Anda di halaman 1dari 3

Koleksi Artikel dari Biasawae Community

Copyleft  2004 biasawae.com

Mekanisme Gendam

Sumber : Berbagai Sumber

"
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft  2004 biasawae.com

KATA gendam tiba-tiba menyeruak ke permukaan. Paranormal Ki Joko Bodo, yang mengaku
ahli gendam, yang membeber hal itu ke wacana publik berbarengan dengan tertangkapnya
perempuan pembawa bom, Elize.

Di tangan seorang ahli, gendam bisa dipakai apa saja. Dalam wacana ngelmu Jawa, gendam
mempunyai banyak fungsi baik untuk kebaikan ataupun keburukan. Yang untuk kebaikan
misalnya, memanggil pulang anak/orang yang pergi tanpa pamit, plengketan (membuat
maling tak bisa keluar rumah), membuat sadar kembali orang yang bingung, menarik keris
atau benda-benda sakti dari alam semesta, dan lain-lain.

Sebaliknya bisa untuk keburukan misalnya, memelet gadis cantik, membuat bingung orang,
panglimunan (tak kasat mata) untuk tujuan jelek, dan sebagainya.

Mekanismenya bisa dilakukan dengan dua jalan. Pertama, pelaku melatih diri ngelmu
telepati. Kedua, nglakoni dengan penggunaan mantra-mantra. Yang pertama, telepati sangat
mengandalkan sugesti. Para pelaku biasanya secara terus-menerus melatih diri
memfokuskan pada suatu hal yang diinginkan.

Tumpuannya sebenarnya pada sugesti. Mekanisme bekerjanya seperti orang menyepatani


(mendoakan jelek atas orang lain) secara terus-menerus. Sebaliknya juga bisa memberkahi
dengan mendoakan yang baik tanpa henti untuk jangka waktu tertentu.

Misalnya, dengan menggunakan chi (energi) batin, pelaku memfokuskan diri untuk
pemadaman kobaran api. Pelaku akan berkonsentrasi penuh, terutama menggunakan mata
batin seluruhnya untuk pemadaman. Hal yang sama juga bisa dilakukan pelaku untuk
nyablek orang agar korban cablekan terlena.

Sesaat dalam keadaan terlena itulah, ia mengirimkan energi untuk memengaruhi korban.
Tidak mengherankan, yang ahli cablekan sangat mudah memengaruhi korban.

***

MEKANISME kedua dengan syarat nglakoni. Biasanya ini dilakukan oleh para dukun
profesional, karena ia harus melayani sejumlah besar pasien. Didahului dengan pasa mutih
(hanya makan nasi dan minum air putih) selama minimal 21 hari ditutup dengan patigeni
(menghindar dari sinar dan tanpa makan sehari semalam).

Ada beberapa mantra yang disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk memanggil pulang orang
yang minggat biasanya diniatkan, mamardi kakang kawah adhi ari-ari, niyat ingsung
anggendam jabang bayine si Wulan, cepet muliha marang omah lawase saking kersane Allah
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft  2004 biasawae.com

(Membuka Kakang Kawah, saya berniat nggendam roh Si Wulan agar ia cepat pulang ke
rumah sedia kala dengan izin Allah).

Mantra seperti itu hanya untuk kasus yang "enteng'', sedangkan untuk kasus yang berat
seperti dalam aji panglimunan, biasanya para dukun atau pelaku menambah mentra dengan
rajah kalacakra. Rajah itu berbunyi, Yamaraja, Jaramaya (siapa yang menyerang berbalik jadi
kasihan), Yamarani Niramaya (siapa datang akan menjauhi) Yasilapa Palasiya (siapa lapar
malah akan memberi makan), Yamiroda Daromiya (Siapa memaksa malah memberi
keleluasaan), Yamidosa Sadomiya (Siapa membuat dosa malah membuat jasa), Yadayuda,
Dayudaya (Siapa memerangi malah balik menjadi damai), Yaciyaca Cayasiaya (Siapa
membuat catat membalik menjadi utuh), Yasihama Mahasiya (Siapa menggoda membalik
menjadi menyayangi).

***

MANTRA rajah kalacakra ini sering disebut mantra 1001 macam kegunaan. Tak hanya untuk
kebaikan, tetapi juga untuk keburukan. Bukan hanya untuk membuat cacat, melainkan juga
untuk menyembuhkan. Lalu? Kembali pada persoalan nawaitu-nya. Jika diniatkan untuk
kejelekan, hadirlah keburukan. Sebaliknya, jika diniatkan untuk kebaikan, datanglah berkah.

Tentu yang lebih hebat dan positif adalah memadukan keduanya, yakni kekuatan sugesti dan
mantra sekaligus masuk pada mekanisme kehendak Allah. Artinya, memadukan kekuatan
batin (mikrokosmos), alam semesta (makrokosmos), dan Kunfayakun (Jika Allah
menghendaki maka jadilah).

Dalam pandangan dunia spiritual, orang-orang yang masih kasar, rohnya terletak 5-8 cm di
atas kepala (tempat bersemanyamnya cakra mahkota). Jika kadar spiritual seseorang makin
meninggi, maka roh akan menyatu ke dalam dada atau kalbu. Dengan demikian, yang
mencapai tahapan spiritual tinggi akan berperilaku makin halus. Dunia batinnya akan lebih
kuat.

Nah, lalu kenapa orang menjadi mudah terkena gendam? Jawabannya terletak pada
persoalan roh itu. Yang rohnya masih di atas kepala akan dengan mudah terlena karena
rohnya masih berposisi labil. Sebaliknya tidak bagi yang rohnya sudah masuk ke kalbu.
Bahkan, mereka menjadi spiritualis yang bisa membongkar pengaruh-pengaruh buruk mantra
dan energi yang bersarang di tubuh orang lain. Nah, di sinilah kenapa orang-orang yang
benar-benar suci batinnya susah diperdayai, apalagi hanya sekelas gendam.