Anda di halaman 1dari 4

Pencetakan overdenture implan menggunakan konsep cetakan dinamis

Cetakan dinamis merupakan cetakan fungsional yang mencatat gerakan fungsional otot
pasien dan perlekatan otot. Proses ini mengurangi jumlah faktor tidak teratur. Artikel ini
menunjukkan metode membuat sendok cetak khusus menggunakan konsep cetakan dinamis
yang dibuat dengan bantuan gigi tiruan sementara yang digunakan untuk penyembuhan
implan. Sendok cetak individu ini digunakan untuk membuat wash-impression untuk
mencatat gambaran mukosa secara detail. Keuntungan utama teknik ini yaitu memberikan
hubungan fungsional komponen implan pada jaringan pendukung tanpa perluasan berlebihan
karena gigi tiruan sementara telah digunakan selama 2 bulan dan panjang batas sendok cetak
individu hampir sama dengan panjang batas gigi tiruan sementara. Pemasangan protesa yang
dibuat menggunakan teknik pencetakan ini menghemat waktu karena tidak memerlukan
border molding dan lebih sedikit penyesuaian piranti post-insersi.
KATA KUNCI: overdenture implan; cetakan dinamis; kondisioner jaringan; cetakan
fungsional
PENDAHULUAN
Gigi tiruan sebagian lepasan perluasan distal bilateral (Kelas I Kennedy) dan overdenture
implan memiliki beberapa kesamaan, seperti arah dan distribusi tekanan. Tekanan oklusal
pada gigi tiruan sebagian harus disebarkan merata pada gigi penyangga dan ridge residual.
Pada overdenture implan pula, pembagian beban antara implan dan mukosa dapat
berhubungan dengan pemilihan teknik pencetakan karena perbedaan kelenturan jaringan.
Terdapat bermacam-macam teknik pencetakan fungsional telah dilakukan untuk mencatat
bentuk fungsional ridge edentulous. Teknik cetakan fungsional dapat dibagi menjadi dua
kategori: (a) teknik fisiologis dan (b) teknik tekanan selektif. Teknik cetakan fisiologis
mencatat ridge edentulous dalam bentuk fungsionalnya dengan memberikan tekanan pada
sendok cekat saat prosedur pencetakan (Metode McLean-Hindels, teknik cetak reline, dan
metode fluid wax). Cetakan tekanan selektif mencoba mengarahkan lebih banyak tekanan
pada bagian ridge untuk dapat menyerap tekanan dan untuk melindungi daerah ridge yang
kurang mampu menyerap tekanan. Ini dapat dicapai dengan mengurangi sendok cetak pada
beberapa daerah yang diisi dengan wax, sementara memungkinkan sendok cetak berkontak
dengan ridge di daerah lain. Pergeseran jaringan lunak yang lebih besar akan terjadi di daerah
yang tidak diberikan wax. Salah satu metode pencetakan fungsional yaitu cetakan dinamis
dengan kondisioner jaringan. Ini telah digunakan secara prinsip untuk mengkondisikan
jaringan lunak di bawah gigi tiruan penuh yang tidak pas karena diperkenalkannya
kondisioner jaringan. Selain itu, kondisioner jaringan ini dilaporkan sesuai sebagai bahan
cetak fungsional. Efektivitasnya sebagai rekondisioner jaringan yang terganggu telah
ditetapkan. Cetakan dinamis merupakan metode yang menentukan ukuran dan bentuk
jaringan mulut bergerak menggunakan bahan cetak palstis. Perbedaan antara cetakan dinamis
dan metode cetakan lain yaitu sebagai berikut. Metode lain menekankan pada pencetakan
jaringan mulut pada keadaan statis, aktif sebagian dan tertekan menurut konsep cetakan
(teknik mukostatik, tekanan penuh, tekanan selektif) dan merupakan teknik pencetakan satu
tahap yang menggunakan border molding dan lubang sendok cetak.
Sebaliknya, cetakan dinamis merupakan cetakan fungsional yang mencetak gerakan
fungsional otot pasien dan perlekatan otot. Metode ini mengurangi jumlah faktor tidak
teratur. Artikel ini menunjukkan metode untuk membuat sendok cetak khusus menggunakan
konsep cetakan dinamis yang dibuat dari gigi tiruan sementara yang digunakan untuk
penyembuhan implan. Sendok cetak individu digunakan untuk membuat wash-impression
untuk mencetak gambaran mukosa mendetail.
LAPORAN KASUS
Pasien laki-laki berusia 57 tahun datang ke klinik dengan keluhan utama konsultasi umum
mengenai gigi tiruan. Dia menunjukkan tampilan seperti gabungan sindrom dengan karies
menyeluruh dan keadaan periodontal yang serius pada gigi yang tersisa pada pemeriksaan
awal (Gambar 1). Foto panoramik menunjukkan resorpsi tulang parah pada daerah molar
rahang bawah serta tampilan seperti gabungan sindrom pada daerah anterior rahang bawah
(Gambar 2). Pertama, gigi dengan prognosis buruk (#11, 14, 24, 31, 32, 41, 42) diekstraksi
sementara bedah flap periodontal dilakukan pada rahang atas. Selanjutnya, direncanakan
pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan untuk rahang atas, dan overdenture empat implan
dukungan jaringan pada rahang bawah. Empat implan (Osstem, Seoul, Korea) ditempatkan
pada daerah interforamenal (Gambar 3B), yang dilakukan prosedur alveoloplasty terlebih
dahulu (Gambar 3A). Semua implan berdiameter 4,1 mm dengan permukaan anodize. Teknik
pemasangan satu tahap non-submerged dilakukan berdasarkan prosedur bedah standar. Tiga
implan sementara (Osstem, Seoul, Korea) ditempatkan di antara implan utama dan pada
tempat dimana protesa sebagian cekat ditempatkan untuk mengatasi masalah estetik tanpa
membebani implan utama (Gambar 3B). Satu minggu kemudian, dibuat gigi tiruan
sementara. Tiga bulan kemudian, kondisioner jaringan (Coe-Comfort; Coe Laboratories Inc.,
Chicago, USA) digunakan untuk mengambil cetakan dinamis dengan gigi tiruan sementara
terpasang pada rahang bawah (Gambar 4A). Pada kunjungan ini, permukaan jaringan gigi
tiruan sementara dicor dengan gips stone kuning (Hi-Koseton, Maruishi, Japan) dan model
gips dikeluarkan. Model gips mengikuti permukaan cetakan dinamis gigi tiruan sementara
(Gambar 4B). Beberapa lapisan baseplate wax (Modeling wax; Kims International Inc,
Seoul, Korea) diadaptasi pada gigi penyangga untuk menjaga ruang bagi bahan cetak
elastomer (Gambar 5A). Sendok cetak individual (Ostron 100; GC Corporation, Tokyo,
Japan) dibuat berdasarkan model sampai keseluruhan tepi dan dipotong dengan bur gigi
tiruan untuk membuat batas gigi tiruan 0,5 mm lebih pendek dan memperhalus tepi. Untuk
perekat sendok cetak individual digunakan tray adhesive (Adhesive; GC corporation, Tokyo,
Japan) (Gambar 5B). Cetakan implan diambil tanpa melakukan border molding
menggunakan wash impression dengan bahan cetak polyvinyl siloxane (Aquasil Ultra LF;
Dentsply Caulk, Milford, USA) (Gambar 6). Bar overdenture dibuat menggunakan Haderbar
(Strengold, Attleboro, USA) dan ERA attachment system (Sterngold, Attleboro, USA)
(Gambar 7). Overdenture dipasang (Gambar 8) dan hasil follow-up 5 tahun baik (Gambar
8B).
DISKUSI
Teknik pencetakan fungsional saat ini dikemukakan dalan cetakan overdenture implan.
Elsyad,dkk melaporkan bahwa teknik tekanan definitif untuk overdenture penahan implan
rahang bawah berhubungan dengan perubahan bentuk gigi tiruan yang minimal saat berfungsi
jika dibandingkan dengan teknik mukostatik dan tekanan selektif. Bentuk lain cetakan
fungsional yaitu teknik cetakan dinamis. Keuntungan cetakan dinamis yaitu: (1) menghindari
efek perpindahan otot pada batas gigi tiruan yang tidak terbentuk dengan baik, dan (2)
Penggunaan semua kemungkinan perlekatan jaringan aktif dan pasif gigi tiruan. Untuk
mengambil cetakan dinamis, pasien diminta menelan, menghisap dan menjulurkan lidah
sementara bahan cetak dalam keadaan plastis. Pada saat ini, kualifikasi yang harus dimiliki
bahan cetak yaitu: (1) stabilitas dimensi setelah dikeluarkan dari mulut, (2) tiruan mendetail,
dan (3) keharmonisan dengan produk gips. Jika tidak, kekasaran kondisioner jaringan dapat
menjadi hal yang merugikan bagi cetakan dengan kondisioner jaringan. Saat gigi tiruan
sementara dan kondisioner jaringan digunakan untuk mengambil cetakan dinamis serta
permukaan cetakan dinamis gigi tiruan diaplikasikan pada pembuatan cetakan individual.
Setelah itu, pick-up impression (konsep wash impression pada ridge tak bergigi) diambil
tanpa border molding yang menghilangkan kekasaran permukaan mikro. Metode pencetakan
ini bukan teknik sensitif untuk menyediakan tepi yang sempurna tanpa dilakukan border
molding, hanya menggunakan bahan cetak polyvinyl siloxane untuk wash impression.
Sebagai tambahan, saat dilakukan border molding dilakukan, membutuhkan waktu yang lama
untuk mencetak perluasan tepi yang tepat karena pasien yang direncanakan menerima
overdenture implan pada rahang bawah sering menunjukkan kehilangan tulang alveolar
parah. Meski begitu, penggunaan cetakan dinamis ini akan memungkinkan pembuatan
cetakan dengan perluasan yang tepat. Karena itu, metode ini akan mengurangi waktu di kursi
dental untuk prosedur border molding serta melakukan prosedur pencetakan tanpa perluasan
berlebihan.
KESIMPULAN
Metode untuk membuat sendok cetak khusus menggunakan konsep cetakan dinamis yang
dibuat dari gigi tiruan sementara yang digunakan untuk penyembuhan implan merupakan
metode yang bermanfaat karena tidak dibutuhkan border molding dan juga menghemat waktu
dalam prosedur pengambilan cetakan tanpa perluasan berlebihan.
Gambar 1. Foto awal. Tampilan seperti gabungan sindrom; daerah anterior rahang bawah
terangkat karena tidak ada gigi antagonis
Gambar 2. Foto panoramik awal; periodontitis parah dan resorpsi tulang parah pada daerah
molar rahang bawah
Gambar 3. (A) alveoloplasty rahang bawah, (B) empat implan ditempatkan pada daerah
interforamen dan 3 implan sementara ditempatkan untuk protesa cekat sementara.
Gambar 4. (A) mengkondisikan jaringan untuk gigi tiruan sementara, (B) model gips dibuat
dengan menuangkan gips improved stone pada kondisioner jaringan permukaan cetakan
Gambar 5. (A) penutupan untuk cetakan coping implan dan daerah undercut, (B) pembuatan
sendok cetak individual dan adhesive direkatkan
Gambar 6. Pengambilan cetakan (konsep wash impression
Gambar 7. Permukaan ukiran gigi tiruan
Gambar 8. (A) pemasangan gigi tiruan, (B) foto follow-up (5 tahun)

Anda mungkin juga menyukai