Anda di halaman 1dari 8

Cara Menghitung Kriteria Obyektif (Hasil Ukur)

CARA PENENTUAN KRITERIA OBYEKTIF


Berdasarkan pada skala Likert (Metode Penelitian Administrasi Sugiyono, 2011), dimana item jawaban
dari setiap pertanyaan diberi skor, maka penilaian jawaban di kuesioner digolongkan dalam empat skor
yaitu :
1. VARIABEL TANGIBLE
Sangat Penting : 4
Penting : 3
Kurang Penting : 2
Tidak Penting : 1

Jadi :
Skor tertinggi (X) : Jumlah pertanyaan X skor tertinggi
: 4 X 4 = 16
: 16/16 X 100% = 100 %
Skor terendah : Jumlah pertanyaan X Skor terendah
: 4 X 1 = 4
: 4/16 X 100 % = 25 %
Range (R) : Skor tertinggi skor terendah
: 100 % - 25 %
: 75 %
Kategori : 2
Interval : R/K = 75 % / 2 = 37,5 %
Range Standar : 100 % - 37, 5 % = 62,5%
Kriteria Obyektifnya :
Tidak Sesuai : Jika persentase total jawaban responden memiliki nilai, < 62,5 %
Sesuai : Jika persentase total jawaban responden memiliki nilai, > 62,5 %























VARIABEL

Bicara tentang variabel penelitian, kita memang harus mendefinisikan dengan jelas dan tegas. Terkait dg
ini, ada 3 pertanyaan penting, yaitu (a). apakah variabel itu, (b). apakah definisi operasional variabel?
dan (c). apakah indikator itu?.

(a). Apakah yang dimaksud dengan variabel ?

Ini sudah dijelaskan di sini! Silakan dipelajari.

(b). Apa yang dimaksud dengan Definisi operasional variabel?

Ada 2 macam definisi. Definisi konsep dan definisi opersional.

Definisi konsep adalah definisi yang telah menjadi teori. Teori ini ada dalam setiap buku teks yang
disarankan oleh para dosen (sesuai bidang ilmu masing-masing).

Misalnya,
Menurut pendapat X, motivasi adalah....., perilaku konsumen adalah...., perilaku organisasi adalah....,
pelatihan adalah......, strategi produk adalah...., penetapan harga adalah....., promosi adalah...., distribusi
adalah....kepuasan konsumen adalah.....lingkungan kerja adalah....., kepuasan kerja adalah....,
produktivitas adalah...., kinerja adalah......, pelanggan adalah...., konsumen adalah..., pasar
adalah...penjualan adalah.....dll

Dalam karya ilmiah berupa skripsi (S1), tesis (S2) dan disertasi (S3/program doktor), definisi konsep ini
diuraikan dalam Bab Tinjauan Teori atau Tinjauan Kepustakaan. Itu semua adalah definisi konsep.

Selanjutnya, apa yang dimaksud Definisi operasional variabel?

Definisi operasional variabel adalah pengertian variabel (dalam definisi konsep) tersebut, secara
operasional, secara praktik, secara riil, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti.

Operationalization is the process of strictly (dengan tegas) defining variables into measurable factors.
The process defines fuzzy (samar) concepts and allows them to be measured, empirically (secara
berdasarkan pengalaman) and quantitatively.

Operasionalisasi (variable) adalah proses mendefinisikan variable dengan tegas, sehingga menjadi
faktor-faktor yang dapat diukur. Mengapa?

Definisi konsep, sering masih samar bagi pembaca. Bagi orang awam, definisi konsep bisa masih
sangat samar (fuzzy). Itulah sebabnya, operasionalisasi variable atau mendefinisikan variable secara
lebih tegas, menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Perhatikan ilustrasi hipotesis (penelitian) berikut!

"Anak-anak tumbuh lebih cepat jika mereka mengkonsumsi sayuran"

Apa yg dimaksud dengan pernyataan tersebut?

Perhatikan kata "anak-anak"!
Siapa anak-anak yang dimaksud dalam penelitian itu?
Apakah mereka dari Amerika, Indonesia, Afrika?
Ada begitu banyak anak-anak di dunia, bagaimana Anda mendefinisikan sampel penelitian?

Perhatikan kata "tumbuh"!
Bagaimana kata tumbuh didefinisikan?
Bertambah berat, tinggi, tumbuh secara mental, atau tumbuh lebih kuat?
Bagaimana kemudian kita mendefinisikan sampel penelitian?

Lalu perhatikan kata lebih cepat!
Bagaimana mengukur/melihatnya?
Unit atau skala waktu apa yang akan digunakan?

Lalu perhatikan juga kata sayuran!
Begitu banyak ragam sayuran di dunia ini.
Sayuran mana yang Anda teliti?

Inilah mengapa sebabnya operasionalisasi variable menjadi bagian yang sangat penting dilakukan
dalam penelitian.

Tiap faktor yang secara konsep masih samar, harus dibuat definisinya dengan lebih tegas. Ini akan
terkait dengan pengambilan sample penelitian nantinya.

Contoh lain:

Menurut Fandy Tjiptono (1997), kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja
atau hasil yang dirasakan. (INI DEFINISI KONSEP).

Apa yang dikemukakan oleh Fandy tersebut adalah pengertian secara umum. Padahal saya kan sedang
mengadakan penelitian tentang kepuasan/ketidakpuasan pelanggan terhadap Kinerja Maju Unggul
Airlines? Jadi, bagaimana?

Definisi konsep saja belum cukup bagi pembaca. Saya harus mendefinisikan variabel, secara lebih
operasional (dapat dimengerti/jelas/tegas/terukur). Inilah yang dimaksud Definisi Operasional.

Apa sebenarnya yang saya maksud dengan kepuasan pelanggan DALAM penelitian yang sedang saya
lakukan ini?

Apa sebenarnya yang saya maksud dengan kinerja DALAM penelitian saya ? (sekali lagi, yang SAYA
maksud dalam penelitian saya ini, bukan yang dimaksud oleh orang lain-meskipun secara prinsip tetap
merujuk pada definisi konsep)

Nah, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah yang dimaksud dengan definisi operasional variabel
penelitian saya.

Sayaharus mendefinisikan (secara lebih operasional/tegas) variabel kepuasan dan saya juga harus
mendefinisikan (secara lebih operasional/tegas) variabel kinerja.

Jadi, sebagai gambaran, Anda dapat menuliskannya seperti ini:

Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan kepuasan pelanggan adalah kepuasan pelanggan Maju
Unggul Airlines, yang berarti perbedaan antara harapan konsumen Maju unggul, Airlines., dengan
kinerja Maju Unggul., Airlines.

Secara operasional, variabel kepuasan pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan Maju Unggul
Airlines, yang dinyatakan dengan rasa sangat tidak puas hingga sangat puas, terhadap kinerja Maju
Unggul Airlines.

Perhatikan!, konsumen diminta memberi respon terhadap kinerja Maju Unggul Airlines. Oleh karenanya,
Anda harus mendefinisikan kinerja. Anda harus ingat Maju Unggul Airlines, bergerak dalam bidang apa?
Jasa penerbangan, misalnya. Maka, Anda harus cari teori yang terkait dengan kinerja. Dengan kata lain,
temukan dulu definisi konsepnya. Anda dapat berangkat dari sini:

Menurut Peppard dan Rowland (1995), faktor yang sering digunakan dalam mengevaluasi kepuasan
adalah performance, features, reliability, conformance to specification, ......(INI ADALAH DEFINISI
KONSEP).

Menurut Fandy Tjiptono (1997), dalam mengevaluasi atau menilai kinerja jasa yang bersifat intagible,
umumnya menggunakan beberapa faktor antara lain reliability, assurance, tangible, emphaty,
responsiveness.(INI ADALAH DEFINISI KONSEP)

Sekarang tentang definisi operasional kinerja,
Kinerja, dalam penelitian ini adalah kinerja Maju Unggul, Airlines, yang diukur (dilihat) dari lima faktor
pelayanan, yaitu reliability, assurance, tangible, emphaty, responsiveness. Apakah ini sudah selesai?

Ini belum selesai!
Belum cukup operasional, ini masih samar! Karena pembaca masih akan bertanya-tanya apa yang anda
maksud dengan reliability, assurance, tangible, emphaty, responsiveness. Selama pembaca masih
meraba-raba, masih belum jelas, itu berarti definisi anda belum mencapai "definisi operasional" (masih
berkutat pada definisi konsep).

Tanda-tanda bahwa definisi operasional Anda jelas adalah : pembaca tidak lagi punya pertanyaan
tentang variabel anda, sebab Anda sudah menjelaskan hingga tuntas, sampai pada bagaimana cara
mengukurnya. Artinya, semua sudah terjelaskan.

Oleh karenanya, cari dan putuskan terlebih dahulu definisi konsep mana yang Anda rujuk/ Anda
gunakan sebagai rujukan/referensi, untuk masing-masing faktor/variabel tersebut, yakni apa yang
dimaksud dengan reliability, assurance, tangible, emphaty, responsiveness. LALU>>>

Cobalah mendefinisikan secara operasional dengan mengikuti pola seperti ini:
Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan reliability adalah terbang tepat waktu dan tiba di tujuan
sesuai jadwal....,
yang dimaksud dengan assurance adalah.... reputasi yang baik dalam hal keselamatan penumpang,
Tangible adalah....pesawat, tempat pemesanan tiket, seragam...
Emphaty adalah....memahami kebutuhan khusus penumpang, mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
Responsiveness adalah..... sistem ticketing, inflight dan penanganan bagasi yang cepat,
(c). Apa yang dimaksud dengan indikator?

Definisi operasional (seperti telah dijelaskan sebelumnya), sangat erat kaitannya dengan indikator.
Berbicara Indikator adalah bicara ukuran dan bagaimana cara mengukurnya.

Masih relevan dengan contoh di atas.
Indikator bahwa pelanggan puas terhadap kinerja Maju Unggul, Airlines ,adalah mereka (responden)
memberi nilai sangat penting/ sangat setuju/sangat baik hingga sangat tidak penting/ sangat tidak
setuju/sangat tidak baik/sangat tidak puas terhadap hal-hal/pernyataan berikut:
Maju Unggul Airlines, terbang tepat waktu dan sampai di tujuan dengan tepat waktu
Maju Unggul Airlines, memiliki pesawat yang bagus dan nyaman
Maju Unggul Airlines, menyediakan tempat pemesanan tiket yang memadahi, bagus dan nyaman
Seragam pramugari Maju Unggul Airlines, sedap dipandang mata
Maju Unggul Airlines, mempunyai reputasi yang baik dalam hal keselamatan penumpang
Maju Unggul Airlines memahami kebutuhan khusus penumpang,
Maju Unggul Airlines mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
Maju Unggul Airlinesmenyediakan sistem ticketing yang bagus dan canggih,
Maju Unggul Airlines menyediakan layanan inflight yang bagus,
Maju Unggul Airlines menangani bagasi dengan cepat tepat dan aman.
Nah, itulah ilustrasi tentang variabel dan indikator. Bagaimana?

Anda tidak akan dapat menentukan indikatornya sebelum menemukan definisi konsepnya dan membuat
penjelasan tentang definisi operasional variabel penelitian Anda. Selamat belajar!

Terima kasih sudah membaca! Baca juga Kiat Menulis Karya Ilmiah, di sini!
Salam bahagia penuh karya