Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Studi-studi sosiologi dan manajemen dalam beberapa dekade belakangan bermuara pada satu
kesimpulan yang mengaitkan antara etos kerja manusia dengan keberhasilannya, bahwa keberhasilan di
berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh sikap, perilaku dan nilai-nilai yang diadopsi individu-
individu manusia di dalam komunitas atau konteks sosialnya. Melalui pengamatan terhadap karakteristik
masyarakat di bangsa-bangsa yang mereka pandang unggul, para peneliti menyusun daftar tentang ciri-
ciri etos kerja yang penting.
Sebagai contoh, etos kerja Bushido dinilai sebagai faktor penting dibalik kesuksesan ekonomi
Jepang di kancah dunia. tos kerja Bushido ini mencuatkan tujuh prinsip, yakni!
". #i $ keputusan yang benar diambil dengan sikap yang benar berdasarkan kebenaran% jika harus mati
demi keputusan itu, matilah dengan gagah, sebab kematian yang demikian adalah kematian yang
terhormat!
&. 'u $ berani dan bersikap kesatria!
(. Jin $ murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama!
). *e $ bersikap santun, bertindak benar!
+. Makoto $ bersikap tulus yang setulus-tulusnya, bersikap sungguh dengan sesungguh-sungguhnya dan
tanpa pamrih!
,. Melyo $ menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan, serta
-. .hugo $ mengabdi dan loyal.
Begitu pula keunggulan bangsa Jerman, menurut para sosiolog, terkait erat dengan etos kerja
/rotestan, yang mengedepankan enam prinsip, yakni!
". Bertindak rasional,
&. Berdisiplin tinggi,
(. Bekerja keras,
). Berorientasi pada kekayaan material,
+. Menabung dan berinvestasi, serta
,. 0emat, bersahaja dan tidak mengumbar kesenangan.
/ertanyaannya kemudian adalah seperti apa etos kerja bangsa 1ndonesia ini. 2alam buku
3Manusia 1ndonesia4 karya Mochtar 5ubis yang diterbitkan sekitar seperempat abad yang lalu,
diungkapkan adanya karakteristik etos kerja tertentu yang dimiliki oleh bangsa 1ndonesia. Beberapa di
antara ciri-ciri itu adalah! munafik% tidak bertanggung jawab% feodal% percaya pada takhyul% dan lemah
wataknya. Beliau tidak sendirian. Sejumlah pemikir6budayawan lain menyatakan hal-hal serupa.
Misalnya, ada yang menyebut bahwa bangsa 1ndonesia memiliki 7budaya loyo,8 7budaya instan,8 dan
banyak lagi.
9anpa bermaksud terlarut dalam kejayaan masa lalu, sejarah menunjukkan bahwa bangsa
1ndonesia memiliki prestasi yang patut dihargai dalam perjalanannya. 9egaknya candi Borobudur dan
puluhan yang lainnya hanya mungkin terjadi dengan dukungan etos kerja yang bercirikan disiplin,
kooperatif, loyal, terampil rasional :sampai batas tertentu;, kerja keras, dan lain-lain. Berkembang luasnya
pengaruh kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Samudra /asai, Mataram, 2emak, dengan berbagai
perangkat dan infrastruktur teknologis maupun sosial dalam pengelolaan kenegaraannya, juga
mempersyaratkan adanya suatu etos kerja tertentu yang patut dihargai. Selain ini, pesantren-pesantren
yang sampai kini masih bertahan dan berkembang, memiliki akar pertumbuhan pada beberapa abad yang
lalu, yang menunjukkan bahwa tradisi belajar-mengajar telah menjadi bagian kehidupan masyarakat
9anah <ir jauh sebelum bangsa Belanda mengunjungi kita.
Sejarah bangsa 1ndonesia dapat menjadi salah sebuah sumber penting bagi kita untuk menggali,
memahami dan membangun etos kerja bangsa kita. 0anya saja, perhatian pada sejarah tak jarang
dimotivasi oleh dorongan-dorongan apologetik, atau menjadi 7pelarian8 dari tantangan-tantangan yang
kita hadapi hari ini. Jika potensi sejarah ini tidak dimanfaatkan secara optimal, ini bisa berimplikasi
keterasingan bangsa akan dirinya sendiri. 5ebih jauh, ini bisa membuat kita asing terhadap etos kerja
bangsa kita sendiri.
Setiap bangsa mempunyai pandangan hidup, entah hal itu disadari atau tidak. /andangan hidup yang
dimiliki suatu bangsa itu khas dan mempengaruhi bagaimana prilaku dan budaya bangsa yang
bersangkutan. Semangat kerja pun dipengaruhi oleh pandangan hidup sehingga dalam kajian tentang
suatu masyarakat dikenal istilah etos kerja, yaitu semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan
seorang atau suatu kelompok.
B. Batasan Masalah
2engan mengacu pada latar belakang masalah di atas kiranya dapat penulis rumuskan beberapa
pembaahasan yang akan dipaparkan dalam makalah ini, yaitu seputar konsep etos kerja dan lebih lanjut
penulis akan membahas tentang bagaimana etos kerja dalam bidang 91.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Etos Kerja
2alam kamus besar Bahasa 1ndonesia, kata 3etos4 berasal dari bahasa 'unani :ethos; yang
bermakna watak atau karakter. Maka secara lengkapnya 3etos4 ialah ! 3=arakteristik dan sikap,
kepercayaan serta kebiasaan, yang bersifat khusus tentang seorang individu atau sekelompok manusia4.
2ari perkataan etos terambil pula perkataan 3etika4 dan 3etis4 yang merujuk kepada makna
akhlak atau bersifat akhla>i, yaitu kualitas dasar seseorang atau suatu kelompok, termasuk juga suatu
bangsa :?ebster8s @ew ?orld 2ictionary;. Jadi, etos berarti ! 3Jiwa khas suatu kelompok manusia, yang
pada gilirannya membentuk pandangan dasar bangsa tersebut tentang sesuatu yang baik dan yang buruk,
yang akhirnya melahirkan etika dalam kehidupan kesehariannya4.
<dapun kerja adalah sesuatu yang setidaknya mencakup tiga hal% :"; 2ilakukan atas dorongan
tanggung jawab, :&; 2ilakukan karena kesengajaan dan perencanaan dan :(; Memiliki arah dan tujuan
yang memberikan makna bagi pelakunya.
Berdasarkan definisi tersebut, etos kerja setidaknya mencakupi beberapa unsur penting !
". tos kerja itu bersumber dan berkaitan langsung dengan nilai-nilai yang tertanam dalam jiwa
seseorang. 1tulah sebabnya menjadi sangat penting untuk menyeleksi setiap nilai yang akan kita
tanamkan dalam jiwa kita.
&. tos kerja adalah bukti nyata yang menunjukkan pandangan hidup seseorang yang telah mendarah
daging. /andangan hidup yang benar tentu saja akan melahirkan etos kerja yang lurus. Begitu pula
sebaliknya.
(. tos kerja menunjukkan pula motivasi dan dorongan yang melandasi seseorang melakukan kerja dan
amalnya. Semakin kuat dan kokoh etos kerja itu dalam diri seseorang, maka semakin kuat pula
motivasinya untuk bekerja dan beramal.
). tos kerja yang kuat akan mendorong pemiliknya untuk menyiapkan rencana yang dipandangnya dapat
menyukseskan kerja atau amalnya.
+. tos kerja sesungguhnya lahir dari tujuan, harapan dan cita-cita pemiliknya. 0arapan dan cita-cita yang
kuatlah yang akan meneguhkan etos kerjanya. .ita-cita yang lemah hanya akan melahirkan etos kerja
yang lemah pula.
tos menurut #eertA diartikan sebagai sikap yang mendasar terhadap diri dan dunia yang
dipancarkan hidup. Sedangkan kerja, menurut 9aufik <bdullah, secara lebih khusus dapat diartikan
sebagai usaha komersial yang menjadi suatu keharusan demi hidup, atau sesuatu yang imperatif dari diri,
maupun sesuatu yang terkait pada identitas diri yang telak bersifat sakral. 1dentitas diri yang terkandung
di dalam hal ini, adalah sesuatu yang telah diberikan oleh tuntutan religius :agama;.
<pabila mengintroduksi pendapat /andji <noraga dan Sri Suryanti maka etos
kerja diartikan sebagai pandangan dan sikapsuatu bangsa atau umat terhadap kerja. Berpijak pada
pengertian bahwa etos kerja menggambarkan suatu sikap, maka dapat ditegaskan bahwa etos kerja
mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang dimiliki oleh individu :kelompok; dalam memberikan
penilaian terhadap kegiatan kerja. Mengingat kandungan yang ada dalam pengertian etos kerja, adalah
unsur penilaian, maka secara garis besar dalam penilaian itu, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu
penilaian positif dan negatif.
Berpangkal tolak dari uraian itu, maka menurut bahwa suatuindividu atau
kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki etos kerjayang tinggi, apabila menunjukkan tanda-tanda
sebagai berikut !
a. Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia.
b. Menempatkan pandangan tentang kerja, sebagai suatu hal yangamat luhur bagi eksistensi manusia.
c. =erja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia.
d. =erja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunandan sekaligus sarana yang penting
dalam mewujudkan cita-cita,
e. =erja dilakukan sebagai bentuk ibadah.
Sedangkan bagi individu atau kelompok masyarakat, yang dimiliki etos kerja yang rendah, maka
akan menunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya, yaitu!
a. =erja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri,
b. =urang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia,
c. =erja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan,
d. =erja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan,
e. =erja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup.
tos kerja yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok masyarakat, akan menjadi sumber
motivasi bagi perbuatannya. <pabila dikaitkan dengan situasi kehidupan manusia yang sedang
3membangun4, maka etos kerja yang tinggi akan dijadikan sebagai prasyaraat yang mutlak, yang harus
ditumbuhkan dalam kehidupan itu. =arena hal itu akan membuka pandangan dan sikap kepada
manusianya untuk menilai tinggi terhadap kerja keras dan sungguh-sungguh, sehingga dapat mengikis
sikap kerja yang asal-asalan, tidak berorientasi terhadap mutu atau kualitas yang semestinya.
@itisemito mengatakan bahwa indikasi turun6rendahnya semangat dan kegairahan kerja antara
lain !
". 9urun6 rendahnya produktivitas
&. 9ingkat absensi yang naik6 rendah
(. 5abour turnover :tingkat perputaran buruh; yang tinggi
). 9ingkat kerusuhan yang naik
+. =egelisahan dimana-mana
,. 9untutan yang sering terjadi
-. /emogokan
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan etos kerja adalah sikap yang
mendasar baik yang sebelum, proses dan hasil yang bisa mewarnai manfaat suatu pekerjaan.
. Nilai!nilai "alam Etos Kerja
2aya pendorong bagi pendisiplinan jajaran kerja diberikan oleh 0erAberg. 2asar bagi gagasannya
adalah bahwa faktor-faktor yang memenuhi kebutuhan orang akan pertumbuhan psikologis, khususnya
tanggung jawab dan etos kerja untuk mencapai tujuan yang efektif. 0erAberg yang dikutip oleh James 5
#ibson menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi yang baik diperlukan orang yang memiliki
kemampuan yang tepat, termasuk etos kerja.
Beberapa penelitian riset mendukung asumsi bahwa etos kerjamerupakan faktor penting yang
menentukan pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik dan bertambahnya kepuasan. Bord menyatakan bahwa
"--"C percobaan di sebuah organisasi memperlihatkan peningkatan yang positif sesudah adanya etos
kerja. /enelitian tersebut menyatakan bahwa etos kerja memberikan prestasi yang lebih baik dan
kepuasan yang lebih baik pula.
#. $%ngsi "an &%j%an Etos Kerja
Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu.
Menurut <. 9abrani *usyan, fungsi etos kerja adalah!
a. /endorong timbulnya perbuatan.
b. /enggairah dalam aktivitas.
c. /enggerak, seperti mesin bagi mobil besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya
suatu perbuatan.
=erja merupakan perbuatan melakukan pekerjaan atau menurut kamus ?.J.S /urwadaminta,
kerja berarti melakukan sesuatu, sesuatu yang dilakukan. =erja memiliki arti luas dan sempit dalam arti
luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non
materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti
sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Jadi pengertian etos adalah
karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang
disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita.
'. Etos Kerja Bi"ang &I
(. As)ek as)ek "alam etos kerja
Menurut Sinamo :&DD+; setiap manusia memiliki spirit6roh keberhasilan, yaitu motivasi murni untuk
meraih dan menikmati keberhasilan. *oh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja
keras, disiplin, teliti, tekun, integritas, rasional, bertanggung jawab dan sebagainya melalui keyakinan,
komitmen, dan penghayatan atas paradigma kerja tertentu. 2engan ini maka orang berproses menjadi
manusia kerja yang positif, kreatif dan produktif. 2ari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat
sekarang ini, Sinamo :&DD+; menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. =eempat pilar inilah
yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang
berkelanjutan :sustainable success system; pada semua tingkatan. =eempatelemen itu lalu dia
konstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai .atur 2harma Mahardika :bahasa
Sanskerta; yang berarti mpat 2arma.
=eberhasilan Etama, yaitu!
". Mencetak prestasi dengan motivasi superior.
&. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner.
(. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif.
). Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani.
=eempat darma ini kemudian dirumuskan pada delapan aspek tos =erja
sebagai berikut!
". =erja adalah rahmat% karena kerja merupakan pemberian dari 'ang Maha =uasa, maka individu harus
dapat bekerja dengan tulus dan penuh syukur.
&. =erja adalah amanah% kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara
moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab.
(. =erja adalah panggilan% kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita
sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas.
). =erja adalah aktualisasi% pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang
tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat
+. =erja adalah ibadah% bekerja merupakan bentuk bakti dan keta>waan kepada Sang =halik, sehingga
melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang /encipta dalam pengabdian.
,. =erja adalah seni% kerja dapat mendatangkan kesenangan dan kegairahan kerja sehingga lahirlah daya
cipta, kreasi baru, dan gagasan inovatif.
-. =erja adalah kehormatan% pekerjaan dapat membangkitkan harga diri sehingga harus dilakukan dengan
tekun dan penuh keunggulan.
C. =erja adalah /elayanan% manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja
tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. <noraga
:"FF&; juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasar bagi seseorang
dalam memberi nilai pada kerja, yangdisimpulkan sebagai berikut!
". Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia
&. /ekerjaan adalah suatu berkat 9uhan.
(. /ekerjaan merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral
). /ekerjaan merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti
+. /ekerjaan merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih
2alam penulisannya, <khmad =usnan :&DD); menyimpulkan pemahaman bahwa tos =erja
menggambarkan suatu sikap, maka ia menggunakan lima indikator untuk mengukur tos =erja.
Menurutnya tos =erja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif, positif dan negatif. Suatu
individu ataukelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki tos =erja yang tinggi, apabila
menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut!
". Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia,
&. Menempatkan pandangan tentang kerja, sebagai suatu hal yang amat luhurbagi eksistensi manusia,
(. =erja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupanmanusia,
). =erja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dansekaligus sarana yang penting
dalam mewujudkan cita-cita,
+. =erja dilakukan sebagai bentuk ibadah.Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki tos
=erja yang rendah, maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya :=usnan, &DD);, yaitu%
". =erja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri,
&. =urang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia,
(. =erja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperolehkesenangan,
). =erja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan,
+. =erja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup.
2ari berbagai aspek yang ditampilkan ketiga tokoh diatas, dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang
diusulkan oleh dua tokoh berikutnya telah termuat dalam beberapa aspek tos =erja yang dikemukakan
oleh Sinamo, sehingga penulisanini mendasari pemahamannya pada delapan aspek tos =erja yang
dikemukakan oleh Sinamo sebagai indikator terhadap tos =erja.
BAB III
KESIMPULAN
1stilah etos kerja adalah istilah yang terdiri dari dua kata% tos dan =erja. tos sendiri berasal dari
Bahasa 'unani yaitu thos yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, cara berbuat, keyakinan atas
sesuatu dan persepsi terhadap nilai bekerja. 2engan kata lain, tos adalah norma serta cara diri
mempersepsi, memandang dan meyakini sesuatu.
<dapun kerja adalah sesuatu yang setidaknya mencakup tiga hal% :"; 2ilakukan atas dorongan
tanggung jawab, :&; 2ilakukan karena kesengajaan dan perencanaan dan :(; Memiliki arah dan tujuan
yang memberikan makna bagi pelakunya.
Secara umum pengertian etos kerja adalah ! :"; =eyakinan yang berfungsi sebagai panduan
tingkah laku bagi seseorang, sekelompok orang atau sebuah institusi. :&; tos =erja merupakan perilaku
khas suatu komunitas atau organisasi, mencangkup motivasi yang menggerakkan, karakteristik utama,
spirit dasar, pikiran dasar, kode etik, kode moral, kode perilaku, sikap-sikap, aspirasi-aspirasi, keyakinan-
keyakinan, prinsip-prinsip, standar-standar. :(; Sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah
keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral.
tos kerja 1slami adalah sebagaimana disebut oleh 2r. Musa <sy8arie, yaitu rajutan nilai-nilai
khalifah dan abd yang membentuk kepribadian muslim dalam bekerja. @ilai-nilai khalifah adalah
bermuatan kreatif, produktif, inovatif, berdasarkan pengetahuan konseptual, sedangkan nilai-
nilai abd bermuatan moral, taat dan patuh pada hukum agama dan masyarakat.
Sikap kerja keras dan berusaha untuk mengubah nasib, rajin, dan sungguh-sungguh dalam
melakukan pekerjaan merupakan anjuran dan kewajiban bagi insan yang beragama 1slam. <gama
merupakan motivasi dan sumber gerak serta dinamika dalam mewujudkan etos kerja. 1slam menyuruh
manusia untuk bekerja dan mengubah nasibnya sendiri. Manusia wajib berusaha dan berikhtiar untuk
mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masing-masing. Memang hanya manusia yang mau
berusaha, bekerja keras, dan sungguh-sungguh yang akan meraih prestasi, baik kesuksesan hidup di dunia
maupun di akhirat.
DA$&A* PUS&AKA
<leG S. @itisemito, Manajemen : Suatu Dasar dan Pengantar, Jakarta ! #halia 1ndonesia, "FC,.
<. 9abrani *usyan, Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung! .H *emaja *osdakarya,
"FCF.
James 5 #ibson, Organisasi, Jakarta, rlangga "FCF.
=afrawi *idwan. M<. Metode Dakwah dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan. :Jakarta! /9.
#olden 9erayon /ress, "FC-.
=usmayanto =adiman :Menteri @egara *iset dan 9eknologi $ *epublik 1ndonesia;, Diskusi Tentang Etos
erja, diakses pada tanggal &(-""-DC dari! www.ristek.go.id
Musa <sy8arie, !slam" Etos erja dan Pemberda#aan Ekonomi $mmat, 'ogyakarta! 5esfi, "FF-.
/andji <noraga dan Sri Suyati, Perilaku eorganisasian, Jakarta ! /ustaka Jaya , "FF+.
9aufik <bdullah, Etos erja dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta! 5/(S I 'ayasan Jbor, "FC,.
?.J.S ./urwadarminta, amus $mum Bahasa !ndonesia, :Jakarta!Balai /ustaka, "F-,.;