Anda di halaman 1dari 13

RADIOLOGI

COLUMNA VERTEBRA
Pembimbing :
dr. Tuty Sp.Rad
Disusun oleh:
Dewi Amalia
0970030
!ab"S#$ Radiologi
$a%ultas &edo%teran 'ni(ersitas )i*aya &usuma"RSD Sidoar*o
Surabaya
+0,
-.!'#/A 01RT12RA
A. A/AT.#3
Tulang belakang manusia adalah pilar aau iang !ang ber"ungsi sebagai pen!angga
ubuh dan melindungi medulla spinalis# $ilar iu erdiri aas %% ruas ulang belakang
!ang ersusun se&ara segmenal !ang erdiri aas ' ruas ulang ser(ikal )(erebra
ser(ikalis*+ ,- ruas ulang .rakal )(erebra .rakalis*+ / ruas ulang lumbal )(erebra
lumbalis*+ / ruas ulang sakral !ang men!au )(erebra sakral*+ dan 0 ruas ulang ek.r
)(erebra k.ksigea*#

1eiap ruas ulang belakang dapa bergerak sau dengan !ang lain .leh karena
adan!a dua sendi di p.ser.laeral dan diskus iner(erebralis di aneri.r# $ada pandangan
dari samping pilar ulang belakang membenuk lengkungan aau l.rd.sis di daerah
ser(ikal+ .rakal dan lumbal# 2eseluruhan (erebra maupun masing3masing ulang
(erebra beriku diskus iner(erebralisn!a bukanlah merupakan sau srukur !ang
4ambar . Anatomi tulang bela%ang
mampu melening+ melainkan sau kesauan !ang k.k.h dengan diskus !ang
memungkinkan gerakan anar k.rpus ruas ulang belakang# Lingkup gerak sendi pada
(erebra ser(ikal adalah !ang erbesar# Verebra .rakal berlingkup gerak sediki karena
adan!a ulang rusuk !ang membenuk .raks+ sedangkan (erebra lumbal mempun!ai
ruang lingkup gerak !ang lebih besar dari .rakal eapi makin ke ba4ah lingkup
gerakn!a makin ke&il#
1e&ara umum srukur ulang belakang ersusun aas dua k.l.m !aiu 5
,# 2.l.m k.rpus (erebra besera semua diskus iner(eebra !ang berada di anaran!a#
-# 2.l.m elemen p.seri.r )k.mpleks ligamenum p.seri.r* !ang erdiri aas lamina +
pedikel+ pr.sesus spin.sus+ pr.sesus rans(ersus dan pars arikularis+ ligamenum3
ligamenum supraspin.sum dan inraspin.sum+ ligamenum "la(um+ sera kapsul sendi#
1eiap ruas ulang belakang erdiri aas k.rpus di depan dan arkus neuralis di
belakang !ang di siu erdapa sepasang pedikel kanan dan kiri+ sepasang lamina+ dua
pedikel+ sau pr.sesus spin.sus+ sera dua pr.sesus rans(ersus# Beberapa ruas ulang
belakang mempun!ai benuk khusus+ misaln!a ulang ser(ikal perama !ang disebu alas
dan ruas ser(ikal kedua !ang disebu .d.n.id# 2analis spinalis erbenuk anara k.rpus
di bagian depan dan arkus neuralis di bagian belakang# 2analis spinalis ini di daerah
ser(ikal berbenuk segiiga dan lebar+ sedangkan di daerah .rakal berbenuk bula dan
ke&il# Bagian lain !ang men!.k.ng kek.mpakan ruas ulang belakang adalah k.mp.nen
6aringan lunak !aiu ligamenum l.ngiudinal aneri.r+ ligamenum l.ngiudinal p.seri.r+
ligamenum "la(um+ ligamenum inerspin.sus+ dan ligamenum supraspin.sus#
1abilias ulang belakang disusun .leh dua k.mp.nen+ !aiu k.mp.nen ulang
dan k.mp.nen 6aringan lunak !ang membenuk sau srukur dengan iga pilar# $erama
!aiu sau iang aau k.l.m di depan !ang erdiri aas k.rpus sera diskus iner(erebralis#
2edua dan keiga !aiu k.l.m di belakang kanan dan kiri !ang erdiri aas rangkaian
sendi iner(erebralis laeralis# 1e&ara keseluruhan ulang belakang dapa diumpamakan
sebagai sau gedung beringka dengan iga iang uama+ sau k.l.m di depan dan dua
k.l.m di samping belakang+ dengan lanai !ang erdiri aas lamina kanan dan kiri+
pedikel+ pr.sesus rans(ersus dan pr.sesus spin.sus# Tulang belakang dikaakan idak
sabil bila k.l.m (erikal erpuus pada lebih dari dua k.mp.nen# Medulla spinalis
ber6alan melalui iap3iap (erebra dan memba4a sara" !ang men!ampaikan sensasi dan
gerakan dari dan ke berbagai area ubuh# 1emakin inggi kerusakan sara" ulang
belakang+ maka semakin luas rauma !ang diakibakan# Misal+ 6ika kerusakan sara" ulang
belakang di daerah leher+ hal ini dapa berpengaruh pada "ungsi di ba4ahn!a dan
men!ebabkan sese.rang lumpuh pada kedua sisi mulai dari leher ke ba4ah dan idak
erdapa sensasi di ba4ah leher# 2erusakan !ang lebih rendah pada ulang sakral
mengakibakan sediki kehilangan "ungsi#
2. 3/D3&AS3
,# Trauma ulang belakang
-# N!eri ulang belakang
%# 2elainan ulang belakang
0# N!eri engkuk
/# Teraba massa
33. P.S3S3 RAD3.4RA$3&
$.sisi !ang sering digunakan adalah 5
,# A$ ) Aner. 7 $.seri.r *
-# Laeral
%# Obli8ue kanan9kiri
R143. -1R03-A!
$r.!eksi A$9Laeral
$r.!eksi .bli8ue kanan9kiri digunakan unuk meliha keadaan pedi&le+ ".ramen
in(erebrae dan sendi ap."iseal
$r.!eksi laeral .bli8ue pada eksensi dan "leksi
R143. T5.RA-A!
$r.!eksi A$9Laeral
$r.!eksi .bli8ue kanan9kiri digunakan unuk meliha &.s.(erebra
R143. !'#2A!
$r.!eksi A$ khusus dengan sudu ,/:3 0/: arah &rani.&audal
$r.!eksi laeral ermasuk laeral lumb.sa&ral dan laeral sakr.&.&!geus
$r.!eksi .bli8ue unuk meliha ap."isial
$r.!eksi .bli8ue sa&r.ilia& 6un&i.n
333. S3ST1#AT3&A P1#2A-AA/ $.T. 01RT12RA
;ang paling perlu diperhaikan anara lain 5
3 C.rpus (erebra
3 $r.&esus rans(erses
3 $edi&le
3 Lamina
3 <a&ies ari&ularis superi.r dan in"eri.r
3 Dis&us iner(erebralis
3 Ap.ph!seal 6.in dan &.s.rans(erse 6.in
3 <.ramen iner(erebralis pada p.sisi A$ dan .bli8ue
PR.61&S3 AP
,# Lihalah 6a6aran (erebra ) alignmen *# $ada seiap ingkaan (erebra haruslah berada
pada sau garis lurus aau han!a sediki melengkung#
-# 2emudian lihalah benuk dari masing3masing &.rpus (erebra# =al ini harus dilakukan
dengan ama elii# Tidak b.leh ada > sh.r3&us?# Terliha pula pr.&essus rans(ersus dan
edi&le ) berbenuk .(al puih *#
%# $r.&essus spin.sus sediki ber(ariasi dalam angulasi dan benukn!a#
0# 2emudian lihalah dis&us iner(erebralis# $ada daerah &er(i&al dan lumbal+ &arilah sendi
para(erebral+ !ang idak selalu bisa diliha dengan mudah#
Gambar posisi AP
PR.61&S3 !AT1RA!
,# Liha masing3masing &.rpus (erebra# $ada seiap regi. benuk dan ukurann!a haruslah
kurang lebih sama#
-# Liha 6uga masing3masing &elah iner(erebralis# $ada iap ingkaan+ lebar &elah ini
haruslah kurang lebih sama# Bila &elah ini kelihaan men!empi+ perhaikan dengan
seksama &.rpus (erebra di sekiarn!a+ liha adakah perubahan benuk aau densias#
2emudian perhaikan densias pada masing3masing (erebra se&ara seksama pula# ) Gas
usus !ang menuupi (erebra bisa men!erupai suau lusensi# Liha dan k.relasikan
dengan pr.!eksi A$ dari (erebra !ang sama *#
%# $eriksa selalu alignmen ) 6a6aran * (erebra# Bila meliha suau bagian &.lumna (eebralis
pada pr.!eksi laeral+ perhaikan bah4a erdapa suau garis k.nin!u sepan6ang ipe
belakang &.rpus (erebrae# $eriksa 6uga &elah di anara (erebra eruama &arilah adan!a
pen!empian#
Gambar posisi Lateral
01RT12RA /.R#A!
Verebra !ang n.rmal mempun!ai &ur(aura ke depan pada daerah &er(i&al+ &ur(aura ke
belakang ) k!ph.se * pada daerah h.ra&al dan &ur(aura ke depan ) l.rd.se * pada daerah
lumbal# Bila ada bagian (erebra !ang melurus aau mempun!ai &ur(aura !ang
berla4anan dengan !ang disebu di aas+ &arilah pen!ebabn!a#
Gambar (erebra &er(i&al n.rmal
Gambar (erebra .rakal n.rmal
Gambar (erebra lumball n.rmal
30. &1!A3/A/ RAD3.!.43S
-1R03-A!
Tidak erbenukn!a pedi&le pada "a&ies arikularis
Biasan!a asimp.mis+ han!a erliha se&ara radi.l.gis sebagai pen!ebaran dari ".ramen
iner(erebralis anpa anda3anda kerusakan daerah di sekiarn!a#
Disl.kasi alan.a@ial 6.in
o Akiba dari rauma+ perumbuhan ligamenum rans(ersum dari alas !ang idak
sempurna+ aau k.mplikasi keradangan dari leher pada anak3anak#
2elainan pada &rani.(erebral 6.in
Bl.di (erebra
o <usi dari dua aau lebih (rebra+ kadang3kadang diserai ar&us (erebra dan pr.&essus
spin.sus dan bahkan sering pada &.san!a#
2elainan akiba rauma 5
Trauma hiper"leksi
,# 1ubluksasi aneri.r+ andan!a anara lain aerdapa angulasi ke p.seri.r ) ki".sis l.&al
pada empa krusakan ligamen* 6arak anara pr.&essus spin.sus melebar dan er6adi
subluksasi sendi p."iseal#
-# Bilaeral iner"a&eal disl.kasi+ ampak disl.kasi aneri.r &.rpus (erebra dan disl.kasi
.al sendi ap."iseal#
%# <le@i.n ear dr.p "ra&ure disl.&ai.n#
0# Aedge "ra&ure+ (erebra er6epi sehingga berbenuk a6i#
/# Cla! sh.(elars "ra&ure+ k.nraksi ligamen p.seri.r ulang leher mengakibakan "rakur
.bli8ue pada p.&essus spin.sus+ biasan!a pada CI3II aau Th I#
Trauma "le@i3 r.asi
,# Ter6adi disl.kasi iner"a&eal pada sau sisi
-# Tampak disl.kasi aneri.r &.rpus (erebra
Trauma hipereksensi
,# <raur disl.kasi hipereksensi+ dapa er6adi "rakur pedi&le+ pr.&esus arikularis+ lamina
da pr.&esus spin.sus#
-# =argmanBs "ra&ure+ er6adi "rakur bileral dan disl.kasi aneri.r C- erhadap C%#
Trauma eksensi3r.asi
Ter6adi "rakur pada pr.&essus arikularis sau sisi#
<rakur k.mpresi (eri&al
Ter6adi akiba dieruskann!a enaga rauma melalui kepala+ &.nd!lus .&&ipial ke ulang
leher#
T5.RA-A! DA/ !'#2A!
Cle" (erebra dan hemi(erebra
Tidak adan!a "usi aau sebagian !ang "usi dari separuh kiri9kanan dari &.rpus (erebra#
Diasema&m!ella
Medulla spinalis !ang erpe&ah men6adi dua di sekiar "ibr.us spur !ang imbul dari
p.seri.r &.rpus (erebra#
1akralisasi dari L/ dan lumbalisasi dari 1,
1akralisasi dapa er6adi anara sau aau dua pr.&essus rans(erses dengan &.rpus dari
sa&rum+ bila han!a sau pr.&essus disebu hemisakralisasi# Lumbalisasi bila 1,
bergabung dengan L/#
1pina bi"ida O&&ula
Celah pada pr.&essus spin.sus merupakan hasil penuupan kanalis (erebra !ang idak
lengkap+ kadang bersamaan dengan mening.&ele+ ersering pada regi. lumb.sa&ralis#
1p.nd!l.l!sis inerarikularis
2elainan pada pars inerarikularis dan dapa men!ebabkan &.rpus (erebra erd.r.ng ke
depan+ pergeseran ini disebu spind!l.l!sis#
2elainan akiba rauma
<rakur (erebra h.rakal bagian aas biasan!a karena k.n(ulsi dan mengenai (erebra Th
III+ Th IV dan Th V# <rakur (erebra h.rakal bagian engah ba4ah dan bagian (erebra
lumbalis disebabkan rauma berupa "le@i !ng mendadak#
Cur(aura !ang abn.rmal
Disebabkan sekunder .leh pen!aki aau idi.paik+ ma&amn!a 5
,# 1k.li.sis 5 R.asi dari sau aau beberapa (erebra dari l.ngiudinal a@is
-# L.rd.sis 5 2e&ekungan !ang meningka ke arah p.seri.r
%# 2i".sis 5 $embengk.kan dari (erebra ke arah p.seri.r
1p.nd!l.lishesis
C.rpus (erebra ergelin&ir ke depan di aas sau &.rpus di ba4ahn!a+ berhubungan
dengan kelainan .si"ikasi pada pars inerarikularis ar&us (erebra# 1ering er6adi pada
sambungan lumb.sa&ral dan anara L IV dan L V#
$erubahan k.nur &.rpus (erebra
Berupa pen!empian sau sisi dari &.rpus (erebra aau penipisan &.rpus (erebra !ang
di"us#
1p.nd!lisis
Ter6adi akiba dari degenerasi dis&us iner(erebralis !ang diandai dengan pen!empian
ruang dis&us dan pembenukan .se."i dan skler.sis !ang sering imbul pada permukaan
&.rpus (erebra !ang berdekaan#