Anda di halaman 1dari 7

Identifikasi alkaloid

Alkaloid merupakan kelompok senyawa yang mengandung nitrogen dalam bentuk gugus
fungsi amin. Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang besar. Pada umumnya,
alakaloid mencakup senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom N
sebagai bagian dalam surem siklik.
Struktur alkaloid beraneka ragam dari yang sederhana sampai yang rumit, dari efek
biologisnya yang menyegarkan tubuh sampai toksik. Satu contoh yang sederhana, tetapi yang
efeknya tidak sederhana adalah nikotin. Nikotin dapat menyebabkan penyakit jantung , kanker
paru-paru, kanker mulut, tekanan darah tinggi, dan gangguan terhadap kehamilan dan janin.
Cara identifikasi sebanyak ! ml sampel dibasakan dengan laritan amonium "#$ %tes
dengan kertas p&' kemudian dipartisi dengan kloroform %( ) !ml'. *raksi kloroform
digabungkan lalu diasamkan dengan &+l " ,. -arutan asam dipisahkan dan diuji dengan
pereaksi dragendorf atau mayer. .ndapan kuning jingga atau putih menunjukan adanya alkaloid.
/ujuan penambahan Ammonia berfungsi untuk membasakan dan pengendapan alkaloid
agar dapat diperoleh alkaloid dalam bentuk garam atapun alkaloid dalam bentuk basa bebas.
0loroform digunakan dengan tujuan dapat menarik senyawa alkaloid karena alkaloid
mempunyai kelarutan yang baik dalam kloroform, alkohol, tetapi tidak larut dalam air meskpun
dapat larut dalam air panas. Setelah itu diberikan pereaksi dragendorf dimana jika terbentuk
endapan kuning jingga berarti terdapat alkaloid atau pereaksi mayer bila terdapat endapan putih
menunjukan adanya alkaloid.
2. Identifikasi flavonoid
*la1onoid adalah kelompok senyawa fenil propanoid dengan kerangka karbon +2-+3-+2.
*la1onoid dan isofla1onoid adalah salah satu golongan senyawa metabolit sekunder yang banyak
terdapat pada tumbuh-tumbuhan, khususnya dari golongan leguminoceae %tanaman berbunga
kupu-kupu'. 0andungan senyawa fla1onoid dalam tanaman sangat rendah yaitu sekitar (! $.
Senyawa-senyawa tersebut pada umunya dalam keadaan terikat 4 konjugasi dengan senyawa
gula.
*la1onoid dalam tumbuhan mempunyai empat fungsi
"' Sebagai pigmen warna
(' *ungsi fisiologi
3' Akti1itas farmakologi
5' *la1onoid dalam makanan
Cara identifikasi dilakukan dengan menggunakan reagen atau pereaksi 6illstater,
Smith-,atcalfe dan Na7& "#$ karena dapat menghasilkan terjadinya perubahan warna yang
menunujukan bahwa ekstrak tersebut positif mengandung senyawa yang termasuk dalam
golongan fla1onoid. Pada uji willstater akan terjadi perubahan warna dari coklat muda menjadi
kuning muda. Pada uji smith-,atcalfe akan terjadi perubahan warna dari +oklat muda menjadi
kuning muda dan pada uji dengan pereaksi Na7& "#$ akan terjadi perubahan warna dari +oklat
muda menjadi kuning muda. fla1onoid yang ditambahkan dengan pereaksi 6illstater, Smith-
,atcalfe dan Na7& "#$ kan berubah warna, hal ini dikarenakan fla1onoid termasuk dari
senyawa fenol. 8ila fenol direaksikan dengan basa akan terbentuk warna yang disebabkan
terjadinya sistem konjugasi dari gugus aromatik.
3. Identifikasi kuinon
0uinon adalah senyawa berwarna dan mempunyai kromofor dasar seperti kromofor pada
benzokuinon, yang terdiri atas ( gugus karbonil yang berkonyugasi dengan ( ikatan rangkap
karbon 9 karbon. 6arna pigmen kuinon alam beragam, mulai dari kuning pucat sampai ke
hampir hitam. 6alaupun kuinon tersebar secara luas, namun perannya terhadap warna tumbuhan
sangat kecil. :adi, pigmen ini sering terdapat dalam kulit, akar, atau jaringan lain, namun warna
pigmen kuinon ini tidak mendominasi.
Cara identifikasi ;ntuk memastikan suatu pigmen termasuk kuinon atau bukan, dapat
dilakukan dengan reaksi warna. <eaksi yang khas adalah reduksi bolak-balik yang mengubah
kuinon menjadi semyawa tanwarna, kemudian warna kembali lagi bila terjadi oksidasi oleh
udara. <eaksi dapat digunakan dengan menggunakan natrium borohidrida dan oksidasi ulang
dapat dilakukan dengan mengocok larutan itu diudara. ;ntuk kebanyakan kuinon, hasil uji
reduksi dalam larutan yang agak basa lebih mencolok dan oksidasi ulang di udara lebih cepat.
0uinon menuknjukan geseran batokrom yang kuat dalam basa, tetapi ini bukan ciri khasnya.
Selain itu untuk mendeteksi kuinon juga dapat digunakan pereaksi larutan natrium hidroksida "
N. 8ila terbentuk wama merah menunjukkan adanya kuinon.
4. Identifikasi saponin
Saponin merupakan senyawa glikosida kompleks yaitu senyawa hasil kondensasi suatu
gula dengan suatu senyawa hidroksil organik yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula
%glikon' dan non-gula %aglikon'. Saponin ini terdiri dari dua kelompok saponin triterpenoid dan
saponin steroid. Saponin banyak digunakan dalam kehidupan manusia, salah satunya terdapat
dalam lerak yang digunakan untuk bahan pencuci kain %batik' dan sebagai shampo. Saponin
dapat diperoleh dari tembuhan melalui ekstraksi.
Cara identifikasi : ;ji Saponin dilakukan dengan metode *orth yaitu dengan cara
memasukkan ( m- sampel kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan "# m- akuades
lalu dikocok selama 3# detik, diamati perubahan yang terjadi. Apabila terbentuk busa yang
mantap %tidak hilang selama 3# detik' maka identifikasi menunjukkan adanya saponin. ;ji
penegasan saponin dilakukan dengan menguapkan sampel sampai kering kemudian
mencucinya dengan heksana sampai filtrat jernih. <esidu yang tertinggal ditambahkan
kloroform, diaduk ! menit, kemudian ditambahkan Na(S75 anhidrat dan disaring. *iltrat
dibagi enjadi menjadi ( bagian, A dan 8. *iltrat A sebagai blangko, filtrat 8 ditetesi anhidrat
asetat, diaduk perlahan, kemudian ditambah &(S75 pekat dan diaduk kembali.
/erbentuknya cincin merah sampai coklat menunjukkan adanya saponin. /imbulnya
busa pada uji *orth menunjukkan adanya glikosida yang mempunyai kemampuan
membentuk buih dalam air yang terhidrolisis menjadi glukosa dan senyawa lainnya
%<usdi, "==#'. <eaksinya yaitu
5. Identifikasi triterpenoid
/riterpenoid adalah sekelompok senyawa turunan asam me1alonat. /riterpenoid yang
paling penting dan tersebar luas adalah triterpenoid pentasiklik. Senyawa ini ditemukan dalam
tumbuhan seprimitif sphagrum, tetapi yang paling umum pada tumbuhan berbiji.
Cara identifikasi digunakan pereaksi --8, &(S75 pekat dan &(S75 !#$. >igunakan
pereaksi ini karena dapat menghasilkan terjadinya perubahan warna yang menunujukan bahwa
ekstrak tersebut positif mengandung senyawa yang termasuk dalam golongan triterpen. Pada uji
triterpen yang menggunakan pereaksi --8, &(S75 pekat dan &(S75 !#$., terjadi perubahan
warna, hal ini disebabkan oleh ;ji warna -iebermann- 8urchard %-8' berguna untuk mengetahui
adanya senyawa saponin baik triterpenoid maupun steroid. ;ji warna -iebermann- 8urchard
%-8' . Apabila pada campuran timbul kecoklatan atau 1iolet pada perbatasan dua pelarut
menunjukkan adanya triterpen, sedangkan munculnya warna hijau kebiruan menunjukkan
adanya sterol. &asil uji warna -iebermann- 8urchard %-8' terhadap sampel adalah terjadinya
perubahan warna pada sampel yaitu terbentuknya cincin warna coklat muda. Sedangkan hasil uji
warna -iebermann- 8urchard %-8' terhadap ekstrak terjadinya perubahan warna pada sampel
yaitu terbentuknya cincin warna coklat tua.
6. Identifikasi steroid
Steroid adalah suatu kelompok senyawa yang mempunyai kerangka dasar
siklopentanaperhidrofenantrena, mempunyai empat cincin terpadu.senyawa-senyawa ini
mempunyai efek fisiologi tertentu. Steroid umumnya berada dalam bentuk bebas sebagai
glikosida sederehana. &ormon-hormon seks yang dihasilkan terutama pada testis dan indung
telur adalah suatu steroid. &ormon jantan disebut androgen dan hormon betina estrogen dan
hormon kehamilan progesteron.
Cara identifikasi ;ntuk pendeteksian steroid dengan metode 0-/ cukup dengan
melarutkannya dengan etanol lalu bercak nodanya disemprot dengan anisaldehid asam sulfat dan
dipanaskan. :ika ekstrak positif mengandung steroid, maka akan timbul noda merah uingu atau
ungu. Steroid juga dapat didentifikasi dengan uji Salkoswki yaitu memasukkan #.3 gram ekstrak
dalam tabung reaksi yang dilarutakan dalam "! m- etanol. /ujuannya adalah untuk memisahkan
gugus steroid dengan gugus senyawa lain. >igunakan etanol dikarenakan etanol merupaka
pelarut yang uni1ersal karena dapat memisahkan senyawa dari yang bersifat polar sampai non
polar. Selain itu, etanol dapat memisahkan komponen steroid secara optimal, aman dalam
pemakaian, tidak merusak komponen senyawa, tidak berbahaya bagi lingkungan, oekonomis
serta mudah didapatkan. Setelah larutan ekstrak homogeny, campuran dibagi menjadi 3 bagian
yaitu ??A, ??8 dan ??+. -arutan ??A digunakan sebagai blanko, ??+ ditambahakan "-( m- &(S75
pekat melalui dinding tabung reaksi. /ujuan penambahan ini untuk memutuskan ikatan gula pada
senyawa. :ika ikatan gula terlepas maka adanya steroid bebas pada sampel akan ditandai dengan
adanya cincin yang berwarna merah. Apabila hal ini tidak muncul maka tidak mengandung
steroid bebas. Pada ekstrak yang didiujikan positif mengandung steroid. &al ini ditandai adanya
cincin berwarna merah.
7. Identifikasi tannin/ polifenol
/anin dapat berfungsi sebagai astringent dan memiliki kemampuan untuk menyamak
kulit. Secara kimia, tanin adalah ester yang dapat dihidrolisis oleh pemanasan dengan larutan
asam sampai menghasilkan senyawa fenol, biasanya merupakan deri1ate atau turunan dari asam
garlic dan gula.
Senyawa polifenol adalah suatu senyawa yang berasal dari tumbuhan, dimana salah satu
cirinya adalah mengandung cincin aromatik yang tersubstitusi oleh dua atau lebih gugus fenol.
>ua gugus fenol, hidrolisis dan terkondensasi terdiri dari tanin yang merupakan suatu zat yang
penting secara ekonomi sebagai agen untuk menghaluskan kulit dan juga penting untuk tujuan
kesehatan. 8aru 9 baru ini ditemukan adanya fakta 9 fakta yang mendukung nilai potensialnya
sebagai sitotoksik dan atau sebagai agen antineoplastic.
Cara identifikasi Proantosianidin dapat dideteksi langsung dalam jaringan tumbuhan
hijau dengan mencelupkan kedalam &+l (, mendidih selama setengah jam. 8ila terbentuk
warna merah yang dapat diekstraksi dengan amil atau butil alkohol, maka ini merupakan bukti
adanya senyawa tersebut.
8. Identifiksi kumarin
Cara identifikasi &asil ekstrak dari sampel yang ditotolkan pada plat 0-/, pada
pengujian dengan ;@ terdapat garis warna merah maka positif terdapat kumarin. :ika sampel uji
mengandung kumarin, kumarin akan terpisah dari komponen lainnya secara kromatografi berupa
bercak noda. 0eberadaan kumarin akan dapat diamati bila pada plat 0-/, dimana plat dengan
penambahan Na7& dan deteksi menggunakan ;@. 0umarin yang bereaksi dengan Na7& akan
terlepas gugus laktonnya dan dengan berikatan dengan logam Na, sehingga terbentuk senyawa
yang akan berfluorosensi merah-orange bila diamati dengan lampu ;@ yang penampakan noda
ini spesifik untuk keberadaan kumarin pada sampel uji. ;ntuk uji kumarin ini belum diketahui
pereaksi kimia untuk uji identifikasinya. Namun dapat diuji dengan pengamatan fluorosensinya
dengan lampu ;@ 32! nm. Atau dapat juga diuji dengan 0-/ dengan adanya standar murni
kumarin.
BAB III
PE!"!P
>ari makalah tersebut dapat di simpulkan hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder
didapatkan hasil sebagai berikut
". ;ntuk identifikasi golongan alkaloid terbentuk endapan kuning jingga atau putih.
(. ;ntuk identifikasi golongan flavonoid terbentuk endapan berwarna merah.
3. ;ntuk identifikasi golongan kuinon terbentuk endapan berwarna merah.
5. ;ntuk identifikasi golongan saponin menghasilkan busa dengan ketinggian 1 cm selama 5
menit lebih.
!. ;ntuk identifikasi golongan triterpenoid terbentuk endapan berwarna ungu.
2. ;ntuk identifikasi golongan steroid ditandai adanya cincin berwarna merah.
A. ;ntuk identifikasi golongan tannin terbentuk endapan berwarna biru kehitaman.
B. ;ntuk identifikasi golongan kumarin pada pengujian dengan ;@ terdapat garis warna merah
dan pada pengujian kromatografi terdapat bercak noda.