadi di dalam grate cooler merupakan konveksi transient, artinya
temperatur gas dan partikel berubah sepanjang waktu perjalanan
aliran. Perhatikan Gambar (2.5) mekanisme perpindahan panas
15

konveksi yang terjadi di dalam grate cooler, dimana temperatur
partikel lebih tinggi daripada temperatur gas sehingga panas berpindah
dari partikel ke fluida gas. Perpindahan panas dari partikel ke gas
dengan menghasilkan koefisien perpindahan panas dan menganggap
unggun fluidisasi berlaku sebagai sistem satu fasa.

Gambar 2.5. Mekanisme Perpindahan Panas Konveksi dalam
Grate Cooler (Smith, 1990)
3. Perpindahan panas secara radiasi
Berlainan dengan mekanisme konduksi dan konveksi, dimana
perpindahan panas terjadi melalui bagian dari klinkernya, panas juga
dapat berpindah melalui daerah hampa atau melalui fluida ke
permukaan lain dengan cara pemancaran gelombang elektromagnetik
yang disebut dengan radiasi. Perpindahan panas radiasi terjadi antara
udara panas yang ada di dalam grate cooler dengan udara lingkungan
sekitar.
(PT. Semen Baturaja)