Anda di halaman 1dari 30

Referat

TRAUMA VERTEBRA CERVICAL DAN


TORAKOLUMBAL
Oleh
Oleh :
Tian Kaprianti, S.Ked
Ratri Wulandari S, S.Ked
Rizki Burfahmi, S.Ked
Pembimbing:
Dr. H. gu! Pra"ira P. SpRad
DEPARTEMEN RADIOLOGI
RSUP DR MOH HOESIN PALEMBANG
FK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011
1
HALAMAN PENGESAHAN
Referat dengan #udul:
TRAUMA VERTEBRA CERVICAL DAN TORAKOLUMBAL
Di!a#ikan $leh:
Tian Kaprianti, S.Ked
Ratri Wulandari S, S.Ked
Rizki Burfahmi, S.Ked
Pembimbing:
Dr. H. gu! Pra"ira P. SpRad
telah diterima dan di!etu#ui !ebagai !alah !atu !%arat dalam mengikuti
Kepaniteraan Klinik Seni$r di Departemen Radi$l$gi &akulta! Ked$kteran
'ni(e!ita! Sri"i#a%a RS'P DR. )$hammad H$e!in Palembang peri$de *+
Okt$ber *,-- . *- /$(ember *,-- .
Palembang /$(ember *,--
Pembimbing
Dr. H. gu! Pra"ira P. SpRad
2
KATA PENGANTAR
lhamdulillah, !egala pu#i dan !%ukur kehadirat llah.SWT, Rabb
!eme!ta alam ata! !egala kemudahan %ang diberikan./%a !ehingga referat ini
akhirn%a dapat di!ele!aikan tepat pada "aktun%a. Tak lupa !hala"at dan !alam
!elalu ter0urah kepada #un#ungan dan teladan kita, /abi )uhammad.SW,
keluarga, dan para !ahabatn%a.
Referat dengan #udul 1Trauma 2ertebra 3er(i0al dan T$rak$lumbal4 buat
!ebagai !alah !atu !%arat pada Kepaniteraan Klinik Seni$r di Departemen
Radi$l$gi RS'P Dr. )$hammad H$e!in Palembang.
'0apan terima ka!ih %ang tulu! dan penghargaan %ang !etinggi.tinggin%a
!a%a berikan kepada Dr. H. gu! Pra"ira P. Sp.Rad ata! bimbingan %ang telah
diberikan kepada penuli!.
Sa%a men%adari bah"a referat ini ma!ih #auh dari ke!empurnaan dan
ma!ih terdapat ban%ak kekurangan. Oleh karena itu kritik dan !aran %ang
membangun !angat diharapkan untuk ke!empurnaan dima!a %ang akan datang.
Sa%a berharap !em$ga referat ini dapat memberikan manfaat bagi pemba0a.
Palembang, /$(ember *,--
Penuli!
3
DAFTAR ISI
H5)/ 6'D'5 ................................................................................... i
H5)/ P7/87SH/ ..................................................................... ii
KT P7/8/TR................................................................................. iii
D&TR 9S9 ............................................................................................... i(
D&TR 8)BR .................................................................................. (
BB 9 P7/DH'5'/........................................................................... -
BB 99 /TO)9 D/ TR') 27RT7BR ................................... :
*.-. nat$mi.............................................................................................. :
*.*. Trauma (ertebra ;;;.;;;;;;;;;............................... +
BB 999 TR') 27RT7BR 37R2935 ......................................... <
:.-. Defini!i .............................................................................................. <
:.*. 7ti$l$gi............................................................................................... <
:.:. 7pdemi$l$gi ...................................................................................... -,
:.+. Pat$fi!i$l$gi ....................................................................................... -,
:.=. 8ambaran Klinik ............................................................................... --
:.>. 6eni! trauma (ertebra 0er(i0al ........................................................... --
:.?. )et$de untuk f$t$ daerah 0er(i0al ............................................. -=
:.@. Peng$batan ......................................................................................................................... ->
BB 92 TR') 27RT7BR TORKO5')B5 ........................... -@
+.-. 7pidemi$l$gi ..................................................................................... -@
+.*. 6eni! fraktur (ertebra t$rak$lumbal ................................................... -@
+.:. Pemerik!aan radi$l$gi (ertebra t$rak$lumbal ................................... *-
+.+. 8ambaran radi$l$gi (ertebra t$rak$lumbal ....................................... *-
+.=. Peng$batan ........................................................................................ **
BB 999 K7S9)P'5/ ............................................................................ *:
D&TR P'STK ................................................................................. *+
4
DAFTAR GAMBAR
8ambar - nt$mi tulang belakang.............................................................. :
8ambar * &raktur 6effer!$n ........................................................................ -*
8ambar : &raktur k$mre!i k$rpu! (ertebra ................................................ -:
8ambar + &raktur !ubluk!a!i (ertebra 0er(i0al ........................................... -+
8ambar = 3lay shovelers fracture ............................................................. -=
8ambar > &raktur hangmanA! ..................................................................... -=
8ambar ? &raktur k$mpre!i ........................................................................ -<
8ambar @ &raktur di!l$ka!i ......................................................................... *,
5
BAB I
PENDAHULUAN
2ertebra Btulang belakangC dimulai dari 0ranium !ampai pada apeD
0$00igeu!, membentuk !kelet$n dari leher, punggung dan bagian utama dari
!kelet$n Btulang 0ranium, 0$!ta dan !ternumC. &ung!i (ertebra %aitu melindungi
medulla !pinali! dan !erabut !%araf, men%$k$ng berat badan dan berperan dalam
perubahan p$!i!i tubuh. 2ertebra pada $rang de"a!a terdiri dari :: (ertebra
dengan pembagian = regi$ %aitu ? 0er(i0al, -* th$ra0al, = lumbal, = !a0ral, +
0$00igeal.
-
Tulang belakang merupakan !uatu !atu ke!atuan %ang kuat diikat $leh
ligamen di depan dan dibelakang !erta dilengkapi di!ku! inter(ertebrali! %ang
mempun%ai da%a ab!$rb!i tinggi terhadap tekanan atau trauma %ang memberikan
!ifat flek!ibel dan ela!ti!. Semua trauma tulang belakang haru! dianggap !uatu
trauma hebat !ehingga !e#ak a"al pert$l$ngan pertama dan tran!p$ta!i ke rumah
!akit haru! diperlakukan dengan hati.hati. Trauma tulang dapat mengenai #aringan
lunak berupa ligament, di!0u! dan fa!et, tulang belakang dan medulla !pinali!.
Pen%ebab trauma tulang belakang adalah ke0elakaan lalu linta! B++EC,
ke0elakaan $lah ragaB**EC, ter#atuh dari ketinggianB*+EC, ke0elakaan ker#a.
Trauma tulang belakang menurut ketidak!tabilan%a dig$l$ngkan men#adi trauma
!tabil dan trauma tidak !tabil. Sedangkan, menurut l$ka!in%a trauma tulang
belakang B(ertebraC dibagi men#adi trauma 0er(i0al dan t$rak$lumbal.
&raktur !er(ikal paling !ering di!ebabkan $leh benturan kuat, atau trauma
pukulan di kepala. tlet %ang terlibat dalam $lahraga impa0t, atau berparti!ipa!i
dalam $lahraga memiliki re!ik$ #atuh akibat benturan di leher B!ki, men%elam,
!epak b$la, ber!epedaC terkait dengan fraktur !er(ikal. Setiap 0edera kepala atau
leher haru! die(alua!i adan%a fraktur !er(ikali!. Sebuah fraktur !er(ikal
merupakan !uatu keadaan darurat medi! %ang membutuhkan pera"atan !egera.
6
Spine trauma mungkin terkait 0edera !araf tulang belakang dan dapat
mengakibatkan kelumpuhan, !ehingga !angat penting untuk men#aga leher .
&raktur (ertebra t$rakal bagian ata! dan tengah #aranng ter#adi, ke0uali bila
trauma berat atau ada $!te$p$r$!i!. Trauma r$ta!i paling !ering ter#adi pada
(ertebra t$rak$lumbal BTD.5-C dan dapat menimbulkan fraktur di!l$ka!i
di!ebaabkan karena keru!akan pada elemen p!$!teri$r (ertebra.
Diagn$!i! klinik adan%a fraktur 0er(i0al dan th$rak$lumbal didapatkan
melalui anamne!i!, pemerik!aan fi!ik dan pemerik!aan penun#ang. Ke0urigaan
%ang tinggi akan adan%a 0edera pada (ertebra pada pa!ien trauma !angat penting
!ampai kita mengetahui !e0ara tepat bagaimana mekani!me 0edera pa!ien
ter!ebut. Setiap pa!ien dengan 0edera tumpul diata! kla(ikula, 0edera kepala atau
menurunn%a ke!adaran haru! di0urigai adan%a 0edera 0er(i0al. Dan !etiap pa!ien
%ang #atuh dari ketinggian atau dengan dengan mekani!me ke0elakaan high.
!peed de0elerati$n haru! di0urigai ada 0edera th$ra0$lumbal.
Selain itu patut di0urigai pula adan%a 0edera tulang belakang #ika pa!ien
datang dengan n%eri pada leher, tulang belakang dan ge#ala neur$l$gi! pada
tungkai. Selain itu, untuk pemerik!aan penun#ang diperlukan pemerik!aan !inar
F, 3T !a0n atau )R9 untuk menentukan l$ka!i, bentuk dan #eni! fraktur !erta le!i
pada medulla !pinali!. Dengan diagn$!i! %ang tepat dapat melakukan penanganan
%ang baik !ehingga dapat menentukan pr$gn$!i!. Diagn$!i! dan penanganan !alah
dapat mengakibatkan ke!alahan %ang fatal.
7
BAB II
ANATOMI DAN TRAUMA VERTEBRA
2.1. Anat!"
Tulang belakang manu!ia adalah pilar atau tiang %ang berfung!i !ebagai
pen%angga tubuh dan melindungi medulla !pinali!. Pilar itu terdiri ata! :: rua!
tulang belakang %ang ter!u!un !e0ara !egmental %ang terdiri ata! ? rua! tulang
!er(ikal B(ertebra !er(ikali!C, -* rua! tulang t$rakal B(ertebra t$rakali!C, = rua!
tulang lumbal B(ertebra lumbali!C, = rua! tulang !akral %ang men%atu B(ertebra
!akralC, dan + rua! tulang ek$r B(ertebra k$k!igeaC.

Setiap rua! tulang belakang dapat bergerak !atu dengan %ang lain $leh
karena adan%a dua !endi di p$!ter$lateral dan di!ku! inter(ertebrali! di anteri$r.
Pada pandangan dari !amping pilar tulang belakang membentuk lengkungan atau
l$rd$!i! di daerah !er(ikal, t$rakal dan lumbal. Ke!eluruhan (ertebra maupun
ma!ing.ma!ing tulang (ertebra berikut di!ku! inter(ertebrali!n%a bukanlah
8
Ga!#a$ 1. Anat!" t%&an' #(&a)an'
merupakan !atu !truktur %ang mampu melenting, melainkan !atu ke!atuan %ang
k$k$h dengan di!ku! %ang memungkinkan gerakan antar k$rpu! rua! tulang
belakang. 5ingkup gerak !endi pada (ertebra !er(ikal adalah %ang terbe!ar.
2ertebra t$rakal berlingkup gerak !edikit karena adan%a tulang ru!uk %ang
membentuk t$rak!, !edangkan (ertebra lumbal mempun%ai ruang lingkup gerak
%ang lebih be!ar dari t$rakal tetapi makin ke ba"ah lingkup gerakn%a makin ke0il.
Se0ara umum !truktur tulang belakang ter!u!un ata! dua k$l$m %aitu :
-. K$l$m k$rpu! (ertebra be!erta !emua di!ku! inter(etebra %ang berada di
antaran%a.
*. K$l$m elemen p$!teri$r Bk$mplek! ligamentum p$!teri$rC %ang terdiri ata!
lamina , pedikel, pr$!e!u! !pin$!u!, pr$!e!u! tran!(er!u! dan par! artikulari!,
ligamentum.ligamentum !upra!pin$!um dan intra!pin$!um, ligamentum
fla(um, !erta kap!ul !endi.
Setiap rua! tulang belakang terdiri ata! k$rpu! di depan dan arku! neurali!
di belakang %ang di !itu terdapat !epa!ang pedikel kanan dan kiri, !epa!ang
lamina, dua pedikel, !atu pr$!e!u! !pin$!u!, !erta dua pr$!e!u! tran!(er!u!.
Beberapa rua! tulang belakang mempun%ai bentuk khu!u!, mi!aln%a tulang
!er(ikal pertama %ang di!ebut atla! dan rua! !er(ikal kedua %ang di!ebut
$d$nt$id. Kanali! !pinali! terbentuk antara k$rpu! di bagian depan dan arku!
neurali! di bagian belakang. Kanali! !pinali! ini di daerah !er(ikal berbentuk
!egitiga dan lebar, !edangkan di daerah t$rakal berbentuk bulat dan ke0il. Bagian
lain %ang men%$k$ng kek$mpakan rua! tulang belakang adalah k$mp$nen
#aringan lunak %aitu ligamentum l$ngitudinal anteri$r, ligamentum l$ngitudinal
p$!teri$r, ligamentum fla(um, ligamentum inter!pin$!u!, dan ligamentum
!upra!pin$!u!.
Stabilita! tulang belakang di!u!un $leh dua k$mp$nen, %aitu k$mp$nen
tulang dan k$mp$nen #aringan lunak %ang membentuk !atu !truktur dengan tiga
pilar. Pertama %aitu !atu tiang atau k$l$m di depan %ang terdiri ata! k$rpu! !erta
di!ku! inter(ertebrali!. Kedua dan ketiga %aitu k$l$m di belakang kanan dan kiri
%ang terdiri ata! rangkaian !endi inter(ertebrali! laterali!. Se0ara ke!eluruhan
tulang belakang dapat diumpamakan !ebagai !atu gedung bertingkat dengan tiga
9
tiang utama, !atu k$l$m di depan dan dua k$l$m di !amping belakang, dengan
lantai %ang terdiri ata! lamina kanan dan kiri, pedikel, pr$!e!u! tran!(er!u! dan
pr$!e!u! !pin$!u!. Tulang belakang dikatakan tidak !tabil bila k$l$m (ertikal
terputu! pada lebih dari dua k$mp$nen. )edulla !pinali! ber#alan melalui tiap.tiap
(ertebra dan memba"a !araf %ang men%ampaikan !en!a!i dan gerakan dari dan ke
berbagai area tubuh. Semakin tinggi keru!akan !araf tulang belakang, maka
!emakin lua! trauma %ang diakibatkan. )i!al, #ika keru!akan !araf tulang
belakang di daerah leher, hal ini dapat berpengaruh pada fung!i di ba"ahn%a dan
men%ebabkan !e!e$rang lumpuh pada kedua !i!i mulai dari leher ke ba"ah dan
tidak terdapat !en!a!i di ba"ah leher. Keru!akan %ang lebih rendah pada tulang
!akral mengakibatkan !edikit kehilangan fung!i.
2.2. T$a%!a T%&an' B(&a)an' *V($t(#$a+
3edera tulang belakang %ang di!ebabkan $leh trauma dapat menimbulkan
ge#ala %ang ber(aria!i, dari ra!a !akit, kelumpuhan, ink$ntinen!ia. Pen%ebab
utama dari 0edera tulang belakang %aitu ke0elakaan kendaraan berm$t$r, #atuh,
0edera $lahraga, dan kekera!an. Penelitian peng$batan untuk 0edera tulang
belakang meliputi dikendalikan hip$termia dan !el induk.
)ekani!me 0edera :
Tipe perge!eran %ang penting. &raktur dapat ter#adi akibat kekuatan minimal
!a#a pada tulang $!te$p$r$tik atau pat$l$gik.
1. H",($()-t(n-"
Hiperek!ten!i #arang ter#adi di daerah t$rak$lumbal tetapi
!ering pada leher, pukulan pada muka atau dahi akan memak!a kepala
ke belakang dan tanpa men%angga $k!iput !ehingga kepala
membentur bagian ata! punggung. 5igamen anteri$r dan di!ku!
dapat ru!ak atau arku! !araf mungkin mengalami fraktur. 0edera ini
!tabil karena tidak meru!ak ligamen p$!teri$r.
10
2. F&()-"
Trauma ini ter#adi akibat flek!i dan di!ertai k$mpre!i pada
(ertebra. 2ertebra akan mengalami tekanan dan remuk %ang dapat
meru!ak ligamen p$!teri$r. 6ika ligamen p$!teri$r ru!ak maka !ifat
fraktur ini tidak !tabil !ebalikn%a #ika ligamentum p$!teri$r tidak
ru!ak maka fraktur ber!ifat !tabil. Pada daerah 0er(i0al, tipe
!ubluk!a!i ini !ering terle"atkan karena pada !aat dilakukan
pemerik!aan !inar.F (ertebra telah kembali ke tempatn%a.
.. F&()-" /an )!,$(-" /"'a#%n')an /(n'an /"-t$a)-" ,-t($"$
K$mbina!i flek!i dengan k$mpre!i anteri$r dan di!trak!i p$!teri$r
dapat mengganggu k$mplek! (ertebra pertengahan di !amping k$mplek! p$!teri$r. &ragmen
tulang dan bahan di!ku! dapat berge!er ke dalam kanali! !pinali!. Berbeda dengan fraktur
k$mpre!i murni, keadaan ini merupakan 0edera tak !tabil dengan ri!ik$ pr$gre!i %ang
tinggi.
&lek!i lateral %ang terlalu ban%ak dapat men%ebabkan k$mpre!i
pada !etengah 0$rpu! (ertebra dan di!trak!i pada un!ur lateral dan
p$!teri$r pada !i!i !ebalikn%a. Kalau permukaan dan pedikulu! remuk,
le!i ber!ifat tidak !tabil.
0. P($'(-($an a)-"a& *)!,$(-"+
Kekuatan (ertikal %ang mengenai !egmen luru! pada !pina !er(ikal
atau lumbal akan menimbulkan k$mpre!i ak!ial. /ukleu! pulp$!u! akan
mematahkan lempeng (ertebra dan men%ebabkan fraktur (ertikal pada
(ertebraG dengan kekuatan %ang lebih be!ar, bahan di!ku! did$r$ng ma!uk
ke dalam badan (ertebral, men%ebabkan fraktur remuk (burst fractureC.
Karena un!ur p$!teri$r utuh, keadaan ini didefini!ikan !ebagai
0edera !tabil. &ragmen tulang dapat terd$r$ng ke belakang ke dalam
kanali! !pinali! dan inilah %ang men#adikan fraktur ini berbaha%aG
11
keru!akan neur$l$gik !ering ter#adi.
5. Rta-"12&()-"
3edera !pinaBtulang belakangC %ang paling berbaha%a
adalah akibat k$mbina!i flek!i dan r$ta!i. 5igamen dan kap!ul !endi teregang !ampai
bata! kekuatann%aG kemudian dapat r$bek, permukaan !endi dapat mengalami fraktur atau
bagian ata! dari !atu (ertebra dapat ter p$t$ng. kibat dari mekani!me ini adalah perge!eran
atau di!l$ka!i ke depan pada (ertebra di ata!, dengan atau tanpa dibarengi keru!akan
tulang. Semua fraktur.di!l$ka!i ber!ifat tak !tabil dan terdapat ban%ak ri!ik$ mun0uln%a
keru!akan neur$l$gik.
6. T$an-&a-" H$"3nta&
K$lumna (ertebrali! teriri! dan !egmen bagian ata! atau
ba"ah dapat berge!er ke anter$p$!teri$r atau ke lateral. 5e!i
ber!ifat tidak !tabil dan !ering ter#adi keru!akan !%araf.
D"a'n-"- /an P(!($")-aan F$a)t%$ V($t(#$a
Diagn$!i! klinik adan%a fraktur th$rak$lumbal didapatkan melalui
anamne!i!, pemerik!aan fi!ik dan pemerik!aan penun#ang. Ke0urigaan %ang tinggi
akan adan%a 0edera pada (ertebra pada pa!ien trauma !angat penting !ampai kita
mengetahui !e0ara tepat bagaimana mekani!me 0edera pa!ien ter!ebut. Setiap
pa!ien dengan 0edera tumpul diata! kla(ikula, 0edera kepala atau menurunn%a
ke!adaran haru! di0urigai adan%a 0edera 0er(i0al !ebelum 0uriga lainn%a. Dan
!etiap pa!ien %ang #atuh dari ketinggian atau dengan dengan mekani!me
ke0elakaan high.!peed de0elerati$n haru! di0urigai ada 0edera th$ra0$lumbal.
Selain itu patut di0urigai pula adan%a 0edera tulang belakang #ika pa!ien datang
dengan n%eri pada leher, tulang belakang dan ge#ala neur$l$gi! pada tungkai.
Pemerik!aan klinik pada punggung hampir !elalu menun#ukkan tanda.
tanda fraktur %ang tak !tabil namun fraktur remuk %ang di!ertai paraplegia umun%a
ber!ifat !tabil. Sifat dan tingkat le!i tulang dapat diperlihatkan dengan !inar.F,
!edangkan !ifat dan tingkat le!i !araf dengan 3T atau )R9.
12
BAB III
TRAUMA VERTEBRA CERVICAL
..1. D(2"n"-"
)enurut &K'9 B*,,,C, fraktur adalah ru!akn%a dan terputu!n%a
k$ntinuita! tulang, !edangkan menurut B$enge!, )7., )$$rh$u!e, )& dan
13
8ei!!ler, 3 B*,,,C fraktur adalah pemi!ahan atau patahn%a tulang. Ba0k dan
)ara!!arin B-<<:C berpendapat bah"a fraktur adalah terpi!ahn%a k$ntinuita!
tulang n$rmal %ang ter#adi karena tekanan pada tulang %ang berlebihan. Segmen
0er(i0al adalah !egmen %ang paling mudah digerakkan dan mudah mengalami
0edera BtraumaC. 3edera 0er(i0al dengan mengenai bagian ata! medulla !pinali!
akan berakibat fatal dan pen%ebab kematian pada pa!ien ke0elakaan !aat pa!ien
diper#alanan menu#u rumah !akit.
/%eri dan kekakuan leher atau keluhan parae!te!ia atau kelemahan pada tungkai ata!,
haru! diperhatikan. Kekuatan %ang men%ebabkan 0edera kepala %ang berbaha%a Bmi!aln%a
ke0elakaan lalu linta! atau benturan kepala akibat #atuh dari tempat tinggiC #uga dapat men%ebabkan
0edera leher. Karena itu, pada pa!ien %ang ping!an karena 0edera kepala, haru!
!elalu di0urigai mengalami fraktur (ertebra 0er(i0al.
..2. Et"&'"
5e"i! B*,,,C berpendapat bah"a tulang ber!ifat relatif rapuh namun
mempun%ai 0ukup kekuatan dan ga%a pega! untuk menahan tekanan.
&raktur dapat diakibatkan $leh beberapa hal %aitu:
a. &raktur akibat peri!ti"a trauma
Sebagian fraktur di!ebabkan $leh kekuatan %ang tiba.tiba
berlebihan %ang dapat berupa pemukulan, penghan0uran, perubahan
pemuntiran atau penarikan. Bila tekanan kekuatan lang!ung tulang dapat
patah pada tempat %ang terkena dan #aringan lunak #uga pa!ti akan ikut
ru!ak. Pemukulan bia!an%a men%ebabkan fraktur lunak #uga pa!ti akan
ikut ru!ak. Pemukulan bia!an%a men%ebabkan fraktur melintang dan
keru!akan pada kulit diata!n%a. Penghan0uran kemungkinan akan
men%ebabkan fraktur k$munitif di!ertai keru!akan #aringan lunak %ang
lua!.
b. &raktur akibat peri!ti"a kelelahan atau tekanan
14
Retak dapat ter#adi pada tulang !eperti haln%a pada l$gam dan
benda lain akibat tekanan berulang.ulang. Keadaan ini paling !ering
dikemukakan pada tibia, fibula atau matatar!al terutama pada atlet, penari
atau 0al$n tentara %ang ber#alan bari!.berbari! dalam #arak #auh.
0. &raktur pet$l$gik karena kelemahan pada tulang
&raktur dapat ter#adi $leh tekanan %ang n$rmal kalau tulang
ter!ebut lunak Bmi!aln%a $leh tum$rC atau tulang.tulang ter!ebut !angat
rapuh.
.... E,"/(!"&'"
Ke0elakaan merupakan pen%ebab kematian ke empat, !etelah pen%akit
#antung, kanker dan !tr$ke, ter0atat =, meningkat per -,,.,,, p$pula!i tiap tahun,
:E pen%ebab kematian ini karena trauma lang!ung medula !pinali!, *E karena
multiple trauma. 9n!iden!i trauma pada laki.laki = kali lebih be!ar dari
perempuan. Du0ker dan Perr$t melap$rkan +,E !pinal 0$rd in#ur% di!ebabkan
ke0elakaan lalu linta!, *,E #atuh, +,E luka tembak, !p$rt, ke0elakaan ker#a.
5$ka!i fraktur atau fraktur di!l$ka!i 0er(i0al paling !ering pada 3* diikuti dengan
3= dan 3> terutama pada u!ia dekade :.
..0. Pat2"-"&'"
)enurut Bla0k dan )ata!!arin B-<<:C !erta Patri0k dan W$$d! B-<@<C.
Ketika patah tulang, akan ter#adi keru!akan di k$rtek!, pembuluh darah, !um!um
tulang dan #aringan lunak. kibat dari hal ter!ebut adalah ter#adi perdarahan,
keru!akan tulang dan #aringan !ekitarn%a. Keadaan ini menimbulkan hemat$m
pada kanal medulla antara tepi tulang diba"ah peri$!tium dengan #aringan tulang
%ang mengata!i fraktur. Ter#adin%a re!p$n inflam!i akibat !irkula!i #aringan
nekr$tik adalah ditandai dengan (a!$dilata!i dari pla!ma dan leuk$it. Ketika
ter#adi keru!akan tulang, tubuh mulai melakukan pr$!e! pen%embuhan untuk
memperbaiki 0idera, tahap ini menun#ukkan tahap a"al pen%embuhan tulang.
Hemat$n %ang terbentuk bi!a men%ebabkan peningkatan tekanan dalam !um!um
15
tulang %ang kemudian merang!ang pembeba!an lemak dan gumpalan lemak
ter!ebut ma!uk kedalam pembuluh darah %ang men!uplai $rgan.$rgan %ang lain.
Hemat$n men%ebabkan dilata!i kapiler di $t$t, !ehingga meningkatkan tekanan
kapiler, kemudian men!timula!i hi!tamin pada $t$t %ang i!khemik dan
men%ebabkan pr$tein pla!ma hilang dan ma!uk ke inter!titial. Hal ini
men%ebabkan ter#adin%a edema. 7dema %ang terbentuk akan menekan u#ung
!%araf, %ang bila berlang!ung lama bi!a men%ebabkan !%ndr$ma 0$mp$rtement.
..4. Ga!#a$an )&"n")
/%eri
BengkakHedama
)emarHekim$!i!
Spame $t$t
Penurunan !en!a!i
8angguan fung!i
)$bilita! abn$rmal
Krepita!i
Defirmita!
Sh$0k hip$($lemik
..5. J(n"- t$a%!a 6($t(#$a 7($6"7a&
a. F$a)t%$ At&a- C 1
&raktur ini ter#adi pada ke0elakaan #atuh dari ketinggian dan p$!i!i kepala
men$pang badan dan daerah 0er(i0al mendapat tekanan hebat. 3$nd%lu!
$00ipitali! pada ba!i! 0rani dapat menghan0urkan 0in0in tulang atla!. 6ika
16
tidak ada 0edera angula!i dan r$ta!i maka perge!eran tidak berat dan medulla
!pinali! tidak ikut 0edera. Pemerik!aan radi$l$gi %ang dilakukan adalah p$!i!i
anter$p$!teri$r dengan mulut pa!ien dalam keadaan terbuka. 5$ka!i %ag
paling !ering adalah pada daerah %ang paling lemah %itu pada 0in0in (ertebra.
&raktur dapat tanpa di!ertai r$bekan Btipe C atau dengan r$bekan ligament
tran(er!un Btipe BC. &raktur ini #uga di!ebut Jefferson Fracture.
#. P($'(-($an C 1 C2 * S(n/" At&anta8"a&+
tla! dan aDi! dihubungkan dengan ligamentum tran(er!ali! dari atla!
%ang men%ilang dibelakang pr$!e!u! $d$nt$id pada aDi!. Di!l$ka!i !endi
atlant$aDial dapat mengakibatkan arthriti! rheumat$id karena adan%a
perlunakan kemudian akan ada penekanan ligamentum tran!(er!ali!.
&raktur di!l$ka!i terma!uk fraktur ba!i! pr$!e!u! $d$nt$id. 'mumn%a
ligamentum tran(er!ali! ma!ih utuh dan pr$!e!u! $d$nt$id pindah dengan
atla! dan dapat menekan medulla !pinali!. Terapi untuk fraktur tidak berge!er
%aitu im$bili!a!i (ertebra 0er(i0al. Terapi untuk fraktur ge!er atlant$aDial
adalah reduk!i dengan trak!i 0$ntinue!.
7. F$a)t%$ K!,$(-" C$,%- V($t(#$a&
17
Ga!#a$ 2. F$a)t%$ J(22($-n
Tipe k$mpre!i lebih !ering tanpa keru!akan ligamentum !pinal namun
dapat mengakibatkan k$mpre!i 0$rpu! (ertebrali!. Sifat fraktur ini adalah tipe
tidak !tabil. Terapi untuk fraktur tipe ini adalah reduk!i dengan pla!ti0 0$llar
!elama : minggu B ma!a pen%embuhan tulangC
/. F&(8" S%#&%)-a-" V($t(#$a& C($6"7a&
&raktur ini ter#adi !aat pergerakan kepala kearah depan %ang tiba.tiba
!ehingga ter#adi de!elera!i kepala karena tubrukan atau d$r$ngan pada kepala
bagian belakang, ter#adi (ertebra %ang miring ke depan diata! (ertebra %ang
ada diba"ahn%a, ligament p$!teri$r dapat ru!ak dan fraktur ini di!ebut
!ubluk!a!i, medulla !pinali! mengalami k$ntu!i$ dalam "aktu !ingkat. ter#adi
r$bekan pada !ebagian ligament di p$!teri$r tulang leher G ligament
l$ngitudinal anteri$r utuh. Tanda penting pada !ubluk!a!i anteri$r adalah
adan%a angula!i ke p$!teri$r Bkif$!i!C l$0al pada tempat keru!akan ligament.
Tanda.tanda lainn%a :
. 6arak %ang melebar antara pr$!e!u! !pin$!u!
. Subluk!a!i !endi ap$fi!eal
18
Ga!#a$ .. F$a)t%$ )!,$(-" 7$,%- 6($t(#$a
(. F&()-" /"-&)a-" /an 2$a)t%$ /"-&)a-" 7($6"7a&
3edera ini lebih berat dibanding flek!i !ubluk!a!i. )ekani!me ter#adin%a
fraktur hampir !ama dengan flek!i !ubluk!a!i, p$!teri$r ligamen r$bek dan
p$!teri$r fa0et pada !atu atau kedua !i!i kehilangan ke!tabilann%a dengan
bangunan !ekitar. 6ika di!l$ka!i atau fraktur di!l$ka!i pada 3? ITh- maka
p$!i!i ini !ulit dilihat dari p$!i!i f$t$ lateral maka p$!i!i %ang terbaik untuk
radi$grafi adalah 1swimmer projection4
2. E)-t(n-" S,$a"n C($6"7a& *Whiplash injury)
)ekani!me 0edera pada 0edera #aringan lunak %ang ter#adi bila leher tiba.
tiba ter!entak ke dalam hiperek!ten!i. Bia!an%a 0edera ini ter#adi !etelah
tertabrak dari belakangG badan terlempar ke depan dan kepala ter!entak ke
belakang. Terdapat ketidak!e!uaian mengenai pat$l$gi %ang tepat tetapi
kemungkinan ligamen l$ngitudinal anteri$r meregang atau r$bek dan di!ku!
mungkin #uga ru!ak.
Pa!ien mengeluh n%eri dan kekakuan pada leher, %ang refrakter dan
bertahan !elama !etahun atau lebih lama. Keadaan ini !ering di!ertai dengan
ge#ala lain %ang lebih tidak #ela!, mi!aln%a n%eri kepala, pu!ing, depre!i,
penglihatan kabur dan ra!a baal atau parae!te!ia pada lengan. Bia!an%a tidak
terdapat tanda.tanda fi!ik, dan pemerik!aan dengan !inar.F han%a
memperlihatkan perubahan ke0il pada p$!tur. Tidak ada bentuk terapi %ang
telah terbukti bermanfaat, pa!ien diberikan analgetik dan fi!i$terapi.
'. F$a)t%$ Pa/a C($6"7a& K( 19 *P$7(--%- S,"n-%-+
19
Ga!#a$ 0. F&(8" S%#&%)-a-" V($t(#$a& C($6"7a&
Pr$!e!u! !pin$!u! 3? lebih pan#ang dan pr$!e!u! ini melekat pada $t$t.
dan%a k$ntrak!i $t$t akibat kekera!an %ang !ifatn%a tiba.tiba akan
men%ebabkan a(ul!i pr$!e!u! !pin$!u! %ang di!ebut 1clay shovelers
fracture4. &raktur ini n%eri tetapi tak berbaha%a. Bia!an%a pada 3>H3?.
:. F$a)t%$ Han'!an-
Ter#adi fraktur arku! bilateral dan di!l$ka!i anteri$r 3* terhadap 3:.
..9. M(t/( %nt%) 2t /a($a: 7($6"7a&
20
Ga!#a$ 4. clay shovelers fracture
Ga!#a$ 5. F$a)t%$ Han'!an
-. Pada f$t$ anter$p$!teri$r gari! lateral haru! utuh, dan pr$!e!u! !pin$!u! dan ba%angan trakea
haru! berada pada gari! tengah. Diperlukan f$t$ dengan mulut terbuka untuk memperlihatkan
3- dan 3* Buntuk fraktur ma!!a lateral dan $d$nt$idC.
*. &$t$ lateral haru! men0akup ketu#uh (ertebra 0er(i0al dan T-, #ika tidak 0edera
%ang rendah akar t erle"at kan. Hit ungl ah (ert ebra kalau perl u, perik!a ulang dengan !inar.F
!ementara menerapkan trak!i ke ba"ah pada lengan. Kur(a l$rd$tik haru! diikuti dan
menelu!uri empat gari! !e#a#ar %ang dibentuk $leh bagian depan k$r pu! (ertebra, bagian
belakang badan (ertebra. ma!!a lateral dan da!ar.da!ar pr$!e!u! !pin$!u! !etiap
ketidakteraturan menun#ukkan !uatu fraktur atau perge!eran. Ruang inter!pin$!a %ang terlalu
lebar menun#ukkan luk!a!i anteri$r. Trakea dapat terge!er $leh hemat$ma #aringan lunak.
:. 6arak tiang $d$nt$id dan bagian belakang arku! anteri$r pada atla! tidak b$leh
melebihi +,= mm B anak.anak C dan :mm pada de"a!a
+. 'ntuk menghindari terle"atn%a adan%a di!l$ka!i tanpa fraktur diperlukan film
lateral pada p$!i!i ek!ten!i dan flek!i.
=. Perge!eran k$rpu! (ertebra ke arah depan terhadap k$rpu! (ertebra
diba"ahn%a dapat berarti klini! %aitu di!l$ka!i permukaan unilateral #ika
perge!eran %ang kurang dari !etengah lebar k$rpu! (ertebra. 'ntuk hal ini
diperlukan f$t$ $blik untuk memperlihatkan !i!i %ang terkena. Perge!eran
%ang lebih dari !etengah lebar k$rpu! (ertebra ter!but menun#ukkan di!l$ka!i
bilateral.
>. 5e!i %ang tidak #ela! perlu dilan#utkn pemerik!aan 3T !0an.
..;. P(n'#atan
)edi0al management %aitu !etelah fa!e akut !pinal in#ur% tertangani maka
imm$bili!a!i untuk membata!i gerakan pada 0er(i0al %ang tidak !tabil diperlukan
untuk memungkinkan pen%embuhan tulang dan ligament berlang!ung, #uga untuk
melindungi !pinal 0$rd. 9m$bili!a!i dapat dilakukan dengan 0er(i0al $rth$!i!,
0$llar, p$rter t%pe $rth$!i!, 0er(i0$ th$ra0i0 dan hal$ $rth$!i!.
3er(i0al 0$llar terdiri dari !$ft 0$llar dan phila delphia 0$llar. S$ft 0$llar
mempun%ai keuntungan %ang ke0il pada pa!ien !pinal 0$rd in#ur% dan han%a
membata!i pergerakan minimal pada r$ta!i ek!ten!i dan flek!i. Philadelphia 0$llar
memberikan pr$tek!i %ang lebih baik daripada !$ft 0$llar terutama pada gerakan
21
flek!i dan ek!ten!i, tapi tidak efektif pada aDial r$ta!i. 9ndika!i: n$nHminimal
di!pla0e 3- I 3* fra0ture, minimal b$d%Hpr$0e!!u! !pina!u! fra0ture, p$!t anteri$r
0er(i0al di!0t$m% dengan fu!i. P$!ter t%pe $rth$!e! lebih rigid dan memiliki :
p$int fik!a!i, pada mandibula $00iput dan bahu atau th$raD bagian ata!. Hal$ (e!t
membata!i flek!i dan ek!ten!i, aDial r$ta!i dan lateral bending. lat ini
direk$menda!ikan untuk di!0pla0e atla! fra0ture, ad$nt$id fra0ture, !emua aDi!
fra0ture dan k$mbina!i 3- I 3* fra0ture dan p$!t $pera!i im$bili!a!i !etelah
!urgi0al fu!i$n.
P(nan'anan O,($a-"
8$al dari penanganan $pera!i adalah: Reduk!i mal aligment, de0$mpre!i
elemen neural dan re!t$ra!i !pinal !tabilit% Opera!i anteri$r dan p$!teri$r.
22
BAB IV
TRAUMA TORAKO1LUMBAL
&raktur tulang belakang lumbal dapat ter#adi apabila ter#adi kekuatan ke
k$l$m tulang belakang melebihi kekuatan dan !tabilita! unit k$l$m tulang
belakang. &raktur dapat men%ebabkan fragmen tulang terpi!ah dari (ertebra atau
mengalami penekanan di!ertai hilangn%a ketinggian pada badan (ertebra, %ang
!eringkali di!ertai de!akan atau #epitan dibagian anteri$r. )ungkin terdapat
kehilangan ke0ekungan a!pek p$!teri$r %ang n$rmal pada batang (ertebra.
&rgmen.fragmen tulang dapat berge!er ke p$!teri$r ke dalam kanali! !pinali!
!ehingga men%ebabkan ge#ala neur$l$gi!.
0.1. E,"/(!"&'"
&raktur (ertebra t$rakal bagian ata! dan tengah #aranng ter#adi, ke0uali bila
trauma berat atau ada $!te$p$r$!i!. Karena kanali! !pinal di daerah ini !empit
maka !ering di!ertai dengan kelainan neur$l$gik. Trauma r$ta!i paling !ering
ter#adi pada (ertebra t$rak$lumbal BTD.5-C dan dapat menimbulkan fraktur
di!l$ka!i di!ebaabkan karena keru!akan pada elemen p!$!teri$r (ertebra.
0.2. J(n"- 2$a)t%$ 6($t(#$a t$a)&%!#a&
a. F$a)t%$ )!,$(-" *Wedge fractures)
23
dan%a k$mpre!i pada bagian depan 0$rpu! (ertebrali! %ang tertekan dan
membentuk patahan iri!an. &raktur k$mpre!i adalah fraktur ter!ering %ang
mempengaruhi k$lumna (ertebra. &raktur ini dapat di!ebabkan $leh ke0elakaan
#atuh dari ketinggian dengan p$!i!i terduduk ataupun mendapat pukulan di
kepala, $!te$p$r$!i! dan adan%a meta!ta!e kanker dari tempat lain ke (ertebra
kemudian membuat bagian (ertebra ter!ebut men#adi lemah dan akhirn%a mudah
mengalami fraktur k$mpre!i. 2ertebra dengan fraktur k$mpre!i akan men#adi
lebih pendek ukurann%a daripada ukuran (ertebra !ebenarn%a.
=

#. F$a)t%$ $(!%) (Burst fractures)
&raktur %ang ter#adi ketika ada penekanan 0$rpu! (ertebrali! !e0ara lang!ung,
dan tulang men#adi han0ur. &ragmen tulang berp$ten!i ma!uk ke kanali! !pinai!.
Termin$l$gi fraktur ini adalah men%ebarn%a tepi k$rpu! (ertebrali! kearah luar
%ang di!ebabkan adan%a ke0elakaan %ang lebih berat dibanding fraktur k$mpre!i.
tepi tulang %ang men%ebar atau melebar itu akan memudahkan medulla !pinali!
untuk 0edera dan ada fragmen tulang %ang mengarah ke medulla !pinali! dan
dapat menekan medulla !pinali! dan men%ebabkan parali!i atau gangguan !%araf
par!ial. Tipe burst fracture !ering ter#adi pada th$ra0$ lumbar #un0ti$n dan
ter#adi paral%!i! pada kaki dan gangguan defeka!i ataupun mik!i. Diagn$!i! burst
fracture ditegakkan dengan D.ra%! dan 3T !0an untuk mengetahui letak fraktur
dan menentukan apakah fraktur ter!ebut merupakan fraktur k$mpre!i, bur!t
fra0ture atau fraktur di!l$ka!i. Bia!an%a dengan !0an )R9 fraktur ini akan lebih
#ela! menge(alua!i trauma #aringan lunak, keru!akan ligamen dan adan%a
perdarahan.
24
Ga!#a$ 9. F$a)t%$ )!,$(-" *<(/'( 2$a7t%$(-+
7. F$a)t%$ /"-&)a-"
&raktur di!l$ka!i ter#adi ketika ada !egmen (ertebra berpindah dari tempatn%a
karena k$mpre!i, r$ta!i atau tekanan. Ketiga k$lumna mengalami keru!akan
!ehingga !angat tidak !tabil, 0edera ini !angat berbaha%a. Terapi tergantung
apakah ada atau tidakn%a k$rda atau akar !%araf %ang ru!ak. Keru!akan akan
ter#adi pada ketiga bagian k$lumna (ertebrali! dengan k$mbina!i mekani!me
ke0elakaan %ang ter#adi %aitu adan%a k$mpre!i, penekanan, r$ta!i dan pr$!e!
pengelupa!an. Pengelupa!an k$mp$nen akan ter#adi dari p$!teri$r ke anteri$r
dengan keru!akan parah pada ligamentum p$!teri$r, fraktur lamina, penekanan
!endi fa0et dan akhirn%a k$mpre!i k$rpu! (ertebra anteri$r. /amun dapat #uga
ter#adi dari bagian anteri$r ke p$!teri$r. k$lumna (ertebrali!. Pada mekani!me
r$ta!i akan ter#adi fraktur pada pr$!e!u! tran!(er!u! dan bagian ba"ah 0$!ta.
&raktur akan mele"ati lamina dan !eringn%a akan men%ebabkan dural tears dan
keluarn%a !erabut !%araf.
/. C(/($a ,"-a% &",at *S(at #(&t 2$a7t%$(-+
3edera pi!au lipat !ering ter#adi pada ke0elakaan m$bil dengan kekuatan tinggi
dan tiba.tiba mengerem !ehingga membuat (ertebrae dalam keadaan flek!i,
di!l$ka!i fraktur !ering ter#adi pada thoracolumbar junction. K$mbina!i flek!i
25
Ga!#a$ ;. F$a)t%$ D"-&)a-"
dan di!trak!i dapat men%ebabkan tulang belakang pertengahan menbetuk pi!au
lipat dengan p$r$! %ang bertumpu pada bagian k$lumna anteri$r (ertebrali!.
Pada 0edera !abuk pengaman, tubuh penderita terlempar kedepan mela"an
tahanan tali pengikat. K$rpu! (ertebra kemungkinan dapat han0ur !elan#utn%a
k$lumna p$!teri$r dan media akan ru!ak !ehingga fraktur ini terma!uk #eni!
fraktur tidak !tabil.
0... P(!($")-aan $a/"&'" 6($t(#$a t$a)&%!#a&
Pemerik!aan radi$l$gik rutin untuk trauma tulang belakang t$rakal dan
lumbal adalah pr$%ek!i P dan lateral. Bila trauma berat maka f$t$ dibuat
dengan pa!ien tidur terlentang dan f$t$ lateral di buat dengan !inar h$riz$ntal.
Pada f$t$ P, adan%a pelebaran ba%angan media!tinum %ang ber!angkutan
menun#ukan adan%a hemat$m para(ertebral.
0.0. Ga!#a$an $a/"&'" 6($t(#$a t$a)&%!#a&
5ateral radi$grafi menun#ukkan !uatu
fraktur k$mpre!i 5: tulang belakang.
Perhatikan k$mpre!i ke ba"ah dari
endplate unggul dari 5: Bpanah
kuningC. Bagian anteri$r tubuh
(ertebral 5: telah mengung!i ke depan
Bpanah putihC.
26
Dua ber!ebelahan !agital )R9 T*.tertimbang tulang belakang lumbal
menun#ukkan fraktur k$mpre!i (ertebral tubuh 5-. !pek anteri$r 5-
dik$mpre!i lebih dari >,E.
Def$rmita! relatif !edikit dari tubuh (ertebral
5* ditampilkan, dengan kurang dari = J ke
depan k%ph$ti0 angula!i. K$mpre!i patah
tulang dengan !edikit angula!i !ering
dikaitkan dengan trauma ligamen !ignifikan
p$!teri$r Btanda panahC.
0.4. P(n'#atan
Trauma (ertebra t$rak$lumbal tipe !tabil dapat ditangni !e0ara k$n!er(atif
dengan gip! !elama @.-* minggu, !edangkan %ang tidak !tabil temp$rer bi!a
dengan k$n!er(atif atau $peratif, %aitu degan melakukan !tabili!a!i interna bila
penderita mengalami gangguan neur$l$gik. Pada trauma (ertebra t$rak$lumbal
tidak !tabil permanen perlu dilakukan !tabili!a!i interna, karena pen%embuhan
#aringan ikat %ang tidak baik akan menimbulkan in!tabilita! %ang membaha%akan
medulla !pinali! di kemudian hari.
27
BAB IV
KESIMPULAN
Trauma (ertebra Btulang belakangC mengenai #aringan lunak berupa
ligament, di!0u! dan fa!et, tulang belakang dan medulla !pinali!. Semua trauma
(ertebra haru! dianggap trauma hebat !ampai ditangani dengan baik. Pen%ebab
trauma tulang belakang adalah ke0elakaan lalu linta!, ke0elakaan $lah raga,
ter#atuh dari ketinggian dan ke0elakaan ker#a.)enurut l$ka!in%a trauma (ertebra
dibagi men#adi trauma 0er(i0al dan t$rak$lumbal.
Trauma pada !er(ikal paling !ering di!ebabkan $leh benturan kuat, atau
pukulan di kepala. Pada fraktur 0er(i0al bia!an%a ditemukan n%eri leher bagian
ata! atau neuralgia. 6eni! trauma (ertebra 0er(i0al antara lain fraktur atla!B3-C,
28
perge!eran !endi atlant$ak!ial, fraktur k$mpre!i 0rpu! (ertebra, fraktur di!l$ka!i,
fraktur !ubluk!a!i, dan fraktur (ertebra 3?Bpr$!e!u! !pin$!u!C.
Trauma (ertebra t$rak$lumbal dapat ter#adi apabila ter#adi kekuatan ke
k$l$m tulang belakang melebihi kekuatan dan !tabilita! unit k$l$m tulang
belakang. Pada pa!ien 0uriga dengan fraktur (ertebra t$rak$lumbal dari
pemerik!aan didapatkan n%eri tulang punggung, memar atau def$rmita!. 6eni!
frktur (ertebra t$rak$lubal antara lain fraktur k$mpre!i B"edge fra0tureC, fraktur
di!l$ka!i, fraktur remuk Bbur!t fra0tureC dan fraktur 0edera pi!au lipat B!eat belt
fra0tureC.
DAFTAR PUSTAKA
6$ng, W.D, Sam!uhida%at. Buku Ajar Ilmu Bedah. *,-,. 7d :. 6akarta: 783.
Ra!#ad 3. e!antar Ilmu Bedah "rtopedi. *,,?. 7d : 6akarta : PT. Kar!if
Watamp$ne.
Ra!%ad S. #adiolo!i $ia!nostik. *,,@. 7d *. 6akarta: Balai Penerbit &K'9.
29
Palmer P7S, 3$0k!h$tt WP, Hegedu! 2, Samuel 7. etunjuk %embaca Foto
&ntuk $okter &mum. -<<=. 6akarta: 783.
Patel PP. 'ecture (otes #adiolo!i .*,,?. 7d *. 6akarta: 7rlangga.
30