Anda di halaman 1dari 2

1 Uji Boraks

2. 1. 1 Uji dengan Menggunakan Reaksi Warna


Untuk analisis kualitatif boraks dengan menggunakan reaksi warna dilakukan dengan
cara yaitu diasamkan 1 ml larutan boraks dengan asam klorida sehingga bereaksi asam
terhadap lakmus. Ditambahkan 3 tetes atau 4 tetes larutan jenuh yodium P dan 3 tetes
atau 4 tetes larutan polivinil alkohol P (l dalam 50) dan terjadi warna biru intensif apabila
mengandung boraks.
3
2.1.2 Uji dengan Menggunakan Larutan Perak Nitrat
Uji ini mempunyai mekanisme tertentu. Endapan putih perak metaborat (A
9
BO
3
) dari
larutan boraks yang cukup pekat yang larut baik dalam larutan amonia encer maupun
dalam asam asetat. Dengan mendidihkan endapan dengan air, endapan dihidrotisis
sempurna dan diperoleh endapan coklat perak oksida dihasilkan langsung dalam larutan
yang sangat encer.
3
Sesuai dengan reaksi berikut ini:

B
4
O
7
+2 + 4Ag+ + H
2
O 4AgBO
2
+ 2H
+

2AgBO
2
+ 3H
2
O Ag
2
O + 2H
3
BO
3

2.1.3 Uji dengan Asam Sulfat Pekat Dan Alkohol (Uji Nyala Api)
Jika sedikit boraks dicampurkan dengan 1 ml asam sulfat pekat dan metanol atau
etanol (yang pertama lebih disukai karena lebih mudah menguap) dalarn sebuah cawan
porselen kecil dan alkohol ini dinyalakan, alkohol akan terbakar dengan nyala yang
pinggirannya hijau disebabkan oleh pembentukan metil borat B(OCH
3
) atau etil borat
B(OC
2
H
5
). Kedua ester ini beracun. Garam tembaga dan barium mungkin memberi nyala
hijau yang serupa. Modifikasi yang berikut dari uji nyala api ini yang tergantung pada
sifat boron tri fluorida (BF
3
) yang lebih mudah menguap, dapat dipakai dengan adanya
senyawa tembaga dan barium; zat-zat ini tidak membentuk senyawa-senyawa yang
mudah menguap pada kondisikondisi eksperimen berikut ini. Dicampur dengan sesama
borat dengan kalsium fluorida yang telah dijadikan bubuk dan sedikit asam sulfat pekat,
dan dibawah sedikit dari pasta yang terjadi tersebut diatas cincin dari kawat platinum,
atau pada ujung batang kaca, sampai dekat sekali ke tepi bagian dasar nyala bunsen tanpa
benar-benar menyentuhnya; boron tri fluorida yang mudah menguap, terbentuk dan
mewarnai nyala menjadi hijau.
3
2.1.4 Uji Dengan Menggunakan Larutan Barium Klorida
Uji ini mempunyai mekanisme kerja tertentu. Endapan putih barium Ba (BO2)2, dari
larutan-larutan yang cukup pekat, endapan larut dalam endapan reagensin berlebihan,
dalam asam-asam encer dan dalam larutan garam-garam amonium. Larutan kalsium dan
strontium klorida bertindak serupa.
3
Sebagai reaksi berikut ini:

B
4
O
7
2-
+ 2Ba
2
+ + 2H
2
O 2Ba(BO
2
)
2
+ 2H
+


2.1.5 Uji dengan Menggunakan Kertas Kurkumin
Uji ini mempunyai mekanisme kerja tertentu. Jika sehelai kertas kurkumin
dicelupkan kedalam larutan suatu urat yang diasamkan dengan asam klorida encer, lalu
dikeringkan pada suhu 100C, kertas ini menjadi coklat kemerahan. Kertas dikeringkan
paling sederhana dengan melilitkannya di sekeliling sisi luar dekat api mulut suatu tabung
uji yang mengandung air, dan dididihkan air itu selama 2- 3 menit. Setelah kertas sering
dibasahi dengan larutan NaOH encer, kertas menjadi hitam kebiruan atau hitam
kehijauan.
3