Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

KIMIA ORGANIK
HIDROKARBON TAK JENUH (ALKUNA)



OLEH : KELOMPOK III

1. USMAN H31112007
2. AUDREY ZAHRA H31112008
3. SALMAWATI B H31112009






FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat
dan rahmat-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Hidrokarbon (Alkuna). Salam dan salawat kepada junjungan Nabi Muhammad
SAW yang merupakan tauladan bagi kaum muslimin dimuka bumi ini. Walaupun
berbagai macam tantangan yang dihadapi, tapi semua itu telah memberikan
pengalaman yang berharga untuk dijadikan pelajaran dimasa yang akan datang.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,
semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca
sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian.


Makassar, 20 Februari 2013
















DAFTAR ISI


Kata Pengantar ii
Daftar Isi ....iii
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang ..1
I .2 Rumusan Masalah .....1
I .3 Tujuan Penulisan ..........2
BAB II PEMBAHASAN
II .1 Pengertian senyawa hidrokarbon
II . 2 Pengertian Alkuna..
II .3 Reaksi-reaksi Pada Alkuna
Halogenasi
Hidrogenasi
Hidrasi
Polimerisasi
Subtitusi
Sintesis Alkuna

II.4 Sifat-sifat alkuna
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.20

DAFTAR PUSTAKA21







BAB I
PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang
Alkuna adalah senyawa yang termasuk dalam kelompok hidrokarbon
yang memiliki satu atau lebih ikatan atu biasa disebut ikatan rangkap tiga. Alkuna
terdapat beberapa macam reaksi seperti brominasi, hidrasi, subtitusi, polimerisasi,
dan sintesis alkuna.
Senyawa alkuna dalam keadaan stereokimia asetilen adalah linear, de ngan
panang ikatan rangkap tiga (1,21 A
0
) dan jauh lebih pendek dari ikatan
tunggal(1,54 A
0
). Kenyataan ini menggambarkan bahwa kedua atom karbon yang
terikat dalam ikatan rangkap tersebut ditarik lebih kuat oleh tiga pasang elektron
pada ikatan rangkap tiga sehingga lebih mendekat, dibanding hanya dua pasang
elektron pada iktan rangkap dua, lebih lemah lagi tarikannya oleh hanya sepasang
elektron yang terjadi pada alkana. Oleh sebab itu ikatan pada alkana lebih panjang
dari alkena dan lebih panjang dari alkuna.
Dari hal-hal tersebut yang melatarbelakangi sehingga kami menyusun
makalah ini.

I.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan senyawa hidrokarbon?
2. Apa yang dimaksud dengan hidrokarbon tak jenuh?
3. Bagaaimanaka gambaran reaksi dari hidrokarbon tak jenuh?
I.3 Tujuan
1. Mengetahui konsep-konsep senyawa karbon
2. Memahami konsep hidrokarbon tak jenuh
3. Memahami reaksi-reaksi pada hidrokarbon jenuh (alkuna).
4. Mengetaui sifat-sifat dari Alkuna








BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Senyawa Hidrokarbon
Senayawa organik menunjukkan sifat fisika dan kimia yang sangat
berbeda karena strukturnya yang berbeda. Beberapa di antaranya berwujud padat,
sebagian berwujud cair, dana ada pula yang gas. Terdapat juga yang rasanya
manis, ada yang asam, ada yang beracun dan ada pula yang sangat penting bagi
kehidupan. Hidrokarbon adalah senyawa yang struktur molekulnya terdiri dari
atom hydrogen dan atom karbon.
Berikut tiga prinsip sederhana yang dapat memberikan pengertian dasar
tentang struktur kimiawi molekul organik adalah:
1. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom hidrogen.
2. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom karbon
lainuntuk membangun rantai karbon.
3. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan unsure lain,
terutama oksigen, nitrogen, belerang, dan halogen.
II.2 Alkuna (Hidrokarbon tak jenuh)
Alkuna adalah hidrokarbon alifatik tidak jenuh dengan satu ikatan karbon-
karbon rangkap tiga. Alkuna dapat juga dikatakan sebagai kelompok hidrokarbon
yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda tiga yang terjadi antara ikatan ganda
berhubungan dengan dua atom lain, dengan sudut ikatan 180
0
. Senyawa yang
mempunyai 2 ikatan karbon-karbon rangkap tiga disebut alkadiuna, sedangkan
yang mempunyai 1 ikatan karbon-karbon rangkap dan 1 ikatan karbon rangkap
tiga disebut alkenuna. Tiga nama pertama dari alkuna antara lain, etuna, propuna,
butuna. Rumus umum alkuna : C
n
H
2n-2
Tata nama alkuna diturunkan dari nama
alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana menjadi una. Tata nama alkuna
bercabang, yaitu pemilihan rantai induk, penomoran, dan cara penulisan, sama
seperti pada alkena. Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting hanyalah





etuna (C
2
H
2
). Nama lain etuna adalah asetilena. Dalam jumlah sedikit, asetilena
dapat dibuat dari reaksi batu karbid (kalsium karbida) dengan air. Pembuatan gas
karbid dari batu karbid ini digunakan oleh tukang las (las karbid). Jika
diperhatikan, gas karbid berbau tidak sedap. Namun sebenarnya gas asetilena
murni tidaklah berbau busuk bahkan sedikit harum. Bau busuk itu terjadi karena
gas asetilena yang dibuat dari batu karbid tidak murni, tetapi mengandung
campuran. Perlu diketahui bahwa gas forfin juga bersifat racun. Jadi ada
untungnya gas ini berbau tidak sedap, sehingga orang akan menghindarinya.
. Jadi keadaan ini sterokimia asetilen adalah linear, sebagaimana terlihat pada
gambar dibawah ini. Kenyataan ini menggambarkan bahwa kedua atom karbon
yang terikat dalam ikatan tersebut ditarik lebih kuat oleh tiga pasang elektron pada
ikatan rangkap dua, lebih lemah tarikan oleh hanya sepasang elekteron yang
terjadi pada alkana. Oleh sebab itu ikatan alkana lebih panjang dari alkena dari
alkena dan lebih panjang dari alkuna.

H C C H
180
0

Gambar : Model asetilen menunjukkan geometri yang memanjang linear dengan
sudut 180
0
Alkuna ditemukan dalam gas rawa, batu=bara, dan minyak bumi. Tetapi dalam
jumlah yang sedikit. Jadi industri harus mensintesis alkuna. Satu alkuna sintetis
yang penting adalah etuna(asetilena).
Kegunaan alkuna yang penting adalah etuna(asetilena) yang mempunyai
beberapa kegunaan :
1. Sebagai bahan bakar untuk obor oksiasetilena yang digunakan untuk
pengelasan dan pemotongan logam. Hal ini dikarenakan reaksi antara etuna dan
O
2
murni dapat melepas panas yang mencapai 2.500-3.000
0
C.
2. Sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa organik, seperti etanol, asam
asetat, dan vinil klorida.






II.3 Reaksi-reaksi pada Alkuna.
1.3 Halogenasai (adisi)
R C C H
+
X
2
C C
R X
R X
X
2
RCX
2
CHX
2

2.3 Hidrogenasi
R C C R
+ H
2
C
R
C
H
R
H
3.3 Hidrasi
R C C H
H
2
O,HG
2+
,H
+
C
CH
3
R
O

3.4 Polimerisasi
3C
2
H
2
POLIMERASI
C
6
H
6
Benzen
2C
2
H
2
Cu
NH
4
Cl
H
2
C C
H
C CH
3C
2
H
2
Cu
NH
4
Cl
H
2
C C
H
C C C CH
2
Vinil asetilen
divinil asetilen
A.
B.
C.











4.6 Subtitusi
HC CH + Cu
2
Cl
2
+ 2NH
4
2NH
4
Cl + H
2
O + CuC CCu
HC CH + Ag C C Ag
+
HC CH +
NaNH
2
HC CN
+
+ NH
3
Asetilen Cupro asetilen
Asetilen
Asetilen
Perak asetilen
Sodium Asetilen
2Ag
2H
+
A.
B.
C.

4.4 Sinjtesis Alkuna
C + CaO CaC
2
+ CO
+H
2
O
CaCO
2
+ C
2
H
2
H
3
C
H
2
C CH
2
Br + 2KOH H
3
C C CH
+ 2KBr + 2H
2
O
H
3
C
Br
2
C CHBr
2
+
H
3
C C CH +
CHCl3CHCl3
+ HC CH +
2Zn
2Zn Br
2
6Ag 6 AgCl
4.5.1 Asetilen dapat dihasilkan dari kalsium dengan air
4.5.2 Alkilhalida dengan KOH dalam alkohol
4.5.3 Alkiltetrahalida dengan logam aktif
4.5.4 Dari iodoform dengan perak

II. 4 Sifat-sifat Alkuna
Alkuna jauh lebih reaktif daripada alkana karena adanya ikatan rangkap.
Reaksi alkuna terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi-reaksi alkuna
sebagai berikut..
Titik leleh dan titik didih alkuna hampir sama dengan alkana yang sesuai. Pada
suhu kamar, suku-suku rendah berwujud gas, suku-suku sedang berwujud cair,
dan suku-suku tinggi berwujud padat.
Dalam kehidupan sehari-hari, kalian pasti pernah melihat air mendidih. Apa gejala
yang ditunjukan oleh air yang sedang mendidih? Bagaimana suatu senyawa
dikatakan mendidih? Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhinya?





Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa pada suhu kamar (25
o
C), tiga suku
yang pertama adalah gas, suku-suku berikutnya adalah cair dan suku-suku tinggi
berbentuk padat. Hal ini dipengaruhi oleh titik didih dan titik lelehnya. Mendidih
adalah suatu perubahan wujud zat dari cair menjadi gas. Suatu zat yang memiliki
titik didih kurang dari 25
o
C, pada keadaan standar (25
o
C, 1 atm) zat tersebut
berwujud gas. Adapun zat yang memiliki titik leleh kurang dari 25
o
C dan titik
didih di atas 25
o
C dalam keadaan standar, berwujud cair. Jika suatu zat memiliki
harga titik leleh di atas 25
o
C, dapatkah kamu meramalkan wujud zat tersebut pada
keadaan standar? Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip alkana. Hal ini
dikarenakan alkuna bersifat non polar dan mempunyai gaya antar molekul yang
relatif lemah. Di samping itu, nilai Mr alkuna hampir sama dengan alkana. seperti
halnya alkana kecenderungan titik didih alkuna juga naik seiring dengan
pertambahan nilai Mr atau kenaikan jumlah atom karbon.
Tabel 1. Data Massa Molekul Relatif, Titik Leleh, Titik didih, Kerapatan, dan
Fasa pada 25
o
C.
Nama
alkena
Rumus
Molekul
Mr
Titik leleh
(
o
C)
Titik didih
(
o
C)
Kerapatan
(g/cm
3
)
Fase pada
25
o
C
Etuna C
2
H
2
28 -169 -104 0,568 Gas
Propuna C
3
H
4
42 -185 -48 0,614 Gas
1-Butuna C
4
H
6
56 -185 -6 0,630 Gas
1-Pentuna C
5
H
8
70 -165 30 0,643 Cair
1-
Heksuna
C
6
H
10
84 -140 63 0,675 Cair
1-Heptna C
7
H
12
98 -120 94 0,698 Cair
1-Oktuna C
8
H
14
112 -102 122 0,716 Cair
1-Nonuna C
9
H
16
126 -81 147 0,731 Cair
1-Dekuna C
10
H
18
140 -66 171 0,743 Cair

Untuk kelarutan, alkuna hampir tidak dapat larut dalam air, tapi larut dalam
pelarut-pelarut organik. Oleh karena itu, jika cairan alkuna dicampur dengan air
maka kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang tidak saling bercampur.










































BAB III
PENUTUP