Anda di halaman 1dari 35

ReDOK

1
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
STEP 1
Valid
Akurat atau mengukur apa yang seharusnya diukur.
Tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan
Reliable
Apabla suatu subjek diukur dengan satu alat dan bisa diterapkan pada
subjek lain dan menghasilkan hasil yang sama
Keadaan bila nilainya sama pada penelitian dan dilakukan berulang-
ulang hasilnya stabil
Finit
Populasi yang jumlahnya sudah diketahui sebelumnya
Kriteria inklusi
Kriteria dimana subyek penelitian dapat mewakili sampel penelitian
yang memenuhi syarat sebagai sampel
Kriteria ekslusi
Kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena
tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian
Populasi
Sejumlah besar subyek yang punya karakterisrik tertentu yang berada
dlm tempat tertentu dan waktu tertentu
STEP 2
1. Macam-macam populasi?
2. Hubungan populasi, sampel dengan obyek yang diteliti?
3. Sebutkan syarat populasi yang baik!
4. Cara menentukan sampel dan besar sampel?
5. Sebutkan syarat sampel yang baik!
6. Faktor yang mempengaruhi pengambilan sampel?
7. Metode pengambilan sampel?
8. Bagaimana cara memilih desain penelitian yang sesuai?
ReDOK

2
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
9. Mengapa dibutuhkan desain penelitian?
10. Macam-macam desain penelitian?
11. Apa kekurang dan kelebihan masing-masing desain penelitian?
12. Bagaimana cara menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi?
13. Macam-macam instrumen penelitian?
14. Bagaimana cara mengukur validitas dan reliabilitas?
15. Ada atau tidak hubungan antara validitas dan reliabilitas?
16. Hal-hal apa yang harus diperhatikan dalam penggunaan instrumen
penelitian?
STEP 3
1. Macam-macam populasi?
Populasi target : populasi secara luas ex: penderita DM di genuk
Populasi terjangkau : lebih spesifik (batasan sepsifik: bisa dijangkau
(batasan terjangkau: tempat, waktu, karakteristik klinis dan
demografis), dapat dijadikan sampel tetapi mewakili populasi) ex:
penderita DM di puskesmas genuk.
2. Hubungan populasi, sampel dengan obyek yang diteliti?
Obyek yang diteliti: ex; pengaruh usia terhadap imunitas
{populasi/sampel/responden/binatang coba subyek, apa yang akan
diteliti(usia)obyek}
Sampel mewakili populasi, dipengaruhi oleh:
1. Homogenitas populasi, semakin homogen semakin udah mengambil
sampel
2. Besar sampel, semakin besar semakin tinggi representativnya
3. Banyaknya karakteristik subjek yang dipelajari (semakin banyak, semakin
turun representativnya)
4. Adekuatitas teknik pemilihan sampel (diperoleh dari teknik pemilihan
subyek penelitian yang sesuai dg keadaan populasi, memlih rancangan
sampel yg tepat)
ReDOK

3
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
3. Hal-hal apa yang harus dipertimbangkan dalam menentukan populasi?
Ada dua hal:
1. Pertimbangan keterkaitan subyek dalam populasi dengan masalah
penelitian (ex: penelitian tentang malaria diambil di daerah endemis
malaria)
2. Ada pertimbangan yang menyangkut prosedur atau jenis penelitian yang
dilakukan (ex: jk subyek diberi perlakukan itu sesuai atau tidak)

4. Cara menentukan sampel dan besar sampel?
SAMPLE
(berkaitan dengan sampel yang akan diambil)
Untuk menentukan sample, diambil dari populasi. Jadi;
1. tetapkan dulu populasinya,
2. kemudian tetapkan cara mengambilan sampel
3. menetapkan besar sampel
Awalnya dari pembatasan populasi yg bertujan agar sampelnya bisa
representatif,emndaftar seluruh unit yg akan dijadikan sampel, menentukan
sample yang akan dipilih (representatif: dipilih sesuai kriteria yang akan
diambil), menentukan teknik sampling.
BESAR SAMPLE
Hal-hal yg perlu diperhatikan dalam menentukan besar sample?
1. Power : kemampuan suatu penelitian untuk mendapatkan beda yg secara
statistik bermakna. Kebermaknaan suatu hasil statistik tergantung pada uji
hipotesis.
Kekuatan untuk menolak hipotesis nol (menerima hipotesis kerjanya).
2. Tingkat kemaknaan alfa : tingkat kesalahan yg boleh terjadi dalam
penelitian, <0,05.
ReDOK

4
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Yang menetapkan taraf kepercayaan adalah penelitinya tergantung jenis
penelitian yg bagaimana (tidak harus selalu 95%).
3. Tabel z : z alfa dua arah & z alfa satu arah berkaitan dengan hipotesis
Nilai z bisa dilihat di tabel, dilihat juga berkaitan dengan apa saja.

5. Sebutkan syarat sampel yang baik!
1. Representatif (mewakili populasi) : memenuhi syarat pokok : kecukupan
jumlah sampel (jumlah samppel cukup besar untuk mewakili populasi);
metode sampling berdasarkan equal chance(setiap individu dlm populasi
mendapat kesempatan yg sama untuk jadi sampel penelitian)
2. Eligible subject/intended subject (subjek terpilih) : yang termasuk dalam
kriteria inklusi dan eksklusi, setelah disaring dapat dietentukan subyek
terpilih
3. Subjek yang benar diteliti : mengikuti penelitian sampai selesai, yg
dikurangi dari DO, dan loss to follow up
Sample penelitian dibedakan menjadi 2 (berkaitan dengan subyek yg
terpilih dan subyek yang benar-benar diteliti) memenuhi kriteria eksklusi
dan inklusi yg dapat bertahan hingga akhir penelitian

1. Ada relevansi : adanya keterkaitan antara penetapan populasi dg
permasalahan
2. Representatif
3. Obyektivitas, validitas, reliabilitas : harus benar benar diukur
4. Relevansi data dan jawaban yg dikehendaki

6. Faktor yang mempengaruhi pengambilan sampel?
1. Pembatasan populasi : jika tidak dibatasi tidak akan memperoleh sample
yg represtatif
ReDOK

5
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
2. Seluruh unit yg akan diambil, didaftarkan/dicatat terlebih dahul ex:
penelitian status gizi di wilayah x, sebelumnya di data dahulu anak yg
berusia 5 th di daerah x tsb
3. Menentukan sample yg akan dipilih ex: homogen atau heterogen dlm
karakteristik populasinya
4. Menentukan teknik sampling: jika salah hasinya akan jauh dari kebenaran

7. Metode pengambilan sampel? (sampling)
1. Probability sampling
Teknik sampling yg memberikan peluang yg sama untuk dipilih jd sample.
-Simple random sampling (dilakukan secara acak, tanpa memperhatikan
strata)
-Proporsionated stratified random sampling (dipakai jika anggota
populasi tidak homogen atau berstrata ex: jumlah yg bertingkat kelas 1 :
30x jumlah sample yg diinginkanx 100jumlah)
-Disproporsinated stratified random sampling (untuk menentukan
jumplah sample jika proporsinya berstrata)
Cluster (untuk mennetukan sample bila onjek yg diteliti sangat luas)
2. Non Probability Sampling
Teknik yg tidak memberikan peluang yg sama kpd populasi untuk dipilih
menjadi sample.
-Sampling sistematis (probability?) : dipilih secara acak tetapi dengan
sistematis, ex : 20/200 didapatkan seper sepuluh, mengambilnya setiap
kelipatan 10
-Sampling kuota : mengambil yg ada ciricirinya saja sampai kuota
terpenuhi
-Sampling insidensial : 1. Konsekutif : mempertimbangakna kriteria inkusi
dan eks, 2.conviniens : tidak mempertimbangkan
Tidak termasuk keduanya:
-Sampling purposif : dengan pertimbangan sesuai keinginan peneliti
ReDOK

6
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
-Sampling jenuh : semua digunakan sebagai sample
-Snowball sampling : sample mula mulai kecil lalu menjadi besar

Sumber lain : sampling sistematis masuk ke probability sampling

8. #Sample harus benar-benar mewakili populasi. Sample harus VALID.
Hal-hal apa yg mempengaruhi terjadinya kessalahan dalam pengambilan
sample?

9. Bagaimana cara memilih desain penelitian yang sesuai?
10. Mengapa dibutuhkan desain penelitian?
11. Macam-macam desain penelitian?
12. Apa kekurang dan kelebihan masing-masing desain penelitian?
13. Bagaimana cara menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi?
14. Macam-macam instrumen penelitian?
15. Bagaimana cara mengukur validitas dan reliabilitas?
16. Ada atau tidak hubungan antara validitas dan reliabilitas?
17. Hal-hal apa yang harus diperhatikan dalam penggunaan instrumen
penelitian?








ReDOK

7
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
STEP 4

















STEP 7
1. Macam-macam populasi?
Populasi dalam penlitian adalah sejumlah besar subyek yang mempunyai karakteristik
tertentu.
DESAIN
PENELITIAN
OBSERVASIONAL
EKSPERIMENTAL
POPULASI
EKSKLUSI
INKLUSI
SAMPEL
TERJANGKAU
TARGET
INSTRUMEN
(ALAT UKUR)
PENGUKURAN
DATA
VALIDITAS
RELIABILITAS
DATA
BESAR SAMPEL

SAMPLING
PROBABILITY
NON
PROBABILITY
ReDOK

8
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Populasi penelitian dibagi menjadi 2 :
a. Populasi target (target population)
populasi yang merupakan sasaran akhir penerapan hasil penelitian.
Populasi target ini bersifat umum dan pada penelitian klinis dibatasi oleh
karakteristik demografis (usia, jenis kelamin) dan karakteristik klinis.
Contoh : anak sehat, pasien meningitis, pasangan usia subur.
b. Populasi terjangkau (accessible population) atau populasi sumber (source
population)
bagian dari populasi target tyang dapat dijangkau peneliti.
dibatasi oleh tempat dan waktu
Contoh : pasien morbus hansen yang berobat di RS Dwikora pada tahun 1999.
Sastroasmoro, Sudigdo.Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. 2002

2. Hubungan populasi, sampel dengan obyek yang diteliti?
Kedudukan sample terhadap populasi, jadi sample merupakan
representatif/ cerminan/wakil dari populasi yg akan d lakukan penelitian.
Sampel penelitian merupakan representasi populasi yang dijadikan
sumber informasi bagi semua data yang diperlukan untuk menjawab
permasalahan penelitian. Representativitas sampel terhadap populasi
merupakan kondisi yang mutlak dituntut bagi validitas jawaban penelitian
terhadap permasalahan yang dihadapi.
(Pratiknya, A. Watik. 2003. Dasar Dasar Metodologi Penelitian
Kedokteran dan Kesehatan )

3. Hal-hal apa yang harus dipertimbangkan dalam menentukan populasi?
Ada 2 hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan populasi penelitian :
a. Pertimbangan keterkaitan atau ketergayutan subyek dalam populasi
dengan permasalahan penelitian.
Perimbangan ini terutama menyangkut substansi atau ikhwal yg akan
diteliti. Pertanyaan yg perlu dijawab dalam rangka pertimbangan tersebut
ialah : apakah dengan memilih populasi yang dimaksudkan inti
permasalahan dapat dijawab?
b. Pertimbangan yang menyangkut prosedur atau jenis penelitian yg
dilakukan.
ReDOK

9
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Pertimbangan ini terutama menyangkut aspek teknik metodologik,
maksudnya ialah apakah variabel2 penelitian yang akan dimunculkan atau
diukur dengan menggunakan teknik penelitian (eksperimental dan non)
dapat diperoleh dari subyek dalam populasi yg dimaksud ?
Dasar2 metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan. A. Watik p

4. Cara menentukan sampel dan besar sampel?
SAMPLE
a. menentukan tujuan penelitian
tujuan penelitian adalah suatu langkah pokok bagi suatu penelitian, karena
tujuan penelitian tersebut merupakan arah untuk elemen-elemen yang lain dari
penelitian. Demikian pula dalam menentukan sampel tergantung pula pada
tujuan penelitian. Oleh sebab itu langkah pertama dalam mengambil sampel dari
populasi adalah menentukan tujuan penelitian.
b. menentukan populasi penelitian
sebelum sampel ditentukan harus ditentukan dengan jelas kriteria atau batasan
populasinya. Dengan demikian maka akan menjamin pengambilan sampel secara
tepat.
c. menentukan janis data yang diperlukan
jenis data yang akan dikumpulkan dari suatu penelitian harus dirumuskan secara
jelas. Apabila jenis data yang akan dikumpulkan telah dirumuskan secara jelas,
maka dapat dengan mudah ditentukan dari mana data tersebut diperoleh atau
ditentukan sumber datanya.
d. menentukan tehnik sampling
penentuan teknik sampling yang akan digunakan dalam pengambilan sampel
dengan sendirinya akan tergantung dari tujuan penelitian dan sifat-sifat populasi.
e. menentukan besarnya sampel ( sampel size )
meskipun besar kecilnya sampel belum menjamin representatifnya atau tidaknya
suatu sampel, tetapi penentuan besarnya sampel dapat merupakan langkah
penting dalam pengambilan sampel. Secara statistik penentuan besarnya sampel
ini akan tergantung pada jenis dan besarnya sampel.
f. menentukan unit sampel yang diperlukan
sebelum menentukan sampel yang diperlukan,terlebih dahulu akan ditentukan
unit-unit yang menjadi anggota populasi. Hal ini akan memudahkan dalam
menentukan unit yang mana akan dijadikan sampel.
g. memilih sampel
ReDOK

10
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
apabila karakteristik populasi sudah ditentukan dengan jelas,maka kita dapat
dengan mudah memilih sampel sesuai dengan karakteristik populasi tersebut.
Dalam memilih sampel dari populasi ini dengan sendirinya berdasarkan teknik-
teknik pengambilan sampel.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT
Rineka Cipta.
BESAR SAMPLE
a. BESAR SAMPEL UNTUK DATA NUMERIK
Sampel tunggal untuk perkiraan rerata
Simpang baku nilai rerata dalam populasi, s [dari pustaka]
Tingkat ketepatan absolut yg diinginkan, d [ditetapkan peneliti]
Tingkat kemaknaan, z

[ditetapkan peneliti]
n =

Perkiraan besar sampel untuk beda rerata 2 kelompok
1) Uji hipotesis terhadap rerata 2 populasi independen
Simpang baku ke-2 kelompok, s [dari pustaka]
Perbedaan klinis yg diinginkan, x
1
-x
2
[clinical judgement]
Kesalahan tipe I, [ditetapkan peneliti]
Kesalahan tipe II, [ditetapkan peneliti]
n
1
=n
2
= 2

2) Uji hipotesis terhadap rerata 2 populasi berpasangan
Simpang baku dari rerata selisish, s
d
[dari pustaka]
Selisih rerata ke-2 kelompok yg bermakna, d [clinical
judgement]
Kesalahan tipe I, [ditetapkan peneliti]
Kesalahan tipe II, [ditetapkan peneliti]
n =

b. BESAR SAMPEL UNTUK DATA NOMINAL
1) Sampel tunggal untuk estimasi proporsi suatu populasi
ReDOK

11
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Proporsi penyakit atau keadaan yg akan dicari, P [dari
pustaka]
Tingkat ketepatan absolut yang dikehendaki, d [ditetapkan
peneliti]
Tingkat kemaknaan, [ditetapkan peneliti]
n =
Nilai Q : (1-P); jadi bila P = 0,7 maka Q = 1-0,7 = 0,3
Rumus ini hanya berlaku bila proporsi P > 0,10 atau < 0,90 dan
perkalian besar sampel (n) dengan proporsi : nxP dan nxQ,
keduanya harus menghasilkan angka >5.
2) Besar sampel untuk uji hipotesis terhadap 2 proporsi
a) 2 kelompok independen
Proporsi efek standar P
1
[dari pustaka], serta proporsi efek yg
diteliti P
1
[clinical judgement]
Tingkat kemaknaan, z

[ditetapkan peneliti]
Power atau z

[ditetapkan peneliti]
n
1
= n
2
=
catatan : P =
b) 2 kelompok berpasangan
Proporsi subjek dengan respons yg diskordan, yakni jumlah
subjek yg memberi respons berbeda dibagi dg jumlah seluruh
subjek; pada tabel 2x2 untuk hasil uji proporsi berpasangan
proporsi diskordan = (b+c)/n
Kesalahan tipe I, [ditetapkan peneliti]
Power atau z

[ditetapkan peneliti]
d = beda proporsi yg kinis penting [clinical judgement]
n
p
=
Sudigdo Sastroasmoro. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis

Hal-hal yg perlu diperhatikan dalam menentukan besar sample?
Prosedur pengambilan sampel:
a. Menentukan tujuan penelitian
b. Menentukan populasi penelitian
ReDOK

12
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
c. Menentukan jenis data yang diperlukan menentukan teknik sampling
d. Menentukan besarnya sampel (sampel size)
e. Menentukan unit sampel yang diperlukan
f. Memilih sampel
Penentuan besarnya sampel (sampel size):
Menetapkan besarnya atau jumlah sampel suatu penelitian tergantung kepada 2 hal:
A. Adanya sumber2 yang dapat digunakan untuk menentukan batas maximal dari
besarnya sampel
B. Kebutuhan dari rencana analisis yang menentukan batas minimal dari besarnya
sampel
Metodologi penelitian kesehatan oleh dr. Soekodjo Notoatmojo

Pertimbangan untuk penentuan jumlah sampel:
A. Heterogenitas populasi yang diteliti
B. Terdapat banyak variabel ekstra
C. Kebutuhan untuk menganalisa sub kelompok
D. Tersedianya uji statistik untuk sampel kecil (untuk penelitian yg untuk
mendapatkan sampel sedikit (susah) ada uji statistik tersendiri yang digunakan/
tidak semua penelitian bisa mendapat samppel yg besar)
Rumus penentuan jumlah sampel ditentukan oleh:
Tingkat kepercayaan
Perkiraan kesalahan
Standar deviasi populasi
Rumusnya: n = z22
E2
N = jumlah sampel
= standar deviasi populasi
Z = z score
E = maximum error of estimate
Panduan penelitian oleh Sandjaja, MSPH

5. Sebutkan syarat sampel yang baik!
ReDOK

13
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
a. Representatif : apabila ciri2 sampel yang berkaitan dengan tujuan
penelitian sama/hampir sama dengan ciri2 populasinya.
2 syarat pokok kerepresentatifan :
a. Kecukupan jumlah sample
Artinya jumlah sample cukup besar untuk mewakili populasi yang
menjadi sasaran penelitian.
b. Metoda sampling berdasarkan equal chance
Artinya setiap individu yang terdapat dalam populasi mendapat
kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sample penelitian.
(Azrul Azwar dan Joedo Prihartono, 2003. Metodologi Penelitian
Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Binarupa Aksara.)

b. Memadai : apabila ukuran sampelnya cukup untuk menyakinkan
kestabilan ciri2nya.
(Pokok Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya,Ir.M.Iqbal
Hasan,MM)
Pertimbangan analisis : menyangkut jumlah minimum sampel shg dpt
dilakukan analisis kuantitatif (memenuhi syarat uji statistik).

Homogenitas populasi
Makin homogen distribusi atau keadaan karakter subyek dalam suatu
populasi maka makin mudah dicapai representativitas sampel.
Misal : distribusi eritrosit dalam darah sedemikian homogen, sehingga dari
tiap tetes darah yang diambil dari bagian tubuh manapun akan diperoleh
angka-angka yang sama, sebaliknya kita ketahui bahwa tempat tinggal
penduduk kaya dan miskindi suatu daerah tidak terdistribusi secara
merata, maka pemilihan sampel pada tiap bagian daerah tidak akan
menggambarkan distribusi kaya dan miskin yang sama.
Jumlah (besar) sampel yang dipilih
Makin banyak subyek yang dijadikan sampel (makin besar ukuran
sampel) maka makin tinggi tingkat representativitasnya.
Banyaknya karakteristik subyek yang akan dipelajari
Makin banyak karakteristik subyek yang dipelajari, yang secara praktis
berarti makin banyak variabel yang akan diteliti, mengakibatkan keadaan
ReDOK

14
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
populasi makin kurang homogen sebab masingmasing variabel
mempunyai distribusinya sendiri dalam subyek populasi.
Adekuatitas teknik pemilihan sampel
Teknik pemilihan sampel yang adekuat ialah : teknik pemilihan subyek-
subyek penelitian yang sesuai dengan (mengacu pada) keadaan populasi.
Yang dimaksud keadaan populasi ialah : menyangkut kondisi dan batas-
batas populasi sebagaimana telah dibahas didepan.
Adekuatitas teknik pemilihan sampel dapat dicapai dengan memilih
rancangan sampel (sampling designs) yang tepat.
( Dasar dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, Dr.
Ahmad Watik Pratiknya )
Kriteria Sampel yang Baik
Sampel yang baik yang memenuhi dua buah kriteria sebagai berikut ini.
a. Akurat
Sampel yang akurat (accurate) adalah sampel yang tidak bias. Beberapa cara
dapat dilakukan untuk meningkatkan akurat dari sampel sebagai berikut:
Pemilihan sampel berdasarkan variabel yang tepat
Menghindari bias di seleksi sampel
Pemilihan sampel yang bias (sample selection bias) akan membuat sampel
tidak akurat.

b. Presisi
Sampel yang mempunyai presisi yang tinggi adalah yang mempunyai
kesalahan pengambilan sampel (sampling error) yang rendah. Kesalahan
pengambilan sampel (sampling error) adalah seberapa jauh sampel berbeda
dari yang dijelaskan oleh populasinya. Presisi diukur dengan standard erro of
estimate. Semakin kecil standard error of estimate semakin tingg presisi
sampelnya. Presisi dapat ditingkatkan dengan jumlah sampelnya. Semakin
besar jumlah sampelnya, semakin kecil kesalahan standar estimasinya.

6. Faktor yang mempengaruhi pengambilan sampel?
Membatasi populasi
ReDOK

15
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Suatu polulasi menunjukkan pada sekelompok subjek yang menjadi objek
atau sasaran penelitian. Sasaran penelitian ini dapat dalam bentuk manusia,
sepeti wilayah geografis, penyakit, penyebab penyakit, program program
kesehatan, gejal gejala penyakit dsb. Apabila tidak dilakukan pembatasan
pembetasan terhadap populasi, maka kesimpulan yang ditarik dari hasil
penelitian tidak menggambarkan atau mewakili seluruh populasi. Tanpa
pembetasan dengan jelas angota poplasi, kita tidak memperoleh sampel yang
representatif. Oleh sebab itu dalam penelitian apa pun populais tersebut
harus dibatasi, misalnya satu wilayah klurahan, kecamatan atau kabupaten,
kelompok umur tertentu, penyakit penyakit tertentu dsb. Oerlu diingat disini
adalah bahwa nilai suatu hasil penelitian bukan ditentukan oleh besar atau
kecilnya populasi, melainkan ditentukan oleh bagaimana peneliti
menentukan dasar pengambilan kesimpulan atau teknik sampling. Bila suatu
kesimpulan ditarik berdasarkan pada sampel yang diambil dengan teknik
yang salah, maka kesimpulan hasil penelitian tidak dapat berlaku seluruh
populasi. Sebaliknya bila suatu penelitian dilakukan terdapa sampel yang
representatif terhadap populasi dan diambil dengan teknik sampling yang
tepat, maka kesimpulan atau generalisasi yang diperoleh dapat diharapkan
representatif. Oleh sebab itu pembetasan populasi sangat penting untuk
memperoleh sampel yang representatif.

Mendaftar seluruh unit yang menjadi anggota populasi
Seluruh unit menjadi anggota populsi perlu dicatat secara jeas, sehingga
dapat diketahui unit unit yang tremasuk pada populsi dan unti mana yang
tidak. Misalnya penelitian tetang status gizi anak balita di kelurahan X, maka
sebelum pengambilan sampel terlebih dahulu dilakukna pencatatan seluruh
anak dibawah 5 tahun yang bedomisili di kelurahan X tersebut. Untuk
melakukan ini dengan sendirinya peneliti terlebih dahulu harus membuat
ReDOK

16
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
batasan tentang anak balita tersebut atau batasan populasinya, seperti telah
disebutkan di muka.
Menentukan sample yang akan dipilih
Dari daftar anggota populasi seperti disebutka datas, kemudian dipilih
anggota anggota populasi yang akan dipilih sebagai sampel. Besarnya atau
banyaknya anggota yang akan dijadikan sampel memerlukan perhitungan
tersendiri akan diuraikan dalam bab lain. Besar atau kecilnya suatu sampe bu
kan ukuran untuk menentukan apakah sampel tersebut representatfi atau
tidak. Hal ini tergantung dari karakteristik populasi, misalnya homogen atau
heterogen dan sebagainya.
Menentukan tehnik sampling
Teknik pengambila sampel ini sangat penting, karena apabila salah dalam
menggunakan teknik sampling maka hasilnya pun akan jauh dari kebenaran.
(Metodologi Penelitian Kesehatan;Soekidjo Notoatmojo, 2005)

Bagaimana cara membatasi suatu populasi?
dengan cara membuat kriteria-kriteria yg berkaitan dengan teori-teorinya
dengan lebih spesifik supaya lebih homogen.

7. Metode pengambilan sampel? (sampling)
ReDOK

17
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3


ReDOK

18
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3

o Non probability sampling
Merupakan cara pemilihan sampel yang lebih praktis dan lebih mudah
dilakukan dibandingkan dengan probability sampling karena dalam
penelitian klinis lebih sering digunakan daripada probability sampling.
consecutive sampling, semua subyek yang datang dan memenuhi
criteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah
subyek yang diperlukan terpenuhi.
convenient sampling, cara termudah untuk menarik sampel namun
juga cara yang paling lemah karena diambil tanpa sistematika
tertentu sehingga jarang dapat mewakili populasi terjangkau
maupun populasi target.
judgmental sampling, peneliti memilih responden berdasarkan pada
pertimbangan subyektifnya bahwa responden akan memberikan
informasi yang memadai untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Teknik Sampling :
Probability sampling
ReDOK

19
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Setiap subyek dalam populasi (terjangkau) mempunyai kesempatan yang sama
untuk terpilih atau untuk tidak terpilih sebagai sample penelitian.
a. Simple random sampling
Menghitung terlebih dahulu jumlah subyek dalam populasi (terjangkau)
yang akan dipilih sampelnya, kemudian tiap subyek diberi nomor dan dipilih
sebagian dari mereka dengan bantuan table random.
b. Systematic sampling
Ditentukan bahwa dari seluruh subyek yang dapat dipilih, setiap subyek
nomor kesekian dipilih sebagai sample.
c. Stratified random sampling
Kadang kadang dapat ditemukan adanya pembatasan tertentu,
sehingga tiap kelompok akan memberikan nilai yang jelas berbeda.
Contoh :
Ingin diketahui insidens miokarditis difterika pada pasien yang berusia
0 sampai 10 tahun. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa pada
anak di bawah 5 tahun kenaikan SGOT lebih daru nyata (330 U)
dibanding dengan anak di atas 5 tahun (rata2 100 U). Bila diambil 100
anak dari 0 100 tahun, dan dipilih sampel yang terdiri dari 20 subjek,
maka nilai yang diambil variabilitasnya akan sangat besar. Lebih baik
bila dilakukan sampling secara terpisah (misal 10 orang untuk yang di
bawah 5 tahun dan 10 orang yang di atas 5 tahun). Dengan demikian
20 subjek yang diperoleh tidak menunjukkan varians antar-strata, dan
nilai ini lebih baik daripada bila pemilihan dilakukan tanpa stratifikasi.

d. Cluster sampling
Proses penarikan sample secara acak pada kelompok individu dalam
populasi yang terjadi secara alamiah.
(Sudigdo Sastroasmoro dan Sofyan Ismael. 2002. Dasar Dasar Metodologi Penelitian Klinis
edisi ke 2. Jakarta : Sagung Seto)

8. #Sample harus benar-benar mewakili populasi. Sample harus VALID.
Hal-hal apa yg mempengaruhi terjadinya kesalahan dalam pengambilan
sample?
Kesalahan yang bisa terjadi dalam pengambilan sampel :
Bentuk kesalahan pengukuran :
- kesalahan sistematis
ReDOK

20
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
ialah kesalahan yang terjadi karena faktor alat dan pengukuran itu sendiri.Yang
menyangkut alat ukur ialah ketidakvalidan atau ketidakreliabelan alat ukur yang
digunakan.Yang menyangkut pengukuran berupa kesalahan yang bersumber pada
pengukur sendiri , pada suasana atau lingkungan pengukuran serta pada administrasi
(pencatatan)pengukurannya
untuk menghindari kesalahan sistematis terhadap alat dan instrumen penelitian:
dipilih alat yang sudah dibakukan
dilakukan peneraan (harus di tera di badan Metrologi) lebih dulu
dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya

- kesalahan sampling
ialah kesalahan hasil pengukuran yang terjadi karena sampling pengukuran yang
dilakukan tidak representatif.Sampling disini dapat dimaksudkan terhadap obyek
ukur sendiri atau terhadap subyek penelitian
dasar dasar metodologi penelitian kedokteran & kesehatan oleh : Dr.Ahmad watik
Pratiknya

Adanya kesalahan dalam pengambilan sampel
Design error : kesalahan pada designnya pada populasi target, pemilihan sampel,
accesible population
Implementation error (kesalahan dalam mengimplementasikan)
random error : kesalahan pd teknik pengambilan sampel
sampel yg tidak representatif
(Notoatmodjo, Soekidjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta)


9. Bagaimana cara memilih desain penelitian yang sesuai?
Metode penelitian yang diguanakan dalam penelitian, sangat tergantung pada macam
penelitian yang akan dilakukan serta maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Langkah-
langkah yang dilakukan adalah pertama dimulai dengan sumber data. Kedua, teknik
pengumpulan data, pendekatan, hipotesis, populasi dan sampel, variabel, teknik
analisis data dan laporan penelitian, sebagai berikut:
(1) Penentuan jenis penelitian, apakah penelitian masuk kategori penlitian pustaka
(library research) atau penelitian lapanagan (penelitian kancah, field research), atau
penelitian kuantitatif dan kualitatif.
(2) Sumber data berupa: (1) data primer (yang menjadi andalan utama atau yang
sangat berkaitan), dan (2) data sekunder (sebagai data pendukung atau suplemen).
ReDOK

21
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
(3) Teknik pengambilan data yang dapat digunakan, yaitu: (1) angket, (2)
interview, (3) wawancara, (4) observasi, (5) test, (6) studi literatur, dan
sebagainya. Sering dijumpai dalam penulisan proposal penelitian, semua teknik
pengambilan data ini disebut satu persatu, seakan-akan seperti sedang menulis buku
metodologi penelitian, padahal yang dimaksud adalah teknik pengambilan data apa
yang paling tepat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian sesuai dengan
permasalah penelitian tersebut.
(4) Pendekatan yang digunakan berupa: pendekatan filsafat, histories, sosiologi,
antropologi, yuridis, agama, pendidikan, dan lain-lain. Pendekatan yang digunakan
sesuai dengan permasalah penelitian yang ingin dipecahkan.
(5) Hipotesis (jika ada atau bagi penelitian yang menggunakan hipotesis).
(6) Populasi dan Sampel penelitian, yaitu menentukan populasi, sampel, dan
kemudian tentik penentuan sampel (secara khusus akan dijelaskan pada bagian
populasi dan sampel).
(7) Variabel penelitian (akan dijelaskan pada bagian variable penelitian).
(8) Teknik analisis data, dapat dilakukan dengan analisis kuantitatif dan atau analisis
kualitatif, tergantung sifat dan jenis penelitian.

Abuddin Nata, Metodologi Studi I slam, (Jakarta: Rajagrafindo Persada,
Cetakan Kesembilan, 2004), hlm. 188.

tetapkan populasi penelitian
tetapkan unit analisisnya (populasi atau sampel)
tentukan daftar subyeknya (bs diperoleh atau tdk)
bisa : apakah dari daftar bisa dilakukan stratifikasi atau tidak? bisa:homogen
simple random ; ada strata:lakukan stratifikasi,
jika tdk membandingkan-random;
jika membandingkan- setiap strata subyeknya sama : sederhana; tidak
sama: proporsional

acak : setiap populasi punya kesempatan yg sama untuk dijadikan sample syaratnya
harus homogen

10. Mengapa dibutuhkan desain penelitian?
Fungsi Desain (rancangan) Penelitian adalah :
1. Sebagai cetak biru (blue print) bagi peneliti
Seorang peneliti sosial menghadapi banyak kendala jika dia memulai
penelitiannya tanpa suatu rencana penelitian tertentu. Untuk meminimalkan
masalahnya, ada beberapa keputusan yang harus dibuat sebelum memulai
ReDOK

22
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
penelitiannya. Sebagai contoh jika dia memilih untuk meneliti sejumlah
orang secara lengsung, beberapa pertimbangan yang mungkin ada:
a. suatu diskripsi tentang populasi yang dituju yang informasinya ingin
diperoleh,
b. beberapa metode sampling yang dipergunakan untuk memperoleh unsur-
unsurnya,
c. Ukuran sampel ,
d. Prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan untuk
mendapatkan informasi yang dibutuhkan,
e. Cara cara yang mungkin untuk menganalisis dan yang telah terkumpul,
f. Akan atau tidaknya menggunakan uji statistik dan jika menggunakan yang
mana.

2. Menetapkan batas-batas dari kegiatan penelitian dan memungkinkan
peneliti menyalurkan energinya dalam beberapa arah yang spesifik.

3. Untuk mengantisifikasi masalah-masalah yang mungkin muncul dalam
pelaksanaan penelitian.
Black A James & Dean J. Champion, Metode dan Masalah Penelitian Sosial,
1999, PT Refika Aditama, Bandung

11. Macam-macam desain penelitian?
Jawab :
ReDOK

23
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3

a. Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh :
i. Penelitian dasar : penelitian yang mempunyai alasan
intelektual dalam rangka pengembangan ilmu
pengetahuan dan secara tidak langsung untuk digunakan.
ii. Penelitian terapan : penelitian yang mempunyai alasan
praktis, keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar
dapat melakukan sesuatu yang jauh lebih baik,lebih
efektif, dan efisien.
b. Berdasarkan bidang yang diteliti :
i. Penelitian social : penelitian yang secara khusus meneliti
bidang social, seperti ekonomi, pendidikan, hukum,dsb.
ii. Penelitian eksakta : penelitian yang secara khusus meneliti
bidang eksakta, seperti kimia, fisika, dsb.
c. Berdasarkan tempat penelitian :
i. Penelitian lapangan : penelitian yang langsung dilakukan
di lapangan/pada responden.
ii. Penelitian kepustakaan : penelitian yang dilaksanakan
dengan menggunakan literature/kepustakaan, baik berupa
buku,catatan, maupun laporan hasil penelitian dari
peneliti terdahulu.
DESAIN PENELITIAN
OBSERVASIONAL
- Laporan kasus
- Seri kasus
- Studi cross sectional
termasuk survai
- Studi kasus-kontrol
- Studi kohort
- Meta-analisis
INTERVENSIONAL
- Uji klinis
- Intervensi
o Pendidikan
o Perilaku
o Kesehatan
o Masyarakat
ReDOK

24
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
iii. Penelitian laboratorium : penelitian yang dilaksanakan
pada tempat tertentu/laboratorium dan biasanya bersifat
eksperimen/percobaan.
d. Berdasarkan teknik yang digunakan :
i. Penelitian survey : penelitian yang tidak melakukan
perubahan terhadap variabel2 yang diteliti.
ii. Penelitian percobaan : penelitian dimana dilakukan
perubahan terhadap variable2 yang diteliti.
e. Berdasarkan keilmiahannya :
i. Penelitian ilmiah : penelitian yang dalam pelaksanaannya
menggunakan kaidah2 ilmiah.
ii. Penelitian non ilmiah : penelitian yang dalam
pelaksanaannya tidak menggunakan metode/kaidah2
ilmiah.
f. Berdasarkan spesialisasi ilmu garapannya :
i. Penelitian bisnis : penelitian yang dilaksanakan dalam
bidang bisnis
ii. Penelitian komunikasi :penelitian yang dilaksanakan
dalam bidang komunikasi.
iii. Penilitian hukum : penelitian yang dilaksanakan dalam
bidang hukum.
iv. Penelitian pertanian :penelitian yang dilaksanakan dalam
bidang pertanian.
v. Penelitian ekonomi :penelitian yang dilaksanakan dalam
bidang ekonomi.
vi. dll
g. Secara umum,penelitian dibagi :
i. Penelitian survey : penelitian yang diadakan untuk
memperoleh fakta2 dari gejala2 yang ada dan mencari
keterangan2 secara factual, baik tentang institusi social,
ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu
daerah.
Penelitian survey dibagi menjadi 6,yaitu :
ReDOK

25
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Penelitian penjajagan (exploratif) : Penelitian yang
bersifat terbuka dan masih mencari2.
Penelitian deskriptif : penelitian yang mempelajari
masalah2 dalam masyarakat,serta tata cara yang
berlaku dalam masyarakat serta situasi2, termasuk
tentang hubungan, kegiatan2, sikap2, pandangan2,
serta proses2 yang sedang berlangsung dan
pengaruh2 dari suatu fenomena.
Penelitian evaluasi : penelitian yang mencoba
mencari jawaban,sampai seberapa jauh tujuan yang
digariskan pada awal program tercapai/mempunyai
tanda2 akan tercapai.
Penelitian eksplanasi (penjelasan) : penelitian yang
menggunakan data yang sama, di mana peneliti
menjelaskan hubungan kausal antara variabel2
melalui pengujian hipotesis.
Penelitian prediksi : penelitian yang digunakan
untuk meramalkan keadaan/fenomena sosial
tertentu.
Penelitian pengembangan sosial : penelitian yang
dikembangkan berdasarkan survei2 yang dilakukan
secara berkala.
ii. Grounded research : penelitian yang mendasarkan diri
kepada fakta dan menggunakan analisis perbandingan,
bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris,
menetapkan konsep2, membuktikan teori dan
mengembangkan teori, dimana pengumpulan data dan
analisis datanya berjalan pada waktu yang bersamaan.
iii. Studi kasus : penelitian mengenai status subyak penelitian
yang berkenaan dengan suatu fase spesifik/khas dari
keseluruhan personalitas.
iv. Penelitian eksperimental : penelitian yang dilakukan
dengan mengadakan manipulasi terhadap obyek
ReDOK

26
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
penelitian serta diadakannya control terhadap variable
tertentu.
v. Analisis data sekunder : data yang berasal dari hasil
survey yang belum diperas yang kemudian dianalisis
sehingga menghasilkan sesuatu yang amat berguna, juga
dapat berupa studi perbandingan dari studi2 yang telah
dilakukan.
(Pokok Pokok Materi Metodologi Penelitian dan
Aplikasinya,Ir.M.Iqbal Hasan,MM)

Penelitian dalam bidang kedokteran dan kesehatan :
a. Berdasarkan pada ruang lingkup penelitian :
i. Penelitian klinik
ii. Penelitian lapangan
iii. Penelitian laboratorium
b. Berdasarkan pada waktu :
i. Penelitian transversal (cross sectional)
ii. Penelitian longitudinal
c. Berdasarkan pada substansi :
i. Penelitian dasar
ii. Penelitian terapan
d. Berdasarkan pada ada/tidaknya analisis hubungan antar
variable :
i. Penelitian deskriptif :Penelitian yang bertujuan untuk
melakukan deskripsi mengenai fenomena yang
ditemukan, baik yang berupa faktor resiko maupun
efek/hasil.
ii. Penelitian analitik :Penelitian yang berupaya mencari
hubungan antara variabel
e. Desain khusus :
i. Uji diagnostik
ii. Analisis kesintasan (survival analysis)
iii. Meta analisis
ReDOK

27
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
[DasarDasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ke-2,
Prof.DR.dr.Sudigdo Sastroasmoro, Sp.A(K)]
Berdasarkan tujuannya
Penelitian eksploratif : untuk menemukan hal yang
baru.
Penelitian pengembangan : untuk mengembangkan
ilmu pengetahuan.
Penelitian verifikatif : untuk menguji kebenaran
suatu fenomena.
Berdasarkan penerapannya
Penelitian dasar (Basic Research) :
Yaitu penelitian tentang ilmu dasar sehingga dengan demikian belum
dapat diterapkan di klinik.
Misalnya : Daun Mahoni dapat menurunkan kadar glukosa darah pada
tikus.
Penelitian terapan (Applied Research) :
Yaitu penelitian yang hasilnya langsung dapat digunakan dalam klinik.
Applicable Research adalaha riset yang dapat diterapkan dalam klinik
meskipun sebetulnya riset tersebut adalah hasil dari riset dasar.
Meskipun dianjurkan bahwa universitas menjadi pusat riset dasar dan
lembaga di luar universitas merupakan pusat riset terapan, namun
pada saat ini dalam kenyataan lebih banyak dilakukan riset terapan di
universitas yang kemudian memberi umpan diadakannya riset dasar.
Contoh : telah diteliti oleh penulis efek hipoglikemik dan
hipolipidemik dari buncis, bawang merah dan bawang putih, yang
akhirnya memberi umpan untuk melaksanakan riset dasar untuk
mengetahui komponen apa yang menyebabkan efek metabolik dari
buncis dan bawang tersebut. Demikian pula penelitian profil lemak
pada diabetes mellitus (FX Budhianto Suhadi, 1982) ternyata
merupakan applicable research, dari hasil penelitian tersebut kita
dapat mengobati hiperlipidemia pada penderita diabetes mellitus
dengan cara regulasi gula darah yang baik.
Berdasarkan taraf penelitian
ReDOK

28
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Penelitian deskriptif
Yaitu penelitian yang hanya menggambarkan keadaan suatu penyakit
tanpa kesimpulan umum.
Penelitian inferensial
Yaitu penelitian yang mempunyai taraf menggambarkan suatu obyek
atau peristiwa yang lebih mendalam, dan kesimpulannya diupayakan
berlaku umum.
Berdasarkan pelaksanaan dan pendekatannya
Penelitian longitudinal (Longitudinal Study)
Penelitian yang dilakukan secara terus menerus dengan mengikuti
kondisi subyek penelitian, misalnya selama satu bulan atau satu
tahun.
Penelitian cross sectional (Transversal Study)
Penelitian yang dilakukan pada saat tertentu saja tanpa ada kelanjutan
di saat lain.
Berdasarkan desain dan bobot penelitian
Penelitian primer
1. Penelitian Observasional = Penelitian Non
Eksperimental (dapat bersifat transversal,
retrospektif, atau prospektif).
Penelitian retrospektif yang sering dilakukan di rumah sakit dengan
menganalisa catatan medik penderita disebut Ex Post Facto Study.
2. Penelitian Eksperimental (selalu prospektif)
Yaitu penelitian yang penelitinya memberikan suatu perlakuan,
treatment, atau eksperimen.
Beberapa desain penelitian eksperimental antara lain :
1) Pretest-Posttest Control Group Design
2) Solomon Four Group Design.
3) Completely Randomized Controlled Design =
Parallel (Non crossover) Design.
4) Randomized Crossover Design (Single Blind,
Double Blind).
5) Latin Square Design (Double Blind).
ReDOK

29
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Penelitian sekunder
Penelitian sekunder yaitu penelitian yang hanya memproses dan
membuat analisa data yangs sudah tersedia.
(Askandar Tjokroprawiro, dkk, 2002. Pedoman Penelitian
Kedokteran. Surabaya : Airlangga University Press.)
Secara garis besar :
Penelitian historical
Disain penelitian historical dipilih jika tujuan penelitian adalah untuk
mencari jawaban atas pertanyaan tentang suatu keadaan yang telah
lampau yang bersifat sejarah.
Penelitian survai
Disain penelitian survai dipilih jika tujuan penelitian adalah untuk
menjelaskan satu atau beberapa keadaan dan atau menjelaskan
hubungan antara satu keadaan dengan keadaan lainnya dari suatu
peristiwa yang terjadi bukan sebagai hasil perbuatan si peneliti.
Penelitian eksperimental
Disainpenelitian eksperimen dipilih jikan tujuan penelitian adalah
untuk menjelaskan sesuatu dan atau hubungan antara sesuatu dengan
sesuatu lainnya dari suatu peristiwa yang terjadi karena hasil tindakan
(intervensi) si peneliti.
(Azrul Azwar dan Joedo Prihartono, 2003. Metodologi Penelitian
Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Binarupa Aksara.)
REVISI!!

12. Apa kekurang dan kelebihan masing-masing desain penelitian?
Kelebihan & kekurangan studi cross sectional
a. Kelebihan :
i. Memungkinkan penggunaan populasi dari masyarakat umum
ii. Relatif mudah, murah, dan hasilnya cepat dapat diperoleh.
iii. Dapat dipakai untuk meneliti banyak variabel sekaligus.
iv. Jarang terancam loss to follow up (drop out).
v. Dapat dimasukkan ke dalam tahapan pertama suatu penelitian
kohort/eksperimen,tanpa/dengan sedikit sekali menanmbah biaya.
vi. Dapat dipakai sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya yang
bersifat lebih konklusif.
ReDOK

30
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
b. Kelemahan :
i. Sulit untuk menentukan sebab dan akibat karena pengambilan data
resiko dan efek dilakukan pada saat yang bersamaan.
ii. Studi prevalens lebih banyak menjaring subyek yang mempunyai
masa sakit yang panjang daripada yang mempunyai masa sakit yang
pendek, karena individu yang cepat sembuh/cepat meninggal
mempunyai kesempatan yang lebih kecil untuk terjaring dalam
studi.
iii. Dibutuhkan jumlah subyek yang cukup banyak, terutama bila
variable yang dipelajari banyak.
iv. Tidak menggambarkan perjalanan penyakit, insidens, maupun
prognosis.
v. Tidak praktis untuk meneliti kasus yang sangat jarang.
vi. Mungkin terjadi bias prevalens/bias insidens karena efek suatu
faktor resiko selama selang waktu tertentu dapat disalahtafsirkan
sebagai efek penyakit.
Dasar Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ke-2,Prof.DR.dr.Sudigdo
Sastroasmoro,Sp.A(K)
Kelebihan & kekurangan case control
c. Kelebihan :
i. Studi case control dapat/kadang bahkan merupakan satu2nya cara
untuk meneliti kasus yang jarang/yang masa latennya panjang.
ii. Hasil dapat diperoleh dengan cepat.
iii. Biaya yang diperlukan relatif lebih sedikit.
iv. Memungkinkan untuk mengidentifikasi berbagai faktor resiko
sekaligus dalam 1 penelitian.
d. Kelemahan :
i. Data mengenai pajanan factor resiko diperoleh dengan
mengandalkan daya ingat/catatan medik.
ii. Validasi mengenai informasi kadang2 sukar diperoleh.
iii. Oleh karena kasus maupun kontrol dipilih oleh peneliti maka sukar
untuk meyakinkan bahwa kedua kelompok itu sebanding dalam
berbagai faktor eksternal dan sumber bias lainnya.
iv. Tidak dapat memberikan incidence rates.
v. Tidak hanya dipakai untuk menentukan lebih dari 1 variabel
dependen, hanya berkaitan dengan 1 penyakit/efek.
Dasar Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ke-2,Prof.DR.dr.Sudigdo
Sastroasmoro,Sp.A(K)
Kelebihan & kekurangan cohort
e. Kelebihan :
i. Studi kohort merupakan desain terbaik dalam menentukan insidens
dan perjalanan penyakit/efek yang diteliti.
ii. Studi kohort merupakan desain terbaik dalam menerangkan
dinamika hubungan antara faktor resiko dengan efek secara
temporal.
ReDOK

31
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
iii. Studi kohort merupakan pilihan terbaik untuk kasus yang bersifat
fatal dan progresif.
iv. Studi kohort dapat dipakai untuk meneliti beberapa efek sekaligus
dari suatu faktor resiko tertentu.
v. Karena pengamatan dilakukan secara kontinu dan longitudinal,
studi kohort memiliki kekuatan yang andal untuk meneliti berbagai
masalah kesehatan yang makin meningkat.
f. Kelemahan :
i. Studi kohort biasanya memerlukan waktu yang lama.
ii. Sarana dan biaya biasanya mahal.
iii. Studi kohort seringkali rumit.
iv. Kurang efisien dari segi waktu dan biaya untuk meneliti kasus
jarang.
v. Terancam drop out/terjadinya perubahan intensitas pajanan/faktor
resiko dapat mengganggu analisis hasil.
vi. Pada keadaan tertentu dapat menimbulkan masalah etika karena
peneliti membiarkan subyek terkena pajana yang dicurigai/dianggap
dapat merugikan subyek.
Dasar Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ke-2,Prof.DR.dr.Sudigdo
Sastroasmoro,Sp.A(K)
DESAIN YANG EKSPERIMENTAL-ditambahin!!!
13. Bagaimana cara menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi?
Kriteria inklusi (=kriteria penerimaan)
karakteristik umum subjek penelitian pada populasi target & pada populasi
terjangkau.
Meliputi :
Karakteristik klinis
Karakteristik demografis
Karakteristik geografis
Periode waktu
Yang diperhitungkan dalam kriteria inklusi :
Faktor kemampulaksanaan
Generalisasi
Spesifisitas yang diperlukan

Kriteria eksklusi (=kriteria penolakan)
ReDOK

32
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
keadaan yg menyebabkan subjek yg memenuhi kriteria inklusi, tidak dapat
diikutsertakan dalam penelitian
Meliputi :
Kontraindikasi
Keadaan/penyakit yg mempengaruhi variabel yg diteliti
Kepatuhan pasien
Subjek yang menolak diteliti
Masalah etika
Sudigdo Sastroasmoro. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis

14. Macam-macam instrumen penelitian?
Macam-macam instrumen
Menurut jenis variabel yang akan diukur secara garis besar dapat dibedakan dua
jenis instrumen yaitu :
1. instrumen untuk mengukur variabel dengan skala nominal dan ordinal (data
kualitatif)
2. instrumen untuk mengukur skala interval dan rasio (data kuantitatif)

Menurut metode pengumpulan data , instrumen penelitian dapat dibedakan
menjadi alat untuk :
1. melakukan observasi
2. mengumpulkan data melaluui dokumentasi
3. wawancara
4. angket
5. mengumpulkan data kuantitatif (misalnya timbangan , alat pengukur Hb darah ,
barometer )
Panduan penelitian oleh : Dr.B.Sandjaja , MSPH

15. Bagaimana cara mengukur validitas dan reliabilitas?
Validitas:
a. Kesahihan alat ukur beskala numeric
Penilaian kesahihan alat ukur variable berskala numeric dilakukan dengan cara
membandingkan alat ukur tersebut dengan alat ukur yang baku sebagai penera.
b. Kesahihan alat ukur bersifat nominal
Alat ukur variabel berskala nominal dapat dinilai dengan cara membandingkan
dengan alat diagnostic terbaik yang ada (gold standard)
ReDOK

33
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
Sastroasmoro S., Ismael S., 2002. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Jakarta; Sagung
Seto

Validitas & Reliabilitas:
Dengan program komputer yg mampu menguji validitas & reliabilitas
kuesioner, seperti misalnya program Statistical Product and Service Solutions
(SPSS).
Dgn cara manual :
Untuk uji reliabilitas: uji ulang (test Retest), Split test, test paralel
Untuk uji validitas: dgn mencocokan kuesioner dgn tujuan penelitian,
dpt pula diuji sec statistik
Dr. B. Sandjaja, MSPH & Albertus Heriyanto, M.Hum. Panduan Penelitian

Reliabilitas:
Cara pendekatan atau pengujian terhadap reliabilitas pengukuran:
Pendekatan konsistensi dalam
Prinsip: melakukan uji coba instrumen pada sekelompok subyek dengan : satu alat
ukur , satu kali pengukuran
Pendekatan konsistensi luar
Dilakukan dengan dua kali pengukuran pada sekelompok subyek yang
sama. Dikenal 2 teknik pendekatan:
1. Teknik uji ulang
Prinsip: ialah melakukan uji coba instrumen pada sekelompok subyek
dengan : satu alat ukur dan dua kali pengukuran
2. Teknik uji paralel
Hasil pengukuran instrumen yang dicoba dibandingkan atau dikorelasikan
dengan hasil pengukuran dengan instrumen yang telah baku atau relaibel.
Uji coba dilakukan pada sekelompok obyek dengan: dua alat ukur dan dua
kali pengukuran.
Dasar dasar metodologi penelitian kedokteran & kesehatan oleh : dr. Ahmad Watik
Pratiknya

16. Ada atau tidak hubungan antara validitas dan reliabilitas?
Hubungan Validitas dengan Reliabilitas
Sebelum adanya konsep baru, validitas digunakan untuk menilai suatu
instrumen dapat digunakan atau tidak (utilitas). Validitas merupakan salah
satu komponen dari utilitas, begitu juga dengan reliabilitas. Suatu instrumen
akan diuji validitas dan reliabilitasnya, serta komponen utilitas lainnya.
Berbeda dengan yang dulu, saat ini terjadi pergeseran pengertian validitas.
Istilah validitas bukan digunakan untuk menilai instrumen, namun
merupakan penilaian terhadap hasil dari instrumen. Reliabilitas hanya salah
satu komponen agar suatu instrumen dapat dinilai validitasnya. Agar dapat
ReDOK

34
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
digunakan, instrumen yang baru dikembangkan cukup memiliki nilai
reliabilitas yang baik, tidak ada uji validitas. Nilai yang baik tersebut akan
memberikan hasil yang valid.
Istilah validitas tidak digunakan lagi untuk mengatakan suatu instrumen
apakah dapat digunakan atau tidak. Validitas digunakan untuk menilai hasil
dari instrumen (hasil penelitian) dengan mengidentifikasi isi/konten, proses
respon, struktur internal (termasuk di dalamnya reliabilitas), hubungan
dengan variabel lain, dan konsekuensi.
Validitas bukan merupakan penilaian dikotomi (ya atau tidak), namun
merupakan penilaian berbentuk suatu derajat pengukuran. Suatu hasil
instrumen akan dinilai dari kelima komponen validitas, sehingga bisa saja
suatu hasil instrumen memiliki validitas pada empat komponen, namun dapat
mengalami kekurangan pada komponen yang lain.
Untuk mendapatkan nilai validitas sempurna berarti suatu hasil instrumen
mesti memenuhi kelima komponen validitas. Suatu hasil intrumen dikatakan
memiliki validitas yang lebih tinggi apabila semakin banyak komponen yang
penilaiannya baik. Begitu juga sebaliknya, apabila hasil yang didapatkan dari
instrumen tersebut memiliki komponen dengan sedikit penilaian baiknya,
maka hasil penelitian tersebut dikatakan kurang valid (memiliki tingkat
validitas rendah).
Cook DA, Beckman TJ. Current concepts in validity and reliability for
psychometric instruments: Theory and application . The American Journal of
Medicine 2006;119(2):166.e7-16.

validitas mempunyai tingkatan validitas dimana reliabilitas termasuk
didalamnya. Valid pasti reliabel, tetapi reliabel belum tentu valid.

17. Hal-hal apa yang harus diperhatikan dalam penggunaan instrumen
penelitian?
Syarat-syarat instrumen
o Reliabilitas (keandalan/dapat dipercaya)
Tingkat ketepatan, ketelitian atau keakuratan sebuah instrumen.
o Validitas (sahih)
Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen.
ReDOK

35
Rencanakan penelitian dengan desain yang logis
LBM_3
o Sensitivitas
Kemampuan sebuah instrumen untuk melakukan diskriminasi yang diperlukan
untuk masalah penelitian.
o Obyektivitas
Sebagai tingkat dimana pengukuran yang dilakukan bebas dari penilaian subyektif,
bebas dari pendapat, bebas dari bias dan perasaan orang2 yang menggunakan
intrumen tsb.
o Fisibilitas
Berkenaan dengan aspek2 keterampilan, penggunaan sumber daya dan waktu.
(Pokok Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya,Ir.M.Iqbal
Hasan,MM)
o Reliable : Suatu pengukuran disebut andal, apabila ia memberikan nilai yang sama
ataupun hampir sama apabila pemeriksaan dilakukan berulang-ulang.

o Valid : Menunjukkan berapa dekat alat ukur menyatakan apa yang seharusnya
diukur.
o Objektivitas : pengukuran yang dilakukan benar2 terbebas dari bias peneliti,
sehingga menghasilakn data menurut apa adanya
(Pratiknya, A. W., 2003, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan
Kesehatan, Cetakan III, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta)