Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

METODOLOGI RISET DAN STATISTIK


Hubungan Fungsi dan Kenyamanan Jalur Pedestrian
Di Jalan Ngesrep Timur V, Tembalang, Semarang


DOSEN PENGAMPU: Dr. Ir. Edi Purwanto, M.T


Disusun Oleh:
Sagita Firmansyah (21020112140170)
KELAS B




JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
ii



DAFTAR ISI
Halaman Judul ........................................................................................................................ i
Daftar Isi. ............................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................ 2
1.3 Tujuan Penelitian dan SasaranPenelitian.......................................................................... 2
1.3.1 Tujuan Penelitian............................................................................................... 2
1.3.2 Sasaran Penelitian.............................................................. 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA................................................................................................. 3
2.1 Teori dan Konsep Pedestrian.................................................................................... 3
2.1.1 Pengertian Pedestrian.. ................................................................................................ 3
2.1.2 Fungsi jalur pedestrian terhadap Perkembangan Kota.................................................. 3
2.2 Teori kenyamanan pejalan kaki ..................................................................................... 4
2.2.1 Pengertian kenyamanan ............................................................................................... 4
2.2.2 Kriteria Kenyamanan.................................................... 4
2.3 Teori penataan lingkungan pada jalur pedestrian............................................................ 4
2.3.1 Aspek Kenyamanan LIngkungan pada Jalur Pedstrian................................................. 5
2.3.2 Fasilitas Pendukung Penataan LIngkungan pada Jalur Pedestrian................................ 5
DAFTAR PUSTAKA................................. 6



1

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Semarang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, sebagai sebuah kota terbesar
di Jawa Tengah, maka Semarang tentu memiliki kompleksitas masalah perkotaan.
Permasalahan perkotaan ini dapat kita temui di beberapa daerah di Semarang, antara lain
yaitu daerah Tembalang, Semarang. Di Tembalang terdapat jalan utama yang
menghubungkan dengan kampus Universitas Diponegoro, jalan tersebut adalah Jalan
Ngesrep Timur V. Setiap harinya jalan ini selalu dipenuhi dengan kendaraan bermotor.
Kendaraan bermotor ini tentu akan menimbulkan kerugian bagi kawasan tersebut.
1
Fasilitas untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sebetulnya sudah ada,
namun fasilitas kendaraan umum dirasa masih kurang optimal, ketidak optimal ini di
karenakan beberapa sebab antara lain kurangnya kenyamanan di kendaraan umum
(banyak fasilitas yang rusak), alasan keamanan, durasi perjalanan yang cenderung lama,
serta kurangnya arahan dari pemerintah untuk menggunakan kendaraan umum.
Untuk mengatasi masalah yang ada di Jalan Ngesrep Timur V maka perancang kota
perlu memanfaatkan ruang publik dengan optimal. Pemanfaatan ruang publik ini
khususnya dimanfaatkan untuk membangun kawasan pejalan kaki, hal ini karena kawasan
pejalan kaki memiliki beberapa manfaat antara lain dengan berjalan kaki orang dapat
menajungkau suatu tempat yang tidak dapat dilalui dengan kendaraan, dapat
menyehatkan tubuh, dan menurut Shirvani (1985) jalur pelajan kaki merupakan elemen
penting perancangan kota. Ruang pejalan kaki dalam konteks kota dapat berperan untuk
menciptakan lingkungan manusiawi. Hal ini disebut menciptakan lingkungan manusiawi
karena merangsang orang-orang untuk saling berinteraksi. Dilihat dari manfaat,
pembuatan pedestrian ways, cara ini adalah cara yang paling cocok untuk mengatasi
permasalahan kemacetan dan kesemerawutan akibat volume kendaraan yang berlebihan.
Di Jalan Ngesrep Timur V sendiri sebetulnya telah terdapat fasilitas pedestrian ways,
namun fasilitas ini tidak termanfaatkan dengan optimal, dan fasilitas ini kini cenderung
terbengkalai dan juga mulai beralih fungsi menjadi tempat utama PKL. Dari uraian diatas
dapat dilihat fungsi dari pedestrian, namun kami belum melihat apakah ketidak
optimalan penggunaan pedestrian karena tidak terpenuhinya kenyamanan bagi para
pejalan kaki.
2

1
= Problem Area
2
= Problem Finding
2

1.2 Perumusan Masalah
Penelitian ini berusaha mengungkap hubungan fungsi dan kenyamanan jalur
pedestrian Jalan NgesrepTimur V. Berusaha untuk mengetahui faktor-faktor properti pada
jalur pedestrian yang berhubungan dengan kenyamanan pejalan kaki. Dan meneliti hal
tersebut kita dapat menentukan apakah jalur pedestrian di Jalan Ngesrep Timur V sudah
memenuhi standar kenyamanan.

1.3 Tujuan Penelitian dan Sasaran Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian ini untuk:
Mengetahui hubungan fungsi jalur pedestrian dikawasan Jl. Ngesrep Timur V
ditinjau dari aspek kenyamanan penggunanya dan untuk mengetahui pola perilaku
pejalan kaki sehingga dapat membuat desain pedestrian ways yang lebih nyaman
1.3.2 Sasaran Penelitian
Penelitian akan ditujukan kepada pejalan kaki di Jalan Ngesrep Timur V, penelitian
ini mengambil beberapa variasi dari mulai umur, kegiatan pejalan kaki selama
berjalan, serta tujuan berjalan kaki.












3

BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Teori dan Konsep Pedestrian
2.1.1 Pengertian Pedestrian
Istilah pedestrian dalam bahasa Yunani disebut pedos yang berarti kaki sehingga
pedestrian dapat diartikan dengan pejalan kaki atau orang yang berjalan kaki. Pedestrian
juga diartikan sebagai pergerakan atau sirkulasi atau perpindahan orang atau manusia dari
satu tempat ke titik asal (origin) ketempat lain sebagai tujuan (destination) dengan
berjalan kaki (Rubenstein,1992).
Keberadaan jalur pedestrian sangatlah penting apalagi jalur pedestrian merupakan
sebuah solusi terhadap permasalahan yang ada di kota-kota besar seperti Semarang.
Pentingnya jalur pedestrian dalam sebuah perancangan kota diungkap juga oleh pakar
perancangan kota Hamid Shirvani (1985) dalam bukunya yang berjudul The Urban
Design Process yang menyebutkan ada 8 elemen perancangan kota, yakni landuse,
building form & massing, circulation & parking, open space, pedestrian wys, activity
support,signage dan preservation.
Jalur pedestrian yang baik adalah jalur pedestrian yang dapat menampung seluruh
kegiatan pejalan kaki dengan aman dan nyaman. Jalur pedestrian juga sebaiknya dapat
mengurangi kecenderungan orang untuk menggunakan kendaraan bermotor, hal ini tentu
perlu dipertimbangkan dalam merancang sebuah pedestrian.
Shirvani (1985), mengatakan bahwa jalur pejalan kaki harus dipertimbangkan sebagai
salah satu perancangan kota. Jalur pejalan kaki adalah bagian dari kota dimana orang
bergerak dengan kaki, biasanya disepanjang sisi jalan.
2.1.2 Fungsi Jalur Pedestrian terhadap Perkembangan Kota
Fungsi jalur pedestrian pada masa ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan kota, fungsi tersebut yakni sebagai fasilitas pejalan kaki, sebagai unsur
keindahan dalam rancangan kota, sebagai media interaksi sosial, sebagai sarana
konservasi kota dan sebagai tempat bersantai serta bermain.
Menurut Murtomo dan Aniaty (1991) jalur pedestrian di kota-kota besar mempunyai
fungsi terhadap perkembangan kehidupan kota, antara lain adalah:
1. Pedestrianisasi dapat menumbuhkan aktivitas yang sehat sehingga mengurangi
kerawanan kriminalitas
4

2. Pedestrianisasi dapat merangsang berbagai kegiatan ekonomi sehingga akan
berkembang kawasan bisnis yang menarik
3. Pedestrianisasi sangat menguntungkan sebagai ajang kegiatan promosi, pameran,
periklanan, kampanye dan lain sebagainya
4. Pedestrianisasi dapat menarik bagi kegiatan sosial, perkembangan jiwa dan spiritual
5. Pedestrianisasi mampu menghadirkan suasana dan lingkungan yang spesifik, unik dan
dinamis di lingkungan pusat kota
6. Pedestrianisasi berdampak pula terhadap upaya penurunan tingkat pencemaran udara
dan suara karena berkurangnya kendaraan bermotor yang lewat.
Kesimpulan:
Jalur pedestrian adalah sebuah elemen perancangan kota dimana jalur tersebut digunakan
khusus digunakan untuk kendaraan bukan motor
Fungsi jalur pedestrian pada masa sekarang ini disesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan kota, fungsi tersebut yakni sebagai fasilitas pejalan kaki, sebagai unsur
keindahan dalam rancangan kota, sebagai media interaksi sosial, sebagai sarana konservasi
kota dan sebagai tempat bersantai serta bermain.
2.2 Teori Kenyamanan Pejalan Kaki
2.2.1 Pengertian Kenyamanan

Menurut Weisman (1981), kenyamanan adalah suatu keadaan lingkungan yang
memberi rasa yang sesuai dengan panca indera dab antropemetry disertai fasilitas yang
sesuai dengan kegiatannya. Antropemetry adalah proporsi dan dimensi tubuh manusia
serta karakter fisiologis lain-lainnya dan sanggup berhubungan dengan berbagai kegiatan
manusia yang berbeda-beda.
Sementara menurut Iswanto (2006) kenyamanan merupakan segala sesuatu yang
memperlihatkan dirinya sesuai dan harmonis dengan penggunaan suatu ruang. Jalur
pedestrian memiliki peran penting dalam pembentukan arsitektur kota, tentu
mengutamakan kenyamanan sebagai pertimabangan aspek manusiawi.
2.2.2 Kriteria Kenyamanan
Menurut Uterman (1984) kenyamanan dipengaruhi oleh jarak tempuh. Faktor yang
mempengaruhi jarak tempuh adalah :
5

Waktu yang berkaitan dengan maksud atau kepentingan berjalan kaki
Kenyamanan orang berjalan kaki dipengaruhi oleh cuaca dan jenis aktifitas.
Tingkat kenyamanan pejalan kaki dalam melakukan aktivitas berjalan dapat dicapai apabila
jalur pedestrian tersebut lancar dan bebas dari hambatan aktivitas lain yang menghalngi
pejalan kaki , selain itu jalur pedestrian harus lebar agar dapat menampung arus lalu lintas
pejalan kaki dari dua arah, maupun . Adapun untuk menunjang kenyamanan pejalan kaki di
jalur pedestrian adalah adanya fasilitas yang berupa tempat peristirahatan yang cukup, adanya
telepon umum yang memadai, adanya tempat sampah serta tempat menunggu kendaraan
umum.
2.3 Teori Penataan Lingkungan pada Jalur Pedestrian
2.3.1 Aspek Kenyamanan Lingkungan pada Jalur Pedestrian
2.3.2 Fasilitas Pendukung Penataan Lingkungan pada Jalur Pedestrian












6

Daftar Pustaka

Iswanto, D. (2006). Pengaruh Elemen-Elemen Pelengkap Jalur pedestrian terhadap
Kenyamanan Pejalan Kaki. Journal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman.
Rubenstein, H. M. (1992). Pedestrian Malls, Streetscapes, and Urban Spaces. John Wiley
and Sons.
Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold
Company.
York, U. (1984). Accomodating the Pedestrian. New York: Van Nostran Roinhora Company.
Weisman, J, .(1981). Modeling Environtmental Relation
Peraturan Menteri pekerjaan umum.nomor : 30 / prt /m / 2006 Tentang Pedoman Teknis
Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan