Anda di halaman 1dari 24

1.

1 Pengertian Emerging Infectious Diseases


Emerging infectious diseases adalah penyakit dengan insidensi yang meningkat atau
yang diperkirakan akan meningkat dalam suatu periode waktu atau lokasi. Menurut WHO,
Emerging infectious diseases (EID) adalah penyakit yang pertama kali muncul dalam suatu
populasi, atau penyakit yang telah ada seelumnya tetapi mengalami peningkatan insidensi
atau area geogra!is dengan cepat.
Emerging infectious diseases merupakan penyakit in!eksi yang ke"adiannya pada manusia
meningkat dalam dua dasawarsa# dekade terakhir atau cenderung akan meningkat di masa
mendatang. $ecara umum EID dapat diagi dalam tiga kelompok penyakit, yaitu%
a. &enyakit menular aru (New Emerging Infectious Diseases)
. &enyakit menular lama yang cenderung meningkat (Emerging Infectious Diseases)
c. &enyakit menular lama yang menimulkan masalah aru (Re-Emerging Infectious
Diseases)
Emerging infectious diseases dapat ter"adi karena%
a. Mikroorganisme dapat terus eruah# mutasi atau timul yang aru
. 'epadatan penduduk
c. (aktor sosial ekonomi
d. (aktor lingkungan
Emerging infectious diseases seagian esar (tidak semua) erhuungan dengan )oonosis
(penyakit yang erhuungan dengan hewan) dan mempunyai dampak internasional karena
dapat ter"adi &H*EI+ (Public Health Emergency Of International Concern), suatu keadaan
gangguan kesehatan (isa penyakit, atau dampak kimia# radiasi, dll) yang men"adi perhatian
internasional yang dapat menyear antar negara.
Faktor Predisposisi
,da eerapa !aktor yang menyeakan dua permasalahan ini selalu muncul hampir
disetiap tahunnya,yaitu %
- E-olusi dari microial agent seperti -ariasi genetik, rekominasi, mutasi dan adaptasi
- Huungan microial agent dengan hewan perantara ()oonotic encounter)
- &eruahan iklim dan lingkungan
- &eruahan perilaku manusia seperti penggunaan pestisida, penggunaan oat antimikroial
yang isa menyeakan resistensi dan penurunan penggunaan -aksin.
- &erkemangan industri dan ekonomi
- &erpindahan secara massal yang memawa serta waah penyakit tertentu (tra-el diseases)
- &erang seperti ancaman penggunaan ioterorisme atau sen"ata iologis.
*eerapa !aktor, termasuk pengemangan ekonomi dan penggunaan lahan, demogra!i
dan perilaku manusia, dan per"alan internasional dan perdagangan, memerikan kontriusi
pada penyakit emergence dan re-emergence.
*anyak microial agent (-irus, akteri, "amur) yang telah terindikasi menyeakan
waah penyakit agi manunsia dan "uga memiliki karakteristik untuk menguah pola
penyakit terseut sehingga menyeakan waah penyakit yang aru. $eperti yang dirilis
dalam .ational Institute o! ,llergy and In!ectious Disease (.I,ID) yang memagi men"adi /
kelompok esar, yaitu %
0rup I % &athogen aru yang diakui dalam 1 dekade terakhir
0rup II % 2e3emerging pathogen
0rup III % &athogen yang erpontesial seagai ioterorisme
1.2 Epidemiologi Emerging Infectious Diseases
&enyakit3penyait in!eksi terus men"adi tantangan utama di daerah ,sia 4enggara.
Diperkirakan ahwa penyakit ertanggung "awa atas sekitar 567 dari 85 "uta kematian
setiap tahun di region ,sia 4enggara dan sekitar 197 merupakan penyakit in!eksi yang
men"adi permasalahan gloal.
&erkemangan eragai penyakit re-emerging diseases dan new emerging diseases
kemali mengancam dera"at kesehatan masyarakat. &enyakit menular tergolong reemerging
diseases yang men"adi perhatian saat ini adalah &oliomyelitis, 4uerkulosis, Dengue Demam
*erdarah, HI:3,ID$, Demam 4yphoid ; $almonellosis, <eptospirosis, ,nthra=, 2aies, &es,
(ilariasis, 'olera ; penyakit diare lainnya, &neumococcal pneumonia ; penyakit I$&,
lainnya, Diptheria, <epra, In!eksi Helicoacter, 2icketsiosis, &ertussis, 0onorrhea ; penyakit
in!eksi menular seksual lainnya, :iral hepatitis, +ampak, :aricella#+acar ,ir, +hikungunya,
Herpes, >apanese encephalitis, In!ectious Mononucleosis, in!eksi H&:, In!luen)a, Malaria
dan lain3lain. $edangkan kemunculan penyakit new emerging disease diantaranya ditandai
dengan mereaknya ,-ian (lu mulai ulan >uni 166? yang lalu, hingga tanggal 89 Maret
166@ telah mendekati riuan 'asus dan seanyak 9A orang diantaranya &ositi! ,-ian !lu serta
meninggal A? orang. Case atality Rate (+(2) atau angka kematian kasus ,-ian !lu pada
manusia di Indonesia kini adalah @?,A persen. &enyakit in!eksi yang aru muncul (New
Emerging Diseases) dan mengancam saat ini seagian esar adalah penyakit ersumer
inatang, misalnya $,2$, ,-ian !lu, Hanta3-irus &ulmonary $yndrome, Hanta3-irus
in!ection with renal in-ol-ement, >apanese Encephalitis, .ipah diseases, West .ile (e-er,
dan E. +oli.
5
*erikut adalah pen"elasan dari eerapa Emerging Infectious Diseases yang pernah
ter"adi didunia%
a. In!eksi -irus hanta adalah penyakit in!eksi paru yang "arang tapi serius, sering !atal,
diseakan oleh -irus hanta tipe $in .omre, sedangkan tipe lain menyerang gin"al. :irus
hanta ditemukan pada rodent, terutama di amerika utara. 4ertular ila menghisap deu
terkontaminasi liur, kencing, cairan tuuh -irus yang terin!eksi. Dilaporkan eerapa
"enis tikus tertentu di eerapa pelauhan laut menun"ukkan tes serologi positi! terhadap
-irus hanta.
. In!eksi -irus Eola pertama kali ditemukan di $udan dan ,ire 8B@A. 'e"adian <uar *iasa
('<*) erikutnya 8BB?, 166631668. $ampai Desemer 166/ masih ter"adi '<* di
eerapa negara ,!rika. ,ngka kematian ?63B67. +ara terin!eksi kontak langsung
dengan darah, sekret, organ, dan cairan tuuh penderita#inatang terin!eksi. 2eser-oir
alami adalah primata dan kelalawar. Dilaporkan ahwa tes serologi pada kera di >awa
*arat dan <ampung menun"ukkan positi! terhadap -irus Eola.
c. ,-ian in!luen)a diseakan oleh -irus in!luen)a H?.8, ter"adi '<* pada tahun 8BB@ dan
166/. &enyakit diseakan oleh -irus in!luen)a yang menyerang unggas, urung, ayam.
Menular dari unggas ke unggas, ke hewan lain dan ke manusia. &enularan dari manusia
ke manusia kemungkinannya kecil tetapi potensial ter"adi terutama ila ter"adi mutasi.
$ecara kumulati! kasus a-ian in!luen)a pada tahun 166@ mencapai 889 orang dan B?
diantaranya meninggal. (eruari 1669 "umlah kasus 81A orang dan 86/ meninggal dunia.
,ngka kematian mencapai 96,?7.
d. $,2$ merupakan penyakit in!eksi pada "aringan paru manusia, pertama kali ditemukan di
+ina pada tahun 166/ yang diseakan oleh Corona !irus Pnemunia yang ermutasi
hingga ter"adi pandemi. $,2$ memiliki angka penularan yang tinggi dan pada tahun
166/ WHO menetapkan $,2$ merupakan ancaman kesehatan gloal. &enularan in!eksi
melalui inhalasi pernapasan dari pasien yang menderita pada saat atuk atau ersin, atau
kontaminasi tangan penderita.
e. In!luen)a , aru diseakan oleh -irus in!lue)a tipe H8.8. WHO mengumumkan
pandemi gloal pada tahun 166B. Meskipun in!luen)a yang ditimulkan termasuk ringan,
tetapi penyearannya sangat mudah dari manusia ke manusia menyeakan tingginya
tingkat kesakitan karena -irus in!luen)a ini. Hingga sekarang karakteristik -irus H8.8
masih tetap sama dengan karakteristik -irus pertama yang ter"adi di Meksiko, tetapi ada
kekhawatiran peruahan atau mutasi genetik dari -irus in!luen)a , aru (H8.8) men"adi
leih erat daripada saat ini.
!. HI:#,ID$ merupakan penyakit yang mengancam penduduk dunia saat ini. Ditemukan
pertama kali di ,merika 16 tahun yang lalu. &enyakit ini adalah sekumpulan ge"ala yang
ter"adi akiat menurunnya daya tahan tuuh seseorang. Diseakan oleh -irus HI: yang
ditularkan melalui huungan seksual yang tidak aman, penggunaan "arum suntik yang
erulang kali dan ergantian, dll. Epidemi HI:#,ID$ di Indonesia telah ergerak dari
satu tingkat epidemi rendah yaitu pre-alensi C87 tingkat epidemi terkonsentrasi dimana
pada kelompok resiko tinggi tertentu telah meleihi ?7 seperti di $orong, Merauke, 2iau
untuk kelompok wanita peker"a seksual (W&$) dan >akarta, *ali untuk kelompok
Intra"ena Drugs #sers (IDDs). <aporan HI:#,ID$ di Indonesia secara kumulati! tahun
1668 tercatat A@8, HI: 8B65 namun diperkirakan di Indonesia teradapat 96.6663816.666
ODH, artinya dalam 86 taun mendatang kemungkinan akan ditemukan 866.666 orang
yang sakit dan meninggal karena ,ID$.
g. 4uerkulosis (4*), memunuh manusia secara gloal daripada agen in!eksi tunggal
lainnya. Diperkirakan sepertiga populasi dunia (8,9A miliar "iwa) terin!eksi
mikoakterium tuerkulosis dan 8A,1 miliar telah mengalami penyakit 4*. Walaupun 4*
penyakit yang dapat dioati, karena kurangnya oat di eerapa negara, dan durasi
pengoatan yang lama sehingga menimulkan resistensi, akiatnya 4* men"adi sulit
untuk diterapi.
h. Dengue Hemorragic e"er, merupakan in!eksi ,ro-irus yang memutuhkan perhatian
di ,sia 4enggara dengan 8,/ miliar "iwa manusia erisiko. &enyakit ini ditularkan oleh
-ektor nyamuk ,edes ,egepty. &eningkatan demam Dengue di area tropis dan sutropis
diseakan oleh !aktor pertumuhan populasi penduduk yang cepat, peningkatan
uranisasi, suplai air yang tidak adekuat dan pemuangan limah yang tidak adekuat.
i. Malaria, merupakan penyakit yang diseakan oleh parasit plasmodium. Menurut WHO
hingga tahun 166? malaria men"adi masalah kesehatan utama di 86@ negara. &enyakit ini
menyerang /?63?66 "uta orang setiap tahunnya. 2esistensi plasmodium terhadap oat
malaria, resistensi -ektor terhadap insektisida serta perpindahan penduduk dari dan ke
daerah endemis merupakan !aktor yang memperngaruhi meningkatnya masalah malaria.
". &es adalah penyakit )oonotik yang diseakan Eersinia &estis, ditularkan melalui pin"al
tikus (gigitan atau kontak dengan "aringan inatang terin!eksi). 4ingkat kematian ?63A67
ila tidak dioati. Daerah endemis adalah ,sia, ,!rika dan ,merika. Walaupun kasus pes
terakhir ditemukan pada tahun 8B@6 tetapi Eersinia &estis masih erhasil diisolasi sampai
tahun 8B@1 di "awa tengah.
1.3 Klasifikasi Emerging Infectious Disease
1.4 Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Emerging Infectious Diseases
&enyakit yang erhuungan erat dengan negara erkemang, yang mana negara
erkemang merupakan tempat ideal untuk munculnya dan penularan penyakit in!eksi.
'emiskinan,populasi yang padat, deforestation, uranisasi pemanasan gloal, struktur
kesehatan yang lemah dan teraaikan merupakan karakteristik negara erkemang dan
merupakan situasi ideal untuk munculnya penyakit in!eksi. $eagai hasilnya, men"adi ean
kesehatan masyarakat.
8. (aktor demogra!i dan pertumuhan ekonomi serta peruahan gaya hidup.
$ekitar @@ "uta "iwa ertamah setiap tahunnya di dunia, tahun 168? diperkirakan akan
ada 1/ megacities dengan populasi meleihi 86 "uta dimana tu"uh diantaranya akan ada
di asia tenggara. 'epadatan populasi yang tinggi meningkatkan potensi penyearan
penyakit dari orang ker orang, kecenderungan pemanasan gloal yang leih heat,
"umlah pelancong yang esar, peningkatan kelaparan dan malnutrisi dan arus uranisasi
yang ekstensi!.
Di negara3negara ,sia, 86? populasi diperkirakan erusia FA? tahun pada 16/6. &roses
penuaan ditandai dengan penurunan daya tahan dan peningkatan kerentanan terhadap
emerging infectious.
&erkemangan ekonomi di suatu negara selain memacu industrialisasi dan meningkatkan
kese"ahteraan masyarakat, tetapi "uga dapat erakiat meningkatkan uranisasi dan
kepadatan di daerah perkotaan. Dranisasi dan kepadatan penduduk di daerah perkotaan
dapat menyeakan masalah akiat keteratasan eragai sarana air ersih dan
perumahan. 'eadaan ini erdampak pada peningkatan ter"adinya penyakit menular.
&ertumuhan ekonomi "uga dapat erakiat peruahan gaya hidup seperti perilaku
seksual dan penggunaan oat narkotika dan psikotropika.
'emiskinan menyeakan gangguan kesehatan dan sealiknya gangguan kesehatan
menyeakan kemiskinan. $ekarang ini, kemiskinan merupakan tantangan diseluruh
dunia.
&erilaku masyarakat penggunaan oat3oatan terlarang dengan menggunakan "arum
suntik yang sama, "arum tato yang tidak steril dan praktik tindik kulit menyearkan
penyakit yang ditularkan melalui darah seperti Hepatits +. $ecara gloal, penggunaan
in"eksi yang erleihan dan in"eksi yang tidak aman diperkirakan menyeakan 11,? "uta
in!eksi -irus Hepatitis *, 1,@ "uta in!eksi Hepatitis + dan B9.666 in!eksi HI:.
1. 'ema"uan transportasi dan per"alanan internasional.
'ema"uan di idang transportasi mengakiatkan arus per"alanan antar daerah dan antar
negara. Hal ini diseakan oleh makin meningkatnya kecepatan, kemampuan "ela"ah dan
kapasitas angkut pesawat terang. 'emudian transportasi ini erdampak pada
meningkatnya interaksi antar penduduk antar daerah maupun antar negara sehingga
meningkatkan risiko penularan eragai penyakit menular.
&er"alanan dan perdagangan internasional "uga mem!asilitasi perpindahan in!eksi. 4elah
dilaporkan $,2$ merupakan salah satu penyakit yang perpindahan mikroorganismenya
paling cepat. ,-ian in!luen)a tersear diseluruh dunia dalam waktu kurang dari 81 ulan.
$,2$ diawa melalui per"alanan udara internasional oleh orang terin!eksi ke /8 negara
yang dilaporkan kemungkinan kasus $,2$.
/. (aktor lingkungan.
,ir dan higiene yang aik adalah prasyarat kesehatan indi-idual dan masyarakat. $ecara
gloal, diperkirakan 8 miliar penduduk tidak memiliki akses terhadap suplai air dan 1,?
miliar kurang memiliki sanitasi yang aik. Di ,sia 4enggara, walaupun 9A7 populasi
dinyatakan mendapat akses suplai air ersih, tetapi kualitas dan keamanan air
dipertanyakan. &enyakit yang ditularkan melalui air terus men"adi masalah utama.
(asilitas sanitasi dasar yang lemah menyeakan leih dari 99 "uta populasi di ,sia
4enggara kurang mendapat !asilitas yang aik untuk pemuangan limah.
&eruahan lingkungan yang ter"adi secara mendadak pada lingkungan yang luas
merupakan salah satu !aktor yang mempengaruhi ter"adinya emerging infections.
Dtamanya yang erkaitan dengan pemaatan hutan (deforestation) maupun
penghutanan kemali (forestation). 'eduanya dapat mengakiatkan peruahan ekologi.
Deforestation menguah !lora dan !auna, ekosistem diseluruh dunia telah rusak.
&eruahan ini menyeakan meningkatnya pemaparan serangga atau inatang lainnnya
pada manusia. >ika inatang3inatang ini merupakan reser-oir, -ektor atau hospes
perantara dari mikroorganisme atau parasit maka akan meningkatkan penularan "ector
borne diseases$ %oonoses atau penyakit menular lainnya.
Manusia hidup sangat dekat dengan inatang se"ak waktu yang lama. 'edekatan ini,
kontak yang terus menerus menyeakan pertukaran mikroorganisme antara hewan dan
manusia dan memerikan kesempatan untuk ter"adi peruahan genetik organisme untuk
menyesuaikan terhadap tuuh manusia dan memulai siklus aru untuk transmisi orang ke
orang, misalnya $,2$ sesuai dengan !enomena ini.
In!eksi )oonotik meningkat sesuai proporsi "umlah dan intensitas hewan yang kontak
dengan manusia. $eagai tamahan, peningkatan produksi daging "uga meningkatkan
in!eksi )oonotik secara eksponensial. Emerging infectious dapat meningkat dari heawan
dan urung dan merupakan iit pandemi melalui perpindahan ke negara lain melalui
migrasi atau perdagangan.
&emanasan gloal selama tiga tahun terakhir, terlihat umi akan leih panas 835G+ dari
aad 18. Hal ini akan menguah distriusi -ektor. &ada suhu yang leih panas, parasit
erkemang leih cepat. 'onsekuensinya akan ada peningkatan insidensi malaria dan
dengue fe"er.
5. $arana dan pelayanan kesehatan.
Memiliki in!rastruktur pelayanan kesehatan masyarakat yang aik dapat mencegah
anyak in!eksi. 'eteratasan atau kelemahan dalam sarana dan pelayanan kesehatan
termasuk pengamatan penyakit (sur-eilans) dan keteratasan kemampuan diagnostik
laoratorium dalam mengidenti!ikasi ke"adian penyakit memerikan kontriusi
meningkatnya masalah emerging in!ectious diseases. &elayanan kesehatan yang e!isien
tidak hanya cepat mendeteksi dan tanggap terhadap epidemik selama !ase awal tetapi
"uga sensiti! untuk menentukan titik in!eksi aru atau in!eksi patogen yang tidak dikenal.
?. &engolahan makanan dan ahan makanan.
&engolahan, pengemasan dan pengiriman#distriusi makanan dan ahan makanan "uga
merupakan !aktor erkemangnya emerging infectious diseases. &eningkatan produksi
ahan makanan yang erasal dari tumuh3tumuhan dan hewan melalui rekayasa
genetik, penggunaan ahan pengawet, penggunaan antiiotik dan pemakaian insektisida
merupakan !aktor yang dapat memerikan kontriusi.
A. Mutasi dan e-olusi organisme.
Organisme dapat mengalami mutasi atau e-olusi. Mutasi ini akan menimulkan strain
aru mikroa. $train aru organisme terseut dapat men"adi resisten terhadap
pengoatan. Mutasi "uga dapat menyeakan peruahan mikroa non3patogen men"adi
patogen.

1. Masalah !esistensi Terhadap "ntimikroba.
2esistensi antimikroa adalah resistensi mikroorganisme pada suatu oat antimikroa
dimana seelumnya mikroorganisme terseut sensiti! terhadap oat itu. Organisme yang
resisten meliputi akteri, -irus dan eerapa parasit adalah organisme yang mampu ertahan
terhadap oat antimikroa, seperti antiiotik, anti-iral, antimalaria, sehingga pengoatan
standar men"adi tidak e!ekti! dan in!eksi menetap dan dapat meluas ke yang lain. 2esisten
antimikroa adalah konsekuensi dari penggunaan atau penyalahgunaan oat antimikroa dan
erkemang ketika suatu mikroorganisme ermutasi atau mendapat gen resisten.
2esisten antimikroa men"adi perhatian dunia karena%
a. In!eksi yang diseakan oleh mikroorganisme yang telah resisten, respon terhadap
pengoatan standar sering gagal sehingga memperpan"ang masa sakit dan memperesar
risiko kematian.
. 2esistensi antimikroa mengurangi e!ekti!itas pengoatan karena pasien masih dalam
masa in!eksius yang leih lama, oleh karena itu potensial untuk menularkan
mikroorganisme yang resisten pada orang lain.
c. *anyak penyakit penyakit in!eksi erisiko untuk men"adi tidak terkontrol dan akan
menghamat kema"uan pencapaian target #nited Nation &illenium De"elo'ment (oals
(D. MD0s) 168?.
d. 'etika in!eksi men"adi resisten pada oat lini pertama, terapi pilihan yang harus dierikan
men"adi leih mahal. $emakin lama masa sakit dan pengoatan, meningkatkan iaya
pelayanan kesehatan dan ancaman !inansial terhadap keluarga masyarakat.
e. &engoatan modern yang telah dicapai seperti transplantasi organ, kemoterapi dan operasi
pemedahan men"adi sangat erisiko oleh karena adanya resistensi mikroa karena tanpa
antimikroa yang e!ekti! keerhasilan metode pengoatan terseut men"adi menurun.
!. &eningkatan perdagangan dan per"alanan gloal menyeakan mikroorganisme yang
resisten dapat menyear antar negara dan enua.
(akta3!akta resistensi ,ntimikroa%
$ekitar 556.666 kasus aru multidrug-resistant tuberculosis (MD234*) timul setiap
tahun, menyeakan 8?6.666 kematian. E)tensi"ely drug-resistant tuberculosis (HD23
4*) dilaporkan telah ada di A5 negara saat ini.
2esitensi terhadap antimalaria generasi awal seperti klorokuin dan sul!adoksin3
pirimetamin tersear luas di seagian esar negara3negara endemis malaria. &arasit
malaria !alciparum resisten terhadap artemisin sedang timul di ,sia tenggara, 'lirens
in!eksi setelah dimulai terapi men"adi tertunda (mengindikasikan adanya resistensi).
4ingginya persentase in!eksi nosokomial adalah diseakan akteri sangat resisten seperti
methicilin-resistant *ta'hylococcus aureus (M2$,) dan "ancomycin-resistant
enterococci.
2esistensi men"adi perhatian untuk pengoatan in!eksi HI:, karena semakin cepatnya
akses untuk mendapatkan antiretro-iral meluas akhir3akhir ini. $ur-ei nasional sedang
erlangsung untuk mendeteksi dan mengawasi resitensi.
+ipro!lo=acin merupakan antiiotik yang direkmendasikan WHO untuk mana"emen diare
erdarah seperti shigella, saat ini masalah resistensi erkemang pada antiiotik lain yang
seelumnya masih e!ekti!. 4etapi peningkatan pre-alensi terhadap cipro!lo=acin secara
cepat mengurangi pilihan terapi shigellosis yang aman dan e!ekti!, khususnya untuk anak3
anak.
2esistensi antimikroa men"adi masalah serius untuk pengoaan gonorea, meliputi
generasi cephalosporin oral, dan peningkatan pre-alensinya menyear luas. In!eksi
gonococcal yang tidak diterapi akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian, oleh
karena itu mengganggu control in!eksi menular seksual.
1. ME!#
ME2$ ( &iddel East Res'iratory *yndrome ) atau sindrom pernapasan 4imur 4engah
adalah suatu sindrom pada pernapasan akiat -irus "enis corona"iridae yang pertama kali
ditemukan di negara 4imur 4engah tahun 1681.
,nalisis genetis yang sudah dilakukan pada penderita ME2$ di negara 4imur 4engah,
menun"ukkan ahwa penyakit ini telah eerapa kali erpindah dari hewan ke manusia. Data
WHO ulan $eptemer 168/ "uga menun"ukkan setidaknya ?9 pasien dari 8/1 penderita
ME2$, meninggal dunia sepan"ang tahun 16813168/.
ME2$ mempunyai ge"ala seperti $,2I (*e"ere +cute Res'iratory Infection)
progresi!, yaitu demam, atuk, sesak napas, ge"ala pneumonia hingga penurunan kesadaran,
hal ini yang memuat ME2$ men"adi salah satu penyakit yang seringkali sulit didiagnosis.
&enyearan ME2$ itu sendiri melalui hewan3hewan ternak, seperti kaming, doma, unta,
dan eerapa hewan peliharaan seperti kucing dan an"ing yang dapat menyear ke manusia,
lalu dari manusia ke manusia.
&enegakkan diagnosis ME2$ dapat dilakukan dengan anamnesis yang cermat,
pemeriksaan !isik serta pemeriksaan penun"ang agar pencegahan penularan dapat segera
dilakukan dengan e!ekti!.
". $EF%&%#%
ME2$ adalah &enyakit sindrom pernapasan yang diseakan oleh -irus +orona yang
menyerang saluran pernapasan dan menimulkan ge"ala mulai dari ringan hingga erat.
8
'. P"T(F%#%()(*%
Corona"irus seagai penyea ME2$, yang dinamakan &ER* Corona"irus, mengin!eksi
dari reser-oir nya yaitu hewan ternak, seperti unta, doma, kaming serta dapat erkemang
iak di tuuh an"ing dan kucing.Hal ini dikarenakan hewan3hewan terseut memiliki 2.,
yang dapat mem!asilitasi pementukan -irion3-irion aru dari -irus ini. ,nalisis peneliti di
dunia sampai dengan saat ini menyimpulkan ahwa -irus corona yang men"adi penyea
ME2$ memiliki huungan spesies dengan corona"irus penyea $,2$. &eredaannya
adalah -irus $,2$ erkemang iak di dalam kelelawar tanpa menimulkan antiody di
dalam kelelawar, sedangkan ME2$ corona-irus mengakti!kan antiody pada hewan
reser-oirnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan ahwa &ER* Corona"irus memiliki "alur
transmisi dari animals to animals, man to man, dan animals to man.
1

+. T"&$" $"& *E,")"
0e"ala %
Demam F /9
6
+
*atuk
$esak
2iwayat epergian ke .egara 4imur 4engah 85 hari seelum ge"ala
&emeriksaan (isik %
$esuai dengan gamaran pneumonia
Hasil 2adiologi %
(oto thora= dapat ditemukan in!iltrate, konsolidasi, sampai gamaran ,2D$
$. K)"#%F%K"#%
a. Kasus Penyelidikan -#uspek.
&asien dengan I$&,, yaitu demam atau riwayat demam, atuk dan pneumonia atau dengan
,2D$ atau pada pasien Immunocompromised mempunyai ge"ala dan tanda yang tidak "elas,
disertai salah satu tanda erikut %
8. 2iwayat per"alanan ke 4imur 4engah atau negara ter"angkit dalam waktu 85 hari seelum
mulainya ge"ala. &neumonia yang ukan diseakan oleh in!eksi lainnya.
8.a &enyakit muncul dalam satu cluster yang ter"adi dalam waktu 85 hari, tanpa
memperhatikan tempat tinggal atau riwayat epergian, kecuali ditemukan etiologi lain.
8. &enyakit ter"adi pada petugas kesehatan yang eker"a di 2$#layanan kesehatan yang
merawat pasien dengan I$&, erat ($,2I), terutama pasien yang memerlukan perawatan
intensi!, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat epergian, kecuali ditemukan
etiologi lain.
1. $eseorang yang memiliki riwayat per"alanan ke 4imur 4engah atau negara ter"angkit dalam
waktu 85 hari seelum mulai sakit selain I$&, (pada pasien dengan gangguan kekealan
tuuh kemungkinan tanda dan ge"ala tidak "elas)
/. $eseorang dengan penyakit pernapasan akut dengan eragai tingkat keparahan (ringan3
erat) yang dalam waktu 85 hari seelum mulai sakit, memiliki riwayat kontak erat dengan
kasus kon!irmasi atau kasus proale in!eksi ME2$3+o: yang sedang sakit.
b. Kasus Probable
Eaitu pasien in-estigasi, dengan ukti klinis, radiologis, atau histopatologis parenkim paru
(&neumonia atau ,2D$) tetapi tidak ada kemungkinan untuk mendapatkan kon!irmasi secara
laoratorik diseakan pasien atau sampel yang tidak ada atau tes yang tidak tersedia untuk
memeriksa in!eksi saluran perna!asan lainnya. Disertai riwayat erikut%
8. 'ontak erat dengan pasien terkon!irmasi secara laoratorik
1. *elum dapat ditentukan "enis in!eksi atau etiologi lainnya, termasuk setelah dilakukannya
semua tes dengan indikasi klinis untuk +,& (Community +c,uired Pneumonia)
/. 4idak terdapat pemeriksaan untuk ME2$3+o: atau pada satu kali pemeriksa spesimen
yang tidak adekuat hasilnya negati! atau hasil pemeriksaan ME2$3+o: tidak meyakinkan.
/. Kasus Konfirmasi
>ika seseorang menderita in!eksi ME2$3+o: dengan kon!irmasi laoratorium.
E. PEME!%K#""& PE&0&,"&*
&emeriksaan penun"ang untuk mendukung diagnosis ME2$ adalah pemeriksaan laoratorium
dengan sediaan %
a. $pesimen dari saluran napas atas (hidung, naso!aring, dan#atau swa tenggorokan)
. $pesimen saluran napas agian awah (sputum, cairan endotracheal tue, ilasan
ronchoal-eolar)
>enis pemeriksaan yang dapat memantu menegakkan diagnosis adalah %
3 'ultur mikroorganisme
3 &emeriksaan -irus In!luen)a , sutype H8, H/, dan H?, 2$:, &arain!luen)a, 2hino-iruses,
,deno-iruses, Metapneumo-iruses, dan +orona-irus.
Dntuk pemeriksaan corona-irus, perlu dilakukan dengan menggunakan Re"erse transcri'tase
'olymerase chain reaction (243&+2)
#E1E!E "+0TE !E#P%!"T(!2 #2&$!(ME -#"!#.
%. $efinisi
$e-ere ,cute 2espiratory $yndrome ($,2$) adalah penyakit in!eksi saluran na!as
yang diseakan oleh -irus corona dengan sekumpulan ge"ala klinis yang sangat erat (+hen
; 2umende, 166A). $,2$ adalah sindrom pernapasan akut erat yang merupakan penyakit
in!eksi pada "aringan paru manusia yang penyeanya adalah Corona"irus (&outanen et
al.,166/).
Menurut literatur lain, $,2$ ($e-ere ,cute 2espiratory $yndrome) adalah
sekumpulan ge"ala sakit pernapasan yang mendadak dan erat atau diseut "uga penyakit
in!eksi saluran perna!asan yang diseakan oleh -irus +orona (amily &aramy=o-irus (Ihang
et al.,166A). $,2$ (se-ere acute respiratory syndrome) adalah suatu "enis kegagalan paru3
paru dengan eragai kelainan yang ereda, yang menyeakan ter"adinya pengumpulan
cairan di paru3paru (edema paru) ($-ooda. 166A).
%%. Epidemiologi
'asus pertama kali dilaporkan ter"adi di sekitar ulan .o-emer 1661, dari propinsi
0uangdong, +ina. Eaitu dilaporkan adanya penderita penderita yang mengalami radang paru
yang atipikal dan sangat gawat serta tingkat penularannya tinggi. Dilaporkan "uga penyakit
ini tealh men"angkiti sekitar /6? orang dan menyeakan ? diantaranya tewas, dan /6 persen
dari kasus terseut dilaporkan ter"adi pada tenaga medis. $,2$ terawa keluar dari
0uangdong ke Hongkong pada tanggal 18 (eruari 166/ oleh seorang dokter yang telah
merawat pasien dengan ge"ala mirip !lu di tempat ker"anya. $etelah saat itu in!eksi semakin
meluas ke pen"uru +ina dan Hongkong yang pada akhirnya meluas hingga ke :ietnam dan
+anada (WHO, 166/)
&ada tanggal 81 Maret 166/, *adan 'esehatan Dunia (-orld Health
Organi%ation#WHO) mengeluarkan suatu peringatan ke seluruh dunia adanya suatu penyakit
yang diseutnya seagai sindrom penapasan akut parah (se"ere acute res'iratory
syndrome#$,2$) (WHO, 166/). &enyakit ini digamarkan seagai radang paru (pneumonia)
yang erkemang secara sangat cepat, progresi! dan seringkali ersi!at !atal, dan diduga
erawal dari suatu propinsi di +ina Dtara yaitu propinsi 0uangdong. &ada saat pengumuman
WHO ini dikeluarkan, kasus3kasus $,2$ diketahui telah menyerang eerapa negara seperti
+ina, Hongkong, :ietnam, $ingapura dan 'anada (&outanen et al.,166/).
$ampai dengan tanggal / Mei 166/ telah ditemukan seanyak A.1/5 kasus ('robable
cases) dan 5/? (A,B@7) kematian di tigapuluh negara. $ulit sekali untuk menentukan dengan
pasti, erapa "umlah kasus, erapa negara yang terkena waah $,2$ dan erapa angka
kematian, oleh karena gamaran penyakit ini setiap saat eruah dengan cepat (WHO, 166/).
%%%. Etiologi
$aat ini penyea penyakit $,2$ sudah dapat diketahui, yaitu erupa in!eksi -irus
yang tergolong dalam genus corona-irus (+o:). +o: $,2$ iasanya tidak stail ila erada
dalam lingkungan. .amun -irus ini dapat ertahan erhari3hari pada suhu kamar. :irus ini
"uga mampu mempertahankan -iailitasnya dengan aik ila masih erada di dalam !eces
(+hen ; 2umende, 166A).
+o: $,2$ terseut merupakan tipe aru dari corona-irus telah diidenti!ikasi seagai
penyea $,2$ ($e-ere ,cute 2espiratory $yndrome). $,2$ corona-irus ($,2$ +o:)
secara resmi telah dideklarasikan oleh WHO seagai agen causati-e penyea $,2$. $,2$3
+o: mempunyai patogenesis yang unik sea mereka menyeakan in!eksi perna!asan pada
agian atas dan awah sekaligus serta dapat menyeakan gastroenteritis (WHO,166/)
+orona-irus sendiri erasal dari ahasa Eunani ./012 yang erarti mahkota (corona).
Dilihat di awah mikroskop elektron, mahkota terlihat seperti tancapan paku3paku yang
teruat dari $ glikoprotein. $truktur inilah yang terikat pada sel inang dan nantinya dapat
menyeakan -irus dapat masuk ke dalam sel inang (>awet) et al.,8BBA).
+orona-irus adalah anggota dari !amili Corona"iridae$ suatu -irus yang esar, dan
mempunyai seluung (en"elo'e). $eluung -irus ini dipenuhi dengan ton"olan3ton"olan yang
pan"ang erentuk daun unga ('etal). 0enom 2., corona-irus ini mempunyai ukuran 1@3
/1 k dan merupakan genom yang teresar di antara semua -irus yang ada. 0enom -irus ini
eruntai tunggal (single-stranded) dan mementuk suatu nukleokapsid helikal yang !leksiel
dan pan"ang. .ukleokapsid ini terletak di dalam suatu seluung lipoprotein yang terentuk
dari penggemungan memran intraseluler (Drosten et al.,166/).
,da / kelompok serologis corona-irus yang telah dikenali dan untuk setiap serogrup,
-irus diidenti!ikasi sesuai dengan pe"amu alamiahnya, dengan cara urutan (sekuens)
nukleotidanya dan huungannya masing3masing secara serologis. $eperti halnya dengan
keanyakan -irus3-irus 2.,, corona-irus memiliki !rekuensi mutasi yang sangat esar.
Dengan melihat pan"angnya genom dan !rekuensi kesalahan 'olymerase 2., dari -irus3-irus
lain, genom 2., corona-irus agaknya memiliki kumpulan titik mutasi pada setiap replikasi
2.,3nya (Drosten et al.,166/).
,nalisis urutan (sekuens) nukleotida dari eragai isolate corona-irus menun"ukkan
suatu -ariailitas sekuens yang dapat mempengaruhi replikasi -irus dan patogenesisnya. ,da
anggapan ahwa penyakit $,2$ yang diseakan oleh corona-irus dan menyerang manusia
merupakan keadaan di mana corona-irus yang in!ekti! terhadap eerapa hewan mengalami
mutasi dan ere-olusi untuk kemudian men"adi patogen terhadap eerapa kelompok hewan
lainnya dan "uga pada manusia (&outanen et al.,166/).
%1. Transmisi
+ara penularan +o: $,2$ yang utama adalah melalui kontak langsung memran
mukosa (mata, hidung, mulut) dengan droplet pasien yang terin!eksi. $elain itu, eragai
prosedur aerosolisasi di rumah sakit (neulisasi, intuasi, suction, dan -entilasi) dapat
meningkatkan resiko penularan $,2$ oleh karena kontaminasi alat yang digunakan, aik
droplet maupun materi in!eksius lain seperti partikel !eses dan urin (+hen ; 2umende,
166A).
&ada penelitiannya, Ignatius et al (1665) menemukan ahwa penyearan -irus $,2$
ternyata isa diperantarai oleh udara (airborne transmission), hal inilah yang menyeakan
community outbrea3 pada $,2$ di Hongkong dan 4oronto (#*+).
1. Patogenesis dan Patofisiologi
$,2$ secara klinis leih meliatkan saluran na!as agian awah diandingkan
dengan saluran na!as diagian atas. &ada saluran na!as aian awah, sel3sel asinus adalah
sasaran yang leih anyak terkena diandingkan trakea maupun ronkus. Menurut +hen dan
2umende (166A), patogenesis $,2$ terdiri dari 1 macam !ase %
1. Fase Pertama
4er"adi selama 86 hari pertama penyakit, pada !ase ini meliatkan proses akut
yang mengakiatkan diffuse al"eolar damage (D,D) yang eksudati!. (ase ini
dicirikan dengan adanya in!iltrasi dari sel3sel in!lamasi serta edema dan
pementukan memran hialin.
Memran hialin ini terentuk dari endapan protein plasma serta deris nucleus
dan sitoplasma sel3sel epitel paru (pneumosit) yang rusak. Dengan adanya
nekrosis sel3sel epitel paru maka barrier antara sirkulasi darah dan "alan udara
men"adi hilang sehingga cairan yang erasal dari pemuluh darah dapat masuk ke
dalam ruang al-eolus (e!usi). .amun masih elum dapat diuktikan apakah
kerusakan sel3sel paru terseut diakiatkan karena e!ek toksik dari -irus terseut
secara langsung atau kerusakan terseut ter"adi karena perantara sistem imun.
&ada saat !ase eksudati! ini dapat diamati dan diidenti!ikasi 2., dan antigen
-irus yang terdapat pada makro!ag al-eolar.
2. Fase kedua
(ase ini dimulai tepat setelah !ase pertama selesai (setelah 86 hari). (ase ini
ditandai dengan peruahan pada D,D eksudati! men"adi D,D yang terorganisir.
&ada periode ini didapati metaplasia sel epitel skuamosa ronchial, ertamahnya
ragam sel dan !irosis pada dinding lumen al-eolus. &ada !ase ini "uga tampak
dominasi pneumosit tipe 1 dengan peresaran nucleus dan nucleoli yang
eosino!ilik. $elan"utnya "uga ditemukan adanya sel raksasa dengan anyak
nucleus (multinucleated giant cell4 dalam rongga al-eoli. $el raksasa terseut
diduga merupakan akiat langsung dari :o+ $,2$, namun sumer lain
mengatakan ahwa hal terseut ukan karena +O: $,2$ namun diseakan
karena proses in!lamasi yang erat pada tahap D,D eksudati!.
1%. Manifestasi Klinis
a. Gejala prodormal
Masa inkuasi penyakit $,2$ antara 8385 hari dengan rata3rata 5 hari. 0e"ala
prodormal yang timul dimulai dengan adanya ge"ala3ge"ala sistemik yang non
spesi!ik, seperti %
3 Demam F /9
6
+
3 Myalgia
3 Menggigil
3 2asa kaku dituuh
3 *atuk non produkti!
3 .yeri kepala dan pusing
3 Malaise
0e"ala3ge"ala terseut merupaka ge"ala tipikal yang sering timul pada penderita
$,2$, namun tidak semua ge"ala terseut timul pada setipe pasien pada eerapa
kasus demam muncul dan menghilang dengan sendirinya pada hari ke 5 hingga ke @,
tapi sama sekali tidak menun"ukkan adanya peraikan pada pasien, dan terkadang
demma muncul kemali pada minggu ke 1 (+hen ; 2umende, 166A).
b. Manifestasi Umum
Meskipun $,2$ merupakan -irus yang menyerang sistem perna!asan namun
eerapa kasus ditemukan penderita dengan ge"ala multiorgan.
&anifestasi Pernafasan
&enyakit paru adalah ge"ala klinis utama dari penderita $,2$, ge"ala3ge"ala
utama yang timul antara lain %
3 *atuk kering
3 $esak na!as
&ada tahap awal in!eksi, ge"ala terseut seperti pada in!eksi saluran na!as pada
umumnya, namun ge"ala terseut mengalami perurukan pada awal minggu
kedua. Dimana ge"ala sesak makin lama akan semakin erat dan mulai mematasi
akti!itas !isik pasien. $eanyak 1631?7 pasien mengalami progresi uruk kearah
acute res'iratory distress syndrome (,2D$) akiat kerusakan pada pneumosit
tipe 1 yang memproduksi sur!aktan.
0e"ala lain yang mungkin timul adalah pneumotoraks dan
penumomedistinum, yang diakiatkan karena udara yang ter"eak dalam hingga
dada, hal ini dilaporkan seanyak 817 ter"adi secara spontan dan 167 timul
setelah pengunaan -entilator di I+D (+hen ; 2umende, 166A).
&enyea kematian tersering pada $,2$ adalah dikarenakan oleh ,2D$
erat, kegagalan multiorgan, in!eksi sekunder, septikemia, serta komplikasi
tromoemolik.
&anifestasi Pencernaan
0e"ala yang timul pada sistem pencernaan diduga diseakan karena
transmisi penularan :o+ $,2$ melalui oral. 0e"ala utamanya adalah
diare. &ada kasus ini didapati seanyak 167 pasien $,2$ mengalami
diare pada kedatangan pertama dan @67 dari "umlah terseut tetap
mengalami ge"ala ini selama masa per"alanan penyakitnya.
Diare yang ditimulkan iasanya cair dengan -olume yang anyak
tanpa disertai darah maupun lendir. &ada kasus erat iasanya di"umpai
ketidakseimangan elektrolit dan dehidrasi karena penurunan cairan
tuuh akiat diare (+hen ; 2umende, 166A).
&ada eerapa kasus yang tidak disertai pneumonia, ge"ala diare ini
adalah satu3satunya ge"ala yang tampak, namun pada eerapa kasus lain
dengan pneumonia, diare mulai tampak pada mingu kedua sakit
ersamaan dengan timulnya demam dan perurukan pada paru.
&anifestasi 5ain
$eanyak 1?7 pasien $,2$ mengalami peningkatan $0&4 pada
kedatangan pertama. *elum isa dipastikan penyea peningkatan
en)im ini namun diduga peningkatan en)im ini diseakan karena
respon tuuh terhadapa in!eksi +o: $,2$ pada tuuh manusia ukan
karena in!eksi spesis!ik +o: pada hepar.
Dari seri kasus di Hongkong, sekitar ?67 pasien mengalami hipotensi
selama masa perawatan di rumah sakit. Hipotensi ini menyeakan
rasa pusing pada pasien $,2$.
Dari seri kasus di Hongkong didapati sekitar 567 pasien mengalami
takikardi. .amun mani!estasi kardio-askuler pada $,2$ ini pada
umumnya tidak memerlukan terapi spesi!ik.
*eerapa kasus dilaporkan ge"ala epilepsi dan disorientasi pada
pasien $,2$ namun de!isit neurologi !okal tidak pernah ditemukan.
Meskipun demikian tetap harus diwaspadai terhadap kemungkinan
man!estasi $,2$ pada sistem sara! mengingat adanya laporan kasus
yang menunu"ukkan adanya status epileptikus pada pasien dengan
disertai penemuan +o: $,2$ pada +$$ dengan kadar yang cukup
signi!ikan. Menurut +hen dan 2umende (166A), +o: $,2$ ini "uga
dapat mengakiatkan demyelinisasi pada sara! otak.
VII. Pemeriksaan Fisik dan Penun3ang
Pada pemeriksaan fisik didapati 4
auskultasi didapati ronki asal di paru
Hipotensi (sistolik C866 mmhg)
&etekie dan ekimosis, namun "arang
4akikardi
*iir serta kuku penderita tampak keiruan (sianosis, karena kekurangan
oksigen)
Pemeriksaan dara! didapati 4
<im!openia C8666#mm/
.eutro!ilia
4romositopenia )didapati pada ?67 kasus $,2$
Pemeriksaan Penunjang "ain
&o Pemeriksaan 5asil yang ditemukan Klinis
8. (oto 4horaks In!iltrat di paru pneumonia
1. +43$can 4horaks 'onsolidasi ruang udara
yang !okal maupunmulti
!okal
*ronchiolitis
Oliterans
organi)ing
pneumonia
(*OO&)
/. En)im $0&4 Meningkat *elum
diketahui
Pemeriksaan #pesifik
&o Pemeriksaan #pesimen 6aktu Pemeriksaan Keterangan
8. 243&+2 Dahak, !eces,
darah peri!er
Minggu kedua sakit $ensi-itas tinggi
ia dilakukan pada
mingu kedua
1. Deteksi
,ntigen
:irus
serum A386 hari sakit $ensi-itas uruk
ila dilakukan
diawal penyakit
/. 'ultur :irus Dahak, darah,
!eces, pada
media :eroEA
atau (2h'35
,wal penyakit $ensi-itas semakin
menurun seiring
dengan per"alanan
penyakit
5. Deteksi
,ntiody
+o: $,2$
(dengan
teknik E<I$,
atau I(,)
Darah -ena ,wal minggu kedua 0O<D
$4,.D,24
?. 4est D.,
seJuencing
darah 9 "am setelah in!eksi $ensi-itas tinggi
1%%%. $iagnosis
Menurut WHO (166/), kategori yang harus dipenuhi untuk kasus suspek
$,2$ adalah %
8. Demam tinggi dengan suhu F/9
6
+
1. $atu atau leih keluhan perna!asan, termasuk atuk, sesak, dan kesulitan
erna!as disertai dengan satu atau leih keluhan erikut %
3 'ontak dekat dengan orang yang terdiagnosa suspek atau proale $,2$
dalam 86 hari terakhir
3 2iwayat per"alanan ke tempat#.egara yang ter"angkit waah $,2$ dalam
86 hari terakhir
3 *ertempat tinggal#pernah ertempat tingal ditempat#negara yang ter"angkit
waah $,2$.
$edangkan de!inisi kasus proale $,2$ adalah kasus suspek ditamah
dengan gamaran !oto thoraks yang menun"ukkan tanda3tanda pneumonia atau
respiratory distress syndrome, atau seseoran yang meninggal karena penyakit
saluran perna!asan yang tidak "elas penyeanya, dan pada pemeriksaan otopsi
ditemukan tanda patologis erupa respiratory distress syndrome yang "uga tidak
"elas penyeanya.
%7. Penatalaksanaan
Eang erperan dalam pentalaksanaan pada penderita $,2$ adalah status penderita.
&ada kasus pasien sus'ect dan 'robable cases tindakan yang dilakukan adalah (WHO,
166/) %
a) Isolasi penderita di 2umah $akit.
) &engamilan sampel (sputum, darah, serum, urin) dan !oto toraks untuk
menyingkirkan pneumonia yang atipikal.
c) &emeriksaan hitung lekosit, tromosit, kreatinin !os!okinase, tes !ungsi hati,
ureum dan elektrolit, + reakti! protein dan serum pasangan ('aired sera).
d) $aat dirawat erikan antiiotika untuk pengoatan pneumonia akiat
lingkungan (community3aJuired pneumonia) termasuk penumonia atipikal.
e) &ada $,2$ eragai "enis antiiotika sudah digunakan namun sampai saat ini
hasilnya tidak memuaskan, dapat dierikan ria-irin dengan atau tanpa
steroid.
!) &erhatian khusus harus dierikan pada tindakan yang dapat menyeakan
ter"adinya aeroli)ation seperti neuliser dengan ronkodilator, ronkoskopi,
gastroskopi yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
&ada dasarnya, penanganan penderita $,2$ yang dianggap paling penting adalah terapi
suporti!, yaitu mengupayakan agar penderita tidak mengalami dehidrasi dan in!eksi sekunder.
$edangkan penggunaan antiiotik spektrum luas sendiri merupakan seuah tindakan pencegahan
(pro!ilaksis) untuk mencegah in!eksi sekunder ('sia)ek, 166/).
$edangkan menurut pedoman penanggulangan dan pentalaksanaan $,2$ Departemen
'esehatan 2I (1665) mengemukakan %
1$ Penatalaksanaan %asus #uspek #&'#
a. Oser-asi 1 = 15 "am, perhatikan
3 'eadaan umum
3 'esadaran
3 4anda :ital (4ekanan Darah, nadi, !rekuensi na!as, suhu)
. 4erapi $uporti!
c. ,ntiiotik% amoksilin atau amoksilin K anti * laktamase oral ditamah makrolid
generasi aru oral (roksitromisin, klaritromisin, a)itromisin)
2$ Probable #&'#
a. Ringan6*edang
8) 4erapi suporti!
1) ,ntiiotik
3 0olngan eta laktam K anti eta laktamase (I:) ditamah makrolid
generasi aru secara oral
,tau
3 $e!alosporin generasi kedua atau ketiga (I:)
,tau
3 (lourokuinon respirasi (I:) % mo=i!loksasin, le-o!loksasin, gati!loksasin.
b. 7erat
8) 4erapi $uporti!
1) ,ntiiotik
4idak ada !aktor resiko in!eksi psudomonas %
3 $e!alosporin generasi ke3/ (i-) non psudomonas ditamah
makrolid generasi aru.
,tau
3 (lourokuinon respirasi
,da !aktor resiko in!eksi pseudomonas
3 $e!alosporin anti pseudomonas (se!ta)idim, se!opera)on,
se!ipim)#karapenem (i-) ditamah !lourokuinolon anti
pseudomonas (sipro!loksasin)# aminoglikosida ditamah
makrolid generasi aru.
/) 'ortikosteroid. Hidrokortison (i-) 5 mg#'g** tiap 9 "am.
4) 2ia-irin 8,1 gr oral tiap 9 "am atau 9mg#'g** I: tiap 9 "am.
$"FT"! P0#T"K"
8. 'eputusan Menteri 'esehatan 2epulik Indonesia .omor 515#ME.'E$#$'#I:#166@
tentang Dpaya 'esehatan &elauhan dalam 2angka 'arantina 'esehatan.
1. (ranLois El-inge. How to deal with emerging diseases. 8BBA. ,-ailale !rom%
http%##courses.iddl.-t.edu#,EIDMI#pd!#we#EIDMnotesM<8.html). N,ccesed 15 >anuari
1681O.
/. WHO emerging disease. ,-ailale !rom%
http%##www.who.int#topics#emergingMdiseases#en#) N,ccesed 15 >anuari 1681O.
5. kantor kesehatan pelauhan kelas 1 medan. se"arah karantina kesehatan. ,-ailale !rom%
http%##se"arahkkp.logspot.com# N,ccesed 15 >anuari 1681O.
?. International Health 2egulation. 166?. ,-ailale a!rom%
http%##www.scrid.com#doc#/?958@6#IH23166?34er"emahan3Dalam3*ahasa3Indonesia.
N,ccesed 15 >anuari 1681O.
A. Direktorat >enderal &engendalian &enyakit Dan &enyehatan <ingkungan Departemen
'esehatan 2I. 1669. &anduan &etugas 'esehatan International Health 2egulations (IH2)
166?. ,-ailale !rom% http%##www.pd!windows.com#pd!#uku3saku3ihr3untitled# N,ccesed
15 >anuari 1681O.
@. 'ementerian 'esehatan 2epulik Indonesia. 1686. 'epmenkes .o.
A81#ME.'E$#$'#:#1686 tentang &edoman &enyelenggaraan 'arantina 'esehatan &ada
&enanggulangan 'edaruratan 'esehatan Masyarakat Eang Meresahkan Dunia. >akarta.
9. 2ima, ana dan 2e-iono. &eranan Ilmu 'edokteran Wisata dalam &encegahan &enyearan
,-ian In!luen)a. *agian &ulmonologi dan Ilmu 'edokteran 2espirasi (akultas
'edokteran Dni-ersitas $eelas Maret # $M( &aru 2$DD Dr. Moewardi, $urakarta.
B. ,ednego, Hadi M. 8BB9. Dpaya &encegahan dan &enanggulangan &enyakit3&enyakit
Emerging Disease dan Re-emerging Disease. >akarta% Departemen 'esehatan 2I
Direktorat >enderal &&M ; &<&.
86. Departemen 'esehatan 2epulik Indonesia, 1669. &ro!il &engendalian &enyakit ;
&enyehatan <ingkungan 4ahun 1669. >akarta% Departemen 'esehatan 2I Direktorat
>enderal &&M ; &<&.
88. Departemen 'esehatan 2epulik Indonesia, 166B. &edoman Diagnosis dan
&enatalaksanaan :irus In!luen)a , *aru (H8.8). >akarta.
81. 'ementerian 'esehatan 2epulik Indonesia. 166/. 'epmenkes .omor
88A#Menkes#$'#:II#166/ tentang &edoman &enyelenggaraan $istem $ur-eilans
Epidemiologi 'esehatan. >akarta.
8/. 'ementerian 'esehatan 2epulik Indonesia. 1688. $imposium .asional Emergency3
4opik Emerging Infectious Disease. >akarta. ,-ailale !rom%
http%##www.pppl.depkes.go.id#inde=.php N,ccesed 1A >anuari 1681O
85. -orld Health Organi%ation, 1688. Emerging Diseases. ,-ailale !rom%
http%##www.who.int# N,ccesed 1A "anuari 1681O
8?. -orld Health Organi%ation, 166?. Combinating Emerging Infectious Disease in the
*outh-East Region. .ew Delhi.
8A. +hen ', 2umende +M. 166A. *+R* 8 7u3u +9ar Ilmu Penya3it Dalam. ('DII % >akarta.
8@. Departemen 'esehatan 2I. 1665. Penatala3sanaan dan Penanggulangan *+R*. 4ersedia
di D2< % http%##www.dokter.we.id#&edoman &enanggulangan 'asus $,2$ DE&'E$
162I.pd!
89. Drosten +, 0unther $, &reiser W, -an der Wer! $, *rodt H32, *ecker $, et al.
Identi!ication o! a no-el corona-irus in patients with se-ere acute respiratory syndrome.
N Engl : &ed 166/P /59. ,-ailale !rom D2<% http%##www.ne"m.org.,ccessed ,pril /6,
166/.
8B. Ignatius 4.$, Eu M.*, Euguo <i, 4)e Wai Wong, Wilson 4am, M.&hil., ,ndy 4. +han,
>oseph H.W. <ee, &h.D, Dennis E.+. <eung, &h.D, and 4ommy Ho. 1665. E-idence o!
,irorne 4ransmission o! the $e-ere ,cute 2espiratory $yndrome :irus. N Engl : &ed P
/?6%8@/83B
16. >awet), Melnich, ,delerg. ;<<=. &i3robiologi >edo3teran. E0+ % >akarta.
18. 'sia)ek 40, Erdman D, 0oldsmith +, Iaki $2, &eret 4, Emergy $, et al. 166/. , no-el
corona-irus associated with se-ere acute respiratory syndrome. N Engl : &edP /59.
4ersedia di D2<% http%##www.ne"m.org. Diakses pada /6 Maret 1688.
11. &outanen $M, <ow DE, Henry *, (inkelkstein $, 2ose D, 0reen ', et al. 166/.
Identi!ication o! se-ere acute respiratory syndrome in +anada. N Engl : &ed /59.
4erdapat pada D2<% http%## www.ne"m.org. Diakses 68 ,pril 1688.
1/. $-ooda 4, Henry *, $hulman <, 'ennedy E, 2ea E, Wil .g, Wallington 4, Ea!!e *,
0ournis E, :icencio E, *asrur $, 2ichard H. 0la)ier. 166A. &ulic Health Measures to
+ontrol the $pread o! the $e-ere ,cute 2espiratory $yndrome during the Outreak in
4oronto. N Engl : &ed ?@ABC?.
15. World Health Organi)ation. *e"ere acute res'iratory syndrome D*+R*4. Wkly Epidemiol
2ec 166/P @9% 983/.
1?. World Health Organi)ation. 166/. -HO issues global alert about cases of aty'ical
'neumonia8 cases of se"erity res'iratory ilness may s'read to hos'ital staff. 0ene-a%
World Health Organi)ationP 4erdapat pada D2<% http%##www.who.int#
mediacentre#release#166/#pr11#en#print.html. Diakses pada tanggal /6 Maret 1688.
1A. World Health Organi)ation. 166/. &anagement of se"ere acute res'iratory syndrome
D*+R*4. 0ene-a% World Health Organi)ation. 4ersedia di D2<%
http%##www.who.int#csr#sars# management#en#print.html. Diakses 8 ,pril 1688.
1@. Ihang <, Ihang (, Eu W, He 4, Eu >,+hristopher EE, *a <ei, <i Wenhui, (ar)an Michael,
+hen Ihiwei, Euen 'wok3Eung, Ho Da-id. 166A. ,ntiody 2esponses ,gainst $,2$
+orona-irus ,re +orrelated With Disease Outcome o! In!ected Indi-iduals. :ournal of
&edical !irology @9%8Q9