Anda di halaman 1dari 4

Akhir sebuah penantian, Awal perjalanan baru

[Beasiswa LPDP]
21 August 2013 at 14:22
Akhir sebuah penantian, Awalperjalanan baru [Beasiswa LPDP]

DUA BELAS..! Mungkin ini angka spesial buat gw. Yup, setalah 12 kali apply beasiswa
sekolah ke luar negeri selama hampir 3 tahun belakangan ini, tanpa ada satupun yang nyantol,
akhirnya kesempatan ini datang juga, melalui beasiswa LPDP-Kemenkeu. Kalau ditarik
kebelakang, hampir 5 tahun lalu (durasi gw kerja di BPPT), sekolah lagi sama sekali ga
kebayang di otak, wong bahasa inggris n IPEKAH gw pas-pas an J. Jangan kan S2 yang 2 taun,
buat ngelanjutin program profesi apoteker yang 1 taun aja waktu lulus dr ITB rasanya ogah
banget. Mungkin klo gw ga jadi PNS dilembaga riset ini (BPPT) anggapan itu msh bertahan di
otak gw J .

Oke cukup kyaknya mukadimah nya, sekarang langsung ke intiyg mau gw share di notes ini,
yakni tentang proses seleksi beasiswa LPDP. Ohiya, notes ini merupakan note ke 2 gw tentang
pengalaman berproses panjang menjadi scholarship hunter, setelah sebelumnya gw bikin notes
tentang head tohead IELTS n TOEFL-IBT. Mungkin kedepannya gw bakal bikin lanjutannya,
walaupunsecara alur waktu ga berurutan, kyak notes ini J.

Oke lets we start. Tahun 2013ini juga bisa dibilang tahun yg berkah bgt buat gw, setelah tahun
2012 lalu gwdapet kesempatan beasiswa pelatihan IELTS di Denpasar, Bali selama 3 bulan dr
Kemenristek. Kesempatan ini membuat gw cukup pede buat apply beasiswa lua rnegeri,
pembuktiannya ya di tahun 2013 ini. Di awal tahun 2013, setidaknya ada 3 beasiswa luar negeri
yang rencana nya akan gw apply dalam waktu dekat: beasiswa Riset Pro dari Kemenristek,
Monbusho Kedutaan besar Jepang (Mext G2G),dan beasiswa LPDP. Sesuai urutannya, satu
persatu beasiswa diatas gw apply.Knapa tahun 2013 ini gw bilang tahun yang berkah buat gw
selain karena faktor kesiapan bhs inggris gw setelah ikut pelatihan thn 2012 adalah krn ke-tiga
aplikasi beasiswa yg sy apply diatas membawa sy hingga ke final step, yakni proses wawancara.
Hal yg belum pernah sy dapatkan sebelumnya. Alhasil, gw harusintensif istikharah buat nentuin
keputusan, dan LPDP lah jawaban dari Nya.

Berbicara tentang LPDP,yg diinisiasi oleh salah satu lembaga dibwah Kemenkeu RI, mungkin
nama ini kurang familiar bagi scholarship hunter. Yup beasiswa ini emang baru taun pertamanya.
Ketika dapet info ini gw ga terlalu tertarik untuk apply, karena pikiran gw langsung terbayang
dengan beasiswa SPIRIT yang dikelola oleh BAPENAS buat sekolah di luar negeri, tapi
beasiswa ini terbuka hanya untuk PNS dr dept/lembaga tertentu, bukan dr lembaga riset. Tapi
setelah gw liat ternyata beasiswa ini bebas untuk umum, tanpa memandang status pekerjaan,
PNS/non PNS,expert/fresh grad, swasta/wiraswasta, dll. Mungkin yg ada adlh kualifikasi batas
atas umur, dan kemampuan Bhs Inggris. Buat detailnya bisa dibuka web nya --> donlot buku
panduannya --> BACA dengan teliti --> buat akun pendaftaran.Mungkin ini step awal yg perlu
dilakukan.

Oke gw bakal cerita singkat tentang pengalaman yg gw alami saat apply beasiswa ini. Setelah
melakukan step 2diatas, gw mulai dengan tahap aplikasi online (administrasi). Di tahap
adsministrasi ini kita diwajibkan membuat akun, lalu mengisi form nya secara online. Format
CV/riwayat hidup yang harus kita isi bisa dilihat di buku panduan tapi untuk mengisi tetap harus
online. Bila kita tidak bisa menyelesaikan proses input data di CV ini secara online dalam satu
tahap, tenang aja, data bisa di save, lalu next time kita bisa login lagi untuk mulai input sisa yg
blm kita isi. Diawal, untuk aplikasi beaiswa S2/S3 luar negeri, mereka punya lis tdaftar Negara n
univ yg bisa dipilih. Kita diminta untuk milih salah satunya.Ada beberapa kasus dimana univ
tujuan ga ada di list, trus mereka coba diskusikan hal ini ke pansel LPDP, setelah mreka
dinyatakan lolos danmendapatkan beasiswa ini. Masalah LOA, tdk mengapa klo kita tidak punya
LOA druniv luar, itu hanya optional, hanya saja bila kita punya LOA walaupun conditional LOA
apalagi conditional LOA, akan menambah nilai jual. gw sendiri upload conditional LOA dr Tokyo
univ yg sy dpt waktu applybeasiswa taun lalu. Walupun di akhir proses setelah pengumuman gw
harus pindah kampus ke Tokyo Institute of technology (rencananya) karena ada sdikit mslh
disini.

Ga cuma input data, kita juga diminta mengupload dokumen2 pendukung kyak ijazah, toefl, surat
rekomendasi,surat izin studi dr atasan, proposal riset/rencana studi, Letter of Acceptancedr univ
di luar (jika sudah ada), dll. Jadi sama sekali ga ada dokumen hard copy yg harus dikirim ke
kantor LPDP saat step ini. Satu lagi, setelah aplot2 dokumen selesai, kita diminta nulis essay
tentang beberapa topic, yakni rencana studi (ga jauh beda dengan isi dr rencana studi yg kita
upload di dokumen sblumnya), peran ku untuk Indonesia, dan arti kesuksesan. ketiga essay tsb
ada batas maksimal karakternya. Bisa langsung diisi di halaman akun kita, atau copy paste dr
file word yg udah kita buat sebelumnya, trus tinggal dirapihin deh.Selesai sudah fase
administrasi, tapi jangan lupa, klik tombol SUBMIT untukmengkonfirmasi bahwa berkas adm kita
sudah final (tdk bisa diedit lg) dan bisa diriview oleh panitia apakah layak dipanggil tahap
wawancara atau tidak.

Ga lama setelah klik tombol submit (2 mingguan), gw dpet notifikasi email bahwa gw lolos ke
tahap wawancara di jkt. Tanggal n tempat detailnya blm ada sih, tp ga nyampe 2 minggu
kmudian keluar undangan panggilan wawancara resmi nya. Ditahap ini, kita dimintamembawa
hard copy dr semua dokumen yg kita upload, dari mulai ijzah/transkripakademik, Toefl/ielts, surat
rekomendasi, srt izin studi, dll lah pokoknya. Ohiya, jgn lupa print out aplikasi kita (CV) dr akun
yg telah kita buat jugabaiknya dibawa. Akhirnya the Day datang juga. Telah mengikuti seleksi
wawancara di 2 beasiswa sebelumnya membuat gw makin PD menghadapi wawancaraini. PD
dalam artian gw ga begitu grogi kyak pengalaman wawancara gw yg pertamadi awal thn 2013
(beasiswa Riset Pro-Kemenristek dan Monbusho). Gw cukup well prepare lah,krn secara bahan
persiapan udah lumayan, tinggal mengulang aja prediksi2 pertanyaanyg mungkin akan keluar
dan memantapkan jawabannya, terutama tentang riset gw,urgensinya, apa yg akan gw lakukan
stelah studi, dll. Oh iya, waktu gw kpanggil wawancara monbusho, gw cukup kebantu dengan
review/share beberapa blog ygpernah ikut seleksi beasiswa ini sampai tahap
wawancara. Disana banyak di share tentang kondisi tekniswawancara hingga daftar pertanyaan
nya sekalipun ada. dan Anda tau, 99,999%pertanyaannya sama plek dengan draft pertanyaan
yg telah sy kumpulkan drbeberapa blog yg say abaca. hanya satu pertanyaan dr interviewer
Indonesia ygextend hingga ke teknis riset gw, yakni sampai mekanisme apoptosis sel kanker J.
Ini juga yg gw lakukan saat prepare wawancara LPDP. Dan ternyata ada hal unik yg gw temui
disini, berbeda dengan pengalaman wawancara gw sebelumnya, yakni adanya seorang psikolog
untuk lebih menggali info kepribadian gw. Selain dapet info dariinternet (just using keywords
wawancara LPDP) kbetulan di lab ada temen ygbaru saja kpanggil wawancara hanya di batch
4 LPDP, sedangkan gw masuk ke batch 5. Info berberda lainnya adalah terkait suasana
interview itu sendiri dan contoh pertanyaan yg extraordinary mnurut gw J. Yup, di blog tsb gw
kaget klo memang suasana nya memang bergama bgt, ada yg interviewernya baik dan ketawa-
ketawa selama interview, ada yg ampenangis-nangis karena agitasi-agitasi selama wawancara.
Yg punya blog bilang klo selama diinterview dia merasa dipertanyakan tentang kepribadian dan
urgensinya sekolah lagi. Dari sini gw berpikir harus prepare lagi terutama nyiapin mental.J
Pertanyaan selanjutnyayg beda adalah tentang pertanyaan2 terkait nasionalisme, permaslahan
internalbangsa, dll. hal ini memaksa gw untuk buka2 web nya kemenkeu, minimal tau lahsiapa
menkeu sekarang J

Dari hasil searching tsb,ternyata memang benar adanya apa yg disampaikan di blog2 yg terkait
interview LPDP. Ketika hari H, sebelum dipanggil wawancara, ada briefing singkat tentangapa itu
LPDP, gmana proses selaksi secara garis besar, visi-misi, dll drperwakilan LPDP. Hal penting yg
disampaikan adalah gimana mekanisme penilaian apakah kita layak dapet beasiswa ini atau
tidak setelah hasil wawancara. Mereka bilang klo mereka memakai standar nilai, dalam arti hasil
wawanccara kita akan dikuaintifikasi dengan formula yg LPDP punya. Klo nilai tsb melewati
batas minimal yg mereka set, brarti kita lolos. Artinya, disini ga ada persaingan langsung antar
aplikan, mengingat kuota yg diberikan sangat banyak (denger21500 orang buat total beasiswa
S2/S3 dan beasiswa dana riset tesis/disertasi) dan proses seleksinya yang ber-batch-batch, tdk
serentak. Beda dengan beasiswa2 yg pernah sy ikuti sblumnya.

Stelah briefing kita dipanggil satu persatu untuk verifikasi berkas. Panitia meminta kita
menunjukan semua berkas yg kita bawa, sesuai chek list yg panitia berikan ke calon peserta
wawancara. Setelah oke, kita diminta menunggu ke meja wawancara. Di dalem ruangauditorium
tsb ada banyak meja, dan kita telah diarahkan menuju meja tertentu sesuai dengan keahlian
interviewer (professor dan dosen univ) dan bidang minat kita.

Sampailah di giliran gw,dibelakang meja telah menunggu 3 orang interviewer, yg ternyata 1
orang psikolog, dan 2 orang akademisi. Kesemua nya bapak-bapak. Baru satu menit duduk
ditanya nama n asal kampus n tempat kerja, gw diminta nyanyi padamu negeri dan salah satu
lagu kampus, mars/hymne, boleh himpunan atau ITB. Test mentaldimulaiJlebbbbbb, lagu
padamu negeri dengan versi kebalik-balik (mengabdi,berbakti, berjanji) pun dengan lantang dan
penuh penghayatan gw nyayiniin disalah satu auditorium dhanapala yg luas itu. Setelah itu gw
milih lagumentari lagu paling berkesan selama menjadi mhsiswa ITB, tapi sayang, mrekaminta
lagu laen. Untungnya gw msh hapal lagu hyme HMF Ars Praeparandi, lancer jaya lah. Feeling
gw sih salah satu interviwernya alumni farmasi ITB juga, atau minimal alumni ITB lah. Dia ngerti
bgt tentang riset Drug lelivery system yg bakal gw ambil di Tokyo univ.

Di sesi pertama gw dimintaintroduce myself in English selama 2 menit, tentang background
pendidikan dan kerja, serta rencana kedepan stelah lulus. Mungkin dari 45 menit sesi
wawancara gw, hanya sesi ini yg full bhs inggris, sisanya campur2 Ind-english, mostly bahasa.
Berbeda dengan wawancara Riset Pro di BPPT yg full Indonesia, dan monbusho di kedubes
jepang yg full English. Stelah itu, mulai pertanyaan detail tentang riset gw. Ditanya knapa ambil
bidang tersebut, urgensinya, state of the art nya, dan hal2 detaillainya. karena dia mengerti
tentang bidang yg gw mau ambil, wawancara berkembang jauh sampai ke detail nya. Salah satu
senjata yg gw punya ketika pertanyaan sudah menyerempet hal2 teknis riset adalah dengan
menunjukan proposal riset gw yg emang udah gw bikin sangat detail waktu apply beasiswa
Monbusho U2U desember taun lalu (status gagal). Ini menurut gw cukup membuktikan klo kita
punya concrete plan buat sekolah lagi. Next question nya adalah knapa milih Tokyo univ serta
pengalaman nyoba/apply beasiswa sebelumnya. Pertanyaan lain adalah terkait rencana setelah
pulang nanti dr Tokyo nanti. Setelah menjelaskan rencana setelah studi buat balik ke BPPT,
ngembangin bidang keilmuan, blablaba, sempet diledek dengan anekdot, ah, orang BPPT,
palingan abis sekolah juga pada kabur ke Malaysia jd dosen. Cukup tertohok sih, tp disinilah yg
gw sebutkan diatas terjadi, mereka mulai mencoba mengagitasi pendapat gimana kita
meyakinkan pendapat kita dengan se-cool mungkin. Untungnya gwudah prepare sebelumnya.
Dari hasil obervasi gw di blog2 yg share cerita pengalamannya, ada juga peserta yg merasa
emosi/kepancing dengan agitasi2pewawancara J.

Pertanyaan memasuki ranah pribadi. Ditanya tentang keluarga, orang tua, dll. Oh iya, selama
proses wawancara, interviewer megang laptop yg bisa mengakses data online kita, jadimake
sure anda menguasai point2 apa yg anda telah tulis waktu daftar onlinesblm wawancara.
Pertanyaan terakhir juga menyinggung radsa nasionalisme,kontribusi kita ke Negara, serta
essay2 yang telah kita tulis. Saran gw, baca juga essay yg sudah anda buat. Daftar kegiatan
sosial kemasyarakatan yg kita isi waktu online tahap adm juga menjadi point penting (menurut
gw).

Akhirnya, selesai juga proseswawancara. Mereka bilang klo hasil final akan diumumkan 2
minggu mendatang. Yup,lega, plong sudah, tinggal berdoa semoga ini memang yg terbaik buat
gw, sampaiakhirnya datang juga pengumuman final tersebut, hanya 10 hari berselang, dan
nama gw ada di salah satu SK yg diumumkan. Alhamdulillah.

Setelah pengumuman final sbenarnya ada satu test tahap lagi, yakni pelatihan kepemimimpinan
selama 10 hari. Buat yg alumni ITB pasti tau seperti apa prosesnya :0 mirip lah ama diklat pim yg
diselenggarain WRM waktu maraknya kasus ospek2 liar himpunan diITB (sotoy gw). Setelah
mengikuti proses wajib itulah sebenernya kita secara resmi dikatakan penerima beaiswa LPDP
dan menerima Letter of Guarantee dr LPDPyg bisa kita pake saat apply univ di luar negeri.

Oh iya, salah satu keunikan beasiswa ini, bagi yg belum punya LOA dr univnya, mereka yg telah
dinyataka nlolos mendapatkan beasiswa ini diberi waktu 1 tahun untuk cari univ terhitungsetelah
pengumuman final. asik kan? gw sendiri skrng lg otw cari univ baru danberencana start study
april 2014 jika tidak halangan.
Mungkin cuma ini yg bs gw share terkait pengalaman gw ikut seleksi beasiswa LPDP ini. Maaf
klo kpanjangan. dan smoga gw masih bisa nulis pengalaman2 lainnya yg minimal berguna bagi
gw n orang2 terdekat gw. Thanks a lot buat semua yg banyak dukung gw J

link penting:
http://www.beasiswalpdp.org/
peringkat univdunia 200 besar buat milih univ:
http://www.timeshighereducation.co.uk/world-university-rankings/2012-13/world-
ranking/range/001-200