Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK PENGAWETAN TANAH DAN AIR


(7. Menghitung Indeks Erosivitas Hujan (R) dengan Rumus Bolls)

Oleh:
Kelompok : IV (Empat)
Kelas / Hari / Tanggal : Shift A2 / Kamis / 2 Mei 2013
Nama dan NPM : 1. Haidar Rafid Azis (240110100012)
2. M. Rais Hasjim (240110100026)
3. Fia Noviyanti (240110100053)
4. Mahadyansyah A (240110100044)
5. M. Mudawir (240110090030)
6. Saiful Uyun (240110090089)
Asisten : 1. Grace Yolanda
2. Monika E. Sitompul
3. M. Sulaeman
4. Rizky Patria Dewaner







LABORATORIUM KONSERVASI TANAH DAN AIR
JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2013
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Erosivitas hujan adalah besarnya tenaga kinetik hujan yang menyebabkan
terkelupas dan terangkutnya partikel-partikel tanah ke tempat yang lebih rendah.
Erosivitas hujan sebagian besar terjadi karena pengaruh jatuhan butir-butir hujan
langsung di atas tanah dan sebagian lagi karena aliran air di atas permukaan tanah.
Faktor erosivitas hujan merupakan hasil perkalian antara energi kinetic (E) dari
satu kejadian hujan maksimum 30 menit (I30). Kehilangan tanah karena erosi
percikan, erosi lembar dan erosi alur berhubungan erat dengan EI 30. Penggunaan
Intensatas hujan 30 menit maksimum menunjukkan bahwa tidak seluruh hujan
berpengaruh nyata terhadap jumlah tanah yang hilang. Hujan dengan intensitas
kecil berpengaruh sangat kecil terhadap hilangnya tanah dari suatu tempat. Abrasi
adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang
bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis
pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah
pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun
manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi. Salah satu cara untuk
mencegah terjadinya abrasi adalah dengan penanaman hutan mangrove.
Dampak dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk
meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam
lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan
mengakibatkan banjir di sungai. Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh
aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) yang
selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan
sungai sehingga akan mempengaruhi kelancaran jalur pelayaran. Hal ini terjadi
karena pada peristiwa erosi terjadi penipisan terhadap lapisan permukaan tanah
(top soil) (Patra, 2011). Pengukuran curah hujan dapat dilakukan dengan cara
manual, yaitu menggunakan penakar hujan atau menggunakana aautomatik rain
gauge yang menghasilkan grafik hujan pada kertas pias selama 24 jam. Oleh
karena alat penakar hujan otomatis jarang terdapat di setiap tempat pengamatan
hujan maka Bolls membuat perhitungan curah hujan (indeks erosivitas hujan)
yang didasarkan pada data pengamatan curah hujan dari 47 stasuin cuaca, selama
38 tahun di pulau Jawa.
1.2 Tujuan Praktikum
Mahasiswa diharapkan dapat melakukan perhitungan Indeks Erosivitas hujan
(R) dengan menggunakan rumus Bolls dari data curah hujan harian yang
diperoleh.
1.3 Metodologi Pengamatan dan Pengukuran
1.3.1 Alat dan Bahan
1. Data curah hujan minimal 10 tahun
2. Kalkulator
3. Pena
4. Mistar
5. Kertas
1.3.2 Prosedur Pratikum
1. Tentukan RAISm, DAYm, MAXPm berdasarkan curah hujan minimal
10 tahun.
2. Cari nilai Rm dan curah hujan berdasarkan rumus BOLSS (B).
3. Cari nilai indeks erosivitas hujan (R) bulanan dan tahunan dari data
table curah hujan harian DAS Cikulutuk Malangbong









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Erosi
Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian bagian tanah
dari suatu tempat yang diangkut oleh air atau angin ke tempat lain. Erosi
menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur dan baik untuk
pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan
menahan air.
Secara umum, terjadinya erosi ditentukan oleh faktor-faktor iklim
(terutama intensitas hujan), topografi, karakteristik tanah, vegetasi penutup tanah
dan tata guna lahan. Pemahaman tentang pengaruh erosi di daerah tangkapan air
(onsite) dan dampak yang ditimbulkannya di daerah hilir (offsite) tidak hanya
memerlukan pemahaman tentang mekanisme transfor sedimen melalui aliran
sungai.

2.2 Proses terjadinya erosi
Dua penyebab utama terjadinya erosi adalah erosi karena sebab alamiah
dan erosi karena aktivitas manusia. Erosi alamiah dapat terjadi karena proses
pembentukan tanah dan proses erosi yang terjadi untuk mempertahankan
keseimbangan tanah secara alami. Erosi karena faktor alamiah umumnya masih
memberikan media yang memadai untuk berlangsungnya pertumbuhan
kebanyakan tanaman.
Proses erosi terdiri atas tiga bagian yang berurutan : pengelupasan
(detachment), pengangkutan (transportation) dan pengendapan (sedimentation).
Dalam uraian ini, erosi permukaan (tanah) adalah yang disebabkan oleh air hujan.
Selain disebabkan oleh air hujan, erosi juga dapat terjadi karena tenaga angin dan
salju. Beberapa tipe erosi permukaan yang umum dijumpai di daerah tropis
(Glenn et al, 1992):
1) Erosi percikan (splash erotion)
Erosi percikan adalah proses terkelupasnya partikel-partikel tanah bagian
atas oleh tenaga kinetic air hujan bebas atau sebagai alir lolos. Tenaga kinetic
tersebut ditentukan oleh dua hal, yaitu massa dan kecepatan jatuhan hujan air.
Tenaga kinetic bertambah besar dengan bertambah besarnya diameter air hujan
dan jarak antara ujung daun penetes (driptips) dan permukaan tanah (pada proses
erosi di bawah tegakan vegetasi). Oleh karena itu, air lolos dari vegetasi dengan
ujung-ujung penetes lebar memberikan tenaga kinetic yang besar dan dengan
demikian meningkatkan kecepatan air lolos sampai kepermukaan tanah. Arah dan
jarak terkelupasnya partikel-partikel tanah ditentukan oleh kemiringan lereng,
kecepatan dan arah angin, keadaan kekasaran permukaan tanah, dan penutupan
tanah. Pada tanah berlereng, loncatan partikel tanah tersebut lebih banyak kearah
tempat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan karena sudut datang energi kinetic
air hujan akan mendorong partikel-partikel tanah tersebut ke tempat yang lebih
rendah. Apabila air hujan jatuh diatas serasah atau tumbuhan bawah, energi
kinetic air hujan tersebut akan tertahan oleh penutup tanah dan dengan demikian
menurunkan jumlah partikel tanah yang terkelupas.
2) Erosi kulit (sheet erotion)
Erosi kulit adalah erosi yang terjadi ketika lapisan tipis permukaan tanah
di daerah berlereng terkikis oleh kombinasi air hujan dan air larian (run off). Tipe
erosi ini disebabkan oleh kombinasi air hujan dan air larian yang mengalir ke
tempat yang lebih rendah. Berdasarkan sumber tenaga penyebab erosi kulit,
tenaga kinetik air hujan lebih penting karena kecepatan air jatuhan lebih besar,
yaitu antara 0,3 sampai 0,6 m/dt (Swab et al., 1981). Tenaga kinetic air hujan
menyebabkan lepasnya partikel-partikel tanah dan bersama-sama dengan
pengendapan sedimen (hasil erosi) diatas permukaan tanah, menyebabkan
turunnya laju infiltrasi karena pori-pori tanah tertutup oleh kikisan partikel tanah.
3) Erosi alur (rill erotion)
Riil erotion adalah pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan
partikel-partikel tanah oleh aliran air larian yang terkonsentrasi di dalam saluran-
saluran air. Hal ini terjadi ketika air larian masuk ke dalam cekungan permukaan
tanah, kecepatan air larian meningkat dan akhirnya terjadinya transfor sedimen.
Tipe erosi alur umumnya dijumpai pada lahan-lahan garapan dan dibedakan dari
erosi parit (gully erotion) dalam hal erosi alur dapat diatasi dengan cara
pengerjaan/pencangkulan tanah. Hal ini tidak dapat dilakukan terhadap erosi parit.
4) Erosi parit (gully erotion)
Erosi parit membentuk jajaran parit yang lebih dalam dan lebar dan
merupakan tingkat lanjutan dari erosi alur. Erosi parit dapat diklasifikasikan
sebagai parit bersambungan dan parit terputus-putus. Erosi parit terputus dapat
dijumpai di daerah bergunung. Erosi tipe ini biasanya diawali oleh adanya
gerusan-gerusan permukaan tanah oleh air larian kearah tempat yang lebih tinggi
dan cenderung berbentuk jari-jari tangan. Pada tahap lanjutan, proses
pembentukan erosi parit tersebut akan kehilangan karakteristik dinamika
perkembangan gerusan-gerusan pada permukaan tanah oleh aliran air, dan pada
akhirnya terbentuk pola aliran-aliran kecil atau besar yang bersifat permanent.
Namun demikian, proses terbentuknya erosi parit tidak selalu beraturan seperti
tersebut diatas.
Sedang erosi parit bentuk U umumnya terjadi pada tanah dengan tingkat
erodibilitas rendah terletak diatas lapisan tanah dengan erodibilitas yang lebih
tinggi. Untuk menangulangi erosi parit ini diperlukan kombinasi bangunan
pencegah erosi dan penanaman vegetasi.

2.3 Faktor-faktor Penyebab Erosi
2.3.1 Iklim
Pengaruh iklim terhadap erosi dapat bersifat langsung atau tidak langsung.
Pengaruh langsung adalah melalui tenaga kinetis air hujan, terutama intensitas dan
diameter butiran air hujan. Pada hujan yang intensif dan berlangsung dalam waktu
pendek, erosi yang terjadi biasanya lebih besar daripada hujan dengan intensitas
lebih kecil dengan waktu berlangsungnya hujan lebih lama. Pengaruh iklim tidak
langsung ditentukan melalui pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetasi.
2.3.2 Topografi
Kemiringan dan lereng adalah dua faktor yang menentukan karakteristik
topografi suatu daerah aliran sungai. Kedua faktor tersebut penting untuk
terjadinya erosi karena faktor-faktor tersebut menentukan besarnya kecepatan dan
volume air larian. Kecepatan air larian yang besar umumnya ditentukan oleh
kemiringan lereng yang tidak terputus dan panjang serta terkonsentrasi pada
saluran-saluran sempit yang mempunyai potensi besar untuk terjadinya erosi alur
dan erosi parit. Kedudukan lereng juga menentukan besar kecilnya erosi. Lereng
bagian bawah lebih mudah tererosi daripada lereng bagian atas karena momentum
air larian lebih besar dan kecepatan air larian lebih terkonsentrasi ketika mencapai
lereng bagian bawah.
2.3.4 Sifat-sifat Tanah
Empat sifat tanah yang penting dalam menentukan erodibilitas tanah
(mudah-tidaknya tanah tererosi) adalah :
Tekstur tanah, biasanya berkaitan dengan ukuran dan porsi partikel-partikel tanah
dan akan membentuk tipe tanah tertentu. Tiga unsur utama tanah adalah pasir,
debu, dan liat.
Tanah dengan unsur dominan liat, ikatan antar partikel-partikel tanah
tergolong kuat dan dengan demikian tidak mudah tererosi. Hal yang sama juga
berlaku untuk tanah dengan unsur dominan pasir (tanah dengan tekstur kasar),
kemungkinan untuk terjadinya erosi pada jenis tanah ini adalah rendah karena laju
infiltrasi di tempat ini besar dan dengan demikian menurunkan laju air larian.
Sebaliknya pada tanah dengan unsur utama debu dan pasir lembut serta sedikit
unsur organic, memberikan kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya erosi.
Struktur tanah adalah susunan partikel-partikel tanah yang membentuk agregat.
Struktur tanah mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air tanah.
2.3.5 Faktor Erosivitas Hujan (R)
Kemampuan air hujan sebagai penyebab terjadinya erosi adalah bersumber
dari laju dan distribusi tetesan air hujan, dimana keduanya mempengaruhi
besarnya energi kinetic air hujan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
erosivitas hujan sangat berkaitan dengan energi kinetis atau momentum, yaitu
parameter yang berasosiasi dengan laju curah hujan atau volume hujan. Energi
kinetic hujan inilah yang menjadi faktor utama terkelupasnya partikel-partikel
tanah dari agregatnya.
Tenaga pendorong yang menyebabkan terkelupas dan terangkutnya
partikel-partikel tanah ke tempat yang lebih rendah dikenal dengan istilah
erosivitas hujan. Atau dengan kata lain bahwa erosivitas hujan adalah besarnya
tenaga kinetic hujan. Erosivitas hujan sebagian besar terjadi karena pengaruh
jatuhan butir-butir hujan langsung diatas tanah dan sebagian lagi karena aliran air
diatas permukaan tanah.
Faktor erosivitas hujan merupakan hasil perkalian antara energi kinetic (E)
dari satu kejadian hujan dengan intensitas hujan maksimum 30 menit (I30).
Jumlah dari seluruh hujan dengan spesifikasi tersebut diatas selama satu tahun
merupakan erosivitas hujan tahunan. Kehilangan tanah karena erosi percikan,
erosi lembar, dan erosi alur berhubungan erat dengan EI30.
2.3.6 Faktor Erodibilitas Tanah (K)
Faktor erodibilitas tanah (K) menunjukkan resistensi partikel tanah
terhadap pengelupasan dan transportasi partikel-partikel tanah tersebut oleh
adanya energi kinetic air hujan. Meskipun besarnya resistensi tersebut diatas akan
tergantung pada topografi, kemiringan lereng, dan besarnya gangguan oleh
manusia. Besarnya erodibilitas atau resistensi tanah juga ditentukan oleh
karakteristik tanah seperti tekstur tanah, stabilitas agregat tanah, kapasitas
infiltrasi, dan kandungan bahan organic dan kimia tanah. Karakteristik tanah
tersebut bersifat dinamis, selalu berubah. Oleh karenanya, karakteristik tanah
tersebut dapat berubah seiring dengan perubahan waktu dan tataguna lahan atau
system pertanaman. Dengan demikian, angka erodibilitas tanah juga akan
berubah. Perubahan erodibilitas tanah yang significant berlangsung ketika terjadi
hujan karena pada waktu tersebut partikel-partikel tanah mengalami perubahan
orientasi dan karakteristik bahan kimia dan fisika tanah.
Peranan tekstur tanah terhadap besar-kecilnya erodibilitas tanah adalah
besar. Tanah dengan partikel agregat besar resistensinya terhadap daya angkut air
larian juga besar karena diperlukan energi yang cukup besar untuk mengangkut
partikel-partikel tanah tersebut. Sedangkan tanah dengan partikel agregat halus
resisten terhadap pengelupasan karena sifat kohesi tanah tersebut juga besar.
Partikel debu dan pasir halus kurang resisten dibandingkan dengan kedua jenis
partikel tanah yang terdahulu dan dengan demikian tanah dengan kandungan debu
tinggi mempunyai sifat erodibilitas besar.

2.4 Metode Penduga Erosi
2.4.1 Model skala plot (USLE)
Model penduga erosi USLE (universal soil loss equation) merupakan
model empiris yang dikembangkan di Pusat Data Aliran Permukaan dan Erosi
Nasional, Dinas Penelitian Pertanian, Departemen Pertanian Amerika Serikat
(USDA) bekerja sama dengan Universitas Purdue pada tahun 1954. Model
tersebut dikembangkan berdasarkan hasil penelitian erosi pada petak kecil
(Wischmeier plot) dalam jangka panjang yang dikumpulkan dari 49 lokasi
penelitian. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dibuat model penduga
erosi dengan menggunakan data curah hujan, tanah, topografi dan pengelolaan
lahan. Secara deskriptif model tersebut diformulasikan sebagai (Arsyad, 2000) :
A = R K L S C P
di mana:
A : jumlah tanah yang tererosi (ton/ha/tahun)
R : faktor erosivitas hujan
K : faktor erodibilitas tanah
L : faktor panjang lereng
S : faktor kemiringan lereng
C : faktor penutupan dan pengelolaan tanaman
P : faktor tindakan konservasi tanah
Pada awalnya model penduga erosi USLE dikembangkan sebagai alat
bantu para ahli konservasi tanah untuk merencanakan kegiatan usahatani pada
suatu landscape (skala usahatani). Akan tetapi mulai tahun 1970, model ini
menjadi sangat populer sebagai model penduga erosi lembar (sheet erosion) dan
erosi alur (rill erosion) dalam rangka mengaplikasikan kebijakan konservasi
tanah. Model ini juga pada awalnya digunakan untuk menduga erosi dari lahan-
lahan pertanian, tetapi kemudian digunakan pada daerah-daerah penggembalaan,
hutan, pemukiman, tempat rekreasi, erosi tebing jalan tol, daerah pertambangan
dan lain-lain (Wischmeier, 1976).
Model penduga erosi USLE juga telah secara luas digunakan di Indonesia.
Disamping digunakan sebagai model penduga erosi wilayah (DAS), model
tersebut juga digunakan sebagai landasan pengambilan kebijakan pemilihan
teknik konservasi tanah dan air yang akan diterapkan, walaupun ketepatan
penggunaan model tersebut dalam memprediksi erosi DAS masih diragukan. Hal
ini disebabkan karena model USLE hanya dapat memprediksi rata-rata kehilangan
tanah dari erosi lembar dan erosi alur, tidak mampu memprediksi pengendapan
sedimen pada suatu landscape dan tidak menghitung hasil sedimen dari erosi
parit, tebing sungai dan dasar sungai (Wischmeier, 1976).
Pada metode USLE, prakiraan besarnya erosi adalah dalam kurun waktu
tahunan sehingga angka rata-rata faktor R dihitung dari data curah hujan tahunan
sebanyak mungkin dengan persamaan :
X EI R
n
i
100 /


Dimana :
R = erosivitas hujan rata-rata tahunan
N = Jumlah kejadian hujan dalam kurun waktu satu tahun (musim hujan)
X = Jumlah tahun atau musim hujan yang digunakan.
Besarnya energi kinetic proporsional dengan curah hujan total untuk
kejadian hujan dikalikan dengan intensitas hujan maksimum 30 menit.
Pengukuran curah hujan dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu menggunakan
penakar hujan atau menggunakan automatic rain gage yang menghasilkan grafik
hujan pada kertas pias selama 24 jam. Oleh karena alat penakar hujan otomatis
jarang terdapat disetiap tempat pengamatan hujan maka Bolls membuat
perhitungan curah hujan dari 47 stasiun cuaca, selama 38 tahun di pulau Jawa.
Untuk mencari indeks erosivitas hujan tersebut diatas, dapat digunakan rumus
Bolls (1978) sebagai berikut :
(Rm) EI
30
= 6,119 RAINm
1,21
x DAYm
-0,47
x MAXm
0,53

Dimana :
Rm = Erosivitas curah hujan bulan rata-rata
RAINm = Jumlah curah hujan bulanan (cm)
DAYm = Jumlah hari hujan bulanan rata-rata pada bulan tertentu
MAXm = Jumlah hujan maksimum selama 24 jam pada bulan tertetnu (cm)

2.5 Indeks erosivitas hujan (R)
Penetapan indeks erosivitas dapat dilakukan dalam beberapa cara antara
lain (Ira, 2011):
1) Indeks erosivitas harian Wischmeier dan Smith
Menggambarkan bahwa setiap intensitas hujan yang berbeda akan
memiliki energi kinetik yang berbeda pula:
E = 210 + 89 log
10
I
Kelemahan metode ini adalah karena menggunakan data harian atau
bahkan menit maka selain tidak praktis dan membutuhkan data set yang sangat
panjang akumulasinya di setiap bulan dapat menyebabkan akumulasi galat pula.
2) Indeks erosivitas tahunan Bols
Rm = 6.119 x (Rain)m
1,21
x (Days)m
0,47
x (max P)m
0,50

R = (Rm) = (Rjan +RFeb + Rmar + + RDes)
Dimana : m = 1
Rm = erosivitas curah hujan bulanan rata-rata (EI10)
(Rain)m = jumlah curah hujan rata-rata bulan m (cm)
(Days)m = jumlah hari hujan rata-rata bulan m
(Max P)m = curah hujan harian rata-rata maksimal pada bulan tertentu
(cm)
R = erosivitas hujan tahunan rata-rata
3) Indeks erosivitas tahunan Lenvain
Rm = 2.21 x (Rain)m
1,36

R = (Rm) = (Rjan +RFeb + Rmar + + RDes)
Dimana: m = 1
Rm = erosivitas curah hujan bulanan rata-rata (EI10)




BAB III
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Percobaan
Tabel 1 Rekapan Data Hujan Maksimum Jatiroke
Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
rata-
rata
1998 27 55 66 20 19 20 33 5 36 23 22 67 33
1999 34 20 26 31 30 2 0 0 15 40 65 30 24
2000 45 23 55 34 68 23 7 8 12 85 58 39 38
2001 66 48 23 51 44 18 73 60 23 30 20 30 41
2002 70 10 20 36 0 4 7 16 0 0 32 44 20
2003 12 54 23 26 40 0 0 0 12 58 48 48 27
2004 62 39 46 36 48 0 0 0 0 16 15 22 24
2005 42 23 24 22 20 20 18 13 11 34 59 46 28
2006 25 48 53 75 50 0 13 0 0 0 36 28 27
2007 18 26 22 39 10 9 6 0 0 19 21 36 17
2008 41 26 60 50 36 18 0 10 0 40 50 68 33
2009 10 7 51 16 9 0 0 14 6 72 76 79 28
Rata2 38 32 39 36 31 9 13 10 10 35 42 45 28

Tabel 2 Rekapan Data Jumlah Curah Hujan Jatiroke
Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
rata-
rata
1998 220 284 446 140 117 95 150 15 85 161 203 283 183
1999 169 233 269 303 236 5 1 0 15 250 445 143 172
2000 149 101 213 233 253 45 11 13 20 381 301 130 154
2001 386 165 202 317 175 36 73 60 56 127 86 44 144
2002 157 22 125 125 0 8 12 16 0 0 292 407 97
2003 63 203 87 90 58 0 0 0 20 280 266 390 121
2004 379 372 302 119 434 0 0 0 0 30 42 69 146
2005 520 186 244 167 73 87 47 23 21 101 219 248 161
2006 91 294 150 318 121 0 13 0 0 0 68 123 98
2007 81 120 128 181 32 36 32 0 0 38 90 203 78
2008 279 182 405 217 101 74 0 10 0 128 252 251 158
2009 44 28 177 51 9 0 0 14 7 182 465 263 103
Rata2 211 183 229 188 134 32 28 13 19 140 227 213 135






Tabel 3 Rekapan Data Jumlah Hari Hujan Jatiroke
Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
rata-
rata
1998 25 24 30 25 20 16 17 8 14 22 26 25 21
1999 30 25 26 25 23 4 2 0 1 11 19 11 15
2000 14 13 15 13 7 3 2 2 2 12 14 7 9
2001 14 12 19 14 7 3 1 1 3 10 10 3 8
2002 18 4 19 7 0 3 2 1 0 0 17 17 7
2003 11 12 8 8 2 0 0 0 2 8 9 15 6
2004 15 16 13 6 20 0 0 0 0 2 4 6 7
2005 24 22 23 12 5 6 4 2 2 5 8 17 11
2006 7 15 6 9 7 0 1 0 0 0 2 16 5
2007 12 15 15 16 6 8 8 0 0 5 14 16 10
2008 21 21 9 7 9 9 0 1 0 6 12 15 9
2009 10 8 19 8 1 0 0 1 2 10 23 19 8
Rata2 17 16 17 13 9 4 3 1 2 8 13 14 10

Tabel 4 Rekap Data Stasiun Pengamatan Jatiroke
Tahun
Rata-rata
Hujan Maksimum jumlah Curah Hujan Jumlah Hari Hujan
1998 33 183 21
1999 24 172 15
2000 38 154 9
2001 41 144 8
2002 20 97 7
2003 27 121 6
2004 24 146 7
2005 28 161 11
2006 27 98 5
2007 17 78 10
2008 33 158 9
2009 28 103 8
Rata2 28 135 10










Tabel 5 Rekap Jumlah Rm dan Indeks Erosivitas Metode Bolls dan Lenvain
Jumlah Rm/R
Tahun
Metode
Bolls Lenvain
1998 1207,92 1503,53
1999 1238,62 1497,16
2000 1712,7 1258,79
2001 1468,97 1122,45
2002 766,75 804,73
2003 883,93 994,37
2004 1043,46 1332,66
2005 1026,2 1343,92
2006 1011,79 761,8
2007 416,29 511,13
2008 1419,18 1315,17
2009 808,16 873,22
Indeks Erosivitas
Tahun
Metode
Bolls Lenvain
1998 12,08 15,04
1999 12,23 15
2000 13,86 14,2
2001 14,07 13,45
2002 12,79 12,37
2003 12,13 11,97
2004 11,89 12,16
2005 11,69 12,32
2006 11,51 11,8
2007 10,78 11,13
2008 11,09 11,31
2009 10,84 11,1





Gambar 1 Grafik Hujan Maksimum Bulanan Rata-rata Jatiroke
38
32
39
36
31
9
13
10
10
35
42
45
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
Hujan Maksimum Bulanan Rata-rata
Hujan Maksimum (mm)

Gambar 2 Grafik Jumlah Curah Hujan Bulanan Rata-rata Jatiroke

Gambar 3 Grafik Jumlah Hari Hujan Bulanan Rata-rata Jatiroke

Contoh Perhitungan Metode Bolls
Contoh perhitungan pada data Bulan Januari 1998 (Terlampir)
1. 6,119 RAINm
1,21
(a) 6,119 x (220/10)
1,21
=257,01
2. DAYm
-0,474
(b) (25)
-0,474
= 0,22
3. MAXPm
0,526
(c) (27)
0,526
= 1,69
4. (Rm) Ei30 (a*b*c) (257,01) x (0,22) x (1,69) = 94,64
5. Selanjutnya perhitungan R dihitung pada tabel di bawah ini secara
kontinyu dalam 12 tahun waktu pengamatan

Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
211
183
229
188
134
32
28
13
19
140
227
213
Jumlah Curah Hujan Bulanan Rata-rata
Jumlah Curah Hujan (mm)
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
17
16
17
13
9
4
3
1
2
8
13
14
Jumlah Hari Hujan Bulanan Rata-rata
Jumlah Hari Hujan (Hari)
Perhitungan Indeks Erosivitas Metode Bolls
T
a
h
u
n


1998



1999



2000



2001



2002



2003



2004



2005



2006



2007





2008





2009






Contoh Perhitungan Metode Lenvain
Contoh perhitungan pada data Bulan Januari 1998 (Terlampir)
1. R = 2,21 x (P
1,36
) 2,21 x ((220)
1,36
) = 147,53
2. Selanjutnya perhitungan R dihitung pada tabel di bawah ini secara
kontinyu dalam 12 tahun waktu pengamatan





Perhitungan Indeks Erosivitas Metode Lenvain
T
a
h
u
n


1998



1999



2000



2001



2002



2003



2004



2005



2006



2007



2008





2009






3.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan mengenai perhitungan indeks
erosivitas hujan (R) dengan rumus Bols. Daerah yang dipakai datanya untuk
perhitungan indeks erosi ini adalah Jatiroke. Dimana data yang dipakai terdiri dari
rekapan data hujan maksimum, rekapan data jumlah curah hujan jatiroke, rekapan
data jumlah hari hujan, rekap data statsiun pengamatan Jatiroke, serta rekap
jumlah Rm dan indeks erosivitas metode Bolls dan Lenvain. Perhitungan indeks
erosivitas ini dilakukan untuk periode 12 tahun.
Di dalam tabel rekapan data hujan, terdapat beberapa data yang kosong
(nilai 0). Terjadinya kehilangan data pada saat perekapan data hujan ini
kemungkinan diakibatkan oleh ketidakhadiran pengamat atau kerusakan alat. Cara
memperkirakan data curah hujan yang hilang tersebut adalah dengan
menggunakan data dari pengamatan di tiga statsiun pengamatan terdekat dan
sedapat mungkin berjarak sama terhadap statsiun yang kehilangan data tersebut.
Kehilangan data terbanyak di Jatiroke diantaranya terjadi pada tahun 2003 dan
2004 selama 4 bulan dari bulan Juni sampai Agustus, serta pada tahun 2006 dari
bulan Agustus sampai Oktober. Rata-rata hujan maksimum terbanyak adalah pada
tahun 2001 sebanyak 41 dan rata-rata hujan maksimum terbanyak adalah pada
bulan Desember sebanyak 45.
Pada tabel rekapan data jumlah curah hujan Jatiroke, Rata-rata jumlah
curah hujan terbanyak terjadi pada tahun 1998 sebanyak 183 dan rata-rata jumlah
curah hujan terbanyak dari data selama 12 tahun tersebut adalah pada bulan Maret
sebanyak 229. Selanjutnya untuk tabel rekapan data jumlah hari hujan Jatiroke,
rata-rata tahun yang memiliki hari hujan terbanyak ada pada tahun 1998 sebanyak
21 dan bulan dengan rata-rata jumlah hari hujan terbanyak ada pada bulan
Desember sebanyak 14. Banyaknya hari hujan tidak berpengaruh terhadap curah
hujan karena meskipun dalam satu bulan terjadi hujan dengan frekwensi yang
banyak, belum tentu banyaknya air hujan yang jatuh di permukaan tanah juga
banyak. Kemungkinan hujan yang turun tersebut hanya gerimis kecil dengan
frekwensi yang banyak, lain halnya dengan hujan yang hanya terjadi sekali namun
kejadian hujannya sangat deras, maka banyaknya air yang jatuh ke permukaan
tanah dari hujan deras dengan frekwensi sedikit akan lebih banyak dari gerimis
dengan frekwensi besar.
Berdasarkan hasil rekap jumlah Rm atau curah hujan maksimum selama
24 jam dalam 1 bulan serta indeks erosivitas metode Bolls dan Lenvain diketahui
jumlah Rm terbesar berdasarkan perhitungan metode Bolls adalah pada tahun
2001 sebesar 1468,97 dan berdasarkan perhitungan metode Lenvain adalah
sebesar 1503,53 pada tahun 1998. Hasil perhitungan berdasarkan kedua metode
ini akan berbeda karena dalam perhitungan dengan metode Lenvain, data hujan
harian maksimum dan jumlah hari hujan tidak dipakai sementara pada metode
perhitungan dengan metode Bolls kedua parameter itu dipakai. Metode Bolls ini
khusus digunakan untuk Kepulauan Jawa dan Madura. Sedangkan untuk indeks
erosivitas menurut perhitungan dengan metode Bolls, indeks erosivitas tertinggi
terjadi pada tahun 2001 sebesar 14,07 dan menurut perhitungan dengan metode
Lenvain, indeks erosivitas tertinggi terjadi pada tahun 1998 sebesar 15,04.
Faktor Rm atau curah hujan maksimum selama 24 jam dalam 1 bulan dan
indeks erosivitas saling berhubungan. Erosivitas sendiri merupakan kekuatan
hujan menimbulkan erosi atau besarnya energi kinetik hujan yang menyebabkan
terkelupas dan terangkutnya partikel-partikel tanah ke tempat yang lebih rendah.
Ketika curah hujan tinggi, maka jumlah air yang jatuh ke permukaan tanah besar
pula. Dengan banyaknya air hujan tersebut, maka pori tanah akan terisi air dengan
jumlah yang sangat banyak sehingga menimbulkan adanya aliran permukaan atau
runoff yang mengakibatkan terkikisnya permukaan tanah dari suatu lahan atau
erosi yang besar pula.





BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan
bahwa:
1. Terjadinya kehilangan data pada saat perekapan data hujan ini
kemungkinan diakibatkan oleh ketidakhadiran pengamat atau kerusakan
alat.
2. Cara memperkirakan data curah hujan yang hilang adalah dengan
menggunakan data dari pengamatan di tiga statsiun pengamatan terdekat
dan sedapat mungkin berjarak sama terhadap statsiun yang kehilangan
data tersebut.
3. Banyaknya hari hujan tidak berpengaruh terhadap curah hujan karena
meskipun dalam satu bulan terjadi hujan dengan frekwensi yang banyak,
belum tentu banyaknya air hujan yang jatuh di permukaan tanah juga
banyak.
4. Hasil perhitungan metode Bolls dan Lenvain berbeda karena dalam
perhitungan dengan metode Lenvain, data hujan harian maksimum dan
jumlah hari hujan tidak dipakai sementara pada metode perhitungan
dengan metode Bolls kedua parameter itu dipakai.
5. Semakin besar Rm, maka erosivitas suatu lahan akan besar pula karena
dengan banyaknya air hujan maka aliran permukaan atau runoff akan besar
yang mengakibatkan terkikisnya permukaan tanah dari suatu lahan atau
erosi yang besar pula.

4.2 Saran
Disarankan kepada pratikan yang akan melakukan praktikum serupa agar:
1. Memahami terlebih dahulu materi yang akan dipraktikkan untuk
mempermudah jalannya praktikum.
2. Melakukan perhitungan dengan teliti dan hati-hati untuk meminimalisir
terjadinya kesalahan yang akan mempengaruhi hasil praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Sitanala. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Jurusan Tanah, Fakultas
Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penerbit IPB, Bogor.

Glenn O. Schwab., Delmar D. Fangmeir., William J. Elliot., Richard K. Frevert.
1992. Soil and Water Conservation. Fourth Edition. John Wiley and Sons,
Inc.

Ira. 2011. Penentuan Indeks Erosivitas metode Lenvain dan Bols. Tersedia:
http://eerrapoenyablog.blogspot.com (Diakses pada tanggal 4 Mei 2013
pukul 20.11 WIB)

Kohnke, H. and A.R. Bertrand. 1959. Soil Conservation. Mc-Graw Hill Book Co.,
Inc.

Patra. 2011. Pendugaan Erosi dengan Metode USLE. Tersedia:
http://red-patra.blogspot.com (Diakses pada tanggal 4 Mei 2013 pukul
20.11 WIB)

Wiscmeier, W.H dan D.D. Smith. 1976. A Universal Soil Loss Estimating
Equation to Guide Conservation Farm Planning. Trans 7
th
Congress
International Soil Sci. I : p. 418-425.








LAMPIRAN

Lampiran 1
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 1998
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0 0 9 20 2 2 0 0 0 1 11 35
2 0 1 10 3 1 1 0 0 0 0 11 0
3 12 0 9 0 0 5 11 5 0 0 19 0
4 1 4 16 0 0 3 1 0 0 0 4 6
5 8 27 4 0 0 10 9 0 0 22 11 1
6 26 17 10 6 3 4 2 2 2 5 2 0
7 3 20 9 10 19 8 0 1 0 22 8 0
8 0 55 9 1 4 0 0 0 1 2 7 1
9 8 14 10 7 2 0 0 0 1 4 15 0
10 8 13 9 7 3 5 0 0 4 4 14 0
11 0 4 26 4 5 6 12 2 4 0 0 3
12 0 6 17 2 3 1 0 0 1 0 0 24
13 0 11 14 4 1 8 4 0 0 4 1 4
14 1 0 21 8 0 20 0 0 0 3 0 67
15 0 3 10 10 18 3 0 1 0 0 6 37
16 0 15 20 1 15 17 0 0 0 0 13 6
17 14 25 13 0 11 2 0 0 0 7 2 0
18 10 5 18 0 0 0 3 0 2 2 9 1
19 0 6 13 6 12 0 0 0 36 7 8 9
20 14 31 38 9 0 0 22 0 2 6 12 25
21 27 0 4 1 4 0 11 0 0 14 11 7
22 21 0 66 10 1 0 33 0 3 3 12 18
23 27 9 17 0 0 0 1 0 18 0 22 7
24 6 3 13 9 0 0 0 0 0 4 4 7
25 1 2 5 2 0 0 0 0 0 1 0 9
26 3 8 9 9 8 0 0 0 7 0 0 2
27 11 0 37 6 0 0 15 4 0 5 0 1
28 9 3 4 4 4 0 2 0 0 6 0 10
29 6 0 1 0 0 0 0 0 11 0 0
30 1 0 1 0 0 7 0 5 6 0 2
31 0 5 0 16 0 23 0
0
Hujan Maksimum 27 55 66 20 19 20 33 5 36 23 22 67 67
Jml Curah Hujan 220 284 446 140 117 95 150 15 85 161 203 283 2198
Jml. Hari Hujan 25 24 30 25 20 16 17 8 14 22 26 25 252
Rata-rata 7 10 14 5 4 3 5 0 3 5 7 9
Hujan (1-15) 68 177 183 80 62 75 40 11 12 67 109 179
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 152 107 264 60 55 19 110 4 73 93 93 104
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0





Lampiran 2
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 1999
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0 7 2 15 12 0 0 0 0 0 0 0
2 3 7 15 12 10 0 0 0 0 0 45 0
3 5 13 20 19 0 0 0 0 0 0 32 8
4 15 10 9 12 20 0 0 0 0 0 13 0
5 6 7 16 14 16 0 0 0 0 0 33 5
6 0 9 25 2 3 1 0 0 0 0 0 16
7 0 0 7 31 12 0 0 0 0 0 0 0
8 2 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0
9 1 0 5 1 0 0 0 0 0 0 28 0
10 6 0 1 16 0 0 0 0 0 0 0 0
11 1 12 5 12 15 0 0 0 0 0 0 0
12 9 9 8 11 9 0 0 0 0 0 18 3
13 9 12 16 19 13 1 0 0 0 18 38 0
14 34 10 26 14 0 0 0 0 0 0 65 0
15 11 9 1 15 5 0 0 0 0 31 27 0
16 6 18 5 16 9 0 0 0 0 23 31 0
17 6 6 10 6 6 0 0,3 0 0 18 7 0
18 4 4 0 0 0 0 0,3 0 0 0 12 0
19 0 5 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0
20 0 5 0 0 8 1 0 0 0 14 8 0
21 10 20 10 14 10 0 0 0 0 40 13 29
22 7 15 11 12 0 0 0 0 0 17 30 0
23 3 9 14 8 11 0 0 0 0 0 12 0
24 2 5 12 11 14 0 0 0 0 25 8 9
25 1 9 16 12 9 0 0 0 15 17 21 14
26 10 13 6 17 10 0 0 0 0 38 4 18
27 3 9 12 12 6 2 0 0 0 0 0 0
28 3 11 12 0 6 0 0 0 0 0 0 6
29 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
30 9 0 0 0 0 0 0 0 9 0 30
31 1 0 30 0 0 0 5

Hujan Maksimum 34 20 26 31 30 2 0 0 15 40 65 30 65
Jml Curah Hujan 169 233 269 303 236 5 1 0 15 250 445 143 2068
Jml. Hari Hujan 30 25 26 25 23 4 2 0 1 11 19 11 177
Rata-rata 5 8 9 10 8 0 0 0 1 8 15 5
Hujan (1-15) 102 106 157 194 117 2 0 0 0 49 299 32
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 68 128 112 109 119 3 1 0 15 201 146 111
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0







Lampiran 3
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2000
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0 16 0 0 12 0 7 0 0 0 21 0
2 0 0 0 16 0 0 0 0 0 0 0 0
3 14 1 0 8 22 0 0 0 12 0 0 0
4 19 22 0 0 68 0 4 0 0 0 0 0
5 2 14 0 26 22 0 0 0 0 0 0 0
6 45 0 0 0 30 0 0 0 0 0 0 0
7 8 0 1 22 0 9 0 0 0 20 0 0
8 14 1 0 18 0 0 0 0 0 0 7 4
9 0 4 1 0 0 0 0 0 0 0 12 0
10 18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0
11 0 0 0 8 0 0 0 0 0 5 14 5
12 0 0 8 0 0 13 0 0 0 0 9 8
13 0 0 5 0 0 0 0 0 0 27 0 8
14 0 0 3 16 0 0 0 0 0 0 20 0
15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 71 22 0
16 5 0 0 0 0 0 0 0 0 85 52 0
17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 0 0
18 0 5 0 32 0 0 0 0 0 0 0 0
19 0 3 0 18 40 0 0 0 0 0 0 0
20 0 2 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0
21 2 0 11 0 0 0 0 0 8 0 2 0
22 0 23 55 0 0 0 0 0 0 10 10 31
23 0 3 23 0 0 23 0 0 0 12 58 0
24 0 3 14 0 0 0 0 0 0 0 57 39
25 4 4 7 12 0 0 0 0 0 81 0 0
26 8 0 32 8 0 0 0 8 0 0 0 0
27 5 0 18 0 0 0 0 0 0 5 0 0
28 0 0 0 15 0 0 0 5 0 20 0 0
29 2

28 34 0 0 0 0 0 35 9 35
30 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0
31 3 4 0 0 0 0 0

Hujan Maksimum 45 23 55 34 68 23 7 8 12 85 58 39 85
Jml Curah Hujan 149 101 213 233 253 45 11 13 20 381 301 130 1850
Jml. Hari Hujan 14 13 15 13 7 3 2 2 2 12 14 7 104
Rata-rata 5 3 7 8 8 2 0 0 1 12 10 4
Hujan (1-15) 120 58 18 114 154 22 11 0 12 123 113 25
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 29 43 195 119 99 23 0 13 8 258 188 105
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 4
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2001
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0 6 12 19 34 0 0 0 15 0 0 0
2 66 8 10 28 27 0 0 0 23 0 0 0
3 15 3 0 51 0 0 0 60 18 0 0 0
4 0 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 6 8 7 0 0 0 0 0 0 2 0 0
6 42 14 3 12 0 0 0 0 0 0 0 0
7 18 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 13 7 0 0 0 18curah 0 0 0 0 2 0
9 17 0 12 0 0 5 0 0 0 0 0 0
10 0 0 20 18 0 13 73 0 0 7 1 0
11 0 23 8 20 0 0 0 0 0 0 0 0
12 0 16 0 13 12 0 0 0 0 0 0 0
13 0 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
14 0 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0
15 0 0 18 31 0 0 0 0 0 0 12 0
16 0 0 23 0 0 0 0 0 0 30 10 0
17 0 0 12 0 0 0 0 0 0 6 7 0
18 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 4 0
19 0 0 0 0 38 0 0 0 0 24 0 0
20 35,5 0 0 0 44 0 0 0 0 8 5 0
21 0 0 8 15 0 0 0 0 0 10 10 0
22 0 0 2 25 0 0 0 0 0 18 15 0
23 5 0 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0
24 13 0 18 0 0 0 0 0 0 0 0 4,3
25 0 0 0 0 12 0 0 0 0 10 0 0
26 0 0 0 0 8 0 0 0 0 12 20 0
27 0 48 7 48 0 0 0 0 0 0 0 30
28 18 0 5 16 0 0 0 0 0 0 0 10
29 42 0 13 0 0 0 0 0 0 0 0
30 45 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0
31 50 7 0 0 0 0 0

Hujan Maksimum 66 48 23 51 44 18 73 60 23 30 20 30 73
Jml Curah Hujan 386 165 202 317 175 36 73 60 56 127 86 44 1727
Jml. Hari Hujan 14 12 19 14 7 3 1 1 3 10 10 3 97
Rata-rata 12 6 7 11 6 1 2 2 2 4 3 1
Hujan (1-15) 177 117 90 200 73 36 73 60 56 9 15 0
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 209 48 112 117 102 0 0 0 0 118 71 44
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 5
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2002
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0 0 20 13 0 0 0 0 0 0 0 0
2 2 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0
3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 28
4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 42
5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 28 0
6 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 0 2 10 0 0 0 0 0 0 0 0 16
8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 39
9 4 1 2 0 0 0 0 0 0 0 32 44
10 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 40
11 12 0 10 0 0 0 0 0 0 0 0 9
12 3 0 4 0 0 0 7 0 0 0 0 0
13 4 10 7 20 0 0 0 0 0 0 0 0
14 0 0 6 8 0 0 5 0 0 0 12 0
15 0 0 3 0 0 1 0 0 0 0 0 25
16 5 0 5 0 0 0 0 0 0 0 26 40
17 2 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 36
18 10 0 0 30 0 0 0 0 0 0 8 0
19 70 0 0 36 0 4 0 0 0 0 15 0
20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0
21 7 0 10 12 0 0 0 0 0 0 24 19
22 3 0 8 0 0 0 0 16 0 0 18 12
23 5 0 7 0 0 0 0 0 0 0 12 5
24 8 0 5 0 0 0 0 0 0 0 8 8,0
25 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15 0
26 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 30 0
27 0 9 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0
28 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 18 0
29 0 2 0 0 3 0 0 0 0 28 18
30 2 0 0 0 0 0 0 0 0 7 16
31 1 5 0 0 0 0 0 7 10

Hujan Maksimum 70 10 20 36 0 4 7 16 0 0 32 44 70
Jml Curah Hujan 157 22 125 125 0 8 12 16 0 0 292 407 1164
Jml. Hari Hujan 18 4 19 7 0 3 2 1 0 0 17 17 88
Rata-rata 5 1 4 4 0 0 0 1 0 0 9 13
Hujan (1-15) 32 13 66 47 0 1 12 0 0 0 72 243
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 125 9 59 78 0 7 0 16 0 0 220 164
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 6
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2003
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 12,0 0,0 0,0 9,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 44,0 0,0 28,0
2 8,0 0,0 0,0 5,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 28,0 0,0 36,0
3 6,0 17,0 0,0 26,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 42,0
4 10,0 12,0 0,0 7,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 16,0
5 0,0 23,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 23,0 0,0
6 0,0 0,0 7,0 0,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 16,0 14,0
7 0,0 0,0 0,0 0,0 40,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 48,0
8 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 58,0 0,0 32,0
9 0,0 14,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 46,0 0,0 20,0
10 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 20,0 0,0 8,0
11 0,0 15,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 26,0
12 0,0 22,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 38,0
13 0,0 13,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 40,0
14 0,0 25,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 33,0
15 0,0 54,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0 0,0 48,0 7,0
16 0,0 0,0 4,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 12,0 36,0 42,0 2,0
17 0,0 0,0 5,0 12,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 28,0 47,0 0,0
18 7,0 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 38,0 0,0
19 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 29,0 0,0
20 4,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
21 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
22 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
23 0,0 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 16,0 0,0
24 5,0 2,0 23,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 20,0 0,0 0,0
25 2,0 0,0 16,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
26 1,0 0,0 0,0 5,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
27 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
28 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
29 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
30 5,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
31 0,0 6,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7,0 0,0

Hujan Maksimum 12 54 23 26 40 0 0 0 12 58 48 48 58
Jml Curah Hujan 63 203 87 90 58 0 0 0 20 280 266 390 1457
Jml. Hari Hujan 11 12 8 8 2 0 0 0 2 8 9 15 75
Rata-rata 2 7 3 3 2 0 0 0 1 9 9 13
Hujan (1-15) 36 195 25 47 58 0 0 0 8 196 87 388
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 27 8 62 43 0 0 0 0 12 84 179 2
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 7
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2004
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0,0 25,0 12,0 0,0 23,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
2 0,0 28,0 7,0 0,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
3 0,0 32,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
5 0,0 0,0 0,0 0,0 38,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
6 0,0 30,0 0,0 0,0 41,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
7 0,0 39,0 27,0 18,0 - 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
8 31,0 10,0 0,0 26,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
9 10,0 0,0 0,0 0,0 32,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5,0
10 40,0 0,0 0,0 0,0 15,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3,0
11 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
12 0,0 0,0 0,0 0,0 11,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
13 0,0 23,0 34,0 0,0 16,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
14 0,0 20,0 20,0 0,0 48,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
15 0,0 28,0 12,0 0,0 9,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
16 26,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
17 15,0 0,0 27,0 8,0 15,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0
18 0,0 0,0 46,0 22,0 27,0 0,0 0,0 0,0 0,0 14,0 0,0 16,0
19 62,0 20,0 31,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
20 13,0 12,0 33,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 15,0 0,0
21 21,0 11,0 24,0 0,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0 0,0
22 0,0 26,0 17,0 0,0 32,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 15,0
23 0,0 27,0 0,0 36,0 15,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 22,0
24 0,0 31,0 0,0 9,0 23,0 0,0 0,0 0,0 0,0 16,0 12,0 0,0
25 25,0 0,0 12,0 0,0 15,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7,0 0,0
26 17,0 0,0 0,0 0,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
27 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
28 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
29 28,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
30 35,0 - 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
31 26,0 - 0,0 - 0,0 - 0,0 0,0 - 0,0 - 0,0

Hujan Maksimum 62 39 46 36 48 0 0 0 0 16 15 22 62
Jml Curah Hujan 379 372 302 119 434 0 0 0 0 30 42 69 1747
Jml. Hari Hujan 15 16 13 6 20 0 0 0 0 2 4 6 82
Rata-rata 12 13 10 4 14 0 0 0 0 1 1 2
Hujan (1-15) 81 235 112 44 279 0 0 0 0 0 0 8
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 298 137 190 75 155 0 0 0 0 30 42 61
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 8
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2005
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 17,0 7,0 2,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2
2 26,0 2,0 4,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0
3 40,0 6,0 7,0 17,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0
4 0,0 3,0 2,0 15,0 16,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0
5 0,0 0,0 4,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4
6 8,0 0,0 0,0 22,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0
7 25,0 8,0 5,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 37,0 21
8 22,0 8,0 17,0 16,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2
9 15,0 7,0 20,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0
10 0,0 3,0 18,0 2,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5
11 0,0 15,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6
12 0,0 8,0 10,0 0,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5,5 0,0 33
13 0,0 9,0 22,0 0,0 0,0 20,0 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 46
14 35,0 0,0 24,0 12,0 0,0 17,0 10,0 13,0 0,0 0,0 0,0 18
15 26,0 3,0 10,0 7,0 17,0 0,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2
16 28,0 12,0 8,0 0,0 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 32
17 36,0 10,0 6,0 0,0 0,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6
18 42,0 7,0 10,0 0,0 0,0 0,0 12,0 0,0 0,0 23,0 0,0 0
19 40,0 3,0 13,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 34,0 15,0 0
20 21,0 2,0 7,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 17,0 50,0 0
21 16,0 0,0 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4
22 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10,9 0,0 0,0 0
23 7,0 4,0 0,0 0,0 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 34
24 16,0 21,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0
25 18,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 22,0 17
26 9,0 23,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 21,0 10,0 0
27 0,0 15,0 10,0 0,0 0,0 10,0 0,0 0,0 10,0 0,0 0,0 0
28 12,0 0,0 6,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 15,5 0
29 15,0 - 0,0 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 59,0 16
30 20,0 - 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10,0 0
31 18,0 - 16,0 - 10,0 - 0,0 0,0 - 0,0 - 4

Hujan Maksimum 42 23 24 22 20 20 18 13 11 34 59 46 59
Jml Curah Hujan 520 186 244 167 73 87 47 23 21 101 219 248 1935
Jml. Hari Hujan 24 22 23 12 5 6 4 2 2 5 8 17 130
Rata-rata 17 7 8 6 2 3 2 1 1 3 7 8
Hujan (1-15) 214 79 145 167 53 37 35 23 0 6 37 137
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 306 107 99 0 20 50 12 0 21 95 182 111
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 9
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2006
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 5,0 0,0 0,0 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
2 0,0 0,0 0,0 0,0 25,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 9,0
3 0,0 22,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5,1
4 21,0 0,0 25,0 15,0 50,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
5 0,0 0,0 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
6 0,0 0,0 14,0 0,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0
7 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 21,0
8 0,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,1
9 0,0 15,0 53,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
10 0,0 10,0 42,0 0,0 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,0
11 0,0 15,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
12 0,0 25,0 9,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
13 0,0 0,0 0,0 46,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
14 20,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
15 5,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
16 0,0 22,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,1
17 0,0 0,0 0,0 69,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
18 0,0 20,0 0,0 13,0 0,0 0,0 12,5 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
19 0,0 48,0 0,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6,1
20 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,1
21 0,0 11,3 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6,0
22 0,0 6,5 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 15,1
23 25,0 11,4 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,1
24 0,0 0,0 0,0 22,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,0
25 0,0 36,0 0,0 50,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 28,1
26 0,0 22,0 0,0 0,0 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 32,0 1,1
27 0,0 0,0 0,0 75,0 5,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 36,0 7,1
28 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
29 0,0 - 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
30 5,0 - 7,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
31 0,0 - 0,0 - 0,0 - 0,0 0,0 - 0,0 - 0,0

Hujan Maksimum 25 48 53 75 50 0 13 0 0 0 36 28 75
Jml Curah Hujan 91 294 150 318 121 0 13 0 0 0 68 123 1178
Jml. Hari Hujan 7 15 6 9 7 0 1 0 0 0 2 16 63
Rata-rata 3 11 5 11 4 0 0 0 0 0 2 4
Hujan (1-15) 61 107 143 71 113 0 0 0 0 0 0 49
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 30 187 7 247 8 0 13 0 0 0 68 74
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 10
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2007
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0,0 8,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
2 0,0 2,1 2,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 9,0 2,0
3 0,0 20,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,0 10,1
4 0,0 2,1 0,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7,0 7,1
5 0,0 1,1 1,1 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 36,0
6 0,0 1,0 0,0 2,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 21,0 15,1
7 0,0 0,0 4,0 6,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,0 0,0
8 0,0 8,0 1,1 8,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0 0,0
9 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,1 0,0
10 0,0 0,0 0,0 0,0 1,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7,1 12,0
11 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0 0,0
12 0,0 5,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3,0
13 0,0 0,0 18,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 33,1
14 0,0 0,0 22,1 0,0 1,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
15 0,0 13,0 1,1 0,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,0
16 0,0 0,0 15,1 8,0 10,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,1 0,0
17 2,0 0,0 22,0 3,0 0,0 9,1 5,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,0
18 0,0 5,1 2,0 2,0 9,0 3,0 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
19 3,0 5,1 11,0 28,0 0,0 2,0 2,0 0,0 0,0 0,0 0,0 34,1
20 0,0 26,0 0,0 10,0 0,0 5,1 5,1 0,0 0,0 0,0 0,0 7,0
21 0,0 0,0 0,1 3,1 0,0 6,1 6,1 0,0 0,0 0,0 0,0 30,1
22 5,1 2,1 0,0 13,1 0,0 4,0 4,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
23 7,1 0,0 0,0 39,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3,0 0,0 0,0
24 0,1 0,0 0,0 33,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,0 0,0 0,0
25 17,5 5,0 0,0 9,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,1 4,0
26 6,0 0,0 0,0 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1,0 1,0
27 17,0 16,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
28 7,1 0,0 22,1 0,0 0,0 6,0 6,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
29 9,0 - 0,0 0,0 0,0 1,0 1,0 0,0 0,0 19,0 1,0 0,0
30 0,1 - 2,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5,0 2,1 0,0
31 7,1 - 4,0 - 3,0 - 0,0 0,0 - 7,1 - 4,0

Hujan Maksimum 18 26 22 39 10 9 6 0 0 19 21 36 39
Jml Curah Hujan 81 120 128 181 32 36 32 0 0 38 90 203 941
Jml. Hari Hujan 12 15 15 16 6 8 8 0 0 5 14 16 115
Rata-rata 3 4 4 6 1 1 1 0 0 1 3 7
Hujan (1-15) 0 61 49 29 10 0 0 0 0 0 76 120
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 81 59 78 151 22 36 32 0 0 38 14 82
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 11
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2008
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 3 7 56 0 0 0 0 0 0 27 0 3
2 0 5 0 0 0,0 17 0 0 0 0 0 0
3 0 25 0 20 0 1 0 0 0 0 0 0
4 8 20 0 0 0 6 0 0 0 0 0 8
5 0 6 0 0 0 18 0 0 0 40 0 27
6 0 4 50 0 0 2 0 0 0 6 0 0
7 0 2 60 0 0,0 0 0 0 0 18 0 0
8 37 0 45 0,0 0 14 0 0 0 0 0 0
9 0 0,0 21 0 0 0 0 0 0 0 1 19
10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 39 0
11 4 0 0 0 7 0 0 0 0 0 9 0
12 13 3 0 0,0 0 1 0 0 0 0 0 0
13 13 16 0 0 14 0 0 0 0 12 50 0
14 36 0,0 45 0 0 0 0 0 0 27 0 0
15 2 4 38 0 2 2 0 0 0 0 0 0
16 3 3 55 0 0 0 0 0 0 0 0 36
17 17 6 0,0 0,0 29 0 0 0 0 0 0 0
18 0,0 4 0 0 36 0 0 0 0 0 26 1
19 10 0 0 50 5 0 0 0 0 0 12 0
20 6,0 5 0,0 30 0 0 0 0 0 0 34 10
21 14 10 0 20 1 0 0 0 0 0 15 0
22 18 19 0 45 0 0 0 0 0 0 4 0
23 6,0 26 0,0 15 7 0,0 0 0 0 0 0 0
24 8 8,0 0,0 0 1,5 13 0 0 0 0 0 12
25 4 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20
26 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 30 12
27 0 4 0 0 0 0 0 10 0 0 0 6
28 41 0,0 36 38 0 0 0 0 0 0 3 5
29 12 - 0 0 0 0 0 0 0 0 31 17
30 6 - 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8
31 18 - 0,0 - 0 - 0 0 - 0 - 68

Hujan Maksimum 41 26 60 50 36 18 0 10 0 40 50 68 68
Jml Curah Hujan 279 182 405 217 101 74 0 10 0 128 252 251 1898
Jml. Hari Hujan 21 21 9 7 9 9 0 1 0 6 12 15 110
Rata-rata 9 7 13 7 3 2 0 0 0 4 8 8
Hujan (1-15) 116 92 314 20 23 61 0 0 0 128 98 57
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 163 90 91 198 78 13 0 10 0 0 154 194
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 12
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Jatiroke Tahun 2009
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 1,1 0,0 13,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 28,5 23,5 7,0
2 0,0 0,0 4,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 41,0 16,0
3 2,1 1,0 0,0 0,0 9,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 14,5 79,0
4 6,1 0,0 14,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10,5 44,5
5 0,0 0,0 4,1 2,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5,0 0,0
6 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5,0 0,0
7 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
8 0,0 0,0 3,0 6,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 12,0 76,0 7,0
9 0,0 3,0 9,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 43,0 20,0
10 7,1 0,0 51,0 8,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 52,0 2,5
11 7,1 2,1 10,0 4,0 0,0 0,0 0,0 14,0 0,0 5,0 0,0 0,0
12 2,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10,0 6,0 6,5
13 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1,5 3,0 0,0 2,5
14 0,0 3,1 4,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,0 7,5
15 0,0 0,0 4,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5,5 0,0 6,5 7,0
16 0,0 7,1 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7,0 2,0
17 0,0 0,0 17,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8,0 2,0
18 0,0 0,0 3,0 1,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 9,5 22,5
19 0,0 0,0 9,1 16,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 43,0 1,0
20 0,0 0,0 13,0 7,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
21 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1,0 0,0
22 2,1 0,0 0,0 7,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7,5
23 0,0 5,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,5 41,0 25,0
24 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
25 0,0 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3,0 16,5 1,0
26 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 28,5 2,0
27 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 22,0 15,0 0,0
28 4,0 0,0 2,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 72,0 0,0 0,0
29 0,0 4,1 1,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6,0 0,0
30 10,0 - 12,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,0 0,0
31 2,1 - 0,0 - 0,0 - 0,0 0,0 - 23,5 - 0,0

Hujan Maksimum 10 7 51 16 9 0 0 14 6 72 76 79 79
Jml Curah Hujan 44 28 177 51 9 0 0 14 7 182 465 263 1238
Jml. Hari Hujan 10 8 19 8 1 0 0 1 2 10 23 19 101
Rata-rata 1 1 6 2 0 0 0 0 0 6 15 8
Hujan (1-15) 25 9 116 20 9 0 0 14 7 59 285 200
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 18 19 60 31 0 0 0 0 0 123 180 63
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0






Lampiran 13
Data Curah Hujan (mm) Stasiun Cikumunuk Tahun 1998
Tanggal
BULAN
Tahunan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 0,30 3,80 0,10 31,30 17,90 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 6,00 0,00
2 1,80 0,00 36,50 30,30 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 6,10
3 28,20 0,00 32,80 5,20 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 8,00 0,60
4 1,80 0,70 0,00 7,60 0,00 9,30 0,50 0,00 0,00 0,00 2,60 43,00
5 49,30 0,00 0,00 23,50 21,50 0,00 31,20 0,00 0,00 0,00 33,00 0,20
6 2,00 0,00 5,30 32,50 24,30 0,00 3,90 0,00 0,00 0,00 4,75 7,00
7 0,70 2,70 9,30 0,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,20 35,60
8 12,50 0,00 3,40 26,30 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3,00 15,20
9 8,00 0,60 2,50 11,30 6,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 9,50 4,00
10 4,00 0,10 8,20 0,30 0,30 6,40 0,00 0,00 0,00 0,00 10,00 4,00
11 16,00 0,00 0,00 32,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,10
12 11,50 7,00 15,50 7,50 5,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 4,30 1,60
13 10,20 1,70 30,50 8,30 32,80 1,10 0,00 0,00 0,00 0,20 18,00 2,80
14 0,20 10,00 8,00 18,70 17,50 37,50 0,00 0,00 0,00 0,10 2,00 0,00
15 13,20 3,70 38,00 0,20 0,40 2,30 0,00 0,00 0,00 30,60 35,00 0,00
16 50,60 8,90 0,90 50,50 2,40 0,00 0,00 0,30 0,00 0,20 15,40 5,40
17 13,30 56,20 0,40 1,25 0,00 0,00 2,00 0,00 0,00 41,00 12,20 0,40
18 20,50 4,40 0,00 0,20 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 6,25 0,00
19 0,70 13,50 0,00 0,10 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 8,00 33,50 0,50
20 1,05 9,60 21,90 0,60 0,40 0,00 0,00 0,00 0,00 2,00 25,50 48,60
21 1,55 15,80 0,00 0,00 5,10 0,00 0,00 0,00 0,00 7,50 43,00 30,40
22 1,35 24,30 0,30 0,00 0,00 8,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 8,20
23 2,80 0,70 0,30 0,00 0,00 2,50 0,00 0,00 0,00 0,00 33,50 76,00
24 9,40 30,30 20,60 1,20 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 11,40 0,10 27,00
25 5,70 0,10 56,40 0,00 0,00 0,00 0,00 2,50 0,00 45,00 10,25 0,20
26 0,00 26,00 17,20 1,60 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,10 26,00 19,40
27 36,10 16,50 3,20 0,00 0,00 0,20 0,00 0,00 17,50 9,70 76,30 0,00
28 5,00 2,70 56,20 0,00 5,00 0,00 0,00 0,00 0,00 7,15 0,10 4,00
29 45,30 0,10 0,00 0,00 2,80 0,00 0,00 0,00 19,00 22,00 4,00
30 24,50 38,20 21,50 15,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2,40
31 14,60 6,10 0,00 0,00 0,00 8,00 0,00

Hujan Maksimum 51 56 56 51 33 38 31 3 18 45 76 76 76
Jml Curah Hujan 392 236 412 282 137 71 38 3 18 190 434 347 2558
Jml. Hari Hujan 30 22 25 23 14 9 4 2 1 15 26 25 196
Rata-rata 13 9 13 10 5 2 1 0 1 6 15 11
Hujan (1-15) 160 30 190 236 127 57 36 0 0 31 136 120
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Hujan (16-31) 232 209 222 77 28 14 2 3 18 159 304 227
Jml. Data Kosong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Lampiran 13


Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
27
55
66
20 19 20
33
5
36
23 22
67
220
284
446
140
117
95
150
15
85
161
203
283
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
1998)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
25
24
30
25
20
16
17
8
14
22
26
25
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 1998)
Jumlah Hari Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
34
20 26 31 30
2 0 0
15
40
65
30
169
233
269
303
236
5 1 0
15
250
445
143
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
1999)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
30
25
26
25
23
4
2
0
1
11
19
11
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 1999)
Jumlah Hari Hujan



Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
45
23
55
34
68
23
7 8 12
85
58
39
149
101
213
233
253
45
11 13 20
381
301
130
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
2000)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
14
13
15
13
7
3
2 2 2
12
14
7
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2000)
Jumlah Hari Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
66
48
23
51 44
18
73
60
23 30
20
30
386
165
202
317
175
36
73
60 56
127
86
44
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
2001)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
14
12
19
14
7
3
1 1
3
10 10
3
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2001)
Jumlah Hari Hujan



Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
70
10
20
36
0 4 7
16
0 0
32
44
157
22
125 125
0 8 12 16
0 0
292
407
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan
(Tahun 2002)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
18
4
19
7
0
3
2
1
0 0
17 17
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2002)
Jumlah Hari Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
12
54
23 26
40
0 0 0
12
58
48 48
63
203
87 90
58
0 0 0
20
280
266
390
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan
(Tahun 2003)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
11
12
8 8
2
0 0 0
2
8
9
15
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2003)
Jumlah Hari Hujan




Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
62
39 46
36
48
0 0 0 0
16 15 22
379 372
302
119
434
0 0 0 0
30
42
69
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan
(Tahun 2004)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
15
16
13
6
20
0 0 0 0
2
4
6
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2004)
Jumlah Hari Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
42
23 24 22 20 20 18 13 11
34
59
46
520
186
244
167
73
87
47
23 21
101
219
248
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
2005)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
24
22
23
12
5
6
4
2 2
5
8
17
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2005)
Jumlah Hari Hujan



Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
25
48 53
75
50
0
13
0 0 0
36
28
91
294
150
318
121
0
13
0 0 0
68
123
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
2006)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
7
15
6
9
7
0
1
0 0 0
2
16
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2006)
Jumlah Hari Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
18
26 22
39
10 9 6
0 0
19 21
36
81
120
128
181
32 36 32
0 0
38
90
203
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
2007)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
12
15 15
16
6
8 8
0 0
5
14
16
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2007)
Jumlah Hari Hujan





Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
41
26
60
50
36
18
0
10
0
40
50
68
279
182
405
217
101
74
0
10
0
128
252 251
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
2008)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
21 21
9
7
9 9
0
1
0
6
12
15
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2008)
Jumlah Hari Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
10 7
51
16 9
0 0
14
6
72 76 79
44
28
177
51
9
0 0
14 7
182
465
263
Grafik Hujan Maksimum dan Jumlah Hujan Per-bulan (Tahun
2009)
Hujan Maksimum Jumlah Curah Hujan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
10
8
19
8
1
0 0
1
2
10
23
19
Grafik Jumlah Hari Hujan (Tahun 2009)
Jumlah Hari Hujan