Anda di halaman 1dari 4

Polip Kolon

Polip kolon merupakan lesi yang berasal dari permukaan mukosa yang meluas kearah luar. Tarikan pada
massa polip dapat menghasilkan polip brttangkai, atau pedunculated polyp. Polip dapat juga meluas
tanpa tangkai yang mencuat,atau sessile polyp. Polip terbentuk sebagai hasil dari proses inflamasi,
pematangan perkembangan, atau arsitektur mukosa yang abnormal. Neoplasma kolon dapat bersifat
jinak atau ganas, dan polip jenis ini sama sekali tidak mempunyai potensi menjadi keganasan.
Neoplasma jinak sejati (lipoma, tumor karsinoid, dan leiomioma) jarang terdapat pada kolon. Akan
tetapi polip kolon, sangat sering ditemukan dan merupakan peralihan antara neoplasma jinak dan
ganas. Terdapat tiga bentuk polip kolon : adenoma pedunkulasi, adenoma vilosa, dan poliposis familial.
Namun ada juga yang membagi empat, yaitu : adenomatosa, hiperplastik,harmartomatosa, dan
inflamatorik. Namun secara histologik polip diklasifikasikan sebagai neoplastik atau non-neoplastik. Polip
hamartomatosa yang disebut sebagai polip non-neoplastik tidak mempunyai potensi keganasan yang
termasuk didalamnya adalah polip hiperplastik, hamartomatosa, agregat limfoid, dan polip inflamatorik.
Sedangkan polip neoplastik atau adenoma atau neoplasia epitel usus. adalah tipe yang mempunyai
potensi keganasan yang menurut klasifikasi WHO terdiri atas bentuk tubuler, tubulovilus,atau adenoma
vilus bergantung daripada penampakan dan volume dari jaringan vilus. 1,2,3,4,



Polip tipe adenomatosa mempunyai kaitan yang erat terhadap kanker kolorektal, karena mempunyai
penyebaran yang sama dalam kolon seperti kanker. Kebanayakan kanker kolorektal, tidak peduli apa
etiologinya, berasal dari polip adomatous. Secara klinis, kemungkinan polip adenomatous untuk menjadi
kanker tergantung dari penampakan polip, gambaran histologist, dan ukurannya. Polip adenomatous
mungkin berbentuk besar dan bertangkai atau sessile (permukaannya rata). Hanya sekitar 1 % polip
adenomatous yang berukuran < 1 cm yang bersifat maligna, sedangkan polip yang ukurannya > 2 cm
yang bersifat maligna persentasinya naik hingga 40 %. Perjalanan karsinoma-adenoma ini memunculkan
masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, karena kanker kolorektal adalah penyebab paling banyak
kedua dari angka kematian akibat spesifik kanker di amerika serikat. Oleh karenanya penanganan yang
tepat dari polip kolon mungkin bisa mengurangi resiko dari kematian akibat kanker kolorektal, resiko
keganasan meningkat terkait dengan ukuran dan juga derajat komponen dari vilus.1,2,14,18


INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI


Berdasarkan penelitian dari autopsi didapatkan bahwa polip terdapat pada lebih dari 30% orang berusia
diatas 60 tahun. Sekitar 70-80% dari polip yang direseksi adalah tipe adenomatosa. Dari data lain
didapatkan bahwa dari otopsi dan pemeriksaan sigmoidoskopi menunjukkan bahwa 7-10% populasi
diatas 45 tahun terserang. Polip jenis adenoma pedunkulasi menyerang kedua jenis kelamin dan semua
umur, walaupun frekuensi bertambah seiring bertambahnya usia. Bentuk polip pedunkulasi lain yang
sering terjadi pada anak-anak dibawah umur 10 tahun adalah polip juvenilis, yang kadang juga bisa
terjadi pada orang dewasa. Sedangkan poliposis familial merupakan gangguan yang jarang terjadi.
Diturunkan secara genetik dominan dan ditandai oleh adanya ratusan polip adenoma baik yang
pedunkulasi maupun yag sesil diseluruh usus besar. Kedua kelamin terserang sama banyak. Polip tidak
terdapat pada waktu lahir, tapi biasanya muncul saat pubertas.1,2


DAFTAR PUSTAKA

1. Price, Sylvia A & Wilson, Lorraine M. Fisiologi (proses-proses penyakit), Edisi empat. Jakarta.EGC 2005

2. Anonymus, Management of Colonic Polyps And Adenomas. Available at : www.ssat.org 2010

3. Bond, john H. polyp guideline : diagnosis, treatment, and surveillance, for patients with colorectal
polyps. Minneapolis. The American Journal of Gastroenterologi. 2000

4. Dudley, H.A.F An Aid to Clinical Surgery. Edisi tiga. Melbourne. Churchill livingstone. 1984

Polip kolon (EwiqLiny^_^V)

1. Polip Kolon
a. Definisi
Polip merupakan neoplama yang berasal dari permukaan mukosa dan melua kearah luar. Terdapat tiga
bentuk polip kolon: adenoma pendunkulasi,adema ilosa dan poliposis familial.
Adenoma pedunkulasi(juga dinamakan polip adenomatosaatau adeno polipoid) berbentuk seperti bola
dilekatkan pada membran mukosa oleh tungkai yang tipis. Polip jenis ini yang menyerang kedua jenis
kelamin dan pada semua umur, walaupun frekuensinya bertambah dengan meningkatnya usia. Otopsi
dan pemeriksaan moidoskopi menunjukkan bahwa 7-10% populasi diatas 45 tahun terserang. Walaupun
polip pedunkulasi dapat terjadi pada setiap bagian kolon, namun lebih sering terletak pada 25-30 cm
bagian distal. Polip pedunkulasi dapat tunggal atau majmuk; biasanya bergaris tengah 0.5-1 cm. secara
histology,polip terdiri dari kelenjar-klenjar yang berpoliferas. Kaitan antara polip adenomatosa dengan
kanker kolon masih di perdebatkan, karena polip adenomatosa mempunyai penyebaran yang sama
dalam kolon seperti kanker dan sering dikaitkan dengan kangker. Umunyan mereka dianggap tidak
berbahaya. Akan tetapi, bila polip majemuk atau bila garis tengah kepala lebih besar dari 1,0
cm,kemungkinan ganas akan lebih besar.
Bentuk polip pedunkulasi lain yang paling seringterjaddi pada anak- anak dibawah 10 tahun adalah
polipjuvenilis. Polip juvenilis sering kali besar, vascular, dan mempunyai pedikel yang panjang. Diduga
bersifat radang dan dapat disertai perdarahan atau prolapsus melalui anus. Polip juenilis kadang- kadang
terjadi pada orang dewasa.
Adenoma vilosa (papiloma venosa,adenoma sesil),berbeda dengan adenoma pedunkulasi,merupakan
tumor sesil(tak bertangkai). Dengan mata terlanjang permukaannya jelas berbentuk papilar dan tampak
sebagai masa nodular. Secara histologis, lesi terdiri atas tonjolan- tonjolan seperti jari (vilosa). Biasanya
soliter pada kolon sigmoid atau rectum. Adenoma vilosa umumnya besar (lebih dari 5 cm) dan
frekuensinya sekitar seperdelpan adenoma pedunkulasi. Keganasan jauh lebih sering terjadi pada tumor
ini (kemungkinan 25%) dibandingkan adenoma pedunkulasi.
Poliposis familial merupakan gangguan yang jarang terjadi. Diturunkan secara genetic dominant dan
ditandai oleh adanya ratusan polip adenoma baik yang pedunkulasi atau sesil diseluruh usus besar.
Kedua kelamin diserang sama banyak. Poli tidak terdapat pada waktu lahir, tetapi biasanya timbul
sekitar pubertas. Kemungkinan timbulnya kanker meningkat dengan bertambahnya usia dan hampir
100% terdapat sekitar usia 40 tahun.

b. Gambaran klinis
Kebanyakan polip adenoma adalah asimtomatik dan ditemukan secara kebetulan pada pemerikasaan
sigmoidoskopi,enema barium atau pada otopsi. Bila polip menimbulkan gejala, umumnya berupa
perdarahan yang nyata atau samar. Kadeang-kadang, polip yang besar dapat menimbulkan intususepsi
dan menyebabkan obstruksi usus. Diare dan pengeluaran mucus dapat dikaitkan dengan adenoma vilosa
yang besar dan foliposis familial.

c. Pengobatan
Pengobatan polip kolon dipengaruhi oleh pertentangan mengenai kemungkinan keganasannya. Karena
keungkinan keganasanya pada poliposis familial tidak di ragukan lagi, maka keadaan ini diobati dengan
proktokolektomi total dan ileorektal anatomosis. Bila rectum di pertahankan, maka perlu diperikasa
secara periodic terhadap kanker.
Cara pengobatan adenoma pedunkulasi atau adenoma vilosa tidak jelas. Pada umumnya, polip yan garis
tengahnya lebih besar ari 2 cm, mejemuk atau vilosa dianggap mempunyai derajat keganasan yang
tinggi dan sebaiknya dibuang. Polip pedunkulasi tunggal, dan bergaris tengah kurang dari 1 cm jarang
menjadi ganas dan dapat diobseravasi berkala.
Polip dapat dieksisi dari bawah melalui sigmoidoskop atau kolonoskop. Lesi yang lebih besar dan
adenoma ilosa diatasi dengan laparotomi dan reseksi segmental.