Anda di halaman 1dari 4

Koleksi Artikel dari Biasawae Community

Copyleft  2004 biasawae.com

Hari Baik, Hari Buruk Dalam Pawukon

Sumber : Berbagai Sumber

"
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft  2004 biasawae.com

Menurut pawukon ada hari-hari yang dianggap baik dan buruk. Hari-hari itu perlu diperhitungkan
bila seseorang akan melakukan suatu kegiatan yang penting. Baik-buruk hari itu berlaku umum,
tidak hanya bagi orang yang hari lahirnya menurut pawukon bertepatan dengan wuku yang
sedang berlangsung.

Biasanya hari baik dan hari buruk dalam pawukon itu memiliki siklus tertentu. Artinya tiap sekian
hari berulang kembali. Hari-hari itu juga mempunyai nama, misalnya ada hari baik yang bemama
Sritumpuk, atau hari buruk yang bemama Taliwangke.

1.Hari Sarik Agung (hari buruk)


Siklus Sarik Agung adalah 49 hari, dan selalu jatuh pada hari Rabu,yaitu :
25.Kuranthil, Rabu, Legi, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Kerangan.
74.Galungan, Rabu, Kliwon, Betheng, Menala, Aryang, Lima, Wurung.
123Mrakeh, Rabu, Wage, Kajeng, Sri, Wurukung, Sri, Gigis.
172.Bala, Rabu, Pon, Pasah, Laba, Paningron, Endra, Tulus.

Terhadap hari Sarik Agung ini ada peringatan yang kurang lebih berbunyi: Segala hajat atau
keperluan penting jangan dilaksanakan pada hari Sarik Agung, karena tidak mungkin lagi di-atasi
dengan upaya tolak bala. Jadi baiknya tin-gal diam, tidak melakukan sesuatu yang perlu selama
sehari penuh.

2.Hari Samparwangke (hari. buruk)


Samparwangke terjadi tiap 42 hari sekali, yaitu pada wuku Sinta, Warigalit, Langkir, Tambir dan
Bala, saat hari Senen berbareng dengan hari Aryang dan Betheng.

Susunan dalam masing-masing wuku adalah :


2.Sinta, Senen, Pon, Betheng, Laba, Aryang, Endra, Dangu.
44.Warigalit, Senen, Kliwon, Betheng, Menala, Aryang, Yama, Nohan.
86. Langkir, Senen, Pahing, Betheng, Menala, Aryang, Yama, Jagur.
128. Tambir, Senen, Wage, Betheng, Jaya, Aryang, Brama, Wurung.
170. Bala, Senen, Legi, Betheng, Menala, Aryang, Uma, Nohan.

Petunjuk dalam primbon-primbon menyebutkan: hari Samparwangke tidak baik untuk


menyelenggarakan hajat apapun. Bahkan bila menebang bambu di hari Samparwangke,
bambunya akan dimakan serangga. Bila orang bersenggama di hari Samparwangke, kalau
membuahkan anak, anak itu akan sering mengalami musibah.
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft  2004 biasawae.com

3.Hari Taliwangke (hari buruk)


Dalam satu putaran pawukon yang 210 hari itu, terdapat 6 hari Taliwangke. Hari Taliwangke
terjadi tiap 36 hari sekali, pada wuku-wuku: Wuye, Wayang, Landep, Warigalit, Kuningan,
Kuruwelut, yang masing-masing susunannya adalah sebagai berikut:
149.Wuye, Senen, Kliwon, Betheng, Jaya, Uwas, Guru, Jagur.
185.Wayang, Selasa, Legi, Betheng, Jaya, Uwas, Kala, Jagur.
11.Landep, Rabu, Pahing, Betheng, Jaya, Uwas, Guru Wurung.
47. Warigalit, Kamis, Pon, Betheng, Jaya, Uwas, Kala, Wurung.
83. Kuningan, Jumat, Wage, Betheng, Sri, Uwas, Sri, Wurung.
119.Kuruwelut, Sabtu, Kliwon, Betheng, Sri, Uwas, Ludra, Wurung.

4. Kalarenteng (hari buruk)


Kalarenteng tidak punya siklus, karena terdiri dari 3 hari berturut-turut, yaitu pada wuku
Galungan yang menampung 3 hari sadwara Jaya dan 3 hari asthawara Kala. Jadi
mengumpulnya 3 hari Jaya dan 3 hari Kala berturut-turut itu rupanya menimbulkan akibat kurang
baik. Inilah susunan dalam pawukon:
71.Galungan, Ahad, Pahing, Betheng, Jaya, Uwas, Kala, Nohan.
72.Galungan, Senin, Pon, Kajeng, Jaya, Mawulu, Kala, Wogan.
73.Galungan, Selasa, Wage, Pasah, Jaya, Tungle, Kala, Tulus.

5.Sritumpuk (hari baik)


Sritumpuk adalah hari baik terutama untuk kegiatan pertanian. Namun juga baik untuk kegiatan
lain, misalnya menikahkan anak atau pindahan rumah. Dalam satu putaran pawukon hanya ada
3 hari Sritumpuk, yaitu bertemunya hari Sri caturwara dengan Sri asthawara, berbarengan
dengan hari triwara Pasah dan hari sadwara Tungle dan hari asthawara Dangu.

Urutan dalam pawukon adalah sebagai berikut:


1.Sinta, Ahad, Pahing, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Dangu.
49.Warigalit, Sabtu, Kliwon, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Dangu.
139.Medhangkungan, Jumat, Kliwon, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Dangu.
6.Gumiliring wuku atau Anggara Kasih (hari baik)

Gumiliring wuku adalah hari baik, terutama untuk menyelenggarakan perkawinan atau
menikahkan anak. Bahkan ada petunjuk dalam primbon yang maknanya: Bulan (tarikh Jawa)
yang tidak ada hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) tidak baik untuk mantu (menikahkan anak).
Dalam satu putaran pawukon terdapat enam kali Anggara Kasih, namun hanya lima Anggara
Kasih yang dianggap baik untuk penyelenggaraan pernikahan yaitu:
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft  2004 biasawae.com

24.Kuranthil, Selasa, Kliwon, Kajeng, Menala, Mawulu, Uma, Gigis.


59.Julungwangi, Selasa, Kliwon, Betheng, Jaya, Uwas, Guru, Jagur.
94.Mandasiya, Selasa, Kliwon, Pasah, Menala, Paningron, Yama, Dangu.
164.Prangbakat, Selasa, Kliwon, Betheng, Laba, Aryang, Endra, Wurung.
199.Dhukut, Selasa, Kliwon, Pasah, Sri, Tungle, Ludra, Tulus.

Sedangkan satu lagi Anggara Kasih yaitu yang terdapat dalam wuku Tambir (129) tidak dianggap
baik, karena sehari sebelumnya yaitu hari ke 128 dalam pawukon adalah hari Samparwangke.
Bukankah beberapa hari sebelum hari H pernikahan orang sudah sibuk? Bahkan 1 hari
sebelumnya sudah midadareni. Jadi menurut pawukon tidak mungkin midadareni pada hari
Samparwangke.

Itulah hari-hari baik dan buruk yang asli dalam pawukon. Masih ada hari baik dan buruk dalam
bentuk lain, yaitu hari-hari yang mempergunakan perhitungan neptu. Hari-hari dengan
perhitungan neptu itu kiranya tidak perlu diutarakan di sini, karena telah terlalu jauh dan
pawukon.