Anda di halaman 1dari 2

SOAL

1. Tuliskan apa saja sistematika surat gugatan!


2. Tuliskan apa saja yang menjadi sistematika surat jawaban!
3. Apa yang dimaksud dengan putusan verstek? Apakah upaya putusan verstek serta berapa
harikah upaya hukum dalam melaksanakan perlawanan terhadap putusan verstek?
4. Sebutkan dasar hukum putusan perstek menurut HIR?
5. Apa yang dimaksud dengan:
a. Point Diinterest DiAction
b. Nebis In Idem
c. Yurisprudensi
d. Res Judicate Pro Veritate Habetur
6. Sebutkan 5 macam alat bukti hukum berdasarkan pasal 164 HIR/RIB!
7. Apa yang dimaksud dengan akta otentik? Dan akta bawah tangan? Berikan contoh!
8. Jelaskan apakah kekuatan hukum akta otentik dan akta dibawah tangan sama apabila
diajukan ke persidangan!
9. Sebutkan dan jelaskan 3 macam keputusan hakim! Meliputi apa saja?
10. Apa yang dimaksud dengan hukum acara perdata?
JAWABAN
1. Sistematika surat gugatan:
a. Persona standi in yuditio (kompetensi pengadilan)
b. Para pihak yang bersangkutan
c. Posita/positum/fundamentum petendi (uraian gugatan/duduk perkara)
d. Positum:
- Primair (pokok)
- Subsidair (tambahan)
2. Sistematika surat jawaban:
a. Jawaban dalam eksepsi (tangkisan)
b. Jawaban dalam pokok perkara
c. Permohonan petitum
3. Putusan verstek adalah putusan yang dijatuhkan karena Tergugat/ Termohon tidak pernah
hadir meskipun telah dipanggil secara resmi, sedang Penggugat hadir dan mohon putusan.
Tergugat/ Para Tergugat yang dihukum dengan Verstek berhak mengajukan Verzet atau
perlawanan dalam waktu 14 hari terhitung setelah tanggal pemberitahuan putusan verstek
itu kepada Tergugat semula jika pembeitahuan tersebut langsung disampaikan sendiri
kepada yang bersangkutan.
4. Putusan Verstek diatur dalam Pasal 125-129 HIR dan 196-197 HIR, Pasal 148-153 Rbg dan
207-208 Rbg, UU no. 20 tahun 1947 dan SEMA No. 9/1964.
5. a. Point Diinterest DiAction:
b. nebis in idem:
prinsip ini mengandung pengertian bahwa sebuah perkara dengan obyek sama, para pihak
sama dan materi pokok perkara yang sama, yang diputus oleh pengadilan yang telah
berkekuatan hukum tetap yang mengabulkan atau menolak, tidak dapat diperiksa kembali
untuk kedua kalinya.
c. yurisprudensi:
putusan hakim terdahulu yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang diikuti oleh
hakim lain dalam memberikan putusan terhadap kasus yang serupa.
d. Res Judicata Pro Veritate Habetur:
Setiap putusan harus dianggap benar sebelum ada pembatalan oleh pengadilan yang
lebih tinggi.
6. - Alat bukti surat
- Alat bukti saksi
- Alat bukti persangkaan
- Alat bukti pengakuan
- Alat bukti sumpah
7. Akta otentik adalah akta yang dibuat oleh pejabat yang diberi wewenang untuk itu oleh
penguasa , menurut ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, baik dengan maupun tanpa
bantuan dari yang berkentingan, yang mencatat apa yang dimintakan untuk dimuat di
dalamnya oleh yang berkepentngan. Akta dibawah tangan adalah akta yang dibuat serta
ditanda tangani oleh para pihak yang bersepakat dalam perikatan atau antara para pihak
yang berkepentingan saja.
8. Kekuatan hukum antara akta otentik dan akta bawah tangan adalah sama kuatnya karena itu
berdua sama-sama merupakan sumber hukum bagi pihak-pihak yang membuatnya.
9. 1) Putusan Declaratoir
Putusan ini merupakan putusan yang bersifat menerangkan. Menegaskan suatu keadaan
hukum semata-mata.
2) Putusan Constitutive
Putusan ini merupakan putusan yang meniadakan atau menimbulkan suatu keadaan hukum
yang baru.
3)Putusan Condemnatoir
Putusan ini merupakan putusan yang menetapkan bagaimana hubungan suatu keadaan
hukum disertai dengan penetapan penghukuman kepada salah satu pihak.
10. Hukum acara perdata adalah peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya
menjamin ditaatinya hukum perdata materill dengan perataraan hakim.