Anda di halaman 1dari 9

PERALATAN DI KAMAR OPERASI

Alat bedah adalah alat yang dirancang untuk digunakan untuk kegiatan pembedahan,
seperti membedah hewan, manusia, dan sebagainya. Beberapa bagian juga diperlukan dalam
pembuatan sediaan botani. Sebelum kita melakukan pembedahan kita harus memiliki
pengetahuan mengenai sarana dan prasarana penunjang dalam pembedahan sehingga kita
tidak salah dalam penggunaan alat tersebut, karena setiap alat memiliki fungsi tertentu.
Alat alat bedah dibedakan berdasarkan fungsinya(Jain 2012), yaitu :
1. Delivery set
Delivery set adalah kumpulan alat bedah
yang dirancang untuk para ahli bedah
agar lebih higienis dalam melakukan
pembedahan.




2. Deletion and Curatage set
Deletion and Curatage set dirancang
untuk digunakan pada pembedahan
bagian organ dalam seperti ginjal.





3. Minor Operating Set
Minor operating set atau alat bedah minor
adalah peralatan standar yang harus dimiliki
oleh ahli bedah dengan pembedahan yang
sederhana.




4. Racheostomy














Adapun yang termasuk di dalam kelompok alat bedah minor berdasarkan Bachsinar
1992 adalah:
1. Nald vooder/Needle Holder/Nald Heacting
Gunanya adalah untuk memegang jarum jahit (nald heacting) dan sebagai
penyimpul benang.

2. Gunting
Gunting Diseksi (disecting scissor)
Gunting ini ada dua jenis yaitu, lurus dan bengkok. Ujungnya biasanga runcing.
Terdapat dua tipe yabg sering digunakan yaitu tipe Moyo dan tipe Metzenbaum.
Gunting Benang
Ada dua macam gunting benang yaitu bengkok dan lurus, kegunaannya adalah
memotong benang operasi, merapikan lukan.
Gunting Pembalut/Perban
Kegunaannya adalah untuk menggunting plester dan pembalut.






3. Pisau Bedah
Pisau bedah terdiri dari dua bagian yaitu gagang dan mata pisau
(mess/bistouri/blade). Kegunaanya adalah untuk menyayat berbagai organ atau
bagian tubuh manusia. Mata pisau disesuaikan dengan bagian tubuh yang akan
disayat.












4. Klem (Clamp)
Klem Arteri Pean
Ada dua jenis yang lurus dan bengkok. Kegunaanya adalah untuk hemostatis
untuk jaringan tipis dan lunak.
Klem Kocher
Ada dua jenis bengkok dan lurus. Sifatnya mempunyai gigi pada ujungnya seperti
pinset sirugis. Kegunaannya adalah untuk menjepit jaringan.
Klem Allis
Penggunaan klem ini adalah untuk menjepit jaringan yang halus dan menjepit
tumor.
Klem Babcock
Penggunaanya adalah menjepit dock atau kain operasi.










5. Retraktor (Wound Hook)
Retraktor langenbeck, US Army Double Ended Retraktor dan Retraktor Volkman
penggunaannya adalah untuk menguakan luka.








6. Pinset
Pinset Sirugis
Penggunaannya adalah untuk menjepit jaringan pada waktu diseksi dan penjahitan
luka, memberi tanda pada kulit sebelum memulai insisi.
Pinset Anatomis
Penggunaannya adalah untuk menjepit kassa sewaktu menekan luka, menjepit
jaringan yang tipis dan lunak.
Pinset Splinter
Penggunaannya adalah untuk mengadaptasi tepi-tepi luka ( mencegah
overlapping).












7. Deschamps Aneurysm Needle
Penggunaannya adalah untuk mengikat pembuluh darah besar.















8. Wound Curet
Penggunaannya dalah untuk mengeruk luka kotor, mengeruk ulkus kronis.













9. Sonde (Probe)
Penggunaannya adalah untuk penuntun pisau saat melakukan eksplorasi, dan
mengetahui kedalam luka.










10. Korentang
Penggunaannya adalah untuk mengambil instrumen steril, mengambil kassa, jas
operasi, doek, dan laken steril.








11. Jarum Jahit
Penggunaanya adalah untuk menjahit luka yang dan menjahit organ yang rusak
lainnya. Untuk menjahit kulit digunakan yang berpenampang segitiga agar lebih
mudah mengiris kulit (scharpe nald). Sedangkan untuk menjahit otot dipakai yang
berpenampang bulat ( rounde nald ).








12. Scrub Station
Scrub station atau scrub up, adalah bak cuci tangan bagi Dokter ahli bedah dan
petugas medik yang akan mengikuti langsung pembedahan di dalam ruang
operasi.








13. Mesin Anesthesi
Mesin anestesi adalah peralatan medik yang berfungsi untuk pembiusan pada
pasien yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesi sebelum dilakukan
pembedahan oleh dokter spesialis bedah. Lokasi peralatan anestesi ini ada di
kamar bedah. Untuk mengoperasikan mesin anestesi ini diperlukan gas oksigen
(O2), gas nitrous oksida (N2O), dan zat anestesi. Disamping gas dan zat tersebut
di atas, idealnya juga dilengkapi dengan vakum medik, udara tekan dan sistem
buangan gas anestesi.









14. Ventilator
Ventilator umumnya digunakan di ruang operasi dan di ruang ICU untuk
mengalirkan ventilasi mekanis ke paru-paru. Ventilator berfungsi sebagai alat
bantu pernapasan pada pasien yang dalam kondisi fisik cukup lemah.
Penggunaannya di kamar bedah bersama sama dengan mesin anestesi.











15. Aspirator.
Aspirator yang digunakan dalam kamar bedah dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu
aspirator yang digunakan oleh dokter bedah untuk menghisap darah, atau zat lain
dari tubuh pasien selama pembedahan disebut aspirator bedah.

16. Suction Unit.
Suction Unit adalah alat yang digunakan untuk memperoleh daya hisap dengan
melalui pompa suction/vakum, yang menyatu dengan unit aspiratornya.
Penggunaannya terutama di kamar bedah, atau dilokasi lain, seperti ICU/ICCU
dan ruang perawatan.