Anda di halaman 1dari 9

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada TuhanYesus Kristus karena
berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan tulisan yang
berjudul Transfusi Darah dalam rangka melengkapi persyaratan Kepaniteraan
Klinik Senior di SMF Anestesi RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Dalam kesempatan ini pula penulis hendak menyampaikan rasa
terimakasih kepada dr. Henry Jones Damanik, SpAn yang telah memotivasi,
membimbing, dan mengarahkan penulis selama menjalani program Kepaniteraan
Klinik Senior di bagian Anestesi dan dalam menyusun tulisan ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini masih jauh dari
sempurna. Untuk itulah, saran dan kritik yang membangun sangat penulis
harapkan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.


Pematangsiantar, 16 April 2014
Penulis


1

TRANSFUSI DARAH
DEFINISI
Transfusi darah ialah pemindahan darah dari donor ke dalam peredaran
darah penerima (resipien).

Definisi lain adalah sutu proses pekerjaan
memindahkan darah dari orang yang sehat kepada oarang yang sakit.

MACAM-MACAM BENTUK SEDIAAN DARAH DAN KOMPONEN
DARAH
1. Darah lengkap (whole blood)
Tranfusi darah lengkap hanya untuk mengatasi perdarahan akut dan masif,
meningkatkan dan mempertahankan proses pembekuan. Darah lengkap diberikan
dengan golongan ABO dan Rh yang diketahui. Infuskan selama 2 sampai 3 jam,
maksimum 4 jam/unit. Dosis pada pediatrik rata-rata 20 ml/kg, diikuti dengan
volume yang diperlukan untuk stabilisasi. Bisanya tersedia dalam volume 400-500
ml dengan masa hidup 21 hari. Hindari memberikan tranfusi saat klien tidak dapat
menoleransi masalah sirkulasi. Hangatkan darah jika akan diberikan dalam jumlah
besar.
Indikasi:
1. Penggantian volume pada pasien dengan syok hemoragi, trauma atau luka
bakar
2. Klien dengan perdarahan masif dan telah kehilangan lebih dari 25 persen
dari volume darah total

2.Packed Red Blood cells (RBCs)
Komponen ini mengandung sel darah merah, SDP, dan trombosit karena sebagian
plasma telah dihilangkan (80 %). Tersedia volume 250 ml. Diberikan selama 2
sampai 4 jam, dengan golongan darah ABO dan Rh yang diketahui. Hindari
menggunakan komponen ini untuk anemia yang mendapat terapi nutrisi dan obat.
Masa hidup komponen ini 21 hari.
Indikasi :
1. Pasien dengan kadar Hb rendah
2. Pasien anemia karena kehilangan darah saat pembedahan

2

3. Pasien dengan massa sel darah merah rendah

3. White Blood Cells (WBC atau leukosit)
Komponen ini terdiri dari darah lengkap dengan isi seperti RBCs, plasma
dihilangkan 80 % , biasanya tersedia dalam volume 150 ml. Dalam pemberian
perlu diketahui golongan darah ABO dan sistem Rh. Apabila diresepkan berikan
dipenhidramin. Berikan antipiretik, karena komponen ini bisa menyebabkan
demam dan dingin. Untuk pencegahan infeksi, berikan tranfusi dan disambung
dengan antibiotik.
Indikasi :
Pasien sepsis yang tidak berespon dengan antibiotik (khususnya untuk pasien
dengan kultur darah positif, demam persisten /38,3 C dan granulositopenia)

4. Leukosit poor RBCs
Komponen ini sama dengan RBCs, tapi leukosit dihilangkan sampai 95 %,
digunakan bila kelebihan plasma dan antibody tidak dibutuhkan. Komponen ini
tersedia dalam volume 200 ml, waktu pemberian 1 sampai 4 jam.
Indikasi:
Pasien dengan penekanan system imun (imunokompromise)

5. Platelet/trombosit
Komponen ini biasanya digunakan untuk mengobati kelainan perdarahan atau
jumlah trombosit yang rendah. Volume bervariasi biasanya 35-50 ml/unit, untuk
pemberian biasanya memerlukan beberapa kantong. Komponen ini diberikan
secara cepat. Hindari pemberian trombosit jika klien sedang demam.Klien dengan
riwayat reaksi tranfusi trombosit, berikan premedikasi antipiretik dan
antihistamin. Shelf life umumnya 6 sampai 72 jam tergantung pada kebijakan
pusat di mana trombosit tersebut didapatkan. Periksa hitung trombosit pada 1 dan
24 jam setelah pemberian.
Indikasi:
1. Pasien dengan trombositopenia (karena penurunan trombosit, peningkatan
pemecahan trombosit

3

2. Pasien dengan leukemia dan marrow aplasia

6. Fresh Frozen Plasma (FFP)
Komponen ini digunakan untuk memperbaiki dan menjaga volume akibat
kehilangan darah akut. Komponen ini mengandung semua faktor pembekuan
darah (factor V, VIII, dan IX). Pemberian dilakukan secara cepat, pada pemberian
FFP dalam jumlah besar diperlukan koreksi adanya hypokalsemia, karena asam
sitrat dalam FFP mengikat kalsium. Shelf life 12 bulan jika dibekukan dan 6 jam
jika sudah mencair. Perlu dilakukan pencocokan golongan darah ABO dan system
Rh.
Indikasi:
1. Pencegahan perdarahan postoperasi dan syok
2. Pasien dengan defisiensi faktor koagulasi yang tidak bisa ditentukan
3. Klien dengan penyakit hati dan mengalami defisiensi faktor pembekuan.

7. Albumin 5 % dan albumin 25 %
Komponen ini terdiri dari plasma protein, digunakan sebagai ekspander darah dan
pengganti protein. Komponen ini dapat diberikan melalui piggybag. Volume yang
diberikan bervariasi tergantung kebutuhan pasien. Hindarkan untuk mencampur
albumin dengan protein hydrolysate dan larutan alkohol.
Indikasi :
1. Pasien yang mengalami syok karena luka bakar, trauma, pembedahan atau
infeksi
2. Terapi hyponatremi

INDIKASI PEMBERIAN TRANSFUSI DARAH
Lima indikasi umum transfusi darah:
1. Kehilangan darah akut, bila 2030% total volume darah hilang dan
perdarahan masih terus terjadi.
2. Anemia berat
3. Syok septik (jika cairan IV tidak mampu mengatasi gangguan sirkulasi
darah dan sebagai tambahan dari pemberian antibiotik)

4

4. Memberikan plasma dan trombosit sebagai tambahan faktor pembekuan,
karena komponen darah spesifik yang lain tidak ada
5. Transfusi tukar pada neonatus dengan ikterus berat.

Syarat-syarat Mendonor Darah
a. Usia 18-60 tahun
b. Berat minimal 45 kg
c. Suhu oral tidak boleh melebihi 37,5 C
d. Nadi antara 48 - 100 per menit
e. Tekanan darah di bawah kebijaksanaan petugas medis
f. Hemoglobin tidak boleh kurang dari 12,5 gr%
g. Tidur malam sebelum donor darah harus cukup minimal 5 jam.
h. Sudah sarapan / makan.

REAKSI YANG TIMBUL SETELAH TRANSFUSI
Jika timbul reaksi karena transfusi, pertama periksa label kemasan darah dan
identitas pasien. Jika terdapat perbedaan, hentikan transfusi segera dan hubungi
bank darah.
1. Reaksi ringan (karena hipersensitivitas ringan)
Tanda dan gejala: Ruam kulit yang gatal
Tatalaksana:
a. Lambatkan transfusi
b. Beri klorfenamin 0.1 mg/kgBB IM, jika tersedia
c. Teruskan transfusi dengan kecepatan normal jika tidak terjadi perburukan
gejala setelah 30 menit
d. Jika gejala menetap, tangani sebagai reaksi hipersensitivitas sedang (lihat
bawah).

2. Reaksi sedang-berat (karena hipersensitivitas yang sedang, reaksi non-
hemolitik, pirogen atau kontaminasi bakteri)
Tanda dan gejala:
a. Urtikaria berat

5

b. Kulit kemerahan (flushing)
c. Demam > 38C (demam mungkin sudah timbul sebelum transfusi diberikan)
d. Menggigil
e. Gelisah
f. Peningkatan detak jantung.
Tatalaksana:
a. Stop transfusi, tetapi biarkan jalur infus dengan memberikan garam normal
b. Beri hidrokortison 200 mg IV, atau klorfenamin 0.25 mg/kgBB IM, jika
tersedia
c. Beri bronkodilator, jika terdapat wheezing (lihat halaman 100-102)
d. Kirim ke bank darah: perlengkapan bekas transfusi darah, sampel darah dari
e. tempat tusukan lain dan sampel urin yang terkumpul dalam waktu 24 jam
f. Jika terjadi perbaikan, mulai kembali transfusi secara perlahan dengan
g. darah baru dan amati dengan seksama
h. Jika tidak terjadi perbaikan dalam waktu 15 menit, tangani sebagai reaksi
i. yang mengancam jiwa (lihat bagian bawah) dan laporkan ke dokter jaga
j. dan bank darah.
Reaksi yang mengancam jiwa (karena hemolisis, kontaminasi bakteri dan syok
septik, kelebihan cairan atau anafilaksis)
Tanda dan gejala:
a. demam > 380 C (demam mungkin sudah timbul sebelum transfusi
diberikan)
b. menggigil
c. gelisah
d. peningkatan detak jantung
e. napas cepat
f. urin yang berwarna hitam/gelap (hemoglobinuria)
g. perdarahan yang tidak jelas penyebabnya
h. bingung
i. gangguan kesadaran.



6

KOMPLIKASI TRANSFUSI
Komplikasi transfusi terbagi menjadi lokal dan umum.
Komplikasi lokal yaitu :
a. Kegagalan memilih vena.
b. Fiksasi vena yang tidak baik.
c. Problem ditempat tusukan.
d. Vena pecah selama menusuk.

Komplikasi umum yaitu :
a. Reaksi-reaksi transfusi.
b. Penularan atau transmisi penyakit infeksi.
c. Sensitisasi imunologis
d. Transfusi haemochromatosis.

Komplikasi yang ditimbulkan massif transfusi adalah
1. Koagulopati
a. Trombositopenia : terjadi setelah transfusi darah simpan lama lebih dari 80
ml/kgBB. Diatasi dengan pemberian trombosit bila jumlah trombosit
<50.000/mm3 atau memberi unit darah utuh segar setiap transfusi 4 unit
darah simpan.
b. Turunnya faktor koagulasi labil (faktor V dan faktor VIII. Dapat diatasi
dengan pemberian 1 unit FFP setiap transfusi 5 unit WB/PRC.
2. Keracunan Sitrat: tubuh memiliki kemampuan yang besar untuk metabolisme
sitrat, kecuali pada keadaan shock, penyakit hati, dan lanjut usia. Pada kasus
ini dapat diberikan Calcium Glukonas 10% 1 gram IV pelan-pelan setiap telah
masuk 4 unit darah.
3. Hiperkalemia : kalium dalam darah simpan 21 hari dapat naik setinggi 32
mEq/L, sedangkan batas dosis infus kalium adalah 20 mEq/jam. Hiperkalemia
menyebabkan aritmia sampai fibrilasi ventrikel/cardiac arrest. Untuk
mencegah hal ini diberikan Calsium Glukonas 5 mg/kgBB I.V pelan-pelan.
Maksud pemberian kalsium disini karena kalsium merupakan antagonis
terhadap hiperkalemia.

7

4. Hipotensi adalah tekanan darah yang rendah yaitu tekanan systole kurang dari
80 mmHg atau TAR (tekanan arterial rata- rata) kurang dari 60 mmHg,atau
menurun 30 % lebih. Sebab yang ditimbulkan adalah karena kurangnya
pemompaan darah dari jantung ke seluruh tubuh adanya kelainan pada jantung
volum (jumlah) darah berkurang disebabkan oleh perdarahan hebat,diare dan
ini merupakan komplikasi dari transfusi darah yang merupkan reaksi transfusi.
Kapasitas pembuluh darah pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan
menurunnya tekanan darah. Hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septic



8

DAFTAR PUSTAKA

1. Contreras, M., Penerjemah Oswari, J., Petunjuk Penting Transfusi, Ed. 2,
Jakarta EGC 1995.
2. Hassan, R., dkk. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, Bagian Ilmu Kesehatan
Anak FKUI, Jakarta 2002 hal : 483-490.
3. Rustam, M., Almanak Transfusi Darah, Lembaga Pusat Transfusi Darah
Palang Merah Indonesia, Jakarta 1977 Hal : 65- 69.
4. Sejarah Transfusi dalam www.google.com
5. Transfusion Guidelines dalam www.google.com
6. Pelatihan Teknologi Transfusi Darah Bagi Dokter Unit Transfusi Darah,
Angkatan XX, Jakarta 2005.
7. http://jdokter.com/index.php?option=com_content&task=view&id=864&Item
id=27
8. http://merahputihevent.wordpress.com/2010/03/24/transfusi-darah/
9. http://samadaranta.blogspot.com/2011/11/makalah-transfusi-darah.html
10. http://majalahkesehatan.com/sekilas-tentang-tekanan-darah-rendah-atau-
hipotensi/
11. http://www.scientisthomeind.com/pages/8/analisa-tes-darah.html
12. http://rhesusnegatif.com/article_detail.php?id=50#sthash.fWwKtqZO.dpuf