Anda di halaman 1dari 8

Patofsiologi Psoriasis Vulgaris

Ada 2 fak tor yang dianggap berperan dalam menyebabkan penyakit psoriasis
vulgaris :
1. Faktor genetik : bila orangtua tidak menderita psoriasis, resiko
pasien mendapatkan penyakit tersebut adalah 12 , namun bila ada
ayang memiliki ri!ayat psoriasis maka persentasi men"adi #$ % #&.
'alam hal ini terdapat 2 psoriasis yang berhubungan dengan tingkat
a!itan, yaitu, psoritasis tipe ( ) a!itian dini bersifat familial *, dan psoriasis
tipe (( ) a!itan lambat ersifat non+familial *.
2. Faktor imunologik : defek genetik pada psoriasis dapat diekspresikan
pada # "enis sel teersebut : sel limfosit ,, sel penya"i antigen, dan
keratinosit. Pada lesi psoriasis terdapat sekitar 1- sitokin ysng produksinya
bertambah. .el /angerhans "uga memiliki peran dalam imunopatogenesis
psoriasis. ,er"adinya proliferasi epidermis dia!ali dengan adanya
pergerakan antigen, baik endogen maupun eksogen oleh sel /angerhans.
Pada psoriasis pembentukan epidermis lebih 0epat, hanya # % 1 hari,
sedangkan pada kulit yang normal terbentuk lamanya 2- hari.
2erbagai faktor dinyatakan sebagi pen0etus pada psoriasis, di antaranya stress
psikis, infeksi fokal, trauma, endokrin , ganguan metabolik, obat, alkohol dan
merokok.
Pembagian "amur pada kulit
Penyakit "amur pada kulit dibagi men"adi 2 :
a. 3ikosis Profunda : mikosis profunda terdiri atas beberapa penyakit yang
disebabkan "amur, dengan ge"ala klinis tertentu yang menyerang alat di
ba!ah kulit, mislanya traktur intestinalis, traktus respiratorius, traktus
urogenitalis, susunan kadrdiovaskular, dll.
b. 3ikosis .uperfsialis : pada mikosis superfsialis dibagi men"adi :
i. 'ermatoftosis
ii. 4ondermatoftosis, yang terdiri atas berbagai ma0am
penyakit :
1. Ptiriasis versikolor
2. Piedra hitam
#. Piedra putih
1. ,inea nigra palmaris
5. 6tomikosis
7. 8eratomikosis
i. 'ermatoftosis, dalam dermatoftosis, dibagai men"adi :
,inea kapitis ) kulit rambut dan kepala *
,inea barbae ) dagu dan "enggot *
,inea kruris ) daerah genitokrural, anus, bokong, kadang sampai
perut ba!ah *
,inea pedis et manum ) kaki dan tangan *
,inea unguim ) kuku "ari dan tangan *
,inea korporis ) tidak termasuk 5 diatas *
,inea imbrikata ) susunan skuama konsenstris, disebabkan
,ry0hophyton 0on0entri0um *
,inea favosa 9 favus ) disebabkan ,ri0hopyhton s0hoenleini *
,inea fasialis
,inea aksilaris
,inea sirsinata
,inea inkognito
,erapi pada :6 dan 4:6
,erapi pada :6 :
a. Penisilin : prokain dengan dosis 2,1 % 1,; "uta unit < 1 g probenesid
b. Ampisilin 9 amoksisilin #,5 g < 1 probenesid
0. ,iamfeniko= 2,5 % #,5 g (3 dosis tunggal
d. 8anamisin 2 g dosis tunggal
e. >ifampisin &$$ % 12$$ mg dosis tunggal
3a0am % ma0am penyakit borok pada kelamin dan penatalaksanaannya
1. .iflis.
Pada siflis primer : bentuk kelainan berupa erosi yang selan"utnya
menhafu ulkus durum.
.iflis sekunder : roseola, kondiloma lata, siflis bentuk
varisela, bentuk plak mukosa dan alopesia
.iflis tersier : bersifat destruktif, berupa guma di kulit atau
alat % alat dalam dan kardiovaskular, serta neurosiflis.
,erapi :
Penisilin prokain
o .td ( : 7$$.$$$ (? 9 hari ) 1$ kali suntuk *
o .td (( : &$$.$$$ (? . hari ) 15 kali suntik *
o .td ((( < neurosiflis : 1$$.$$$ (? 9 hari sebanyak 12 kali
suntik
Penisilin ker"a lama ) penisilin : ben@atin *
o .td ( : 2,1 "uta unit 1Aseminggu ) 2 minggu *
o .td (( : 2,1 "uta unit 1Aseminggu ) # minggu *
o .td ((( : total & "uta unit, 1A seminggu ) 1 minggu *
2. ?lkus 3ole : setelah mele!ati masa tunas # % 5 hari, mulai dengan
papula yang berkembang men"adi ulkus dangkal, tepi merah, dasar kotor,
mudah berdarah
,erapi :
Preparat sulfa :
o .ulfatia@ol 1A5$$mg, selama 1$ % 11 hari.
o ,rimetoprim sulfa forte ) 17$ 9 ;$$mg * dua kali sehari selama
1$ % 11 hari.
o ,etrasiklin 1A5$$mg memberi hasil yang baik.
#. :ranuloma (nguninale : mula % mula timbul lesi berbentuk papula 9
vesikel yang ber!arna merah dan tidak nyeri, perlahan % lahan
mengalamin ulserasi men"adi ulkus granulomatosa yang bulat dan mudah
berdarah, mengeluarkan sekret yang berbau amis.
,erapi :
.istemik :
o Ampisilin 1A5$$mg selama 2 minggu
o .treptomisin 1 g 9 hari (3 selama 2$ hari.
o ,etrasiklin 1A5$$ mg selama 1$ % 2$ hari.
o Britromisin 1A5$$mg selama 2 % # minggu
o 8otrimoksa@ol 2A2 tab selama 1 bulan, hasilnya baik
.iklus hidup .0abies
Sarcoptes scabiei termasuk flum Arthopoda, kelas Ara0hnida, ordo
A0karina, superfamili .ar0optes. Pada manusia disebut .ar0optes s0abiei
var. hominis, sedangkan varietas pada mamalia lain dapat menginfestasi
manusia, tetapi tidak dapat hidup lama.
.e0ara morfologik merupakan tungau ke0il, berbentuk oval, punggungnya
0embung dan bagian perutnya rata. ,ungau ini transient, ber!arna putih
kotor, dan tidak bermata. ,ungau betina pan"angnya #$$+15$ mikron,
sedangkan tungau "antan lebih ke0il, kurang lebih setengahnya yakni 2$$
% 21$ mikron A 15$ % 2$$ mikron. 2entuk de!asa mempunyai 1 pasang
kaki dan bergerak dengan ke0epatan 2,5 0m permenit di permukaan kulit.
Sarcoptes scabiei betina setelah dibuahi men0ari lokasi yang tepat di
permukaan kulit untuk kemudian membentuk tero!ongan, dengan
ke0epatan $,5 mm % 5 mm per hari. ,ero!ongan pada kulit dapat sampai
ke perbatasan stratum korneum dan stratum granulosum. 'i dalam
tero!ongan ini tungau betina akan tinggal selama hidupnya yaitu kurang
lebih #$ hari dan bertelur sebanyak 2+# butir telur sehari.
,elur akan menetas setelah #+1 hari men"adi larva yang akan keluar ke
permukaan kulit untuk kemudian masuk kulit lagi dengan menggali
tero!ongan biasanya sekitar folikel rambut untuk melindungi dirinya dan
mendapat makanan. .etelah beberapa hari, men"adi bentuk de!asa
melalui bentuk nimfa. Caktu yang diperlukan dari telur hingga bentuk
de!asa sekitar 1$+11 hari. ,ungau "antan mempunyai masa hidup yang
lebih pendek dari pada tungau betina, dan mempunyai peran yang ke0il
pada patogenesis penyakit. 2iasanya hanya hidup dipermukaan kulit dan
akan mati setelah membuahi tungau betina.
.ar0optes s0abiei betina dapat hidup diluar pada suhu kamar selama lebih
kurang - % 11 hari. Dang diserang adalah bagian kulit yang tipis dan
lembab, 0ontohnya lipatan kulit pada orang de!asa. Pada bayi, karena
seluruh kulitnya masih tipis, maka seluruh badan dapat terserang.
Obat obatan Topikal yang dipakai :
1. Penggunaan belerang endap (sulfur presipitatum ) dengan kada 4 20 dalam
bentuk salap ! krim. "amun preparat ini tidak efektif ter#adap satidum telur$ ole#
sebab itu penggunaannya tidak bole# kurang dari % #ari$ kekurangan yang lain iala#
berbau dan mengotori pakaian
2. &mulsi ben'il ben'oas ( 20 2( ) efektif ter#adap smua stadium$ diberikan tiap
malam selama % #ari$ namun obat ini sulit diperole#$ sering memberikan iritasi dan
kadang kadang semakin gatal setela# dipakai.
%. )ama *en'ena +eksa ,lorida ( gameksan ) kadar 1 dalam krim atau losio$
termasuk obat pili#an karena efektif ter#adap smua stadium$ muda# digunakan kan
dan -arang menimbulkan iritasi.
4. ,rotamiton 10 dakam krim atau losio -uga merupakan obat pili#an karena
mempunya efek sebagai anti skabies dan antigatal$ #arus di-au#kan dari mata$ mulut
dan uretra.
(. Permetrin dengan kadar ( dalam krim$ kurang toksik dibandignkan gameksan$
efekti.itas sama.
Prednison (Prednisone)
Prednison adalah preparat kortikosteroid oral yang paling umum digunakan.
8arena sudah demikian lama di pasar, obat ini bisa diperoleh sebagai generik
yang tidak mahal dan disa"ikan dalam bentuk pil maupun sirup untuk anak+anak.
Prednisolon (Prednisolone)
8ortikosteroid oral yang sangat mirip dengan prednisone, dengan kelebihan
rasanya yang lebih bisa diterima pasien anak+anak. 'engan merek Prelone
disa"ikan sebagai sirup 15 mg per 5 ml. Pediapred sebagai sirup 5 mg per 5 ml.
Metilprednisolon (Methylprednisolone)
.angat mirip dengan prednisone, tapi harganya lebih mahal. 2iasanya digunakan
di rumah sakit dengan 0ara intravenuous.
Deksametason (Dexamethasone)
'engan merek 'e0adron, satu dosis tunggalnya berdaya ker"a dua hingga tiga
kali lebih lama dibanding preparat kortikosteroid yang lain. Eo0ok untuk pasien
anak+anak yang sulit minum obat.
Kortikosteroid oral adalah obat yang ampuh untuk mengatasi pembengkakan
dan peradangan yang men0etuskan serangan asma. 6bat "enis ini butuh enam
hingga delapan "am untuk mulai beker"a, sehingga makin 0epat digunakan,
makin 0epat pula daya ker"anya bisa dirasakan.
3alam hari termasuk !aktu di mana serangan asma paling sering ter"adi, karena
fungsi paru+paru herada pada titik paling rendah di tengah malam. 'ari hasil
penelitian terbukti bah!a dosis kortikosteroid oral yang diberikan di siang hari
bisa membantu mereka yang mengalami serangan asma untuk tidur pada
malam harinya.
'i sisi lain, akibat sampingan dari penggunaan kontikosteroid oral "uga 0ukup
nyata, seperti perubahan suasana hati )mood 0hanges*, meningkatnya selera
makan, perubahan berat badan dan ge"ala demam yang ditekan. 8ortikosteroid
oral "uga berpotensi memperparah ge"ala pada anak+anak yang terpapar atau
sudah terkena 0a0ar air.
4amun sebenarnya akibat sampingan dari kortikosteroid oral tidak perlu terlalu
dikha!atirkan pada penggunaan "angka pendek dan kadangkala ra"a.
3asalahnya haru timbul "ika obat ini digunakan setiap hari untuk "angka !aktu
berbulan+bulan, atau bahkan bertahun+tahun. 'alam hal seperti itu barulah
kortikosteroid oral bisa berakibat terhadap kesehatan tulang, menipiskan kulit.
menyebahkan katarak, kerentanan terhadap infeksi, menghambat pertumbuhan
anak, dan meningkatkan risiko terserang tukak lambung.
.ebagai pegangan, penggunaan dalam "angka hingga lima hari setiap kalinya,
sebanyak hingga empat kali setahun, masih termasuk dalam batas ambang
aman.
Prednison (Prednisone)
Prednison adalah preparat kortikosteroid oral yang paling umum digunakan.
8arena sudah demikian lama di pasar, obat ini bisa diperoleh sebagai generik
yang tidak mahal dan disa"ikan dalam bentuk pil maupun sirup untuk anak+anak.
Prednisolon (Prednisolone)
8ortikosteroid oral yang sangat mirip dengan prednisone, dengan kelebihan
rasanya yang lebih bisa diterima pasien anak+anak.
Metilprednisolon (Methylprednisolone)
.angat mirip dengan prednisone, tapi harganya lebih mahal. 2iasanya digunakan
di rumah sakit dengan 0ara intravenuous.
Deksametason (Dexamethasone)
.atu dosis tunggalnya berdaya ker"a dua hingga tiga kali lebih lama dibanding
preparat kortikosteroid yang lain. Eo0ok untuk pasien anak+anak yang sulit
minum obat.
Fluor albus )!hite dis0harge, leukorea, keputihan* adalah bukanlah suatu
penyakit melainkan ge"ala berupa 0airan yang dikeluarkan dari alat+alat genital
yang berlebihan dan bukan merupakan darah. 'alam kondisi normal, kelen"ar
pada serviks menghasilkan suatu 0airan "ernih yang keluar, ber0ampur dengan
bakteri, sel+sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelen"ar 2artolin. .elain itu
sekret vagina "uga disebabkan karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina
yang normal. Vagina merupakan organ berbentuk yang pan"angnya berkisar ;+1$
0m, berdinding tipis dan elastis yang ditutupi epitel gepeng berlapis pada
permukaan dalamnya. /apisan epitel vagina tidak mempunyai kelen"ar dan
folikel rambut, dinding depan dan dinding belakang saling bersentuhan.
Pada !anita, sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh
sebagai peli0in dan pertahanan dari berbagai infeksi. 'alam kondisi normal,
sekret vagina tersebut tampak "ernih, putih keruh atau ber!arna kekuningan
ketika mengering pada pakaian. .ekret ini non+irritan, tidak mengganggu, tidak
terdapat darah, dan memiliki pF #,5+1,5. Flora normal vagina
meliputi Corinebacterium, Bacteroides, Peptostreptococcus, Gardnerella,
Mobiluncuc, Mycoplasma dan Candida spp. /ingkungan dengan pF asam
memberikan fungsi perlindungan yang dihasilkan oleh Lactobacillus Doderlin.
'apat dibedakan antara Guor albus yang fsiologik dan yang patologik. Fluor
albus fsiologik diproduksi oleh kelen"ar pada leher rahim )serviks*, dinding
vagina dan kelen"ar bartholin dibibir kemaluan, menyatu dengan sel+sel dinding
vagina yang lepas serta bakteri normal didalam vagina, bersifat asam dan
berperan penting dalam men"amin fungsi yang optimal.
Penyebab paling penting dari Guor albus patologik ialah infeksi. 'isini 0airan
mengandung banyak leukosit dan !arnanya agak kekuning+kuningan sampai
hi"au, seringkali lebih kental dan berbau. >adang vulva, vagina, serviks dan
kavum uteri dapat menyebabkan Guor albus patologik, begitu pula pada
adneksitis. Fluor albus "uga ditemukan pada neoplasma "inak atau ganas, apabila
tumor tersebut sebagian atau seluruhnya memasuki lumen saluran alat+alat
genital
Fisiologis: ,idak ada pengobatan khusus, penderita diberi penerangan untuk
menghilangkan ke0emasannya.
Patologis: ,erapi Guor albus harus disesuaikan dengan etiologinya.
1. 2akteri
a. :onorhoea
,iamfenikol #,5 gram oral
6Goksasin 1$$ mg9oral
8anamisin 2 gram im
Peni0illin prokain 1,; "uta unit im atau Amoksisiklin # gr (3
Ampisiillin #,5 gram im atau 'itambah : 'oksisiklin 2 A 1$$mg oral
selama - hari atau ,etrasiklin 1 A 5$$ mg oral selama - hari
Britromisin 1 A 5$$ mg oral selama - hari

b. 8lamidia trakomatis
Eeftriakson 125 mg .' (3
,etrasiklin 1 A 5$$mg selama 1$+11 hari oral
Britromisin 1 A 5$$ mg oral selama 1$+11 hari
3inosiklin dosis 12$$mg di lan"utkan 2 A 1$$ mg9hari selama 11hari
'oksisiklin 2 A 2$$ mg9hari selama 11 hari
8otrimoksa@ole sama dengan dosis minosiklin 2 A 2 tablet9hari
selama 1$ hari

0. :ardnerella vaginalis
metronida@ol 5$$mg, .' selama - hari
klindamisin 0ream 2, intra vaginal, 5 gr, selama - hr
metronida@ol gel $,-5 intravag. 2 A sehari, 5 hr
Alternatif lain:
metronida@ol 2 gr, oral, .', atau
klindamisin #$$ mg, oral, 2A 9hr, - hr
Pasangan seksual diikutkan dalam pengobatan

d. ,reponema Pallidum
'iberikan 2en@atin Penisillin : 2.1 "uta ?nit (3 dosis tunggal atau
doksisiklin 2A2$$mg peroral selama 2 minggu.
2. Hamur
Pada infeksi candida albicans dapat diberikan
.istemik :
8etokona@ol oral 2 A 2$$ mg selama - hari
(trakona@ole 2A2$$mg peroral dosis sehari.
4istatin tablet 1 A 1 tablet selama 11 hari
4imora@ol 2 gram dosis tunggal
6rnida@ol 1,5 gram dosis tunggal
Pasangan seksual diba!a dalam pengobatan
,opikal :
4istatin tablet vagina 2 A sehari selama 2 minggu
8lotrima@ol 1 vaginal krim 1 A sehari selama - hari
3ikona@ol nitrat 2 1 A sehari selama - % 11 hari
3ikostatin 1$.$$$ unit intravaginal selama 11 hari.
?ntuk men0egah timbulnya residif tablet vaginal mikostatin ini diberikan
seminggu sebelum haid selama beberapa bulan.

#. Parasit
Pada infeksi Trikomonas vaginalis diberikan
Farus diberikan pd yg berge"ala maupun tidak
3etronida@ol 2 gr dosis tunggal, atau
metronida@ol 2A 5$$ mg, - hr.
3itra seksual harus diobati: dosis multipel - hr
I 8ehamilan: 8lotrima@ole intravaginal dosis tunggal atau dosis terbagi
1. Virus
a. Virus herpes simpleks tipe 2
/esi Primer
.imptomatis : analgesik, kompres 4aEl $.&
Anti virus
Asiklovir 5 A 2$$ mg oral selama -+1$ hari
Valasiklovir 2J5$$ mg9hari selama -+1$ hari
Fam0i0lovir #J5$$ mg9hari selama -+1$ hari
/esi rekuren
.imptomatis : analgesik
Anti virus
Asiklovir 5 A 2$$ mg oral selama 5 hari
Asiklovir # A 1$$ mg oral selama 5 hari
Asiklovir 2 A ;$$ mg oral selama 5 hari
Valasiklovir 2J5$$ mg9hari selama 5 hari
Fam0i0lovir 2J125 mg9hari selama 5 hari
Asiklovir krim dioleskan 1 A sehari
Povidone iododine bisa digunakan untuk men0egah timbulnya infeksi sekunder