Anda di halaman 1dari 29

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA
I. Konsep Pijat
1. Defenisi dan Sejarah Perkembanan Pemijatan
Pijatan adalah sentuhan yang dilakukan dengan sadar, terutama saat
ibu melakukan pemijatan dengan lembut dan tenang ( Nanayakkara, 2006 ).
Menurut Carol allo!s dan "heodora #ussel (200$), pemijatan adalah hal yang
dilakukan dengan rasa tenang dan rileks yang diikuti saling ber%engkrama.
Menurut sejarah perkembangan, pemijatan adalah terapi tertua yang
dikenal manusia yang paling populer. Pijat juga adalah seni pera!atan kesehatan
dan pengobatan yang dipraktekkan sejak berabad&abad silam. 'aporan tertua
tentang seni pijat untuk pengobatan ter%atat di Pengurus (bers yaitu %atatan
kedokteran pada )aman Mesir *uno. +i ,ndia juga ditemukan -yur&.eda, buku
kodekteran tertua(sekitar /000 1M) yang menuliskan tentang pijat, diet dan olah
raga, sebagai %ara penyembuhan utama masa itu. 1elain itu, 2000 tahun lalu, para
dokter di Cina dari +inasti "ang meyakini bah!a pijat adalah salah satu dari
empat tehnik pengobatan yang penting ( #oesli, 2006 ). 3ingga kini, dokter dan
ahli kesehatan dari segala ma%am budaya seperti 4erman, 4epang dan Cina telah
menggunakan tehnik pemijatan sebagai bagian integral dari praktek pelayanan
kesehatan dimana terapi pijat bekerja sama dengan dokter sebagai tim pelayanan
kesehatan. 5ahkan di Cina, terdapat rumah sakit yang memiliki bangsal khusus
untuk pemijatan serta departemen pijat yang terdiri dari dua tingkat. +ari sebuah
sur6ei tentang pengobatan alternati7 dipublikasikan di Ne! (ngland 4ournal o7
Medi%ine, terpi pemijatan yang menduduki peringkat ketiga yang paling sering
dugunakan ( Collinge, /886 ).
2. !anfaat Pemijatan
2.1. !anfaat Se"ara Um#m
1e%ara 7isiologis, pemijatan yang menurunkan kerja sistem sara7
simpatik dan meningkatkan kerja sistem parasimpatik, dapat meningkatkan
perasaan rileks dan menurunkan ketegangan neuromuskular sehingga berpengaruh
mengurangi 7rustasi dan stress yang menyebabkan ke%emasan di malam hari
('inardakis dan +i9on, 200:). Melalui tehnik pemijatan juga dapat mengurangi
nyeri sehingga dapat memberikan rasa nyaman ( "aylor, dkk, 200$; <k6at,
Mehmet, "ing = Narro!, 2002; ield, dkk, 2002 ).
1elain man7aat di atas, terdapat man7aat lain seperti> kekuatan dan
kelenturan pikiran, tubuh dan emosi dapat ditingkatkan, tidur dapat berkualitas,
restrukturisasi tulang, otot, dan organ dapat dibantu, %edera lama dan baru dapat
disembuhkan, konsentrasi dan ingatan dapat ditingkatkan ( 1tarr ?hite, 2006 ).
2.2. !anfaat Pada Anak
Menurut #oesli (2006), pada bayi@anak, pijat ini juga memberikan
man7aat yang tertentu seperti >
2.2.1. $fek biokimia %an positif
/) Menurunkan kadar hormon stress (%ate%hlamine)
2) Meningkatkan kadar serotonin
2.2.2. $fek fisik&k'inis
/) Meningkatkan jumlah dan sitotoksitas dari sistem immunitas
(sel pembunuh alami).
2) Mengubah gelombang otak se%ara positi7.
$) Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan.
:) Merangsang 7ungsi pen%ernaan serta pembuangan.
2) Meningkatkan kenaikan berat badan.
6) Mengurangi depresi dan ketegangan.
A) Meningkatkan kesiagaan.
0) Membuat tidur lelap.
8) Mengurangi rasa sakit.
/0) Mengurangi kembung dan kolik (sakit perut).
//) Meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayinya
(bonding).
/2) Meningkatkan 6olume air susu ibu.
2.2.(. !anfaat 'ain dari pijat ba%i&anak
1) *ran t#a %an masih remaja +teenae parents)
<rang tua yang masih remaja, umumnya tidak ada atau
belum siap untuk menjadi orang tua karena mereka sendiri belum %ukup de!asa.
Pada kasus ini pijat bayi akan meningkatkan per%aya diri mereka, meningkatkan
rasa penerimaan atas keadaannya menjadi orang tua dan meningkatkan harga diri
mereka sebagai orang tua.
2) *ran t#a %an rasa keterikatan denan ba%in%a k#ran
5iasanya terjadi pada kasus seperti kehamilan atau anak
yang tidak dikehendaki, komplikasi kehamilan dan pemisahan ibu dan bayi untuk
!aktu tertentu karena kesehatan 7isik@mental ibu atau kesehatan bayi. *eadaan
seperti ini, pijat bayi dapat mendekatkan hubungan orang tua dengan anaknya.
-palagi orang tua tersebut mengikuti kelas pijat bayi, maka mereka akan merasa
mendapat dukungan dan perhatian, serta melihat orang tua yang lain bergaul
penuh kasih sayang dengan bayinya. 1ehingga akan timbul rasa per%aya diri dan
keinginan untuk mempunyai hubungan mesra dengan bayinya sendiri.
() *ran t#a ankat
*arena orang tua angkat tidak merasakan kedekatan dengan
bayinya. Maka pijat bayi akan membantu mereka untuk men%iptakan ikatan yang
lebih kuat antara orang tua dan bayinya.
,) Bedah "aesar
5ayi yang dilahirkan melalui bedah %aesar tidak akan
menerima rangsangan taktil seperti bayi yang dilahirkan dengan normal. 1elain
itu, umumnya bayi ini akan kurang siaga (alert) karena pengaruh obat&obatan yang
diberikan kepada ibu. Maka pijat bayi akan lebih %epat menyatukan orang tua dan
bayinya.
-) Sakit per#t +"o'ik)
Colik atau sakit perut pada bayi ditunjukkan oleh bayi
se%ara khas yaitu dengan Btangis sakitC yang melengking. Dntuk mengurangi
kolik ini, para orang tua dianjurkan untuk memijat bayinya pada !aktu kolik
berlangsung.
.) Asma
Pijat telah menunjukkan keberhasilan untuk melebarkan
saluran napas@udara yang menyempit karena salah satu man7aat pijat adalah
relaksasi. 1ehingga dapat mengurangi gelsah dan depresi.
/) Janin dari ib# pe"and# kokain
Penelitian terakhir membuktikan bah!a pemijatan yang
diberikan pada bayi yang ibunya pe%andu kokain menunjukkan berkurangnya
kejadian komplikasi dan kenaikan berat badan yang lebih baik dari pada bayi yang
tidak dipijat.
0) Ba%i dari ib# 1I2 positif
Penelitian menyimpulkan bah!a pemijatan pada bayi
dengan 3,.&positi7 menghasilkan kenaikan berat badan, perkembangan motorik
yang lebih baik dan mendapat skala angka yang lebih pada tes 5ra)elton.
3) Ba%i %an dira4at di r#mah sakit
4arum suntik dan pemeriksaan&pemeriksaan yang
menyakitkan di rumah sakit telah memberi kesan pada bayi adanya hubungan
perabaan dengan rasa sakit. +engan pijat bayi maka akan mengetahui bah!a
perabaan juga menyenangkan, menenangkan dan penuh kasih sayang.
15) Ba%i k#ran b#'an +premat#re infant)
5ayi premature mengalami kehangatan dan kenyamanan
dalam !aktu yang singkat. 1elanjutnya mereka akan lebih sering disuntik dan
mengalami pemeriksaan laboratorium yang menyakitkan. +engan adanya pijat
bayi maka mereka akan merasakan bah!a perabaan juga menyenangkan dan
penuh kasih sayang.
(. Kapan dan 4akt# di'ak#kan pijat ba%i
Pijat bayi dapat segera dimulai setelah bayi dilahirkan, sesuai
keinginan orang tua. +engan lebih %epat menga!ali pemijitan, bayi akan
mendapat keuntungan yang lebih besar, terlebih jika pemijatan dapat dilakukan
setiap hari dari sejak kelahiran sampai berusia 6&A bulan.
?aktu yang terbaik untuk dilakukan pemijatan bayi adalah pada
!aktu pagi hari, yaitu pada saat orang tua dan anak siap untuk memulai hari baru,
dan pada !aktu malam hari yaitu sebelum tidur ( #oesli, 2006 ).
,. Pedoman pijat ba%i
1ebelum dilakukan pemijatan pada bayi, terlebih dahulu diketahui
tahap&tahap yang akan dilakukan.
,.1. Persiapan sebe'#m memijat
a) "angan bersih dan hangat
b) 3indari agar kuku dan perhiasan tidak mengakibatkan goresan
padakulit bayi
%) #uang untuk memijat diupayakan hangat dan tidak pengap
d) 5ayi sudah selesai makan atau sedang tidak lapar
e) 1e%ara khusus menyediakan !aktu untuk tidak diganggu minimum
selama /2 menit guna melakukan seluruh tahapan pemijatan
7) +uduklah pada posisi yang nyaman dan tenang
g) 5aringkanlah bayi di atas permukaan kain yang rata, lembut dan
bersih
h) 1iapkanlah handuk, popok, baju ganti, dan minyak bayi (baby
oil@lotion)
i) Mintalah i)in pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan %ara
membelai !ajah kepala bayi sambil mengajaknya bi%ara.
,.2.Perhatikan "ara pemijatan ses#ai #m#r ba%i
a. 0&/ bulan, disarankan gerakan yang lebih mendekati usapan&usapan
halus. 1ebelum tali pusat bayi lepas sebaiknya tidak dilakukan
pemijatan daerah perut.
b. /&$ bulan, disarankan gerakan halu disertai dengan tekanan ringan
dalam !aktu yang singkat.
%. $ bulan &$ tahun, disarankan seluruh gerakan dilakukan dengan
tekanan dan !aktu yang semakin meningkat.
,.(.Ur#tan pemijatan ba%i
Catatan > 1etiap gerakan pada tahap pemijatan ini dapat diulang
sebanyak enam kali.
1.1.1. Kaki
a. Perahan %ara ,ndia
Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti memegang
pemukul so7t ball.
Eerakkan tangan ke ba!ah se%ara bergantian, seperti
memerah susu.
b. Peras dan putar
Pegang kaki pada pangkal paha dengan kedua tangan se%ara
bersamaan.
Peras dan putar kaki bayi dengan lembut dimulai dari
pangkal paha ke arah mata kaki.
%. "elapak kaki
Drutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari se%ara
bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju jari&jari di
seluruh telapak kaki.
d. "arikan lembut jari
Pijatlah jari&jarinya satu per satu dengan gerakan memutar
menjauhi telapak kaki, diakhiri dengan tarikan kasih yang
lembut pada tiap ujung jari.
e. Eerakan peregangan (stre%th)
+engan mempergunakan sisi dari jari telunjuk, pijat telapak
kaki mulai dari batas jari&jari ke arah tumit, kemudian
ulangi lagi dari perbatasan jari ke arah tumit.
+engan jari tangan lain regangkan dengan lembut
punggung kaki daerah pangkal kaki ke arah tumit.
7. "itik tekanan
"ekan&tekanlah kedua ibu jari se%ara bersamaan di seluruh
permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari&jari.
g. Punggung kaki
+engan menggunakan kedua ibu jari se%ara bergantian
pijatlah punggung kaki dari pergelangan kaki ke arah jari&
jari se%ara bergantian.
h. Peras dan putar pergelangan kaki (ankle %ir%les)
5uatlah gerakan seperti memeras dengan mempergunakan
ibu jari dan jari&jari lainnya di pergelangan kaki bayi.
i. Perahan %ara 1!edia
Peganglah pergelangan kaki bayi.
Eerakkan tangan se%ara bergantian dari pergelangan kaki
ke pangkal paha.
j. Eerakan menggulung
Peganglah pangkal paha dengan kedua tangan.
5uatlah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju
pergelangan kaki.
k. Eerakan akhir
1etelah gerakan a sampai k dilakukan pada kaki kanan dan
kiri, rapatkan kedua kaki bayi.
'etakkan kedua tangan se%ara bersamaan pada pantat dan
pangkal paha.
Dsap kedua kaki bayi dengan tekanan lembut dari paha ke
arah pergelangan kaki. ,ni merupakan gerakan akhir bagian
kaki.
1.1.2. Per#t
Catatan > hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang
rusuk.
a. Mengayuh sepeda
'akukan gerakan memijat pada perut bayi seperti mengayuh
pedal sepeda, dari atas ke ba!ah perut, bergantian dengan
tangan dan kiri.
b. Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat
-ngkat kedua kaki bayi dengan salah satu tangan.
+engan tangan yang lain, pijat perut bayi dari perut bagian
atas sampai ke jari&jari kaki
%. ,bu jari ke samping
'etakkan kedua ibu jari di samping kanan&kiri pusar perut.
Eerakkan kedua ibu jari ke arah tepi perut kanan dan kiri.
d. 5ulan&Matahari
5uat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri
mulai dari perut sebelah kanan ba!ah (daerah usus buntu)
ke atas, kemudian kembali ke daerah kanan ba!ah (seolah
membentuk gambar matahariFMG) beberapa kali.
Eunakan tangan kanan untuk membuat gerakan setengah
lingkaran mulai dari bagian kanan ba!ah perut bayi sampai
bagian kiri perut bayi (seolah membentuk gambar bulan
F5G).
'akukan kedua gerakan ini se%ara bersama&sama. "angan
kiri selalu yang membuat bulatan penuh (matahari),
sedangkan tangan kanan akan membuat gerakan setengah
lingkaran (bulan).
e. Eerakan BI 6o7e 8o#9
:I9 Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke
ba!ah dengan menggunakan jari&jari tangan kanan
membentuk huru7 :I9.
:6*2$9 Pijatlah perut bayi membentuk huru7 :69terbalik,
mulai dari kanan atas ke kiri atas, kemudian dari kiri
atas ke kiri ba!ah.
:8*U9 Pijatlah perut bayi membentuk huru7 :U9 terbalik,
mulai dari kanan ba!ah (daerah usus buntu) ka atas,
kemudian ke kiri, ke ba!ah, dan berakhir di perut
kiri ba!ah.
7. Eelembung atau jari&jari berjalan (!alking 7ingers)
'etakkan ujung jari&jari satu tangan pada perut bayi bagian
kanan.
Eerakkan jari&jari pada perut bayi dari bagian kanan ke
bagian kiri guna mengeluarkan gelembung&gelembung
udara.
1.1.(. Dada
a. 4antung besar
5uatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan
meletakkan ujung&ujung dari kedua telapak tangan di tengah
dada bayi@ulu hati.
5uatlah gerakan ke atas sampai di ba!ah leher, kemudian ke
samping di atas tulang selangka, lalu keba!ah membentuk
jantung dan kembali ke ulu hati.
b. *upu&kupu
5uatlah gerakan diagonal seperti gambaran kupu&kupu,
dimulai dengan tangan kanan membuat gerakan memijat
menyilang dari tengah dada@ulu hati ke arah bahu kanan, dan
kembali ke ulu hati.
Eerakkan tangan kiri ke bahu kiri bayi dan kembali ke ulu
hati
1.1.,. Tanan
a. Memijat ketiak (armpits)
5uatlah gerakan memijat pada daerah ketiak dari atas ke
ba!ah. Perlu diingat, kalau terdapat pembengkakan kelenjar
di daerah ketiak, sebaiknya gerakan ini tidak dilakukan.
b. Perahan %ara ,ndia
Peganglah lengan bayi bagian pundak dengan tangan kanan
seperti memegang pemukul so7t ball, tangan kiri memegang
pergelangan tangan bayi.
Eerakkan tangan kanan mulai dari bagian pundak kearah
pergelangan tangan, kemudian gerakkan tangan kiri dari
pundak kearah pergelangan tangan.
+emikian seterusnya, gerakkan tangan kanan dan kiri
keba!ah se%ara bergantian dan berulang&ulang seolah
memerah susu sapi.
%. Peras dan putar (sHuee)e and t!ist)
Cara lain adalah dengan menggunakan kedua tangan se%ara
bersamaan.
Peras dan putar lengan bayi dengan lembut mulai dari
pun%ak ke pergelangan tangan.
d. Membuka tangan
Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari, dari pergelangan
tangan kearah jari&jari.
e. Putar jari&jari
Pijat lembut jari bayi satu persatu menuju kearah ujung jari
dengan gerakan memutar.
-khirilah gerakan ini dengan tarikan lembut pada tiap ujung
jari.
7. Punggung tangan
'etakkan tangan bayi diantara kedua tangan anda.
Dsap punggung tangannya dari pergelangan tangan kearah
jari&jari dengan lembut.
g. Peras dan putar pergelangan tangan (!rist %is%le)
Peraslah sekeliling pergelangan tangan ibu jari dan jari
telunjuk.
h. Perahan %ara 1!edia
-rah pijatan %ara 1!edia adalah dari pergelangajn tangan
kearah badan. Pijatan ini berguna untuk mengalirkan darah
kejantung dan paru&paru.
Eerakkan tangan kanan dan kiri anda se%ara bergantian
mulai dari pergelangan tangan kanan bayi ke arah pundak.
'anjutklan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi kearah
pundak.
i. Eerakan menggulung
Peganglah lengan bayi bagian atas@bahu dengan kedua
telapak tangan.
5entuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju
kearah pergelangan tangan@jari&jari.
1.1.-. !#ka
Dmumnya tidak perlukan minyak untuk daerah muka.
a. +ahi > Menyetrika dahi (open book)
'etakkan jari&jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi.
"ekankan jari&jari anda dengan mlembut mulai dari tengah
dahi keluar kesamping kanan dan kiri seolah menyetrika
dahi atau membuka lembaran buku.
Eerakkan keba!ah ke daerah pelipis, buatlah lingkaran&
lingkaran ke%il didaerah pelipis, kemudian gerakkan
kedalam melalui daerah pipi diba!ah mata.
b. -lis > Menyetrika alis
'etakkan kedua ibu jari -nda di antara kedua alis mata.
Eunakan kedua ibu jari untuk memijat se%ara lembut pada
alis mata dan di atas kelopak mata, mulai dari tengah ke
samping seolah menyetrika alis.
%. 3idung > senyum ,
'etakkan kedua ibu jari -nda pada pertengahan alis.
"ekankan ibu jari -nda dari pertengahan kedua alis turun
melalui tepi hidung ke arah pipi dengan membuat gerakan
ke samping dan ke atas seolah membuat bayi tersenyum.
d. Mulut bagian atas > 1enyum ,,
'etakkan kedua ibu jari -nda di atas mulut diba!ah sekat
hidung.
Eerakkan kedua ibu jari -nda dari tengah ke samping dan ke
atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.
e. Mulut bagian ba!ah > 1enyum ,,,
'etakkan kedua ibu jari -nda di tengah dagu.
"ekankan dua ibu jari pada dagu dengan gerakan dari tengah
ke samping, kemudian ke atas ke arah pipi seolah membuat
bayi tersenyum.
7. 'ingkaran ke%il di rahang (small %ir%les around ja!)
+engan kedua jari tangan, buatlah lingkaran&lingkaran ke%il
didaerah rahang bayi.
g. 5elakang telinga
+engan menggunakan ujung&ujung jari, berikan tekanan
lembut pada daerah belakang telinga kanan dan kiri.
Eerakkan ke arah pertengahan dagu diba!ah dagu.
1.1... P#n#n
a. Eerakan maju mundur (kursi goyang)
"engkurapkan bayi melintang didepan -nda dengan kepala
di sebelah kiri dan kaki disebelah kanan -nda.
Pijatlah sepanjang punggung bayidengan gerakan maju
mundur menggunakan kedua telapak tangan, dari ba!ah
leher sampai ke pantat bayi, lalu kembali lagi ke leher.
b. Eerakan menyetrika
Pegang pantat bayi dengan tangan kanan.
+engan tangan kiri, pijatlah mulai dari leher ke ba!ah
sampai bertemu dengan tangan kanan yang menahan pantat
bayi seolah menyetrika punggung.
%. Eerakan menyetrika dan mengangkat kaki
Dlangi gerakan menyetrika punggung, hanya kali ini tangan
kanan memegang kaki bayi dan gerakan dilanjutkan sampai
ke tumit kaki bayi.
d. Eerakan melingkar
+engan jari&jari kedua tangan -nda, buatlah gerakan&
gerakan melingkar ke%il&ke%il mulai dari batas tengkuk turun
ke ba!ah di sebelah kanan dan kiri tulang punggung sampai
ke pantat.
Mulai dengan lingkaran&lingkaran ke%il didaerah leher,
kemudian lingkaran yang lebih besar di daerah pantat.
e. Eerakan menggaruk
"ekankan dengan lembut kelima jari&jari tangan kanan -nda
pada punggung bayi.
5uat gerakan menggaruk ke ba!ah memanjang sampai ke
pantat bayi.
-. 1a' %an tidak dianj#rkan di'ak#kan pemijatan
Memijat bayi langsung setelah makan,
Membangunkan bayi khusus untuk pemijatan,
Memijat bayi pada saat bayi dalam keadaan tidak sehat,
Memijat bayi pada saat bayi tidak mau dipijat
Memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi.
( #oesli, 2006 )
.. $fek sampin pemijatan
Pemijatan adalah tehnik relaksasi yang lembut dan jarang
menyebabkan e7ek samping. Namun bila pemijatan dilakukan terlalu dalam, dapat
menyebabkan perdarahan pada organ 6ital seperti hati dengan adanya
pembentukan penggumpalan darah ("ran, 200/).
II. Konsep Tid#r
"idur merupakan kebutuhan dasar manusia yang merupakan mekanisme
untuk memulihkan tubuh dan 7ungsinya, memelihara energi dan kesehatan,
memiliki man7aat untuk memperbaharui dan memulihkan tubuh baik se%ara 7isik
maupun emosional serta diperlukan untuk bertahan hidup (oramen = ?ykle,
/882). 1epertiga again dari kehidupan manusia dihabiskan dengan tidur (Cra6en
= 3irnle, 2000) dan tanpa tidur yang %ukup, kemampuan seseorang untuk
berkonsentrasi, membuat keputusan serta melakukan kegiatan sehari&harinya
dapat menurun (Potter = Perry, 200$).
2.1.;isio'oi Tid#r
1iklus tidur dan bangun diatur se%ara terpusat di otak dan dipengaruhi oleh
kebiasaan sehari&hari dan 7aktor lingkungan (?hite, 200$) serta mempengaruhi
pengaturan 7ungsi tubuh seperti pada sistem sara7 peri7er, hormonal,
kardio7askuler, perna7asan dan sistem otot (Euyton = 3all, /88A) dan respon
pelaku (Potter = Perry, 200$). Pengaturan tidur tergantung pada keselarasan
hubungan timbal balik antara dua mekanisme otak yaitu #eti%ular -%ti6ating
1ystem (#-1) yang menyebabkan bangun dan 5ulbar 1yn%hroni)ing #egion
(51#) yang menyebabkan tidur. Pembentukan mekanisme #-1 berada dibatang
otak dan akan memberi pengaruh melalui Medula, Pons, <tak "engah dan masuk
ke 3ipotalamus ( "aylor, 'ilis, = 'eMone, 200/ ).
#-1 ini terdiri dari banyak sekali sel&sel dan serabut sara7 yang
menyampaikan berbagai impuls ke korteks serebral dan susunan sara7 tulang
belakangyang menyebabkan seseorang tetap terjaga@bangun ("aylor, 'ilis =
'emone, 200/). 1aat seseorang men%oba untuk tidur, stimulus terhadap #-1 pada
batang otak menurun dari korteks serebral dan bagian luar tubuh dan beberapa
!aktu kemudian 51# mengambil alih menyebabkan seseorang tidur dan akan
terbangun saat adanya stimulus dari lingkungan atau dari korteks serebral yang
merangsang sara7&sara7 di #-1 ( Potter = Perry , 200$ ).
5erbagai neurotransmiter juga terlibat dalam proses terjadinya tidur seperti
norepine7rin, -%etyl%holin, 1orotonin, dopamin, dll ("aylor, 'ilis dan 'emone,
200/) yang ber7ungsi sebagai komunikasi antara sara7&sara7 di #-1 yang
dilepaskan dari a9on untuk mengikatkan dirinya dengan reseptor spesi7ik pada sel
sara7 lainnya (Cra6en = 3irnle, 2000). 1erotonin adalah neurotransmiter utama
yang menurunkan akti6itas #-1 sehingga menyebabkan tidur dan pada keadaan
sadar, sara7&sara7 dalam #-1 melepaskan kotekolamin seperti norepine7rin
("ar!oto = ?artonah, 200$).
2.2 Tahap Tid#r
"ahapan tidur normal ada dua yaitu tahapan tidur Non #apid (ye
Mo6ement (N#(M) dan tahapan tidur #apid (ye Mo6ement (#(M). "ahapan
tidur ini memiliki karakteristik tertentu yang dianalisis dengan bantuan
(le%troen%e7alograph (((E) yang menerima dan merekam gelombang otak,
(le%troo%ulogram ((<E) yang merekam pergerakan mata dan (le%tromyograph
((ME) yang merekam tonus otot ( "aylor, 'ilis = 'aMone, 200/ ).
2.2.1 Tid#r Non <apid $%e !o7ement +N<$!)
Craskadon = +ement (/88:, dalam Cra6en = 3irnle, 200/)
menyebutkan bah!a karakteristik dari tidur N#(M adalah A2I sampai 00I dari
total !aktu tidur seorang de!asa yang normal yang ditandai dengan akti6itas
mental tubuh yang minimum. "idur N#(M ini terdiri dari empat stadium tidur
yang memiliki karakteristik tertentu. Pada setiap stadium dari tidur N#(M akan
mengalami beberapa perubahan seiring dengan pertambahan usia dimana terdapat
peningkatan kuantitas dari stadium satu dan dua serta penurunan kuantitas dari
stadium tiga dan empat ( 1taab = 3odges, /886 ).
Stadi#m 1. merupakan stadium tidur paling ringan yang artinya jika seseorang
tidur, masih dapat dibangunkan dengan mudah. 1eseorang akan merasa
mengantuk, dunyut jantung dan perna7asan menurun se%ara perlahan dan pada
((E tampak gelombang otak berada pada tegangan yang rendah. 1tadium ini
akan berakhir dalam /0 menit setiap satu siklus (*o)ier = (rb, /80A; +e'aune =
'adner, 200/ ; ?hite, 200$). 1eiring dengan pertambahan usia, durasi dari tidur
stadium / akan meningkat se%ara bertahap dari 2I dari tidur de!asa normal
sampai AI hingga /2I dari tidur lansia. Pada a!al tidur malam hari, lansia sering
mengalami periode mengantuk yang panjang tanpa benar&benar mengalami tidur
yang sebenarnya
Stadi#m 2. "idur masih tergolong tidur yang ringan dan masih relati7 mudah
dibangunkan. -kti6itas 7ungsi tubuh terus meurun dan relaksasi menigkat !alau
belum semua otot&otot tonik dalam keadaan rileks (Musadik, /800).
*ira&kira 20I total !aktu tidur de!asa normal dihabiskan pada stadium ini.
1tadium 2 berlangsung selama 20 menit setiap satu siklus (Potter = Perry, 200$).
Pada lansia, stadium 2 tidak berubah se%ara signi7ikan (Miller, /888).
Stadi#m (. Merupakan stadium a!al memasuki tidur dalam yang juga disebut
dengan tidur delta dimana seseorang yang tidur pada stadium ini akan sulit untuk
membangunkannya. 4arang terjadi pergerakan tubuh dan mata, tanda&tanda 6ital
tubuh menurun namun dalam irama yang teratur. 1tadium ini berlangsung dalam
!aktu /2 menit sampai $0 menit sebelummemasuki stadium : ( +e!itt, 200/ ;
Potter = Perry, 200$ ).
Stadi#m ,. sangat sulit untuk membangunkan seseorang yang tidur pada stadium
ini. 3anya rangrasangan atau stimulus tertentu yang dapat membangunkannya.
Pada stadium ini denyut nadi, jumlah perna7asan, dan tekanan darah menurun.
<tot rileks, metabolisme lambat, suhu tubuh rendah pada ((E tampak gelombang
otak yang terekam lambat.1tadium $ dan stadium : sangat berman7aat untuk
pemulihan tubuh baik se%ara 7isik atau psikologik karena hormon pertunbuhan
manusia disekresikan pada malam hari dan men%apai pun%aknya saat stadium $
dan stadium : ( Potter = Perry, 200/ ; "aylor, 'ilis = 'eMone, 200/; ?hite,
200$ ).
2.2.2 Tid#r <apid $%e !o7ement +<$!)
"ahapan tidur #(M ternyata merupakan suatu dimensi
tersendiri. +ari dalam tidurnya, ia dapat dikatakan sebagai tidur yang dalam tetapi
dari bentuk gelombang yang terekam, ia mempunyai gelombang tidur yang
ringan. *arena itu tidur #(M juga disebut Paradoxical sleep (Musadik, /800).
Masuk dalam tahapan ini biasanya 80 menit setelah tidur dimulai dan ditandai
denagan akti6itas otot yang rendah atau pun tidak ada akti6itas otot (atonia otot),
tekanan darah, 7rek!ensi perna7asan, 7rek!ensi nadi dan sekresi kaster
meningkat.Mimpi sering terjadi pada tahapan tidur ini (Potter = Perry, 200$).
"idur #(M ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam
belajar, memori dan adaptasi ("ar!oto = ?artonah, 200$). 1emakin ter%ukupinya
kebutuhan tidur #(M, semakin seseorang semakin %ukup beristirahat. Pada
de!asa normal, 20I sampai 22I dari total tidur malamnya merupakan tahapan
tidur #(M (+e'aune = 'addner, 2002). +ement et al. (/802, dalam Miller,/888)
menyebutkan bah!a pada lansia, tidur #(M berkurang dalam proporsi jumlah
total !aktu tidurnya, namun tidak berubah se%ara signi7ikan sampai usia yang
sangat lanjut dimana perubahan tidur #(M nya akan menunjukkan perubahan
se%ara signi7ikan. "idur #(M %enderung timbul dalam siklus yang sama pada
de!asa yang normal, namun durasi dari setiap siklus #(M tersebut berkurang
( Miller, /888 ).
2.( Sik'#s Tid#r
1aat tidur, seseorang akan mele!ati : sampai 6 siklus tidur yang lengkap
dimana disetiap siklus terdiri dari : stadium N#(M dan / tahapan #(M. 1iklus
tidur biasanya semakin meningkat dari stadium / sampai stadium : N#(M yang
diikuti pembalikan dari stadium : ke stadium $, kemudian ke stadium 2 dan
diakhiri dengan periode tahapan tidur #(M. +engan satu siklus yang berurutan,
stadium $ dan stadium : akan memendek dan tahapan tidur #(M memanjang.
1iklus tidur pada setiap orang berbeda karena memiliki total !aktu tidur yang
berbeda pula ( Potter = Perry, 200$ ).
Pada satu siklus sampai tiga siklus pertama, stadium $ dan stadium :
N#(M mendominasi sementara pada akhir siklus ke tiga stadium 2 dan tahapan
tidur #(M mendominasi dan stadium : N#(M dapat tidak mun%ul (Cra6en =
3irnle, 200/). 4ika indi6idu terbangun atau dibangunkan dari tidurnya, maka
indi6idu tersebut akan kembali tidur dengan mengulangi siklus tidur dari stadium
/ N#(M ( "aylor, 'ilis, = 'eMone, 200/ ).
(.2. Keb#t#han dan Po'a Tid#r Norma'
Pada bayi memiliki jumlah jam tidur yang berbeda dengan orang de!asa
bahkan dengan lansia. 4umlah jam tidur pada bayi pada umumnya tergantung
dengan situasi dan kondisi dari lingkungan dan keadaan bayi itu sendiri. Dntuk
anak yang berusia 0&/ tahun rata&rata memiliki jumlah jam tidur /0,2 & /0 jam @
hari. Pada anak umur 0&2 bulan paling sering jumlah jam tidur ini dipenuhi
(1ekartini, 2006). Menurut Perry = Potter (200/), untuk neonatus sampai bayi
umur $ bulan kebutuhan jam tidur sekitar /6 jam sehari dan pada bayi usia $
bulan ke atas sudah mengalami pola tidur malam. 5ayi tertidur beberapa kali pada
siang hari dan biasanya pada malam hari tidur rata&rata 0 sampai /0 jam. Pada
usia ini pula anak memiliki si7at tidur antara lain >
Pola tidur yang tidak teratur (hingga usia 6&0 minggu) yang berhubungan
dengan rasa lapar
Periode tidur yang multipel pada siang dan malam hari
tidurnya bersi7at akti7 > tersenyum, menghisap, pergerakan badan
3al&hal penting yang berhubungan dengan kemampuan tidur >
"idur dengan punggungnya untuk men%egah 1,+1
J asilitas tidur malam
J 5uatlah lingkungan tidur yang positi7 dan aman
J *enalilah tanda&tanda saat bayi mengantuk (1ekartini, 2006).
(.(. ;aktor=faktor %an !empenar#hi Tid#r
1ejumlah 7aktor mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidur. "erlebih
pada 7aktor 7isiologis, psikologis dan lingkungan dapat mempengaruhi dan
mengubah kualitas dan kuantitas tidur. 5eberapa diantaranya adalah >
(.(.1. Pen%akit ;isik
Pada orang de!asa hal ini berpengaruh seperti adanya nyeri dan
ketidaknyamanan 7isik antara lain hipertensi, penyakit jantung koroner, penyakit
perna7asan dan lain&lainnya. Pada bayi ada juga pengaruh seperti demam, adanya
trauma saat lahir yang lama dan lain&lain.
(.(.2. >a%a 1id#p
Eaya hidup dari keluarga dapat juga berpengaruh terhadap tidur
anak seperti orang tua yang memiliki banyak akti6itas sehingga untuk pengaturan
jam tidur pada anak tidak terlalu diperhatikan dengan baik.
(.(.(. 6ink#nan
'ingkungan 7isik sangat berbengaruh terhadap tidur de!asa dan
terutama pada anak. .entilasi udara tempat tidur, ukuran dan kekerasan serta
posisi tempat tidur yang baik juga mempengaruhi kualitas tidur.
1uara juga dapat mempengaruhi tidur karena jika terdapat suara
yang keras atau bising maka akan mengganggu kualitas tidur terlebih pada bayi,
anak dan lansia. "etapi pada orang de!asa terkadang suara yang kuat dapat
membantu untuk tidur lelap. Dntuk bayi dan anak biasanya tidak tahan akan suara
yang tinggi (keras) karena masih suka akan ketenangan dan kesenyapan.
Cahaya juga dapat mempengaruhi akan kualitas tidur baik untuk
orang de!asa terlebih pada masa bayi dan anak. Cahaya yang terang atau terlalu
terang akan mengganggu tidur karena mengakibatkan mata silau, biasanya anak
lebih suka %ahaya yang remang&remang saat tidur
1uhu juga dapat mempengaruhi kualitas tidur karena suhu yang
terlalu panas akan mengganggu dan membuat gelisah, begitu juga dengan suhu
yang terlalu dingin akan mengganggu dan membuat gelisah pula.

(.(.,. Po'a Tid#r %an Biasa dan !enant#k %an Ber'ebihan pada
Sian hari +$DS)
Pola tidur yang mengantuk pada siang hari dapat sering terjadi
pada orang de!asa karena adanya akti6itas dimalam hari atau pekerjaan yang
tidak dapat ditunda sehingga harus ada lembur di malam hari. Pada anak dapat
pula terjadi karena adanya akti6itas dari anak yang berlebihan pada pagi hari
hingga siang hari, makan makanan yang berlebihan sehingga terasa kenyang yang
kemudian membuat rasa sangat mengantuk.
(.(.-. As#han !akanan dan Ka'ori
-suhan makanan yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas
tidur. +i mana makanan yang mengandung lemak serta jumlah makanan yang
banyak dapat mengganggu tidur karena membuat beban %erna pada saluran %erna
tinggi yang diakibatkan banyaknya bahan makanan yang harus di%erna. Pada bayi,
terbangun pada malam hari dan menangis atau kolik dapat disebabkan alergi susu
yang membutuhkan penggunaan -1, ibu atau 7ormula bukan susu.
Skema 1. Sik'#s Tid#r Norma'
!enant#k
Stadi#m 1 N<$! Stadi#m 2 N<$! Stadi#m ( N<$! Stadi#m , N<$!
<$!
Stadi#m 2 N<$! Stadi#m ( N<$!
1iklus ini merupakan salah satu dari irama sirkardian yang merupakan siklus 2:
jam dari kehidupan manusia sehari&hari. *eteraturan irama sirkardian ini juga
mempengaruhi keteraturan tidur seseorang. 4ika terganggu maka 7ungsi 7isiologik
dapat terganggu pula ( Potter = Perry, 200$ ).
2., ;#nsi Tid#r
ungsi tidur masih belum jelas (Potter = Perry, 200$). M%Can%e =
3uether, (2002, dalam Potter = Perry, 200$) menyebutkan bah!a salah satu teori
mengatakan bah!a tidur adalah saat untuk memulihkan dan mempersiapkan
energi untuk periode bangun berikutnya. +enyut nadi saat tidur juga menurun
yang dapat memelihara jantung.
M%Can%e = 3uether, (2002, dalam Potter = Perry, 200$) juga
menyebutkan tidur dapat memulihkan proses biologis dimana selama tahapan
N#(M stadium : tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan yang memperbaiki
dan memperbaharui sel&sel epitel penting seperti sel&sel otak. 1intesa protein juga
berlangsung selama tidur.
"ahapan tidur #(M penting untuk pemulihan kogniti7 dengan
meningkatnya kelan%aran aliran darah serebral, meningkakan akti6itas kortisol,
meningkatkan komsumsi oksigen yang membantu penyimpanan memoridan
proses belajar (Potter = Perry, 200/). ,ndi6idu yang tidak mendapat tidur yang
%ukup, sering mengalami rasa kantuk yang sangat pada siang hari, merasa
kelelahan, penurunan konsentrasi dan ingatan bahkan dapat menyebabkan
ke%elakaan ( +e?itt, 200/ ).
( K#a'itas Tid#r
(.1 Penkajian K#a'itas Tid#r
*ualitas tidur adalah suatu keadaan yang dapat dilihat dari
kemampuan indi6idu dalam mempertahankan tidur mendapat kebutuhan tidur
yang %ukup dari tidur #(M dan Non&#(M (*o)ier = (rb, /80A). *ualitas tidur
dapat diketahui dengan melakukan pengkajian yang meliputi data subjekti7 dan
objekti7 (Cra6en = 3irnle, 2000).
+ata subjekti7 merupakan kriteria yang sangat penting untuk
menentukan kualitas tidur seseorang melalui pernyataan subjekti7 mengenai
kualitas tidur yang dialaminya. Pernyataan subjekti7 ini sangat ber6ariasi pada
indi6idu. Contohnya, ada seseorang yang tidur selama : jam namun sudah merasa
puas dengan tidurnya sementara yang lain membutuhkan tidur selama /0 jam
untuk merasa puas akan tidurnya (Potter = Perry, 200/). +alam pernyataan
subjekti7, indi6idu biasanya melaporkan pengalaman tidur yang dialami berkaitan
total !aktu tidur, lamanya !aktu yang dibutuhkan untuk tertidur, 7rek!ensi
seringnya terbangun pada malam hari dan !aktu bangun dipagi hari ( Cra6en =
3irnle, 2000 ).
+ata subjekti7 merupakan kriteria yang sangat penting untuk
menentukan kualitas tidur seseorang melalui pernyataan subjekti7 mengenai
kualitas tidur yang dialaminya. Pernyataan subjekti7 ini sangat ber6ariasi pada
indi6idu. Contohnya, ada seseorang yang tidur selama : jam namun sudah merasa
puas dengan tidurnya semtara yang lain membutuhkan tidur selama /0 jam untuk
merasa puas akan tidurnya (Potter = Perry, 200/). +alam pernyataan subjekti7,
indi6idu biasanya melaporkan pengalaman tidur yang dialami berkaitan total
!aktu tidur, lamanya !aktu yang dibutuhkan unuk tertidur, 7rek!ensi seringnya
terbangun pada malam hari dan !aktu bangun dipagi hari ( Cra6en = 3irnle,
2000 ).
+ata objekti7 dapat dilihat dari pemeriksaan 7isik dan diagnostik
("ar!oto = ?artonah, 200$). Pemeriksaan 7isik dapat diobser6asi dari
penampilan !ajah seperti adanya lingkaran hitam disekitar mata, mata sayu dan
konjungti6a merah. +apat juga dilihat dari perilaku dan tingkat energi ini6idu
seperti perilaku iritabel, kurang perhatian, respon lambat, sering menguap,
menaeik diri dan bingung, postur tubuh tidak stabil, tangan tremor dan kurang
koordinasi.
+ari pemeriksaaan diagnostik dapat dilakukan dengan merekam proses tidur
dengan alat&alat seperti ((E (Electroencephalogram) untuk pengukuran tonus
otot dan (<E ($'e"troo"o'oram) untuk melihat pergerakan mata. Dntuk melihat
akti6itas listrik otak dengan menggunakan ((E, elektroda hanya di tempatkan
pada dua daerah saja yakni pada daerah 7rontosentral dan oksipital dan didapatkan
empat jenis gelombang yaitu gelombang -l7a, 5eta, "eta dan +elta ( Musadik,
/800 ).
Eelombang -l7a. +engan 7rekuensi 0 sampai /2 3), dengan
amplitude gelombang antara /0 sampai /2 m.. Eambaran gelombang -l7a yang
terjelas terdapat pada daerah oksipital atau parietal. Pada keadaan mata tertutup
dan ralaks, gelombang -l7a akan mun%ul, dan akan menghilang saat kita
membuka mata. Pada keadaan mengantuk didapatkan gambaran yang jelas yaitu
kumparan tidur yang berupa gambaran !a9ing dari gelombang -l7a.
Eelombang 5eta. +engan 7rekuensi /: 3) atau lebih dan
amplitodo gelombang ke%il rata&rata 22 m.. Eambaran gelombang 5eta yang
terjelas terdapat pada daerah 7rontal. Eelombang ini merupakan gelombang
dominant pada keadaan jaga terutama bnila mata terbuka. Pada keadaan tidur
#(M juga mun%ul gelombang 5eta.
Eelombang "eta. +engan 7rekuensi antara : sampai A 3) dengan
amplitodo gelombang ber6ariasi dan lokalisasi ber6ariasi juga. Eelombang "eta
dengan amplitudo rendah tampak pada keadaan jaga pada anak&anak sampai usia
22 tahun dan masa usia lanjut di atas 60 tahun. Pada keadaan normal orang
de!asa, gelombang "eta mun%ul pada keadaan tidur (stadium / sampai :).
Eelombang +elta. +engan 7rekuensi antara 0 sampai $ 3) dengan
amplitudo serta lokalisasi ber6ariasi. Pada keadaan normal, gelombang +elta
mun%ul pada keadaan tidur (stadium 2 sampai stadium :).