Anda di halaman 1dari 4

ARUS EKMAN

Akibat pemanasan yang berbeda (tidak merata) dari bagian muka bumi, maka udara di atas bumi mengalami tekanan yang berbeda-beda pula, akibatnya terbentuk gradien tekanan horisontal. Hal ini menyebabkan angin bergerak dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Apabila angin ini berhembus di atas laut maka massa air laut di bagian permukaan bumi akan ikut terseret sehingga terbentuklah arus laut.

Arus laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang.

Faktor-faktor yang berperan dalam pembentukan arus laut juga dapat dikelompokkan

menjadi faktor primer dan sekunder yaitu :

  • a. Primer meliputi : stress angin, ekspansi termal, perbedaan densitas, faktor ini lebih berperan dalam menggerakkan dan menentukan kecepatan arus.

  • b. Sekunder meliputi : gayacoriolis, gravitasi, gesekan, dimana lebih berperan dalam arah gerakan dan kondisi aliran arus.

Arus Ekman

Arus yang timbul akibat kesetimbangan antara gaya Coriolis dan gaya gesekan

disebut Arus Ekman. Ada 2 hal penting yang diperoleh dari model Ekman :

  • 1. Arus permukaan arahnya tidak sama dengan arah angin permukaan tetapi disimpangkan 450 ke arah kanan (BBU) atau kiri (BBS) arah angin.

  • 2. Angin yang berhembus di atas permukaan laut menimbulkan transpor massa yang arahnya tegak lurus kekanan arah angin di BBU dan kekiri arah angin di BBS.

Transport Ekman adalah transport bersih massa/volume air oleh pengaruh

gerakan angin. Transport ekman adalah transport netto yang timbul dari distribusi kecepatan dalam arah vertikal (dari permukaan sampai kedalaman Ekman) arahnya tegak lurus arah angin, yaitu ke sebelah kanan di BBU dan ke sebelah kiri di BBS. Transpor Ekman dapat digunakan untuk menerangkan fenomena upwelling dan downwelling di daerah pantai maupun di lepas pantai. Upwelling dan downwelling ini berhubungan dengan daerah divergensi dan daerah konvergensi yang terbentuk oleh transport Ekman.

ARUS EKMAN Akibat pemanasan yang berbeda (tidak merata) dari bagian muka bumi, maka udara di atas
  • a. Upwelling (Bila angin bertiup ke arah utara) Angin yang bertiup ke arah utara akan menimbulkan transport Ekman yang arahnya tegak lurus terhadap arah angin (ke sebelah kiri), sehingga terbentuk transport massa air di lapisan permukaan yang arahnya menjauhi pantai. Transport ini akan menyebabkan kekuarangan massa air di lapisan permukaan di dekat pantai. Kekuarangan ini diisi oleh massa air dari lapisan dalam ke permukaan (upwelling).

  • b. Downwelling (Bila angin bertiup ke arah selatan) Angin yang bertiup ke arah selatan ini menimbulkan transport Ekman yang arahnya tegak lurus terhadap arah angin (ke sebelah kiri), sehingga terbentuk transport massa air di lapisan permukaan yang arahnya menuju pantai. Transport ini akan terhalang oleh pantai. Penumpukan ini tidak dapat berlangsung terus menerus sehingga massa air akan didorong ke arah lapisan dalam (downwelling / sinking).

b. Downwelling (Bila angin bertiup ke arah selatan) Angin yang bertiup ke arah selatan ini menimbulkan
  • 1. Upwelling dan Downwelling di Perairan Pantai Transpor Ekman berperan dalam pembentukan upwelling dan downwelling di

perairan pantai. Dibelahan bumi utara (BBU) transpor Ekman arahnya tegak lurus kekanan

arah angin. Bila pantai berada disebelah kanan arah angin, transpor

Ekman

mengarah

ke

pantai dan terjadi penumpukan massa (konvergensi) di pantai yang menyebabkan turunnya massa air permukaan kelapisan dalam atau disebut downwelling. Sebaliknya bila pantai berada disebelah iri arah angin, transpor Ekman mengakibatkan terjadinya gerakan massa air menjauhi pantai. Akibatnya terjadi kekosongan massa (divergensi) di daerah pantai, kekosongan massa ini akan di isi oleh massa air dari lapisan dalam yang bergerak ke permukaan yang disebut upwelling.

  • 2. Upwelling dan Downwelling di Lepas Pantai.

Angin siklon di BBU mengakibatkan timbulnya upwelling sementara angin anti siklon di BBU mengakibatkan downwelling. Upwelling yang terjadi akibat angin siklon

berperan dalam mengangkat lapisan thermoklin, sebaliknya downwelling akaibat angin antisiklon menekan lapisan thermoklin. Gerakan massa air kepermukaan (upwelling) ini disebut juga Ekman pumping.

Spiral Ekman adalah pola gerakan spiral yang menggambarkan perubahan arah gerakan massa air dan perubahan kecepatan terhadap kedalaman. Ekman spiral merujuk ke struktur arus atau angin di dekat garis batas horisontal yang arah alirannya berputar dan bergerak menjauh. Istilah Ekman Spiral ini berasal dari seorang ilmuwan kelautan Swedia yang bernama Vagn Walfrid Ekman.

b. Downwelling (Bila angin bertiup ke arah selatan) Angin yang bertiup ke arah selatan ini menimbulkan

Efek dari Ekman Spiral ini adalah akibat efek Coriolis yang menyebabkan benda dipaksa bergerak ke kanan pada belahan bumi utara dan ke arah kiri pada belahan bumi selatan. Dengan demikian ketika angin berhembus pada permukaan laut di belahan bumi utara, arus permukaan bergerak kearah kanan dari arah angin.

Efek dari Ekman Spiral ini adalah akibat efek Coriolis yang menyebabkan benda dipaksa bergerak ke kanan

DAFTAR PUSTAKA

Agus Supangat dan Susanna. 2010. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Gross, M. 1990. Oceanography sixth edition. New Jersey : Prentice-Hall.Inc.

Pond, S dan G.L Pickard. 1983. Introductory dynamical Oceanography. Second edition. Pergamon Press. New York.Ekman Spiral