Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
Luka bakar merupakan cedera yang cukup sering dihadapi para dokter. Luka
bakar berat dapat menyebabkan morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi
dibandingkan dengan cedera oleh sebab lain. Biaya yang dibutuhkan untuk
penanganannya pun tinggi. Di Amerika Serikat, kurang lebih 25. orang mengalami
luka bakar membutuhkan tindakan emergensi, dan sekitar 2! penderita luka bakar
meninggal dunia. Di "ndonesia, belum ada angka pasti mengenai luka bakar, tetapi
dengan bertambahnya jumlah penduduk serta industri, angka luka bakar tersebut makin
meningkat.
Luka bakar menyebabkan hilangnya integritas kulit dan juga menimbukan efek
sistemik yang sangat kompleks. Luka bakar biasanya dinyatakan dengan derajat yang
ditentukan oleh kedalaman luka bakar. Beratnya luka bergantung pada dalam, luas, dan
letak luka. Selain beratnya luka bakar, umur dan keadaan kesehatan penderita
sebelumnya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi prognosis.
!
!
BAB II
LAPORAN KASUS
". #asien
a. $ama % $n. &
b. 'mur % !( tahun
c. )elamin % #erempuan
d. #ekerjaan % *ahasis+a
e. #endidikan % #erguruan ,inggi
f. Alamat% &, ( #ematang Sulur
"". Latar Belakang Sosial-.konomi-Demografi-Lingkungan )eluarga
a. Status perka+inan % Belum menikah
b. /umlah anak % -
c. Saudara % Anak pertama dari 2 bersaudara
d. Status .konomi % 0ukup
e. )B % -
f. )ondisi &umah %
1s tinggal di kosan. 1s tinggal di rumah beratap genteng, berdinding
beton, dan berlantai keramik, terdiri dari 2 ruangan, yaitu ruangan tidur
dan kamar mandi. ,idak ada dapur, 2entilasi terdiri dari dua 2entilasi di
atas dan jendela. )amar mandi terletak di kamar tidur. Listrik ada. ,idak
ada halaman rumah. Air untuk mandi menggunakan air #DA* sementara
air untuk minum berasal dari A3ua 4alon.
g. )ondisi Lingkungan )eluarga
#asien tinggal sendiri
""". Aspek #sikologis %
#asien merupakan perempuan sehingga keluhan luka bakar ini sedikit banyak
mengganggu aktifitasnya saat kuliah karena faktor penampilan.
"5. &i+ayat #enyakit Sebelumnya %
#asien menyatakan tidak pernah mengalami keluhan ini sebelumnya. #asien tidak
mempunyai ri+ayat penyakit lain sebelumnya
5. &i+ayat #enyakit Sekarang
2
#asien mengeluh merasakan sakit di bagian kaki. )aki pasien sebelumnya terluka
karena terkena knalpot motor. A+alnya timbul gelembung pada kaki pasien,
kemudian pecah sendiri dan saat ini ber+arna kemerahan. #asien mengeluhkan
lukanya sedikit berair disertai dengan perih. #asien sedikit mengeluhkan kondisi
kakinya karena cukup mengganggu pergerakan saat beraktifitas. #asien sudah
pernah mendapatkan salep untuk mengobati luka bakarnya namun karena pasien
tidak teratur menggunakan obatnya, saat ini lukanya semakin nyeri.
5". #emeriksaan 6isik
Status #resent
)ondisi 'mum % Sedang
)esadaran % 0ompos *entis
40S % .755*8
,ekanan Darah % !9:;
$adi % <=:i
&espirasi % 22=:i
Suhu Aksila % ,idak diukur
,B % !89 cm
BB % 5! kg
Status 4eneral
*ata % Anemis -:-, "kterik -:-, &efleks 0ahaya >:> isokor
,?, % dbn
Leher % #embesaran )4B @-A, /5# 5-2 cm?21
,hora= %
#aru % "nspeksi % Deformitas @-A, Simetris, /ejas @-A
#alpasi % Stem 6remitus sama kiri kanan
#erkusi % Sonor di kedua lapangan paru
Auskultasi % 5esikuler >:>, &onkhi -, BheeCing D
/antung % "nspeksi % "ctus )ordis tidak tampak
#alpasi % ,idak diperiksa
#erkusi % ,idak diperiksa
Auskultasi % S!-S2 $ormal, 4allop -, *urmur D
9
Abdomen %
"nspeksi % distensi -, striae D
Auskultasi % Bising 'sus normal, metalic sound -, burburitme D
#alpasi % ?epar:Lien sulit dinilai
#erkusi % ,impani di seluruh lapangan abdomen
.kstremitas % Akral ?angat, 0&, E 2 detik, edema -:-
Status Lokalisata % ,erdapat thermal injury @luka bakarA dengan pinggiran
eritematosus, bula @-A, terletak pada regio patella sinistra.
'sulan #emeriksaan
,idak ada.
5"". Diagnosa )erja
Luka Bakar Derajat "" regio #atella Sinistra
5""". *anajemen
a. #romotif
!. *enghindari kontak dari luka bakar
2. Sering membersihkan luka dengan menggunakan betadine,
sebelumnya luka dibersihkan dulu dengan air bersih
9. *enghindari kontak dengan benda-benda iritan, benda-benda
yang kotor, dan sejenisnya
b. #re2entif
!. ?indari paparan terhadap benda-benda yang dapat menyebabkan
luka bakar
2. /ika sudah terkena luka akibat thermal @panasA, segera basuh
dengan air dingin yang mengalir, jangan diberikan Cat-Cat lain
karena dapat memperburuk kondisi luka.
7
c. )uratif
!. $on-6armakologi % Bound ,reatmen dengan menggunakan
betadine dan saline normal:$a0l .(F
2. 6armakologi %
#aracetamol tab 5 mg 9 = ! tab
Amo=icillin tab 5 mg 9 = ! tab
BurnaCid Galf 9 = !
D"$AS ).S.?A,A$ )1,A /A*B"
#'S).S*AS S"*#A$4 "5 S"#"$
Dr. ?arlan )asyfil A. S"#. 4!A!;;;
,gl. 29 /uni 2!7
&: #aracetamol tab 5 mg $o. "H
S9dd tab ! p.r.n
&: Amo=icillin tab 5 mg no."H
S9dd tab !
&: BurnaCid Calf no !
S9dd s.u.e
#ro % $n.&
'mur % !( tahun
5
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Luka bakar merupakan cedera yang cukup sering dihadapi para dokter. Luka
bakar berat dapat menyebabkan morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi
dibandingkan dengan cedera oleh sebab lain. Biaya yang dibutuhkan untuk
penanganannya pun tinggi. Di Amerika Serikat, kurang lebih 25. orang mengalami
luka bakar membutuhkan tindakan emergensi, dan sekitar 2! penderita luka bakar
meninggal dunia. Di "ndonesia, belum ada angka pasti mengenai luka bakar, tetapi
dengan bertambahnya jumlah penduduk serta industri, angka luka bakar tersebut makin
meningkat.
Luka bakar menyebabkan hilangnya integritas kulit dan juga menimbukan efek
sistemik yang sangat kompleks. Luka bakar biasanya dinyatakan dengan derajat yang
ditentukan oleh kedalaman luka bakar. Beratnya luka bergantung pada dalam, luas, dan
letak luka. Selain beratnya luka bakar, umur dan keadaan kesehatan penderita
sebelumnya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi prognosis.
!
Etiologi
#enyebab luka bakar yang tersering adalah terbakar api langsung yang dapat
dipicu atau diperparah dengan adanya cairan yang mudah terbakar seperti bensin, gas
kompor rumah tangga, cairan cairan dari tabung pemantik api, yang akan menyebabkan
luka bakar pada seluruh atau sebagian tebal kulit. #ada anak kurang lebih 8F luka bakar
disebabkan oleh air panas yang terjadi pada kecelakaan rumah tangga, dan umumnya
merupakan luka bakar superfisial, tetapi dapat juga mengenai seluruh ketebalan kulit
@derajat tigaA.
#enyebab luka bakar lainnya adalah pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik,
maupun bahan kimia. Bahan kimia ini bisa berupa asam atau basa kuat. Asam kuat
menyebabkan nekrosis koagulasi, denaturasi protein dan rasa nyeri yang hebat. Asam
hidrofluorida mampu menembus jaringan sampai ke dalam dan menyebabkan toksisitas
sistemik yang fatal, bahkan pada luka yang kecil sekalipun. Alkali atau basa kuat yang
banyak terdapat dalam rumah tangga antara lain cairan emutih pakaian @bleachingA,
berbagai cairan pembersih, dll. Luka bakar yang disebabkan oleh basa kuat akan
8
menyebabkan jaringan mengalami nekrosis yang mencair @liquefactive necrosisA.
)emampuan alkali menembus jaringan lebih dalam lebih kuat daripada asam, kerusakan
jaringan lebih berat karena sel mengalami dehidrasi dan terjadi denaturasi protein dan
kolagen. &asa sakit baru timbul belakangan sehingga penderita sering terlambat datang
untuk berobat dan kerusakan jaringan sudah meluas.
!
Patofisiologi

)ulit adalah organ terluar tubuh manusia dengan luas ,25 m
2
pada anak baru
lahir sampai !m
2
pada orang de+asa. Apabila kulit terbakar atau terpajan suhu tinggi,
pembuluh kapiler diba+ahnya, area sekitarnya dan area yang jauh sekali pun akan rusak
dan menyebabkan permeabilitasnya meningkat. ,erjadilah kebocoran cairan intrakapiler
ke interstisial sehingga terjadi udem dan bula yang mengandung banyak elektrolit.
&usaknya kulit akibat luka bakar akan mengakibatkan hilangnya fungsi kulit sebagai
barier dan penahan penguapan.
)edua penyebab di atas dengan cepat menyebabkan berkurangnya cairan
intra2askular. #ada luka bakar yang luasnya kurang dari 2F, mekanisme kompensasi
tubuh masih bisa mengatasinya. Bila kulit yang terbakar luas @lebih dari 2FA, dapat
<
terjadi syok hipo2olemik disertai gejla yang khas, seperti gelisah, pucat, dingin,
berkeringat, nadi kecil dan cepat, tekanan darah menurun, dan produksi urin berkurang.
#embengkakan terjadi perlahan, maksimal terjadi setelah delapan jam.
#embuluh kapiler yang terpajan suhu tinggi rusak dan permeabilitas meninggi.
Sel darah yang ada di dalamnya ikut rusak sehingga dapat terjadi anemia.
#ada kebakaran dalam ruang tertutup atau bila luka terjadi di +ajah, dapat terjadi
kerusakan mukosa jalan napas karena gas, asap, atau uap panas yang terhirup. 'dem
laring yang ditimbulkannya dapat menyebabkan hambatan jalan napas dengan gejala
sesak napas, takipnea, stridor, suara parau, dan dahak ber+arna gelap akibat jelaga. Dapat
juga terjadi keracunan gas 01 atau gas beracun lainnya. )arbonmonoksida sangat kuat
terikat dengan hemoglobin sehingga hemoglobin tidak mampu lagi mengikat oksigen.
,anda keracunan ringan yaitu lemas, bingung, pusing, mual, dan muntah. #ada keracunan
yang berat terjadi koma. Bila lebih dari 8F hemoglobin terikat 01, penderita dapat
meninggal.
Setelah !2-27 jam, permeabilitas kapiler mulai membaik dan terjadi mobilisasi
serta penyerapan kembali cairan dari ruang interstisial ke pembuluh darah yang ditandai
dengan meningkatnya diuresis.
Luka bakar umumnya tidak steril. )ontaminasi pada kulit mati yang merupakan
medium yang baik untuk pertumbuhan kuman, akan mempermudah infeksi. "nfeksi ini
sulit diatasi karena daerahnya tidak tercapai oleh pembuluh kapiler yang mengalami
trombosis. #adahal, pembuluh ini memba+a sistem pertahanan tubuh atau antibiotik.
)uman penyebab infeksi pada luka bakar, selain berasal dari kulit penderita sendiri, juga
dari kontaminasi kuman saluran napas atas dan kontaminasi kuman di lingkungan rumah
sakit. "nfeksi nosokomial biasanya sangat berbahaya karena kumannya banyak yang
sudah resisten terhadap berbagai antibiotik.
#ada a+alnya, infeksi biasanya disebabkan oleh kokus 4ram positif yang berasal
dari kulit sendiri atau dari saluran napas, tetapi kemudian dapat terjadi in2asi kuman
4ram negatif. Pseudomonas aeruginosa yang dapat menghasilkan eksotoksin protease
dan toksin lain yang berbahaya, terkenal sangat agresif dalam in2asinya pada luka bakar.
"nfeksi pseudomonas dapat dilihat dari +arna hijau pada kasa penutup luka bakar. )uman
;
memproduksi enCim penghancur keropeng yang bersama dengan eksudasi oleh jaringan
granu lasi membentuk nanah.
"nfeksi ringan dan nonin2asif @tidak dalamA ditandai dengan keropeng yang
mudah terlepas dengan nanah yang bayak. "nfeksi yang in2asif ditandai dengan keropeng
yang kering dengan perubahan jaringan di tepi keropeng yang mula-mula sehat menjadi
nekrotikI akibatnya, luka bakar yang mula-mula derajat dua menjadi derajat tiga. "nfeksi
kuman menimbulkan 2askulitis pada pembuluh kapiler di jaringan yang terbakar dan
menimbulkan trombosis.
Bila penderita dapat mengatasi infeksi, luka bakar derajat dua dapat sembuh
dengan meninggalkan cacat berupa parut. #enyembuhan ini dimulai dari sisa elemen
epitel yang masih 2ital, misalnya sel kelenjar sebasea, sel basal, sel kelenjar keringat,
atau sel pangkal rambut. Luka bakar derajat dua yang dalam mungkin meninggalkan
parut hipertrofik yang nyeri, gagal, kaku dan secara estetik sangat jelek.
Luka bakar derajat tiga yang dibiarkan sembuh sendiri akan mengalami
kontraktur. Bila ini terjadi di prsendianI fungsi sendi dapat berkurang atau hilang.
#ada luka bakar berat dapat ditemukan ileus paralitik. #ada fase akut, peristaltis
usus menurun atau berhenti karena syok. /uga peristaltis dapat menurun karena
kekurngan ion kalium.
Stres atau beban faali setra hipoperfusi daerah splangnikus pada penderita luka
bakar berat dapat menyebabkan terjadinya tukak di mukosa lambung atau duodenum
dengan gejala yang sama dengan gejala tukak peptik. )elainan ini dikenal sebagai tukak
0urling atau stress ulcer. Aliran darah ke lambung berkurang sehingga terjadi iskemia
mukosa. Bila keadaan ini berlanjut, dapat timbul ulkus akibat nekrosis mukosa lambung.
Jang dikha+atirkan pada tukak 0urling ini adalah penyulit perdarahan yang tampil
sebagai hematemesis dan:atau melena.
6ase permulaan luka bakar merupakan fase katabolisme sehingga keseimbangan
protein menjadi negatif. #rotein tubuh banyak hilang karena eksudasi, metabolisme
tinggi, dan mudah terjadi infeksi. #enguapan berlebihan dari kulit yang rusak juga
memerlukan kalori tambahan. ,enaga yang diperlukan tubuh pada fase ini terutama
didapat pembakaran protein dari otot skelet. 1leh karena itu, penderita menjadi sangat
kurus, otot mengecil, dan berat badan menurun. )ecacatan akibat luka bakar bisa sangat
(
hebat, terutama bila mengenai +ajah. #enderita mungkin mengalami beban keji+aan
berat akibat cacat tersebut., sampai bisa menimbulkan gangguan ji+a yang disebut
schizophrenia postburn.
!
Luas luka bakar
Luas luka bakar dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh tubuh. #ada orang
de+asa digunakan Krumus (L, yaitu luas kepala dan leher, dada, punggung, perut,
pinggang dan bokong, ekstremitas atas kanan, ekstremitas atas kiri, paha kanan, paha kiri,
tungkai dan kaki kanan, serta tungkai dan kaki kiri masing-masing (F, sisanya !F
adalah daerah genitalia. &umus ini membantu untuk menaksir luasnya permukaan tubuh
yang terbakar pada orang de+asa.
#ada anak dan bayi digunakan rumus lain karena luas relatif permukaan kepala
anak lebih besar. )arena perbandingan luas permukaan bagian tubuh anak kecil berbeda,
dikenal rumus ! untuk bayi dan rumus !-!5-2 untuk anak.
'ntuk anak, kepala dan leher !5F, badan depan dan belakang masing-masing
2F, ekstremitas atas kanan dan kiri masing-masing !F, ekstremitas ba+ah kanan dan
kiri masing-masing !5F.
!
Deraat luka bakar
)edalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya pajanan suhu
tinggi. Selain api yang langsung menjilat tubuh, baju yang ikut terbakar juga
memperdalam luka bakar. Bahan baju yang paling aman adalah yang terbuat dari bulu
domba @+olA. Bahan sintetis, seperti nilon dan dakron, selain mudah terbakar juga mudah
lumer oleh suhu tinggi, lalu menjadi lengket sehigga memperberat kedalaman luka bakar.
Luka bakar derajat satu hanya mengenai epidermis dan biasanya sembuh dalam 5-
< hariI misalnya tersengat matahari. Luka tampak sebagau eritema dengan keluhan rasa
nyeri atau hipersensiti2itas setempat.
Luka bakar derajat dua mencapai kedalaman dermis, tetapi masih ada elemen
epitel sehat tersisa. .lemen epitel tersebut, misalnya sel epitel basal, kelenjar sebasea,
kelenjar keringat, dan pangkal rambut. Dengan adanya sisa sel epitel ini, luka dapat
sembuh sendiri dalam dua sampai tiga minggu. 4ejala yang timbul adalah nyeri,
gelembung atau bula berisi cairan eksudat yang keluar dari pembuluh karena
permeabilitas dindingnya meningkat.
!
Luka bakar derajat tiga meliputi seluruh kedalaman kulit dan mungkin subkutis,
atau organ yang memungkinkan penyembuhan dari dasar lukaI biasanya diikuti dengan
terbentuknya eskar yang merupakan jaringan nekrosis akibat denaturasi protein jaringan
kulit. 1leh karena itu, untuk mendapatkan kesembuhan harus dilakukan skin grafting.
)ulit tampak pucat abu-abu gelap atau hitam, dengan permukaan lebih rendah dari
jaringan sekeliling yang masih sehat. ,idak ada bula dan tidak terasa nyeri.
!
Beratn!a luka bakar
Luka bakar biasanya dinyatakan dengan derajat yang ditentukan oleh kedalaman
luka bakar. Balaupun demikian beratnya luka bergantung pada dalam, luas, dan letak
luka. 'mur dan keadaan kesehatan penderita sebelumnya akan sangat mempengaruhi
prognosis.
Selain dalam dan luasnya luka bakar, prognosis dan penanganan ditentukan oleh
letak luka, usia, dan keadaan kesehatan penderita. #era+atan daerah perineum, ketiak,
leher, dan tangan sulit, antara lain karena mudah mengalami kontraktur. Bayi dan orang
usia lanjut daya kompensisanya lebih rendah, maka bila terbakar digolongkan ke dalam
golongan berat.
!
Petunuk klasifikasi beratn!a luka bakar "enurut ABA
Luka Bakar Berat
M 25 F pada orang de+asa
M 25 F pada anak dengan usia kurang dari ! tahun
M 2 F pada orang de+asa dengan usia lebih dari 7 tahun
M Luka mengenai +ajah, mata, telinga, lengan, kaki, dan perineum yang
M mengakibatkan gangguan fungsional atau kosmetik atau menimbulkan disabiliti.
M LB karena listrik 2oltage tinggi
M Semua LB dengan yang disertai injuri inhalasi atau truma yang berat.
Luka Bakar Se#ang
M !5-25 F mengenai orang de+asa
M !-2 F pada anak usia kurang dari ! tahun
M !-2 F pada orang de+asa usia lebih dari 7 tahun
!!
M EN
Luka Bakar Ringan
M EN
M ENE ! th
M ENN 7 th
M ,idak ada resiko gangguan kosmetik atau fungsional atau disabiliti.
Dari American Burn Association. @!(;7A. 4uidelines for ser2ice standars and se2erity classification in the treatment of
burn injury. Bulletin of the American College of Surgeons, 69@!A, 27-2;.
Pe"eriksaan laboratoriu"
#emeriksaan laboratorium perlu dilakukan pada luka bakar mayor. ?al ini untuk
menunjang tatalaksana, mengingat luka bakar mayor dapat menyebabkan kerusakan yang
lebih berat dan gangguan keseimbangan metabolisme tubuh yang berat. ?al ini harus
dikenali sehingga bisa diatasi secepat mungkin.#emeriksaan yang dapat dilakukan
%?emoglobin, hematokrit, elektrolit, gula darah, golongan darah, kadar 01?b dan kadar
sianida @pada luka bakar akiibat kebakaran di ruanganA.
!,2
Penatalaksanaan
Non "e#ika"entosa
'paya pertama saat terbakar adalah mematikan api pada tubuh, misalnya dengan
menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokan oksigen
pada api yang menyala. )orban dapat mengusahakannya dengan cepat menjatuhkan diri
dan berguling agar bagian pakaian yang terbakar tidak meluas. )ontak dengan bahan
yang panas juga harus cepat diakhiri, misalnya dengan mencelupkan bagian yang
terbakar atau menceburkan diri ke air dingin, atau melepaskan baju yang tersiram panas.
#ertolongan pertama setelah sumber panas dihilangkan adalah merendam daerah
luka bakar dalam air atau menyiramnya dengan air mengalir selama sekurang-kurangnya
lima belas menit. 'paya pendinginan ini, dan upaya mempertahankan suhu dingin pada
jam pertama akan menghentikan proses koagulasi protein sel di jaringan yang terpajan
suhu tinggi. Jang akan terus berlangsung +alaupun api telah dipadamkan, sehingga
destruksi tetap meluas. 1leh karena itu, merendam bagian yang terbakar selama lima
!2
belas menit pertama dalam air sangat bermanfaat untuk menurunkan suhu jaringan
sehingga kerusakan lebih dangkal dan diperkecil, luka yang sebenarya menuju derajat
dua dapat berhenti pada derajat satu, atau luka yang akan menjadi tingkat tiga dihentikan
pada tingkat dua atau satu. #encelupan atau penyiraman dapat dilakukan dengan air apa
saja yang dingin, tidak usah steril.
#ada luka bakar ringan prinsip penanganan utama adalah mendinginkan daerah
yang terbakar dengan air, mencegah infeksi dan memberi kesempatan sisa-sisa sel epitel
untuk berproliferasi, dan menutup permukaan luka. Luka dapat dira+at secara tertutup
atau terbuka.
#ada luka bakar berat, selain penanganan umum seperti pada luka bakar ringan,
kalau perlu, dilakukan resusitasi segera bila penderita menunjukkan gejala syok. Bila
penderita menunjukkan gejala terbakarnya jalan nafas, diberikan campuran udara lembab
dan oksigen. )alau terjadi udem laring, dipasang pipa endotrakea atau dibuat
trakeostomi. ,rakeostomi berfungsi untuk membebaskan jalan napas, mengurangi ruang
mati, dan memudahkan pembersihan jalan napas dari lendir atau kotoran. Bila ada dugaan
keracunan 01, segera diberikan oksigen murni.
Luka akibat asam hidrofluorida perlu dila2ase @cuci bilasA sebanyak-banyaknya
dan diberi gel kalsium glukonat topikal. #emberian kalsium sistemik juga diperlukan
karena asam hidrofluorida mengendapkan kalsium pada luka bakar.
#era+atan lokal adalah mengoleskan luka dengan antiseptik dan membiarkannya
terbuka untuk pera+atan terbuka atau menutupnya dengan pembalut sterila untuk
pera+atan tertutup. )alau perlu, penderita dimandikan dahulu.
Selanjutnya pertolongan diarahkan untuk menga+asi tanda-tanda bahaya dari
AB0 @air+ay, breathing, 0irculationA
Air$a! an# breat%ing
#erhatikan adanya stridor @mengorokA, suara serak, dahak ber+arna jelaga @black
sputumA, gagal napas, bulu hidung yang terbakar, bengkak pada +ajah. Luka bakar pada
daerah orofaring dan leher membutuhkan tatalaksana intubasi @pemasangan pipa saluran
napas ke dalam trakea:batang tenggorokA untuk menjaga jalan napas yang adekuat:tetap
terbuka. "ntubasi dilakukan di fasilitas kesehatan yang lengkap.
!9
&ir'ulation
#enilaian terhadap keadaan cairan harus dilakukan. #astikan luas luka bakar untuk
perhitungan pemberian cairan. #emberian cairan intra2ena @melalui infusA diberikan bila
luas luka bakar N!F. Bila kurang dari itu dapat diberikan cairan melalui mulut. 0airan
merupakan komponen penting karena pada luka bakar terjadi kehilangan cairan baik
melalui penguapan karena kulit yang berfungsi sebagai proteksi sudah rusak dan
mekanisme dimana terjadi perembesan cairan dari pembuluh darah ke jaringan sekitar
pembuluh darah yang mengakibatkan timbulnya pembengkakan @edemaA. Bila hal ini
terjadi dalam jumlah yang banyak dan tidak tergantikan maka 2olume cairan dalam
pembuluh darah dapat berkurang dan mengakibatkan kekurangan cairan yang berat dan
mengganggu fungsi organ-organ tubuh.
Pe"berian 'airan intra(ena
Sebelum infus diberikan, luas dan dalamnya luka bakar harus ditentukan secara
teliti. )emudian, jumlah cairan infus yang akan diberikan dihitung. Ada beberapa cara
untuk menghitung kebutuhan cairan ini.
0ara .2ans
!. Luas luka dalam F = BB dalam kg menjadi mL $a0l per 27 jam.
2. Luas luka dalam F = BB dalam kg menjadi mL plasma per 27 jam.
)eduanya merupakan pengganti cairan yang hilang akibat udem. #lasma
diperlukan untuk mengganti plasma yang keluar dari pembuluh da meninggikan
tekanan osmosis sehingga mengurangi perembesan keluar dan menarik kembali
cairan yang telah keluar.
9. Sebagai pengganti cairan yang hilang akibat penguapan, diberikan 2. cc
glukosa 5F per 27 jam.
Separuh jumlah !>2>9 diberikan dalam ; jam pertama. Sisanya diberikan dalam
!8 jam berikutnya. #ada hari kedua diberikan setengah jumlah cairan hari pertama. #ada
hari ketiga diberikan setengah jumlah cairan hari kedua. #enderita mula-mula dipuasakan
karena peristaltis usus terhambat pada keadaan prasyok, dan mulai diberikan minum
segera setelah fungsi usus normal kembali. )alau diuresis pada hari ketiga memuaskan
dan penderita dapat dikurangi, bahkan dihentikan.
!7
0ara lain yang banyak dipakai dan lebih sederhana adalah menggunakan rumus
Ba=ter, yaitu luas luka bakar dalam F = BB dalam kg = 7mL larutan &inger. Separuh dari
jumlah cairan ini diberikan dalam ; jam pertama, sisanya diberikan dalam !8 jam. ?ari
pertama terutama diberikan kristaloid yaitu larutan ringer laktat . ?ari kedua diberikan
setengah cairan pertama.
#emberian cairan dapat ditambah @jika perluA, misalnya bila penderita dalam
keadaan syok, atau jika diuresis kurang. 'ntuk itu, pemantauan yang ketat sangat penting
, karena fluktuasi perubahan keadaan sangat cepat terutama pada fase a+al luka bakar.
"ntinya, status hidrasi penderita luka bakar luas harus dipantau terus-menerus.
)eberhasilan pemberian cairan dapat diihat dari diuresis normal yaitu sekurang-
kurangnya !-!5mL:27jam atau ! mL:kgBB:jam dan 9mL:kgBB:jam pada pasien
anak. Jang penting juga adalah pengamatan apakah sirkulasi normal atau tidak.
Besarnya kehilangan cairan pada luka bakar luas disertai resusitasi yang tidak
betul dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. ?ionatremia sebagai gejala
keracunan air dapat menyebabkan udem otak dengan tanda-tanda kejang. )ekurangan ion
) akibat banyaknya kerusakan sel dapat diketahui dari .)4 yang menunjukkan depresi
segmen S, atau gelomabang '. )etidakseimbangan elektrolit ini juga harus dikoreksi
namun bukan menjadi prioritas utama dalam resusitasi cairan emergensi manajemen
primer pasien trauma.
Tin#akan be#a%
#emotongan eskar atau eskarotomi dilakukan pada luka bakar derajat tiga yang
melingkar pada ekstremitas atau tubuh karena pengerutan keropeng dan pembengkakan
yang terus berlangsung dapat mengakibatkan penjepitan yang membahayakan sirkulasi
sehingga bagian distal bisa mati. ,anda dini penjepitan adalah nyeri, kemudian
kehilangan daya rasa sampai kebas pada ujung-ujung distal. )eadaan ini harus cepat
ditolong dengan membuat irisan memanjang yang membuka keropeng sampai jepitan
terlepas.
Debridemen diusahakan sedini mungkin untuk membuang jaringan mati dengan
jalan eksisi tangensial. ,indakan ini dilakukan sesegera mungkin setelah keadaan
penderita menjadi stabil karena eksisi tangensial juga menyebabkan perdarahan. Biasanya
eksisi dini ini dilakukan pada hari ke-9 sampai ke-<, dan pasti boleh dilakukan pada hari
!5
ke-!. .ksisi tangensial sebaiknya tidak dilakukan lebih dari !F luas permukaan tubuh,
karena dapat terjadi perdarahan yang cukup banyak. Luka bakar yang telah dibersihkan
atau luka granulasi dapat ditutup dengan skin graft yang umumnya diambil dari kulit
penderita sendiri @skin grafting autologusA. #enutupan luka bakar dengan bahan biologis
seperti kulit mayat atau kulit binatang atau amnion manusia dapat dilakukan jika terdapat
keterbatasan luas kulit penderita atau terlalu payah. Balaupun kemungkinan ditolak,
bahan tersebut dapat berfungsi sementara sebagai penghalang penguapan berlebihan,
pencegah infeksi yang lebih parah, dan mengurangi nyeri. $amun, sedikit demi sedikit
penutup sementara ini harus diganti dengan kulit penderita sendiri sebagai penutup
permanen.
Sebaiknya pada penderita luka bakar derajat dua dalam dan derajat tiga dilakukan
skin grafting untuk mencegah terjadinya keloid dan jaringan parut yang hipertropik. Skin
grafting dapat dilakukan sebelum hari kesepuluh, yaitu sebelum timbulnya jaringan
granulasi.
Saat ini telah banyak terdapat material pengganti kulit @skin subtituteA yang dapat
digunakan jika skin grafting tidak bisa dilakukan. Skin subtitute ini antara lain integra,
aloderm, dan dermagraft. Aloderm adalah dermis manusia yang elemen-elemen epitelnya
telah dibuang sehingga secara teoritis bersifat bebas antigen, dan berfungsi sebagai
kerangka pengganti dermis. Dermagraft merupakan hasil pembiakan fibroblas neonatus
yang digabung dengan membran silikon, kolagen babi, dan jaring @meshA nilon. Setelah
dua minggu, membran silikon dikelupas dan digantikan dengan S,,4 @split thickness
skin graftA. "ntegra merupakan analog dermis yang terbuat dari lapisan kolagen dan
kondroitin ditambah lapisan silikon tipis.
Nutrisi
$utrisi harus diberikan cukup untuk menutup kebutuhan kalori dan keseimbangan
nitrogen yang negatif pada fase katabolisme, yaitu sebanyak 2.5-9. kalori sehari
dengan kadar protein tinggi.
#enderita yang sudah mulai stabil keadaannya memerlukan fisioterapi untuk
memperlancar peredaran darah dan mencegah kekakuan sendi. )alau perlu, sendi
diistirahatkan dalam posisi fungsional dengan bidai.
!,9
!8
)e#ika"entosa
Antibiotik sistemik spektrum luas diberikan untuk mencegah infeksi. Jang
banyak dipakai adalah golongan aminoglikosida yang efektif terhadap pseudomonas. Bila
ada infeksi, antibiotik diberikan berdasarkan hasil biakan dan uji kepekaan kuman.
'ntuk mengatasi nyeri, paling baik diberikan opiat melalui intra2ena dalam dosis
serendah mungkin yang bisa menghasilkan analgesia yang adekuat namun tanpa disertai
hipotensi.
Selanjutnya, diberikan pencegahan tetanus berupa A,S dan:atau toksoid.
Luka bakar derajat satu dan dua yang menyisakan elemen epitel berupa kelenjar
sebasea, kelenjar keringat, atau pangkal rambut, dapat diharapkan sembuh sendiri, asal
dijaga supaya elemen epitel tersebut tidak hancur atau rusak karena infeksi. 1leh karena
itu, perlu dilakukan pencegahan infeksi. #ada luka lebih dalam, perlu diusahakan secepat
mungkin membuang jaringan kulit yang mati dan memberi obat topikal yang daya
tembusnya tinggi sampai mencapai dasar jaringan mati. #era+atan setempat dapat
dilakukan secara terbuka atau tertutup.
Ada beberapa jenis obat yang dianjurkan seperti golongan silver sulfadiazine dan
yang terbaru *.B1 @moist eposure burn ointmentA. 1bat topikal yang dipakai dapat
berbentuk larutan, salep atau krim. Antibiotik dapat diberikan dalam bentuk sediaan kasa
@tulleA. Antiseptik yang dipakai adalah yodium po2idon atau nitras-argenti ,5F.
)ompres nitras-argenti yang selalu dibasahi tiap 2 jam efektif sebagai bakteriostatik
untuk semua kuman. 1bat ini mengendap sebagai garam sulfida atau klorida yang
memberi +arna hitam sehingga mengotori semua kain. )rim silver sulfadiazine !F
sangat berguna karena bersifat bakteriostatik, mempunyai daya tembus yang cukup,
efektif terhadap semua kuman, tidak menimbulkan resistensi, dan aman. )rim ini
dioleskan tanpa pembalut, dan dapat dibersihkan dan diganti setiap hari.
)euntungan pera+atan terbuka adalah mudah dan murah. #ermukaan luka yang
selalu terbuka menjadi dingin dan kering sehingga kuman sulit berkembang.
)erugiannya, bila digunakan obat tertentu, misalnya nitras-argenti, alas tidur menjadi
kotor. #enderita dan keluarga pun merasa kurang enak karena melihat luka yang tampak
kotor. Sedapat mungkin luka yang tampak kotor. Sedapat mungkin luka dibiarkan terbuka
setelah diolesi obat.
!<
#era+atan tertutup dilakukan dengan memberikan balutan yang dimaksudkan
untuk menutup luka dari kemungkinan kontaminasi, tetapi tutupnya sedeikian rupa
sehingga masih cukup longgar untuk berlangsungnya penguapan. )euntungan pera+atan
tertutup adalah luka tampak rapi, terlindung, dan enak bagi penderita. ?anya, diperlukan
tenaga dan dan lebih banyak pembalut dan antiseptik. )adang suasana luka yang lembap
dan hangat memungkinkan kuman untuk berkembang biak. 1leh karena itu, bila
pembalut melekat pada luka, tetapi tidak berbau, sebaiknya jangan dilepaskan, tetapi
ditunggu sampai terlepas sendiri.
!
In#ikasi Ra$at Ina*
#asien luka bakar diindikasikan untuk ra+at inap harus mengikuti pedoman dari
American Burn Association.
!. #asien yang lebih muda dari ! tahun atau lebih tua dari 5 tahun mengalami luka
bakar parsial atau dengan luka bakar seluruh lapisan lebih besar dari !F.
2. Luka bakar parsial atau luka bakar sampai lebih dari 2F pada usia lainnya.
9. )husus daerah, termasuk sendi, tangan, kaki, perineum, alat kelamin, +ajah, mata,
atau telinga.
7. Luka bakar seluruh lapisan lebih besar dari 5F.
5. Luka bakar akibat aliran listrik @termasuk petirA, disebabkan kerusakan jaringan dalam
tubuh dapat terjadi akibat aliran listrik yang masuk ke dalam tubuh.
8. Luka bakar kecil pada pasien dengan permasalahan sosial, termasuk pada anak yang
berisiko tinggi.
9
Ko"*likasi Luka Bakar
- 6ase Akut% syok, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
- 6ase Subakut% infeksi dan sepsis
!;
- 6ase Lanjut% parut hipertropik
7
Mortalitas
*ortalitas pada luka bakar disebabkan oleh%
- Syok karena kehilangan cairan
- 4agal jantung karena *yocardial Depressing 6actor
- Sepsis
- 4agal ginjal akut
- )omplikasi lain seperti pneumonia
7
!(
BAB I+
ANALISA KASUS
Hubungan Diagnosis #engan Kea#aan Ru"a% #an Lingkungan
#asien tinggal sendiri di sebuah kamar kosan, 2entilasi dirasakan cukup karena
sesuai dengan luas kamar. )ondisi kamar mandi bersih, dimana jamban
merupakan jamban angsa, air didapatkan dari #DA*. 'ntuk hubungan diagnosis
dengan keadaan rumah tidak ada
Hubungan #iagnosis #engan kea#aan keluarga #an %ubungan keluarga
#asien baru kali ini mengalami keluhan seperti ini. )eluarga pasien tinggal di
ka+asan *uara Bungo, pasien tinggal sendiri di kamar kosannya. #ada a+alnya,
karena pasien sendirian, pasien tidak datang ke dokter. Setelahnya luka pasien
semakin sakit sehingga pasien memba+any ke #uskesmas Simpang "5. 6aktor
tinggal sendiri tanpa ada keluarga sedikit banyak berpengaruh terhadap
penanganan a+al luka
Hubungan #iagnosis #engan *erilaku kese%atan #ala" keluarga #an
lingkungan sekitar
#erilaku kesehatan terhadap penanganan luka pada pasien masih belum
diterapkan. #asien sebaiknya dijelaskan untuk langsung mencuci lukanya dengan
air bersih sebelum diba+a ke #uskesmas:&umah Sakit untuk mendapatkan
penanganan pertama. #asien sebaiknya diminta untuk memakan makanan tinggi
protein, seperti memakan ikan gabus karena dapat membantu penyembuhan luka.
2
DA,TAR PUSTAKA
!. Sjamsuhidajat, de /ong. Luka bakar. Buku Ajar "lmu Bedah, .d 9. /akarta%
penerbit Buku )edokteran .40.2<. ?lm% !9-!!.
2. &obert. ?, Demling. *D. 0urrent Surgical Diagnosis O ,reatment. Doherty,
4erard *, Bay, La+rence B @editorA. 28. ?lm% 27;
9. Ste2en /. Sch+ults, / #erren 0obb. Basington *anual 1f Surgery, .d 5. 2;.
?lm% 7!;-725.
7. #era+atan luka bakar.Diunduh dari %
http%::+++.Cimbio.com:member:bedahumum:articles:9;8(<;:#.&ABA,A$>L
')A>BA)A&
5. Luka bakar. Diunduh dari http%::hidayat2.+ordpress.com:2(:<:5:askep-luka-
bakar:
2!
22