Anda di halaman 1dari 20

BAB II TINJAUAN

PUSTAKA
A. Senam Lansia
1. Konsep Teori
Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana
yang dilakukan secara tersendiri atau berkelompok dengan maksud
meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam bahasa Inggris terdapat istilah exercise atau aerobic yang merupakan
suatu aktifitas fisik yang dapat memacu jantung dan peredaran darah serta
pernafasan yang dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga
menghasilkan perbaikan dan manfaat kepada tubuh. Senam berasal dari bahasa
yunani yaitu gymnastic (gymnos yang berarti telanjang! dimana pada "aman
tersebut orang yang melakukan senam harus telanjang! dengan maksud agar
keleluasaan gerak dan pertumbuhan badan yang dilatih dapat terpantau (Suroto!
#$$%.
Senam merupakan bentuk latihan&latihan tubuh dan anggota tubuh untuk
mendapatkan kekuatan otot! kelentukan persendian! kelincahan gerak!
keseimbangan gerak! daya tahan! kesegaran jasmani dan stamina. Dalam latihan
senam semua anggota tubuh (otot&otot mendapat suatu perlakuan. 'tot&otot
tersebut adalah gross muscle (otot untuk melakukan tugas berat dan fine muscle
(otot untuk melakukan tugas ringan.
Senam lansia yang dibuat oleh (enteri )egara *emuda dan 'lahraga
((+)*',- merupakan upaya peningkatan kesegaran jasmani kelompok lansia
yang jumlahnya semakin bertambah. Senam lansia sekarang sudah diberdayakan
diberbagai tempat seperti di panti wredha! posyandu! klinik kesehatan! dan
puskesmas. (Suroto! #$$%.
.
/
Senam lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan! tidak memberatkan
yang diterapkan pada lansia. -ktifitas olahraga ini akan membantu tubuh agar
tetap bugar dan tetap segar karena melatih tulang tetap kuat! memdorong jantung
bekerja optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di
dalam tubuh. 0adi senam lansia adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan
terarah serta terencana yang diikuti oleh orang lanjut usia yang dilakukan dengan
maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan
tersebut.
#. (anfaat Senam
Semua senam dan aktifitas olahraga ringan tersebut sangat bermanfaat untuk
menghambat proses degeneratif1penuaan. Senam ini sangat dianjurkan untuk
mereka yang memasuki usia pralansia (%2 thn dan usia lansia (32 thn ke atas.
'rang melakukan senam secara teratur akan mendapatkan kesegaran jasmani
yang baik yang terdiri dari unsur kekuatan otot! kelentukan persendian!
kelincahan gerak! keluwesan! cardiovascular fitness dan neuromuscular fitness.
-pabila orang melakukan senam! peredarah darah akan lancar dan meningkatkan
jumlah 4olume darah. Selain itu #$5 darah terdapat di otak! sehingga akan
terjadi proses indorfin hingga terbentuk hormon norepinefrin yang dapat
menimbulkan rasa gembira! rasa sakit hilang! adiksi (kecanduan gerak dan
menghilangkan depresi. Dengan mengikuti senam lansia efek minimalnya adalah
lansia merasa berbahagia! senantiasa bergembira! bisa tidur lebih nyenyak!
pikiran tetap segar.
Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi
organ tubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh
manusia setelah latihan teratur. Tingkat kebugaran die4aluasi dengan mengawasi
kecepatan denyut jantung waktu istirahat yaitu kecepatan denyut nadi sewaktu
1$
1$
istirahat. 0adi supaya lebih bugar! kecepatan denyut jantung sewaktu istirahat
harus menurun.
(anfaat senam lainnya yaitu terjadi keseimbangan antara osteoblast dan
osteoclast. -pabila senam terhenti maka pembentukan osteoblast berkurang
sehingga pembentukan tulang berkurang dan dapat berakibat pada pengeroposan
tulang. Senam yang diiringi dengan latihan stretching dapat memberi efek otot
yang tetap kenyal karena ditengah&tengah serabut otot ada impuls saraf yang
dinamakan muscle spindle! bila otot diulur (recking maka muscle spindle akan
bertahan atau mengatur sehingga terjadi tarik&menarik! akibatnya otot menjadi
kenyal. 'rang yang melakukan stretching akan menambah cairan sino4al
sehingga persendian akan licin dan mencegah cedera (Suroto! #$$%.
'lahraga yang bersifat aerobik seperti senam merupakan usaha&usaha yang akan
memberikan perbaikan pada fisik atau psikologis. 6aktor fisiologi dan metabolik
yang dikalkulasi termasuk penambahan sel&sel darah merah dan en"im
fosforilase (proses masuknya gugus fosfat kedalam senyawa organik!
bertambahnya aliran darah sewaktu latihan! bertambahnya sel&sel otot yang
mengandung mioglobin dan mitokondria serta meningkatnya en"im&en"im untuk
proses oksigenasi jaringan (Kusmana! #$$3. Sedangkan menurut Depkes (#$$7
olahraga dapat memberi beberapa manfaat! yaitu8 meningkatkan peredaran
darah! menambah kekuatan otot! dan merangsang pernafasan dalam. Selain itu
dengan olahraga dapat membantu pencernaan! menolong ginjal! membantu
kelancaran pembuangan bahan sisa! meningkatkan fungsi jaringan! menjernihkan
dan melenturkan kulit! merangsang kesegaran mental! membantu
mempertahankan berat badan! memberikan tidur nyenyak! memberikan
kesegaran jasmani.
11
11
7. 9erakan Senam :ansia
Tahapan latihan kebugaran jasmani adalah rangkaian proses dalam setiap latihan!
meliputi pemanasan! kondisioning (inti! dan penenangan (pendinginan
(Sumintarsih! #$$3.
a. *emanasan
*emanasan dilakukan sebelum latihan. *emanasan bertujuan menyiapkan
fungsi organ tubuh agar mampu menerima pembebanan yang lebih berat
pada saat latihan sebenarnya. *enanda bahwa tubuh siap menerima
pembebanan antara lain detak jantung telah mencapai 3$5 detak jantung
maksimal! suhu tubuh naik 1;< & #;< dan badan berkeringat. *emanasan
yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cidera atau kelelahan.
b. Kondisioning
Setelah pemansan cukup dilanjutkan tahap kondisioning atau gerakan inti
yakni melakukan berbagai rangkaian gerak dengan model latihan yang
sesuai dengan tujuan program latihan.
c. *enenangan
*enenangan merupakan periode yang sangat penting dan esensial. Tahap ini
bertujuan mengembalikan kodisi tubuh seperti sebelum berlatih dengan
melakukan serangkaian gerakan berupa stretching. Tahapan ini ditandai
dengan menurunnya frekuensi detak jantung! menurunnya suhu tubuh! dan
semakin berkurangnya keringat. Tahap ini juga bertujuan mengembalikan
darah ke jantung untuk reoksigenasi sehingga mencegah genangan darah
diotot kaki dan tangan.
B. Hipertensi
1. *engertian
=ipertensi adalah tekanan darah tinggi ((uda! #$$7. (enurut ,uhyanudin
(#$$> hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah didalam arteri.
Sedangkan menurut *rice ? @ilson (#$$3 hipertensi didefinisikan sebagai
1#
1#
peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 1%$ mm=g atau tekanan
diastolik sedikitnya /$ mm=g (*rice ? @ilson! #$$3. =ipertensi
didefinisikan oleh Joint National Committee on Detection, Evaluation and
Treatment of High Blood reassure !JNC" sebagai tekanan yang lebih dari
1%$1/$ mm=g. Secara umum hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa
gejala! dimana tekanan yang abnormal tinggi didalam arteri menyebabkan
meningkatnya resiko terhadap stroke! aneurisma! gagal jantung! serangan
jantung dan kerusakan ginjal.
#. +pidemiologi
-ngka kejadian hipertensi masih sangat tinggi. Sekitar #$5 populasi dewasa
mengalami hipertensi! lebih dari /$5 diantara mereka menderita hipertensi
esensial (primer dimana tidak dapat ditentukan penyebab medisnya. Sisanya
mengalami kenaikan tekanan darah dengan penyebab tertentu (hipertensi
sekunder seperti penyempitan arteri renalis (Smelt"er ? Aare! #$$#. Di
-merika hipertensi dikenal sebagai salah satu penyebab utama kematian.
Sekitar seperempat jumlah penduduk dewasa menderita hipertensi dan
insidensinya lebih tinggi dikalangan -fro & -merika setelah usia remaja
(*rice ? @ilson! #$$3.
Aerdasarkan sur4ey kesehatan nasional tahun #$$1! angka kesakitan
hipertensi pada dewasa sebanyak 35 & 125 dan kasusnya cenderung
meningkat menurut peningkatan usia dan dari berbagai penelitian
epidemiologis yang dilakukan di Indonesia menunjukkan 1!. B #.!3 5
penduduk yang berusia diatas #$ tahun adalah penderita hipertensi.
Aerdasarkan laporan rumah sakit dan puskesmas di 0awa Tengah! proporsi
kasus hipertensi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tahun #$$%
proporsi kasus hipertensi sebesar 1>!7% 5 dan pada tahun #$$2 meningkat
menjadi #/!72 5! kemudian meningkat menjadi 7/!%> 5 pada tahun #$$3.
17
17
7. Klasifikasi
Klasifikasi hipertensi menurut Shep (#$$2 terbagi menjadi dua berdasarkan
penyebabnya! yaitu 8
a. =ipertensi primer
=ipertensi primer disebut juga hipertensi esensial atau idiopatik adalah
suatu peningkatan persisten tekanan arteri yang dihasilkan oleh
ketidakteraturan mekanisme kontrol homeostatik normal. =ipertensi ini
tidak diketahui penyebabnya dan mencakup C /$ 5 dari kasus hipertensi.
b. =ipertensi sekunder
=ipertensi sekunder adalah hipertensi persisten akibat kelainan dasar
kedua selain hipertensi esensial. =ipertensi ini penyebabnya diketahui
dan menyangkut C 1$ 5 dari kasus hipertensi.
Klasifikasi hipertensi berdasarkan hasil ukur tekanan darah menurut Joint
National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood
reassure (0)< dalam Smelt"er ? Aare (#$$# yaitu D17$ mm=g untuk
tekanan darah sistole dan D.2 mm=g untuk tekanan darah diastole.
Klasifikasi hipertensi menurut 0)< secara detail dapat dilihat di tabel #.1.
Tabel 2.1
Klasifikasi tekanan darah ran! de"asa ber#sia 1$ tah#n keatas tidak
sedan! memakai bat antihipertensi dan tidak sedan! sakit ak#t.
Kate!ri Tekanan darah sistlik Tekanan darah diastlik
)ormal D 17$ mm=g D .2 mm=g
)ormal tinggi 17$&17/ mm=g .2&./ mm=g
Stadium 1
(hipertensi ringan
Stadium #
(hipertensi sedang
Stadium 7
(hipertensi berat
Stadium %
1%$&12/ mm=g /$&// mm=g
13$&1>/ mm=g 1$$&1$/ mm=g
1.$&#$/ mm=g 11$&11/ mm=g
#1$ mm=g atau lebih 1#$ mm=g atau lebih
(h ip e rt e ns i m a li g n a 1 s a ng at b e r a t
(enurut National Heart, #ung, and Blood $nstitute (1//7 dalam *otter ?
*erry (#$$2 hipertensi sistolik isolasi merupakan bentuk hipertensi yang
paling menonjol pada lansia. =ipertensi sistolik isolasi adalah dimana tekanan
sistolik mencapai 1%$ mm=g atau lebih sedangkan tekanan diastolik kurang
dari /$ mm=g. Sehingga hipertensi juga dapat dikategorikan dalam (-*
(%ean &rterial ressure. (-* adalah tekanan darah antara sistolik dan
diastolik! karena diastolik berlangsung lebih lama daripada sistolik maka
(-* setara dengan %$ 5 tekanan sistolik ditambah 3$ 5 tekanan diastolik
(@oods! 6roelicher! (ot"er! ? Aridges! #$$/. -dapun rumus (-* adalah
tekanan darah sistolik ditambah dua kali tekanan darah diastolik dibagi 7.
,entang normal (-* adalah >$ mm=g & // mm=g. Kategori hipertensi
berdasarkan nilai (-* dapat dilihat pada tabel #.#.
Tabel 2.2
Klasifikasi tekanan darah ran! de"asa ber#sia 1$ tah#n keatas
berdasarkan nilai Mean Arterial Pressure.
Kate!ri Nilai %AP
)ormal >$ & // mm=g
)ormal tinggi 1$$ & 1$2 mm=g
Stadium 1 (hipertensi ringan 1$3 & 11/ mm=g
Stadium # (hipertensi sedang 1#$ & 17# mm=g
Stadium 7 (hipertensi berat 177 & 1%/ mm=g
St ad iu m % (hi per tens i mal ig na 1 san gat b erat 1 2$ mm= g ata u leb ih
%. +tiologi
*enyebab hipertensi esensial tidak diketahui secara pasti! akan tetapi
kemungkinan penyebab yang melatarbelakangi harus selalu ditentukan.
Kemungkinan faktor yang mempengaruhi adalah kerentanan genetik!
akti4itas berlebihan saraf simpatik! membran transport )a1K yang abnormal!
penggunaan garam yang berlebihan! sistem renin&angiotensin aldosteron
yang abnormal (Enderwood! #$$$.
+tiologi dari hipertensi terbagi dalam dua kelompok yaitu faktor yang tidak
dapat diubah dan faktor yang dapat diubah.
a. 6aktor yang tidak dapat diubah
6aktor&faktor yang tidak dapat diubah yaitu jenis kelamin! usia! dan
genetik.
1 6aktor genetik
-danya faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkan
keluarga itu mempunyai resiko menderita hipertensi. =al ini
berhubungan dengan peningkatan kadar sodium intraseluler dan
rendahnya rasio antara potasium terhadap sodium! indi4idu
dengan orang tua yang menderita hipertensi mempunyai resiko dua
kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada orang yang
tidak mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi (-nggraini!
@aren! Situmorang! -sputra! ? Siahaan! #$$7.
# 6aktor jenis kelamin
*re4alensi terjadinya hipertensi pada pria dan wanita sama! akan
tetapi wanita pramenopause (sebelum menopause pre4alensinya
lebih terlindung daripada pria pada usia yang sama. @anita yang
belum menopause dilindungi oleh hormon estrogen yang berperan
dalam meningkatkan kadar High Density #ipoprotein (=D:.
Kadar kolesterol =D: yang tinggi merupakan faktor pelindung
dalam mencegah terjadinya proses aterosklerosis yang dapat
menyebabkan hipertensi (*rice ? @ilson! #$$3.
7 6aktor usia
Insidensi hipertensi meningkat seiring pertambahan usia.
*erubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh perifer
bertanggung jawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi
pada usia lanjut. *erubahan tersebut meliputi aterosklerosis!
hilangnya elastisitas jaringan ikat! dan penurunan dalam relaksasi
otot polos pembuluh darah! yang pada gilirannya menurunkan
kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah.
Konsekuensinya aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya
dalam mengakomodasi 4olume darah yang dipompa oleh jantung
(4olume sekuncup! mengakibatkan penurunan curah jantung! dan
peningkatan tahanan perifer (Smelt"er ? Aare! #$$#.
b. 6aktor yang dapat diubah
1 *ola (akan
*ola makan tinggi gula akan menyebabkan penyakit diabetes
melitus. Diabetes melitus menginduksi hiperkolesterolimia dan
berkaitan juga dengan proliferasi sel otot polos dalam pembuluh
darah arteri koroner! sintesis kolesterol! trigliserida dan fosfolipid!
peningkatan kadar :D:&< (#o' Density #ipoprotein (
Cholesterol" dan penurunan kadar =D:&< !High Density
#ipoprotein ( Cholesterol". (akanan tinggi kalori! lemak total!
lemak jenuh! gula dan garam turut berperan dalam berkembangnya
hiperlipidemia dan obesitas. 'besitas dapat meningkatkan beban
kerja jantung dan kebutuhan akan oksigen! serta obesitas akan
berperan dalam gaya hidup pasif (malas berakti4itas (*rice ?
@ilson! #$$3.
# Kebiasaan (erokok
(enurut Aowman (#$$> dalam -nggraeni (#$$/ dalam ,esiko
merokok berkaitan dengan jumlah rokok yang dihisap perhari!
bukan pada lama merokok. Seseorang yang merokok lebih dari
satu pak rokok perhari menjadi dua kali lebih rentan daripada
mereka yang tidak merokok yang diduga penyebabnya adalah
pengaruh nikotin terhadap pelepasan katekolamin oleh sistem saraf
otonom.
7 -ktifitas 6isik
Ketidakaktifan fisik meningkatkan resiko Cardiac Heart Desease
(<=D yang setara dengan hiperlipidemia atau merokok! dan
seseorang yang tidak aktif secara fisik memiliki resiko 7$&2$5
lebih besar untuk mengalami hipertensi. Selain meningkatnya
perasaan sehat dan kemampuan untuk mengatasi stres! keuntungan
latihan aerobik yang teratur adalah meningkatnya kadar =D:&<!
menurunnya kadar :D:&<! menurunnya tekanan darah!
berkurangnya obesitas! berkurangnya frekuensi denyut jantung
saat istirahat! dan konsumsi oksigen miokardium ((F'
#
! dan
menurunnya resistensi insulin (*rice ? @ilson! #$$3.
2. *atofisiologi
(ekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah
terletak dipusat 4asomotor! pada medulla di otak. Dari pusat 4asomotor ini
bermula dari saraf simpatis! yang berkelanjutan ke bawah ke korda spinalis
dan keluar dari kolumna medulla spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan
abdomen. ,angsangan pusat 4asomotor dihantarkan dalam bentuk impuls
yang bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke ganglia simpatis!
pada titik ini neuron preganglion melepaskan asetilkolin yang akan
merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah! dimana dengan
dilepaskannya neropinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah.
Aebagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi
respons pembuluh darah terhadap rangsang 4asokonstriktor. Indi4idu dengan
hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin! meskipun tidak diketahui
dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah
sebagai respon rangsang emosi! kelenjar adrenalin juga terangsang
mengakibatkan tambahan aktifitas 4asokonstriksi. (edula adrenal
mensekresi epinefrin yang menyebabkan 4asokonstriksi. Korteks adrenal
mensekresi kortisol dan steroid lainnya yang dapat memperkuat respon
4asokonstriktor pembuluh darah. Fasokonstriksi yang mengakibatkan
penurunan aliran darah ke ginjal menyebabkan pelepasan renin. ,enin
merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi
angiotensin II! suatu 4asokonstriktor kuat yang pada gilirannya merangsang
sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. =ormon ini menyebabkan retensi
natrium dan air oleh tubulus ginjal! menyebabkan peningkatan 4olume
intra4askuler. Semua faktor tersebut cenderung mencetuskan keadaan
hipertensi (*rice ? @ilson! #$$3
=ipertensi pada lansia terjadi karena adanya perubahan struktural dan
fungsional pada sistem pembuluh perifer yang bertanggung jawab pada
perubahan tekanan darah. *erubahan tersebut meliputi aterosklerosis!
hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos
pembuluh darah yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan
daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya aorta dan arteri besar kurang
kemampuannya dalam mengakomodasi 4olume darah yang dipompa oleh
jantung! mengakibatkan penurunan curah jantung dan peningkatan tahanan
perifer (Smelt"er ? Aare! #$$#.
3. (anifestasi Klinik
*emeriksaan fisik mungkin tidak ditemukan kelainan selain tekanan darah
yang tinggi! akan tetapi dapat pula ditemukan perubahan pada retina seperti
perdarahan! eksudat! penyempitan pembuluh darah dan pada kasus berat
terdapat edema pupil (Smelt"er ? Aare! #$$#. Tanda gejala lain yang
meskipun secara tidak sengaja terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan
dengan tekanan darah tinggi yaitu sakit kepala! perdarahan di hidung! pusing
yang terkadang juga terjadi pada seseorang dengan tekanan darah normal.
0ika! hipertensi berat atau menahun dan tidak terobati! dapat timbul gejala&
gejala seperti sakit kepala! kelelahan! mual! muntah! sesak nafas! gelisah!
pandangan kabur (karena adanya kerusakan pada otak! mata! jantung dan
ginjal (,uhyanudin! #$$>.
>. *enatalaksanaan
*enatalaksanaan pada hipertensi terbagi menjadi # yaitu penatalaksanaan
farmakologi dan non farmakologi 8
a. *enatalaksanaan farmakologi
*emilihan obat pada penderita hipertensi tergantung pada derajat
meningkatnya tekanan darah dan keberadaan compelling indication)
Terdapat enam compelling indication yang diidentifikasikan yaitu gagal
jantung! paska infark miokardial! resiko tinggi penyakit koroner!
diabetes mellitus! gagal ginjal kronik! dan pencegahan serangan stroke
berulang. *ilihan obat tanpa compelling indication pada hipertensi
ringan (tahap I adalah diuretic thia"ide umumnya dapat
dipertimbangkan inhibitor -<+! -,A! G bloker! <<A1kombinasi.
Sedangkan pada hipertensi sedang (tahap II biasanya kombinasi # obat
yaitu diuretik thia"ide dengan inhibitor -<+ atau -,A! atau G bloker.
Diuretik dipilih untuk menangani efek peningkatan 4olume dan natrium
karena menurunnya fungsi ginjal sehingga menyebabkan cairan dan
natrium terakumulasi yang dapat mempengaruhi tekanan darah arteri.
Diuretik berguna untuk menurunkan tekanan darah dengan cara
mendeplesi (mengosongkan natrium tubuh dan menurunkan 4olume
darah (Kat"ung! #$$1. Sediaan diuretik yang beredar antara lain
#$
#$
Bendroflua*id, +urosemid, Torasemid, %anitol, dan Bumetanid
(Sukandar! -ndrajati! Sigit! -dnyana! Setiadi! ? Kusnandar! #$$/.
&ngiotensin,converting en*yme (-<+ membantu produksi angiotensin
II yang berperan penting dalam regulasi tekanan darah arteri. Inhibitor
-<+ mencegah perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II
(4asokonstriktor potensial dan stimulus sekresi aldosteron. Inhibitor
-<+ ini juga mencegah degradasi bradikinin dan menstimulasi sintesis
senyawa 4asodilator lainnya termasuk prostaglandin +
#
dan
prostasiklin. Sediaan inhibitor -<+ yang beredar antara lain Captopril,
Bena*epril, Delapril, +osinopril, dan erindopril (Sukandar! -ndrajati!
Sigit! -dnyana! Setiadi! ? Kusnandar! #$$/.
-,A ( penghambat reseptor angiotensin II menahan langsung reseptor
angiotensin tipe I (-T
1
! reseptor yang memperantai efek angiotensin II
(4asokontriksi! pelepasan aldosteron! akti4asi simpatetik! pelepasan
hormon antidiuretik! dan konstriksi arteriol eferen glomerulus. Tidak
seperti inhibitor -<+! -,A tidak mencegah pemecahan bradikinin.
Aanyak konsekuensi negatif karena beberapa efek inhibitor -<+ dapat
menyebabkan meningkatnya le4el bradikinin. Sediaan penghambat
reseptor angiotensin II (-,A yaitu #osartan dan -alsartan.
=ipotensi G bloker dapat melibatkan menurunnya curah jantung melalui
kronotropik negatif dan inotropik jantung dan inhibisi pelepasan renin
dari ginjal. *enghambat saluran kalsium (<<A menyebabkan relaksasi
jantung dan otot polos dengna menghambat saluran kalsium yang
sensitif terhadap tegangan (voltage sensitive! sehingga mengurangi
masuknya kalsium ekstraseluler ke dalam sel. ,elaksasi otot polos
4askuler menyebabkan 4asodilatasi dan berhubungan dengan reduksi
#1
#1
tekanan darah. -ntagonis kanal kalsium dihidropiridini dapat
menyebabkan akti4asi refleks simpatetik dan semua golongan ini
(kecuali amilodipilin memberikan efek inotropik negatif. =ipertensi
pada orang tua (H2$ tahun obat pilihan pertama yang diberikan adalah
G bloker jika dengan angina dan inhibitor -<+ jika dengan diabetes
atau gagal jantung (Sukandar! -ndrajati! Sigit! -dnyana! Setiadi! ?
Kusnandar! #$$/.
b. *enatalaksanaan non farmakologi
*enatalaksanaan nonfarmakologi yaitu modifikasi gaya hidup dan
terapi. 0)< memberikan alur penanganan pada pasien hipertensi yang
paling utama adalah memodifikasi gaya hidup! jika respon tidak
adekuat maka dapat diberikan pilihan obat dengan efektifitas tertinggi
dengan efek samping terkecil dan penerimaan serta kepatuhan pasien
(Smelt"er ? Aare! #$$#. (odifikasi gaya hidup dalam hal ini termasuk
penurunan berat badan jika kelebihan berat badan (obesitas!
melakukan diet makanan! mengurangi asupan natrium! mengurangi
konsumsi alkohol! menghentikan kebiasaan merokok! dan melakukan
akti4itas fisik seperti senam atau olahraga (Sukandar! -ndrajati! Sigit!
-dnyana! Setiadi! ? Kusnandar! #$$/.
1 (engurangi berat badan dan diit natrium
*engurangan berat badan telah terbukti menormalkan tekanan
darah sampai dengan >25 pada pasien kelebihan berat badan
dengan hipertensi ringan hingga sedang (Kat"ung! #$$1.
*enelitian ,eisin (1/>. menunjukkan bahwa dari .1 pasien
hipertensi dengan kegemukan yang menjalani diet rendah kalori
selama % bulan mengalami penurunan tekanan darah rata&rata #$ &
#3 mm=g. *embatasan asupan natrium merupakan pengobatan
##
##
efektif bagi banyak pasien hipertensi ringan. *embatasan natrium
dapat dilakukan dengan tidak memberi garam pada makanan
selama atau sesudah masak dan dengan menghindari makanan
yang diawetkan dengan natrium yang besar. Aukti bahwa diet yang
kaya buah dan sayuran dan dengan produk sedikit lemak juga
efektif dalam menurunkan tekanan darah! hal ini diduga berkaitan
dengan tinggi kalium dan kalisum pada diet tersebut (-ppel et. al.!
1//> dalam Kat"ung! #$$1. Selain diet tersebut! menghindari
natrium dalam makanan olahan dan siap saji dapat menurunkan
tekanan darah. > pria hipertensi dengan kegemukan yang menjalani
program diet tersebut serta dilatih gerak badan mengalami
penurunan tekanan darah rata&rata 17!71/!> mm=g.
# -ktifitas fisik
-kti4itas fisik juga sangat berperan dalam menurunkan tekanan
darah. -kti4itas fisik (olahraga dapat memperbaiki profil lemak
darah! yaitu menurunkan kadar total kolesterol! :D: dan
trigliserida. Aahkan yang lebih penting! olahraga dapat
memperbaiki =D:. Takaran olahraga yang tepat dapat
menurunkan hipertensi! obesitas! serta diabetes mellitus. =asil
penelitian dengan olahraga saja sama efektifnya dengan kombinasi
antara olahraga dan obat (Soeharto! #$$%.
7 *embatasan konsumsi alkohol dan merokok
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kematian
kardio4askular. Tujuh penelitian kematian pecandu alkohol
menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah besar diikuti
dengan peningkatan kematian penyakit jantung koroner. *enelitian
pada lebih dari >$$ pria yang diotopsi dengan usia 7$&3/ tahun!
#7
#7
terdapat aterosklerosis koroner yang luas diantara sampel yang
mengkonsumsi alkohol dalam 13 hari atau lebih setiap bulannya
daripada peminum sedang atau bukan peminum.
Kebiasaan merokok juga harus dikurangi bahkan dihindari! karena
keadaan jantung dan paru&paru mereka yang merokok tidak akan
dapat bekerja secara efisien. -sap rokok mengandung nikotin yang
memacu pengeluaran "at&"at seperti adrenalin yang dapat
merangsang denyutan jantung dan tekanan darah. Selain itu! asap
rokok mengandung karbon monoksida (<' yang memiliki
kemampuan jauh lebih kuat daripada sel darah merah
(hemoglobin untuk menarik atau menyerap oksigen! sehingga
menurunkan kapasitas darah merah untuk membawa oksigen ke
jaringan&jaringan termasuk jantung. (erokok terus&menerus dalam
jangka panjang berpeluang besar untuk menimbulkan
penyumbatan arteri dileher. *enelitian +ramingham Heart .tudy
menemukan bahwa merokok menurunkan kadar kolesterol baik
(=D:. *enelitian lain menunjukkan mereka yang merokok #$
batang atau lebih per hari mengalami penurunan =D: sekitar 115
untuk laki&laki dan 1%5 untuk perempuan dibandingkan mereka
yang tidak merokok (Soeharto! #$$%.
#%
#%
-lgoritme pengobatan hipertensi oleh 0)< dapat dilihat dalam skema #.1.
(odifikasi gaya hidup 8
*enurunan berat badan!
pengurangan asupan alcohol!
aktifitas fisik teratur! pengurangan
masukan natrium! penghentian
,espons tidak adekuat
:anjutkan modifikasi gaya hidup.
*emilihan farmakologi awal 8 Diuretic atau penyekat / le0ih disukai karena
ter0ukti menurunkan mor0iditas dan mortalitas)
&CE inhi0itor, kalsium antagonis, reseptor penyekat 1, dan penyekat 1,/
0elum pernah diu2i maupun di0uktikan menurunkan mor0iditas dan
mortalitas)
,espons tidak adekuat
)aikkan
dosis obat
atau 9anti dengan
obat lain
atau Tambahkan bahan
kedua dari jenis
yang berbeda
,espons tidak adekuat
Tambahkan bahan kedua atau ketiga
dan 1atau diuretika bila belum diresepkan
Skema 2.1
Al!ritme Penan!anan Hipertensi &Smelt'er ( Bare) 2**2+
.. Komplikasi
=ipertensi merupakan faktor resiko utama terjadinya penyakit jantung!
gagal jantung kongestif! stroke! gangguan penglihatan dan penyakit ginjal.
Komplikasi yang terjadi pada hipertensi ringan dan sedang yaitu pada mata!
ginjal! jantung dan otak. Komplikasi pada mata berupa perdarahan retina!
gangguan penglihatan sampai dengan kebutaan. 9agal jantung merupakan
kelainan yang sering ditemukan pada hipertensi berat selain kelainan
koroner dan miokard. Komplikasi pada otak sering terjadi perdarahan yang
disebabkan oleh pecahnya mikroaneurisma yang dapat mengakibatkan
kematian. Kelainan lain yang dapat terjadi adalah proses tromboemboli dan
serangan iskemia otak sementara (Trasient $schemic &ttack 3 T$&. 9agal
ginjal sering dijumpai sebagai komplikasi hipertensi yang lama dan pada
proses akut seperti pada hipertensi maligna.
,. Pen!ar#h Senam Terhadap Per#bahan Tekanan -arah
Aerdasarkan teori yang telah dijelaskan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa
dengan latihan olahraga secara teratur dapat meningkatkan fungsi tubuh terutama
fungsi jantung. 0antung yang merupakan salah satu organ 4ital tubuh sudah
seharusnya dijaga kesehatannya. Kerusakan pada jantung akan mempengaruhi semua
sistem tubuh. Sebagai contoh penyakit hipertensi! berawal dari hipertensi jika tidak
tertangani secara baik akan berakibat fatal salah satunya dapat menyebabkan penyakit
stroke yang dapat berakhir dengan kematian. Salah satu cara untuk menjaga
kesehatan jantung adalah dengan olahraga yang teratur. 'lahraga ringan yang mudah
dilakukan adalah senam. Senam memiliki banyak manfaat diantaranya adalah
melancarkan peredaran darah dan meningkatkan jumlah 4olume darah. Sehingga
dengan melakukan senam secara teratur dapat meminimalkan terjadinya penyakit
jantung terutama hipertensi.
-. Keran!ka Teri
=ipertensi
Penatalaksanaan
6armakologi 8
'bat&obatan (kimia dan herbal
Penatalaksanaan
)on 6armakologi 8
Aktifitas fisik &senam+!
*erubahan
Tekanan Darah
Penatalaksanaan
)on 6armakologi 8
menurunkan berat badan! mengurangi
asupan natrium! mengurangi konsumsi
alkohol! dan menghentikan kebiasaan
merokok.
6aktor lain 8
Stress
Skema 2.1
Keran!ka teri
&S#kandar) Andra.ati) Si!it) Adn/ana) Setiadi) ( K#snandar) 2**0+ dan
&Smelt'er ( Bare) 2**2+
1. Keran!ka Knsep
Fariabel independent
Senam lansia
Fariabel dependent
*erubahan tekanan darah
Skema 2.2
Keran!ka knsep
2. 3ariable Penelitian
Fariabel dalam penelitian ini adalah 4ariabel independen (4ariabel bebas adalah
senam lansia dan 4ariabel dependen (4ariabel terikat adalah perubahan tekanan
darah.
4. Hiptesis
=ipotesis yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh senam
lansia terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di posyandu
lansia kelurahan Tandang Semarang.