Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PENELITIAN
Bank merupakan lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi perusahaan,
badan-badan pemerintah dan swasta, maupun perorangan menyimpan dana. Industri
perbankan merupakan industri yang paling mengalami perkembangan yang cukup
pesat, baik dari sisi volume usaha, mobilisasi dana masyarakat maupun pemberian
kredit.
Akan tetapi saat ini perkembangan tersebut diikuti dengan kondisi
perekonomian yang semakin sulit, terjadinya perubahan peraturan yang cepat,
persaingan antar bank yang semakin tajam, dan berbagai kecenderungan lain
dalam industri perbankan. Alasan inilah yang menjadikan perlunya manajemen bank
yang solid agar mampu menghadapi dan mengantisipasi segala bentuk keadaan.
(Dahlan iamat, Manajemen Lambaga Keuangan. !akarta" #embaga $enerbit %& 'I,
())*, hlm. +,- Dan hal ini tentunya akan mempengaruhi pola dan strategi manajemen
suatu bank baik dari sisi aktiva maupun sisi pasiva bank terhadap sistem keuangan
setiap negara.
Bank dalam melaksanakan kinerjanya haruslah mengutamakan
pro.esionalitas dan kredibilitas yang tinggi. /ara untuk mencapai tujuan tersebut
adalah bank harus nienunjukkan tingkat kesehatan seperti yang dipersyaratkan
sesuai dengan tuntutan agar dapat menghadapi perkembangan ekonomi yang
kompetiti., dan terintegrasi dengan tantangan yang semakin kompleks, serta
memperhatikan .aktor lainnya yaitu menjual kepercayaan dengan pelayanan yang
baik, ramah, cepat, aman, cermat, dan tidak diskriminati..

(0imsky 1 !udisseno,
Sistem Moneter Dan Perbankan di Indonesia. !akarta" $2. 3ramedia $ustaka
'tama, ())4, hlm. *(5-. Dengan ini industri perbankan diharapkan mampu
membuka hambatan yang sebelumnya menimbulkan represi sektor keuangan,
sehingga menimbulkan bisnis perbankan yang dapat berkembang pesat dengan
persaingan yang semakin kuat.
6enurut ylvia Diana $urba mengutip 7ence Bueno mengemukakan
beberapa .aktor suksesnya suatu perusahaan dart sisi eksternal maupun internal yaitu
sisi eksternal" peluang pasar, peningkatan permintaan, penemuan teknologi berbagai
sumber daya baru, serta kebijakan intensi.. edangkan dari sisi internal" semangat
inovasi, .leksibilitas dan pro.esionalisme gaya kepemimpinan, misi yang jelas dan
budaya yang terintegrasi, organisasi yang e.isien dan adapti., kualitas manajemen
dan produk, orientasi pelanggan dan pasar, kebebasan dan solvensi keuangan, serta
kualitas in.ormasi dan produkti.itas.

(ylvia Diana $urba, Analisis Budaya
OrganisasiBank-Bank Barkinerja Baik pada Periode !!"-!!#$ %urnal
&konomi$ 8ol. ** 9o.(, hlm.:*:, 9opember ());-.
1inerja industri perbankan dapat diukur dari beberapa indikator keuangan
yang antara lain permodalan, akti.a produkti., rentabilitas, likuiditas, e.isiensi.
9amun biasanya akan sulit untuk mengukur keakuratan dari kinerja bank, yang
lebih real biasanya dilakukan dengan mengukur kinerja keuangannya. <leh
karena itu, bank-bank yang sekarang masih beroperasi dianggap adalah bank-
bank yang memiliki kinerja yang relati. baik dibanding bank-bank yang telah
dilikuidasi beberapa waktu lalu baik dari sisi aktiva maupun sisi pasivanya dan
bank-bank go public dianggap lebih memiliki in.ormasi yang lebih terbuka.
Bank Indonesia bertugas mengawasi dan memberikan pembinaan kepada
bank-bank. Bank Indonesia juga senantiasa mengikuti perkembangan dari
masing-masing bank-bank yang bersangkutan dengan tiijuan agar langkah-
langkah pembinaan yang dilakukan akan mencapai sasaran yang tepat. Bank
Indonesia diberikan wewenang untuk menetapkan peraiuran dan peri=inan bagi
kelembagaan dan kegiatan usaha bank serta mengenakan sanksi terhadap bank
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Dahlan iamat,
op.cit.,hml.:( -
0asio yang digunakan untuk menganalisis kinerja bank antara lain rasio
likuiditas> 'as( )asio$ )eser*e )e+uirement (00-, Loan to Deposit )atio (#D0-,
)asio Ke,ajiban Bersi( 'all Money$ rasio rentabilitas> )eturn on Assets (0<A-,
)eturn on &+uity (0<&-, Beban operasional-Pendapatan Operasional (B<?$<-,
rasio solvabilitas> 'apital Ade+ua.y )atio (/A0-, Debt to &+uity )atio (D&0-.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
pelitian dengan judul "Analysis Perbedaan Kinerja Bank BUMN Dan Bank
wasta 9asional Devisa Periode ())4-()), (tudi Kass pada Bank-Bank 3o
$ublik di Brsa E!ek Indonesia-@@.
B. IDENTI"IKA#I DAN PEMBATA#AN MA#ALAH
*. Identi.ikasi 6asatah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka
penulis mengidenti.ikasi masalah sebagai berikut"
a. $ersaingan yang semakin ketat antar bank B'69 dan bank swasta
nasional devisa.
b. $enilaian kinerja bank dinilai berdasarkan dengan 'apital Ade+ua.y
)atio (/A0- yang haras dicapai sebesar +A, Loan to Deposit )atio
(#D0- sebesar B**)A artinya likuiditas bank dinilai sehat.
(. $embatasan 6asalah
Dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah-masalah yang diteliti
yaitu"
a. $enelitian dilakukan pada empat (C- bank B'69 dan empat (C- bank
swasta nasional devisa.
b. <bservasi yang dilakukan yaitu pada periode ())4 sampai ()),.
c. $enelitian ini dilakukan dengan melihat perbedaan kinerja bank B'69
dan bank swasta nasional devisa ditinjau dari rasio likuiditas> 'as(
)asio$ )eser*e )e+uirement (00-, Loan to Deposit )atio (#D0-, )asio
Ke,ajiban Bersi( 'all Money$ rasio rentabilitas> )eturn on Assets
(0<A-, )eturn on &+uity (0<&-, Beban operasional-Pendapatan
Operasional (B<?$<-, rasio solvabilitas> 'apital Ade+ua.y )atio (/A0-,
Debt to &+uity )atio (D&0-.
/. PERUMU#AN MA#ALAH
Dari ruang lingkup masalah yang telah diuraikan diatas, penulis membuat
perumusan masalah sebagai berikut"
*. Bagaimana kinerja bank B'69 dan bank swasta nasional devisa ditinjau dari
rasio likuiditas, rasio rentabilitas, dan rasio solvabilitasD
(. Apakah terdapat perbedaan yang signi.ikan antara kinerja bank B'69 dan
bank swasta nasional devisaD
D. TU$UAN PENELITIAN
*. 'ntuk mengetahui bagaimana kinerja bank B'69 dengan bank swasta
nasional devisa ditinjau dari rasio likuiditas, rasio rentabilitas, dan rasio
solvabilitas.
(. 'ntuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signi.ikan antara kinerja
bank B'69 dan bank swasta nasional devisa.
&. MAN"AAT PENELITIAN
6an.aat yang diharapkan dari penelitian ini dapat berman.aat bagi penulis
untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam menganalisa data serta memahami
ilmu perbankan. edangkan bagi pembaca sebagai in.ormasi yang berguna dan dapat
digunakan sebagai re.erensi dan bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.
%. #I#TEMATIKA PENULI#AN
ecara garis besar penelitian ini terdiri atas enam bab, dimana antara bab
yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan berkaitan. Berikut ini
akan dikemukakan uraian. 2entang sistematika pembahasan tiap bab sebagai
berikut"
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini berisikan pengantar dari bab-bab selanjutnya yang
mencakup latar belakang masalah, identi.ikasi dan pembatasan
masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, man.aat penelitian
serta gambaran sistematika penulisan dalam penelitian ini.
BAB II LANDA#AN TE%RI
Dalam bab ini diuraikan teori-teori yang melandasi pembahasan pada
bab berikutnya. elain itu terdapat pula kerangka pikir penelitian dan
hipotesa penelitian.
BAB III MET%DE PENELITIAN
Dalam bab ini dikemukakan dimana dilakukannya penelitian dan cara
yang dipakai dalam penelitian untuk mengumpulkan data dengan cara
studi lapangan atau studi kepustakaan.
BAB I& GAMBARAN UMUM PERU#AHAAN
Dalam bab ini dikemukakan tentang sejarah perusahaan industri
perbankan yang terda.tar di B&#
BAB & HA#IL PENELITIAN DAN PEMBAHA#AN
Dalam bab ini membahas hasil penelitian dan pembahasn dari hasil
penelitian tersebut
BAB &I KE#IMPULAN DAN #ARAN
Dalam bab ini akan membahas mengenai kesimpulan dari penelitian, dan
saran-saran yang diajukan peneliti.
BAB II
LANDA#AN TE%RI
A. Pen'er(ian Bank
$engertian bank menurut '' 0I 9o., 2ahun *55( tentang $erbankan
sebagaimana telah diubah dengan '' 9o.*) 2ahun *55+, yaitu" (-
*. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan tara. hidup
masyarakat banyak.
(. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
:. Bank $erkreditan 0akyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
tidak memberiakan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Bank adalah badan usaha di bidang keuangan yang menarik uang dari
masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat, terutama dengan
cara memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan
peredaran uang.
;
B) Asas* "n'si* Dan 2ujuan Perbankan Indonesia
Dalam $asal (,:E dan C '' 9o., 2ahun *55( sebagaimana telah diubah dengan
'' 9o.*) 2ahun *55+ tentang perbankan sebagai berikut"
,
Asas" $erbankan
Indonesia dalam melaksanakan kegiatan usahanya
berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-
hatian. %ungsi" %ungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun
dan penyalur dana
masyarakat. 2ujuan" $erbankan Indonesia bertujuan menunjang
pelaksanaan pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan
ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.
+) $enis , jenis Bank
Dalam konstalasi perbankan Indonesia saat ini, kepemilikan bank dapat
dibedakan" Bank pemerintah (Bank B'69-, Bank wasta 9asional, Bank
$embangunan Daerah (milik $emerintah Daerah-, Bank Asing. edangkan
istilah bank campuran sejak '' 9omor *) 2ahun *55+ sudah ditiadakan,F
karena pada prinsipnya bank swasta nasional dapat diwakili oleh pihak asing, sehingga
pengunaan istilah bank campuran sudah tidak relevan lagi. !enis-jenis bank antara lain"
+
-) BankBUMN
Bank B'69 pada dasarnya adalah bank yang seluruhnya atau sebagian
besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Bank B'69 saat ini berjumlah empat
bank yaitu Bank 9egara Indonesia, Bank 0akyat Indonesia, Bank 2abungan 9asional
dan Bank 6andiri (hasil gabungan Bank Dagang 9egara, Bank Bumi Daya, Bank
&kspor Impor dan Bank $embangunan Indonesia-.
2ingkat keterlibatan pemerintah dalam manajemen bank terbatas hanya
dalam penunjukan dan pengangkatan Direksi dan Dewan $engawas sesuai dengan
ketentuan perundangan yang diatur dalam $eraturan $emerintah $engangkatan
Direksi dan Dewan $engawas bank dilakukan oleh 6enteri 1euangan setelah
mendengar persetujuan $residen.
.) Bank Pe/erin(a0 Daera0
Bank-bank milik pemerintah daerah adalah Bank-bank $embangunan Daerah
yang pendiriannya didasarkan pada '' 9o. *: 2ahun *5;(. Dengan diundangkanya
'ndang-undang 9o., 2ahun *55( sebagaimana telah diubah dengan 'ndang-undang
9o. *) 2ahun *55+ B$D
tersebut harus memilih dan menetapkan badan hukumnya apakah menjadi
$erseroan 2erbatas, 1operasi atau $erusahaan Daerah.
1) Bank #2as(a Nasional
Bank swasta nasional adalah bank berbadan hukum Indonesia yang sebagian
atau seluruh modalnya dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum
Indonesia. Dilihat dari lingkup usalianya, bank swasta nasional dapat dibedakan ke
dalam bank devisa dan bank non-devisa. Bank devisa adalah bank yang dalam
kegiatan usahanya dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, setelah
memperoleh persetujuan Bank Indonesia, antara lain menerima simpanan dan
memberikan kredit dalam valuta asing termasuk jasa-jasa keuangan terkait dengan
valuta asing, misalnya letter o. credit, travelers check. ememtara bank non devisa
adalah bank yang tidak dapat melakukan kegiatan usaha yang berkaitan dengan
valuta asing.
3) Bank Asin'
Bank asing merupakan kantor cabang dari suatu bank di luar Indonesia
yang saat ini hanya diperkenankan beroperasi di !akarta dan membuka kantor
cabang pembantu di beberapa ibukota propinsi selain !akarta yaitu emarang,
urabaya, Bandung, Denpasar, 'jung $andang, 6edan dan Batam. Bank asing
yang dapat membuka cabangnya tersebut harus termasuk bank yank memiliki asset
()) terbesar dunia dan memiliki rating minimal A dari lembaga peringkat (rating
agency- internasional.
4) Bank Perkredi(an Rakya(
Bank $erkreditan 0akyat (B$0- adalah bank yang menerima
simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk
lainnya yang dipersamakan dengan itu.
D) Ke'ia(an Usa0a Bank
1egiatan usaha bank pada dasarnya hanya ada ( (dua- yaitu kegiatan
menghimpun dana dan menyalurkan dan masyarakat 1egiatan usaha bank
meliputi"
5
*. 6enghimpun dana /0unding1
1egiatan menghimpun dana merupakan membeli dana dari
masyarakat. 1egiatan membeli dana dapat dilakukan dengan cara
menawarkan berbagai jenis simpanan, antara lain" a. impanan 3iro
/Demand Deposit1
6erupakan simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan
menggunakan cek atau bilyet giro. Bagi bank jasa giro merupakan
dana murah karena bunga yang diberikan kepada nasabah relative lebih
rendah dari bunga simpanan lainnya. b. impanan 2abungan /Sa*ing
Deposit1
6erupakan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan oleh bank.1epada pemegang rekening
tabungan akan diberikan bunga tabungan yang merupakan jasa atas tabungannya. c.
impanan Deposito /2ime Deposit1
6erupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo-,
$enarikannya pun dilakukan sesuai dengan jangka waktu tersebut, terdiri dari
deposito berjangka, serti.ikat deposito, dan deposito on call.
(. 6enyalurkan Dana /Lending1
6erupakan kegiatan menjual dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat
atau lebih dikenal dengan istilah kredit. 1redit yang diberikan oleh bank terdiri
dari beragam jenis, jumlah serta tingkat suku bunga yang ditawarkan tergantung
dari kemampuan bank yang menyalurkannya. !enis-jenis kredit yang ditawarkan
meliputi" a. 1redit Investasi
6erupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melakukan investasi
atau penanaman modal. Biasanya memiliki jangka waktu yang relative panjang
yaitu diatas satu tahun. b. 1redit 6odal 1erja
6erupakan kredit yang digunakan sebagai modal usaha dan biasanya
berjangka waktu pendek yaitu kurang dari satu tahun.
c. 1redit $erdagangan
6erupakan kredit yang diberikan kepada para pedagang dalam rangka
memperluas usahanya.
d. 1redit $rodukti.
6erupakan kredit yang dapat berupa investasi, modal kerja, atau
perdagangan. e.
1redit 1onsumti.
6erupakan kredit yang digunakan ntuk keperluan pribadi. ..
1redit $ro.esi
6erupakan kredit yang diberikan kepada kalangan pro.essional.
:. 6emberikan !asa-jasa bank lainya /ser*i.e1
6erupakan kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan
menghimpun dan menyalurkan dana. ekalipun sebagai kegiatan penunjang,
kegiatan ini sangat banyak memberikan keuntungan bagi bank dan nasabah.
E* La5oran Kean'an
#aporan keuangan adalah pernyataan manajemen tentang kondisi suatu
perusahaan yang diungkapkan dalam bentuk mata uang (rupiah-. 7al tersebut
dirujuk berdasarkan '' 9o.*?*554 tentang $erseroan 2erbatas pasal 4+ ayat (*-
menyebutkan perhitungan tahunan dibuat sesuai dengan tandar Akuntansi
1euangan (A1-. 6enurut pernyataan A1 9o.l, laporan keuangan terdiri atas"
*)
*. 9eraca
9eraca bank adalah laporan tentang posisi keuangan perusahaan pada periode
tertentu yang terdiri atas aktiva dan kewajiban.
(. #aporan laba?rugi
#aporan laba?rugi merupakan akumulasi aktivitas yang berkaitan dengan
pendapatan dan biaya selama periode waktu tertentu.
:. #aporan perubahan eGuitas
#aporan ini menjelaskan perubahan modal, laba ditahan, agio?disagio.
C. #aporan Arus kas
#aporan ini menggambarkan perputaran uang selama periode tertentu, terdiri atas
kas operasional dan kas dari kegiatan investasi.
4. /atalan atas laporan keuangan
Isi catatan ini adalah penjelasan umum tentang perusahaan, kebijakan akuntansi
yang dianut, dan penjelasan tiap-tiap akun neraca dan laba rugi. Dengan membaca
perincian ini akan dapat dilihat bagaimana perilaku akun secara lebih detail.
") Per/odalan Bank
$enggunaan modal bank dimaksudkan untuk memenuhi segala kebutuhan
guna menunjang kegiatan operasi bank. Bank Indonesia sebagai otoritas
moneter menetapkan ketentuan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum
yang harus selalu dipertahankan setiap bank yang disebut /A0 (/apital
AdeGuacy 0atio- sebesar +A dari total aktiva tertimbang menurut resiko
(A260-. 6odal bank yang didirikan dan berkantor pusat di Indonesia terdiri dari
modal inti /primary .apital1 dan modal pelengkap /se.ondary .apital1.
""
G) #/ber Dana Bank
Dana-dana bank yang digunakan sebagai alat bagi operational suatu bank
*)
bersumber dari"
*. Dana pihak kesatu
Adalah dan a dari modal sendiri yang berasal dari para pemegang saham
yang terdiri dari modal disetor, agio saham, cadangan-cadangan, laba ditahan.
(. Dana pihak kedua
Adalah dana pinjaman dari pihak luar terdiri dari call money, pinjaman biasa
antarbank, pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank (#1BB-, pinjaman dari
Bank Indonesia.
:. Dana pihak ketiga
Adalah dana yang berupa simpanan dari masyarakat, berupa giro,
tabungan, deposito.
H) Risiko Usa0a Bank
0isiko usaha atau business risk bank merupakan tingkat ketidakpastian
mengenai pendapatan yang diperkirakan akan diterima. $endapatan dalam haF ini
adalah keuntungan bank. emakin tinggi ketidakpastian pendapatan yang
diperoleh suatu bank, semakin besar kemungkinan risiko yang dihadapi dan
semakin tinggi pula premi resiko atau bunga yang diinginkan. 0isiko usaha
yang dapat dihadapi oleh bank antara lain sebagai berikut"
*:
*. 0isiko 1redit
0isiko kredit atau dsebut dengan de3ault risk merupakan suatu risiko akibat
kegagalan atau ketidakmampuan nasabah mengembalikan jumlah pinjaman
yang diterima dari bank beserta bunganya sesuai denagn jangka waktu yang
telah ditentukan atau dijadwalkan.
(. 0isiko investasi
0isiko investasi atau in*estment risk berkaitan dengan kemungkian terjadinya
kerugian akibat suatu pen u run an nilai port.olio surat-surat berharga, misalnya
obligasi dan surat-surat berharga lainnya yang dimili bank.
:. 0isiko #ikuiditas
0isiko likuiditas atau li+uidity risk adalah risiko yang mungkin dihadapi oleh bank
untuk mememihi kebutuhan likuiditasnya dalam rangka memenuhi permintaan
kredit dan semua penarikan dana oleh penabung pada suatu waktu.
C. 0isiko <perasional
0isiko operasional bank antara lain dapat berupa kemungkinan kerugian dari
operasi bank bila terjadi penurunan keuntungan yang dipengaruhi oleh struktur
biaya operasional bank dan terjadinya kegagalan atas jasa-jasa dan produk-produk
baru yang diperkenalkan.
4. 0isiko $enyelewengan
0isiko penyelewengan atau penggclapan berkaitan dengan kerugian-kerugian yang
dapat terjadi akibat ketidakjujuran, penipuan atau moral dan perilaku yang kurang
baik dari pejabat, karyawan dan nasabah bank.
;. 0isiko %idusia H
0isiko ini akan timbul apabila bank dalam usahanya memberikan jasa
dengan bertindak sebagai wali amanat baik untuk individu maupun badan
usaha. ,
,. 0isiko 2ingkat Bunga H
0isiko yang timbul akibat berubahnya tingkat bunga akn menurunkan nilai
pasar surat-surat berharga yang terjadi pada saat bank membutuhkan
likuiditas.
+. 0isiko olvensi
0isiko yang terjadi disebabkan oleh ruginya beberapa asset yang pada gilirannya
menurunkan posisi modal bank.
5. 0isiko 8aluta Asing
0isiko ini terutania dapat dihadapi oleh bank-bank devisa yang melakukan
transaksi berkaitan dengan valuta asing, baik dari sisi aktiva maupun dari sisi
pasiva (kewajiban-. I
*). 0isiko $ersaingan
$roduk-produk yang ditawarkan bank hampir seluruhnya bersi.at homogen, sehingga
persaingan antar bank lebih ter.okus pada kemampuan bank memberikan pelayanan
kepada nasabah secara pro.essional dan paling baik.
I) Hbn'an an(ara #olvabili(as* Ren(abili(as* Likidi(as
-3
-)
Hbn'an an(ara Likidi(as den'an Ren(abili(as
#aporan keuangan melaporkan posisi keuangan perusahaan maupun
hasil operasinya selama periode tertentu. Ialaupun demikian, nilai riil dan
laporan keuangan terletak pada kenyataan bahwa laporan tersebut dapat
digunakan untuk membantu meramalkan laba dan dividen perusahaan dimasa
mendatang, menilai analisis rasio perusahaan merupakan langkah pertama
yang biasa dilakukan oleh investor sebelum menanamkan investasinya. 0asio
likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas adalah rasio yang sering dilihat oleh para
investor untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. 7al ini disebabkan karena
ketiga rasio tersebut memiliki keterkaitan yang erat yang akan
menggambarkan manajemen keuangan yang dijalankan perusahaan.
#ikuiditas yang terlalu tinggi menunjukkan kelebihan uang kas atau
aktiva lancar lainnya dibandingkan dengan yang dibutuhkan sekarang atau
tingkat likuiditas yang rendah dari aktiva lancar dan sebaliknya.
#ikuiditas A Dana 6enganggur
2
Dana .
$rodukti. @
0entabilitas? i
#aba H
J

J

J

#ikuiditas * J
K
Dana i
6enganggur v
J

Dana A
$rodukti. !
0entabilitas? A
#aba *
J
@
v#/ber6 #) Mna2ir* Analisa La5oran Kean'an* 0i/)78
Ga/bar .)- "lo290ar( Hbn'an
likidi(as den'an ren(abili(as
!adi pernyataan diatas menyatakan bahwa kondisi normal perusahaan
bila likuiditas dinaikkan maka pengaruhnya rentabilitas menjadi turun,
karena tingginya likuiditas berarti semakin banyak dana yang menganggur
(tidak produkti.- dan sebaliknya jika likuiditas diturunkan maka pengaruhnya
adalah rentabilitas menjadi naik, karena likuiditas yang rendah berarti semakin
sedikit dana yang menganggur (produkti.-. 7al ini berarti menunjukkan
bahwa likuiditas yang tinggi maka total rentabilitas adalah rendah, dan
sebaliknya jika likuiditas rendah maka rentabilitas menjadi tinggi. (.
Hbn'an an(ara #olvabili(as den'an Ren(abili(as
olvabilitas yang tinggi berarti semakin kecil jumlah modal pinjaman
yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan, jika rasio ,4A berarti
(4A aktiva perusahaan dibiayai oleh pinjaman dan margin o. sa.ety
(protection-.
olvabilitas A $orsi 'tang 2 0esiko 2 0entabilitas? A
laba 2
J

J
E.
J
K
#olvabili(asl Porsi U(an' T Resiko - Ren(abili(as: -
laba
;

;

;
;
#/ber6 #) Mna2ir* Analisa La5oran Kean'an* 0i/)8<
Ga/bar (.( "lo290ar(
Hbn'an solvabili(as den'an ren(abili(as
!adi pernyataan diatas menyatakan apabila solvabilitas tinggi
berarti porsi hutang perusahaan relati. lebih banyak apabila
dibandingkan dengan hartanya. emakin besar hutang perusahaan
berarti semakin besar resiko yang akan dihadapi semakin besar pula
keuntungan atau !aba yang diharapkan. !ika solvabilitas yang rend ah
berarti porsi hutang relati. sedikit dibandingkan hartanya. emakin
kecil hutang perusahaan berarti semakin kecil resiko yang dihadapi
maka semakin kecil pula keuntungan?laba yang diperoleh.
$) Peneli(ian,5eneli(ian #9bel/nya
#yna <ktavia $. dalam Analisis 2ingkat Kese(atan Bank
B4M5 ditinjau dari 'A)$ LD)$ PPAP$ )O& ter(adap )OA$ (())4-
menyatakan bahwa pengujian secara parsial penngaruh variable #D0,
$$A$, B<$< terhadap 0<A berpengaruh secara signi.ikan, sedangkan
variable /A0 tidak berpengaruh signi.ikan terhadap 0<A. $engujian
secara simultan pengaruh
variable /A0, #D0, $$A$, B<$< berpengaruh secara signi.ikan terhadap 0<A.
*4
/itra 9oviandi dalam Pengaru( )OA$ 'A)$ PPAP$ LD)$ 5PL ter(adap )O&
/Studi kasus pada industry perbankan di P2 Bank Syaria( Mandiri periode %anuari !!#-
5o*ember !!61$ (()),- mengambil kesimpulan bahwa hasil terhadap uji parsial terdapat
hubungan yang signi.ikan dari variable independen yaitu /A0, 9$#, $$A$, 0<A terhadap
0<&. 7al ini diketahui dari tingkat signi.ikan L ),)4. ementara untuk variable
independen yakni #D0 tidak memiliki pengaruh yang signi.ikan terhadap 0<&. 7al
tersebut dapat diketahui dari tingkat signi.ikan B ),)4.
*;
Maenal Abidin dalam Kinerja &3isiensi pada Bank 4mum$ !urnal &konomi
mengemukakan bahwa kinerja bank merupakan .on.ern bersama baik dari sisi
pengelola, masyarakat maupun para pengambil keputusan namun sediklt sekali
tinjauan kinerja yang dilihat dari e.isiensinya pada bank umum. Dari hasil temuan
terlihat bahwa kelompok bank B'69, yaitu B0I, Bank 6andiri, dan B9I selalu
mencapai tingkat e.isiensi *)) person, sedangkan bagi bank B29 hanya mencapai +5
persen dan 5, persen dibandingkan seluruh jenis bank. Dan untuk Bank Asing 4 dari
5 bank mencapai tingkat e.isiensi pada tahun ())4, yaitu Bangkok Bank, /itybank,
7B/, tandart /hartered Bank, dan 2okyo 6itsubisi Bank. edangkan pada
kelompok Bank $emerintah Daerah tingkat e.isiensi yang dicapai tidak pernah mencapai
*)) persen selama kurun waktu penelitian yaitu ())(-())4. Bank tersebut adalah
Bank <1I, B$D !a2im, B$D 1al2eng, B$D 1al2im, B$D 1alBar, B$D 1alel,
B$D lampung, B$D uIel, B$D um't, dan B$D !ambi. Baik bank swasta devisa
maupun bank non-devisa, jumlah bank yang dinyatakan e.isien sangat sedikit. $ada
tahun ())4 hanya (C persen untuk bank Devisa dan *5 persen untuk bank non-devisa.
6aka dari hasil penelitian nampak bahwa kelompok bank B'69 dan Bank Asing lebih
baik dalam kinerja e.isiensinya dibandingkan kelompok bank lainnya. Bank B'69
yang memiliki jaringan bank sangat besar dan luas serta notabene dekat dengan para
pengambil keputusan membuat bank tersebut berkinerja baik. Dilain pihak Bank Asing
yang memiliki kelebihan jaringan dan man a gem en berskala internasional membuat
bank ini mempunyai kinerja yang baik pula.
*,
ylvia Diana $urba dalam Analisis Budaya Organisasi Bank-Bank Berkinerja
Baik Periods !!"-!!#$ mengemukakan bahwa tidak ada perbedaan budaya
organisasi antara Bank-bank B'69 dengan Bank-bank swasta nasional yang
berkinerja baik. Dalam penelitian ini dikatakan bahwa pengaruh budaya organisasi
terhadap kinerja adalah signi.ikan, maka dapat
dinyatakan setiap organisasi yang memiliki budaya yang kuat akan memiliki
kinerja yang tinggi. Dengan 4 kondisi untuk organisasi dengan budaya
kinerja tinggi yaitu" .ocus yang relevan, diberi stimulus secara keseluruhan,
komitmen dari pemimpin, keterlibatan secara menyeluruh, dan pembekalan
eksternal.
I+
K) Keran'ka Pikir P9neli(ian
$enelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah mengidenti.ikasi jenis-
jenis bank yang terda.tar di Bursa &.ek Indonesia (B&I- berdasarkan bank milik
pemerintah (B'69- dan bank swasta nasional devisa sebagai dasar untukj
menentukan kinerja dari bank-bank tersebut. Berdasarkan teknik pengambilan
sampel dengan cara purposi*e sampling yaitu berdasarkan kriteria yang
ditentukan maka diperoleh + bank yang mcnjadi sampel dalam penelilian ini (C
untuk bank B'69 dan C untuk bank swasta nasional devisa-. 2ujuan penelitian
ini digunakan untuk mengetahui kinerja bank yang ditinjau berdasarkan rasio
likuiditas> 'as( )asio$ )eser*e )e+uirement (00-, Loan to Deposit )atio
(#D0-, )asio Ke,ajiban Bersi( 'all Money$ rasio rentabilitas> )eturn on Assets
(0<A-, )eturn on &+uity (0<&-, Beban operasional-Pendapatan Operasional
(B<?$<-, Analisis olvabilitas> 'apital Ade+ua.y )atio (/A0K, Debt to &+uity
)atio (D&0-. $enelitian dilanjutkan untuk mengetahui apakah
terdapat perbedaan yang signi.ikan antara kinerja bank B'69 dengan bank swasta
nasional devisa untuk itu digunakan uji regresi dan uji beda. 7asil penelitian
diharapkan dapat menjadi .eed back bagi perusahaan perbankan dimana hasil laporan
tersebut dapat dipergunakan calon investor sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.
$erusahaan $erbankan 3o
$ublic yang 2erda.tar di B&I
$eriode ())4-()),

BankB'69
(B9I, B0I, Bank 6andiri,
B29-
Bank Devisa wasta 9asional
(B/A, Bank Danamon, Bank
BII, Bank 6ega-


1inerja Bank

0asio #ikuiditas" /ash
0atio, 0eserve 0eGuirement
(00-, #oan to Deposit 0atio
(#D0-, 0asio /all 6oney
0asio 0entabilitas" 0eturn
on Assets (0<A-, 0eturn
on &Guity (0<&-, 0asio
Beban <perasional
(B<$<-
0asio olvabilitas"
/apital AdeGuacy
0atio (/A0-, Debt to
&Guity 0atio (D&0-

NIO/0, N(O00, N:O#D0, NCO/6, N4O/A0, N;OD&0, N,Odummy

Analisis regresi P 'ji beda


7asil
Analisis?
%eed back
1esimpulan
Ga/bar .)1
Keran'ka Pikir
Peneli(ian
L) Hi5o(esa Peneli(ian
Berdasarkan permasalahan dan teori yang telah dikemukakan
sebelumnya, maka hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah" *. Diduga
terdapat perbedaan yang signi.ikan antara kinerja bank B'69 dengan bank
swasta nasional devisa.