Anda di halaman 1dari 18

Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif

1

A. JUDUL PERCOBAAN : VOLTAMETRI KUALITATIF
B. TANGGAL PERCOBAAN : Senin 14 April 2014
C. TUJUAN PERCOBAAN :
Menentukan nilai D dan n dari berbagai konsentrasi dan sweep rate (SR)
dengan voltametri
D. KAJIAN PUSTAKA
Voltametri adalah suatu elektrolisis dimana arus direkam sebagai suatu
fungsi potensial elektroda kerja. Voltametri merupakan elektrolisis dalam ukuran
mikroskala dengan menggunakan mikro elektroda kerja, disebut juga teknik arus
voltase. Potensial dari mikro elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan
dicetak sebagai fungsi dari potensial. Hasil cetakan ini disebut voltamograf.
Voltametri berkembang pesat dibanding metode analisis lain, hal ini dikarenakan
kelebihan dalam sensitifitas, selektifitas, kesederhanaan dan kemudahan
penganalisisan. Pesatnya perkembangan voltametri setelah penemuan polarografi
oleh Jaroslav Heyrovsky, tahun 1920.
Voltametri didasarkan pengukuran arus sebagai fungsi dari potensial
aplikasi (applied potential) pada saat terjadi polarisasi pada indicator elektroda
atau elektroda kerja. Voltametri mempelajari hubungan voltase arus-waktu
selama elektrolisis dilakukan dalam suatu sel, di mana suatu elektroda mempunyai
luas permukaan yang relative besar, dan elektroda yang lain (elektroda kerja)
mempunyai luas permukaan yang sangat kecil dan seringkali dirujuk sebagai
mikroelektroda: lazimnya teknik ini mencakup pengkajian pengaruh perubahan
voltase pada arus yang mengalir di dalam sel. Mikroelektroda ini biasanya dibuat
dari bahan tak reaktif yang menghantar listrik seperti emas, platinum atau karbon,
dan dalam beberapa keadaan dapat digunakan suatu elektroda merkurium tetes
(D.M.E); untuk kasus istimewa ini teknik itu dirujuk sebagai polarografi.
Voltametri merupakan metoda elektrokimia yang mengamati perubahan arus dan
potensial. Potensial divariasikan secara sistematis sehingga zat kimia tersebut,
mengalami oksidasi dan reduksi dipermukaan elektroda. Dalam voltametri, salah
satu elektroda pada sel elektrolitnya terpolarisasi. Penelahan pada sistem tersebut
diikuti dengan kurva arus tegangan. Metode ini umum digunakan untuk
menentukan komposisi dan analisis kuantitatif larutan.
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
2

Dalam sistem voltametri ada yang disebut dengan siklik voltametri.
Voltametri ini merupakan teknik voltametri dimana arus diukur selama
penyapuan potensial dari potensial awal ke potensial akhir dan kembali lagi
potensial awal atau disebut juga penyapuan (scanning) dapat dibalik kembali
setelah reduksi berlangsung. Dengan demikian arus katodik maupun anodik dapat
terukur. Arus katodik adalah arus yang digunakan pada saat penyapuan dari arus
yang paling besar menuju arus yang paling kecil dan arus anodik adalah
sebaliknya (Khopkar, 1985).
Sel voltametri, terdiri dari 3 elektroda yaitu elektroda pembanding,
elektroda kerja, dan elektroda pembantu. Elektroda kerja pada voltametri tidak
bereaksi, akan tetapi merespon elektroda aktif apa saja yang ada dalam sampel.
Pemilihan elektroda bergantung pada besarnya range potensial yang diinginkan
untuk menguji sampel.
Adapun jenis dan teknik yang termasuk kedalam voltametri adalah sebagai
berikut:
a. Polarografi
Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dalam mana elektroda kerja
berupa suatu elektroda merkuri tetes, dan direkam suatu kurva arus voltase
(voltammogram). Polarogarfi digunakan secara luas untuk analisis ion ion
logam dan anion anion anorganik, seperti IO dan NO . Gugus fungsi
senyawa organik yang mudah teroksidasi atau tereduksi juga dipelajari dalam
polarogarfi. Gugus fungsi yang digunakan meliputi karbonil, asam
karboksilat, dan senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap (David,
2000).
b. Hydrodynamic Voltametri
Hydrodynamic voltametri bermanfaat untuk analisis reduksi atau oksidasi
pada potensial yang lebih positif karena hydrodynamic voltametri tidak
dibatasi untuk elektroda Hg. Arus pada hydrodynamic voltametri diukur
sebagai fungsi dari aplikasi potensial pada elektroda kerja.
c. Stripping voltametri
Stripping Voltametri terdiri atas tiga teknik yaitu : anoda, katoda, dan
adsorpsi stripping voltametri. Anodic stripping voltametri terdiri dari dua
tahap Pertama pengontrolan potensial elektrolisis yang mana elektroda kerja,
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
3

biasanya tetes merkuri atau lapis tipis merkuri, pada potensial katoda yang
cukup untuk melapisi ion logam pada elektroda. Tahap kedua, potensial
anoda di scan kearah potensial yang lebih positif. Ketika potensial pada
elektroda kerja cukup positif analit dilepaskan dari elektroda, larutan
dikembalikan dalam bentuk oksidasi. Arus selama tahap stripping dimonitor
sebagai fungsi dari potensial, memberikan bentuk kenaikan pada puncak
voltammogram yang sama Puncak arus yang proporsional pada konsentrasi
analit dalam larutan. Anodic stripping voltametri sangat sensitif pada
percobaan, yang mana harus dikontrol dengan hatihati jika hasilnya ingin
akurat dan tepat.
d. Amperometri
Amperometri merupakan salah satu teknik voltametri yang mana
potensial konstan diaplikasikan pada elektroda kerja, dan arus diukur sebagai
fungsi waktu Karena potensial tidak discan, amperometri tidak mendorong
kearah voltammogram.
Aplikasi Amperometri
Aplikasi yang penting dari amperometri adalah dalam kontruksi sensor
kimia. Sensor amperometri yang pertama dikembangkan untuk melarutkan O
dalam darah, yang mana dikembangkan pada 1956 oleh L.C. Clark. Contoh lain
pada sensor amperometri adalah sensor glukosa (David, 2000). Dewasa ini,
biosensor telah banyak diteliti dan dikembangkan oleh para peneliti dan industri,
dan dalam dunia biosensor research, topik yang sedang berkembang sekarang ini
adalah biosensor yang berbasis DNA (genosensor). Berikut contoh dari biosensor
untuk hibridisasi asam nukleat (DNA).
Skema biosensor elektrokimia untuk hibridisasi asam nukleat atau analog
asam nukleat sebagai elemen pengenal dan teknik elektrokimia tahap transduksi
ditunjukkan oleh gambar berikut:
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
4


Gambar 1. Skema biosensor afinitas berdasarkan lapisan DNA sebagai
Biopengenal

Potensial yang diterapkan pada elektroda dalam teknik voltametri ini
biasanya bermacam-macam, yang menghasilkan beberapa varian teknik
voltametri diantaranya adalah : LSV (linear sweep voltammetry), CV (cyclic
voltammetry), DPV (differensian pulse voltammetry) dan SWV (square wave
voltammetry).
a. LSV (linear sweep voltammetry)
Linear sweep voltammetry adalah istilah umum untuk suatu teknik
voltametri dimana potensial yang diberikan pada elektroda kerja dengan
variasi waktu linier. Metode ini juga mencakup polarography, siklik
voltametri rotating disc voltametri. Slope yang dihasilkan dari metode ini
memiliki unit potensial (volt) per satuan waktu, dan biasanya disebut scan
rate percobaan. Voltammogram dari LSV yaitu:

Nilai dari scan rate percobaan dapat divariasi dari tingkat rendah
mV/sec (khusus untuk polarography) sampai tingkat tinggi 1.000.000 V/sec
(tercapai bila digunakan ultra mikroelektrode sebagai electrode kerja).
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
5

Dengan jalur linier potensial, arus faraday ditemukan untuk menaikkan scan
rates yang lebih tinggi.
b. CV (cyclic voltammetry)
Cyclic voltammetry adalah yang paling umum digunakan dalam teknik
elektrokimia, dan berdasarkan pada kelinieran potensial dari kurva. Sehingga
perubahan potensial sebagai fungsi linier dari waktu. Tingkat perubahan
potensial dengan waktu mengarah pada scan rate. Voltammogram dari CV
yaitu:

c. DPV (differensian pulse voltammetry)
Differensian pulse voltammetry diperoleh dengan menambahkan secara
periodik pulse potensial (meningkatkan potensial sementara) untuk
menjalankan voltase yang digunakan pada LSV. Arus diukur hanya khusus
untuk pulse dan diakhiri pada penerapan pulse. Perbedaan antara kedua arus
diplotkan sebagai fungsi jalur potensial pada LSV. Voltammogram dari DPV
yaitu:



Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
6

d. SWV (square wave voltammetry)
Square wave voltammetry dan differential pulse voltammetry keduanya
digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode ini mengambil
keuntungan dari timing sampel ke computer berulang kali pada dua titik
relative terhadap waktu penerapan tegangan square wave untuk electroda.
Perbedaan antara dua nilai arus diplotkan sebagai fungsi dari aplikasi
potensial DC. Hasil yang diperoleh adalah puncak dari voltammetryc wave ,
sesuai dengan aktivitas elektro dari spesies pada sel elektrokimia.
Voltammogram dari SWW yaitu:

Beberapa keungulan dari metode analisis voltametri jika dibandingkan
dengan metode yang lain adalah :
a. penyediaan cuplikan yang sederhana
b. waktu analisis yang cepat.
c. penyedian cuplikan yang diperlukan biasanya hanya pelarutan tanpa
pemekatan
d. peralatan yang tidak begitu mahal

Elektroda amalgam
Amalgam adalah larutan logam dalam Hg cair. Pada elektroda ini,
amalgam logam M akan berada dalam kesetimbangan dengan ionnya (M
2+
).
Logam - logam aktif seperti Na dan Ca dapat digunakan sebagai elektroda
amalgam.

Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
7

Elektroda pasta karbon
Sebuah elektroda karbon pasta (CPE) yang terbuat dari campuran
melakukan grafit bubuk dan cairan paste.
[1]
ini elektroda sederhana untuk
membuat dan menawarkan permukaan mudah terbarukan untuk pertukaran
elektron . Karbon elektroda pasta milik kelompok khusus heterogen karbon
elektroda. Elektroda ini banyak digunakan terutama untuk voltametri
pengukuran, namun berbasis karbon pasta sensor juga dapat diterapkan dalam
coulometry (baik amperometry dan potensiometri).
Elektroda tembaga (Cu)
Tembaga (II) adalah elektroda jenis pertama, didasarkan pada reaksi
redoks dengan bantuan dari logam (tembaga) dan garamnya. Hal ini digunakan
untuk mengukur potensial elektrokimia dan merupakan elektroda referensi yang
paling umum digunakan untuk pengujian proteksi katodik korosi sistem kontrol.





Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
8

E. ALAT DAN BAHAN
1. Alat Alat:
a. Instrumen Voltametri 1 buah
b. Labu ukur 100 mL 1 buah
c. Gelas kimia 100mL 2 buah
d. Pipet volume 10 mL 1 buah
e. Botol kecil / rol film 5 buah

2. Bahan Bahan:
a. K
4
Fe (CN)
6
1 M; 2 M; 4 M; 8 M
b. Aquades
c. Larutan HgNO
3

d. Elektroda Hg
e. Elektroda pasta karbon
f. Elektroda Cu

Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
9

F. PROSEDUR KERJA
Pembuatan larutan standar


Pengujian voltametri kualitatif





Kawat tembaga
- dipotong dengan diameter 1,2 mm dan panjang 15 cm
- dikupas ujung-ujung kawat, atas : 1 cm ; bawah : 0,5 cm
- dihaluskan dengan amplas
- diasah dengan kain bludru/ Tissue Toilet
- dicuci dengan H
2
O
- dicelupkan larutan HgNO
3
selama 1 menit
- dianalisis menggunakan voltametri dengan K
4
Fe(CN)
6
16x10
-3
M dan 8x10
-3
M dan SR
0,1; 0,08; 0,06; 0,04; 0,02
voltamogram
larutan induk K
4
Fe(CN)
6

- diambil 20 ml, 10 ml, 5 ml, 2,5 ml, 1,25 ml masing-masing
untuk konsentrasi (1, 2, 4, 8, 16) 10
-3
M
- dimasukkan ke dalam labu ukur
- ditambah aquades hingga mencapai tanda batas
Larutan K
4
Fe(CN)
6


Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif 10

G. HASIL PENGAMATAN
No Alur Percobaan Hasil Pengamatan Dugaan / Reaksi Kesimpulan
1 Pembuatan larutan standar

Larutan induk K
4
Fe(CN)
6
:
berwarna kuning (++)
K
4
Fe(CN)
6
1x10
-3
M:
berwarna kuning (---)

K
4
Fe(CN)
6
2x10
-3
M:
berwarna kuning (--)
K
4
Fe(CN)
6
4 x10
-3
M:
berwarna kuning (-)
K
4
Fe(CN)
6
8 x10
-3
M:
berwarna kuning
K
4
Fe(CN)
6
16 x10
-3
M:
berwarna kuning (+)




Semakin rendah
konsentrasi warna
kuning semakin
memudar

larutan induk K
4
Fe(CN)
6

-diambil 20 ml, 10 ml, 5 ml, 2,5 ml, 1,25 ml masing-
masing untuk konsentrasi (1, 2, 4, 8, 16) 10
-3
M
- dimasukkan ke dalam labu ukur
- ditambah aquades hingga mencapai tanda batas
Larutan K
4
Fe(CN)
6


Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif 11

2 Pengujian voltametri kualitatif

HgNO
3
: larutan biru muda
Kawat tembaga : berwarna
kuning kecoklatan
Kawat tembaga setelah
diamplas : kuning kecoklatan
mengkilap
Kawat tembaga setelah
dicelupkan dalam HgNO
3
:
putih mengkilap.







Kawat tembaga
- dipotong dengan diameter 1,2 mm dan panjang 15 cm
- dikupas ujung-ujung kawat, atas : 1 cm ; bawah : 0,5 cm
- dihaluskan dengan amplas
- diasah dengan kain bludru/ Tissue Toilet
- dicuci dengan H
2
O
- dicelupkan larutan HgNO
3
selama 1 menit
- dianalisis menggunakan voltametri dengan K
4
Fe(CN)
6

16x10
-3
M dan 8x10
-3
M dan SR 0,1; 0,08; 0,06; 0,04;
0,02
voltamogram
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
12

H. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Praktikum voltametri ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana prinsip
kerja dari voltametri. Voltametri dalam praktikum ini secara kualitatif yaitu untuk
mengetahui nilai D dan n, dimana D adalah koefisien difusi dan n adalah jumlah
elektron yang terlibat. Dalam voltametri terdapat 3 jenis elektroda yaitu :
1. Elektroda kerja (working electrode)
Elektroda yang potensialnya bergantung pada konsentrasi analit yang diukur.
2. Elektroda pembanding (reference electrode)
Elektroda yang potensialnya tidak bergantung pada konsentrasi analit yang
diukur.
3. Elektroda pembantu (auxiliary electrode)
Elektroda kerja atau working elektroda (WE) dalam praktikum ini digunakan
elektroda amalgam.
Pada kawat tembaga mula-mula berwarna kuning kecoklatan, setelah
diamplas menjadi kuning kecoklatan mengkilap. Lalu kawat tembaga dicelupkan
dalam larutan HgNO
3
berupa larutan biru muda, kawat tembaga menjadi putih
mengkilap. Terbentuknya warna putih pada kawat tembaga tersebut menunjukkan
bahwa elektroda amalgam dari Cu-Hg telah terbentuk. Elektroda ini merupakan
elektroda yang lebih ramah lingkungan daripada metode tetes Hg (polarografi)
karena lebih menghemat pembuangan Hg yang tidak ramah lingkungan.
Elektroda pembanding yang digunakan adalah elektroda Ag/AgCl. Jika
terdapat arus yang mengalir pada elektroda Ag/AgCl, maka konsentrasi Cl
-
akan
berubah dan potensial pun juga berubah. Hal ini menyebabkan oleh pengertian
elektroda pembanding yang tidak terpenuhi. Agar potensial elektroda pembanding
tetap, maka digunakan elektroda pembantu yang memiliki hambatan relatif lebih
kecil daripada elektroda Ag/AgCl. Sehingga, arus yang mengalir ke elektroda
pembanding sangat kecil atau dianggap nol dan arus yang diukur adalah arus pada
rangkaian antara elektroda kerja dan elektroda pembantu.
Prinsip dari voltammetri adalah mempolarisasi elektroda dalam sel
elektrokimia pada serangkaian potensial range tertentu dan mengamati perubahan
arus yang dihasilkan oleh sel akibat adanya proses oksidasi reduksi analit.
Potensial dari elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan dicetak
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
13

sebagai fungsi dari potensial. Hasil cetakan tersebut disebut voltamogram. Analit
yang digunakan dalam praktikum ini adalah K
4
Fe(CN)
6
dengan konsentrasi 8 x
10
-3
M dan 16 x 10
-3
M.
Oksigen yang terlarut di dalam sebuah larutan dapat mengalami reaksi
redoks pada permukaan elektroda. Akibatnya, akan ditemukan puncak oksigen
yang dapat menggangu pengukuran. Untuk mengatasi hal tersebut, ke dalam sel
voltametri dialirkan gas nitrogen yang dapat menghilangkan oksigen terlarut
dengan cara mendesak oksigen, karena nitrogen lebih berat daripada oksigen
sehingga nitrogen cenderung berada di bagian bawah.
Voltametri siklik merupakan teknik voltametri yang biasa digunakan pada
awal eksperimen untuk mempelajari sifat elektrokimia dari spesi yang diamati.
Teknik voltametri siklik dapat memberikan nilai potensial reduksi/oksidasi dari
spesi-spesi elektroaktif. Selama pengukuran dengan voltametri siklik, akan
diperoleh kurva antara arus terhadap potensial yang dikenal sebagai voltamogram
siklik. Dalam praktikum ini digunakan variasi SR (sweep rate) yaitu 0,02; 0,04;
0,06; 0,08; 0,1. Kemudian dicari nilai I
PC
yaitu puncak arus pada katoda dan I
PA

yaitu puncak arus pada anoda. Arus katodik adalah arus yang digunakan pada saat
penyapuan dari arus yang paling besar menuju arus yang paling kecil dan arus
anodik adalah sebaliknya. Pengolahan data mengasilkan data sebagai berikut
dimana Min (Y) merupakan I
PC
dan Max (Y) merupakan I
PA
:
Konsentrasi 8 x 10
-3

se(yEr) Min(Y) Imin(Y) Max(Y) Imax(Y) Range(Y) Sum(Y) N(Y)
0.015792 -0.99976 1 0 169 0,99976 -168.958752 337
4.993177E-6 -4.2802E-5 245 3.4337E-4 169 3.86172E-4 0.008382 337
2.6103E-6 -2.72E-5 337 2.2094E-4 169 2.4814E-4 0.003041 337
2.88175E-6 -2.8E-5 337 2.3326E-4 169 2.6126E-4 0.003623 337
3.145503E-6 -2.95E-5 377 2.4385E-4 169 2.7335E-4 0.004184 337
3.596327E-6 -3.07E-5 243 2.6586E-4 169 2.9656E-4 0.005358 337




Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
14

Untuk pengujian secara kualitatif dibuat grafik I
PC
vs
I
PA
I
PC
I
PA
/I
PC
SR

3.4337E-4 -4.2802E-5 8,02228868 0,02 0,141421
2.2094E-4 -2.72E-5 8,12279412 0,04 0,2
2.3326E-4 -2.8E-5 8,33071429 0,06 0,244949
2.4385E-4 -2.95E-5 8,26610169 0,08 0,282843
2.6586E-4 -3.07E-5 8,65993485 0,1 0,316228



Berdasarkan kurva tersebut didapatkan persamaan garis

yang akan digunakan untuk menghitung nilai D dan n.


Konsentrasi 16 x 10
-4
M
se(yEr) Min(Y) Imin(Y) Max(Y) Imax(Y) Range(Y) Sum(Y) N(Y)
0.015792 -0.99976 1 0 169 0,99976 -168.958752 337
6.826974E-6 -1.024E-4 290 4.2693E-4 169 5.2933E-4 0.002984 337
4.713855E-6 -5.41E-5 1 3.7783E-4 169 4.3193E-4 0.007268 337
4.110257E-6 -7.29E-5 337 3.0071E-4 169 3.7361E-4 0.004171 337
5.195365E-6 -7.65E-5 377 3.5229E-4 169 4.2879E-4 0.006594 337
6.167336E-6 -9.09E-5 287 3.9654E-4 169 4.8744E-4 0.006873 337

y = 6E-05x - 5E-05
R = 0.3947
-4.50E-05
-4.00E-05
-3.50E-05
-3.00E-05
-2.50E-05
-2.00E-05
-1.50E-05
-1.00E-05
-5.00E-06
0.00E+00
0 0.1 0.2 0.3 0.4
I
P
C

akar SR
akar SR vs I
PA
/I
PC
IPC
I
PC

0,141421 -4.2802E-5
0,2 -2.72E-5
0,244949 -2.8E-5
0,282843 2-.95E-5
0,316228 -3.07E-5
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
15

Untuk pengujian secara kualitatif dibuat grafik I
PC
vs
I
PA
I
PC
I
PA
/I
PC
SR

4.2693E-4 -1.024E-4 4,169238281 0,02 0,141421
3.7783E-4 -5.41E-5 6,98391867 0,04 0,2
3.0071E-4 -7.29E-5 4,12496571 0,06 0,244949
3.5229E-4 -7.65E-5 4,60509804 0,08 0,282843
3.9654E-4 -9.09E-5 4,36237624 0,1 0,316228



Berdasarkan kurva tersebut didapatkan persamaan garis

yang akan digunakan untuk menghitung nilai D (koefisien difusi) dan n


(jumlah elektron yang terlibat).
Dari kedua grafik tersebut dihitung nilai D dan n sebagai berikut :
1) Konsentrasi 8 x 10
-3

n
3/2
(8 x 10
-3
) . D
1/2
= 6 x 10
-5

2) Konsentrasi 16 x 10
-3

n
3/2
(16 x 10
-3
) . D
1/2
= 3 x 10
-5

Persamaan 1


y = 3E-05x - 9E-05
R = 0.0112
-1.20E-04
-1.00E-04
-8.00E-05
-6.00E-05
-4.00E-05
-2.00E-05
0.00E+00
0 0.1 0.2 0.3 0.4
I
P
C

akar SR
akar SR vs I
PC
IPC
I
PC

0,141421 -1.024E-4
0,2 -5.41E-5
0,244949 -7.29E-5
0,282843 -7.65E-5
0,316228 -9.09E-5
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
16


Persamaan 2

()


Berdasarkan hasil perhitungan tersebut didapatkan nilai n
2
/n
1
sebesar
1,842, dan nilai D dianggap sama atau D
2
= D
1
.

I. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita tarik dari percobaan voltametri kualitatif adalah :
1. Prinsip dari voltammetri pada praktikum ini ialah mempolarisasi elektroda
dalam sel elektrokimia pada serangkaian potensial range tertentu dan
mengamati perubahan arus yang dihasilkan oleh sel akibat adanya proses
oksidasi reduksi analit.
2. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai n
2
/n
1
sebesar 1,842, dan nilai
D dianggap sama atau D
2
= D
1
.
Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
17

Daftar Pustaka
Basset, J. 1994. Vogel Analisa Kuantitatif Anorganik. Jakarta : Elangga.
Coolkhas-chemistry. 2009. Voltametri. http://coolkhaschemistry.blogspot.com
Diakses pada tanggal 3 Mei 2014.
Day, R. A dan Underwood, A. L, diterjemahkan oleh Pudjaatmaka, A. H. 1989.
Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi keenam. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Febliza, Asyiti.S.Pd, M.Pd.2011.Metode Amperometri (Voltametri) dalam
analisis.Unic of Chemistry. Diakses pada tanggal 3 Mei 2014.
Khopkar,S.M., 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI-Press.







Laporan Praktikum Voltamerti Kualitatif
18

LAMPIRAN







Elektroda yang dicelupkan ke Hg(NO
3
) Alat voltameter
Alat voltameter saat pengujian berlangsung