Anda di halaman 1dari 16

APLIKASI ISOLATOR GAS DAN

CAIR
ILMU BAHAN


Oleh:
Shofchatin Mardiyah
D3 TL 1B /21 (1331120019)


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
JURUSAN TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2013

A. Isolator Cair (Minyak)
1.Minyak Pada Transformator
Definisi dan fungsi
Minyak transformator adalah cairan yang dihasilkan dari proses pemurnian minyak
mentah. Selain itu minyak ini juga berasal dari bahan bahan organik, misalnya minyak
piranol dan silikon, berapa jenis minyak transformator yang sering dijumpaidilapangan
adalah minyak transformator jenis Diala A, diala B dan Mectrans.
Minyak transformator merupakan salah satu bahan isolasi cair yang dipergunakan
sebagai isolasi dan pendingin pada transformator. Sebagian bahan isolasi minyak harus
memiliki kemampuan untuk menahan tegangan tembus, sedangkan sebagai pendingin
minyak transformator harus mampu meredam panas yang ditimbulkan, sehingga dengan
kedua kemampuan ini maka minyak diharapkan akan mampu melindungi transformator
dari gangguan.

Struktur
Minyak transformator mempunyai unsur atau senyawa hidrokarbon yang
terkandung dalam minyak transformator ini adalah :
1.senyawa hidrokarbon parafinik.
2.senyawa hidrokarbon naftenik.
3.senyawa hidrokarbon aromatik.

Selain ketiga senyawa diatas minyak transformator masih mengandung senyawa
yang disebut zat aditif meskipun kandungannya sangat kecil.Kenaikan suhu pada
transformator akan menyebabkan terjadinya proses hidrokarbon pada minyak, nilai
tegangan tembus dan kerapatan arus konduksi merupakan beberapa indikator atau variable
yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu minyak transformator memiliki ketahanan
listrik yang memahami persyaratan yang berlaku.

No. . Sela (mm) Teg.Tembus (kv)
1 2.5 23,868
2 5 40,906
3 7.5 58,782
4 10 69,466

Secara analisa kimia ketahanan listrik suatu minyak transformator dapat menurun akibat
adanya pengaruh asam dan pengaruh tercampurnya minyak dengan air. Untuk menetralisir
keasaman suatuminyak transformator dapat menggunakan potas hidroksida (KOH).
Sedangkan untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat dalam minyak tersebut yaitu
dengan cara memberikan suatu bahan higroskopis yaitu selikagel.



Standart Minyak
Dalam menyalurkan perannya sebagai pendingin, kekentalan minyak
transformator ini tidak boleh terlalu tinggi agar mudah bersikulasi, dengan demikian proses
pendinginan dapat berlangsung dengan baik. Kekentalan relatif minyak transformator tidak
boleh lebih dari 4,2 pada suhu 20oC dan 1,8 dan 1,85 dan maksimum 2 pada suhu 50oC.
Hal ini sesuai dengan sifat minyak transformator yakni semakin lama dan berat operasi
suatu minyak transformator, maka minyak akan akan semakin kental. Bila kekentalan
minyak tinggi maka sulit untuk bersikulasi sehingga akan menyulitkan proses pendinginan
transformator.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh minyak transformator
adalah sebagai berikut.
1. Kejernihan
Kejernihan minyak isolasi tidak boleh mengandung suspensi atau endapan (sedimen).
2. Massa jenis
Massa jenis dibatasi agar air dapat terpisah dari minyak isolasi dan tidak melayang.
3. Viskositas kinematika
Viskositas memegang peranan penting dalam pendinginan, yakni untuk menentukan kelas
minyak.
4. Titik nyala
Titik nyala yang rendah menunjukkan adanya kontaminasi zat gabar yang mudah terbakar.
5. Titik tuang
Titik tuang dipakai untuk mengidentifikasi dan menentukan jenis peralatan yang akan
menggunakan minyak isolasi.
6. Angka kenetralan.
Angka kenetralan merupakan angka yang menunjukkan penyusutan asam minyak dan
dapat mendeteksi kontaminasi minyak, menunjukkan kecendrungan perobahan kimia atau
indikasi
perobahan kimia dalam bahan tambahan.
7. Korosi belerang
Korosi belerang kemungkinan dihasilkan dari adanya belerang bebas atau senyawa
belerang yang tidak stabil dalam minyak isolasi.
8. Tegangan tembus
Tegangan tembus yang terlalu rendah menunjukkan adanya kontaminasi seperti air,
kotoran atau partikel konduktif dalam minyak.
9. Kandungan air
Adanya air dalam dalam isolasi menyebabkan menurunnya tegangan tembus dan tahanan
jenis minyak isolasi akan mempercepat kerusakan kertas pengisolasi.


Transformator menggunakan minyak

1. )CorrugatedWall
2. ) Thermometer With Contact
3. ) Buschollz Relay
4. ) HV Insulator
5. ) AG Insulator
6. ) Oil Extension Tank
7. ) Dehydrating Breather
8. ) Magnetic Oil Level Indicator
9. ) Junction Box
10. ) Label
11. ) Oil Drain Valve
12. ) Wheels


2.Minyak Pada Circuit Breakers (PMT)


Definisi dan fungsi
Pemutus Tegangan dengan Medium Minyak ( PMT Dengan Medium Minyak )
merupakan salah satu peralatan pengaman jaringan listrik pada Gardu- Gardu Induk baik
pada Gardu Induk tegangan ekstra tinggi ( GITET ), Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT),
maupun Gardu Distribusi. Agar komponen-komponen pada jaringan listrik Gardu Induk
dapat bekerja dengan optimal dalam menyalurkan listrik tanpa adanya gangguan, maka
dipasanglah peralatan-peralatan pengaman salah satunya adalah peralatan pemutus
tegangan dengan medium minyak yang digunakan sebagai pengaman apabila terjadi
gangguan pada jarinan listrik. Jenis minyak yang digunakan pada PMT Medium Minyak
ini adalah Dielektrik.

Struktur
PMT dengan Medium Minyak ini dibagi menjadi dua, antara lain : PMT dengan
sedikit minyak yang digunakan pada gardu induk tegangan tinggi (GITT ) yang memiliki
tegangan sebesar 150 KV. Dan PMT dengan menggunakan banyak minyak biasanya
digunakan pada Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi yang memiliki tegangan sebesar 500
KV.

MT Minyak




Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 10 kA dan pada
rangkaian bertegangan sampai 500 kV. Pada saat kontak dipisahkan, busur api akan terjadi
didalam minyak, sehingga minyak menguap dan menimbulkan gelembung gas yang
menyelubungi busur api, karena panas yang ditimbulkan busur api, minyak mengalami
dekomposisi dan menghasilkan gas hydrogen yang bersifat menghambat produksi
pasangan ion. Oleh karena itu, pemadaman busur api tergantung pada pemanjangan dan
pendinginan busur api dan juga tergantung pada jenis gas hasil dekomposisi minyak.



Gas yang timbul karena dekomposisi minyak menimbulkan tekanan terhadap
minyak, sehingga minyak terdorong ke bawah melalui leher bilik. Di leher bilik, minyakini
melakukan kontak yang intim dengan busur api. Hal ini akan menimbulkan pendinginan
busur api, mendorong proses rekombinasi dan menjauhkan partikel bermuatan dari lintasan
busur api.

Minyak yang berada diantara kontak sangat efektif memutuskan arus. Kelemahannya
adalah minyak mudah terbakar dan kekentalan minyak memperlambat pemisahan kontak,
sehingga tidak cocok untuk sistem yang membutuhkan pemutusan arus yang cepat.

Sakelar PMT minyak terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Sakelar PMT dengan banyak menggunakan minyak (Bulk Oil Circuit Breaker),
pada tipe ini minyak berfungsi sebagai peredam loncatan bunga api listrik selama
terjadi pemutusan kontak dan sebagai isolator antara bagian-bagian yang
bertegangan dengan badan, jenis PMT ini juga ada yang dilengkapi dengan alat
pembatas busur api listrik.


Sakelar PMT dengan sedikit menggunakan minyak (Low oil Content Circuit
Breaker), pada tipe ini minyak hanya dipergunakn sebagai peredam loncatan bunga
api listrik, sedangkan sebagai bahan isolator dari bagian-bagian yang bertegangan
digunakan porselen atau material isolasi dari jenis organik.


1 bushing 6 plunger guide
2 oil level indicator 7 arc control device
3 vent 8 resistor
4 current transformer 9 plunger bar
5 dashpot



3. Minyak Pada Kabel

Definisi dan fungsi
Dalam penyaluran tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkit ke konsumen
biasanya dilakukan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), seiring dengan
perkembangan daerah, maka didaerah perkotaan SUTT sulit dipergunakan karena kesulitan
lahan untuk tower maka digunakan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT). Selain itu
kabel juga digunakan untuk penyaluran tenaga listrik antar pulau dengan menggunakan
Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi. (SKLT).
Kabel yang digunakan untuk SKTT maupun SKLT biasanya kabel berisolasi kertas yang
diberi minyak dan disebut kabel minyak atau kabel yang berisolasi Cross-linked
polyethylene (XLPE) yang disebut kabel XLPE.

Kabel Minyak
Kabel ini menggunakan isolasi yang terbuat dari jenis isolasi padat terdiri dari kertas yang
diresapi dengan Viskos Compon dan dilakukan treatment dengan minyak untuk
membuang kelembaban serta udara, karena itu dinamakan kabel minyak.

Bagian-bagian kabel minyak


Bagian-bagian dari kabel minyak ini terdiri dari:
Konduktor.
Kanal minyak
Insulation
Minyak impregnasi
Electrostatic Screen
Penguat dan Selubung logam
Pengaman karat.

a. Konduktor
Konduktor yang digunakan yaitu tembaga atau aluminium, logam tersebut dipilih
dengan pertimbangan beberapa hal yaitu arus beban dan keekonomisan.
Konduktor Hollow dibuat dengan segmental Strip yaitu untuk kekukuhan atau
kekuatan yang lebih tinggi dan telah digunakan sampai dengan penampang 2000 mm2.
Untuk mentransfer beban listrik yang besar (very Heavy load ) biasanya digunakan
konduktor Milliken. Konduktor tersebut umumnya dibuat Six Stranded Segmen dan
terisolisasi antara segmen satu dengan yang lain, tersusun disekeliling kanal yang berisi
spiral penyangga dan diikat bersama dengan pita Bronze. Masing masing segmen
dibentuk oleh sejumlah konduktor bulat dan terpasang kompak pada bentuk segmen yang
dibutuhkan. Konstruksi harus dibuat equal, untuk mengurangi rugi-rugi akibat efek kulit,
Skin efek juga dipengaruhi oleh ukuran kanal (Duct), misalnya untuk konduktor 1600 mm2,
jenis Conci pada 50 Hz dan suhu 85C akan mempunyai Skin efek 24,5% jika kanal 12
mm dan 60% jika 40 m.
Dengan konduktor Milliken, karena masing-masing sektor secara automatik
ditransposed, maka pembesaran diameter kanal mengurangi pengaruh skin efek cukup
banyak. Nilai rugi-rugi akibat Skin efek untuk konduktor cooper Milliken cukup rendah
yaitu untuk diameter 2500 mm2 pada 85 C dan 25 mm kanal adalah 14%. Nilai rugi-rugi
akibat Skin efek yang rendah yaitu 2 s.d 4% dapat dicapai dengan konduktor yang disusun
elemen terisolasi satu dengan yang lainnya menggunakan enamel.

b. Kanal Minyak
Pada kabel inti tunggal, konduktor dilengkapi dengan kanal minyak yang terbuat
dari Steel Strip Spiral bulat terbuka yang menggunakan kawat konduktor stranded. Untuk
jenis Segmental Self Supporting Conductor tidak perlu menggunakan Steel Spiral.
Diameter kanal minyak disesuaikan dengan persyaratan sistem hidrolik, dan
umumnya dengan batas 12 s.d 25 mm.
Pada sistem instalasi kabel, dilengkapi dengan tangki-tangki ekspansi baik ujung yang satu
maupun ujung yang lainnya, bergantung pada sirkitnya, atau juga dapat dipasang
tangki ditengah-tengah instalasi kabel.
Instalasi kabel dirancang dengan prinsip bahwa pada kondisi pelayanan yang tidak
normal, tekanan minyak kabel akan lebih tinggi dari tekanan atmosfir sepanjang kabel dari
sistem instalasi tersebut.

c. Insulation
Isolasi kabel ini terbuat dari jenis isolasi padat terdiri dari kertas yang dilapiskan
pada konduktor yang diresapi dengan Viskos Compon dan dilakukan treatment untuk
membuang kelembaban serta udara.
I solasi kabel terdiri dari Cellulose Paper yang dilapiskan pada konduktor yang
membentuk suatu dinding isolasi yang uniform dan kompak dan tidak mengkerut atau
terjadi kerusakan selama proses pembuatan atau ketika penanganan kabel dilapangan saat
penggelaran. seperti pembengkokan serta perlu diawasi baik terhadap tarikan maupun
kelembabannya.
Ketebalan kertas bervariasi, kertas yang tipis yang mempunyai dielektrik strenght
tinggi tetapi kekuatan mekaniknya rendah dan digunakan pada tempat yang paling dekat
dengan konduktor.
Kertas yang digunakan mempunyai kemurnian dan keseragaman tinggi, dicuci
menggunakan Deionize water selama pembuatannya.
Sifat kerapatan dari kertas dipilih secara hati-hati untuk mendapatkan dielektrik strenght
yang paling tinggi dan juga kompatibel dengan metode impregnasi yang lain. Isolasi
tersebut mempunyai ketebalan bervariasi dari 3 mm untuk 30 kV dan 35 mm yang
digabung dengan minyak bertekanan tinggi khususnya untuk tegangan 750 s.d 1000 kV.
Untuk kabel-kabel yang besar dan apabila kabel menggunakan selubung aluminium,
isolasi diamankan dari kerusakan mekanik menggunakan lapisan pita Glass Fibre Coopen
Threated Woven





d. Minyak peresap ( impregnasi)
Pada kabel yang menggunakan selubung logam dari timah atau aluminium untuk
mengamankan konduktor yang terisolasi terutama untuk tegangan >50 kV, karena formasi
pada saat pelayanan yang disebabkan oleh Void akibat Heat Cycling dan pada waktu ada
tekanan tegangan yang lebih besar.
Void-void ini membentuk ionisasi yang terus bertambah yang akhirnya dapat
menyebabkan kerusakan. Untuk membuang atau menyingkirkan Void-void ini, kabel
diberi minyak, dengan impregnasi penuh memakai bahan yang viskositasnya rendah,
dimana pada waktu ada pemanasan kabel minyak akan mengalir keluar menuju reservoir
dan akan kembali lagi pada waktu kabel bertemperatur rendah. Kabel yang berdiri sendiri
(Self-Contained Oil Filled ) umumnya digunakan dengan jenis tekanan rendah, yaitu
dirancang untuk untuk tekanan minimum namun masih diatas tekanan udara luar. Nilai
aktual tekanan itu dapat lebih tinggi pada suatu lokasi dan akan bervariasi sepanjang
panjangnya instalasi bergantung pada profil instalasinya. Nilai tekanan yang lebih tinggi
lagi, umumnya > 10 atm digunakan untuk instalasi kabel dengan tegangan tinggi supaya
menaikkan Dielektrik Strenght Isolasi.
Informasi tentang minyak yang rendah viskositasnya dari minyak kabel T-3570.
Minyak T-3570 murni 100 % jenis hidrokarbon. Tidak memungkinkan untuk memberikan
informasi secara lengkap dari struktur minyak mineral tersebut. Analisa molekul adalah
cukup banyak dipengaruhi oleh teknik pengukuran. Analisa yang dilakukan oleh NDM,
adalah salah satu yang tekniknya sudah dikenal dan memberikan indikasi dari distribusi
aromatik naphtenic dan paraffinic. Menggunakan teknik ini,minyak T-3570 berisi kira-kira
10 % molekul aromatic yang (utama) predominantly single dan struktur dua ring..Tidak
ada tambahan bahan kimia berkaitan pada T-3570. karakteristik yang lain yang dapat
membantu bahwa minyak &-3570 merupakan viscositas sangat rendah menjamin bahwa
dalam hal ada kebocoran kabel,minyak akan segera nmuncul pada permukaan air dalam
bentuk film yang sangat tipis.Tambahan lagi,penguapan yang tinggi dari minyak ini, akan
memberi vasilitas mengurangi rugi akibat penguapan.

e. Data kimia
Acid value (inorganic) : nil
Acid value (organic) : 0,01mgKOH/g max
Sulphur content : non corrosive
Physical data
Coefisien of expansion : 0,00089/ C Viscops
Viscosity at 60 C : 2 cSt
Viscocity 20 C : 5 cst
Viscosity pada 0C : 10 cst
Flash point (open) : 115 C min
Pour point : -27 C
Cloud point : -25 C
General information
Extra low viscocity




e. Karakteristik Minyak
Minyak kabel merupakan adalah komponen instalasi kabel yang sangat penting,
dan hanya minyak bagian dari sistem isolasi kabel yang dapat diperiksa setelah kabel
dipasang. Oleh karena itu konsentrasi kita pada karakteristik minyak yang penting yaitu:
Viskositas
Koefisien muai termal
Tegangan tembus
Tangen delta
Penyerapan terhadap gas


f. Viskositas
Dapat dilihat pada perhitungan sistem hidrolik, viskositas minyak adalah sangat
penting. Minyak harus dipertimbangkan dengan desain dari kanal minyak kabel panjang
seksi pemasok minyak dan jenis tangki ekspansion. Viskositaas diukur dalam senti stokes
atau centipoise ( centipoise adalah centistoke dikalikan dengan spesifik grafiity minyak).
Viskositi harus serendah mungkin kompatibel dengan titik nyala dan
titik mengembun. Viskositas yang rendah mengijinkan operasi dengan suhu yang sangat
rendah dan membantu desain sistem yang ekonomis dengan mengurangi banyaknya titik
pasokan minyak.
Minyak mineral Viskositas rendah yang digunakan mempunyai viskositas pada 20
C kurang lebih 12 cst dan titik tuang 45C atau kurang.
Salah satu minyak yaitu Dodecyl Benzene (DDB) yang dikenalkan pada tahun 60an,
mempunyai viskositas pada 20 C sama dengan minyak mineral diatas dan bahkan lebih
rendah titik tuangnya. Selanjutnya, mempunyai titik nyala yang tinggi dan kemampuan
menyerap gas pada waktu terjadi tekanan listrik. Bahkan lebih rendah Viskositas Dodecyl
Benzene (DDB). yang pada penggunaan normal cocok untuk pemasok tekanan kabel laut
yang sangat panjang.
Minyak ini digunakan untuk inatalsi Angke Ketapang dan petukangan dan
petukangan kearah Senayan yang mempunyai viscositas 5cSt pada 20C.

g. Koefisien Ekspansi Panas
Koefisien ekspansi panas adalah sangat penting .hal ini memberikan ukuran dari
aliran minyak,dan juga menentukan ukuran ruangan untuk ekspansi. Koefisien panas I ni
juga akan mempengaruhi pada tekanan dinamik,dan dengan demikian juga diameter kanal
minyak (oil duct) ,panjang seksi pemasok minyak dan jenis vesel pemuai yang dipilih.Dua
jenis karaktersitik ini merupakan parameter hidrolik yang sangat penting.Tetapi agar cairan
isolasi mempunyai isolasi yang terbaik,minyak juga harus mempunyai karakteristik listrik
yang baik.

h. Tegangan tembus
Pertama minyak kabel harus mempunyai tegangan tembus yang tinggi. Tegangan
tembus ini dapat diukur dengan tes cell spesial. Pengujian dengan alat uji tersebut
memberikan indikasi kondisi minyak isolasi kabel.Air dan kotoran-kotoran akan
merendahkan kuat dielektrik.

i. Tangen Delta
Mengukur tan delta minyak adalah pengukuran yang terbaik yang dilakukan untuk
memeriksa kemurnian minyak kabel. Cairan isolasi listrik yang baik diperlukan harga tan
delta yang rendah. Kotoran yang terdapat pada minyak seperti: air, ageing product,rest of
lubricant, debu, udara dan benda lain. Kontaminasi yang berbahaya adalah kontaminasi
yang memberikan kenaikan tan delta.

j.Penyerapan Gas
Karakteristik lain dari minyak isolasi kabel adalah kemampuan menyerap gas pada
kondisi ada tekanan listrik (electrical stress). Untuk beberapa alasan, itu dapat terjadi
bahwa kita dapat mendapatkan gas entah dimana. Apabila susunan gas itu tidak dapat
diserap, maka akan terjadi gelembung-gelembung. Tegangan tembus dari gelembung gas
adalah lebih kecil dari pada minyak dan kertas. hal ini kemudian akan membentuk ionisasi
dan akhirnya gagal isolasi. Oleh karena itu bahwa minyak harus mempunyai kemungkinan
untuk menyerap gas apabila tegangan diberikan pada kabel.
Hal yang penting adalah :
1. Minyak harus menyerap gas pada terjadi gangguan
2. Pembuatan,splicing(sambungan dan terminating pada kabel harus dikerjakan dengan
cara yang baik, sehinggga penimbulan gas tidak terjadi.

k. Pelepasan Gas (degassifying)
Jika minyak menjadi cairan isolasi yang baik, maka perlu mempunyai minyak yang
tanpa gas atau jenis kontaminasi yang lain. Gas dan air akan dilepas dari minyak pada
mesin pelepas gas. Mesin pelepasan gas bekerja sebgai berikut: minyak yang akan diolah
dihamparkan (spread ) didalam ruangan vaccum, dimana minyak akan mempunyai
permukaan yang luas dibanding volume.gas atau air akan mengurai didalam ruang vacuum
dan minyak yang bebas gas ada dibawah dipompa kedalam tangki yang rapat. Jika minyak
mempunyai kontaminan yang tinggi pada proses ini dapat diulang-ulang sampai minyak
menjadi kering dan bebas gas.
Penyerapan kotoran minyak yang lain dari air dan gas tidak dapat dilepas
selama proses pelepasan gas (degasifying).
Hasil penyerapan ini harus dilepas dengan menyaring minyak menggunakan fuller,s earth.
Fuller,s earth akan menyerap semua partikelpartikel dimana partikel tersebut akan
menaikkan tan delta. Penyaringan melalui fuller,s earth adalah dengan cara memompa
minyak melalui suatu penyaring dengan desain khusus. Hal ini dapat dilakukan terpisah,
tetapi sangat sering dilakukan secara seri dengan degassifying.



Construction:
1 -Conductor (key-stone type)
2 -Conductor shielding
3 -Insulation (oil impregnated paper)
4 -Insulation shielding
5 -Lead sheath
6 -Plastic jacket
7 -Tape armour
8 -Optical fiber (option)
9 -Steel wire armour
10 Serving





B. Isolator Gas (Hidrogen dan SF6)
1. Pendinginan Generator dengan Gas Hidrogen
Pendingan alternator dengan gas hidrogen adalah yang paling efektif dibanding
dengan udara. Tetapi Hidrogen sangat rentan terhadap bahaya ledakan bila bercampur
dengan udara pada kondisi 4% s.d 75%, maka penanganannya harus berhati-hati. Adapun
kelebihan gas hidrogen dibanding dengan udara dapat dilihat pada karakteristik berikut :

Gb 1. Karakteristik Gas Hidrogen
Seperti pada tabel diatas dinyatakan bahwa kerapatan udara biasa dibanding hidrogen
adalah 1:0.14, daya hantar panas 1:7, maka gas hidrogen dapat digunakan untuk pendi-
nginan alternator dengan efektifitas cukup baik. Dari kelebihan tersebut dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Kerapatan rendah sehingga kerugian gesekan, kebisingan berkurang dan daya fan
untuk mensirkulasikannya juga rendah
2. Koofisien perpindahan panas tinggi dibanding udara sehingga dapat menyerap
panas lebih banyak.
3. Daya Hantar panas tinggi dibanding udara, sehingga dapat menghantarkan panas
lebih banyak.
4. Tidak bersifat korosif.
5. Resiko kebakaran rendah, hidrogen murni tidak membantu terjadinya kebakaran.
6. Biaya pemeliharaan rendah, hal ini karena siklus gas tertutup sehingga
kebisingannya terjaga.
Untuk menjaga agar temperatur media pendingin tidak meningkat terus, maka
setelah menyerap panas, media pendingin ini harus didinginkan untuk membuang panas
yang di kandungannya. Oleh karena itu media pendingin harus didinginkan dan
disirkulasikan.
Sebagai media pendingin hidrogen biasanya dengan menggunakan air dengan
melalui box cooler atau pipa-pipa air yang diletakkan didalam kerangka stator.
Sebagaimana untuk melewatkan gas hidrogen ke cooler box dan celah-celah kumparan
stator dan rotor maka perlu adanya sirkulasi dengan tekanan cukup. Untuk mensirkulasi
hidrogen dengan menggunakan blower atau rotor maka perlu adanya sirkulasi dengan
tekanan cukup. Untuk mensirkulasi hidrogen dengan menggunakan blower atau rotor blade
yang terpasang pada poros alternator.
Sistem sirkulasi hidrogen didalam alternator secara konvensional (conventional
hydrogen cooled) dengan menggunakan dua unit blower yang masing-masing dipasang
pada bagian ujung-ujung seperti pada gambar berikut :

Gb 2. Sistem Sirkulasi Hidrogen Pendingin Alternator Secara Konvensional

2. SF6 pada circuit breaker









SF6 Circuit breaker (Pemutus Daya SF6)
PMT jenis ini memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan PMT udara tekan.
Perbedaannya terletak pada penggantian penggunaan udara dengan gas SF6 dan sistem
yang tertutup dari udara luar. Saat kontak terbuka dan arc muncul, gas SF6 bertekanan
tinggi ditiupkan di antara kontak untuk menyingkirkan partikel bermuatan dari sela antara
kedua kontak sehingga membuat arc semakin cepat padam. Gas SF6 dipilih karena sifat
gas ini yang merupakan bahan isolasi dan pendingin yang baik. Gas ini tidak boleh bocor
dan bercampur dengan udara luar, sehingga sistem dibuat tertutup dan gas SF6 yang telah
ditiupkan ditampung pada penampung tersendiri. Seperti halnya PMT udara tekan, ukuran
PMT SF6 ini juga mendukung PMT ini untuk dapat ditempatkan pada wilayah yang
menyediakan tempat yang tidak terlalu besar.