Anda di halaman 1dari 5

TONSILEKTOMI

Menurut rekomendasi AAO-HNS (American Academy of Otolaryngology-Head and Neck


Surgery) indikasi klinik pengangkatan amandel/tonsil dengan atau tanpa adenoid adalah :
1. Pasien dengan serangan tonsilitis kali atau le!ih dalam satu tahun "ang tidak
mendapat man#aat dengan pengo!atan medikamentosa "ang adekuat.
$. Pem!esaran tonsil "ang mengaki!atkan maloklusi gigi-geligi atau adan"a e#ek
samping gangguan pertum!uhan mulut/%a&ah (oro#a'ial gro%th) "ang terdokumentasi
oleh doker gigi.
. Pem!esaran tonsil "ang mengaki!atkan sum!atan &alan na#as atas seperti ngorok(
!i'ara sengau( gangguan/kesulitan menelan( henti na#as saat tidur (sleep apnea
s"ndrom)( atau komplikasi pen"akit kardiopulmonal (endokarditis !akterialis ds!).
). A!ses peritonsil "ang tidak dapat disem!uhkan dengan pengo!atan medikamentosa.
*. +au mulut atau na#as menetap aki!at tonsilitis kronik "ang tidak responsi,e dengan
pengo!atan.
-. .onsilitis kronik "ang diasosiasikan dengan in#eksi kuman streptokokus "ang tidak
responsi,e dengan pengo!atan anti!iotik.
/. Pem!engkakan tonsil satu sisi "ang di'urigai keganasan.
0. Otitis media akut atau otitis media supurati,e kronik !erulang "ang diaki!atkan oleh
tonsilitis.
1engan demikian( apa!ila keluhan amandel anda seperti diatas dan memenuhi indikasi klinis
untuk di angkat/operasi maka "ang ter!aik adalah demikian.
http://thtkl.%ordpress.'om/$220/12/2$/perlukah-amandeltonsil-di-angkatoperasi/
Anestesi
Anestesi umum dilakukan terhadap semua anak-anak dan pada pasien de%asa "ang gelisah
dan tidak kooperati#. Pada pasien de%asa "ang kooperati# 'ukup dengan anestesi lokal. Pada
saat pra!edah dari kedua anestesi terse!ut( pasien di!eri !ar!iturat dan atropin atau o!at
se&enis. O!at anestesi lokal (misaln"a lidokain 13 dengan epine#rin 1:$22.222) disuntikkan
di !e!erapa tempat( untuk setiap tonsil di!erikan *-/ ml. 4e!ih enak lagi !agi pasien !ila
se!elumn"a di!erikan semprotan tetrakain 13 pada daerah tonsil.
Salah satu lokasi pen"untikan o!at anestesi di sekitar tonsil. Suntikan dimasukkan diantara
tonsil dan pilar( tidak melalui pilar ataupun ke dalam tonsil.
Teknik diseksi-jerat
5ika digunakan anestesi umum( pasien harus dalam posisi supinasi dengan kepala ekstensi
(posisi 6ose). Pada penggunaan anestesi lokal( diperlukan posisi setengah duduk dengan
kepala tegak. .onsil dipegang dengan 'unam ,ulselum( satu !ilah dipasang pada kutu! atas
"ang lainn"a dikutu! !a%ah. 7nsisi dimulai dari kutu! atas dan diteruskan kedepan dan
!elakang diantara pilar tonsil. .u&uann"a untuk mem!entuk huru# 89: ter!alik di!agian
setangah atas tonsil( hal ini terutama untuk melindungi pilar posterior tonsil. 7nsisi han"a
dilakukan pada mukosa. 5ika &aringan tonsil terkena maka akan tim!ul kesulitan dalam
menemukan !idang diseksi.
.onsil akan terangkat dari tempatn"a oleh traksi 'unam ,ulselum dengan 'ara "ang dapat
merenggangkan insisi mukosa anterior. Melalui insisi terse!ut( dimasukkan gunnting
!engkok Met;en!aum atau alat diseksi lainn"a untuk memisahkan kapsul tonsil dari
dasarn"a. +iasan"a pilar anterior dipisahkan terle!ih dahulu !aru kemudian kutu! atas. Pada
%aktu kutu! atas ini telah terlihat( 'unam ,ulselum dipakai kem!ali untuk memegang kutu!
atas. Pilar posterior dapat terlihat dengan mengangkat kutu! atas dan !agian terse!ut
di!e!askan dari tonsil. 5ari &uga dapat dipakai se!agai alat diseksi.
5ika diseksi telah dilakukan sampai han"a tinggal kutu! !a%ah "ang tetap melekat( maka
&erat dapat dengan mudah dilakukan. <unam dimasukkan mele%ati gelang ka%at dan tonsil
dipegang kem!aliian. =emudian &erat mele%ati !agian tonsil "ang !e!as( selan&utn"a
diken'angkan untuk memotong kutu! !a%ah rata dengan lidah. 5ika masih ada sisa tonsil
pada plika triangularis( harus dipegang dengan 'unam dan dikeluarkan dengan &erat atau
gunting. Perdarahan dapat di&ahit dengan !enang ('atgut 222)( diikat( atau dengan
elektrodesikasi. Seringkali le!ih enak dengan menggunakan pengikatan dengan simpul hidup
mele%ati hemostat "ang memegang titik perdarahan dan mengikatn"a tepat di u&ung alat.
>am!ar pemasangan &erat pada tonsil setelah pilar
di!e!askan. 5erat diken'angkansehingga memutuskan
sisa perlekatan.
Tonsilektomi dengan Sluder Guillotine
.eknik "ang menghemat %aktu ini dipakai untuk mengangkat tonsil dengan adenoid tetapi
sekarang sudah &arang dipakai. 7ntin"a adalah menggunakan spatula !erlu!ang dan tonsil
didorong masuk kedalamn"a dengan &arii. Pisau pemotong "ang terletak didalam spatula(
didekatkan untuk memotong tonsil seolah-olah seperti 8guillotine:.
Sluder >uillotine pada posisi pengangkatan tonsil
Komplikasi Tonsilektomi
Mortalitas
Pratt melaporkan !ah%a mortalitas dari tonsilektomi dan adenoidektomi( &ika dilakukan oleh
ahli !edah dan anestesiolog "ang !erpengalaman adalah 2(22-3. Pen"e!a! kematian sama
!an"ak dia antara anestesi( henti &antung dan perdarahan.
Perdarahan
Perdarahan "ang ke'il maupun !esar( merupakan komplikasi "ang paling umum. Pen'egahan
"ang ter!aik adalah memastikan !ah%a pasien !e!as dari komplikasi pernapasan dan
ke'enderungan perdarahan pada %aktu operasi. 5ika tim!ul perdarahan( !iasan"a diantara $-)
&am setelah operasi. 5uga terdapat peningkatan insiden kira-kira pada hari *-/ pas'a operasi(
mungkin karena mengendurn"a ikatan. 9ntuk mengontrol perdarahan pas'a operasi sangat
diperlukan penerangan "ang !aik( !erarti diperlukan lampu kepala atau 'ermin( dan !ukan
lampu senter. Perlu &uga alat penghisap "ang !aik melalui kanula metal. =euntungann"a
adalah perdarahan dapat ditemukan dengan mudah dan dikontrol oleh elektrodesikasi( kauter
atau oleh !e!erapa metode dengan menggunakan penekanan. ?ang paling mudah adalah
penekanan dengan spons pada daerah penekanan. 5ika gagal( ahli !edah akan segera
mem!erikan suntukan 'airan "ang terdiri dari 1:122.222 epine#rin se!an"ak *-/ ml pada
daerah sekitar perdarahan.@dem lokal "ang ter&adi akan men"e!a!kan penekanan pada
daerah perdarahan selama !e!erapa &am dan epine#rin akan men"e!a!kan ,asokonstriksi.
.erakhir &ika 'ara terse!ut gagal( titik perdarahan dapat di&epit dengan menggunakan
hemostat kemudian dilakukan ligasi atau &ahitan seprti !iasa.
A!ses Paru
Merupakan kmplikasi dari tonsilektomi "ang &arang ter&adi( sedangkan pneumonitis le!ih
sering. =eduan"a dise!a!kan oleh aspirasi darah dan de!ris atau in#eksi "ang sudah ada
se!elumn"a dan !ermani#estasi pas'a operasi.Operasi dalam posisi 6ose memungkinkan
darah terkumpul dalam naso#aring sehingga dapat men'egah aspirasi. Operasi dengan
anestesi lokal le!ih aman karena pasien dapat menahan aspirasi dengan re#leks !atuk. Suatu
keadaan "ang &arang "aitu !akteri akan ter!a%a ke dalam &aringan leher "ang le!ih dalam
oleh &arum anestesi/&arum &ahit. 1engan 'ara ini akan ter&adi in#eksi rongga #aringomaksilar.