Anda di halaman 1dari 19

Akurasi dan Presisi

7
Posted by :admin On : June 30, 2009
Category: Essay
Tags:akurasi dan presisi, cisca natalia, pengukuran
Sumber : www. ciscanatt.wordpress.com
Ditulis Oleh : Cisca Natalia
(Artikel ini diambil dari blog http://ciscanatt.wordpress.com, tulisan ini dimuat di blog
ini dengan seijin penulisnya).


Secara umum kita lebih sering mendengar kata akurat yang mencerminkan akurasi atau
ketepatan suatu data atau laporan. Jarang atau hampir tidak pernah seseorang menyebut presisi
untuk sesuatu data yang dianggap akurat. Presisi lebih dianggap sebagai sesuatu yang berbau
teknis dan terkait dengan sistem pengukuran.
Kalau kita berbicara dalam dunia pengukuran, atau yang lebih spesifik lagi, dunia statistik dan
MSA (baca pengertian MSA disini), definisi dari kedua kata diatas adalah sebagai berikut,
Akurasi : seberapa dekat suatu angka hasil pengukuran terhadap angka sebenarnya (true value
atau reference value).
Presisi : seberapa dekat suatu hasil pengukuran satu dengan yang lainnya.
Misalkan kita mau mengukur tebal sebuah kotak pensil dari kayu seperti yang masih banyak
dijual di Malioboro, Yogyakarta. Kita ukur sebanyak 10 kotak pensil per hari dengan alat ukur
yang sama dan orang yang sama.
Hasilnya mungkin berbeda-beda sedikit karena kotak kayu itu adalah asli buatan manusia yang
tidak se-presisi buatan mesin. Kita simulasikan hasilnya sebagai berikut.
Asumsikan ukuran standar dari tebal kotak kayu adalah 3.80 4.20 cm. Hasil pengukuran 10
kotak pensil yang diproduksi pada hari Senin adalah 3.71 cm, 3.73 cm, 3.75 cm dan 3.78 cm.
Kalau kita perhatikan, 10 kotak pensil yang dihasilkan pada hari Senin mempunyai tebal sekitar
3.71 3.78 cm. Tebal ini berbeda cukup jauh dengan standar tengah 4.0 cm. Ini dikatakan bahwa
hasil pengukuran sudah presisi, karena tebal seluruh kotak pensil tersebut berdekatan atau
hampir sama. Tetapi hasil tidak cukup akurat karena berbeda cukup jauh dari standar. Singkatnya
hasil pengukuran hari Senin memiliki akurasi rendah dan presisi tinggi.
Kita ulangi percobaan dengan 10 kotak pensil yang diproduksi di hari Rabu. Hasilnya adalah
3.85 cm, 3.90 cm, 3.95 cm, 4.10 cm dan 4.20 cm. Hasil ini menunjukkan bahwa akurasi cukup
tinggi karena semuanya berada dalam range spesifikasi 3.80 4.20 cm. Tetapi presisi rendah
karena range hasil pengukuran cukup besar, yaitu antara 4.20 3.85 cm = 0.35 cm.
Bila digambarkan dalam bentuk target lemparan anak panah, perbedaan akurasi dan presisi
menjadi seperti ini.

Jadi kalau Anda adalah pemain bola dan selalu memasukkan bola ke gawang sebelah kiri dan
seringkali bola batal masuk gawang, maka tendangan Anda bisa dikatakan presisi tetapi tidak
akurat. Dan bila Anda selalu tiba di kantor antara pukul 7:00 7:30, tetapi jam masuk Anda
seharusnya pk. 8:00, maka dapat dikatakan waktu kedatangan Anda adalah akurat dan presisi.
Barangkali Anda layak mendapatkan bintang karyawan teladan.
Akan tetapi bila kita mengukur sesuatu berulang kali dan semua hasilnya berdekatan, masih ada
kemungkinan bahwa semua hasil pengukuran salah bila ada Bias.
Bias adalah suatu kesalahan sistematik yang membuat semua pengukuran menjadi salah.
Misalnya sebuah stopwatch yang memerlukan waktu satu detik untuk berhenti sejak diklik, akan
selalu menimbulkan kelebihan waktu beberapa detik. Lebih jauh mengenai bias akan saya
uraikan berikutnya





Ketidakpastian Pengukuran
Posted on April 21, 2012 by zhuldyn






3 Votes

Ketidakpastian yaitu Nilai toleransi data yang dapat diterima dalam suatu laporan
Ada tiga cara mengetahui adanya ketidakpastian dalam alat ukur yaitu :
Rambat Ralat pengukuran
maks Pengukuran
pengukuran
Penjelasan ;
1. Ketidakpastian Ralat yaitu ketidakpastian untuk mengetahui kebenaran data dari alat ukur yang
berbeda
Syarat Rambat ralat pengukuran yaitu :
1. Dilakukan pengukuran tunggal
2. Menggunakan alat pengukuran berbeda tanpa manipulasi
2. Ketidakpastian maks Pengukuran yaitu ketidakpastian terbesar
Syarat maks Pengukuran yaitu :
1. Sistem tanpa manipulasi
2. Alat ukur yang digunakan sama
3. Diukur berganda
4. Nilai pembanding ! ( tingkat kesalahan terbesar yang dijadikan maks karena yang
paling tinggi telah mewakili smua ketidakpastian).
3. Ketidakpastian pengukuran yaitu ketidakpastian untuk mengetahui kebenaran data yang diatas 20
data
Syarat pengukuran yaitu :
1. Sistem termanipulasi
2. Pengukuran tunggal
3. Data diatas 20
4. Jika data dibawah 20 , diperbolehkan menggunakan grafi


Home Fisika , Materi Pelajaran PENGUKURAN, BESARAN DAN SATUAN
PENGUKURAN, BESARAN DAN SATUAN
Label: Fisika, Materi Pelajaran Diposkan oleh Memet Mulyadi Sabtu, 21 Juli 2012

Pengukuran, Besaran dan Satuan ~ Plassa (Planet Studi Sains). Pengukuran adalah kegiatan
membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang ditetapkan sebagai satuan. Contoh:
mengukur panjang meja dengan sebatang pensil (panjang meja sebagai besaran, pensil sebagai alat
ukur, dan panjang pensil sebagai satuannya).
A. BESARAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai.
Jika ditinjau dari arah dan nilainya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memiliki nilai tanpa memiliki arah. Contoh: massa, panjang,
waktu, energi, usaha, suhu, kelajuan dan jarak.
2. Besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki nilai dan arah. Contoh: gaya, berat, kuat arus, kecepatan,
percepatan dan perpindahan.
Sedangkan, berdasarkan jenis satuannya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan lebih dahulu dan tidak tersusun atas
besaran lain. Besaran pokok terdiri atas tujuh besaran. Tujuh besaran pokok dan satuannya berdasarkan
sistem satuan internasional (SI) sebagaimana yang tertera pada tabel berikut:
Tabel Besaran Pokok dan Satuannya
Besaran Pokok Satuan SI
Massa kilogram (kg)
Panjang meter (m)
Waktu sekon (s)
Kuat Arus ampere (A)
Suhu kelvin (K)
Intensitas Cahaya candela (Cd)
Jumlah Zat mole (mol)
Sistem satuan internasional (SI) artinya sistem satuan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia,
yang berlaku secara internasional.
b. Besaran Turunan
Besaran turunan merupakan kombinasi dari satuan-satuan besaran pokok. Contoh besaran turunan
adalah luas suatu daerah persegi panjang. Luas sama dengan panjang dikali lebar, dimana panjang dan
lebar keduanya merupakan satuan panjang. Perhatikan tabel besaran turunan, satuan dan dimensi di
bawah ini.
Tabel Besaran Turunan dan Satuannya
Besaran Turunan Satuan SI
Gaya (F) kg.m.s
-2

Massa Jenis (p) kg.m
-3

Usaha (W) kg.m
2
.s
-2

Tekanan (P) kg.m
-1
.s
-2

Percepatan m.s
-2

Luas (A) m
2

Kecepatan (v) m.s
-1

Volume (V) m
3

B. SATUAN
Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu:
a. Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional tau
disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)

Tabel Satuan Baku
Besaran Pokok Satuan MKS Satuan CGS
Massa kilogram (kg) gram (g)
Panjang meter (m) centimeter (cm)
Waktu sekon (s) sekon (s)
Kuat Arus ampere (A) statampere (statA)
Suhu kelvin (K) kelvin (K)
Intensitas Cahaya candela (Cd) candela (Cd)
Jumlah Zat kilomole (mol) mol
b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu
wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
C. ALAT UKUR
Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat
ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur
tersebut. Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:
a. Alat Ukur Panjang
1. Mistar (Penggaris)
Mistar adalah ala ukur panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm. Pada pembacaan skala,
kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar yang di baca.

2. Jangka Sorong
Jangka sorong dipakai untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang kurang dari 1mm. Skala
terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.
Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang
logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.


3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau
0,001 cm.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala
utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis.


b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berdasarkan cara kerjanya
dan keelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Neraca digital, yaitu neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya hingga
0,001g.


2. Neraca O'Hauss, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.


3. Neraca sama lengan, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001 g.


c. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional untuk waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon standar adalah waktu yang
dibuuhkan oleh atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Alat yang digunakan untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji (dengan
ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (ketelitian 0,1 sekon).



Read more: PENGUKURAN, BESARAN DAN SATUAN | Plassa (Planet Studi Sains)

A.2 Definisi Satuan Standar SI
1. Satuan Panjang
Satu meter adalah 1.650.763,73 kali panjang gelombang sinar merah jingga dalam vakum yang
dipancarkan oleh isotop Krypton Kr
86
.
2. Satuan Massa
Satu kilogram standar adalah massa dari sebuah model silinder platina iridium yang aslinya
disimpan di Lembaga Berat dan Ukuran International di Sevres. Standar sekunder dikirim ke
berbagai negara dan massa-massa benda yang lainnya ditentukan dengan menggunakan teknik
neraca berlengan sama.

3. Satuan waktu
Satu sekon adalah waktu yang diperlukan oleh atom cesium (Cs 133) untuk melakukan getaran
sebanyak 9.192.631.770 kali
4. satuan suhu
Satu kelvin adalah 1/273,16 suhu titik tripel air.
5. Satuan kuat arus listrik
Satu ampere adalah arus tetap yang dipertahankan untuk tetap mengalir pada dua batang
penghantar sejajar dengan panjang tak terhingga dan dengan luas penampang yang dapat
diabaikan dan dipisahkan sejauh satu meter dalam vakum, yang akan menghasilkan gaya sebesar
2 x 10
-7
N m
-1
.
6. Satuan intensitas cahaya
Satu candela adalah intesitas cahaya yang besarnya sama dengan intensitas sebuah sumber
cahaya pada satu arah tertentu yang memancarkan radiasi monokhromatik dengan frekuensi 540
x 10
12
Hz dan memiliki intensitas pancaran pada arah tersebut sebesar 1/683 watt per steradian.
7. Satuan jumlah zat
Satu mol sama dengan jumlah zat yang mengandung satuan elementer sebanyak jumlah atom di
dalam 0,012 kg karbon-12. Satuan elementer dapat berupa atom, molekul, ion, elektron, dll dan
harus ditentukan.
A.3 Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya merupakan gabungan dari satuan-satuan dasar
(pokok).
Contoh:
- Luas ( m
2
)
- Massa jenis ( kg/m
3
)
- Kecepatan (m/s)
Beberapa besaran turunan dapat dilihat pada tabel berikut!

Disamping besaran pokok dan besaran turunan, masih ada satuan besaran tambahan sebagai
berikut:
B. Alat Ukur Besaran
Fisika

Fisika tidak bisa dilepaskan dari proses pengukuran berbagai besaran fisika dan alat ukur yang
digunakan dalam fisika sedikit berbeda dengan alat ukur yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Hal ini dikarenakan dalam fisika membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
Berikut adalah beberapa alat ukur yang digunakan dalam proses pengukuran besaran fisika.
1. Alat ukur panjang
Alat ukur panjang terdiri dari beberapa jenis seperti meteran lipat (pita), mistar, jangka sorong,
dan mikrometer dan masing-masing mempunyai tingkat ketelitian yang berbeda
a. Mistar

Untuk mengukur benda yang panjangnya kurang dari 50 cm atau 100 cm.
Tingkat ketelitiannya 0,5 mm ( x 1 cm)
Satuan yang tercantum dalam mistar adalah cm, mm, serta inchi.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat, maka sudut pengamatan harus tegak lurus
dengan obyek dan mistar.
Contoh pengukuran dengan mistar:

Panjang balok di atas adalah 3,2 cm atau 32 mm.
b. Meteran lipat (pita pengukur)

Digunakan untuk megukur suatu obyek yang tidak bisa dilakukan dengan mistar,
misalnya karena ukurannya terlalu panjang atau bentuknya tidak lurus.
Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 1 mm.
c. Jangka sorong

Digunakan untuk mengetahui panjang bagian luar maupun bagian benda dengan sangat
akurat / teliti
Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,1 mm
Jangka sorong seperti pada gambar di atas adalah jangka sorong yang skalanya mudah dibaca.
Tetapi jangka sorong yang ada di laboratorium sekolah mempunyai cara pembacaan skala yang
berbeda, dimana ada skala utama dan skala vernier/nonius.

Cara membaca skala:

Hasil pembacaan = 4,74 cm atau 47,4 mm
d. Mikrometer Sekrup

Digunakan untuk mengetahui ukuran panjang yang sangat kecil
Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 mm
2. Alat Ukur Massa
Neraca yang digunakan di laboratorium fisika pada umumnya berbeda neraca yang dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa contoh neraca berbagai bentuk.

Dan di bawah ini adalah contoh neraca yang sering ditemukan di laboratarium

Ada empat macam prinsip kerja neraca, yaitu:
Prinsip kesetimbangan gaya gravitasi, contoh neraca sama lenga
Prinsip kesetimbangan momen gaya, contoh neraca dacin
Prinsip kesetimbangan gaya elastis, contoh neraca pegas untuk menimbang bahan-bahan
ku
Prinsip inersia (kelembaman), contoh neraca inersia
3. Alat Ukur Waktu

Sebenarnya ada banyak alat ukur waktu yang tersedia, seperti jam tangan, jam dinding, jam
bandul dan sebagainya. Namun yang sering digunakan di laboratorium adalah stopwatch.
Ada banyak jenis stopwatch dengan berbagai ketelitian, mulai dari 1 detik, 1/10 detik, sampai
1/100 detik.
Ada juga stopwatch digital dengan ketelitian yang sangat tinggi, misalnya fasilitas stopwatch di
handphone.
4. Alat Ukur Suhu (temperatur)
Alat ukur suhu adalah termometer, dan ada banyak jenis termomter. Dilihat dari jenis skala ada
tiga macam termomometer, yaitu Celcius, Fahrenheit, dan Reamur. Ditinjau dari bahan
termometrik yang digunakan juga ada tiga jenis termometer, yaitu termometer gas, zat cair, dan
zat padat (termokopel dan hambatan platina).


Video cara menggunakan termometer:
5. Alat Ukur Massa jenis
Massa jenis termasuk besaran turunan yaitu sama dengan massa dibagai volume benda. Oleh
karena itu, untuk menentukan massa jenis sebuah benda kita perlu dua alat ukur, yaitu alat ukur
massa (neraca) dan alat ukur volume (penggaris untuk benda yang teratur bentuknya atau gelas
ukur).

Cara lain untuk mengukur volume benda adalah dengan memasukkan benda langsung ke dalam
gelas ukur.
Contoh:

Mula-mula air pada gelas ukur menunjuk skala pada 12,4 ml. Setelah sebuah benda dimasukkan
pada gelas ukur, air menunjuk pada skala 20,2 ml.
Jadi volume benda tersebut adalah 20,2 ml 12,4 ml atau 7,8 ml
Sumber link: