Anda di halaman 1dari 5

Restorasi Strip crown dengan semen resin komposit pada early childhood caries

Latar belakang. Early childhood caries merupakan penyakit yang sering terjadi di seluruh
dunia. Perlu untuk merawat kondisi ini pada awal masa kanak-kanak.; namun, penanganan
prilaku anak dapat sangat menantang saat perawatan. Untuk mengatasi tantangan ini, kami
menggunakan Carigel untuk membersihkan karies dan RelyX Unicem semen resin untuk
restorasi strip crown. Ini tidak hanya memiliki efek estetik yang diinginkan tapi juga lebih
efektif pada gigi sulung, yang digunakan untuk waktu yang lebih pendek dari gigi permanen.
Presentasi kasus. Kami melaporkan kasus tiga pasien anak yang mengalami early childhood
caries, yang dibersihkan menggunakan Carigel untuk menghindari resiko terbukanya pulpa
yang berhubungan dengan high speed handpiece. Selanjutnya, dilakukan restorasi estetik strip
crown yang menggunakan RelyX Unicem self-adhesive resin cement. Kesimpulan. RelyX
Unicem memiliki beberapa keuntungan: (1) tidak membutuhkan keahlian khusus bagi dokter
gigi untuk melakukan prosedur, (2) pengurangan terbentuknya gelembung saat injeksi semen,
dan (3) waktu prosedur keseluruhan yang pendek. Karena itu, perawatan ini sesuai untuk
perawatan pasien anak yang prilakunya sulit ditangani. Namun, penelitian lebih lanjut
dibutuhkan untuk menetapkan penggunaan RelyX Unicem sebagai bahan restorasi yang aman
untuk early childhood caries.
Pendahuluan
Early childhood caries (ECC) sering mengenai gigi anterior rahang atas dengan ciri-ciri
adanya karies, dengan kata lain, satu atau lebih gigi hilang, lubang, atau tambalan pada gigi
sulung anak berusia kurang dari 71 bulan. ECC dapat menyebabkan kehilangan gigi sulung.
Dari pandangan kesehatan gigi permanen, pola makan yang sesuai, serta nilai estetik,
pentingnya gigi sulung tidak dapat diabaikan. Selain itu, dengan hilangnya gigi sulung, anak-
anak kehilangan kemampuan mengucapkan bunyi desah dan berdesis, menyebabkan mereka
mengembangkan pola bahasa yang tidak tepat. Lebih lanjut, ECC jika tidak dirawat, dapat
mengakibatkan perkembangan abses, rasa sakit, dan maloklusi. Berdasarkan national oral
health investigation (2010), tingkat terjadinya karies pada gigi sulung yaitu 61,4% dan jumlah
rata-rata gigi lubang yaitu 2,2 pada populasi Korea. Insidensi ECC yang tinggi juga
mengganggu pendidikan akibat absennya siswa di sekolah. Selain itu, biaya perawatan
memberikan beban yang besar pada negara yang memajukan perawatan kesehatan
masyarakat. Karena itu, diperlukan penemuan, diagnosis, dan perawatan ECC lebih dini.
Perawatan karies gigi tanpa rasa sakit penting pada kasus pasien anak yang datang ke dokter
gigi untuk pertama kali. Handpiece high-speed digunakan secara umum untuk merawat
karies. Metode ini dapat mencegah pembuangan gigi sehat yang tidak diinginkan; namun,
memiliki kemungkinan mencederai pulpa, yang dapat terbuka akibat terbentuknya panas
yang berlebihan.
Metode baru dalam merawat karies gigi tanpa melibatkan bur, air mengalir, atau listrik
ditunjukkan pada kantor WHO pada World Health Day tahun 1994. Teknik baru ini
dinamakan Perawatan restorasi atraumatik, meliputi pembersihan manual lubang gigi
dengan hand instrument dan restorasi kavitas dengan bahan adesif pelepas fluor. Sebagai
tambahan, teknik kemomekanis menggunakan instrumen rotary merupakan metode alternatif
teknik pembersihan karies konvensional.
Pada tahun 1970-an, Habib,dkk serta Kronman,dkk meneliti efek agen proteolitik
nonspesifik, sodium hipoklorit (NaOCl) pada dentin yang mengalami karies. Sayangnya,
NaOCl tidak hanya meuraikan bahan organik nekrotik tapi juga merusak dentin yang sehat.
Penelitian lebih lanjut berujung pada pengembangan bahan kemomekanis baru Carigel
(Foryoudent, Busan, Korea., Gambar 1(b)). Ini terdiri dari 2 komponen gel yang terisi dalam
dua syringe yang berbeda. Syringe pertama mengandung glutamic acid, leucine, lysine,
sodium chloride, erythrosin, carboxymethylcellulose, air, dan sodium hydroxide serta
memiliki pH 11. Syringe kedua mengandung NaOCl 0,5% dan alanine aminotransferase.
Restorasi mahkota penuh insisivus sulung karies diindikasikan pada kasus berikut: (1)
tampak karies pada beberapa permukaan; (2) melibatkan tepi insisal; (3) tampak dekalsifikasi
servikal yang luas; (4) diindikasikan terapi pulpa; (5) karies kecil, tapi oral hygiene sangat
buruk (pasien resiko tinggi); (6) prilaku menggangggu anak yang menyebabkan penumpatan
restorasi kelas II sulit.
Metode restorasi yang biasa digunakan untuk merawat ECC meliputi open-faced stainless
steel crown. Saat tuntutan estetik tinggi, restorasi dengan strip crown (3M ESPE, USA.,
Gambar 1(c) akan dilakukan. Dengan nilai tinggi restorasi, sekarang pasien tampaknya
menekankan pada estetik yang meningkat daripada fungsi, khususnya pada kasus gigi
anterior. Menggunakan open-faced stainless steel crown meningkatkan estetik lebih daripada
stainless steel crown. Namun di Korea, prosedur yang menggunakan open-faced stainless
steel crown telah digunakan dalam waktu yang lebih lama daripada strip crown karena open-
faced stainless steel crown buatan sendiri lebih disukai daripada open-faced stainless steel
crown yang dijual di pasaran (Nusmile, Chang crown). Biasanya stainless steel crown
anterior (Unitek crowns-stainless steel primary anterior, 3M ESPE, USA, Kids crowns,
SHINHUNG company, Korea) digunakan dan disemen pada gigi anterior sulung. Setelah
semen mengeras, yang membutuhkan waktu beberapa menit, permukaan labial stainless steel
crown anterior dipotong yang membuka permukaan gigi, dikuti dengan resin dibonding pada
permukaan gigi. Namun, semen harus mengeras sebelum resin diaplikasikan untuk
menghaluskan permukaan tak beraturan. Metak tampak di bagian tepi. Sehingga, pada
beberapa kasus, sulit untuk memuaskan pasien dan wali yang memiliki tuntutan estetik yang
tinggi.
Resin komposit biasanya digunakan sebagai bahan restorasi untuk celluloid strip crown pada
ECC. Resin komposit pertama kali dikembangkan oleh Bowen pada tahun 1960-an untuk
memperkuat epoxy resin sebagai filler; sejak itu, beberapa peningkatan dibuat untuk
meningkatkan sifat fisiknya seperti ketahan abrasi, pengerutan polimerisasi, dan kekuatan
bonding pada dentin. Sebagai tambahan, bahan ini digunakan secara luas untuk merestorasi
gigi anterior untuk meningkatkan estetik dan untuk merestorasi gigi posterior tanpa aplikasi
terlalu banyak tekanan. Namun, resin komposit membutuhkan kemampuan individual dokter
gigi dan proses perawatannya lumayan panjang; karena itu, tidak tepat digunakan untuk
pasien anak, dimana penanganan prilaku relatif sulit dibandingkan orang dewasa.
Disini, kami melaporkan kasus tiga pasien anak yang mengalami ECC, yang kariesnya
dibersihkan menggunakan Carigel; restorasi dilakukan menggunakan semen resin komposit
RelyX Unicem (3M ESPE Dental Products, USA, Gambar 1(a)).
Presentasi kasus 1
Pada Februari 2010, anak Korea berusia 18 bulan datang denga ECC pada Wonkwang
University Dental Hospital (Gambar 2(a)). Pasien memiliki ketakutan mengenai perawatan
gigi dan dirawat menggunakan Carigel (FORYOUDENT, Busan, Korea) untuk menghindari
resiko terbukanya pulpa saat menggunakan high-speed handpiece.
Berdasarkan instruksi pabrik, 2 syringe tempat gel disimpan disimpan pada suhu kamar selam
kira-kira 1 jam sebelum perawatan. Carigel diaplikasikan pada daerah yang terkena
menggunakan microbrush (Gambar 2(b)). Setelah 30 detik, gel diserap menggunakan hand
instrument 1, yang didesain khusus untuk Carigel. Karies dibersihkan menggunakan hand
instrument 2 dan #3. Proses aplikasi gel dan pembersihan karies menggunakan hand
instrument diulangi dua kali (Gambar 2(c)).
Setelah proses pembersihan karies selesai, 3-way syringe digunakan untuk membilas daerah
tersebut untuk mencegah sisa karies yang dibersihkan dan gel tertinggal di permukaan gigi.
Celluloid crown (3M ESPE, USA) dipilih berdasarkan ukuran gigi yang terkena setelah gigi
dibilas, dan bentuknya dimodifikasi dengan memampatkannya setelah dipotong sampai
panjang yang sesuai. RelyX Unicem (3M ESPE, USA) dicampur dengan automixer
kemudian diinjeksi ke dalam bentuk crown dilanjutkan dengan aplikasi pada gigi, yang
selanjutnya dikeluarkan setelah fotopolimerisasi (Gambar 3(f)).
Presentasi Kasus 2
Pada Agustus 2009, perempuan Korea berusia 16 bulan datang dengan ECC di Wonkwang
University Dental Hospital (Gambar 3(a) dan 3(b)). Karies tidak mengenai pulpa, tapi sangat
dengan pulpa (Gambar 3(b)). Pasien dirawat menggunakan Carigel (Foryoudent, Busan,
Korea) untuk menghindari resiko terbukanya pulpa saat menggunakan high-speed handpiece.
Setelah proses pembersihan karies selesai, 3-way syringe digunakan untuk membilas daerah
tersebut untuk mencegah sisa karies yang dibersihkan dan gel tertinggal di permukaan gigi.
Celluloid crown (3M ESPE, USA) dipilih berdasarkan ukuran gigi yang terkena setelah gigi
dibilas, dan bentuknya dimodifikasi dengan memampatkannya setelah dipotong sampai
panjang yang sesuai (Gambar 3(d)). RelyX Unicem (3M ESPE, USA) dicampur dengan
automixer kemudian diinjeksi ke dalam bentuk crown (Gambar 3(e)) dilanjutkan dengan
aplikasi pada gigi, yang selanjutnya dikeluarkan setelah fotopolimerisasi (Gambar 3(f)).
Laporan Kasus 3
Pada Mei 2013, perempuan Korea berusia 22 bulan datang dengan ECC di Wonkwang
University Dental Hospital (Gambar 4(a) dan 4(c)). Dia dirawat menggunakn Carigel
(Foryoudent, Busan, Korea) untuk menghindari resiko terbukanya pulpa saat menggunakan
high-speed handpiece. Pasien dirawat menggunakan Carigel dan RelyX Unicem (3M ESPE,
USA) dengan cara yang sama saperti kasus 2. Untuk mencegah gigitan anterior (anterior teeth
biting), gigi 54 dan 64 direstorasi menggunakan resin biru (Gambar 4(b)).
Untuk memenuhi kebutuhan estetik yang meningkat, resin komposit strip crown merupakan
pilihan yang lebih disukai banyak dokter gigi, sebagian besar karena estetik yang lebih baik
dan kemudahan perbaikan jika crown rusak atau patah. Restorasi insisivus sulung dengan
single bond dan Z100 menggunakan strip crown (semua oleh 3M ESPE Dental Products,
Seefeld, Germany) populer dilakukan di beberapa negara. Di rumah sakit kami, kami juga
secara umum menggunakan resin Z100 (P shade) sebagai bahan restorasi untuk mengisi strip
crown. Pada kasus ini, strip crown dapat dipilih dan RelyX Unicem yang digunakan bukan
Z100. RelyX Unicem merupakan resin semen yang unik. Kekuatan lentur RelyX Unicem
adalah 63 Mpa, yang lebih rendah daripada Z100, yang memiliki kekuatan lentur 160 MPa.
Namun, mengingat gigi sulung yang direstorasi digunakan dalam waktu yang lebih pendek
daripada gigi permanen, RelyX Unicem memiliki beberapa keuntungan: (1) dokter gigi yang
melakukan prosedur tidak memerlukan keahlian khusus, (2) membantu mengurangi
terbentuknya gelembung saat injeksi bahan, dan (3) membutuhkan waktu lebih sedikit.
Karena itu, lebih tepat untuk perawatan karies pada pasien anak, yang penanganan prilakunya
mungkin sulit.
Di sini kami melaporkan satu kasus dimana RelyX Unicem digunakan untuk restorasi pada
ECC. Kami mengaplikasikan metode ini pada beberapa anak. Sebagian besar pasien
menggunakan restorasi sampai gigi tersebut diganti dengan gigi permanen (Gambar 1(d)).
Namun, untuk penggunaan RelyX Unicem sebagai bahan restorasi yang diterima secara
umum untuk gigi sulung pada pasien anak dengan ECC, penting untuk membandingkan sifat
fisik seperti kekuatan mikro dan pengerutan polimerisasi dengan bahan restorasi lainnya,
yang telah biasa digunakan dalam laboratorium. Penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk
evaluasi jangka panjang prognosis ECC yang dirawat dengan Carigel dan strip crown
menggunakan RelyX Unicem.
Gambar 1: (a) RelyX Unicem, (b) Carigel, (c) Strip crown, (d) gigi sulung yang direstorasi
menggunakan RelyX Unicem. Pasien menggunakan restorasi sampai gigi sulung digantikan
dengan gigi permanen.
Gambar 2: (a) Gambaran rongga mulut pasien sebelum perawatan, (b) aplikasi Carigel, (c)
pembersihan karies, (d) restorasi dengan RelyX Unicem, (c) foto radiografi pasien sebelum
perawatan, dan (f) foto radiografi pasien setelah 8 bulan perawatan.
Gambar 3: Gambaran rongga mulut pasien sebelum perawatan (tampak labial), (b) gambaran
rongga mulut pasien sebelum perawatan (tampak lingual), (c) fofo radiografi pasien sebelum
perawatan, (d) pemasangan strip crown pada gigi pasien, (e) pengisian strip crown
menggunakan RelyX Unicem, dan (f) restorasi menggunakan RelyX Unicem.
Gambar 4: (a) Gambaran rongga mulut pasien sebelum perawatan, (b) restorasi dengan
RelyX Unicem. Untuk mencegah gigitan anterior, gigi 54 dan 64 direstorasi dengan resin
biru, (c) foto radiografi pasien setelah perawatan.

Anda mungkin juga menyukai