Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU PENYAKIT TANAMAN


STERILISASI ALAT










Disusun Oleh :
Nama : Annisa Qadaryani
NIM : 105040200111173
Kelompok : Kamis, 13.20
Asisten :

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sterilisasi adalah cara untuk mendapatkan suatu kondisi bebas mikroba atau setiap proses
yang dilakukan baik secara fisika, kimia, dan mekanik untuk membunuh semua bentuk
kehidupan terutama mikroorganisme. Dalam bidang mikrobiologi baik dalam pengerjaan
penelitian atau praktikum, keadaan steril merupakan syarat utama berhasil atau tidaknya
pekerjaan kita dilaboratorium. Pengetahuan tentang prinsip dasar sterilisasi dan desinfeksi
sangat diperlukan untuk melakukan pekerjaan di bidang medis yang bertanggung jawab. Cara
sterilisasi dan desinfeksi yang baru banyak diperkenalkan, namun masih tetap digunakan
cara-cara dan beberapa bahan seperti digunakan berabad lalu. Berdasar dari hal tersebut
diatas, maka diadakanlah praktikum Sterilisasi ini guna memberikan pemahaman kepada
kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan sterilisasi serta menambah pengetahuan dan
keterampilan kita tentang teknik atau tata cara sterilisasi dalam mikrobiologi.
Hampir semua tindakan yang dilakukan dalam sterilisasi sangat diutamakan baik alat-alat
yang siap pakai maupun medianya. Suatu alat atau bahan dikatakan steril apabila alat atau
bahan tersebut bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetative maupun spora. Secara
umum, sterilisasi merupakan suatu proses pemusnahan kehidupan khususnya mikrobia dalam
suatu wadah ataupun peralatan kesehatan. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam
sterilisasi yaitu penggunaan panas, penggunan bahan kimia, dan penyaringan (filtrasi)
1.2 Tujuan
a. Mengetahui nama dan fungsi alat-alat di laboratorium
b. Mengetahui cara mensterilkan alat-alat yang akan digunakan
c. Mengetahui metode-metode yang digunakan dalam sterilisasi
1.3 Manfaat
Dapat memahami dan mengetahui cara sterilisasi alat dengan tahapan dan metode yang
benar.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Sterilisasi
a. Sterilisasi adalah proses penghilangan semua jenis organism hidup, dalam hal ini adalah
mikroorganisme (protozoa, fungi, bakteri, miko[lasma, virus) yang terdapat dalam suatu
benda. (Abadi 2000)
b. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk membunuh mikroorganisme sampai ke spora-
sporanya. (Chaelani, 2011)
2.2 Macam-Macam Metode Sterilisasi
1. Sterilisasi zat cair
a. Penyaringan
Air dan zat cair yang lain pada umumnya dapat dibebaskan dari mikroorganisme
dengan cara menyaring. Alat saring dan penampung filtratyang digunakan, sesudah
disumbat dengan kapas pada bagian-bagian yang terbuka dan dibungkus dengan kertas,
disterilkan terlebih dahulu dalam autoklaf selama 30 menit hingga satu jam pada suhu
120
o
C. Bila tekanan atau pengisapan yang digunakan terlalu kuat atau terlalu lama,
bakteri akan dapat menembus pori-pori saringan sehingga mengotori filtrat. Cara
penyaringan adalah suatu cara yang lambat dan mahal, dan hanya digunakan bila cara
lain tidak dapat ditempuh. (Chaelani, 2011)
b. Sterilisasi dengan uap air
Air dan media biakan dapat pula disterilkan dengan menggunakan uap air. Bila
uap air terjadi tekanan satu atmosfer maka suhu yang dicapai adalah 100
o
C.Suhu ini akan
berubah dengan berubahnya tekanan atmosfer. Sterilisasi dengan menggunakan uap yang
mengalir adalah tidak praktis, karena memerlukan waktu yang terlalu lama, dan dapat
menyebabkan perubahan kimiawi dari zat yang disterilkan. Cara lain yang dapat
ditempuh adalah dengan jalan memanaskan cairan dengan uap pada suhu 95
o
C - 100
O
C
selama 30 menit, tiga hari berturut-turut. Cara ini disebut sterilisasi bertahap (intermittent
ataudiscontinuous sterilization). (Chaelani, 2011)
2. Sterilisasi alat-alat gelas
a. Sterilisasi dengan autoklaf
Sebelum disterilkan, alat-alat harus dibersihkan dari segala kotoran yang
menempel. Sesudah dibilas dengan air dan dikeringkan diawah sinar matahari, maka alat-
alat ini baru disterilkan. Alat-alat seperti botol yang tahan terhadap suhu tinggi (gelas
pyrex, gelas jena dll) dapat disterilkan dalam autoclave dengan cara yang sama halnya
dengan zat cair. Alat-alat seperti botol tabung biakan dan pipet perlu lubangnya disumbat
dengan kapas, sedang pipet sesudah disumbat dan cawan petri, dibungkus dengan kertas
atau ditaruh dalam tabung logam. Karena gelas bukan merupakan penghantar panas yang
baik, maka waktu yang diperlukan untuk sterilisasi akan lebih lama dari pada zat cair.
Umumnya waktu yang dibutuhkan ialah satu jam pada suhu 121
o
C.
b. Sterilisasi didalam oven udara panas
Alat-alat kering juga dapat pula disterilkan didalam oven. Tujuan sterilisasi ini
adalah supaya alat-alat itu tetap kering sesudah disterilisasi dan umumnya udara panas
yan kering tidak banyak mengganggu. Alat-alat dipanaskan antara 160
o
-180
o
C selama 2
atau 3 jam. Alat-alat yang dibungkus dengan kertas atau disumbat dengan kapas,
hendaknya jangan dipanasi melebihi 180
o
C, karena kertas maupun kapasnya akan
terbakar. Penyusunan yang terlalu rapat dapat mengganggu sterilisasi, karena pemanasan
tergantung kepada putarnya udara panas didalam oven.
c.Sterilisasi bahan atau alat-alat yang lain
Jarum inokulasi, jarum ose, spatula dan alat-alat lainnyayang dibuat dari logam
yang digunakan di laboratorium dapat disterilkan dengan memanaskan alat-alat tersebut
di dalam api bunsen sampai merah membara. Dalam keadaan demikian semua
mikroorganisme yang melekat akan terbakar habis. Alat-alat suntik, sarung tangan karet,
saringan dan lain-lain dapat disterilkan di dalam autoklaf dengan tekanan satu atmosfer
selama 30 menit.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Alat dan Bahan
1.1 AlatdanBahan
a. Alat Sterilisasi
Cawan petri : Sebagai tempat media
Kertas bekas : Untuk membungkus alat sebelum disterilisasi di autoclave
Autoclave : Untuk sterilisasi suhu 120
o
C tek 1 atm
Kapas : Untuk menyumbat alat sebelum disterilisasi
Alumunium Foil : Pembungkus alat sebelum disterilisasi
Botol UC 1000 : Wadah media yang sudah jadi
Tissue : Untuk mengeringkan alat setelah dicuci
b. Bahan Sterilisasi
Aquadest : Untuk mengisi autoclave sebagai bahan sterilisasi
Sabun : Untuk mencuci alat

1.2 Pelaksanaan
Sterilisasi Alat

Keluarkan alat
Buka autoclave
Tunggu hingga tekanan = 0
Setelah 1 jam, matikan autoclave dan buka katupnya
Nyalakan autoclave hingga 121
o
C selama 1 jam
Autoclave diisi dengan aquadest, kemudian tutup rapat
Cawan petri dibungkus kertas
Cawan Petri dicuci bersih dengan sabun, kemudian dikeringkan dengan tissue
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Pada praktikum kali ini telah melakukan sterilisasi alat dengan menggunakan autoklaf.
Dengan menggunakan alat-alat yaitu cawan petri sebanyak 58 dan botol UC 1000. Alat-alat
tersebut telah disterilisasi dalam autoklaf 121
o
C, tek. 1atm selama 1 jam.
4.2 Pembahasan
Alat-alat yang disterilkan menggunakan autoklaf adalah 58 buah cawan petri dan
beberapa buah boto UC 1000. Alat-alat tersebut disterilkan dengan menngunakan autoklaf
dengan suhu 121
o
C, tek. 1 atm selama satu jam. Sebelum disterilkan cawan petri dicucu
terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dengan menggunakan tissue yang kering setelah itu
dibungkus dengan kertas bekas. Sedangkan botol UC 1000 dibersihkan dari labelnya,
kemuadian botol UC 1000 disumbat dengan kapas lalu di bungkus dengan menggunakan
alumunium foil. Hal tersebut dilakukan agar alat-alat tidak kontaminasi pada bagian
dalamnya.
Setiap praktikan bertanggung jawab atas masing-masing 2 cawan petri. Sehingga jumlah
cawan petri yang digunakan sebanyak 58 untuk 29 orang praktikan.









BAB V
KESIMPULAN
Pada praktikum kali ini sterilisasi digunakan sebagai tahap awal untuk pembuatan media
yang akan dilakukan pada praktikum minggu depan. Sterilisasi alat dilakukan dengan baik tanpa
adanya kesalahan. Sterilisasi alat ini sangat pengting agar pada saat melakukan pembiakan jamur
tidak terjadi kontaminasi yang akan menyebabkan tidak maksimalnya jamur yang tumbuh pada
media.















DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, 2013. http://fheeyraredzqiiy.wordpress.com/2009/12/08/laporan-praktikum-
sterilisasi/. Diakses Maret 2013
Abadi, A. Latief. 2000. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Malang. UB Press
Chaelani, Siti R., Prof.Dr.Ir. 2011. Metodologi Penelitian Penyakit Tumbuhan. Malang. UB
Press