Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum

Laboratorium Teknik Material II


Modul C Jominy End-Quench Test
Oleh :
Kelompok : 2
Anggota (NIM) : !ilal Adhi M" ( #$%##&&# )
Kartika '" Karina ( #$%##&&% )
!intang Mahendra ( #$%##&#( )
Muhammad )ikri *uliandi ( #$%##&2+ )
Merdi,a Agung -aputra ( #$%##&.% )
Tanggal Praktikum : / No,ember 2&#$
Tanggal Pen0erahan Laporan : ## No,ember 2&#$
Nama A1i1ten (NIM) : Tirta Kurniarta -umar1ono
(#$%&(&2$)
Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material
Program -tudi Teknik Material
)akulta1 Teknik Me1in dan 'irgantara
In1titut Teknologi !andung
2&#$
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
-i2at mekanik merupakan 1alah 1atu poin penting 0ang perlu diperhatikan
ketika memilih dan mereka0a1a 1uatu material" -alah 1atu 1i2at mekanik adalah
kekera1an" 'alam kondi1i tertentu kita ingin mereka0a1a kekera1an dari
material3 4ontohn0a ba5a3 agar nilai kekera1ann0a meningkat" -alah 1atun0a
adalah dengan 4ara melakukan heat treatment 0ang dilakukan dengan 4ara
pendinginan 4epat (quench)3 1ehingga akan didapat 2a1a martensite 0ang
ber1i2at kera1" Mudah atau tidakn0a terbentukn0a )a1a Martensite dapat
din0atakan melalui 1i2at mampu kera1 (Hardenability) material ter1ebut"
6ntuk dapat mengetahui 1i2at mampu kera1 material ter1ebut dengan pro1e1
perlakuan pana13 telah dikembangkan dengan beberapa metode 0aitu metode
Krau11!aine dan Jominy End-Quench Test. 'ilakukan per4obaan 7omin0
karena metode ini lebih mudah dan 1ederhana" 'igunakan 1pe1imen 1ilinder
bukan bola ba5a 1eperti Krau11!aine3 1ehingga 1pe1imen 0ang ada tidak perlu
dipotong untuk diukur kekera1ann0a" -elain itu metode bola ba5a ter1ebut
membutuhkan ban0ak 1pe1imen untuk per4obaann0a3 1edangkan Jominy End-
Quench Test tidak membutuhkan ban0ak 1pe1imen3 4ukup 1atu"
1.2 Tujuan
#" Menentukan hardenability curve dari AI-I +#+2
2" Menentukan 2aktor 0ang memengaruhi 1i2at mampu kera1 material
BAB II
TEORI DASAR
Jominy End-Quench Test di temukan oleh 8alter 9" 7omin0 dan A" L"
!oegehold pada tahun #($%" -tandar pro1edur dari per4obaan ini diatur oleh
A-TM A2..#&" -pe1imen 1ilinderbar dengan diameter #"& in4h dan pan5ang
+"& in4h di pana1kan dalam tungku dengan Temperatur au1teni1a1in0a 0aitu
:&&(&& C 1elama $& menit" -etelah itu 1pe1imen dikeluarkan dari tungku
kemudian di ;uen4h dengan menggunakan medium air (kran air dengan
temperatur air . 1ampai $&C) 0ang di1emprotkan dari bagian ba<ah 1pe1imen
1e5auh #2"% mm 1elama tidak kurang dari #& menit" Pengeluaran 1pe1imen
1ampai pen0emprotan <aktu 0ang di1arankan 0aitu tidak lebih dari . detik
agar tidak 1empat membentuk 2a1a bainite atau pearlite"
-pe1imen menurut A-TM A2..
6ntuk mengukur kekera1ann0a3 1pe1imen haru1 dibuat 2 flat #:& dera5at dengan
minimum kedalaman &"&#. in4h menggunakan soft-grinding wheel 1upa0a tidak
ter5adi tempering pada material ter1ebut" 'engan menggunakan =o4k<ell C untuk
ba5a heat treatment diukur kekera1ann0a pada 2lat 1pe1imen ter1ebut 1etiap #>#/
in" (#"/ mm) untuk #/ poin pertama (2."+ mm)3 lalu #:3 2&3 223 2+3 2:3 dan $2 per
enambela1 in4h 1elan5utn0a" -elan5utn0a nilai ter1ebut diplot pada gra2ik terhadap
nilai kekera1an pada titiktitik ter1ebut3 didapatlah hardenability curve. -uatu
1pe1imen bia1an0a memiliki ,aria1i dari kompo1i1i dan ratarata be1ar butir
1ehingga bia1an0a dibuat kur,a hardenability band pada indu1tri 0ang ber2ung1i
untuk mengidenti2ika1i 1uatu material" Metoda lain untuk mengukur hardenabilit0
1uatu material adalah metoda krau11baine" Tetapi metode ini tidak dipakai lagi
karena membutuhkan ban0ak 1pe1imen dan 5uga untuk mengukur kekera1ann0a
bola ba5a haru1 dipotong 1ehingga nilai kekera1an 0ang didapat tidak e2ekti2"
Normali?ing adalah
BAB IV
ANALISIS DATA
'ari per4obaan 7omin0 end;uen4h te1t ini didapat kur,a hardenabilit0
dibandingkan dengan kur,a hardenabilit0 band AI-I +#+2 dari literatur 1ebagai
berikut :
'apat dilihat kur,a hardenabilit0 ter1ebut tidak ma1uk dalam gra2ik hardenabilit0
band"
Terdapat nilai kekera1an 0ang 5auh (2& @=C) antara gra2ik hardenabilit0
dan bata1 minimum hardenabilit0 band" @al ini ter5adi karena temperatur
pemana1an tungku han0a 1ampai :&& C" Padahal Temperatur au1teni1a1i AI-I
+#+2 adalah (2. C" 'apat di1impulkan 0ang ter5adi di1ini bukan penguatan
material dengan pembentukan 2a1a marten1ite3 melainkan bainite" Karena dilihat
dari kekera1ann0a3 nilai tertinggin0a han0a $& @=C" A1um1i 2a1a 0ang terbentuk
di1impulkan karena menurut literatur nilai kekera1an AI-I +#+2 adalah #. @=C"
Nilai Kekera1an 0ang rendah ter1ebut 5uga ter5adi karena 1pe1imen
a<aln0a terkoro1i 1ehingga menganggu la5u pendinginan pada 1pe1imen 1ehingga
pemana1an 1pe1imen men5adi kurang e2ekti2" -elain itu pada 1aat mengeluarkan
1pe1imen3 terdapat 5eda <aktu lebih dari . detik dari tungku ke pro1e1 ;uen4hing3
padahal menurut A-TM hal ini tidak di1arankan ter5adi" -pe1imen ter1ebut 1udah
ter;uen4h terlebih dahulu dengan medium udara 1ebelum dengan medium air"
@al ini dapat memengaruhi nilai kekera1an karena 5ika la5u pendinginan tidak
4epat maka 0ang terbentuk bukan 2a1a marten1ite 1ehingga nilai kekera1an 0ang
diperoleh tidak ma1uk kedalam kur,a hardenabilit0 band"
Pada 1aat pengu5ian kera13 pada 1pe1imen di lakukan pro1e1 ma4hining
0aitu di kikir" Pro1e1 ini menimbulkan gore1an pada 1pe1imen3 1ehingga gore1an
ter1ebut dapat memengaruhi nilai kekera1an" Menurut A-TM3 2lat1 dibuat dengan
1o2tgrinding <heel 1ehingga tidak menimbulkan gore1an" 'an lagi3 pada 1aat
pengu5ian kera1 dudukan 0ang dipakai untuk 1pe1imen adalah dudukan A"
'udukan A ini menimbulkan indenta1i 0ang tidak e2ekti2 karena 1pe1imen dapat
berge1er 1aat diberi indentor3 0ang bere2ek ketidak ,alidan pengukuran nilai
kekera1an"
Terdapat nilai 0ang naik pada #&mm3 %.mm dan (.mm dari 5arak ;uen4h
end" 'ata ter1ebut diperoleh karena ke1alahan praktikan dalam menempatkan
1pe1imen ke dudukan ;uen4h 1ehingga po1i1i 1pe1imen miring" Oleh karena itu3
air dari kran tidak han0a mengenai bagian ba<ah 1pe1imen tetapi men0embur ke
bagian ata1 5uga3 1ehingga nilai kekera1an pada titik ter1ebut naik"
DAFTAR PUSTAKA
Calli1ter3 8illiam '" Material1 -4ien4e and 9ngineering An Introdu4tion3 :th
edition3 p" +22+$2
Krau113 Beorge" Prin4iple1 o2 heat treatment o2 1teel" #(:&" p" #2%#/&
http:CC<<<"mat<eb"4omC1ear4hCdata1heet"a1pDE
matguidF4$/e2:&424.2+#a/b&/%2ee+&b(2(%+bG4k4kF# (diak1e1 ##C##C#$)
LAPIRAN
A" Tuga1 1etelah praktikum
-oal"
#" !uat gra2ik dari ha1il per4obaan dan berikan anali1i1n0aH
2" !uat kur,a gra2ik hardenabilit0 band dengan perhitungan dari ba5a 0ang
ditentukan 1etelah praktikumH
$" Apa pen0ebab 1e4ondar0 hardening dan temper ambrittlement pada pro1e1
penemperan ba5aE
7a<aban"
#"
Anali1i1: 1emakin 5auh 5arak dari ;uen4hed end3 maka 1emakin ke4il hardne11
pada titik ter1ebut" @al ini di1ebabkan karena ketika di1tan4ed 2rom ;uen4hed end
F & mm maka akan terbentuk #&& I 2a1a marten1ite3 dan ketika .mm dan
1eteru1n0a3 2a1a marten1ite 0ang terbentuk tidak akan #&&I karena di1tribu1i
pendinginan 1emakin 5auh 5arakn0a akan 1emakin ke4il bahkan ketika diu5ung ata1
1pe1imen ada kemungkinan 2a1a 0ang terbentuk &I marten1ite" Tetapi dari data
didapat ke4a4atan 0aitu 1emakin 5auh3 hardne11 bi1a meningkat"
2"
$" pen0ebab dari 1e4ondar0 hardening adalah pengotor ber5eni1 karbida"
Pen0ebab dari temper embrittlement adalah perpaduan dari mangan3 nikel3 atau
4romium dan ma1ukn0a antimon03 pho1phoru13 ar1eni43 dan tin 1ebagai pengotor
akan men0ebabkan tran1i1i material 0ang memiliki pengotor dan perpaduan
ter1ebut men5adi geta1"
!" Literatur AI-I +#+2