Anda di halaman 1dari 13

FUNDAMENTAL PROSES DATA SEISMIK

Makalah disusun untuk UTS Mata kuliah Geologi Minyak dan Gas Bumi
Pendahuluan
1. Konsep Gelomban Se!sm!"
Gelombang seismik adalah gelombang mekanis yang muncul akibat
adanya gempa bumi.Sedangkan gelombang secara umum adalah fenomena
perambatan gangguan (usikan) dalam medium sekitarnya. Gangguan ini mula-
mula teradi secara lokal yang menyebabkan teradinya osilasi (pergeseran)
kedudukan partikel-partikel medium! osilasi tekanan maupunosilasi rapat massa.
"arena gangguan merambat dari suatu tempat ke tempat lain! berarti ada
transportasi energi.Gelombang seismik disebut uga gelombang elastik karena
osilasi partikel-partikel mediumteradi akibat interaksi antara gaya gangguan
(gradien stress) mala#an gaya-gaya elastik.$ari interaksi ini muncul gelombang
longitudinal! gelombang trans%ersal dan kombinasi diantara keduanya. &pabila
medium hanya memunculkan gelombang longitudinal saa(misalnya di dalam
fluida) maka dalam kondisi ini gelombang seismik sering dianggap sebagai
gelombang akustik. $alam eksplorasi minyak dan gas bumi! seismik refleksi lebih
la'im digunakan daripadaseismik refraksi. (al tersebut disebabkan karena siesmik
refleksi mempunyai kelebihan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap
dan baik mengenai keadaan struktur ba#ahpermukaan.)enyelidikan seismik
dilakukan dengan cara membuat getaran dari suatu sumber getar.Getaran tersebut
akan merambat ke segala arah di ba#ah permukaan sebagai gelombanggetar.
Gelombang yang datang mengenai lapisan-lapisan batuan akan mengalami
pemantulan!pembiasan! dan penyerapan. *espon batuan terhadap gelombang yang
datang akan berbeda-beda tergantung sifat fisik batuan yang meliputi densitas!
porositas! umur batuan! kepadatan!dan kedalama batuan. Galombang yang
dipantulkan akan ditangkap oleh geophone dipermukaan dan diteruskan ke
instrument untuk direkam. (asil rekaman akan mendapatkan penampang seismik.
#. Sumbe$ Gelomban Se!sm!"
Sumber gelombang seismik pada mulanya berasl dari gempa bumi alam
yang dapat berupa gempa %ulkanik maupun gempa tektonik! akan tetapi dalam
seismik eksplorasi sumber gelombang yang digunakan adalah gelombang seismik
buatan. &da beberapa macam sumber gelombang seismik buatan seperti dinamit!
benda atuh! air gun! #ater gun! %aporchoc dan sparker. Sumber gelombang
seismik buatan tersebut pada hakekatnya membangkitkan gangguan sesaat dan
lokal yang disebut sebagai gradien tegangan (stress).
Gamba$ 1. Pan%ulan Gelomban Se!sm!"
&. Penampan Se!sm!"
)enampang seismik merupakan gambaran ba#ah permukaan bumi yang
mempresentasikan respon dari perubahan impedance (density/velocity) sepanang
strata surface atau unconformity Bro#n dan +isher (,-.-). *efleksi seismik
diinterpretasikan dan dikorelasikan dengan data #ell sehingga dapat menentukan
peta struktur! menginterpertasi hubungan stratigrafi! proses pengendapan! dan
fasies.
Seismik "arakter unik dari rekaman seismik refleksi memungkinkan
dilakukannya penerapan lansung konsep geologi berdasarkan kenampakan fisik
stratigrafi dari rekaman tersebut.
Metoda seismik dapat digunakan untuk mengambarkan tubuh batuan
dengan geometri khusus dan struktural internal yang dapat digagas sebagai
penyusun /fasies seismik0. Studi lateral dan %ertikal yng ber%ariasi pada pola
fasies seismik uga digunakan sebagai dasar untuk interpretasi litologi! lingkungan
pengendapan dan searah geologi satuan stratigrafi ba#ah permukaan.
)rosedur untuk interpretasi dari data seismik meliputi tiga tahap (1ail!
,-2. dalam 3agoner)! yaitu 4
a. &nalisa sikuen seismik
b. &nalisa fasies seismik
c. 5nterpretasi lingkungan pengndapan dan litofasies
&. 1 Anal!sa S!"uen Se!sm!"
Sikuen seismik adalah sikuen pengendapan yang diidentifikasi dari data
seismik (Mitchum et al.! ,-..). Sikuen seismik merupakan studi yang
berhubungan dengan identifikasi satuan stratigrafi utama yaitu sikuen
pengendapan (sikuen stratigrafi). &nalisa sikuen seismik meliputi identifikasi
paket refleksi utama yang digambarkan oleh pengenalan permukaan
ketidakselarasan sebagai permukaan erosi atau nondeposisi yng me#akili hiatus
utama. )enarikan batas ketidakselarasan merupakan kunci untuk analisis sikuen
seismik.
6kspresi seismik dari batas sikuen sangat tergantung pada kontras
impedansi akustik (5&) antara lapisan di atas dan di ba#ah ketidakselarasan.
&pabila terdapat kontras yang signifikan maka ketidakselarasan tersebut akan
membentuk refleksi yang tegas. $alam analisis seismik dikenal dua enis
diskontuinitas yang dapat diidentifikasi! yaitu 4
Bidang ketidakselarasan erosional (erosional unconformity surface) yang
menunukan hiatus sehingga teradi erosional trunction secara subaerial
dan subaqueous.
Bidang ketidakselarasan downlap surface dimana pada permukaan laut
ditemukan adanya hiatus namun tidak diikuti proses erosi.
1ail et al.! (,-.7) menyatakan profil seismik merupakan garis #aktu!
dapat memiliki pola-pola 4 onlap, downlap, offlap, dan toplap. Onlap adalah
baselap dimana lapisan yang a#alnya relatif hori'ontal atau miring laps-out pada
permukaan yang lebih miring diba#ahnya. Downlap adalah baselap dimana
lapisan yang a#alnya hori'ontal atau miring terminate downdip pada lapisan yang
relatif hori'ontal atau miring diba#ahnya. Toplap adalah lapisan yang a#alnya
hori'ontal atau miring updip pada lapisan yang relatif hori'ontal atau miring
diatasnya. ketidakselarasan dapat diketahui pada interpretasi pola terminasi
refleksi yang sistematik! pola onlap dan downlap terbentuk diatas
ketidakselarasan sedangkan pola trunction, toplap, dan apparent trunction
terbentuk diba#ah ketidakselarasan (1ail! ,-2.).
Gamba$ #. )ola Seismik
8. # Anal!sa Fas!es Se!sm!"
&nalisa fasies seismik adalah deskripsi dan interpretasi geologi dari
parameter refleksi yang meliputi konfigurasi! kontinuitas! amplitudo! frekuensi!
dan kecepatan inter%al. Satu unit fasies seismik tiga dimensi yang tersusun atas
kumpulan pola refleksi yang parameternya berbeda dengan unit fasies dan
sekitarnya (mitchum! ,--.)! setiap parameter dapat memberikan informasi
mengenai kondisi geologi ba#ah permukaan.
Tabel 1. )arameter +asies Seismik $alam Sesimik Startigrafi dan 5nterpretasi
Geologinya.
Pa$ame%e$ Fas!es Se!sm!" In%e$p$e%as! Geolo!
"onfigurasi *efleksi
)ola )erlapisan
)roses )engendapan
6rosi dan )aleotopografi
"ontak +luida
"emenerusan *efleksi
"emenerusan )erlapisan
)roses )engendapan
&mplitudo *efleksi
)erbedaan "ecepatan densitas
9arak :apisan
Content Fluida
+rekuensi *efleksi "etebalan :apisan
Content Fluida
5nter%al "ecepatan )erkiraan $ari :itologi
)erkiraan $ari )orositas
Content Fluida
Bentuk 6ksternal dan (ubungan
$aerah dari Unit +asies Seismik
:ingkungan )engendapan
Sumber Sedimen
Geoloic !ettin
Is! dan Pembahasan
1. 'u"um F!s!"a Gelomban Se!sm!"
Gelombang seismik mempunyai kelakuan yang sama dengan kelakuan
gelombang cahaya!sehingga hukum-hukum yang berlaku untuk gelombang
cahaya berlaku uga untuk gelombang seismik. (ukum-hukum tersebut antara
lain4
,. (uygens mengatakan bah#a gelombang menyebar dari sebuah titik
sumber gelombangke segala arah dengan bentuk bola.
;. (ukum snellius menyatakan bah#a bila suatu gelombang atuh di atas
bidang batas duamedium yang mempunyai perbedaan densitas! maka gelombang
tersebut akan dibiaskan ika sudut datang gelombang lebih kecil atau sama dengan
sudut kritisnya. Gelombang akan dipantulkan ika sudut datangnya lebih besar
adri sudut kritisnya. Gelombang datang! gelombang bias! gelombang pantul
terletak pada suatu bidang datar.
#. P$oses Da%a Se!sm!"
$ata yang telah didapatkan dari hasil akuisisi akan diproses sehingga
meningkatkan daya resolusi secara %ertikal maupun horisontal yang dapat
menghasilkan keadaan ba#ah permukaan yang sesungguhnya yaitu berupa
migrated time section yang mudah untuk diinterpretasikan oleh para interpreter
untuk mencapai hasil yang maksimum pada saat ekploitasi.
Sebelum penampang seismik dibuat! ada banyak langkah-langkah untuk
memproses data-data seismik tersebut yang kemudian diolah menadi penampang
seismik. Berikut merupakan langkah-langkahnya4
,. Teknik untuk menghilangkan noise
-editing! killing! dan muting
;. Teknik untuk mengkoreksi faktor-faktor geometri dan efek yang tak
diinginkan
- Spherical di%ergence correction
- &ttenuation <orrection
- $ynamic correction
8. Teknik untuk meningkatkan sinyal
- $igital filtering
- Stacking
- Multiple suppresion
- $eghosting
=. Teknik untuk meningkatkan resolusi lateral
- Migration
- 5maging
>. Teknik mengekstrak informasi lapisan ba#ah bumi
- &ttenuation analysis
- 1elocity &nalysis
Gamba$ &. P$oses Se!sm!"
)reprocessing adalah tahapan pengkoreksian a#al sebelum data seismik
diolah menuu tahapan selanutnya. (al ini dilakukan karena data seismik yang
diperoleh dari lapangan masih memungkinkan adanya trace yang rusak dan noise
yang tinggi. )engeraan preprocessing akan memberikan dampak pada proses
selanutnya. Tahapan preprocessing meliputi trace editing dan muting! koreksi
statik! filtering dan dekon%olusi.
Geometri merupakan dasar a#al dalam pengolahan data seismik setelah
editing dan mutting. $ekon%olusi bekera sepanang sumbu #aktu! merupakan
proses mengembalikan bentuk #a%elet sumber dari rekaman trace seismik hingga
mendekati #a%elet dan karenanya dapat meningkatkan resolusi temporal. Stacking
adalah proses kompresi data seismik dalam sumbu offset dengan mereduksi data
seismik dalam bidang midpoint-time data seismik ke seismic section dengan 'ero
offset! hasilnya adalah stack section. &khirnya! migrasi biasanya diaplikasikan
pada data terstack (diasumsikan sebagai section 'ero offset). Migrasi merupakan
proses pemindahan e%en?refleksi miring ke posisi subsurface sebenarnya dan
menghilangkan efek difraksi (@'dogan A! ,-2.)..
. "ecepatan Sebagai &lat $iagnosa Sifat alamiah dari sedimen seperti
porositas! densitas! temperatur! ukuran butir! saturasigas! frekuensi! dan tekanan
berpengaruh terhadap kecepatan. )ertambahan kecepatan dipengaruhi oleh
takanan eksternal! ukuran butir dan densitas. "ecepatan akan berkurangpada
sedimen yang porous dan atau mempunyai takanan pori yang besar. Tahapan
selanutnya dengan melakukan %elocity analysis! BM@! dan terakhir proses brute
satck. )enampang brute stack ini menampilkan model struktur lapisan
bumiberdasarkan domain #aktu.&da beberapa contoh peranan topografi terhadap
pengolahan data seismik antara lain4
Gamba$ (. )e"%o$!sas! Da%a se!sm!"
"oreksi statik "oreksi statik ini menggunakan ele%asi yang diukur oleh
topografi. "oreksi inidilakukan untuk menyamakan datum dari recei%er sehingga
diperoleh arri%al time yangterletak pada satu bidang hori'ontal yang sama.8.
)lotting final stack )ada plotting final stack dibutuhkan data crossing line
yang berfungsi untuk mengikat antara ; line yang saling berpotongan. :ebih auh
lagi data crossing line ini dibutuhkaninterpreter untuk menginterpretasi a#al
supaya interpreter dapat melihat penampang seismik baik itu secara inline maupun
crossline secara tepat.
Setelah melakukan stack *esidual Statik! lalu dilanutkan dengan proses
migrasi karena proses migrasi biasanya diaplikasikan pada data yang telah
terstack. Migrasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan migrasi +-" dan
"irchoff.
(asil akhir dari pemrosesan data adalah berupa hasil stack yang
merupakan gambaran yang berada di ba#ah permukaan yang terekam oleh
recei%er dimana noise-noise yang ada sudah difilter! sehingga hasil final stack ini
dapat diinterpretasi lebih lanut oleh interpreter. &dapun untuk seismik 8$
sebelum dilakukan pemrosesan! ada suatu program yang berfungsi sebagai
simulasi cakupan program penembakan yang dilakukan dengan menggunakan
soft#are Messa. )ada seimik 8$ uga tidak boleh ada titik yang hilang atau tidak
ditembak!sehingga kalau perlu titik yang hilang tersebut diganti. &turan
penempatan titik pengganti inidisimulasikan oleh Messa untuk mendapatkan
)engukuran "ecepatan )engukuran kecepatan didasarkan pada perubahan #aktu
tiba pantulan (arri%al time)sebagai perubahan arak dari sumber getar sampai
geophone. 9arak tersebut dikenaldengan offset! sedangkan perbedaan #aktu dari
offset disebut normal mo%eout."ecepatan sebagai implikasinya disebut stacking
%elocity.
Kes!mpulan
$ata yang didapat dari lapangan merupakan data mentah yang harus
diproses ulang. $ata tersebut disebut <SG dan dari satu lintasan seismik dapat
dihasilkan ratusan <SG. <SG! merupakan 4 & (C.t) dengan &4 &mplitudo! C4
@ffset 9arak dan t merupakan t#o #ay time! diproses berdasarkan langkah-
langkah berikut4
,. Teknik untuk menghilangkan noise
-editing! killing! dan muting
;. Teknik untuk mengkoreksi faktor-faktor geometri dan efek yang tak
diinginkan
- Spherical di%ergence correction
- &ttenuation <orrection
- $ynamic correction
8. Teknik untuk meningkatkan sinyal
- $igital filtering
- Stacking
- Multiple suppresion
- $eghosting
=. Teknik untuk meningkatkan resolusi lateral
- Migration
- 5maging
>. Teknik mengekstrak informasi lapisan ba#ah bumi
- &ttenuation analysis
- 1elocity &nalysis