Anda di halaman 1dari 11

1

MENTERI PEKERJAAN UMUM


REPUBLIK INDONESIA

Kepada Yth. :
1. Para Gubernur di seluruh Indonesia;
2. Para Bupati/Walikota di seluruh Indonesia;
3. Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum;
4. Para Direktur Jenderal/Para Kepala Badan di Lingkungan
Kementerian Pekerjaan Umum;
5. Para Kepala Biro/Kepala Pusat/Para Sekretaris Ditjen/Badan dan
Sekretaris Inspektorat Jenderal di Lingkungan Kementerian
Pekerjaan Umum;
6. Para Kepala Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di
Lingkungan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum;
7. Para Kepala Balai Besar/Balai Wilayah Sungai di Lingkungan Ditjen
Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum;
8. Para Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Kementerian Pekerjaan
Umum;

Perihal : Tata Cara Penyewaan Tanah dan Sarana/Prasarana Kementerian
Pekerjaan Umum Untuk Penyelenggaraan Reklame.
---------------------------------------------------------------------------------------------------

S U R A T E D A R A N
NO. 14/SE/M/2011

Sehubungan dengan adanya perkembangan peraturan perundang-undangan yang
mengatur tentang pemanfaatan Barang Milik Negara dalam penatausahaan
Kementerian Pekerjaan Umum, perlu dilakukan perbaikan terhadap Surat Edaran
Menteri Pekerjaan Umum Nomor 09/SE/M/2007 tentang Prosedur Perizinan
Penyewaan Lahan/Sarana/Prasarana Departemen Pekerjaan Umum, dengan
ketentuan sebagai berikut :

I. UMUM
1.1 Maksud, Tujuan dan Ruang Lingkup
a. Surat Edaran ini dimaksudkan sebagai landasan dan tata cara
pelaksanaan pemanfaatan tanah dan sarana/prasarana Kementerian
Pekerjaan Umum untuk penyelenggaraan reklame.
b. Tujuan ditetapkannya Surat Edaran ini untuk tertib administrasi
pemanfaatan Barang Milik Negara Kementerian Pekerjaan Umum dan
pelaksanaan koordinasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan
pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat dalam penyelenggaraan reklame yang akuntabel sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
c.Ruang......
2

c. Ruang lingkup Surat Edaran ini mencakup tata cara pemanfaatan
serta monitoring dan pengendalian Barang Milik Negara berupa tanah
dan sarana/prasarana yang berada di bawah penatausahaan
Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyelenggaraan reklame.

1.2 Dasar penetapan surat edaran ini adalah :
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2006
tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4609);
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2006
tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006
Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4655);
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2008
tentang Pengelolaan Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 82);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2011
tentang Sungai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5230);
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 63/PRT/1993 tentang Garis
Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan
Sungai dan Bekas Sungai;
6. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.15/KPTS/M/2004 tentang
Pelaksanaan Perhitungan Formula Sewa Peralatan, Sewa Bangunan
dan Tanah, dan Sewa Prasarana Bangunan di Lingkungan
Kementerian Pekerjaan Umum;
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.22/PRT/M/2006 tentang
Pengamanan dan Perkuatan Hak atas Tanah Kementerian Pekerjaan
Umum;
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.6/2007 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan
Pemindahtanganan Barang Milik Negara;
9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.02/PRT/M/2009 tentang
Pedoman Pelaksanaan Penetapan Status Penggunaan, Pemanfaatan,
Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara di
Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum;
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum;
11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/PRT/M/2010 tentang
Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan;
12. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian
Pekerjaan Umum.
13. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 31/KMK.6/2008 tentang
Pelimpahan Sebagian Wewenang Pengelolaan Barang Milik Negara
Kepada Kapala Kantor Wilayah dan Kepala Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara Untuk Dan Atas Nama Menteri Keuangan
Menandatangani Surat Dan/Atau Keputusan Menteri Keuangan;

1.3 Pengertian
3


1.3 Pengertian Umum
Dalam surat edaran ini yang dimaksud dengan :
1. Barang Milik Negara, selanjutnya disebut BMN, adalah semua barang
yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari
perolehan lainnya yang sah.
2. Reklame adalah benda, alat atau media yang menurut bentuk,
susunan atau corak ragamnya berfungsi untuk tujuan komersial,
dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau memujikan
suatu barang, jasa seseorang atau suatu badan, atau untuk menarik
perhatian umum kepada suatu barang, jasa, seseorang atau suatu
badan, yang diselenggarakan/ditempatkan, dapat dilihat atau dibaca
oleh umum, kecuali yang dilakukan oleh Pemerintah;
3. Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara oleh pihak lain dalam
jangka waktu tertentu dengan kewajiban untuk membayar harga sewa.
4. Pengelola Barang adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung
jawab menetapkan kebijakan dan pedoman serta melakukan
pengelolaan barang milik negara/daerah;
5. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan
penggunaan barang milik negara yang dalam hal ini adalah Menteri;
6. Kementerian adalah Kementerian Pekerjaan Umum;
7. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Propinsi, Pemerintah
Kabupaten atau Kota setempat yang berwenang melaksanakan proses
penunjukan Penyelenggara Reklame untuk titik reklame sesuai
ketentuan yang berlaku;
8. Penyelenggara Reklame adalah suatu badan hukum atau perorangan
yang bergerak di bidang usaha penyelenggaraan reklame;
9. Titik reklame adalah lokasi dan/atau sarana/prasarana tempat reklame
didirikan atau ditempatkan;
10. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum.

II. PEMANFAATAN TANAH SERTA SARANA DAN PRASARANA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
2.1 Bentuk Pemanfaatan
Pemanfaatan Barang Milik Negara berupa tanah dan sarana/prasarana
Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyelenggaraan Reklame dapat
dilaksanakan dalam bentuk Sewa setelah mendapat persetujuan Pengelola
Barang dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun dan dapat
diperpanjang.
2.2 Objek Sewa
Tanah dan sarana/prasarana yang tercatat dalam penatausahaan
Kementerian Pekerjaan Umum.
2.3 Subyek Sewa
Yang dapat menyewa tanah Kementerian Pekerjaan Umum yaitu :
1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN);
2. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD);
3. Badan Usaha Swasta;
4. Perorangan.
III. TATA CARA
4




III. TATA CARA PEMANFAATAN TANAH SERTA SARANA DAN PRASARANA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DALAM RANGKA
PENYELENGGARAAN REKLAME
3.1 Permohonan Penyewaan
Penyelenggara Reklame yang telah ditetapkan dan/atau ditunjuk oleh
Pemerintah Daerah mengajukan permohonan kepada Menteri Pekerjaan
Umum c.q.:
a. Kepala Biro Umum untuk tanah dan sarana/prasarana yang berada di
bawah penatausahaan Sekretariat Jenderal;
b. Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang untuk tanah dan
sarana/prasarana yang berada di bawah penatausahaan Direktorat
Jenderal Penataan Ruang;
c. Sekretaris Inspektorat Jenderal untuk tanah dan sarana/prasarana yang
berada di bawah penatausahaan Inspektorat Jenderal;
d. Sekretaris Ditjen Sumber Daya Air untuk tanah dan sarana/prasarana
bangunan pengairan yang berada di bawah penatausahaan Satker
Pusat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan
Umum;
e. Sekretaris Ditjen Bina Marga untuk tanah dan sarana/prasarana jalan
dan jembatan yang berada di bawah penatausahaan Satker Pusat
Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum;
f. Sekretaris Ditjen Cipta Karya untuk tanah dan sarana/prasarana yang
berada di bawah penatausahaan Satker Pusat Direktorat Jenderal
Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum;
g. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan untuk tanah dan
sarana/prasarana yang berada di bawah penatausahaan Badan
Penelitian dan Pengembangan;
h. Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi untuk tanah dan
sarana/prasarana yang berada di bawah penatausahaan Badan
Pembinaan Konstruksi;
i. Para Kepala Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk tanah
dan sarana/prasarana jalan dan jembatan yang berada di bawah
penatausahaan dan wilayah kerja Balai Besar/Balai yang bersangkutan;
j. Para Kepala Balai Besar/Balai Wilayah Sungai untuk tanah dan
sarana/prasarana sumber daya air yang berada di bawah
penatausahaan dan wilayah kerja Balai Besar/Balai yang bersangkutan;
k. Para Kepala Satuan Kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta
Karya untuk tanah dan sarana/prasarana di daerah yang berada pada
penatausahaan Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Permohonan tersebut ditembuskan kepada Sekretaris Jenderal cq.
Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara;

3.2 Permohonan


5


3.2 Permohonan dari Penyelenggara Reklame sebagaimana tersebut pada
Butir 3.1 di atas diajukan dengan dilengkapi dengan:
a. Surat Pengantar dari Pemerintah Daerah setempat (Lampiran I);
b. Bukti yang sah sebagai Penyelenggara Reklame yang telah ditetapkan
dan/atau telah ditunjuk Pemerintah Daerah;
c. Surat Kuasa dan/atau kewenangan bertindak untuk mengajukan dan
menandatangani permohonan penyelenggaraan reklame.
3.3 Penelitian Teknis dan Administratif
1) Berdasarkan permohonan Penyelenggara Reklame, maka sesuai
kewenangan sebagaimana dimaksud butir 3.1 Kepala Biro/Sekretaris
Direktorat Jenderal/Sekretaris Badan/Kepala Balai/Kepala Satker terkait
melaksanakan penelitian terhadap:
a. Aspek Administrasif :
- Letak/Lokasi;
- Luas dan kuantitas;
- Penatausahaan (Kartu Identitas Barang);
- Nilai Perolehan dan Sewa.
b. Aspek Teknis
Persyaratan teknis pemanfaatan utilitas jalan dan/atau sungai
dan/atau prasarana ke-PU-an lainnya agar tidak mengganggu
penyelenggaraan tugas dan fungsi Kementerian Pekerjaan Umum.
c. Opsi Penggunaan dan jangka waktu.
2) Berdasarkan hasil penelitian sesuai kewenangannya, Kepala Biro
Umum/Sekretaris Inspektorat Jenderal/Para Sekretaris Direktorat
Jenderal/Para Sekretaris Badan/Para Kepala Balai Besar/Balai dan
Para Kepala Satuan Kerja mengeluarkan surat penolakan dan atau
melanjutkan proses permohonan sewa kepada Pengelola Barang.
3.4 Permohonan Persetujuan Penyewaan
Dalam hal permohonan penyewaan sebagaimana dimaksud pada butir 3.1
disetujui, proses penyewaan dilanjutkan dengan mengikuti ketentuan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
02/PRT/M/2009 sebagai berikut:
a. Pengajuan permohonan penyewaan oleh Menteri Pekerjaan Umum cq.
Sekretaris Jenderal kepada Menteri Keuangan cq. Direktur Jenderal
Kekayaan Negara untuk tanah atau bangunan dengan nilai
berdasarkan NJOP lebih dari Rp 5.000.000.000,- (Lampiran II);
b. Pengajuan permohonan penyewaan oleh Pengguna Barang Eselon I
Cq. Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Sekretaris Badan/Kepala
Balai kepada Kepala Kanwil DJKN setempat untuk tanah atau
bangunan dengan nilai berdasarkan NJOP lebih dari Rp
1.000.000.000,- sampai dengan Rp 5.000.000.000,- (Lampiran III);
c. Pengajuan permohonan penyewaan oleh Kuasa Pengguna Barang
kepada Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) setempat untuk tanah atau bangunan dengan nilai
berdasarkan NJOP sampai dengan Rp 1.000.000.000,- (Lampiran IV);

3.5 Persetujuan
6




3.5 Persetujuan Penyewaan
Persetujuan atau penolakan atas permohonan penyewaan sebagaimana
dimaksud Butir 3.4 di atas diberikan oleh Pengelola Barang dalam hal ini
Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kepala Kantor Wilayah DJKN, atau
Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKN/L) sesuai
kewenangan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No.
31/KMK.6/2008.
3.6 Keputusan Penyewaan
Setelah memperoleh persetujuan penyewaan dari Pengelola Barang,
Pengguna Barang terkait sesuai kewenangannya menetapkan Keputusan
Penyewaan yang memuat tentang pihak Penyelenggara Reklame, titik dan
lokasi, jangka waktu dan nilai sewa.
3.7 Perjanjian Sewa Menyewa
a. Keputusan Penyewaan ditindaklanjuti dengan penandatanganan
perjanjian sewa menyewa antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan
Penyelenggara Reklame setelah Pihak Penyelenggara Reklame
melakukan penyetoran seluruh uang sewa ke rekening kas umum
negara;
b. Perjanjian sewa menyewa sekurang-kurangnya memuat tentang para
pihak, objek sewa, jangka waktu sewa, nilai sewa dan syarat batalnya
perjanjian.
c. Pihak penandatangan Perjanjian Sewa Menyewa dari Kementerian
Pekerjaan Umum dengan mengikuti ketentuan berikut:
1) Sekretaris Jenderal cq. Kepala Pusat Pengelolaan BMN
menandatangani perjanjian sewa untuk izin sewa yang dikeluarkan
Menteri Keuangan cq. Direktur Jenderal Kekayaan Negara dengan
nilai NJOP lebih dari Rp 5.000.000.000.- ;
2) Sekretaris Inspektorat Jenderal/ Sekretaris Direktorat Jenderal/
Sekretaris Badan/Kepala Biro Umum/Kepala Balai Besar atau Kepala
Balai menandatangani perjanjian sewa untuk izin sewa yang
dikeluarkan Kepala Kanwil DJKN dengan nilai NJOP lebih dari Rp
1.000.000.000,- sampai dengan Rp 5.000.000.000,- ;
3) Kepala Satuan Kerja menandatangani perjanjian sewa untuk izin
sewa yang dikeluarkan Kepala KPKNL dengan nilai NJOP sampai
dengan Rp 1.000.000.000,- ;
3.8 Perpanjangan Penyewaan
Pihak penyelenggara reklame dapat mengusulkan permohonan
perpanjangan sewa kepada Pengguna Barang setelah melalui verifikasi
ulang tentang penunjukkan dan penetapan sebagai Penyelenggara
Reklame dari Pemerintah Daerah.
Atas dasar permohonan tersebut Pengguna Barang melakukan penelitian
dan mengusulkan kepada Pengelola Barang untuk perpanjangan sewa.

IV. MONITORING

7



IV. MONITORING DAN PENGENDALIAN
4.1 Salinan keputusan penyewaan barang milik negara dan perjanjian sewa
menyewa sebagaimana dimaksud pada butir 3.6 dan 3.7 disampaikan
kepada Pengguna Barang cq. Eselon I yang bersangkutan dan Kepala
Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara.
4.2 Pihak yang atas nama Kementerian Pekerjaan Umum menandatangani
perjanjian sewa menyewa sebagaimana dimaksud pada butir 3.7,
menyampaikan laporan pelaksanaan penyewaan kepada Menteri
Pekerjaan Umum cq. Sekretaris Jenderal selambat-lambatnya 3 (tiga)
bulan setelah perjanjian ditandatangani.

V. KETENTUAN LAIN-LAIN
5.1 Dengan berlakunya ketentuan dalam Surat Edaran ini, maka Surat Edaran
Menteri Pekerjaan Umum No. 09/SE/M/2007 dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
5.2 Dengan ditetapkannya surat edaran ini menugaskan kepada Pusat
Pengelolaan Barang Milik Negara, Sekretariat Direktorat Jenderal,
Sekretariat Badan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum untuk
mensosialisasikan surat edaran ini.
5.3 Surat edaran ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan.

Demikian surat edaran ini ditetapkan untuk diketahui dan dilaksanakan dengan
penuh tanggung jawab.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 03 November 2011

MENTERI PEKERJAAN UMUM

ttd

DJOKO KIRMANTO





















8


Lampiran I Surat Edaran Menteri PU
Nomor : 14/SE/M/2011
Tanggal : 03 November 2011
Perihal : Tata Cara Penyewaan Tanah dan
Sarana/ Prasarana Kementerian
Pekerjaan Umum Untuk
Penyelenggaraan Reklame.


Draft Surat Pengantar Permohonan
Penyewaan Tanah serta Sarana/Prasarana Kementerian Pekerjaan Umum
untuk Penyelenggaraan Reklame
















































KOP SURAT PEMDA


Nomor : .
Lampiran : .


Kepada Yth.
Sekretaris Jenderal/Sekretaris Ditjen/Sekretaris Badan/Kepala Balai Besar/
Balai/Kepala Biro Umum/Kepala Satker
*)

Kementerian Pekerjaan Umum
di-
T E M P A T


Perihal : Permohonan Penyewaan Tanah serta Sarana/Prasarana Kementerian Pekerjaan
Umum untuk Penyelenggaraan Reklame
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Nomor 14SE/M/2011 tanggal 03 November 2011, bersama
ini kami sampaikan dengan hormat permohonan penyewaan tanah/sarana/prasarana Kementerian
Pekerjaan Umum oleh Penyelenggara Reklame, yaitu:

Nama Perusahaan : .
Alamat Perusahaan : .
No. Izin Penyelenggara Reklame : .
Lokasi/Titik Dimohon : .
Luas : .. m

Demikian Surat Pengantar Permohonan ini disampaikan untuk dapat dipergunakan seperlunya.


A.N.SEKRETARIS DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA
*)

Kepala Biro / Kepala Pusat / Kepala






(Nama Lengkap)
NIP.

*)
Coret Yang Tidak Perlu




9


Lampiran II Surat Edaran Menteri PU
Nomor : 14/SE/M/2011
Tanggal : 03 November 2011
Perihal : Tata Cara Penyewaan Tanah dan
Sarana/ Prasarana Kementerian
Pekerjaan Umum Untuk
Penyelenggaraan Reklame.


TATA CARA PENYEWAAN TANAH SERTA SARANA DAN PRASARANA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
UNTUK PENYELENGGARAAN REKLAME
DENGAN NJOP LEBIH DARI RP 5.000.000.000,00













































10



Lampiran III Surat Edaran Menteri PU
Nomor : 14/SE/M/2011
Tanggal : 03 November 2011
Perihal : Tata Cara Penyewaan Tanah dan
Sarana/ Prasarana Kementerian
Pekerjaan Umum Untuk
Penyelenggaraan Reklame.


TATA CARA PENYEWAAN TANAH SERTA SARANA DAN PRASARANA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
UNTUK PENYELENGGARAAN REKLAME
DENGAN NJOP LEBIH DARI RP 1.000.000.000 S/D RP 5.000.000.000,00












































11



Lampiran IV Surat Edaran Menteri PU
Nomor : 14/SE/M/2011
Tanggal : 03 November 2011
Perihal : Tata Cara Penyewaan Tanah dan
Sarana/ Prasarana Kementerian
Pekerjaan Umum Untuk
Penyelenggaraan Reklame.


TATA CARA PENYEWAAN TANAH SERTA SARANA DAN PRASARANA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
UNTUK PENYELENGGARAAN REKLAME
DENGAN NJOP S/D RP 1.000.000.000,00