Anda di halaman 1dari 26

ENDOMETRITIS

Tugas Kepanitraan Klinik


Bagian Ilmu Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 17 Februari 21! " 12 #pril 21!
Pembimbing:
Dr. Kartika P,Sp.OG. M.Kes
Disusun ole :
Erlin!a Nerini Ma!arina Silon
"#.$"%.&'%'
()K*+T)S KEDOKTER)N
*NI,ERSIT)S IS+)M S*+T)N )G*NG SEM)R)NG
$"#-
1
+EM.)R PENGES)/)N
Kasus Ilmu Kandungan dan Kebidanan dengan $udul %
ENDOMETRITIS
Nama : ER+IND) NMS 0"#.$"%.&'%'1
Telah diterima dan disetu$ui oleh Dr.Kartika P, Sp.OG. M.Kes
&ari %
Tanggal %
Sebagai salah satu s'arat mengikuti dan men'elesaikan
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kandungan dan Kebidanan di Rumah Sakit Umum Kod'a
Semarang
Semarang( )aret 21!(
**************************************************
Dr* Kartika P( Sp*+,* )*Kes
2
K)T) PENG)NT)R
Pu$i s'ukur kepada Tuhan -ang )aha .sa( karena berkat rahmat"/'a penulis dapat
men'elesaikan laporan kasus kepaniteraan klinik ilmu kandungan dan kebidanan 'ang
ber$udul .ndometritis*
#dapun pen'usunan laporan kasus ini untuk memenuhi tugas 'ang diberikan pada
kepaniteraan klinik di RSUD Kota Semarang( dan $uga untuk membantu pen'usun( untuk
memahami lebih lan$ut mengenai .ndometritis*
Pen'usun ingin mengu0apkan terima kasih kepada dr* Kartika P( Sp*+,* )*Kes selaku
pembimbing 'ang telah memberikan bimbingan dengan sabar hingga akhirn'a laporan kasus
ini dapat diselesaikan* Terima kasih $uga sa'a sampaikan kepada orangtua dan teman" teman
'ang telah memberikan dukungan selama kami men$alan kepaniteraan klinik di RSU Kota
Semarang*
Pen'usun men'adari ban'ak kekurangan dalam pen'usunan laporan kasus ini 'ang
men'ebabkan re1erat ini $auh dari sempurna* +leh karena itu( kritik dan saran 'ang
membangun kami harapkan dari berbagai pihak* Semoga laporan kasus ini dapat berman1aat
bagi berbagai pihak*
Semarang( )aret 21!
3
.). I
PEND)/*+*)N
.ndometrium adalah lapisan epitel 'ang melapisi rongga rahim* Permukaan'a terdiri
atas selapis sel kolumnar 'ang bersilia dengan kelen$ar sekresi mukosa rahim 'ang berbentuk
in2aginasi ke dalam stroma selular* Kelen$ar dan stroma mengalami perubhan 'ang siklik*
Bergantian antara pengelupasan dan pertumbuhan baru sekitar 23 hari* #da 2 lapis( 'aitu
lapisan 1ungsional 'ang letakn'a super1isial 'ang akan terkelupas setiap bulan dan lapisan
basal 'ang tiadak ikut mengelupas*
.ndometritis adalah peradangan lapisan endometrium rahim* Selain untuk
endometrium( peradangan mungkin melibatkan m'ometrium dan( kadang"kadang
parametrium*
.ndometritis dapat dibagi men$adi endometritis terkait kehamilan dan endometritis 'ang tidak
terkait dengan kehamilan* Ketika kondisi tidak terkait dengan kehamilan( dianggap sebagai
panggul in1lammator' pen'akit 4PID5* .ndometritis ini sering dikaitkan dengan peradangan
tabung saluran indung telur 4salpingitis5( indung telur 4oophoritis5 dan panggul peritoneum
4karena peritonitis panggul5* )enurut 6enters 1or Disease 6ontrol and Pre2ention 46D65
21 dalam pedoman pengobatan pen'akit menular seksual mende1inisikan PID sebagai
kombinasi dari endometritis( salpingitis( abses tubo o2arium( dan peritonitis panggul*
Dari perspekti1 patologis( endometritis dapat diklasi1ikasikan sebagai akut 2ersus
kronis* .ndometritis akut di0irikan oleh kehadiran neutro1il dalam kelen$ar endometrium*
.ndometritis kronis di0irikan oleh kehadiran plasma sel dan lim1osit dalam stroma
endometrium*
.). II
+)POR)N K)S*S
4
Nama Maasis2a : Erlin!a Nerini Ma!arina Silon
Dokter Pembimbing : !r. Kartika P, Sp.OG M.Kes
I. I!entitas Pasien:
/ama % /'* K
Usia % 77 tahun
8enis Kelamin % Perempuan
#lamat % Pekunden Tembalang( Semarang
#gama % Islam
Suku bangsa % 8a9a
Peker$aan % tidak beker$a
Status Perka9inan % Ka9in
Pendidikan % tidak sekolah
Tanggal masuk % 11 )aret 21!
Bangsal % ,'nekologi
II. )namnesa 4dilakukan tanggal 11 )aret pukul 1!*5
#* Keluhan Utama
Keluar darah dari $alan lahir*
B* Keluhan Tambahan
4"5
6* Ri9a'at Pen'akit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik RSUD Kota Semarang dengan keluhan keluar
darah 1lek dari $alan lahir se$ak 2 bulan 'ang lalu* 8umlah darah tersebut
sekitar 2": sendok teh setiap harin'a* ;arna darah seperti darah menstruasi*
Pasien mengatakan sudah < tahun dipasang pesarium dan tidak pernah kontrol
serta terdapat alat kontrasepsi spiral 'ang sudah : tahun tidak dilepas*
D* Ri9a'at )enstruasi
)enar0he % 11 tahun
=aman'a % 7 hari
Siklus % 23 hari
Pasien sudah tidak mendapatkan mens se$ak 2 tahun 'ang lalu 4menopause5*
.* Ri9a'at Pernikahan
Sudah menikah : >(pernikahan pertama tahun 1?7 pernikahan terahir 4lupa5
F* Ri9a'at +bstetri
P
7
#
!
" Pasien mengaku melahirkan anak pertama pada tahun 1?71
" .mpat dari sebelas abortus
" empat diantaran'a diberikan pada orang lain*
" #nak terakhir dari /'* K berumur : tahun 4lahir tahun 1?3!5
" Semua anak dilahirkan di dukun ba'i*
,* Ri9a'at KB % IUD @ : tahun
&* Ri9a'at Pen'akit Dahulu
&ipertensi % disangkal
D) % disangkal
#sma % disangkal
#lergi % disangkal
5
Pen'* 8antung % disangkal
I* Ri9a'at Pen'akit Keluarga
&ipertensi % disangkal
D) % disangkal
#sma % disangkal
#lergi % disangkal
Pen'* 8antung % disangkal
8* Ri9a'at ,'ne0olog'
)ioma 4"5( kista 4"5
K* Ri9a'at +perasi
+perasi apedisitis pada tahun 1?77 4!7 tahun 'ang lalu5 di RSDK*
III. Pemeriksaan (isik 4dilakukan tanggal 11 )aret 21! pukul 1<*5
1* Status ,eneralisata
Keadaan umum % Baik
Kesadaran % 6ompos mentis
Keadaan giAi % Baik
2* Tanda"tanda 2ital
Tekanan Darah % 1:@? mm&g
/adi % 3>@menit
Perna1asan %13>@menit
Suhu % :7(<6
:* Berat badan % !2 kg
Tinggi badan % 1!! 0m
B)I % 2 4normal5
!* Kepala % normo0hepali
)ata
6on$un0ti2a anemis % "@"
S0lera ikterik %"@"
Pupil % bulat( isokor
Re1le> 0aha'a % B@B
<* Telinga% normotia( se0ret "@" serumen "@"
7* &idung % bentuk normal( se0ret "@"
7* )ulut
Bibir % tidak sianosis
U2ula % di tengah
Faring % tidak hiperemis
=idah % tidak kotor
3* =eher % tra0hea di tengah( kelen$ar tiroid tidak membesar
?* #>illa % K,B tidak membesar
1* Pa'udara %
simetris kanan dan kiri( areola mamae tidak retraksi( tampak hiperpigmentasi
pada areola mamae( tidak teraba masa( tanda radang 4"5( n'eri tekan 4"5
11* Thora>
Inspeksi % bentuk simetris saat statis dan dinamis( tidak tampak retraksi
iga
Palpasi % 2o0al 1remitus kanan dan kiri sama kuat
Perkusi % sonor pada kedua lapang paru
#uskultasi % suara na1as 2esikuler( ronkhi 4"@"5( 9heeAing 4"@"5
12* #bdomen
Inspeksi % datar
#uskultasi % Bising usus 4B5
6
Palpasi % /T 4"5
1:* ,enitalia % tampak normal( tanda radang 4"5( oedem 4"5 keluar darah dan
dis0harge keputihan dari 2agina
1!* .kstremitas % tidak oedem pada keempat ekstremitas( akral hangat
1<* B#B@B#K % B@B
17* Re1leks % re1le> 1isiologis 4re1leks patella5 positi1 kanan dan kiri( tidak
ada re1le> patologis
Pemeriksaan Dalam 4Caginal Tou0her( pukul 1!*5 %
Fluor@Flu>us % B@B
CUC % tidak ada kelainan
Portio % sebesar $empol tangan de9asa
+U. % menutup
6UT % sebesar telur a'am
CUC % tidak ada kelainan
#@P@6D % tidak ada kelainan
I,. Pemeriksaan Penun3ang
1* Pemeriksaan =aboratorium
&ematologi
,olongan darah % B
&emoglobin % 11*: g@d=
&ematokrit % :<*7 D
8umlah leukosit % 11( u=
8umlah trombosit % 231 > 1
:
u=
)asa pendarahan@BT % 2E F
)asa pembekuan@6T % 3E F
Kimia klinik
,DS % 11 mg@d=
Imunologi
&bs#g % /egati1
2* Pemeriksaan Ultrasonogra1i
Didapatkan gambaran uterus membesar akibat peradangan*
7
Resume :
Telah diperiksa seorang 9anita P
7
#
!
U
77tahun
( keluhan keluar darah dan lendir putih
dari $alan lahir se$ak 2 bulan 'ang lalu* 8umlah darah tersebut sekitar 2": sendok
teh setiap harin'a* ;arna darah seperti darah menstruasi* Pasien mengatakan
sudah < tahun dipasang pesarium dan tidak pernah kontrol serta terdapat alat
kontrasepsi spiral 'ang sudah : tahun tidak dilepas* Pada pemeriksaan 1isik tidak
didapatkan massa (n'eri tekan 4"5* Pada CT didapatkan adan'a darah dan lendir*
Pemeriksaan laboratorium $umlah dari leukosit 11* @ul* Pada US, didapatkan
uterus membesar akibat peradangan*
,. Diagnosa Ker3a
P
7
#
!
U
77tahun

.ndometritis
=eukhorea
,I. Peren4anaan
o Ra9at inap
o Persiapan operasi % +
2
: lt@mnt( .K, ( konsul Interna( persiapan( program
operasi ( 13 )aret 21!*
8
o .dukasi kepada keluarga dan pasien tentang pen'akitn'a dan ren0ana operasi
'ang akan dilakukan serta kemungkinan"kemungkinan 'ang ter$adi selama
operasi*
o Pemeriksaan patologi anatomi
,II. Pas4a Operasi
Telah dilakukan laparotomi pada tanggal 13 maret 21! pukul 1* ;IB*
Diagnosis pre operati1 % .ndometritis(leukhorea(IUD in situ : tahun
Diagnosis post operati1 % endometritis( translokasi IUD
)a0am operasi % =aparotomi @ &istrektomi Total
=aporan +perasi %
" Ibu terentang dime$a operasi dengan regional anestesi
" #septik dan antiseptis ke0uali daerah 2ul2a dan seitarn'a
" Pasang duk steril ke0uali daerah tindakan
" Insisi linea media sebesar :0m diatas simpisis menu$u umbilikus kurang lebih 1
0m
" Diperdalam =D= setara ta$am dan tumpul sehingga abdomen terbuka( e2aluasi
uterus
" .ksplorasi tampak uterus sebesar telur bebek( rapuh
" Kedua adne>a tidak didapatkan massa
" Dilakukan diseksi berhasil
" Dilakukan histrektomi total
" .ksplorasi perdarahan perut
" 8ahit dinding abdomen =D=
" =uka operasi ditutup
" +perasi selesai
Uterus %
" Ukuran% 12>:> : 0m
" Rapuh
9
" Terdapat sekret keputihan dan darah didalamn'a
" Terdapau iud didalam uterus 4gambar kanan5
Ren0ana terapi post operasi%
In1us R= 2 tpm
In$* 6e1ota>im 2>1 g
In$* #sam traneksamat :><mg
In$* Ketorola0 :>1amp
In$* Kalne> 2>1 amp
)obilisasi
Boleh makan minum
,III. Prognosis
#d 2itam % dubia ad bonam
#d 1un0tionam % dubia ad malam
#d sanationam % dubia ad bonam
(O++O5 *P
11 maret 21!
Tanda Cital % TD 1:@?( &R 3!>( RR 13>( Suhu :7(<
Keluhan % keluar 1lek
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
Terapi % in$ 0e1tria>one2>igrGin1 metronidaAole :><mgG in$* ,entamisin
:><mg
12 )aret 21!
Tanda Cital % TD 11@3( &R 77>( RR 13>( Suhu :7(
Keluhan % keluar 1lek
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
Terapi % in$ 0e1tria>one2>igrGin1 metronidaAole :><mgG in$* ,entamisin
:><mg
1: )aret 21!
10
Tanda Cital % TD 11@7( &R 77>( RR 13>( Suhu :7(<
Keluhan % keluar 1lek
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
Terapi % in$ 0e1tria>one2>igrGin1 metronidaAole :><mgG in$* ,entamisin
:><mg
1! )aret 21!
Tanda Cital % TD 1:@?( &R 3!>( RR 13>( Suhu :7(<
Keluhan % keluar 1lek
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
Terapi % in1* R=
1< )aret 21!
Tanda Cital % TD 1@3( &R 3!>( RR 13>( Suhu :7(!
Keluhan % keluar 1lek ( pusing
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
17 )aret 21!
Tanda Cital % TD 11@3( &R 77>( RR 13>( Suhu :7(<
Keluhan % keluar 1lek
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
Terapi % epidural s'ringe 200 G 0e1ota>ime 2>1
17 )aret 21!
Tanda Cital % TD 12@3( &R 3>( RR 13>( Suhu :7(2
Keluhan % keluar 1lek
St* internus % dbn
11
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
Terapi % in$ 0e1tria>one ( pasang d0( puasa
13 )aret 21!
Tanda Cital % TD 12@3( &R 3!>( RR 13>( Suhu :7(<
Keluhan % keluar 1lek
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
.ndometritis leukorea iud in situ : th
Terapi % operasi pukul 1*
1? )aret 21!
Tanda Cital % TD 1:@?( &R 3!>( RR 13>( Suhu :7(<
Keluhan % n'eri bekas operasi
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
Post histrektomi total &B1
Terapi % Inj cefotaxime 2xi ;Tramadol :><G Kalne> :>< ; Ranitidine :>1
2 )aret 21!
Tanda Cital % TD 11@7( &R 3!>( RR 13>( Suhu :7(2
Keluhan % n'eri bekas operasi
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
Post histrektomi total &B2
21 )aret 21!
Tanda Cital % TD 1177( &R 3!>( RR 2>( Suhu :7(<
Keluhan % n'eri bekas operasi( pusing
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5
12
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
Post histrektomi total &B:
Terapi % Tramadol 3x50; Kalne> :><; Ranitidine :>1; )obilisasi ; ,B
22 )aret 21!
Tanda Cital % TD 1:@?( &R 3!>( RR 13>( Suhu :7(<
Keluhan % n'eri bekas operasi
St* internus % dbn
St* lokalis % n'eri tekan 4B5( darah lendir di 2ul2a 4B5
#ss@ % P
7
#
!
U
7!tahun
Post histrektomi total &B!
Terapi % Tramadol 3x50; Kalne> :><; Ranitidine :>1; )obilisasi ; ,B
$' Maret $"#- 0Poli Obsg6n1
Tanda Cital % TD 12@3( &R 73>( RR 22>( Suhu :7(!
Keluhan % Kontrol post laparotom' histrektomi total &B1
St* internus % dbn
St* lokalis % luka masih basah( masih ada bagian 'ang belum rapat( pus4B5(ganti
balut 4B5
&asil P# %
)akroskopis %
" Diterima $aringan uterus ser2ik ukuran 2>2>:0m tanpa adnek( 0orpus ukuran
2>!>< 0m( 9aktu dibelah ditemukan massa putih batas tegas diameter 1 0m( dari
0er2ik diambil 1 0up #( dari masa putih diambil 1 0up B( dari dinding 0orpus 1 0up
6*
)ikroskopik %
#* Bekuan darah dan $aringan nikrosis dengan sarang tumor epithelial 0ukup
solid( ( sel tumor atipi polimor1( sitoplasma 0ukup( inti gelap( kromatin inti inti
kasar( dengan ban'ak sel raksasa*
B* )ioma dengan nailinisasi
6* )iometrium tanpa tumor dengan in1iltrat radang kronis merata
Kesimpulan %
Uterus %
13
o )ioma uteri
o #deno0ar0inoma de1erensiasi buruk*
DD* 6horio 6ar0inoma
DD* bagaimana permeriksaan &6, penderita
.). III
TIN7)*)N P*ST)K)
ENDOMETRITIS
). Pengertian
.ndometritis adalah suatu peradangan endometrium 'ang biasan'a disebabkan
oleh in1eksi bakteri pada $aringan* 4Taber( B*( 1??!5* .ndometritis adalah in1eksi pada
endometrium 4lapisan dalam dari rahim5* 4)anuaba( I* B* ,*( 1??35*
.ndometritis adalah suatu in1eksi 'ag ter$adi di endometrium( merupakan komplikasi
pas0apartum( biasan'a ter$adi !3 sampai 72 $am setelah melahirkan
.. Etiologi
.ndometritis merupakan suatu in1eksi 'ang bersi1at polimikrobial karena pada
umumn'a disebabkan oleh berbagai bakteri 'ang merupakan 1lora normal dari
14
genitalia interna 9anita atau bakteri 'ang berasal dari luar* Berbagai bakteri dapat
merupakan pen'ebab dari timbuln'a endometritis( antara lain%
Clamydia trachomatis
Clamydia trachomatis merupakan bakteri 'ang masih termasuk golongan Clamydia.
Bakteri ini merupakan bakteri gram negati1 'ang $uga merupakan bakteri interselular
obligat 'ang patogen* Bakteri ini $uga merupakan bakteri 'ang paling ban'ak
men'ebabkan pen'akit akibat hubungan se>ual* Bakteri ini biasan'a men'ebabkan
berbagai pen'akit pada bagian mata( organ kelamin( dan rektum* Bakteri ini dapat
diatasi dengan penggunaan antibiotik $enis makrolit atau tetrasiklin*
Neisseria gonorrheae
)erupakan bakteri diplokokus gram negati1 'ang biasa men'ebabkan pen'akit
menular seksual* Bakteri ini memiliki permukaan protein 'ang disebut Protein +pa
'ang dapat men0egah respon imun pada hospesn'a* &al ini men'ebabkan seseorang
dapat berkali"kali terserang pen'akit akibat bakteri ini* Bakteri ini $uga dapat
melakukan kon$ugasi D/# sehingga dapat merubah bentuknn'a dan hal ini dapat
men'ebabkan timbuln'a resistensi pada penggunaan antibiotik* Bakteri inn biasa
dibiakkan pada agar The'er")artin dan apabila telah mengalami resistensi pada
penggunaan antibiotik Peni0illin( maka( dapat digunakan antibiotik golongan
se1triakson*
Strepto0o00us grup B
)erupakan bakteri 'ang berbentuk kokus 4seperti rantai5 gram positi1 'ang biasan'a
men'ebabkan in1eksi postpartum pada 9anita dan pen'ebab terbesar sepsis pada
neonatus* Bakteri ini se0ara normal berada pada saluran pen0ernaan dan genitalia pada
9anita sehat dengan kadar kira"kira 1<"!<D* Pada umumn'a( <D ba'i 'ang lahir
per2aginam( pasti mendapatkan in1eksi bakteri ini dari ibun'a( namun han'a 1"2 D
'ang mengalami perburukan keadaan* Bakteri ini masih sensiti1 dengan penggunaan
antibiotik penisilin( $uga dapat digunakan golongan 0e1aAolin( eritromi0in dan
klindamisin*
Escerechia coli
Bakteri ini merupakan bakteri gram negati1 berbentuk batang 'ang biasan'a terdapat
di dalam gastrointestinal bagian ba9ah pada makhluk berdarah panas* Pada umumn'a(
bakteri ini merupakan 1lora normal 'ang tinggal dalam saluran 0erna makhluk hidup
'ang $uga dapat menghasilkan 2itamin K
2
untuk men0egah perkembangan bakteri
patogen dalam usus( namun( beberapa $enis dari bakteri ini dapat menimbulkan
beberapa pen'akit*
Bakteri lainn'a
Bakteri lain 'ang dapat men'ebabkan in1eksi endometriris adalah ,* 2aginalis(
.ntero0o00us( Aerobic streptococcus( Bacteroides spp( dll*
15
8. Epi!emiologi
.ndometritis merupakan suatu in1eksi 'ang umumn'a men'erang pada 9anita usia
reprodukti1 'ang mengalami masalah pada saat partus* Pada umumn'a( in1eksi ini
ter$adi pada 9anita setelah melahirkan per2aginam 41":D5 atau setelah men$alani
operasi 0aesar 41:"?D5 terutama setelah men$alankan operasi 0aesar untuk tu$uan
abortus atau durasi operasi 'ang terlalu lama* .ndometritis 'ang tidak berhubungan
dengan postpartum ( umumn'a lebih menga0u pada Pel2i0 In1lamator' Disease 4PID5*
D. (aktor resiko
Faktor risiko utama untuk endometritis obstetrik meliputi%
1* persalinan sesar 4s05 4terutama $ika sebelum usia kehamilan 23 minggu5
2* pe0ah ketuban
:* seringn'a pemeriksaan dalam 4h'steros0op' (pemasangan IUD5(
!* laserasi pada 2agina dan ser2iks(
<* usia terlalu tua
7* Rendah status sosial ekonomi
Faktor risiko minor meliputi%
1* +perasi 'ang lama
2* #nestesi umum
:* Postpartum anemia
Faktor"1aktor berikut meningkatkan risiko endometritis pada umumn'a%
1* alat kontrasepsi dalam rahim% bagian 2agina perangkat dapat ber1ungsi sebagai
$alur untuk organisme untuk naik ke dalam rahim
2* #dan'a 0airan menstruasi dalam rahim
:* #sso0iated sekunder untuk 0er2i0itis gonore atau in1eksi Chlamydia
!* #sso0iated bakteri 2aginosis
<* Sering dou0hing
7* Unprote0ted akti2itas seksual
7* Beberapa mitra seksual
3* Ser2iks ektopi
16
E. Gambaran Klinik
a* Ri9a'at
Diagnosis biasan'a didasarkan pada temuan klinis( sebagai berikut%
" Demam
" Sakit perut bagian ba9ah
" =o0hia berbau busuk
" Pendarahan abnormal 2agina
" D'spareunia 4mungkin ada pada pasien dengan pen'akit in1lammator' panggul
PID5
" D'suria 4mungkin ada pada pasien dengan PID5
" )alaise
b* Dalam kasus setelah bersalin( pasien merasa demam( menggigil( sakit perut bagian
ba9ah( dan lo0hia berbau busuk* Pasien dengan PID hadir dengan Sakit perut
bagian ba9ah( d'spareunia( d'suria( demam( dan tanda"tanda sistemik lain*
/amun( PID disebabkan oleh 6hlam'dia 0enderung men$adi lamban( dengan
ge$ala konstitusional tidak signi1ikan*
0* Temuan"temuan pemeriksaan 1isik meliputi%
" Demam( biasan'a ter$adi dalam 9aktu :7 $am(
" Sakit perut bagian ba9ah
" Uterine tenderness
" #dne>al tenderness $ika terkait salpingitis
" =o0hia berbau busuk
" Takikardi
d* Uterine tenderness adalah 0iri khas dari pen'akit*
e* Suhu oral :3 H0 atau lebih tinggi dalam 1 hari pertama setelah bersalin atau :3(7
H6 dalam 2! $am pertama setelah bersalin diperlukan untuk memastikan diagnosis
endometritis setelah bersalin* Untuk PID( kriteria diagnostik minimum tenderness
bagian ba9ah perut( tenderness leher rahim( atau tenderness adne>al* Dalam
kasus"kasus 'ang parah( pasien mungkin mun0ul septik*
(. Klasi9ikasi
1* .ndometritis terkait kehamilan
2* .ndometritis 'ang tidak terkait dengan kehamilan
Kondisi endometritis 'ang tidak terkait dengan kehamilan disebut sebagai
pel2i0 in1lammator' disease 4PID5* .ndometritis ini sering dikaitkan dengan
peradangan saluran indung telur 4salpingitis5( indung telur 4oophoritis5 dan
17
peritonitis pel2is* 6enters 1or Disease 6ontrol and Pre2ention 46D65 21
pedoman pengobatan pen'akit menular seksual mende1inisikan PID sebagai
kombinasi dari endometritis( salpingitis( abses tuba o2arium( dan karena
peritonitis pel2is 4panggul5*
7enis:3enis En!ometritis
1* .ndometritis #kut
Terutama ter$adi pada postpartum atau postabortum* Pada
endometritis postpartum( regenerasi endometrium selesai pada hari ke"?(
sehingga endometritis postpartum pada umumn'a ter$adi sebelum hari ke"?*
.ndometritis postabortum terutama ter$adi pada abortus pro2o0atus*
Pada endometritis akut endometrium mengalami edema dan hiperemi(
dan pada pemeriksaan mikroskopik terdapat hiperemi( edema( dan in1iltrasi
leukosit berinti polimoni 'ang ban'ak 4P)/5( serta perdarahan"perdarahan
interstisial* Sebab 'ang paling penting ialah in1eksi gonorrhea dan in1eksi
pada abortus dan partus*
In1eksi gonorrhea mulai sebagai ser2isitis akuta( dan radang men$alar
ke atas dan men'ebabkan endometritis akuta* In1eksi post abortum dan post
partum sering terdapat oleh karena luka"luka pada ser2iks uteri( luka pada
dinding uterus bekas tempat plasenta( 'ang merupakan porte dEentree bagi
kuman"kuman patogen* Selain itu mikroorganisme dapat masuk ke uterus
melalui alat"alat pada saat persalinan 'ang tidak su0i hama*
Pada abortus septi0 dan sepsis puerperalis in1eksi lebih 0epat meluas
ke miometrium dan melalui pembuluh"pembuluh darah serta lim1e( in1eksi
dapat men$alar ke parametrium( tuba( o2arium serta ke peritoneum di
sekitarn'a* ,e$ala"ge$ala endometritis akuta umumn'a penderita panas
tinggi( kelihatan sakit keras( keluar leukorea 'ang bernanah( dan uterus serta
daerah di sekitarn'a n'eri pada perabaan*
Sebab lain endometritis akuta ialah tindakan 'ang dilakukan dalam
uterus di luar partus atau abortus( seperti kerokan( memasukkan radium ke
dalam uterus( memasukkan IUD 4intra"uterine de2i0e5 ke dalam uterus( dan
sebagain'a*
.ndometritis akuta 'ang disebabkan oleh kuman"kuman 'ang tidak
terlalu pathogen umumn'a dapat diatasi atas kekuatan $aringan sendiri(
dibantu dengan pelepasan lapisan 1ungsional dari endometrium pada 9aktu
18
haid* Dalam pengobatan endometritis akuta 'ang paling penting ialah
berusaha men0egah agar in1eksi tidak men$alar*
,e$ala"ge$ala%
a* Demam
b* =o0hia berbau( pada endometritis postabortum kadang"kadang keluar 1luor
'ang purulent*
0* =o0hia lama berdarah( malahan ter$adi metrorrhagi*
d* 8ika radang tidak men$alar ke parametrium atau perimetrium tidak ada n'eri*
e* /'eri pada palpasi abdomen 4uterus5 dan sekitarn'a*
2* .ndometritis Kronik
Pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan ban'ak sel"sel plasma dan
lim1osit* Penemuan lim1osit sa$a tidak besar artin'a karena sel itu $uga
ditemukan dalam keadaan normal dalam endometrium*
,e$ala klinis pada endometritis kronis adalah leukorea dan menoragia*
Pengobatann'a tergantung dari pen'ebabn'a* .ndometritis knonik biasan'a
ditemukan pada%
a* TuberkulosisG
b* 8ika tertinggal sisa"sisa abortus atau partusG
0* 8ika terdapat korpus alienum di ka2um uteriG
d* Pada polip uterus dengan in1eksiG
e* Pada tumor ganas uterusG
1* Pada salpingo"oo1oritis dan sellulitis pel2ik*
g* Fluor albus 'ang keluar dari ostium
h* Kelainan haid seperti metrorrhagi dan menorrhagi
.ndometritis tuberkulosa terdapat pada hampir setengah kasus"kasus
tuberkulosis genital* Pada pemeriksaan mikrskopik ditemukan tuberkel di
tengah"tengah endometrium 'ang beradang menahun*
.ndometritis tuberkulosa umumn'a timbul sekunder pada penderita
dengan salpingitis tuberkulosa* Pada penderita dengan tuberculosis pelvic
'ang asimptomatik( endometritis tuberkulosa ditemukan bila pada seorang
9anita datang dengan keluhan in1ertilitasdan pada saat dilakukan biops'
endometrial kemudian ditemukan tuberkel dalam sediaan* Terapi 'ang kausal
terhadap tuber0ulosis biasan'a dapat men'ebabkan timbuln'a haid lagi*
19
Pada abortus inkompletus dengan sisa"sisa tertinggal dalam uterus
terdapat desidua dan 2illi korialis di tengah"tengah radang menahun
endometrium* Pada partus dengan sisa plasenta masih tertinggal dalam uterus(
terdapat peradangan dan organisasi dari $aringan plasenta tersebut disertai
gumpalan darah( dan terbentuklah apa 'ang dinamakan polip plasenta*
G. P)TO(ISIO+OGI GE7)+) K+INIS
,e$ala klinik 'ang ditun$ukkan apabila seorang 9anita menderita in1eksi ini adalah%
Demam dan ,e$ala seperti Flu
Demam merupakan keadaan dimana suhu tubuh pasien lebih tinggi dari suhu
tubuh normal* Suhu tubuh normal pada umumn'a adalah :7(7

6( sehingga(
seseorang dianggap demam apabila suhu tubuhn'a men0apai :7(2

6 atau lebih*
Demam merupakan suatu respon tubuh terhadap adan'a 1aktor pirogen dan
eksogen 'ang dapat memi0u ter$adin'a proses in1lamasi*
Demam 'ang ter$adi pada penderita endometritis merupakan demam 'ang biasa
ter$adi akibat adan'a proses in1lamasi* )asukn'a bakteri tertentu pada dinding
endometrium uterus merupakan salah satu 1aktor pirogen eksogen sehingga dapat
menstimulus makro1ag untuk mengeluarkan p'rogen 0'tokine 4I="1( I="7( T/F(
IF/5( 'ang kemudian akan merangsang hipotalamus untuk menghasilkan
prostalglandin 4P,.
2
5 'ang akan merangsang sel glia untuk menghasilkan siklik
#)P* Siklik #)P ini akan meningkatkan termoregulator set poin sehingga akan
meningkatkan suhu tubuh* 4&arrison edisi 175
Pada endometritis( suhu tubuh ditemukan demam sampai sekitar :3":?

6*
/'eri Perut Ba9ah
/'eri pada perut ba9ah disebabkan karena adan'a 1aktor in1lamasi pada dinding
uterus* Se0ara anatomis( posisi uterus terletak pada daerah pel2is dan
hipogastrium( sehingga( apabila ter$adi proses in1lamasi 'ang men'ebabkan n'eri
20
pada dinding uterus( maka( n'eri 'ang dirasakan oleh pasien adalah pada bagian
perut ba9ah*
Rasa n'eri 'ang dirasakan dihasilkan dari adan'a stimulus pada sara1 nosiseptor
a1eren primer* sara1 ini akan beker$a apabila ter$adi trauma atau in1lamasi( iritasi
kimia9i dengan melepas Aat peptida bradikinin dan eikosanoid sebagai
prostaglandin* #pabila terdapat in1alamasi pada suatu $aringan tertentu( dalam hal
ini( pada dinding endometrium( maka akan men'ebabkan dikeluarkann'a
mediator in1lamasi 'ang men'ebabkan ambang akti2asi n'eri pada sara1
nosiseptor a1eren primer menurun( hal ini disebut dengan sensitisasi* Sensitisasi
ini penting untuk merasakan adan'a n'eri pada $aringan 'ang dalam* #dan'a
sensitisasi ini men'ebabkan terba9an'a a>on n'eri dari sara1 nosiseptor a1eren
primer menu$u ke spinal 0ord melalui serabut dorsalis dan berakhir pada
substansia grisea di spinal 0ord* Per$alanan a>on ini melalui traktus
spinotalamikus 'ang ber$alan se0ara kontralateral menu$u talamus* Traktus
spinotalamikus ini terdapat pada anterolateral substansia alba spinal 0ord( u$ung
lateral medulla( bagian lateral pons dan otak tengah* Dari talamus( a>on akan
bergerak menu$u korteks somatosensoris dan akan mengekspresikan rasa n'eri*
Talamus $uga men'alurkan a>on menu$u regio kortikal sehingga dapat
memun0ulkan n'eri 'ang berhubungan dengan emosi seseorang*
Perdarahan pada Cagina
Pada umumn'a( perdarahan pada 2agina ter$adi pada endometritis kronik* Pada
saat itu( eritrosit dari dinding uterus dapat memasuki sekresi normal pada 2agina
9anita* &al ini akhirn'a men'ebabkan ter$adi perdarahan pada 2agina sekalipun
pasien tidak sedang dalam siklus mestruasi*
21
Pergerakan Usus 'ang tidak /'aman
=okia 'ang berbau tidak enak
=okia merupakan suatu pelepasan 'ang dilakukan 2agina pas0a 9anita
melahirkan* Pelepasan ini terdiri dari darah( peleasan $aringan dari dinding uterus(
dan beberapa bakteri* Pada umumn'a( timbuln'a lokia merupakan hal 'ang
normal bagi 9anita dalam masa ni1as( karena hal ini bertu$uan untuk
membersihkan diri dari sisa"sisa $anin dan plasenta* Pada umumn'a( lokia akan
keluar dengan 0ara men'erupai proses menstruasi*
#pabila ter$adi endometritis pas0a melahirkan( maka akan ditemui lokia 'ang
berbau tidak enak*
/. PEMERIKS))N PEN*N7)NG
.ndometritis merupakan pen'akit 'ang disebabkan oleh adan'a in1eksi bakteri pada
dinding endometrium pada uterus( maka( pemeriksaan 'ang dilakukan pada umumn'a
merupakan pemeriksaan untuk menentukan bakteri 'ang men$adi pen'ebab in1eksi
pada pasien%
Pemeriksaan Darah =engkap
Pemeriksaan darah lengkap digunakan untuk memeriksa adan'a 1aktor in1eksi pada
pasien* Pemeriksaan ini meliputi%
" .ritrosit normal % :(3 I <(1 $uta
" &emoglobin normal % 11(<"17(< g@dl hamil% 11"1< g@dl
" =eukosit normal % <*"1*@mm
:
" Trombosit normal % 1<*"!<*@Jl
" =.D normal % K 1< mm@$am
22
" &itung $enis leukosit normal% baso1il @ eosino1il @ batang @ segmen@ lim1osit @
monosit L "1 @ 1": @ 1"7 @ !"7 @ 2"! @ 1"3D
" Karakter eritrosit % )6C L 32"?2 1l )6& L 27":1 pg )6&6 L
:2":7 g@dl
Pada pemeriksaan darah biasan'a ditemukan adan'a peningkatan leukosit 'ang
biasan'a ditemukan 1<* I :* sel@Jl* Pada umumn'a( pemeriksaan ini $uga
bukan merupakan pemeriksaan 'ang spesi1ik untuk in1eksi endometritis*
Kultur
Pemeriksaan ini digunakan untuk memeriksa bakteri 'ang mengin1eksi dinding
endometrius* Pada umumn'a( kultur 'ang diambil dari spesimen trans2aginal uterin
akan sulit untuk diinterpretasi karena sudah terdapat kontaminan pada bahan
pemeriksaan*
Pemeriksaan kultur pada umumn'a diambil dari kultur darah( namun han'a sekitar 1"
2D 'ang dapat diinterpretasi*
Pe9arnaan ,ram
Pemeriksaan ini digunakan untuk memeriksa spesies bakteri 'ang ada( sehingga
pemeriksa dapat memberikan antibiotik 'ang 0o0ok bagi pasien*
Pemeriksaan Imaging
Pemeriksaan ini han'a dilakukan apabila pada pemberian antibiotik( tidak ada
perbaikan setelah !3"72 $am* Pemeriksaan 'ang dilakukan adalah pemeriksaan US,
untuk melihat adan'a kelainan abdominal lain( atau adan'a intrauterin hematoma*
Penggunaan 6T"s0an dapat dipikirkan untuk memikirkan adan'a massa pada ligamen(
trombosis 2ena o2arika( phelgmon*
Pemeriksaan &istologi
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa berbagai sel"sel in1eksi 'ang mun0ul pada
dinding endometrium akibat adan'a suatu proses in1lamasi*
I. DI)GNOSIS
Diagnosis dapat ditegakkan dengan melihat dari berbagai aspek dari pasien( seperti%
#namnesis
Pada umumn'a pasien merupakan seorang 9anita 'ang memiliki keluhan n'eri perut
bagian ba9ah( disertai demam* ,e$ala ini memiliki ban'ak kemungkinan diagnosis
pen'akit( namun( apabila setelah dilakukan anamnesis lebih lan$ut bah9a pasien
memiliki ri9a'at pen'akit dahulu pernah men$alani operasi 0aesar 'ang prosesn'a
memakan 9aktu lama( partus per2aginam dengan komplikasi( atau setelah
pemasangan alat kontrasepsei in2asi1( maka kemungkinan besar pasien tersebut
sedang menderita in1eksi pada bagian uterus*
#pabila demam 'ang ter$adi datang setelah K 12 $am pasien mengalami partus(
maka( kemungkinan besar pasien mengalami endometritis akut( pada umumn'a(
ge$ala klinis 'ang ter$adi tampak $elas* #pabila pasien mengaku pernah melahirkan
23
se0ara 0aesar atau dengan 1aktor resiko tersebut diatas( namun telah le9at beberapa
hari( kemungkinan adan'a endometritis masih harus dipikirkan( sebab( bisa sa$a(
endometritis 'ang ter$adi merupakan suatu endometritis kronis*
Pasien $uga akan mengeluh adan'a perdarahan 2agina 'ang dapat berupa suatu lokia
atau perdarahan akibat ge$ala endometritis*
Pemeriksaan 1isik
Pada pemeriksaan 1isik umumn'a akan ditemukan tanda"tanda in1eksi pada
umumn'a* Pada status generalis( akan ditemukan adan'a peningkatan suhu tubuh :3"
:?

6* Pada pemeriksaan lokalis( maka akan ditemukan n'eri tekan pada abdominal
bagian ba9ah baik dengan pemeriksaan abdomen( maupun pemeriksaan bimanual
akan di$umpai n'eri parametrium*
Pemeriksaan Penun$ang
Pemeriksaan penun$uang pada umumn'a tidak memberikan hasil 'ang berarti* Pada
pemeriksaan darah lengkap akan didapatkan ge$ala"ge$ala in1eksi bakteri pada
umumn'a* Pemeriksaan histologi mungkin dapat membantu penegakan diagnosis
dengan ditemukann'a neutrodil pada kelen$ar endometrial pada endometritis akut(
atau ditemukan sel plasma dan lim1osit pada stroma endometrial pada endometritis
kronik* Pemerikasaan kultur bakteri dan pe9arnaan gram han'a sedikit membantu
untuk memastikan etiologi dari pen'akit dan menentukan $enis antibiotik 'ang 0o0ok
untuk pasien*
7. DI)GNOSIS .)NDING
Diagnosis banding 'ang dapat dipikirkan pada pasien 'ang memiliki keluhan pen'akit
ini adalah%
#pendisitis
#pendisitis merupakan suatu peradangan pada apendiks 'ang $uga ter$adi akibat in2asi
bakteri* Diagnosis apendisitis dipikirkan karena pada pasien memiliki ge$ala utama
n'eri perut ba9ah dan adan'a demam 1ebris* #pendiks 'ang se0ara anatomis terletak
pada regio ilia0a de>tra men'ebabkan apabila ter$adi in1eksi akan didapatkan n'eri
pada perut ba9ah $uga( dan pada appendisitis $uga terdapat demam 1ebris apabila
belum ter$adi per1orasi* Diagnosis ini dapat disingkirkan apabila pasien tersebut
memiliki ri9a'at postpartum baru"baru ini se0ara 0aesar atau per2aginam dengan
komplikasi dan dengan pemeriksaan 1isik apnedisitis*
Pel2i0 In1lammator' Disease 4PID5
PID merupakan in1eksi 'ang men'erang organ genitalia dalam 9anita bagian atas
termasuk uterus( tuba 1alopii( dan struktur pel2is* Diagnosis ini diambil $uga karena
pada umumn'a ge$ala 'ang ditampilkan hampir sama( 'aitu adan'a n'eri pada perut
ba9ah dan demam* Diagnosis ini dapat disingkirkan dengan melihat pada pemeriksaan
24
imaging bah9a kondisi struktur pel2is 'ang lain baik dan han'a endometrium pasien
sa$a 'ang mengalami in1eksi*
In1eksi Saluran Ken0ing
In1eksi ini merupakan suatu in1eksi 'ang men'erang sistem saluran ken0ing seseorang*
Semua bagian pada saluran ken0ing dapat terkena in1eksi ini( namun( 'ang paling
ban'ak ter$adi adalah pada 2esika urinaria dan uretra*Diagnosis ini perlu dipikirkan
karena pen'akit ini lebih sering ter$adi pada 9anita* &al ini karena 9anita memiliki
uretra 'ang pendek( sehingga dapat memudahkan masukn'a bakteri dalam saluran
ken0ing 9anita* Pen'akit ini pada 9anita $uga ditandai adan'a n'eri perut ba9ah
terutama pada pel2is*
Diagnosis ini dapat disingkirkan apabila pasien tidak mengeluhkan ge$ala ken0ing
'ang lain( seperti keinginan ken0ing 'ang berlebih( terdapat burning sensation saat
berkemih( 2olume air seni sedikit( dll*
K. Penatalaksanaan
Ra9at inap disarankan untuk hampir semua penderita( termasuk 'ang sehabis
men$alani S6( karena risiko bakteriemia* 8ika kasus ringan( bisa ra9at $alan*
stabilkan dulu kondisi ibu dengan pemberian 0airan $ika kondisi tidak terlalu parah
beri minum le9at mulut( kemudian lakukan pemasangan in1us sebelum di ru$uk ke
rumah sakit*
" 6airan melalui 2ena 4dengan IC5 @ in1use R=
" istirahat
" berikan antibiotika kombinasi sampai ibu bebas demam selama !3 $am
Setelah menentukan diagnosis endometritis dapat diberikan antibiotik spektrum luas
dalam !3"72 $am* Pada endometritis kronis( dapat diberikan doksisiklin 1 mg per
oral 2> sehari selama 1 hari* Pada umumn'a( 3"?D pasien sembuh dengan
penatalaksanaan ini* Pemberian spektrum luas karena endometritis merupakan
in1eksi 'ang disebabkan oleh bakteri polimikrobial*
Penggunaan klindamisin dengan gentamisin merupakan terapi standard pada
umumn'a* Dengan Klindamisin ? mg B gentamisin 1(< mg@kg setiap 3 $am se0ara
intra2ena*
#T#U
25
%% ampisilin 2g IC setiap 7 $am ker$a di dinding sel bakteri( 0ara ker$a bakterisida
Ditambah gentamisin <mg@kgBB IC tiap 2! $am e1ekti1 utk gram " aerob(
aminoglikosid( dosis tergantung 0reatinin 0learan0e*
Ditambah metronidaAol <mg IC tiap 3 $am anaerob dan protoAoa( meng"inhibit
protein sintesis*
8ika demam masih ada 72 $am setelah terapi( 0ek ulang diagnosa*
+. Komplikasi
Komplikasi pada kasus ini adalah adan'a pel2i0 In1lammation Disease
4PID5* PID merupakan in1eksi 'ang men'erang beberapa bagian dari genitalia interna
9anita* In1eksi pada dinding endometrium dapat dengan mudah men'erang bagian"
bagian 'ang dekat dengan uterus( seperti tuba 1alopii( dll( le9at aliran darah atau
lim1e( maka pen'ebaran in1eksi bakterial dapat dengan mudah ter$adi*
" In1eksi pada luka operasi
" In1eksi pada adneksa
" Sepsis trombo1lebitis pel2is
" In1ertilit'
" Pel2i0 peritonitis 4generaliAed pel2i0 in1e0tion5
" pel2i0 or uterine abses 1ormation
" pel2i0 hematoma
" parametrial phlegmon
" PID
" Septi0emia
" Septi0 sho0k
M. Prognosis
Selama tidak ada komplikasi ke organ lain( prognosis dengan pengobatan
antibioti0 bonam* besar kasus endometritis hilang dengan antibiotik* .ndometritis
tidak diobati dapat men'ebabkan in1eksi 'ang lebih serius dan komplikasi dengan
organ panggul( reproduksi( dan kesehatan umum* &ampir ?D 9anita diobati dengan
perbaikan 0atatan re$imen disetu$ui dalam !3"72 $am* Keterlambatan memulai terapi
antibiotik dapat mengakibatkan toksisitas sistemik* .ndometritis berhubungan
dengan kematian ibu meningkat karena s'ok septik*
26