Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PEMELIHARAAN

PANEL AUTOMATI C MAI N FAI LURE (AMF)


Paper ini Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Manajemen
Pemeliharaan & Perbaikan Semester VI


Disusun Oleh :
NADIA RACHMAWATI (111321025)









PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK
DEPARTEMEN ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar sehingga penulis dapat
meyelesaikan Laporan Pemeliharaan Panel AMF ini yang Insya Allah tepat
pada waktunya. Tidak lupa sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan
kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW.
Adapun tujuan dari laporan ini adalah untuk memenuhi persyaratan
akademis dalam menyelesaikan program diploma tiga pada program studi Teknik
Listrik, POLITEKNIK NEGERI BANDUNG. Selain itu, tujuan penulis adalah
untuk menambah ilmu dan wawasan penulis di bidang pemeliharaan panel AMF.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Laporan ini masih
banyak kekurangannya, oleh karenanya sangat diharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun guna perbaikan dan pengembangan di waktu yang akan
datang. Akhir kata penulis berharap Laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca pada umumnya.



Bandung, Juni 2014


Penulis


1. PENGERTIAN DAN FUNGSI PANEL AMF

Panel AMF ( Automatic Mains Failure ) adalah panel yang biasanya
digunakan untuk merujuk pada sistem otomatisasi dalam keadaan dimana sumber
daya utama / PLN dalam keadaan tidak berfungsi / padam, maka panel AMF
secaraotomatis menginstruksikan sumber daya cadangan (genset) untuk mulai
bekerja untuk menggantikan sumber daya utama / PLN.
Meskipun panel AMF dirancang untuk bekerja secaraotomatis tanpa
bantuan operator, bukan berarti panel AMF bisa ditinggalkan tanpa peduli sama
sekali. sering terjadi persepsi yang salah, karena dianggap akan bekerja
secaraotomatis, pemeliharaannya diabaikan begitu saja.














2. ELEMEN DASAR PANEL AMF

1. Komponen kontrol:
Relay
Relay adalah alat yang dioperasikan dengan listrik yang secara mekanis
mengontrol penghubungan rangkaian listrik. Relay adalah bagian yang
penting dari banyak sistem kontrol, bermanfaat untuk kontrol jarak jauh
dan pengontrolan alat tegangan dan arus tinggi dengan sinyal kontrol
tegangan dan arus rendah.
Kontroler
Dalam suatu mesin yang diinginkan bekerja secara automatis maka selain
sensor dan actuator dibutuhkan komponen utama yaitu sebuah kontroler.
Kontroler merupakan otak dari dari suatu sistem kontrol. Programmable
logic controller (PLC) merupakan suatu bentuk khusus pengontrol berbasis
mikroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat deprogram untuk
menyimpan instruksi-instruksi dan untuk mengimplementasikan fungsi-
fungsi semisal logika, pewaktuan (timing), pencacahan (counting) dan
aritmatika guna mengontrol mesin-mesin dan proses-proses.

Dalam perkembangannya PLC saat ini diproduksi dalam berbagai bentuk
dan fungsi yang lebih modern dan mudah. Salah satu modul PLC yang
diproduksi oleh Deep Sea Electronics seperti yang terlihat pada gambar
diatas adalah Deepsea 4420. Modul PLC dengan antarmuka yang friendly
dengan pengguna sudah PLC yang di khususkan untuk sistem transfer
suplai daya seperti ATS-AMF.
Tombol tekan
Tombol tekan atau disebut sakelar ON/OFF banyak digunakan sebagai alat
penghubung atau pemutus rangkaian kontrol. Memiliki dua kontak, yaitu
NC dan NO. Artinya saat sakelar tidak digunakan satu kontak terhubung
Normally Close, dan satu kontak lainnya Normally Open. Ketika kontak
ditekan secara manual kondisinya berbalik posisi menjadi NO dan NC.
Selector switch
Selector Switch merupakan alat yang digunakan untuk memilih. Kerja dari
selector switch yaitu menyambung rangkaian sesuai dengan yang ditunjuk
oleh tangkai selector. Banyak sekali type selector switch, tapi biasanya
hanya dua type yang sering di gunakan, yaitu 2posisi, (ON-OFF/Start-
Stop/0-1, dll) dan 3 posisi (ON-OFF-ON/Auto-Off-Manual,dll)
Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk
mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip
kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri
dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan
tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, karena kumparan
dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan
menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara
bergetar yang akan menghasilkan suara


2. Komponen daya
Kontaktor
Kontaktor magnet merupakan sakelar yang bekerja berdasarkan
kemagnetan, artinya bekerja bila ada gaya kemagnetan. Sebuah koil
dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan arus listrik
akan menjadi magnet dan menarik inti magnet yang bergerak dan menarik
sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti yang bergerak menarik
paling sedikit 3 kontak utama dan beberapa kontak bantu bisa kontak NC
atau NO
Sekering dan MCB
Pengaman sistem daya bisa menggunakan sekering atau Miniatur Circuit
Breaker (MCB). Sekering sering disebut juga dengan pengaman lebur atau
fuse. Fungsi sekering adalah mengamankan peralatan atau instalasi listrik
dari gangguan hubung singkat. MCB sering disebut juga pengaman
otomatis. Pengaman otomatis ini memutuskan sirkit secara otomatis
apabila arusnya melebihi setting dari MCB tersebut. Pengaman otomatis
dapat langsung dioperasikan kembali setelah mengalami pemutusan (trip)
akibat adanya gangguan arus hubung singkat dan beban lebih.
MCCB
MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker adalah alat pengaman yang
berfungsi sebagai pengamanan terhadap arus hubung singkat dan arus
beban lebih.
Baterai dan Battery Charge
Alat yang memiliki sumber energi kimia yang dapat menghasilkan energi
listrik disebut dengan electric cell (sel listrik). Dan ketika beberapa sel
listrik tersebut dihubungkan secara elektrik akan menjadi baterai. Battery
charger ini biasanya sebagai charger yaitu alat ini mendapat suplai listrik
dari sumber PLN atau dari generator itu sendiri. Battery charger untuk
mengisi energy listrik ke accu. Accu ini biasanya berkapasitas 12/24 V,
maka battery charger ini harus dapat mengisi accu sampai kapasitas
tersebut.
Current Transformer
Current Transformer atau yang biasa disebut Trafo arus adalah suatu
peralatan listrik yang dapat memperkecil arus besar menjadi arus kecil,
yang dipergunakan dalam rangkaianarus bolak-balik. Fungsi CT adalah
untuk memperoleh arus yang sebanding dengan arus yang hendak diukur
(sisi sekunder 5 A atau 1 A) dan untuk memisahkan sirkuit dari sistem
yang arus nya hendak diukur (yang selanjutnya di sebut sirkuit primer)
terhadap sirkuit dimana instrument tersambung (yang selanjutnya disebut
sirkuit sekunder).

Pada ATS-AMF yang dirancang, CT yang digunakan untuk memperoleh
arus pengukuran dan pengaman adalah jenis Low Voltage Current
Transformer, yaitu CT yang bekerja pada rating tegangan rendah.
Alat ukur
Pada ATS-AMF digunakan tiga jenis alat ukur untuk menunjukkan secara
langsung besaran yang ingin diketahui. Alat ukur tersebut yaitu
ampermeter, voltmeter dan frekuensi meter. Amperemeter adalah alat
untuk mengukur kuat arus listrik dalam rangkaian tertutup. Amperemeter
biasanya dipasang secara seri (berderet) dengan elemen listrik.Voltmeter
merupakan alat untuk mengukur beda potensial dalam suatu rangkaian
listrik. Untuk mengukur beda potensial antara dua titik pada suatu
komponen, kedua terminal voltmeter harus dihubungkan dengan dengan
kedua titik yang tegangannya akan diukur sehingga terhubung secara
paralel dengan komponen tersebut. Prinsip kerja dari frekuensi meter ini
berdasarkan pada getaran mekanik sejumlah kepingan plat baja
yang tipis membentuk lidah-lidah bergetar. Masingmasing memiliki
perbedaan frekuensi getar dan relatif tidak berjauhan satu sama lain. Jika
kepingan mendapatkan arus medan magnet dari arus bolakbalik, maka
salah satu lidah akan menimimbulkan getaran dan beresonansi,
memberikan defleksi yang besar sesuai frekuensi yang ditimbulkan oleh
arus bolakbalik tersebut.



3. DIAGRAM DAN MEKANISME OPERASI
SISTEM/PLAN


Gambar. Wiring Diagram Panel AMF

Kondisi yang harus diperhatikan dalam transfer dari catu daya utama
(PLN) ke catu daya cadangan (genset) oleh ATS-AMF adalah dipastikannya
beban tersambung hanya pada satu sumber. Sumber utama saja, atau sumber
cadangan saja. Untuk memenuhi kondisi ini, pada ATS-AMF dibuat sistem
interlock.
Dari gambar diatas diperlihatkan sumber utama masuk ke ATS-AMF
melalui terminal incoming from main/PLN dan sumber cadangan masuk ke ATS-
AMF melalui terminal incoming from generator. Sedangkan suplay ke beban dari
ATS-AMF disambungkan pada terminal outgoing. Untuk menyambungkan beban
dengan sumber digunakan komponen MCCB tiga fasa 15 A/18 kA dan kontaktor.
Ketika beban tersambung dengan PLN maka kontaktor yang aktif adalah
kontaktor main (MC.M). Sedangkan kontaktor generator (MC.G) tidak akan bisa
aktif, karena sebelum disambungkan ke terminal coil MC.G kabel kontrol
disambungkan ke kontak bantu NC kontaktor main (MC.M). Sedangkan ketika
beban tersambung dengan sumber cadangan (generator) maka kontaktor yang
aktif adalah kontaktor generator. Seperti kondisi pertama kontaktor main tidak
akan bisa aktif karena sebelum disambungkan ke terminal coil MC.M kabel
kontrol disambungkan ke kontak bantu NC kontaktor generator (MC.G). Kondisi
lain yaitu kondisi otomatis yang harus dipenuhi oleh sistem ini adalah ketika PLN
mati maka kontaktor generator harus aktif dan apabila PLN hidup kembali maka
kontaktor main
harus aktif kembali dan kontaktor generator tidak aktif (putus). Semua
kondisi diatas akan dilaksanakan secara otomatis oleh DSE (Deepsea 4420) PLC
yang dipasang pada ATS-AMF yang dirancang.


















4. PENDEKATAN PEMELIHARAAN YANG
DIPERLUKAN/DIPILIH

Pendekatan pemeliharaan yang diperlukan adalah preventive maintenance.
Karena panel AMF diperlukan pemeliharaan secara berkala agar mencegah
terhdap kemungkinan terjadinya gangguan. Waktu pemeliharaannya pun telh
ditentukan secara berkala.

























5. PARAMETER FISIK DAN KINERJA SISTEM YANG
PERLU DITANGANI DALAM PEMELIHARAAN

Parameter fisik yang perlu ditangani dalam pemeliharaan panel AMF ini adalah :
1. Endapan debu, endapan debu menyebabkan tersumbatnya pelepasan
kalor pada komponen dan apabila pelepasan kalor terhambat dapat
menyebabkan panas pada komponen tersebut dan apabila terjadi dalam
jangka waktu yang lama akan menyebabkan kerusakan pada
komponen.
2. Gangguan binatang (semut, rayap, tikus, dll.), gangguan binatang
dapat merusak komponen pada panel AMF karena tidak bisa diduga
kedatangannya.
3. Kebocoran air yang menetes pada panel, kemungkinan ada kebocoran
air yang menetes dari atap tempat panel di tempatkan sangat lah
mungkin terjadi.
4. Resiko korosi, kelembaban dan tetesan air apabila terjadi terus
menerus akan mengakibatkan korosi pada komponen komponen di
dalam panel AMF yang akan mengakibatkan kegagalan kerja pada
komponen tersebut.

Parameter kinerja sistem (non-fisik) yang perlu ditangani dalam pemeliharaan
panel AMF adalah:
1. Temperature kerja, kenaikan suhu kerja.
2. Tegangan kerja modul pengendali.
3. Nilai output logic dan level logic.




6. METODA MONITORING YANG DIPERLUKAN

Metoda Monitoring yang digunakan adalah :
1. Metoda monitoring visual, pada gangguan endapan debu, gangguan
binatang, kebocoran air dan resiko korosi.
2. Pengukuran dengan mengguanakan thermometer (alat ukur suhu) pada
gangguan temperature kerja yaitu kenaikan suhu kerja.
3. Pengukuran dengan menggunakan voltmeter pada gangguan tegangan
kerja pada pengendali modul apabila tidak sesuai dengan ketentuan.
4. Pengukuran dengan menggunakan logicproof untuk mengukur nilai output
logic.














7. PENJADUALAN PEMELIHARAAN

Pemeliharaan secara berkala bulanan yaitu P1 (setiap 1 bulan) P6 (setiap 6 bulan)
PA (setiap 1 tahun). Dilakukan berkala seperti itu karena panel AMF ini harus
diperiksa atau dipantau secara berkala karena gangguan gangguan fisik ataupun
non-fisik bisa terjadi kapanpun tanpa bisa kita prediksi sebelumnya.

















8. ALAT BANTU UKUR YANG DIPERLUKAN

Alat ukur yang diperlukan adalah thermometer, voltmeter dan logic probe






















9. TEKNIK PENGGUNAAN ALAT UKUR

1. Thermometer: tempatkan thermometer di dalam panel, sehingga kita dapat
melihat suhu pada panel tersebut.
2. Voltmeter: hubungkan voltmeter dengan cara dihubungkan pararel pada setiap
keluaran genset.
3. Logic probe: tempelkan ujung logic probe pada terminal terminal modul
pengendali lau lihat pada lampu indikator apakah logic nya 1 atau 0.



















10. PERENCANAAN KARTU PEMELIHARAAN


PT. CAHAYA MANDIRI
Kartu Pemeliharaan Panel AMF
Nama Panel:
Lokasi:
Spesifikasi Panel:



No Bagian-Bagian yang Diperiksa
Diperiksa Hari Pemeliharaan
Sebelum Sesudah Minggu1 Minggu2 Minggu3 Minggu4
1. Pemeriksaan kontak kontak
Pemeriksaan kabel kabel,
isolator dan shunt kabel

2. Pemeriksaan logic modul
pengendali

3. Pemeriksaan temperature
dalam panel

4. Pemeriksaan tegangan input
sumber dan tegangan input
modul pengendali

Nama Teknisi
Tanggal Pemeriksaan
Paraf




11. DIAGRAM ALIR PEMELIHARAAN SISTEM

























MULAI
PEMBERSIHAN
KONTAK
KONTAK &
KOMPONEN
BERSIH?
BERSIHKAN
SELESAI
TIDAK
YA
Pemeriksaan
kabel kabel,
isolator dan
shunt kabel
AMAN?
BERIKAN
PENGAMAN
TIDAK
YA
Pemeriksaan
logic modul
pengendali
SESUAI?
YA
TIDAK
SESUAIKAN
Pemeriksaan
temperature
dalam panel
20
O
-25
O
?
Panaskan/
Dinginkan
TIDAK
Pemeriksaan
tegangan input
sumber dan
tegangan input
modul
pengendali
220 V?
Periksa
sambungan
dan perbaiki
kerusakan
TIDAK
YA
12. HASIL MONITORING DAN CATATAN PEMELIHARAAN
SISTEM

PT. CAHAYA MANDIRI
Kartu Pemeliharaan Panel AMF
Nama Panel:
Lokasi:
Spesifikasi Panel:



No Bagian-Bagian yang Diperiksa
Diperiksa Hari Pemeliharaan
Sebelum Sesudah Minggu1 Minggu2 Minggu3 Minggu4
1. Pemeriksaan kontak kontak
Pemeriksaan kabel kabel,
isolator dan shunt kabel

2. Pemeriksaan logic modul
pengendali

3. Pemeriksaan temperature
dalam panel

4. Pemeriksaan tegangan input
sumber dan tegangan input
modul pengendali

Nama Teknisi
Tanggal Pemeriksaan
Paraf



13. ANALISIS DATA

Dari data diatas, kontak-kontak yang diperiksa ternyata kotor dan harus segera
dibersihkan agar mencegah terjadinya kerusakan pada komponen komponen.
Sambungan kabel, shunt kabel dan isolasi yang terpasang masih dalam keadaan
aman dan tidak perlu dilakukan pemeliharaan pada minggu pertama.
Logic input pada modul pengendali yang terukur adalah 1 sesuai dengan logic
yang seharusnya masuk dalam modul pengendali, karena kesesuaian tersebut
maka tidak dilakukan pemeliharaan.
Temperature dalam panel pada pemeriksaan diatas ternyata melebihi suhu panel
yang seharusnya, sehingga perlu ditambahkan pendingin atau kipas pendingin
agar suhu temperature panel kembali sesuai yaitu 20
o
-25
o
C.
Tegangan input sumber dan modul pengendali tercatat 220 V, itu artinya sesuai
dengan sumber yang seharusnya masuk yaitu 220 V sehingga tidak perlu
dilakukan perbaikan pada minggu pertama.














14. MANUAL PEMELIHARAAN

1. Siapkan alat ukur yang dibutuhkan beserta alat pelindung diri yang
lengkap.
2. Ambil kartu pemeliharaan di kantor bagian pemeliharaan.
3. Isi kelengkapan dari kartu pemeliharaan, lalu lakukan pemeliharaan.
4. Periksa kebersihan kontak-kontak serta komponen-komponen pada panel
AMF.
5. Periksa sambungan kabel, shunt kabel dan isolasi lainnya, pastikan semua
aman.
6. Ukur dengan logic probe, input logic pada modul pengendali.
7. Ukur temperature pada panel dan pastikan suhu nya berkisar antara 20
o
-
25
o
C.
8. Ukur dengan menggunakan voltmeter tegangan input, pastikan
tegangannya 220 V.
9. Bila ada yang tidak sesuai dengan ketentuan diatas, lakukan perbaikan
pada komponen yang mengalami kerusakan, sehingga fungsinya kembali
seperti semula.
10. Catat hasil pengukuran sebelum dan sesudah pemeliharaan pada kartu
pemeliharaan yang telah disiapkan sebelumnya.
11. Tulis tanggal dan bubuhkan paraf teknisi yang melakukan pemeliharaan
pada kartu pemeliharaan.
12. Kembalikan kartu pemeliharaan ke kantor divisi pemeliharaan.