Anda di halaman 1dari 6

DIAGNOSA 26 : KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS

Defenisi: inpirasi dan atau ekspirasi yang tidak menyediakan ventilasi yang tidak adekuat
Batasan Karakteristik
Nafas dalm
Perubahan gerakan dada
Mengambil posisi tiga titi
Bradipneu
Penuran tekanan ekspirasi
Penurunan ventilas semenit
Penurunan kapasitas vital
Dispneu
Nafas cuping hidung
Ortopneu
Fase ekspirasi yang lama
Takipneu
Pengunaan otot-otot bantu untuk bernafas
Faktor yang berhubungan
Ansietas
Posisi tubuh
Deformitas tulang
Deformitas dinding dada
Kerusakan kognitif
Kelelahan
Sindrom hipoventilsi
Kerusakan muskoloskeletal
Imaturitas neurogis
Obesitas
Nyeri
Kerusakan persepsi
Kerusakan persapsi
Cedera tulang belakang
NOC
Hasil yang disarankan :
Status perrnafasan:kepatenan jalan nafas
Status pernafasan :ventilasi
Status tanda-tanda vital
NIC
1. Manajemen jalan nafas
Definisi:mempasilitas kepatenan jalan nafas
Aktifitas :
Buka jalan nafas ,gunakan teknik chin lift atau jaw thrus (dagu diangkat atau rahang
ditingikan )sesuai dengan kebutuhan
Posisikan posisi untuk memaksimalkan ventilasiidentifikas kebutuhan pasien akan insersi
jalan nafas actual /potensial
Masukan jalan nafas melalui mumluy atau nasofaring ,sesuai dengan kebutuhan
Lakukan fesioterapi dada,sesuai dengan kebutuhan
Bersihkan sekret dengan mengajurkan batuk dengan dengan penghisapan
G untng pernafan pelan,dalam,berbalik dan batuk
Instruksi bagaimana cara batuk efektif
Bantu dengan spirometer insetuif,sesuai dengan efektifberikan bronkodilator sesuai
dengan kebutuhan
Ajarkan kepada pasin bagaimana menggunakan inhaler yang dianjurkan sesuia dengan
kebutuhan
Berikan pengobatan aerosol sesuai dengan keburuhan
Berikan nebulasi ultrasonic sesuai dengan kebutuhan
Berikan yang dilebab kana tau oksigen sesuai dengan kebutuhan
Atur pemsukan cairan untuk mengoptimalkn keseimbangan cairan
Atru posisi untuk mengurangi dispnea
Pantau status poernafasan dan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan
2. Penurunan ansietas
3.Batuk efektif
4.Ventilasi mekanik
Aktivitas
Monitor kelemahan otot respirasi
Monitor penurunan volume ekhalasi dan peningkatan tekanan inspirasi
Beritahukan pasien dan keluarga rasional dan sensasi yang diharapkan dari penggunaan
ventilator mekanik
Secara rutin pantau setting ventilator
Pastikan alarm ventilator aktif
Berikan pasien alat komunikasi seperti kertas,pensil dan papan alphabet
Berikan sedative,analgetic dan agen paralyzing otot
Mula/berikan teknik yang menenangkan
Pantau dengan rutin semua sambungan ventilator
Kosongkan air yang kental dari penampungan air
Pastikan mengganti sirkult alat ventilator setiap hari
Gunakan teknik aseptic
Monitor tekanan ventilator dan suara nafas
Hentikan pemberian makan melalui NG selama suction dan 30-60 menit sebelum
fisioterapi dada
Gunakan alarm diam selama suctionuntuk menghindari alarm yang salah
Pantau perkembangan pasien pasien pada setting ventilator dan buat perubahan jika
memungkinkan sensual indikasi
Pantau efek yang tidak menguntungkan dari ventilasi seperti
infeksi,barotrauma,penurunan curah jantung
Posisikan pasien untuk memfasilitasi ventilasi atau perfusi
Berikan terapi fisik dada
Lakukan suction berdasarkan suara nafas dan peningkatan tekanan ventilator
Pantau efek ventilator terhadap perubahan oksigenasi dan respon pasien
Monitor kelemahan otot respirasi
Monitor kegagalan nafas yang segera terjadi
Konsul dengan tenaga kesehatan lainnya
Atur set up dan aplikasi dari ventilator
Ajarkan pasien dan keluarga tentang rasional dan sesuai yg diharapkan
Monitor secara rutin peralatan ventilator
Monitor terhadap penurunan volum yang dihembuskan dan peningkatan tekanan inspirasi
Berikan resep obat untuk peralisis otot,sedative dan analgesic narkotik
Cek sambungan ventilator secara teratur
Kosongkan air yang beku dari perangka air
Gunakan teknik aseptic
Lakukan fisioterapi dada
Lakukan perawatan oral secara rutin
Monitor dari pemakaian ventilator yang oksigennya diubah-ubah seperti SaO2,volum
akhir tidal CO2 dll.
5.Weaning ventilator mekanik
6.Terapi oksigen
7.Relaksasi otot secara proqresif
8.Pemantauan respirasi
Definisi; Mengumpulkan dan menganalisa data pasien untuk memastikan kepatenan jalan
nafas keadekuatan pertukaran gas
Aktifitas:
Monitor frekuensi ,irama,kedalaman dan kekuatan respirasi
Catar pergerakan data,lihat kesemerisan pemngunaan otot bantu nafas dan retraksi
suprafikular dan otot intercostals
Pantau sura nafas ngorok dan menciut
Pantau pola pernafasan;brapnea,tackipnea,hiperventilasi,pernafasan chines
stokes,apnea,blod
Palpasi kesamaan ekspansi paru
Catat lokasi trakea
Pantau adanya fatigue pada otot diagfragma
Auskultasi bunyi nafas catat area dimana terjadi penurunan atau tidak afanya ventilasi
Tentukan kebutuhan suction melalui austrasi adanya crackle dan dijalan nafas utama
Pantau nilai PFT kapasitas vital paru kekuatan maksimal inspirasi kekuatan volume
ekspirasi
Pantau kemampuan pasien untuk batuk efektif
Catat onset karakteristik dan durasi batuk
Pantau sekresi respirasi pasien
Pantau adanya dispnea dan kejadian yang menyebabkan atau meningkatan nya
Pantau adanya krepitus
Pantau chest x-rec
Buka jalan nafas , mengunakan metode chin lift,jaw trust teknik.tempatkan paien
setengah duduk ,sebagai indikasi untuk mencegah inspirasi
Lakukan usaha resusitasi bila diperlukan
Lakukan terapi pengobatan respirasi seprti nebulizer ,biladibutuhkan.
9.Surveilance
10.Bantuan ventilasi
Jaga kesepatan jalan nafas
Berikan posisi yang mengurangi dyspnea
Posisikan untuk memfasilitas ventilasi atau perfusi
Bantu perubahan posisi yang sering
Posisikan untuk minimalkan usaha bernafasn seperti miningalkn kepala tempat tidur
Bantu dengan spirometer peransang
Pantau otot pernafasan
Mulai dan jaga oksigen tambahan
Berikan medikasi-medikasi nyeri yang cocok untuk menjaga hipoventilasi
Ambulasi 3-4 kali sehari
Pantau status respirasi dan oksigen
Ajari tekni bernafasan
Latih untuk pursed lip breating
Berikan program kekuatan otot pernafasan dan p[ernafan dan latihan daya tahan
Posisikan pasien untuk mengurangi dispnu
Kaji tiap kali perubahan posisi
Monitor efek dari perubahan posisi dalam pemakaian oksigen
Anjurkan untuk nafas dalam dengan pelan
Ajarkan pasien cara nafas bibir
11.Pemantauan tanda-tanda vital
Definisi;Pengumpulan dan analisis data dary system kardiovaskuler ,system pernafasan ,suhu
tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinyanya komplikasi
Aktifitas;
Monitor tekanan darah ,denyut nadi,suhu tubuh dan status pernafasan
Catat arah dan luas ketidaktepatan tekanan darah
Monitor tekanan datah ketika pasin berbaring ,duduk dan berdiri
Monitor adanya laporan tanda arah dan gejala hiportemi dan hipertemi
Monitor jumlah dan kualitas denyut jantung
Monitor bunyi jantung
Monitor kecepatan dan iarama respirasi
Monitor bunyi paru-paru
Monitor pola pernafasan yang abnormal
Monitor warna suhu dan keleapan kulit
Cek secara rutin keakurat instrument yang digunakn untuk data pasien